All language subtitles for The.Magical.Shooters.2021.1080p.WEB-DL.DD5.1.H264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

recehoki.net SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA

DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER

MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!

Benar.

Sudah lelah.

Bukannya sedang dibicarakan?

Benar sekali.

Kau juga tahu, kan?

Tidak.

Ya.

Lihatlah orang lain...

Dasar...

Pembunuhan...

Pembunuhan...

Cepat lari!

Tangan Hantu, kau pengkhianat!

Mengandalkanmu saja pasti tak akan bisa menghancurkan Xihe Tang.

Subtitle by RhainDesign Palu, 2 Agustus 2021

Membunuhnya...

butuh waktu berapa lama?

Tiga hari.

Akan kubunuh Zhang Kaifeng.

Tangan Hantu,

kau harus tepati janjimu.

Kutunggu kabar baikmu.

Siapkan uangnya.

Bangun.

Perintah dari Xihe Tang,

bunuh mereka semuanya.

Ini hadiah bagus dari Panglima Ma,

coba hisap sebatang.

Panglima Ma terlalu sungkan.

Silakan.

Bahkan tak tahu cara hisap cerutu.

Kau bukan Tangan Hantu.

Kubunuh kau!

Jangan...

Pergi lihat bagaimana kondisi di luar sana.

Baik.

Ayo, jalan.

Sudah lama tidak bertemu.

Tampaknya Xihe Tang sangat baik padaku.

Bahkan kau, Leng Feng juga datang.

Kau tak pantas menyebut Xihe Tang.

Kalian berdua kelihatan seperti pahlawan.

Di sini aku ada satu kantong uang perak,

yang akan diberikan pada kalian.

Sebagai tanda pertemanan kita,

dan tolong bebaskan aku.

Di luar Kota Jiangcheng,

kekacauan di mana-mana.

Aku tak menyangka,

bisnis Bos He di sini

berjalan begitu baik.

Bukankah semua ini karena

kesuksesan dari pemerintahan Panglima Ma?

Kepala Wei,

mulai sekarang kita butuh perlindunganmu.

Tentu saja.

Di tengah kekacauan ini,

Kota Jiangcheng masih bisa mendapatkan kedamaian,

tentu saja tak terluput dari

dana yang diberikan oleh Bos He.

Semua ini tanggung jawabku.

Panglima Ma sudah terlalu sungkan.

Lapor.

Wakil Komandan Li telah dibunuh.

Apa?

Sepertinya...

ada yang mau mengganggu kedamaian Kota Jiangcheng.

Jangan khawatir, Panglima.

Kujamin,

mulai saat ini,

tak akan ada yang

mengganggu kedamaian Kota Jiangcheng.

Jika mau Kota Jiangcheng damai,

tak terpisahkan dari makanan dan amunisi.

Pamanku,

Sekretaris Jenderal pernah bilang,

kemakmuran kota Jiangcheng

membutuhkan

strategi dan

kekompakkan semua orang.

Sekretaris Jenderal sungguh bijak.

Kemampuanku yang kurang.

Kebetulan,

ada beberapa jalur amunisi.

Kau tenang saja.

Hal ini

akan kami tangani dengan baik.

Tapi,

biaya operasionalnya...

Mengerti.

Mengerti.

Demi kedamaian

Kota Jiangcheng,

aku akan

berusaha sekuat tenaga.

Baik.

Tak perlu mengantar lagi.

Bos,

sudah diperintahkan semua.

Bagaimana selanjutnya?

Siapa kalian?

Kenapa kalian menangkapku?

Namamu Lu Lan,

Shen Lie kakakmu.

Bagaimana kau bisa tahu?

Kenapa kau menangkapku?

Lepaskan aku.

Jika kau bisa berjalan keluar dari kamar ini dengan selamat,

akan kuberitahu sebabnya.

Kau hanya punya tiga kali kesempatan.

Aku menantimu keluar dengan selamat.

Lepaskan aku!

Jangan asal bergerak.

Leng Feng,

minggir.

Siapa kalian sebenarnya?

Kau mengenalinya?

Dari mana asal liontin ini?

Katakan!

Waktu itu,

Shen Lie membantu organisasi membunuh pengkhianat Tangan Hantu,

dan tak sengaja terperangkap.

Kemudian...

dibunuh oleh Tangan Hantu.

Kau bilang Kakakku sudah mati?

Tidak.

Duduklah.

Sebelum Kakakmu mati,

dia sering mengungkit tentangmu.

Dia bilang,

dia punya Adik yang sangat istimewa.

Dia mau sekali bertemu denganmu.

Tapi akhirnya dia tetap saja tak sempat bertemu denganmu.

Sebelum meninggal, Shen Lie berpesan padaku,

agar aku harus mencarimu.

Dan menyerahkan barang ini

padamu.

Di antara Tangan Hantu...

dan Shen Lie,

ada kebencian yang sangat dalam.

Dia mampu membunuh Shen Lie,

dia juga mampu membunuhmu.

Dengan bergabung dengan kami,

kami akan melatihmu menjadi pembunuh terhebat,

bisa membantu Kakakmu balas dendam.

Pembunuh terhebat?

Ada beberapa orang,

ditakdirkan sebagai pembunuh sejak lahir.

Aku...

Aku ada hal lain untuk dilakukan.

Anak liar dari mana ini?

Mencuri bakpaoku?

Aku lapar.

Barang ini lumayan berharga.

Apa yang kau lakukan?

Jangan menindas Adikku!

Adikmu?

Dia mengambil bakpaoku dan tidak membayarnya.

Baik,

aku akan membayarmu.

Dasar dua anak pengemis.

Lu Lan,

kau harus ingat,

liontin ini peninggalan satu-satunya

dari Ayahmu dan Ayahku.

Kau jangan menghilangkannya.

Kak.

Wajahmu...

kau mencuri dompet dan

dihajar oleh orang lain, ya?

Kau jangan bicara sembarangan,

siapa yang bisa menghajarku?

Hanya aku, Kakakmu ini yang

akan menghajar orang lain.

Sebelumnya kejadian angsa besar di ujung Timur Desa itu,

Kau sudah lupa?

Begitu banyak makanan enak juga tidak bisa menutup mulutmu?

Ayo cepat makan.

Kak,

kami tidak keberatan sekolah ataupun tidak.

Alasan Xiao Si mau pergi,

karena bapak tua itu bilang

setelah menghafal dengan baik,

maka akan beri kami permen.

Aku tidak ada.

Jelas-jelas ada.

Biaya sekolah sangat mahal.

Sudah bisa membeli banyak permen.

Sudahlah,

kalian berdua...

jika punya niat belajar,

maka sudah merupakan hal yang sangat baik.

Mengenai biaya sekolah,

akan kucari caranya.

Setelah makan,

kalian berdua pergi kemas seluruh barang,

kita sudah harus

meninggalkan Kota Jiangcheng.

Ke mana lagi kita akan pergi?

Ke...

ke sebuah tempat

penuh dengan makanan,

penuh dengan minuman,

dan bisa belajar,

bahkan ada banyak permen di sana.

Bagaimana?

Maaf.

Maaf.

Apa kau yang menyuruh orang mengikutiku?

Jangan ikuti aku lagi.

Jika mengikutiku lagi,

lihat bagaimana aku menghabisimu.

Adik,

di siang bolong ini...

pemaksaan ini namanya.

Cepat!

Cepat!

Aku akan pergi dulu.

Tidak menganggumu dulu.

Jika tidak mau mati, diamlah di tempat.

Kau mau mencelakaiku?

Kak.

Kau sudah mengikutiku seharian.

Jika bukan aku menolongmu hari ini,

kau sudah habis hari ini,

tapi kau malah memukulku?

Kau pikir aku mau mengikutimu?

Anggap ini kupinjam darimu.

Kukembalikan nanti.

Hei bocah busuk!

Jangan pergi!

Jangan pergi!

Jangan pergi!

Jangan pergi!

Xiao Si, Xiao Wu,

jangan tidur lagi,

ayo kemasi barang kalian,

kita tinggalkan tempat ini.

Xiao Si, Xiao Wu...

Tangan Hantu!

Aku pasti akan membunuhmu!

Aku mau gabung dengan kalian.

Kau harus memikirkannya dengan baik.

Selama kalian izinkan aku membunuh Tangan Hantu.

Xihe Tang.

Demi kebaikan dunia,

membasmi kejahatan.

Apa pun yang dilakukan,

siapa pun yang dibunuh,

semua demi kebaikan semua orang.

Hari ini Lu Lan bergabung dalam Xihe Tang,

belajar jurus membunuh orang,

melakukan kebaikan.

Berikut peraturannya,

tak boleh membunuh yang tak bersalah,

tak boleh melanggar aturan,

tak boleh meninggalkan organisasi secara sembarangan.

Mulai detik ini,

sisa hidupku,

hanya untuk membalas dendam.

Di dunia ini tak ada keajaiban.

Kemarahan tak akan bisa perbaiki perbedaan kemampuan yang ada.

Dan sekarang,

masih belum saatnya.

Hal yang bisa kulakukan sekarang

hanyalah berlatih.

Berlatih.

Terus berlatih.

Dengan begitu,

aku baru bisa menyamainya.

Melampauinya.

Menghancurkannya.

Sungguh tempat yang indah.

Kau pikir apa?

Aku berpikir,

seandainya kota Jiangcheng bisa sesepi ini di siang hari.

Kukembalikan ini padamu.

Kita berdua sudah berdamai.

Kau tidak menukarnya dengan benda lain, 'kan?

Sepertinya kau tak bisa membedakan benda bagus atau tidak.

Anting-anting ini

sangat mahal.

Siapa bilang aku tidak bisa membedakan?

Intinya, anting-anting ini

dipinjam darimu.

Jika kau meminjam sesuatu, maka harus dikembalikan.

Aku sangat bermoral.

Jadi, kau mencariku

hanya untuk kembalikan ini?

Bukan.

Aku hanya

berjalan-jalan,

lalu,

bertemu denganmu.

hanya jalan-jalan.

Kalau begitu, kebetulan sekali.

kau bisa menceritakan sedikit soal kakakku?

Apa dia tampan sepertiku?

Tidak.

Tentu saja tidak setampan aku.

Kuberi tahu, ya.

Saat kecil, mereka semua bilang

aku jauh lebih tampan dari pada kakakku.

Mukamu juga jauh lebih tebal dari pada kakakmu.

Apa masih ada yang lain?

Misalnya,

Kakakku suka apa,

suka melakukan apa.

Aku tak akrab dengannya.

Aku pergi dulu.

Masih belum akrab kenapa sudah pergi?

Sudah mengantuk.

Kapan sebenarnya aku bisa mencari Tangan Hantu untuk balas dendam?

Aku akan membiarkanmu pergi

saat aku mau kau mati.

Kau begitu ingin aku mati, ya?

Kau tega?

Apa keuntunganmu jika aku mati?

Ini dokumen untuk misi kali ini.

Apakah membunuh Tangan Hantu?

Targetnya adalah

Wei Yuheng.

Tampak luar, dia itu Kepala Polisi.

Faktanya, dia diam-diam menjual senjata.

Berbisnis menghasilkan kekayaan dalam perang.

Jadi,

harus menghapus tumor ini.

Ketua, lihat!

Datang seorang wanita cantik.

Lihatlah!

Seorang wanita muda

telah minum banyak.

Komandan,

kau harus bertanggung jawab.

Kemarilah. Duduk dan katakan.

Mereka sangat mengganggu.

Siapa?

Kau tidak tahu sebesar apa aku tersiksa.

Lihat dia yang terganggu.

Nona,

kenapa denganmu?

Tuan Komandan,

pengemudi angkong itu.

Dia seperti preman.

Benarkah?

Dia terus tak membiarkanku pergi.

Dia juga bilang,

ongkos angkong yang kubayar kurang.

Jika seperti ini,

kau berhutang pada orang.

Dia bilang, berapa hutangmu?

Aku tak berhutang padanya.

Siapa itu?

Berani sekali bilang seperti itu jika tidak berhutang?

Tuan Komandan,

kau jangan memercayainya begitu saja.

Benarkah?

Benar, kan?

Benar. Ayo.

Duduklah.

Duduk dan bilang.

Keterlaluan.

Dua koin perak ini,

aku masih mampu membayarnya.

Benar. Kau kaya sekali.

Sekarang aku...

Pusing, ya?

Kepalaku sakit sekali.

Sakit kepala, ya?

Tuan Komandan, aku minum terlalu banyak.

Tolong beri aku air.

Baik.

Ambilkan segelas air.

Sekumpulan sampah!

Aku tak dendam padamu,

juga tidak pernah bertemu denganmu.

Jika kau mengambil uang dari orang lain,

aku akan memberimu tiga kali lipat.

Bisnis,

bisa didiskusikan, kan?

Tiga bulan lalu,

di mana letak senjata yang kau beli untuk Ma Wenchang?

Jangan terburu-buru.

Katakan.

Jangan terburu-buru.

Pikirkan baik-baik.

Kau juga tidak akan bisa keluar setelah membunuhku.

Jangan merusak jalan keluarmu sendiri.

Buka.

Kita bisa langsung mengambil senjatanya,

kenapa harus membunuh orang?

Ini tugas Xihe Tang.

Tugas?

Apa tugas harus membunuh orang?

Membunuh Kepala Polisi yang memperjualbelikan pistol,

apa gunanya bagi kota Jiangcheng?

Dia menjual senjata secara pribadi,

memfasilitasi perang bagi para Panglima Perang.

Membunuhnya

akan membuat rakyat kota Jiangcheng

mendapatkan kedamaian yang abadi.

Membunuh demi menyelamatkan orang,

apakah ini keadilan Xihe Tang?

Jika kita tak mencegahnya,

begitu perang terjadi,

semuanya sudah terlambat pada saat itu.

Lihatlah ke bawah.

Menari dan menyanyi dengan damai,

menikmati kehidupan mewah.

Betapa bahagianya mereka.

Tapi, siapa yang bisa membayangkan

di kota Jiangcheng ini

perang terus membara, rakyat tak bisa cari nafkah.

Kau tahu kenapa?

Karena kami

mau perdamaian.

Jadi, harus ada yang pengorbanan.

Karena itu,

banyak orang yang menyerahkan nyawanya,

termasuk kakakmu.

Inilah arti keberadaan Xihe Tang.

Lu Lan,

kuharap

kau bisa lanjutkan keinginan kakakmu yang belum terpenuhi.

Lalukan apa yang belum selesai dilakukannya.

Jangan mengecewakanku.

Yang lebih penting lagi,

jangan mengecewakan rakyat ini.

Kau bisa melakukannya?

Panglima Zhang,

silakan.

Silakan duduk.

Panglima Ma,

Panglima Zhang sudah datang.

Maaf.

Aku terpesona.

Ini sangat indah.

Dibandingkan dengan Opera Shaanxi kami,

ini lebih banyak benda asingnya.

Ayo,

cobalah

anggur dari Perancis

yang kusiapkan khusus untukmu.

Menurutku,

shaojiu kami lebih enak.

Kita tak terbiasa dengan anggur asing ini.

Ini anggur bagus,

harus dinikmati dengan pelan.

Aku ini

tak bisa bersabar.

Semuanya kulakukan dengan buru-buru.

Panglima Zhang memang tak bisa bersabar.

Kudengar,

beberapa waktu lalu Panglima Zhang mengambil sebuah kota lagi.

Masalah ini,

bahkan diketahui oleh pamanku.

Dia juga secara khusus memintaku

untuk sering mengawasi.

Aku punya reputasi sebesar itu, ya?

Kalau begitu, aku harus berterima kasih

atas cinta dari

Sekretaris Jenderal.

Panglima Zhang gagah berani,

sudah seharusnya diapresiasi.

Jika ada kesempatan,

aku akan merekomendasikanmu

pada Sekretaris Jenderal.

Aku punya kekurangan.

Antek ini,

aku tidak bisa melakukannya.

Panglima Zhang,

jangan bilang begitu.

Kami, kota Jiangcheng,

berterima kasih atas perhatian Sekretaris Jenderal.

Kami akhirnya bisa memperoleh kedamaian yang sekarang.

Benar, kan,

Panglima Ma?

Perang ini,

paling membutuhkan uang.

Begini saja.

Aku, seorang He

akan menyediakan lagi 100 ribu koin perak

untuk mendukungmu.

Bagaimana?

Aku hanya seorang tentara,

cukup dengan makan kenyang saja.

Untuk apa aku mau begitu banyak uang?

Ini...

Di dunia ini

tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan dengan uang.

Siapa bilang?

Aku mengeluarkan 150 ribu

untuk membuat Ma Wechang

keluar dari kota Jiangcheng.

Pensiun.

Apa yang mau kau debatkan denganku?

Dengan mengandalkan tentara hancurmu,

kau masih mau mengusik kota Jiangcheng?

Aku mengusikmu.

Apa yang bisa kau lakukan padaku?

Marga Zhang,

kau sungguh tak tahu malu!

Orang lain menganggapmu serius.

Di sini,

kau hanyalah sampah.

Tangkap.

Dunia ini jahat.

Jika aku tidak punya pertahanan apa pun,

anggotamu semua ini,

semuanya sudah kabur.

Kita makan hot pot dengan baik-baik,

kenapa berubah menjadi seperti ini?

Berhenti marah.

Semuanya berhenti marah, ya?

Begini saja, Panglima Zhang.

Hidupmu ada padaku.

Bagaimana?

Panglima Ma,

ingatlah,

aku masih akan kembali.

Hanya seorang yang tidak baik.

Panglima Ma,

Aku pasti akan membujuknya.

Aku pamit dulu.

Edisi khusus.

Mantan Sekretaris Jenderal, Ma Zongqi diserang oleh pembunuh.

Edisi khusus.

Mantan Sekretaris Jenderal, Ma Zongqi diserang oleh pembunuh.

Edisi khusus.

Mantan Sekretaris Jenderal, Ma Zongqi diserang oleh pembunuh.

Target misi kita kali ini,

Ma Wenchang.

Setelah kehilangan perlindungan Ma Zongqi,

bukannya bertobat,

perdagangan senjatanya malah semakin menjadi.

Panglima perang di sekitarnya telah merespon untuk mempersiapkan perang.

Jika terus seperti ini,

kota Jiangcheng akan jadi medan perang.

Jadi, kita harus menghabisinya.

Tapi, dua hari ini Ma Wenchang

tak pernah muncul dan dijaga ketat.

Aku khawatir

kita tidak bisa bertindak.

Ma Wenchang itu orang sombong.

Setelah dua hari,

aku akan mengirim persenjataanya ke Gudang No. 42 di utara kota.

Pada saat itu,

dia pasti akan pergi untuk menghitungnya sendiri.

Gudang dijaga ketat.

Jaraknya hanya berbeda satu jalan dari baraknya.

Jadi, pada saat di perjalanan menuju gudang,

kita harus membunuhnya.

Sudah kupikirkan lokasi.

Menara Genderang Zhongshan.

Di sini ada belokan tajam,

rombongan mobilnya pasti akan mengurangi kecepatan.

Selain itu, ada banyak pedagang yang mempermudah kita untuk sembunyi.

Ada titik tinggi di menara ujung jalan.

Itu posisi penembak terbaik.

Pada saat itu, kita akan pakai suara tembakan Leng Feng

sebagai sinyal untuk menjalankan seluruh operasi.

Subtitle by RhainDesign Palu, 2 Agustus 2021

Lu Lan, jangan kejar.

Jangan terburu-buru.

Aku akan menghalanginya dulu.

Aku pergi.

Dengarkan aku sampai selesai.

Panggilkan Leng Feng dan bantuan lainnya.

Ini kesempatan bagus untuk mengepungnya.

Gao Shan.

Bertahanlah, Gao Shan.

Bagaimana?

Gao Shan.

Gao Shan.

Gao Shan.

Gao Shan.

Gao Shan.

Gao Shan.

Kejar dia.

Jangan kejar lagi.

Hati-hati, ada gertakan.

Kematian Gao Shan,

tidak menyalahkanmu.

Tangan Hantu harus mati.

Kau bisa menemukannya?

Tidak tahu.

Dengan kemampuanmu yang sekarang,

kau tidak akan bisa membunuh Tangan Hantu.

Aku akan pergi bersamamu.

Membunuh Tangan Hantu itu masalahku.

Aku tak bisa melibatkan siapa pun lagi.

Membunuh Tangan Hantu bukanlah masalahmu saja.

Tangan Hantu membunuh begitu banyak saudara Xihe Tang-ku.

Aku tidak ingin kau yang mati selanjutnya.

Tapi, aku tidak pernah berpikir untuk kembali dalam keadaan hidup.

Sejak dari pertama kali kau mengenalku,

kau tahu aku pasti akan membunuh Tangan Hantu.

Kenapa kau tidak mendengarku?

Kenapa harus seenakmu sendiri?

Kenapa itu kau?

Aku beri tahu kau,

ini juga tugasku.

Yang kau bilang tidak tepat.

Aku mau mencari seseorang.

Kau mengenalnya?

Di mana Tangan Hantu?

Aku tak mengenal Tangan Hantu.

Kau tahu siapa yang mau kucari?

Aku tak bisa membantumu.

Maju selangkah lagi,

akan kuhancurkan kepalamu.

Beri tahu dia,

datang ke sini dan cari aku.

Dia mungkin pergi mencari Tangan Hantu sendirian.

Bawa lebih banyak orang.

Jika bertemu dengan Tangan Hantu,

langsung bunuh.

Ya.

Xiao Si, Xiao Wu,

kalian berdua di sana

pasti lebih bahagia dari pada ikut denganku.

Kakak bakarkan sedikit uang kertas untuk kalian.

Kalian di sana,

belilah apa yang mau kalian beli.

Sisa uangnya,

Pakai untuk mengundang seorang guru.

Kali ini tidak perlu mengkhawatirkan biaya sekolah.

Kakak Tertua,

biar adikmu ini,

menghormatimu.

Kau di sana,

banyak membantuku merawat dua anak itu.

Berkati adikmu,

agar berhasil membalaskan dendam kalian.

Pada saat itu, aku akan mendirikan monumen untuk kalian.

Yang kau tahu bukanlah kebenaran.

Bocah,

kau sudah dewasa.

Keterampilanmu lumayan.

Kau bilang apa?

Kau sejak kecil sudah memuja orang yang memakai sepatu.

Setelah datang ke kota,

kau bersikeras menyemir sepatu untuk mendapatkan uang.

Tapi saat itu,

kita bahkan tidak punya uang untuk membeli kotak sepatu.

Kemudian kau menangis.

Kau bilang, kelak,

harus menjadi tukang semir sepatu.

Kubilang padamu,

kau tak boleh seumur hidup menjadi tukang semir sepatu.

Kau harus sekolah,

mengenal huruf.

Kau tanya kembali padaku.

Apakah sekolah,

mengenal huruf,

bisa menghasilkan uang?

Kau Kakakku,

dan juga Tangan Hantu.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Semua sudah direncanakan dengan baik.

Membunuh kedua anak itu.

juga merupakan bagian dari rencana.

Tujuannya adalah,

memaksamu masuk ke Xihe Tang.

Kakak Besar!

Kakak Besar!

Kau terus menipuku.

Mulai dari awal,

kau sudah tahu Kakak Besar belum mati.

Sebenarnya, kalian tidak ada yang bisa membunuh Kakak Besar.

Hanyalah aku,

satu-satunya kesempatan kalian untuk membunuh Kakak Besar.

Kau bicaralah!

Kau pergi saja.

Jangan sampai aku melihatmu lagi.

Kau tahu yang bermarga He itu...

Cepat pergi!

Jangan sampai aku berubah pikiran.

Bagaimana dengan Xiao Si dan Xiao Wu?

Xiao Si dan Xiao Wu,

mereka berdua...

Mereka berdua anak yang tak berdosa.

Yang bermarga He itu,

bahkan tidak melepaskan mereka berdua juga.

Kenapa?

Jangan menindas Adikku.

Semua tipu muslihat Xihe Tang.

Ini materi tugas kali ini,

semua sudah direncanakan dengan baik.

Bergabung dengan kami,

jangan membuat rakyat kecewa.

Anak yang tidak berdosa.

Aku tak pernah berpikir untuk hidup.

Bagaimana dengan Xiao Si dan Xiao Wu?

Ini,

minum air dulu.

Aku ada di mana?

Di kamar Shen Lie.

Ini Shen Lie.

Terhadap informasi yang dikumpulkan Xihe Tang,

mulai sejak pergi dari Xihe Tang,

dia terus menyelidiki Bos He diam-diam.

Membunuh Ma Zongqi,

melenyapkan Ma Wenchang,

untuk mengangkat Zhang Kaifeng.

Tapi, Zhang Kaifeng hanyalah salah satu pion di tangan Bos He.

Setelah kalian bubar,

dia terus mencarimu.

Hari di saat kau menyamar sebagai penembak,

dia sudah mengenalimu.

Tapi pembunuh Xihe Tang terus berada di sekelilingmu.

Dia takut mengenalimu dengan gegabah

membuatmu masuk ke dalam bahaya.

Setelah itu,

kau masuk ke Xihe Tang.

Dia tak punya kesempatan,

untuk bertemu denganmu lagi.

Sampai hari di mana kau membunuh Ma Wenchang,

dia pun meninggalkan petunjuk.

Mengarahkanmu untuk bertemu.

Ini uang dan tiket kapal

yang ditinggalkan Shen Lie.

Harapannya,

kau bisa segera meninggalkan kota Jiangcheng,

hidup dengan baik.

Kalau begitu,

apa Shen Lie sudah mati?

Kau yakin?

Mayatnya belum ditemukan.

Bagaimana dengan Lu Lan?

Sepertinya kau membuatku kecewa.

Musuh terbesar pembunuh,

adalah tergerak hatinya.

Kau seharusnya mengerti.

Kau membunuh Ma Wenchang,

untuk membantu Zhang Kaifeng.

Benar, kan?

Zhang Kaifeng lebih mampu melindungi Jiangcheng.

Jadi kau mengaku,

bersekongkol dengan Zhang Kaifeng.

Kau terus menipu kami.

Kau tahu,

ada kalanya,

manusia yang salah melihat dunia ini,

tapi selalu menyalahkan

dunia yang menipu dirinya.

Lalu kenapa membunuh dua anak yang tak berdosa itu?

Apa aku harus melaporkan apa yang kulakukan padamu?

Pengawal,

kurung dia.

Biar aku sendiri saja.

Edisi khusus!

Zhang Kaifeng menyerang Jiangcheng!

Edisi khusus!

Zhang Kaifeng menyerang Jiangcheng!

Edisi khusus!

Zhang Kaifeng menyerang Jiangcheng!

Panglima Perang Zhang Kaifeng memasuki Jiangcheng.

Semuanya turun dari mobil.

Yang di belakang tetap tinggal,

sisanya ikut denganku.

Panglima Zhang,

angin apa yang membawamu datang kemari?

Duduklah.

Apa maksudnya?

Berniat menjebak seseorang,

pasti akan selalu menemukan alasannya.

Panglima,

ini jelas-jelas

sedang menjebakku,

merusak hubungan kakak-beradik kita.

Kurasa,

kau yang melakukannya.

Kalau begitu,

Panglima harus berterima kasih pada orang yang antar surat ini padamu.

Dengan adanya surat ini,

kau mempunyai

alasan untuk membunuhku.

Aku membunuhmu,

apa masih butuh alasan?

Bilang persyaratannya.

Bubarkan Xihe Tang.

Potong lengan kanan sendiri.

Aku bisa memberikan kesempatan hidup untukmu.

Lalu apa bedanya dengan membunuhku?

Ada perbedaan.

Setidaknya, kau masih bisa

melanjutkan minum arak.

Saat aku menggantikanmu membunuh Ma Wenchang,

merebut Jiangcheng,

kau sudah mempertimbangkan,

selanjutnya akan membunuhku.

Benar, kan?

Kau pintar.

Tapi,

sayang sekali,

aku menggunakan enam biji peluru

untuk mengambil nyawa Ma Wenchang.

Coba tebak,

apa yang kusiapkan untukmu.

Kau menyiapkan palu.

Kau pikir para tentara yang kubawa ini,

semua hanya makan tanpa bekerja?

Xihe Tang sudah berdiri ratusan tahun,

semuanya agar para politikus bisa dapatkan kekuasaan.

Aku bertempur untuk para politikus itu.

Kenapa tidak menguasainya sendiri?

Kalian yang tak berguna ini,

walaupun punya lebih banyak tentara lagi,

apa ada gunanya?

Kuberikan kesempatan hidup untukmu,

kau sendiri yang tidak mau hidup.

Panglima,

walaupun kau menanggil

seluruh tentara kemari,

juga tidak ada gunanya.

Jujur memberi tahumu,

hari ini,

jangan ada yang berpikir untuk hidup.

Keluar

dari pintu besar ini.

Tahu kenapa kau bisa mati?

Kau terlalu sombong.

Leng Feng!

Leng Feng!

Kau bagaimana?

Tak apa, kan?

Kenapa kau datang?

Cepat pergi!

Keluar dulu baru bicara.

Ayo pergi!

Jangan bergerak!

Hebat sekali!

Kau rang pertama,

yang bisa keluar dari Xihe Tang

hidup-hidup.

Kenapa?

Mau membunuhku?

Benar, kan?

Kita lihat apakah kau punya kemampuan ini.

Kau membuatku sangat kecewa.

Aku susah payah mendidikmu.

Awalnya...

Kau bisa punya masa depan yang indah.

Tapi kau mengecewakanku.

Kau mendidikku,

hanya untuk memuaskan dirimu sendiri.

Agar aku membantumu membunuh lebih banyak orang.

Kau terus menipuku.

Orang biasa,

tak mengerti ambisi orang besar.

Di mata kalian,

hanya bisa melihatku membunuh.

Kalian selamanya tak bisa melihat,

keinginanku untuk menciptakan

Jiangcheng yang makmur.

Leng Feng.

Sejujurnya,

aku tak rela membunuhmu,

karena aku yang memberimu nyawa.

Bagaimana kalau begini saja.

Hari ini,

kau bunuh dia.

Di antara kita,

sudah lunas.

Aku memberimu kebebasan.

Aku berhutang padamu.

Saat aku meletakkan pistolku,

semuanya sudah lunas.

Kau bisa melunasinya?

Baik.

Sudah lunas.

Leng Feng, bertahan.

Bertahan.

Aku akan membawamu keluar.

Bertahan.

Lelah.

Aku sudah lelah.

Tidak mau pergi.

Lu Lan,

di hidupku ini,

dapat mengenalmu,

aku sungguh sangat senang.

Aku akan membawamu pergi.

Lagi memikirkan apa?

Aku lagi berpikir,

betapa baiknya jika siang hari Jiangcheng bisa setenang ini.

Leng Feng.

Leng Feng.

Dasar bodoh,

jangan pergi!

Jangan pergi!

Jika masih mengikutiku,

lihat bagaimana aku memberimu pelajaran.

Anggap kupinjam padamu,

nanti kukembalikan.

Aku pergi bersamamu.

Sebenarnya kapan bisa kucari Tangan Hantu untuk balas dendam?

Saat aku mau kau mati,

aku akan membiarkanmu pergi.

Melihat dengan mata kepala sendiri,

orang yang dicintai mati di pelukanmu sendiri.

Sangat menyedihkan bukan?

Tapi kau akan segera

pergi menemaninya.

Shen Lie,

aku tahu kmu tak semudah itu bisa mati.

Kau memang pembunuh terbaik di sini.

Benar juga,

dengan begini permainan barulah menarik.

Lu Lan!

Tangkap!

Keluar kalian!

Begini saja,

kita lakukan transaksi,

asalkan kalian berhenti sampai di sini,

aku dan kalian semua akan menikmati Jiangcheng bersama.

Bagaimana?

Jiangcheng bukan punya siapa pun,

jangan bermimpi lagi.

Keluar!

Keluar!

Bukankah mau membunuhku?

Kemari!

Keluar!

Kemari!

Sudah takut, ya?

Kakak besar,

kita ke mana sekarang?

Kita pergi menyambut

dunia yang baru.

recehoki.net SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA

DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER

MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.