Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU "Episode 565"
"Di musim panas, matahari menyinari kepalamu"
Dahulu aku sering berlatih di lantai empat.
Di sinilah aku menunggu.
"Kantor Asosiasi Komedian terletak di aula terbuka SBS"
Hei, cepat kemari.
"Tempat ini adalah pusat banyak acara komedi"
"Jae Seok tahun 2002"
"Dari senior hingga komedian muda,"
"mereka bisa melakukan semua sketsa komedi yang mereka inginkan"
"Se Chan dari 13 tahun lalu"
Kura-kura dan bangau mahkota merah
"Di tempat yang penuh kenangan indah komedian ini,"
"mereka akan mengadakan rapat umum para komedian"
Astaga, tempat ini...
Halo.
Halo.
"Diamlah"
- Diamlah. - Ya, Jae Seok.
Seok Jin, kemarilah.
Kemarilah.
- Apa? - Aku Term Satu.
- Aku tahu. - Kamu juniorku.
- Ya, tapi... - Menurutmu kenapa kita di sini?
- Kamu tahu kita... - Hari ini.
- Diamlah. - Kamu seniorku,
tapi kamu lebih muda dariku.
- Apa? - Kamu lebih muda dariku.
Tapi kita di sini sebagai komedian.
- Apa yang lucu? - Halo, Seok Jin.
- Kenapa kamu tertawa? - Kita tidak satu perusahaan.
- Kamu tidak boleh tertawa sekarang. - Permisi.
- Maafkan aku. - Aku sedang memberinya pelajaran.
- Jangan tertawa. - Maafkan aku.
- Tunggu. - Apa?
Kamu tidak boleh memperketat kedisiplinan
di antara juniormu seperti itu.
- Kamu memperketat disiplinmu. - Apa yang kulakukan?
- Jangan membantah seniormu. - Jangan ikut campur.
Kamu tidak boleh memperlakukan seniormu seperti itu.
Apa? Aku hanya berusaha akrab dengan para senior dan juniorku.
Bagaimanapun, aku akan berusaha keras.
Berusaha keras untuk apa? Bahkan tidak tahu apa yang kami lakukan.
Karena aku Term Dua...
- Itu yang ingin kukatakan. - Baiklah.
Di mana rekan kita?
- Siapa? - Rekan kita?
Rekan Se Chan.
Siapa rekan Se Chan?
- Mari hubungi para pemula dahulu. - Baiklah.
- Apa kita punya komedian pemula? - Ya.
Kita kedatangan pemula hari ini.
- Orang-orang itu. - Apa mereka juniorku?
- Aku harus beri mereka pelajaran. - Benar.
Seok Jin, aku akan memarahi mereka.
- Benar. - Hei, cepat kemari.
Dia sudah lama bekerja keras sebagai yang termuda di sini.
- Aku tahu. Terima kasih. - Hei.
- Ayo lari. - Cepatlah datang.
- Mereka datang. - Para berandalan itu.
- Mereka... - Kenapa mereka belum datang?
"Kenapa mereka belum datang?"
- Maafkan aku. - Tapi...
- Jangan ikut campur. - Jae Seok.
Sejauh yang kutahu,
saat kamu bekerja sebagai komedian,
kamu sangat membenci sistem senioritas.
Aku yang menyingkirkannya.
- Tidak. - Tapi tak ada pilihan hari ini.
Kamu tidak menyingkirkannya. Kamu baru saja menghindari seniormu.
- Benar. - Jadi, kamu ditinggalkan.
- Kamu ditinggalkan. - Kamu tertawa?
Kenapa kamu bersikap seperti ini kepadaku?
Kalian memperlakukanku seperti itu karena aku Term Tiga.
Hei, bisakah kamu diam?
Jangan cabut rambut panjang umurnya.
Itu bukan rambut panjang umur.
- Jangan ditarik. - Aku tak punya rambut panjang umur.
Astaga, itu konyol.
Aku harus beri anak baru pelajaran.
- Hei. - Cepatlah.
- Hei, Anak Ayam. - Cepatlah datang.
Anak-anak baru, ayo lari.
Kemarilah, para pemula.
Dasar anak nakal.
- Halo. - Kemarilah.
- Hei. - Apa kita pemula?
"Term empat, Kim Jong Kook, Haha, Song Ji Hyo, Jeon So Min"
Halo.
"Disiplin"
Kamu tidak perlu begitu sopan.
- Halo. - Halo.
- Lepaskan maskermu. - Halo.
- Halo. - Hei, lepaskan maskermu. Astaga.
- Hei. - Baiklah.
- Hei, lepaskan maskermu. - Halo.
Aku akan melepas maskerku.
Ada penghancur term di sini.
- Hei, berdiri. - Astaga, So Min.
"Hei, berdiri"
- Hei, berdiri. - Astaga, So Min.
- Hei. - Bukan itu yang kami lakukan.
Ini bukan tempat seperti itu.
Astaga.
Hei, hidungmu kenapa?
Itu karena maskernya.
- Maskernya. - Bukan itu yang kita lakukan.
Baiklah.
- Seperti yang kamu lihat. - Apa yang kita lakukan hari ini?
Mereka adalah anggota baru Asosiasi Komedian.
Kamu tahu kenapa kamu memakai warna kuning?
- Karena kami pemula. - Benar sekali.
Pastikan kamu tidak merusak suasana rapat hari ini.
"Tersenyum seperti anak ayam"
- Hei. - Aku ingin kamu berusaha terbaik.
- Baiklah. - Jangan ikut campur.
"Jangan ikut campur"
"Pukulan di perut"
Jangan ikut campur.
- Jangan ikut campur. - Jangan ikut campur.
- Tunggu. - Kubilang, jangan ikut campur.
Ini yang harus kita lakukan.
- Se Chan. - Ada masalah?
- Kamu harus dihukum. - Kenapa kamu melakukannya?
- Dia menatap matamu. - Kamu menatap mataku?
Tidak boleh?
- Kamu pandai berkelahi? - Ya, benar.
Astaga.
Tidak ada petarung hebat di sini.
- Benarkah? - Ya. Kami jarang bertengkar.
Hei, soal berkelahi.
Apa pekerjaanmu sebelum menjadi komedian?
Aku bekerja di kafe.
Kudengar kamu pernah punya pacar.
Tapi kamu tidak mengencani siapa pun, bukan?
Ya. Benar juga.
Kudengar kamu mengabdikan dirimu untuk mengurus pacarmu.
Itu tidak benar. Aku belum pernah punya pacar.
- Astaga. - Permisi,
tapi kamu tidak perlu melakukan ini.
- Itu. Dia punya kebiasaan buruk. - Jangan.
- Itu kebiasaan buruk. - Dia belajar hal-hal aneh.
Dan aku belum pernah punya pacar.
- Kenapa? - Cukup.
Aku akan memukul perutmu.
- Diamlah. - Kamu bisa pukul saat kugendong.
Baiklah, So Min. Apa pekerjaanmu sebelumnya?
Aku belajar di luar negeri.
"Aku belajar di luar negeri"
- Hei. - Lagi?
Kamu harus berhenti bilang belajar di luar negeri.
- Di mana kamu belajar? - Menjadi komedian.
Apa pekerjaanmu sebelumnya? Astaga.
Kamu tampak sangat manis di foto.
- Apa? - Kamu tampak sangat manis.
Ini dari bus Yeong Ja.
Itu sudah lama sekali.
- Kapan itu? - Hanya bintang top bisa naik bus.
"'Golden Days Yeong Ja', November 1995"
"Usianya baru 19 tahun"
Dengan mata terbuka lebar.
"Memaksakan matanya"
Buka yang lebar. Mulai.
"Dia punya mata ular yang manis 25 tahun lalu"
"Mengirim pesan kepada ibunya"
Kirim pesan ke teman sekelasmu.
Katakan sekolah dan kelasmu. Mulai.
"Teman sekelasku dari Kelas 12-9 SMA Shinsung!"
"Aku tampil di TV. Kubilang aku akan tampil di TV"
"Jong Kook naik bus Yeong Ja di usia 19 tahun"
Bukankah dia senior Term Satu?
- Itu sudah lama sekali. - Bus Yeong Ja.
Kamu pernah naik bus Yeong Ja?
Tidak.
Hanya bintang top yang bisa bergabung.
- Apakah "Itu dia. Mengerti?" - Ya.
- Baiklah... - Astaga.
Hanya bintang top yang bisa bergabung saat itu.
- Kamu sungguh melakukan itu? - Aku melakukannya di gedung ini.
- Kamu tampak sangat manis. - "Itu dia. Baiklah."
- "Itu dia. Baiklah." - Aku tampak manis, bukan?
Jadi, apa pekerjaanmu sebelumnya?
Aku perundung.
- Perundung? - Aku dibebaskan dua hari lalu.
Aku dibebaskan dua hari lalu.
Jangan berkecil hati.
- Bukan begitu. - Aku akan mengurusnya.
- Apa katamu? - Silakan urus dia.
Aku tidak mau pergi. Dia harus mendatangiku.
Kenapa aku harus menemuinya?
- Tunggu. - Apa?
Kalian berdua bisa keluar bersama sebentar.
Kamu boleh pergi.
- Tidak. - Silakan.
- Pergilah. - Baiklah. Aku akan pergi dengannya.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Tunggu.
- Aku tidak perlu pergi. - Baiklah.
- Ayo pergi saja. - Jong Kook.
- Ya? - Bawa dia ke Seoul untuk tamasya.
Itu ide bagus.
Aku akan mengantarmu ke Seoul. Satu, dua, tiga.
"Dia merasa pusing setelah berjalan-jalan"
Baiklah. Biarkan dia berjalan-jalan ke Seoul.
- Dia hanya berjalan-jalan di Seoul. - Baiklah.
Nyaman sekali ada dia.
Kalian bisa langsung melihat-lihat Seoul.
- Baiklah. - Ya.
Jadi, kami baru bertemu anggota dari Term Empat.
Kalian punya rekan yang berasal dari Term Tiga.
- Aku meneleponnya. - Kolegamu.
- Aku punya rekan kerja. - Di mana dia?
Cintai kolegamu dan cintai negaramu. Keluarlah, Kawan!
- Sayangi rekanmu. - Rekannya?
- Halo. - Halo.
- Hei, Yong Jin. - Halo.
- Halo. - Halo.
Dia di Term Tiga. Dia rekanku.
Mereka senior kita.
"Dia sahabat Se Chan dari Term Tiga"
"Dia debut di 'People Looking for a Laugh' pada tahun 2005"
"Dia menghabiskan masa mudanya di aula terbuka ini bersama Se Chan"
"Dia tampak seperti senior yang melelahkan dan menuntut"
Dia membawakan kopi untuk para senior.
Ini untuk para senior.
Hei, kamu harus melihat dan belajar.
Tapi dia berjalan dengan angkuh.
Apa ini? Aku ingin sesuatu yang lemah.
- Ini lemah. - Ini jus biji-bijian.
Tidak ada apa-apa untuk kita.
- Ini jus biji-bijian. - Aku pesan jus biji-bijian.
- Aku mau jus biji-bijian. - Kamu punya sesuatu untuk kami?
- Apa dia junior kita? - Ya, benar.
- Dia... - Permisi.
Kamu tidak melihat kami di sini?
Apa dia junior kita?
- Dahulu dia seorang perundung. - Begitu rupanya.
Mereka senior kita.
Bahumu besar.
Aku menyukainya.
Dia perundung.
Apa foto itu orang lain dengan nama yang sama?
Begitu rupanya. Kelihatannya enak.
- Mari kita duduk. - Baiklah.
- Ayo duduk. - Semua orang di sini.
Aku akan duduk di sini.
Baiklah. Duduk di sana.
Aku sudah lama tidak kemari.
Sudah sepuluh tahun.
"Menatap"
Apa yang kamu lihat?
"Dia melupakan karakternya"
Seok Jin.
Jika terus lakukan itu, kami harus memperlakukanmu dengan cara sama.
Jangan bicara begitu kepadaku.
Situasinya...
- Kameranya masih menyala. - Sudah menyala.
Kami sedang istirahat.
- Dia merendahkanmu lagi? - Ya.
"Gelengkan kepalanya"
Hei.
Hei, kamu...
Apa?
Jangan ikut campur. Hei.
- Ya? - Dia tidak pandai berakting.
Kamu terus menatap mataku.
- Aku harus melihat ke mana? - Yong Jin...
- Hindari mataku. - Menghindar?
Aku baru beberapa menit di sini,
tapi aku tahu siapa yang terlemah di sini.
Itu sangat jelas.
"Dia sudah selesai mengidentifikasi yang terlemah di sini"
- Kamu tahu yang lemah di sini. - Ya. Kamu tak perlu memberitahuku.
Hei, kurasa kamu tidak tahu.
Aku hampir tidak bisa merasakan sentuhannya.
Dia sangat lemah.
Dia seperti kucing.
- Ada apa dengan wajahmu? - Apa?
Ada bubuk hitam di pipimu.
Di mana kita punya bubuk hitam?
Kamu mendapatkannya saat mengajak Seok Jin ke Seoul.
- Kamu seperti Rambo. - Di mana?
- Ada di pipimu. - Astaga.
"Bubuk hitam di pipi Jong Kook dari..."
Dia terlihat seperti Rambo.
"Dia mengajak seniornya ke Seoul untuk berjalan-jalan"
"Ada bubuk di pipinya"
"Dia duduk di sana sebentar dengan memakai bubuk hitam"
Di mana?
Kukira dia terluka.
Ini lucu sekali.
- Lucu sekali. - Tidak bisa kupercaya.
Aku suka lelucon bubuk hitammu.
Lelucon bubuk hitammu lucu sekali.
- Permisi, Seok Jin. - Apa?
Apa term-mu untuk bubuk hitam?
Aku dari Term Satu.
- Term Satu? - Ya.
Kurasa Myung Soo rekannya.
- Myung Soo adalah rekanku. - Dia dari Term Satu.
- Itu lucu. - Baiklah.
Kita harus bagaimana sekarang?
Kamu akan membuka brankas di belakangmu?
Yang ini?
"Ada brankas untuk biaya keanggotaan asosiasi"
"Jae Seok dari Term Satu membuka brankas"
Kamu tahu kodenya, Jae Seok?
Terbuka.
- Kenapa? - Apa?
Ada kartu misi.
"Hanya ada pesan di brankas"
"Teman-teman komedianku tersayang."
"Aku butuh uang tunai cepat, jadi, kuambil"
"biaya keanggotaan asosiasi sebesar 4.000 dolar."
"Akan kuhabiskan uangnya untuk tujuan baik."
"Komedian term spesial, Lee Kwang Soo?"
"Komedian Term Khusus, Lee Kwang Soo"
"Komedian term spesial, Lee Kwang Soo?"
Kwang Soo.
"Apa Kwang Soo mengambil biaya keanggotaan sebesar 4.000 dolar?"
Dia melakukannya lagi.
Dia mengambil uangnya.
Dia mengambil 4.000 dolar?
- Ada berita. - Beritanya sudah mulai.
"Ada berita terkini yang disampaikan ke Asosiasi Komedian"
Ini berita yang baru saja masuk.
Ada perampokan di kantor
dari Asosiasi Komedian Tidak Resmi
di mana Yu Jae Seok menjadi presdir.
Apa?
"Ada perampokan!"
Jumlah yang dicuri
4.000 dolar untuk uang sewa kantor Asosiasi.
Atas dasar bukti, polisi bilang
komedian setinggi dua meter,
Lee Kwang Soo adalah tersangka.
"Tersangka Lee Kwang Soo"
- Lee Kwang Soo adalah tersangka. - Astaga.
- Sudah lama tidak bertemu. - Kwang Soo meninggalkan acara kita?
Polisi sudah memeriksa rekaman CCTV
dan mengetahui bahwa Lee Kwang Soo mencuri uang di brankas.
"Kwang Soo mengambil 4.000 dolar"
Ternyata dia membeli tujuh hadiah mahal
termasuk kemeja, tas, dan pengeras suara.
Jadi, begitukah cara dia membeli semua hadiah?
"Kini kebenaran di balik hadiah mahal telah terungkap"
Dia berengsek!
Begitulah cara dia memberi kita hadiah.
"Hadiahnya terlalu mahal untuk pria kikir seperti dia"
"Ada pesan lain di brankas"
"Pengingat."
"Asosiasimu gagal membayar uang sewa sebesar 4.000 dolar."
"Kami ingin kamu membayar uang sewa pukul 16.00 hari ini."
"Jika gagal melunasinya, dalam ketentuan kontrak,
dua komedian harus membayar sisanya."
"6 Juli 2021, Kreditur SBS."
"Debitor Asosiasi Komedian Tidak Resmi."
Astaga, apa ini?
Baiklah.
Seperti yang kalian lihat di pengingat dan berita,
kalian seharusnya membayar uang sewa kantor ini kemarin.
Tapi kalian gagal membayarnya.
karena Kwang Soo mencuri biaya keanggotaan sebesar 4.000 dolar.
- Astaga. - Apa yang harus kita lakukan?
Tapi menurut Pasal 3 Ayat 47 Asosiasi Komedian,
para anggota harus dibagi menjadi Tim Senior dan Tim Junior
dan bayar masing-masing setengah biaya sewa.
Jika kedua tim membayar masing-masing 2.000 dolar.
Pada pukul 16.00 hari ini,
semua komedian tidak akan dihukum.
Tapi jika hanya salah satu tim yang berhasil membayar,
satu anggota tim yang gagal membayar akan mendapat hukuman.
Jika kedua tim gagal membayar,
satu anggota dari setiap tim akan menerima hukuman.
Kurasa kita tidak bisa membayarnya hari ini.
Akan kuberi tahu cara mengumpulkan uangnya.
Setelah misi, tim pemenang dan tim yang kalah
akan memilih kartu debit.
Setiap kartu memiliki jumlah uang yang berbeda
dan kartu untuk tim pemenang berisi lebih banyak uang.
Kamu akan pergi
ke ATM dengan kartu pilihanmu. Setelah menyelesaikan misi,
kamu bisa menarik uangnya.
"Mereka bisa menarik uang jika menyelesaikan misi mereka"
Mari kita coba penarikan pertama.
"Ini saatnya untuk penarikan pertama"
Menurut Peraturan Asosiasi Komedian,
untuk penarikan pertama,
para senior jadi tim pemenang, dan para junior akan menjadi tim kalah.
- Kini kalian akan memilih kartu. - Baiklah.
- Tim pemenang dapat sepuluh kartu, - Baiklah.
dan tim yang kalah mendapat delapan kartu.
"Sepuluh kartu untuk tim pemenang dan delapan kartu untuk tim kalah"
Ada kartu yang berisi 100 hingga 800 dolar untuk tim yang kalah.
Dan untuk tim pemenang, ada kartu dengan 100 hingga 1.000 dolar.
Kita bisa memilih 800 dolar.
Dan
kita butuh pemimpin untuk setiap tim.
Kedua senior ini akan menjadi pemimpin lebih dahulu.
Dan kalian bisa memilih dua pemimpin di sini.
Para ketua akan memilih masing-masing satu kartu,
dan mereka akan menggores bagian belakang kartu lihat jumlahnya.
"Mereka akan menggores kartu untuk melihat jumlahnya"
Tapi bukan artinya
kamu langsung dapat uangnya.
- Kamu lihat ATM di sini. - Benar.
Kamu akan pergi ke ATM
dan menjawab kuis di sana.
- Kuis? - Maka kau bisa dapatkan uang...
"Mereka harus menjawab kuis untuk mendapatkan jumlah di kartu"
"Kuis?"
di kartu itu.
- Artinya kita tak akan dapat uang. - Astaga.
- Seperti apa Yong Jin? - Apa pendapatmu tentang Yong Jin?
Dia sama saja dengan si Kepala Kosong.
- Itu tidak benar. - Tapi...
dia banyak membaca.
- Aku banyak membaca. - Dia memang banyak membaca.
Tapi pengetahuannya tidak bagus.
Aku tahu hal-hal seperti empat hal berharga dalam penelitian ini.
Kamu tahu empat hal berharga dalam penelitian ini?
Ya.
- Apa empat hal berharga itu? - Aku tahu kata "mengejar".
- Kamu tahu "mengejar"? - Ya.
Aku tahu banyak istilah.
Aku berbincang dengan pasar saham.
Bisa eja "payung"?
P.
- Silakan. - Kamu menonton episodenya.
- P, Y. - P?
- P dan Y? - P dan Y?
Y setelah P?
Maksudku ada P dan Y.
- Setelah P apa? - Jangan tanya aku.
Seok Jin, kamu tidak perlu melakukan ini.
Katakan saja apa kata setelah P.
- Di dalamnya juga ada N. - Baiklah.
- Jadi, setelah P apa? - Kenapa kamu bersikap seperti ini?
Katakan apa huruf berikutnya.
Tunggu.
- Seok Jin. - Astaga.
- Apa? - Berdiri.
- Apa yang kulakukan? - Tunggu.
- Para junior melihat. - Saat bersama yang lain.
Kenapa kamu mempermalukan juniormu di dekat orang lain?
- Apa ini salahku? - Apa payung sepenting itu?
- Hei, apa itu salahku? - Hei, Jong Kook.
- Kamu berolahraga? - Ya.
Tolong bantu Seok Sam
- berlari menaiki tangga. - Keluarlah.
- Tidak. - Ini
permintaan seniorku.
Hei.
"Tiga Hidangan untuk Jae Seok" selama beberapa pekan terakhir.
"Yang paling dibenci para anggota"
"adalah kombinasi Yu Jae Seok dan Kim Jong Kook"
"Dia pengawal Tuan Yu yang membela tiraninya"
"Tiga Hidangan untuk Jae Seok" tidak pernah berakhir.
"Tuan Yu dan Pelayan Kim muncul setiap pekan"
- Kamu temui Jong Kook pribadi? - Tidak.
Untuk apa aku menemuinya?
Bagaimana bisa...
Teruslah berlari.
- Kenapa payung begitu penting? - Itu maksudku.
P, A
Y, U, N, G.
- Hei. - Payung.
- Dia tahu itu. - Lihat Se Chan.
Kekasihmu tampak bahagia.
"Diam!"
"Dia mendorong rumor palsu"
"Dia ingin semua orang tahu tentang hubungan rahasianya"
Disiplin ketat.
"Pawai berakhir"
- Disiplin ketat. - Bagus.
"Seok Sam kembali setelah berlari dengan instruktur latihan"
- Terima kasih. - Dengan senang hati.
Bagus.
"Tiga Hidangan untuk Jae Seok" tidak pernah berakhir.
Kapan ini akan berakhir?
Ada berapa musim?
- Kendalikan dirimu. - Baiklah. Itu salahku.
- Kita harus saling menghormati. - Y yang setelah P.
- Ya. - Duduklah.
Jadi, ada dua senior di sini.
Siapa yang akan maju pertama di tim ini?
Ji Hyo yang pertama.
Akankah orang yang memilih kartu menjawab pertanyaan?
Ya, pasti.
Tapi kalian harus melakukannya setidaknya sekali.
- Putuskan siapa yang pertama. - Kamu harus campur dengan baik.
Saat membuat permohonan kemarin, aku tak bilang berapa kali.
"Keinginan So Min terkabulkan di episode terakhir"
"Beri tahu aku jawaban kuis dan buat seolah-olah tahu sendiri"
So Min, jangan gunakan permohonanmu untuk ini.
Permintaanku terlalu bagus untuk ini.
- Menurutmu begitu? - Kamu harus mencobanya.
Pakai saja.
Dia ingin menggunakannya untuk pertandingan satu lawan satu.
Ini terlalu bagus untuk ini, So Min.
Benda apa ini?
- Apa? - Itu sigma.
Tiba-tiba saja.
Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan itu?
Mereka terkadang memiliki masalah yang sama.
Bisa pilih kartu dahulu?
Pilih kartunya dan bawa ke ATM.
Akan ada kuis.
Kita harus menjawab kuis untuk mendapatkan uang.
Jika kalian menjawab kuisnya, kami akan beri kalian uangnya.
Tapi jika kamu gagal,
kamu bisa mencoba lagi. Kamu bisa memasukkan kodenya sampai tiga kali.
Itu mungkin saja.
Tapi jumlahnya akan dibagi dua.
"Jika mereka salah menjawab, jumlahnya akan dibagi dua"
Kita harus terus berusaha.
Jadi, kamu punya dua kesempatan ekstra.
Itu artinya kita harus memilih kartu dengan uang banyak.
Akan bagus jika kita memilih 100 dolar, bukan?
Maka kamu bisa mendapatkan setidaknya 25 dolar.
- Benar sekali. - Benar.
Sekarang, aku ingin dua pemimpin dari masing-masing tim pilih kartu
dan garuk punggungnya.
Boleh kuberikan ke anggota lain?
Tidak boleh.
- Siapa yang harus lakukan? So Min? - So Min.
- So Min dan Ji Hyo akan lakukan? - Ji Hyo, kamu mau melakukannya?
Haruskah aku memilih dahulu? Bagaimana menurutmu?
- Kamu dahulu, Jong Kook. - Silakan, Jong Kook.
Aku akan pilih satu di baris tengah. Aku memilih ini.
- Mari kita periksa. - Bagus. Aku berpikir memilih itu.
- Benarkah? - Ya, aku memilihnya dahulu.
- Mulai dari sudut. - Aku dapat 300 dolar.
- Lumayan. - Astaga.
- Biar kuperiksa. - Baiklah.
- Aku dapat 300 dolar. - Lumayan.
"So Min mendapatkan kartu 100 dolar"
Berapa? 100 dolar?
- Sayang sekali. - Kamu mendapat jumlah terendah?
- Jika kartu 100 dolar... - Astaga. 1.000 dolar!
- 1.000 dolar? - 1.000 dolar.
- 1.000 dolar. 1.000 dolar! - Lihat? Kubilang firasatku bagus.
"Mereka membuat keributan"
- Harganya 1.000 dolar. - Tidak, 100 dolar.
"100 dolar"
- 100 dolar? - Lihat?
- Apa 100 dolar jumlah terendah? - Seratus dolar.
- Astaga. Dari semua kartu ini. - Kubilang firasatku bagus.
- Kamu harus lebih baik dari itu. - Aku dapat kartu 300 dolar.
- Ya. Aku dapat 800 dolar. - Itu bagus.
- Astaga. - Itu bagus sekali.
- Lihat? Sudah kubilang. - Yang terendah adalah 100 dolar.
Kenapa kamu memilih kartu 100 dolar dari semua kartu ini?
Jong Kook, bagaimana kamu memilihnya dari semua kartu ini?
Akan ada set kartu baru di setiap babak.
- Benarkah? - Begitu rupanya.
- Baiklah. - Astaga.
Kalau begitu, bisa kami pergi sekarang?
Kalian berempat memilih kartu, bukan?
Kalian harus memakai ini karena mendapat pertanyaan yang sama.
- Kita semua terima pertanyaan sama? - Meski hanya 100 dolar.
Bukan itu?
Aku harus menjawab benar. Mungkinkah itu sangat sulit?
Jong Kook, kamu bisa.
Jawab dengan benar apa pun yang terjadi meski gagal dalam tiga kali.
Aku memercayaimu, Jae Seok.
Astaga, aku gugup.
Baiklah.
Bagaimana cara kerjanya?
"Untuk menarik uang tunai, masukkan kartu Anda ke mesin"
"Menarik uang tunai..." Aku mengerti. Ini dia.
- Ini. Haruskah kutaruh di sini? - Jangan dimasukkan begitu saja.
"Dia memasukkan kartu 100 dolar yang baru saja dia dapatkan"
"Untuk menarik uang tunai, masukkan kartu Anda ke mesin"
"Untuk menarik saldo, pecahkan kuis berikut"
"Tuliskan arti dari dialek Provinsi Gyeongsang berikut"
"'Aku akan menendang kaki witma.'"
Astaga. Apa ini?
"Pertanyaan pertama"
Astaga. Ini bukan pertanyaan mudah.
"Semua kuis berkaitan dengan bahasa Korea dan luar negeri"
"Jae Seok, 300 dolar, So Min, 100, Seok Jin, 100, Jong Kook, 800"
- Astaga. Apa yang harus kulakukan? - Buku catatan apa ini?
"Jae Seok, 300 dolar, So Min, 100, Seok Jin, 100, Jong Kook, 800"
"Terjemahkan ungkapan dialek berikut"
"Karena mereka belum pernah mendengar ungkapan itu sebelumnya,"
"mereka berpikir keras untuk mengetahuinya"
"'Akan kutendang kaki witma'?"
"'Akan kutendang kaki witma...'"
"Singkirkan satu kartu petunjuk."
"Jae Seok mulai menulis jawabannya setelah berpikir keras"
- Haruskah aku melepas ini? - Ini?
Apa itu keluar setelah aku melepasnya?
- Benar. - Apa itu langsung keluar?
"Aku akan menendangmu dengan kakiku"
Itu bukan jawaban yang benar?
"Benar. Kamu akan menerima 300 dolar"
Baik!
Kurasa begitu...
"Jae Seok menarik 300 dolar"
"Jae Seok berhasil di percobaan pertama dan mendapatkan 300 dolar"
Tunggu. Ini membingungkan.
Apa? Apa yang harus kulakukan?
"Benar. Kamu akan menerima 800 dolar"
Astaga. Tunggu sebentar.
"Jong Kook juga berhasil dan mendapat 800 dolar!"
"Anggota senior Term Satu kembali dengan membawa 300 dolar"
- Sudah kuduga. Itu Term Satu. - Kamu berhasil?
Tentu saja.
"Gembira dan bangga"
- Baik! - Kamu dapat jawaban yang benar?
Baiklah! Sudah kuduga kamu akan sukses.
Dia pandai dalam segala hal yang berkaitan dengan menendang.
Baik!
- Bagus. Kamu dapat 800 dolar? - Kamu lihat.
- Ya, aku dapat 800 dolar. - Bagus.
- Bagus. - Baiklah.
Dia berteman dekat dengan gangster dari Provinsi Gyeongsang.
Aku akan menendangmu dengan kakiku.
"Sementara itu, di bank"
"Hidung Besar kesulitan"
"Dia menulis sesuatu"
"Aku akan menendangmu tanpa sepatu"
"Aku akan membunuhmu"
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
Apa itu salah?
"Seok Jin: 100 dolar, So Min: 100 dolar"
"Setengahnya sudah dikurangi"
Kurasa...
Pertanyaan berikutnya.
"Dia gagal dapat jumlah terendah dan bahkan setengahnya pun hilang"
"Tulis nama benda yang akurat di gambar"
Apa ini?
Itu. Ini membingungkan.
"Mi kelp"
Mereka berdua menjawab pertanyaan kedua.
Apa pertanyaannya?
- Lobak parut? - Tidak, bukan lobak.
Benda yang kamu lihat di restoran sashimi.
- Mi kelt. - Mi kelt.
- Mi kelt. - Tidak, ini bukan mi kelt.
- Tidak, ini bukan mi kelt. - Itu mi kelf.
- Agar-agar? - Tidak.
- Astaga. - Apa itu benar?
"Me kelt"
"Dia bahkan salah mengeja 'Mi.'"
- Ini yang So Min tulis. - Bukankah ini benar?
"Jawaban salah si Kepala Kosong buat semua orang menertawakannya"
Aku mengkhawatirkan So Min.
Aku menyerah. Aku tidak tahu.
"Seok Jin: 50 dolar"
Aku menyerah. Aku akan coba pertanyaan berikut.
"Tulis judul bahasa Inggris yang akurat dari 'Running Man.'"
"Tulis judul bahasa Inggris yang akurat..."
"Tulis judul bahasa Inggris yang akurat dari 'Running Man.'"
"Pertanyaan termudah yang tunjukkan cara mereka meremehkan pemain"
Baiklah.
Aku tahu jawabannya.
"Mengikuti Seok Jin yang percaya diri, So Min tulis jawaban benar"
- Baik! Kamu benar? - Baiklah.
- Kamu tahu. - Bagus. Sudah kuduga.
Apa kamu kembali setelah mengeja "Running Man?"
- Running Man! - Aku bahkan bingung
apakah harus ada satu atau dua N dalam "running".
Jujur saja.
"So Min bereaksi seperti yang diharapkan staf"
- Mereka jahat sekali. - Itulah tujuan para staf.
- Kamu coba membuatku tampak bodoh. - Tidak.
Hasilnya, Jong Kook dan Jae Seok yang paling senior
- dalam tim langsung berhasil. - Aku lega.
- Bagus. - Sudah kuduga.
Jong Kook mendapat 800 dolar, dan Jae Seok mendapat 300 dolar.
- Kita menang. - Hei.
- Kamu memilih kartu 800 dolar? - Ya, benar.
Dia memilih kartu 800 dolar.
So Min dan Seok Jin berhasil di tingkat ketiga
dan mendapatkan 25 dolar.
Itu bagus.
- Dia berhasil. - Bagus.
Babak penyisihan sudah berakhir. Kita akan memulai misi pertama.
Apa ini?
Apa yang terjadi?
Apa ini? Kurasa kita akan saling menyiramkan air.
Kurasa itu tepung.
Ini tepung?
- Itu bukan air? - Ini tepung.
"Mangkuk labu dan tepung adalah alat penting bagi komedian"
Semuanya, berkumpul!
- Term Dua! - Berkumpul!
"Anggota senior Term Satu mengumpulkan anggota juniornya"
- Kita harus membungkuk ke belakang. - Apa yang terjadi?
- Keluarkan tanganmu dari saku. - Berdiri tegak!
Keluarkan tanganmu dari saku.
"Dia paling bersemangat saat memarahi komedian juniornya"
Kalian bisa meletakkan tas kalian sebentar.
- Baiklah. - Ya.
Kita semua sangat patuh.
Kita semua mendengarkannya.
- Baik, Pak. - Baik.
- Kamu tidak perlu lakukan kepadaku. - Ya, harus, Pak.
Ini perbedaan antara sutradara dan para pemeran.
Senioritas di antara kami tidak penting.
Pak, bagaimana jika kita makan bersama kapan-kapan?
Misi pertama di mana kamu bisa memamerkan keterampilan fisikmu.
Tepung Marionette.
"Marionette?"
Tiga anggota tim memegang mangkuk labu.
Salah satunya duduk di kursi.
Satu lagi tergeletak di lantai,
dan yang terakhir berbaring dengan mangkuk di perut.
- Begitu rupanya. - Di perut?
Anggota tim yang tersisa akan memindahkan tepung ke mangkuk
dengan kedua lengan yang terikat ke tali itu.
Kedengarannya sederhana.
Total berat tepung di mangkuk akan menentukan pemenangnya.
Tepung di mangkuk terjauh akan jadi tiga kali lipat,
dan tepung di mangkuk terjauh kedua
akan digandakan.
"Makin jauh mangkuk bertepung, makin besar peluang menang mereka"
Namun, anggota tim lawan akan duduk di kedua sisi
dan menarik tali yang terikat di pergelangan tangan.
- Tentu saja tidak akan mudah. - Kita harus menarik dengan keras.
Kita tidak akan bisa maju.
Astaga. Kita tidak akan bisa memasukkan tepung ke mangkuk.
Kita bisa memenangkan ini.
Akan ada dua babak,
dan tim dengan lebih banyak tepung akan menang.
Kalian harus memutuskan tim mana yang akan bermain lebih dahulu.
Mereka lebih dahulu.
- Komedian junior tampil pertama. - Mereka junior.
- Benar, bukan, Pak? - Kenapa? Pak.
- Baiklah. - Kenapa?
Kami akan mulai lebih dahulu.
- Apa? - Kamu hebat, Pak!
- Dia memimpin seperti biasanya. - Kenapa kami harus lebih dahulu?
- Sebagai komedian senior mereka. - Benar sekali. Kami mulai dahulu.
- Mari kita tentukan posisinya. - Baiklah.
Tepung dari orang yang berbaring akan berlipat tiga, Pak.
- Benarkah? - Ya, itu tempat terbaik.
- Maka dia harus ambil posisi itu. - Kemudian...
- Sebagai komedian juniormu. - Benar.
- Lalu kalian berbaring. - Apa?
- Kalian berdua berbaringlah. - Tapi hanya satu dari kita.
- Tidak. - Kalian berdua berbaringlah.
Kami akan berbaring sebagai komedian seniormu.
- Astaga, dia keren sekali. - Tentu saja.
- Pak, kamu luar biasa! - Benar.
Pak, kamu keren sekali.
- Kamu dihormati karena alasan. - Astaga, yang benar saja.
Kenapa kamu terus membuat juniormu bekerja keras?
- Bukan itu niatku. - Lalu kenapa?
- Mereka seharusnya di posisi itu. - Kamu mau ditepungi?
Maka kamu akan mendapatkan
bubuk hitam dan putih di rambutmu.
- Bubuk hitam dan putih? - Hei.
- Kamu juga akan dapat bubuk putih? - Kamu akan mirip Cruella.
- Hei, jangan kurang ajar. - Dia akan mirip Cruella.
- Tidak apa-apa. - Mengerti?
Dia baik-baik saja. Kami bertugas di unit militer yang sama.
- Aku mengaguminya. - Kami bertugas di unit yang sama.
- Aku mengaguminya. - Kami tugas di Angkatan Laut ROK.
- Seok Jin. - Kami tugas di Angkatan Laut ROK.
- Ya? Kenapa? - Kita bukan di militer.
- Kami bertugas di unit yang sama. - Itu tidak penting di sini.
- Tidak akan berhasil. Jong Kook. - Ikut aku.
- Tunjukkan dia tangganya. - Ayo.
- Kenapa kamu tidak mendengarkanku? - Ayolah.
- Ayo. - Hei.
- Mulai dengan kaki kirimu. - Baiklah.
Berapa kali lagi kita akan melakukan "Tiga Hidangan untuk Jae Seok?"
- Disiplin ketat. - Bagus. Aku suka ini.
- Bukankah tiga kali cukup? - Dia harus fokus sekarang.
- Tapi sepertinya dia tidak begitu. - Dia harus fokus sekarang.
- Kenapa? Dia sangat keras kepala. - Ada apa dengannya?
- Disiplin ketat. - Disiplin ketat.
"Seok Jin kembali dengan wajah pucat setelah dihukum"
Baiklah. Bagus.
- Disiplin ketat. - Lihat wajahnya.
- Dia meningkat. - Berhenti. Satu, dua.
- Dia meningkat. - Berhenti.
"Dia melakukannya dengan baik sekarang"
- Aku kembali, Pak. - Bagus.
- Bagus. - Terima kasih, Pak.
- Dia bisa melakukannya dengan baik. - Aku akan diberi tepung.
- Dia menenangkan diri. - Berhasil.
- Seok Jin, ambil posisi itu. - Baik, Pak.
- Kamu ambil posisi berbaring. - Beratnya naik tiga kali lipat.
Aku merasa bertanggung jawab, Pak.
Bagaimana kalau aku duduk di sini saja?
- Kalau begitu, duduklah di sini. - Di sini? Bolehkah?
- Aku akan mengambil posisi ini. - Baiklah.
- Haruskah kusendok dan pindahkan? - Ya, lakukanlah.
- Yong Jin, duduklah di sini. - Aku duduk di sini?
- Hei, Se Chan. - Ya?
- Atasi itu. - Ya, aku akan mengatasinya.
Terutama jika So Min menariknya.
"Tambatannya antara kamu dan aku"
"Tambatannya antara kamu dan aku"
"Dia hanya bersemangat karena terikat dengannya"
- Ini suara dalam diri kita. - Astaga.
Yang di sisi ini jelas terlihat seperti tali.
Lalu kenapa yang satunya seperti rantai logam?
- Kelihatannya menakutkan. - Benar, bukan?
- Ya, tampak seperti rantai logam. - Aku bisa melihatnya.
Jong Kook terlalu menarik, bukan? Hei, hentikan.
Aku memegang tali sesuai peraturan.
- Aku tak pernah langgar peraturan. - Aku tahu.
- Bersiaplah, Semuanya. - Mari kita lakukan.
- Mari ucapkan seruan. - Haruskah kuturunkan mangkuknya?
Ya, tolong turunkan untukku.
- Seok Jin. - Ya?
- Teriakkan yel. - Tutupi kepalamu.
Saat kubilang, "Kita menang", kamu bilang, "Apa pun yang terjadi".
- Astaga, kamu. - Di mana selera humormu?
- Seok Jin. - Kamu tidak menyukainya?
- Yel itu payah sekali. - Aku akan memikirkan cara lain.
Itu tidak keren di zaman ini. "Apa pun yang terjadi, kita menang"?
Itu yang paling dibenci orang-orang saat ini.
- Lalu apa? - SRB!
- Apa kepanjangan SRB? - SRB!
"Belum pernah ada yang mendengar teriakan 'SRB'."
Seperti robot dan baja!
"Seperti robot dan baja!"
"Apa?"
Itu lucu.
Seperti robot!
- Apa itu? - Seperti baja!
Mari menjadi sekuat robot dan baja!
- Mengerti? - Baik, Pak!
- Mengerti? - Baik, Pak!
- Katakan "SRB"! - Mari memilih "SRB".
- SRB! - Itu sorakan yang lucu.
- Astaga, lucu sekali. - Itu sorakan tim kami.
- SRB! - Seperti robot dan baja.
Dan baja.
"Mereka selesai bersiap-siap dengan pola pikir SRB"
- Kita pasti bisa. - Kuatkan dirimu.
- Mengerti? - Aku akan kuat, Pak.
- Mengerti, Semuanya? - Baik, Pak!
- Kami siap. - Ayo!
Siap.
"Mereka memulai misi 100 detik dengan pola pikir baja"
"Dia siap untuk menjadi cukup kuat untuk menyendok tepung"
"Tidak ada poin ekstra, skor ganda, skor tripel"
"Jong Kook dan So Min mulai menarik lengan Se Chan"
Lempar sekarang.
- Astaga. - Lempar.
- Lempar sekarang. - Astaga.
"Tidak mudah memasukkan tepung ke dalam mangkuk"
Ayolah. Lempar.
"Dilapisi dengan tepung"
- Hei, lempar. - Aku akan fokus pada lengan kiriku.
Kamu tidak punya cara lain. Lempar saja sekeras mungkin.
- Aku akan fokus pada lengan kiriku. - Hei, lempar.
- Hei! - Se Chan!
Hei! SRB! Ingat itu!
Apa yang Jong Kook lakukan?
Seperti robot!
Itu tak melanggar aturan.
Taruh di mangkuk di sini.
Sayang sekali aku harus menunggu untuk menonton ini di TV.
Taruh di mangkuk ini.
Lempar!
- Hei! - Astaga. Sial.
"Festival bubuk putih"
Lempar.
"Tidak seperti dugaannya, Jae Seok berlumuran tepung"
- Lempar. - Jae Seok!
- SRB! - SRB!
- Seperti robot! - Seperti robot dan baja!
Seperti robot!
"Waktu habis"
- Astaga. Itu sulit sekali. - Ada banyak di mangkukku.
- Astaga. - Baiklah. Waktu habis.
"Tim mengumpulkan cukup banyak dengan pola pikir SRB"
- Kita dapat lebih banyak. - Benar.
Benar sekali.
- Silakan tuangkan ke mangkuk ini. - Ada sedikit di mangkukku.
- Aku juga dapat. - Benar.
- Kami akan menimbangnya terpisah. - Mari kita timbang Jae Seok dahulu.
- Meski begitu, kami dapat beberapa. - Itu sangat sulit.
Itu bukan lelucon.
Tuang semuanya.
Benar. Hanya hidung Seok Jin yang terkena tepung.
Coba kulihat.
"Pemain dari Tim Junior adalah Jong Kook, komedian atletis"
- Astaga. - Jangan menariknya dahulu.
Aku mencoba menariknya, tapi dia bergeming.
- Kamu melakukan latihan dada? - Ya.
Ini bagus. Pegang yang erat.
Tetap saja, Jong Kook, aku masih muda dan sehat.
Aku tahu.
"Pria muda dan sehat itu bermain dengan sembrono dengan tali"
Apa talinya bisa putus?
Tidak, tidak akan putus.
"Bertingkah"
"Dia menghilang"
"Rapat darurat telah diatur"
Ayolah, Jong Kook. Seharusnya kamu memberitahuku.
Apa itu tadi? Sudah cukup.
- "Sudah cukup." - Astaga.
Jangan berlebihan.
- Kamu diseret kemari? - Itu menakutkan.
Setidaknya beri tahu aku dahulu.
Luar biasa dia bisa diseret sejauh itu.
- Kita akan mulai sekarang. - Ya.
- Ini dia. - Siap.
- Jangan ditahan. Itu bagus. - Tunggu.
Siap. Jangan pegang itu.
Jangan biarkan dia menyendok tepung.
"Pemuda, pria sehat, dan Tuan SRB akan lawan Jong Kook"
- Itu bagus. - Jangan melewati garis merah.
"YouTuber kebugaran menggertakkan giginya dan berdiri"
"Dia mulai menuangkan tepung ke dalam mangkuk"
Tidak, tunggu. Tarik saat dia berdiri.
Itu bagus.
"Pria sehat itu mengganggu Jong Kook"
Aku pria yang sehat sepertimu. Ini dia.
"Aku pria yang sehat sepertimu. Ini dia"
- Bagus. Teruskan. - Ini dia.
"Tuan SRB juga berusaha keras"
- Itu bagus. - Bagus. Mari kita lakukan.
"Berteriak"
- Jong Kook tidak bisa menyendoknya. - Benar.
Dia tidak bisa menyendok tepung apa pun.
- Dia tidak bisa melakukannya. - Astaga, kamu.
"Astaga, kamu"
"Jong Kook mulai memamerkan kekuatannya"
- Cepatlah kembali. - Tidak.
"Jong Kook mulai memamerkan kekuatannya"
Tarik.
"Mereka berhasil membuat Jong Kook kesal"
"Jae Seok dan Yong Jin berteriak"
- Dia tidak bisa menyendoknya. - Cepat!
- Jong Kook tidak bisa. - Dia tidak bisa melakukannya.
Dia tidak bisa melakukannya.
"Pak SRB sangat bersemangat"
Hentikan dia.
- Hentikan dia. - Jangan kemari.
"Rapat darurat kedua"
"Pria muda yang sehat kembali diseret"
Di mana kamu? Cepat!
"Waktu terus berlalu bahkan saat ini"
Hei, jangan...
Jong Kook, tidak ada tepung di mangkuknya.
- Jong Kook, di mana kamu? - Tarik.
"Pria sehat dan Tuan SRB mencegahnya bergerak"
Tarik. Jangan biarkan dia menyendok tepung.
Kamu berolahraga?
- Baik! - Apa?
- Apa itu tadi? - Itu percobaan pertama kita.
"Mangkuk So Min dan Ji Hyo kosong"
- Kurasa begitu. - Tidak bisa kupercaya.
- Apa ini? Mangkukku kosong. - Astaga, yang benar saja.
Itu lucu.
Haha, kamu bisa menuangkannya.
- Aku hanya punya sedikit. - Kamu naikkan skor tiga kali, 'kan?
- Ya. - Hanya Haha yang ada tepung.
Mangkuk So Min hampir kosong.
Maksudku. Mangkuk kita kosong.
So Min tidak punya tepung.
Kita seharusnya melihat seperti mereka.
Sekarang...
- Aku akan mengumumkan hasilnya. - Baiklah.
Tim Junior mengumpulkan lebih banyak tepung,
tapi Tim Senior menang karena mendapat poin ekstra.
"Tim Senior menang dengan skor tiga kali lipat"
- Sudah kuduga. - Kami komedian senior.
Benar. Orang yang di depan.
- Kurasa begitu. - Bagaimana ini bisa terjadi?
Kurasa ada lebih banyak tepung di mangkuk terjauh.
Menyenangkan lihat lengan Jong Kook bergerak saat aku menarik talinya.
- Benar, bukan? - Sebagai orang yang menarik tali.
- Senang melihatnya bergerak. - Rasanya enak.
Aku bisa melihat dia bingung.
Aku sangat bersemangat.
- Rasanya enak. - Aku hanya mengalahkan satu lengan.
- Kenapa aku sangat bersemangat? - Ini menyenangkan.
Itu lucu.
- Kita akan memulai babak finalnya. - Baiklah.
Kemarilah.
- Seok Jin, kamu mau sendok tepung? - Ya.
- Seok Jin yang kuat akan lakukan. - Benarkah?
- Kami memimpin, kamu tahu. - Begitu rupanya.
- Seok Jin akan melakukannya? - Seok Jin yang kuat akan lakukan.
- Yong Jin, tutupi kepalamu. - Aku baik-baik saja.
"So Min memberinya mangkuk"
Hei, kemarilah.
- Kenapa? - Lihat ini.
"Ada lubang di mangkuknya"
- Hei. Astaga. - Kenapa?
- Kamu bercanda? - Ada apa?
Aku bisa melihat melalui lubang itu.
"Tadi"
"Dia melubangi mangkuk mereka tanpa memberi tahu mereka"
"Lalu dia memberi mereka mangkuk sambil berpura-pura tidak bersalah"
"Tapi dia langsung ketahuan"
Kamu bercanda?
- Hei. - Itu terlalu terlihat.
- Kamu pikir aku akan tertipu? - Ayolah.
Kamu pikir kami bodoh?
- Hei, kamu pikir kami bodoh? - Astaga. Katak.
Bawakan aku mangkuk lagi, Katak.
"Berteriak"
"Komedian veteran itu menyemangati dirinya sendiri"
Itu bagus. Teruskan, Seok Jin, si pria kuat.
- Dia tampak sangat lemah. - Dia seperti kakek-kakek, bukan?
Dia tampak manis.
- Cukup. - Aku akan memegangnya begini..
"Dia membuang-buang tenaga untuk buat dirinya terlihat keren"
Ini mengingatkanku pada kuartal dalam drama sejarah.
- Tunjukkan kemampuanmu, Seok Jin. - Mari kita lakukan.
Seok Jin yang kuat!
Mari kita mulai. Siap.
Taruh tepungnya di sini. Akan menjadi tiga kali lipat.
"100 detik mereka dimulai"
Tidak mudah menaruh tepung di mangkuk depan.
"Sangat penting untuk membidikkan tepung ke mangkuk Yong Jin"
"Seok Jin yang kuat menggertakkan giginya"
Itu bagus.
"Dia berteriak keras"
Ayo, Seok Jin.
Dia hanya berteriak.
- Seok Jin yang kuat. - Ayo, Seok Jin!
- Ayo, Seok Jin. - Seok Jin yang kuat.
- Seok Jin yang kuat! - Seok Jin.
- Ayolah. Semangat, Seok Jin. - Seok Jin yang kuat!
- Ayo, Seok Jin. - Mangkukmu hampir kosong.
Ayolah, Seok Jin.
Seok Jin yang kuat bergerak ke kanan.
- Dia milikku! - Tidak, dia milikku!
- Tidak, dia milikku! - Dia milikku!
"Mereka memperebutkan Hidung Besar"
Aku lebih menyukainya daripada kamu.
- Dia milikku. - Seok Jin.
- Ayolah. Apa yang kamu lakukan? - Dia milikku.
Seok Jin sangat menggemaskan.
Aku bahkan bisa bertatapan dengannya.
Dia membiarkan mereka menyeretnya.
- Kumohon! - Seok Jin yang kuat!
Apa yang kamu lakukan, Seok Jin?
Astaga, yang benar saja. Apa itu tadi?
Dia terlihat seperti zombi yang diikat di film zombi.
"Dia kelelahan setelah terkena tepung"
- Astaga, Seok Jin yang kuat. - Cobalah.
Itu mustahil.
Ini babak final. Giliran Tim Junior.
Biarkan So Min menuangkan tepungnya. So Min, kamu saja.
- Aku? - Bukankah kamu kuat?
- Tidak, Ji Hyo harus melakukannya. - Ya, aku memang kuat.
Dia saingan Seok Jin.
Benar sekali. Kamu harus melakukannya.
Akan kutunjukkan aku bisa lebih baik daripada sainganku.
Benarkah?
- Sulit memasukkannya ke sana. - Benar.
Itu membutuhkan lebih banyak energi.
- Astaga, Jae Seok. - Kenapa?
- Kenapa kamu melubanginya? - Kenapa?
Apa ini? Bagaimana kita bisa memainkan permainan dengan ini?
Tunggu. Ini berlebihan.
Ayolah, Jae Seok.
- Aku mengerti kamu gelisah, - Itu topeng atau apa?
tapi kita tidak bisa memakai ini. Kenapa kamu melakukannya?
- Apa ini? - Hei.
Buatlah lelucon seperti ini saat kamu di rumah.
- Astaga, yang benar saja. - Kami bisa melihat wajahmu.
Maksudku, kita tidak bisa menggunakannya. Sungguh.
Setidaknya lakukan diam-diam.
- Maksudku... - Ayolah.
Panggil aku Super So Min.
- Semangat, Super So Min. - Itu bagus.
Kamu akan menang jika mengumpulkan sebanyak tadi.
- Baiklah. - Senang mengetahuinya.
Benar. Kita dapat sedikit tepung.
Pertama, coba masukkan sedikit ke mangkuk Haha di awal.
- Dia tidak mau masukkan ke mangkuk. - Aku?
- Kamu salah. - Aku tahu.
Siap.
"Inilah Super So Min"
Sudah kuduga.
"Mereka bisa membalikkan keadaan jika kumpulkan sebanyak sebelumnya"
Panggil aku Super So Min.
Baiklah.
"Bergetar"
"Mengayun"
- So Min. - So Min Super.
Permainan telah dimulai.
"So Min, permainan telah dimulai"
So Min.
"Dia tidak akan segera menuangkan tepung"
Super So Min!
"Bergetar"
"Tertawa"
Super...
- Super... - Kamu harus masukkan ke mangkuk.
- Bagus. - Harus, tapi kamu tidak bisa.
"Harus, tapi kamu tidak bisa"
- Kamu tidak bisa melakukannya. - Kamu harus masukkan ke mangkuk.
Super So Min!
- Bodoh sekali. - Bodoh sekali.
"Kusir gila itu"
- Dasar bodoh. - Bodoh.
"Seok Jin mendapatkan energinya kembali dan menarik kembali"
So Min!
Super...
Super So Min.
Aku yakin kamu tidak bisa.
Kamu tidak bisa melakukannya.
Hei, tunggu!
"Dia mendapatkan embernya"
"Kuda liar So Min melihat ujung ember"
Kamu tidak bisa melakukannya.
"Penunggang kuda gila itu terus mengekang"
Kamu juga tidak akan bisa melakukan itu.
Berhentilah berusaha.
Itu mustahil.
Kamu juga tidak akan bisa melakukan itu.
"Super So Min sekarang menyebabkan kekacauan"
Hei, itu curang!
- Kamu tidak boleh melakukan itu. - Tidak boleh?
So Min menggila benar-benar lucu.
Kamu sudah curang.
Super
So Min!
- So Min! - Super...
Super!
Super!
Super So Min.
- So Min... - Apa kamu tahu cara mengejanya?
"Kamu bisa mengeja 'super'?"
S, U, P, E, R.
"Dia menyerangnya dengan kelemahannya"
Begitulah cara mengeja "super".
So Min marah.
Dia...
So Min marah.
"Dia justru melampiaskannya kepada orang yang menonton"
Dia menyebabkan kekacauan lagi!
Dia menggila.
- Dia menggila. - So Min...
"Bom tepung!"
Seok Jin, jangan!
- Seok Jin, jangan! - Tarik.
"Embernya digunakan sebagai helm untuk menghalangi tepung"
Seolah itu mungkin.
"Sementara Super So Min menyerang mereka dengan tepung"
- Aku kehilangan pegangan kita. - Ya, menjelang akhir.
Tapi ada juga di gelasku.
Mereka membuatku sangat marah.
- Terutama Yong Jin, bukan? - Ya.
Dasar bodoh.
Ejaan "super"?
"Yang paling menyakitkan adalah dia menanyakan ejaannya"
Kamu tahu cara mengejanya?
- Sulit kupercaya. - Lebih sulit, bukan?
Hampir mustahil.
Jika dipikir-pikir,
kita bermain dengan baik melawan Jong Kook.
Ya, benar.
Baiklah.
Kami punya tepung yang kalian kumpulkan.
"Hasilnya"
"Seok Jin bertarung dengan baik?"
"Atau So Min membalikkan keadaan"
Namun, pemenangnya adalah Tim Senior.
"Tim Senior memenangkan permainan"
- Bagus! - Baiklah!
- Ayo, senior! - Sudah kuduga.
Tidak apa-apa. Bekerjalah dengan baik di tahap memilih.
Intinya adalah memilih kartu yang tepat.
Dua orang yang tidak bermain akan memilih kartunya.
- Se Chan dan... - Benarkah?
- Ini. - Pilih yang senilai 1.000 dolar.
Ini pilihan untuk Tim Junior.
"Tim Senior: 100 hingga 1.000 dolar, Tim Junior: 100 hingga 800 dolar"
"Yong Jin dan Se Chan akan mewakili Tim Senior"
Coba kulihat.
- Kurasa aku memilih yang bagus. - 1.000 dolar.
- 900 dolar. - Baik!
- Bagus. - Baik!
- 900 dolar. - Aku punya 400 dolar.
- Baiklah. - Itu sudah cukup.
Kita bisa memenangkan keduanya.
Baik!
Lihat. Ji Hyo memilih kartu dengan 800 dolar.
- Bagus, Ji Hyo. - 100 dolar lagi?
- 100 dolar. - Kenapa selalu sama?
Tapi meski Ji Hyo punya kartu 800 dolar,
jika dibagi tiga.
- Itu masih cukup bagus. - Ayolah.
Tapi dia tetap berhasil memilih 800 dolar.
- Aku bisa melakukannya. - Bagus.
- Bagus sekali. - Tentu saja.
Mereka yang memilih kartu akan menuju ke mesin ATM.
Masuklah.
"Mereka masuk bank dengan kartu pilihan mereka"
"Yong Jin memilih kartu dengan jumlah terbesar"
Bagaimana caranya?
- Apa kartunya masuk ke sini? - Bagaimana?
- Apa ini masuk ke sini? - Coba kulihat.
- Aku bisa. - Mari kita lakukan.
Kita pasti bisa.
"Pertanyaan pertama sudah diungkap"
"Ulang tahun Ketua Yu Jae Seok 14 Agustus 1972"
"Tulis semua angka dalam aksara Mandarin"
Bagaimana orang bisa tahu semua ini?
Kamu pasti bercanda.
"Tulis semua angka dalam aksara Mandarin"
- Benar. - Satu.
- Bagaimana cara menulis delapan? - Sepuluh.
- Aku tahu apa itu delapan. - Ini empat.
- Tidak akan ada yang bisa lakukan. - Ini delapan.
- Tidak mungkin. - Ini sembilan.
Mungkin Yong Jin bisa maju.
Kita akan melihat sepintar apa Yong Jin.
"Dari semuanya, Yong Jin tampak paling bisa diandalkan"
Apa aksara untuk delapan?
"Kenapa dia menulis tahun 1800?"
"Apa dia pikir ini tujuh?"
"Dia dengan berani merancang sistem penomoran baru"
"Dia mengakhirinya dengan tanda tanya"
Aku bisa gila di sini.
Kumohon.
"Dia pikir hanya tidak tahu empat, tapi angka pertamanya pun salah"
- Satu angka terakhir... - Kenapa aku tidak ingat?
Akhir-akhir ini, Ji Hyo...
Dia sudah belajar.
Dia juga mempelajari kalender.
Aku punya firasat dia akan tahu angka-angka ini.
Ini menyiksaku.
Dalam aksara Mandarin?
"Dia bertahan sampai angka empat"
So Min pasti tahu ini.
Bagaimana aku bisa tahu?
"Satu, dua, tiga, empat..."
Aku tidak tahu tujuh.
Delapan.
Tunggu sebentar.
"Alih-alih lima, dia menulis 'won'."
"Dia tiba-tiba mengubahnya menjadi pi"
Tunggu sebentar.
Aku tidak ingat angkanya!
- Aku juga. - Aku juga.
Ini membuatku gila.
Delapan.
Aku tidak tahu angka tujuh, delapan, dan sembilan.
- Tidak mungkin! - Entahlah.
Aku tidak tahu.
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
"Ji Hyo: 800 dolar hingga 400 dolar"
"Dia mencoba mencari tahu pertanyaan yang sama"
Aku tak ingat apa itu sembilan!
Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
"Itu episode lain yang tidak boleh ditonton putranya"
- Aku tidak tahu jawabannya. - Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
"Memukul keras"
- Kumohon! - Entahlah.
Kurasa aku yang paling benar.
"Setelah pertimbangan panjang, Haha mengangkat lembar jawabannya"
"Tahun 1972"
"Haha: 100 dolar"
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
Aku menyerah.
Berikutnya!
Aku menyerah.
"Se Chan juga menyerah"
Apa ini lima? Mungkin enam.
Tujuh?
- Aku menyerah! - Tujuh.
- Sulit dipercaya. - Apa itu delapan?
Aku harus bagaimana?
Ini terlalu sulit.
- Apa pertanyaan kedua? - Ada yang mengerti?
"Mereka semua melanjutkan dengan jumlah yang dipotong menjadi dua"
- "Aku baru dalam dunia ini" - "Kepada dunia."
"Aku sering menangis."
"Tolong beri aku susu."
"Semua orang tersenyum kepadaku."
- "Tolong beri aku susu." - "Semua orang tersenyum kepadaku."
- Apa lagi sekarang? - Aku sering menangis.
- Dia mau susu. - Aku tahu apa itu.
- Itu bayi. - Ini.
Aku tahu apa itu. Itu bayi.
Bayi.
"Aku ini apa? Jawaban: Bayi"
Mungkinkah mereka tidak tahu ini?
"Jawab pertanyaannya dalam bahasa Inggris"
"Berpikir"
"Aku baru dalam dunia ini."
Aku tidak tahu apa ini.
Aku harus bagaimana?
Ini terlalu sulit.
Kamu bercanda?
"Sapi?"
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
Kenapa? Beri aku satu kesempatan lagi.
- Ini... - Aku tidak tahu jawabannya.
"Kepala Kosong lainnya punya pertanyaan yang sama"
- Kumohon. - Sulit dipercaya.
Putraku akan melihat ini.
"Ejaannya berdasarkan bunyi huruf vokal"
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
Putraku akan melihat ini.
Bagaimana orang bisa tahu? Berikutnya!
Ini buruk.
"Konsonan ini ditulis sebagai giyok. Bagaimana cara tulis yang berikut?"
"Untungnya, dia tidak ragu"
"dalam kuis aksara Korea"
"Konsonan ini ditulis sebagai giyok. Bagaimana cara tulis yang berikut?"
"Salah. Jawabannya adalah tieut. Kamu tidak bisa lagi menarik uang"
Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
- Aku tidak tahu jawabannya. - Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
"Hanya teriakan yang bergema di sekitar adegan mengerikan ini"
Kumohon!
Ini buruk.
- Putraku akan melihat ini. - Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
- Aku tidak tahu jawabannya. - Tidak!
- Sial. - Ini buruk.
Putraku akan melihat ini.
"Dia putus asa"
Ini tidak boleh ditayangkan di TV!
"Ini tidak boleh ditayangkan di TV!"
Tidak!
- Astaga. - Aku mengerti perasaanmu.
- Kamu. - Silakan kembali ke dalam.
- Putramu, Dream... - Astaga.
Putraku akan melihat ini.
Aku harus bagaimana?
Aku mungkin akan melakukan yang terburuk hari ini.
Kalau dipikir-pikir, aku mengerti ini bisa menjengkelkan.
Yong Jin, bagaimana hasilnya?
Aku?
- Ada yang benar? - Tidak.
Astaga, Haha...
- Sulit dipercaya. - Kamu juga si Kepala Kosong.
Dia si Kepala Kosong.
Sial.
- Coba kulihat. - Tapi jawabanku hampir benar.
"Si Kepala Kosong yang asli kembali dengan tangan kosong"
Aku tidak bisa menebak satu pun.
- Kalian berdua... - Koboi?
Ada yang menulis "sapi"?
- Sungguh? - Apa itu kamu?
Apa jawabanmu?
Bagaimana mengeja "sapi"? Dengan huruf A atau O?
Ini O. Apa yang kamu tulis?
Sapi dengan huruf A.
Kupikir itu artinya...
bahwa kamu akan memerah sesuatu di dunia baru.
- Kukira itu juga memerah susu. - Tetap saja...
Itu sebabnya aku membawa pekerja paruh waktu.
Ini sangat menyebalkan.
Kamu bercanda?
Susu? Bayi?
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
"Ji Hyo: 400 dolar hingga 200 dolar"
"Aku sering menangis."
"Tolong beri aku susu."
Tolong beri aku susu, ya?
"Mengejutkannya, jawabannya benar"
Bayi.
"Benar. 50 dolar akan ditarik"
Aku tidak tahu jawabannya.
"Haha: 50 dolar"
"Haha berhasil menarik uang hanya dengan dua pertanyaan"
- Tetap saja... - Kenapa?
- Kamu dapat pertanyaan kedua? - Dia belajar di Jerman.
- Kamu menjawab "bayi" dengan benar? - Ya.
- Bukankah itu mudah? - Aku terkejut.
Mereka memikirkan sapi.
- Sapi? - Karena susu.
Kupikir itu koboi.
"Ji Hyo mencoba menjawab pertanyaan abjad Korea terakhir"
"Salah: Kamu tidak punya kesempatan lagi untuk menarik uang"
Kenapa rambutnya berantakan?
Jawabanmu tidak ada yang benar?
Aku salah menjawab semuanya.
Anjing?
Apa jawaban yang itu?
- Kalian menyiksaku. - Anjing?
Dari semua yang berkompetisi, hanya Haha yang memenangi uang.
Benarkah?
- Kalian kocak sekali. - Kukira kemungkinan itu juga bayi.
Ini sebabnya kamu di pihak yang lebih pintar.
Kamu sungguh tidak tahu? Sungguh?
Kami terlalu malu untuk menatap matamu.
Kalian berdua sulit dipercaya.
Karena sudah berakhir,
- kalian akan mandi, lalu makan. - Tentu.
- Aku yakin kalian semuanya lapar. - Benar.
Tapi sebelum makan,
kalian akan memainkan permainan lain.
Kalian akan bermain untuk uang instan
dalam permainan Mi Seruput Berwarna ini.
Mi Seruput?
Di kaus putih yang akan kalian pakai,
akan ada lingkaran yang mengacu
pada penambahan atau pengurangan poin.
Berikutnya, kalian akan makan jjajangmyeon dengan penutup mata.
Saat menyeruput mi, kenai area itu dengan jjajangmyeon.
Kami akan memberi kalian uang berdasarkan jumlah yang kena.
Kedengarannya seru.
Makin banyak jjajangmyeon didapat, makin banyak uang yang kalian dapat.
Empat area memberikan 100 dolar, dan dua area mengurangi uang.
Rekan kalian akan menggambar area yang memberikan 100 dolar.
Tim lain akan menggambar area yang mengurangi uang kalian.
Pakai penutup matanya saat makan jjajangmyeon.
Kami akan menggabungkan jumlah area yang terkena jjajangmyeon
dan memberi uang kepada tim kalian.
Kedengarannya seru.
Siapa yang akan memakannya?
Kita tidak boleh mengocok mi-nya. Kita harus menyeruput mi-nya.
M-inya tidak boleh dikocok.
Jae Seok pandai menyeruput mi.
Aku pandai membuat kausku terkena makanan.
Tiap tim bisa memilih area untuk menulis "dobel",
dan jika area itu kena jjajangmyeon, dampaknya adalah dua kali lipat.
- Baiklah. - Siapa yang pertama?
- Yong Jin bermain lebih dahulu. - Ya.
- Ayo! - Ayo, Yong Jin!
- Biarkan So Min bermain dahulu. - Baik, dia bisa lebih dahulu.
"So Min versus Yong Jin"
Saat kita bermain tadi, mereka berdua sangat menyebalkan
selama So Min bermain.
- Kurasa kita agak... - Kamu sangat menyebalkan.
Tapi itu menyenangkan untuk ditonton.
Kita harus mengejek So Min.
Dia akhirnya diejek lagi. Waktu itu, So Min tampak geram.
Aku akan terus menggodamu.
Kamu tidak tahan, bukan?
Kami akan teruskan.
Nada itu...
Menyebalkan sekali!
Masalahnya, mi itu... Sausnya bisa mengotori kaus.
Pakai penutup matanya.
Tapi karena mi itu panjang. itu bisa mengenai kausmu juga.
Pasti area ini akan kena.
- Di sini. Mi akan mengenai kaus. - Kurasa area ini akan dapat banyak.
Tunggu. Area di bawah mikrofon.
Mi-nya pendek. Jika panjang, area ini yang akan kena.
Mereka pendek, jadi, kita harus menggambar area di sekitar sini.
Benar. Jangan sisakan ruang untuk lingkaran merah.
- Benar sekali. - Gambar di tengah.
Baiklah. Jika sudah selesai, serahkan kemejanya ke tim lain.
- Gunakan spidol merah... - So Min tidak akan menjatuhkannya.
Kamu sangat licik.
Ini dia.
"Ini akan dihitung sebagai minus 200 dolar"
Lingkarannya tidak boleh tumpang tindih.
Mari makan sekarang.
"Yong Jin dari Tim Senior bermain lebih dahulu"
Kamu melihatnya, bukan? Tegakkan kepalamu dan seruput mi-nya.
- Baiklah! - Seruput mi-nya.
Aku akan menyeruput mi-nya. Masakan Tionghoa!
Itu baru semangat!
Sudah selesai.
Baiklah.
- Itu bagus! - Bersiap.
- Kamu harus makan tanpa berpikir. - Mereka memilih titik yang bagus.
Mereka memilih titik yang bagus.
Kita pasti akan menang.
Ayo.
"Bagaimanakah hasilnya?"
Ayo!
- Mereka harus lebih panjang. - Mi-nya kurang mengayun!
- Ayolah. - Mi-nya kurang mengayun!
- Kamu makan terlalu rapi. - Ayo!
Bawa kembali energi yang kamu miliki
di "People Looking for a Laugh".
"Begitu mendengar 'People Looking for a Laugh'"
"jjajangmyeonnya menyentuh area 100 dolar"
- Ini seperti "Comedy Big League"! - Kamu hebat!
- Itu bagus. - Teruskan!
- Kita dapat satu. - Buat mi-nya panjang.
- Kita dapat satu. - Kita dapat satu.
Kamu tidak perlu memakan mi-nya!
- Aduh! - Seruput lagi!
- Kita dapat satu. - Hei!
Kamu tidak perlu memakan mi-nya!
- Seruput saja mi-nya. - Seruput lagi!
- Itu bagus. - Ya, seperti itu.
- Ayolah, apa-apaan itu? - Goyangkan. Itu dia.
- Goyangkan. - Ayo!
- Apa yang kamu lakukan? - Ya!
"Mi-nya mengenai minus 100 dolar"
- Itu dia. - Goyangkan.
Ayolah.
- Apa yang kamu lakukan? - Ya!
- Hei! - Tidak!
Bagus!
Bagus!
- Astaga. - Ya ampun, Yong Jin.
Teruskan!
Totalnya jadi nol.
- Benar. - Goyangkan mi-nya!
Kita menggambar lingkaran di tempat yang salah.
Area untuk lingkaran merahnya terlalu besar.
Baiklah!
Jjajangmyeonnya banyak mengenai lingkaran merah.
Seharusnya kita gambar di sini.
Astaga, banyak sekali yang mengenai lingkaran merah.
- Kacau sekali. - Baiklah.
Hanya satu lingkaran merah saja yang kena.
- Ada dua yang kena. - Dia mengenai dua lingkaran hitam.
Ada lagi di sisi kanan.
Ada satu di lingkaran ini.
- Di mana? - Kita akan dapat 100 dolar.
"Ada setitik noda di sini"
- Kita akan dapat 100 dolar. - Silakan lihat.
- Jujurlah. - Di sini. Jujurlah.
Ada noda di sini, bukan?
"Dia menyekanya dengan jarinya"
Tidak ada apa-apa di sini.
- Tidak ada apa-apa. - Jangan dihapus!
- Kenapa kamu menghapusnya? - Tidak ada apa-apa!
Kalian mendapat 300 dolar dan dua minus 100 dolar.
- Ya. - Kami akan memberimu 100 dolar.
Lumayan.
So Min pandai dalam permainan semacam ini.
Mari lihat seberapa baik kamu menyeruput mi-nya.
Aku tidak pandai menyeruput mi,
tapi aku pandai menjatuhkan makanan.
Aku sudah melakukannya selama 36 tahun.
Dia selalu menumpahkan makanan. Sungguh.
Aku selalu menumpahkan makanan.
"Apa dia bisa makan dengan berantakan di depan mereka?"
Baiklah. Mari mulai.
- Kamu pasti bisa. - So Min, banyak yang menonton.
- Baiklah! - Mari kita lakukan.
Kamu harus duduk tegak.
- Ini babak pertama. - Siap.
- Mari kita lakukan. - Nikmatilah sedikit demi sedikit.
"Tim Senior menggambar lingkaran di area atas"
"Menyeruput mi dimulai"
- Ayo! - Itu dia.
Mi-nya banyak.
"Dia mengambil banyak sekaligus"
- Cepatlah. - Jangan makan dengan rapi!
Ya, seperti itu.
"Dia sudah dalam bahaya"
Ya, seperti itu.
"Para senior menganggap itu hiburan"
Seruput mi-nya.
Kamu manis sekali saat makan mi seperti itu.
Itu dia.
"Dia makin memiringkan kepalanya dibilang manis"
Siapa yang makan jjajangmyeon dengan rambut dikepang?
Bagaimana kamu bisa memakannya sambil memiringkan kepala?
Tidak, jangan miringkan ke sana. Miringkan ke sisi satunya.
- Itu bahkan tidak mendekati. - Hei.
- Itu bahkan tidak mendekati. - Kenapa menundukkan kepala?
Sejak kapan kamu mulai makan dengan rapi?
Buat berantakan!
Ini lebih sulit daripada dugaanmu, bukan?
Jangan!
"Dia menyerah menggunakan sumpit"
- Tidak, jangan pakai tangan. - Tidak boleh pakai tangan.
- Makan saja seperti biasa. - Seruput mi-nya.
Itu dia.
"Gemetar"
Astaga. Kamu pasti sedang kencan buta.
Itu terlalu dekat dengan lingkaran merah.
Kamu mau bertemu siapa sampai terlihat manis begitu?
So Min...
- Ada noda di sini. - Itu luar biasa.
- Ada satu di sini. - Tidak ada apa-apa.
Tidak ada apa-apa.
- Tidak ada di area itu. - Mi-nya menyentuh area itu.
- Tidak, bukan di area itu. - Tidak ada di area itu.
Tidak. Lihat ini. Bukan di area itu.
- Ada noda di area itu. - Tidak ada di area ini.
- Tidak ada di area ini. - Sumpah, bukan di area ini.
Silakan dilihat.
Pilih pemain berikutnya.
Ji Hyo yang berikutnya.
Aku yang berikutnya.
- Coba kulihat punyamu. - Di situ terlalu berisiko.
- Tidak apa-apa. - Coba kulihat punyamu.
- Di sini terlalu berisiko. - Mari gambar di sini.
Jae Seok pandai menyeruput mi.
Apa gigi depan Jae Seok miring ke kanan?
Kalau begitu, kita harus menggambar lingkaran di kanan.
- Ya, di sisi ini. - Di bawah sini.
"Mereka menggambar lingkaran di kanan"
Giginya... Tunggu, ternyata miring ke kiri!
Seok Jin, giginya miring ke kiri.
Kita seharusnya menggambar lingkaran di kiri.
- Tidak apa-apa. Itu tidak penting. - Itu tidak penting.
Kalau giginya seperti itu, gambar saja di celananya.
Serta...
Boleh kami gambar di kaus kakimu?
Hei!
Kurasa itu akan memercik ke kaus kakinya.
Kami sudah selesai menggambarnya.
- Sudah selesai! - Silakan bertukar kemeja.
"Mereka sudah selesai menandai area 100 dolar"
- Berikan kepadaku. - Kamu bisa menandai...
- Ambil. - Inilah jagoan kami.
- Jangan curang. - Baiklah.
Si pakar menyeruput mi.
Baiklah. Dia akan memanfaatkan giginya yang bengkok.
Hidangan favoritnya adalah jjajangmyeon.
Boleh menggambar lingkaran di sini? Kurasa mi-nya akan memercik ke sini.
Bagaimana jika sampai ke sini?
Si Gigi Bengkok.
- Baiklah. - Kamu pasti bisa!
- Bersiap. - Kamu tidak perlu mengambil banyak.
Tentu saja.
"Sang pakar tampak santai"
- Kausnya... - Jjajangmyeon sangat lezat.
Baiklah. Sudah dimulai. Itu dia!
Ya!
"Apa yang terjadi?"
- Bagus! - Bagus!
"Dia sudah kehilangan 300 dolar"
- Strike! - Baiklah!
"Dia memercikkan banyak mi di sisi kiri"
"Itu sisi kiri"
- Apa yang kamu lakukan? - Itu dia.
- Buat lebih panjang. - Kami tahu giginya bengkok.
Sudah kubilang mi-nya akan bergoyang ke sisi kiri.
- Sisi kiri? - Giginya bengkok.
- Sudah kubilang! Di sisi kiri! - Seharusnya di sisi kiri!
Kamu tidak tahu?
Goyangan mi akan mengikuti bentuk giginya.
"Terpesona"
Dia mengenainya. Itu berjalan lancar.
- Baiklah. Bagus. - Bagus.
- Bagus! - Itu berlebihan.
Dia asal menempelkannya di kausnya.
Jangan taruh mi di kausmu.
Dia luar biasa. Bisa-bisanya dia memakannya seperti itu.
Dia terlalu kentara.
- Mi-nya berhenti di sana. - Maaf,
dia sudah kalah telak, bukan?
Bukan main. Mi-nya menempel di mana-mana.
Dia...
"Dia senang karena seluruh kausnya terkena jjajangmyeon"
Cara makannya lebih berantakan daripada cara makan putriku.
Lima, empat, tiga,
- dua, - Dia sudah selesai dengan mi-nya.
- satu. - Dia menghabiskan mi-nya.
Mi-nya tidak cukup.
- Ada lagi di sisi kiri. - Dia seperti anak dua tahun.
Ada di sini.
Kamu hebat.
Kacau sekali.
- Ada juga yang merah. - Semua lingkarannya kena.
Dia mengenai keempat lingkaran itu.
Kamu mendapatkan 200 dolar.
- Ya! - Bagus!
- Bagus. - Bagus.
Teruskan!
- Bisakah... - Angkat kepalamu! Itu dia!
Bisa beri dia acar lobak?
Kamu harus menggelengkan kepala.
Jangan makan seperti itu.
Kamu makan terlalu rapi!
- Paham menyeruput, tidak? - Kamu berusaha menghindarinya.
- Mi-nya putus. - Itu bukan menyeruput.
Ada noda di satu lingkaran.
- Kamu mendapatkan 100 dolar. - Baiklah!
Kalian seri.
Tim yang memilih mi yang lebih panjang akan menang.
- Baiklah. - Kedengarannya bagus.
Kita akan minta Seok Jin memilihnya.
Baiklah.
- Biar So Min yang bermain. - So Min, pilihlah.
- Tidak, Ji Hyo saja. - So Min selalu kalah darinya.
Apa yang kita dapatkan jika menang?
Jika menang, kalian bisa menarik 1.000 dolar.
Lihatlah Seok Jin.
Mari kita lakukan.
Namanya manis sekali.
- Aku akan menghancurkanmu. - Tentu.
- Aku lebih dahulu? - Tentu.
Bagaimana jika terpotong di tengah jalan?
- Maka permainan berhenti. - Permainan berhentu.
Aku akan mengaduk mi-nya dahulu.
- Ayolah. - Tidak, langsung pilih saja.
- Tidak boleh diaduk. - Kalau diaduk, permainan berhenti.
Ambil satu saja.
- Tidak apa-apa jika terpotong. - Dia mengambil satu.
- Itu dia. Jangan bergerak. - Kamu sudah selesai.
Dia mengambil satu.
- Itu dia. Jangan bergerak. - Kamu sudah selesai.
"Dia mengambil mi terpendek"
Ada apa denganmu?
- Apa-apaan itu, Seok Jin? - Ji Hyo, pilih yang bagus.
- Ji Hyo, ambil yang bagus. - Apa-apaan itu?
Kenapa kamu memilih yang itu?
- Memangnya ini kenapa? - Dia sudah pasti kalah.
- Terpotong di tengah. - Baiklah!
- Baiklah! - Ya!
"Mi dikeluarkan"
- Kita menang. - Seok Jin!
- Baiklah. - Apa-apaan itu, Seok Jin?
Benar.
- Ji Hyo memang luar biasa. - Tapi yang ini panjang.
Kenapa kamu memilih yang itu?
- Ini menyenangkan. Dia hebat. - Mana kutahu?
Berkat Ji Hyo, Tim Junior menang.
Kita harus menarik 1.000 dolar kali ini.
- Silakan pilih satu. - Baiklah. Ini kesempatan kita.
- Kita harus memilih yang bagus. - Siapa yang bermain dari tim kita?
Kami berdua.
"Se Chan dan Yong Jin akan menarik uangnya lagi"
- Tapi... - Percayalah kepada kami kali ini.
- Kamu bisa memercayai kami. - Kalian pasti bisa.
- Percayalah pada kami. - Mana yang harus kupilih?
"Duo Kepala Kosong yang penuh percaya diri"
Pilihlah salah satu.
Kita mendapat 400 dolar dan 700 dolar.
"Tim Junior berkesempatan menarik 400 dan 700 dolar"
- Bagus. - Kalian sangat hebat.
- Aku mendapat 400 dolar. - Kenapa kalian hebat sekali?
- Aku mendapat 200 dolar. - Dia mendapat 200 dolar.
"Tim Senior bisa menarik 400 dan 200 dolar"
Tidak apa-apa. Tim kita bermain dengan baik.
Ji Hyo, kamu tidak pernah tahu.
- Kamu pasti bisa. - Aku bisa melakukannya.
Jae Seok, aku akan bermain.
- Baiklah, ayo! - Ayo!
- Yong Jin. - Baiklah. Jangan khawatir.
"Yang Se Chan, 400 dolar"
Ini dia.
"Dia masuk ke bank memakai penyuara jemala"
"Lee Yong Jin, 200 dolar"
"Jeon So Min, 400 dolar"
Mari mainkan ini.
Halo.
"Kuis ATM pertama yang akan dimainkan Duo Kepala Kosong"
Seusai mencabut satu kartu petunjuk, kalian akan diberi pertanyaan.
Aku pasti bisa!
Baiklah!
"'Cantik' dan 'Besok' adalah kata-kata"
"Yang paling sering salah dieja orang Amerika"
"Tolong tulis ejaan yang benar dari dua kata itu"
- Bagaimana bisa aku... - Aku tidak tahu!
Tidak banyak yang tahu ejaan yang benar dari kata-kata ini!
Aku tidak tahu.
Kurasa tidak ada anggota yang tahu ejaan yang benar.
Astaga.
"Se Chan menuliskan jawabannya dengan yakin"
"Sesuai dugaan, itu salah"
Ini sangat menyebalkan!
"Dia melampiaskan amarahnya pada ATM karena malu"
Mari kita lihat.
Ini sangat menjengkelkan!
"Yong Jin sangat kesal"
Ini...
Akan lebih cepat merampok bank jika memakai masker!
Ini sangat menjengkelkan.
Jika mereka mendesakku begini, aku tidak akan menurut.
Apa aku harus menulis keduanya? Boleh kutebak satu saja?
"Salah. Coba pertanyaan berikutnya"
- Salah, bukan? - Aku menyerah!
"Ji Hyo berpikir dengan hati-hati"
"Kita bisa melihat betapa keras dia berpikir"
Apa itu?
Ada huruf "I" di sana.
"Dia tidak ingat ejaan 'cantik'"
Ini sangat menjengkelkan.
"Salah"
Aku tidak tahu.
Aku menyerah. Aku akan mencoba yang ini.
"So Min mencoba menjawab setelah berpikir keras"
Apa aku harus menulis keduanya? Boleh kutebak satu saja?
"Bahkan So Min salah"
- Salah, bukan? - Aku menyerah!
- Aku tidak mau melakukannya. - Kurasa ini tidak akan berhasil.
- Lain kali, aku tidak mau lagi. - Bagaimana bisa?
- Aku tidak tahu. - Benar.
"Mereka semua gagal menjawab dengan benar"
Yong Jin, kamu tampak kurang sehat.
Perutku sakit setelah makan jjajangmyeon.
"Jumlah Uang Tim Saat Ini, Tim Senior, Tim Junior"
Apa ini?
Bukankah itu sesuatu yang menakutkan?
Itu sesuatu yang menakutkan, bukan?
Apa ini "Let's Go, Dream Team"?
Lokasi syuting itu sendiri adalah sorotan hari ini.
- Mereka berusaha keras membuatnya. - Benar.
Kurasa kita harus dorong yang lain dan berdiri di atasnya.
- Bagaimana cara memainkannya? - Anggap saja kamu di sana.
Jika ada yang mendekat, pukul dia
- dan buat dia pingsan. - Aku boleh memukul mereka?
Kalian tahu semua komedian berbakat.
- Benar. - Jadi, kali ini,
kita lihat seberapa baik mereka bisa menggunakan tubuh mereka.
- Aku pandai dalam hal itu. - Misi terakhir
adalah Ayo Terbang, Tarzan.
Kita terbang?
Tiap tim akan bergantian menyerang dan bertahan.
Para anggota Tim Bertahan boleh berdiri di tiang pilihan mereka.
Jika salah satu dari kalian jatuh saat mencoba menaikinya,
maka dia akan tereliminasi.
Setelah Tim Bertahan mengambil posisi,
para anggota Tim Penyerang akan mengambil posisi di tiang.
Tim yang mendominasi tiang lebih banyak akan menang.
"Tim yang mendominasi tiang lebih banyak akan menang"
Pak, aku punya pertanyaan.
Boleh menghalangi anggota yang terbang lewat?
- Boleh. - Tentu saja, memang itu intinya.
Jika terjatuh saat menyerang, maka kamu akan dieliminasi.
Meskipun kita mengambil posisi di tiang, Jong Kook...
- Dia akan menyerang kita. - "Hei!"
"Dia akan mengubah permainan ini menjadi penampilan kekuatan super"
Saat sutradara memastikan kita boleh menendang lawan,
Jong Kook mengangguk perlahan.
"Dia mengangguk saat sutradara memberi mereka izin"
- Dia mengangguk. Menakutkan sekali. - Tim Bertahan
boleh mendorong anggota yang menyerang mereka.
Kurasa kita harus melompat bersama Jong Kook.
Jadi, keseimbangan dan otot inti penting dalam permainan ini.
- "Keseimbangan dan otot inti"? - "Keseimbangan"?
- "Keseimbangan"? - "Keseimbangan"?
Kamu tahu cara mengejanya?
Kamu terus... Ada huruf "B", bukan?
"Ada huruf 'B', bukan?"
- Ada huruf "A" juga. - Kamu berpikir keras tadi.
Aku yakin ada ejaannya di sepatumu.
Ada di sepatuku.
Kamu mau mencobanya?
Bagaimana menurutmu?
Kamu akan membacakannya dari sepatumu?
Itu tidak diizinkan.
- Kalau begitu, majulah. - Ini kuis buku terbuka.
Majulah.
Ayo berantem.
"Ayo berantem"?
- Aku percaya diri. - Aku juga suka berantem.
Kalian akan bermain di tiap babak dengan menyerang dan bertahan.
Kami akan memberikan uang kepada tim sesuai dengan jumlah
anggota-anggota yang berhasil bertahan.
Bagus. Mari kita lakukan.
- Ya, mari kita lakukan. - Mereka punya So Min dan Ji Hyo.
Ini merugikan kita karena ada dua wanita.
- Mari kita lakukan. - Mari kita mainkan.
- Baiklah. - Aku harus memegang bagian atas.
Aku harus memegang bagian atas talinya.
- Aku siap. - Semangat.
- Cepat sekali. - Tapi ini...
Sulit mendarat di tiang itu.
- Kamu akan berlari dari belakang? - Benar, bukan?
Aku harus berpegangan di sini?
Aku bisa.
- Kita harus bisa mendarat di situ. - Beginikah caranya?
Bagi anggota wanita, kalian boleh menginjak baris ketiga.
- Di sini? - Ya.
Baiklah.
- Biar kucoba. - Ji Hyo, cobalah dari sini.
Ji Hyo, kamu harus merentangkan tangan.
Pegang setinggi mungkin. Ya, di situ.
Kamu harus mengayunkannya seperti ini.
Ayo. Satu, dua...
Hei. Dasar kamu...
Apa yang kamu lakukan? Kamu seharusnya melompat dari sini.
Kenapa kamu melompat ke tiang ini?
Dia komedian sejati.
- Dia memang komedian. - Itu lucu.
Dia membodohi semua orang.
Kamu membodohi kami, bukan?
So Min, kamu harus memegang bagian ini.
- Di sini? - Lalu lompat dari situ.
Siap, mulai. Lompatlah.
- Itu tidak akan berhasil. - Itu dia.
Hei.
"Kataknya jatuh begitu saja"
- Kamu menyuruhku memegang di sana. - So Min.
So Min, kenapa kamu memegang itu hanya karena kusuruh?
"Senior Yang mengejek Junior Jeon"
Ji Hyo, coba lagi.
- Seok Jin, cobalah. - Tidak, terima kasih.
Kenapa tidak?
- Untuk apa? - Kamu harus berlatih.
- Untuk apa aku membuang tenaga? - Kamu harus berlatih.
- Untuk apa aku membuang tenaga? - Semangat!
- Bersiaplah. - Tim Bertahan mulai lebih dahulu.
Mau mencobanya sekarang?
- Mari kita lakukan. - Dia baru saja melakukannya.
- Kamu berhasil? - Ya.
- Kamu harus kemari. - Aku akan ke sana.
Se Chan, kamu harus kemari.
Tetaplah bersama. Jika tidak, Jong Kook akan menendangku.
- Mereka bisa jadi jatuh bersama. - Tentu saja.
Aku akan memegangimu.
- Kamu harus memegangiku. - Baiklah.
Kenapa aku menjadi gugup?
- Ayo, SRB! - SRB!
- Seperti robot... - Seperti robot
- dan baja. - Seperti baja. Kuatkan dirimu.
"Dia berayun setelah disemangati"
Bagus, Se Chan.
- Kamu harus memegangku. - Sudah.
- Aku memegangmu. - Otot perutku
hampir robek.
- Bagus. Kamu menangkapku. - Aku menangkapmu.
Lebih baik bersama seseorang daripada sendirian.
Ini jauh lebih baik.
Kita tidak bisa melawan Jong Kook sendirian.
Maksudku, itu lebih baik bagiku. Karena kalian berdua...
- Maksudmu bagimu? - Ya, itu lebih baik bagiku.
"Dia membidik targetnya"
Tunggu. Kita harus mendarat di dua tiang ini, bukan?
- Atau aku harus ikut ke situ? - Tidak, pergilah ke sana.
- Beri tahu aku. - Pergilah ke tiang lain.
- Kita harus bertahan. - Strategi sayap bangau.
Tapi kurasa akan sulit mendarat di tiang itu.
- Cepat lompat saja. - Kelihatannya sulit.
- Kenapa sulit? - Ini mudah!
Talinya terlalu lurus.
- Lompat saja. - Tidak apa-apa.
- Tidak ada yang mustahil di sini. - Tidak, tali ini tidak sesuai.
- Itu sesuai! - Lompat saja!
- Sudah kubilang ini sulit. - Kalau yakin,
kamu pasti bisa.
Kamu harus mencobanya. Cobalah ke tiang itu.
- Ini sulit. - Haruskah aku lebih dahulu?
Atau kamu ingin aku lebih dahulu? Haruskah aku pergi ke sana?
- Ada apa dengannya? - Apa yang kamu lakukan?
Kamu menyuruhku mencobanya.
- Sudah kubilang itu mudah. - Ini membuatku gila.
Hei, Yong Jin.
- Apa ini acaramu? - Biar aku yang pergi lebih dahulu.
- Apa yang kamu lakukan? - Apa yang kamu lakukan?
Mendarat di sana itu sulit.
- Kamu harus bertekad. - Pergilah.
Kamu harus berlari dari belakang.
- Ayo. - Ini dia.
- Bagus. - Ya, seperti itu.
"Dia dalam bahaya"
Kamu harus kembali.
"Kamu harus kembali"
Kamu harus kembali.
- Astaga. - Ini tidak benar.
- Seok Jin tersingkir. - Ada apa dengannya?
- Ini membuatku gila! - Menyebalkan sekali!
- Ini... - Seok Jin.
Seok Jin.
Sudah kubilang, lebih mudah mendarat di sana.
Itu tidak benar.
Lebih mudah mendarat di sana.
- Lebih mudah apanya? - Percayalah, itu lebih mudah.
Jika Jae Seok tidak memegangku, aku pasti akan jatuh.
Akan mudah jika ada yang memegangmu.
- Beri jalan. - Aku tidak boleh berdiri di sini?
Kamu dieliminasi.
"Seok Jin terpisah dari yang lain"
Aku harus pilih yang mana?
- Yang ini. - Pilih yang mana saja.
Aku bisa bertahan melawan Ji Hyo dan So Min dari sana.
Itu ide bagus.
Kurasa itu lebih baik.
Dia mirip Tarzan.
Itu bagus. Kamu hanya akan menggunakan satu tangan?
- Tidak, aku sedang bersiap. - Kamu pasti akan jatuh.
"Jika melompat terlalu kencang, kamu akan jatuh"
Jika melompat terlalu kencang, kamu akan jatuh.
"Menggeram"
- Apa yang kamu lakukan? - Astaga.
"Dia terbang di udara"
Dia belum jatuh.
"Setelah berkeliling"
"Dia jatuh"
Apa-apaan itu?
Lihat dia.
"Ini komedi fisik seorang komedian"
- Itu mengagumkan. - Apa itu tadi?
- Dia hebat. - Dia hebat.
- Dia hebat. - Apa itu tadi?
- Hei! - Dia menginjak keduanya.
Kamu sudah berkeliling ke seluruh negeri.
- Astaga, kamu hebat. - Ini sulit.
- Ini sulit. - Ini sulit.
- Sudah kubilang itu sulit. - Apa itu tadi?
- Ini sulit. - Kenapa ini sulit?
- Gara-gara mereka berdua... - Ini tidak mudah!
Kalau begitu, aku akan ke sana lain kali.
Ini sulit.
- Astaga, itu buruk sekali. - Giliran Tim Penyerang.
- Kamu boleh pergi. - Ini tidak mudah.
- Cobalah. Ini sungguh tidak mudah. - Jika ada yang jatuh dengan mereka,
dan jika ada yang berhasil mendarat di tiang, kita akan menang.
Benar.
Bolehkah kami pindah ke tiang lain?
- Ya, boleh. - Aku akan ke sana.
- Baiklah. Coba saja. - Baiklah.
Kukira ini akan mudah.
"Se Chan pindah ke tiang lain untuk menghindari Jong Kook"
- Apa itu tadi? - Kurasa aku juga bisa ke sana.
Kurasa kamu bisa menendang mereka begitu saja.
Aku akan terbang dan menendang mereka.
"Aku akan terbang dan menendang mereka"
Aku akan menendang mereka berdua.
aku akan melompat dari sini,
terbang, dan menendang mereka.
Itu akan menyenangkan.
Ini seperti biliar.
- Haruskah aku tetap di sini? - Pindah ke tiang itu.
Kamu harus merekamnya dengan kamera kecepatan tinggi.
"Tim Senior memilih opsi yang tidak terlalu berbahaya"
- Baiklah. Aku bisa. - Dia cukup gesit.
"Tamatlah kita jika tidak menghentikan Jong Kook"
Tamatlah kita jika tidak menghentikan Jong Kook.
Dia tampak sangat bertekad.
Lihat wajahnya.
"Mengaum"
Aku akan jatuh sendiri jika menjadi dirimu.
- Aku senang berada di timnya. - Lihat, dia mengertakkan giginya.
Bersiaplah.
"Dan mereka berdua harus menghentikannya"
Aku harus mundur saat dia melompat.
"Mengaum"
"Dia datang!"
"Menendang"
Bagus!
"Sambil menyelam minum air"
"Setelah menghancurkan mereka"
"Dia mendarat dengan santai di tiang"
"Terkesan"
"Dongeng kejam, 'Tarzan Protein'"
Dia benar-benar menendang kami.
Dia sungguh menendang kami!
Apa salahnya?
- Kami menang, bukan? - Hei.
Dia menendang bagian dalam pahaku.
- Maksudku... - Tim Junior menang,
tapi bisa dapat lebih banyak uang jika makin banyak orang di tiang.
- Sakit. - Dia benar.
Dia benar-benar menendang kami.
Kurasa lebih baik menjadi yang pertama.
Kamu sungguh menendang kami?
- Bagus. Baiklah. - Bagus!
- Aku akan mencobanya lagi. - Tim kita pandai dalam hal ini.
- Tim Junior menang babak pertama. - Ya!
Kalian akan mendapat uang tim untuk tiga anggota yang selamat.
- Mereka main lebih dahulu, bukan? - Ya, ini giliran mereka.
Kali ini, Tim Junior akan bertahan lebih dahulu.
Aku yang pertama?
Ya.
Kita bisa melawan mereka.
- Jong Kook... - Bisa kita mulai?
Aku tidak boleh bersama Jong Kook di tiang itu, bukan?
"Semoga dia jatuh!"
Semoga dia jatuh!
- Di sana. - Itu mulus.
Bagaimana dia melakukannya?
Ya. Dia pasti sangat kuat.
"Ji Hyo berikutnya"
- Kurasa jangan menginjaknya... - Itu dia. Bagus.
- Dia hebat. - Dia sangat hebat.
Lebih baik berdiri sendiri?
- Tentu saja. - Aku bisa menjangkau sejauh ini.
- Baiklah. - Baiklah. Itu bagus.
Aku harus ke mana?
- Kalau kamu... - Kemarilah.
Kemarilah.
Kurasa tidak akan ada yang datang ke sini.
Beri aku ruang.
Aku akan membuat ruang untukmu.
Hati-hati.
Jangan mengayun terlalu kencang. Nanti kamu menabraknya.
- Hati-hati. - Kamu tidak perlu mengayun keras.
- Ayun yang keras. - Ayo lompat.
- Kamu tidak perlu mengayun keras. - Ayun yang keras.
- Ayo lompat. - Lihat itu.
- Ayo lompat. - Lihat itu.
"Bergelantung"
Sudah berakhir.
"Pada saat itu..."
Kamu harus naik ke sana.
- Tangkap dia. - Ini dia.
"Dapat"
Ini dia. Tangkap dia.
Tangkap dia. Ini dia.
- Kamu berhasil. - Bagus.
- Bagus. - So Min menangkapnya.
Syukurlah.
"Dia berhasil bertahan berkat bantuan So Min"
Berpeganganlah padaku sampai akhir.
Baiklah. Serang saja.
"Baiklah. Serang saja"
- Seok Jin. - Apa?
"Ini saatnya Tim Senior menyerang"
Bagaimana strateginya?
Kamu harus ke arah sini.
Aku tahu kamu akan kemari.
Aku bisa tahu dari arah tubuhmu.
Aku akan memukul wajahmu.
Jika kamu memukulku, aku akan menendangmu.
- Aku akan benar-benar memukulmu. - Aku akan meludahimu.
- Aku akan menendangmu. - Seok Jin.
Aku tidak tahu soal Haha dan So Min atau Ji Hyo,
tapi kamu harus melepas kacamatamu jika mengejar Jong Kook.
Kamu serius?
"Dia melepas kacamatanya"
- Mari kita lakukan. - Kacamatanya menghalangi.
- Hei. - Tunjukkan kemampuanmu.
Aku akan menjatuhkannya.
- Tunjukkan pada kami. - Ayolah.
Aku akan menjatuhkannya.
- Ayolah. - Tunjukkan pada kami.
"Bertekad"
Apa itu?
Berjongkoklah.
"Jae Seok menunjukkan sisi jahilnya"
- Apa? - Kami belum siap.
Padahal aku sudah melompat dengan penuh tekad.
Kami belum siap.
- Kamu mengejutkanku. - Kami belum siap.
- Sadarlah. - Kami belum siap.
Menurutku,
kamu tidak akan berhasil dengan teriakan itu.
Kamu harus berteriak lebih lantang.
- Baiklah. - Suaranya kurang lantang.
- Kita harus bermain dengan baik. - Teriak dengan nada tinggi.
Ayo.
Aku tidak tahu harus ke mana.
"Dengan izin Jae Seok, dia bersiap untuk pergi"
- Aku tahu kamu sudah memutuskan. - Kamu pasti akan ke sini.
Lompat! Itu tipuan?
"Setelah melintas tanpa melihat"
"Dia dilempar ke tanah"
Lompat! Itu tipuan?
"Seok Jin turun setelah berteriak"
- Berikutnya. - Berikutnya. Ayo.
Aku memegang talinya terlalu rendah.
- Padahal lompatan pertama bagus. - Jika kamu melompat dari sini...
Sayang sekali.
Akankah dia datang ke sini?
Dia akan memakai sikunya untuk melompat tinggi.
Ini dia.
Sikunya akan dipakai untuk melompat tinggi.
Ini dia.
- Mundur. - Lintasannya menakutkan.
Lintasannya menakutkan.
- Dia akan datang ke sini. - Itu bagus.
- Itu seperti tarian. - Lompat.
- Menakutkan sekali! - Ini dia.
Haha sudah ketakutan saja.
Lompat!
"Strike"
Lompat!
"Dia mendarat di tiang setelah menendang mereka berdua"
- Bagus! - Bagus.
Bagus.
- Satu tendangan, dua tumbang. - Bagus.
Berlari memang membantu.
- Baiklah! - Bagus.
- Mereka mengambil satu tiang. - Bagus.
Tubuh Se Chan seperti batu.
Kurasa Yong Jin akan mendatangiku.
Ini dia.
Kamu mengincar Ji Hyo?
- Mari kita balikkan keadaan. - Tentu saja.
Mari tunjukkan semangat para senior.
"Para senior akan memberimu pelajaran"
Semangat.
"Tertipu, bukan?"
Apa itu tadi?
- Kenapa kamu sangat gugup? - Bagus.
- Kenapa kamu sangat gugup? - Itu...
- Yang benar saja. - Astaga.
- Dia jadi gugup. - Kamu jahat sekali.
Kamu berkeringat, bukan?
Ya, mungkin begitu.
Aku hanya melakukan ini.
Kenapa kamu menjadi gugup?
- Aku tidak menduganya. - Baiklah. Aku tahu.
- Dia sangat sombong. - Memang.
- Ini dia. - Kau akan jadi keren
jika menghampiri Jong Kook.
- Itu akan terlihat keren. - Tidak. Jangan coba-coba.
- Silakan saja. - Jangan pergi.
- Silakan saja. - Ayo.
- Ayo. - Ini dia.
Astaga.
- Ayo. - Ini dia.
"Dia memeleset, tapi Ji Hyo jatuh dari tiang"
Bagus.
- Itu bagus. - Bagus!
- Aku berhasil. - Kenapa kamu jatuh?
Aku terjatuh saat berusaha menangkapnya.
Aku berhasil.
- Kita pasti akan menang. - Kamu hanya perlu naik ke sana.
Seharusnya kamu diam saja.
Tapi Jong Kook bisa datang ke sini.
Jika Jong Kook pindah ke tiang itu,
aku akan pindah ke tiang ini.
- Ya, boleh. - Ya.
Kamu akan pindah ke sini?
"Kamu akan pindah ke sini?"
Kamu memotivasi Jong Kook.
- Jong Kook akan melompat. - Aku tahu.
- Jong Kook akan melompat. - Lalu aku akan pindah ke tiang itu.
- Jangan khawatir. - Benar. Baiklah.
- Apa itu akan berhasil? - Dia mungkin akan kembali.
Jadi, putuskanlah dengan bijak.
Kenapa kamu menyusun strategi jika dia bisa mendengar semuanya?
- Apa maksudnya ini? - Hei.
Dia tidak mendengar apa pun.
Itu aturan tidak tertulis.
- Begitulah cara kerjanya. - Kami tidak mendengar hal-hal ini.
- Dia tidak mendengar apa pun. - Benar.
- Dia tidak mendengar apa pun. - Dia tidak mengerti.
Dia tidak tahu strategi kita.
Benarkah? Begitukah cara kerjanya?
Anggap saja itu monolog.
- Begitu rupanya. - Anggap saja itu monolog.
- Dia tidak mendengar apa pun. - Monolog.
- Benar. - Aku juga tidak mendengar apa pun.
- Itu janji yang tidak terucap. - Begitu rupanya.
- Aku tidak tahu. - Benarkah?
Kamu bisa tertendang saat aku melompat. Hati-hati.
Kamu harus naik ke sana.
Jika kulakukan itu,
Jong Kook akan mendorongku.
- Jika begitu, aku akan ke tiangnya. - Kamu benar.
- Jangan khawatir. - Baiklah.
"Apa keputusannya?"
- Bersiaplah! - Baiklah.
- Bersiaplah! - Baiklah.
Bagus.
Tunggu.
"Jong Kook tidak jatuh meski terhuyung-huyung"
- Keluar. - Apa itu tadi?
Apa itu tadi?
"Jae Seok malah menyerang Se Chan, bukan Jong Kook"
Apa itu tadi?
Apa itu tadi?
- Maksudku... - Apa itu tadi?
Dia tersingkir.
Dengan begini,
satu anggota dari masing-masing tim berhasil bertahan.
Babak Ketiga akan menentukan tim pemenang.
Baiklah.
"Babak Ketiga akan menentukan tim pemenang"
- Astaga. - Di Babak Ketiga,
masing-masing tim akan menyerang dan bertahan secara bergantian.
- Baiklah. - Apa maksudmu?
Dua anggota sekaligus.
Tim Senior, mau mulai lebih dahulu?
Kita mulai lebih dahulu?
- Nanti saja. - Baiklah.
- Suruh mereka lebih dahulu. - Silakan.
- Kami yang pertama? - Ya.
Dua anggota sekaligus.
Helmnya rusak.
- Gunakan yang ini. - Tidak bisa.
Gunakan yang ini.
- Bagaimana denganmu? - Tidak apa-apa.
- Bagaimana denganmu? - Tidak apa-apa, Berandal.
Kamu bisa terluka.
Tidak akan ada yang tahu jika kamu tetap diam.
"Tiba-tiba mereka memulai sketsa melodramatis"
Pada akhirnya...
Jangan desak aku.
"Akting mereka yang buruk bisa menyinggung penonton"
Yong Jin tertawa karena dia tidak percaya.
Itu sketsa yang konyol.
Kita tidak bisa mendengar kalimat itu.
- Kamu mendengar sesuatu? - Kita tidak bisa mendengar itu.
- Jong Kook akan mulai. - Ini dia.
Ayolah.
Itu bukan apa-apa baginya.
- Bagaimana dia akan melakukannya? - Orang berikutnya.
Menghadap ke luar dan ayunkan.
Menghadap ke luar. Lompat.
Baiklah. Dia berhasil.
- Dia tidak membuat kesalahan. - Dia hebat.
Siapa yang akan menyerang?
- Seok Jin dan aku lebih dahulu. - Baiklah.
- Pergilah lebih dahulu. - Ya.
- Kami akan mulai lebih dahulu. - Ya.
Pergilah lebih dahulu dan bantu aku.
Kamu seharusnya bisa mengambil posisi itu.
Kurasa aku akan membenci diriku jika tidak berhasil.
- Tentu saja. - Silakan.
- Yong Jin, kamu bisa. - Lompat dari sini.
Baiklah.
- Bagus. - Jika aku gagal,
- aku akan membenci diriku. - Itu mudah.
Seok Jin, bisa kemari?
Tidak. Aku akan menyerangnya.
- Dia menyatakan perang. - Rendahkan tubuhmu.
Rendahkan tubuhmu.
Aku akan menyerangnya dan mendatangimu.
- Aku akan memegangmu. - Baiklah.
- Baiklah. - Kalau begitu, tendang saja dia.
Aku akan menangkapnya selagi dia berayun.
"Aku akan menangkapnya selagi dia berayun"
Maaf, Ji Hyo.
Ayo.
Ayo.
Baiklah.
- Kena kamu. - Baiklah.
Kena kamu.
Kena kamu.
"Dia gagal menjatuhkan siapa pun"
Jangan bergerak.
Baiklah.
Jangan terlalu bersemangat.
"Seorang senior dari Term 2 mendapat bantuan dari juniornya"
Aku tidak bisa menendangnya karena terlalu lembut.
- Aku terlalu berhati lembut. - Berhati lembut?
Kamu menendangku di sini.
Seharusnya kamu langsung ke tiang itu.
Kenapa kamu mengambil jalan memutar?
- Aku menendangnya. - Kamu mengambil jalan memutar.
Yong Jin dan Seok Jin,
- bertahan di tiang. - Baiklah.
Kita harus bertahan di tiang.
So Min, tendang saja mereka.
Sulit menemukan keseimbangan jika ada dua orang.
- Super So Min. - Tereliminasilah bersama mereka.
Tereliminasilah bersama mereka.
Kamu tidak bisa menendangku, bukan?
- Dia sangat menyebalkan. - Kamu tidak bisa kemari, bukan?
Kamu bisa menendangnya, bukan?
- Tidak mungkin. - Tendang Seok Jin.
Tendang saja Seok Jin.
- Ayolah. - Menghindarlah.
"Dia menyentuh hidungnya"
- Baiklah. - Dia menyentuh wajahnya.
"Dia melakukan kecurangan secepat kilat"
Ini dia.
Sulit kupercaya.
Kamu tidak berguna.
Kamu lihat itu? Aku tidak tahu siapa,
tapi hidungku dipukul seperti ini.
Siapa pelakunya?
- Siapa pelakunya? - Bagus. Pertahanan yang baik.
- Siapa pelakunya? - Maafkan aku.
Maafkan aku.
Siapa pelakunya?
"Dapat satu kemenangan dengan bermain kotor"
- So Min, maafkan aku. - Kenapa kamu bermain kotor?
Siapa lagi?
Itu sangat kotor.
- Pasti Seok Jin. - Kenapa kamu bermain kotor?
Pasti Seok Jin.
Aku kesal sekali. Aku bahkan tidak bisa menjawab kuisnya.
Aku akan menjatuhkan mereka berdua.
Baiklah. Kamu pasti bisa.
- Kamu pasti bisa. - Aku tidak punya belas kasihan.
Kamu pasti akan berhasil.
Kamu akan terluka.
Astaga, Haha.
Dia akan menyerang dengan keras.
Dia akan menyerang dengan keras.
Itu...
"Menendang"
"Dia berhasil menjatuhkan mereka berdua"
Bantu dia.
- Baiklah. Baiklah. - Ini dia.
- Kakimu ada di tiang. - Kamu pasti bisa.
- Haha. - Kamu pasti bisa.
- Haha. - Dream sedang menonton.
- Kamu pasti bisa. - Tidak.
Kamu pasti bisa. Dream sedang menonton.
- Tidak. - Kamu pasti bisa. Dream menonton.
- Haha. - Kamu pasti bisa.
- Baiklah. - Ha Dream!
- Kamu pasti bisa. Baiklah. - Ha Dream!
"Dream, aku berhasil"
- Ha Dream. - Dia berhasil.
Ha Dream.
"Dia sukses dengan cinta untuk putranya"
Dia menendang tanpa ampun.
Haha, peluk saja
orang yang mencoba mengambil tiangmu, mengerti?
Aku harus ke sini.
Apa yang akan kamu lakukan? Apa rencanamu?
- Aku akan menendang Haha. - Haha?
Tidak apa-apa pergi ke arah sini?
Jong Kook bisa menyerangmu jika kamu ke arah sini.
Lebih baik lewat sini.
- Semua bisa mendengar... - Astaga.
Semua orang bisa mendengar strateginya.
Kamu mendengar sesuatu?
Semua orang bisa mendengar strateginya.
- Bahkan itu masuk ke mikrofon. - Aku tidak mendengar apa pun.
- Benarkah? - Aku tidak mendengar apa pun.
- Tangkap Haha. - Baiklah.
- Aku akan menangkap Ji Hyo. - Baiklah.
Jangan biarkan dia pindah ke tiang lain.
Itu harus berakhir di tiangmu.
Jika dia kemari, aku akan memukulnya seperti ini.
Aku belajar kickboxing. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Tahan dia.
"Apa pun yang terjadi, mereka harus mengalahkan Tim Senior"
Berpegangan padanya.
- Itu... - Bagus.
Itu...
- Bagus. - Dia berhasil.
- Bagus. - Bagus. Naiklah ke sana.
"Dia harus naik ke tiang sekarang!"
- Baiklah. Ini dia. - Naiklah ke sana.
- Bagus. - Bagus. Naiklah ke sana.
- Baiklah. - Naiklah ke sana.
Bagus!
Bagus!
"Dia mendarat dengan punggungnya"
- Tunggu. - Kamu berhasil.
- Jae Seok berhasil. - Sudah kubilang pegangi dia.
Baiklah.
- Aku takut. - Sudah kubilang pegangi dia.
- Se Chan. - Aku akan menendang.
Kamu harus mengeliminasi Ji Hyo.
- Jangan menjadi lemah. - Bertahanlah seperti ini.
Kamu akan jadi lembek kalau menatap matanya.
- Itu tidak berlaku untukku. - Jangan tatap matanya.
- Hati-hati. - Jangan tatap matanya.
- Jangan terluka. - Jangan terluka.
Kamu harus membidik tepinya.
- Haruskah aku berlari seperti ini? - Ya.
- Tidak. - Mulai dari sini.
- Se Chan. - Di sini.
Jangan dengarkan Seok Jin. Dia tidak pernah berhasil.
- Tidak. Mulai dari sini. - Ikuti firasatmu saja.
- Di sini. - Robohkan tiangnya sekalian.
- Ayo. - Ini sulit.
- Aku harus bertindak sejauh itu. - Ayo.
Jika kamu mendorong Ji Hyo dan merebut tiang itu, kita menang.
Aku tahu.
Melihat betapa gugupnya dia, kurasa dia akan mendatangiku.
Apa? Kamu gugup?
- Sama sekali tidak. - Ayo.
Aku benci celana merah muda itu.
Dia tampak terlalu kuat.
Ini dia.
Bagus. Baiklah.
Aku benci celana merah muda itu.
Dia tampak terlalu kuat.
Ini dia.
Bagus. Baiklah.
- Pelan-pelan. - Baiklah.
- Ini dia. - Tangkap dia.
- Pelan-pelan. - Baiklah.
- Ini dia. - Tangkap dia.
- Ini dia. - Tangkap dia.
"Se Chan harus merebut tiang untuk memberi Tim Senior kemenangan"
"Nasib Tim Senior bergantung pada Se Chan"
Ini dia.
Tunggu.
Ayolah.
Kita berhasil.
Kamu menjatuhkan Se Chan.
Baiklah. Kamu berhasil.
- Aku tak bisa menyeimbangkan diri. - Itu seperti kartun.
Kamu seperti Tom dari "Tom and Jerry".
Baiklah. Itu bagus.
Tim Junior menang.
"Tim Junior menang"
Kami hampir berhasil.
Aku tahu. Kita sudah menang andai Se Chan merebut tiang itu.
Sungguh.
Kita berhasil.
- Baiklah. - Baiklah. Kita selalu kalah.
- Kita hampir berhasil. - Kamu hampir berhasil.
Kalian akan menerima 50 dolar per anggota yang bertahan.
Jadi, Tim Senior mendapat 100 dolar dan Tim Junior mendapat 250 dolar.
Kita melakukannya dengan baik.
Kita harus mengalikan uangnya.
Benar. Kita harus bermain dengan baik.
Kita harus mengalikan uangnya.
- Bisakah kita membalikkan keadaan? - Kita harus memilih dengan baik.
Jika kamu memilih dengan baik
- dan bisa menjawab kuisnya... - Lakukan dengan benar.
Jika kugabungkan uang yang baru kalian dapatkan,
Tim Senior mendapat 945 dolar.
- Berapa? - 945 dolar.
- Itu tidak banyak. - Bagaimana dengan kami?
Tim Junior punya 1.535 dolar.
- Itu bagus. - Itu bagus.
- Mari memilih dengan baik. - Jika mendapatkan sisa jumlahnya,
ada kemungkinan besar kalain akan menghindari hukuman.
Itu bagus. Mari memilih dengan baik.
Kita berdua harus mendapatkan lebih dari 1.000 dolar.
Mari memilih dengan baik.
- Bagaimana kalau 1.100 dolar? - Itu berhasil.
- Dapatkan 600 dan 700 dolar. - Mari dapatkan 1.100 dolar!
"Tim Senior butuh 1.055 dolar"
Bagaimana kalau kita pilih yang di tengah?
Aku pernah melakukannya, tapi jumlahnya kecil.
- Sekitar 100 dolar. - Baiklah.
- Silakan pilih satu. - Lalu kuisnya.
Orang yang memilih kartu akan menyelesaikan kuisnya?
Orang yang tidak memilih tadi.
- Aku dan Jong Kook. - Berarti kita punya kesempatan.
Kita juga hebat.
Ayo.
- Ayo. - Baiklah.
"Tim Senior dengan 945 dolar memilih lebih dahulu"
- Aku akan pilih yang ini. - Baiklah.
"Tim Senior harus mendapatkan uang sebanyak mungkin"
- Jumlah... - Kita butuh jumlah besar.
Kita butuh jumlah besar, misalnya 700 dolar.
Yang lainnya pasti 400 atau 500 dolar.
Kita berhasil.
- Kita berhasil. - 700 dolar.
Baiklah. 700 dolar.
"Jae Seok mendapat 700 dolar"
Dan aku mendapat 400 dolar. Totalnya 1.100 dolar!
- Totalnya 1.100 dolar! - Bagaimana ini bisa terjadi?
Kalian harus menjawab kuis dengan benar dalam sekali coba.
Jawab kuisnya dengan benar dalam sekali coba.
Apa kita punya kesempatan? Kita masih bisa menang?
Apa mereka dapat 700 dan 400 dolar?
Pilihlah tanpa berpikir.
Jangan berpikir.
Kita berdua tidak berhasil sekali pun.
Jangan berpikir.
- Ini bagus. - Yang atas lebih banyak.
Baiklah. Aku dapat 600 dolar.
- Kamu sudah siap. - Itu bagus.
Kumohon.
- Ada apa? - Semoga 1.000 dolar.
- Semoga 1.000 dolar. - Aku dapat 400 dolar.
- Kamu mendapat 1.000 dolar? - 600 dan 400 dolar. Jadi, ya.
- Kamu mendapat 1.000 dolar. - 1.000 dolar. Itu bagus.
Keempat anggota akan mulai sekarang.
Baiklah.
Kita harus menjawab pertanyaan pertama dengan benar.
Kita akan menjawab pertanyaan pertama dengan benar.
Setidaknya mari jawab pertanyaan kedua dengan benar.
Baiklah. Ayo.
Aku harus menjawab dengan benar dalam sekali coba.
"Dengan sisa 1.050 dolar,"
Ayo.
"Tim Senior harus menjawab dengan benar dalam sekali coba"
Kumohon.
Kumohon.
"Tim Junior bisa mencapai target jika tidak mencoba berulang kali"
"Haha, Jong Kook, Seok Jin, dan Jae Seok"
Kumohon.
"Tulis arti aksara Mandarin ini"
"1. Yong Jin lihat 'Titik-titik' Kwang Soo dan 'Titik-titik' kaget"
"Pandai menulis aksara Mandarin, Jae Seok menjawab dengan cepat"
"2. Tren 'titik-titik' bisa meningkatkan jumlah 'Titik-titik'"
"Berpikir"
"Menghela napas"
Untungnya, aku tahu ini.
"Apa Haha tahu aksara Mandarin ini?"
Mari kita lihat.
Yong Jin melihat Kwang Soo yang kurus...
Huruf ini adalah "Kim".
"Kim".
Bukankah itu "Won"?
"Wongeum"?
Tidak mungkin.
Apa yang kamu temukan sejauh ini?
- "Geum" dan "Sae". - Apa?
"Kim" dan "Geum".
Apa kata-katanya?
Yong Jin.
Yong Jin melihat "Titik-titik" Kwang Soo.
- Tidak mungkin "Kwang Soo Tampan". - Tidak mungkin.
- Baiklah. Aku tahu jawabannya. - Ada apa?
Yong Jin melihat Mickey Kwang Soo...
"Dia membahas Mickey Kwang Soo"
Apa itu salah?
- Mickey? - Apa itu salah?
Bukankah itu "Mickey Kwang Soo"?
Bukankah itu "Mickey Kwang Soo"?
"Keempat Kepala Kosong tidak bisa menebak satu karakter"
"Keempat anggota ini menjawab pertanyaan yang sama"
"1. Tinggi, benar-benar 2. Global, liburan"
"Jae Seok memegang jawabannya!"
"Tulis arti aksara Mandarin ini"
"Tinggi, benar-benar, global, liburan"
"Benar. Kamu akan menerima 700 dolar"
"Dia berhasil menarik 700 dolar"
Aku berhasil.
"Jae Seok menjawab dengan benar dan mendapatkan 700 dolar!"
Aku berhasil.
"Tinggal Seok Jin dan 400 dolarnya"
"Jika jawabannya benar, Tim Senior akan terhindar dari hukuman!"
Aku harus menjawab dengan benar dalam sekali coba.
"Seok Jin, 400 dolar"
"Dia tahu aksara Mandarin. Bagaimana dia akan melakukannya?"
Baiklah.
"Seok Jin benar!"
"Dia berhasil menarik 400 dolar"
Baiklah.
"Tim Senior berhasil menarik 1.100 dolar"
- Kita berhasil. - Kita berhasil.
Apa titik-titik keduanya?
- Benar-benar. - Benar-benar.
- Benarkah? Itu "Benar-benar". - "Global" dan "Liburan".
Global.
Kalau begitu, kita punya 2.000 dolar.
Kita berhasil. Kita punya 2.000 dolar.
Kita berhasil.
"Tinggal Tim Junior"
"Dengan sekali coba, dia punya peluang menarik 400 dolar"
"Jong Kook, 400 dolar"
"Jong Kook benar"
Baiklah.
"Dia berhasil mendapatkan 400 dolar"
- Jong Kook, sudah selesai? - Ya.
"Tinggal Haha"
"Haha, 600 dolar"
"Haha menulis sesuatu"
Aku bisa.
"1. Gila, sungguh 2. Ekonomi, tugas rumah tangga"
"Hanya dia yang gagal di Level Satu"
"Haha, 600 dolar"
"Dia berteriak karena malu"
"Perjuangan Haha yang sepi dimulai dengan cara yang payah"
Apa jawaban titik-titik terakhir kalau bukan "Pekerjaan rumah"?
Jawaban Haha adalah "Gila", "Sungguh"...
Mari kita lihat.
Yong Jin melihat Kwang Soo Gila dan menjadi sungguh kaget.
Tren ekonomi meningkatkan jumlah tugas rumah tangga.
- Jawaban soal pertama sudah benar? - Tentu saja.
- Yang pertama benar. - Aku langsung melakukannya.
Tim Senior berhasil dengan 2.045 dolar.
Berapa yang kamu dapat tadi?
- Aku dapat 400 dolar. - Empat ratus dolar.
"Tim Junior butuh 465 dolar"
Kalau begitu, Haha harus menjawab benar.
Sungguh.
"Haha harus menjawab dengan benar!"
Itu masalahnya.
- Entah apa dia akan berhasil. - Sungguh.
"Haha mendapat pertanyaan kedua"
"Haha, 300 dolar"
"Apa dia bisa menjawab pertanyaan kedua?"
Tunggu. Dia mulai dengan 600 dolar, bukan?
Dia hanya perlu menjawab satu pertanyaan dengan benar.
"Menjawab pertanyaan ketiga dengan benar akan memberinya 150 dolar"
Jika jawabannya benar...
Setidaknya mari jawab pertanyaan kedua dengan benar.
"Tangannya bergerak dengan cepat, tapi ujungnya tidak terlihat"
Jika Haha gagal, Tim Junior akan menerima hukuman.
Jong Kook, jawabanmu benar?
"Haha kembali!"
Haha menjawab dengan benar?
"Apa maksud senyumannya?"
Kurasa dia salah.
Bagaimana situasi saat ini?
- Anggaplah jawabanmu benar. - Jika kamu menjawab benar,
kedua tim mendapat 2.000 dolar. Tapi jika kamu gagal,
satu anggota akan dihukum.
- Aku yakin dia berhasil. - Kita tiba-tiba mendapatkan
pertanyaan tingkat universitas.
Tingkat universitas apanya?
Tolong beri tahu kami jika jawabanmu benar.
"Haha belakangan ini membangun citra bahwa dia cerdas"
Kurasa dia salah.
Kamu harapan kami.
"Ini kesempatan besar baginya"
- Aku benar. - Yang mana?
"Haha menjawab dengan benar!"
- Yang kedua? - Itu bagus.
- Aku YouTuber. - Benar.
Aku YouTuber.
"Apa frasa populer yang digunakan di internet, L.C.S.S.?"
"Dia menuliskan jawabannya tanpa ragu"
Beri komentar, berlangganan, dan pasang alarm.
"Beri komentar, berlangganan, dan pasang alarm"
Haha PD!
Biarkan aku menyusul Kim Jong Kook.
- Haha. - Aku tidak tahu.
Dia tahu beberapa hal.
Jadi, 4.000 dolar dari Asosiasi Komedian
yang dicuri oleh Lee Kwang Soo
- Kami merebutnya kembali. - dibayar oleh kedua tim.
- Baiklah. - Aku senang sekali.
Dan tidak ada yang akan dihukum.
- Jadi, tidak ada hukuman? - Terima kasih.
Kwang Soo, jangan lakukan itu lagi.
Berengsek.
Berita terkini.
Biaya keanggotaan sebesar 4.000 dolar yang dicuri oleh Lee Kwang Soo
baru saja dibayar oleh anggota Asosiasi Komedian.
Kini, asosiasi bisa mempertahankan keberadaannya.
Sementara itu, keberadaan pencuri Lee Kwang Soo masih belum diketahui.
Jika kamu melihat Lee Kwang Soo, tolong laporkan kepada kami.
"Di persimpangan jalan pilihan"
Kamu memilih pilihan yang mudah atau menantang?
"Aku memilih pilihan yang menantang"
"Seleksi Tipe 1: Ngengat Harimau"
"Bagiku, itu tergantung situasinya"
"Aku selalu memilih pilihan yang mudah"
"Aku tidak pernah mengambil risiko dalam memilih"
"Seleksi Tipe 2: Keselamatan Nomor Satu"
Ini peluangnya 100 persen, dan itu peluangnya 50 persen.
"Mereka menghadapi dilema saat mereka harus membuat pilihan"
"Akankah mereka memilih pilihan yang mudah"
"Atau keberuntungan yang berbahaya?"
"Tidak ada yang bisa mereka percayai"
"Dalam serangkaian pilihan"
"Mereka memutuskan takdir mereka sendiri"
"Mereka bisa mendapatkan jackpot"
"Atau bangkrut"
"Pilihan apa yang akan mereka ambil?"
"Tentukan Takdirmu Sendiri, Lindungi Uang untuk Orang Tuamu"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.