Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
YEFTARIS PUTRA BUYALEMBA
Pada awalnya, hanya ada satu daratan.
Para penghuninya damai.
Pengetahuan dan kekayaan dibagi oleh semuanya.
Pada jantung dari peradaban ini adalah sebuah tempat suci yang disebut Domain.
Rumah dari sebuah pedang ajaib yang memberikan keabadian.
Lalu, pada satu malam yang sudah ditakdirkan,
seorang ksatria mencoba menguasai negeri itu...
...menggunakan kekuatan pedang itu.
Untuk penipuan ini, Bumi dihukum.
Dan kutukan yang mengerikan diberikan kepadanya.
Setiap 1000 tahun, setiap negeri harus ikut serta dalam sebuah turnamen.
Pertarungan sampai mati hanya dengan seorang pemenang...
...untuk menentukan siapa yang akan memegang pedang itu.
Setelah 3 kemenangan,
seorang juara yang hebat memutuskan mencari ksatria terbaik di negerinya.
Yang bisa memenangkan pedang itu.
Tapi sekali lagi, nafsu atas kekuatan lebih unggul.
Matilah!
Aku akan mematahkan lehermu.
Aku menyerah.
Jangan pernah menyerah.
Para dewa sudah memilih.
Ini adalah simbol dari kemenangan kita selama lebih dari 3,000 tahun.
Aku persembahkan kepadamu, tanggung jawab atas rakyat kita.
Kita tidak sendirian.
Kekuatan itu belum menjadi milikmu.
Sebelum kamu bisa pergi, kamu harus memenangkan turnamen.
Persiapkan dirimu, para ksatria akan datang.
Kalau begitu, mereka semua akan kalah.
Beberapa orang percaya bahwa takdir sudah ditulis.
Yang lainnya percaya kekuatan dari pedang itu menuntut takdir seseorang.
Seperti Godwin, sang Crusader.
Satu-satunya yang benar adalah perjalanan yang akan Godwin lakukan
mengubah hidupnya untuk selamanya.
Balik badan.
Perlahan.
Apa kamu punya air?
Tidak.
- Tapi aku bisa membantumu. - Di tengah padang pasir?
Ada sebuah desa. Tidak terlalu jauh dari sini.
Kalau kamu membantu aku, aku bisa memberikan kamu makanan dan air.
Baiklah. Tunjukan jalannya.
Cukup.
Kita sudah berjalan seharian. Dimana desa yang kamu bicarakan ini?
Hanya melewati bukit pasir ini.
Tahan. Tahan!
Dia sudah mati.
Tampaknya dia sudah lama seperti ini.
Persis seperti saat kamu meninggalkan dia.
- Kamu menuduh aku melakukan apa? - Kamu membodohi aku.
Tidak ada desa.
Kenapa kamu membawaku kesini?
Godwin.
Ibu! Ibu! Tunggu!
Ibu!
Apa yang kamu lakukan disini? Kamu tidak seharusnya berada disini.
Seharusnya kamu berada di rumah seperti biasanya.
Ambil ini.
Letakan itu di dekatjantungmu dan aku akan selalu bersama denganmu.
Bangun!
- Apa ini? - Kamu akan ikut dengan kami. Sekarang juga.
Godwin.
Apa?
- Apa kamu melihatnya? - Aku melihatnya.
Lewat sini.
Ayolah. Kamu membuang-buang waktu.
- Berdiri. - Kenapa kamu menangkap aku?! Kita mau pergi kemana?
Siapa kamu?
Aku adalah seorang ksatria dari Ordo Templar.
- Namaku Godwin. - Seorang ksatria?
- Apa kamu ikut serta dalam Perang Salib? - Dulu.
Tapi aku datang untuk mencari guruku.
Dia menghilang bertahun-tahun yang lalu di Holy Land.
Dan aku berharap untuk menemukannya.
Sekarang, kita mau pergi kemana?
Disini.
- Dimana kita? - Kita sudah sampai.
Aku membutuhkan kacamata ini untuk menemukan jalannya.
Sekarang diam dan ikuti aku.
Ini adalah sebuah mimpi.
Domain, mimpi untuk beberapa orang. Neraka untuk kebanyakan orang.
Arena kuno yang memberikan hadiah untuk penguasa yang baru.
Aku disini untuk turnamen.
Kamu?
Kamu bahkan tidak bisa mengendalikan gladiator mu.
Apa kamu akan mengizinkan aku masuk? Atau aku harus masuk sendiri?
Masuklah.
Lepaskan dia dulu.
- Tempat apa ini? - Kamu akan lihat.
Dan bagian kelima yang akan kamu pelajari adalah pikiran.
Dan kamu akan aman dalam Crusade bodohmu.
Apa kita sepakat?
Bagus. Sekarang tinggalkan aku.
Ada lagi yang akan datang.
Kamu bilang ini akan menjadi yang terakhir kali.
Tidak!
Tidak, tidak, kumohon.
Tidak!
Tidak!
Tidak, hentikan!
Bunuh dia! Bunuh dia!
Pedangku lebih kuat darimu.
Kamu tidak akan bisa menang.
Hari ini, Godwin kehilangan keluarganya.
Tapi dia menemukan guru dan takdirnya.
Tertulis atau tidak, hari itu membawa pertemuan yang penting dengan Kyla.
Tapi ini hanya permulaan.
Bangun!
High Chief Faku.
High Chief Faku?
Rakyatnya sudah menguasai pedang itu selama lebih dari 3,000 tahun.
- 3,000. - Pedang apa?
Lihat.
Mereka bilang pedang itu memiliki kekuatan.
6 juara telah melewati lautan dan daratan
untuk berada di Domain pada hari ini.
Janra dan Tundra. Dari negeri roh.
Hotek.
Hotek, dari kerajaan utara.
Guanak. Negeri singa.
Kyla. Dari luasnya padang pasir.
Vinbor.
Dari negeri hujan.
Dan dari Cold Steps,
Kriptagor.
Untuk pedang ini, bersiap untuk bertempur.
Bersiap untuk bertarung.
Dan bersiap untuk mati!
- Kamu bicara denganku? - Ya.
- Sudah waktunya bagi negeri kita untuk maju. - Bagaimana dengan warisan kita?
- Selama berabad-abad mereka... - Tidak relevan.
Seperti kamu.
Ayo, semuanya. Kita berpesta.
Apa maumu?
Kenapa kamu menangkap aku?
Karena aturan dari turnamen itu.
Setiap juara harus mempersembahkan dua gladiator untuk bisa masuk.
Rekanku yang satunya mencoba melarikan diri
saat dia tahu yang sebenarnya mengenai perjalanan kami.
Lalu kami menemukan kamu.
Maafkan aku, tapi kami tidak punya pilihan lain.
Kerajaan kami sedang sekarat.
Beberapa orang yang selamat bertarung untuk tetap hidup.
Tidak cukup untuk menyelamatkan rakyatku.
Kamu percaya pedang itu bisa menyelamatkan kerajaanmu?
Aku percaya salah satu dari dua yang bisa dipercaya.
Aku butuh pedang itu. Aku harus membawa pedang itu kembali pada rakyatku.
Untuk memberikan mereka harapan, untuk menyemangati mereka.
Bukan untuk menguasai atau merendahkan mereka.
Kalau kamu membantuku, aku bisa meminta mereka membebaskan kamu.
Setelah semua ini selesai, kembalilah bersamaku.
Aku adalah seorang ksatria Templar.
Kami adalah pelayan Tuhan yang setia.
Kami tidak bisa bersama dengan wanita.
Semakin aku belajar mengenai tuhanmu, semakin aku tidak memahami dia.
Jangan bicara mengenai tuhanku. Rencananya tidak diketahui oleh kita.
Kamu sudah mendapatkan kesempatanmu.
Aku adalah Kumua.
Tugasku adalah untuk menghormati aturan dari Filimoma. Domain.
Nyawa akan dicabut dan hanya ada satu diantara kalian
yang akan mendapatkan kehormatan untuk bertarung melawan High Chief Faku.
Jadi ayo kita mulai turnamen nya!
Bawa keluar para pejuangnya.
Dari negeri roh.
- Apa itu? - Itu adalah pasir waktu.
Saat pasirnya sudah tidak ada disana, mereka boleh bertarung dengan senjata.
Kamu lihat? Kamu akan menjadi kamu.
Pejuang dari Cold Steps.
Vinbor.
Vinbor.
Bawa para pejuang dari negeri singa.
Tidak!
Apa ini?
Tidak!
Tidak!
Faku! Kami tidak mau bertarung dengan wanita.
Itu tidak terhormat.
Kami menolak.
Kamu menolak aku?
Kamu menolak?
Keluar.
Keluar dari arenaku.
Faku, kita harus menghormati aturan dari turnamen.
- Dia harus bertarung. - Tidak ada yang melawan aku.
Bahkan tidak denganmu!
Sekarang, keluar dari arenaku.
Pertarungan ini sudah selesai.
Pergi!
Para petarung dari negeri hujan.
Sudah waktunya.
Krimdagor.
Para pejuang dati utara.
Janra.
Penghinaan macam apa ini?
Pemenangnya, Janra.
Para pejuang dari padang pasir.
Guanak.
Semoga kamu mati dengan cepat dan terhormat.
Orang-orang dari negerimu merendahkan saudaraku.
Sekarang, nyawa kalian akan menjadi pengorbanan untuk mendapatkan itu kembali.
Bunuh dia!
Cukup! Pertarungan ini sudah selesai.
Pergilah.
Pedangnya.
- Aku minta maaf... - Kamu tidak tahu apa-apa.
Tambah anggurnya.
Ikut denganku kalau kamu mau lagi.
Kamu sudah menjadi lebih baik.
Itu memang kamu.
Aku tidak bisa mengajarimu dengan lebih baik, muridku.
Perang Salib pasti sudah berakhir.
Tidak. Aku datang untuk mencarimu.
Sekarang kamu sudah menemukan aku. Aku ada disini.
Apa yang kamu lakukan di tempat yang terkutuk ini?
Kenapa kamu tidak membantuku?
Tuhan? Bagaimana kamu bisa bicara mengenai Tuhan setelah semua ini?
Aku meninggalkan keluargaku, istanaku, negaraku. Kamu ada disana, Godwin.
Aku pergi untuk perang salib.
Tapi kemudian Tuhan yang membunuh ibumu itu menemukan aku.
Mereka membakar aku.
Aku selamat, berlari ke timur, hampir saja mati.
Aku ditemukan oleh seorang dukun.
Dan mempelajari legenda pedang itu.
Dan bagaimana dengan keyakinanmu?
- Apa kamu tidak percaya? - Tidak ada Tuhan, anakku.
Hanya ada daging, darah.
Dan besi.
Apa yang sudah terjadi kepadamu?
Dengan pedang itu, akhirnya kita bisa mendapatkan perdamaian.
Kita bahkan bisa mengakhiri perang salib kalau kita mau.
Mengakhiri perang atas nama Tuhan yang hanya diam saja melihat penderitaan dan kematian.
- Kita bisa... - Apa maksudmu kita?
Faku tahu. Dan aku akan menjadi juara yang terakhir.
Aku setuju untuk tidak melawannya, dan dia akan membagi kekuatan pedang itu.
- Tapi dengan bantuanmu... - Aku tidak tahu siapa kamu.
Dan bagaimana denganmu?
Ada masa saat kamu percaya padaku.
Percayalah padaku sekarang, Godwin.
- Aku sudah kehilangan keyakinanku. - Bagus.
- Kalau begitu kita bisa... - Padamu.
Baiklah. Jadi Tuhanmu akan melihat kematianmu.
Penjaga.
Godwin.
Apa kamu melihat Kamua?
Bisakah kamu membawa dia padaku?
Kyla.
Ya.
Aku minta maaf mengenai temanmu.
Tidak ada yang bisa kamu lakukan mengenai itu.
Dia sudah tahu resikonya.
Dia mati sebagai seorang ksatria.
Kita bukan musuh.
Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu jadi aku?
Hentikan itu!
Dan Faku tahu mengenai ini?
Dia adalah bekas guru ku.
Dia adalah orang yang sangat kuat.
Dia fokus pada satu hal. Dan saat ini, dia menginginkan pedang itu.
Dan dia akan mengambilnya, tidak perduli dia memenangkan turnamen ini atau tidak.
Aku mengharapkan sesuatu dari Faku.
Tapi bukan ini.
Pedang itu tidak memiliki kekuatan, tidak berguna, kecuali dia memenangkan turnamen.
Jadi apa yang akan kita lakukan?
Kalian berdua, ikut denganku.
Ini karena anggurnya.
Itu kamu.
Beraninya kamu menuduh aku?
Kamu akan membayar untuk ini.
Aku akan mengurus kamu nanti.
Penjaga.
Singkirkan mayat ini.
Juara ini sudah tidak ada gunanya lagi.
Aku menggantikan tempatnya.
- Kamu apa? - Kamu memahami aturan dari turnamen ini.
Tidak ada juara yang bisa dieliminasi diluar arena ini.
Aku membebaskan kamu dari tugas-tugasmu.
Kamu akan melawan Viking itu.
Godwin.
Keluar.
Aku belum siap untukmu sekarang.
Kamu bilang saat fajar aku akan melawan Viking itu.
Kamu akan bertarung saat aku bilang kamu akan bertarung.
Aku punya sebuah kejutan, sebuah hadiah untuk kalian semua.
Saudara-saudara dari Afrika, majulah.
Tidak pernah dalam sejarah turnamen ini...
...pernah ada seorang juara yang dikalahkan oleh pejuang.
Aku adil.
Aku akan memberikan kalian berdua kesempatan kedua.
Kesempatan untuk melihat siapa dari kalian berdua yang
akan maju untuk mewakili kerajaan kalian.
Saudaraku, seharusnya kamu.
Kamu lebih muda. Kamu lebih kuat.
Bawa kehormatan untuk rakyat kita.
Aku orangnya.
Apa yang kamu lakukan?
Maksudku kalian berdua seharusnya bertarung dengan satu sama lain.
Sampai salah satu dari kalian mati.
- Ini tidak boleh dibiarkan. - Kamu tidak lagi memiliki kewenangan disini.
Kamu kehilangan hak itu saat kamu memutuskan untuk bergabung dengan turnamen.
Sekarang, bertarung.
Aku tidak akan melawanmu, saudaraku.
Aku tidak akan melawanmu, saudaraku.
- Lawan aku! - Aku tidak akan melawanmu.
- Tidak. - Kamu akan melawan aku!
Kamu akan melawan aku sekarang juga!
Saudaraku, kematian bukan musuh kita.
Itu sudah ada bersama kita sejak lahir.
Dia membawa kita sampai akhir. Sampai dia membawa kita pulang.
Tapi ini bukan waktumu.
Aku menolak untuk membunuh saudaraku.
Tapi ini sudah waktumu.
Bagus sekali. Bagus sekali.
Penjaga.
- Singkirkan mayat itu dari arenaku. - Tidak.
Ini saudaraku. Aku yang akan membawanya.
Sekarang...
Apa kamu menyesali keputusanmu?
Satu-satunya penyesalanku adalah aku percaya kamu akan bertarung dengan terhormat.
Dan aku salah.
Lain kali, aku akan menghabisimu.
Bunuh aku! Ayo, bunuh aku!
Apa kamu mau mengatakan sesuatu?
Bicaralah! Aku tidak bisa mendengarmu.
Kamu melakukannya dengan cukup baik.
Ini jauh dari selesai.
Dengar, Godwin. Kurasa Faku sedang merencanakan sesuatu.
Yang dia lakukan dengan kedua saudara itu tidak memiliki motivasi dan tidak diperlukan.
Kalau aku tidak membunuh juaranya, ini tidak akan terjadi.
Mungkin aku harus mengatakan sesuatu.
Tidak. Itu akan menjadi penghinaan yang lebih besar. Jadi biarkan saja.
Janra.
Kyla.
Kyla!
Pemenangnya, Kyla.
Jadi, ini dia.
Mereka mau kemana?
Tidak ada yang boleh menyaksikan pertarungan yang terakhir.
Pedang itu harus tetap dirahasiakan.
Pergilah.
Kamu sudah mendapatkan kebebasanmu.
Tidak.
Tidak ada apa-apa untukku diluar sana.
Dan apa yang akan kamu lakukan dengan pedang itu?
Aku akan menyelamatkan rakyatku.
Membawa harapan yang baru ke negeri kami.
Kenapa kamu bertanya?
Untuk seluruh kerajaan,
dan darah,
untuk kekuatan pedang,
dan keabadian.
Kyla.
Tetaplah bersamaku, Kyla.
Kuatkan dirimu.
Ayo!
Berdiri!
Lawan aku!
Lawan aku!
Lawan aku! Ayo!
Biarkan aku pergi.
- Pedang itu... - Pedang itu tidak akan menjadi milikmu.
Ayo kita selesaikan ini!
Matilah!
Pedang ini tidak seharusnya berada diantara rakyatku.
Dia memiliki tempat untuk itu didalam kerajaannya.
Setelah semua pertumpahan darah,
penguasa baru pedang itu sudah terpilih.
Tapi meskipun kekuatan pedang itu, perang tetap tidak berhenti.
Hari berganti menjadi bulan, tahun berganti menjadi abad.
Hanya orang-orang yang diberikan keabadian...
...bisa mengingat kejayaan dan pertarungan...
...yang bergema di Domain.
Pedang itu sekarang tersembunyi di depan mata semua orang...
...saat turnamen yang berikutnya mendekat.
Dan di suatu tempat, beberapa pejuang pemberani sudah mulai berlatih.
Tapi ini adalah cerita yang berbeda.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.