Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Pantai salah satu negara Asia Tenggara]
Baik.
Ayo lari! Ayo lari!
[Crazy Tsunami]
[3 menit sebelum Tsunami, kendaraan pengangkut buaya dari Perusahaan Tsavo]
[Kawasan Pecinan 3 km]
Mengapa melaju begitu cepat?
Di belakang ini ada buaya.
Tsavo ingin menerima dengan sendiri.
Tenang saja,
hubunganku dan Tsavo sangat baik,
tidak masalah jika telat beberapa menit.
Kamu jangan lupa,
barang yang kita angkut saat ini adalah
buaya besar Afrika yang sangat membahayakan.
Kita harus ekstra hati-hati.
Bagaimana jika buaya itu kabur, berapa orang yang akan mati?
Apa kamu ingin bertanggung jawab?
Ada yang menghalangi jalan kita.
Mereka lagi.
Apa lagi yang sedang kalian lakukan di sini?
Bubarlah!
Kamu ingin lewat?
Lewat saja.
Melangkahlah dari tubuh tuaku ini.
Anda sudah berumur,
mengapa masih memelopori kerusuhan?
Apa? Kami datang menyelesaikan masalah.
Jika bukan karena Perusahaan Tsavo
mematikan air dan listrik kami,
apakah kami harus melakukan ini?
Kalau begitu, kalian cepat menandatangani kontrak.
Setelah pindah rumah,
kalian akan menerima uang,
semuanya akan selesai.
Siapa?
Siapa itu?
Jiang Peng.
Xiaohu...
Peraturan yang diberikan Tsavo
pasti adalah jebakan.
Setelah semua orang menandatangani,
tidak hanya tanah yang akan hilang,
tapi masih harus membayar pinjaman Tsavo.
Kamu masih kecil, apa yang kamu tahu?
Ayo ikut aku pulang.
Ulang tahunku yang ke-18 pun sudah lewat.
Bahkan jika kamu berusia 80 tahun,
kamu juga merupakan putriku.
Tsunami! Cepat lari!
Bangun! Bangun!
Nak.
Xiao... Xiaohu.
Xiaohu!
Buaya! Buaya!
Xiaohu!
Xiaohu!
Buayanya hilang!
Bos.
Xiaohu!
Lihat ini, Bos! Buayanya hilang!
Bos! Jangan pergi, Bos!
Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?
Tidak apa-apa.
Apa kamu tersedak air?
Aku sudah dewasa, aku bukan anak kecil lagi.
Xiaohu, baiklah, ayah tidak mengatakannya lagi.
Mengapa kawasan Pecinan tidak mendapatkan peringatan tsunami?
Mengapa?
Nak.
Kamu harus menjelaskannya padaku hari ini.
Apa ini semua dilakukan oleh Tsavo?
Jika dengan berpikir seperti itu kamu merasa lebih tenang,
maka terserah denganmu saja.
Kalau begitu, berarti ini semua ulah Tsavo.
Semuanya jangan bergerak.
Ada ikan besar.
Zhiming, jangan bergerak. Satu, dua, tiga, diam!
Jiang... Jiang Peng.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Jangan bersuara, ayo jalan.
Jangan. Lepaskan!
Bos!
Cepat pergi ke swalayan.
Xiaohu, ayo jalan.
Ayah.
Cepat!
Cepat masuk!
Jiang Peng, cepat, cepat!
Kakak Kedua, cepat kemari!
Kakak Kedua, jangan pedulikan itu lagi. Cepat masuk!
Uang ini tidak boleh hilang, kamu pergi dulu!
Ada buaya, masuk dulu saja.
Kakak Kedua!
Kita sepertinya sudah menjadi sasarannya.
Bagaimana situasi bencana di pesisir pantai sekarang?
Kapan tim penyelamat akan mulai memberikan pertolongan?
Kami akan segera membentuk tim penyelamat,
tidak akan mengorbankan satu kehidupan pun.
Tuan Tsavo sudah datang.
Tuan Tsavo, silakan memberikan penjelasan sedikit.
Kepada para media,
kami telah menyiapkan tim penyelamat untuk melakukan pertolongan.
Kami akan meminta bantuan kepada semua pengusaha lokal,
agar bisa menyiapkan dana penyelamatan.
Membantu warga terdampak bencana,
membangun kembali rumah mereka.
Bagus sekali.
Ayah, saatnya untuk makan.
Zhiming, kita makan sebentar lagi, ya?
Ya.
Sebenarnya monster apa ini?
Gustave.
Apa? Ia memiliki nama?
Ya. Ia telah membunuh lebih dari ratusan orang, dijuluki sebagai Raja berburu Afrika.
Tuan Tsavo menggunakan waktu yang sangat lama baru berhasil menangkapnya.
Tujuan membawanya ke sini untuk dijadikan sebagai
pengenal Kota Baru Binhai.
Sanmao.
Bahaya, jangan terburu-buru.
Ayo cepat kembali.
Sanmao.
Apa yang kamu lakukan?
Aku akan menyerangnya.
Kamu tidak ingin hidup, tapi kami masih mau!
Jika kamu keluar, buaya itu akan masuk ke dalam.
Semuanya akan mati.
Benar!
Saat ini, satu-satunya cara adalah
menunggu pertolongan.
Tuan Tsavo pasti akan menyelamatkan kita.
Kamu masih mengungkit Tsavo!
Sanmao, tenang sebentar. Kamu tenang sebentar.
Minggir!
Xiaohu.
Sanmao, kamu sudah gila?
Kamu berani menyentuh putriku?
Apa kamu baik-baik saja, Xiaohu?
Xiaohu, ada apa denganmu?
Kamu tersedak? Xiaohu.
Xiaohu, ada apa denganmu?
Ayo, cepat, rilekskan badanmu.
Ada apa ini?
Tidak boleh berbaring!
Ayo, duduk kembali!
Ikuti aku, tarik napas dalam-dalam.
Dokter Chen, ada apa dengannya?
Asma. Obatnya mana?
Mengapa putriku memiliki asma?
Kamu bahkan tidak tahu putrimu mengidap asma?
Ayah seperti apa kamu ini?
Tidak masalah, tidak masalah.
Dengarkan aku, ikuti tempoku.
Tarik napas, hembuskan. Benar. Tarik lagi
Dokter Chen, bagaimana ini?
Cara terbaik adalah pergi mengambil obat di Klinikku.
Namun, bagaimana cara kita ke sana?
Tarik napas, hembuskan. Baik.
Zhiming, apa yang kamu lihat di sana?
Ayah, aku melihat ada ikan, ikan besar.
Paman Le, apa kaca ini bisa menahannya?
Sebelumnya sudah pernah diperkuat,
tapi tidak bisa bertahan terlalu lama.
Cepat atu lambat juga akan pecah.
Kita sebaiknya naik dan bersembunyi di lantai dua.
Zhiming, di mana kunci yang ada di lehermu?
Ayah, kunciku hilang. Jangan menyalahkanku,
salahkan air itu.
Ayah.
Ada kunci cadangan di Klinikku.
Namun, ada buaya di luar. Bagaimana caranya bisa pergi mengambilnya?
Jangan cemas, jangan cemas!
Tarik napas, tidak apa-apa, tarik napas.
Rilekskan badanmu.
Ya, sudah benar.
Melewati saluran ventilasi bisa pergi ke Klinik.
Kita bisa melewati saluran ini,
kemudian mengambil kunci
dan kembali lagi ke sini.
Aku yang pergi.
Di mana kuncinya?
Kunci itu ada di laci kedua meja kerjaku,
di sana ada kunci kecil,
ambil kunci itu untuk membuka lemari di sebelah kiri.
Tingkat ketiga dari lemari kiri.
Setelah dibuka, ada lima kotak.
Di dalam lima kotak ini, aku...
Sudahlah, kalian tidak perlu menghafalnya lagi.
Aku ikut bersama dengan kalian.
Tidak apa-apa.
Bawakan dompet kulit itu kemari.
Ada apa?
Sini. Bawa ke sini.
Ini adalah biaya konsultasiku.
Istriku.
Kalian semua ingin menjadi pahlawan sekarang?
Apa kalian pernah berpikir,
bagaimana jika buaya itu pergi ke sana?
Tidak perlu takut.
Aku merasa buaya ini,
pergerakannya sangat teratur.
Selama ia masih berada di swalayan ini,
maka bisa dikatakan Klinik itu sangat aman.
Begini saja, aku akan mengawasi di sini.
Selama buaya masih di sini, maka semuanya aman.
Jika buaya itu menghilang,
aku akan segera memberi tahu kalian.
Kalian bisa cepat kembali.
Baik. Benar, istriku.
Ada pasien di sini, aku tidak bisa hanya diam.
Aku adalah seorang dokter.
Istriku.
Dokter Chen, ayo pergi.
Ayo.
Dokter Chen.
Jiang Peng.
Tuan Tsavo,
semua tim penyelamat sedang
membuang air yang mengenang di pusat kota.
Namun tempat yang terkena dampak parah,
malah tidak ada penyelamat sama sekali.
Aku sedang berpikir,
bagaimana jika ada orang yang terjebak di sana?
Aku memiliki ide yang lumayan bagus,
selain bisa memperbaiki masalah pusat kota,
juga bisa mengurangi kerugian.
Silakan.
Buka semua saluran air.
Biarkan air dari tempat tinggi mengalir ke bawah.
Tuan Tsavo, ini...
Sepertinya aku tidak bisa menyetujuinya.
Sekali gerbang pembatas dibuka,
semua kota di pesisir hilir,
debit airnya akan terus meningkat.
Apakah Anda tahu akibatnya akan seperti apa?
Apakah Anda tahu seberapa bahaya itu?
Jika hujan terus,
debit air juga akan terus meningkat,
hanya masalah cepat atau lambat saja.
Lagi pula,
karena genangan air ini, seluruh pabrik sudah berhenti kerja.
Setiap pajak yang dibayar Tuan Tsavo
terus berkurang.
Dalam menghadapi bencana, pasti akan ada beberapa pengorbanan.
Lagi pula,
dana bantuan, dana rekonstruksi pascabencana
tidak akan berkurang.
Apa perkataanku benar, Tuan Legislator?
Air ini terus naik,
kita harus segera pindah ke tempat yang lebih tinggi.
Jika debit air terus meningkat,
bukankah buaya itu akan semakin dekat dengan kita?
Bagaimana dengan suamiku?
Hanya bisa berharap mereka bisa lebih cepat lagi.
Gawat! Debit air sepertinya meningkat.
Pelan sedikit, pelan sedikit.
Ayo, cepat!
Sudah ketemu.
Sanmao, aku sudah menemukannya. Ayo jalan.
Ayo.
Berikan kepada Xiaohu.
Terima kasih.
Bantu aku jaga Xiaohu.
Aku akan membantu Dokter Chen.
Baik, kamu berhati-hati ya.
Eh...
Ya, sudah ketemu.
Ayo, jalan.
Ayo, obat sudah datang. Cepat!
Gunakan obat ini.
Dokter Chen, kita harus lebih cepat, sepertinya ada sesuatu di dalam air.
Ada yang tidak benar dari suara ini.
Zhiming, apakah ikan itu masih ada?
Ayah, masih ada.
Sudah. Ayo naik.
Buayanya hilang!
Cepat kembali!
Jiang Peng!
Buayanya hilang! Kalian cepat kembali!
Ada bahaya.
Buayanya hilang!
Pegang erat, Dokter Chen. Dokter Chen!
Suamiku!
Ayo gunakan tenagamu!
Jiang Peng!
Katakan sesuatu, Jiang Peng!
Jiang Peng!
Jiang Peng!
Jiang Peng, mengapa hanya kamu sendiri?
Di mana Sanmao?
Di mana suamiku?
Jiang Peng! Katakan sesuatu. Di mana suamiku?
Maaf.
Nyonya Chen.
Jangan sentuh aku!
Nyonya Chen, kamu tidak boleh pergi.
Kamu tenang sebentar!
Jangan sentuh aku!
Nyonya Chen, tenanglah!
Mengapa kamu harus pergi?
Mengapa kamu sebodoh ini?
Kamu tidak bisa tanpa aku.
Tanpa aku, kamu harus bagaimana?
Tuan Tsavo,
mobil pengangkutan buaya,
diberhentikan di Kawasan Pecinan,
sekarang kehilangan komunikasi.
Berdasarkan titik lokasi menunjukkan,
buaya sudah kabur dari mobil pengangkutan.
Bagaimana dengan mereka yang menolak digusur itu?
Seharusnya, sudah dimakan buaya.
Orang miskin adalah orang miskin,
seumur hidup tidak akan berubah.
Menolak digusur, melawan aku. Rasakan.
Telepon dari Wallstreet.
Halo.
Kudengar kamu menggunakan tsunami untuk mengatasi penggusuran.
mengubah musibah karena ulah manusia menjadi bencana alam.
Hanya kebetulan saja.
Bagus. Jika mau mengerjakannya, kerjakan sampai akhir, jangan sampai tergigit.
Tentu tidak akan.
Zhiming.
Terima kasih, Ayah.
Xiaohu, ini.
Tante Chen.
Tolong!
Ada orang datang.
Tolong!
Tolong!
Tolong! Kami ada di dalam.
Mereka punya perahu, bisa membawa kita keluar.
Tolong! Kami ada di sini!
Tolong! Kami ada di sini!
Hei, apa yang kalian lakukan?
Xiao Wu, bawa kemari.
Kita sedang menolong orang,
bukan memanfaatkan kesempatan untuk merampok.
Sudahlah, Lao Xie.
Memang kamu suka cari ribut.
Hujan sebesar ini kita menolong orang, berapa banyak pahala yang kita kumpulkan?
Tidak berlebihan jika aku sekalian mengambil sedikit keuntungan, 'kan?
Kalian berdua ini.
Xiao Wu.
Kakak.
Masukkan ke dalam.
Apa ada orang?
Tolong!
Di sini!
Tolong!
Isi lebih banyak!
Lebih cepat!
Kemari! Di sini! tolong kami!
Kali ini akan makmur!
Cepat!
Ada buaya, jangan kemari! Ada buaya.
Jangan kemari, cepat pergi!
Di sini ada buaya.
Berbahaya, jangan kemari!
Buaya, berbahaya! Cepat pulang!
Lao Xie, sedang apa?
Di dalam supermarket ada orang.
Ada orang?
Jangan kemari!
Jangan kemari! Di bawah air ada buaya.
Jangan isi lagi, Xiao Wu. Di supermarket ada orang.
Lao Xie.
Lao Xie!
Lao Xie!
Tolong aku!
Xiao Wu, cepat lari! Di dalam air ada sesuatu.
Xiao Wu, cepat naik ke perahu. Cepat!
Iya, aku ke sana!
Xiao Wu!
Cepat menghindar!
Cepat! Cepat keluar! Cepat lari!
Cepat keluar!
Cepat!
Cepat keluar!
Tante Chen!
Nyonya Chen!
Nyonya Chen, cepat keluar!
- Cepat keluar! Nyonya Chen! - Tante Chen!
Nyonya Chen!
- Nyonya Chen!/Tante Chen! - Cepat keluar! Nyonya Chen!
- Tante Chen! - Cepat! Nyonya Chen!
- Nyonya Chen! - Jangan!
Nyonya Chen! Buka pintu!
- Tante Chen! Cepat buka pintunya! -Buka pintunya!
- Buka pintunya! Cepat buka pintunya! - Buka pintunya!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
- Buka pintunya! - Buka pintu!
- Cepat buka pintunya! - Buka pintu!
Buka pintu!
Itu adalah Tim Penyelamat.
Kita harus segera menuju ketinggian, cepat!
Zhiming! Cepat! Xiaohu!
Tante Chen!
Ayo pergi!
Cepat!
Minggir!
Jangan dorong!
Cepat! Cepat ikuti!
Pesawat, kami di sini!
Menemukan warga yang terjebak, bersiap menyelamatkan.
Diterima, silakan bicara.
Meraka sudah melihat kita!
Di sini!
Tuan Tsavo memintamu segera kembali.
Tapi, masih ada warga yang terjebak di Kawasan Pecinan.
Sebelum menolakku,
pikirkan dulu siapa yang memberikan uang penyelamatanmu.
Mengerti, segera kembali ke pangkalan.
Kemari, turun! Di sini!
Apa yang kamu lakukan?
Di bawah masih warga yang meminta bantuan.
Kamu sedang membunuh orang.
Dengar, jangan marah padaku.
Aku hanya mengikuti perintah, menyelesaikan pekerjaan.
Di sini! Kami ada di sini.
Mengapa pesawatnya pergi?
Mungkin orangnya sudah penuh.
Apa itu Tim Penyelamat Tsavo?
Tidak terlihat jelas.
Ganti baju yang kering.
Sudah 10 tahun,
tidak menyangka 10 tahun kemudian, akan menjadi seperti ini.
Menjalani hidup,
memang seperti ini.
Siapa yang tahu,
besok dan kecelakaan, yang mana akan duluan datang.
Ayah.
Air di luar sudah naik,
buaya akan segera datang.
Mengapa diam saja? Katakan, kita harus bagaimana.
Sekarang hanya ada satu cara.
Naik ke menara air di seberang.
Bapak tua, kamu sudah gila?
Bagaimana cara ke sana, Paman Le?
Lempar talinya ke sana,
pegang talinya menyeberang ke sana.
Apakah batu ini bisa?
Biar aku saja. Sini.
Menara air itu, 'kan?
Benar. Tunggu sebentar.
Cepat! Lempar, ya.
Tarik!
Batu ini agak berat.
Coba lagi.
Paman Le, batu ini terlalu berat.
Pikirkan cara lain.
Tidak usah coba lagi.
Itu tidak bisa. Tidak bisa, lepaskan.
Itu terlalu ringan, sama sekali tidak bisa dilempar.
Cari yang lain lagi,
ini terlalu ringan.
Coba yang ini.
Ini juga tidak bisa, jangan bersusah payah lagi.
Bagaimana dengan rak bunga ini?
Ah, ini terlalu ringan.
Kamu lihat, yang itu bisa atau tidak?
Zhiming, kamu...
Ayah, aku sudah melemparkannya.
Aku menang, Ayah. Aku menang.
Sudah, 'kan?
-Sudah. -Kemari.
Paman Le, aku coba ke sana dulu. Jika tidak ada masalah, kalian baru kemari.
Baik. Pergilah.
Jiang Peng!
Hati-hati!
Sekarang aku.
Aming,
jangan gegabah.
- Paman Le, kamu duluan. - Kamu duluan.
- Kamu harus menurut. - Paman Le, kamu duluan.
Saat seperti ini mengapa masih saling mengalah, jika tidak aku duluan.
Jangan mengalah lagi, cepat!
Kamu cepat!
Hati-hati!
Xiaohu,
jangan takut, yang kuat.
Pelan-pelan, kamu pasti bisa.
Seberangi pelan-pelan, jangan gegabah, kamu pasti bisa.
- Xiaohu, geser pahamu ke depan! - Hati-hati!/Cepat!
Buaya.
Xiaohu, kamu akan segera berhasil. Jangan lihat ke bawah, jangan gegabah.
Cepat!
Jangan gegabah, pelan-pelan. Hati-hati.
Mereka akan melepaskan airnya.
Air.
Pegang yang erat.
Air! Biarkan aku pergi!
Kamu sudah gila!
Minggir, biarkan aku pergi!
Tali ini tidak bisa menahan dua orang.
Jika tidak ke sana, semuanya akan mati.
Ayah!
Jangan ke sana, berbahaya!
Apa kamu sudah gila?
Minggir! Biarkan aku ke sana!
Biarkan aku ke sana!
Minggir!
Xiaohu!
Ayah!
Tolong! Cepat tolong aku! Aku tidak boleh mati.
Ibuku masih menungguku.
Xiaohu, pegang yang erat, naik ke atas.
Paman Le!
Kemari!
Paman Le!
Paman Le! Cepat!
Zhiming! Zhiming, cepat!
Ayah!
Ayah akan bermain denganmu, bagaimana?
Bermain? Baik, ayo kita bermain.
- Zhiming. - Paman Le, sudah tidak ada waktu.
Kamu lihat tali ini, 'kan? Ayo kita berlomba,
siapa yang lebih cepat dan stabil menyeberanginya. Oke?
Aku takut, Ayah.
Zhiming, menurutlah.
Jika masih bandel, Ayah akan marah.
Aku tidak pergi, Ayah.
Jika masih bandel, Ayah tidak mau kamu lagi.
Aku tidak mau, aku mau bersama dengan Ayah.
Ayah, kamu memukulku.
Zhiming, Zhiming penurut.
Paman Le, sudah tidak ada waktu lagi. Paman Le.
Menyeberanglah ke sana!
Aku takut, Ayah.
Cepat!
Ayah!
Zhiming penurut, setelah menyeberang ke sana, kamu akan menang.
Ayah, aku takut.
Cepat!
Paman Le, sudah tidak ada waktu, cepat!
Cepat!
Ayah!
Ayah, aku takut.
Jangan lihat ke bawah, terus maju ke depan.
Ayah,
setelah menyeberang ke sana, kamu akan menang.
Ayah, aku takut.
Jangan buru-buru, kamu bisa, Zhiming.
Yang kuat!
Kemari, Zhiming.
Paman Le, cepat kemari!
Kemari, Ayah!
Paman Le, berbahaya!
Ayah! Paman Le, cepat kemari! Paman Le!
Jiang Peng!
Paman Le!
Bawa anak-anak naik ke menara air!
Paman Le.
Ayah!
Ayah!
Ayah, aku menang! Kamu cepat kemari!
Kamu cepat kemari!
Ayah!
Ayah! Saatnya makan!
Ternyata Paman Le sudah merencanakan semua ini.
Ayah!
Dia tahu pasti akan ada hari ini.
Dia menyisakan harapan terakhir
untuk kita.
Ayah!
Zhiming!
Ayah, kamu cepat kemari! Ayah!
Zhiming!
Numpang tanya, di internet mengatakan,
Pilot Tim Penyelamat telah dibeli oleh Tuan Tsavo,
menolak untuk menyelamatkan.
Apa itu benar?
Tuan Legislator,
sebenarnya apa yang terjadi?
Tolong beritahu kami kebenarannya.
Orang di Kawasan Pecinan sudah mati semua.
Jadi kamu mudah menghancurkannya, 'kan?
Bicara sembarangan harus menanggung tanggung jawab hukum.
Apalagi kamu adalah Anggota Legislatif yang kudanai pemilihannya.
Bicara seperti ini kepadaku...
Aku tidak peduli lagi.
Aku sekarang akan segera mengatur orang untuk penyelamatan.
Media dan rakyat sangat mencurigai kita.
Saham perusahaan juga mengalami gejolak.
Apa yang harus kita lakukan?
Temukan orang di dalam video itu,
minta dia menjadi saksi.
Aku perlu sebuah cerita baru
untuk menjadi pahlawan di kota ini.
Apakah kita akan mati?
Semua orang akan mati,
tapi tidak sekarang.
Ayah masih ingin melihatmu masuk kuliah,
berkencan, menikah,
melahirkan banyak anak,
menggantikan popok mereka.
Maaf.
Ini semua salahku.
Aku tahu hari ini kamu akan melewati kawasan Pecinan.
Aku yang memberi tahu semuanya untuk datang.
Namun, aku...
Aku tidak menyangka bisa terjadi hal seperti ini.
Jika aku tidak meneriaki semuanya untuk datang,
tidak akan seperti ini.
Paman Le juga tidak akan mati.
Tidak.
Ini bukan salahmu.
Kupikir aku sudah dewasa.
Aku merasa sudah bisa menjaga diriku sendiri.
Aku tidak menyangka bisa berubah seperti ini.
Xiaohu, ini sama sekali tidak ada hubungannya denganmu.
Ini salah Ayah.
Ayah bahkan tidak tahu kamu asma.
Ayah sungguh, sungguh minta maaf padamu.
Pesawat. Pesawat besar.
Pesawat. Sungguhan.
Kita mendapat bantuan. Kami di sini.
Kami di sini. Cepat turun. Di sini.
Di sini. Cepat turun.
Kita di sini. Turunlah.
Tolong kami!
Tolong kami! Sudah turun.
Pegang erat-erat.
Tuan Tsavo.
Jiang Peng, kamu sangat beruntung.
Tuan Tsavo, di mana putriku?
Putriku, Jiang Xiaohu.
Jiang Xiaohu. Aku tahu.
Tuan Tsavo, di mana dia?
Tuan Tsavo, beri tahu aku, di mana putriku?
Aku hanya punya seorang putri.
Kamu ingin bertemu dengan putrimu? Boleh.
Bantu aku satu hal.
Jangankan satu hal,
ratusan hal pun, aku juga bersedia.
Orang yang memutuskan sinyal,
menunda peringatan tsunami itu kamu.
Melepaskan buaya,
menyebabkan banyak kematian dan cedera di kawasan Pecinan,
itu juga kamu.
Ini... Ini bukan...
Mulai sekarang ini benar.
Tidakkah kamu ingin bertemu putrimu?
Setelah selesai,
aku masih akan memberimu uang
yang bisa memenuhi kebutuhanmu seumur hidup.
Pikirkanlah.
Selanjutnya,
mari kita sambut pahlawan kota kita, Tuan Tsavo.
Tsavo.
Apakah di kawasan Pecinan
sungguh muncul seekor monster?
Mengapa pertolongan di kawasan Pecinan
sangat terlambat?
Sebenarnya, yang dibilang monster,
itu seekor buaya besar Afrika bernama Gustave.
Untungnya,
kami sudah menangkap buaya itu.
Minggir.
Para hadirin semuanya,
penyebab utama pembantaian kawasan Pecinan kali ini,
itu ia.
Selain itu, kami sudah menemukan
orang yang melepaskan buaya.
Ini tetangga kawasan Pecinan.
Berikan kami penjelasan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku ini,
orang yang baru saja kalian lihat di video.
Buaya yang kabur, semuanya tanggung jawabku.
Gangguan Menara Sinyal kawasan Pecinan,
itu juga kesalahanku yang tidak disengaja.
Namun,
yang menhancurkan semuanya itu
bukanlah Gustave,
tapi Tsavo. Itu Tsavo.
Tsavo.
Dia yang merusak Menara Sinyal kawasan Pecinan.
Itu Tsavo. Demi lahan di kawasan Pecinan,
dia membiarkan mereka tidak menerima pesan peringatan.
Dia juga menculik putriku.
Menyuruhku menggantikannya berbohong.
Ingin bertemu putrimu? Boleh.
Bantu aku satu hal.
Jangankan satu hal, seratus hal pun, aku juga bersedia.
Orang yang memutuskan sinyal,
menunda peringatan tsunami itu kamu.
Melepaskan buaya,
menyebabkan banyak kematian dan cedera di kawasan Pecinan, itu juga kamu.
Mulai sekarang itu benar.
Kurung dia.
Tuan Tsavo.
Kamu menampilkan pertunjukan yang bagus.
Berani sekali.
Tangkap dia.
Tunggu.
Semuanya, cepat lari. Ada buaya. Cepat lari.
Makanlah.
Di mana putriku?
Aku lupa memberi tahumu,
kamulah satu-satunya yang selamat.
Bawa dia pergi.
Jangan sentuh aku. Aku bisa jalan.
Zhiming.
Apakah ada orang?
Apakah ada orang? Tolong kami.
Tolong. Apakah ada orang?
Apakah ada orang? Tolong.
Tolong. Apakah ada orang?
Zhiming.
Bangunlah.
Jiang Peng.
Xiaohu.
Xiaohu, kamu bak-baik saja, 'kan?
Ya.
Apakah kamu terluka?
Tidak. Lihatlah Zhiming, dia tidak sadarkan diri.
Zhiming. Lukanya Zhiming terlalu serius.
Harus membawanya ke Rumah Sakit.
Zhiming, bangunlah. Zhiming.
Ayo, berdirilah Zhiming.
Zhiming, bertahanlah.
Zhiming, bangunlah.
Buaya. Pergi.
Lepaskan dia.
Xiaohu, pipa ini sudah tidak kuat menahan lagi.
Aku akan memancingnya untuk pergi. Kamu bawa Zhiming pergi.
Tidak mau. Jiang Peng, jangan.
Tidak mau. Jangan.
Jiang Peng.
Jiang Peng.
Xiaohu, cepat lari.
Jiang Peng.
Ayah. Bicaralah.
Mengapa kamu diam saja?
Lihatlah aku.
Lihat aku.
Bukankah kamu bilang ingin melihatku tumbuh dewasa?
Bukankah kamu ingin melihatku lulus?
Kamu juga ingin melihatku menikah.
Aku tidak akan membuatmu marah lagi.
Aku akan mendengar semua perkataanmu. Aku akan patuh padamu.
Aku... Pukul aku.
Apakah ada orang?
Ayah.
[Satu tahun kemudian]
Zhiming, bangunlah. Jangan tidur lagi.
Hai.
Makan pagi.
Aku tidak makan. Aku pergi dulu, ya. Sampai jumpa.
Akan turun hujan. Apakah kamu membawa payung?
Tahu. Aku sudah membawanya.
Zhiming, bangun dan makan pagi. Zhiming.
Bakpao sudah datang.
Banyak sekali.
Semuanya duduk.
Xiaohu datang.
Beri para adik sebuah gelas.
Tuangkan.
Semuanya angkat gelasnya, ya.
Ayo.
Hari ini tahun baru. Aku akan bicara sedikit.
Lihatlah, berapa tahun kita sudah menjadi tetangga lama di lingkungan ini.
Sungguh suatu hari,
di mana saat akhirnya kita harus berpisah.
Aku harap semuanya,
tidak melupakan kawasan Pecinan kita.
Jangan lupakan setiap orang yang ada di kawasan Pecinan.
Selamat tahun baru.
Ayah, ayo kita berfoto.
Xiaohu bilang, kita berfoto bersama.
Baiklah. Ayo kita berfoto.
Ayo, duduklah di pangkuan Ibu.
Kamera ini berteknologi tinggi.
Tidak ada yang membantu kita memotret.
Ada pengatur waktunya. Lima detik.
Lima, empat, tiga, dua, satu.
Selamat tahun baru.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.