Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Lika Liku Wanita Selingkuh]
Ini adalah kisah yang beredar di beberapa
pulau kecil di Asia Tenggara pada awal abad terakhir.
Saat itu,
Pulau Negara Xianhua dan Pulau Negara Luye
dikarenakan penguasaan sumber air
[Negara Luye, Pulau 17]
terlibat perang selama setahun.
Akhirnya, Pulau Luye yang menang.
Pulau Negara Xianhua hanya bisa berdamai,
membiarkan tuan putrinya
dinikahkan ke Pulau Luye
untuk dijadikan permaisuri Raja Tidur.
Raja Tidur sungguh hebat.
Tak membiarkan keluarga perempuan ikut serta dalam pernikahan.
Negara yang kalah dan berdamai tidak berhak berpendapat.
Kasihan sekali.
Dia pasti sedih.
Benar.
Bangun.
Bangunlah.
Kudengar kata mereka,
belakangan ini kau kecanduan tidur.
Tapi...
tidak masalah.
Karena kau sudah di karpet merah.
Kita berdua
sudah menjadi suami istri.
Aku bersedia menikah denganmu.
Ah, mas kawinku di sini.
Kau sudah bangun?
Jika aku tidak bangun selamanya,
barulah sesuai dengan kemauanmu.
Benar, kan?
Kenapa kau berubah setelah jadi raja?
Meski aku dulu pergi tanpa pamit,
tapi aku punya kesulitanku sendiri.
Bisakah mendengar penjelasanku?
Sudah pakai mas kawinnya?
Aku sangat penasaran.
Apa yang kau bawa
untuk menikah denganku?
Aku membawa beberapa benih bunga dan buah.
Tunggu sebentar.
Negaramu miskin sampai begitu?
Aku mau lihat...
kau membawa
bunga poplar air (kiasan gadis perayu)
atau bunga aprikot merah keluar dinding? (kiasan gadis tukang selingkuh)
Bagaimana kau tahu aku membawa bunga poplar air
dan bunga aprikot merah keluar dinding?
Cobalah.
Sangat manis.
Sungguh sangat manis.
Jamin tidak akan asam.
Sebelumnya kau sudah membuat kontrak dengan Negara Xianhua kami.
Awalnya aku sangat bahagia.
Akhirnya sebelum aku datang,
kudengar tidak boleh bawa keluarga.
Aku hanya punya seorang adik.
Kau tahu kenapa aku menikahimu?
Kenapa menerima perdamaian?
Meski pergi tanpa pamit adalah salahku.
Tidak mengatakan padamu aku putri dari Negara Xianhua
juga salahku.
Tapi, bukankah kau pernah bilang
cepat atau lambat akan ada hari di mana aku terus menempel padamu?
Aku juga akan terus membuatmu marah.
Aku juga akan
menghabiskan uangmu,
makan darimu,
tidur di ranjangmu.
Apa kau sudah lupa semua ini?
Aku harus bagaimana
agar kau tidak marah lagi?
Aku ingin kau berada di sisiku,
selamanya tak bisa keluar dari pulau ini.
Ketika aku datang ke pulau ini,
aku tidak berencana untuk pergi.
Baiklah.
Mari kita mulai malam pertama
berbagi tempat tidur
sebagai suami istri sah.
Tunggu.
♫ Cahaya berkedip di malam musim semi yang dingin ♫
♫ Kepanikan dan kecemasan ♫
♫ Merenungkan hari-hari yang pahit ♫
Bergeraklah jika kusuruh.
♫ Kapan merasa khawatir ♫
♫ Bergandengan dan bersandar bersama ♫
Tidurlah dalam posisi seperti ini.
♫ Sulit untuk tidur, pikiran kian mendalam ♫
♫ Senja di kejauhan kerap melibatkan rasa ♫
♫ Dengan membaca buku-buku tua ♫
♫ Bergantung pada fantasi ♫
♫ Kehangatanku di masa depan ♫
♫ Merasakan ♫
♫ Tanpa hasil ♫
♫ Menerobos ♫
♫ Cinta harus diungkapkan ♫
♫ Namun gumaman kembali tertelan ♫
♫ Setengah manis ♫
♫ Bunga kering ♫
♫ Belenggu hati ♫
♫ Kemanisan di antara kita ♫
♫ Pasti bukan hanya sesedikit itu ♫
♫ Sulit untuk tidur, pikiran kian mendalam ♫
♫ Senja di kejauhan kerap melibatkan rasa dengan membaca buku-buku tua ♫
♫ Bergantung pada fantasi ♫
♫ Kehangatanku di masa depan ♫
Apa aku menyuruhmu bangun?
♫ Merasakan ♫
♫ Tanpa hasil ♫
♫ Menerobos ♫
♫ Angin dan ombak yang besar ♫
Tidur.
♫ Kapan tak lagi berombak ♫
♫ Setengah manis ♫
♫ Bunga kering ♫
♫ Belenggu hati ♫
♫ Aku adalah kelalaianmu ♫
♫ Dihargai setelah kepergiannya ♫
Tuan Putri.
Sebelum pergi berdamai,
ada dua hal yang ingin saya sampaikan.
Dunia ini
[Negara Xianhua, Guru Negara]
sangatlah luas.
Begitu luas hingga mungkin
sulit bertemu satu orang dalam hidup ini.
Hidup ini
sangatlah sempit.
Begitu sempit hingga mendongak saja dapat bertemu satu orang.
Raja Tidur menerima perjodohan dengan Anda,
sepertinya dia memahami Anda.
[Negara Luye, Pulau 16]
Apakah itu perkamen kertas?
Tidak salah lagi dari Negara Xianhua.
Tahu kenapa aku dijuluki Raja Tidur?
Aku suka tidur panjang tanpa terbangun.
Hanya dengan tidur panjang,
maka tidak usah membuka mata dan melihatmu.
Aku pergi tanpa pamit padamu
memang sebuah fakta.
Tak ada yang bisa kembali ke masa lalu.
Tapi, kita bisa mulai dari saat ini.
Saat kapan?
Bukankah semuanya dilewati sehari demi sehari kemari?
Jika sungguh tak bisa kembali ke masa lalu,
seharusnya seperti ini.
Aku punya pertanyaan.
Apa yang dulu kau sukai dariku?
Aku...
Dulu aku...
sebenarnya hanya berkelana, bersenang-senang...
Menikmati pemandangan?
Ngomong-ngomong,
ini adalah kesenangan khusus
yang biasanya
dimiliki oleh putri terhormat, kan?
Bersenang-senang dan menikmati pemandangan adalah
hal terpenting di negara kami.
Setiap kali melakukannya,
aku akan belajar banyak hal.
Yang terpenting adalah menguasai cara merayu orang, kan?
Apa yang sebenarnya kau sukai dariku?
Aku...
aku suka kau
baik hati dan manis.
Berambisi dan kompeten.
Maksudmu aku ini jelek?
Aku...
Kau sangat tampan, tinggi, dan tegap.
Maksudmu aku bodoh?
Kau pintar, cerdas, dan bijaksana.
Berhadapan denganmu
aku hanyalah orang bodoh,
orang idiot.
Benar, kan?
Kau bukan orang bodoh.
Kau juga bukan idiot.
Kau itu buta.
Tidak bisa melihat hatiku.
Kau juga pura-pura tidak melihat cintaku padamu.
Kau berasal dari Negara Xianhua.
Seharusnya kau paham arti dari dua tangkai mawar, kan?
Di dunia ini,
hanya ada kita berdua.
Selamat datang di duniaku.
Ratuku.
Mulai kini hanya ada kita berdua.
Tanpa mengucap sampai jumpa
tetap akan bertemu lagi.
Selanjutnya,
kita akan bertemu setiap hari.
Gantilah pakaianmu.
Sebagai Ratu,
ikut aku pergi inspeksi.
Ini untuk dilihat orang luar, kan?
Bukan.
Karena tanganmu sangat besar.
Mulai sekarang, pegang tanganku seperti ini.
Apa gunanya aku memegang tanganmu?
Jika memegang hatiku,
nanti bisa hancur.
Ratumu harus panjang umur,
ratu ini baru saja kau nikahi.
Aku tidak ingin menjadi selirmu.
Ingat.
Mulai sekarang harus memegang tanganku.
Bertengkar tidak masalah.
Bermesraan lain cerita.
Aku tidak ingin para penduduk
menertawakan kita.
Raja.
Ratu.
Anda berdua sudah datang.
Begitu Raja bangun pagi ini, katanya ingin melihat kemari.
Melihat apakah kalian butuh bantuan.
Benar tidak, Raja?
Benar.
Sungguh tak kuduga.
Raja.
Kau sering bepergian.
Seharusnya bisa memperbaiki perahu, kan?
Raja.
Saya dengar,
Anda pernah membuat kapal di Pulau 16.
Saat itu, Anda membuat perahu
sambil belajar.
Seorang pria harus
punya pekerjaan di tangan
dan uang di perutnya.
Ini adalah pekerjaan kerajinan.
Harus dikerjakan dengan teliti.
Benar.
Benar.
Apakah kau
bertanggung jawab atas jual beli perahu.
Perahu ini
tak boleh dengan memeras penduduk pulau
yang hidup dari perahu untuk menghasilkan uang.
Akan kuhubungi pihak pelabuhan
untuk membuka dermaga.
Agar wilayah selatan dan utara
dapat memarkir perahu barang
di Pulau 17 kita ini
dari berbagai pulau.
Mereka diperbolehkan menjual barang
atau barter dengan perahu di sini.
Huaxia
sudah berulang kali membuat Jalur Sutra Maritim.
Hanya Dinasti Tang dan Song yang lebih makmur.
Ada pendapatan dari luar dan sirkulasi eksternal barulah akan semakin kuat.
Aku pernah sekali ke Tanggu.
Mereka di sana sangat cekatan.
Hanya ada bea masuk untuk setiap kapal yang berlabuh di sana.
Jangan remehkan bea masuk ini.
Pulau kecil seperti kita,
propertinya kurang kaya.
Tak ada penghasilan selain dari laut.
Jadi sedikit uang,
selama bukan pendapatan dari bawah laut,
itu sangat penting.
Setelah barang-barang bagus masuk,
harus belajar dengan baik.
Kenapa barang mereka bagus?
Bukankah kita juga mungkin
bisa sama bagus dengan mereka?
Baik, Raja.
Raja, silakan cicipi.
Pergilah.
Berikan padaku.
Ini.
Kenapa?
Asam?
Ekspresimu ini
kenapa begitu murung
seperti ingin membunuh orang?
Asam sekali.
Jeruk ini manis.
Jeruk tidak akan berbohong.
Melihat penampilan luarnya
sudah tahu rasanya itu asam.
Lalu kenapa dulu kau
tidak tahu aku bisa menjadi Raja saat ini?
Negara kalian memilih Raja
melalui pemungutan suara.
Sedangkan negara kami,
melihat jeruk.
Ditentukan dari penampilan luar.
Ini yang jantan.
Ini yang betina.
Yang jantan asam.
Yang betina manis.
Coba yang ini lagi.
Lalu kau memberiku yang jantan
ataukah yang betina?
Para penduduk berkata,
asam pedas menentukan jenis kelamin bayi.
Lihat mana yang kau sukai.
Ayo dimakan.
Ini...
ini lumayan enak.
Asam?
Asam tidak?
Asam tidak?
Ini.
Kau sedang apa?
Asam sekali.
Bekerjalah dengan baik.
Baiklah.
Menyebalkan.
[Negara Luye, Pulau 16]
Jenderal.
Silakan duduk.
Bagaimana kabarmu, Kawanku?
Cobalah ini.
Ini.
Semua wilayah negara pulau kecil kami tidak memperbolehkan itu.
Kusarankan kau simpan saja.
Kalian...
aku sudah mendengar tentang raja baru di Negara Luye.
Membicarakan kualifikasi,
Jenderal Hei Shi yang bertanggung jawab
atas seluruh Pulau 16 di Negara Luye.
Logikanya yang menjadi raja baru
seharusnya adalah kau.
Negara Luye kita
mengadakan pemilihan raja baru setiap 13 tahun sekali.
Pemenang ujian sastra dan bela diri yang akan menjadi raja baru.
Tentu saja hatiku tidak terima.
Tapi semuanya sudah terjadi.
Jangan begini.
Karena itulah aku membawakan ini untukmu.
Aku, Hei Shi, tidak pernah menerima hadiah dari orang lain.
Pengawal.
Berikan uang.
Ying?
Ying.
Kau kenal gadis penari itu?
Ying.
Ying.
Kereta menunggumu di luar.
Terima kasih, Nenek.
Ratu.
Raja adalah orang baik.
Hanya saja, kepribadiannya buruk.
Dia juga sangat suka tidur.
Semenjak pemilihan raja di Negara Luye
dan dia menduduki takhta,
para penduduk memujinya baik.
Ini adalah 15 batang mawar.
Mewakili permintaan maafku.
Untuk menyelesaikan masalah
hanya dengan memberi bunga?
Ini...
sup yang kubuatkan untukmu.
Ini.
Cicipilah.
Ayo.
Kau menyuapi kelinci?
Pepatah ini bagus.
Sup tanpa garam lebih buruk air,
manusia tanpa cinta lebih buruk hantu.
Aku baru saja mengingat kembali.
Malam tadi
apakah aku ada
menambah garam?
Kau sengaja memperbesar masalah untuk membuatku marah.
Jangan samakan hati setiap pria.
Sedang apa?
Sedang apa?
Tanganku gatal ingin melepas kepanganmu.
Ini kepangan baruku.
Aku sudah menghabiskan berjam-jam.
Semuanya jadi berantakan.
Kau...
bagaimana jika kau urus dokumenmu saja?
Aku sudah memasakkan sup.
Siapa suruh kau mengutukku.
Sudah kumasukkan garam.
Kau menyia-nyiakan kerja kerasku.
Sudah senang?
Senang.
Kata "senang" ini
adalah yang paling membuatku marah.
Sebelum mengenalmu,
aku tidak tahu apa itu senang.
Setelah mengenalmu,
aku sudah mengerti.
Itu adalah kesenangan sesaat.
Aku bersumpah.
Aku harus membuatmu
merasakan sebentar
seberapa bahagia aku saat itu.
Aku sudah minta maaf berkali-kali.
Jangan seperti ingin mencabut nyawa begitu.
Jika minta maaf berguna,
apa bunuh orang perlu dibayar dengan nyawa?
Jangan banyak alasan.
Aku juga tidak ingin dengar alasanmu.
Di tempatku ini,
kau adalah orang jahat.
Semua ini salahmu.
Hatiku
adalah penjaramu.
Seumur hidupmu jangan harap bisa keluar dari penjara hatiku.
Ini bukan masalah besar.
Kau ingin menggambarkan hati sebagai penjara.
Biasanya orang menggambarkan tempat sebagai penjara.
Bagaimana kalau begini?
Kau membuat penjara di hatiku.
Lalu aku sendiri
yang akan menguncinya.
Bagaimana menurutmu?
Kau ingin menyuruhku...
di hatimu...
Aku hanya asal bicara.
Kau dengarkan saja.
Kau hanya asal bicara dan aku dengarkan saja?
Bagaimana menjelaskan padamu?
Begini saja.
Jika kau melihat gunung berarti gunung. Jika melihat laut berarti laut.
Aku sudah berkali-kali minta maaf padamu.
Maafkanlah aku.
Kumohon padamu.
Kumohon.
Minum sup ini dan maafkan aku, oke?
Pengawal.
Siapkan meja dan kursi untukku.
Letakkan di sini.
Baik.
Ini tempat khusus untukmu.
Ke depannya,
kau duduk di sini setiap ke kantor.
Ini lumayan juga.
Tidak usah sendiri di rumah lagi.
Kau...
hanya seorang pelayan.
Pelayanku seumur hidup.
Aku tak akan marah mendengar ucapanmu.
Dulu orang tuaku sudah berkata begitu padaku.
Suami istri harus saling melayani.
Lihat.
Kau sudah menyiapkan meja dan kursi yang begitu bagus untukku.
Kau pelayan yang cukup perhatian.
Baiklah.
Pelayan.
Aku mau minum sup.
Toleransimu
kenapa begitu rendah?
Tapi, ada benarnya juga.
Hati pria
hanya sekecil itu.
Kuambilkan sup untukmu, tunggu aku.
Jika kau berani bermain trik lagi,
kau sungguh harus berhati-hati.
Minum sesuap.
Kubantu kau mencicipinya.
Panas tidak?
Tapi tak kuduga
sungguh ada orang
yang kedua kalinya...
Tak menyangka ada orang yang bisa ditipu dua kali.
Benar, kan?
Diingatkan olehmu,
aku mulai membenci diriku lagi.
Benar juga.
Dendam cinta seperti ini
jika tidak tega turun tangan pada orang yang dibenci,
bahagia apa lagi yang dibicarakan?
Sini, aku mau minum sup.
Kenapa masih berdiri di sana?
Tidak ada bantal.
Kau ingin aku tidur di lantai?
Jika kau ingin begitu, aku tidak menghalangi.
Kau mau tidur tidak?
Aku baru bisa tidur setelah kau tidur.
Aku jamin akan tidur lebih dulu darimu.
Karena penjahat sepertimu sudah ada di sini,
pikiranku sudah bisa tenang.
Cepat, jangan membuatku turun tangan.
Mundur.
Mundur lagi.
Mundur.
Mundur.
Setengah badanku sudah di luar.
Aku akan jatuh jika mundur lagi.
Siapa menyuruhmu berbaring telentang.
Tidurlah menyamping.
Setengah tubuhmu tidak akan di luar.
Kau tidak bergerak,
maka tidak akan jatuh.
Pertahankan posisi ini.
Penjahat tidak punya hak memilih.
Mana bantalnya?
Aku akan tidur cantik.
Kau mau melawan?
Ini terbuat dari tumbuhan Baru Cina.
Nyamuk paling takut dengan aroma ini.
Malam ini kau bisa tidur nyenyak.
Siapa menyuruhmu keluar tengah malam?
Bagaimana jika kau diculik hantu?
Kau pernah bertemu hantu? Aku belum.
Selain itu, hantu tidak akan menculik orang baik.
Jangan kira kau memberiku penangkal nyamuk,
aku akan memaafkanmu.
Luka yang kau berikan padaku,
selamanya tak akan terlupakan dari benakku.
Bantal, kita tidur.
♫ Kehilangan ketenangan karenamu ♫
♫ Cinta dan rindu bergejolak di dada ♫
♫ Sayang kau begitu dingin sejak awal ♫
Ayo, silakan dilihat-lihat.
[Negara Luye, Pulau 16]
Barang jelek tak usah bayar.
Barang jelek tak usah bayar.
Kerang mutiara terbuka.
♫ Hatiku mengikutimu dari dekat. ♫
Kakak, ini airnya.
Ternyata mutiara berasal dari sini.
♫ Pandangan menangkap jejakmu ♫
Memang harus sering keluar agar bisa memperbanyak pengetahuan.
♫ Tetapi ketika bertemu denganmu ♫
♫ Aku kehabisan kata-kata ♫
♫ Kata mereka mundur selangkah dan lautan serta langit luas menanti ♫
♫ Kurasa cinta diam-diam juga akan berakhir ♫
♫ Meski selamanya kau tak akan mengerti perasaanku ♫
♫ Meski tahu kau tak akan tertarik padaku ♫
♫ Bahkan bertemu denganmu adalah permainan takdir ♫
♫ Takdir di antara kita patut dipuji. ♫
♫ Rasa suka yang tidak terucapkan ♫
Nenek, hati-hati.
♫ Apalah gunanya lagi ♫
Nona tidak terluka, kan?
Tidak apa-apa, Nenek. Aku baik.
Berapa harganya kerang ini?
Coba hitung, biar aku beli.
Pulang dan istirahatlah lebih awal.
Terima kasih, Nona.
Nenek terlalu sungkan.
Terima kasih.
Apa rencanamu terhadap daging kerang ini?
Bagaimana jika kau ambil mutiaranya dan berikan dagingnya padaku?
Pertama kalinya aku bertemu orang lugas sepertimu.
Meminta sesuatu tanpa malu-malu.
Kau malu?
Tidak.
Kenapa?
Aku...
aku mau pergi belajar.
Mutiara dan daging kerang ini untukmu.
Dengarkan aku dengan serius, oke?
Daging kerang ini
akan kumasak dan berikan kepada lansia di panti jompo.
Mutiaranya untukmu.
Aku tidak butuh, di rumah ada.
Semua ini untukmu saja.
Kubilang untukmu berarti untukmu.
Mutiara keluargamu pasti kau, kan?
Mutiara terbaik di mataku juga kau.
Kau tinggal di hotel mana?
Besok aku akan menemuimu.
Begini saja.
Tukarkan kerang ini dengan uang,
berikan pada yang membutuhkan.
Anggap saja aku minta tolong padamu.
Berarti kau menolakku?
Semakin kau menolak, semakin aku tak akan menyerah.
Aku bocah bodoh yang tak punya apa-apa.
Sejak kecil memiliki
ambisi besar untuk bertualang.
Kau pasti akan berhasil, semangat.
Baiklah, besok kita bertemu di sini.
Harus ketemu.
Kau sudah datang?
Ini hawthorn.
Sangat enak dibungkus dengan gula.
Enak, kan?
Makan sesuap lagi.
Tidak mau lagi.
Duduklah.
Biar aku yang kipas.
Tidak usah.
Mengipas dan mengusir nyamuk,
hal sepele seperti itu biar aku yang kerjakan mulai sekarang.
Mulai kini aku akan memanjakan,
menyayangi dan menjagamu.
Tidak mau lagi.
Aku suapi.
Enak.
Pelan-pelan.
Aku yang buat.
Cobalah.
Aku yang membuat ini.
Kau yang membuatnya?
Ada aroma sakura.
Bagaimana kau tahu?
Di rumahmu ada pohon sakura?
Aku...
Kau tidak cerita, aku pun tidak bertanya.
Siapa namamu,
di mana kampung halamanmu,
punya berapa saudara,
semuanya aku tak tahu.
Tapi, bisa bertemu denganmu
adalah anugerah dari Dewa Laut.
Ini.
Aku ingin bertanya padamu.
Aku...
Aku ingin bertanya.
Apa impianmu?
Aku ingin membantumu.
Kau tak akan bisa membantuku.
Impianku adalah
menjadi Raja Negara Luye.
Negara Luye memilih raja melalui kompetisi yang diadakan 13 tahun sekali.
Yang menang akan menjadi raja.
Aku sudah mempersiapkan sejak kecil.
Sudah bertahun-tahun aku mempersiapkan diri.
♫ Jantungku terus berdebar ♫
♫ Rona merah wajah tak tersingkirkan ♫
♫ Tatapan mata melayang ke sekitar ♫
♫ Tapi masih terpaku padamu ♫
♫ Mungkin aku harus menyapa ♫
♫ Atau tersenyum padamu ♫
♫ Diam-diam mendekatimu ♫
♫ Namun takut digagalkan langit ♫
♫ Minum minuman kesukaanmu ♫
♫ Diam-diam memakai mantelmu ♫
♫ Kau belum mencariku untuk berbincang ♫
♫ Pasti ponselmu tak ada sinyal ♫
♫ Menulis pesan dan menghapusnya lagi ♫
♫ Bagaimana mengungkapkan pikiranku ♫
♫ Membalikkan badan tanpa bisa tertidur ♫
♫ Hanya ingin bertemu denganmu lagi ♫
♫ Perasaan cinta sedang bergejolak ♫
♫ Rasanya agak menakjubkan ♫
♫ Ingin lari karena perasaan tak pasti ♫
♫ Manisnya membuatku gelisah ♫
♫ Apakah kau juga sepertiku ♫
♫ Debar jantung yang kian cepat ♫
♫ Sangat menginginkan perasaan tak pasti ♫
♫ Ingin berpelukan denganmu ♫
Sebenarnya aku tidak begitu penting.
Kita berdua
hanya bisa berteman.
Tapi, kenapa?
Karena keluargaku tidak setuju.
Pernikahanku hanya bisa diputuskan oleh keluargaku.
Banyak dari mereka yang menentang.
Aku patuh pada mereka.
Jadi, kita berdua
hanya bisa berteman.
Nona itu
sudah beberapa hari tidak pulang ke penginapan.
Terus menunggu di sini
juga tidak ada gunanya.
Barangnya belum dibawa pergi,
orangnya sudah hilang.
Raja.
Raja dan kakaknya dari negara kalah berperang sudah tiba
untuk menandatangani perjanjian.
Siapa wanita itu?
Dia adalah kakak kandung Raja Wu Tong, Negara Xianhua.
Kau yakin?
Yakin.
Saya melihatnya beberapa hari lalu di Negara Xianhua.
Dia seorang putri?
Sepertinya dia belum sepenuhnya membenciku.
Aku harus mencari cara
menerobos jalan buntu ini.
Harus menjaga jarak aman.
Benar.
Harus menjaga jarak aman.
Gandeng tanganku.
Jika kau terluka sedikit saja di Negara Luye-ku,
kuputuskan sumber air kalian.
Bisakah bicara lebih masuk akal?
Sumber air kami tidak berkaitan dengan aku yang terluka.
Selain itu,
kebaikan dan kesabaran sering kali ditukar dengan keserakahan.
Benar, cepat sekali kau paham prinsip ini.
Jadi, dulu kau punya
kendali penuh atas diriku.
Selanjutnya, kau harus mencintai dirimu dengan baik.
Karena hanya dirimu yang akan mencintaimu.
Bisakah kau melepaskanku?
Kejadian dulu memang salahku.
Kumohon maafkan aku.
Nanti kau pasti akan bertemu dengan ratu yang lebih baik.
Dia tak akan membuatmu marah.
Juga tak akan merebut sumber airmu.
Terlebih tak akan pergi tanpa pamit.
Dia akan mencintaimu dengan baik.
Memberimu banyak anak yang sehat.
Maksudmu meski kau dinikahkan kemari,
kau juga tak akan mencintaiku,
tak akan melahirkan anakku,
meski kita suami istri sah?
Jarak di antara kita
dibandingkan satu pulau dan pulau lain
lebih jauh
dan lebih dalam.
Dayung kapal sudah hancur.
Jadi, kau ingin kembali ke pulau itu
semakin jauh dan semakin dalam.
Pulau itu adalah kampung halamanmu.
Jangan harap bisa kembali ke sana.
Semua perahu tidak akan berlayar untukmu.
Ingat itu.
Jika kau tak ingin aku pergi dari sini,
bisakah kau mengabulkan satu permintaanku?
Tidak.
Tidak bisa, kau harus mengabulkannya.
Aku ingin pergi dari sini.
Di samping sini ada rumah kosong.
Aku ingin pindah ke sana.
Tempat ini, simpan untuk ratumu selanjutnya.
Aku kemari dengan membawa bunga poplar air dan bunga aprikot keluar dinding.
Kau begitu jengkel padaku.
Aku akan menenangkan diri di sana.
Biarkan aku berpikir.
Jika kau tidak ingin aku pindah,
itu artinya kau masih mencintaiku.
Apa kau masih mencintaiku?
Kau masih mencintaiku?
Aku pernah melihat ini di Laos.
Tak pernah kulihat yang sekuat ini.
Ini diberikan oleh orang asing.
Mereka ingin tukar dengan sedikit emas.
Tiga batang emas ini ditukar dengan sebuah senapan.
Katanya
mereka punya 100 senapan.
Keuangan negara sedang sulit.
Harus melayani pertanian, nelayan dan pedagang.
Bulan ini aku sedang bersiap menambah perahu di setiap desa,
mengembangkan industri perikanan.
Kita minta sepuluh buah dulu.
Siap laksanakan.
Barang seperti senapan ini,
setelah dibeli
coba cari apa orang di pulau ada yang punya keterampilan ini.
Senapan sangat penting.
Itu digunakan untuk melindungi tanah air.
Selain itu, Pulau 16 luar yang menjadi tanggung jawabmu
juga fokus pada perikanan.
Bergantung pada apa yang dijual.
Beberapa hari lalu, aku mengunjungi beberapa desa.
Kulihat ada beberapa penduduk yang sangat mahir ternak ikan.
Jika ikan terus dimakan tanpa diternak,
pasti suatu hari akan habis.
Besok kuundang mereka kemari
untuk berbagi pengalaman.
Baik.
Tidak mudah bisa kembali beristirahat di pulau utama.
Malam ini kau juga datanglah ke perjamuan divisi drainase.
Baik.
Divisi drainase ini baru didirikan.
Tanggung jawab utamanya adalah pekerjaan drainase di pulau.
Ke depannya, air selokan dan limbah tak boleh langsung dibuang ke laut.
Raja sungguh brilian.
Raja, Anda pulang cepat hari ini.
Ratu membuat sekolah khusus dan sedang mengajar.
[Pelajaran Pertama]
Baiklah, Anak-anak.
Hari ini kita mulai pelajaran pertama.
Bunga dan dedaunan hijau.
Hanya mengajakmu pergi melihat dunia.
Tak usah berterima kasih.
Melihat dunia apa? Menurutku, kau sedang merusak awal baikku.
Ini bagus, bisa dijadikan bedak mutiara.
Bersihkan, cepat bersihkan.
Kelinci bisa menggigit saat terdesak.
Aku sudah berdandan sepanjang pagi.
Sedang apa kau ini?
Membersihkannya untukmu.
Tidak, bersihkan dengan pakaianmu.
Kau kira aku akan terus mengalah padamu?
Memangnya kau mau apa?
Menurutmu?
Ada seekor nyamuk.
Kenapa? Sekarang aku tak boleh membunuh nyamuk?
Ada nyamuk lagi.
Bukankah sudah katamu...
katamu ingin mengajakku melihat dunia?
Kau...
kau sekarang raja dan aku ratumu.
Lepaskan aku.
Selamat malam, Tuan.
Pasti Jenderal Hei Shi sudah datang.
Jenderal Hei Shi.
Selamat datang.
Silakan.
Silakan.
Pasti lelah di jalan, Jenderal Hei Shi.
Tidak lelah.
Aku kembali dari luar pulau.
Ada barang dari negara asing.
Cukup enak diminum.
Minuman beralkohol seperti wanita cantik.
Selama rasanya pas, pasti enak diminum.
Jenderal Hei Shi sangat humoris.
Mari kita minum bersama.
Raja.
Ratu.
Raja sudah datang.
Raja.
Selamat datang, Raja.
Ratu.
Selamat datang.
Silakan duduk.
Ying?
Ayo, semuanya silakan duduk.
Duduklah.
Jenderal Hei Shi, dia adalah Ratu.
Ketika upacara pernikahan,
kau sedang dinas di luar.
Tidak sempat pulang untuk hadir.
Ratu, dia ini Jenderal Hei Shi.
Perang air antara kita
dimenangkan oleh pasukan Jenderal Hei Shi.
Jenderal, kapan kau kembali ke luar pulau?
Jenderal?
Jenderal?
Pertama kali bertemu Ratu.
Saya bersulang untuk Ratu.
Ratu tidak minum selain aku yang bersulang dengannya.
Raja, ada yang ingin saya ajukan.
Saya ingin membandingkan data sebelumnya,
meninjau ulang keseluruhan Pulau 17.
Aku baru ingin mengatakannya padamu.
Peninjauan harus serangkai,
tak boleh terjadi kesalahan kecil.
Dulu juga saat kita di Pulau 3 dan Pulau 4,
karena hujan lebat,
terjadi genangan air dan menghalangi mata pencaharian penduduk.
Pekerjaan kita kali ini tidak boleh terjadi masalah seperti ini lagi.
Baiklah.
Selain itu,
drainase sangat penting bagi negara kepulauan kita.
Kau harus memperhatikannya.
Saya pasti akan perhatikan.
Semoga kali ini kita bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik.
Karena kita negara kepulauan,
utamanya bergantung pada laut.
Jenderal.
Semua sudah berubah sekarang.
Jenderal, aku ini Ratu.
Aku adalah Ratu resmi milik Raja.
Baiklah.
Ratu.
Dengan wajah Anda ini, pria mana yang tidak luluh?
Sama sekali tidak aneh menjadi Ratu.
Apa kau mabuk? Aku tidak paham ucapanmu.
Apa kau mabuk?
Kalian sedang apa?
Aku bilang pada Jenderal,
terima kasih telah setia membantumu.
Apa yang kau lakukan pada Ratu?
Dia berkata padaku
agar aku menjagamu di kehidupan sehari-hari.
Kenapa kau yang mewakilinya bicara?
Kenapa dia diam saja?
Orang berposisi tinggi bicara,
orang berposisi rendah tidak berkesempatan bicara.
Bagus, jawab sekarang juga.
Kenapa tadi kau menepis tangannya?
Raja, kau salah lihat.
Jenderal tidak memegang tanganku.
Bagaimana bisa menepis tangan?
Benar, Raja.
Saya hanya berbincang sedikit dengan Ratu.
Saya pamit dulu.
Berhenti.
Kutanya padamu,
apa kau tahu nama asli Ratu?
Maksud Jenderal putri yang dinikahkan kemari untuk perdamaian?
Nama aslinya Ying.
Perjamuan belum selesai, kau sudah menyeretku pulang.
Perutku masih lapar.
Kau ini sungguh menyebalkan.
Aku tak tahan lagi.
Kau kira aku ini buta?
Aku harus naik perahu,
berlayar dengan perahu besar,
menjadi armada pendukung
dan dijuluki oleh dunia
perdana menteri galangan kapal?
Tidak takut harimau punya sayap,
hanya takut manusia berbagi hati.
Kau wanita paling tidak setia yang pernah kulihat.
Bahkan Jenderalku juga berani kau rayu.
Kau bahkan minum bersamanya.
Tanyakan pada dirimu, pernah kau minum bersamaku?
Tanyakan pada dirimu, pernah kau terang-terangan
menatapku dengan begitu lembut?
Tadi kulihat jelas kau menepis tangannya.
Tapi kau melindunginya mati-matian.
Apa kau begitu tidak bisa menutupi
kecentilan dan ketidaksetiaanmu?
Sudah cukup kau memarahiku?
Kutanya, sudah cukup belum?
Keluar.
Kusuruh kau keluar.
Aku keluar?
Apa kau berencana,
saling menatap mesra,
diam-diam bertindak
dan saling menyerang nanti malam?
Tak akan kubiarkan kau berhasil.
Kau Ratu yang kunikahi demi perdamaian.
Pernikahan yang sah.
Kau kira aku akan melepasmu?
Tidak akan.
Tak peduli apa pun yang kulakukan,
tak bisa mendapatkan kembali hatinya.
Aku tidak berencana secepat ini menjadi ratu.
Tak pernah ada yang mengajariku cara menjadi ratu dalam sekejap.
Ibu.
Bisakah Anda memberitahuku?
Wanita penari menjadikan semua tempat sebagai rumah.
Aku sudah mencari di beberapa pulau dan tidak menemukan Ying.
Bos, berikan sebotol arak.
Bagaimana mungkin dia putri Negara Xianhua?
Setelah aku memimpin pasukan dan mengalahkan Negara Xianhua
dan mengajak damai mereka,
aku tidak menemukan putri seperti itu.
Ying?
Ying.
Kupikir kau sudah melupakanku.
Kenapa kau sendiri di sini?
Minum untuk melepas gundah.
Kapan kau ke pulau utama Negara Luye?
Aku justru ingin bertanya padamu.
Untuk apa kau kemari?
Aku kemari untuk mencari pria.
Mencari pria yang 100 kali lipat lebih hebat darimu.
Kau terlihat
berbeda dengan tadi.
Maksudmu?
Tadi kau melihatku?
Apa yang tadi di perjamuan divisi drainase
bukanlah dirimu?
Perjamuan divisi drainase?
Negara Luye membuat divisi drainase?
Mereka tidak mengundangku dengan uang,
aku tidak akan pergi.
Aku juga mau minum arak.
Kau punya uang?
Kutanya padamu.
Kau punya uang tidak?
Hanya ini?
Tidak punya uang.
Kalau tidak ada, aku minum dengan yang lain.
Apakah yang tadi itu
sama persis denganmu?
Kenapa?
Kau salah mengenali orang?
Coba katakan.
Bagaimana kau menindasnya?
Untung saja.
Dia membantuku menjelaskan.
Jika tidak, salah paham akan menjadi besar.
Ayo, lanjutkan minum.
Tuan.
Bunga belum selesai digambar.
Tidak ada daunnya.
Tuan, bunga tanpa daun tidak akan sempurna.
Ia akan kesepian.
Bunga belum tentu butuh daun.
Mereka bernapas dengan oksigen yang sama dan berada di tanah yang sama.
Terkadang daun akan merebut makanan bunga.
Ratu.
Raja meminta Anda ke kantor.
Kemari.
Kemarilah.
Kau suka?
Aku mau pergi mengajar.
Mengajari anak-anak untuk melepas semua daun di bunga?
Iya.
Jika daun tak bisa mempercantik bunga,
lebih baik disingkirkan saja.
Mungkin kau harus buang-buang energi.
Di dunia ini tak ada satu pun bunga
yang tidak tumbuh daun.
Melihatmu harus mengajar setiap hari,
selain dua jam di pagi hari,
selebihnya kau harus duduk di sini
menemaniku.
Ini perintah.
Perintah tertinggi.
Berikan pundakmu.
Aku mau istirahat sebentar.
Tahan.
Jangan miringkan bahumu.
Sebenarnya, yang tidak kumengerti itu
kau begitu membenciku,
kenapa masih ingin bersamaku?
Yang terbang bersama Phoenix pastilah burung yang cerdas.
Aku ingin memeliharamu menjadi
seekor burung cerdas yang cerewet.
Ada banyak burung cerdas.
Kau cari burung yang lain saja.
Pikiranmu berlebihan.
Cerdas tidak berkaitan denganmu.
Kau hanya seekor burung.
Kau ini burung yang sangat nakal.
Raja.
Sudah mendapat kabar?
Situasi kurang baik.
Sekarang putri tinggal sendiri di sebelah kediaman Raja Tidur.
Sedang tak ada orang di sana.
Naiklah.
Baik.
Berhenti.
Raja.
Saya sudah mencongkel pintunya.
Seorang putri negara
setelah menikah kemari
malah meletakkan ember cuci di kamar.
Raja.
Putri Ying dan suami
sudah kembali bersama ke kediaman suaminya.
Hari akan segera gelap.
Baiklah.
Kembali ke penginapan dulu.
Jangan sampai orang di sini
menemukan aku.
Baik.
Sudah bisa.
Ayo.
Raja.
Saya kemari untuk melapor.
Tadi saya melihat ada pria memasuki sekolah privat Ratu.
Apa katamu?
Kau melihat dengan jelas?
Saya melihat dengan sangat jelas.
Ada seorang pemuda tampan.
Lalu, dia menutup pintunya.
Buka.
Buka pintunya.
Kenapa kau membawa pistol?
Mana orangnya?
Mana?
Apa yang kau lakukan?
Mana orangnya?
Kutanya mana orangnya?
Apa yang kau cari?
Apa yang sedang kau cari?
Apa yang kau cari?
Apa ini?
Aku belum sempat naik sejak masuk.
Ini rokok negara barat.
Tak semua orang bisa membelinya.
Aku akan memeriksa seluruh Pulau 17
dan orang Negara Xianhua-mu
yang menghisap rokok ini.
Kecurigaanmu begitu besar.
Tidak seharusnya kau menikahiku.
Negaramu yang kalah perang dan ingin berdamai.
Negaramu yang memohon padaku agar menikahimu.
Sekarang akhirnya aku mengerti.
Kau pasti terlalu murahan.
Pria di tempatmu itu tak akan menikahimu.
Kau bukan hanya punya hati yang keji,
kau seharusnya merasakan tamparan ini.
Sebagai seorang putri negara,
ini hadiah terakhir dariku yang paling layak untukmu.
Lepaskan aku.
Aku benci.
Aku benci.
Aku benci air mata kelemahanku ini
kembali mengalir lagi.
Tapi...
kau tak perlu bahagia di atas penderitaanku.
Kau tak perlu merasa aku ini lemah.
Aku sudah mengangkat gunung sejak dalam kandungan.
Penghinaan sebesar apa pun,
aku bisa menahannya.
Penghinaan?
Tindakanmu bersama seorang pria di Pulau 16,
aku melihatnya sendiri.
Kau berengsek.
Kau sungguh tidak tahu malu.
Seorang putri terhormat sepertiku dihina serendah itu olehmu.
Rendah?
Rendah?
Benar.
Kau melihatku rendah.
Kau seorang putri terhormat.
Aku hanya bocah miskin.
Kau begitu mesra padaku
hanya memperlakukanku layaknya mainan.
Kau ingin semua pria bertekuk lutut padamu.
Benar begitu?
Lepaskan aku.
♫ Sudah terlambat menunggu hingga tua ♫
♫ Penantianku ♫
♫ Menyatukan seluruh waktu ♫
♫ Jam pasir cinta tidak tersisa banyak ♫
♫ Bagaimana lagi saling berpelukan ♫
♫ Tertelan kesepian ini hingga linglung ♫
♫ Jatuh dalam mimpi tempatmu berada ♫
♫ Kekosongan yang abadi ♫
♫ Tak dapat ditukar dengan waktu singkat ♫
♫ Untuk memiliki ♫
♫ Jangan pedulikan perasaanku ♫
♫ Luka yang kau torehkan ♫
♫ Terbiasa untuk tak mengernyit ♫
♫ Kesepian yang sulit terucapkan ♫
♫ Menjadi khayalan kehangatan ♫
♫ Jangan lihat kebenarannya ♫
♫ Jangan sesali yang sudah terjadi ♫
♫ Aku tak peduli konsekuensi ♫
♫ Bersedia disiksa olehmu ♫
♫ Mengantarkan hati untuk kau amati ♫
♫ Sudah terlambat menunggu hingga tua ♫
♫ Penantianku ♫
♫ Menyatukan seluruh waktu ♫
♫ Jam pasir cinta tidak tersisa banyak ♫
♫ Bagaimana lagi saling berpelukan ♫
♫ Tertelan kesepian ini hingga linglung ♫
♫ Jatuh dalam mimpi tempatmu berada ♫
♫ Kekosongan yang abadi ♫
♫ Tak dapat ditukar dengan waktu singkat ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.