All language subtitles for Peliculas 4

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Selamat datang di 1983

di pertandingan Super Final sepak bola

Permainan tertunda. Sekarang saatnya tendangan pinalti

Dan semua menunggu tendangan penentuan dengan was was

Tendangan akan dilakukan oleh pemain terbaik "kaki emas"

Dan kalau kaki emas gagal, maka mereka pulang dengan kekalahan

Dan ternyata tendangan gagal.....

Tidak di sangka tendangan meleset ini pasti menyakitkan buat si kaki emas

Saya tidak percaya ini penonton kini berbuat anarkis

Situasi menjadi tidak terkendali dan berubah menjadi bahaya

Mr. Hung Mr. Hung

Sejak Fung gagal melakukan tendangan penalti dan kehilangan kaki emasnya,

sampai kini kau belum punya saingan. Bagaimana perasaanmu?

Oh, jangan bilang begitu!

Hung, tim siluman milikmu memenangkan medali emas lima tahun berturut-turut.

- Apa rahasianya? - Rahasianya?

Semua itu tergantung pelatihnya.

Kau yakin akan meraih medali emas lagi?

Apa kau reporter baru? Kurasa kau bisa menjawabnya sendiri.

Kaki emas, apakah itu kamu?

Selamat pagi, Hung!

Hung, sepatumu kotor sekali. Biar kubersihkan.

Tak apa, bisa kubersihkan sendiri.

Aku akan mengambilkan mobil.

Hung, kau janji akan memberiku pekerjaan sebagai pelatih.

Aku sudah siap.

Aku siap melatih tim yang bisa sekuat Tim Siluman.

Apa kau bisa jadi pelatih? Aku seorang profesional

Tapi katamu...

Lupakan saja.

Sadarlah. Kau sudah tidak punya kemampuan.

Kau lihat sendiri, kau pincang.

Dan tatomu ini cuma tipuan palsu.

Hung...

Aku sudah melayanimu selama 20 tahun. Kenapa tega mengatakan itu?

Kau hebat waktu muda. Seorang pemain handal

Tapi lihat sekarang, pekerjaanmu layaknya seperti anjing.

Lupakan saja. Pergilah.

Aku sudah mengurusmu selama 20 tahun.

Biaya yang kukeluarkan untukmu tidak sedikit.

Hung!

Kau tidak punya perasaan!

Jika kau tidak memberiku...

cek untuk bermain curang 20 tahun yang lalu,

Aku tak akan pincang sekarang.

Apa? Jadi kau marah sekarang? Kenapa tidak berteriak lebih keras?

Hei! Apa kalian mendengarnya?

Ada ribuan reporter di luar sana. Kau ingin aku menyuruh mereka masuk?

Kau tahu, aku menjagamu di sini untuk menutup mulutmu.

Kau kira orang akan percaya pada ucapan orang pincang sepertimu?

Kukatakan padamu satu hal lagi.

Akulah yang merencanakan insiden yang merenggut kakimu itu.

Sial!

Bukan begitu caranya menendang bola.

Apa yang kau katakan?

Apa yg kubilang...

Bukan begitu caranya menendang bola.

Jadi bagaimana?

Harusnya ada perpaduan dari gerakan pinggang dan kaki.

Tendangan seperti apa itu?

Saya suka idolaku, Bruce Lee, tentunya

Aku telah berhasil menggabungkan film dan mendedikasikan hidup dgn sempurna.

Jika kau tertarik mau belajar, kau boleh belajar kung fu dariku.

Ini kartu namaku

Belajar kung fu? perguruan tradisional shaolin kaki besi

Dan kau saja hanya seorang pemulung.

Itu benar, Pemulung hanyalah profesiku.

Lihat teknik ini

Berkelahi bukanlah gayaku.

Aku orang berpendidikan. Kau salah.

oh ya,

Lihat gadis itu.

Aku tahu dia seksi, memangnya kenapa?

Bukan itu.

Lihatlah!

Jika dia belajar Shaolin kung fu Peringan Tubuh,

dia tak akan terjatuh seperti itu. Shaolin kungfu

Untuk menghindarkan diri dari terjatuh

Kungfu untuk semua orang.

Kau lihat!

Permisi! Kau mau belajar kung fu?

Kau sinting!

Lihat wanita di sana.

Jika dia belajar kung fu Tangan Besi, memarkir akan lebih mudah.

Ini adalah bagian dari latihan

Jadi kung fu itu luar biasa!

Kenapa denganmu? Memangkas tanaman saja bisa lama sekali!

Kau dipecat. Pergi!

- Maaf. - Pergi!

Jika dia belajar kung fu Shaolin Sembilan Pagar Pertapa,

dia tak akan dipecat!

Sembilan Pagar Pertapa sepertinya berasal dari Hua Shan.

Apa kau tahu bahwa semua jenis kung fu itu berasal dari Shaolin?

kung fu sangat cocok untuk segala usia.

Kejahatan hanyalah kung fu yang disalurkan dengan cara salah.

kung fu adalah seni, salah satu jenis jiwa.

Aku mencari metode yang bagus. untuk memadukan kekuatan kung fu Shaolin.

Agar orang-orang sadar kekuatan sebenarnya dari kung fu.

- Sudah cukup! - Tapi aku belum selesai.

Aku masih punya kerjaan lain, tak ada waktu untuk mendengarkanmu.

Kembangkanlah kemampuanmu! Orang pincang juga bisa belajar kung fu.

Kau bilang apa? Siapa yang pincang?

Kau tak pantas mengatakan itu pada pemain bola sepertiku.

Maaf!

Ya, aku memang pincang.

Tapi itu bukan urusanmu.

Dasar kau...

Tukang sampah!

Apa? Kau kira aku takut?

- Kau masih mau sampah itu? - Kalau tak mau kuberikan pada yang lain.

- Baik. - Cepatlah!

Jangan kira aku takut hanya dengan itu.

Sudah. Pergi sana.

Permisi! Tolong bantu aku mengangkat ini.

Tak masalah.

Kakimu kuat sekali!

Dua puluh sen!

Oh, tidak! Cuma dua puluh sen?

Sudahlah, bawa itu kemari!

Mui, minta roti panggangnya!

Memakai kung fu Tai Chi untuk membuat mantao itu ide yang hebat.

Mantao jadi manis dan lezat sekali.

Aku sangat terkesan

oleh lenganmu yang kuat.

Kau... Apa yang kau lakukan?

Menyanyi adalah caraku untuk mengungkapkan perasaanku yang begitu takjub.

Wow, Cantik sekali!

Aku tidak cantik. Jangan menertawakan aku!

Lihatlah! Mantao ini enak sekali!

Rasanya lezat!

kung fu Tai Chi, Menggeser Tubuh dan Mengubah Bayangan.

Adalah kung fu yang kuat namun lembut, Mendorong Seribu Sapi dengan Empat Lengan.

Ah!

Karena itulah mantao ini begitu enak dan lembut.

Harganya 50 sen sebuah. Dua mantao berarti 1 dolar.

- Mahal sekali! - Memang.

Mahal, tapi memang pantas.

Aku cuma punya uang 50 sen.

- Boleh aku berhutang dulu? - Tidak.

Ah! Kau tipe kung fu master yang bicara polos dan apa adanya.

Kau tahu, kita ini sama. Aku juga Shaolin Master.

- Boleh aku hutang dulu? - Tidak.

Baik!

Ini ada sepasang sepatu.

Harga aslinya dua dolar. Aku akan memberikan potongan harga. Tidak

Ayolah, beri aku keringanan. Aku suka kamu

Kau begitu cantik.

Diamlah!

Tolong, jangan bernyanyi lagi.

Kau cukup membayar dan pergi dari sini.

Jika kau ingin bernyanyi, lakukanlah di gunung.

Hanya orang gila yang bernyanyi di sini.

Hey, aku tidak setuju dengan mu.

Dia hanya ingin mengungkapkan perasaan nya bukan berarti dia itu gila.

- Terimakasih ! - Sama-sama!

Aku juga suka bernyanyi.

Ketika aku sudah terinspirasi, aku merasa begitu bergairah.

Bahkan perasaanku bisa meledak.

Apa yang sedang kau lakukan?

Berdiri dengan benar! Turunkan lenganmu! Dan kembalilah bekerja!

Dasar gila!

Apa yang terjadi di sini ?

Seharusnya aku selalu mengawasimu setiap saat.

Dan tidak mempercayakan toko ini padamu.

Apa yang kau inginkan?

Tenanglah, kami hanya bersenang-senang.

Aku disini untuk mantao yang lezat.

Mengapa lama sekali! Orang itu sudah bayar?

Sudah.

Benda apa ini? Buang saja!

Kakak Pertama! Kakak Pertama!

Tak apa! Bersihkan saja.

Kau sakit, Kakak Pertama?

Aku sakit kepala. Tadi malam aku mabuk.

Aku ingin kau tahu, aku menemukan tentang hubungan. Hubungan apa?

Bagaimana mengembangkan sebagai kung fu jadi cara tren baru

agar semua orang mau menggunakannya aku tahu kita dapat lakukan

Bagaimana?

Dengan bernyayi!

Tidak bisa pecah Kepala besimu, itu kelebihanmu

Sudahlah. Ayolah itu kan yg dulu guru katakan. kita sudah berjanji.

Jangan lanjutkan lagi!

Jangan menyerah kalau belum mencoba! Lupakan!

Aku sudah menyarankanmu agar melakukan pekerjaan normal saja.

Seperti yg kamu maksud

Tidak

Aku telah latihan kungfu Dan kemudian menghancurkan hidupku.

- kung fu Shaolin hebat. - Sangat hebat.

- kung fu Shaolin bagus. - Sangat bagus.

- Aku Kepala Besi. - Kepala Besi.

- Kau Kaki Besi. - Aku Kaki Besi.

Yang serius!

- kung fu Shaolin hebat! - Sangat hebat!

Aku si Kaki Besi. Dia kepala besi.

Suaramu sangat sumbang.

Liriknya memuakkan.

Aku tak paham apa yang kau ucapkan.

Siapa yang mengarang lagunya?

- Siapa? - Siapa?

Sesuatu yang kreatif itu belum tentu menarik, tapi kuterima saran kalian.

Lagu tadi cuma pertunjukan awal,

puncaknya adalah pertunjukan Kaki Besi dan Kepala Besi.

Kepala Besi?

Aku sudah bilang lagumu jelek.

- Bukan aku yang Kepala Besi. Dia... - Kepala Besi?

- Kaki Besi! - Dia Kaki Besi!

Kita bisa berunding

- Kubunuh kau! - Kaki Besi!

Kau masih ingin melawan kami?

Aku sudah janji pada Guru, tak akan berkelahi memakai kung fu.

Orang ini sinting.

Kalian harus minta maaf!

Minta maaf? Itu bukan salah kami, itu salahmu sendiri!

Katanya kau tak akan memakai kung fu untuk berkelahi.

Aku tidak ingin berkelahi. Tapi aku ingin bermain bola.

Maafkan aku! Aku menyerah, oke

Apa kau punya uang koin?

Punya.

Tiga puluh sen.

- Kau merampokku. - Ya, memang.

- Kau pernah belajar jurus Tong Long? - Pernah.

Jangan pernah mencemarkan nama baik kung fu Shaolin lagi!

Boleh aku melihat kakimu?

Aku tidak peduli Silahkan saja.

Ini baru keren!

Kaki kurus yang kuat.

Ini Kaki Besi Shaolin!

Apa mungkin menggunakan kung fu untuk bermain bola?

Kung fu untuk main bola?

Kenapa ga ?

Ya, kenapa ga?

Memakai kung fu untuk main bola itu ide yang hebat.

Kenapa tak terpikirkan ya? Apa kau pelatih?

Aku bukan saja pelatih,

aku ini bekas pemain bola hebat, Si Kaki Emas.

Hari ini aku akan melatihmu.

- Hebat! Kalau begitu ajari sekarang juga. - Sebentar.

Katanya aku bisa memakai kung fu untuk main bola.

Tapi aku butuh waktu untuk mempertimbangkannya.

Aku tak akan berpikir lagi! Ini sudah sore!

Waktu terus berjalan, ia tak akan menunggumu!

Tapi kita harus membuat persiapan!

Aku sudah siap! Lalu apa lagi?

Paling tidak pakailah sepatu!

Kau punya uang untuk menebus sepatumu?

- Tidak. Tapi... - Aku sudah membuangnya.

Dibuang?

Sepatumu sudah robek. Sudah berlubang di sana-sini.

Memang sudah robek. Tapi aku...

Pulanglah! Bos bisa marah kalau melihatmu ada di sini.

Tak mungkin memakai sepatu sobek. Aku sudah menjahitnya.

Kakak Pertama, apa kabar?

Ada apa kakak. Aku tak apa-apa.

Kau mau apa?

Akhirnya aku punya ide bagus untuk mengembangkan kung fu Shaolin.

Dengan bermain bola!

Tolong jangan ganggu aku!

Kau sudah cukup membuatku susah. Aku sudah dipecat.

Sekarang aku harus membersihkan WC untuk mengganti kerugian bos.

- Makanya aku ingin membantumu. - Tidak! Kubilang tidak!

Jika kau tetap memaksaku, seluruh keluargaku akan bunuh diri di hadapanmu.

Bunuh diri bukan cara yang bagus untuk menyelesaikan masalah.

Kuatlah! Jangan jadi pengecut!

Aku ini pecundang! Aku mohon jangan datang lagi!

Jika ingin membentuk tim, cari saudara yang lain.

Jangan ganggu aku! Kumohon padamu!

Kepala Besi? Tak ada harapan

Selamat pagi, Kakak Keempat!

Selamat pagi, Sing! Apa kabar?

Mari kuperkenalkan. Dia orang hebat, dia adalah...,

Senang bertemu denganmu!

Namaku Fung.

Aku tahu, Fung adalah pengusaha terkenal kelas atas.

- Kau lihat! Dia pebisnis sejati. - Fung adalah pelatih bola.

Pelatih bola!

Semua orang tahu Fung adalah sosok terkenal di lapangan bola.

Kau bekas pemain bola kaki, bukan?

Kau lihat! Aku benar. Apa kau sudah punya pekerjaan?

- Aku ingin kau bergabung dengan tim sepak bola. - Main bola?

Sudah enam bulan aku menganggur. Aku butuh uang

Dengarkan dulu! Kita akan mendaftar di Turnamen Nasional Sepak Bola.

Hadiahnya satu juta dolar.

Sungguh?

Dulu Guru minta agar kami mau menyebarkan kung fu Shaolin.

Sekarang, kalian beri ide kung fu dengan sepak bola.

Kalian gila mungkin kalian mabuk terlalu banyak

Akan kuhubungi kalau ada waktu luang. Ingat, sediakan tempat buatku.

Sahamku sekarang harganya jutaan dolar. Halo! Berapa harganya sekarang?

Hari ini supirku sedang cuti.

Mobilku baru kupinjamkan pada teman. Dan dompetku ketinggalan di kantor.

Maaf! Aku tak bisa makan siang denganmu. Aku sekarang terlambat.

Menyingkirlah kalian!

Kakak Ketiga, pikirkanlah! Kau bisa gunakan jurus untuk pertahanan belakang.

Kau gila

Aku tidak ambil resiko diturnament kenapa? karena ini mengerikan.

Kita tidak tau apa apa tentang sepak bola

Kita akan rugi, oke

Tidak ada pengalaman, kita belajar dibagi dengan resiko

kemungkinan menangnya adalah 0%.

Mungkin Mungkin juga salah

Baik. itu kenapa saya tinggalkan lihat kemungkinan

Cuma ada dua sisi, kepala atau ekor. Tak mungkin bisa berdiri di tengah.

Jadi kemungkinan berdiri di tengah adalah kosong

- Coba sini. - Menyingkir!

Aku sangat sibuk! Aku punya janji dengan klien.

Kami akan mentraktirmu makan siang

Omong kosong! Waktu adalah uang. Aku tak mau bicara denganmu

Tubuh Ringan. Shaolin tubuh ringan

Halo Mr, Wei

Kakak Kelima, kau tadi bilang soal sepak bola?

Ya, Kita bisa menggunakan keahlian kita untuk bergabung dalam sebuah tim.

Kekuatan kami tak akan terkalahkan.

Lupakanlah!

Lihatlah, ini aku dulu.

Sejak aku jadi begini, tak ada gadis yang mau padaku.

Kau tak akan mengerti.

Tinggalkan aku sendiri

Adik Keenam!

Kau harus percaya diri! Kau bisa melakukannya!

Semua orang memanggilku Babi Malas.

Cuma kau yang memanggilku Adik.

Terima kasih!

Babi Malas, bantu aku mengambilkan tisu dari atas rak ini.

Yang warna merah!

- Main bola? - Ya, Kakak Kedua!

Jika jurus Kaki Berkaitmu digunakan dalam pertahanan belakang,

Aku yakin, pertahanan tak akan terpatahkan! Benar!

Apa menurutmu aku masih bisa menggunakan jurus Kaki Berkait?

Tinggal berlatih sedikit saja.

Jika kau percaya diri, jurus Kaki Berkaitmu bisa kembali lagi.

Benarkah?

Aku pernah melihatmu membersihkan kamar kecil.

Dan sekarang jadi tukang cuci piring. Kenapa?

Kenapa katamu?

Aku juga tak tahu.

Kenapa ayahku bukan orang kaya, seperti Lee Ka Sing?

Kenapa aku botak, walau aku ini tampan?

Kalian tidak botak, tetapi jelek.

Kenapa disaat orang lain masuk sekolah aku malah dipaksa masuk sekolah kung fu,

dan sekarang jadi tukang cuci piring, juga membersihkan kamar kecil?

Tenanglah, Kakak Kedua. Masa depan adsa ditanganmu

Jika kau cukup berani, kau bisa mengubah nasibmu.

Tenang? Jika aku tidak tenang, kalian berdua sudah kubunuh!

Jangan buat stress

Kenapa kau cuma duduk saja? Kau tak mencium bau busuk?

Jika bau busuknya masih ada, kau harus membersihkan pakai lidah!

Lupakan saja! Saudaramu tidak bisa diharapkan.

Kita bisa cari orang lain untuk membentuk tim.

Semua ini salahku. Aku tak bisa membujuk mereka.

Tak apa! kau tahu, aku senang kau percaya padaku. Terimakasih.

Aku akan melatih kalian dengan intensif.

Agar kalian menjadi pemain bola profesional.

Kalian harus mengikutinya dengan serius, saling bekerja sama dan saling mendukung.

Aku mengerti! Mari mulai!

Dengarkan aku! Bagaimana sikapmu jika posisimu seperti aku?

Ya, tentu saja.

Aku ada telepon. Sebentar.

Bolanya sudah kembali!

Akhirnya kau kembali juga ya?

Kami sudah menunggu sampai satu jam!

- Kalian sedang apa? - Bermain bola!

Bolanya ada di sana!

Kemari kau!

Aku ingin lihat kau menendang bola.

- Bolanya ada di sana. - Ya. Bolanya ada di sana!

Kau tak bisa menjangkau bola. Bagaimana kau bisa menendangnya?

Ada empat teknik dasar dalam bermain bola: Menggiring, menghentikan, menahan, menendang.

- Aku mengerti! - Kau diam dulu!

Baik, kita mulai dari awal.

Giliranmu.

Tahan!

Perhatikan! Konsentrasi!

Ayo! Yang benar! Ya, kau bisa menggunakan tipuan.

Hampir berhasil. Itu tipuan yang bagus.

Lakukan tipuan lagi.

Fung, kenapa aku tak boleh ikut berlatih?

Walau kakimu sangat kuat, kau tak bisa mengontrolnya.

Bagaimana kalau kau tendang bolamu mengenai pesawat? Pesawat jatuh.

Kau sanggup menggantinya? Tidak.

Adik Keenam! Kupinjam telurmu!

Apa?

Jika kau bisa menendang telur ini tanpa pecah, kau bisa main bola.

Baik!

Lakukan lagi. Ini tidak mudah.

Sudahlah, telurnya sudah pecah!

Oh, tidak! Telurku!

Nanti akan kuganti!

Oh tidak! Kembalikan telurku!

Konsentrasi.

Telurku!

Tendang lagi!

Bagaimana dia bisa menendang bolanya?

Tendang lagi! Cepat! Kalian bisa jadi pemenang

- Hebat sekali! - Dia bisa melakukannya sendiri.

Tidak! Ini kerja sebuah tim. Tak mungkin satu orang bermain bola.

Latihan selama 30 menit Tak ada waktu istirahat.

Kita ikuti aturan internasional. Aku wasitnya.

- Ada pertanyaan?

Tak mungkin kami meragukanmu, dan kau telah membentuk tim untuk bertanding dengan kami.

Kami merasa terhormat bisa bermain dengan timmu!

- Dia Fung! - Salam, Fung!

Sudah, sudah.

Dia pernah bertengkar dengan beberapa anggota timmu.

Kuharap masalah di belakang bisa kita lupakan bersama

Ini pertandingan persahabatan untuk saling tukar kemampuan

Tak ada yg curang

Maaf Aku montir mobil.

Kunci Inggris ini sering kugunakan untuk menahan baut yang besar.

- Masuk akal bukan? - Ya, ya.

Baik, baik. Reputasi timmu, sangat terkenal di dalam lapangan sepak bola amatir.

Aku mengerti.

Terimakasih atas pengertiannya.

Persiapkan diri kalian untuk bertanding. Silakan berjabat tangan.

Tolong!

Kakak Ketiga!

Menghubungi pusat komando militer, kami sedang diserang. Meminta bantuan!

Meminta bantuan!

Berdirilah.

Berdiri! Cepat berdiri!

Cepat!

- Kau sedang apa? - Mereka curang.

Kenapa kau tidak menghentikannya?

Apa artinya? Kau ingin kami bunuh diri?

Kau! Keluar!

Kau sinting?

Ini ujian.

Jika kalian tidak mampu bertahan, tak mungkin bisa main bola.

Kita cuma bermain bola. Kita tidak bertarung.

Permainan bola adalah pertarungan.

Aku menyerah!

Aku menyerah!

Jika kau cukup berani menantang kami bermain bola, kenapa menyerah?

Apa nyalimu sudah ciut?

Aku tak tahan lagi. Tulangku serasa patah.

Aku menyerah!

Biarkan aku pergi ke dokter.

Masukkan dalam kepalamu!

Apa kau tak punya harga diri? Aku tak mau melihatmu.

Cepat masukkan ke kepalamu lalu pergilah ke dokter.

Mereka sudah kembali.

Apa?

Aku merasakannya, kemampuan mereka sudah kembali.

- Apa kita masih punya senjata? - Tidak!

Serangan terakhir!

Ya ampun! Padahal sedikit lagi gol!

Tolong!

Terimakasih! Karena kau kung fu kami kembali lagi.

Selamat datang kakak. Terimakasih!

Tunggu dulu.

Aku yang seharusnya berterimakasih.

Oh Tuhan! Aku akan kaya! Terima kasih!

Kami memang bersalah.

Tolong beri kami kesempatan. Kami ingin bergabung!

Kumohon! Beri kami kesempatan. Beri kami kesempatan.

Ini kemajuan yang sangat besar.

Tim Siluman bisa menjadi tim nomor satu di dunia.

Siapa?

Si pincang?

- Kenapa tidak? - Maaf.

Aku sudah bermain bola belasan tahun, kau mau melarangku?

Kaki Emas! Kau mau apa?

- Hung ! - Hung, dia...

Baik.

Hung, timku ingin mendaftar di pertandingan ini.

Ini pertandingan terbuka, siapapun boleh mendaftar.

Kau salah.

Aku pimpinannya.

Aku yang memutuskan bisa atau tidak.

- Kau mengerti? - Ya.

Apa nama timmu?

Ayo!

Perkenalkan Hung.

Hung!

Ini kah tim kamu?

Aku ingin melihat mereka bermain.

Apa nama timnya?

Shaolin.

Baik.

Kau boleh mendaftar. Aku ingin melihat mereka bermain.

Kau boleh mendaftar dengan gratis.

- Terimakasih! - Tak apa.

Si Pincang ini sahabatku.

Hai!

Kau mau apa?

Aku mau pulang.

- Kenapa kau lama sekali? - Maaf, kumohon sebentar saja.

Coba ini.

Tidak. Aku cuma mau melihat-lihat saja.

Pegang saja.

Nanti kotor.

- Tak masalah. Ayolah. - Tidak.

- Pegang saja. - Tidak.

- Bagaimana menurutmu? - Lembut sekali.

- Nanti akan kubelikan. - Memegang saja sudah cukup.

Besok aku mau bertanding bola.

Benarkah?

Nanti aku pasti akan jadi pemain bintang.

Dan jika kau tidak memperbaiki sepatuku...

mungkin aku tak bisa bermain bola.

Kau tahu, kau sangat penting bagiku.

Katakan saja keinginanmu.

Aku pasti bisa membelikan apa yg kamu mau

Jika kau sudah kaya dan terkenal, belikan aku sepatu kets.

Kau bisa minta lebih dari itu

Pertama kau gadis yg cantik, kau tahu itu

Dan kau ini gadis yang pintar kung fu.

Jangan biarkan rambutmu tergerai dan menutupi wajahmu seperti itu.

- Ayo, lihat aku. - Tidak.

Lihat aku!

Lihat. Cantiknya!

- Itu lalat? - Ya, tapi tak berhasil kutangkap.

- Sudah tertangkap? - Sudah.

Maaf. Tanganmu jadi kotor.

Tak masalah.

Kau tahu, kau ini wanita paling cantik.

Kau tahu itu?

Ya.

Terima kasih! Terima kasih banyak! Kau tahu itu?

Dari mana saja kau?

Kuizinkan kau membawa gadis kemari karena kau janji akan membantuku membersihkan toko.

Cepat! Jika pekerjaanmu tidak siap, kau bisa bermasalah.

Pulanglah. Nanti kuhubungi lagi.

Ingat! Kau harus percaya diri. Kau wanita hebat.

- Aku suka kaosmu. - Aku juga suka kaosmu.

- Nanti kita tukaran kaos. - Bagus.

Kalian pernah mimpi dapat kesempatan ini?

Bermainlah seperti yang kita jalani di latihan.

Ada banyak wartawan dan penonton di luar sana. Kalian harus tetap tersenyum.

Kalian juga harus memberi salam dan berterimakasih kepada dukungan penonton.

Terima kasih!

Terima kasih atas dukungannya! Terima kasih!

- Mereka hanya tukang sapu. - Tukang sapu juga penonton.

Terima kasih!

Diamlah!

Gelanggang ini kecil dan kosong.

Ini kan ronde awal.

Jadi kita harus bermain bagus agar bisa sampai ke final.

- Bagus! Mari kita menuju final! - Diamlah!

Tim Shaolin?

Lihat dia!

Lihat yang itu!

Kenapa?

Tak boleh merokok?

Apa yang terjadi?

Tak mungkin! Ini pasti bayangan saja!

Apa yang kau lakukan?

Tak apa, ini cuma bayangan saja.

Kita harus mengeluarkan kemampuan kita yang sebenarnya.

Baik!

Kenapa?

Tolong jangan bermain seperti ini! Aku ingin bermain bola!

Hung, ada telepon.

Aku tak takut. Ini cuma bayangan saja.

Apa? 40 - 0 ?

Ya!

Kepala Besi mencetak gol!

Ya, kami memakai kung fu untuk main bola.

Kung fu memang hebat, luar biasa!

Kami ingin mengucapkan terima kasih pada Guru Shaolin kami. Walau dia sudah wafat.

Aku juga ingin mengucapkan terimakasih, kepada sahabat baikku, Mui.

Mui, apa kabar?

Apa kau sudah makan?

Hai! Bisa kubantu?

- Aku mau... - Aku mengerti.

Mari kubuat cantik.

Bisa tunjukan kemampuanmu?

Silakan, Adik Keenam.

Hebat!

Bisa tunjukkan lagi?

Tentu!

Saudara, mulai sekarang kita ucapkan selamat tinggal pada sepatu tua kita

Hei.. kalian nanti merusak meja! Maaf.

Mui?

Ini aku...

Wah.. kau kelihatan berbeda malam ini..

Bagaimana menurutmu?

Aku tahu ini kamu.

Apa kau suka ini?

Sekarang bukan Hallowen, jadi kau tidak bisa menakutiku dengan dandananmu

Ayo..., jangan memujiku... terimakasih.

Tak apa Ini untukmu.

Terimakasih.

Kukira... kamu...

Aku merasa berbeda sekarang.

Benar.

Aku lihat kau sudah percaya diri sekarang. jadi aku senang.....

Aku ingin mengatakan sesuatu.

Apa?

Aku suka padamu!

Aku juga suka padamu!

Apakah ini cinta?

Kau...

Kau bercanda. kan??

Tidak. Aku serius.

Tentu saja ini bukan cinta.

Kau sahabatku, dan aku berharap bisa selalu menjadi sahabatmu

Terus???

Jika sepatumu robek, aku bisa menjahitkannya lagi.

Tidak perlu. Jika sepatuku robek, Aku bisa menjahitnya sendiri

Kita harus melihat masa depan. Aku tak mau memakai sepatu robek lagi.

Hai.. Kau menangis?

Jangan buat begitu.. oke

Aku mengerti.

Sampai jumpa

- Mari minum! - Mui, kau cantik sekali.

Bersulang!

Setelah kita menang, kita akan menuju final.

Kita ke final!

- Kita buat lawan menyerah! - Buat lawan menyerah!

Kami tim yang hebat.

Kami tak akan membiarkanmu menuju final.

Ya ampun! Kenapa bisa?

Apa itu spesial efek?

Berhenti sebentar! Terima kasih!

- Mui! - Dia sudah mati!

Mengapa bisa terjadi?

Karena aku membunuhnya! Ga mungkin!

Mui ahli Tai-Chi. Kau pasti membunuhnya ketika dia tidur

Kau mau apa?

Balas dendam!

Jangan konyol! Aku cuma bercanda!

Dia masih hidup. Tapi sudah tidak bekerja di sini lagi.

Kenapa ?

Sejak dulu toko ini selalu menjual mantao yang manis dan lembut.

Tapi sudah beberapa hari ini...

mantao yang dibuatnya terasa asin. Dia sudah menghancurkan usahaku.

Asin?

Ya.

Siapa namamu? Boleh kubantu?

Tidak, terima kasih.

Cepat berangkat!

Bos, berapa gol yang kau harapkan hari ini?

Mencetak gol bukan satu-satunya cara untuk menang.

Aku punya ide bagus untuk menang.

Tak mungkin.

Lihat, latihan khusus membuat semua orang panik

- Bagus! - Hebat!

Bagus sekali!

Apa kau sudah gila! Dia pasti sudah disogok.

Bagaimana itu bisa dianggap lemparan ke dalam?

Hung, kau bertarung atau bermain bola?

Kami bertarung. Mau apa?

Aku mau mematahkan semua kaki pemainmu agar mereka semua lumpuh.

Lumpuh! Lumpuh! Lumpuh! Beraninya melawan aku.

Menyebar! Ini giliranku.

Adik Keenam!

Kenapa tidak kau hentikan? Semua pemainnya cedera.

Sekarang giliranku!

Hentikan!

Pemainmu tak mau bermain lagi.

Siapa yang melakukannya?

Ada yang melihatnya?

Pukul wajahku kalau berani!

Celaka.

Ternyata mereka mempunyai kungfu

Kita tak pernah dapat lawan menyakitkan sebelumnya

Aku tahu kalau mereka bakal bermain curang.

Ini tak masalah, tapi tak kukira sampai seburuk ini.

Oh, Tuhan saya lupa rumahku kebakaran, aku harus ke sana!

Ibuku akan melahirkan! Aku mau mengurusnya.

Bisa suruh tunggu sampai permainan selesai? Kau tak boleh menyerah!

Mereka tidak bermain bola. Mereka ingin membunuh kita!

Kumohon. Jangan pergi!

- Aku juga mohon padamu. - Biarkan aku pergi.

Cukup!!!!

Ya, dia benar! Kita harus menghentikannya

Kita harus tetap bersama sama. Itulah semangat kungfu

Pemain kita tinggal delapan.

Jika ada yang terluka lagi, kita gagal.

Kita harus mencoba tendangan maut. Ayo mari kita lakukan

Pertahanan Shaolin Lou Han!

Pertahanan?

Menahan tendangan saja tak bisa!

- Kau tak apa-apa? - Aku baik-baik saja!

Chun! Ini Tin

Ya.

Aku sudah lama memendam perasaan ini bertahun tahun, saya pikir sekarang...

Chun, aku mencintaimu!

Ini bukan Chun. Ini Chaw

Oh, maafkan Chaw, hanya tolong sampaikan padanya, dari lubuk hatiku

Saudara! Ayo!

Apa yg terjadi???

Hei...mereka datang.. Jaga jaga...

Awas! Hati-hati!

Oh... Aku tak percaya ini...

Cepat! Jangan pura-pura cidera! Bangunlah!!

Kau pintar sekali! Aku memang tak apa-apa.

Gunakan serangan terakhir! Waktunya hampir habis!

Serangan terakhir? Apa itu ??

Kita habisi dia

Tak ada gunanya bagi kalian, untuk mengulur-ulur waktu.

Tim Shaolin. Timmu tinggal bertujuh.

Kau tahu aturannya. Jika kau tak punya pemain cadangan,

permainan akan kuhentikan dan kalian dinyatakan kalah.

Ada pemain cadangan?

- Selamat. - Terima kasih.

Tunggu Aku...

Aku pemain cadangannya.

Aku penjaga gawang.

Kenapa kau berdandan seperti alien?

Aku tak tahu cara memangkas rambut. Jadi sekalian kucukur habis.

Untuk apa?

Aku mau membantumu.

Apa kau bisa main bola??

Kembalilah ke planet Mars. Planet bumi sangat berbahaya.

Aku ingin membantumu. Percayalah!

- Biar kucoba dulu! - Tak mungkin!

Kau tahu, sepatumu sudah rusak.

Pakai ini saja.

Sebelah sana.

Ayo!

Bagus!

Hati-hati!

Kenapa? Apa yang terjadi?

- Bos, hati-hati jatuh. - Sialan kau!

Bos! Bos!

Tim Shaolin memenangkan kejuaraan.

Tim Siluman ternyata menggunakan obat doping permanen.

Pemimpin Hung dipenjara selama 5 tahun.

Tunggu! Berhenti!

Hentikan bus nya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.