Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by WeTV Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Ha Rin Oh.
♪Apa pun yang kau katakan♪
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
♪Di hari kita mengatakan sampai jumpa♪
♪Di suatu tempat♪
Bukankah kau mau makan sayur dan usus?
♪Bermimpi pun seperti film lama yang selalu diingat♪
Seo Jun Ji.
Orang yang selalu kurindukan.
Begitu gembira karena usus… Atau, karena melihatku?
Seo Jun Ji. Sungguh ini kau?
Apa mungkin palsu?
Melihat reaksimu, kejutanku berhasil?
Seo Jun, aku… Aku sangat merindukanmu.
Tadi siang baru bertemu, ‘kan?
Ada apa? Kau menangis.
Pertama kali bertemu kau yang berusia 28 tahun.
Ada apa?
Apa yang terjadi di kantor?
Waktumu yang berhenti sudah mulai bergerak.
Akhirnya…
Apa yang terjadi?
Bergerak ke arahku.
- Banyak sekali. - Apa itu?
Apa Su Jin bilang sesuatu lagi?
Sepertinya aku harus menegurnya.
Sekarang sudah baikan?
=Ulang Tahun Kesedihan=
=Episode 5. Sekali Lagi, Kesempatan Itu Datang=
Kau yang bilang mau makan.
Sepertinya, hanya aku yang makan.
Melihatmu makan, aku sudah kenyang.
Bohong.
Sungguh. Jadi, kau habiskan semuanya saja.
Perutmu tidak setuju.
Sungguh mau kuhabiskan?
Jangan berbohong. Cepat makanlah.
Wah… Sungguh enak sekali.
Jadi,…
tadi kenapa menangis?
Ah…
Itu…
Aku pernah menyelamatkan seekor anjing.
Tiba-tiba sakit. Jadi, membawanya ke RS.
Pengobatannya lancar?
Hmm… Semuanya lancar. Sekarang sangat sehat.
Karena ini menangis begitu keras?
Hatimu terlalu lembut.
Tunggu.
Jadi, sekarang…
aku pacaran dengannya?
Hei, Seo Jun Ji.
Kau tahu aku suka padamu, ‘kan?
Hmm… Bukan tidak tahu.
Kita pacaran, ya?
Baik.
Apa gunanya hanya mengubah ingatan?
Tubuh ini tidak tahu harus bagaimana.
Sikat gigi yang kupakai dulu…
Hmm… Apa?
Aku lupa diletakkan ke mana, jadi, membuka yang baru. Boleh, ‘kan?
Hmm… Tidak apa-apa. Pakailah. Pakailah semuanya.
Apa yang dipakai semuanya?
Aduh…
Tunggu.
Kau mau tidur…
di sini?
Tidak boleh? Jika tidak suka, aku pulang saja.
Bukan. Bukan begitu.
Ah… Tidak peduli lagi.
- Kenapa mengeluarkannya? - Er…
Eh… Ini yang hari itu...
Hari di mana rasa cemburu Ha Rin Oh meledak.
Ah… Maksudmu, cemburu?
Aku?
Seo Jun Ji.
Ayo. Kita berfoto untuk album kenangan.
Pria dan wanita, satu tim berdua.
Berposelah lebih bagus sedikit. Foto baik-baik.
- Foto bersama saja. - Berfoto denganku saja.
Aku juga mau difoto.
- Keluarlah. - Giliranku.
Aku juga.
Para gadis nakal ini.
Teman-teman. Satu tim berdua.
Seo Jun banyak yang suka.
- Kelihatannya bagus. Begini saja. - Baik.
Baik. Aku mulai foto.
Satu, dua, tiga.
Ah…
Sudah ingat?
Saat itu kau berteriak di kelas kami, mengumumkan kita sedang pacaran.
Adakah? Kenapa aku bisa begitu?
Iya. Kenapa bisa begitu?
- Ah… Lelah sekali. Tidurlah. - Hmm…
Besok masih harus bekerja.
Besok juga tidak boleh meninggalkanku.
Kau harus di sisiku. Mengerti?
Aduh… Meninggalkanmu, aku bisa ke mana?
Jangan khawatir. Tidurlah.
Besok jangan katakan tidak bisa bangun.
Seo Jun Ji!
Hmm… Sudah bangun?
Tidak ada apa pun di rumah.
Hari ini aku bekerja sore.
- Kerja sore? - Hmm… Kerja sore.
Ck… Sudahlah…
- Atau, aku juga cuti setengah hari? - Hmm… Cutilah.
Mengerti. Cuti.
Kebetulan ada hal yang mau kulakukan bersamamu.
Hal yang mau dilakukan?
Hi…
Yang mau dilakukan. Inikah?
Hmm…
Ini…
Kenapa dengan ini?
Ck…
Kencan yang didapat dari cuti setengah hari,…
harus melakukan hal spesial.
Bagiku, ini sudah spesial sekali.
Ayo.
Yang begitu kuharapkan…
dari dulu bukanlah yang spesial.
Jalan-jalan bersamamu.
Menikmati hari cerah bersamamu.
Makan makanan lezat bersamamu.
Melewati hari biasa bersamamu seperti ini.
Bagiku, ini semua paling berharga.
Terima kasih sudah kembali,…
Seo Jun Ji.
(Pusat Kesehatan Hewan Revan. Pos Penyelamatan Hewan)
- Ah… Tidak mau pergi. - Aku juga tidak mau pergi.
Begitu selesai, aku langsung menghubungimu, ya?
Aduh, aku tahu. Sudah bilang berkali-kali.
Namun, kau tidak melupakan sesuatu?
Melupakan apa?
Ha…
Beberapa hari yang lalu ketinggalan di mobilku.
Jika aku tidak melihatnya, bagaimana? Hmm?
Apa harus membeli yang baru?
Sudah tahu. Aku akan hati-hati.
Hati-hati di jalan.
Jangan melakukan hal lain. Lihat ke depan baik-baik.
Harus mematuhi peraturan lalu lintas.
Perhatikan mobil, perhatikan orang. Hmm?
Baiklah…
(Pertolongan darurat. Pemeriksaan fisik. Terapi fisik. Bedah umum. Endoskopi) Mengerti.
Jangan bermain ponsel di jalan.
(Pertolongan darurat. Pemeriksaan fisik. Terapi fisik. Bedah umum. Endoskopi) (Pusat Kesehatan Hewan Revan. Pos Penyelamatan Hewan)
Ha Rin.
- Sudah mau menikah? - Astaga. Akhirnya dilamar?
Bukan. Kenapa tiba-tiba membahas pernikahan?
Bukan. Kau yang bilang akan menikah dengan pacarmu tidak lama lagi.
Juga bilang, kau mau melamar atau menerima lamaran.
Ah… Iya… Memang ada bilang begitu.
Namun, masih belum.
Ah… Benarkah?
Di antara temanku,…
juga ada yang seperti Ha Rin, pasangan belasan tahun sejak SMA.
Mereka akan menikah bulan depan.
Ini kabar gembira.
Ah… Hebat…
- Bukan. Kenapa pacaran belasan tahun? - Iya.
Sudah sepakat, aku yang menerima buket bunga pengantin.
Bit Na sudah ada pacar?
- Belum. - He…
Karena teman terbaikku.
Kelihatannya sungguh berteman baik.
Benar. Teman yang selalu menemaniku saat ada masalah.
Teman seumur hidup.
Hm… Benar. Harus teman seumur hidup yang menerima buket bunga pengantin.
Lihatlah, masih kurang apa?
Hanya ada rasa gemetar, di mana aku menganggapmu teman.
Aku lelah.
(Seo Jun Ji)
Halo.
Sedang apa? Sibuk?
Tidak sibuk. Sedang berbincang dengan rekan kerja. Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Merindukanmu, jadi, menghubungimu karena ada sedikit waktu luang.
- Di mana? - Masih bisa di mana? Di rumah sakit.
Ah! Benar, rumah sakit.
(Seo Jun Ji, Rumah Sakit Seoyeon)
Kenapa kau tiba-tiba punya waktu?
Ada kecelakaan di rapat tadi.
Kecelakaan? Kecelakaan apa?
Itu bukan apa-apa.
Ada barang di ruang rapat yang tidak diperbaiki, jadi, terjatuh.
Hanya terbentur ringan.
Berarti, kau terluka?
Sudah mengatakan tidak apa-apa.
Dokter.
Iya, harus rapat ulang lagi, aku akan menjemputmu setelah pulang kerja.
Ha Rin Oh.
Sungguh tidak apa-apa, ‘kan?
Aku membuatmu khawatir lagi.
Sungguh bukan masalah besar, jangan khawatir.
Sampai jumpa nanti.
Ha.
- Aku jalan dulu. - Pergilah.
- Sudah bekerja keras. - Pulanglah.
Eh, Seo Jun Ji.
Apa? Sudah bilang akan menjemputmu.
- Lihat, cepat. - Lihat apa?
Cepat, biarkan aku melihat lukanya.
Ha, kau bukan karena ini datang kemari, ‘kan?
Ha.
Sini, lihatlah.
Ha.
Bukan, aku juga bukan anak kecil.
Apakah kau harus datang ke sini dengan buru-buru?
Dan juga, aku ini dokter.
Siapa yang sedang mengkhawatirkan siapa?
- Sudah datang? - Sudah datang.
Ui Yeong Kim.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bisa melakukan apa lagi?
Di sini tempat pacarmu bekerja, aku juga bekerja di sini.
(Ui Yeong Kim, Rumah Sakit Seoyeon)
Jika tahu kau akan datang, aku akan membeli lebih.
Sungguh! Memintamu jangan membeli kopi, malah membeli air bersoda.
Ah! Asal minum saja, masih mau ini itu.
Bukan, ini sudah kopi ketiga untuk hari ini.
Jadi, minum empat gelas. Tiga dan empat gelas sama saja, minumlah.
Tidak sama.
Tertawa apa?
Tidak apa-apa, aku merasa kalian ini imut.
- Kau kenapa? - Aku juga tidak tahu.
Su Jin...
Apakah hidup dengan baik?
Iya, hidup dengan lumayan baik.
Pengangguran muda, sangat sibuk. Aku juga sangat sibuk,…
jadi, kita jarang bertemu akhir-akhir ini.
Sibuk itu alasan.
Apakah kita tidak sibuk?
Aku tahu. Tidak ada waktu bertemu, itu semuanya alasan.
Cih, sepertinya sudah sampai pada periode kelelahan.
Cih, aku juga tidak tahu dari mana masalahnya dimulai.
Apakah mereka dalam periode kelelahan?
Ah! Terkadang Su Jin akan menyebutmu.
Menyebutku?
Meskipun yang diungkapkan itu tak jelas,…
namun, dia sepertinya merindukan hari-hari ketika kita bersama.
Ah.
Eh, kopi di sini sangat enak.
- Benar, ‘kan? Pakai biji kopi yang bagus. - Iya.
(Berkah Agung)
(Berkah Agung)
- Lama tidak berjumpa. - Terima kasih, Kak.
(Berkah Agung)
Ini dibeli di kafe Kak Hye Min, ‘kan?
Kak Hye Min?
Itu siapa?
Bisa siapa lagi? Kakaknya Seo Jun.
Dari ekspresimu, merasa ada yang salah.
Bagaimana mungkin ini kafe Kakak itu?
Apa?
Bukankah kakak meninggal karena kecelakaan saat SMA?
Perasaan tidak enak yang coba kuabaikan...
menjadi kenyataan.
Kakak sudah meninggal?
Bukan.
Sebenarnya, kenapa?
- Karena apa? - Karena aku.
Hari itu, aku...
Kenapa tidak bersama Kakak? Malah bersamaku.
Karena pertama kali.
Seo Jun, kau...
pertama kali berinisiatif mengundangku makan malam.
Ibu, jika bukan karena aku, dan pergi ke undangan,
(Silakan turun dan berjalan)
(Belok kiri, sinyal pejalan kaki, lurus dan belok kiri) sekarang Kakak…
mungkin masih hidup.
(Silakan turun dan berjalan)
Karena aku telah mengubah masa lalu, Su Jin Do telah meninggalkanku,
Kak Hye Min sudah meninggal.
(Siswi SMA yang menyeberang jalan, tertabrak mati oleh sepeda motor)
(Siswi SMA yang menyeberang jalan, mati tertabrak. Alasan belum diketahui.)
(Kerusakan lampu sinyal, kecelakaan terjadi karena kesalahan sinyal.)
(Siswi SMA meninggal pukul 20.00, tanggal 27 Mei)
(Lampu sinyal di persimpangan Jalan Seoyeon, Kota Seoyeon…)
(yang disfungsi tanpa alasan jelas menyebabkan kekacauan lalu lintas.)
(Akibatnya, siswi Ji (19 tahun, wanita) yang berjalan…)
(di penyebrang jalan di Jalan Seoyeon tertabrak mati oleh sepeda motor.)
Saat aku menyadari semuanya salah,…
semua itu di hari yang sama.
Sekali lagi, kesempatan itu datang lagi.
Ini kesempatan.
Kembali ke masa lalu untuk menemukan Sun Jin Do.
Kesempatan yang bisa menyelamatkan Kak Hye Min dan Seo Jun Ji.
Jika aku gagal...
Tidak, kau bisa.
Karena pernah berhasil sekali, jadi, aku bisa melakukan yang lebih baik.
Ha Rin Oh, jika ingin ke kamar mandi...
Aku tidak ingin ke kamar mandi.
Tak ada kesalahan, hanya menggenggam setiap peluang.
Oh, Su Jin sudah datang.
Jangan melihat ini lagi, cepat pergi makan roti.
- Roti. - Kenapa?
Cepat jalan, roti.
Kenapa?
Hei, namun, foto kalian...
Makanlah lebih banyak, makan roti.
Kenapa seperti ini?
(Ibu, nanti malam ada waktu, tidak?)
Hei, kau... Itu... Sekarang...
Dengarkan dengan baik. Aku tidak bisa mengikutimu hari ini,…
jadi, kau perlu melakukan yang terbaik untuk mengatakan yang sebenarnya.
- Sudah tahu, ‘kan? - Membicarakan apa?
Jangan khawatir, akan segera membalasmu.
Bukan... Hei! Kau sekarang...
(Ibu, nanti malam ada waktu, tidak?) (Seo Jun, Ibu ada waktu. Ada apa?)
Cium baunya.
Pilih mana yang lebih baik?
Namun, apa sungguh boleh memilih ini?
Apakah Ibumu akan suka?
Tentu saja akan suka.
Bukankah kau yang memilihnya untukku? Seleramu sangat bagus.
Aduh, kau jangan terlalu berlebihan.
Terima kasih telah membantuku memilih hadiah untuk Ibuku hari ini.
Bukan apa-apa. Aku juga ingin keluar.
Dan aku harus berterima kasih padamu.
Selalu berada di sisiku.
Berteman denganku yang penuh dengan kekurangan.
Sungguh berterima kasih padamu.
Mengapa tiba-tiba mengatakan ini? Sangat menjijikkan.
Apa kau sakit?
Karena setelah kehilanganmu,…
aku baru menyadari, kau itu teman yang sangat penting bagiku.
Kehilangan aku?
Aduh, kira-kira maksudnya itu.
Bagaimanapun itu, untungnya kau mengetahui kebaikanku.
Kelak, kau juga akan selalu berteman denganku, ‘kan?
Tergantung performamu.
Ayo, jalan.
Selembar kertas aneh yang kau berikan sangat membantuku.
(Seo Jun Ji)
Terima kasih, untung ada kau.
- Persimpangan jalan Seoyeon. - Baik.
Butuh berapa lama?
Dibutuhkan sekitar 30 menit.
Ah! Maka sudah tidak sempat.
Pak Sopir, mohon belok kanan di pertigaan jalan di depan.
- Setiap hari sangat macet di sana. - Hari ini di sana tidak macet.
Bahkan, jika macet, aku juga tidak peduli.
Oh! Sangat aneh, biasanya setiap hari sangat macet.
Ha.
Sekarang, hanya tinggal menyelesaikan hal terakhir.
(Seoul)
Juga, seperti sebelumnya.
Kak Hye Min.
Momen krisis...
Selalu datang terakhir.
(Perjalanan waktu hanya bisa dilakukan di haripengambilan foto, tak boleh lewat tengah malam)
Oh, Seo Jun, kenapa? Apakah memerlukan sesuatu?
Iya, itu...
Tidak perlu apa pun, tidak apa-apa.
Hehe.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.