All language subtitles for Mr. Sunshine E24 END.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"

"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"

"Episode Terakhir"

Fotografer hari ini adalah cucu Kim Hyeon-seob...

"Lee Ji-Yong Satu dari Lima Pengkhianat 1905"

...mantan menteri di istana.

Tuan Kim Hyeon-seob?

Kenapa keturunannya melakukan pekerjaan rendah seperti ini?

Pria harus meraih ketenaran di dunia ini.

Bagaimana bisa kakekmu beristirahat dengan tenang?

Kehormatan lebih besar apa lagi selain memotret orang-orang

yang mencetak sejarah?

Potret ini akan dilihat oleh seluruh keturunan Korea,

jadi, aku akan berusaha semampuku.

Itu sudah jelas.

Ini untuk buku sejarah, jadi, lakukan dengan bagus.

Kalau begitu, mari berfoto.

Ya, kalian harus diingat selamanya.

"Anggota Pasukan Kebenaran"

Sudah kuduga ada yang ditembak saat minum di ruangan ini.

Aku merebut Hwawollu untukmu.

Ada sedikit darah di sini, tapi itu darahmu.

- Tidak perlu imbalan. - Sedikit darah?

Sebenarnya itu genangan.

Hentikan tembakan!

Tandunya kosong!

Sial!

Jalan!

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Kau tak akan perlu menunggu lama.

Aku akan segera menyusulmu.

Kenapa tak bawa apa-apa?

Di mana wanita itu?

Kami mengikuti tandunya,

tapi tak ada senjata dan hanya orang tua.

Dasar bodoh!

Justru itu alasan jangan datang dengan tangan kosong!

Seharusnya bawa mayat atau taruh senjata pada mereka

agar mereka seperti mafia!

Semua, ikut aku!

- Ya, Pak. - Ayo!

Bu!

Bu!

- Astaga. - Bangunlah.

Dia masih hidup.

Ayo, bangunkan dia.

Bangunkan dia.

Astaga.

Bu...

Bu.

Bu...

Apa yang terjadi?

Kenapa kau di sini?

Nona.

"Nona"?

"Nona"?

Seharusnya kau di markas.

Seharusnya kau tetap di sana.

Aku ingin semuanya hidup.

Aku ingin semua orang di gunung

dan Nona selamat dari ini...

Jangan bicara.

Bayi yang menangis

di tengah hujan itu...

datang ke pelukanku.

Dia melangkah kali pertama

dan memberikan senyum menawan.

Menemani dan menjaga Nona...

menjadi tujuan hidupku.

Dan aku...

rela mati demi mewujudkannya.

Setelah melihat wajah Nona,

aku akan...

mengepakkan sayapku dengan mudah

dan menari seperti...

Jangan, kumohon!

Orang-orang Jepang itu kembali.

Para bajingan itu.

Lindungi Nona.

Minggir.

Kalau tidak, kutembak.

Minggir!

Joseph,

rakyat Joseon sama sekali tak berubah.

Musuh masih berusaha keras melawan.

Bahkan di hadapan kekalahan,

meski di ambang kekalahan...

tidak ada seorang pun yang melarikan diri.

Walau mereka dipojokkan

kekuatan militer pasukan kami...

musuh terus bangkit,

bangkit dan bangkit lagi

di bawah panji perang jenderal mereka.

Menolongnya

tak akan menyelamatkan Joseon.

Aku harus menolongnya.

Karena kelak...

dia bisa menjadi sepertiku.

Negara...

yang dilindungi wanita itu dengan nyawanya...

sekarang

berbalik melindungi dirinya.

Kita pergi.

Orang-orang ini akan dibinasakan oleh Kekaisaran Agung Jepang.

Jalan!

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Sepertinya aku akan butuh kuda.

Pasukan Jepang punya banyak kuda.

Siapa kalian, Berengsek?

Kalian ingin mati? Minggir!

- Aku akan ambil yang kiri. - Aku yang kanan.

Mereka bilang apa?

Aku tak berniat membunuh,

tapi kondisiku sedang buruk.

Kau mau tembak?

Jangan menembak lagi malam ini.

Lagi pula, aku lebih cepat.

- Angkat tangan. - Baik.

Turun.

- Hei, kemari. - Apa ini?

Segera laporkan!

Ayo. Aku akan mengantarmu.

Aku pergi sendiri.

- Mungkin ada pos jaga. - Karena itu kau harus di sini.

Jaga keselamatanmu

sebagai orang Amerika.

Bersamaku berbahaya.

Mereka tidak seharusnya...

mati karena tujuanku.

Kini aku takut menyaksikan kematian lagi.

- Jadi... - Kau seharusnya mempersiapkan diri.

Kau seharusnya sudah siap

menyaksikan kematian.

Seperti inilah perang.

Kau tahu harus pergi ke mana?

Markas kalian mungkin sudah pindah.

Ada titik pertemuan.

Pergilah ke sana dengan selamat.

Jangan khawatirkan mereka.

Banyak yang bersedia membantu.

Aku akan urus pemakaman mereka.

Perlakukan mereka dengan baik.

Dahulu aku lebih cepat dan kuat.

Kau tak bisa hentikan waktu.

Kita tak boleh

ketahuan menyalakan api, jadi, jelai mentah akan disajikan.

Beri makan anak-anak setelah merendamnya di air.

Lihatlah kita.

Kita lari menyelamatkan diri, tapi diburu seperti kelinci.

Kurasa nona bangsawan itu hanya membawa kaumnya dan pergi.

Hentikan bualanmu dan makan saja.

Kita selamat hari ini, tapi siapa yang tahu nasib selanjutnya?

Jujur saja. Jika seperti ini,

kita tak bisa selamatkan negara.

Dasar cerewet.

Berhentilah berpikiran negatif.

Menyelamatkan Joseon butuh waktu.

Kalau tidak bisa dalam semalam,

kita bisa terus coba.

Bagaimana kita bertahan dengan perbekalan ini?

Apa kau buta?

Kita bukan bertahan. Kita menjalani hidup.

Seperti mereka.

Kenapa kau lebih payah dari anak-anak itu?

Aku sudah menyelesaikan misiku.

Melihat kalian semua selamat,

misi terakhir mereka...

pasti telah sukses.

Tidak ada satu pun...

yang selamat.

Nona harus tegar.

Inilah orang-orang yang mereka selamatkan.

Sekarang giliran kita melindungi mereka.

Aku paham,

Kapten.

Sial.

Aku sangat ingin daging kuda.

Beristirahatlah dengan tenang.

Kalau kalian kebetulan

bertemu ibuku di sana...

tolong berikan ini kepadanya.

Lima hari...

Tentara Jepang memfitnah enam warga Korea yang tak bersalah sebagai mafia

dan menembak mereka.

Setelah mereka mengambil alih Undang-undang Korea,

mereka tak akan menghentikan kezalimannya.

Wahai 20 juta rakyat Korea,

aku tahu kalian ketakutan, tapi kita harus melawan.

Seperti guntur dan badai.

"Seperti Badai!"

Tuan Kim,

Anda yakin mau membagikan ini?

Jepang memperketat undang-undang pers saat ini.

Pemilik Daehan Daily mungkin akan diusir

meski orang Inggris.

Begitulah takdir orang-orang

yang menyampaikan kebenaran.

Tapi jangan khawatir.

Ini sebabnya

aku tak pernah menamai koranku.

Astaga.

Aku bahkan kagum dengan prediksiku yang luar biasa.

Aku meratapi

betapa optimisnya Anda.

Aku kenal para pelajar yang memberontak.

- Jangan cemas soal distribusi. - Aku pasti memilih karyawan yang tepat.

Dan aku memilih tempat kerja yang salah.

Kalau begitu, aku permisi.

Ini...

Lihat siapa yang datang.

Kamar 304.

Kau kembali.

Aku kemari mengambil titipanku.

Karena ini,

aku bahkan tak bisa menjual negaraku.

Terima kasih.

Di mana pemilik tempat ini?

Kurasa mereka membantu si Pemilik Hotel.

Mereka cuti untuk sementara.

Kau memberiku benda berharga

hanya untuk menyimpan barangmu.

Aku hanya mendukungmu.

Ini bayaranku.

Di tangan Jepang, ini daftar penting.

Tapi di tanganmu

akan tercatat di dalam sejarah.

Nilai jualnya tinggi,

jadi, pilihlah dengan bijak.

Aku harus mentraktirmu minum.

Apa kau...

akhirnya mentraktir?

Aku kenal bahu itu.

Apakah dia...

Ternyata Gu Dong-mae!

Apa hanya ini bar di kota?

Kau juga kembali.

Aku senang melihatmu lagi.

Kau tak sesenang ini saat melihatku.

Aku dengar rumornya.

Gu Dong-mae kembali dan merebut Jingogae dan Hwawollu!

Aku yang merebut Hwawollu.

Kenapa tak beristirahat?

Sepertinya kau lebih rajin dari perkiraan.

Pelayan, bawakan kami minuman!

Yang mahal!

Aku yang traktir, jadi, habiskan.

Kau akhirnya mentraktir?

Keluarkan dompetmu.

Dia selalu mabuk lebih cepat dan pergi.

Sepertinya ada kesalahpahaman.

Aku bukannya tak ingin mentraktir minuman.

Uang bukan masalah.

Lalu apa?

Kalian berdua tak ada.

Aku menunggu rekan seperjuangan.

Sebagai rekan seperjuangan,

mari kita mengangkat gelas bersama.

Mari.

Bersulang!

Sekarang aku bingung.

Kukira kalian akan mengeluarkan pedang dan pistol lagi,

tapi kalian mengangkat gelas kali ini.

Kalau begitu, mari lakukan sekali lagi.

Bersulang.

Kata-kata bahasa Inggris pertama yang dia pelajari

adalah gun, glory, dan sad ending.

Jalan kami mungkin berbeda,

tapi takdir kami adalah bersama.

Edisi spesial!

Edisi spesial!

Langkah kami adalah cerminan diri kami.

Artikel yang ditulis bukanlah wasiat.

"Kepala Editor Kim Hui-Seong"

Opium yang merasuki tubuh seseorang yang hancur

di dalam sisa-sisa hidupnya.

Bendera Korea yang diberikan kepada seorang pria

yang dahulu adalah orang asing.

Akankah tujuan akhir kami

berada di antara kemenangan

dan akhir menyedihkan?

Mungkin kami tak tahu kapan harus berhenti

atau tak punya alasan berhenti.

Mungkin...

ini adalah patriotisme.

Ini malam musim panas yang gerah

yang mengembangkan persahabatan yang sebelumnya tidak nyata.

Lebih dari ribuan ucapanku,

satu kalimat dari koran ini

membangkitkan semangat rakyat Korea.

Tuan, koran ini tak punya nama

dan dibagikan di tengah malam...

Maksudnya, kau tak mau selidiki?

Atau kau tak bisa?

Yang Mulia, bagaimana kalau melawan hasutan dengan hasutan?

Kita harus sebar poster buronan mafia

dengan imbalan yang besar di pasar.

Imbalan?

Siapa pun yang melihat mafia ini

bisa lapor kepada Jenderal Residen dan Kepolisian Jepang untuk hadiah.

Lima puluh won untuk nama dan lokasi markas mereka.

Seratus won untuk siapa pun yang menangkap mereka.

Seratus won?

Cukup untuk mengubah hidup kita.

Perlu kita buru mereka?

Itu uang yang banyak.

Masing-masing senilai 100 won!

Kakak perempuan Do-mi, Su-mi, ada di istana.

Si Pemilik Hotel meminta Raja untuk mengurusnya.

Tapi gadis itu...

ingin ikut Pasukan Kebenaran.

Kau tahu, istana lebih aman.

Aku akan menghubungimu.

Lalu kau akan membantunya pergi.

- Itu utangku. - Sebanyak ini?

Ini terlalu banyak untuk sepotong permen.

Sengaja kutambahkan lagi.

Aku tak butuh uang lagi.

Ambil saja

dan berdaganglah di sini untuk waktu lama.

Kau sudah bangun?

Aku cukup yakin

tadi aku ada di jalanan.

Sulit menggendongmu ke sini.

Kau menyeretku ke sini atau apa?

Punggungku sakit.

Kau muntah banyak darah. Apa itu tidak masalah?

Berpura-puralah kau tak lihat apa-apa, Tuan.

Terlambat, aku sudah melihatnya.

Aku sudah mengganti perbanmu.

Untuk lukanya...

aku tak bisa mengobatinya.

Terima kasih, Tuan.

Hari ini, aku tak bisa mati walau ingin.

Sekarang tanggal 15.

Jaga dirimu.

Kau juga.

Hati-hati.

Kondisiku sendiri kacau,

tapi aku mencemaskan keselamatanmu.

Aku serius.

Seharusnya aku membencimu,

tapi aku malah makin menyukaimu.

Eugene Choi?

Aku Frederick Arthur McKenzie.

Aku koresponden perang Daily Mail dari Britania Raya.

Aku mau minta tolong.

Aku Eugene Choi.

Mau minta tolong apa?

Aku mencari Pasukan Kebenaran Joseon

untuk meliput cerita mereka, tapi tak bisa kutemukan.

Seseorang bilang kau bisa hubungi mereka.

Siapa yang bilang?

Tak ada alasan membantumu.

Kalau kau tanyakan itu, dia juga menyuruhku bilang,

"Bagaimana pikniknya, Eugene?"

Aku akan berpiknik lagi ke Joseon.

Semoga berhasil, Eugene.

Luar biasa.

Kenapa kau mudah menemukan mereka?

Aku mencari Pasukan Kebenaran berbulan-bulan.

Apa kau anggota mereka?

Bukan.

Aku hanya orang asing

yang melewati Joseon.

Aku hanya mengantar. Kembalilah melewati jalan yang sama.

Tidak akan ada bahaya.

Bahaya?

Orang asing ini koresponden koran.

Dia mau mewawancarai.

Mewawancarai kami?

Itukah alasannya?

Kau berani mengekspos lokasi kami untuk hal itu?

Ya, demi kebaikan kalian.

Kalian bersembunyi sekarang

sementara musuh

sibuk melakukan perbuatan jahat mereka.

Negara lain tak tahu perjuangan kalian

atau situasi menyedihkan yang menimpa negara kecil ini.

Mengekspos situasi kalian saat ini pada negara lain

akan sangat membantu.

Mudah bagi orang asing mengatakan itu.

Kalau mau bantu, angkat senjata.

Maaf, aku tak bilang dari awal.

Aku yang suruh dia membawanya kemari.

Aku setuju dengannya.

Dunia tak peduli

apa yang terjadi di negara kecil ini.

Tapi kita harus ceritakan.

Mari beri tahu dunia tentang langkah berani kita

untuk merebut kembali kedaulatan Joseon.

Aku mau.

Empat hari yang lalu, ada pertempuran

di desa sana.

Kami membunuh empat tentara Jepang

dan kehilangan dua rekan.

Tiga orang terluka saat bertempur.

Apa kalian berpikir bisa menang melawan Jepang?

Kami, anggota Pasukan Kebenaran sangat berani,

tapi kami tak punya banyak senjata. Senapan tua kami sering macet.

Kami juga kekurangan peluru.

Kami tahu

kami akan mati kalau melanjutkan perjuangan ini.

Tapi kami tentunya benci hidup sebagai budak Jepang.

Lebih baik kami mati sebagai orang bebas.

Wartawan, kau orang asing.

Tak bisakah kau membeli senjata tanpa diketahui oleh Jepang?

Tolong belikan senjata untuk kami.

Kami akan bayar.

Maaf. Sayangnya, aku...

Sayangnya, aku ini koresponden perang.

Jadi, aku tak bisa menolong kedua pihak.

Tapi...

aku ingin memotret kalian hari ini.

Kami berterima kasih orang asing mau kemari

untuk mempelajari situasi kami,

Pasukan Kebenaran, saat ini.

Beri tahu dunia apa yang kau lihat.

Ceritakan situasi kami.

McKenzie,

kau boleh memotret kami.

Mungkin ini satu-satunya

foto Pasukan Kebenaran.

Mungkin ini satu-satunya foto Pasukan Kebenaran.

Terima kasih.

Aku akan membalas kebaikanmu.

Baru saja kau balas.

Baru saja?

Aku bisa lihat senyuman itu,

jadi, kita impas.

Aku bertaruh nyawa untuk sepatumu itu.

Jadi, awalnya seperti itu untukmu?

Agak terlambat.

Aku harus kembali turun.

Rekan-rekanku menunggu.

- Tunggu sebentar. - Tidak usah.

Tunggu di sini.

Bos...

Aku akan pergi.

Bukan itu.

Aku datang untuk membayar.

Tidak kusangka akan melihat Nona.

Nona tak datang di tanggal 15.

Ini hari terakhir.

Utang Nona sudah lunas.

Nona tak perlu ke sini lagi.

Kau berencana pergi?

Ke mana?

Aku akan membantumu.

Nona tak bisa membantuku.

Aku dengar kau sedang sakit.

- Biarkan aku membantu. - Haruskah aku masuk tandu Nona lagi?

Kali ini,

aku menolak, Nona.

Pada saat aku bergabung dengan Perkumpulan Musin,

takdirku ditentukan seperti ini.

Kalau aku masuk tandu Nona,

Nona juga akan dalam bahaya.

Biar aku saja yang diburu.

Nona harus...

terbang tinggi sekarang.

Label "bangsawan bodoh dan manja" itu.

Tahukah kau betapa itu sangat menghantuiku?

Semua yang di baris depan, bersiaplah menembak.

Katakan "dor" saat kubilang "tembak".

Bidik. Tembak.

- Dor. - Dor.

Bagus.

Ayo, coba lagi.

Kenapa harus dua tim?

Hanya ada satu senapan.

Karena kita kekurangan senapan.

Kalau penembak tewas,

yang lain harus mengambil senapannya dan bertempur.

Ini dana perang dari seluruh negeri

dan ini surat dari Provinsi Gyeongsang Selatan.

Atas nama 20 juta rekan senegara,

kita harus menyingkirkan mata-mata.

Kalian salah sangka.

Aku rasa tidak.

Surat ini jelas menyatakan kenapa kau harus mati.

Dia berani bawa tentara Jepang ke sini.

Ayo, kabur.

Tidak bisa.

Chun-sik.

Kita adalah legenda.

Suara tembakan di sini

akan membuat para cendekiawan di atas tahu harus kabur.

II-sik, mereka akan menembaki kita

walau kita kabur.

Benar.

Kita tahu jalan di sekitar hutan.

Ayo.

Di sana!

Semua penembak, siaga. Sisanya kemasi barang-barang.

- Ya! - Ya!

Kami harus berpindah markas lagi.

Sketsa wajah kalian semua ada di jalanan.

Mereka bahkan menawarkan imbalan besar.

Karena itu aku ingin bertemu denganmu.

Aku mau minta tolong.

Ini tak bisa dilakukan rakyat Joseon.

Kau sempat mau bunuh aku karena bukan orang Joseon.

Kau sangat berbeda sekarang.

Ini dana perang yang kami kumpulkan dari seluruh negeri.

Kau memberiku ini supaya aku bisa pergi?

Astaga, kau sendiri mau pergi?

Apa yang bisa kulakukan?

Kami harus beli tiket kereta.

Destinasinya adalah Pyongyang.

Kami butuh banyak tiket.

Kalau orang Joseon yang beli, akan dicurigai.

Kami butuh sebanyak 12 tiket.

Untuk siapa?

Yang harus hidup akan pergi.

Anak-anak, wanita,

anak muda,

dan Nona Ae-sin.

Masa depan Joseon.

Hei, Ishida.

Terima kasih sudah menyambut kami.

Kalian terlambat sehari.

Aku menunggu

selama sepuluh hari.

Cuaca sedang buruk.

Kapal tak berangkat tepat waktu.

Apa surga membantuku?

Atau Yang-hwa?

Hei.

Bawa kemari.

Dia mencarimu

di daratan utama.

Aku harus memuji kesetiaannya kepada bosnya.

Dia sangat mengkhawatirkanmu.

Berkat aku, kalian bertemu lagi seperti ini.

Ini pasti

hal terakhir yang harus kulakukan

di negeri Joseon ini.

Yuzo.

Aku masih bisa...

menebas orang dengan pedangku.

Satu lagi dari kalian...

Dasar...

Satu lagi!

Label "bangsawan manja dan bodoh" itu.

Tahukah kau betapa itu sangat menghantuiku?

Jadi,

aku ini pecundang.

Aku berharap Nona akan melupakannya,

tapi mendengar Nona sangat tersakiti karenanya

membuatku berpikir

andai aku bisa dikenang walau hanya sebentar dalam hidup Nona,

kurasa

sudah cukup bagiku.

Ayo, kita hancurkan Joseon!

- Ya, Bos! - Ya, Bos!

Maksudmu, Manchuria?

Song Yeong dan Tuan Lee Jeong-mun membeli senjata setahun terakhir ini.

Kami memindahkan senjata itu ke Manchuria.

Kami berencana membawanya ke Joseon,

tapi karena Pakta Rusia-Jepang,

Jepang kini menguasai bagian selatan Manchuria,

artinya kita tak bisa lakukan rencana itu.

Karena itu, kita harus pergi ke Manchuria.

Senapan lontak satu-satunya yang bisa kita pakai saat ini.

Kalau hujan seperti ini saat bertempur,

kita semua akan mati.

Jadi, kita harus memperkuat diri untuk hal yang menanti kita.

- Baik. - Baik.

Agar semua berjalan efektif, kita harus dibagi dalam peleton.

Kalian akan jadi Peleton Satu.

Sang-mok, kau akan jadi kapten.

Ya.

Astaga, aku belum pernah jadi pemimpin selama hidupku.

Baik.

Kalian Peleton Dua. Mu-geol akan jadi kapten.

Baik, Pak.

Terakhir, Peleton Tiga. Go Ae-sin akan jadi kaptennya.

Ya.

Aku dapat tiket kereta.

Peleton Tiga akan pergi lebih dahulu beberapa hari lagi.

Kalian akan naik kereta ke Pyongyang.

Dari sana menuju Sinuiju melalui rute darat.

Saat tiba di Sinuiju, seberangi Sungai Yalu

dan tiba di Manchuria.

Perjalanan ini tak akan mudah.

Sebagai kapten, kau harus memastikan semua sampai dengan selamat.

Setibanya di sana,

Tuan Lee Jeong-mun dan Song Yeong akan menunggu kalian.

Baik.

Jun-yeong dan Jin-guk, pergilah ke kota malam ini

dan ambil seragam militer Jepang.

Saat dengar kabar kami,

pergilah ke stasiun kereta dan siaga.

Bantu para rekan kita memastikan semua

- bisa naik kereta. - Ya, Pak.

Peleton Satu dan Dua, kalian akan menyusul.

Tentara yang dibubarkan menghubungi kita.

Peleton Satu dan Dua akan bertemu dengan mereka

dan pergi ke Pyongyang lewat rute darat.

- Aku lapar. - Astaga, Nak.

Kau tak akan lapar kalau tidur. Tidurlah.

Tidurlah.

Tidak usah.

Kita, orang dewasa, selapar anak-anak.

Benar,

tapi anak-anak yang lapar akan menjadi salah orang dewasa.

Ini kuberi sebagai permintaan maaf.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Katakan, "Terima kasih." - Terima kasih.

Kau lapar, 'kan? Makan ini.

Ini milik Joseon.

Kukembalikan kepada pemiliknya.

Peleton Empat akan dipandu oleh orang asing ini.

Total anggota, satu. Aman. Jumlah saat ini, satu.

Anggota Satu. Sekian.

Apakah karena bendera ini hadiah dari Yang Mulia?

Luar biasa.

Astaga.

Astaga.

Kau dalam masalah.

Kau membuat cap tangan. Kau tahu itu apa?

Ini sumpah untuk menjadi pejuang. Kau mau menjadi pejuang?

Ya.

Bahkan bocah itu ingin jadi pejuang.

Kita akan merebut Joseon.

Perlu aku ikut juga?

Ada yang punya tinta?

Kau bisa pakai ini!

Aku mewarnai kuku dengan balsam.

Walau aku akan mati, aku ingin tampak cantik saat itu terjadi.

Berikan.

Aku belum pernah melihat pria melakukan ini.

Pria kenalanku ini melakukannya.

Aku jadi wanita besok.

Jangan terpukau oleh kecantikanku.

Di dalam lebih aman. Kereta akan berangkat tengah hari.

Mungkin aku tak akan bisa ke sini lagi.

Terima kasih, Tuan.

Tapi apa aku bisa keluar seperti ini?

Dahulu, seorang pria Amerika bermata biru

mengatakan ini.

"Tuhan selalu

menyertai rakyat Joseon."

Gat ini akan membuatmu aman.

Tuhan memberkatimu.

- Apa ini? - Kudengar Tuan Ito ingin melacak

penerbit koran itu.

Aku punya firasat, jadi, kuperiksa catatan surat

dan menemukan ini.

Pria ini mengimpor kertas untuk cetak koran dari Jepang.

Masalahnya, penerimanya adalah Kim Hui-seong.

Maksudmu, Kim Hui-seong yang itu?

Benar.

Tapi itu hanya spekulasi.

Sudah cukup.

Ini mungkin bisa bantu kita

membujuk Tuan Lee Wan-yong lagi.

Sambungkan aku kepada Jenderal Residen.

Hidupku tak berarti sebelum bertemu kalian.

Suatu kehormatan mengenal kalian.

Sepertinya ini tempat terbaik.

Disembunyikan dengan aman di sini untuk waktu lama

dan ditemukan di waktu yang tepat.

Anda sedang apa?

Syukurlah kau di sini.

Tutup toko...

Kau harus membawa ini.

Kamera ini? Kenapa?

Seseorang memberikannya karena mendukungku,

tapi aku mau berikan kepadamu.

Aku mendukungmu,

Wartawan Yun.

Anda memberi ucapan murahan itu untuk memecatku?

Pergi saja sekarang.

Jangan kemari untuk sementara.

Kau mungkin dalam bahaya juga.

Pergi!

Gunakan kaki Anda. Dan bersihkan tanah dari baju Anda.

Anda harus kembali mengambil sekop ini.

Aku akan mengamankannya untuk Anda.

Baik.

Aku pasti akan mengambil sekop itu lagi!

"Kepala Editor Kim Hui-Seong"

Pria ini adalah...

Pria ini adalah Kim Hui-seong.

Tangkap dia!

Informasinya pasti telah bocor.

Stasiun kereta.

Peleton Tiga terancam.

Aku akan pergi ke stasiun sekarang.

Terlambat. Kau tak bisa mengalahkan kuda.

Kita hanya bisa mengandalkan Peleton Tiga dan Empat.

Kita harus selamatkan mereka.

Semuanya, isi senapan kalian.

Tembak mereka sampai kusuruh berhenti.

Tembak!

Sebagian mafia sudah naik kereta.

Pastikan kereta tidak berangkat

sampai bantuan tiba.

Kau, periksa semua yang naik kereta.

Kalian semua, periksa yang sudah naik.

- Laksanakan! - Ya, Pak!

Minggir!

Ada apa, Tuan?

Ada masalah?

Kuakui, instingmu selalu benar.

- Apa? - Su-mi.

Aku ingin kau kembali kali ini. Kereta akan berbahaya.

Pergi ke sekolah dan temui Stella.

Pegang ini untukku.

Tolong sering kunjungi dia.

Tuan.

Im

Gwan...

Terima kasih atas segalanya.

Jaga dirimu.

Anda juga.

Semoga

aku kembali...

Ayo.

Jepang menunda keberangkatan kereta.

Kurasa kita ketahuan.

Berapa banyak tentara?

Sekitar 12.

Tidak banyak.

Berarti akan ada tambahan lagi.

Kereta harus berangkat sebelum bala bantuan datang.

Kami masih menunggu dua orang lagi untuk naik.

Ikut aku.

Kereta ini harus berangkat sekarang.

Hei, kau.

Situasi selalu kacau di Joseon.

Situasi di Joseon terus memburuk.

Kau siapa?

Apakah kita...

pernah bertemu?

Kalau dia dari Keluarga Mori yang itu...

maka dia keluarga berkuasa kedua setelah keluarga kaisar.

Di Tokyo.

Dengan Takashi Mori.

Kurasa kau salah orang,

tapi apa kau kenal Takashi Mori?

Saat aku di New York...

Maaf.

Aku kenal dia sejak kami di New York.

Aku lama tidak dengar kabarnya dan khawatir.

Maafkan aku,

tapi dia sudah meninggal tiga tahun lalu.

Sayang sekali.

Baron Kuroda.

Kami dapat info bahwa mafia Joseon ada di kereta,

jadi, kami sedang memeriksa.

Kurasa sebaiknya Anda tak naik...

Aku tahu itu.

Kalian cuma membuat keributan.

Tangkap mereka.

Setelah itu masalah bisa selesai.

Kalian ingin bisnisku hancur

hanya karena beberapa mafia?

Maaf, Tuan.

Apakah kau pengusaha?

Aku punya tambang batu bara kecil di Pyongyang.

Aku harus ke sana hari ini

untuk urusan penting.

Apa bisnismu di Pyongyang?

Wanita yang kucintai ingin pergi ke arah sana.

Aku mau ke sana untuk mengambil batu bara

dan kau ke sana untuk cinta.

Ini memalukan.

Kecuali kau ingin mati,

jalankan kereta ini sekarang juga.

Tadi kau melarangku berangkat.

Baik. Kita berangkat sekarang!

Jangan biarkan kereta berhenti apa pun yang terjadi.

Apa pun yang terjadi.

- Bisa kau lakukan itu? - Ya, Kapten.

Kunci pintu setelah aku keluar.

Keretanya! Berhenti!

Hentikan keretanya!

Hentikan!

Mereka sudah gila.

Aku bahkan belum naik.

Bagaimana aku bisa berterima kasih?

Kalau bukan karenamu, aku kehilangan transaksi bisnis besar.

Kau mau wiski?

Terima kasih atas tawaranmu,

tapi tempat dudukku di kelas ekonomi.

Sampai jumpa.

Apakah dia orang yang rendah hati?

- Pak. - Nanti saja.

Lima atau enam tentara sudah naik.

Ada seseorang yang berguna di kelas premium.

Kalian harus sampai di Pyongyang.

Lindungi rekan-rekanmu.

Kau seekor singa.

Baik.

Sekarang, ucapan salam.

Aku bangga kepadamu

dan rindu kepadamu.

Itu orang Jepang.

Diam dan duduk tegak.

Anak ini hanya kegirangan.

Suaramu jauh lebih keras.

Memalukan sekali.

Apakah kau terkejut

ketahuan ingin meninggalkanku?

Atau kau senang melihatku?

Kau memang hebat.

Aku adalah istri orang Amerika yang hebat.

Aku harus pergi.

Pergi ke mana?

Aku duduk di kelas premium.

Kau mau apa?

Kau hanya punya satu peluru.

Seperti biasa,

hanya perlu kupakai dengan bijak.

Kumpulkan senjata kalian

dan bergantian menjaga yang terluka.

Cepat bergerak. Kita harus pergi.

- Ya! - Ya!

Apa kita bisa menang?

Entahlah.

Namun,

kita tak bisa kembali.

Bukan hanya masa-masa kejayaan yang menjadi sejarah.

Kita sudah tahu akan kalah

dan tak akan bertahan lama

dengan persenjataan ini,

tapi kita harus melawan.

Kita akan melawan dan menunjukkan

bahwa kita pernah di sini.

Bahwa kita takut,

tapi berjuang sampai akhir.

Ya. Ayo.

Kita hanya mati sekali.

Kita tak bisa mati dua kali.

Aku sudah menduganya.

Aku bermimpi indah semalam.

Kurasa

aku bisa bawa separuh dari mereka

ke alam baka bersamaku.

Bagus.

Ayo.

Semuanya!

Serang!

Sudah kuduga kau akan kembali.

Di perjalanan kereta yang lama,

wiski yang terbaik.

Sayangnya, aku tak punya waktu.

Aku harus selamatkan wanita yang kucintai.

Apakah dia naik kereta ini?

Sayangnya begitu.

Ada yang lupa kutanyakan tadi.

Takashi Mori.

Siapa yang membunuhnya?

Mafia Joseon pasti dalangnya.

Seperti hari ini.

Kau salah.

Pelakunya orang Amerika

yang kabur dari Joseon.

Sudah.

Aku akan tanya lagi dari awal.

Artikel di edisi khusus itu

mendetail dan menyimpang.

Kau mantan tunangan Go Ae-sin,

salah satu mafia itu.

Di mana foto-foto yang kau potret?

Di mana daftar pemberontak itu?

Aku tahu kau bekerja untuk mereka.

Para mafia itu.

Hwang Eun-san dan Go Ae-sin.

Itu

nama-nama yang indah.

Berengsek!

Aku adalah pria

yang mencintai hal-hal indah,

tapi tidak berguna.

Bulan.

Bintang.

Bunga.

Danau.

Lelucon.

Hal-hal semacam itu.

Kalau aku menjadi

salah satu dari mereka untuk alasan itu...

aku merasa terhormat.

Aku menyuruhmu berbahasa Jepang.

Periksa lagi dengan cermat.

Dia pasti ada di sini.

- Maaf. - Minggir.

Jangan menghalangi.

Permisi.

Kau dari peleton mana?

Aku belum pernah melihatmu.

Kau tak dengar? Aku bertanya!

Kalau kau mencariku,

aku di sini.

Itu dia! Dia mafia!

Astaga.

Minggir!

Itu orangnya!

Ikat mereka berdua!

Hentikan!

Aku perintahkan kalian berhenti!

- Baron Kuroda. - Mundur!

Dia menyuruh kalian mundur!

Kalian tidak dengar?

Enyahlah!

"Kelas Ekonomi Tiga"

Pistolku kosong.

Apa yang kau pikirkan?

Aku berharap bisa menunda kejatuhan Joseon.

Bertahanlah.

Terowongan di depan.

Terowongan?

Seperti jalan bawah tanah.

Karena itu, aku harus bilang...

Jangan menangis.

Ini adalah sejarahku

dan kisah cintaku.

Karena itu aku harus pergi.

Aku harap kau menang.

Kau harus melangkah maju.

Aku akan melangkah mundur.

Maju!

Choi Yu-jin!

Akhirilah.

Mereka hanya mafia.

Nama mereka akan terkubur.

Mereka tak seharusnya ada sejak awal.

Pastikan pers asing tak menyebut mereka.

Mereka tak boleh diingat dalam sejarah.

Siap!

Pemimpin Pasukan Kebenaran, Hwang Eun-san!

Anggota Pasukan Kebenaran, Park Mu-geol!

Anggota Pasukan Kebenaran,

Lee Sang-bok!

Anggota Pasukan Kebenaran, Kim Nam-jin!

Anggota Pasukan Kebenaran, Kim Gyu-tae!

Anggota Pasukan Kebenaran,

Seo Ho-jeong!

Anggota Pasukan Kebenaran, Lee Jang-ho!

Dengan menyesal, kusampaikan kepada Yang Mulia!

Kepada Kyle Moore.

Pertama,

dengan menyesal aku menyampaikan kematian Eugene Choi.

Dia yang lahir di Joseon dan mati sebagai orang Amerika,

tetap menjadi orang asing hingga akhir.

Dia ingin mengubur bab terakhir hidupnya

di sini, di Joseon, negara yang tak pernah menerimanya.

Karena itu, aku ingin memohon dengan sungguh-sungguh.

Bisakah Anda menyampaikan permohonan formal

kepada pemerintah Korea dan Jepang agar dia bisa dimakamkan

di pemakaman orang asing di Hanseong?

Semoga Anda selalu sehat.

Dari warga Joseon, Im Gwan-su.

"Kepala Editor Kim Hui-Seong"

"Sangat disesalkan, aku menulis surat seperti ini lagi."

Aku ingin membayar tunggakan sewaku dengan arloji ini.

Permisi, kalian sudah buka lagi?

Apa kalian membeli benda seperti ini juga?

Aku menemukan ini di jalan.

"Tanaman Bunglon"

Kenapa...

Kenapa benda ini ada di sini?

Orang-orang suka itu.

Berikan kepadaku.

Pada saat surat ini sampai di tanganmu,

mungkin aku tak akan ada di Joseon lagi.

Besok, kita akan ke Jepang bersama-sama.

Kurasa

seperti itulah perpisahan kita.

Ke mana pun kau pergi,

aku ingin berdiri di depanmu,

tapi aku tak menyadari

perpisahan denganmu sudah menantiku.

"Studio Foto Tokyo"

Setiap langkah bersamamu

sangat berarti bagiku.

Setiap momen bersamamu

bagaikan piknik bagiku.

Dalam bahasa Inggris dieja "picnic".

Diawali dengan "P".

Apa kubilang?

Aku sudah sering berlayar.

Apa kau tahu

aku menangkap semua ini?

Maaf karena tak tahu apa-apa.

Seperti yang selalu kubilang, aku hanya bisa melukis.

Begitu.

Itukah sebabnya?

Kau bahkan tak mencoba menangkap ikan hari ini.

Kau hanya memegang tanganku.

Apa sebutan "ikan" dalam bahasa Inggris?

Jangan mengalihkan topik.

Fish.

"Fish."

"Pish"?

"Pish." Berarti...

Diawali dengan "P".

Aku cepat belajar.

Diawali dengan "F".

"Fish" dieja dengan huruf "F".

Ayo, bersih-bersih.

Kita tak bisa tinggal di rumah orang lain terlalu lama.

Karena situasi tak terduga,

aku harus pergi sekarang.

Kau masih berjuang melindungi Joseon?

"Dua Tahun Kemudian, Manchuria"

Semoga begitu.

Go Ae-sin...

adalah wanita yang bersemangat.

Dan Go Ae-sin...

adalah wanita yang sangat kucintai.

Baiklah, kalau begitu.

Selamat tinggal.

Begitu kalian menarik pelatuk, lokasi kalian akan terekspos.

Lalu apa selanjutnya?

Menembak lagi?

Harus cepat mundur.

Baik, berlari ke batu besar itu dan kembali ke sini.

Mulai!

Saat itu hari-hari kemenangan.

Kami semua adalah api.

Kami mekar, terbakar, dan layu.

Sekali lagi, kami ingin menyalakan bara api

yang ditinggalkan rekan seperjuangan.

Bahasa Inggris-ku masih belum bagus,

jadi, ucapan perpisahanku singkat.

Selamat tinggal, Rekan-rekanku.

Saat negara kita merdeka kembali,

kita akan bertemu lagi.

"Tahun 1919 Pemakaman Orang Asing Gyeongseong"

"Eugene Choi Yang Mulia dan Bijak"

"Masih Berpiknik Disini, Di Joseon"

Ini adalah perjuanganmu. Aku hanya membantu.

Paham?

Ya, Tuan.

Baiklah, ayo.

Ya, kami akan terus maju.

Ini adalah perjuangan kami, Pak.

"Yang Mulia dan Bijak Masih Berpiknik Disini, Di Joseon"

"Selamat Tinggal"

"Mr. Sunshine"

"Di Negara Kami Yang Merdeka"

"Sampai Jumpa"

"Selamat Tinggal. Mr. Sunshine Sampai Jumpa di Negara Kami Yang Merdeka"

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.