Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Episode 1)
Foto yang kau lihat...
adalah adegan pembunuhan dari sebuah perumahan di Sinwol-dong.
Tidak ada tanda paksaan masuk...
atau tanda perampokan.
Pada saat kejadian, pakaian korban dilepas.
Polisi menduga itu adalah kasus pemerkosaan dan pembunuhan,
dan hasil otopsi mendukung kecurigaan mereka.
Setelah menganalisis DNA sperma, yang ditemukan di tubuh korban,
yang mengejutkan,
itu milik kekasih korban, terdakwa.
Terima kasih, Yang Mulia.
Pengacara, silahkan ajukan pembelaanmu.
Astaga, bukankah itu sesuatu? Tidakkah menurutmu dia fenomenal?
Ketika aku melihat file-file kasus,
sebagian sidik jari ditemukan di TKP.
Analisis sidik jari ini menunjukkan bahwa mereka adalah tetangganya.
Tetangganya membantu mengganti bola lampu korban,
dan mereka sering saling berbagi makanan.
Aku telah mendapatkan pernyataan tetangga lain untuk mendukung klaim ini.
Hasil tes menunjukkan bahwa DNA sperma,
yang ditemukan di korban,
tidak cocok dengan Pak Park, pemilik sidik jari ini.
Yang Mulia, itu benar sekali.
Kupikir itu...
Bisa jadi jebakan yang menyesatkan kita dalam kasus ini.
Silahkan lanjutkan.
Hanya sebagian sidik jari dari Pak Park yang ditemukan di tempat kejadian.
Apa artinya itu?
Bukankah itu berarti dia berusaha menyembunyikan jejaknya?
Jika kunjungannya bebas dari kejahatan apapun,
dipikir secara logis, maka normal jika menemukan sidik jarinya diseluruh tempat.
Pada hari kejadian,
korban ditemukan dengan pakaian yang robek.
Bagaimana kau akan menjelaskan DNA sperma?
Saya akan menjelaskan ini dari sudut pandang yang berbeda.
Menurut pendapat ahli,
adalah umum bagi sperma untuk tetap berada didalam tubuh hingga tiga hari.
Pernyataan terdakwa bahwa...
Dia dan korban bercinta malam sebelumnya mendukung ini.
Bagian pertama yang akan kau rasakan...
adalah insang
- Ini dari dalam insang. - Ini enak sekali.
- Bersulang. - Tekstur kenyal itu luar biasa.
Berikan aku uangnya.
Ya ampun.
Berikan potongan kepala.
Kami tidak makan bagian ini di Jepang. Singkirkan dari meja.
Mereka orang Korea.
Saripati tuna.
Orang Korea Tolol.
Air mata tuna...
"Orang Korea Tolol"?
Apa?
Kau jepang bodoh.
Dia adalah polisi.
Dia adalah polisi!
Sial!
Masalah untuk kasus ini...
terletak pada penyelidikan awal polisi.
Detektif itu terlalu mendalami teorinya sendiri...
dan mengabaikan bukti yang tidak sesuai dengan teorinya.
Setelah keputusan sidang pertama terdakwa,
dia meninggalkan catatan bunuh diri bahwa dia dianiaya...
dan bunuh diri dengan menggantung dirinya di pusat penahanan.
(Acara TV legal, Return)
Jika polisi lebih teliti dalam memverifikasi bukti...
atau ada konsultasi menyeluruh dengan seorang ahli,
tidak akan ada vonis yang patut dipertanyakan.
Keluarga almarhum Kim Young Geun...
meminta sidang ulang, namun ditolak.
Apa kriteria pengadilan untuk mengabulkan sidang ulang?
Otoritas hakim?
Saya percaya hukum harus menjunjung hak asasi manusia...
dan hak untuk hidup di atas hal lain.
Saya juga ingin bertanya kepada pemirsa.
(Return)
Cut! Kerja bagus, semuanya!
(Return)
Kurasa ini akan menjadi besar.
Berapa kali harus kukatakan jangan letakkan kursi hitam ini di sini?
- Ini hanya gosip! Sebuah gosip! - Apa?
Ini hanya gosip.
Gosip apa?
Sekali kau menggigit, kau tidak pernah melepaskannya.
Maka seharusnya kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang.
Tapi jika mereka tahu aku mengatakannya padamu, aku akan mati.
Yang benar saja.
- Sepertinya dia tidak melihat. - Ya, kukira begitu
Iya kan?
Kalau dia melihatnya, dia pasti sudah kehilangan kesabarannya.
Dia mengelola sebuah bar anggur di Cheongdam-dong.
Ada desas-desus bahwa dia menyukainya,
dan mereka hidup bersama.
Siapa namanya?
Ray? Ray...
Ray ya?
Rachel Yum.
Rachel Yum.
(Jasa Angkut)
Kudengar seseorang pindah ke 302 hari ini.
Beritahu kami apa yang telah kau dengar, Jin Joo.
Yang aku dengar...
Aktris itu, Jang Ha Young, ditolak.
Jang Ha Young tidak begitu buruk.
Tidak, tidak.
Dia populer karena wajahnya yang cantik.
Aku baca di tabloid...
kalau dia menghidupi seluruh keluarganya.
Rupanya, dia membiayai hidup seluruh keluarganya.
Seseorang seperti itu... Itu sangat di bawah kita.
Lagi pula, di mana pendatang baru diperumahan kita,
uang baru yang sebenarnya?
Kau tidak menceritakan lelucon kecil ini, kan?
Aku tidak begitu dekat dengannya.
- Kau tinggal disini? - Iya.
Aku pindah ke 302 hari ini.
Begitu ya.
Jadi di mana kau tinggal?
Di 401
Astaga, kita tetangga.
Hai.
Kau pasti mirip ayahmu.
Ya?
Dia tidak terlihat seperti ibunya, jadi dia pasti terlihat seperti ayahnya.
Iya.
Sampai jumpa.
(Kawasan Gangdong)
- Katakan saja - Apa?
Kau terus melirikku.
Orang-orang dikantor terus melakukan hal yang sama.
Apa itu?
Kau tidak buta, jadi kau akan tahu akhirnya.
Kau telah menyaksikan acara hukum di TV yang disebut "Return", bukan?
Tidak, aku hanya pernah mendengarnya.
Kasusmu ada di dalamnya.
(Gedung pengadilan)
Apa kau orang di acara itu, "Return"?
Ya, itu kau.
Kau terlihat sama.
Apa kau mau tanda tangan?
Katakan apa yang kau inginkan. Silahkan.
Apa yang kau tahu? Kenapa kau mengeluh tentang polisi?
Kasus Sinwol-dong sudah diputuskan oleh pengadilan!
Seseorang meninggal dan meninggalkan catatan bunuh diri bahwa dia dianiaya.
Tidak ada yang salah dengan penyelidikan.
Kim Young Geun tidak memiliki alibi.
Dia bahkan memiliki polis asuransi jiwa untuk pacarnya.
Tentu, dia adalah penerima manfaat.
Korban membayar premi.
Dan Kim Young Geun tidak menyadarinya saat mengeluarkan polis itu.
Saat dia tahu tentang itu...
dan mendengar dia mendapatkan ratusan ribu dolar,
dia pasti sangat terkejut.
Menurut agen asuransi,
Kim Young Geun meminta agar polis itu dibatalkan.
Dia menyarankan agar kekasihnya mendapatkan asuransi tunjangan hidup sebagai gantinya...
sambil mengatakan bahwa itu lebih baik untuk masa depannya.
Kedua orang mati itu memimpikan masa depan bersama.
Tapi tetap saja, itu mungkin tidak disengaja.
"Tidak disengaja"?
Penyebab kematian adalah pendarahan yang berlebihan dari luka kepalanya,
Tapi ada memar di lehernya.
Itu berarti...
bahwa dia mencekiknya...
dan memukulnya dengan benda tumpul saat dia tidak sadarkan diri.
Mungkinkah itu tidak disengaja?
Kenapa kau mengabaikan catatan di TKP?
- Itu karena... - Aku tidak mengatakan kalau...
Kim Young Geun bukan si pembunuh.
Aku hanya percaya bahwa jika seorang pria bunuh diri...
sambil berteriak keras bahwa ia masih ingin membuktikan...
bahwa dia tidak membunuh pacarnya...
Bahkan setelah kematiannya pun, kita harus mendengarkan.
Ada hal lain yang ingin kau katakan?
Aku tidak tahan dengannya.
Halo.
Aku baru saja pindah ke 302.
Senang bertemu denganmu.
Tentu.
Kenapa dia berlari dengan pakaian terbuka saat dingin begini?
Dia sangat vulgar.
Pemiliknya belum datang akhir-akhir ini.
Boleh aku minta informasi kontak pribadinya?
Jika kau mengatakan padaku apa alasannya, aku akan menyampaikan pesannya.
Tidak perlu. Aku akan kembali nanti.
Aku penasaran kenapa seorang detektif datang menemuiku.
Mulai bekerja.
Aku menemukan apa yang wanita itu lakukan.
Apa pekerjaannya?
Dia mengelola sebuah bar anggur di Cheongdam-dong.
Ya ampun. Sebuah bar?
Iya.
Mungkin besar, tapi tetap saja bar.
Apa yang mereka pikirkan? Bagaimana mereka bisa membiarkan masuk pemilik bar?
Pemiliknya berubah pikiran,
dan memutuskan untuk menyewanya daripada menjualnya.
Tempat itu sial.
Dia tidak akan membawa pria ke rumahnya, bukan?
- Tidak mungkin. - Ya ampun.
- Kita bertemu lagi. - Halo
Siapa yang tahu ada tempat yang bagus di perumahan?
Ini bagus.
Halo.
Bolehkah aku bergabung?
Maaf, tapi seperti yang kau lihat, kursi ini sudah dipesan.
Ada banyak kursi kosong di sana.
Baik. Aku mengerti.
Lalu aku akan menemuimu nanti.
Dia tidak mengerti atau tak tahu malu?
Kami sedang membicarakannya, tapi dia duduk di dekat kami.
Aku tahu. Apa kau lihat apa yang dia kenakan?
Tadi pagi lebih parah.
Dia pasti ingin menunjukkan identitasnya dengan tubuhnya.
Bagaimana jika dia memiliki pelanggan orang asing...
dan berbicara bahasa Prancis?
Mustahil.
Itu benar. Kau tidak berbicara bahasa Prancis, kan, Na Ra?
Aku tidak berbicara bahasa Prancis,
Tapi aku tahu kau berbicara bahasa Prancis saat kau menjelekkan orang.
Ini bagianku.
Permisi.
Aku punya kopi yang enak di rumah.
Apa kau mau mampir?
Aku ingin sekali.
- Sebentar. - Tentu.
Jika kau berbicara blak blakan,
kau seharusnya mengatakan kalau kau tidak menyukaiku, bukannya berbicara dibelakang.
Salah kalau menyembunyikan tubuh bagus seperti ini.
Kau pasti khawatir aku akan merayu suamimu,
tapi jangan khawatir.
Aku tidak tertarik pada pria tanpa perasaan pada wanita.
Kenapa kau tak ke tempatku saja? Aku punya teh bagus.
- Baik. - Ayo pergi.
Astaga.
Ngomong-ngomong,
para wanita disini cukup menghibur.
Aku yakin mereka sangat marah sekarang.
Kulihat kau berbicara bahasa Prancis dengan lancar.
Aku hanya melakukan sedikit.
- Terima kasih telah menyelamatkanku. - Tidak apa-apa.
Aku juga pernah jadi korban ejekan mereka.
Aku tak bisa mengutarakan maksudku karena tak bisa bahasa perancis.
Bukankah itu Frida Kahlo?
Bagaimana menurutmu?
Saat sisi dinding ini kosong,
lukisan ini pasti akan menghiasi ruangan.
Ini dia.
Sepertinya semua orang sudah tahu.
Mereka benar. Aku menjalankan bar anggur.
Apa kau berpikir buruk terhadap pekerjaan ini?
Tidak juga.
Kebanyakan wanita di sini hanya menghabiskan uang tanpa harus bekerja.
Kerja keras dalam hidup itu hebat.
Manis sekali.
- Apa? - Suamimu adalah orang yang beruntung.
Dia memiliki seorang istri dengan nilai-nilai moral yang besar...
dan wajah cantik.
Terima kasih atas pujiannya.
Lebih baik kau mencari pegangan!
Bagaimana kau bisa gagal dalam hal itu?
Katakan pada Direktur Jo bahwa dia telah meninggal besok.
Sampai jumpa.
Astaga, umurnya 50 tahun.
Tae Suk, apa kau mengerti?
Apa yang kau bicarakan?
Undangan untuk pesta pembukaan di firma hukum Choi Ja Hye.
Ya, aku datang.
Mitra pengelola biro hukumnya bekerja di tim hukum ayahku.
Dia tak punya tempat untuk berpaling, jadi dia mencoba menjadikanku kliennya.
In Ho mungkin juga mendapatkannya, kan?
Bukankah sudah jelas? Na Ra dan Choi Ja Hye berlatih bersama.
- Joon Hee, bagaimana denganmu? - Iya?
Ya, aku juga mendapatkannya.
Kalau begitu,
kenapa dia tidak mengirimnya...
untukku?
Apa itu penting?
Rasanya mengerikan.
Hei, pikirkan ini.
Ada banyak korupsi didalam yayasan swasta.
Pikirkan semua masalah hukum yang harus mereka hadapi.
Hei, aku tidak pergi. Kau bisa pergi mewakiliku.
Tuangkan aku segelas juga.
Apa kau gila? Aku tidak akan pergi.
Aku tidak akan pergi!
Ini dia. Ini.
SELAMAT DATANG.
Ya ampun. Terimakasih sudah datang, Pak Oh Tae Suk.
Selamat, Pak Park.
Kudengar kau adalah partner difirma hukum ini.
Nah, itu hanyalah sebuah gelar.
Aku tak punya banyak saham dibisnis ini.
Bagaimanapun, kuharap kau bisa membantu bisnis kami.
Jika kau akan membantu kami, kami akan merasa seperti...
- mendapat seribu pasukan - Hei
Tentu.
Halo, Na Ra.
Bagaimana kau bisa masuk ke dalam sini?
Apa kau bertanya kenapa aku datang tanpa undangan?
Ayolah. Apa yang menghalangimu, Hak Bum?
Apa kau tak marah?
Bagaimana mungkin? Bisa-bisanya dia tak mengirimiku satu pun?
Hei, dimana Choi Ja Hye?
Aku ingin melihat wajahnya yang menawan itu.
Nona Choi, ayo kita pergi.
Aku akan segera kesana. Pergilah.
[VIU Ver] E01 "Katakan Padaku Apa Maumu"
Kau tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi.
Ja Hye.
Sudah cukup lama, bukan?
Ya, sudah lama.
Kurasa sudah hampir 10 tahun.
Iya. Aku belum pernah melihatmu sejak pelatihan di institut.
- Benar - Tapi apa kau tidak bekerja sama sekali?
Kerja?
Aku mencoba merekrut lebih banyak pengacara selagi memperluas kantor.
Aku yakin ini bisa menjadi sesuatu yang baru dalam hidupmu.
Aku menghargai tawaran itu,
Tapi aku hanya seorang ibu rumah tangga.
Kau adalah seorang ibu yang lulus ujian pengacara di usia 21...
dengan nilai sangat memuaskan dari institut...
dan bekerja di sebuah firma hukum besar selama setahun.
Lewat sini
Hei, ada sesuatu yang masuk ke mataku.
- Tiup saja. Ayolah. - ya?
Tidak, tiup lebih keras seperti ini. Cobalah.
Kenapa kau lakukan itu?
Menurutku kau imut.
Kau selalu memakai pakaian membosankan seperti itu.
Sekarang, lihatlah dirimu. Kau terlihat cantik dalam pakaian ini.
Lagi pula, apa kau tidak pernah membicarakan ini?
- Ja Hye, bukankah seharusnya kita melakukan sesuatu? - Baik? Turun ke bawah sekarang
- Apa yang bisa kita lakukan? - turun sekarang.
Kita hanya bisa berbuat sesuatu jika korban datang...
melaporkan ketidaksenangan dan penghinaannya.
Tetapi tetap saja...
Ya ampun, apa itu?
Lihat siapa di sini. Ini adalah direktur utama, Kang In Ho.
Astaga, istrimu cantik sekali.
Terima kasih.
Jadi kau mengatakan bahwa istrimu dan Choi Ja Hye belajar bersama...
di Lembaga Penelitian dan Pelatihan Yudisial?
Ya mereka bersama.
Ya ampun, kalau dia belajar hukum,
Kenapa dia berhenti mempraktikkannya?
Tapi tidak ada yang lebih baik daripada menikahi keluarga kaya.
Bukankah begitu?
Yang benar saja?
"Yang benar saja"? Aku pasti telah menyinggung perasaanmu.
Jika aku menyinggung perasaanmu, aku mohon maaf.
- Tapi bagaimana kau sampai disini? - Aku menyetir kemari.
Aku mengendarai mobil mahal yang tidak bisa kau beli...
dengan gaji tahunanmu yang busuk.
Hei, Hak Bum. Itu cukup. Hentikan.
kenapa aku harus berhenti?
Si brengsek ini mencoba bertengkar denganku.
Kau siapa?
Siapa yang mengundangmu?
Aku tidak diundang.
Kenapa? Apa?
Bukankah kau Profesor Kim Hak Bum dari Myungsung Foundation?
Apa kau mengenalku?
Aku tahu tentang reputasimu. Kau dikenal karena keadilanmu.
Kupikir mengirimimu undangan hanya akan merusak reputasimu.
Maafkan aku
Tak perlu begitu.
Karena ini adalah kesempatan yang membahagiakan bagi Pak Park,
Kupikir dia pasti minum terlalu banyak.
Bukan begitu.
Dia orang yang sangat masuk akal. Aku yakin dia akan dengan sopan meminta maaf padamu.
Yaah, kau tau...
Aku ingin meminta maaf dengan tulus jika menyinggung perasaanmu.
Astaga, memalukan sekali.
Kau bisa meminta Sun Young untuk merawatnya selama sehari.
Tidak aku tidak bisa.
Tidak masalah saat dia tidur,
Tapi akan jadi masalah jika dia tak menemukanku di pagi hari.
Tentu saja.
Apa kau dekat dengan Nona Choi Ja Hye?
Ya, tapi sudah lama sekali.
Dia keren.
Aku tahu.
Haruskah aku mulai bekerja lagi?
Tidak, tidak.
Setiap orang punya tempat sendiri.
Dan tempatmu disampingku.
Tidak peduli betapa keren dan terkenalnya Nona Choi.
Dia tidak bisa mengalahkan istri Taeha Corporation.
Jangan pernah memikirkan hal itu.
Bukankah itu Mi Jung?
Tunggu. Hentikan dulu mobilnya.
Mi Jung, ada apa?
Na Ra.
Seperti yang kau lihat, bawaanku banyak.
- Biarkan aku membantumu. - Tidak, tolong jangan
Lenganmu tidak bisa mengangkatnya. Astaga.
- Iya? - Manfaatkan ototmu dengan baik.
Kenapa kau tidak membantu?
Cepat.
Kenapa kau tidak masuk dulu?
Apa yang kau katakan?
Aku punya sesuatu untuk diberikan pada Na Ra.
Kau bisa memberikannya sendirii besok.
Tunggu. Aku harus memberikan padanya hari ini.
Aku butuh bantuanmu. Jadi masuklah sebentar.
Kenapa kau di sini?
Sudah kubilang aku akan pindah kesini.
Kau... Apa kau gila?
Masalahnya bukan apa aku waras atau tidak.
Sudah kubilang untuk menelepon.
Aku menunggu telepon sepanjang hari.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku menunggu teleponmu!
Sudah kubilang jangan menungguku karena aku ada pertemuan!
Kau siapa menyuruhku untuk tidak menunggu?
Kalau kubilang aku akan menunggu, aku akan menunggu.
Dan jika kusuruh kau menelepon, kau harus menelepon!
Sebelumnya kau menurut padaku. Apa kau muak denganku sekarang? Begitukah?
Maaf.
Aku tidak punya pilihan.
Jangan seperti itu.
Ayolah?
Aku mencoba merekrut lebih banyak pengacara selagi memperluas kantor.
Aku yakin ini bisa menjadi sesuatu baru dalam hidupmu.
Setiap orang punya tempat sendiri.
Tempatmu adalah disampingku.
Kau akan datang...
ke hotel biasa kita besok kan?
Ayo, AYo, AYo! Ayo minum!
Ada apa?
Hei. Kekasihku In Ho. Kau dimana?
Kita semua berkumpul bersama. Kau bisa datang?
Aku tidak bisa pergi sekarang.
Kenapa tidak? Apa yang sedang kau lakukan?
Ini baru mulai menyenangkan.
Suk dan Bum sedang bermain poker sekarang.
- Mereka... - Main aja sendiri.
Mereka selalu sama.
Aku akan meneleponmu nanti.
Dia harusnya bersama Mi Jung.
Dia kembali bersamanya?
Bukankah mereka putus sebelum dia menikah?
Mereka kembali bersama tahun lalu.
Mi Jung pindah ke perumahan kita.
Jackpot. Apa In Ho tahu?
Harusnya dia tahu sekarang.
Apakah Na Ra juga tahu?
Kau harus menggunakan otakmu sesekali.
Kenapa? Ini menarik.
Urusan cinta adalah kisah cinta yang paling menarik.
Apa aku salah?
Baik. Dua pasang.
Ayo lihat.
- Hei. Kau datang kesini. - lurus
Apa kau manusia?
Ekspresimu tak pernah berubah.
Sulit Ditebak. Pernahkah kau mendengarnya sebelumnya?
Kau.
Pergi. Sekarang. Pergi.
Apa masalahmu? Kami bukan obyek.
Kenapa kau bertaruh dengan kita? Itu menggganggu...
- Apa? - Aku minta maaf.
Yang benar saja.
Hei. Bangun.
Apa kau benar-benar harus melakukan itu?
Hei. Apa kau baik-baik saja?
Gunakan ini untuk tagihan medis dan beli tas dengan sisanya.
Tidak apa-apa.
Hei. Berikan itu padaku.
Aku akan mengambil dua. Ok?
Tinggalkan!
Aku tahu bagaimana mengajari anak-anak.
Kau akan memanjakannya.
Pecundang yang tidak ada artinya tak butuh banyak hal.
Ini.
Ayo main lagi.
Ayo lanjutkan. Lanjut.
Jika kau ingin melanjutkan,
ayo bermain untuk Young Sook ke-36.
Hei. kau tahu Young Sook ke-36...
adalah takdirku. Kami ditakdirkan untuk bersama.
Terserah. Jangan lakukan itu.
Kenapa selalu hotel ini?
Bukannya kau bilang tidak suka penthouse?
Saat aku terbaring di tempat tidur ini,
aku merasa seperti tidur dengan empat orang.
Ini adalah satu-satunya suite...
yang menggunakan lift sama seperti sky lounge hotel.
Kau menjijikkan.
Pergilah setengah jam lagi.
Ya pak. Aku mengerti, pak
Apa?
Nona Choi.
Kita dalam masalah.
- Bersulang! - Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
Bersulang!
Halo, pengacara kami yang terhormat. Apa yang membawamu kemari?
Apa kau mendengar tentang Pakaian Sunnam?
Oh itu.
Itu?
Itu... itu...
Dengar, ini bukan tempat yang tepat untuk membahasnya.
Mari kita bahas pekerjaan nanti di kantor.
Izinkan aku memperkenalkan diri.
Kau tahu Sing Entertainment Agency...
Pakaian Sunnam adalah klien besar juga untukmu.
Ini menempatkan perusahaan kita dalam situasi yang sulit.
Ayo kita bicara di luar.
Aku akan segera kembali.
Kenapa kau tidak pengertian?
Apa kau tidak lihat aku sedang bekerja?
Ini bukan hanya tentang Pakaian Sunnam.
Kau tau kalau klien yang kau tangani itu...
tidak stabil.
Begini. Aku bukan rekanmu.
Aku sangat tersinggung...
harus mendengarkan omong kosong ini...
selama waktu pribadiku.
Karena aku menghargai kehidupan pribadimu,
kenapa aku tidak mengemukakan sesuatu yang lebih tak nyaman?
Selain biaya kami,
kau menerima suap mobil, keanggotaan klub golf,
dan bahkan perawatan dermatologi untuk istrimu.
Ini semua adalah hadiah untuk...
Lalu bagaimana dengan ini?
Bagaimana dengan...
Pelecehan seksual terhadap seorang karyawan di pesta kemarin?
Jangan bilang kau menciumnya...
karena menganggapnya adik perempuanmu.
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku adalah partnermu.
- Mitra ekuitas juga. - Itu sebabnya...
Aku ingin kau menarik sahammu dan kantormu.
Apa kau mengancamku?
Aku menasehatimu agar pergi dengan sukarela.
(Pengacara, Park Byung Doo)
(Episode 2 akan segera ditayangkan.)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.