Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub indo oleh ch4nk-san Berteman di twitter yuk: @ch4nk_san ^_^
Disutradarai oleh Ryohei Watanabe
Setiap wanita punya ketakutan yang tak bisa dijelaskan di dalam hatinya.
Apa kira-kira aku bisa bahagia ya?
~ AISHU CINDERELLA ~
SUB INDO OLEH CH4NK-SAN
Ya?
Saya dari Pusat Konsultasi Anak.
Ini soal Asuka-chan... - Kenapa dengan anakku?
Dia keliatannya baik-baik saja.
Aku lagi sibuk sekarang. - Tidak, tunggu tunggu!
Asuka-chan baik atau tidak, boleh kami yang memastikannya sendiri?
Sakit, tanganku sakit.
Tanganku...
Lepaskan, aduh duh duh...
Lagi-lagi ada telpon pengaduan, ya?
Wanita itu, tak pantas jadi seorang ibu.
Meski Asuka-chan keliatannya tersenyum.
Tapi aku tak melihat cahaya di matanya.
Masa depan seorang anak, selalu tergantung pada usaha ibunya.
Apa itu?
Itu kata-kata dari seseorang yang hebat.
Tapi, aku tak ingat siapa?
Palingan Bunda Teresa lagi, kan?
Bukannya terdengar seperti kata-kata Nightingale?
Sepasang suami istri ditangkap polisi setelah mengancam Kepala Sekolah...
...sebuah Sekolah Dasar dengan pisau dapur untuk mengadakan kembali Hari Olahraga.
Sepasang suami istri ini masuk ke sekolah mereka...
Orang tua yang bodoh. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?
...dan menodongkan pisau dapur ke arah Kepala Sekolah.
Aku tak mau jadi orang tua yang seperti itu.
Sejak mulai bekerja di Pusat Konsultasi Anak, aku selalu berpikir seperti itu.
Tapi, pikiran ini pertama kali muncul...
...jauh sebelum aku melakukan pekerjaan ini.
Saat aku masih usia 10 tahun.
Ibu...
Ibu...
Bu, jangan pergi, bu...
Aku berhenti jadi ibumu!
Ibu... Ibu... Ibu...
Aku tak mau jadi orang tua yang seperti itu.
Toko Sepeda Fukuura
Aku pulang...
Katanya mereka mengancam kepala sekolahnya untuk mengadakan kembali hari olahraganya.
Benar-benar tak bisa dimengerti.
Bukannya itu terlalu berlebihan? - Berlebihan, kan?
Orang tua tak bermoral seperti itu benar-benar tak bisa dimaafkan.
Tidak, kita makan kare lagi?
Pekerjaanku akhir-akhir ini sangat sibuk...
Tapi, kamu suka kare, kan? - Aku sudah makan itu 4 hari ini.
Aku kan bukan orang India.
Aku tau kok. Makanya aku menyajikannya seperti masakan Jepang dengan sup miso.
Panas! Ah, panas...
Kakek tidak makan?
Entah kenapa kepalaku agak...
Aku mau mandi lalu tidur.
Aku juga takut berat badanku naik.
Tapi, cuman saat makan kare ya...
Kalo gak mau, kamu tidak usah makan.
Duduk yang benar!
Padahal dia tak perlu jauh-jauh pergi sekolah Swasta di Tokyo, kan?
Uang SPP-nya setahun kira-kira segini.
Bukannya ini sulit sekali?
Jadi, kita beritau Chinatsu tak perlu ikut ujian masuknya? Padahal dia sudah belajar keras loh...
Ah tak boleh. Nanti mubazir.
Jorok banget...
Bagaimana bisa kamu menyebut ayahmu jorok?
Nih...
Ayah! Ayah! Ayah! - Kakek! Kakek!
Hei, kakek mau dibawa cuman pake celana pendek?
Sudahlah, angkat dia yang benar!
Aduh, duh duh...
Kakek... - Kita sebentar lagi sampai di rumah sakit.
Ayah...
Kau tak mengemudi dengan benar sih...
Dasar pemabuk sialan! - Kakek...
Ah gawat, aku jadi mau minum sake juga.
Kita bisa mengantarnya dengan mobil lebih cepat daripada menunggu ambulans.
Yang salah itu aku,
jadi jangan nangis lagi, Ayah!
Jangan kuatir, pasti ada jalannya.
Aku tutup dulu ya!
Chinatsu, apa dia akan baik-baik saja ya?
Kakek...
Telah terjadi kebakaran di Toko Sepeda Fukuura di Jalan Asaba No. 1.
Telah terjadi kebakaran di Toko Sepeda Fukuura di Jalan Asaba No. 1.
Apa dia barusan bilang Toko Sepeda Fukuura?
Permisi...
Tolong mundur! Disana bahaya, tolong mundur!
Tolong mundur!
Disana bahaya, tolong jangan mendekat!
Disana bahaya, tolong jangan mendekat kesana!
Masih ada waktu sebelum bis yang terakhirnya berangkat.
Tak apa-apa, rumah pacarku dekat dari sini.
Di saat seperti ini, dia pasti pengen 'ena-ena' sama pacarnya.
Bikin iri saja ya...
Gigit jariku!
Hiromu!
Eh, kenapa kamu disini? - Aku takut.
Ah, tidak...
Senpai...
Aku rasanya gak punya tenaga lagi untuk marah.
Tunggu, Koharu!
Koharu, Koharu, Koharu!
Aduh...
Kamu baik-baik saja?
Maaf...
Kita sepertinya memang terlihat mencurigakan, ya?
Maafkan aku.
Aku tak biasa minum sebanyak ini.
Aku diajak pergi minum sama rekan-rekanku kemarin.
Apa telingamu terasa sakit?
Tak apa-apa, telingaku cuma sedikit berdengung.
Kalo gitu, tolong ya Pak! Hati-hati di jalan!
Maaf sudah merepotkan.
Terima kasih.
Anu, permisi.
Permisi.
Anu...
Biar kubayar ganti rugi untuk pakaian dan sepatumu.
Eh? Tidak, tidak...
Itu tidak perlu.
Kalo gitu, setidaknya ijinkan aku berterima kasih lain kali.
Dia bilang lengannya memar karena dicengkeram sangat keras.
Apa yang sudah kau lakukan?
Ini masalah besar loh...
Shiraishi, cepat omeli dia juga!
Kupikir hal yang normal kita melakukan kesalahan.
Bagaimanapun, kita adalah manusia.
Benar-benar senpai yang baik.
Toko Sepeda Fukuura
Ayah, mari makan! Stew-nya bisa dingin nanti.
Aku tak bisa temukan pekerjaan lain.
Selama hidup, aku belum menyentuh apapun selain sepeda.
Label dari laundry nya masih nempel tuh...
Kamu tau,
*Hipoglikemia (Gula darah rendah)
hanya 1 ml suntikan insulin bisa membuat seseorang meninggal karena hipoglikemia?
Hanya butuh 1 mililiter.
Eh, apa? Maksudnya Ayah mau mati, gitu?
Aku takkan mati meninggalkan putriku sendirian.
Aku takkan ikut bimbel.
Setelah lulus nanti, aku akan cari pekerjaan.
Lagian, aku tak perlu memaksakan diri untuk kuliah juga.
Kamu sebaiknya lanjut kuliah.
Kamu sudah susah payah menaikkan nilaimu juga.
Soalnya Toko kita terbakar dan keluarga dalam masalah,
kakek dirawat di rumah sakit dan butuh banyak uang.
Itu...
Aku akan lakukan sesuatu dengan itu. - Itu tidak perlu!
Selama aku tidak kuliah, masalahnya selesai.
Dan juga, pekerjaan kakak juga tak berjalan dengan baik, kan?
Sebaiknya kakak mencemaskan diri kakak lebih dulu.
Tak perlu berusaha mengambil peran sebagai seorang ibu.
Halo.
Mana yang lebih penting, pekerjaan atau keluargamu?
Suamimu ya?
Dia bilang harus terima tamu penting hari ini.
Senangnya punya ayah yang bekerja keras, ya...
Koharu katanya akhirnya akan putus sama Hiromu.
Heh, benarkah?
Padahal kalian sudah pacaran selama 10 tahun, kan?
Kamu melihat mereka ngewe dengan mata kepalamu sendiri?
Jangan bicarakan hal seperti itu di depan anak bayi!
Teman kantornya senpai benar-benar menggerakkan pinggulnya dengan gembira.
Benar-benar tak bisa dimaafkan.
Tidak, justru itu bagus.
Lagian anak Band itu tak punya masa depan.
Cari pria lain saja!
Rasanya cara menghiburmu cuman ala kadarnya saja.
Ala kadarnya? Padahal aku hanya mencemaskanmu...
Mau kuajari gimana caranya membuat hidup lebih mudah?
Lebih mudah?
Gimana caranya?
Dengan membuang semua impian dan cita-citamu.
Hah?
Pengen menikah dengan orang yang baik, pengen punya kehidupan yang baik, pengen jadi ibu yang baik.
Buanglah semua keinginan itu!
Aku tak mengerti.
Maksudku...
Jika kamu punya impian dan harapan, kamu akan menderita.
Jika segalanya tidak berjalan seperti yang kamu harapkan, kamu akan jadi marah.
Padahal aku sudah memberitahumu cara yang bagus ini?
Abisnya, orang yang seperti itu terdengar sangat membosankan.
Pokoknya, aku sudah memberitahumu.
Yah, kamu mungkin hanya sedang sial saja. Dewa itu bukanlah iblis.
Kesempatan itu pasti akan segera datang.
Seperti apa?
Bertemu pria baru mungkin?
Bertemu pria yang baru ya?
Kalo yang itu aku sudah ketemu.
Masa'?
Apa dia tampan? Apa dia seorang pangeran dengan kuda putih?
Direktur Izumisawa Clinic, Daigo Izumisawa.
Astaga! Jadi, dia seorang dokter?
Selain itu, dia punya klinik sendiri?
Dia pasti kaya sekali.
Apa maksudnya kaya?
Gimana kamu mendapatkannya? - Aku tak berniat mendapatkannya.
Sudah hubungi dia? - Belum.
Hubungi dia! Cepat hubungi dia!
Dibanding seorang pangeran di atas kuda putih,
seorang dokter diatas kuda putih justru lebih baik.
Cepat hubungi dia! - Aku takkan menghubunginya.
Tidak, aku tak mau.
Ada apa? Padahal ini cocok denganmu.
Tapi harganya terlalu...
Permisi, kami akan beli yang ini. - Baik.
Hei, hei...
Gimana dengan sepatu ini?
Ayo kemari, cobalah! - Tidak, tidak!
Lepas sepatumu!
Permisi sebentar!
Yang satunya lagi.
Cocok denganmu.
Aku masih hidup sekarang berkat Koharu-san.
Jangan katakan itu!
Aku hanya lakukan yang harus kulakukan.
Jika saat itu, orang lain yang ada disana,
aku bisa saja sudah mati.
Orang-orang pura-pura tak ingin melihat seseorang tertabrak kereta api.
Tapi di dalam hati mereka sebenarnya ingin melihatnya.
Itulah yang ada di pikiran manusia, kan?
Apa benar begitu ya?
Apa kamu lagi kurang enak badan?
Eh?
Wajahmu terlihat pucat.
Apa semalam tidurmu tidak nyenyak?
Aku kurang tidur akhir-akhir ini.
Apa kamu sudah beritau pacarmu kalo kita ketemuan hari ini?
Tidak... - Apa kamu lagi bertengkar dengan pacarmu?
Apa aku pernah bilang kalo aku punya pacar?
Soalnya kamu pake cincin saat pertama kali kita ketemu.
Meski tidak hari ini.
Sebenarnya, hari itu aku melihat dia selingkuh.
Kami sudah putus sekarang.
Maafkan aku.
Itu sudah jadi masa lalu.
Gimana kalo kita pergi memukulnya sama-sama nanti...
Maaf.
Gimana denganmu? Kamu pasti sudah nikah, kan?
Ah, apa kamu menyuruh istrimu pergi keluar agar bisa menemuiku?
Ah, dasar genit!
Istriku sudah meninggal, karena kecelakaan mobil.
Itu sudah jadi masa lalu.
Apa kamu suka kuda?
Kuda? - Ya.
Maksudnya... Kuda yang kayak gini?
Apa kamu pernah pergi restoran sashimi daging kuda terkenal bernama Kuroshio?
Tidak, tak pernah.
Aku ada janji dengan seseorang untuk pergi kesana malam ini.
Kalo tak keberatan, mau menemaniku kesana?
Kamu janjian sama siapa?
Sebelah sini!
Ayo!
Oke.
Salam kenal, namaku Koharu.
Namamu siapa?
Ayo beri salam!
Ayo, Hikari!
Ah, aku sudah sebutkan namanya.
Kamu pasti gugup, ya?
Ada apa dengan matamu itu?
Mata yang memar.
Kamu juga tau kata-kata yang rumit seperti itu ya?
Dia memakainya karena suka.
Padahal sebenarnya sudah sembuh.
Ayo dilepas saja!
Ayo dilepas, hei... - Hebat banget...
Permisi... - Ya?
Teh oolong nya dua. - Baik, Teh oolong nya dua...
Dan jus jeruk nya satu. - Baik.
Sashimi-nya, tiga...
Ketemu.
Biar kurias untukmu.
Ayo hadap kemari!
Satu wakame goreng. - Satu wakame goreng.
Untuk sementara, itu saja dulu. - Baik.
Yosh, selesai!
Coba liat!
Hei, Papa, coba lihat mataku!
Manis sekali ya... - Dia yang menggambarnya untukku.
Terlihat berkilau.
Mata kiri Hikari ini terkena bola saat main dodgeball.
Mendengarnya saja udah sakit banget.
Matamu mungkin akan membusuk, ya... - Tidak akan membusuk...
Dokter bilang pemulihannya berjalan lancar.
Daging kuda (Uma) ini benar-benar enak (Umai).
Bukan kayak gitu.
Aku masih sulit percaya ini.
Hikari ini agak sulit akrab dengan orang lain.
Sama sekali tak begitu, dia anak yang baik.
Kamu mudah akrab dengan anak-anak ya!
Soalnya, aku selama ini yang merawat adikku.
Kami juga tidak punya ibu.
Dia sudah meninggal?
Tidak, dia tiba-tiba pergi dari rumah.
Saat aku berumur 10 tahun.
Kenapa?
Aku juga tak tau kenapa.
Apa hubungan orang tua kalian buruk?
Kupikir hubungan keluarga kami cukup baik.
Tapi dia mungkin bisa menemukan kebahagiaan lain dengan pergi dari rumah.
Tapi, gimanapun...
Orang tua yang menelantarkan anaknya adalah yang terburuk.
Maka kamu harus berusaha untuk bahagia ya....
...buat tunjukin padanya.
Apa aku benar-benar bisa bahagia, ya?
Rasanya begitu jauh...
Koharu-chan, kamu bisa beritau apapun padaku.
Aku ingin membantumu.
Tempat ini hebat sekali. - Sekali lagi terima kasih banyak.
Sepertinya Ayah beneran tak bisa.
Ayah tak ingin menyentuh mayat.
Jangan terlalu pilih-pilih!
Ayah bilang cuman tak mau menyentuh mayat. Apa itu yang namanya pilih-pilih?
Daigo-san sudah susah-susah mau kenalkan Ayah sama pekerjaan ini loh...
Panggil Dai-chan saja!
Paman, mungkin Anda bisa bicara-bicara dulu dengannya!
Kira-kira begitulah pada dasarnya bagaimana pekerjaan ini dilakukan.
Biasanya, kami akan menunggu di kantor jika ada yang meninggal.
Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?
Anu... Apa bayaran bekerja disini sebesar ini?
Kami menghitung per-satuan di sini,
jadi selama ada pekerjaan, Anda bisa terima lebih banyak.
Jadi, kalo sudah tak ada pertanyaan, Anda bisa mulai bekerja disini.
Meskipun agak jauh,
tapi kami punya lingkungan yang cukup baik disini.
Apa ini beneran tak apa-apa? - Jangan kuatirkan itu!
Soalnya kamu adalah penyelamat dari murid kebanggaanku.
Daigo juga akhirnya menemukan wanita yang baik kali ini.
Aku merasa lega.
Hm? Apa dia belum cerita soal mantan istrinya?
Soal Mayuka-san.
Saya cuma dengar kalo dia meninggal karena kecelakaan.
Wanita itu benar-benar yang terburuk.
Mereka sudah kembali.
Sensei, coba liat deh! - Mana, mana?
Tai! / - Eh, siapa? Siapa yang gambar ini?
Lalu, masukkan nilai ini ke dalam rumusnya untuk menghitungnya.
Aku mengerti. Jadi, caranya gitu?
Sederhana sekali. - Ya, sederhana.
Kamu sumpah akan jaga rahasia?
Aku bersumpah.
Apa, apa?
Yubi kiri genman...
Jika kamu bohong, kamu harus menelan seribu jarum...
Tidak, kamu harus menelan 100 juta jarum.
Dan memotong jarimu.
Wataru-kun?
Jangan keras-keras! - Maaf, maaf.
Apa Koharu-chan juga punya?
Seseorang yang kusuka? - Ya.
Papa juga punya loh, tapi aku takkan beritau Koharu-chan.
Siapa dia?
Takkan kuberitau, takkan kuberitau.
Eh, kamu tak mau memberitahuku?
Hei, ada yang mau kutanyakan juga soal pelajaran IPA.
Aku bisa mengajarimu minggu depan.
Apa aku mungkin bisa bayar biaya lesnya?
Tidak usah, soalnya aku juga berharap dia masuk kuliah.
Setelah diajari Dai-chan, aku merasa guru-guruku selama ini payah sekali dalam mengajar.
Ngomong-ngomong, aku tadi pergi menemui kakek.
Itu benar-benar rumah sakit yang bagus.
Kamar single itu sangat mahal, kan?
Benar-benar mahal.
Setelah dirawat disana, dia sepertinya takkan mau kembali ke rumah sakit kota.
Semuanya berkat Dai-chan.
Terima kasih banyak.
Tidak, aku hanya lakukan yang bisa kulakukan.
Kalo gitu...
Maukah kamu menikahi Koharu?
Eh?
Jangan katakan hal yang bodoh!
Aku setuju sekali Koharu-chan jadi Mamaku!
Dengar tuh, dia juga sudah setuju.
Maafkan aku.
Maaf.
Hei Hiromu...
Kau berpikir aku tak mungkin jatuh cinta pada pria lain selain Hiromu, kan?
Bahkan aku juga bisa jatuh cinta pada pria lain.
Tidak mungkin!
Aku tak mau itu.
Bukan kamu yang putuskan itu, kan?
Aku tak mau.
Tak mau, tak mau, tak mau!
Aku tak mau itu.
Tolong maafkan aku!
Aku mengerti, aku akan membotaki kepalaku!
Jangan cuma bilang 'akan', lakukanlah sana!
Bisanya cuman bicara saja...
Kau pikir aku akan memaafkanmu jika kamu membotaki kepalamu?
Jika mau memotongnya, potonglah tytyd-mu sana!
Hanya Koharu satu-satunya yang kumiliki.
Aku serius.
Aku serius.
Aku tak terlalu pandai berkata-kata, jadi...
Tolong dengarkan ini!
Maaf...
Apa sebenarnya yang kusukai darinya selama 10 tahun ini?
Jangan kuatir, orang yang selingkuh akan masuk neraka.
Gimana kalo ini Koharu-chan?
Imut gak?
Terlalu kekanak-kanakan.
Hikari memang anak-anak, kan?
Kamu benar-benar tak mengerti hati wanita ya?
Hati wanita?
Anak kelas 2 juga seorang wanita loh...
Hatinya juga sudah bertumbuh.
Entah sudah berapa lama terakhir kali aku menjahit sesuatu, apa aku masih bisa ya?
Rahasiakan ini dari Hikari-chan ya!
Aku ingin memberinya kejutan biar dia senang.
Makasih ya!
Hanya ini yang bisa kulakukan untuknya.
Anu..
Aku tak tau bagaimana menjawabnya jika tiba-tiba begini.
Aku mengerti.
Bukan berarti aku membenci Dai-chan ya...
Hanya saja...
Kita bisa pelan-pelan pacaran dulu.
Aku juga berpikir lebih baik seperti ini.
Kalo gitu, meski tak buru-buru...
Aku harus buru-buru.
Koharu memang masih 36 tahun.
Tapi, aku sebentar lagi sudah 41 tahun.
Selain itu...
Hikari juga membutuhkan seorang Ibu.
Ibu?
Happy Birthday, Dear Hikari!
Happy birthday to you...
Selamat ulang tahun.
Ayo cepat kita makan!
Sebelum kita makan,...
Ini hadiah untukmu.
Boleh kubuka? - Tentu.
Isinya apa ya?
Apa ya?
Wah, benar-benar lucu...
Apa ini tas pensil?
Ya.
Selain itu, dibuat dengan tangan Koharu-chan sendiri.
Benarkah? Hebat...
Terima kasih.
Dia benar-benar menyukainya.
Senangnya~
Hei...
Apa benar kamu tak masalah denganku?
Hikari!
Dia bilang akan jadi Mama mu.
Eh, benarkah?
Apa kamu benar-benar akan jadi Mamaku?
Benarkah?
Ayo pergi!
Kemana?
Untuk mendaftarkan pernikahan kita.
Jika berjalan lancar, harusnya akan disetujui hari ini.
Menikah di hari ulang tahun Hikari...
...akan menjadi hadiah ulang tahun terbaik yang pernah ada.
Kalian akan menikah?
Selamat untuk Anda berdua.
Kalian percaya ini?
Kita sekarang adalah keluarga.
Mama!
Hikari...
Enak banget ya~
Ayo!
Ayo sebelah sini!
Mungkin masih agak sakit.
Kamu bisa buka matamu sekarang.
Aneh sekali kamu bilang pengen di-infus.
Meski isinya cuma air, garam dan juga gula.
Soalnya aku tak pernah di-infus sejak usia 6 tahun.
Ini adalah impianku.
Mulai sekarang, apapun impianmu...
...akan kuwujudkan untukmu.
Mau mendengarnya?
Kemarilah sebentar!
Tak terdengar apa-apa.
Itu tidak mungkin, kan?
Beneran. - Sama sekali tidak.
Aku tak bisa mendengarnya.
Deg-deg, deg-deg, deg-deg...
Pinjam sebentar!
Jantungmu berdetak sangat cepat.
Mungkin akan meledak juga.
Karena kejadian itu sebelum Hikari umur 2 tahun,
ingatannya tentang Mayuka sangat sedikit.
Dia tak banyak mengingat tentang ibunya.
Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Mayuka-san?
Apa maksudmu?
Kyota-sensei bilang...
kalo dia adalah wanita yang terburuk.
Saat meninggal dalam kecelakaan itu,
dia bersama pria lain.
Sama seorang mahasiswa.
Kupikir dia mengenalnya dari aplikasi kencan.
Sejujurnya, perasaanku jadi campur aduk.
Aku bahkan tak bisa menangis.
Selama itu demi Hikari,
aku akan lakukan apapun itu.
Bahkan jika harus melawan dunia,
bahkan jika harus mengorbankan nyawaku.
Kupikir begitulah orang tua yang sebenarnya.
Tapi Mayuka tak punya kesadaran sebagai seorang ibu.
Ibuku juga adalah yang terburuk.
Saat dia pergi dari rumah,
aku terus berpegangan padanya.
Aku memohon padanya untuk tidak pergi.
Tapi dia menepis tanganku.
Dia bilang aku berhenti jadi ibumu.
Bukannya itu jahat sekali?
Dia menyerah menjadi seorang ibu secara sepihak.
Aku benci dia karena tidak bertanggung jawab.
Jika bertemu dengannya suatu hari nanti,
aku pasti akan meninju wajahnya.
Sungguh.
Aku serius.
Aku sudah bayangkan berkali-kali sedang meninjunya.
Tapi sekarang itu tidak penting lagi.
Aku...
Aku akan menjadi ibu yang baik untuk Hikari.
Kamu yang tumbuh tanpa pernah merasakan kasih sayang seorang ibu,
apakah mampu menjadi seorang ibu?
Bu...
Ibu cuman tanya.
Soalnya ini sangat penting.
Akan menjadi seorang ibu,
dan telah menjadi seorang ibu,
adalah hal yang berbeda.
Maaf soal yang tadi itu, ya!
Jadi orang tua itu sangat berat.
Sekeras apapun usahamu, tak ada yang akan memujimu.
Aku hanya ingin memberitahumu ini.
Tolong jaga anakku!
Koharu cantik sekali, ya!
Dia benar-benar cantik.
Siap semuanya!
Satu, dua...
Selamat!
Terima kasih.
Koharu-chan, Koharu-chan! - Hm?
Coba katakan sesuatu... Silahkan!
Aku akan membuat Dai-chan dan Hikari bahagia.
- Klik, klik, klik, klik, klik... - Klik, klik, klik, klik...
Itu bagus sekali, Koharu-chan.
Sudah jadi...
Hikari, ayo cepat bangun!
Jangan beritau Papa ya!
Aku takkan beritau dia.
Nih...
Aku berangkat dulu...
Selamat bersenang-senang!
Hati-hati di jalan ya!
Waktunya makan siang!
Apa?
Ayahku seorang astronot dan dia suka pergi ke bulan.
Eh, kamu pasti bohong.
Aku punya penyakit yang bisa membunuhku jika aku berbohong.
Pembohong...
Terserah kamu mau percaya atau tidak.
Apaan itu?
Ada apa?
Hikari-san, ada apa?
Hikari-chan, kamu tak apa-apa?
Ada apa?
Wanita yang cantik!
Benar-benar sudah seperti cerita Cinderella versi dunia nyata.
Semua wanita di dunia ini akan iri padamu.
Kamu baru kenal dia selama sebulan.
Apa kamu tak merasa takut?
Kamu bahkan belum terlalu lama mengenal pasanganmu.
Ini bukan masalah seberapa lama kamu mengenal pasanganmu.
Aku selalu berpikir cerita Cinderella itu menakutkan.
Mereka hanya menari di pesta dansa dalam satu malam, kan?
Kemudian, bersama lagi karena sepatu yang ketinggalan.
Apa beneran tak masalah menikah hanya dengan mengetahui ukuran sepatu pasangan?
Itu agak mengkhawatirkan, kan?
Kamu benar-benar tak punya impian, ya?
Kamu juga pasti tak ada niat menikah ya?
Kalo gitu, kenalkan aku dengan pria yang baik!
Kenapa aku yang harus kenalkan?
Apa salahnya, kan?
Hei, Koharu...
Berhenti menjilati daun mint yang diolesi krim seperti orang susah begitu!
Kamu itu sekarang istri seorang dokter, tau!
Hentikan!
Izumisawa Clinic
Ada beberapa efek samping dari obatnya, jadi cobalah untuk menguranginya.
Tapi Sensei,
Jika tidak minum obat, bukannya sembuhnya akan lebih lama?
Kalo gitu gilinglah beberapa penis rusa kering dan konsumsi setelah makan.
Efeknya signifikan dan akan membuat Anda merasa lebih baik.
Penis rusa?
Ya.
Semoga cepat sembuh!
Infeksi virus Influenza jenis baru semakin memburuk, vaksinasi akan diperluas sampai kepada anak-anak SD.
Mama, hei, Mama...
Kalo gitu...
Mama. Mama. - Mama suapin ya...
Mama.
Tunggu sebentar!
Jangan berikan padanya!
Mama.
Tunggu, Hikari!
Jangan berikan padanya, ada kandungan udangnya di sini.
Syukurlah kamu belum memberikannya padanya.
Mama. - Eh, dia alergi?
Bukan alergi.
Tapi dia muntah sangat banyak setelah memakannya terakhir kali.
Kalo gitu, sebaiknya jangan dimakan!
Mama...
Tunggu sebentar ya!
Ayo kita makan yang lain!
Bakso harusnya tak masalah, kan?
Maaf ya, padahal kamu sudah susah-susah membuatnya.
Tak apa-apa, tak apa-apa...
Untungnya kamu memberitahuku sebelum aku menyuapinya.
Nih... - Ya.
Kamu makan pangsitnya?
Ada udang di dalamnya, kan?
Jangan kuatir!
Mungkin karena cuman sedikit, ya?
Makanan apa yang kamu tidak suka?
Kacang hitam, soalnya terlihat seperti serangga.
Serangga? Kacang hitam itu enak tau...
Lalu, makanan apa yang kamu suka?
Permen kapas.
Mama tak bisa masukkan itu ke dalam kotak bekal mu.
Permen kapas, permen kapas...
Permen kapas.
Boleh kusentuh?
Nakal...
Dasar nakal.
Nih...
Aku berangkat dulu...
Hati-hati di jalan...
Ayo pergi!
Kamu sudah melihatnya, ya?
Padahal aku rencana menunjukkannya padamu kalo sudah selesai.
Maaf.
Lukisanmu bagus juga ya...
Ini hanya lukisan biasa.
Ruangan ini hebat sekali.
Semua ini adalah hartaku yang berharga.
Itu...
Aku pernah pelihara kelinci saat masih SD.
Ada seorang anak di kelasku bernama Miura...
...yang menyebutku menjijikkan karena membuat model hewan piaraan seperti ini.
Yah, normalnya anak-anak takkan lakukan itu.
Tapi saat burung beo Miura itu mati.
Dia bahkan tak mau menyentuhnya, jadi dia meminta ibunya yang menguburkannya.
Dia bahkan tak mencintai burung beo itu.
Orang yang seperti itu tak berhak menyebutku menjijikkan.
Benar, kan?
Kamu benar.
Apa ini kamu, Dai-chan?
Ya.
Aku terus menggambar diriku sejak usia 10 tahun.
Kamu bisa lihat...
tubuhku yang berkembang semakin dewasa,
dan saat mengalami penuaan.
Awalnya aku berpikir ini tindakan yang bodoh.
Tapi seiring berjalannya waktu, aku terus melakukannya dan sekarang menjadi harta berhargaku.
Dan, aku sudah melukisnya selama 30 tahun.
Ketekunan dalam melukis selama 30 tahun memang sangat mengesankan.
Loh, mana cincinmu?
Aku melepasnya sebentar.
Gitu ya.
Kutaruh dimana ya?
Mama sedang apa?
Tidak, Mama hanya berpikir ini terlihat lucu.
Gimana sekolahnya? Menyenangkan?
Menulisnya pake pensil saja!
Apa yang terjadi?
Mana tas pensilmu?
Wataru-kun mengambilnya.
Dia anak yang tidak di-didik dengan baik.
Kamu ingat Hikari pernah memakai penutup mata, kan?
Wataru itu juga yang melemparnya dengan bola.
Dia bahkan tak pernah menyesalinya.
Semoga saja dia tidak dibully!
Dibully?
Ya.
Gimana kalo kita coba konsultasikan dengan pihak sekolahnya?
Apa akan terlihat aneh jika aku pergi ke sekolahnya sendirian?
Aneh?
Gimanapun, kita pasangan yang baru menikah lagi.
Apa tak terlihat seolah aku hanya coba berperan sebagai seorang ibu?
Koharu sekarang memang seorang ibu, kan?
Aku sebenarnya masih agak lelah sih...
Kamu suka menggigiti jariku, ya?
Hei...
Hikari, ada apa?
Boleh tidur sama-sama?
Hikari bilang Wataru-kun yang mencurinya.
Apa itu...
Tas pensil yang mahal?
Pak Kepala sekolah, ini bukan masalah harganya.
Masalahnya ada pencurian disini.
Atau bisa dibilang,
ini masalah sekolah yang gagal merespon dengan cepat insiden itu.
Sepertinya begitu ya...
Ah, tidak...
Kami benar-benar minta maaf.
Saya berharap para guru mau lebih berpihak pada anak-anak yang lebih lemah.
Bisa kan?
Anda benar.
Para guru disini sepertinya yang kurang perhatian.
Anak-anak itu... - Tolong jangan bicara sembarangan!
Jadi anak saya yang salah begitu?
Apa maksud Anda?
Maaf, saya permisi sebentar!
Makanya aku sudah meminta Pak Guru menghentikan olahraga berbahaya seperti itu.
Mau sampai kapan Anda biarkan anak-anak latihan seperti itu?
Sepertinya ada yang aneh dengan pak guru ini?
Wanita yang barusan emosi itu benar-benar monster parent, kan?
Benar-benar keterlaluan!
Benar-benar keterlaluan!
*Nilai Standar yang harus dicapai untuk masuk ke sekolah atau Universitas tertentu.
Nilai 'Hensachi' sekolah ini sudah rendah juga,...
Para guru disini kasihan sekali ya...
Ah, Izumisawa-sensei, kebetulan sekali.
Saya mau tanya soal vaksinasi berikutnya.
Ah iya, untuk influenza jenis baru itu ya?
Istri Anda muda sekali.
Sensei sudah banyak membantu kami disini.
Aku juga dokter sekolah disini.
Maaf, tapi bisa aku bicara dengannya sebentar?
Mari!
Izumisawa-san!
Ya?
Anda mungkin sangat sibuk.
Jika Anda tak punya waktu menyiapkan bekal untuk putri Anda,
gimana kalo pihak sekolah saja yang pesankan makanan untuk makan siangnya?
Apa maksud Anda?
Hikari-san selalu menangis.
Dia bilang tak ada yang buatkan bekal untuknya.
Eh?
Apa Wataru-kun akan datang minta maaf ke rumah ktia?
Kapan?
Mungkin sebentar lagi.
Tapi, kita tak tau dia akan berbohong atau tidak.
Saya benar-benar minta maaf.
Ayo minta maaf, Wataru!
Aku tidak mencurinya.
Wataru-kun yang mencurinya.
Aku benar-benar tidak mencurinya.
Saya minta maaf.
Saya pikir dia sudah menghilangkan tas pensilnya.
Tidak...
Yah, kita jadikan ini sebagai kesempatan untuk berbaikan lagi...
Sudah kubilang aku benar-benar tidak mencurinya!
Wataru! - Aku tidak mencurinya!
Cepat minta maaf! - Sudah kubilang aku tidak mencurinya!
Saya minta maaf. - Aku beneran tidak mencurinya!
Cepat minta maaf. - Aku tidak mencurinya!
Ya, sudah...
Pada akhirnya, cuman orang tuanya yang minta maaf.
Ibunya juga seperti ibu pada umumnya.
Dia berpikir minta maaf saja itu sudah cukup.
Orang tua seperti itu tak bisa diharapkan.
Kira-kira...
...gimana pandangan Wataru-kun tentang Hikari, ya?
Apa maksudmu?
Bukannya anak laki-laki biasanya menjahili anak perempuan yang dia sukai?
Jadi...
Maksudmu dia menjahilinya karena suka padanya?
Aku juga tak begitu mengerti.
Soalnya cinta itu rumit.
Bahkan untuk anak SD.
Hmm?
Anak laki-laki yang kusukai saat masih kecil dulu,
dia suka menjahili anak perempuan paling populer di kelas kami.
Makanya aku iri padanya.
Aku berharap dia juga akan menjahiliku sepertinya.
Apa mungkin Hikari juga berharap dijahili olehnya ya?
Hikari menyukai Wataru-kun loh...
Hah?
Dia yang beritau aku sebelumnya.
Kurasa tak begitu.
Degenerasi perilaku?
Hm...
Seperti pengen digendong.
Atau lebih suka minum susu daripada makanan.
Tak bisa pake baju sendiri atau mengeringkan rambutnya sendiri.
Dan juga mengompol.
Mengompol?
Sepertinya degenerasi perilakunya semakin parah saja.
Kembali jadi balita lagi, ya?
Ini situasi yang biasa terjadi pada keluarga yang baru menikah lagi.
Anak-anak jadi bertindak semaunya.
Jadi ada baiknya sekarang kita memanjakannya.
Biarkan dia merasa kalo dia akan dimaafkan apa pun yang dia lakukan.
Akan selalu ada seseorang yang membelanya.
Dia ingin memastikan perasaan cinta dari ibunya.
Ini akan segera berakhir.
Apa aku harus lakukan sesuatu untuknya?
Tak usah kuatirkan itu. Cukup jadi ibunya saja!
Cukup jadi ibunya saja...
Ayo, buka mulutmu.
Yang satunya lagi!
Selamat bersenang-senang!
Hati-hati di jalan...
Aku sudah pilih akan masuk Universitas Waseda.
Tidak mungkin! Memangnya nilaimu sebagus itu?
Aku sudah diajari dengan baik sama Dai-chan.
Dia guru les terbaik di dunia ini.
Itu dia!
Kelihatannya sangat sederhana, tapi sebenarnya itu sulit.
Harus dimasukkan ke lengannya ya? - Ya, ya...
Apa yang kalian tonton itu?
Ini video pekerjaan pertama ayah sebagai pengurus pemakaman.
Koharu, lihatlah!
Itu ayah!
Ini pemakaman orang lain, kan?
Ayah bahkan tidak merasakan apa-apa lagi.
Soalnya dia sudah setiap hari menghadiri pemakaman.
Koharu...
Jika kamu jadi monster,
maka kamu takkan takut pada monster lagi.
Kenapa Ayah membicarakan hal yang mengerikan seperti itu?
Semua orang di dunia ini lumpuh oleh tempat mereka berdiri.
Bahkan jika mereka menolak pada awalnya...
tapi setelah sekian lama, mereka takkan merasakan sakitnya lagi.
Ayah, mau kuambilkan bir-nya?
Maaf ya, Dai-chan.
Padahal biar Koharu saja yang pergi ambilkan.
Tak apa-apa kok.
Hikari, gunakan sumpitnya dengan benar!
Wah, Hikari-chan, kamu benar-benar liar.
Hikari...
Makanlah pake sumpit!
Hikari!
Kalo gitu, aku gak mau makan.
Ini, Ayah! - Ah, makasih.
Ayah...
Hm?
Ini soal Hikari...
Degenerasi perilaku-nya semakin parah.
Degenerasi perilaku?
Dia sangat manja dan jadi pemberontak.
Apa yang harus kulakukan?
Apa yang dikatakan Dai-chan?
Dia bilang itu hal yang biasa terjadi pada keluarga yang baru menikah lagi.
Jadi tak perlu kuatirkan hal itu.
Kalo gitu, tak ada yang perlu dikuatirkan.
Soalnya Dokter Dai-chan sudah bilang begitu.
Ada apa lagi?
Aku benar-benar tak tau apa-apa soal Hikari.
Misalnya, hal-hal yang disukainya,
dan yang lainnya.
Aku bahkan tak tau apa yang tidak disukainya.
Aku harus tahu lebih banyak tentang dia.
Orang tua itu, tak seperti itu juga, kan?
Ayah sendiri...
juga tak tau banyak tentang Koharu.
Tapi meski begitu...
Aku tetap adalah ayahmu.
Harusnya masih ada makanan lain yang lebih sehat, kan?
Kamu sudah persiapkan kehamilanmu dengan benar?
Kamu juga mau punya anakmu sendiri, kan?
Hikari juga adalah anakku.
Apa hubunganmu berjalan baik dengan Hikari?
Ya, sangat baik.
Begitu ya.
Aku tak mau Koharu-san jadi orang yang gagal sepertiku.
Kamu tau,...
Daigo itu membenciku.
Di panti jompo ini, ada lingkungan alam yang bagus.
Dengan layanan terbaik,
bahkan punya kolam renang dalam ruangan.
Padahal tak ada satupun dari itu yang kuinginkan.
Dia hanya membuangku ke dalam sangkar emas.
Itu tidak benar.
Aku tidak menyalahkannya.
Akulah yang sudah salah padanya.
Saat masih SD, Daigo sering dibully.
Dia beberapa kali pindah sekolah.
Tapi,
kemanapun dia pergi, selalu ada yang membully nya.
Suatu hari Daigo menangis dan berteriak padaku,
kalo aku sebagai ibunya tak bisa membantunya sama sekali.
Saat itu, aku pikir dia benar-benar menjengkelkan.
Aku tanpa sadar menamparnya.
Kemudian telinga kirinya hampir tuli saat itu.
Kamu harus...
benar-benar jadi seorang ibu yang penyayang ya!
Hentikan itu!
Pensil ini harganya satu juta loh...
Padahal kamu tak punya uang sebanyak itu, kan?
Jika kamu berbohong, Dewa Enma akan mencabut lidahmu loh...
Ayahku berteman dengan Dewa Enma, jadi tak usah kuatir!
Dasar~
Apa bisa diperbaiki? - Ya.
Ada benda seperti ini di dalamnya.
Sepertinya ada yang tanpa sengaja menjatuhkan tas pensil ini ke dalam kloset, ya?
Kamu sedang apa, Kurumi-chan?
Aku sedang belajar sama Wataru-kun.
Boleh Hikari ikut gabung juga?
Jika Wataru setuju, boleh aja kok.
Jangan pake sepatu itu kali ini!
Pakailah yang ini!
Tak mau!
Kubilang tak mau, hei sakit... Hei... - Hikari, tolonglah...
Sepatunya bisa robek! - Lepaskan sekarang!
Hikari! - Hentikan!
Sepatunya bisa robek. - Tolonglah, lepaskan sekarang!
Hentikan! - Lepaskan sepatumu!
Bukannya agak tidak sopan memakai sepatu merah, ya?
Benar. Apa ibunya membiarkannya memakai sepatu itu?
Padahal ini upacara pemakaman. Sulit dipercaya!
Tempat Upacara Pemakaman Kurumi Kobayasahi
Koharu!
Bagaimana bisa kamu biarkan dia memakai sepatu merah?
Hikari tak mau mendengarku dan bersikeras ingin memakainya.
Jika dia tak mau mendengarmu, kamu harus ajari dia dengan baik.
Soalnya kamu adalah ibunya.
Baik, aku mengerti.
Ini masalah tata krama.
Orang-orang bisa berpikir Koharu tak mendidiknya dengan benar sebagai orangtuanya.
Sudah kubilang aku mengerti!
Bahkan aku juga mengerti itu.
Koharu! - Apa lagi?
Label laundry-nya masih tertempel.
Es-nya sudah mencair tuh...
Kamu sudah sampaikan salam perpisahanmu dengan benar?
Mulai sekarang, dia akan menjagamu dari Surga sana.
Kurumi-chan itu selalu jadi penggangguku.
Pengganggumu?
Makanya aku buat dia jadi game over.
Jangan makan makanan Hikari tanpa izin!
Dia bilang tertarik pada kosmetik karena dia adalah perempuan.
Tak bisakah kamu maafkan saja dia?
Kosmetik ini mahal loh...
Mahal?
Kalo kurang, tinggal beli saja lagi, kan?
Bukan itu masalahnya!
Hikari itu...
...mungkin bukan anak yang baik.
Apa maksudmu?
Kamu seolah mengatakan kalo Hikari telah melakukan sesuatu yang buruk, ya?
Hati-hati di jalan.
Hari ini dingin sekali.
Berapa jumlahnya?
Hikari...
Apa bekalnya enak?
Enak sekali.
Onigiri acar plum-nya juga enak?
Enak sekali!
Itu buah plum terbaik yang profesor berikan padaku.
Sudah pasti enak.
Maaf merepotkan ya!
Jangan kuatir, mungkin cuma flu biasa, kan?
Maaf menghubungi Anda tiba-tiba.
Demi anak yang tercinta,
memaksakan diri itu perlu walau harus menerobos api atau air yang dalam.
Karena begitulah orang tua.
Dia benar-benar suami yang baik!
Kamu beruntung sekali.
Aku benar-benar iri padamu.
Aku mungkin takkan bisa ketemu pria sepertinya.
Apa maksudmu?
Suamiku selingkuh.
Aku akan menceraikannya.
Padahal kalo gak ada halangan, si kembar ini bakalan lahir bulan depan.
Aku tak tau apa yang akan terjadi nantinya.
Kupikir bukan apa yang akan terjadi nanti yang perlu kamu kuatirkan.
Apa kamu sudah pikirkan perasaan dan masa depan anak-anakmu?
Kamu terlalu egois!
Bercerai dalam situasi seperti ini,
Sebagai seorang ibu, kamu sangat tidak bertanggung jawab.
Kenapa aku harus disalahkan seperti itu oleh Koharu?
Apa sekarang Dai-chan tak ada di dekatmu?
Ya, ada apa?
Aku takut mengikuti ujiannya.
Dai-chan selalu berpikir kalo Nilai 'Hensachi' adalah segalanya.
Dia bilang perguruan tinggi yang ingin kumasuki,
...hanyalah Universitas sampah.
Dia bilang jika aku ingin jadi sampah dengan nilai 'Hensachi' kurang dari 65,
dia harap waktunya yang berharga selama mengajariku kembali saja.
Padahal aku lebih senang jika masuk di kampus yang kuinginkan.
Tapi semakin aku bicara dengan Dai-chan,
...dia semakin menargetkan tujuanku lebih tinggi lagi.
Aku tak sanggup melakukannya.
Aku tidak sepintar itu.
Aku sangat takut.
Apa yang harus kulakukan?
Aku juga tak tau.
Soalnya ini soal masa depanmu.
Gimana denganmu, Kak?
Kamu baik-baik saja?
Kenapa kamu tanya?
Tidak,
tak apa-apa kalo kamu baik-baik saja.
Hei...
Ah, jadi rusak!
Apa yang akan kamu lakukan?
Bukannya itu adalah harta berharga milik Papa?
Papa pasti akan marah.
Aku harus pergi sekarang!
Aku akan beritau Papa.
Aku harus pergi sekarang!
Aku akan beritau Papa.
Aku harus pergi sekarang!
Aku akan beritau Papa. Aku harus pergi sekarang!
Aku akan pergi beritau Papa.
Aku harus pergi sekarang...
BERISIK!!!
Sakit... Sakit...
Maaf.
Maaf, Hikari. Hikari, maaf...
Maafkan aku. Maafkan aku.
Maaf, maafkan aku, Hikari!
Hikari, maafkan aku. Maaf, maaf maaf...
Tolong, aku mohon.
Jangan bilang ke Papa, oke?
Aku mohon.
Aku mengerti.
Aku takkan beritau Papa.
Aku sudah dengar.
Telinga kelincinya patah,
itu sebuah kecelakaan, jadi aku takkan menyalahkanmu.
Yah, itu cuman model juga sih...
Maafkan aku.
Tapi kamu menampar Hikari bukan kecelakaan, kan?
Hei Koharu...
Apa kamu benar-benar mencintai Hikari?
Apa kamu masih berpikir dia anak orang lain?
Tidak, bukan seperti itu. - Kesadaran diri saja tak cukup.
Sama sekali tak cukup.
Kamu adalah ibunya Hikari, kan?
Bagaimana bisa kamu menampar putrimu yang berharga?
Jangan urusi dagingnya dulu!
Biarkan saja itu!
Apa daging itu lebih penting dari putrimu?
Yang benar saja!
Apa kau hanya bisa pikirkan soal makanan?!
Benar-benar sulit dipercaya.
Ini sangat disayangkan, sial!
Tidak, aku...
Masa depan seorang anak, selalu tergantung pada usaha ibunya.
Kamu tau itu?
Itu kata-kata dari Napoleon Bonaparte.
Kerja keras Koharu...
dan caramu membesarkannya...
itulah yang akan menentukan seperti apa masa depan Hikari.
Kamu tak pantas jadi seorang ibu.
Kamu tak pantas jadi ibunya.
Silahkan tinggalkan rumah ini!
Tapi... - Tak ada tapi-tapian.
Aku tak pernah tau kalo kamu orang yang seperti ini.
Mama, jangan pergi! Mama, jangan pergi!
Jangan pergi!
Hei, bu...
Aku berhenti jadi ibumu.
Jangan pergi!
Hei, Mama...
Jangan pergi, Mama!
Aku tak mau jadi orang tua yang seperti itu.
Jangan pergi!
Hei, Mama...
Mama?
Maaf, Hikari.
Hei Mama, jangan pergi!
Mama, jangan pergi!
Apa Kakek baik-baik saja?
Aku iri sekali.
Andai saja ada yang bisa merawatku seperti ini juga.
Terima kasih. - Kenapa ayah harus dirawat?
Kamu putriku, kan? Jadi, kamu harus merawatku.
Biaya perawatanku sangat mahal.
Kenapa Ayah harus membayarmu?
Aku tak mau ini.
Aku tak mau!
Tak mau!
Kau...
Biar kuajari cara mendorongnya!
Aku takut.
Aku takut!
Tunggu, apa yang kau lakukan? Hentikan!
Ayo pergi!
Aku tak pantas jadi seorang ibu.
Kita adalah keluarga sekarang.
Apa kamu benar-benar akan jadi ibuku?
Aku ingin membantumu.
Aku akan membuat Dai-chan dan Hikari bahagia.
Aku masih hidup sekarang berkat Koharu-san.
Jika saat itu, orang lain yang ada disana,
aku bisa saja sudah mati.
Dai-chan...
Mari kita pulang!
Mari kita bernyanyi bersama.
Mari bergandengan tangan, itik kecil.
Apa itu?
Perhatian kepada semua siswa dan para guru.
Saya Daigo Izumisawa, ayah dari Hikari Izumisawa.
Terima kasih sudah mengajari Hikari sampai sekarang.
Saya adalah ibunya, Koharu.
Dengan sangat menyesal saya informasikan pada semuanya,
bahwa ada seseorang yang telah mencuri sepatu putri kami.
Siapa itu?
Siapa mereka?
A-ada apa ini?
Bagi yang merasa sebagai pelakunya, tolong angkat tangan sekarang!
Kami takkan marah jika ada yang mengaku dengan jujur.
Apa yang Anda bicarakan?
Kami masih di tengah pelajaran. Itu mengganggu kami.
Begitu saja.
Begitu saja? Seseorang telah berbuat kejahatan loh...
Izumisawa-san!
Tunggu, apa yang sedang Anda lakukan disini?
Kami sedang mencari pelaku yang mencuri sepatu putri kami.
Jika ingin menyerahkan diri,...
...sebaiknya mengakulah cepat... - Tunggu, tunggu, Izumisawa-san...
Izumisawa-san, tolong tenangkan diri Anda!
Bukannya Anda yang bikin ribut disini!
Bagaimanapun, mari kita ke kantor saya untuk membicarakannya.
Apa yang akan Anda lakukan jika kita kesana?
Kita bisa bicarakan lebih lanjut.
Putri kami bilang kalo sepatunya dicuri di sekolah.
Bukannya normal kalo kami berpikir pelakunya ada di sekolah ini, kan?
Menyebutnya pelaku, kurasa agak...
Apakah saya salah?
Karena itu...
Anda tiba-tiba membicarakan sesuatu seperti itu lewat radio sekolah...
dilihat bagaimanapun, sangat tidak masuk akal, kan? / - Tidak masuk akal?
Ada kejahatan yang terjadi disini dan kalian dengan santainya bernyanyi,
Itu bahkan lebih tidak masuk akal lagi, kan?
Jika kami tak lakukan itu,
Pada akhirnya, para guru di sekolah ini takkan berbuat apa-apa, kan?
Anda juga takkan menanggapi serius masalah ini, kan?
Kejahatan adalah kejahatan dan itu tak ada hubungannya dengan usia.
Anda tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Sensei...
Yang mendorong Kurumi-chan sampai terjatuh adalah Hikari-chan.
Aku melihatnya sendiri saat dia mendorongnya.
Aku benar-benar melihatnya.
Aku tidak bohong.
Kematian Kurumi-chan bukan karena kecelakaan.
Dia didorong sampai mati oleh Hikari.
Apa itu benar?
Itu benar.
Aku tidak bohong. Hikari-chan yang mendorongnya.
Hikari-chan yang membunuhnya!
Aku melihatnya, aku benar-benar melihatnya!
Mana mungkin putriku akan lakukan hal seperti itu, kan?!
Kurumi-chan itu selalu jadi penggangguku.
Makanya aku buat dia jadi game over.
Mereka semua bodoh.
Melelahkan sekali bicara dengan orang-orang bodoh.
Ya.
Benar-benar melelahkan.
Jadi,...
...kita tak perlu mengkonfirmasinya lagi pada Hikari, kan?
Aku benci ini!
Kenapa kalian tanya padaku apa aku mendorongnya?
Kalian pikir aku melakukannya?
Kami tak berpikir begitu.
Kami percaya sama Hikari!
Kalo kalian percaya padaku, kalian takkan tanyakan itu.
Wataru jelas berbohong.
Kami tau dia berbohong.
Dia pembohong yang tidak bisa dipercaya.
Aku tak mau pergi sekolah lagi.
Tidak, kamu harus pergi. - Lepaskan aku!
Itu tak ada gunanya.
Hanya orang bodoh yang pergi sekolah. Kenapa aku harus pergi?
Kamu benar. Papa juga selama ini berpikir begitu.
Tapi orang lain tidak berpikir seperti itu.
Orang yang tidak sekolah akan diperlakukan seperti sampah saat sudah keluar ke masyarakat.
Mama tak mau orang-orang berpikir Hikari orang yang seperti itu.
Papa juga tak mau.
Ayo kita cari teman baru saja, oke?
Ya, ya, mari cari teman baru!
Bagaimanapun mereka semua bodoh.
Tapi gimanapun juga, teman tetaplah teman.
Bukannya menyenangkan bermain dengan orang-orang bodoh itu?
Aku benci semua orang. Aku tak mau pergi sekolah.
Andai saja aku tak pernah dilahirkan.
Hikari cuma pengganggu, kan?
Tidak mungkin Papa berpikir begitu, kan?
Papa bicara seperti itu hanya di mulut saja!
Tapi, aku yakin 100% kalo Papa pasti berpikir seperti itu.
Dan Papa akan terus berpikir seperti itu.
Papa tak butuh Hikari sama sekali.
Lagian aku takkan pernah bisa bahagia.
Kenapa kamu katakan hal seperti itu?
Kalo gitu, cobalah buat aku bahagia!
Tuh kan, padahal kau tak bisa lakukan apa-apa.
Padahal kau tak bisa lakukan apa-apa. - Sudah hentikan!
Aku tidak butuh Mama! Aku tidak butuh Papa!
Dai-chan!
Padahal Hikari benar-benar sayang sama Papa dan Mama.
Dai-chan, kenapa?
Itu hartamu yang berharga, kan?
Aku tak percaya menyebut ini sebagai hartaku yang berharga.
Yang kubutuhkan hanya Hikari.
Kita masih punya masa depan.
Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti.
Keluarga pembunuh munafik! Orang gila yang barbar! Iblis! Bodoh! Mati saja kalian!
Jangan kuatir!
Hikari adalah anak yang baik.
Aku tau itu.
Tapi,
apa yang harus kulakukan?
Tuhan hanya akan memberi cobaan sesuai kemampuan kita.
Aku tak peduli dengan Tuhan.
Kamu benar.
Padahal aku sudah janji akan membuat Dai-chan dan Hikari bahagia.
Tapi sepertinya aku tak bisa melakukannya.
Aku benar-benar tidak berguna.
Apa lagi yang bisa kita lakukan, ya?
Apa lagi... Apa lagi yang bisa...?
Pemberitahuan Vaksinasi Influenza Jenis Baru
Suntikan Insulin
Untuk Hikari-chan
Kami semua tau kok, kalo Hikari-chan tidak membunuh siapapun.
Ada yang bisa jawab soal ini?
Aku!
Hikari-san.
Jawabannya berapa?
Kupikir jawabannya 36.
Benar sekali! - Hikari memang hebat.
Lalu, soal selanjutnya, apa kamu tau jawabannya?
Kita sudah belajar ini sebelumnya.
Coba diingat-ingat lagi!
Aku tau. Jawabannya 78.
Benar.
Hikari memang hebat.
Kalo gitu, kita akan lanjut dengan pelajaran IPA.
Aku mau belajar Bahasa.
Kalo gitu, kita akan lanjut dengan pelajaran Bahasa.
Silahkan keluarkan buku bahasa kalian!
Lihat nih, aku bawa buku bahasaku loh...
Hikari memang hebat.
Ada sebuah puisi yang sangat kusukai.
Kalo gitu, Hikari-san. Bisa kamu bacakan untuk kami?
Baik.
Bahkan jika aku melebarkan tanganku, aku tetap tidak bisa terbang.
Meski burung itu bisa terbang, tapi dia tak bisa berlari lebih cepat dariku.
Aku bisa menggerakkan tubuhku, tapi tak bisa membuat suara yang indah.
Meski lonceng itu bisa membuat suara yang indah,
tapi dia tak tau banyak lagu sepertiku.
Baik lonceng, burung dan aku.
kami berbeda dan punya kelebihan masing-masing.
Puisi yang benar-benar bagus.
Hikari memang hebat.
Aku adalah aku. Papa adalah Papa. Dan Mama adalah Mama.
Kita semua hebat.
Terima kasih.
Hikari memang hebat.
Setiap wanita punya ketakutan yang tak bisa dijelaskan di dalam hatinya.
Apa kira-kira aku bisa bahagia ya?
Sub Indo oleh ch4nk-san Berteman di Twitter yuk: @ch4nk_san ^_^
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.