All language subtitles for Little.Big.Soldier.2010.CHINESE.1080p.BluRay.H264.AAC-VXT

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Translate Andry "the Only one real red Devils in world' Resync by TEDI for BluRay.H264.AAC-VXT

Selama masa peperangan antar negara,

Cina terdiri dari puluhan negara.

Terjadi begitu banyak pertempuran antar negara.

Masyarakat dibinasakan.

7 negara terbesar dikenal sebagai Qi, Chu, Yan, Han, Zhao, Wei and Qin.

Sisanya di musnahkan

ratusan tahun sebelum pemersatuan.

Qin kemudian menaklukan Han dan Zhao.

Tahun 227 S.M.

Saat pasukan Wei bergerak menuju negara Liang.

Mereka dihadang oleh Liang di Gunung Phoenix.

Kedua pihak terluka parah.

Korban yang tewas mencapai 3.000 jiwa.

Kakak ketiga.

Kakak ketiga.

Kau tidak seberuntung diriku.

- Jendral! - Siapa kau?

Prajurit Liang.

Sebuah jalan utama membawaku pulang kerumah

Rumahku ada tepat di kaki Gunung Liang

Disana kaya akan lahan kosong tanah pertanian seluas 5 hektar

Bagus sekali.

Tanah seluas 5 hektar apa yang akan ditanam?

Sini ku katakan sesuatu.

Ketika aku masih kecil, aku menangkap babi hutan. Ayahku menyuruhku untuk melepasnya kembali.

Kau tahu kenapa?

Karena ada babi lain didalam perutnya.

Kau punya anak?

Kau tahu apa, kau adalah tawananku sekarang. Hei, Hei.

Kau kehilangan banyak darah.

Tak masalah.

Obat ini telah dikembangkan oleh keluargaku.

Jangan berikan ini pada orang lain.

Sakitkah?

Ini akan lebih menyakitkan.

Sama-sama, anak muda!

Kau akan hidup, kau tahu.

Dan jangan mengutuk.

Ayahku bilang,

garuklah saat kau terasa gatal, tersenyumlah saat kau tidak beruntung!

Bagus sekali.

Jendral.

Wakil Jendral Yu.

Ya.

Tunggu sebentar.

Mengapa kau disini?

Pengejaran pasukan Liang.

Pengejaran? Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh?

Katakan.

Satu.

Orang-orangku harus berjuang keras.

Orang-orang Liang begitu gigih melawan kita...

Pertahankan negara kita dengan nyawa kita.

Kumohon, demi...

Personil yang mangkir harus menerima hukuman.

Jendral, semua anggota kesatuanku telah mati kemarin malam.

Mati? Aku ada disana kemarin malam.

Faktanya, kita dihadang.

dan kau telah berkhianat.

Kau kejam sekali.

Dia menyelamatkan nyawamu dan kau melakukan itu.

Apa yang akan kau lakukan?

Dia memang benar.

Kalian semua mati.

Bunuh aku.

Aku tidak membunuh tawanan perang.

Sekarang, teruslah memohon.

Aku mungkin melepaskanmu, jika kau mencobanya cukup keras.

Bunuh saja aku.

Kau sungguh-sungguh ingin mati?

Sini, biar aku membantumu.

Buruk sekali,

Aku gagal dalam misiku.

Mau mati?

Matilah dilain hari!

Pangeran Wen, kita telah berhasil.

Seperti yang dia bilang, untuk mati dengan terhormat didalam medan pertempuran.

Kau adalah anggota yang mangkir.

Tidak juga, hanya berpura-pura mati.

Ayahku bilang, tidaklah memalukan untuk terus hidup untuk bertarung dilain hari,

hanya untuk mati sia-sia.

Adik ketiga yang malang, dia tidak mendengarkanku.

Dia menolak untuk pura-pura mati.

Seberapa berharganya diriku?

Tidakkah menyakitkan jika kukatakan padamu.

Jendral yang masih hidup: Tanah pertanian seluas 5 hektar.

5 hektar.

Aku punya medali giok.

Seberapa berharganya benda rusak ini?

Sangat berharga.

Aku akan menyimpannya sebagai hadiah.

Tetapi aku tidak mempercayaimu.

Dia salah satu dari kita. Masih hidup.

Kita dihadang...

Apa ada orang?

Apa ada orang?

Siapa saja, berikan aku daging panggang dan arak!

Orang besar sepertimu, apa yang akan kau katakan sekarang?

"Tidak masuk akal! Bawa dia keluar untuk dipenggal."

Tidak ada yang bisa dimakan disini.

Jendral, kemari dengan ku.

Jendral, kemari dengan ku.

Pasukan pemanah dan prajurit Liang; Total 2.000 orang.

Menghadang 1.000 orang pasukan elit kami.

Keduanya benar-benar tersapu bersih.

Inilah pedang yang seharusnya diberikan padaku.

Tetapi dimana dia sekarang?

Aku yakin kita akan menemukan dia.

Wu,

hanya jika dia masih hidup disekitar kita.

Perang ada dimana-mana sekarang,

kemana lagi kau bisa pergi?

Jendral, pernah dengar nama Shen Shu?

Seseorang yang ada di Gunung Phoenix? Pohon keberuntungan.

Apa dia tawananmu?

Dia keberuntunganku.

Bertahanlah. Kita hampir sampai.

Seberapa jauh?

2 hari.

Kentang kecil.

Jangan membuatku melakukannya.

Jangan.

Jangan paksa keberuntunganmu.

Berikan aku arak.

Tidak bisa.

Arak.

Anda telah bertarung dibanyak pertempuran, bukan?

Banyak. Kau bisa bilang aku adalah ksatria besar.

Lepaskan aku.

Kalau begitu, anda pasti telah membunuh banyak orang.

Sangat banyak.

Bertarung melawan 8 orang sekaligus. Seperti kemarin.

Jendral, maukah anda membawaku juga?

Aku ingin menjadi tawanan anda.

Oke.

Aku tahu beberapa musik.

Jendral, teruskan minumnya. Aku akan menghiburmu.

Jika dia masih hidup, apa nantinya?

Berpikir sajalah kalo dia sudah mati.

Mengapa?

Jendral, kau telah membunuh begitu banyak orang.

Saya bukan Jendral.

Keluargaku dibunuh oleh orang-orangmu.

Dan aku hidup untuk menyanyi melawan keinginanku.

Aku seharusnya memberimu waktu yang menyenangkan.

dan melayanimu, Jendral.

Aku tidak merasa nyaman minum bersamamu.

Hei, jangan berkelahi lagi.

Hei! Buka gerbangnya, aku seorang prajurit.

Aku telah mengambil dari Jendral Wei...

Berhenti.

Kepala siapa ini?

Jendral Wei.

Itu dia. Aku yakin.

Itu adalah kepala Jendral Wei.

Beri dia hadiah.

Tunggu sebentar.

Siapa yang membunuhnya?

Saya.

Kamu? Benarkah?

Dia pasti seorang prajurit yang mangkir. Memotong kepala mayat.

Penggal dia.

Itu tidak benar!

Kau harus membunuhku jika kau tidak membiarkanku pergi.

Atau aku akan membunuhmu dalam sekejap.

Bunuh, bunuh, bunuh.

Aku bertani.

Aku tidak membunuh dan aku tidak ingin membunuh.

Kau membuatku gila.

Aku tidak akan membunuhmu.

Tidak bisa dipercaya aku baru saja dibodohi oleh seorang wanita.

Aku memberinya makanan, dan dia memberikan ku sebuah pil yang membuatku tertidur.

Kau memperdayai dia dulu, jadi rasanya adil.

Dia seharusnya memukulmu.

Helm bodoh.

Apa yang dia katakan padamu kemarin malam?

Kau kentang kecil.

Siapa yang lebih kuat, aku atau dia?

Dia wajar.

Jadi aku tidak bisa menyaingi dia?

Kau terlalu lembut dan dia punya jiwa.

Untuk menjadi Raja, Kau harus belajar dari dia.

Aku akan membawa pasukan dan menuju ke Liang. Mengapa kau tidak kembali...

Aku tidak akan kembali hingga aku melihatnya.

Kau tahu apa,

Aku telah merencanakan kedepan

untuk hidup damai dan bertani

untuk selama 20 tahun.

Gerobaknya tidak ada disini.

Berhenti berpura-pura mati. Aku terlalu pintar untuk itu.

Sebaiknya kita menghindari dari jalan utama.

Kita ambil jalan memutar.

Sepertinya jalur ini.

Pokoknya jangan sampai hilang petanya.

Arak keras. Pasti orang Liang.

Sebuah jalur kecil menuju rumah.

Apa sekarang?

Seperti yang ayahku bilang, menginjak kotoran. Sesuatu yang baik sedang menungguku.

Ini perangkap.

Ya, betul.

Apa isi gerobak itu?

Tidak penting.

Geledah dia.

Geledah dia!

- Tunggu, tunggu... - Siapa kau?

Jendral.

Apa katamu.

Hajar dia.

Hajar terus.

Berhenti!

Hentikan! Hentikan!

Maaf.

Kumohon... berhenti.

Ambil apapun yang kalian mau, biarkan kami pergi.

Apa yang kalian punya,

selain sampah-sampah ini?

Aku ingin balas dendam!

Tutup mulut mu!

Siapa dia?

Dia?

Dia... dia anakku.

Bukan! Aku bukan anaknya...

Dasar bodoh!

Dia gila. Dia pikir dia akan pergi berperang.

Aku membawanya pulang untuk bertani.

Bertani? Akibat dari perang ini tidak ada yang tersisa untuk ditanam.

Balas dendam! Menyingkirlah!

Aku yang memimpin disini. Kita ambil gerobaknya.

Dasar bodoh!

Kau punya permintaan terakhir? Helm ini akan membuatmu terbunuh.

Bagaimana kalau ini?

Ini? Apa kau tidak pernah belajar?

Ayo pergi!

Dasar orang-orang bodoh.

Mereka tidak tahu kau adalah MVP "Most Valuable Package" (Paket Paling Berharga).

Anakmu?

Aku akan memperlakukanmu dengan baik!

Jadi ikat aku dan

bawa aku ke ladangmu!

Jangan bergerak. Jangan bernafas.

Kau mencoba untuk membunuhku dengan mencekikku?

Jika ini bukan karena aku...

Bodoh!

Ini bukan Dim Mak.

Ayahku memang benar. Aku menginjak kotoran.

Bagus sekali.

Jangan sakiti kami. Aku mohon!

Diam disitu.

Aku dapat membunuhnya, atau aku bisa mengampuninya.

Aku memiliki kekuatan.

1 hektar untuk ditanami kacang. 1 hektar untuk melon.

Bagaimana jika 2 hektar untuk kacang, 2 hektar untuk biji putih?

Tidak! 3 hektar untuk kacang.

Katakan padaku, apa yang seharusnya aku tanam dilahan pertanianku yang 5 hektar?

Aku bisa memberikanmu ribuan hektar.

Itu kebanyakan.

Aku tidak bisa menangani seluas itu.

Biji putih atau kacang, apa yang akan ditanam ya?

Aku rasa padi. Aku suka padi.

Biji putih dan padi adalah benda yang sama, bodoh!

Kau lelah?

Merasa nyaman, benarkan?

Sekarang aku bebas.

5 hektar, aku akan bekerja keras.

Benar, aku akan butuh beberapa kerbau.

Satu jantan, satu betina.

Yang jantan bekerja dikebun. Yang betina akan menghasilkan susu.

Aku tidak habis pikir bagaimana kamu akan menyeretku seperti ini sampai ke Liang.

Tunggu, aku tidak bisa memerah susu.

Jadi aku akan butuh istri yang bisa melakukan itu.

Kakak tertuaku adalah ksatria yang hebat.

Dia bertarung sampai mati.

Kakak keduaku adalah orang yang jujur.

Dia gugur di medan pertempuran juga.

Aku adalah keturunan terakhir dari keluargaku.

Jendral, apa kamu punya saudara kandung?

Andai saja aku tidak punya.

Mengapa kamu membawaku kesini?

Aku tidak bisa menemukan mereka.

Gunung Phoenix itu luas! Ada begitu banyak tempat untuk berlindung...

Apa dia diikat?

Ya, ayahnya mengikat dia. Katanya dia gila atau semacamnya...

Mereka berdua terlihat sama gilanya...

Bisakah aku kembali sekarang?

Balas dendam...

Mereka ingin merebutmu dariku? Ini tidak akan mudah.

Aku telah berada dimedan perang selama bertahun-tahun,

tidak pernah melihat sebuah anak panah yang bagus seperti ini.

Aku pernah melihatnya. Itu sangat tidak bersahabat.

Orang-orang sepertimu hanya suka meminta ini untuk dirimu sendiri.

Kau tahu, mereka mendapatkanmu dan kau akan mati.

Aku mendapatkanmu dan kau akan hidup.

Kamu benar.

Aku tidak mau mati sia-sia.

Aku ikut denganmu.

Jendral sekarang takut mati.

Jika aku mati, aku akan mati dengan terhormat.

Jalan yang ini, atau yang itu?

Bahkan jika aku berhasil ke Liang, Aku bisa membuat perdamaian.

dengan satu syarat: pengeksekusian dirimu.

Jangan membodohiku. Tidak ada orang yang bisa membodohiku.

Kecuali wanita itu yang telah membiusmu.

Kau punya banyak wanita?

Mari kita bicara tentang dirimu. Tipe wanita seperti apa yang kau suka?

Yang selalu bergairah,

dan berpendidikan.

Aku suka orang yang jujur.

Tapi aku mungkin memilih yang terpelajar. Jadi dia bisa mengajariku membaca.

Kau tidak punya wanita, bukan?

Wanita itu, apa yang telah dia bilang padamu?

Aku akan katakan padamu, setelah kamu bisa kembali ke Liang.

Kalian, turun kesana.

Kembali ketempat kita datang. Terus waspada.

Siapa itu?

The Others (Orang Lain). Mereka terikat oleh peraturan mereka sendiri.

Coba berkenalan.

Mereka tidak berbicara dengan bahasa kita.

Mereka orang yang perasa. Pertarung yang hebat juga.

Sebaiknya jauh-jauh dari mereka.

Cepat, kau tidak terlihat begitu lelah.

Burung-burung sedang berkumpul, tapi Phoenix tidak mengikuti arus itu.

Ayam dan bebek apa yang sedang kau bicarakan?

Jika Phoenix kehilangan bulunya, dia akan membuat ayam terlihat menawan.

Kau pandai sekali dalam melempar batu.

Aku terbiasa berburu ayam liar dengan batu saat aku masih kecil dulu.

Kau tahu kenapa pasukan kami berkemah di Gunung Phoenix?

Mana aku tahu?

Biar begitu, kita telah bersembunyi disana selama 2 hari menunggu kalian.

Itulah apa yang aku pikirkan, sudah dipersiapkan.

Jika itu bukanlah perangkap,

pasukan elitku pasti akan menghabisi kalian.

dan menaklukan Liang.

Hentikan omong kosong itu. Kami tidak selemah itu.

Ngomong-ngomong, prajurit mangkir seperti mu, sungguh memalukan Liang.

Sekarang, lihat seberapa elit dirimu.

Jendral melawan prajurit mangkir?

Liang versus Wei. Adil dan sederhana.

Kau ingin adil? Jauhkan tanganmu dari lukaku.

Permintaanmu dikabulkan.

Matilah kau.

Ha! Matilah kau juga. Kita berdua mati.

Menyesatkan.

Perang telah berakhir. Wei memenangkannya.

Peperangan ada dimana-mana tahun-tahun ini. Begitu banyak orang bergabung ke dalam militer.

Dia membunuhnya, dan dia terbunuh.

Apa atraksinya?

Liang menang. Liang menang.

Kau sebut ini adil?

Ini perang. Tidak ada yang adil.

Kita nanti akan dapat daging untuk dimakan. Sekarang, makanlah makan pembukanya.

Selera makanmu hilang?

Ya sudah.

Jendral, apa yang kau makan saat tidak ada perang yang kau jalani?

Daging dan masakan laut.

Semua makanan enak yang bisa kau bayangkan.

Aku mengerti. Orang sepertimu selalu pergi berperang hanya karena permasalahan pencernaan.

Bukankah kau bilang kau tidak bisa membaca?

Ayahku mengajariku dua kata ini. Dua kata ini paling mudah untuk ditulis.

Dua kata ini... sangatlah tidak mudah untuk ditulis.

Mengapa kau tidak pergi ke Wei bersamaku.

Aku bisa memberimu posisi yang tinggi.

Aku lupa bilang padamu satu hal.

Jendral hidup-hidup, hadiahnya adalah lahan pertanian dan uang. Serta tidak lagi melayani dalam kemiliteran.

Tidak akan ada lagi pembunuhan bagiku. Hanya aku dan pertanian.

Saat ada perang, ada pemenang.

Pemenang atas pemersatuan Cina. Hanya itulah yang bisa mengakhiri peperangan ini.

Hanya itulah yang akan memberi masyarakat kecil kehidupan yang normal

Apa kau tahu,

kita bisa hidup dalam kehidupan kita yang normal,

jika kalian meninggalkan kami sendiri!

Kamu benar-benar tidak ingin?

Terus terang, aku sedikit lapar.

Ini dia daging kita!

Daging yang indah.

Hei! Aku akan mencarikanmu kayu bakar.

Kau punya bayi. Kita tidak bisa memakanmu.

Ayahku bilang...

Ayo pergi. Ayo pergi!

Seseorang datang. Ayo pergi!

Kenapa panik? Dia sendirian.

Dia orangku.

Hei, saudara...

Brengsek!

Kau. Pergi kesana.

Pedang buatan Liang.

Berlutut.

Aku adalah prajurit Liang. Aku hanya berlutut kepada pemimpin Liang.

Sekarang apa?

Kau pengintai dari Liang.

Ya.

Bagaimana denganmu?

Aku pengintai juga.

Apa yang kalian intai?

Aku menuju medan pertempuran di Gunung Phoenix. Tidak...

Tidak ada yang bertahan hidup.

Mengapa mengambil jalur ini?

Pasukan kalian mengambil jalan utama...

Jalur ini lebih cepat...

sangat cepat.

Aku tidak mengenalnya.

Apa? Dia masih belum terlalu sadar setelah terjatuh dari kuda.

Tidak... Ya, aku terjatuh....

Bagaimanapun aku tidak mengenalmu.

Apa?

Kalian tidak membunuh pengintai. Itulah kesepakatan selama perang.

Apakah ini pedangmu?

Ya.

Mengapa kau membawa pedang untuk seorang Jendral?

Aku meminjamnya...

Kau bukanlah pengintai.

Memang bukan.

Dimana Jenderal Wi?

Aku tidak tahu.

Jangan berbohong padaku!

Aku tahu, aku tahu.

Aku menangkap Jendralmu..

Kau punya bolanya.

Aku tidak punya bola!

Mana dia?

Dia melarikan diri.

Kau tidak berguna bagi kami kalau begitu.

Tidak, Tidak. Aku menyembunyikan dia.

Bawa kami kesana.

Dia benar-benar pergi.

Kau main-main dengan ku?

Mundur! Kalian semua mundur!

Mundur!

Diam ditempat!

Jika aku mati, kamu tidak akan mendapatkan apapun.

Apa maumu?

Hadiah.

Aku bisa memberikanmu itu.

Memalukan.

Salah satu dari kalian tidak berguna.

Sekarang apa?

Naik! Tangkap dia!

Maafkan aku.

Wu.

Turunkan senjata.

Biarkan mereka lewat.

Dia masih hidup, bukan?

Bagus sekali.

Hanya seorang Jendral, bukan masalah besar.

Mungkin nanti aku menangkap Rajanya.

Apakah aku benar-benar memalukan bagi Liang?

Begitukah?

Ayolah.

Ayo tangkap aku!

Aku belum mati. Bukankah itu yang kamu harapkan, bukan?

Karena konspirasimu,

1.000 pemberani terbunuh.

Mereka akan menghantuimu hingga sisa hidupmu!!

Dan kau.

Orang yang malang.

Seorang prajurit mangkir yang tidak terhormat.

Sebuah jalan utama membawaku pulang kerumah

dengan tangan kosong!

Dari mana asalmu?

Dimana rumahmu?

Nanti saat aku mengisi kemenangan

Aku akan membangun kapal besarku.

Ya. Aku akan berlayar saat malam bulan purnama

dan berkeliling dunia.

Ayahku bilang,

menggambar seekor naga pada kapal, dan itu akan memikat seekor phoenix.

Dihari saat Pangeran menerima penobatan, kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan.

Untuk menjadi Raja, aku dan dia kita tidak akan pernah sama seperti sebelumnya.

Beristirahatlah, Pangeran.

Ayahku bilang, seekor burung pipit suatu hari nanti bisa menjadi burung phoenix.

Bagus sekali.

Mengapa kau menipuku?

Dan aku ingin memukulmu.

Bunuh saja aku, Jendral.

Aku bukan Jendral. Aku prajurit rendahan.

Apa bedanya? Kau juga membunuh.

Hei, kau tersesat, 'kan?

Kamu benar-benar berpikir saat kamu sampai ke Shen Shu, semuanya akan baik-baik saja?

Aku adalah kentang kecil.

Aku punya sebuah peta,

yang akan membawamu ke Shen Shu.

Kau akan menemui banyak tempat untuk berlindung. Bawa kuda ini juga.

Aku kembalikan padamu.

Kau lapar? Aku juga.

Kita harus mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan.

Dibawah gunung. Banyak lahan kosong.

5 hektar tanah pertanian

- Kau salah.

- Kau salah.

Jika kau ingin menjadi diplomat sukses, hanya satu hal yang jangan kau lakukan.

Apa itu?

Kesabaran.

Tuan,

Tolong beritahu jalan mana menuju ke Wei.

Jalan yang itu.

Tidak, yang ini.

Wei mempunyai keuntungan secara geografis, dengan Liang berfungsi seperti perisai terdepan,

dan Chu perisai dibelakang.

Kau bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi.

Inilah rumah barumu.

Aku mau pulang juga.

Hidupmu enak sekali.

Bagus sekali.

Sebuah jalan utama menuju rumah

Rumahku tepat di kaki Gunung Liang

Disana kaya akan lahan kosong...

Bagus Sekali.

Bagus sekali.

Santai, santai.

Aku seharusnya membunuhmu saat dipenginapan itu.

Aku seharusnya membiarkanmu menjadi santapan beruang.

Jangan terlalu kencang, apa kau mengerti?

Mereka membawa kita kekuburan kita.

Kuburan?

Mengubur kita secara massal.

Mengubur?

Seberapa jauh Liang dari sini?

1 hari jika mengambil jalan sungai.

Dari desa mana kau berasal?

Gua Tiga Kaki.

Sepertinya rencanamu tidak berjalan baik.

Lihatlah. Kau masih tawananku.

Hei, aku bukan tawananmu!

Aku tawanannya!

Tukar dia dengan kuda.

Pangeran, awas!

Berbaris!

Bagaimana melepas benda ini?

Aku juga menanyakanmu hal yang sama.

Wu!

Aku ada ide.

Katakan saja.

Ingatlah, kita berada pada kapal yang sama.

Ya, seperti perkataan ayahku,

yang manapun dari elang atau ayam, kedua hanyalah daging saat ditempatkan didalam panci.

Gambarkan.

Butuh bantuan.

Bukan rencana yang sempurna... tapi tetap ide yang bagus.

Wu.

Ya.

Akhirnya kau melawanku dengan pedang sungguhan.

Maaf, kmu bukan guruku lagi sekarang.

Sayang sekali, kau adalah murid terbaikku.

Naiklah.

Kerbau, lebih cepat.

Pangeran, cari jalan keluarmu.

Lewat sini.

Lewat sini.

Hei, apa kau tahu, aku tidak ingin menyelamatkanmu.

Hanya saja kerbau ini lepas kendali.

Entah kerbau ini sangat bertenaga

atau temboknya yang terlalu lemah?

Apapun itu, terima kasih.

Bagus. Bagus.

Ada apa dengan ikat pinggangmu?

Rahasiaku.

Sebelum kita berpisah, aku ingin mengatakan sebuah rahasia.

Kau mau tahu mengapa orang-orang tersebut ingin menangkapku?

Tidak, aku tidak mau tahu.

Orang sepertimu sangat rumit.

Sejak hari kita bertemu, semuanya menjadi begitu rumit.

Kentang kecil!

Kau masih jadi tawanan perangku.

Tidak bisa aku membiarkanmu kabur dariku!

Kau telah menunda urusanku.

Kau itu urusanku.

Jendral Wei aku tahu, aku adalah pertanianmu.

Ya, 5 hektar pertanian.

dan hadiah uang.

Ya, sekantong penuh.

Mengapa?

Aku perintah kan kau!

Kau tak bisa menipuku!

Terima kasih telah memperingatkan...

Ini tidak bisa menahan lebih lama.

Naiklah ke punggungku.

Tidak akan sempat.

Aku akan meraihmu setelahnya.

Kau pikir aku aku sebodoh itu?

Mari cari tahu.

Wu.

Pangeran.

Mengapa?

Dia masih hidup. Itukah takdirnya?

Pangeran, mari kembali ke Wei.

Tidak! Kau tidak tahu perasaanku.

Kau benar-benar mau kerja.

Silahkan. Ikat aku.

Coba lihat sekelilingmu.

Amati lubang sialan ini!

Di mana kita?

Simpan nafasmu. Kita akan mati dibawah sini.

Sebuah jalan utama menuju rumah

Rumahku tepat dikaki gunung Liang

Disana kaya akan lahan kosong

Itu semua hilang.

Bagus sekali. Ayahku bilang,

selama kau masih hidup, itu sangat bagus.

Haruskah aku menjadi Raja?

Kau akan menjadi raja yang baik. Itu adalah hal yang baik bagi Wei.

Apa kau mencoba meyakinkanku untuk membunuhnya tanpa memejamkan mata?

Kita telah pergi sejauh ini, inilah satu-satunya jalan.

Oke, bagaimana dia bisa mati

dengan terhormat?

Apa yang kamu pikirkan?

Bunga lobak.

Aku berpikir untuk menanam lobak.

Mengapa?

Mengapa apa?

Mengapa aku terjebak disini?

Aku seharusnya menjadi satu-satunya orang yang membuat para bangsawan berlutut.

Dan kemudian mempunyai makam yang besar untukku.

Dan menguburkan semua hartaku bersama denganku.

Sekarang, mereka bahkan tidak bisa menemukan mayatku.

Ya, sisa uang hadiah akan kupakai untuk membuat toko obat.

Jujur saja, obatmu manjur.

Aku akan menunjukmu sebagai Menteri Kesehatan.

Apa kau tahu, jika ini bukan perang, kita pasti bisa bersahabat.

Mungkin.

Jika kau berhasil keluar hidup-hidup,

Akankah kamu berjanji padaku tetang satu hal?

Pasti.

Jangan pernah menyerbu negaraku, Liang.

Aku memberikanmu 10 tahun perdamaian.

Terdengar licik. Kita punya kesepakatan.

Dan kau harus berjanji padaku satu hal.

Pasti.

Jika kau berhasil keluar hidup-hidup,

kau harus bilang pada mereka bahwa

aku gugur dalam pertempuran.

Aku gugur dalam pertempuran bersama orang-orangku.

Aku tidak pernah melakukan hal yang memalukan bagi bangsa Wei.

Kita semua berupaya keras mempertahankan bendera kebangsaan kita.

Jangan berbohong pada ku,

kau kentang kecil.

Menjadi kentang kecil...

terdengar bagus sekali.

Ayah, aku masih hidup!

Terima kasih surga!

Terima kasih surga!

Kau tahu apa, ini adalah Gua Tiga Kaki.

Di sekitar sini ada desa nelayan. Aku akan ambil sebuah kapal.

Untuk kesana, ini akan memakan waktu setengah hari.

Kemana?

Ke Liang, memang mau kemana lagi?

Jangan berpikir untuk melarikan diri. Kau tidak bisa bertahan hidup satu jam tanpaku.

Cepat, Cepat!

Sembunyi!

Sembunyi dari apa?

Sembunyi saja.

Pegangi aku.

Adik kecil.

Adik kecil?

Dia adikmu?

Kau telah mengejarku selama berhari-hari. Tidakkah kau lelah?

Pangeran.

Pangeran?

Mengapa memakai ikat kepala berduka??

Ini untuk ayah.

Dia sangat sakit ketika aku pergi untuk berperang. Tapi kau.

Ini takdir. Kau hanya peduli akan mengobarkan perang untuk menyenangkan orang tua.

Jika aku tidak pernah membuat dia marah karena membuat kesepakatan damai dengan Liang,

aku akan menjadi Pangeran.

Kau menyiapkan perangkap itu untuk memastikan aku terbunuh.

Ada masalah antara kalian berdua

dan kami orang Liang harus membayar dengan 2.000 jiwa.

Kau tidak punya hak untuk bicara padaku.

Kau tidak punya hak untuk bicara padaku.

Jangan libatkan dia.

Tapi dia musuh.

Dia menginginkanku hidup, sedangkan kau menginginkanku mati.

Ayolah. Gunakan busur yang aku berikan padamu dan rebut tahta Wei.

Kau masih berhati lembut.

Pedangmu. Jika kau tidak membunuhnya, dia yang akan membunuhmu.

Hanya salah satu dari kalian yang akan menjadi Raja.

Itu sangat tidak masuk akal, mengapa salah satu dari kalian harus mati?

Ini bukan urusanmu.

kalian ini sangat tidak masuk akal.

Aku bilang "bukan urusanmu!"

Ini semua karena si botak menjengkelkan itu.

Aku selesai bicara.

Dia benar-benar terlihat marah. Mungkin kita harus pergi sekarang.

Aku benar-benar mengacaukan semuanya.

Kau lakukan apa yang sudah seharusnya, Tuan.

Hei, bisakah kita pergi sekarang?

Jendral!

Belakangmu!

Ini bukanlah urusanmu.

Malang sekali.

Bahkan tidak ada batu yang kecil?

Jangan mendekat,

atau kalian akan buta.

Kakak!

Berhenti!

Akulah orang yang seharusnya kau bunuh.

Akulah orang yang seharusnya kau bunuh.

Aku dan saudaraku,

hanya satu yang keluar dari sini dalam keadaan hidup.

Kau tidak mengerti apa yang aku katakan, bukan?

Bagaimana dengan ini?

Inilah apa yang harus aku lakukan.

Adik kecil!

Kakak, apakah aku mati dengan terhormat?

Maaf mengenai kapal besar kita.

Kita tidak bisa membangunnya bersama.

Bantu aku.

Bantu aku menguburnya.

Kita harus pergi, Jendral Kita punya waktu setengah hari.

Maaf, maksudku Pangeran.

Arak bangsa Wei-mu tidak terlalu keras.

Aku tahu apa yang kamu pikirkan.

Aku juga tahu apa yang kau pikirkan.

- Bagus. - Kita masih hidup.

Kalian berdua mengingatkanku

akan saudara-saudaraku.

Mereka adalah prajurit hebat.

Sebenarnya, aku ingin menjadi prajurit hebat.

Saat pertama kali kami mendaftar, Kita bertiga tidak punya pilihan.

Perjalanan pertama kami memakan waktu 3 tahun.

Ketika kami kembali,

desa kami telah terbakar habis.

Kami jadi gelandangan.

Sebelum ayah meninggal, dia berkata pada kami

kita harus berjuang demi negara kita.

Tapi saat perang berakhir?

Dan dia bilang. "Nak, dengarkan,

salah satu dari kalian harus hidup,

untuk membesarkan keturunan dari keluarga kita."

Sekarang akulah yang tersisa.

Mempunyaimu adalah keberuntungan terbesarku.

Aku tidak bisa mengatakan hal yang sama tentang keberuntunganku.

Jangan tanya.

Apa yang dia katakan padaku di malam itu:

"kama".

Dasar kentang kecil.

"Damai"

"Gunung Liang."

Apa kau tahu, setelah belokan ini adalah tanah Liang.

Adikku ingin berteman dengan Liang, mungkin dia benar.

Jika para bangsawan Liang membiarkan aku hidup, mungkin

kita bisa bekerja sama untuk saling membantu.

Mungkin, mungkin.

Mungkin ini sudah terlambat.

Mungkin.

Senangnya kembali kerumah!

Itukah sabuk rahasiamu...

Aku salah menilaimu.

Tidak pernah terpikirkan kau berhasil melewati petualangan ini bersama.

Sekarang, apakah aku tawanan atau musuhmu?

Tidak keduanya. Pergilah.

Cepat. Sebelum aku berubah pikiran.

Kenapa?

Kalian dua bersaudara... salah satu harus hidup.

Bisakah aku mempercayai perkataanmu?

Apa maksudmu?

10 tahun perdamaian!

Pasti! Kau bisa pegang perkataanku!

Jangan lupa...

medali yang kau ambil dariku, itu sangat berharga.

Itu bisa memberikan ladang dan uang.

Akan aku cari.

Aku mungkin hidup tidak cukup lama...

Sekarang aku datang dengan tangan kosong. Bagus sekali.

Lari.

Larilah sekarang.

Minta dia untuk menyerah.

Liang telah dihancurkan. Berlutut dan menyerah.

Liang telah tidak ada?

Bagaimana bisa?

Liang menolak untuk menyerah. Kita dari Qin, menghancurkan nya.

- Pasukanmu telah benar-benar tersingkir. - Berlutut. Kesempatan terakhir.

Semua pasukan dimusnahkan?

Tidak ada lagi Liang.

Tidak ada lagi Liang.

Liang tinggal sejarah.

Aku benar-benar tidak punya sesuatu yang ditinggalkan sekarang.

Turunkan benderanya.

Sebuah jalan utama

Pasukanmu telah dimusnahkan.

Itu tidak benar.

Jatuhkan pedangmu.

Aku masih berdiri! Beri tembakan terbaikmu!

Rumahku tepat di kaki Gunung Liang

Disana kaya akan lahan kosong 5 hektar kebun

5 hektar kebun

Maaf ayah, sepertinya aku tidak akan bisa membesarkan anak.

Sebuah sungai besar membawaku pulang ke rumah

Istriku, anak-anakku dan rumah besarku

Ayam dan bebek semuanya gemuk. Lembu yang kuat

Menanam beberapa padi dan lobak

Aku tidak memalukan Liang, bukan?

Qin menaklukan Liang.

Sang Jendral kembali ke Wei dan merebut tahtanya.

Sejak itu dia berhenti untuk mengobarkan peperangan.

Saat menghadapi serbuan Qin, Para bangsawan Wei memilih untuk menyerah.

Prajurit dan warga sipil dibiarkan untuk hidup dalam kedamaian

Selama beberapa tahun terakhir dari masa perperangan antar negara.

Qin menyatukan semua negara-negara Cina pada 221 S.M.

โ€ข Original Indonesian Subtitle by โ€ข Andry "the Only one real red Devils"

โ€ข Original English Subtitle from โ€ข ivy68

Thanks to agan Andry

โ€ข Edited by โ€ข Radiuss Resync by TEDI for BluRay.H264.AAC-VXT

http://subscene.com/u/662116

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.