Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
๏ปฟ1 Diterjemahkan oleh mifae :)
Dulu, ada tikus yang sangat bahagia
tinggal di bawah sebuah pohon.
Tak peduli apa pun juga dan tidak takut.
Dia bermain setiap hari dan tidur di tempat teduh.
Suatu pagi, tikus itu dengar jeritan keras
dan gagak sehitam malam terbang turun dari langit.
Gagak menurunkan paruhnya dan memiringkan kepalanya
lalu menakuti tikus itu dengan berkata
"Kegelapan bersembunyi di hari yang terang.
Sebaiknya lari, tikus kecil, sebelum dia keluar bermain
karena Kegelapan itu jahat dan suka bermain petak umpet.
Dia bisa pergi ke mana saja sambil sembunyi dan mengintip."
Tikus melangkah dan melihat sekelilingnya.
Dia berputar, melihat ke atas dan ke bawah.
"Tak ada kegelapan di sini, burung tua sinting.
Mentari bersinar terang. Itu sangat konyol."
Tapi gagak tertawa kencang dan berkata
"Dasar tikus kecil bodoh.
Jangan sampai Kegelapan mendengar ucapanmu.
Ada satu hal yang harus dilakukan, jadi, dengarkan aku.
Kau harus melihatnya dulu jika ingin bebas."
Bayi zombi! Dia akan memakanmu!
Maddie! Apa yang kau lakukan? Lihat tanganmu.
Baik. Jangan main spidol lagi.
Tapi aku bosan.
Menggambarlah di sini
selagi Ibu mengemasi barang ke mobil. Oke?
Oke.
Peluang terakhir untuk ucapkan selamat tinggal!
Maddie, jangan ke jalanan!
Baik, Bu.
Maaf. Dia hanya sehari di kota ini, Sayang.
Begini. Kau akan punya banyak waktu untuk memikirkan
cara menebusnya pada kami
dalam perjalanan jauh seorang diri.
Ayah, lihat. Ini aku dan Kayla.
Baik. Ayo naik.
Aku bisa sendiri.
Baik. Pakai sabuk pengamanmu.
Terima kasih, Yah.
Jangan marah. Aku minta maaf.
Jika kau memang menyesal, kau takkan batalkan rencana.
Kita akan tetap bersenang-senang. Hanya sedikit terlambat.
Tolong kabari aku kalau sudah tiba
agar aku tahu kalian tiba dengan selamat.
Jangan terlalu dramatis. Kapan kau berangkat?
Siang ini. Aku akan sampai paling telat tengah malam.
Baik. Bawakan aku kudapan malam.
Berpamitan pada Ayah.
Dah, Yah! Aku sayang Ayah.
Dah. Ayah sayang kalian.
Malam khusus perempuan.
Selamat bersenang-senang.
Aku mencintaimu.
Dah, Yah. Aku sayang Ayah.
Baik. Kita sampai.
Akhirnya.
Kita sudah sampai?
Ayolah.
- Siapa kau? - Aku Owen.
Hai.
Longgarkan pasak dalamnya.
Terima kasih.
Tak masalah.
Aku dianggap satpam di sini
mungkin karena hanya keluargaku
yang tinggal di sini sepanjang tahun.
Andai kami bisa melakukannya.
Apa? Tinggal di sini?
Dulu, ada dua keluarga yang tinggal di sini.
Keluarga lain tinggal bertahun-tahun di rumahmu.
Sampai anak laki-laki mereka hilang.
Hilang?
Seusiaku. Namanya Johnny.
Agak bodoh kalau kau paham maksudku.
Mereka tak menemukannya?
Tidak. Keluarganya sangat sedih.
Mereka menjual rumah ini dan tak terlihat lagi.
Aku Laura. Ini Kayla dan Maddie.
Anak-anak, berikan salam.
Senang jumpa kalian, Nona-nona.
Jarang ada orang kemari setelah musim ramai.
Di sini agak sepi.
Ya. Kami pikir mau menyempatkan
satu perjalanan terakhir tahun ini.
Aku tak menyalahkanmu.
Kuhargai bantuanmu, Owen. Terima kasih.
Hanya anak-anak dan Ibu di akhir pekan ini?
Juga Ayah.
Ya, dia menuju kemari. Dia akan menyusul.
Senang mendengarnya.
Ucapkan terima kasih pada Owen, Anak-anak.
Terima kasih.
Sama-sama.
Terima kasih. Jaga diri kalian.
Kena. Kau kejar.
Anak-anak, jangan terlalu dekat ke air.
Baik.
Sebaiknya kau telepon dari jalanan.
Aku belum berangkat.
Kau pasti...
Bergurau. Kalian tiba dengan selamat?
Ya, kami baik-baik saja.
Anak-anak, ini Ayah. Pengeras suara aktif.
Hai, Yah!
Hai, Anak-anak!
Rumahnya masih berdiri?
Ya.
Sempurna.
Kapan Ayah datang?
Sebentar lagi.
Dah, Yah! Kami sayang Ayah!
Suara apa itu?
Bukan apa-apa. Aku hanya mampir isi bensin.
Aku akan tiba jam 11.
Baik. Mungkin akan kutunggu.
Sebaiknya begitu.
Kita lihat saja. Mungkin kau beruntung.
Itulah rencanaku.
Hei. Aku lupa beli telur.
Telur. Baik. Sampai nanti.
Hati-hati di jalan. Dah.
Hai. Tolong bungkus ini.
Juga dua botol Merlot terbaikmu.
Apa rencanamu?
Tidak ada.
Anak-anak, Ibu taruh buku dan mainan di ruang bermain.
Jangan. Ruang itu seram.
Tidak. Jangan takut, Sayang.
Aku bukan anak kecil.
Hei! Ibu mengawasi kalian.
Maddie, siap?
Kau tampak konyol, Kay Kay.
Apa itu?
Ke mana perginya?
Anak-anak?
Anak-anak?
Aku belalang.
Masa? Kau tidak hijau.
Kita punya cat hijau?
Tidak, hanya biru.
Maddie! Jangan bawa sepatumu ke ranjang.
Ibu sudah keluarkan piyama kalian.
Gantilah pakai piyama
dan turun.
Kayla, apa itu?
Bukan apa-apa.
Ibu melihatmu menaruh sesuatu di sana. Apa itu?
Ini untuk Ayah.
Coba Ibu lihat. Apa itu hidup?
Tidak.
Jangan buat rumahnya bau.
Tidak akan. Ini tidak bau. Harum.
Baiklah. Ganti baju dan turun.
Ibu akan buat piza.
Tikus itu melangkah dan melihat sekelilingnya.
Dia berputar, melihat ke atas dan ke bawah.
"Tak ada kegelapan di sini, burung tua sinting.
Mentari bersinar terang. Hal itu sangat konyol."
Tapi gagak tertawa kencang dan berkata, "Tikus kecil bodoh.
Jangan sampai Kegelapan mendengar ucapanmu.
Kau harus lakukan satu hal, jadi, dengarkan aku.
Kau harus melihatnya dulu kalau mau bebas."
Aku tahu ceritanya.
Sungguh?
Aku mau tidur, Bu.
Mau tidur? Ceritanya belum selesai.
Kau tak mau makan piza?
Tidak mau? Baik. Naiklah.
"Aku akan memberi petunjuk. Dia sembunyi di depan mata.
Dia tinggal dalam gelap bahkan saat terang.
Dia berjalan di belakangmu dan melihatmu bermain.
Mengapung di sampingmu dari kepala sampai kaki."
Maddie menggambar ini?
Tidak. Memang sudah ada.
Benarkah?
Baik, Kay Kay.
Maddie, apa kau demam?
Begini. Itu lebih baik.
Selamat malam.
Maddie, kau tak apa-apa?
Kau lihat apa?
Hai.
Hai. Semuanya baik? Aku telepon sejak tadi.
Sial. Ponselku tertinggal di mobil. Maaf.
Baik. Apa yang kalian lakukan?
Tidak ada. Anak-anak bermain selagi aku membongkar barang
dan kami makan piza. Mereka sudah tidur.
Di mana kau?
Sudah setengah jalan, jadi, beberapa jam lagi.
Sayang, kau harus lihat ini. Danaunya sempurna.
Di sini sangat indah.
Itu bagus. Kau hanya butuh telur, kan?
Shawn, kau merusaknya.
Maaf. Kukira kau sudah selesai bicara. Silakan lanjutkan.
Menarik sekali.
Dasar berengsek.
Setidaknya aku ingat beli telur.
Kau sangat tidak romantis.
Sampai jumpa beberapa jam lagi.
Kubiarkan gerbangnya terbuka untukmu.
Gemboknya macet. Mungkin kita harus beli baru.
Akan kuperiksa begitu tiba di sana.
Baik. Cepatlah. Aku mencintaimu.
Aku juga mencin...
Shawn?
Ibu?
Ibu?
Ibu?
Ada yang aneh pada Maddie.
Ada apa?
Dia ada di ruang bermain, tapi tak mau memberitahuku.
Maddie? Madison?
Maddie?
Maddie?
Sayang, kenapa jendelanya terbuka?
Tak apa-apa.
Ibu?
Tak apa, Kayla. Dia hanya sakit.
Duduklah, Sayang.
Maddie, kau tak apa-apa?
Biar Ibu bersihkan.
Ibu, dia tak apa-apa?
Ya. Dia hanya sakit, Sayang.
Maddie?
Maddie, tarik napas. Coba Ibu lihat ada apa.
Keluaran tanganmu. Coba Ibu lihat, Maddie.
Ayolah. Coba Ibu lihat, Maddie.
Baik, Ibu mendapatkannya. Tarik napas.
Baik, sudah dikeluarkan. Kau tak apa-apa?
Tarik napas dalam.
Bu, apa itu?
Apa ini? Kalian makan sesuatu?
Aku tidak.
Temani adikmu.
Maddie, lihat.
Pesta minum teh!
Aku menyimpannya untuk Ayah.
Dapat dari mana?
Di hutan.
Maddie, pandang Ibu. Apa kau makan kue ini?
Tidak.
Kau memakannya. Dia bohong.
Maddie Sayang, kau takkan dapat masalah.
Ibu hanya ingin tahu apa kau makan kuenya.
Beri tahu Ibu.
Baiklah.
Maaf.
Tak apa, Sayang.
Ada apa?
Bu, apa itu?
Ibu tak tahu.
Aku takut.
Sayang, duduklah di sofa. Tenang.
Duduk di samping adikmu. Kau tak apa-apa, Maddie?
- Bu, perutku sakit. - Ibu tahu, Sayang.
Bu, ada apa dengannya?
Ibu tak tahu.
- Ibu! - Ibu mau ambil ponsel.
- Jangan pergi! - Jangan, Bu!
Ibu di sini. Tetap di sofa.
Ibu hanya ke dapur. Tetap di sana.
Sial.
- Tidak! Jangan pergi! - Nyalakan lagi lampunya!
Tenang!
Ibu hanya mau ke mobil.
Ayo pergi.
- Tidak! - Ibu!
Ayo berdiri. Hentikan. Kay Kay, ayo pergi sekarang.
Aku tak mau keluar.
Tenang. Kita harus pergi sekarang.
Gendong aku.
Ibu tak bisa gendong kalian, Kay Kay. Kau harus lari.
Tidak, Bu! Kumohon!
Dengarkan Ibu, Sayang.
Kita harus tinggalkan rumah ini sekarang juga.
Mengerti? Kau harus ikuti Ibu.
Ibu tak bisa gendong kalian.
Kau harus lari di samping Ibu.
Ibu membuatku takut.
Tenang. Ibu bersamamu sekarang.
Baik.
Jangan berisik. Ayo pergi.
Tidak, aku takut! Tidak mau, Bu!
Ayo pergi, Kayla!
Ayo naik di jok belakang.
Cepat naik di depan! Siap?
Cepat pasang sabuk pengaman.
Ibu!
Lepaskan sabuknya!
Ibu!
Ibu.
Kayla, tutup tirainya.
Ayo cepat.
Duduk di karpet.
Maddie.
Maddie.
Maddie, kau bisa tarik napas dalam?
Coba telan. Minum saja sedikit.
Ibu harus ambil obat untuk Maddie.
Jangan!
Kau bisa berani selagi Ibu ambil obat di kamar mandi?
Baik, Anak baik. Ibu segera kembali.
Aku tak enak badan.
Tenang. Ibu akan ambilkan obat.
Minum ini, Maddie. Ini akan membuatmu baikan.
Habiskan, Maddie.
Ini akan melegakan tenggorokanmu dan membantumu bernapas.
Anak baik.
Di mana Ayah?
Dia akan segera datang.
Anak-anak, naik sekarang juga. Ayo!
Kayla, cepat pakai sepatumu.
Kenapa foto kita ada di sana?
Ibu tak tahu, Sayang.
Apa Ibu menaruhnya...
Kenapa wajah kami dipotong?
Perutku.
Ibu tahu. Tak apa-apa.
Ayah akan segera datang dan begitu Ayah tiba di sini
dia akan antarkan kita ke dokter
dan dokter akan keluarkan semua itu dari...
Sial.
Maaf.
Tak apa-apa. Bukan salahmu.
Buka mulut lebar-lebar.
Maddie, tarik napas dalam.
Kita harus cari bantuan sekarang.
Aku tak mau pergi.
Kayla, kau harus berani.
Tidak mau!
Hentikan. Dengarkan Ibu! Lihat Ibu.
Maddie sakit parah. Kita tak bisa tetap di sini.
Kita akan keluar.
Kita akan tunggu di luar agar Ayah melihat kita
begitu dia tiba di sini.
Dia sudah di sini.
Siapa, Maddie?
Ayah.
Di mana?
Di bawah pohon.
Apa itu Ayah?
Bukan.
Siapa yang Ibu lihat?
Baik.
Halo? Laura?
Kau sedang apa?
Laura?
Laura?
Hei. Kau mengunci gerbangnya.
Sial.
Hei. Ini sudah larut malam.
Aku menyetir sepanjang malam.
Bisa tunda keusilannya sampai besok?
Baik, kalian berhasil. Aku sangat takut sekarang.
Sial. Laura, ayolah!
Laura, apa-apaan kau?
Ayolah.
Kau sedang apa?
Laura?
Apa itu kau?
Laura.
Sial.
Bernapaslah.
Tak apa. Bernapaslah dan santai.
Lebih baik, kan?
Kau ingat saat nenek sakit
dan harus dibawa ke dokter?
Ya.
Ingat betapa beraninya nenek?
Ya, bahkan tidak menangis.
Benar. Nenek tidak menangis.
Nenek sangat berani dan semua baik saja saat kita tiba di dokter.
Nenek dapat obat dan membaik?
Ya.
Begitu Ayah tiba di sini, Ayah akan antar kau ke dokter.
Benar, Kay Kay. Begitu Ayah tiba di sini
jadi, sekarang kita harus sangat berani.
Seperti nenek?
Benar.
Apa itu?
Ibu.
Laura? Anak-anak?
Itu Ayah.
Diam.
Laura?
Hei. Ini sudah larut malam. Aku menyetir sepanjang malam.
Shawn?
Shawn?
Bisakah kau... Laura?
Mundur. Tenang.
Laura.
Shawn.
Laura, apa yang...
Ini aku.
Halo?
Shawn, apa itu kau?
Apa itu kau?
Laura!
Laura?
Laura!
Apa itu kau?
- Laura. - [Aku Sudah Pulang]
Kumohon. Tidak. Shawn.
TIdak!
Anak-anak, jangan!
- Ayah! - Ayah di luar!
- Itu bukan Ayah! - Itu Ayah!
- Bukan! - Ayah!
Itu bukan Ayah!
Itu Ayah. Aku mendengarnya!
Bukan, Sayang. Itu tipuan. Ada orang jahat di luar.
- Ayah! - Itu bukan Ayah!
- Ayah! - Hentikan, Kayla!
Dia akan mendengarmu. Kau tak boleh berisik.
Kalian berdua harus diam.
Aku ingin Ayah!
Pejamkan mata kalian.
Kalian aman.
Takkan ada yang menyakiti kalian.
Ibu takkan membiarkannya.
Kalian percaya pada Ibu?
Ibu!
Ibu!
Diam. Ayo.
Tetap di sini dan pegang ini.
Maddie, kau bisa lari?
Aku tak mau keluar.
Dengarkan Ibu. Ingat ucapan Ibu.
Takkan ada yang menyakiti kalian. Ibu takkan membiarkannya.
Ayo. Pegang jins Ibu.
Jangan berisik. Lewat sini.
Kayla, ayo.
Maddie. Astaga. Ayo! Sial!
Ayo! Cepat lari!
Kau tak apa-apa? Beri tahu Ibu!
Dia akan menangkap kita!
Jangan suruh kami keluar.
Kita takkan keluar. Ibu janji.
Ayo tetap di dalam.
Baik.
Bu, dia menggambar kita.
Ibu!
Anak-anak, naik! Cepat!
- Naik sekarang! - Ibu.
Tidak!
Tenang, Sayang.
Ibu?
Apa dia datang?
Diam.
Semua akan baik saja.
Kita hanya harus tunggu pagi
dan semua akan baik saja.
Ibu?
Jangan, Kayla. Tetap di sana.
Hai, Bu.
Ayah akan segera datang.
Aku mau pulang.
Aku juga.
Tenang. Kita pulang sebentar lagi.
Kita pulang sebentar lagi.
Apa, Bu?
Telurnya di mobil.
- Tidak! - Tidak mau, Bu!
Tenang. Masuklah.
Ibu mau ambil sesuatu. Jangan ke mana-mana.
Ibu tidak pergi. Hanya mau ke bawah.
Jangan, Bu.
Ayolah, Anak-anak. Tenang.
Kayla, lepas. Hentikan.
Kumohon.
Hentikan. Kayla, kau sudah besar.
Kalian sangat berani.
Ibu janji segera kembali.
Ini bisa menyala.
Lihat ini dan hitung
mengikuti jarum detik. 1, 2, 3.
Hitung sampai 20.
Ibu sudah kembali sebelum 20 dan apa pun yang terjadi
jangan keluar dari sini sebelum Ibu kembali.
Mulai menghitung.
1, 2...
12, 13...
17, 18, 19, 20.
- Kita pergi ke mobil Ayah. - Ayah sudah datang?
Sudah. Pegang tangan Ibu. Ayo.
Keluar dari rumah kami!
Aku punya pistol!
Keluar dari sini!
Hei.
Di atas sini!
Hei! Buka!
Hei! Tolong! Kami di atas.
- Bu! - Tolong! Di atas sini!
Ya!
Tolong! Di atas sini!
Ibu?
Mundur! Tolong!
Kau bilang apa? Aku tak bisa dengar.
Tolong kami.
Ya, Tuhan.
Tidak! Di belakangmu!
Apa?
Tidak!
Di belakangmu!
Ayo turun.
Apa itu?
Kayla, Maddie, ayo. Kita harus pergi.
- Tidak! - Ibu! Tidak!
- Tidak! Ibu, kembali! - Ibu!
Ibu!
Ibu!
Aku tak mendengarnya. Ibu takkan kembali.
Tidak, Kayla.
Ibu?
Ibu!
Maddie, jangan berisik.
Aku ingin Ibu!
Dia akan mendengarmu.
Kita harus cari Ayah, Maddie. Ayo.
- Maddie, ayo. - Tidak mau.
Itu Ayah. Ayo.
Kau yakin?
Ibu bilang Ayah ada di mobil.
Aku takut.
Kau bisa pegang ini.
Kau mau aku jalan duluan?
Baiklah.
Kau dengar itu?
Ayah!
Ayah?
Ibu!
Lari!
Lari!
Itu hanya tipuan. Itu bukan Ayah!
Maddie, lari! Cepat!
Ibu!
Naik!
Tak apa merasa takut.
Namaku John.
Aku besar di rumah ini dulu.
Ibu.
Kalian kemari setiap tahun.
Aku mengawasi kalian sejak lama.
Jangan ganggu kami!
Aku selalu menunggu di sini
tapi kalian tak bisa melihatku.
Buku yang kalian baca tadi?
Itu kudapatkan waktu kecil.
Aku coba menebak jawabannya
tapi salah sama seperti kalian.
Aku meninggalkannya di sini agar kalian menemukannya
dan bisa mengerti.
Sekarang aku harus membuat buku baru.
Ada kegelapan di sekitar kalian, tapi bukan bayangan.
Kegelapan itu aku!
Tidak!
Maddie! Tidak!
Maddie! Tidak!
Maddie? Bangun.
Maddie.
Tidak.
Maddie.
Ibu!
Ya, Tuhan.
- Ibu. - Kasihan kalian.
Ibu.
Ayo, Sayang. Bantu Ibu.
- Ibu. - Ayo.
Bantu Ibu.
"Waktunya habis, tikus kecil.
Teka-tekinya selesai.
Kau bisa melihatnya agar tak perlu kabur?"
"Karena Kegelapan sembunyi saat hari terang
dan jika kau tak hati-hati, dia akan keluar bermain."
Jika kau baca cerita ini, jangan takut.
Tebakan tikus benar dan gagak itu terbang pergi.
Kemarilah, anak-anak.
Ayo bermain.
Kalian tahu di mana Kegelapan sembunyi di hari yang cerah?
Sama seperti tikus, jika tebakan kalian benar
kalian tak perlu khawatir dia akan mencari kalian.
Bu, ke mana dia pergi?
Diterjemahkan oleh mifae :)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.