All language subtitles for The.House.That.Never.Dies.2014.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Buddha percaya ada delapan kepahitan untuk diderita di enam jalan:

kelahiran, usia tua, penyakit, kematian,

bersama orang atau hal menjijikkan, terpisah dari orang terkasih,

gagal mendapat apa yang dicari atau kesedihan tiada henti.

Hidup berjalan seperti roda berputar,

kita semua terjebak di dalam putaran.

AGUSTUS 1986

MAKAM HUO NIANJUN

Ibu,

jika Nenek tahu aku pindah ke daratan, dia akan senang.

Hari itu akhirnya tiba.

Ya,

setelah tujuh tahun.

Meng, bawa baju tebal, musim dingin Beijing sangat dingin.

Ayah akan suka jika pakaianku warna-warni?

Dia akan menyukaimu, tak peduli pakaianmu.

- Meng, belum selesai pilih pakaian? - Aku mencari nenekku.

Nenek, kau tak ikut kami?

Tidak.

Aku terbiasa tinggal di Taiwan

setelah lama di sini.

Aku tak pergi. Akan tetap bersamamu.

Kau gadis bodoh,

jangan lupa jika kau pergi ke daratan, kau akan bertemu ayahmu setiap hari.

Meng, kau mengganggu nenekmu lagi?

- Semua sudah siap? - Ya.

Ibu,

jangan cemas.

Aku tahu aku akan bahagia.

Yitang adalah pilihanmu sendiri,

aku percaya pilihanmu benar.

Kunci ini untuk rumah leluhur kita, nomor 81.

Warisan nenekmu sejak lama.

Kini menjadi milikmu.

Meng, jangan keras kepala seperti ibumu.

Dia tak tinggal di rumah indah,

tetapi di rumah leluhur di jalan lingkar kedua.

No. 81 adalah rumah leluhur kami,

bukankah bagus daun gugur kembali ke asalnya?

Mudah dikatakan, tetapi membuat Tuan Zhao sibuk.

- Minumlah. - Terima kasih.

JINGCHENG NO. 81

Masuklah. Lihat!

Halaman indah di dalam rumah, dengan pencahayaan bagus!

Desain khas Barat yang begitu indah. Sungguh istimewa!

Mana mungkin rumah sial? Aku penasaran apa leluhurmu kaya.

- Aulanya di sana, ayo. - Ruoqing, selera leluhurmu bagus.

Ada banyak perabot di dalam, barang antik yang mahal,

jadi, kusimpan semua.

Aku sudah sering kemari hingga seperti rumahku.

Kemari, ayo istirahat.

- Minumlah air. - Baik.

Tuangkan ke dalam gelas.

- Ini. - Terima kasih, Bibi.

- Mau air? - Baik.

Kau akhirnya pulang, Tuan Zhao.

Paman Gen.

Ini istriku, Ruoqing. Dia datang dari Taiwan.

Nyonya Zhao? Lalu Nona Glaze…

Itu aku. Hanya sekadar lewat dan membantunya.

Aku sudah terlalu tua dan pikun untuk membedakan mereka.

Aku harus berhenti merepotkanmu. Jika butuh sesuatu, aku di aula leluhur.

- Aku pergi. - Terima kasih bantuannya.

Paman Gen ini sungguh luar biasa.

Saat seusia Meng, dia sudah bekerja di rumah leluhurmu.

Usianya hampir 80 dan tak pernah meninggalkan rumah ini.

Tidurlah nyenyak sendiri.

- Selamat tidur. - Selamat tidur, Ibu.

Tidurlah sekarang.

Ada apa?

Aku merasa ada orang lain di rumah ini.

Benarkah?

Ini salahmu.

Karena kau tak ada di sisiku,

aku berhalusinasi.

Benarkah?

Penulisku yang hebat, seperti katamu,

akulah inspirasimu.

Saat kau buka matamu di masa depan,

aku akan berada di sisimu.

Glaze ada masalah komposisi. Cepat sini!

Aku harus keluar.

Ada masalah di percetakan.

Yitang,

apakah kau dan Glaze

menyembunyikan sesuatu dariku?

Apa maksudmu? Aku akan membahas pekerjaan dengannya.

Kini sudah larut. Kalian tak bisa bahas besok?

Buku barumu sedang dicetak di percetakan.

Ada masalah komposisi. Bukankah harus kuatasi?

Kau selalu mengutamakan pekerjaan.

Aku harus apa di sini?

Sebenarnya, aku sama denganmu.

Begitu bekerja,

aku melupakan orang dan hal di sekitar.

Penulis itu seperti Mimpi Zhuangzhou Tentang Kupu-kupu.

Tidak jelas apakah Zhuangzhou menjadi kupu-kupu...

MIMPI KEMBALI KE BORDIL

...atau kupu-kupu yang menjadi Zhuangzhou?

Mungkin antara kepalsuan dan kebenaran,

tak pernah ada batasnya.

1933

Cepatlah...

Cepat.

1933 KELAB ZUIMENGLOU

Apa yang kau lihat?

Sehalus batu giok.

Kakak Dieyu.

Membosankan jika hanya kami yang menari.

Ya.

- Ayo bersama. - Ya.

- Berhentilah menggoda Tuan Huo. - Jangan.

- Ayolah. - Kalian tak menghiburnya lagi.

Tuan Huo begitu tampan.

- Kau bawa hadiah apa? - Baiklah.

- Baik. - Aku mau bertanya dahulu.

Tentang apa?

Sudah kuajarkan "aku mencintaimu" dalam bahasa Inggris?

Aku ingat.

I… "loave" you.

"Loave"?

- Kau pecundang. - Apa itu pecundang?

- Seharusnya "I love you". - I love you.

I love you.

I love you.

Bagaimana jika "aku mencintaimu" dalam bahasa Prancis?

- Bagus… - Bagus…

Jika bisa berkata itu dalam bahasa Prancis,

kita pergi ke Paramount Hall di Shanghai. Ayo kita menari.

- Aku ikut denganmu. - Dengarlah.

Je t'aime.

- Re Dan… - Re Dan…

Tuan Muda, jangan cuma bilang.

- Kami ingin hadiah sungguhan. - Ya...

- Hadiah. - Kami ingin hadiah.

Baik, ini dia.

- Sungguh? - Sungguh?

Dari Prancis. Kubawa pulang untuk tujuan istimewa.

- Apa ini? - Stoking sutra.

- Stoking sutra. - Untuk kaki.

Untuk kaki.

Semuanya dapat satu.

Bagus.

Biar kucoba.

Ada sepasang hilang.

Hadiah istimewa untuk orang istimewa.

Apa ini?

Parfum Prancis.

Saat pertama kucium di Prancis, aku teringat dirimu.

Mengkilap!

Je t'aime!

Waktu berlalu. Musim semi datang lagi.

Di tengah pergantian zaman, tata cara leluhur bertahan.

Waktunya untuk memuja leluhur. Mulai.

Kepada leluhur Klan Huo yang berkuasa,

kami telah berhasil membuka

kedai ke-38 dari Kedai Teh kami di Tianjin.

Diberkati leluhur kami yang berkuasa,

Klan Huo bisa menikmati bisnis makmur

dan keturunan yang melimpah.

Kini Lianxiu memimpin klan kita

untuk mempersembahkan bakti kepada kalian.

Hormat pertama.

Hormat kedua.

Hormat ketiga.

Ritual selesai.

KEBIJAKAN LELUHUR MENINGGALKAN NAMA BAIK

Lianxiu, karena kau mengelola bisnis Klan Huo,

bisnis kita jadi makin baik.

Karena hal ini,

kami para kerabat tua merasa lebih gembira dan puas.

Sebagai yang sulung di keluarga, itu tanggung jawab Lianxiu.

Tetapi Surong belum melahirkan anak,

Lianping tidak selalu sehat.

Lianqi, jujur saja, bukan orang yang serius.

Selama bertahun-tahun, Klan Huo tak dapat keturunan laki-laki.

Sebagai yang sulung di keluarga, kau harus memikirkan penerus Klan Huo.

Paman Keempat, aku pun memikirkan hal ini.

Surong, kudengar ada Kuil Bodhisattva pemberi pencerahan di timur kota.

Kau bisa undang Bodhisattva yang memberi keturunan,

dan mendapat obat tradisional Tiongkok.

Kau pasti punya dua anak dalam tiga tahun.

- Cukup. - Semua paman,

selagi berkumpul hari ini, aku ingin bahas satu hal dengan kalian.

Orang tuaku meninggal dini.

Keluargaku ditopang Kakak dan Ipar Tertua.

Tahun-tahun terakhir ini aku belajar di luar negeri.

Aku merasa kini waktunya aku turut menanggung beban.

Hari ini, aku ingin meminta semua kerabat tua berbicara bagiku,

izinkan aku menikahi istri yang baik. Istri sebelum karier.

Demi kehormatan keluarga.

Kau ingin menikah?

Ada gadis yang kau cintai?

- Ya, aku punya kekasih yang serasi. - Siapa?

Namanya Lu Dieyu.

- Lu Dieyu? - Siapa?

- Siapa keluarganya? - Mana mungkin?

Katakan.

Gadis di bordil Kelab Zuimenglou.

Aduh! Tuan Muda Ketiga,

mana mungkin kau menikahi pelacur? Ini merusak moral masyarakat.

- Konyol. - Adikku, kau serius?

Jangan konyol!

Mana mungkin kau mencintai pelacur?

- Tidak. - Dieyu melacur

karena lahir di keluarga miskin,

tetapi dia lebih setia dan berbudi dari siapa pun yang kukenal.

Seharusnya kau cukup bersenang-senang saja di bordil.

Kita selalu jaga kehormatan dan kesucian.

Menikahi wanita macam itu adalah aib bagi klan kita

- dan bahkan menjadi bahan tertawaan. - Kakakku,

kini zaman sudah berubah,

semua orang setara di dunia dan berhak menikah.

Peraturan leluhur harus dibuang.

Apa?

Seharusnya aku tak mengirimmu belajar ke luar negeri.

Kau tak lagi peduli soal leluhur kita. Kau masih manusia?

Sebagai manusia, aku harus tegar dan hidup maksimal.

Lianqi, jika kau sungguh mencintai gadis ini,

keluarga kita akan membantu menebusnya.

Setelah kau menikahi istri,

- bawa dia kembali. - Diam!

Kakak Ipar Tertua,

terima kasih atas perhatianmu,

tetapi aku bertekad menikahi Dieyu sebagai istri resmiku seumur hidupku.

Lianqi...

jika kau berani,

kau keluar dari keluarga Huo.

Kakak Tertua, jangan marah, tenanglah.

Kakak Tertua.

Saudara Ketiga.

Tuan Muda Kedua.

- Lianqi. - Muntah darah lagi.

Cepat.

Meng, mengapa kau bangun lagi?

Seorang adik datang bermain denganku.

Adik?

Di mana dia?

Katanya dia ingin main sepak bola denganku.

Di mana adik kecil itu?

Di ujung lorong.

Ibu, inilah si adik kecil.

- Yitang, di mana kau sekarang? - Sedang rapat.

- Belum tidur? - Kapan kau kembali?

Ada bos yang mau berinvestasi. Banyak syarat perlu dibahas.

Jangan lupa minum obatmu sebelum tidur.

- Segeralah pulang usai rapat. - Baik.

Cium Meng untukku.

Andaikan Tuan Xu bisa menikahiku.

Sungguh memalukan!

"Sebagai orang emosional,

Tuan Xu memenuhi janjinya."

- Tulisan yang bagus. - Ini dia.

- Terima kasih, Kakak. - Lihat, Dieyu sangat berbakat,

tak heran Tuan Muda Ketiga Huo jatuh cinta kepadamu.

Kita semua memiliki ide berbeda, tetapi bisa diringkas dalam delapan kata.

Ingatlah, kita akan belajar menulis di kehidupan berikutnya.

Demi pernikahan baik.

Ya, belajar menulis. Kakak, apa impianmu?

- Katakan. - Apa impianmu, Kakak?

- Biar kulihat. - Aku juga.

Kau lihat apa?

- Entah. - Tak bisa.

"Kuharap aku bisa bertemu orang

untuk...

menghabiskan hidupku bersamanya."

- Apa artinya? - Artinya mereka tak terpisahkan.

Dieyu.

Keluarga Huo mengutus seseorang untuk menebusmu.

Apa?

- Menebus, sungguh? - Tak ada yang lebih baik...

Dengar. Selain itu, ada setumpuk hadiah pertunangan!

Bahkan tasbih dan jubah resmi

- dikirim untukmu. - Selamat, Kakak!

- Kau sangat beruntung. - Selamat, Adik.

Selamat, Kakak. Kami tak ingin berpisah denganmu.

- Aku cantik? - Aku?

- Sangat cantik... - Siap.

Tiga, dua, satu.

- Mataku. - Sangat silau...

Hei, Tuan. Apa yang kau lihat?

Kau belum pernah melihat wanita cantik?

Nona, aku tak bermaksud menghina.

Aku pergi ke banyak negara,

tetapi tak ada yang secantik dirimu.

Bisa kita abadikan momen ini?

Tiga, dua, satu.

Kuharap aku jadi bintang dan kau bulannya,

kita bersama setiap malam.

- Cantik sekali! - Kakak Dieyu,

kau tampak cantik sekali hari ini. Aku sangat iri!

Inilah pengantin wanita!

Menikahi keturunan Huo adalah keberuntungan beberapa kehidupan.

KEBAHAGIAAN GANDA

Melakukan upacara perkawinan resmi.

Kita sambut pengantin pria.

Pasti ada masalah dengan Keluarga Huo.

Ayah, untuk apa ini?

Hadirin yang terhormat,

karena adikku mendadak jatuh sakit,

kami gunakan tradisi ayam jago sebagai pengantin pria.

- Kuharap kalian tak keberatan. - Di mana Lianqi?

- Di mana Lianqi? - Beri hormat.

Di mana Lianqi?

- Apa penyakitnya? - Beri hormat.

Pertama berlutut untuk langit dan bumi.

- Kedua untuk orang tua. - Kau apakan Lianqi?

Aku ingin melihatnya.

Pasangan berlutut saling memberi hormat.

Aku ingin melihat Lianqi.

- Ritual selesai. - Lepaskan aku.

Kirim mereka ke kamar rias.

Aku ingin bertemu Lianqi.

Lepaskan aku.

PERSEMBAHAN ANGGUR

Cepat.

Masuk.

Di mana Lianqi?

Tuan Muda Kedua, Lianping.

Kami mau pernikahan ini memberinya keberuntungan.

Sayangnya dia menderita TBC,

dan meninggal sebelum menikah.

Dia wafat tadi pagi.

Malang sekali!

Aku ingin bertemu Lianqi!

- Lianqi. - Lu Dieyu,

bukankah kau ingin menikahi keturunan Huo?

Kini impianmu terpenuhi.

Malam ini, tinggallah di sini bersama Lianping.

- Ganti pakaian Nyonya Muda Kedua. - Tidak.

Aku tak mau!

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku.

Nyonya Muda Kedua, kau sudah menikahi Tuan Muda Kedua kami.

Kau harus ingat,

mulai hari ini, kau adalah kakak ipar Lianqi.

Keluarga Huo

bukan tempat yang bisa kau datangi atau tinggalkan sesuka hatimu.

Kau bukan manusia!

Lepaskan aku.

Masukkan Nyonya Muda Kedua ke dalam peti untuk malam pengantin.

BUDDHISME NEGERI MURNI

Keluarkan aku.

Keluarkan aku!

Keluarkan aku.

GUNUNG BUNGKAM DAN BERI HORMAT

SUNGAI NYANYI SEPERTI MAIN KACANG

- Dieyu. - Lianqi.

Lianqi.

Sungguh baik kau datang.

Sungguh baik kau datang.

Teganya kakak tertuaku melakukan ini kepadamu.

Teganya dia merundung wanita lemah sepertimu?

Keluarga Huo melarangku menikahimu,

aku akan nekat menikahimu.

Kakak keduaku yang paling menyayangiku.

Sekiranya dia masih hidup,

dia tak akan biarkan ini terjadi.

Kakak tersayang, tolong bersaksilah untuk kami.

Aku, Huo Lianqi, dan Lu Dieyu,

menikah pada hari ini

dan tak akan pernah berpisah.

...DI DEPAN SEORANG PENGANUT BUDDHA

Saat bangun esok hari,

peristiwa tadi malam hanyalah mimpi.

Saat mimpi indah berakhir,

mimpi buruk akan mulai.

Ibu.

Ibu.

Meng.

Selamatkan aku, Ibu.

Ibu, selamatkan aku.

Ibu.

Meng.

Meng.

Meng.

Ibu.

Meng.

Sedang apa kau di sini?

Ibu, aku ketakutan. Kau bisa menemaniku tidur?

- Kau? - Yitang ada urusan.

Dia tak pulang, memintaku menemanimu.

- Dia memintamu datang? - Ya, aku juga bawa anggur merah.

Tinggal sendiri di rumah sebesar ini, apa kau takut saat malam?

Menurutku

rumah ini aneh.

Saat kami membersihkannya,

katanya rumah ini berhantu.

Berhantu? Apa yang terjadi?

Aku tak tahu detailnya.

Kau tak lihat hal aneh?

Tidak.

Ya ampun,

aku tak percaya ada hantu.

Aku tahu kau pemberani.

Jika aku diminta tinggal di rumah besar,

aku harus mengajak Yitang tidur bersamaku tiap malam.

Bersulang.

Menurutmu aku takut hantu?

Sejak kita bertemu, aku tahu kau berani berbuat sesukamu.

Seperti melahirkan Meng sebelum menikahi Yitang.

Kami duga kau tak peduli soal akta kawin.

Mana mungkin tak peduli?

Menunggu bertahun-tahun,

untuk akta kawin.

Nona tersayang, kau terlalu naif.

Ini bukan Taiwan.

Kecuali kedua pihak menandatangani perceraian,

kau bisa tuntut.

Mana mungkin orang penting seperti Yitang muncul di pengadilan?

Itu sebabnya ditunda hingga kini.

PERINGATAN TAHUNAN KESEPULUH

MIMPI KEMBALI KE BORDIL

Terima kasih telah datang ke peluncuran buku baru Nona Xu Ruoqing.

Mimpi Kembali Ke Bordil

adalah buku pertama yang menandai kembalinya beliau ke daratan.

Grup kami sangat yakin dan mengharapkan penjualan buku baru ini.

Lagi pula, Nona Xu dan aku telah berteman bertahun-tahun.

Jadi, demi bisnis atau pribadi,

Grup Wenchuan dan aku akan melakukan setiap upaya.

Kita sambut Nona Xu untuk berbicara.

Xu Ruoqing adalah gundik Zhao Yitang.

Nona Xu, aku sudah membaca karya-karyamu.

- Aku senang mendengarnya. - Karyaku terutama

soal selingkuh, kumpul kebo, dan gundik.

- Dia sendiri gundik. - Gundik?

Harapannya muluk.

Dia sendiri seorang gundik.

Kau tak tahu? Dia sendiri seorang gundik.

Ada banyak legenda di kalangan gadis-gadis rumah bordil.

Kini kita bisa menyebut mereka gundik.

- Nona Xu. - Gundik.

Karena kau bisa menulis tentang gadis bordil,

kau pasti punya pengalaman nyata?

- Dia sendiri seorang gundik. - Gundik.

Gundik.

Ini bukan Taiwan.

Kecuali kedua pihak tanda tangan, perceraian bisa diresmikan.

Mana mungkin Yitang muncul di pengadilan?

Itu sebabnya ditunda hingga kini.

Ruoqing.

Ruoqing.

- Ada apa? - Aku merasa tak sehat.

Aku tak seperti penulis, tetapi gundik yang dipelihara pengusaha.

Syuting dimulai. Aku gundik, si pahlawan.

Mengapa berpikir begitu?

Kutanya kepadamu,

kau sudah bercerai?

Jika belum, aku adalah gundik.

Sudah kubilang, aku bisa tinggal di Taiwan dan tak kemari.

Aku tak bisa menerima hubungan ini.

Ayo kuantar menemuinya.

SANATORIUM CANGSHAN

Moxuan.

Halo, Nona Xu.

Tangan penulis wanita selalu tak biasa.

Begitu lembut!

Aku telah membaca semua novelmu.

Aku penggemarmu.

Terima kasih.

Kadang, realitas lebih dramatis daripada novel.

Kau setuju?

Kehidupan seperti drama.

Saat melihatmu,

aku mulai paham kenapa Yitang meninggalkanku.

Pria selalu punya berbagai wanita.

Saat memulai usaha di usia muda,

dia perlu wanita sepertiku untuk dukung.

Kini dia sukses,

dia perlu wanita sepertimu untuk menunjukkan statusnya.

Yitang,

apakah aku benar?

Kita sudah bercerai

karena kita tak lagi saling mencintai.

Kuharap kau izinkan kami bersama.

Izinkan kalian bersama?

Izinkan kalian bersama?

Izinkan kalian bersama?

Saatnya minum obat.

Tak ada pasangan tak bertengkar.

Kau juga akan mengalami seperti yang kini kualami.

Maaf, pasien butuh istirahat.

Ibu, aku melihat kupu-kupu merah di halaman.

Indah sekali! Bantu aku menangkapnya.

Baik. Ayo!

Ibu, tolong aku menangkap kupu-kupu. Itu dia!

Hati-hati!

Pelan-pelan!

Ibu, tolong aku menangkap kupu-kupu.

Aku ingin kembali ke No. 81.

Itu mungkin kesalahan.

Tetapi ada suara di suatu tempat yang selalu memanggilku.

Kembalilah!

Melalui siang dan malam hari,

melewati gunung dan sungai,

kau berada di depannya.

Mungkin inilah takdirnya.

Ibu.

Meng, ayo ke atas.

Ibu, kupu-kupu.

Ibu bantu tangkap.

Lianqi,

sudah lewat sebulan aku di keluarga Huo.

Kadang aku bahkan ingat hari-hari di Kelab Zuimenglou.

Karena saat aku tinggal di sana,

setidaknya aku melihatmu setiap hari.

Aku tidak takut.

Selama wajahmu terlihat oleh mataku,

aku bisa menopang hidupku.

Menunggu. Merindukanmu seperti biasa. Menanti kau kembali.

Segera jawab begitu kau membaca surat ini. Dieyu.

LU DIEYU

Lianqi, lihatlah kata-kata ini sebagai wajahku.

Tak terduga, aku hamil.

Aku percaya ini hadiah yang diberikan kepada kita oleh Tuhan.

Tetapi aku tidak tahu

bagaimana Keluarga Huo akan memperlakukan anak kita.

Aku menantikan kau kembali untuk keluarga kita.

Segera jawab begitu kau membaca surat ini. Dieyu.

Kata dokter, dia sudah hamil 1,5 bulan.

- Bersamaan dia masuk keluarga ini. - Mustahil!

Lianping berbaring di dalam peti pada malam itu.

Jika mereka berhubungan intim, ini anak hantu.

Mungkin ini anak cinta.

Lianxiu, apa pun alasannya,

seorang janda hamil karena pernikahan hantu. Sangat tabu!

Anak yang tak jelas asalnya tak bisa lahir.

Hentikan! Kurasa ini anak Lianqi.

Kita tahu

Lu Dieyu telah lama mengencani Lianqi sebelum pernikahan.

Jadi, seluruh kerabat tua,

kurasa anak ini pantas hidup.

Dia masih darah daging Keluarga Huo.

Tak apa, tetapi gosipnya mengkhawatirkan.

- Ini perlu dirahasiakan. - Aku tahu.

Kepala Pelayan, minta orang membersihkan rubanah

untuk Nyonya Kedua melahirkan.

Mereka tak boleh dikunjungi tanpa perintahku.

Layani dia agar minum ramuan tepat waktu.

Ya.

Biar kuantar dia ke sana.

Tak kusangka orang pertama yang memedulikanku

adalah kakak Ipar Tertua.

Dia meminta pelayan mengatur pakaianku

dan mengantarku ke rubanah.

Meski sederhana dan kasar,

dibandingkan dengan dunia luar,

itu lebih tenang dan bebas bagiku.

Saat ada pemberontakan di Beijing,

Kakek bangun rumah ini bagi seluruh keluarga untuk berlindung.

Rawat janinmu di sini.

Dieyu, kau gadis yang bijak.

Saat kau melahirkan,

kau akan punya ketergantungan.

Aku akan pergi.

Nyonya Muda Tertua.

Aku mau mengunjungi Dieyu. Dia baik saja, bukan?

Ya.

Nyonya Muda Kedua.

- Terima kasih. - Tak apa.

Dieyu, aku menerima surat yang diteruskan dari Kelab Zuimenglou,

sulit menahan kegiranganku.

Sulit dibayangkan, sejak pemisahan itu, musim dingin telah lewat.

Sayang, ayahmu bernama Huo Lianqi.

Meski dia selalu terlambat,

dia tak pernah ingkar janji.

Kita di sini, jauh dari gangguan siapa pun.

Ayahmu pasti akan menjemput kita.

Bayinya sudah lahir.

Tuan Muda Tertua, Nyonya Muda Kedua melahirkan.

- Laki-laki atau perempuan? - Tunggu. Akan kuperiksa.

Laki-laki atau perempuan?

Selamat, Tuan Muda Tertua. Bayinya perempuan.

Baik, beristirahatlah.

Yang terdekat dan terjauh adalah jarak timur dan barat,

yang terdalam dan terdangkal adalah anak sungai.

Yang paling tinggi dan jernih, matahari dan bulan,

yang terdekat dan paling terasing adalah pasangan.

Hanya dengan melamunkan hidupku bersamamu,

bisa kutanggung perpisahan sementara ini.

Tanpa tahu di mana cinta kita mulai, kita jatuh cinta secara mendalam.

Aku tak tahan merindukanmu.

Saat kembali dari belajar di luar negeri,

aku akan memberikan seluruh hidupku.

Ibu, kau menulis surat lagi. Kepada siapa?

Aku menulis kepada ayahmu.

Siapakah ayahku?

Ayahmu adalah pria tampan, menawan dan berbakat.

Di mana ayahku?

Dia pergi sangat jauh,

tetapi dia akan kembali menjemput kita.

Tak apa, bukan?

Nianjun, drum ini untukmu.

- Terima kasih, Paman. - Sama-sama!

Kau menulis surat?

Surong,

aku sungguh mencemaskanmu.

Tak apa-apa jika kau tak punya anak,

tetapi kini kau diabaikan suamimu.

- Silakan. - Di samping saja.

Nianjun makin besar tiap hari,

dia seperti ibunya, sangat cantik!

Kakak,

ramuan ini berisi mariyuana.

Jika dia meminumnya selama satu atau dua tahun,

dia akan menjadi gila dan kacau.

Bukankah ini terlalu keji?

Kakak, kita tidak membunuhnya.

Jika kau tidak putuskan sekarang,

posisimu akan tergantikan.

Surong, jangan ragu lagi.

Baik, Surong, antar sup ini kepada Dieyu.

Selama Dieyu di keluarga kita,

kau lebih memedulikannya daripada aku.

Jangan cemburu!

Jika kau tak berani,

ayo kita lakukan.

Apa yang kau lakukan?

Hei!

Ruoqing.

Jangan menghabiskan tenaga untuk menulis.

Jangan menulis berlebihan.

Tak baik bergantung pada obat tidur. Minumlah!

Baik.

Tidurlah yang nyenyak.

Tak apa-apa. Aku di sini.

Baik. Glaze, ayo!

Kau belum mengaku kepadanya?

Waktunya belum tepat.

Ruoqing, mengapa kau di sini?

Aku melihat peluncuran bukumu beberapa hari lalu.

Kupikir, "Bagaimana bisa dia lupa

cari teman kelas untuk bernostalgia?"

Kini kau seorang psikolog ternama,

tidak mahal, tetapi aku perlu daftar.

Kecuali untuk bernostalgia.

Tetapi aku butuh perawatan.

Sejak aku pindah ke rumah No. 81,

tak bisa tidur nyenyak.

Kutemukan kotak beberapa hari lalu,

yang penuh foto dan surat.

Aku sering melihat hal-hal aneh.

Ada apa, penulisku?

Kenapa kau tak tidur? Kau masih mengarang cerita?

Dari mana saja kau semalam? Kau minum banyak.

Aku cuma bersosialisasi dengan beberapa klien.

Tak terhindarkan untuk minum.

Kau tahu, melakukan bisnis,

itu seperti pelacur.

Kau harus menemani bos.

Itu tak terpisahkan, dan merugikan. Aku akan mandi.

GLAZE

Yitang, tak bisa punya dua hal bertentangan. Saatnya memutuskan.

Tenang saja. Siapa aku?

Aku akan temui teman penting. Kita lanjut saat bertemu.

Apa yang terjadi?

Nyonyaku terburu-buru menemuiku. Aku sibuk sekali.

Buku barumu sudah selesai?

Kita pesan lebih dahulu.

Pelayan.

Tuan Lee.

Aku kenal perangai Tuan Zhao. Tak apa. Kali ini akan beres.

Baik... nanti kutelepon balik.

- Aku pesan ini. - Baik. Tunggu sebentar.

Aku haus.

Pelayan, isi gelasku.

- Tak apa. Aku minum ini. - Perlu gelas sendiri.

Ruoqing, apa yang kau inginkan?

Aku tak punya teman di sini,

hanya ingin mengobrol.

Kau baik-baik saja?

Aku tak apa. Tetapi temanku,

dia memergoki suaminya berselingkuh dengan anak buah wanitanya.

Harus bagaimana?

Katakan dia bisa bercerai. Apa lagi?

Suaminya tidak mengakuinya. Mungkin mereka bisa atasi.

Kau harus memberitahunya segera, jangan naif.

Semua lelaki punya hati bengkok.

Dia bisa selingkuh sekali, atau dua kali.

Segera cerai.

- Tetapi mereka punya anak. - Anak cuma alasan.

Jika anak tinggal di keluarga tanpa cinta,

orang tua selalu bertengkar, apa bahagia?

Bagaimana jika dia tak ingin mengungkapnya?

Nah...

kau tak bisa punya dua hal bertentangan.

Pria akan putuskan suatu hari.

Lebih baik kau memutuskan daripada menerima keputusannya.

Mi pesananmu.

Aku tak mengerti kenapa ada banyak wanita jalang di dunia

yang mendekati suami orang lain. Sangat menjijikkan!

Pelayan, kenapa kau?

Kau beri pesananku ke orang lain. Apa maksudmu?

Tak apa. Aku belum selesai makan.

Makanlah dahulu kalau lapar.

- Kau suka ambil milik orang lain? - Apa maksudmu?

Untuk apa undang Yitang semalam?

- Urusan bisnis. - Bisnis?

- Bisnis memerlukan pelukan? - Ruoqing, kau salah paham.

Sebenarnya, semalam...

- Berjanjilah tak memberitahunya. - Kenapa?

Mentalnya agak terganggu akhir-akhir ini.

Dia akan sedih jika kau ceritakan.

Kau akan memercayaiku.

Jangan cemas, aku tak gampang mabuk.

Selama mereka mau berinvestasi, aku siap ambil risiko.

Terima kasih, aku merasa berutang kepadamu.

Itulah kisahnya.

Kau kira aku percaya?

Suamimu dan aku hanya rekan kerja biasa.

Aku bersedia mendukungnya dalam pekerjaan. Itu saja!

Lagi pula, kau tidak ingat?

Siapa yang memperkenalkan kalian berdua? Aku.

Jika aku ingin dia, takkan kuperkenalkan dia kepadamu.

Terima kasih kau baik.

Kau menata rumah baruku. Kau bahkan memilih seprai.

Kau bercinta di atasnya?

- Diam! - Kau membuatku muak.

Xu Ruoqing, kau gila?

Perusahaan suamimu menghadapi masalah berat, kau tahu?

Kau tak peduli.

Karena peduli perasaanmu, dia tolak bantuan mantannya.

Bagaimana denganmu? Kau hidup di dunia khayalan sepanjang hari.

Cemburu dan iri.

Kuberi tahu saja, kaulah yang seharusnya sadar.

Aku ragu Yitang berselingkuh dengan mantan asistennya.

Asisten wanita yang kebetulan mantan sahabatku.

Aku baru bertengkar dengannya.

Kau punya bukti?

Tidak.

Kau terlalu curiga.

Kau percaya ada hantu di dunia ini?

Ya, dan mereka akan muncul kapan pun.

Mereka hidup di benakmu.

Jika kau memikirkannya, mereka akan mengetuk otakmu.

Aku tinggal di rumah No. 81 yang sial.

Kau sudah pernah dengar?

Kau terlalu banyak berpikir. Tidurlah sementara di rumahku.

Semuanya di sini?

Ya. Tuan Muda Tertua, duduklah.

- Cepat! - Baik. Cepat!

Lihatlah ke depan.

Di mana Dieyu dan Nianjun?

- Nianjun. - Ayolah…

- Beri dia tempat. - Ayo...

- Kemari, Nianjun. - Ke sini, Nyonya Muda Kedua.

Nianjun, kita berfoto seluruh keluarga.

Baik. Satu, dua, tiga.

BERTAHAN LAMA DAN KOKOH

POSISI SPIRITUAL HUO LIANPING

Akhirnya, kau tiba.

Paman Gen, bagaimana kau tahu aku akan datang?

Aku telah menunggu kedatanganmu.

Kau terlihat masih sama.

Maksudmu Lu Dieyu?

Dia adalah nenek buyutmu.

Aku telah menjaga rumah ini bertahun-tahun,

kukira Keluarga Huo tak akan pernah kembali.

Paman Gen, apa gerangan yang terjadi kemudian?

Surat itu hanya separuh selesai.

Saat itu usiaku 13 tahun,

dan Nianjun baru enam tahun.

Lianqi telah meninggal.

Apa?

PASUKAN PERANG AKTA KEMATIAN

Tidak mungkin! Lianqi menyurati tiap bulan dari Prancis.

Aku bahkan menerima suratnya beberapa hari lalu. Mana mungkin dia mati?

Aku yang menulisnya.

LIANQI-MU

- Omong kosong! - Aku tahu pada hari pernikahanmu,

Lianqi datang ke kamar pengantinmu.

Lianqi memohonku mengizinkan pernikahanmu.

Kakak Tertua, aku terbawa perasaan hari itu.

Kini aku sangat menyesal.

Aku tak pernah memohon ke siapa pun,

Kakak Tertua, ingat Saudara Kedua,

izinkan aku menikahi Dieyu.

Aku ingat saat Ayah masih hidup, dia selalu mengajari kita:

"Hubungan harmonis saudara menunjang kemakmuran keluarga."

Jika kau sungguh menyesal,

kembalilah ke hotel dan berkemas,

pulanglah ke rumahmu.

Pernikahanmu dengan Dieyu,

kita bahas saat kau pulang.

Terima kasih, Kakak.

Tak terduga saat menuju ke hotel, Lianqi direkrut pasukan.

LINI KELUARGA MELAWAN JEPANG MEMBELA RAKYAT

Aku tak bilang karena takut kau tak terima.

"Dieyu tersayang,

aku merindukanmu, tak tahan menanggungnya."

Kuminta Gen memberimu surat ini,

kau akan percaya surat ini dituliskan oleh Lianqi.

Suratmu.

Kau kekasihku,

memesona dan menawan hingga kini,

itu takkan berubah sampai kematian.

Tak mungkin! Aku tak percaya!

Kau mencuri surat-surat kami.

Katamu dalam surat-surat terakhir,

kau ingin kita hidup bahagia.

Kau tahu?

Itu juga mimpiku.

Aku telah menopang seluruh keluarga Huo sendirian terlalu lama.

Sangat lelah!

Aku selalu punya bayangan kekanakan

membawamu pergi,

pergi dari sini,

untuk tinggal di tempat kita,

menjalani hidup tenang yang kita inginkan.

Aku masih ingat,

kau katakan dalam surat-suratmu

bahwa kau memilih bersama Lianqi hanya karena penampilan dan bakatnya.

Tetapi tujuh tahun kemudian,

penampilannya

menjadi kabur.

Aroma parfumnya

juga memudar.

Hanya surat-surat itu yang nyata.

Tiap kata surat itu

adalah perhatian dan kasih sayang.

Saat kau merasa sepi,

hanya pada surat itu kau bisa bersandar.

Kau jatuh cinta secara mendalam

kepada orang yang setia dan tak mendua.

Kau bersedia memiliki ikatan sepenuh hati dengannya

seumur hidupmu.

Kau jatuh cinta

kepada dia yang menulis surat-surat itu.

Penulis surat itu bukan Lianqi, tetapi aku.

Kau pembohong!

Kau berbohong bertahun-tahun.

Aku tak memercayaimu.

Lianqi belum meninggal.

Pergilah!

Paman Gen, apa rumah No. 81 akhirnya berhantu?

Mungkinkah karena nenek buyut itu...

Pasangan yang tidak pantas!

Lianqi,

kita telah berpisah selama tujuh tahun.

Jika kau yang terima suratku,

balasanmu akan sama, bukan?

Ini gaun pengantin baru yang dibuat khusus untukmu.

Akan kukenakan untukmu sekarang, ya?

Lianqi, meski kau melanggar janjimu,

di mana pun kau berada,

aku akan selalu menjadi

pengantinmu.

Lianqi,

apakah itu kau?

Lianqi.

Lianqi.

Lianqi.

Bisa kau membawaku pergi dari sini?

Aku lelah,

benar-benar lelah.

Nyonya Muda Kedua meninggal dunia.

Nyonya Muda Kedua meninggal dunia.

Dieyu!

Menjalani hidup bahagia

dan sederhana bersamamu.

Dieyu,

tunggulah aku.

Aku akan pergi bersamamu.

Di kehidupan berikutnya,

kita akan selalu bersama.

Ibu.

Bangun! Kenapa kau tidak menjawabku?

Kenapa kau tidak menjawabku?

Kenapa kau tidak menjawabku?

Ibu.

Ibu.

Nyonya Muda Kedua bunuh diri dengan mengenakan gaun pengantin merah.

Menurut kabar burung dia menjadi hantu yang keji.

Keluarga Huo mengundang seorang penyihir

untuk ritual tujuh hari berturut-turut.

Tetapi pada hari ketujuh setelah mati,

Nyonya Muda Kedua...

kembali.

Yulian.

Yulian.

Jangan melukaiku...

Aduh!

Yulian.

- Paman Ayah. - Nyonya Muda Kedua,

jangan.

- Bukan aku pelakunya. - Paman Ayah.

Paman Ayah.

- Paman Ayah. - Nyonya Muda Kedua.

Paman ayah.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Kakak Ipar Tertua,

jangan kira melukai orang lain,

tak berarti melukai diri sendiri.

Aku akan membalas dendam, bahkan di dalam kehidupanku selanjutnya.

Lahirkan saja anak ini.

Tuan Muda Tertua menjual seluruh aset Keluarga Huo,

dan membawa Nianjun ke Taiwan.

Dia bilang akan merawat Nianjun demi Dieyu

untuk menebus kesalahannya.

Sejak saat itu, aku tak pernah melihat mereka.

Sebuah keluarga terhormat

runtuh gara-gara Lu Dieyu.

Mungkin ini yang mereka sebut kecantikan yang membawa masalah.

Ibu, aku mengantuk.

Lelah bermain?

Ibu akan bantu mandi

- dan menemanimu tidur. - Baik.

Ayo!

Lap semua airnya.

- Tak apa. Jangan takut, Meng. - Aku takut.

Itu hanya petir.

Ayo kembali ke kamar kita.

Ayo, Meng.

YITANG

Mengapa kau buru-buru meneleponku? Ada apa?

Banyak kilat,

Tuhan sedang marah.

Jika tak ada yang serius, aku akan kembali.

Yang kau inginkan, aku sudah menandatanganinya.

Tetapi aku ingin kesepakatan denganmu.

Jika kau melanggar perjanjian cerai,

cek ini akan menjadi milikmu.

Hentikan! Kau tahu itu tidak mungkin!

Mengapa tak mungkin?

Jumlah uang ini akan mengatasi seluruh kesulitan keuangan Grup Wenchuan.

Mantra apa yang dimiliki wanita ini?

Dia sepadan dengan semua pengorbananmu?

Kau tak mengerti,

karena kau tak punya atau mengenal cinta.

Aku hanya tak mengerti.

- Mantra apa yang dia miliki? - Relakan saja, ya?

Anggap saja kami pasangan di kehidupan sebelumnya.

Pasangan di kehidupan sebelumnya?

Akulah istri resmimu,

bukankah justru kita?

Maaf. Bisa kau restui kami?

Lalu siapa yang merestuiku dan putri kita?

Xu Ruoqing melahirkan seorang putri. Lantas putri kita, Shishi? Bukan anakmu?

Jangan libatkan Shishi!

Akulah ayah Shishi selamanya.

Itu takkan berubah,

entah kita bersama atau tidak.

Tak pernah berubah?

Sudah terlambat!

Meng.

- Meng, pegang kuat-kuat! - Ibu.

- Ibu. - Jangan takut, Meng.

- Meng. - Ibu.

- Meng. - Ibu.

Ibu.

Ibu memegangmu.

Pergilah.

Ayo pergi, Meng.

Adik Shishi.

Jangan takut, Ibu, dialah adik yang bermain denganku.

Kenapa kau di sini?

Kata Kakek, jika aku bermain di sini dengan pakaian merah,

Ayah akan kembali.

Ibu, ayah adik Shishi pergi. Ayo kita tolong dia mencari ayahnya.

Shishi dan Meng

- akrab sebagaimana kakak-adik. - Apa maksudmu?

Shishi tinggal di asrama, bukan?

Aku menjemputnya.

Aku juga meminta Paman Gen mengantarnya ke rumah No. 81.

Lakukan saranku, dan rumah No. 81 akan jadi milikmu.

Kau setuju?

- Kau benar-benar sakit! - Semua pasangan bertengkar!

Alam berjalan berputar!

Kau gila!

Tadi, saat kau tidur,

aku memeriksa pengobatanmu. Itu bukan diazepam biasa.

Ada kadar LSD tinggi.

Setelah minum obat ini,

pasien mengalami gangguan perspektif berkelanjutan,

atau bahkan halusinasi.

Siapa yang memberimu obat itu?

Atau obat itu telah diganti?

Ibu.

Shishi.

Ayah.

Aku merindukanmu.

Ayah.

- Ayah. - Meng.

Maafkan aku.

Kau baik-baik saja?

Tak apa-apa.

Shishi adalah anakku dan Moxuan.

Aku sudah tahu.

Paman Gen.

Tuan Muda Ketiga, mereka semua kembali.

Itu Huo Lianqi? Bukankah dia mati?

- Jangan mendekat! - Ruoqing.

Tuan Muda Tertua pergi jauh pada tahun tersebut,

dan meninggalkan aku untuk menjaga rumah ini.

Sebenarnya, Tuan Muda Ketiga selamat dari perang.

Pada tiap ritual korban kematian untuk Nyonya Muda Kedua, dia pulang.

Hari ini adalah ritual korban kematian untuk Lu Dieyu.

Tuan Muda Ketiga, Lu Dieyu kembali,

tetapi dia berubah pikiran.

Dia bukan lagi Lu Dieyu milikmu.

Mereka akan menyingkirkan kita.

Untuk apa kau kembali? Jika kau tak kembali,

rumah ini menjadi milik kami.

- Baik… Paman Gen. - Ayo, pergilah…

- Ayo kita pergi sekarang. - Keluarga ini hancur karenamu.

Pergilah!

Ayo kita cepat pergi!

Pergilah!

Jangan melihat lagi. Ayo cepat!

Buddha percaya

lingkaran melewati keenam dunia tak pernah berakhir.

Di bumi ini, begitu banyak pria dan wanita yang

melewati kesulitan

demi satu hal:

untuk menghabiskan sisa hidup mereka

bersama orang yang disayang.

Kau sudah menemukan yang kau sayang?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.