Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Virus influenza baru yang sangat kuat
telah membunuh lebih dari 5.000 orang di Mesir
menurut laporan dari Kairo.
Kasus flu Sahara baru
dilaporkan di Prancis, Spanyol, Jerman, dan Italia.
Flu menyebar
lebih cepat dari kemampuan dokter untuk menahannya.
Flu telah mencapai pantai Amerika
dengan laporan kasus di...
Kami dapat laporan bahwa jutaan orang
meninggal di Timur Tengah.
...dan San Francisco.
Kami dapat laporan jutaan orang meninggal...
Badan Kesehatan Dunia
memperingatkan peristiwa ini bisa mengakhiri umat manusia.
...peristiwa ini bisa mengakhiri umat manusia.
Kericuhan terjadi di seantero negeri
saat orang nekat mengamankan
bunker penyelamat untuk keluarganya.
Demi memastikan kelangsungan ras manusia.
Badan Kesehatan Dunia telah mulai pembangunan
setengah juta bunker bawah tanah.
Ilmuwan berjuang mencari obatnya
tapi mereka memperingatkan tingkat kematian flu Sahara
bisa mencapai 100 persen.
Pihak berwenang berjanji para pemenang undian
bisa memasuki bunker dalam waktu 24 jam.
...bertahan hidup.
Dengan perkiraan korban jiwa mencapai tiga milyar di dunia
belum bisa dipastikan apakah bunker akan selesai tepat waktu.
Pihak berwenang berjanji para pemenang undian
bisa memasuki bunker dalam waktu 24 jam.
Ini siaran terakhir kami.
Semoga beruntung dan Tuhan beserta kita.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Aku benar-benar jijik.
Entah apa aku sanggup melihatmu...
Tenang! Kau bisa terkena stroke.
Di usiamu, Atlanta, kau harus
- menjaga diri. - Kau tampak sangat tenang
sebagai orang yang baru saja mengaku membunuh.
Aku bosan dan berbuat salah.
Aku takkan menyakiti kalian.
Kau sudah menyakiti kami. Kami tak bisa berpura-pura
- bahwa kau bukan penjahat. - Ayolah.
- Kalian sudah tahu aku penjahat. - Benar.
Tapi sekarang kami tak bisa berpura-pura...
Aku hampir merasa tersanjung
mendengar ucapanmu, Denver, tapi jujur saja...
aku peduli pada apa yang kau pikirkan.
Kau tak peduli.
- Apa? - Kalimat yang benar.
Kau tak peduli.
Maksudmu adalah kau tak peduli.
Bagaimana kalau "bodo amat"?
- Kau suka itu, Denver? - Itu lebih bagus.
- Selamat. - Kau mulai buat masalah
karena iseng, Orlando?
Itu berkelas. Dewasa sekali.
Kalian pikir aku di sini untuk menghibur kalian?
Tidak. Kami hanya berpikir kau sinting.
Kau yakin yang kau maksud bukan dirimu?
Hei. Hanya Tuhan yang berhak menghakimi kita.
Aku sudah memandang wajah membosankan kalian
di kotak digital kecil ini selama setengah dekade.
Sudah saatnya perubahan, kan?
Kebenaran dan kejujuran.
Kau tak peduli pada kejujuran.
Kau hanya suka mendengar ocehanmu sendiri.
Ucapanmu menyakitiku, Chicago.
Aku menghargai kejujuran.
Itu yang memisahkan pria dewasa dan anak-anak.
Pria sejati tak berbohong?
Ya, itulah yang dikatakan
pengecut sepertimu, kan?
Berarti kau anak-anak...
dan aku pria dewasa.
Kau memang tak pernah bisa berbaur dengan kami.
- Ini menjelaskan banyak hal. - Terasa sangat berarti
mendengar kalimat itu darimu, Atlanta.
Mustahil kau bisa bertahan hidup
- di dunia luar. - Kita semua penyintas.
Maksudku adalah hidup susah.
Si Atlanta ini tak pernah
- hidup susah! - Itu tak bisa jadi alasan
- atas perbuatanmu. - Setidaknya aku mengaku!
Sudah berapa banyak orang yang kau bunuh?
Jujur, ada 15 orang.
Entahlah. Mungkin 20 orang kalau dihitung benar-benar.
- Ya, Tuhan. - "Ya, Tuhan." Kau serius?
Ayolah. Sebagian besarnya karena gagal merampok bank.
Baik. Maaf. Tunggu.
Aku memang pernah melakukannya untuk kesenangan
dan jujur saja, itu memang seru.
Aku berusaha mencari cara untuk mendoakan jiwamu...
tapi aku ragu kau punya jiwa.
Itu ucapan dari Ibu teladan tahun ini.
Bagaimana rasanya
memikirkan tiga malaikat berharga
yang meninggal bersama yang lainnya di atas?
- Berani sekali kau! - Aku cuma tanya.
Mereka masih kecil, kan?
Itu cara mati yang buruk sekali, apa lagi masih sangat muda.
Bung!
Kau kelewatan, Bung. Ucapanmu sangat jahat.
Itulah yang kumaksud. Kebenaran!
Kebenaran! Kalian semua tak mau mendengarnya!
Tahu tidak? Kau benar.
Aku tak mau mendengarnya.
Aku punya proposal untuk Domain.
Ini dia. Omong kosong demokrasi.
Sejak hari pertama, Orlando hanya menjadi
duri dalam daging dan kini dia mengaku
telah membunuh orang tak bersalah.
Tidak semuanya tak bersalah.
Kita tak perlu mendengarkannya lagi.
Kita bisa mengusirnya dan mematikan layarnya.
Aku suka itu! Kalian tak bisa mengusirku.
- Aku bisa. - Sungguh?
Kau bisa mematikan layar kami kapan saja?
Tidak sesederhana itu.
Aku menemukan cara ini
setelah belajar sandi selama bertahun-tahun
tapi tak berarti aku setuju dengan Boston.
Mengusir seseorang bersifat permanen.
Kita tak bisa membatalkannya, jadi, kita harus memastikan
kita semua sepakat.
Makanya kita voting. Itulah yang kita lakukan.
Ini lelucon konyol.
Aku harus dengarkan omong kosong ini
sepanjang hari.
Mengusirku bukan hukuman.
Orlando, pengusiranmu akan bersifat permanen.
Tak ada kontak dengan siapa pun
selama kau berada di sini.
Itu berarti bisa 20 tahun lebih.
Itu terdengar seperti liburan 20 tahun bagiku.
Siapa yang setuju mengusir Orlando dari Domain?
Aku setuju.
- Aku. - Kita butuh satu lagi. Phoenix?
- Rasanya ini salah. - Pikirkan baik-baik.
- Ini berlebihan. - Dia memang berlebihan.
- Aku tak bisa melakukannya. - Ayolah.
Dia bisa sendirian selama puluhan tahun. Tidak adil.
Mungkin dia pantas mendapatkannya.
Maaf. Tak bisa. Aku tak setuju.
Denver, kurasa kau setuju dengan Phoenix.
Benar.
Berarti dua melawan tiga.
Houston, kau penentunya. Apa pilihanmu?
Sial. Aku tak mau jadi penentu.
- Kau harus memilih. - Sial.
Aku tak bisa memilih.
Mari buat hal ini mudah bagi kalian semua.
Lakukan saja.
- Usir aku. - Aku tak menduganya.
Matikan layarnya.
Aku takkan melakukannya sebelum Phoenix setuju.
Ini bukan terserah padanya. Kita setuju. Selesai.
Dia benar, Denver. Ini bukan terserah padaku.
Cabut, Denver.
Apa aku pernah beri tahu kalian aku cenayang?
Aku bisa baca pikiran dan masa depan.
Kalian mau tahu masa depan
- kalian semua? - Denver, cabut sekarang.
Kesakitan dan penderitaan.
Kehidupan yang tak pernah bisa kalian bayangkan.
Hanya ada kesengsaraan.
Kalian tahu apa yang... Ini membuatku sangat kesal
karena aku takkan berada di sini untuk menyaksikannya.
Sudah.
Amin.
Kau belum tidur?
Ya.
Bagaimana keadaanmu?
Gelisah.
Ya. Ini hari yang berat.
Kau setuju denganku tadi?
Tentu saja.
Aku takkan melakukannya jika kau tak setuju.
Aku tahu.
Tapi kau benar-benar setuju denganku?
Ya. Aku...
Aku bingung. Aku bisa mengerti
alasan mereka menyetujuinya.
Orang buat kesalahan.
Kita semua buat kesalahan.
Jadi, semua orang tak boleh dihukum?
Bukan itu maksudku.
Aku hanya tak merasa nyaman...
menghakimi orang lain.
Kau harus ingat, Phoenix. Dia tidak mati.
Dia masih ada dalam bunker di Florida
menyampaikan omong kosongnya
jadi, tidurlah dengan tenang.
Siapa tahu ini berakhir dalam setahun, kan?
Tak masalah.
Itu akan sangat menyenangkan.
Apa kau pernah berpikir
bagaimana rasanya...
bersama dalam satu ruangan...
sepanjang waktu?
Tak ada layar lagi...
dan bisa menyentuhmu?
Tidak pernah.
Tentu saja pernah.
Itulah yang membuatku menantikan masa depan.
Aku mencintaimu, Phoenix.
Aku juga mencintaimu.
Silakan ambil Supplival.
Silakan ambil Supplival.
Supplival sudah diambil.
- Pagi. - Hai.
- Kau bisa tidur? - Tidak nyenyak.
Memimpikan Ibumu lagi?
Kenapa Ibumu?
Terima kasih sudah menyela, Boston.
Pagi juga, Denver.
Apa kau pernah berpikir...
untuk tidak menyela pembicaraan pribadi?
Kalau kalian mau berbagi rahasia
kalian bisa buka ruang obrolan sendiri.
Semua berhak bicara di sini.
Migren ini...
80 persen migren disebabkan
- oleh dehidrasi. - Omong kosong.
- Kau bisa buktikan aku salah? - Bisa...
tapi aku tak sempat.
Selamat pagi, para malaikat.
Ibu sakit kepala.
Sial!
Sial! Siklus tidur ini omong kosong!
Lihat siapa itu.
Jangan ganggu aku, Boston. Tidak bisa tidur sama sekali.
Jika aku bodoh, aku pasti mengira kau sedang teler.
Andai saja.
Beberapa botol bir
dan wanita. Astaga.
Kita bisa berpesta. Benar kan, Atlanta?
Houston, aku takkan menurunkan derajatku
- dengan menjawab itu. - Kau mencintaiku.
Sial!
Semoga ini tak berlanjut.
Kalau kau tak bisa tidur, tutupi kepala pakai selimut.
Aku akan tutupi kepala Ibumu pakai selimut.
Siklus tidur
tak hanya mempengaruhi lampu.
Itu mempengaruhi jam tubuhmu.
- Ya, apa pun yang Denver bilang. - Oh, ya. Aku lupa.
Denver pakar segala hal di sini.
- Kau yang bilang, bukan aku. - Chicago.
- Senang kau bergabung. - Ayolah.
Sepertinya aku flu.
Kau ada di ruangan tertutup rapat, jadi...
hal itu mustahil.
Sesuatu membuatku sakit.
Mungkin kau harus minum Supplival
dan menggemukan badan.
- Diam. - Semua kesuraman ini.
Semuanya, ceria sedikit. Kita masih hidup sehari lagi.
- Sudah senang sekarang? - Ya, Tuan.
Phoenix, kau masih berlatih bahasa Prancis?
Ya. Kabarku baik. Kau?
Anak kucingnya...
lucu?
Apa kau berkata anak kucingnya lucu?
Bukan itu yang ingin kukatakan.
- Terus apa? - Tidak penting.
- Aku masih belajar. - Kau sudah belajar
selama dua tahun
- tanpa kemajuan berarti. - Denver.
Aku tak belajar setiap hari.
- Ini hanya iseng. - Aku yakin itu alasannya.
Apa maksudmu?
Selagi kalian sibuk bertengkar seperti pasutri tua
aku akan pergi doa pagi.
Ada yang mau ikut?
Setiap pagi kau bertanya apakah kami mau berdoa
dan jawabannya selalu sama.
Bukankah itu psikosis?
Aku akan menemanimu berdoa.
- Sungguh? - Ya.
Tapi aku tak bisa berdoa.
Tak apa. Aku bisa kirim padamu.
Ini doa yang kuucapkan bersama putri-putriku
sebelum aku menidurkan mereka.
Dapat?
- Ya. - Baiklah.
- Bapa, jadikan aku pemberani. - Jadikan aku pemberani.
Cukup berani menghadapi kegelapan.
Kegelapan yang menarikku.
Saat badai menerjang...
angkatlah aku di atas angin ribut dengan mata terang
percaya jalanMu adalah bijak.
Bapa, jadikan aku pemberani.
Berani menghadapi kelamnya kehidupan.
Bantulah aku menekan sisi burukku sebagai manusia.
Bantu aku kembali melihat
agar tahu bahwa terang akan muncul setelah gelap.
Agar tahu bahwa terang akan muncul setelah gelap.
Amin.
Terima kasih, Phoenix. Itu menyenangkan.
Sangat bagus. Menyentuh.
Baik, Semuanya. Ayo bersiap untuk hari ini.
Ayo dengarkan laporan pagi.
Baik, Network menetralisir
hampir tiga milyar partikel flu Sahara tadi malam.
Berarti meningkat .009 dari kemarin.
Peningkatan kecil. Itu kabar baiknya.
Kabar buruknya, butuh waktu sekitar 19 tahun
- sebelum semuanya teratasi. - Astaga!
Semoga bisa lebih cepat.
Ada satu malam
di mana persentasenya naik pesat.
Atlanta di jalur yang tepat.
Kita harus tetap optimis
karena kita tak tahu bagaimana esok hari.
Mungkin sama seperti kemarin
atau hari-hari sebelumnya.
Atlanta, giliranmu.
Baik. Pindai darah tampak normal
selain Phoenix. Tekanan darahmu naik.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Mungkin pembacaanku salah
tapi pindai otakmu tampak agak aneh.
Mungkin orang lain harus...
- baca hasil pindai otaknya. - Persetan denganmu.
- Aku bisa baca ini. - Hanya bermimpi buruk
dan aku merasa pusing. Mungkin itu sebabnya.
Mimpi buruk soal Ibumu?
Aku tak mau bicara sekarang.
- Astaga, Boston. - Maaf.
- Itu kasar sekali. - Lanjutkan.
Populasi bunker 489.573 jiwa.
Berkurang 8 jiwa dari kemarin.
Itu tidak bagus.
- Mungkin malam yang buruk. - Ini bodoh sekali.
Kita semua melihat angka yang sama
di layar kecil ini.
Kenapa kita berpura-pura punya pekerjaan berbeda?
Karena kita harus tetap fokus.
Masing-masing dari kita harus awasi satu statistik.
- Aku tidak. - Ya, karena kau tak mau
- berpartisipasi. Ingat? - Karena ini buang waktu.
Tidak!
- Sial. - Kau sengaja.
Kau suka menyia-nyiakan hidupmu? Ini.
Tontonlah video instruksi yang sudah sering kau tonton.
Kau benar-benar harus memperbaiki perilakumu.
Aku keluar. Sampai jumpa 5 menit lagi.
Kenapa kau tak bisa matikan video bodoh ini?
Kukira kau sangat menyukainya.
Halo. Namaku Nadine dan aku perancang
bunker penyelamat LSB-300.
Jika kau menonton ini
undian sudah selesai dan kau satu yang beruntung
bisa selamat dari wabah flu Sahara.
Kau penyintas.
Jika dibutuhkan
kau bisa hidup di bunker selama 70 tahun.
Aku takkan bertahan 70 jam
jika hal ini terus berlanjut.
Semuanya akan beres. Tenang.
Kau mau tukar bunker?
Untuk melindungimu dari kondisi di permukaan
bunkermu terpendam 9 meter di dalam tanah.
Siklus siang hari buatan
akan menjaga pola tidur normal.
Bunkermu telah diisi
dengan bubuk Supplival untuk seumur hidup.
Jika dicampur dengan air, Supplival menciptakan
minuman lezat kaya gizi
rasa vanila, stroberi, atau cokelat.
Ini bukan minuman cokelat.
Genset mengisi daya
siklus udara tertutup dan penyaring air di bunker.
Semua yang kau konsumsi adalah hasil daur ulang.
Tunggu. Apa itu berarti kita minum air seni kita sendiri?
Kau baru sadar sekarang?
Sains sungguh luar biasa.
Genset juga mengisi daya
pembersih atmosfer.
Pembersih menyaring molekul udara tercemar
dan mematikan virus.
Sebanyak 500.000 bunker yang tergabung di Network
beroperasi dua-dua untuk membasmi ancaman virus.
Network membuat perkiraan
berapa lama proses ini berdasarkan data harian
yang bisa kau lihat di terminal statistik.
Ruang sendiri dibutuhkan
untuk mencegah penyebaran virus.
Untuk melawan perasaan terisolasi yang pasti muncul
kami menciptakan Domain.
Domain adalah media informasi
dan jaringan sosial.
Domain juga memberi akses penuh ke arsip ensiklopedia.
Studi menunjukkan kelompok tujuh orang
menciptakan komunitas jaringan sosial jangka panjang ideal.
Setiap kelompok terpilih
memakai algoritma dari riwayat pribadi.
Saat ini, mungkin aku juga menjalani hariku
dalam LSB-300 sama sepertimu
bertanya-tanya berapa lama lagi aku akan tinggal di sini.
Satu hal yang pasti.
Kita akan membasmi flu Sahara.
Usaha kalian berarti. Kalian berarti.
Kita penyintas.
Bumi yang bebas dari virus ini telah menanti.
Umat manusia bergantung pada kita.
Ada apa?
Aku hanya berpikir
saat kita akhirnya keluar dari sini
apa kita akan saling panggil dengan nama sebenarnya?
Dean Atkins.
Terasa aneh mendengarnya keluar dari mulutmu.
Ucapkan namaku.
Kimberly Miller.
Itu terdengar sangat aneh.
Mari pakai yang biasa saja.
Peringatan.
Peringatan. Cadangan listrik di bawah 50 persen.
Segera isi daya genset.
Atlanta, kau harus rutin melakukan ini.
- Jangan sampai terlewat lagi. - Aku tahu.
Aku tak perlu menjaga badan untuk siapa pun di bawah sini.
Peringatan. Cadangan listrik di bawah 50 persen.
Segera isi daya genset.
- Kalian melihat ini? - Apa?
Terminal statistikku aneh.
Aneh. Punyaku juga.
Sekarang mati total.
- Ada apa ini? - Kesalahan teknis?
Mungkin sedang dihidupkan kembali.
Bukan. Punyaku mati total.
Ini buruk.
Seharusnya selalu menyala.
Itulah intinya. Data langsung.
Apa yang terjadi?
Pertama, siklus tidurku. Sekarang masalah ini?
Ini mempengaruhi kita semua. Siklus tidurmu
mungkin hanya satu kesalahan fungsi.
Bagaimana kau tahu
seseorang tak sengaja melakukan ini padaku?
- Siapa yang tega berbuat begitu? - Orlando?
Dia membenci kita.
Ini saatnya. Kiamat telah tiba.
Hentikan sindiranmu.
- Aku tidak menyindir. - Entahlah.
Ini membuatku khawatir.
Tenang. Mungkin akan hidup sebentar lagi.
Apa maksudmu "mungkin?"
Kita tak tahu apa ini akan hidup kembali.
- Aku optimis. - Kita tersebar
di seantero negeri.
Kalian tahu tak ada kabel
yang menghubungkan bunker kita.
Sistem pasti mematikan ini.
Itu hanya dugaan.
Sebagai orang yang memilih diri sendiri jadi ketua
kau benar-benar kurang ide.
Baik. Saran cemerlang apa
- yang kau punya, Denver? - Aku tak berkata
aku punya ide, tapi kurasa mengabaikan tanda bahaya
bukan pilihan.
Kurasa kita harus kembali menyalakan layar Orlando.
- Apa? Tidak! - Kenapa?
Mungkin sistemnya rusak saat kita mengusirnya.
Coba pikirkan. Seharusnya
kita bertujuh dan sekarang, kita tinggal berenam.
- Mungkin ini error karena kita. - Kemungkinannya kecil.
Kita mengusirnya. Kita tak mau dia ada di sini!
Atlanta, aku tahu. Aku juga tak suka padanya
tapi tanpa terminal statistik
kita tak tahu apa pun tentang dunia luar.
Membawa Orlando kembali mungkin bisa perbaiki masalah.
- Tidak. Kita sudah voting. - Ya, 8 bulan yang lalu.
Pengusiran bersifat permanen.
Denver, di antara semua orang
kau yang bisa mencari caranya.
Tidak, kurasa itu mustahil.
Benarkah?
Serius? Kau bahkan tak mau mencobanya?
Baiklah.
Akan kucoba, tapi setahuku
cara ini takkan berhasil.
Itu dia. Tak masalah.
Baiklah.
Phoenix, kau sedang apa?
Hentikan. Kau sudah melakukan itu hari ini.
Phoenix.
Dengar. Itu tak menyimpan energi tambahan atau...
Phoenix.
- Phoenix, kenapa kau marah? - Karena kau tak mau coba.
- Kubilang akan kucoba. - Tapi takkan berhasil.
Jika kau pikir takkan berhasil
maka kau takkan mengusahakannya.
Bisakah kau...
Phoenix, tolong hentikan.
Duduk dan bicara padaku.
Aku mau membantu.
Masa?
Ya. Kenapa kau bilang begitu? Tentu saja aku mau bantu.
Kalau begitu jangan desak aku.
Baik. Aku tidak...
coba memaksakan apa pun. Aku hanya mau membantu.
Aku tak tahu harus mulai dari mana.
Ini tentang Ibumu, kan?
Ibuku sudah mati.
Aku tahu.
Dia sudah mati sebelum wabah.
Aku...
Aku ada di penjara saat menang undian.
Benarkah?
Apa yang terjadi?
Aku tak kenal Ayahku karena dia mati saat aku masih kecil.
Ibu membesarkanku sendirian.
Dia selalu bekerja karena tak punya pilihan.
Aku hampir selalu sendirian di masa remajaku
dan salah memilih teman
sampai memakai narkoba, terutama syabu-syabu.
Aku berbohong, mencuri..
minggat dari rumah di usia 17 tahun
dan kembali saat aku overdosis.
Tetap belum berhenti.
Suatu malam...
aku teler...
paranoid...
dan menuduh Ibu mencuri narkobaku.
Aku turun ke dapur
mengambil pisau
kembali ke atas, dan menusuknya.
Narkoba itu ada di kamarku di mana aku meninggalkannya.
Aku turut prihatin, Phoenix.
Andai aku bisa memelukmu sekarang.
Kapan kejadiannya?
Aku sudah setahun dipenjara saat wabah flu menyerang
jadi, sudah hampir 7 tahun.
Keputusanmu atas Orlando jadi masuk akal sekarang.
Mengusirnya adalah salah.
Aku tak berhak menghakimi.
Phoenix, itu berbeda.
Kau benar. Perbuatanku lebih buruk.
- Phoenix. - Aku tak mencari
belas kasihanmu.
Menerima Orlando kembali adalah tindakan yang benar.
Baiklah.
Baiklah. Kau benar.
Aku akan berusaha menariknya kembali.
Aku beruntung memilikimu di sini.
Aku yang beruntung.
Phoenix!
- Ada apa? - Phoenix. Hei.
Maaf. Aku tak berniat menakutimu.
Jam berapa sekarang?
Masih pagi... Larut malam.
Mungkin larut malam. Entahlah.
Entahlah. Aku berusaha menarik Orlando kembali
tapi kurasa aku sudah menemukan caranya.
- Kau berhasil? - Aku tak yakin 100 persen
ini akan berhasil, tapi...
ada kemungkinan aku bisa usir diriku sendiri
- atau satu dari kalian. - Jangan lakukan itu.
Aku tahu. Aku tak mau
tapi apa kau yakin kita tak perlu beri tahu
yang lain soal ini?
Kenapa? Agar Boston bisa melarang kita?
- Untuk apa? - Ya.
Baiklah. Kau benar.
Kita coba.
Orlando.
Orlando, kau di sana?
Orlando, ini Phoenix dan Denver.
Kami menghidupkan layarmu lagi.
Kau bisa dengar kami?
- Kau sedang apa? - Memeriksa catatan
informasi.
Ayolah. Katakan sesuatu.
Tak ada apa-apa di sini.
Kau sedang apa?
Entahlah. Aku hanya coba
mencari sesuatu.
Pasti ada sesuatu di sana.
- Di mana dia? - Mungkin dia...
- kabur? - Mungkin sudah mati.
Kita harus beri tahu yang lain.
Aku sangat kecewa pada kalian berdua.
Kukira kalian akan lebih menghormati
sistem yang kita semua
- telah sepakati. - Kami hanya merasa
ambil keputusan sendiri hal yang cukup penting.
Itu bukan tata cara kita!
Kami memilihmu menjadi ketua enam tahun lalu.
Mungkin sudah saatnya kita ubah beberapa aturan lama.
Aku paham tujuanmu. Kau mau menjadi ketua?
Kenapa harus ada ketua?
Kurasa memiliki ketua itu penting.
Aku pribadi jadi merasa tenang.
Kau tak bisa berpikir sendiri?
Kenapa kau menyerangku?
- Aku cuma bertanya. - Tidak.
- Kau bersikap konyol. - Sepenglihatanku, Boston
dia bukan ketua.
Aku sangat prihatin soal masalah siklus tidurmu.
Andai ada yang bisa kulakukan.
Berhenti berubah-ubah! Aku tak sanggup lagi!
Berhenti berubah-ubah!
Dasar rongsokan!
Houston, tenang. Kau tak membantu.
Aku tak peduli. Aku belum tidur
selama tiga hari dan mulai gila.
Ini ulah Orlando. Pasti.
Apa maksudmu?
Dia marah padaku karena aku setuju mengusirnya
dan kini dia mempermainkanku.
Houston, kau tak menyetujuinya.
Kau tak memilih. Ingat?
Dia sendiri yang minta diusir.
Siapa pun pembuat bunker ini hebat.
Dia...
Dia sengaja melakukan ini padaku
karena dia membenciku.
Apa lagi penyebab siklus tidurku
kacau seperti ini?
Ada ratusan penyebab kerusakan, Houston.
Duduklah.
Aku tak suka melihatmu begini.
Apa ada kemungkinan
Orlando ada di sana?
Ada kemungkinan dia mati atau...
Entahlah. Sembunyi dari kamera
tapi dia tak seperti itu.
Bagaimana kalau dia coba kabur?
Caranya? Pintunya terkunci.
Ada yang sudah coba buka pintu sejak terminalnya mati?
Bagaimana kalau bisa terbuka?
Kau bisa terpapar virus.
Phoenix! Jangan.
Phoenix! Tunggu! Jangan! Apa yang...
Coba pikirkan apa yang kau lakukan!
Hentikan!
Hai.
Hai.
Aku berusaha memahami perbuatanmu dan Denver.
Kita menyetujui satu hierarki sejak awal
tapi tiba-tiba saja, kau dan Denver
memutuskan bertindak sendiri.
Kita sudah bertahun-tahun di sini.
Tak ada yang sama selamanya.
Tapi tak berarti kalian bisa berbuat semaunya
- kapan pun kalian mau. - Kau tahu pembatalan
pengusiran Orlando itu tindakan cerdas.
Bicaramu semakin mirip dengannya.
- Siapa? - Denver.
Kalian sangat mirip.
Bukan rahasia kami berpacaran.
"Berpacaran."
Apa artinya di bawah sini?
Berarti kami punya visi masa depan bersama.
Aku takkan pernah mengerti kenapa kau memilihnya.
- Bukan memilihmu? - Bukan. Maksudku...
- Bukan itu maksudku. - Maaf kalau aku terus terang
tapi ini bukan urusanmu.
Aku hanya mencemaskanmu.
Ada sesuatu pada dirinya
yang membuatku ngeri. Apa kau tak merasakannya?
Tidak.
Dia selalu mendukung dan peduli.
Kalian tak pernah bertemu langsung.
Kita pun demikian, tapi kau berharap aku memercayaimu.
Apa masalahnya, Boston?
Denver mengingatkanku pada Ayahku.
Wajah, suara, sikap, semuanya.
Di permukaan
dia sangat ramah, cerdas, dan menawan
tapi ada yang palsu pada dirinya.
Dia sangat kejam saat tak diawasi.
Jika kau salah, dia berubah jadi monster.
Aku selalu menghargai kejujuranmu
dan berterima kasih atas kepedulianmu
tapi aku mengenal Denver
dan dia tak seperti...
Ayahmu.
Baiklah.
Apa yang kau pikirkan sekarang?
Kau.
Aku tahu, tapi apa tepatnya?
Bagaimana rasanya...
jika aku bisa menyentuh tubuhmu.
Apa lagi?
Rasa dari bibirmu.
Terus?
Apa yang...
Bagaimana rasanya mencumbumu.
Mencicipi keringatmu.
Sehebat apa kau akan mencumbuku?
Dengan sangat hebat.
Aku memikirkan kau kembali memandangku.
Sudah mau keluar?
Keluarkan.
Bagaimana rasanya?
Astaga.
Semoga tak ada yang melihatnya.
Siapa peduli?
Aku sangat mencintaimu.
Denver.
Hai.
Hai.
Kau sedang membaca?
Tidak. Aku ada di kamar.
- Mau sedikit berolahraga. - Bagus.
Biar kutebak. Kau membaca "No Exit".
Sudah berapa kali kau membacanya?
Entahlah. Tidak dihitung.
- Sangat bagus, ya? - Ya. Aku menyukainya.
Ini novel klasik.
Ada apa?
Kau ingat saat kita merekam
video pribadi?
Ya.
Bagaimana kalau Orlando melakukannya setelah diusir?
Kau bisa melihatnya?
Bisa, kalau tidak disembunyikan dengan baik.
Apa yang membuatmu...
ingin melihat videonya?
Hanya mau memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
Jadi, videoku sebelumnya membuatmu senang?
Sangat.
Baiklah. Aku dapat sesuatu.
Ada banyak. Akan kubagikan padamu.
Ini dari dua bulan lalu.
Putar.
Hari ke-121. Aku merasa luar biasa.
Kurasa aku tak pernah sebugar ini.
Dia tampak sehat.
Dia tak berbohong saat berkata
dia takkan merindukan kita.
- Tak ada yang istimewa. - Putar yang lain.
Baiklah.
Aku tak tahu dia pecinta olahraga.
Hari ke-186.
Coba tebak. Aku akan menjadi Hulk
saat keluar dari sini.
Kurasa...
Ada ratusan video.
Ya, seperti seri video olahraga Orlando.
Baik. Ini yang terakhir.
Beberapa hari yang lalu. Filenya jauh lebih besar.
Apa ini?
Aku tak tahu.
Jangan ganggu aku!
Tunggu. Apa yang terjadi?
Aku tak mengerti. Dia lenyap.
- Astaga. - Apa?
Lihat pintunya. Terbuka.
Apa maksudmu... Itu...
Itu mustahil.
Tunggu. Kembali ke statis tadi.
Di sana. Kau dengar itu?
- Apa? - Ya. Apa itu?
- Seperti jeritan. - Orlando?
- Berapa durasi videonya? - Panjang.
Lima jam.
- Putar bagian akhirnya. - Tunggu.
Kurasa Orlando merencanakan
semua ini. Dia yang...
Dia yang memasukkan kita kemari.
Dia membuat kita berpikir bahwa flu Sahara itu nyata
dan membuat kita menunggu selama lima tahun di sini.
- Itu mustahil. - Houston.
Bisakah kau coba tenang?
Kalian tak mengerti, tapi aku mengerti.
Ini sangat masuk akal bagiku sekarang.
Ini keinginannya.
Dia ingin kita semua menjadi gila
tapi aku mengerti
karena aku tahu apa yang dilakukannya pada kita.
Houston, sejak kapan kau tak bisa tidur?
Mana kutahu! Masa bodo soal tidur!
Aku tak butuh tidur. Tidur untuk orang lemah
seperti kalian, tapi rencana Orlando
akan gagal
karena aku tahu apa yang dilakukannya pada kita.
Baik. Berarti ini teori konspirasi besar.
Ini bukan teori.
- Aku tahu aku benar. - Kau tahu kau benar
karena melihat pintu menutup dalam video?
Kau hanya terlalu takut untuk mengakuinya.
Bisakah kau bicara baik-baik?
Astaga. Kau membuatku pusing.
Mungkin kau butuh ruqyah.
Sayang, bisa katakan sesuatu yang berguna
dalam situasi menegangkan ini?
- Mungkin videonya palsu. - Palsu bagaimana?
- Untuk apa? - Itulah maksudku.
- Kita tak tahu apa-apa. - Biar kutebak.
Idemu adalah duduk manis saja di sini?
- Apa kita punya pilihan lain? - Kau bisa
diusir paksa seperti Orlando.
Itu hanya dugaan.
Berapa kali kau akan mengatakan hal yang sama?
Sebanyak yang dibutuhkan sampai kalian mengerti.
Mungkin terminal mati
karena kita sudah tak membutuhkannya.
- Mungkin wabah flu sudah beres. - Ya, Atlanta.
Mungkin kita semua akan selamat.
Mungkin dalam beberapa hari, kita akan keluar dari sini
dan semuanya sempurna.
Mungkin malaikat kecilmu
- masih hidup dan sudah besar. - Kau sudah selesai bicara?
Kau sudah selesai merajuk?
Kita harus bertindak selagi masih pegang kendali.
Phoenix, aku tak mau berkata begini padamu
tapi kita tak pegang kendali atas apa pun.
Orlando mengendalikan seluruh permainan ini.
- Dia mengalahkan kita. - Semoga kau benar, Houston.
Sungguh.
Karena itu lebih baik dari alternatifnya.
Kau punya rencana, Phoenix?
Ya. Kita harus cari jalan keluar.
Kalian semua terdengar gila.
Mungkin kunci pintunya bisa dipatahkan.
Depresurisasi mendadak bisa berakibat fatal.
Aku bersedia ambil risiko itu.
- Kita aman di sini. - Tidak.
- Video itu buktinya. - Itu tak membuktikan
apa pun. Aku masih tak yakin itu benar.
Bukti apa lagi yang kau butuhkan?
Kita tak tahu apa yang terjadi.
- Kita harus bertindak. - Baik. Ayo voting.
Aku tak butuh izinmu untuk buat rencana sendiri.
- Aku bisa berikan dua suara? - Houston, fokus.
Hentikan, Opsir. Jangan tembak aku.
Aku selalu mengatakan itu
waktu kecil. Kalian pernah
- ditodongkan pistol oleh polisi? - Houston!
Masa bodo! Kita kabur
dan temukan bajingan pembohong itu! Orlando!
Kita kuliti dia hidup-hidup! Menurutku itu rencana bagus!
- Dia sudah gila. - Aku sudah gila
dan kembali sadar.
Kita tak bisa memutuskan
saat Houston seperti ini.
Selamat malam.
Hai.
Kenapa belum tidur?
Hanya mau melihatmu.
- Kau bisa melihat? - Sedikit.
Aku tak mau Boston mencari-cari
- di depan wajahnya. - Baik sekali.
Sudah temukan sesuatu?
Belum.
Ini sudah tengah malam.
Sebaiknya kau coba tidur.
Ya.
Aku tak bisa tidur.
Ada apa?
Aku berusaha mengingat...
nama semua orang.
Ada Barry.
- Raymond. - Olivia.
- Cedric. - Lalu...
Houston.
Siapa nama aslinya?
Dia tak pernah beri tahu kita.
Kau dengar itu?
Ya. Apa itu?
Houston.
Tidak.
Houston.
Apa yang terjadi?
Sial.
Houston, hentikan.
Houston.
Apa yang...
Kau masih berpikir kita aman di sini, Boston?
Aku takut.
Aku juga.
Siapa mereka?
Entahlah. Aku tidak...
Orang yang kebal dari flu Sahara? Aku...
Bagaimana mereka temukan bungker ini?
Mungkin dengar jeritan Houston.
Entahlah. Ayo...
Ayo kita istirahat.
- Baiklah. - Selamat malam.
Selamat malam.
Tidak.
Phoenix.
Jangan bergerak.
- Ada apa? - Lihat ke bawah pelan-pelan
tapi dengan sangat hati-hati.
Kalian membuatku sangat takut.
Ini hanya tikus kecil. Hai.
Jangan disentuh. Mungkin dia sakit.
Tidak. Hanya manusia yang bisa kena flu Sahara.
- Maksudku rabies. - Hai, Kawan kecil.
Kemarilah.
Bagaimana dia bisa ke sana?
Bukankah bungker ini tertutup rapat?
Astaga, Atlanta. Itu mukjizat.
Tidak. Phoenix, dia benar.
Kau harus berhati-hati. Bungkermu tidak rapat.
Kurasa ini kesalahanku.
Aku temukan panel kemarin dan coba membukanya.
Tikus ini pasti masuk dari sana.
- Kau mencari apa? - Jalan keluar.
"Ventilasi darurat."
Kau lihat sesuatu?
Tidak. Kosong.
Kalian punya panel ini?
Aku tak mengerti.
Ini tak masuk akal.
Mungkin ini sistem ventilasi
- penghubung semua bungker. - Ya.
Ya, ada lubang ventilasi
di seantero benua Amerika.
Berhenti bersikap menyebalkan.
Aku hanya berdiskusi.
Bukankah kita terkubur 9 meter di dalam tanah?
Ya. Itulah maksudku.
Pasti ada tanah di balik dinding.
Bukan ruang terbuka atau ventilasi.
Apa banyak bertanya membuat kalian senang?
Seolah membuat kemajuan?
Merasa sedang memecahkan misteri?
Katakan idemu, Chicago.
Tak ada. Diam saja.
Hal yang sama akan tetap terjadi.
Kali ini, aku setuju dengan Chicago.
- Kurasa kita harus menunggu. - Tentu saja.
Menurutmu kita harus menunggu. Itu jawabanmu
untuk semuanya! Duduk menunggu.
Kami sudah mendengarkanmu
selama ini dan setiap hari keadaan terus memburuk.
Kau pikir kita bisa melakukan sesuatu terhadap Orlando?
Terhadap Houston?
Tikus itu? Terhadap...
- Berhenti bertengkar! - semua yang terjadi?
Yang kita butuhkan sekarang adalah informasi.
Ide bagus. Cari informasi.
Kita tahu kita terhubung
ke jaringan Domain.
Pasti ada cara mengakses data
- dari bungker lain. - Sekalipun ada cara
- apa yang kita dapatkan? - Entahlah, tapi mungkin
kita bisa hubungi yang lain.
Bisa jadi. Akan kulakukan.
Kurasa kita semua harus mulai
- mengelilingi bungker... - Siapa yang menjadikanmu ketua?
Aku maju karena tak ada lagi yang mau melakukannya.
- Mungkin kita harus voting. - Boston, berhenti buang waktu.
- Aku yang... - Hentikan!
- Sistem mulai rusak. - Sudah rusak.
Makanya kita harus cari jalan keluar dari sini.
- Caranya? - Aku belum tahu.
Pelepasan darurat? Apa saja.
Entahlah. Pasti ada jalan.
Baik.
Beri tahu aku harus mulai dari mana. Akan kubantu.
Berpikir kreatif. Coba apa saja.
Boston, kau juga.
- Chicago, kau mau bantu kami? - Maaf.
- Aku tak bisa kabur dari penjara. - Ayolah.
- Kau cerdas. - Jangan ganggu aku.
Apa yang kita cari?
Bisakah kalian tidak berisik?
Aku berusaha fokus.
Maaf, Puteri.
Atlanta, kau sedang apa?
Supplival pasti dikirimkan dari suatu tempat.
Kurasa ini terhubung ke pipa di belakangnya.
Aku akan membongkarnya. Kurasa ada sesuatu
- di belakangnya. - Atlanta, jika kau bongkar itu
kau bisa memotong akses makanan.
Ya, aku setuju dengan Boston.
Aku menyuruhmu coba apa saja, tapi...
Tidak.
Tidak. Jika aku akan mati kelaparan
berarti itu memang rencana Tuhan.
- Kau lihat apa? - Tak ada.
Hanya ruang kosong.
- Kau tak lihat apa-apa? - Tidak. Gelap gulita.
Tapi ruang di balik dinding ini luas sekali.
Tidak masuk akal.
Atlanta, pintumu.
Atlanta!
Bapa, buatlah aku berani.
Cukup berani menghadapi kegelapan.
Kegelapan yang menarikku.
Bantu aku kembali melihat.
Agar mengerti terang muncul setelah gelap.
Tidak. Ya, Tuhan.
"Agar mengerti terang muncul setelah gelap."
Chicago.
Kau sedang apa?
- Denver! - Apa?
- Atlanta hilang. - Apa? Kapan?
Lihat layar Chicago.
Apa itu Supplival?
Dia membuat dirinya kelaparan.
Chicago, tolong jangan lakukan ini.
Kita bisa melewati ini, Chicago.
Takkan ada yang selamat.
Kami membutuhkanmu.
Itu tidak benar.
Chicago, jangan lakukan ini.
Aku tak mau melakukan apa pun lagi.
Selamat tinggal, Semuanya.
Kumohon, Chicago. Jangan lakukan ini!
Tidak.
Ya, Tuhan.
Aku tak sanggup melihatnya.
Jangan dilihat.
Kenapa kau keji sekali?
Aku menghadapinya dengan caraku sendiri.
Tunjukkan sedikit perasaan, Robot.
Dia teman kita.
Hai.
Aku tak mau melanjutkan ini
tapi aku dapat informasi baru.
Informasi baru adalah hal yang bagus sekarang.
Tergantung sudut pandang kalian.
Semua bungker terhubung, kan?
Setiap bungker di Network punya layarnya sendiri.
Berarti ada 500.000.
Domain membatasi akses
pada tujuh orang di kelompok kalian.
Semuanya ada, tapi kalian tak bisa melihatnya.
Kau bisa mengaksesnya sekarang?
Sudah.
Aku hanya bisa mengakses satu per satu. Ini...
Ini acak.
Kurasa mereka sudah mengambil orang ini.
Siapa itu?
- Entahlah. - Kenapa kita tak bisa dengar?
Aku tak temukan audionya. Hanya video.
Jadi, kita tak bisa komunikasi dengan mereka dan...
mereka tak bisa melihat kita.
- Berarti ini siaran langsung. - Ya.
Aneh sekali melihat wajah baru setelah bertahun-tahun.
Ya, Tuhan.
Aku sudah melihat banyak kasus bunuh diri.
Ini sangat...
- Entahlah. - Masih ada lagi.
Apa?
Hanya ada 1.000 layar
dari server utama.
- Terus? - Seharusnya ada 500.000.
Satu dari setiap bungker.
Mungkin kau hanya tak bisa mengakses semuanya?
Tidak. Menurutku hal itu
mustahil
jadi, kuperiksa tiga kali, tapi kuberitahu kalian...
hanya ada 1.000 bungker.
- Artinya? - Mereka menipu kita.
Kita harus keluar dari sini.
Caranya?
Saat kita menyisiri bungker
aku temukan kabel penghubung...
pintu ke komputer.
Jika kita memotongnya
komputer tak bisa mengendalikan pintu lagi?
Ya. Mungkin bisa terbuka.
Atau memutus fungsi penyokong kehidupan
dan kita kelaparan atau mati lemas di kegelapan.
Aku harus keluar dari sini dengan caraku sendiri.
Aku tak mau ditarik keluar seperti yang lainnya.
Anggap saja kita berhasil keluar
dan kita tak tertular flu Sahara dalam hitungan beberapa jam.
Kita tetap terpisah sangat jauh
di tempat yang sudah hancur.
Kita butuh lokasi bertemu.
Kita harus berjalan kaki.
Mungkin ada kendaraan yang masih berfungsi.
Peluangnya kecil.
Baiklah.
Four Corners Monument
di mana Arizona, Colorado,
Utah, dan New Mexico bertemu.
Itu terlalu jauh. Tidak aman.
Sangat tidak aman.
- Aku akan menemuimu. - Ke Phoenix?
Jaraknya satu negara bagian.
Aku tahu, tapi pasti bisa.
Apa ada gedung pemerintah
atau lainnya yang terletak di tengah?
- Ada. Balai Kota. - Kita bertemu di sana.
- Kau yakin? - Tentu saja.
Bagaimana denganku?
Kau juga boleh ikut.
Jaraknya 3.000 mil.
Lupakan saja.
Hanya membebani.
Aku akan cari cara sendiri.
Maaf, Boston.
- Satu hal terakhir. - Baiklah.
Kita harus voting.
Serius? Kau masih mau voting?
Itulah yang kita lakukan.
Dulu.
Kita hanya bertiga.
Kau pasti tahu hasil votingnya.
Kumohon.
Yang terakhir.
Baiklah.
Yang setuju kabur?
Itu keputusannya.
Kau temukan kabelnya?
Ya.
Ayo lakukan.
Sesuatu terjadi.
Aku akan coba pintunya.
Aku akan naik.
Phoenix, tunggu!
Aku akan menemukanmu...
apa pun yang terjadi.
Aku mencintaimu, Phoenix.
Aku juga mencintaimu.
Kau di sini.
Apa ini nyata?
Aku...
Ini nyata.
Ini terasa seperti mimpi.
Jika ini mimpi, aku takkan ada di sini.
Ya.
Hai.
Kau lebih tinggi dari dugaanku.
Bagaimana kita bisa bertemu?
Entahlah.
Aku juga tak tahu.
Aku tak ingat tempat ini.
57.
Mungkin mereka memindahkan kita.
Tidak. Kita pasti menyadarinya.
Mungkin kita di sini sejak awal.
Yang lain pasti ada di sini, kan?
Aku tak tahu.
Di sana.
Ya, Tuhan.
Astaga.
Phoenix.
Phoenix, kemarilah. Lihat ke sana.
Turun.
Apa rencana kita?
Cari jalan keluar dari sini.
- Tidak. Aku butuh jawaban. - Tidak, Phoenix.
Kita harus cari jalan keluar.
Seseorang tahu apa yang terjadi.
Aku akan alihkan mereka.
Tunggu. Kenapa?
Karena mereka memblokir satu-satunya jalan keluar.
Hei!
Jalan.
Tunggu.
Baik.
Phoenix, kita tak boleh kemari.
Kita harus pergi.
Tidak sebelum aku tahu tempat apa ini.
Lihat.
Di sana.
Phoenix, kau yakin soal ini?
Phoenix.
Phoenix, kita harus pergi. Ayo.
- Kimberly. - Nadine?
- Hei. - Duduk, Dean.
Apa yang kau lakukan? Turunkan pistolmu.
Turunkan pistolmu. Tenang.
- Jangan todongkan padanya. - Kimberly, minggir.
Apa yang kau lakukan? Ini gila.
Dia sangat berbahaya.
Dia tak berbahaya. Aku mengenalnya. Tenang.
Kau sama sekali tak mengenalnya.
- Baik. - Duduk.
Baiklah.
Baiklah.
Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi.
Ini percobaan.
Kimberly, kau masih dipenjara.
Kau berharap kami percaya omong kosong ini?
- Wabah itu dusta. - Bukan.
Itu bukan dusta, tapi cerita.
Aku...
Aku berusaha menciptakan kehidupan yang lebih baik
dan aku berhasil.
Sangat berhasil.
Apa maksudmu? Aku melihat berita.
- Ya. - Kami mengarangnya
agar lebih meyakinkan.
- "Mengarang." Astaga. - Aku tak mengerti.
Bagaimana caramu memindahkanku dari penjara
ke bungker?
Kami berikan obat bius dalam makananmu
menerbangkanmu dari Arizona
dan menaruhmu di sini pada keesokan harinya.
Di mana kita?
California.
Kau pembohong.
Kenapa kau memaksa orang keluar dari bungkernya?
Mereka mematikan Domain.
- Kenapa? - Karena kau mengusir Orlando.
- Siapa yang tahu soal itu? - Semua orang!
Seseorang membocorkan videonya.
Menyebar di internet.
Jadi berita nasional selama beberapa pekan.
Media menyebut kalian "Tahanan Griya Tawang."
Mereka sulit percaya kalian bisa begitu bebas
di dalam penjara. Itu konyol.
Kami selalu pegang kendali atas kalian. Bukan hanya itu.
Publik tak menyukai fakta bahwa kalian tak tahu
sedang dipenjara. Mereka pikir bungker itu
terlalu bagus.
Mereka pikir hukuman kalian terlalu ringan.
Jangan pernah meremehkan kemampuan manusia
untuk menghukum.
Jadi, mereka mematikannya?
Ya.
Publik sudah bicara.
Pemerintah patuh dengan senang hati
jadi, semua orang ditarik keluar
bungkernya diubah, dan...
kalian akan dimasukkan lagi sampai mereka temukan tempat
- untuk kalian di penjara. - Dasar pembohong.
- Ada apa denganmu? - Kau buronan.
Aku berhak menembakmu.
- Silakan. - Denver, hentikan.
Tidak. Diam, Phoenix.
Dia hanya menggertak dan aku menantangnya.
Katakan padanya alasanmu berada di sini.
Kenapa kau ada di sini?
Denver.
- Kau pasti tak mau tahu. - Tak apa. Beri tahu aku.
Percayalah padaku.
Kau satu kesalahanku.
Kenapa aku?
Kenapa memilih kami?
Kau satu dari seribu tahanan
yang dipilih khusus untuk program ini.
Evaluasi kejiwaan kalian menunjukkan
peluang kecil kalian akan ungkapkan sejarah kalian
dan peluang besar percaya tentang cerita flu itu.
Aku berkata jika kami bisa mengendalikan
kontak fisik kalian
kalian akan melupakan masa lalu
dan ciptakan identitas baru.
Ternyata benar.
Kami semua saling membohongi.
Sayang, semua orang berbohong.
Apa kesalahan mereka?
- Kau yakin mau tahu? - Ya.
Mereka temanku.
Raymond Voss penjahat kambuhan.
Keluar masuk penjara seumur hidup.
Kurasa kau tahu riwayatnya.
Hector Gonzales anggota geng.
Dia bertanggung jawab atas sedikitnya 20 pembunuhan.
Olivia Michaels mengidap depresi paska persalinan
dan menenggelamkan ketiga putrinya
sebelum coba bunuh diri dengan menelan obat.
Cedric Jackson gigolo dan pemadat.
Dia membunuh banyak pria untuk bercinta dengannya
mencuri uang dan perhiasan mereka.
Barry O'Malley merampok bank bersama kedua saudaranya.
Lalu coba membagi hasilnya
dan dia membunuh keduanya.
Denver?
Tolong beri tahu aku.
Dean Atkins menguntit dan membunuh 11 wanita
yang ditemuinya di berbagai situs kencan.
Aku sudah dengar tentang orang sepertimu, Nadine.
Kau bukan penggemar kami?
Kau tahu banyak soal kami.
Program ini hidupku. Anakku.
Aku menonton kalian semua setiap hari selama 6 tahun.
Aku tahu segalanya tentang kalian.
Aku memberi kalian tujuan hidup
harapan
peluang melupakan masa lalu
dan menciptakan hal baru.
Cara hidup di tempat manusiawi
dan bukan penjara di mana napi diperkosa
dan dibunuh.
Ini lebih buruk.
Itu hanya karena kalian sudah tahu.
Seharusnya kalian tidak tahu.
- Tidak tahu itu menyenangkan. - Begitulah.
- Nadine! - Di sini.
Angkat tangan.
Jika ini ada artinya, aku minta maaf.
- Berdiri. - Lepaskan!
Tunggu.
Tidak.
Aku mencarimu, Phoenix.
Hai.
Kau pingsan beberapa jam.
Aku mengerti.
Mogok bicara?
Phoenix, aku masih sama.
Aku sempat memercayaimu.
Percaya apa?
Bahwa kau mencintaiku.
Aku mencintaimu, Phoenix.
Dengan caraku sendiri.
Kau mencintai wanita yang kau bunuh?
Ya, selama beberapa waktu.
Lalu kenapa dibunuh?
Aku tak bisa menjelaskannya
dengan cara yang kau inginkan.
Kau tahu kita masih dipenjara.
Aku sudah menduganya sejak kau menceritakan
tentang Ibumu.
Tentu saja aku tahu sejarahku sendiri...
dan Orlando.
Tiga napi di satu tempat. Itu...
tentu bukan kebetulan.
Lalu kenapa kau diam saja?
Seru.
Tontonan yang menarik.
Kau sosiopat.
Ya. Mereka bilang begitu.
Aku hanya korban lainnya?
Bukan. Kau istimewa.
Karena hanya kau yang tak pernah bisa kumiliki
dengan cara yang kuinginkan.
Berdiri. Jalan.
Lihat ini.
Sekelompok orang munafik.
Apa itu kau, Atlanta?
Apa kesalahanmu, Atlanta?
Perbuatanmu pasti cukup jahat
sampai dibawa kemari.
Apa ada kaitannya dengan para malaikat kecil itu?
Kurasa aku akan bertemu kalian semua di neraka.
Ayo.
Tak ada lagi yang mati semudah itu.
Berbalik.
Masuk ke selmu.
Phoenix.
Jangan khawatir. Aku di sel sebelah.
Bapa, buatlah aku berani.
Cukup berani menghadapi kegelapan.
Kegelapan yang menarikku.
Saat badai menerjang...
angkat aku ke atas angin ribut dengan mata yang bercahaya
dan percaya Kau bijak.
Bapa, buatlah aku berani.
Cukup berani menghadapi kelamnya kehidupan.
Bantu aku menghadapi sisi buruk manusiaku.
Bantu aku kembali melihat.
Agar mengerti terang muncul setelah gelap.
Agar mengerti terang...
muncul setelah gelap.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.