Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terkadang disebut kutukan.
Terkadang mereka berbohong.
Terkadang semua itu benar.
Cerita yang kudengar...
...aku tak tahu benar atau tidak.
Namun satu hal yang pasti.
Seharusnya aku tidak datang ke sini...
...ke Rumah Besar Gwang-Lim.
SUNG JUN
KIM HONG-PA
KIM BO-RA
RIPPED BY: HOOMANIND https://subscene.com/u/1233002
BAB 1 : SANG PENULIS
RUMAH BESAR GWANG-LIM
Halo, Pak.
Aku Jung Ji-woo. Aku yang tadi telepon.
Halo.
Terima kasih.
Bukankah ini kopi, Brasil?
Kolombia, benar?
Ini teh herbal.
Kau keberatan jika aku merekam ini, Pak?
Aku tidak akan menerbitkannya. Untuk rekamanku saja.
Tentu saja.
Bagus.
Apa orang zaman sekarang menggunakan itu?
Aku suka barang retro.
Barang kuno, Pak.
Bisa kau mulai dengan memperkenalkan dirimu?
Apa yang harus diperkenalkan? Aku hanya pengurus di sini.
Pengurus...
Kau bilang kau seorang kartunis?
Seperti itulah.
Kini mereka menyebutnya seniman kartun.
Mengapa seorang seniman lukis datang ke sini?
Aku mendengar rumor...
...banyak terjadi kejadian aneh di sini.
Apa benar begitu?
Ini tidak benar, 'kan?
Dahulu kala...
...terdapat yatim piatu di sini.
Suatu hari, terjadi kebakaran.
Mereka yang dewasa...
...meninggalkan anak-anak dan lari menyelamatkan diri mereka.
Semua anak-anak terbakar habis hingga mati.
Sejak itu, mulai terdengar rumor aneh.
Orang mendengar suara-suara aneh.
Pria yang pindah ke lantai lima mengatakan hal yang sama.
Dia seorang penulis novel.
Bukankah menyenangkan?
Kau boleh melihat-lihat, tapi kau harus cepat memutuskan.
Tempat ini cukup terkenal.
Lihat pemandangannya! Sungguh bangunan yang indah di sana.
Ini sangat modern dan apik.
Kau tahu, udara di sini sangat segar.
Tahu?
Ini keras sekali.
Apa yang kau lakukan?
Apa ada anak-anak tinggal di bawah sana?
Mungkin. Tapi banyak anak-anak datang dan pergi di masa liburan.
Kau berharap ruangan kedap suara dengan harga ini?
Aku tinggal di lantai tujuh. Kita bisa menjadi tetangga, Kawan!
Kau bukan kawanku.
Aliran air!
Di sini sangat bagus, Tuan.
Kau harus melihatnya sendiri.
Kau mungkin akan tersembur.
PENGHARGAAN PENULIS BARU TERBAIK
Kau bilang lebih baik tanpa aku.
Lalu kau pergi dari rumah?
Kapan kau pernah mendengarkan aku?
Apa kau sudah gila?
Sampai aku selesaikan bukuku. Lebih nyaman seperti ini.
Bagaimana dengan putra kita?
Dia menangis sepanjang hari!
Dia sendirian. Bagaimana kau tahu dia menangisiku?
Terserahmu!
Kapan kau pulang?
Pulang sekarang juga!
Tenanglah. Ibumu tidak marah. Jangan menangis.
Aku sudah hampir selesai.
Kita bertiga akan hidup lebih baik setelah aku selesai menulis ini.
Jadi tolong. Biarkan aku pergi.
Selama ini kau sangat baik.
Maaf aku harus katakan ini.
- Tapi bicaramu kurang ajar. - Halo?
Selamat datang.
- Ada yang bisa kubantu? - Tolong, obat sakit kepala.
Apa yang kau rasakan dikepalamu?
Ya...
Tolong, berikan aku apa saja.
Halo.
Kau menjual penghilang jamur?
- Aku duluan di sini. - Maafkan aku.
Tidak, kami tidak punya. Cobalah di toko grosir di sana.
Semuanya, $2.60.
Terima kasih. Kembalianmu!
JEON WOO-RAM
Tolong mundurkan.
- Ini saja? - Ya.
Tapi anak-anak datang ke rumahku!
Tidak ada dalam kamera pengawas. Tenanglah.
Bagaimana aku bisa tenang? Laptopku rusak!
Bagaimana jika aku kehilangan semua data di dalamnya?
Dengar.
Anak-anak itu menggangguku!
Setahuku, tak ada orang yang tinggal di lantah bawahmu.
Tidak mungkin. Aku dengar suara bising dari bawah setiap hari!
Kau tahu dari mana asalnya?
Seperti membenturkan tongkat ke atap.
Seperti ini!
Kau mengunci pintumu. Bagaimana anak-anak bisa masuk?
Menurutmu aku melihat hantu? Itu gila.
Itu baru lucu.
Kau memang lucu, kau tahu itu?
Lupakan saja. Aku akan turun ke kamar 404.
Halo.
Permisi!
JEON WOO-RAM
Ternyata.
Aku tahu kau ada di dalam sana, Nak!
Keluar!
Suruh orang tuamu untuk keluar.
Bukalah!
Buka pintunya!
Permisi!
Tolong jangan berisik
Anak-anak zaman sekarang keterlaluan.
Begitu juga orang tuanya.
Lihatlah sampah ini!
Kenapa aku membenci anak-anak?
BAB 2 : APOTEKER
MENGHILANG
Namanya, Lee Hyung-hoon.
Dia meraih banyak penghargaan dan pencapaian.
Tapi aneh saja.
Dia tiba-tiba berhenti menulis dua tahun lalu.
Dia menghilang.
Apakah seniman cenderung seperti itu?
Menghilang tanpa jejak?
Penulis yang kau sebutkan.
Dia memang ada.
Lee Hyung-hoon.
Dia menghilang dua tahun lalu dan dulunya tinggal di sini.
Karya terakhirmu...
Apa judulnya?
Maaf?
Kenapa kau bertanya itu?
โHoror Menakutkanโ.
Kenapa wajahmu seperti itu?
Itu sering kali gagal.
Itu pasti menyakitkan.
Aku ingin tahu tentangmu.
Di mana kau lahir?
Apa ketertarikan dari dirimu?
Kau berkencan?
Kenapa? Apa aku membebanimu?
Tidak, bukan begitu.
Aku tidak terbiasa bicara seperti ini dengan orang tua.
Mereka bilang...
...hidup berubah mengikuti siapa yang kau temui.
Tentunya, tidak setiap pertemuan berakhir baik.
Pernah ada seorang wanita tinggal di lantai sembilan.
Dia sangat cantik dan modis.
Dia tidak pantas berada di tempat ini.
Menurutnya...
...itu adalah takdir, tapi berkencan dengan pria yang salah.
Seseorang yang tidak seharusnya dia temui.
Kabar terkini.
Seorang pria membunuh istri dan putrinya berusia sembilan tahun...
...dan dikatakan telah melarikan diri dari tempat kejadian.
Polisi sedang berusaha mencari pelaku tersebut.
Mereka mengambil rekaman CCTV terdekat...
...dan menghubungi rekan-rekannya.
Berita selanjutnya.
Seorang pria membunuh ibu dan putranya dan istrinya...
...dan melihatnya bunuh diri.
Ya?
Kenapa belakangan ini kau tidak angkat teleponku?
Aku sedang sibuk.
Jujur saja. Kau berkencan, kan?
Jangan bahas itu lagi, Bu.
Kau hanya angkat teleponku satu atau dua kali sepekan.
Kau tak pernah angkat jika lewat pukul delapan malam.
Kau pikir aku tidak mengenalmu?
Ya, kau tidak mengenalku.
Tidak perlu khawatir.
Bagaimana aku tidak khawatir?
Ingat yang selalu kukatakan...
Pria tidak bisa dipercaya!
Hentikan! Jangan bahas tentang ayah lagi.
Jika bukan karena dia, hidupku tak akan seperti ini.
Kenapa dengan hidupmu? Kau bahkan punya pacar.
Siapa yang bilang begitu?
Semua terlihat jelas, Bu.
Diam-diam berkencan dengannya atau menikah lagi.
Itu bukan hubungan serius.
Dan jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab aku!
Ibu.
Aku tidak berkencan dengan siapa pun dan tidak punya rencana untuk itu.
Jadi jangan memusingkanku tentang itu.
Setelah membunuh ibunya dan putra dengan istrinya...
...sang suami melihat...
Selamat datang.
Ada yang bisa kubantu?
Tolong obat sakit kepala.
Bagaimana rasa sakit dikepalamu?
Sebenarnya...
Berikan obat apa saja untukku.
Halo.
Kau menjual obat jamur?
- Aku duluan di sini. - Maafkan aku.
Kami tidak menjualnya. Cobalah di toko grosir di sana.
Semuanya, $2.60.
- Terima kasih. - Uang kembalianmu!
Kenapa dia?
CD Metadate.
Astaga!
- Kau datang ke sini? - Ya.
- Sejak kapan? - Aku cukup lama berada di sini.
- Di mana CD Metadate? - Di rak bagian atas.
Kau bilang tidak datang hari ini.
Apa gunanya tinggal di rumah? Anakku membuatku pusing.
Pesankan satu kotak lagi untuk obat ini.
Obat ADHD? Untuk apa banyak-banyak?
Pesankan saja untukku.
Baiklah.
Omong-omong, bagaimana rasanya menikah?
Kau masih berkencan dengan pria menikah bertampang bodoh itu?
Ya, dia sudah menikah, tapi dia tidak bodoh.
Terdapat dua hal yang tak boleh kau lakukan dalam hidup.
Satu, yang sudah menikah, lainnya berselingkuh.
Tapi kau mau melakukan keduanya?
Ho-jun. Kau sedang istirahat makan siang?
Halo?
Halo?
Aku akan datang nanti malam.
Apa ada masalah?
- Kita bicarakan nanti saja. - Kenapa?
Apa kau sudah gila?
Bagaimana kau bisa mendapat tempat keempat?
- Aku tak bisa bicara lebih lama. - Tunggu.
Apa
Tapi...
Lanjutkan. Kenapa tempatmu sangat rendah?
Ho-jun!
Apa di luar hujan?
Kenapa kau tidak angkat teleponku?
Kenapa kau basah?
Sayang.
Apa telah terjadi sesuatu?
Istriku sudah tahu.
Aku ingatkanmu untuk tidak meneleponku di malam hari.
Baguslah.
- Apa? - Cerai saja.
- Kenapa kau bilang begitu? - Kau berencana untuk pergi juga.
Apa kau tidak berpikir hal ini tak akan terjadi?
Kau pikir, aku berkencan denganmu tanpa pertimbangkan hal ini?
Bagaimana denganmu?
Tidak?
Katakan padaku.
Maksudmu, aku harus akhiri pernikahanku?
Mulai kehidupan baru bersamaku.
Kau juga inginkan itu!
Tolong aku.
Sementara izinkan aku tinggal di sini.
Tapi jangan beri tahu siapa pun aku berada di sini.
Jika ada yang bertanya, kau jawab saja tidak tahu.
Mengerti?
Tidak.
Tidak untuk sementara.
Tinggallah selamanya bersamaku.
Ho-jun.
Sayang.
Sayang?
Aku akan berangkat kerja.
Baiklah. Sampai nanti.
- Kau datang lebih awal? - Ya.
Ada apa?
Nona Choi Sun-hwa?
Ya.
Aku Detektif Park dari kepolisian Dong-sung.
Aku Dong-pal.
- Aku Inspektur. - Kau ini...
Ada masalah apa?
Kau kenal Jung Ho-jun, benar?
Kau ada waktu sebentar?
Jung dicari karena menjadi tersangka pembunuhan keluarganya.
Apa kau tahu keberadaannya?
Kudengar kau punya hubungan dengan dia.
Seorang pria membunuh istri dan putrinya berusia sembilan tahun...
...dan dikatakan dia melarikan diri dari tempat kejadian.
Istriku sudah tahu.
Tolong aku.
Izinkan aku tinggal di sini sementara waktu.
Tapi jangan beri tahu siapa pun aku berada di sini.
Jika ada yang bertanya, jawab saja kau tidak tahu.
Mengerti?
Sayang?
Ho-jun?
Sayang?
Sayang, keluarlah.
Kita harus...
Sayang?
Jangan beri tahu siapa pun aku mandi di sini.
Polisi datang ke apotekku.
Aku tahu apa yang terjadi.
Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi pergilah dari sini.
Jika kita melarikan diri sekarang, itu lebih baik.
Sayang?
Jangan beri tahu siapa pun aku mandi di sini.
Percayalah padaku.
Semua akan baik-baik saja.
Sejauh ini kita baik-baik saja.
Aku pasti bisa mengurusnya.
Kau mendengarnya?
Sayang?
Jangan beri tahu siapa pun aku mandi di sini.
Aku hanya membutuhkanmu.
Ayo pergi sejauh mungkin.
Tenang saja.
Semua baik-baik saja.
Selesaikan mandimu dan cepat keluar.
Sayang.
Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Sayang. Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Aku tidak akan beri tahu siapa pun, cepatlah keluar!
Sayang.
Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Sun-hwa.
Sun-hwa!
Sayang.
Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Kau ada di rumah? Halo?
Sayang?
Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Siapa itu?
Sun-hwa?
Sun-hwa!
Ada apa?
Sayang.
Aku dengar suaramu dari dalam sana.
Kau bilang, untuk tidak beri tahu siapa pun kau sedang mandi di sini.
Sayang.
Jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Tapi, Sun-hwa.
Aku bilang jangan beri tahu siapa pun aku sedang mandi di sini.
Sayang?
Kenapa kau beri tahu?
BAB 3 : PENJUAL BARANG
Halo?
Kau tinggal di rumah besar Gwang-Lim, benar?
Apa yang terjadi padamu di sana?
BARANG TETAP RIGHT AWAY
- Apa yang sedang kau lakukan? - Bekerja.
Kau tidak bekerja, Pak.
Kau ingat unit yang kau sewa pekan lalu?
Penyewa barunya mengatakan berbeda dengan yang kau katakan.
Tentu saja.
Dan nenek itu, kau sewakan tiga kamar tidur bulan lalu...
...mengatakan memiliki hak gadai untuk itu.
Cucunya telepon mengeluh berkali-kali tentang deposit yang dia berikan.
Perumahan apa?
Bagaimana menurutmu?
Itu bukan menjual rumah, tapi memasarkannya.
- Pernah lakukan kencan buta? - Ya.
Kau pernah?
Kau tahu seperti apa dia sebelum bertemu?
Tidak. Lalu kenapa?
Kau hanya menebak saja.
Kau tidak tahu kesukaannya.
Siapa yang memilih? Klien itu sendiri.
Tapi tugas kita memilihkan yang terbaik dan perlihatkan pada mereka.
Apa yang harus kuperbuat padamu?
Kau harus memasarkannya bahwa itu adalah yang terbaik.
Kenapa orang berpakaian rapi dan lainnya sebelum pergi kencan buta?
Untuk perlihatkan kebaikannya...
...dan menutupi keburukan sebaik mungkin.
Itu sudah biasa.
Kau mau ke mana?
Kencan buta.
Kau bukan kawanku.
Saluran air!
Di sini sangat bagus, Pak.
Kau harus melihatnya.
Mungkin akan menyembur padamu.
Mencari nafkah itu sulit.
Sayang, aku pulang.
Aku lapar.
Bukankah hari ini terasa dingin?
Enak sekali.
Ternyata kimchi memang enak.
Pelanggan hari ini seorang penulis.
Dia berkeliling dan memeriksa tempat itu dengan teliti.
Lalu dia bilang, "Kau bukan temanku."
Apa salahnya memanggil dia kawan?
Baiklah.
Aku hampir lupa.
Tunggu dulu.
Tada! Tada!
Aku menemukannya dalam perjalanan.
Butuh waktu lama untuk aku mengambilnya.
Kau terlihat murung.
Aku akan pasangkan padamu.
Sayang.
Aku sudah telepon kantor pusat.
Jika kali ini mereka tidak perbaiki, aku akan tuntut mereka.
Kau tidak harus datang berulang kali seperti waktu itu.
Sudah.
Jangan khawatir.
Sial!
Apa kau punya teman wanita?
Apa? Tidak. Mungkin seperti itulah.
Kenapa kau tanyakan itu?
Lihat ini.
Ini rambut wanita.
Aku bekerja di bidang ini sudah lebih dari 10 tahun.
Kadang mereka mencuci rambut di sini saat musim dingin...
...karena kamar mandi terasa dingin.
Ini tidak mudah hancur. Ini menjadi penyumbat.
Itu akan hancur dengan cara yang benar. Bicara apa kau ini?
Dan siapa yang mencuci rambut mereka di bak cuci zaman sekarang ini?
Aku ahlinya di sini.
Kau pasti baru pindah.
Jika bukan kau, pasti penghuni sebelumnya.
Aku akan coba keluarkan dengan tangan.
Jika gagal, aku harus pergi dan mengambil karet penyedot.
Alat dengan per di dalamnya.
Aku harus menggulungnya dan mendorong beberapa meter ke dalam.
Aku harus terus mendorongnya. Jika tetap gagal?
Maka aku harus ke unit bagian bawah memotong atap dan masuk ke dalam pipa.
Jadi berapa ongkosnya?
Ongkosnya sedikit mahal.
Bukankah tidak boleh melihat data pribadi orang lain?
Aku harus bayar 500 dolar biaya perbaikan.
Aku ingin tahu siapa yang tinggal di sana.
Dan setelah kau tahu?
Meminta uang ganti.
Tetapi, Pak.
Kau tinggal di rumah besar Gwang-Lim, benar?
- Aku dengar rumor tentang tempat itu. - Apa?
Tidak jadi.
LEE JI-YEUN
Dapat.
Halo. Aku dari Right Away Realty.
Halo?
Halo?
Halo?
Ya.
Dia sudah terbungkus. Aku akan kirimkan besok pagi.
Bisa kau pastikan untuk perbaikinya dengan benar kali ini?
Jangan buat dia bolak-balik seperti waktu itu.
Dia sangat berharga. Kau tahu itu.
Terima kasih.
Tolong jaga dia baik-baik.
Sampai jumpa.
Sial.
Orang itu dan alatnya.
Kenapa tidak tuangkan cairan dan keringkan saja?
Mana ponselku.
Tahu apa itu lubang hitam?
Ya, kenapa?
Mungkinkah ada di dalam rumah?
Lupakan saja.
Mana mungkin ada di dalam rumah...
Pak, aku merasa khawatir.
Kudengar, anak perempuan SMA meninggal di rumah besar Gwang-Lim.
Itu mungkin saja terjadi.
Bukan itu.
Banyak orang mati dan menghilang di tempat itu.
Kudengar itu dibangun oleh Gereja Gwang-Lim.
Para pengikutnya yakin ketuanya mati dan bunuh diri.
Apa yang sedang kau laporkan?
Kau sudah tahu, 'kan?
Itu adalah tempat peribadatan.
Menurutmu aku melakukan kesalahan?
Hal seperti itu tidak terjadi di rumah yang sempurna.
Aku hanya lakukan pekerjaanku.
Apa?
Itu kutukan?
Aku hanya memasarkan tempat itu!
Kenapa kau menatapku?
Apa?
Maaf sudah mengacau saat pertama kita berkenalan.
Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat.
Minumlah. Tos.
Jadi kau pindah dan tinggal di sini?
Gereja Gwang-Lim.
Gereja Gwang-Lim?
Aku terkena kutuk karena para pengikut gila itu.
Kutukan itu akan menyebar pada yang lainnya juga.
Lainnya apa?
Ada apa dengan Gereja Gwang-Lim?
Aku hanya memasarkannya saja.
Hanya itu yang kulakukan.
Tuan.
Aku tidak lakukan kesalahan.
Aku hanya memasarkannya.
Hanya itu yang kulakukan.
Aku tidak berbuat salah.
Aku hanya memasarkannya. Itu bukan salahku.
Aku hanya memasarkannya.
Itu bukan salahku.
Aku tidak melakukan kesalahan.
Aku tidak melakukan kesalahan.
HOROR MENAKUTKAN
BAB 4 : SISWA
Ji-woo.
Ya.
Kau tahu karya terakhirmu gagal?
Karena tidak bergambar seperti ini.
Kenapa dari awal kau tidak menggambar seperti ini?
Ini lebih baik dari karya terakhirmu.
- Jadi, kita sepakat? - Ya.
Tapi...
Ini terlalu pendek.
Ini bukan cerita pendek.
Buatlah yang lebih panjang.
Aku akan kirimkan deposit untukmu sekarang.
Jangan berikan pada penerbit lain.
Buatlah menjadi cerita panjang.
Kau pasti bisa.
Aku tahu kau bisa.
- Jadi, kau akan kembali ke sana? - Ya.
Kau lupa ini hari apa?
Ini hari ulang tahunmu!
Benarkah?
Ambil cuti hari ini.
Kau sudah bekerja terlalu keras.
Lihatlah, terdapat lingkaran hitam di bawah matamu.
Maksudku itu bukan terlihat jelek.
- Aku akan teleponmu. - Dengar dulu.
Tolong, istirahatlah hari ini saja.
Kau akan dapatkan kesepakatan kartun web.
Tak bisakah kau menghargai dirimu sedikit?
Dan juga...
- Potong kue bersamaku. - Da-hae...
Bisa kau pergi?
Kau butuh cerita lagi?
Ya, sebanyak mungkin.
Baiklah.
Tidak ada lagi yang bisa kuceritakan.
Maaf?
Pak, aku akan membayarmu.
Ceritakan padaku.
Aku akan memberikan apa yang kau mau.
Itu terjadi pada lantai enam.
Ada seorang pemuda.
Dia kembali setelah belajar di luar negeri.
Dia gagal masuk kuliah dan kembali lagi.
Jae-seok.
Dia tidak tahu harus pergi ke mana.
Hanya teman kecilnya yang dimintakan pertolongan.
Jae-seok?
Halo!
Jae-seok!
DOA MEREKA MERESTUI PELAYAN RUMAH INI
Tae-hoon!
Jae-seok.
Apa kabarmu, Bung?
Aku bukan tamu. Kenapa keluarkan sebanyak itu?
Sekarang kau sudah kembali, kau harus makan kimchi.
Aku juga makan kimchi di sana.
Kau sering bersih-bersih?
Sibuk?
Tidak.
Apa pekerjaanmu?
Aku?
Aku sedang belajar untuk ujian pelayan sipil.
Pelayan sipil?
Mulia sekali.
Mulia?
Maksudku, itu bagus.
Kau terlihat keren setelah sekolah di luar negeri.
Keren? Terserahmu saja, Bung.
Apa itu?
Apa?
Apa itu di wajahmu?
Tidak tahu. Kadang aku mengalami ini.
Apa itu menular?
Jika menular, aku akan beri tahumu.
Kau tidak berubah.
Terima kasih sudah izinkanku tinggal di sini.
Paling lama dua pekan.
Orang lain memintaku datang, tapi aku rindu padamu.
Aku merindukanmu, Bung!
Kau boleh tinggal lebih lama. Orang tuaku mengizinkannya.
Orang tuamu?
Terima kasih makanannya.
Kurasa makanannya sudah basi.
KENAPA AKU TAK BISA MENGHUBUNGIMU, BUNG!
Tae-hoon? Kau belum tidur?
Belum.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Tentu.
Kau punya banyak teman.
Kenapa kau datang ke sini?
Aku sudah bilang, karena aku ingin menemuimu.
Kau tak pernah datang waktu kita sekolah dulu.
Apa benar?
Jae-seok.
Bukankah terasa lembap di sini?
Aku melihat jamur tumbuh di beberapa tempat.
Jika kau sibuk bekerja, aku akan bersihkan rumah ini besok.
Maaf karena kebisingan.
Tidak masalah.
Kurasa rumah ini sedikit kotor.
Aku akan pulang malam hari.
Makan saja yang ada di dalam lemari es.
Baiklah.
Sial! Lupakan saja.
Ini menjijikkan.
Baiklah.
- Berikan aku apa saja. - Halo.
Kau menjual penghilang jamur?
- Aku duluan di sini. - Maafkan aku.
Aku tidak suka tempat ini.
Sial.
Kau sudah pulang?
Kau akan jatuh sakit tinggal di tempat seperti ini.
Aku membersihkannya sepanjang hari di sini.
Hei!
Ada apa?
Bagaimana menurutmu?
Sekarang sudah bersih, 'kan?
- Karena aku tinggal di sini juga... - Hei!
Apa yang kau lakukan?!
Beraninya kau! Kenapa?!
Beraninya kau lakukan ini pada ibu dan ayahku!
Kembalikan mereka! Kau keterlaluan!
YOUNG-JOON
- Halo? - Hei, Bung!
Young-joon! Ini aku.
- Siapa ini? - Ini aku, Tae-hoon.
Tae-hoon?
Lama tidak berjumpa, Bung!
Kenapa kau tidak baca pesanku?
Aku sedang sibuk. Kau berada di Korea?
Tentu! Karena itu aku telepon.
Boleh aku datang sekarang?
Aku rindu padamu dan ingin tahu kabarmu.
- Sekarang? - Ya, sekarang.
Tapi aku bersama kekasihku.
Jangan bohong! Kau tidak punya pacar!
Baiklah. Datang saja.
Terima kasih, Bung!
Aku akan segera sampai di sana!
Tolong berikan alamatmu.
Halo?
Halo?
Tae-hoon.
Maafkan aku marah padamu tadi.
Tapi orang tuaku juga marah.
Kau pergi ke luar negeri bersama orang tuaku di sini.
Tapi karena kita teman kecil...
...dan kau baru kembali dari luar negeri...
...aku menjelaskan semua pada mereka.
- Jae-seok. - Jadi...
Tinggallah di sini bersamaku.
Tolong!
Kenapa hal seperti ini terus terjadi?
Apakah tempat ini memang terkutuk?
Atau Gereja Gwang-Lim...
Apa ada kaitannya dengan pemujaan itu?
Aku dengar dari penjual perumahan...
...bahwa gedung ini...
...dibangun oleh para pemuja itu.
Apa yang sebenarnya?
Terdapat tempat yang telah ditutup sejak dulu.
Mungkin kau bisa tahu banyak jika kau pergi ke sana.
Mengapa hal-hal ini terjadi.
Kenapa kau tidak pergi dan mencari tahu?
Kau lihat saja sendiri.
BAB TERAKHIR : SANG PENGURUS
SELAMAT ULANG TAHUN JI-WOO
Genie. Matikan.
RUMAH BESAR GWANG-LIM MANSION 1
Bisa kau mulai dengan memperkenalkan dirimu?
Dia terdengar sangat dingin.
Sudah berapa lama kau berada di sini?
Pertanyaan selanjutnya adalah...
Apa masih ada orang yang tinggal di sini?
Aku mendengar rumor...
...banyak kejadian aneh terjadi di sini.
Apa benar?
RUMAH BESAR GWANG-LIM 2
Itu sering kali gagal.
Tidak, bukan begitu.
Aku tidak terbiasa bicara seperti ini dengan orang tua.
Halo.
Halo.
Jika kau mendengarkan ini, Ji-Woo...
...artinya kau sungguh ingin tahu yang sebenarnya.
Dengan begitu, kau berhak mendengarkannya.
Aku harus mengakui sesuatu.
Aku bukan pengurus di sini.
Di masa lalu, aku juga pendatang di sini.
Sama sepertimu.
Tapi apa yang aku cari, bukanlah kebenaran.
Waktu itu, di malam musim dingin.
Saudaraku.
Kau yakin dengan tempat ini?
Kau ini!
Jangan banyak tanya!
Bagaimana terdapat brankas di dalam sini?
Walaupun mereka para pemuja...
...mungkin mereka menyimpan uangnya di bank.
"Kekayaan berada di tempat hati berada"
Itu yang selalu dikatakan ketua pemujaan pada pengikutnya.
Pasti ada di sini.
Apa yang kau pakai ini?
Ini?
Jika aku tertangkap, aku akan bilang sebagai kurir.
Mau pakai juga?
Lupakan saja, Bodoh!
Tunggu aku!
Kak!
Dengar itu?
Perkakas!
Kau tidak dengar itu?
Terdengar suara aneh di sana.
Hee-dong.
Ibumu jatuh sakit waktu kau di penjara.
Dia butuh operasi.
Jika kita mendapatkan uang di sini, ibumu...
...bisa diselamatkan.
Kak!
Kau menakutiku!
Hentikan!
Kak.
Ada orang di sana.
Aku baru melihat seseorang.
Jangan ke sana.
Aku melihat seseorang di sana.
Aku melihat kepala bergerak! Jangan pergi ke sana.
Menurutku tidak ada brankas di sini. Ayo pergi dari sini, Kak.
Siapa bilang tidak ada brankas?
Tunggu!
Kau mau ke mana?
Kak.
Kak, apa ini?
Apa ini?
Ini ketua pemujaan.
Mungkin dia bisa dibangkitkan kembali. Karena itu dia di rantai.
Sungguh kematian mengenaskan.
Apa benar terdapat brankas di sini?
Apa...
Kak!
Uang!
Uang!
Ya!
Kita kaya!
Aku sudah bilang ada uang di sini!
Uang!
Uang!
Uang! Kita kaya!
- Kak! - Aku sudah bilang padamu!
Kak?
Kak!
Kak!
Mana kuncinya?
Di mana? Mana kuncinya?
Kak!
Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Kak. Aku bawa semua uangnya.
Kita bisa selamatkan ibuku sekarang!
Ayo pergi. Mana kuncinya?
Aku melihatnya.
Berikan kuncinya padaku.
Di dalam lemari.
Aku melihatnya.
Apa yang kau lihat? Katakan dengan jelas!
Berikan kuncinya sekarang! Ayo pergi!
Cepatlah!
Ingin lihat juga?
Tahu yang kulihat di dalam lemari?
Waktu yang kuhabiskan bersamamu...
...cukup mengesankan.
Aku akan merindukanmu, Ji-woo.
Buka pintunya.
Buka!
Tuan!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Tidak!
Tolong aku! Keluarkan aku!
Bedebah! Keluarkan aku!
MENGIKUTI PERINTAH DEWA MAKA MEREKA AKAN TENANG
AYAT : 16:3.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.