Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
t r a n s l a t e d b y m a h s u n m a x
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Apa ada orang spesial di hatimu?
Setelah dia pergi,
hidup harus terus berjalan.
Tanda-tanda keberadaannya,
akan terhapus perlahan oleh kehidupan yang sunyi ini.
Jarak dan masa muda yang indah itu,
telah berubah menjadi kenangan yang memudar
layu secara perlahan.
Dalam perputaran waktu,
kita berlari mengitari lingkaran,
akankah orang itu
menunggumu di tempat semula itu?
TAK PERNAH PERGI
Tahun ini, ayahku telah sakit parah.
Kondisi keuangan keluarga kami menurun drastis.
Seperti orang tua pada umumnya menginginkan anaknya punya masa depan yang menjanjikan,
agar aku bisa masuk di universitas yang terbaik,
mereka telah mengusahakan koneksinya serta tabungannya
untuk memindahkanku dari daerah pinggiran ke sekolah SMA favorit di kota.
SELAMAT KEMBALI KE SEKOLAH
Cheng Zheng,
orang kaya generasi ke-2 dari pejabat terkemuka,
adalah pangeran pujaan semua gadis di sekolah,
setiap bagian pada dirinya mempertunjukkan...
nilai keunggulan!
Apa masalahmu? / Apa kau tahu cara naik motor?
Kamu mau mati?
Lain kali hati-hati!
Untungnya, tidak semua teman sekelas sama,
seperti...
Hai! Mo Fuhua, teman sekelasmu.
Latar belakang keluarganya Mo Fuhua sama denganku.
Dia di sekolah ini adalah teman pertamaku, dan satu-satunya.
Halo! / Kau pasti merasa tak mudah menjadi anak baru 'kan?
Kalau ada kesulitan nanti, tanyalah padaku.
Anak itu juga dari kelas kita.
Meng Xue,
pacar semasa kecilnya Cheng Zheng.
Puteri kecil yang membanggakan ini,
untuk beberapa alasan, selama jangka waktu lama kemudian,
menganggap aku sebagai musuh tangguhnya dia.
Song Ming,
walaupun patuh kepada Meng Xue,
dia orang yang lembut dan sangat ramah padaku.
Zhou Ziyi,
suka dandan dan bertingkah, selalu membuat ulah kemanapun dia pergi.
Anak bandel, apa yang kau lakukan disini? Sengaja melempar bola padaku!
Sangat akurat! Rasanya ini bengkak!
Kau harus membelikanku minuman!
Pada saat itu, sungguh diluar dugaanku
kalau dia akan membuat masa SMA-ku,
dan tahun-tahunku selanjutnya
mulai menggemparkan karena dia.
Ayo masuk.
Guru Sun menyuruhmu duduk disana. Yang belakang di baris ke-4.
Guru Kepala datang!
Tan Zhenghao, 79..
Lu Xiao, 84. Song Ming, 95..
Zhou Ziyi, 48.. Su Yunjin,
Mo Yuhua,
98..
Su Yunjin,
Aku tak mengharap kita berkawan, kau cuma 4 angka lebih banyak dariku.
Cuma 52! Nilaiku akan lebih tinggi darimu nanti.
Apa kau tak malu, Zhou Ziyi?
Bukan urusanmu! / Cheng Zheng,
100..
Hati-hati dong! Kau tak mati.
Kupikir ini sesuatu yang sangat serius,
jadi ini hanya soal tes.
Bukan urusanmu!
Baiklah, kelas dibubarkan.
Harusnya bertanya padaku saat kau tak bisa mengerjakannya.
Mengapa kau tak bertanya padaku? Hasilku lebih baik darimu,
aku bisa mengajarimu. Jangan khawatir!
Jangan khawatir! / Kembalikan.
Kau suka main-main seperti ini?
Apa? Apa ini?
Pembalut?
Diam!
Aku punya impian,
semua orang harus punya impian.
Bagaimana jika menjadi kenyataan?
Dalam 3 tahun di SMA,
kalian semua harus berusaha keras menghadapi ujian dan cobaan.
Tujuan kalian adalah bisa masuk universitas yang bagus.
Untuk mewujudkan impian kalian.
Bagaimanapun setiap impian besar harus dibangun dengan dasar yang kuat.
Tanpa berusaha keras dan keseriusan,
tak mungkin impian bisa terwujud,
pastinya tak mungkin.
Kelas hari ini cukup sekian dulu.
Bacalah buku.
Jadi biarkan ayah beristirahat dengan tenang.
Bagaimana? Apa ayahmu sudah baikan?
Kondisinya tak begitu menggembirakan. Tapi kondisi tertentunya
tidak diberitahukan oleh ibuku.
Dia akan membaik.
Zhou Ziyi, kamu ini pura-pura jadi apa?
Keluarlah!
Hutang dimiliki penghutang, kejahatan dimiliki iblis, kita harus selesaikan masalah ini.
Maaf! / Maaf tak ada artinya!
Dia tak bisa jalan. / Lalu apa maumu?
Menggendongnya di punggungmu ke kantin. / Menggendong?
Pegangi aku jika kau tak bisa menggendong.
Jika kau tak bisa memegangi dia, bayarlah ganti rugi! Dengan dirimu,
atau dengan uang! / Untuk apa uang?
Uang pasti diperlukan. Seperti biaya rumah sakit dan obat-obatan...
Semua uangku di kartu ini. Akan kulunasi bulan depan jika kurang.
Kau gila?
Kau tak bisa terus makan seperti ini!
Ayo kita makan bersama.
Terima kasih.
Aku akan ambil kartumu kembali. / Jangan!
Aku telah membuatnya terluka,
jadi aku harus bertanggung jawab.
Semuanya,
Aku Tuan Zhou sekarang ingin
menawarkan kalian es krim Deluxe gratis!
Ini untukmu juga. Jangan buru-buru!
Ayo ambil.
Tak bisa dipercaya Su Yunjin ini,
benar-benar bangkrut, Hanya pembelian es krim Delux ini
telah menguras kartu ATM dia.
Apa kalian tahu?
Ini untuk hidup Su Yunjin selama sebulan!
Itu bukan urusan kami! Itu masalahmu jika tak makan.
Gendut, makanlah lagi.
Cheng Zheng, ayo!
Cheng Zheng!
Apa! / Kartu ATM-ku uangnya tak banyak.
Kuberikan ini padamu, ambillah.
Kenapa kau banyak bicara!
Terima kasih!
Tapi jangan lakukan ini lagi.
Dengar! Dia bahkan tak menerima kebaikanmu.
Aku tak butuh sumbangan orang lain.
mahsunmax
Apa yang kamu lakukan? / Biar aku bantu pelajaan Matematika-nya.
Untuk apa?
Karena nilaiku penuh, nilaimu hanya 52.
Jangan salah paham.
Aku cuma tak bisa terima orang bodoh duduk di depanku.
Itu masalahmu sendiri!
Tak ada hubungannya denganku.
Siapa yang terpengaruh dengan nilaimu yang jelek?
Su Yunjin, ayahmu masih terbaring sakit,
dan keluargamu dalam kondisi sulit.
Bagimu bisa sekolah disini, kau tahu betapa sulitnya itu?
Saranku... lebih baik kau lebih memperhatikan.
Jadi kau rupanya sudah disini.
Ini tak bisa disangkal, Cheng Zheng punya cara efektif untuk menjawab soal pertanyaan.
8 selain dari 10 salah 'kan?
Walau metodenya mudah dan kasar,
Perlahan, kita telah berkembang saling mengerti secara diam-diam.
Sebenarnya, ini membuka rahasia kecil.
Su Yunjin.
"85"
Orang ini tampaknya mulai berkurang menyebalkannya.
Hasilmu ada sedikit perbaikan akhir-akhir ini.
Senang ada orang yang membantu.
Ya, seperti iltulah.
Aku tak tahu kau suka menonton baseball.
Sebenarnya aku menonton Zhou Ziyi.
Jadi kau tak memperhatikan Cheng Zheng?
Su Yunjin, guru Wang mencarimu.
Kau harus kesana sekarang.
Mo Yuhua, dimana Su Yunjin?
Ada sesuatu yang terjadi pada keluarganya Yunjin.
Dia harus pulang.
mahsunmax
Kenapa kau duduk disini?
Yunjin memintaku untuk bertukar tempat duduk.
Dia 'kan belum kembali.
Hentikan ocehanmu!
Dia sudah kembali.
Buka pintunya. Aku tahu kau di dalam.
Su Yunjin, buka pintunya! Akan kudobrak jika tak dibuka!
Bukalah!
Kenapa tiba-tiba kau pindah tempat duduk?
Kau mau menjauhi aku?
Apa aku telah berbuat salah?
Apa kau tahu betapa bingungnya aku?
Kembalilah. / Aku tak akan pergi,
setidaknya jawablah pertanyaanku.
Aku lagi tidak mood membicarakannya sekarang.
Setelah ujian masuk perguruan tinggi, bagaimana? Aku janji tak akan mengganggumu sebelum itu.
Tak apa-apa 'kan?
Setelah itu,
aku harus fokus belajar untuk ujian.
Cheng Zheng sebenarnya
telah menepati janjinya dan
tidak mencariku lagi.
Sebelum aku menyadarinya,
ujian masuk perguruan tinggi telah tiba
dan pergi dengan tiba-tiba.
Inilah tahun yang kami khawatirkan,
dan tetap menatap kedepan,
Inilah tahun yang kita cintai dan kita benci. Tahun ke-3 SMA,
seperti, harus menemukan jalan di hari-hari musim panas
sampai akhir.
Apa yang kamu lihat?
Minumlah.
Yunjin, apa ada yang ingin kau lakukan,
namun kau tak punya keberanian?
Zhou Ziyi,
takut berdansa?
Apa? Takut berdansa?
Ini cuma dansa.
Aku tak takut siapapun!
Apa kau sudah sadar... malam ini, Cheng Zheng...
kurang bersemangat.
Selama bertahun-tahun aku kenal dia,
belum pernah kulihat dia seperti ini.
Pengaruhnya sungguh sangat kuat.
Tak ada senioritas, tak ada alasan.
Aku telah mengenalnya selama 18 tahun, dan menyukainya selama 18 tahun.
Tapi selama 18 tahun ini
tak bisa dibandingkan dengan keberadaanmu selama berbulan-bulan.
Su Yunjin, aku tak menyukaimu!
Cheng Zheng adalah pangeran pujaan.
Tapi kau,
kau bukanlah Cinderella.
Setelah lulus kuliah, dia akan ke Amerika meneruskan bisnis keluarganya.
Dan kau?
Aku sungguh tak memikirkan soal ini. / Apa kau pantas memikirkannya?
Kalian bukan pasangan yang cocok!
Dia baik padamu,
hanya karena kasihan.
Masa muda memang tak berbatas!
Kawan-kawan lulusan, kalian akan memulai hidup baru!
Kuharap semua tetap muda dan bermimpi selalu muda!
"PESTA DANSA 2008"
Su Yunjin, mau dansa denganku?
Aku?
Aku tak bisa dansa.
Akan aku ajari.
Bisakah kita berdansa?
Siapa yang melakukan ini?
Nyalakan lampunya! Nyalakan lampunya!
Su Yunjin,
ikutlah aku ke Beijing.
Kita mendaftar ke Tsinghua bersama, inilah tujuanku.
Su Yunjin,
tetaplah bersamaku, ya?
Tapi aku tak akan diterima di universitas bagus.
Nilaimu saat ini pasti bisa masuk di universitas reguler di Beijing.
Su Yunjin,
jadilah pacarku! Su Yunjin ikutlah aku ke Beijing!
Su Yunjin, tetaplah bersamaku!
Sekarang,
seluruh dunia mengetahui perasaanku,
kau tak boleh mengatakan "tidak".
Aku mengerti perasaanmu.
Jadi kita...
Selamat malam! Cheng Zheng.
Sampai jumpa! Sampai jumpa!
Akan kuingat malam itu selamanya.
Seperti saat pertama Cheng Zheng muncul,
matanya bersinar cemerlang.
Tapi andai dia tahu,
ciuman itu, adalah hadiah terakhirku untuk meninggalkan dia,
dia tak akan berdiri disana seperti orang bodoh.
Selamat tinggal!
Cheng Zheng.
Satu musim telah berganti,
tahun perpeloncoan mahasiswa baru datang dan berlalu dengan tenang.
Ketidaktahuan yang tak jelas dan kebodohan suram selama aku SMA
mengikuti tahun pertama yang telah berlalu
dan kehilangan kontak dengan Cheng Zheng,
dan secara perlahan memudar di duniaku.
Ini tanda pengenal staf-mu.
Perpustakaan kami disini mengalami sejarah lebih dari 100 tahun.
Beban kerja kami tinggi,
tapi gajinya rendah. / Mentor, mohon jangan khawatir.
Aku akan berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Ini adalah daftar index-nya. Ingatlah untuk menaruh bukunya pada tempat yang benar.
Oh, ya. Ini seniormu, Shen Juan.
Dia telah bekerja disini selama 2 tahun.
Jika ada sesuatu yang tak kau mengerti,
kau bisa bertanya padanya.
Kau datang terlambat, tak ada lagi makan siang.
Apa kau merindukan lagi saat-saat makan siang?
Biar kukerjakan.
Terima kasih!
Benar...
Ada pekerjaan 2 hari lagi, apa kau tertarik?
Kau disini rupanya.
Ayo, bantu...
Terima kasih!
Apa cita-citamu?
Aku belum memikirkan soal itu.
Bisa hidup dengan aman dan sehat,
lebih penting dari apapun.
Cita-cita... impian...
jauh diluar jangkauan kita.
Jika aku bisa melanjutkan kehidupanku yang tenang dan damai,
aku akan merasa sangat bahagia.
Hidup tenang dan damai?
Bagus!
mahsunmax
Selamat datang silahkan coba botol minuman kami! Terima kasih..!
Lengkapi identitas anda dan ambil airnya! Selamat datang silahkan coba botol minuman kami!
Botol minuman kami, terima kasih! Minuman gratis untuk dicoba.
Selamat mencoba!
Botol minuman kami,
terima kasih!
Ayo pergi! Makan siang, aku traktir! / Baiklah.
Shen Juan.
Kurasa dia tak hanya peduli dengan sekolah adik perempuannya,
kurasa ada sesuatu yang lain.
Dia menyukaimu!
Jangan bicara ngawur!
Dia sangat menonjol, banyak gadis yang menyukai dia.
Bagaimana denganmu?
Apa kau suka dia?
Tiap kali aku melihat dia, ada kata-kata yang muncul dipikiranku,
"Cahaya purnama dan semilir angin".
Cahaya purnama dan semilir angin?
Jadi,
bagaimana dengan Cheng Zheng?
Menggemparkan!
Su Yunjin,
Su Yunjin...
Apa yang kamu cari?
Kau terkejut melihatku?
Bagaimana kau bisa kesini?
Aku tak diperbolehkan kesini?
Kenapa mendatangiku? / Siapa bilang aku mendatangimu?
Jadi kau boleh pergi.
Kenapa aku harus mendengarkanmu?
Apa kau orang lain bagiku? / Baiklah.
Aku yang akan pergi.
Lagipula kita ini teman kelas lama.
Yunjin.
Juan, kenapa kau kesini?
Bukankah kita bilang... akan pergi bersama?
Kau bersama teman?
Halo! Aku Shen Juan,
pacarnya Yunjin.
Kebetulan sekali!
Aku juga, Cheng Zheng.
Ini teman kelas SMA-ku. Dia kuliah di Universitas di Beijing.
"Tsinghua". / Universitas yang bagus!
Itu kampus yang biasa saja.
Kalian berdua... berniat untuk...
pergi ke luar kota. / Saudariku yang mengantarkanku kesini.
Mungkin kita bisa pergi bersama.
Aku telah mengganggu kalian. / Tak apa.
Ayo!
Aku Zhang Yue,
adiknya Cheng Zheng. / Sheng Juan.
Cowok ganteng, ikutlah aku beli minuman.
Apa kau menyukai
orang seperti dia?
Untuk apa kau bicarakan ini?
Aku berniat untuk melupakanmu.
Tapi aku tak bisa.
Setidaknya, mohon katakan bagian mana dariku yang kurang baik?
Jawab aku dulu.
Lepaskan.
Ini di kuil. Buddha mengawasi kita.
Apa Buddha tahu, betapa menderitanya hatiku?
Ayo, Su Yunjin, minumlah.
Aku tak bisa minum. / Tapi ini anggur pertama yang kutawarkan...
Dia tak bisa meminumnya. Biar aku yang minum.
Ini antara aku dan dia, kau tak boleh minum untuknya.
Yunjin!
Kau puas sekarang? / Tidak!
Aku juga ingin tahu, mengapa malam itu,
setelah kau menciumku...
kau tak menghubungi aku lagi!
Kenapa kau menendangku?
Aku tak berkata salah.
Saat aku bersama Yunjin,
aku tak pernah tanyakan mengapa.
Su Yunjin,
kau sungguh menyimpan sesuatu.
Yunjin!
Kenapa?
Biar kuantarkan pulang dulu. Yunjin...
Yunjin!
Apa kau ingin minum untuknya?
Ini sudah tak perlu lagi.
Cheng Zheng...
Cheng Zheng!
Juan.
Ada apa?
Di satu sisi aku ingin tinggal, disisi lain aku ingin hidup damai dan tenang bersamamu,
maukah kau menerima?
Saat kita berhadapan dengan bujukan materialistik,
sulit untuk tidak terpengaruh.
Bagaimana bisa kau melihat aku seperti itu. / Apa aku tak benar?
Apa kau berani mengatakan, kau tak punya perasaan apa-apa terhadap Cheng Zheng?
Itu sebabnya...
dinamakan hidup tenang dan damai
hanya sekedar ucapan.
Kita sudah ketemuan kemarin, sekarang kau merindukan aku lagi!
Cheng Zheng kau brengsek!
Kau suruh bilang apa Zhang Yue terhadap Juan?
Apa... bilang apa?
Jangan pura-pura! Apa kau dan adikmu kerjasama untuk menjebakku!
Aku tak pura-pura.
Aku tak tahu yang kau bicarakan!
Mengapa kau terus mengganggu hidupku?
Kapan kau tak mengganggu aku?
Aku mengerti. Apa kau dan si Shen...
Su Yunjin,
aku tak tahu... apa yang terjadi antara kau dan si Shen.
Tapi aku beritahu, aku tak ada kaitannya dengan masalah ini!
Tak ada kaitannya denganmu?
Sebelum kau muncul,
kehidupanku baik-baik saja.
Benarkah?
Selama ini,
apa kau tak pernah ingin bertemu aku lagi?
Tidak!
Tidak?
Jadi saat aku datang menemuimu,
mengapa kau tampak senang?
Aku tak begitu!
Setelah kau mabuk,
mengapa kau memanggil-manggil namaku?
Omong kosong!
Jika kau tak percaya, kita bisa tanyakan pada Shen Juan.
Chen Zheng,
kau memang seperti itu.
Kau datang begitu saja ke sekolah mencariku tanpa tujuan apapun,
Cuma menuruti kata hati!
Kau selalu suka memaksa.
Kau telah memaksaku dengan pengaruhmu,
sejak waktu kau mengajariku pelajaran di SMA!
Itu karena aku menyukaimu.
Kau suka padaku? Lalu aku harus menghormatimu?
Jika kau tak suka padaku,
mengapa kau dulu menciumku? Mengapa kau memberiku harapan?
Jika kau tak suka padaku, mengapa kau tak menolakku,
jadi aku bisa hentikan untuk mengharapkanmu!
Cheng Zheng,
aku tak suka denganmu! Aku membencimu!
Cheng Zheng,
aku tak menyukaimu!
Aku membencimu!
Tak ada apapun yang bisa mengecewakan dia selain yang aku katakan!
Aku telah melupakan reaksi Cheng Zheng saat itu.
Tapi aku tahu,
dia tak berdiri dengan bodohnya disana seperti malam lalu.
Mungkin... setelah hari itu,
dia akhirnya telah belajar
untuk pelan-pelan melupakan gadis yang pernah dia cintai,
yang menyebabkan dia kecewa saat menjauh
dari hatinya.
Dia sungguh tak datang lagi.
Tak lama... Shen Juan juga telah lulus.
Kudengar dia mulai bekerja di sebuah perusahaan besar.
Setelah itu,
kami tak saling berhubungan lagi.
Kehidupan kuliahku...
tampaknya akan damai kembali akhirnya.
Selama kau berlatih, yang paling penting adalah
menggabungkan teori yang telah kau pelajari di kelas dengan praktek sesungguhnya.
Kasur no. 62, sudah masuk kemarin karena kecelakaan mobil.
Zhou Ziyi! Gegar otak...
dengan kurangnya cairan di otak,
kulit lebam, wajah terluka,
banyak luka lecet di tubuh,
dan jaringan lunak luka memar,
luka memar pada wilayah paru,
sejumlah kecil hemotorax.
Di usia 20 tahun,
mendapat boneka yang paling disuka.
Di usia 40 tahun, mampu membeli baju yag indah.
Di usia 60 tahun,
bertemu dengan cinta pertamanya.
Apa semua ini masuk akal?
Tak ada kekasih lugu di dunia ini.
Tak ada waktu yang dihabiskan di baling-baling.
Hal yang paling benar yang pernah dia lakukan
adalah merasakan cinta yang diinginkan
selagi dia mampu untuk mencintai!
484
485
486
487
488
489 33..
490
491
492
493
494
495 Tahun ini,
ibuku memaksaku beberapa kali,
jadi aku harus menolak kerja liburan sampingan
dan mempercepat pulang ke kota asal.
Paman Wu, dia...
seorang akuntan di pabrik pakaian di kota.
Istrinya telah meninggal
tak punya anak bersamanya. Tanggung jawab keluarga kita, besar atau kecil,
telah dibantu oleh Paman Wu kadang-kadang.
Minumlah tehnya.
Bila kau tidak setuju,
aku akan tolak dia besok.
Kurasa jika ayah masih disini,
dia ingin ibu bahagia.
mahsunmax
Apa yang kamu lakukan disini?
Pabrik elektronik No.2 di dekat rumahmu,
telah dibeli oleh ibuku. Aku membantu dia
untuk mengantarkan beberapa bahan.
Kau jangan buat masalah!
Lihatlah dirimu, tampak kurang baik.
Mungkin kau harus berhenti melakukan ini. / Kau tak akan mengerti.
ini bisa menghasilkan uang. / Kau...
Berapa banyak hasilnya ini?
Masing-masing... harganya 8,5 Yuan.
Semalam bisa membuat 5,
totalnya 42,5 Yuan. / Itu sedikit sekali!
Begini saja... kuberi kau 50 Yuan,
kau berhenti melakukan ini dan bicara denganku, bagaimana?
Cheng Zheng, kau punya uang.
Menghasilkan 30 sampai 40 semalam, bagimu
tak ada artinya sama sekali.
Tapi bagiku dan ibuku,
ini berarti bisa hidup untuk 2 hari.
Inilah alasan mengapa kita tak ada yang harus dibicarakan.
Kau sudah bangun.
Lima.
Apa kau pernah melihat kelinci?
Ngawur saja! / Berapa jumlah telinga kelinci?
Jadi tak ada kelinci yang punya 1 telinga?
Dan kelinci yang ini tak ingin punya ekor.
Sebenarnya ekornya pendek...
Tunjukkan tanganmu.
Apa yang kau lakukan?
Membaca telapak tanganku?
Apa kau sudah baca pikiranku?
Terima kasih!
Berjanjilah,
pergilah ke Beijing setelah kau lulus.
dan tinggallah bersamaku, paham?
Kali ini,
kau tak boleh lari lagi.
Kelulusan sudah dekat, semua berlarian berusaha mencari
pemberhentian berikutnya di kehidupan mereka.
Dalam rangka untuk bersama Cheng Zheng,
aku telah mengirim lamaran kerja di perusahaan Beijing seperti orang gila.
Bagaimanapun,
keinginanku yang terdalam
telah mengering
tanpa respon sama sekali.
Tentang lamaran kerjamu di perusahaan Beijing,
apa ada kabar?
Jika aku tahu, aku akan mengikutimu
mendaftar di universitas kesehatan. Lalu aku bisa tinggal di sekolah
selama beberapa tahun. / Ayo, masukkan lamarannya disini!
Tak apa! Ada banyak lulusan,
bukan hanya kau yang kesulitan mencari pekerjaan. Benar 'kan?
"Aku ingin bertemu denganmu"
Aku akan ambil di belakang.
Lihatlah hujannya.
Telponmu.
Su Yunjin,
apa kau sudah dapat kerja?
Tidak.
Aku mendapat kesempatan wawancara disini, apa kau mau mencoba?
Perusahaan apa? / Kebetulan tak cocok dengan jurusan kita.
Sesungguhnya, seseorang yang kukenal yang memperkenalkanku pada ini.
Tapi karena aku pergi studi ke luar negri, lowongannya tersedia.
Maka kuberikan ini padamu.
Di Beijing? / Shanghai.
Ahh... Shanghai?
Oh, ayolah!
Situasinya sudah serius sekarang, kau akan beruntung jika bisa dapat kerja!
Lupakan soal apakah itu di Beijing ataupun di Shanghai.
Untukmu, simpanlah.
Ini nomor telpon. Cobalah!
Hey! Cheng Zheng... / Su Yunjin.
Dimana kamu? Nomermu tak tersimpan,
kau bahkan tak membalas SMS-ku.
Aku, ada kabar bagus buatmu.
Aku telah menemukan pekerjaan buatmu di Beijing.
Walau ini bukan jurusanmu, selama kinerjamu bagus,
kau punya kesempatan bagus untuk lanjut. / Cheng Zheng,
Aku... aku telah mendapat pekerjaan.
Bagus! Perusahaannya ada di Beijing 'kan?
Di Shanghai. / Apa?
Kan aku sudah memintamu cari perusahaan di Beijing?
Aku sudah berusaha... tapi tak ada perusahaan di Beijing mau menerimaku.
Selama aku bersedia mengajakmu... Siapa yang menyuruhmu melamar di Shanghai?
Cheng Zheng, dengarkan aku, jika aku melewatkan ini, kelulusanku akan tiba.
Kau tak tahu betapa sulitnya cari kerja sekarang.
Aku setidaknya harus menemukan tempat tinggal.
Bagaimana kau bisa seegois itu! Kau tak pernah mempertimbangkan orang lain.
Cheng Zheng...
Tolong berikan aku tiket ke Beijing.
Halo... / Halo...
Kamu dimana?
Apa kau marah padaku? Aku dalam perjalanan ke Beijing.
Kau tak marah padaku?
Aku ingin menemuimu. / Sayang, aku dalam perjalanan ke Shanghai.
Ahhh... / Ah apa?
Kau tak pergi ke Beijing, aku tak akan pergi ke Shanghai
apa kita akhirnya terpisah?
Dimana kamu sekarang?
Akan tiba di Tai An, kurasa.
Jadi kau turunkah disana, dan aku akan mencarimu.
Hum!
Halo!
Apa kau sudah sampai?
Kamu dimana?
Sayang... lihatlah ke seberang.
Cheng Zheng!
Cheng Zheng!
Jangan main-main lagi!
Su Yunjin!
Aku katakan, walau kau di ujung dunia yang paling jauh
aku tak akan melepaskanmu.
Cheng Zheng!
Kau kembalilah tidur, ya?
Aku.. aku.. aku.. merasa kedinginan.
Apa yang kamu lakukan?
Tanganku akan tetap disitu, tak akan kemana-mana lagi.
Jangan gerakkan tanganmu!
Aku... aku... cuma menghangatkan tanganku...
Kau, ini... Jangan ditarik!
Nanti kau merusaknya. / Kenapa ini tak bisa dilepas...
Apa yang kamu lakukan? Jangan ditarik! Kau nanti merusaknya.
Aku kepanasan.
Apa yang kamu lakukan?
Cheng Zheng, pakai celanamu lagi!
Aku... aku... aku... aku kepanasan!
Jadi aku mau... ambil celanaku.
Kau pembohong!
Kau tadi bilang yang besar ini di depan, atau ini yang kecil?
Yang besar.
Cheng Zheng, kau memang aneh.
Kau tinggalkan apartemen besar di rumahnya Zhang Yue,
dan memilih loteng kecil yang sempit ini.
Diamlah! Aku telah berusaha keras membujuk Yunjin untuk pindah kesini.
Jangan bicara ngawur! / Yunjin! Yunjin!
Berikan obeng yang lain...
Sinyalnya lemah di rumah kumuhmu ini.
Orang tuamu apa tidak memaksamu pergi ke Amerika lagi? / Siapa bilang mereka tak memaksa?
Bisnis mereka cukup sibuk dan bagus sekarang,
mereka telah memintaku untuk membantu mereka.
Jadi apa kau punya rencana untuk pergi ke sana?
Aku belum memutuskannya. Aku tunda dulu saat ini.
Jika kau pergi ke sana, bagaimana dengan Su Yunjin?
Akan kukemas dia bersamaku.
Apanya yang dikemas denganmu?
Mau minum sup kacang hijau? / Aku mau... Aku mau... Aku mau...
Terima kasih! / Terima kasih!
Itu saja.
Minumlah sup kacang hijau.
Aku ada urusan mendadak. Aku harus pergi sekarang.
Lumayan, rasanya enak.
mahsunmax
Xuhua... Aku...
Aku...
akan menikah dengan Chen Jiejie minggu depan.
Selamat!
Terkadang, aku berpikir...
akan lebih baik jika kita menjadi keluarga...
Ini...
kau simpan saja.
Zhou Jiyi memberikan ini padaku.
Dia akan menikah.
Sebenarnya aku tak bermaksud menyembunyikan hubunganku dengan Zhou Jiyi,
tapi
aku sendiri tak tahu cara mengatakannya.
Bagaimanapun, dia tak pernah mengakui
aku adalah pacarnya.
Dia memang brengsek!
Dia tak salah apa-apa,
kecuali dia memang tak mencintaiku.
Kau menyesal?
Yunjin.
aku pergi dari sini...
Aku telah menerima proposal departemen studi di luar negeri.
Trinity College di Dublin.
Itulah tempat selanjutnya
yang bisa kupilih.
Sekarang dingin dan bersalju di musim dingin.
Jagalah dirimu baik-baik!
Bagaimana? Kau suka?
Ini rumahnya Zheng Yue?
Ya... Ayo.
Cheng Zheng.
Dik, berhenti. Tenanglah!
Menjijikkan! Kau bocah nakal tak tahu terima kasih,
kau tak datang menemuiku setelah kau pindah.
Aku sibuk.
Jika kutahu kau orang tak tahu terima kasih,
harusnya kudengarkan ibu dan memberangkatkan dirimu ke Amerika lebih awal.
Setidaknya aku sudah datang kesini sekarang.
Juan!
Ada apa? Sekarang ini hari besarku,
harus dansa denganku? Apa kau enggan?
Kau bisa pilih orang lain,
kenapa harus dia? / Ini bukan urusanmu.
Aku yang mau. / Jadi kau pikir,
dia suka dirimu,
atau uangmu? / Kau katakan saja,
apa kau pria yang disukai Yunjin
atau dia suka uangmu?
Yunjin tidak sama dengan dirinya!
Apa kau...
sangat terkejut?
Zhang Yue gadis yang baik. Selamat!
Terima kasih!
Bahkan andai dia tak baik,
ini bukanlah hal yang penting.
Aku menikahi...
seorang wanita bernama Zhang Yue.
Nama keluarganya dan ayahnya
cukup baik.
Selebihnya tak penting bagiku.
Tapi kurasa kau tak boleh menyakiti dia.
Tak ada yang akan tersakiti,
tapi dia dan aku berasal dari dunia yang berbeda.
Hal yang dia inginkan
bisa didapatkan kapan saja.
Hal yang aku inginkan,
dia tentu tahu soal itu. / Mengapa kau mengatakan ini padaku?
Aku menganggapmu sebagai temanku,
karena kurasa kau dan aku punya banyak kesamaan.
Kita tidak sama!
Benar.
Aku telah membawa payung. Ayo.
Sayang sekali jika sepatu ini terendam hujan.
Ayo, kugendong kau di punggungku. Pegang ini.
Ayo.
Kau memang berubah menjadi babi kecil, aku tak bisa menggendongmu lagi.
Cheng Zheng,
kenapa kau tak pernah menyerah padaku?
Aku khawatir jika aku pergi menjauh,
tak ada yang bisa menerima temperamen burukmu.
Jadi maukah kau menikah denganku?
Apa?
Apa kita akan menikah?
Yunjin, aku berjanji,
aku tak akan meninggalkanmu seumur hidupku!
Aku menggendong istriku pulang ke rumah!
Paman! / Yunjin, kau telah datang.
Ibumu... didiagnosis menderita kanker serviks,
tapi kau tak perlu khawatir.
Kondisinya masih terkendali.
Pada saatnya, operasi mendesak memang diperlukan, itu butuh biaya banyak.
180 ribu Yuan.
Bagaimana aku bisa memperoleh uang sebanyak itu?
Jadi aku telah menggelapkan...
uang dari perusahaan.
Apa paman sudah berhenti bekerja?
Ya, pabrik garmennya telah ditutup,
tapi keluarga Cheng Zheng
telah membeli sebuah pabrik dekat rumah kita.
Dan dalam pabrik mereka, dia memberikanku pekerjaan.
Dia tak mengijinkanku untuk memberitahumu.
Jadi kau mengatakan
uang yang paman ambil, milik keluarga Cheng Zheng.
Xiaoqi, akan kubayar kembali secepat mungkin.
Tak masalah. / Terima kasih!
Akan kucari jalan lain. Wu Dan,
terima kasih! Beberapa ribu Yuan juga sangat penting bagiku...
Tak apa. / Terima kasih, Yilin.
Akan kulunasi secepatnya. Xiaoyue?
Akan kucari jalan lain.
Akan kucari jalan lain.
Juan.
Teman sekamarmu Bao Xiaoqi tadi menelponmu.
Dia bilang ada sesuatu yang terjadi di keluarganya, uang yang mau dipinjamkan padamu
sekarang sudah tidak tersedia.
Aku telah menelpon Paman Wu. Awalnya,
dia menolak untuk mengatakan sesuatu.
Untuk suatu masalah besar,
kau harus beritahu aku lebih dulu.
Ini 300 ribu Yuan.
Berikan pada Paman Wu,
biarkan dia bayar penggelapan uangnya.
Cheng Zheng,
aku sudah meminjam uang.
Siapa yang meminjamimu uang?
Temanmu yang mana bisa meminjami uang sebanyak itu?
Kau harus katakan padaku.
Shen Juan.
Dengan masalah besar seperti ini,
kau tak bertanya padaku dulu.
Bagiku, pacarmu,
apa aku suatu kesalahan besar?
Cheng Zheng!
Cheng Zheng, dengarkan aku.
Paman mendapatkan pekerjaan hanya karena dirimu.
Sekarang pembukuan perusahaan mendapat masalah,
Aku tak boleh menggunakan uangmu untuk membuat jurang pemisah lagi.
Tapi mengapa kau bisa meminjam dari Shen Juan?
Aku pergi ke dia untuk meminjam uang,
karena dia dan aku adalah sama,
seperti yang kita tahu betapa parahnya kemiskinan kami!
Jangan jelaskan lagi.
Shen Juan!
Mulai sekarang, jauhi Su Yunjin!
Menggunakan uang dari seorang wanita berlagak seperti Casanova tak ada gunanya selain kau!
Aku telah mendengar keluarga Cheng sedang ada bisnis besar.
Hari ini aku akhirnya telah menyaksikannya.
Pelunasan dengan jumlah ganda.
Tapi jumlah tambahannya, tolong ambillah kembali.
Karena Yunjin-lah orang yang aku bantu. / Pacarku tak butuh bantuanmu!
Tapi lihatlah saat ini dia butuh bantuan,
dia yang mendatangiku, bukan kau!
Hey! / Su Yunjin! Apa kau mau datang?
Cheng Zheng ada disini. / Kalian dimana?
Ayolah, Gendut! Minumlah!
Kau telah banyak minum dan harus berhenti!
Minumlah lain kali. / Ayo kita minum bersama lain kali, bagaimana?
Gendut, hentikan dia sekarang! Jangan minum bersamanya, Gendut!
Baiklah.
Aku minum...
Meng Xue,
ayo minumlah! / Cheng Zheng!
Ini sudah larut malam,
pulanglah denganku.
Kau tak butuh aku untuk mengurus masalahmu!
Masalahku
juga bukan urusanmu!
Jangan bertingkah seperti ini!
Semua bisa dibicarakan saat kita pulang.
Aku tak mau pulang.
Nanti, tolong bantu antar dia pulang lebih awal.
Cheng Zheng!
Apa maksudmu tadi!
Apa maksudmu tadi, kita pernah jadi teman kelas!
Kau bisa memilih untuk tidak suka padanya, tapi kau tak boleh tak menghargai dia seperti itu!
Apa kau mengerti?
Bukan urusanmu! / Apa maksudmu?
Kalian hentikan!
Lepaskan!
Cheng Zheng,
Aku baru menyadari malam ini,
kau sesungguhnya kau pria yang menyedihkan.
Ketika seorang gadis
mengetahui orang yang dia cintai berubah menjadi orang menyedihkan,
bukankah itu pertanda dia tak mencintai orang itu lagi?
Aku berhutang padamu 300 ribu Yuan,
Ini adalah hutangku.
Su Yunjin! Bagaimana caramu melunasi yang kau hutang di hati sini?
Bicaralah!
Apa kau tahu aku paling benci saat kau diam seperti batu!
Sejak tahun 2007,
pertama kali aku bertemu denganmu,
sampai hari ini,
selama 6 tahun!
Bagaimanapun juga, kau masih tak mencintaiku.
Lupakanlah,
mari kita berpisah.
Halo, apa ini Su Yunjin? Ini aku, Song Ming.
Kau dimana sekarang? Cheng Zheng terbang ke Amerika jam 4!
Kau masih bisa menemui dia jika kau bergegas kesini!
Tn. Cheng, kabin penumpang dan kru telah siap.
Boleh aku tahu apakah kita bisa berangkat sekarang?
Tunggu sebentar.
Tak masalah.
Ayo kita berangkat. / Baiklah.
Waktu, sungguh sesuatu yang menakutkan.
Waktu bisa menyembuhkan apapun.
Tak peduli itu baik, ataupun kenangan yang buruk.
Waktu akan menghapus semua kenangan,
meninggalkan luka samar pada kita.
Jangka waktu yang lama setelah perpisahan,
sosok dia
berada dimana-mana. Dia tampak berdiri di setiap sudut jalanan.
Setiap kali aku berbalik,
secara samar kumelihat sosoknya yang kukenal disana.
Selama 24 bulan penuh
ini...
telah berubah menjadi satu-satunya jalan
yang menghubungkan antara dia dan aku.
Selain dari itu,
aku harus terus mengurangi memikirkan apapun tentang dia.
Aku telah berniat untuk melupakanmu,
tapi aku tak bisa melakukannya.
Setidaknya,
tolong katakan bagian mana dariku yang kurang baik.
Apa Buddha tahu, betapa menderitanya dalam hatiku?
Apa ada orang spesial di hatimu?
Setelah dia pergi, hidup harus terus berjalan.
Tanda-tanda keberadaannya,
perlahan lenyap oleh hidup yang sunyi.
Jarak dan masa muda yang indah itu,
telah berubah menjadi kenangan yang memudar
layu secara perlahan.
mahsunmax, 17 Juli 2016
AUDIO OUT OF SINC
STILL WAITING FOR THE BETTER VERSION
Pada akhirnya kau dan aku
Pada akhirnya kau dan aku
Dalam perputaran waktu,
kita berputar mengitari lingkaran.
Akankah orang itu
berada di tempat semula
menunggumu?
thanks for watching without doing resync
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.