Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
English Subtitles by VIU Alih Bahasa: Artha Regina
IDFL™ SubsCrew IDFL.me
Tapi aku baru kali ini bergaya rambut seperti ini. Pasti cocok, 'kan?
Kebanyakan wanita suka rambut pria seperti ini.
Begitukah?
Diamlah. Nanti airnya ke mana-mana.
Baiklah, sudah selesai.
Lagi apa?
Apa lagi? Aku lagi kerja.
Mau kuantarkan makanan buatmu?
Makanan?
Brengsek.../ Tak usah.
Aku lagi sibuk sekarang. Nanti kutelepon balik, ya.
'Ku termenung, pergi tanpa melakukan apa pun
Seperti inikah perpisahan itu?
Sudah kuduga mempekerjakan dia keputusan tepat.
Lihatlah betapa banyaknya pelanggan menyukainya.
Pelanggan? Siapa?
Nikmati saja suasananya.
Nyanyiannya membuat pasangan ingin berciuman.
Kau terserah mau berpikir apa, tapi akuilah...
Penyanyi lelaki yang tidak kaupekerjakan...
...jauh lebih baik daripada dia yang sebagai penyanyi.
Makanya. Bukankah aku sudah menyuruhmu spesifikasi jelasnya...
...kalau kita lagi mencari penyanyi wanita yang masih lajang?
Dan kau itu di sini buat kerja. Sedang apa kau ini?
Aku sudah menerima permintaannya dan menyajikan makanan.
Kenapa? Apa ada lagi yang harus kulakukan?
Hampir tidak ada pelanggan disini, dan lagunya cukup bagus.
Ini tempat yang tepat buat belajar selama ujian.
Ketika dia menyanyikan nada tinggi, dia mengangkat dagunya seperti ini.
Disana. Aku suka bagian itu.
Bukankah menurutmu bar ini jadi terasa berkelas?
Aiyoo.
Kenapa kakakmu di sini pasang wajah suram seperti itu?
Memang kelihatan bagus.
Kenapa selama ini aku tidak mencoba gaya rambut ini lebih cepat?
Sepertinya kau sadar kalau kau cukup tampan.
Apa?
Bukankah itu sebabnya kau bergaya rambut yang jelek?
Aku?
Kau banyak tersenyum juga.
Dalam pekerjaanku, tersenyum membuatku lebih disukai.
Dan wanita suka, kalau aku tersenyum.
Biar kuhitung dulu tagihannya.
Semuanya jadi 44rb.
Ini.
Kenapa?
Ada sesuatu di wajahku?
Rambutku.
Stop!
Kau kenapa?
Tadi aku membayangkan sesuatu.
[Ohn Joon Young]
[Young Jae]
Jangan bilang kau cuma menulis siapa, apa, di mana, kapan, kenapa, dan bagaimana.
Begini....
Kesalahan ketik apaan ini?
Menurutku ini bukan kesalahan.
Apa kau tidak tahu cara mengeja?
Mana mungkin. Tentu aku tahu.
Mungkin itu memang salah./ Memang salah besar.
Ini dokumen resmi.
Kalau seperti ini, mana bisa orang percaya sama polisi?
Maaf.
Terus...,
...kalau mau tulis kalimat panjang, pakai koma.
Mana bisa kautulis kalimat panjang seperti itu?
Kau mau aku mati lemas sewaktu baca ini?
Pak.
Pak.
Si Kapten kenapa?
Entah. Kenapa dia?
Tapi kenapa supnya asin sekali?
Sodium itu tak baik bagi kesehatan.
Apa cuma menurut aku saja kalau itu asin?
Cuma aku? Serius begitu?
Menurutku memang agak asin.
Kenapa sayurannya hambar sekali? Ini makanan bayi atau apaan?
Ini memang hambar, tapi sayuran terasa lebih enak kalau hambar.
Karbohidrat, karbohidrat, dan karbohidrat lagi.
Kalau badan kita naik, mana bisa kita tangkap penjahat?
Ini sama saja menghalangi kerja polisi.
Aigoo.
Kenapa dia marah-marah terus?
Katanya zaman sekarang, pria lajang lebih rewel daripada wanita.
Dia lajang?
Jika kau bekerja di kantin ini selama sekitar tiga tahun...,
...kau itu istilahnya bisa menganggap dirimu sebagai polisi.
Pria rewel seperti dia, siapa yang mau coba?
Asinnya!
Hei, siapa yang menyuruhmu memotong rambutku pendek sekali?
Tapi tadi Anda bilang mau potong rambut pendek.
Aku tadi bilang ingin potongan rambut yang rapi.
Tapi kau membuatku mirip seperti preman.
Sudah kubilang aku tadi ingin mirip seperti Won Bin.
Tapi apaan ini?
Padahal aku ingin potongan rambut beda karena penjualanku menurun.
Tapi gara-gara kau, nanti jumlah pelangganku bakal menurun.
Menyebalkan.
Menurutku itu sudah cukup rapi.
Minggir. Aku jadi stres melihatmu.
Maaf. Lewat sini.
Anda lihat dia?
Bisa-bisanya dia berharap dia ingin potongan rambut...
...mirip Won Bin, padahal dia tak ada mirip-miripnya?
Kalau mau mirip, dia harusnya ke dokter kecantikan.
Cari udara segarlah di luar.
Baiklah.
Banyak sekali pelanggan aneh belakangan ini.
Ada pelanggan lagi?
Ya, kemarin.
Keriput merupakan fenomena alam akibat dari penuaan dan gravitasi.
Jadi untuk mendapatkan kerutan yang cantik...,/ Siapa dia?
...Anda harus banyak tersenyum./ Dia dokter terkenal.
Juga, Anda perlu menggunakan tabir surya.
Dia dokter?
Dia dr. Choi Ho Chul dari Bedah Plastik Choihochul.
Tapi aku tidak ingin memberi saran yang jelas seperti itu.
Jika Anda ingin terlihat muda, Anda harus mencoba mengubah gaya rambut Anda.
Ada penata rambut profesional di salon kecantikan.
Penampilan Anda bisa berubah dengan meminta mereka...
...menyarankan gaya rambut yang cocok untuk Anda.
Kalau dipikir-pikir, gaya rambut Anda agak" berbeda hari ini.
Anda makin muda dan tampan./ Ya, 'kan?
Aku juga tak sadar kalau aku sangat tampan.
Betul.
Menjadi kompeten tidak cukup buat menjadi dokter yang sukses.
Mereka juga harus tampan.
Dia sangat tampan dan menawan.
Selain itu, dia juga rajin belajar.
Aku ingin mengucapkan terima kasih karena penata rambut tangguh yang sempurna...
...dengan memberiku gaya rambut yang bagus terlepas dari selarut apa saat itu.
Kukira apa, ternyata itu.
Kau rupanya sensitif seharian karena pacarmu.
Aigoo, jangan khawatir atau curiga padanya.
Tentu dia cuma seorang pelanggan.
Menurutmu begitu, 'kan?/ Tentu saja.
Pelanggan apaan.
Padahal 'kan salonnya pas itu mau tutup...,
...tapi kenapa dia harus potong rambutnya?
Apalagi, dia sampai bohong kalau dia sendirian.
Siapapun tahu...
...dia selingkuh.
Kau. Omong kosong apa itu?
Aigoo.
Dia bisa saja sampai di salon, pas salonnya mau ditutup.
Dan dia mungkin berbohong padanya karena dia tidak ingin pacarnya...
...repot-repot belikan makanan setelah kerja keras seharian.
Ya, 'kan?/ Tentu saja.
Cobalah gunakan pengalamanmu sebagai polisi.
Kita sering menemui kasus seperti ini.
Mana mungkin.
Ilmu forensikmu padahal bagus...,
...tapi kau rupanya lamban, ya.
Inilah masalahnya.
Orang yang jadi polisi dengan belajar keras punya intuisi yang buruk.
Semua orang tahu yang sebenarnya kecuali diri mereka sendiri.
Aku benar, 'kan?
Aku tahu banyak orang mudah tergoda dengan lawan jenis...,
...tapi kalian pasti kembali bersama-sama lagi.
Selain cinta, pasti hubunganmu lebih dalam dari itu.
Pasti ada juga kesetiaan. Bukan begitu?
Jadi aku yakin dia pasti takkan mengkhianatimu.
Jangan khawatir, percaya saja pacarmu.
Sadarlah.
Jika kau terlalu percaya sama orang, malah kau yang dirugikan.
Kalau begitu...
...kenapa tidak memergoki mereka saja?
Tangkap mereka basah-basah?
Kita 'kan pandai mengintai.
Kenapa kau? Kau tidak menelepon.ku/.
Bukannya kau sibuk?
Jadi kenapa kau tidak angkat teleponku?
Aku juga sibuk.
Kau ada acara apa hari ini?
Kerja. Bukan cuma kau saja yang kerja.
Kau marah?
Marah? Kenapa aku harus marah?
Sekarang kau lagi apa?
Lagi mengintai.
Itu dia.
Apanya?
Aku harus menangkap tersangka. Dah.
Ya. Pasti dia mau menemuinya pas tak ada pelanggan.
Dia pasti memarkir mobilnya...
Apa?
Dia kemana?
Aigoo. Bagus juga mobil si playboy itu.
Ya, dia harus punya mobil yang bagus buat berhubungan sama cewek-cewek.
Dasar penipu.
Aigoo.
Lihatlah dia mengisi bensin sendiri buat berhemat...
...padahal dia mengendarai mobil impor itu.
Maaf.
Apa kebetulan, kau kenal aku?
Maaf.
Kami saat ini tengah mengejar penjahat.
Penjahat?/ Ya.
Dia pelaku seksual berantai yang kejam.
Kau kelihatan mirip dia.
Aku?
Bisa perlihatkan KTP-mu?
Hei.
Dia itu dokter bedah plastik yang sukses.
Tingginya lebih dari 180cm, dan wajahnya tampan.
Dan dalam situasi seperti itu, dia pasti lancar mengatasinya.
Kepribadian dia juga bagus?
Dia itu penipu./ Benar, 'kan?
Dia memang mirip penipu.
Aku tidak tahu dia anaknya siapa, tapi mereka bagus juga membesarkannya.
Hei, biarkan aku jujur denganmu.
Kau tak ada apa-apanya dibanding dia.
Walau pacarmu belum tentu berselingkuh dengan dia...,
...suatu hari nanti dia pasti bakal selingkuh.
Hei. Pria itu karnivora...
...sedangkan kau herbivora.
Dia itu singa, sedangkan kau kungkang.
Kau bahkan tidak bisa melawannya.
Joon Young.
Alam dunia ini...
...terlalu keras dan merepotkan bagi herbivora seperti kau.
Jadi, jangan sia-siakan...,
...dan turutilah hukum alam, oke?
Aku tahu betul Young Jae.
Dia pasti latihan sendirian sampai larut malam.
Selama kereta bawah tanah masih beroperasi...,
...dia tidak pernah naik taksi mau selelah apapun dia.
Aku tahu betul dia tidak menutup mulutnya saat dia menguap.
Kau sadar kita belum bertemu selama empat hari, 'kan?
Aku merindukanmu.
[Kau sadar kita belum bertemu selama empat hari, 'kan?]
Aku tahu kau sudah membacanya, kenapa tidak dibalas?
[Aku tahu kau sudah membacanya, kenapa tidak dibalas?]
Kau cari mati?
Aku tahu betul Young Jae...,
...jadi aku tahu ini tidak serius.
Tapi aku masih tidak mau menjawabnya.
Ya.
Aku marah.
Hei.
Dia seharusnya naik taksi saja.
Tempat duduknya.
Ada kursi kosong di sana.
Ada apa?
Maaf. Kukira kau temanku.
Dia kemana sebenarnya?
Maaf.
Orang ini sangat teliti.
Lihatlah tulisan-tulisan ini.
Permisi.
Maaf, tapi bisakah kau mengembalikan itu padaku?
Oh, tidak.
Astaga.
Astaga, kemana itu?
Aku langsung menelepon pihak stasiun, tapi mereka tak menemukan apapun.
Aku minta mereka meneleponku kalau buku sketsa itu ketemu.
Kau baru saja kehilangan sejarahmu sebagai seorang desainer.
Kau membawa buku sketsa besar di era digital seperti ini.
Baguslah kalau hilang.
Di situ ada semua konsep rambut dan sketsa makeupku buat peragaan busana.
Haruskah kulapor ke polisi?
Mereka mana mungkin menganggapnya serius.
Aku harus bagaimana?
Yang namanya Lee Young Jae mana, ya?
Ya.
Terima kasih.
Apa ini?
Unni.
Ya ampun. Ini sketsaku./ Apa?
Aku terselamatkan.
Tapi siapa yang mengirim ini? Tahu darimana kantorku?
Kartu namamu 'kan terpasang di halaman depan.
Langit berpihak padamu.
Fokuslah kau.
Ya ampun.
Mereka harusnya kasih nomor mereka biar aku bisa kasih kompensasi.
Mungkin seorang malaikat mengirimkan ini padaku.
Ya ampun.
Dr. Choi, dia datang lagi.
Siapa?
Iblis. Dia ada di ruanganmu.
Kenapa kerjamu tidak becus setelah bertahun-tahun?
Maka kau harus cari pekerjaan lain.
Dasar payah.
Akan kusuruh CEO memecatmu.
Baiklah, terima kasih.
Sampai jumpa lagi.
Padahal dia bukannya mau operasi plastik di sini...,
...jadi kenapa dia datang ke sini mengeluh soal hal-hal seperti suhu ruangan?
Dia bertingkah seolah dia VIP di sini.
Orang mungkin mengira dia sebagai istri dr. Choi.
Dia seperti itu karena dia ingin menikah dengannya.
Mana mungkin.
Aktris kasar dan menjengkelkan itu mana bisa menikah dengan dr. Choi.
Hei, apa kau tak bisa lihat?
Padahal dia jelas sekali mendekatinya.
Aku akan mengisi final peragaan busana mendatang oleh Perancang Hong.
Artikel soal itu sudah keluar.
Kau sudah baca?
Begitu, ya?
Selamat, kalau begitu.
Pak Hong bilang wajahku mewakili kecantikan Asia.
Ini semua berkatmu.
Kenapa berkatku?
Waktu aku pemula, agensiku menyeretku ke sini...
...agar aku operasi plastik, tapi kau membujuknya.
Aku masih ingat setiap kata yang kau katakan hari itu.
"Sangat sulit dilahirkan dengan wajah sepertimu."
"Kenapa kau rela kehilangan keindahan yang unik lewat operasi?"
Aku tidak mengerti saat itu.
Jika kau tidak menghentikanku saat itu...,
...aku pasti akan menjadi keindahan operasi plastik lainnya.
Kau masih ingat itu?
Masih apa maksudnya?
Aku tidak akan pernah melupakan itu.
Kau menyelamatkan hidupku.
Kau harus bertanggung jawab untukku.
Dr. Choi, operasi sudah siap.
Baik.
Permisi.
Ini tiket ke peragaan busana Perancang Hong. Kau harus datang, ya?
Entah aku bisa meluangkan waktunya.
Peragaan busana Perancang Hong?
Banyak selebriti yang datang kesana, kan?
Maka kalian semua harus datang bersama.
Aku akan memberitahu manajerku...
...agar mendapatkan tiket yang cukup untuk kalian semua.
Aku pasti akan mengajak dr. Choi bersamaku.
Ya, pastikan kalian datang bersama.
Ya, aku janji akan kuajak dia.
Ketegangan segini seharusnya sudah cukup.
Noo Ri, cobalah.
Noo Ri, kau berlatih atau tidak?
Sudah./ Tapi cuma segini?
Kau ingin gagal ujian lagi?
Maaf. Maaf.
Coba lagi.
Hai.
Ada apa kemari?
Aku 'kan merekomendasikanmu buat peragaan busana.
Jika kau tak becus, nanti aneh jadinya.
Bukankah aku harus memeriksa kerjaanmu?
Silakan duduk di sini.
Semoga tidak mengganggu.
Aku haus. Bisa belikan es kopi?
Ya. Silakan tunggu sebentar.
Oh, bukan dari sini.
Tahu kedai kopi di seberang jalan, bukan?
Aku cuma bisa minum kopi dari sana.
Baik.
Dan kau. Tolong belikan sandwich organik untukku.
Baik./ Aku tak boleh lupa makan karena anemia.
Cepat belikan./ Baik.
Rambutnya mau diapakan?
Terserah kau saja.
Jika aku suka tatanan rambutnya...,
...aku mungkin mulai datang ke salonmu tiap waktu.
Bukankah kalau aku jadi pelanggan, salonmu bakal ramai, 'kan?
Bagaimana ini. Kau pasti sangat kepanasan.
Terima kasih.
Bukankah aku menyuruhmu beli yang tak ada bacon-nya?
Semua orang tahu aku ini vegetarian.
Biar kubelikan yang baru lagi.
Baiklah. Maaf, ya.
Ini.
Terima kasih.
Tapi, maaf, ya...
Apa ini karena aku lapar? Aku iba-tiba tidak menginginkan ini.
Aku ingin yang manis-manis.
Aku ingin caramel macchiato./ Anda mau tukar?
Mana bisa aku minta tukar padahal aku sudah minum ini?
Belikan saja yang lain untukku.
Kau pasti sangat kegerahan. Maaf.
Minumlah ini. Biar tenang.
Aku jadi ingat masa lalu.
Kau jadi asisten penata rambut di salon rambut di kota kumuh itu.
Hebat sekali. Kau pun sudah sampai seperti ini.
Kaulah yang hebat.
Hei, aku dari dulu memang sudah hebat.
Orang-orang di industri ini bilang kau cukup hebat di kerjaanmu...,
...tapi itu pasti dibesar-besarkan saja.
Ini tidak terlihat alami sama sekali...,
...dan kau membuatku tidak nyaman.
Oh, ya?
Maaf.
Anda Kim So Hee, 'kan? Boleh aku minta tandatangan?
Kenapa tak boleh?
Siapa namamu?/ Park Mi Ra.
Park Mi Ra.
Rambutmu bagus.
Terima kasih.
Semoga kau bahagia./ Ya.
Ikan laut dari Pulau Jeju ini sangat enak.
Sebenarnya, ini kencan buta pertamaku di restoran Korea...,
...tapi ini lumayan juga.
Semoga kau suka makanan di sini.
Banyak restoran mahal menyajikan makanan yang bahkan tidak bergizi.
Aku pergi ke tempat-tempat seperti itu karena para wanita menyukai mereka...,
...tapi sebenarnya itu bukan seleraku.
Seseorang yang tinggal sendirian.
Seorang pria yang ingin berkencan dengan wanita yang lebih tua.
Apa yang dibutuhkan pria seperti itu? Tentu jelas.
Makanan rumahan dan rasa nyaman.
Pengetahuan seperti itu berasal dari pengalaman.
Tak kusangka kalau makanan Korea bisa dipasangkan dengan anggur.
Enak sekali.
Anggur mahal itu cocok dengan apa pun.
Tapi, kau sepertinya tidak nyaman.
Duduk nyaman saja.
Aku? Aku sangat nyaman sekarang.
Terakhir kali, aku mengepalkan tanganku.
Jadi kali ini, mereka mengirim seorang pria...
...yang cukup muda untuk menjadi keponakanku.
Pria muda yang tampan.
Aku harus pilih tempat duduk.
Aku terus khawatir soal suara perutku.
Aku harus bilang begini, pria itu sangat naif.
Dia sangat polos. Dia seperti lembar kertas putih murni.
Pasti dia tidak tahu berapa umurmu.
Jika dia tahu umurmu, dia pasti ada masalah.
Cari tahu apa dia punya utang.
Dasar. Temperamenmu jelek sekali, dan kau susah percaya.
Berhentilah membuang-buang waktumu sama pria tak berguna itu.
Ayo kita makan yang pedas-pedas.
Kim So Hee tadi cari ribut di sini.
Dia benar-benar membuatku stres.
Pergilah sana sama pacarmu.
Tahu sendiri dia tidak bisa makan pedas.
Lihat yang merah-merah saja, dia keringatan. Mana bisa aku mengajaknya?
Aku harus mengubah pria polos itu menjadi pria sejati hari ini. Dah.
[Ohn Joon Young]
[Soo Jae Oppa]
Dasar tak ada gunanya.
Kubilang aku tak masalah sama wanita yang lebih tua...,
...tapi mereka mengirim orang yang seumuran ibuku.
Dia terlalu tua untukku.
Umurnya? Aku tak tahu.
Riasannya tebal sekali. Dia mirip bibiku.
Dia terus meregangkan perutnya biar lemak perutnya tak kelihatan.
Melihatnya saja aku sesak napas.
Yang benar saja. Disini?
Ini restoran yang sangat mahal.
Kau gila?
Dia sudah tua, jadi pasti dia bayar.
Dah.
Hei, sudah datang?
Ya, aku kembali.
Aku akan duduk dengan nyaman.
Ini seperti cukin bayi.
Kau juga minum.
Aku akan mentraktirnya karena aku sudah tua.
Tak perlu.
Sungguh? Maka kaulah yang bayar.
Sedang apa kau?
Gelasku kosong./ Ya.
Bisa-bisanya kau menuangkan anggur hanya dengan...
...satu lengan padahal aku jauh lebih tua darimu?
Dasar anak kecil.
Tuang lagi.
Tuang.
Baik.
Maaf.
Maaf.
Terima kasih.
Kau pulang kerja sekarang?
Ya.
Makanan pedas memang yang terbaik menghilangkan stres.
Ini seperti obat.
Tapi, apa kau berencana datang kesini sendirian tadi?
Sebenarnya aku ingin datang sama teman...,
...tapi dia tidak bisa makan pedas.
Sayang sekali.
Padahal ini rasanya enak, dan juga meredakan stres.
Makanya.
Kau tidak perlu memakannya jika kau sangat peduli dengan kesehatanmu.
Tapi makanan yang tidak sehat itu baik untuk pikiran.
Dokter biasanya lebih peduli...
...tentang kesehatan mental daripada kesehatan fisik mereka.
Sebenarnya kukira kau kerja di klub.
Klub hiburan malam tepatnya.
Apa?
Kenapa kaubisa.../ Kau memang mirip begitu.
Kau seperti player, dan terus bicara soal wanita.
Plus, kau bau alkohol.
Tak apa.
Aku juga mengira kau itu preman.
Seorang wanita cantik yang berkeliling mengumpulkan pinjaman pribadi.
Kukira kita seimbang.
Tapi kau tak masalah sama makanan pedas?
Keringat yang banyak ini membuktikan betapa bagusnya ini bagi tubuh.
Seolah kesehatan mentalku tengah dipulihkan.
Satu botol soju.
[Green Soju]
Aku tiba-tiba jadi stres lagi.
Siapa yang membuatmu stres?
Ada, orang kasar yang benar-benar terkenal.
Dia jadi model utama...,
...tapi dia bukan direktur peragaan busana.
Boleh minta soju lain?/ Baik.
Aku tidak minum saat ini.
Baik.
Kau pasti sangat stres hari ini juga.
Stres?
Kau boleh menganggapnya begitu.
Ada orang yang membuatku tidak nyaman walau aku sering melihatnya.
Sementara itu, ada orang yang langsung membuatku merasa nyaman.
Mungkinkah karena tidak ada perasaan pribadi yang terlibat?
Perasaan pribadi?
Semua jenis hubungan mulai terasa tidak nyaman...
...begitu seseorang punya perasaan pribadi...
...walau itu perasaan yang baik atau perasaan yang jelek.
Aku saja yang bayar harusnya.
'Kan aku duluan yang mengajakmu makan.
Itu sangat lezat dan menghilangkan stres.
Ya, aku juga.
Aku tidak perlu menunggu layanan supirmu datang, bukan?
Kalau begitu, aku duluan, ya.
Ya.
Dasar brengsek.
Jika aku kesal, aku pasti akan berakhir sebagai perawan tua.
Setidaknya aku mulai berolahraga...
...berkat si brengsek itu.
Aku akan menguruskan perut ini.
Mereka semua mungkin kesusahan mendapatkan tubuh itu.
Mari kita berusaha.
Aku tidak akan pernah bertemu orang brengsek seperti dia lagi.
Walau jangkrik menangis keras-keras mencari jodohnya.
Mari kita berusaha.
Joo Ran.
Ahjumma siapa?
Aku ingin sekali lemak perutku hilang....
...tapi yang hilang cuma lemak wajahku saja.
Apa ini?
Kenapa disini?
Ayo keluar.
Dasar.
Di mana pemilik anjing ini?
Maaf. Talinya tak sengaja lepas.
Maaf./ Kau mana bisa membiarkan anjingmu bebas seperti ini di taman umum.
Maaf. Maaf.
Anjingmu pasti sangat panik.
Maaf.
Ini./ Ya.
Tuan Putri, kau pasti panik.
Maaf.
Ya.
Dua gelas es Americano.
Ya, terima kasih.
Sebentar lagi selesai.
Sebentar, ya.
Silakan./ Terima kasih.
Ini.
Kami tidak menerima kartu kredit.
Aku tidak punya uang tunai.
Kau ada?/ Sebentar.
Ini.
Maaf. Aku tidak ada kembalian.
Minum saja.
Ambil saja.
Takdir karena aku tidak ada kembalian.
Terima kasih./ Terima kasih.
Selamat menikmati.
Butuh kopi?
Panas, 'kan?
Ya, panas./ Benar.
Bisakah kau berhenti berjualan di sini?
[Layanan Publik, Kim Kyung Soo]
Sulit bagi kami melakukan ini di bawah terik matahari.
Dasar.
Panas sekali.
[Tiga gelas es Americano]
[2 bungkus sirup, 2 es Americano]
[2 es Americano, Denda 400 ribu won]
Tak bisa begini./ Apa?
Ini kartu debit, 'kan?
Sepertinya tak ada uang di akunnya.
Kau tidak punya kartu lain?
Young Jae, kau sibuk?
Baiklah. Ya.
Mataharinya terik sekali.
Sekarangpun masih terik.
Makanya. Bukankah ada daging babi enak di sana?
Dagingnya lumayan tebal.
Cuacanya panas, jadi enak makan di luar...
...dan membantu mengurangi pekerjaan kurir.
Mengurangi emisi gas juga.
Duluanlah. Aku mau ketemu dulu sama seseorang.
Baik.
Hyungnim.
Ya.
Bukankah kau tipe orang yang sering salah dituduh?/ Apa?
Maksudku, tipe yang dikritik bahkan setelah membantu orang lain.
Apa?/ Seharusnya kau datang lebih cepat.
Intinya, aku berhutang budi padamu.
Tak apa.
Ohn Joon Young.
Kenapa kau? Kau tak angkat teleponku.
Kenapa kau di sini?
Oppa, ada apa?
Kau kehabisan uang?
Tidak.
Penjualan hari ini luar biasa.
Besok juga pasti laris manis.
Aku beli biji kopi dengan semua uangku...,
...tapi layanan kartu debitku lagi dalam pemeriksaan.
Pada saat itu, layaknya takdir...,
...kami kebetulan bertemu di sini.
Aku permisi sekarang.
Hei.
Hei, kenapa kau marah?
Aku tidak marah, kok.
Kau itu tidak bisa bohong. Ketahuan dari wajahmu.
Ya, aku marah.
Kenapa kau bohong padaku?
Bohong?
Jadi karena itu?
Siapa si brengsek itu?
Dia cuma salah satu pelangganku.
Semua staf sudah pulang, dan aku sendirian...,
...jadi mau tak mau aku melayaninya.
Tapi tetap saja, kau sudah janji padaku...
...kalau kau tidak akan mencuci rambut pelanggan pria.
Memang apa bagusnya si bajingan itu sampai kau mencuci rambutnya?
Kau juga tahu mengumpat, ya?
Dia kerja di rumah sakit depan salon kami...
Ya. Dia dokter.
Dia dokter bedah plastik yang kaya.
Kau tahu darimana?
Aku mencaritahu tentang dia.
Dia nafsu sekali padamu dan mencoba mendekatimu...,
...jadi mana mungkin aku diam saja?
Sudahlah. Dia tidak mendekati.
Tidak mendekati apaan?
Setiap pria yang melihatmu pasti langsung menyukaimu.
Jangan tertawa.
Gemasnya.
Walau ada orang lain mendekatiku, cuma ada kau seorang bagiku.
Naiklah. Biar kuantar.
Kau tak boleh memanggil pria, "gemas" seperti itu.
Gara-gara kau, aku jadi kena sindrom tuan putri. Norak sekali.
Tapi, rasanya menyenangkan.
Jangan curiga-curigaan lagi.
Kau juga jangan membuatku curiga dan cemburu yang tak penting.
Baiklah.
Gara-gara aku tak ketemu kau beberapa hari ini, aku jarang tertawa.
Habis peragaan busana besok, ayo kita kencan.
Aku akan membuatmu merasa risih karena aku akan menempel padamu seperti lem.
Memang kau mau kencan bagaimana?
Terserah kau saja.
Kau saja yang buat rencana. Itu 'kan pesonamu.
Aku mau lihat laut.
Aku mungkin bisa fokus ke acara nanti kalau...
...aku melepaskan stresku dengan melihat laut.
♪ Sedetikpun, tak ada bedanya ♪
♪ 'Ku 'kan s'lalu melindungimu ♪
Apa ini?
Katamu kau ingin melihat laut malam.
Tapi ini terlalu gelap dilihat.
Ya.
Tapi kita masih bisa dengar ombak.
Ya.
Semoga stresmu hilang semua.
Setelah acara peragaan busana selesai...,
...ayo kita ke laut lain yang jauh dari sini.
Dan ayo kita main air juga.
♪ 'Ku 'kan s'lalu berdiri di hadapanmu ♪
♪ Dan menggenggam tanganmu ♪
Mengingat batas kecepatan, berarti kita harus...
...pulang sekarang biar sampai rumah jam 1 pagi.
Barusan mood-ku rusak dibuat kau.
Besok 'kan hari yang berat.
Pertimbangkanlah kondisimu dulu...,
...kau harus tidur setidaknya tujuh jam.
♪ How'd you think about me? ♪
♪ Akulah yang mencintaimu ♪
♪ How'd you think about me? ♪
♪ Langkah terakhirku hanya untukmu ♪
♪ I do think about you ♪
Ambilkan pengeriting rambut.
Kita kehabisan waktu. Cepat.
Sedang apa disana?
Cepat keluar. Berbaliklah.
Bukan yang itu.
Belakangnya kusut semuanya. Bagaimana ini?
Cepat setrika dulu.
Aku tidak percaya ini.
Sudah selesai?
Nomor 1, 2...
Pengeriting.
Berputar. Teruskan.
Hei, apa ini? Apa ini hak sepatu berhak?
Yakin ini benar?
Tidak, 'kan?/ Bantulah dia.
Bukan yang itu.
Apa sebenarnya yang kau makan?
Kau pasti makan tteokbokki di sana, 'kan?
Apaan ini? Astaga.
Astaga, cepat sana.
Cepatlah.
Katanya cinta.../ Kenapa kau terus tersenyum padaku?
...bukan tentang usaha.
Kenapa tiba-tiba di toilet?/ Kau seperti orang bodoh.
Itulah yang namanya takdir. Apalagi kalau bukan?
Selamat, Pak.
Young Jae-ssi, semuanya sudah siap?
Tentu saja. Ambilkan wig-nya.
Jangan terlalu gugup, dan kerjalah seperti biasa.
Baiklah.
Tapi, apa yang terjadi pada So Hee?
Apa yang terjadi dengannya?
Cepat selesaikan ini!
Pertunjukan akan dimulai dalam satu menit.
Kim So Hee mana?/ Dia disini.
Dia sudah gila apa?
Maaf.
Maaf, Pak Hong. Macet sekali jalanannya.
Cepat siap-siap./ Duduklah.
Bagaimana ini?
Kami semua sudah siap sekarang.
Sebentar. Jangan gugup.
Kau harus bisa, ya?/ Ya.
Lenturkan perutmu.
Satu, dua, tiga. Go!
Pelan-pelan.
Sangat cantik. Kau terlihat cantik.
Sebaiknya kau tidak usah tersenyum.
Kau cantik kalau tanpa ekspresi.
Lenturkan perutmu, ya?
Sudah waktunya./ Go!
Cantiknya. Cantiknya.
Kau juga. Cukup ikuti model di depanmu.
Kau pasti bisa. Lenturkan perutmu.
Go!
Cantiknya.
Ada tabrakan kendaraan mobil di jalan dua jalur setelah Daeseong Underpass.
Karena tabrakan empat kendaraan tersebut...,
...jalan di sekitar persimpangan empat arah menjadi tempat parkir sekarang.
Jika Anda belum masuk ke area tersebut...,
...mohon untuk menghindarinya.
Sekian Berita Lalu Lintas./ Lantas orang- orang...
...yang sudah memasuki area tersebut, bagaimana?
Jepit rambut?/ Kau berikutnya.
Rambutnya. Perbaiki rambutnya./ Bersiaplah.
Cepat. Cepat. Bagus.
Inilah model terakhir.
Cepatlah!
Sudah bagus.
Go!
Aku harus pergi.
Mereka datang.
Pertunjukan yang luar biasa!
Kerja bagus, semuanya.
Kerja bagus./ Pekerjaan yang luar biasa.
Terima kasih!
Bagaimana ini?
So Hee, kau cantik sekali.
Kalian semua sangat cantik.
Semuanya kerja bagus. Aku terharu.
Pertunjukan yang bagus.
Sangat fantastis.
Terima kasih./ Kau harus bekerja denganku lagi.
Jangan terlalu sibuk, ya.
Aku akan merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Bapak lagi.
Aku sangat senang./ Pak Hong.
Pertunjukan yang luar biasa./ Terima kasih.
Kau sudah kerja keras.
Terima kasih banyak.
Kerja bagus. Terima kasih./ Terima kasih.
Terima kasih.
Sampai ketemu lagi./ Kerja bagus hari ini.
Hei, kenapa jepit rambutnya banyak sekali?
Rambutku jadi tertarik semua.
Cepat lepas jepitnya.
Baiklah.
Panasnya.
Cantiknya./ Keren sekali.
Dr. Choi, cepatlah.
Cepat.
Ini pertama kalinya aku di belakang panggung.
Aku terlalu senang sekarang./ Aku sangat gugup sekarang.
Bagaimana ini.
Ayo masuk.
Kenapa?
Lee Young Jae-ssi, tatanan rambut semua model sangat menakjubkan.
Terima kasih.
Kau kenal dia?
Rambutku ditata di salon rambutnya Lee Young Jae.
Dia penata rambutku.
Aku haus.
Bisa ambilkan es kopi?
Kau mau kopi juga?
Tidak usah.
Dua cangkir buat kami, ya.
Kau tak dengar? Kopi?
Dua cangkir.
Noo Ri, ambil dua cangkir kopi buat So Hee.
Baik.
Jangan menyebalkan. Turuti saja kataku.
Kau hanyalah seorang penata rambut.
Dr. Choi, aku mengedipkan mata sebelumnya padamu selama pertunjukan.
Kau melihatnya?
Hei, Kim So Hee.
"Jangan menyebalkan. Turuti saja kataku."
"Kau hanyalah seorang penata rambut."
Kenapa kau harus membisikkan itu ke telingaku?
Kau membisikkan hal-hal kejam dan sok baik.
Aku yakin pasti orang-orang tidak tahu.
Kau pikir semua orang di bawah kakimu?
Apa?
Jangan terlalu bermuka dua.
Cobalah percaya diri.
Dan jangan terlalu menyebalkan.
Apa? "Menyebalkan"? Kau barusan memanggilku menyebalkan?
Hei, Lee Young Jae.
Hei, kau memanggilku menjengkelkan?
Kau gila?
Beraninya kau!/ Lepas!
Lepas.
Tahu diri kau itu./ Cukup.
Hentikan.
Young Jae-ssi, kau baik-baik saja?
Dr. Choi, kau bela siapa?
Aku tak bela siapa pun. Dia terluka.
Dr. Choi, kau datang buat melihatku.
Kau tidak perlu khawatir dengan penata rambut seperti dia!
Tidak.
Permisi./ Aku kemari bukan buat melihatmu.
Aku kemari buat melihat penata rambut, Lee Young Jae.
Kau baik-baik saja?
[Ucapan terima kasih kepada Choi Byung Mo dan Lee Shi Hoo atas penampilannya.]
Indonesian Subtitle by @xoartharegina
[THE THIRD CHARM]
Katamu kau datang menemuiku.
Aku menyukaimu.
Aku sudah punya pacar.
Ohn Joon Young!
Maaf aku pergi tanpa memberitahumu.
Jangan khawatirkan aku, dan bersenang-senanglah.
Joo Ran, jika kau ragu dan menyangkal perasaanmu sekarang...,
...malah jadi lebih canggung.
Hari ini ulang tahunnya Young Jae.
Ini alasan yang tepat meneleponnya...,
...tapi kenapa aku tidak bisa meneleponnya?
Kenapa semuanya harus begitu rumit denganmu?
Hei!
Dasar pecundang.
Tidak ada yang lebih picik daripada aku.
Aku sangat payah.
Aku pecundang yang berpikiran picik.
IDFL™ SubsCrew IDFL.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.