Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
"Episode 26"
Ini pneumotoraks?
"Pneumotoraks, pengumpulan udara atau gas dalam rongga pleura"
Kita harus melakukan torasentesis.
"Torasentesis, menyuntikkan jarum ke dada sebagai pengobatan"
Bu, Anda merasakannya?
Coba kepalkan tangan Anda.
Tolong coba lagi.
Anda merasakan sentuhan di kaki Anda?
Coba angkat kaki Anda.
Sedalam apa lautnya?
Lebih dari 20 meter.
Berapa lama dia menyelam?
Sekitar dua setengah jam.
Menurut pengamatanku,
mungkin dia mengalami disbarisme, bukan embolisme udara.
Mari pindahkan dia untuk terapi oksigen hiperbarik.
"Embolisme udara, gelembung udara menyumbat pembuluh vena atau arteri"
"Disbarisme, disebabkan oleh berkurangnya tekanan mendadak"
"Unit Gawat Darurat"
"Rumah Sakit Geoje Jeil"
Menjual rumah ini?
Ini rumah nenekmu.
Jika kamu menjualnya,
dia akan tinggal di mana?
Dia bisa tinggal di sanatorium.
Mungkin sebentar lagi dia mati.
Tega sekali kamu.
Kamu mendoakan dia mati?
Dokter di rumah sakit kapal yang orang asing pun
memberinya enema.
Kamu belum pernah menggenggam tangannya selama 20 tahun.
Beraninya kamu meminta ibu menjual rumah ini!
Kamu mau ke mana?
Hanya ingin menghirup udara segar.
Bisa temani aku ke rumah sakit?
Apa maksudmu?
Choon Soon kecelakaan.
Aku takut ke sana sendirian.
Suamiku sedang keluar kota.
Tidak.
Aku sedang tidak ingin melakukannya.
Geun Ja.
Namaku Geun Hee!
Kubilang Choon Soon kecelakaan.
Dia lumpuh.
Mungkin dia tidak akan bisa berjalan lagi.
Apa bedanya jika aku ikut?
Aku bukan pembawa keajaiban.
Aku tidak bisa membuatnya berjalan lagi!
Wanita jahat.
Choon Soon bersikap begitu
karena suatu alasan.
Kamu bukan teman kami lagi!
Aku tidak mau melihatmu lagi!
"Rumah Sakit Geoje Jeil"
- Bagaimana? - Dia sudah stabil.
Tinggal masalah kelumpuhannya.
Pasien biasanya lumpuh dari bawah tulang belakangnya.
Tapi dia tidak bisa menggerakkan lengannya.
Ada banyak nitrogen dalam aliran darahnya.
Menurutmu dia bisa berjalan lagi?
Kita harus menunggu.
Kamu baik-baik saja?
Apa?
Kamu tidak bisa berjalan?
Kamu tidak bisa berjalan lagi?
Dokter.
On Ja.
Tunggu.
Ya, aku baik-baik saja.
Ya ampun. Choon Soon.
Kasihan sekali kamu, Choon Soon.
Kini kamu baik-baik saja.
Choon Soon.
Ya ampun.
Astaga.
- Tadi dramatis sekali. - Benar.
Syukurlah dia bisa berjalan lagi.
Karena inilah kita menjadi dokter, bukan?
Selamat telah menyelamatkan pasien itu.
- Ayo berangkat. - Ke mana?
Mengecewakan sekali.
Kamu bilang akan mentraktir makan malam. Lupa?
- Aku... - Masih berlaku atau tidak?
Kamu mau ikut?
Kamu belum makan, bukan? Ayo ikut.
Ditraktir Dokter Song. Dia juga akan bercerita.
Bolehkah dia ikut?
Tidak. Sebaiknya kita berdua saja.
Sayang sekali.
Kalau begitu, segeralah berangkat.
Aku sudah punya rencana.
Naik apa?
Akan kuantar ke mana pun.
Tidak usah, tempatnya tidak jauh. Aku bisa berjalan.
Selamat menikmati makan malam.
- Kita akan ke mana? - Tempat yang indah.
Kamu bilang tempatnya indah. Maksudmu ini?
Kamu tidak mau makan di sini?
Kamu menyukai tempat ini.
Boleh aku memesan sesuatu yang mahal?
Kamu mau memesan apa?
- Aku akan mengantarmu ke bandara. - Aku lebih suka begini.
Kamu yakin tidak mau menemui Dokter Go?
Aku lebih suka Rumah Sakit Sewoon.
Saudara ayahku sudah mengatur administrasinya.
Dia bekerja di departemen lain, tapi saudara ibuku bekerja di sana.
Baiklah.
Siapa yang akan menjemputmu di bandara?
Jeong Rim.
Nanti kuhubungi setelah menempati kamar.
Apa ini?
Young Eun berada di Pulau Geoje?
Ya, Ibu.
"Ya, Ibu"?
Ada yang salah?
Ada yang salah denganmu, bukan ibu.
Kenapa Young Eun di sana?
"Rumah Sakit Kapal, Geoje."
"Gambar penuh humanisme?"
Kamu pikir ini cocok dengannya?
- Ibu. - Apa yang sebenarnya dia lakukan?
Untuk apa ibu bertanya? Jawabannya sudah jelas.
Dia masih menempel kepadamu?
Lalu kamu menerimanya kembali seperti orang bodoh?
Bukan begitu.
Kalau begitu, cepat suruh dia ke Seoul.
Kenapa tidak menjawab? Kamu ragu?
Karena itulah ibu menyebutmu bodoh.
Jika tidak bisa, biar ibu saja.
Akan ibu pastikan dia menjauh darimu selamanya.
- Jangan. - Kenapa jangan?
Kamu sudah tunduk terhadapnya?
Dia sakit.
Benarkah? Kenapa dia?
Dia sekarat atau apa?
Dia mengidap leukemia.
Apa? Mengidap apa?
Jadi...
Bukankah itu bohong?
Ibu.
Justru itu kamu harus melepaskannya.
Dia menyakiti hatimu berkali-kali.
Kamu juga bersedia merawatnya?
Pura-puralah tidak tahu. Sudah, ya.
Benarkah itu?
Kamu Young Eun, bukan?
Sedang apa kamu di sini?
Kamu sakit?
Tidak, ya, itu...
Kamu sakit atau tidak?
Aku harus pergi. Aku sibuk.
Karena itukah dia tampak sangat bingung saat itu?
Kacau sekali.
- Maksudmu siapa? - Mantan pacar kakakku.
Dia terlalu tua untuk melakukan itu.
Bolehkah orang yang sudah terikat berada di sini?
Pertunanganku masih dua pekan lagi.
Aku belum terikat.
Apa? Siapa yang kamu lihat di kelab?
Choi Young Eun. Bukankah Ibu tahu dia?
Kamu kira ibu sudah pikun? Tentu saja tahu.
"Kakak"
Kakak, tebak siapa yang kulihat di kelab tadi.
Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.
Adikmu juga di sana,
tapi dia mengeluh karena tunangannya di sana.
Ibu.
Baiklah, akan ibu kembalikan ponselnya.
- Jangan memberitahunya. - Kenapa?
Turuti ucapan ibu sebelum ibu memberimu separuh hantaran.
Paham?
Baiklah. Kembalikan ponselku.
Dasar bodoh. Dia lebih dari sekadar bodoh.
Tidak kusangka dia putraku.
Ya ampun.
Kemarilah agar kita bisa menengok Ayah.
Ajak tunanganmu.
- Kakak gila? - Ji Eun.
Sampai kapan Kakak akan memedulikannya?
Ini demi kamu, bukan Ayah.
Kakak ingin kamu bahagia.
Menurutmu sampai kapan kebohongan ini bertahan?
Kamu menikahinya karena cinta.
Maka kamu harus berterus terang kepadanya.
Setelah itu, barulah dia bisa membalasmu.
Ji Eun.
Akan kupikirkan.
Baiklah.
Mari langsung ke intinya.
Kamu meluangkan waktumu yang sangat berharga untukku
dan mentraktirku makan malam.
Berarti ada yang ingin kamu sampaikan. Benar, bukan?
Benar.
Apa? Lamaran?
Dari mana kamu tahu?
Rupanya begini rasanya.
Aku tahu itu lelucon,
tapi jantungku berdebar-debar.
Belakangan bagian sini terasa aneh.
Aku sangat menyukai Rumah Sakit Geoje Jeil.
Aku ingin memilikinya.
Yang lebih kuinginkan dari rumah sakit
adalah ibumu.
Jika bisa, aku ingin
ibumu menjadi ibuku, tapi...
Tapi tidak denganmu.
Untuk menikah, seseorang harus mencintai pasangannya.
Tapi aku
tidak berniat mencintaimu. Aku...
Jangan minta maaf.
Terlalu dini untuk meminta maaf.
Kamu tidak berniat mencintaiku
atau memang tidak peduli dengan cinta?
Yang mana?
Keduanya.
Aku tidak peduli dengan cinta.
Tapi walau berubah pun,
aku tidak akan menyukaimu.
Bagaimana kamu bisa begitu yakin?
Ucapanmu seperti dokter bedah dengan protokol sempurna.
Bagaimana kamu bisa yakin
tidak akan mencintaiku?
Katakan.
Apa alasannya?
Ayo katakan.
Kamu tidak tahu?
Haruskah aku memberitahumu?
Karena kamu mencintai orang lain.
Kamu tahu orangnya.
Karena itu, kamu yakin tidak akan mencintaiku.
Siapa? Kwak Hyun?
Bukan. Bukan dia.
Jangan berpaling. Tatap aku.
Tataplah aku dan katakan.
- Benar bukan dia? - Bukan.
Lalu dia siapa?
Apa arti dia bagimu?
Kolega dan teman.
"Kolega dan teman"?
Kenapa kamu tidak mengadu bahwa Nona Choi tidak sakit?
Adukanlah jika dia temanmu. Kenapa?
Tentu kamu tidak akan mau temanmu dikelabui.
Atau jika hidupnya hancur karena seorang wanita jahat.
Tapi tetap saja,
kamu tidak berniat memberitahunya.
- Itu... - Karena
kamu tidak mau dia malu?
Bukan.
Kamu tidak mau tampak seperti cemburu.
Kamu tidak ingin pria yang kamu sukai
berpikiran buruk tentangmu.
Ekspresimu seperti itu dan kamu bilang dia kolega?
Kurasa
perbuatanmu kepadanya
lebih buruk dari perbuatanmu kepadaku.
Dasar bodoh. Kenapa aku...
Kenapa aku berkata begitu?
Aku tidak mengerti. Kenapa mengatakan itu?
"Fraktur panggul"
Halo, Pak.
Ini Dokter Kwak Hyun dari rumah sakit kapal.
Anda demam?
Baiklah.
Hubungilah aku jika ada masalah.
Dengan putri Mo Mak Jeom?
Bagaimana kondisi Anda? Masih demam?
Tidak.
Setelah minum obat,
aku merasa lebih baik.
Aku masih
sakit flu.
Ibu Anda sudah memakai enemanya?
Begitu rupanya.
Jika ada masalah, jangan ragu menghubungiku.
Tidak, silakan hubungi kapan pun.
Baik.
Hubungi nomor ini saja.
Baik, sampai jumpa.
"Mo Mak Jeom"
Selesai.
Kamu sedang apa?
Aku ada waktu luang.
Aku akan mengunjungi Bu Mo.
Dia harus memakai enema.
Aku khawatir dia terkena luka baring.
Putrinya bersamanya.
Jika tidak ada orang lain, kamu bisa mengurusnya, tapi...
Sulit mengurus luka baring.
Selain itu, dia tidak mengangkat ponsel sejak kemarin.
Kamu lupa membawa kain kasa.
Akan kuambilkan. Aku ikut.
Sungguh?
Sikapmu seperti Dokter Schweitzer.
Jadi, aku harus bersikap seperti Nightingale.
Biar kuambilkan.
- Halo. - Halo.
Apa kabar?
Bagaimana kondisi Bu Mo?
Kamu siapa?
Ingat aku? Aku dokter dari rumah sakit kapal.
Kamu
mengenalku?
Bu.
Lepaskan.
Dokter.
Apa yang terjadi?
Geun Ja.
Astaga.
Apa yang terjadi?
Hei.
- Geun Ja... - Bu.
Siapa kamu?
Bagaimana kamu
bisa tahu namaku?
Kamu mengidap Alzheimer?
Ibumu sakit. Apa yang terjadi?
Astaga.
- Bu. - Geun Ja.
Bu?
- Bu? - Geun Ja.
Bu.
"Hospital Ship"
Untuk keluarga rumah sakit kapal...
- Bersulang. - Bersulang.
Dia berkelana seumur hidupnya tanpa rumah.
Seperti itulah dia meninggal.
Pasien Choi Young Eun berada di hematologi-onkologi.
Dia tidak dirawat di rumah sakit?
Perayaan yang mewah.
Di dekat Pelabuhan Jangseungpo,
sebuah kapal Tiongkok...
Ada apa ini?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.