Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Pein Akatsuki - www.SEBUAH-DONGENG.COM - Instagram @paint_lapain Iklan di IDFL.ME - WA (new) 088 132 669 06
Guru..,..
Lihatlah diriku.
Sejak aku mengikutimu..,..
Aku mulai sedikit kurusan..,..
Aku tak mirip babi lagi.
Apa pendapat spesiesku nanti ?
Bagus untukmu.
Kau lihat lemak perutmu itu ?
Jika bisa kau hilangkan, Kau akan merasa jauh lebih bugar.
Lihatlah Wujing.
Betapa enerjiknya dia !
Guru, mengapa mereka berpasangan di dunia fana ini ?
Ingatlah, Wujing.
Semua Dharma berasal dari suatu kondisi..,..
Segalanya telah ditakdirkan.
Guru..,..
Jika kau kelak ditakdirkan memiliki romansa..,..
Apa yang akan Guru lakukan ?
Untuk pertanyaan itu..,..
Aku mungkin perlu..,..
Mencari pencerahan di Kitab.
Cuilan..,..
Aku penasaran apa kau baik - baik saja.
Cuilan.
Baijie..,..
Jangan melamun terus.
Kau harus mencontoh Wukong.
Dia tak pernah punya masalah sepertimu.
Guru, Kakak Pertama itu orangnya cuek.
Guru bisa langsung tahu dari senjatanya.
- Apa maksudmu ? - Dia tak tahu apa itu Cinta.
Tanyai Tongkat Cintanya itu..,..
Apa yang kau katakan ?
Katakan sekali lagi !
Kakak Pertama menggenggam Tongkatnya begitu jenius.
Tepat seperti namanya, Raja Kera Tampan.
- Itu sudah jelas. - Sepertinya Kakak Pertama sedang senang.
Kau berkelana tanpa memakai Celana.
Sangat Keren.
Celanaku dicuri saat aku tidur.
Jika kutangkap pencuri licik itu..,..
Akan kurobek celananya..,..
Dan menelanjanginya.
Mengapa menatapku ? Aku tak suka celanamu.
Lucu sekali !
Wukong.
Celanamu ada di sini.
Guru, jika kau menyukainya..,..
Seharusnya bilang padaku.
Kau tadi bilang mau merobek celana siapa ?
Wukong..,..
Aku melihat celanamu berlubang.
Jadi aku menjahitnya untukmu. Cobalah.
Cantik sekali. Aku menyukainya, biar kucoba.
Kakak Pertama.
Aku merasakan hawa Siluman di sini.
Aku tak tahu siapa kau itu.
Kami hanya ingin lewat.
Aku tak akan melawanmu Jika kau tak menyerangku.
Jika kau menyerangku..,..
Kupastikan kau akan binasa. Oleh aku, Jenderal Tianpeng.
Jangan melawanku dan pergilah dari sini.
Dewa Sungai Lokal.
Apa jawabannya ?
Apa yang dia katakan ?
Dia marah.
Hanya ini jalannya.
- Adik Sha, majulah ! - Baik.
Ikannya besar sekali !
Guru, hati - hati !
Guru !
Jangan khawatir, Guru ! Aku ada di sini !
Guru !
Guru !
Wukong !
Kakak Pertama !
Kakak Pertama !
Aku baik saja ! Abaikan saja aku !
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Guru !
Guru, kau baik saja ?
Aku baik saja.
Kami pengelana, Yang pergi dengan pakaian lusuh.
Tolong maafkan kami, wanita baik.
Kau..,..
Adalah..,..
Pria ?
Ya, Wanita baik..,..
Apa aku tak terlihat seperti..,..
Pria ?
Hei ! Siapa kau ?
Yang Mulia.
Mengapa kau begitu lama ? Kami tak bisa terus beralasan.
Suruh pelayan keluar.
- Kalian boleh keluar. - Ya.
- Apa yang terjadi, Yang Mulia ? - Tebak..,..
Apa yang tadi kulihat ?
Apa itu ?
Tadi, aku..,..
- Melihat seorang pria. - Mustahil !
Mengapa ada makhluk beracun di Kerajaan Wanita ?
Itu benar, aku bicara ke salah satunya.
- Bagaimana rupanya ? - Dia memiliki..,..
Mata besar dan..,..
Alias tebal.
Senyumannya begitu..,.. Hangat..,..
Dan baik hati.
Oh, aku paham.
Dia sakit. Yang Mulia sakit.
Sudah waktunya membuka Buku Leluhur.
Pria di peringkat pertama diantara semua racun.
Dengan melihat pria, Jantungmu bisa berdegub kencang.
Kakimu menjadi lemah, Dan seluruh tubuhmu gemetaran.
Itu artinya kau dikutuk oleh..,..
Racun Cinta seorang pria.
Lanjutkan.
Lalu..,..
- Lalu apa ? - Itu saja.
Itu saja ? Ada penawarnya ?
Itu akhir kalimatnya.
Tapi ada bagian hilang di sana.
Kutukan itu mudah menjalar.
Racun itu hanya menyerang pusat sistem syaraf.
Menular, biasanya dari pria ke wanita.
Ibu Pembimbing.
Ratu Leluhur pernah berkata..,..
Diantara segala hal di dunia..,..
Hanya pria makhluk paling beracun..,..
Penuh tipu daya.
Begitu kau terinfeksi Racun Cinta..,..
Kau akan mengalami patah hati..,..
Dan mati akibat kesedihan mendalam.
Penawarnya adalah..,..
Langsung memotong akar masalahnya.
Pria harus dibunuh !
Membunuh mereka ?
Membunuh mereka.
Baik, bunuh mereka.
Kau pasti lelah hari ini.
Pulang dan beristirahatlah.
Penjaga.
Pergilah.
Panggil Pendeta.
Ya.
Mana Bajie ?
Adik Sha. Mana Bajie ?
Guru, di mana Kakak Kedua ?
Apa yang kalian lihat ?
- Mari mandi bersama. - Tentu.
Baguslah.
Guru !
Tolong !
Guru, Tolong !
Wukong, jangan gunakan kekerasan.
Amitabha..,..
Tangkap mereka !
Agen Bola Terpercaya www.AKUDEWA.COM
Lihat, itu pria.
Mereka semua wanita.
Ibu, mereka menakutkan.
Permisi, Di mana aku ?
Kerajaan Wanita di Liang Barat.
Hei, apa ada pria lain di sini ?
Apa kau tuli ?
Itu sebabnya disebut Kerajaan Wanita.
Aku ingin tahu, dosa apa yang telah kulakukan ?
Menjadi pria itu kejahatan berat.
Lucu sekali.
Apa lihat - lihat ?
Yang Mulia datang.
- Wanita penunggang Rusa. - Ternyata dia.
Hei, nona. Jangan lihat Guruku penuh hasrat.
Kau mendengarku ?
Wukong. Mana tata krama-mu ?
Yang Mulia, Kepala Pendeta mendapati Sungai Ibu kemarin bergejolak.
Dia tahu ada sesuatu yang berbahaya.
Seperti yang diduga, Kita menangkap empat makhluk beracun..,..
Dan seekor kuda jantan.
Tolong buat keputusan bijaksana..,..
Atas kejahatan yang mereka lakukan.
Yang Mulia, kami datang kemari tanpa sengaja.
Kami tak beracun..,..
Jangan beralasan !
Buktinya ada di Gulungan Kuno ini.
Ada penjelasan di dalamnya..,..
Begitu kau melihatnya.
Leluhur kami meramalkan..,..
Akan ada seorang Biksu..,..
Memimpin seekor Kera..,..
Seekor babi dan makhluk berkulit biru.
Kedatangan mereka mengarah pada kehancuran Kerajaan Wanita.
Kami punya lukisan sebagai buktinya.
Astaga !
Astaga !
Ini seperti melihat cermin !
Astaga ! Lihatlah !
Lukisanku begitu hidup.
Sudah jelas itu kelelawar.
Jadi itu Kelelawar Babi ?
Itu tak mungkin Kera.
- Sudah jelas itu kecoa. - Kecoa Kera.
Spesies baru ?
Cukup !
- Eksekusi mereka ! - Ya, Ibu.
Tunggu !
Sebentar.
Yang Mulia ingin..,..
Menginterograsi kalian di penjara..,..
Sebelum membunuh kalian.
Bawa mereka pergi.
Guru, jika kau setuju..,..
Aku bisa bicara dengan mereka.
Guru, jika kau perintahkan..,..
Akan kuhancurkan dan merusak segalanya !
Kakak Pertama, kuyakin Guru tak setuju.
Wukong..,..
Apa yang kau tunggu ?
Hancurkan sekarang !
Yang Mulia, kau datang selarut ini.
Kau ingin menemui dia 'kan ?
Ya ?
Tidak, aku ingin mencari tahu Soal Racun atau entah apa itu..,..
Sebelum Ibu Pembimbing membunuh mereka.
Tunjukkan dukungan kalian padaku.
Sangat mengesankan.
Masuk !
Ayo !
Guru..,..
Cepat pergi.
Terbang !
Guru, kau baik saja ? Pelanlah.
Bajie, bantu aku.
Guru, sepertinya ada yang memasang Perisai Sihir di sini.
Kita tak bisa keluar.
Apa yang harus kita lakukan ?
Mari kembali dan tanyai wanita itu.
Aku tahu di mana Yang Mulia.
Wujing, mengapa kita kembali ?
Guru, Yang Mulia ada di sana.
Siapa pelakunya ?
Kejam sekali.
Hentikan.
Kita di serang.
Siapa pelakunya ?
Pasti ulah mereka !
Dengarkan, saatnya menunjukkan niat kita.
Kualitas baik apapun yang kita miliki..,..
Tunjukkanlah, kita harus mencari tahu Cara keluar dari tempat ini.
Wukong, kualitas baik..,..
Seperti apa yang kumiliki ?
Guru, kau tak punya kualitas baik.
Kami baru saja..,..
Diserang.
Jadi..,..
Kalian pelakunya ?
Kami tak melakukannya.
Kuinterograsi kalian satu per satu.
- Apa lihat - lihat ? - Memangnya kenapa ?
Yang Mulia menyuruhku melihatimu, Dan kau malah melihatiku ?
- Jangan lihati aku lagi. - Kulihati kau lagi, kenapa ?
Yang Mulia menyuruhku melihatimu, Dan kau malah melihatiku ?
Kau terintimidasi olehku ?
Aku tak suka pria tua.
Jangan memaksa.
Aku tak tertarik padamu.
Kita tak punya kesamaan.
Bagaimana sekarang ?
Jika kau kalah, Kau katakan yang sebenarnya.
Ayo mulai !
Apa aku menang ?
Sebentar !
Sekali lagi !
Kalah lagi.
Aku mengecewakan Guru. Aku mengecewakan Kakak Pertama.
Kau begitu kuat !
Kau..,.. Jauh..,..
Lebih kuat.
Aku tak takut kematian. Mengapa aku harus takut padamu ?
Maka matilah di hadapanku.
Kau saja yang mati dulu.
Baik.
Sombong sekali !
Leluhur kami pernah berkata..,..
Diantara segala hal di dunia..,..
Hanya pria yang paling beracun..,..
Penuh tipu daya. Awalnya, Pria menjerat wanita dengan dusta.
Lalu pria membuat wanita mengandung bayinya.
Setelah bayinya lahir, Pria mencampakkan Wanita itu.
Lalu pria itu berbohong ke wanita lain.
Apa itu benar ?
Amitabha.
Yang Mulia..,..
Sebenarnya aku..,..
Aku berbeda dari pria yang kau katakan tadi.
Itu dia !
Ibu Pembimbing bilang itulah Dusta yang dikatakan setiap pria.
Sekarang aku melihatnya..,..
Kau sama seperti pria lainnya.
Jika kau tak mempercayaiku, Yang Mulia..,..
Mengapa kau mendatangiku ?
Mungkin..,..
Karena aku merindukanmu.
Tapi mereka bilang itu penyakit.
Penyakit itu harus disembuhkan.
Disembuhkan ?
Yang Mulia..,..
Sudahkah kau..,..
Meminum obatmu ?
Itu Racun Cinta.
Tak ada penawarnya.
Jadi..,..
Apa kau beracun ?
Kau merindukanku ?
Yang Mulia..,..
Sebenarnya, diriku ini..,..
Tak pantas bagimu.
Aku seorang Biksu.
Banyak hal yang tak boleh kulakukan.
Ditambah aku punya banyak aturan dan pantangan.
Seperti apa ?
Contohnya..,..
Aku Vegetarian.
Aku juga.
Aku selalu bangun subuh.
Aku malah tak pernah tidur.
Aku bukan pria pecinta.
Aku juga.
Yang Mulia..,..
Tolong lepaskan kami.
Tunjukkan jalan keluarnya.
Biarkan kami pergi ke Barat.
Kau membenciku ?
Aku tak membencimu.
Aku punya satu tujuan dalam hidupku ini.
Yaitu pergi ke Barat Dan mengambil Kitab Sutera..,..
Sebagai gantinya aku bisa membantu Memusnahkan penderitaan di dunia ini.
Catatan perjalanan ini..,..
Mencatat semua pengetahuan dan Pemikiranku sepanjang jalan.
Kau akan paham setelah membacanya.
Simpan baik - baik.
Aku tak punya salinannya. Kau bisa mengembalikan setelah membacanya.
Kau tak perlu mengembalikannya.
Berikan langsung saja padanya.
Bermurah hatilah.
Wukong, kapan kau masuk kemari ?
Yah, aku..,..
Aku datang saat Guru bicara soal Vegan.
Karena kau menerima hadiahnya, katakan..,..
Di mana jalan keluarnya ?
Aku tak tahu di mana jalannya.
Rakyat kami tak pernah berusaha Keluar dari Kerajaan Wanita.
Serahkan kembali.
Tapi akan kucoba membantu kalian menemukan jalannya.
Ibu Pembimbing ada di sini.
Ibu Pembimbing, aku menginterograsi mereka.
Yang Mulia..,..
Apa kau jatuh dalam rayuannya ?
Tidak, mengapa begitu ?
Baiklah, biarkan aku..,..
Membunuh mereka semua besok.
Kau tak keberatan ?
Tidak sama sekali.
Makhluk beracun harus dibunuh.
Baguslah.
Bagus.
Wukong.
Inilah sulitnya menghadapi wanita.
Ratu Leluhur.
- Di mana Yang Mulia ? - Yang Mulia menganggap ini..,..
Terlalu kejam untuk dilihat.
Kuganti panah eksekusinya.
Pura - puralah mati setelah dipanah.
Temui aku nanti di kaki Gunung Saintess.
Aku punya rencana.
Kali ini..,..
Kami akan baik - baik saja ?
Eksekusi mereka !
Wujing !
Guru, pura - puralah mati.
Mengapa aku harus pura - pura mati ?
Dia pintar berakting.
Kematian yang realistis !
Lihat dan pelajarilah.
Guru !
Guru !
Guru..,..
Keren.
Lakukanlah.
Tunggu.
Pengawal, ganti panahnya dengan yang paling kuat.
Mengapa menggantinya ?
Menjadi pria itu kejahatan berat.
Menjadi pria jelek..,..
Itu kejahatan ganda !
Kau kebertan ?
Padahal aku cuma punya kulit bagus.
Panah !
Aku protes !
Mati aku !
Lempar mereka ke Tebing !
- Ya. - Ya.
Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Jangan berisik.
- Guru. - Wukong.
- Bajie. - Dia baik saja.
Ini Sungai Ibu.
Di sinilah segalanya berasal..,..
Sungai Ibu.
Pada zaman dahulu..,..
Leluhur kami dikhianati..,..
Pria tak setia pada hari pernikahan mereka.
Parahnya, pria itu..,..
Berusaha membunuhnya.
Jadi..,..
Wanita itu datang kemari..,..
Memasang Pelindung Sihir..,..
Dan mengurung dirinya.
Aku ingat sekarang..,..
Wanita itu mencatat pengalaman Hidupnya saat di dunia luar..,..
Ke dalam Buku Leluhur Di Perpustakaan Istana.
Tapi ada bagian yang hilang di Buku itu.
Sepertinya bagian itu menceritakan Cara keluar dari Kerajaan Wanita.
Maksudmu, Leluhurmu..,..
Menyuruh Kalajengking Raksasa untuk menjaganya.
Tempat itu mungkin menyimpan bagian yang hilang.
Mungkin bagian itu..,..
Tersembunyi di tempat ini.
Jadi kita harus..,..
Wukong !
Cepat kita temukan !
Patung itu pasti wajah Leluhurmu 'kan ?
Ya, ini Tanah Suci.
Tak boleh ada yang masuk. Kalian aman di sini.
Sangat aman.
Wukong !
Lihat.
Bagian hilang yang kau katakan..,..
Apa seperti itu ?
Itu dia ! Tangkap !
Cepat tangkap !
Aku harus sembunyi
Aku harus pergi, menyebalkan sekali
Sakit ! Ayolah !
Kalian tak akan berhasil
Banyak orang, aku harus sembunyi
Aku terbang
Tolong katakan jalan keluarnya.
Kera Sialan ! Kera !
Kalajengking Besar, hajar dia !
Kakak Pertama, biar kubantu !
Masalah besar, aku harus pergi !
Yang Mulia.
Tongkat Emas !
Masalah besar, aku harus pergi !
Guru ! Pergilah !
Kau menemukannya ?
Belum.
Meleset !
Tak kena !
Ayolah !
Aku lari, melelahkan
Kejar aku !
Tangkap aku..,..
Jika kau bisa
Yang Mulia.
Tak kena
Meleset lagi !
Oh, Aku..,..
Menghindarinya
Menghindar
Aku terbang ! Tak kena !
Tolong aku ! Aku menyerah !
Sakit !
Jangan mendekat atau kurobek !
Sakit ! Itu kulitku, jangan lakukan !
Kumohon, jangan !
Aku menyerah, jangan robek aku
Kau dapat tubuhku..,..
Tapi kau tak dapat perkataanku !
Guru !
Jangan lakukan ini padaku, aku salah
- Lepaskan aku - Dasar sombong..,..
Berani sekali mengejek-ku !
Jangan main - main dengan api !
Guru.
Perkataannya.
Di sini tertulis..,..
Gerbangnya hanya terbuka..,..
Setelah kau mempelajari apa itu Cinta.
Jadi, apa Cinta itu ?
Yah..,..
Itu semacam..,..
Aku tak tahu banyak soal itu.
Tapi aku pernah mendengar..,..
Kabar bahwa..,..
Ada Cinta rahasia..,..
Di Kerajaan Wanita ini.
Seorang gadis jatuh cinta dengan Dewa Sungai.
Tapi mereka tak pernah bisa bertemu
Bagaimana rasanya di luar Kerajaan Wanita ?
Apakah mungkin..,..
Aku bisa keluar dan melihatnya ?
Aku ingin tahu..,..
Jika aku bertemu orang pertama di luar..,..
Bagaimanakah rupanya ?
Jika ada yang bisa mendengarku..,..
Maukah kau menjawabku ?
Siapa kau ?
Mengapa aku tak bisa melihatmu ?
Tapi aku bisa merasakan..,..
Isi pikiranmu
Kurasa kau bisa merasakan pikiranku juga
Jika..,..
Aku datang menemuimu esok..,..
Akankah engkau selalu di sini ?
Si gadis tak bisa menemukan Cara keluar dari Kerajaan..,..
Si pria tak bisa menemukan cara masuk
Tapi Dewa Sungai..,..
Selalu menunggu gadis itu dan..,..
Berhenti mengalir..,..
Sejak saat itu
Aduh !
Perutku sakit.
Aduh !
Guru, apa yang terjadi ?
- Tolong, Kakak Pertama ! - Apa yang terjadi denganmu ?
Aku tahu, mereka jatuh ke dalam sungai..,..
Dan meminum airnya.
Kenapa dengan airnya ?
Air dari Sungai Ibu..,..
Bisa membuatmu hamil.
Selamat ! Kalian hamil !
Wukong.
Aku hamil.
Aku tak mempercayainya !
Aku akan jadi Ibu.
Tentu saja.
Apa yang harus kita lakukan ? Kita harus pergi dari sini.
Kita bahkan belum menemukan jalan keluarnya.
Dan kalian bertiga hamil. Mengapa kalian begitu ceroboh ?
Apa yang harus kita lakukan ?
Kakak Pertama.
Ini kami, bukan kau..,..
Yang hamil.
- Tak apa. - Benar.
Wukong.
Lakukan sesuatu.
Guru, apa aku terlihat..,..
Pernah memiliki bayi ?
Sebenarnya, ada jalannya.
Kera, bergegaslah !
Guru dan adik - adikmu Akan melahirkan tiga hari lagi
Tak ada waktu lagi
Jangan khawatir, aku segera kembali.
Pendeta Bijak, apa aku cantik ?
Kau penjaga tempat ini ?
Apa kau takut ?
Seorang pria ?
Kau yang pria !
Jaga mulutmu !
Mereka bilang akulah wanita tercantik di Kerajaan ini.
Ya ampun !
Guruku hamil.
Aku ingin mencari mata air keguguran.
- Kau punya ? - Ada, tunggu sebentar.
Apa aku cantik ?
Kami punya mata air "Yin" Dan juga "Yang"
Harus kucampur "Yin" dengan "Yang"
Lalu "Yang" dengan "Yin" Selama 7 - 8 kali.
Setelah itu kutambahkan Goji, Jujube..,..
Daun bawang, bawang putih, dll Ditambah 49 rempah berharga.
Dan merebusnya selama 81 hari.
Lalu kau punya air keguguran..,..
Untuk satu porsi.
- 81 hari ? - Ya.
Tak bisa !
Bisa lebih cepat ?
Tentu !
Lebih cepat jika kucampur "Yin" dengan "Yang"
Lalu "Yang" dengan "Yin" 7 - 8 kali lebih cepat..,..
Supaya bisa kurebus selama 81 hari lebih cepat.
Apa kau punya persediaan ?
- Tentu ! - Sungguh ?
Kemarikan.
Sudah habis sekarang.
Rasakan itu !
Aku tahu prosesnya menyakitkan.
Namun, saat kau..,..
Menggendong anakmu dalam dekapanmu..,..
Kau akan menyadari..
Semua penderitaan itu..,..
Sepadan.
Yang Mulia, maksudmu..,..
Kau ingin aku melahirkan..,..
Bayi ini ?
Karena kau ingin menyelamatkan dunia..,..
Mengapa kau tega meninggalkan bayi itu ?
Setiap nyawa sama berharganya.
Guru !
- Aku depresi ! - Wujing.
Ada apa ?
Semua janggutku hilang.
- Tapi kau terlihat tampan. - Ya.
Tapi aku sangat gelisah sekarang.
Aku begitu kesusahan.
Aku ingin makan atau tidur..,..
Seperti Babi.
- Apa kau bilang ? - Diamlah !
Guru.
Jangan sentuh aku !
Aku tak ingin hidup lagi.
Sebenarnya, mata air keguguran Tak bisa menggugurkan kandungan.
Mata air keguguran sebenarnya ada di mataku.
Kau harus menyentuhku dengan penuh perasaan..,..
Dan buat aku menangis dengan penuh perasaan.
Air mata keguguran yang kau inginkan akan muncul.
Pendeta Bijak..,..
Sentuhlah aku.
Sentuh.
Sentuh..,..
Bukan menyakiti.
Sentuh hatiku.
Kau harus menyentuh hatiku..,..
Dengan penuh perasaan.
Dengan penuh perasaan.
Membuatku menangis karena Kekerasan tak ada gunanya.
Apa penuh perasaan itu ?
Saat seorang pria..,..
Bersama seorang wanita..,..
Cinta adalah perasaan sejati.
Bodoh.
Tiba - tiba aku merasa bahagia.
Aku sangat bahagia.
Oh, tidak.
Bayi Tang.
Bayi Tang tak punya detak jantung.
Dia barusan menendangku.
Tak apa, dia tertidur.
Tutup matamu, rasakan detak jantungnya.
Lahirkanlah dia, Akan kubesarkan dia untukmu.
Aku sendiri yang akan membesarkannya..,..
Tak peduli betapa sulitnya..,..
Itu sudah jadi tugasku.
Pendeta Bijak, mengapa kau ingin pergi ke Barat ?
Mengambil Kitab Sutera dan mencerahkan..,..
Semua makhluk hidup.
Semua makhluk hidup ?
Kau begitu hebat.
Tapi semua bayi aborsi itu..,..
Mereka juga..,..
Termasuk makhluk hidup 'kan ?
Setiap kali mereka diaborsi..,..
Kunyalakan Lilin di sini..,..
Untuk mencerahkan jalan para bayi itu.
Jika mereka tak menggugurkan bayi itu..,..
Bagaimana kami bisa ke Barat ?
Terserah.
Kali ini aku jadi yang jahat..,..
Selama Guru bisa pergi ke Barat..,..
Tak peduli betapa membahayakan situasinya.
Aku hanya bisa berkata, Maju ! Maju ! Maju !
Lepaskan !
Diamlah, aku hampir menangis.
Pendeta Bijak, Tolong beritahu Gurumu..,..
Aku sangat iri padanya..,..
Karena dia memilikimu.
Dia seharusnya bergembira.
Guru, aku dapat mata air kegugurannya.
Guru, ini dia mata air kegugurannya.
Wukong..,..
Aku membuat keputusan besar.
Aku memutuskan..,..
Akan melahirkan bayi ini.
Sudah Guru pikirkan ?
Lakukanlah.
Ya ! Kita akan punya bayi !
Mari kita rayakan !
Diam !
Guru, tugasku melindungimu.
Kau bukan orang biasa.
Memiliki seorang anak..,..
Bagaimana kau bisa terus maju..,..
Dan bagaimana caraku melindungimu ?
Bergerak !
Sudah hilang.
Mengapa kau melakukan itu padanya ?
Itu anaknya.
Kau tak memahami Guruku seperti Aku.
Bagaimana jika Gurumu menginginkannya Melebihi pendapatmu itu ?
Kukatakan padamu..,..
Dalam hati Guruku, Mengambil Kita Sutera lebih penting.
Tak ada ruang untuk hal lain.
Itu bukan perkataanku.
Jika tak percaya, bertanyalah ke Buddha.
Saat aku masih muda..,..
Kepala Biara di Kuil memberitahuku..,..
Untuk menyalin Kitab Suci..,..
Saat aku marah.
Selain untuk melatih tulisanku..,..
Pikiranku juga tenang.
Jangan khawatir
Aku baik saja.
Agen Bola Terpercaya www.AKUDEWA.COM
Pisahkan mereka, Bawa pergi Biksu jahat itu !
Ibu Pembimbing.
Dia tak seperti yang kau tuduhkan.
Yang Mulia, aku tak ingin kau Mengkhianati keinginan leluhur..,..
Dan terus melakukan kesalahan.
Tapi..,..
Bagaimana jika Leluhur salah..,..
Sejak dari dulu ?
Maka kita bagian dari kesalahan itu.
Dan selamanya seperti itu.
Jangan khawatir, Yang Mulia. Kupastikan padamu..,..
Akan kupenjarakan dia.
Aku tak akan menyakitinya.
Segala yang kulakukan..,..
Hanya demi dirimu.
Jangan khawatir, Yang Mulia.
Aku akan baik saja.
Bukankah kita pergi ke penjara ?
Paduka.
Buang dia.
Kau membawaku kemana ?
Cepat !
Dorong dia !
Yang Mulia !
Tidak !
Di Aula pada hari itu..,..
Ramalan yang dikatakan leluhur kita..,..
Memiliki pesan rahasia yang tak kubaca
Tertulis..,..
Kelak..,..
Yang Mulia akan meninggalkan Kerajaan Wanita.
Mustahil.
Yang Mulia dipilih oleh Surga, dia adalah Keturunan dari semua wanita di Kerajaan Wanita.
Jika dia pergi..,..
Segalanya akan dihancurkan
Kerajaan Wanita akan musnah
Kakak Pertama.
Sun Wukong. Kau pria pembawa keajaiban.
Kumohon selamatkan Yang Mulia.
Di mana Guruku ?
Dia sekarang berlayar..,..
Bersama Yang Mulia..,..
Dia Laut Penderitaan.
Laut Penderitaan ?
Laut ini tak berujung.
Tak ada jalan kembali.
Begitu kau berlayar, Kau akan mengapung selamanya.
Tak ada yang bisa keluar hidup - hidup.
Akan kupastikan..,..
Membawamu kembali ke daratan, Yang Mulia.
Guru !
Yang Mulia..,..
Guru !
Guru !
Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Aku ingin minum.
Airnya asin.
Airnya membuatmu semakin haus.
Dagingku..,..
Bisa membuat manusia fana abadi.
Jika kau mau..,..
Kau boleh menggigitnya.
Bagaimana rasanya..,..
Berada di luar Kerajaan Wanita ?
Di luar sana..,..
Juga ada Laut Penderitaan.
Tapi laut itu adalah..,..
Daratan tempat semua orang berada.
Semua orang..,..
Yang masih hidup.
Lalu di mana ujung kehidupan mereka ?
Begitu aku mendapat Kitab Sutera..,..
Aku terikat membimbing mereka ke tepi.
Namun, selain penderitaan..,..
Juga ada kebahagiaan.
Sangat menyedihkan..,..
Aku tak mampu..,..
Menunjukkan kehidupan di luar padamu.
Tak jadi masalah.
Mungkin dalam kehidupan selanjutnya.
Tentu.
Dalam kehidupan selanjutnya.
Mengejutkan !
Gerbangnya..,..
Ada di Ujung Laut Penderitaan.
Gerbangnya terbuka.
Apa Cinta itu ?
Aku ikut bersamamu.
Bagaimana dengan Kerajaan Wanita ?
Kutinggalkan kekuasaan dan kekayaanku.
Kau juga menaati perintah dan pantanganmu.
Guru !
Terbang !
Guru !
- Wukong. - Guru !
- Guru ! - Wukong, kau baik saja ?
Guru, mari pergi.
Mari pergi.
Guru, kau membawanya ikut serta ?
Anak ini adalah keturunan seluruh Wanita di Kerajaan Wanita.
Kaulah pembimbing Kerajaan sekarang.
Satu - satunya misi dalam hidupmu..,..
Adalah menjaganya.
Jangan kau kecewakan Titah Surgawi.
Kau ada di sini ?
Hari ini adalah yang terakhir.
Aku tak akan kemari lagi.
Karena mulai hari ini..,..
Aku harus menerima tugasku.
Kuhabiskan seluruh hidupku..,..
Melindungi anak itu
Dia akan jadi Ratu Kerajaan Wanita
Selagi kita menunggu cinta kita bersemi..,..
Ternyata..,..
Cinta kita harus berakhir
Dewi Welas Asih.
Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Leluhur terkasih..,..
Warga kita di Kerajaan Wanita..,..
Akan memotong rambut kami..,..
Untuk ditenun menjadi Api Abadi.
Kami mohon..,..
Supaya Leluhur menyelamatkan Yang Mulia.
Api Abadi..,..
Harus menyala sampai akhir.
Dengan begitu..,..
Yang Mulia memiliki kesempatan untuk sadar kembali.
Xuanzhang
Dalam dunia ini, kau hanya bisa melepaskan..,..
Segala hal yang tak kau miliki
Akankah kau memilih cinta satu manusia..,..
Atau semua makhluk berakhlak ?
Ingatlah, pada hari kau memakai Jubahmu lagi..,..
Itulah saat bagimu melanjutkan Perjalanan ke Barat
Pikirkanlah itu
Apa kau merindukanku ?
Aku minta maaf, Dewi.
Terikat !
Terus terikat !
Wukong.
Mari kita bawa saja Jubah ini.
Dengan berlalunya waktu..,..
Mungkin romansa ini..,..
Akan menghilang.
Jika saat itu tiba..,..
Guru mungkin bisa memakai Jubahnya lagi.
Jika waktu adalah obat terbaik..,..
Maka tak akan ada..,..
Penderitaan yang tak dapat disembuhkan Dan perpisahan yang tak terelakkan..,..
Dalam dunia ini.
Mengapa kau masih di sini ?
Akhirnya kau siuman.
Aku bermimpi.
Kau menunggu 20 tahun demi diriku.
Padam ! Api Abadi akhirnya padam !
Yang Mulia akhirnya siuman !
Cepat temui Yang Mulia.
Tidak, tidak, aku tak bisa.
Setiap orang punya takdir mereka sendiri.
Kembalilah ke Laut.
Tidak !
Tidak !
Guru !
Yang Mulia.
- Ibu Pembimbing. - Yang Mulia.
Yang Mulia, kau baik saja ? Oh, Ratuku.
Tak akan kutinggalkan Ratuku.
Tolong pergilah.
Guru !
Guru !
Guru !
Guru !
Maju !
Buddha
Mereka tenggelam dalam Laut Penderitaan
Kumohon bimbing aku..,..
Supaya aku bisa memberi mereka keselamatan
Dewa Sungai..,..
Selama 20 tahun ini..,..
Kau terobsesi begitu besar
Sekarang kau melakukan dosa maha dahsyat
Apa kau menyadari kesalahanmu ?
Dewa Sungai, bertobatlah maka kau diselamatkan
Aku bermimpi
Aku bermimpi bahwa..,..
Rambutmu tumbuh panjang.
Dan kita tumbuh Tua bersama.
Tapi..,..
Kau tak bahagia.
Dewa Sungai
Aku paham akar dari penderitaan terdalam-mu
Sebenarnya..,..
Gerbangnya selalu ada di sana
Keengganan kitalah..,..
Yang membuat kita tak bisa memasukinya
Begitu terlahir kita jadi bagian segalanya..,..
Cinta adalah alasannya kita terlahir di dunia ini..,..
Dalam reinkarnasi tak berakhir
Tapi cinta yang kita pahami segenap hati..,..
Akan selalu kekal abadi
Aku mempelajari bahwa..,..
Mencintai seseorang atau dunia..,..
Sebenarnya itu sama saja
Akan kubacakan Sutera untukmu, Ribuan kali sehari..,..
Sampai aku mencapai Biara Petir
Lalu akan kuabadikan kau di Mimbar..,..
Yang disinari oleh Buddha..,..
Supaya membantumu memperoleh..,..
Penebusan yang sesuai
Sampai jumpa..,.. Tidak.
Kita tak akan bertemu lagi.
Dalam kehidupan selanjutnya.
Tempat apa di depan sana ?
Pegunungan yang terus membentang.
- Apa ada namanya ? - Gunung Api.
Astaga, kedengarannya panas sekali.
Mari kesana !
Agen Bola Terpercaya Menang Berapapun Pasti Cair www.AKUDEWA.COM
Pasang Iklanmu di Forum www.IDFL.ME Traffic Rank Tinggi, Jutaan Unique Visitor, Milyaran Benefit WA (new) 088 132 669 06
Pein Akatsuki - WWW.SEBUAH-DONGENG.COM Follow My Instagram @paint_lapain
Hei, berhenti. Kami di sini.
Maaf.
Di mana Kakak Pertama dan Kakak Keduamu ?
Mereka pergi lebih dulu.
Dan menyuruhku mengucapkan Perpisahan pada kalian.
Mustahil ! Teganya ! Mereka begitu kejam !
Kakak Kedua menyuruhku..,..
Membaca puisi ini untuk kalian.
Dengan penuh perasaan..,..
Yang teramat sangat dalam.
"Para nona"
"Maafkan aku pergi diam - diam"
"Aku belum memenuhi tugasku"
"Aku harus melakukan Perjalanan Ke Barat"
"Jangan Menungguku"
"Kecuali untuk..,.."
"Wajah tampanku"
"Selebihnya lupakanlah aku"
"Kumohon"
Sebenarnya..,..
Aku lebih suka tampangmu yang asli.
Maksudmu yang ini ?
Dia tak membicarakanmu.
Dia membicarakan Kakak Keduamu.
Sebenarnya, wajah manusiamu..,..
Terlihat tampan.
Kau bertugas apa memakai seragam itu ?
Jika kuberitahu, jangan sampai kaget !
Aku Jenderal Pengangkat Tirai.
Jenderal Pengangkat Tirai ?
Apa itu ?
Kalian tak tahu ? Di Surga saat Kaisar Langit lewat..,..
Kuangkat tirainya untuk beliau.
Kau begitu bertalenta.
Bukankah itu tugas pesuruh ?
- Itu tugas penting ! - Benar !
Kau begitu keren.
Kita tak akan bertemu lagi.
Pein Akatsuki - www.SEBUAH-DONGENG.COM - Instagram @paint_lapain Iklan di IDFL.ME - WA (new) 088 132 669 06
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.