Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Galank87 - Lebah Ganteng - ervanders - Ajie_Muser FleurAmoor - Mr.Luna - Ilma1015 - mupi
IDFL™ SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me
Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More
Sovik Venture Capital and DCG Plus present
a Blue Storm production
Boleh kulihat?
[5 dolar - Man-su]
Ini adalah cek.
Dia tak punya keluarga sama sekali?
Tidak, tak ada.
Buat apa aku, kepala kampung jauh-jauh kemari kalau dia punya?
Kurasa Man-su dalam keadaan stres berat.
Ayahnya Man-su dan aku sudah seperti saudara.
Setelah Ayahnya meninggal, Ibunya terkena Demensia.
Kakaknya tukang judi, mengabaikan toko dan Ibunya.
Dia juga selalu mabuk dan merampas uangnya Man-su.
Man-su sudah lama menderita.
Tapi bagaimana bisa anak normal jadi seperti itu tiba-tiba?
Itu bunyi ponselmu, kan?
Su-kyung?
Jagalah lembaran cekku yang tadi.
Semakin dipandangi dia terlihat normal, kan?
Dia menderita Megalomania.
Apa kalian akan terus menahannya seperti itu?
Pertama, kami berikan obat.
Lalu disatukan dengan pasien lain jika tenang dan tak melukai diri sendiri.
Oh begitu.
Anak yang malang.
Berapa lama dia di sana seperti itu?
Akan lama sekali.
--=I Am Happy=--
[3 Bulan Yang Lalu]
Serahkan padaku.
Serahkan semuanya.
Matilah kalian semua.
Serahkan padaku. Cepat serahkan!
Pergi kau!
Dasar pencuri!
Siapa kau ini?
Pergi, dasar pencuri!
Dasar pencuri!
Sekarang dia merusak semuanya.
Dia mengambil semua uangmu lagi?
Dia bukanlah seorang kakak, tapinya tukang jarah.
Dan sepertinya kita tak bisa melaporkannya.
Man-su, kita harus bagaimana? Hal ini sudah lama terjadi.
Sungguh membuat frustasi.
Itu aneh.
Kemarin aku ngobrol dengan Kakakku di telepon.
Kau mengirimkan SMS?
Dia tak membalas sama sekali?
Dasar jalang!
Aku pergi dulu, dah.
Siapa yang kau goda?
Dasar jalang busuk!
Dasar pelacur, beraninya kau ke sini!
Dasar jalang busuk!
Itu uangku!
Semua ini uangku. Semuanya.
Semua ini uangku.
Kau pikir aku tak tahu?
Kau hanya menungguku mati.
Kau sembunyikan semua uang dan berasku.
Kau hanya menungguku mati.
Semua ini uangku.
Anak durhaka.
Kau hanya menungguku mati.
Anak durhaka.
Lihatlah dia.
Sekarang mereka kencan di depan semua orang.
Pamanku meninggal karena Kanker Rektum.
Jika satu keluarganya sakit, semuanya ikut menderita.
Keluarga Pamanku menderita karena tagihan medis dan perawatan.
Oh ya, kau sudah putuskan mau beli mobil apa?
Apa?
Kau sudah lama menjual mobilmu.
Apa yang terjadi?
Tekanan darahnya tiba-tiba menurun. Jangan khawatir.
Ayah, airnya panas, minumlah pelan-pelan.
Sudah, cukup.
Ayah merasa baikan?
Pulanglah. Besok kau harus kerja.
Aku baik-baik saja.
Tidak, kau tak sehat.
Lihat, bibirmu pecah-pecah.
Di sini kau takkan bisa tidur. Pulang dan istirahatlah.
Bisa kita lanjutkan?
Kau suka di sini?
Punya masalah soal tidur atau makan?
Tidak.
Tapi kenapa kau selalu merekamku?
Jadi Ibumu tinggal di Swiss?
Tak apa-apa.
Ya.
Ayah benar.
Ayah, jam kerjaku segera selesai, tunggulah sebentar lagi.
Baiklah, dah.
Kau tak apa-apa?
Hidungmu berdarah.
Dokter itu tak kenal lelah, ya?
Kelihatannya dia tak baik.
Dia keras padamu, kan?
Berat bekerja untuknya, kan?
Oh ya, selain itu...,
...ingatkah lembaran cek yang kutinggalkan...
Siapa kalian sebenarnya?
Beraninya meneleponku kapan dan di manapun sesukamu?
Jadi kau ingin aku berbuat apa?
Apa?
Siapa yang kabur?
Sudah kubilang akan kubayar! / Ya, ada nota bank...
Lakukanlah sesukamu!
Lakukan saja semaumu!
Jadi kau sebut itu lembaran cek?
Jika kutuliskan namaku di sini, semua bank akan tahu apa ini.
Otakmu benar-benar sakit.
Itu sebabnya aku ke sini untuk beristirahat.
Untuk beristirahat?
Kau sungguh menyedihkan.
Hei, ayo kita tidur saja.
Apa pekerjaanmu di Swiss?
Menjalankan hotel dan restoran.
Ya, terserahlah.
Di daerah mana kau tinggal di Swiss?
Pegunungan Alpen.
Pegunungan Alpen?
Di mana?
Kenapa kau terus mengajukanku banyak pertanyaan?
Apa kau ini Polisi?
Bukan, pemain orkestra.
Pemain orkestra?
Aku salah satu anggotanya.
Ayo kita tidur saja.
Ayo.
Kau tak tahu soal orkestra?
Sudahi omong kosongnya.
Jika kau pemain orkestra, berarti kau adalah bokongku, idiot.
Kau tertawa?
Kenapa?
Ingin kumainkan sesuatu?
Memainkan sesuatu?
Dasar orang sinting. "Orkestra"? "Cek"?
Cium saja bokongku, sinting!
Ya ampun!
Maafkan aku.
Aku terus kedatangan orang-orang penting hari ini.
Sebagai perawat harusnya kau tahu cara mengantisipasi depresi.
Itu di atas persoalan insomnia.
Akan kubuatkan resep obat yang kuat saat ini.
Kartu kreditnya tak berfungsi.
Akan kubayar dengan uang tunai. / Baiklah.
Ayah, di sini dingin. Kenapa kau di luar?
Apa sausnya sudah cukup?
Ada kabar baik. Aku tak harus bekerja besok.
Aku sedang sangat lelah.
Jadi kupikir aku akan berlibur saja.
Apa ada perawatan kanker lainnya lagi besok?
[Pemberitahuan Tagihan Pembayaran Kartu Kredit]
Kau sudah bicara pada pemilik tokonya hari ini?
Bagaimana bisa dia mengosongkan toko ini?
Man-su harus kembali dulu.
Dan mana bisa Ibunya selalu tinggal sendirian?
Oh ya, Dokternya bilang...,
...penyakitnya akan sulit disembuhkan jika itu sudah lama.
Tapi karena ini tiba-tiba, itu akan lebih mudah mengobatinya.
Setidaknya mereka tak perlu membayar tagihan medis.
Tentu saja Pemerintah itu harus membantu anak baik seperti Man-su.
Tapi kenapa ada banyak sekali kertas yang harus diisi?
Teruskan makannya. Kami akan kembali lagi besok.
Ya Tuhan...
[Park Sang-mi]
Kami tak bisa hubungkan panggilan Anda karena permintaan dari penerima.
Brengsek.
Kenapa aku tak pernah bisa memenangkan apapun selain kupon penukaran ini?
Persetan ini!
Persetan omong kosong ini.
Kenapa tak menjawab teleponmu, dasar brengsek?
Bayarkan ini dulu.
Kartu kreditnya tak berfungsi.
Sial, aku kalah lagi!
Tanda tanganilah di sini.
Pergi! Pergilah, brengsek!
Siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu?
Apa kau tak tahu aku sudah kalah banyak?
Aku sudah punya uang!
Enyahlah dariku! Pulanglah!
Aku punya kartu kredit! Ya!
Kau bisa membayarku secara tunai setelah ini kutukarkan!
Aku sedang dalam perjalanan!
Man-chul... / Lepaskan!
Aku bawa uangnya, jadi jangan main tanpaku.
Baik, aku sedang dalam perjalanan.
Jangan ambil kartu kredit itu. Cuma itu satu-satunya.
Lepaskan!
Dasar brengsek!
Maka serahkanlah surat kontrak toko itu.
Apa toko itu milikmu?
Siapa yang suruh memperpanjang kontrak atas namamu!
Dasar brengsek, kau pikir aku bercanda?
Serahkan surat kontraknya.
Aku harus dapatkan kembali semua kekalahanku, brengsek.
Jika tidak, kalian akan mati!
Taksi!
Lakukanlah sesukamu.
Lain kali aku takkan melepaskanmu.
Man-su, bagaimana kalau kau pindah saja?
Apa?
Kau tak bisa membayar sewa dan uang simpananmu sudah habis.
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Kalau Kakakmu mengambil semuanya, kau akan di jalanan bersama Ibumu.
Si tukang judi itu bisa berbuat apapun.
Apa? Itu Kakakmu lagi?
Lagipula, dia sudah gila.
Jika aku jadi dirimu, akan kuhajar dia!
[Bar]
Kau sudah dapatkan surat izin memasakmu?
Belum.
Kapan kau akan kembali ke Seoul?
Kurasa aku akan mengunjungi adikku di kota Busan.
Aku juga kembali ke sini karena ada keperluan.
Tapi aku tak tahu kapan akan kembali dari Busan.
Lagipula, aku kemari karena ada beberapa alasan.
Dan ingin memberitahumu sesuatu.
Kupikir akan kurang pantas jika melalui telepon.
Pasti ada seorang pria di kelas memasakmu.
Sebenarnya, kami sudah cukup sering bertemu belakangan ini.
Kawasaki.
Kawa-brengsek.
Pergilah.
Kawa?
Kau tak tahu motor Kawasaki?
Kecepatannya bisa sampai 200 km!
Lalu setelah aku mengendarainya di pegunungan Alpen yang indah itu...
...dan tiba di hotel Ibuku...,
...ada banyak wanita yang menungguku di sana.
Kau tiduri mereka dalam semalam?
Semuanya?
Keren.
Meniduri apa? Meniduri apa, brengsek?
Brengsek.
Kedengarannya itu mengasyikkan.
Iya, kan?
Akan kutunjukkan hal yang mengasyikkan juga.
Ini menyenangkan! Keren!
Aku tak tahu kalau Ayahmu sakit selama beberapa tahun...
Sudahlah, jangan murung.
Bagian tata usaha kami akan memeriksa kondisi keuanganmu.
Ini pertama kalinya kami harus menyita gaji karyawan.
Kau bebas tugas akhir minggu ini, kan?
Ingin berbelanja ke tempat itu lagi?
Apa gunanya uang yang kita dapatkan? Itu bukannya untuk kita simpan.
Ayo kita ke toko asesoris itu.
Ya, di sana ada banyak barang yang bagus.
Baiklah.
Nanti kuhubungi lagi sebelum kita berangkat.
Hei bodoh! Operlah kemari!
Dasar brengsek!
Operlah kemari!
Dasar bodoh!
Hei! Minggir!
Man-su!
Cepat hadang bolanya!
Keren!
Kau pikir dirimu bintang sepak bola?
Harusnya kau oper padaku!
Segera siapkan resep obat ini.
Apa yang terjadi?
Kenapa kau biarkan hal ini sampai terjadi?
Bukankah kau yang bertanggung jawab?
Kau bekerja atau tidak?
Tunggu sebentar.
Tidakkah kau terlalu keras padanya?
Lagipula, mau dibawa ke mana dia?
Ke kantor Polisi?
Berapa biaya pengobatannya?
Berapa? 1.000 dolar?
1.000 dolar...
Akan kubayar biaya pengobatannya, jadi kembalikanlah dia sekarang.
[1.000 dolar - Man-su]
Apa kau sedang membuatnya semakin gila?
Kertas ini ada di seluruh rumah sakit. Kami tak bisa mengurus segalanya.
Bukan itu maksudku.
Bagaimana bisa suatu benda dari ruang kerjamu ada di tangan pasien?
Ada apa denganmu? Kau sudah lama menjadi perawat.
Panggilan ini tujuannya agar kau disiplin.
Kau ingin pernyataan tertulis?
Apa?
Kita selesaikan saja hal ini.
Laporkan saja ke departemen perawat.
Akan kuterima segala hukumannya, oke?
Aku memang ingin beritahukan hal ini, bagaimana jika pindah ke bangsal lain?
Bukankah rasanya tak nyaman jika kita bekerja seperti ini?
Kenapa aku harus pindah bangsal?
Dulu kau bisa menjaga rahasia kita, tapi tidak dengan pacar barumu?
Kenapa begitu?
Merasa nyaman berkencan di depan umum?
Kau sungguh membuatku muak.
Aku merasa nyaman saja, tapi jika kau tidak maka kau saja yang pindah.
Pokoknya, kubilang agar kau jangan bersikeras...
...mengatakan kalau ini uang dan terus menyimpannya.
Bersikeras apa?
Ini adalah uang.
Kau pernah melihatku membayar biaya pengobatan orang itu.
Itu adalah uang.
Kau tak suka tinggal di ruangan ini, ya?
Tidak, aku suka di sini. Karena di sini tenang.
Bersiaplah.
Bersiap untuk apa?
Apa maksudnya?
Man-su.
Man-su?
Man-su.
Kau baik-baik saja?
Dokter itu...
Dia memaksaku untuk meminum obat yang aneh.
Aku langsung tak sadarkan diri setelah meminumnya.
Dia sudah gila.
Dia terus-terusan tertawa.
Dan bilang kalau uang milikku itu bukanlah uang.
Dia tak waras.
Tak usah khawatir, tidur saja.
Tak apa-apa.
Man-su, sudah tak ada apa-apa.
Dia sudah pergi.
Sudah pergi?
Aku sudah mengusirnya.
Benarkah, Su-kyung?
Sudah merasa baikan? Sekarang istirahatlah.
Ayah.
Su-kyung.
Su-kyung...
Ayah sudah merasa baikan?
Sudah berapa banyak operasi yang dilakukan?
Termasuk biaya untuk apartemen.
Aku sudah menghabiskan banyak uang.
Dan kau melakukan semuanya tanpa perawat...
Setidaknya kau harus tetap bertahan hidup.
Su-kyung, kondisiku takkan membaik.
Ini cuma akan terasa semakin berat bagi kita.
Kita cuma membuang-buang uang.
Keluarkan saja aku dari sini.
Kumohon.
Su-kyung.
Obat tidur?
Ya. Aku selalu mengalami susah tidur.
Kau membawa resepnya?
Maaf?
Apa kau membawa resep dari rumah sakit?
Aku harus ke mana?
Tentu saja ke rumah sakit jiwa.
Halo?
Tn. Cho Man-su?
Ya.
Aku menelpon mengenai pembayaran tagihan kartu kredit Anda.
Dasar bajingan!
Man-chul!
Lepaskan, brengsek!
Dasar bajingan!
Man-chul!
Man-chul!
Lepaskan, brengsek!
Lepaskan, brengsek!
Dasar bajingan!
Dasar bajingan!
Semuanya akan mati, brengsek!
Dasar anak tak tahu diri.
Aku yang menyekolahkanmu sampai lulus SMA.
Dan juga membersihkan kotoran Ibu.
Serahkan surat kontrak tokonya.
Serahkan sekarang juga!
Segelmu.
Tanda pengenalmu.
Serahkan semuanya padaku.
Atau...
...semuanya akan mati.
Serahkan padaku!
Man-chul!
Semuanya akan mati.
Ibu mati, kau mati, aku mati.
Semuanya akan mati, brengsek!
Aku lapar.
Kubilang aku lapar.
Cepat ambilkan makanannya.
Anak durhaka.
Kau sembunyikan semua beras dan uangnya.
Kau akan membuangku setelah aku mati, benar 'kan?
Kau pikir aku tak tahu?
Anak durhaka.
Ambilkan aku makanan.
Ambilkan aku makanan.
Man-su!
Uang.
Ini cuma kertas.
Uang.
Galank87 AKA Battosai212 IDFL™ SubsCrew
[Menggambar diri sendiri]
Brengsek...
Sudah waktunya tidur. Pergilah ke kamar kalian.
Kau sedang apa?
Apa kau tak akan tidur?
Apa yang sedang kau pikirkan?
Saat sedang hujan...
...aku penasaran bagaimana kabarnya.
Siapa?
Ibuku.
Apa kau sangat merindukannya?
Oh ya, berikan aku pulpen.
Cepat berikan aku pulpen.
Terima kasih atas yang kau lakukan saat itu.
Karena sudah mengusir Dokter jahat itu.
Aku sudah berencana untuk membalas kebaikanmu.
Kudengar Ayahmu sedang sakit parah.
Para perawat itu yang bilang.
Tentu saja kutanyakan itu secara diam-diam.
Apa benar Ayahmu sakit parah?
Mungkin ini tak seberapa tapi pakailah untuk membiayai Ayahmu.
Katakan saja kalau masih kurang.
Kau terlihat cantik saat tersenyum lebar.
Kau terlihat murung belakangan ini.
[10,000 dolar - Man-su]
Kenapa kau terus saja melihatnya?
Apa?
Apa kau dapat surat cinta dari seseorang?
Berhenti! Berhenti!
Dia Kakakku.
Man-chul!
Apa yang terjadi?
Kau tahu siapa yang akan menggantikannya?
Mungkinkah itu aku?
Siapa orangnya?
Kang So-yeun!
Kang So-yeun dari bangsal B?
Ya!
Karena dia mengencani Dokter Jang, mungkin dia...
Sudah lama tak bertemu.
Kenapa aku harus pindah ke Sanatorium?
Aku tak punya urusan dengan Sanatorium.
Departemen perawat mungkin punya alasan sendiri.
Kang So-yeun yang menggantikanku diantara mereka?
Kau mempermalukanku di depan semua orang.
Dan itu tak cukup, kau bawa pacarmu kemari?
Jaga bicaramu.
Dasar bajingan!
Kau tak pernah mendengarku, kau telat, tak usah datang dan beristirahat saja.
Kau tahu betapa berantakannya ruang kerjamu?
Kau tahu aku punya alasan!
Alasan apa? Kau pikir di sini tak ada yang punya masalah?
Teganya kau lakukan ini padaku?
Kau tahu apa yang sudah kulalui.
Kau bahkan tak membantuku, dan sekarang kau lakukan ini?
Lupakan saja.
Dan jangan bicarakan hal ini denganku.
Adukan saja ke departemen perawat.
Cho Man-su!
Sulit dipercaya kalian tak bisa saling mengenal.
Man-su.
Tunggu sebentar.
Kurasa mereka salah mengenaliku sebagai orang lain.
Sudah berapa kali kubilang? Apa kau tak tahu Swiss?
Di sanalah Ibuku tinggal.
Kubilang jangan tertawa. Kau sedang mempermainkanku?
Tidakkah kau merindukan Ibumu?
Tentu saja aku merindukannya.
Kalau aku mau, aku bisa mengunjunginya.
Dia itu Ibumu.
Apa maksudmu?
Apa kau ini aku? Sudah kubilang bukan.
Wanita tua itu Ibuku?
Kepala kampung itu bilang kau anak yang berbakti.
Tak semestinya Ibumu sendirian.
Kau harus segera sehat dan pergi dari rumah sakit ini.
Pergi?
Memangnya kau siapa, brengsek?
Kau bukan Dokter, kan?
Bukankah sudah kubilang jangan menyebutku brengsek?
Apa ada orang yang membayarmu jika kau mengeluarkanku dari sini?
Berapa banyak dia membayarmu?
Dasar bajingan.
Siapkanlah ECT.
Hei.
Kau juga disengat dengan listrik?
Listrik?
Bajingan itu adalah iblis bukannya Dokter.
Bajingan itu nantinya akan menyetrum kita sampai mati.
Dia membunuh kita dengan obat.
Obat di dalam makanan. Obat di dalam air.
Dasar bajingan.
Ayo kita usir dia dari sini.
Bagaimana caranya?
Iblis itu serakah hanya pada uang.
Tidak, itu hanya pada obat.
Su-kyung.
Aku butuh nota bank.
Dokter Jang terus menyetrum kami. Aku harus menghentikannya.
Aku harus menghentikan permainan gila ini.
Sekarang aku tahu apa maunya. Yaitu uang.
Pertama-tama, kau mau makan apa?
Ayam. / Aku juga.
Ayam?
Aku mau pizza.
Pizza?
Mereka sudah membantuku, jadi segera antarkanlah pesanannya.
Dan kau istirahatlah, Su Kyung.
Akan ku ambil ini.
Hei, tunggu sebentar!
Jadi ini cek asli, kan?
Keren!
Kalian sudah mengerti?
Jadi berilah aku dukungan.
Lalu aku akan memimpin untuk menghabisinya, oke?
Keren!
Terima kasih.
Aku pergi dulu.
Kita usir Dokter itu karena mencoba membunuh kita dengan obat-obatannya!
Sial, itu keren.
Itu...amin.
Hai, Hyung-chul.
Kau datang lebih awal.
Dia tak boleh menyetrum kita lagi seperti ayam!
Usir Dokter itu!
Halo.
Usir Dokter iblis itu!
Usir dia!
Usir bajingan itu!
Yang kau mau adalah uang, kan?
[10,000,000 dolar - Man-su]
Ini jumlah yang banyak untuk biaya hidupmu.
Sekarang tinggalkanlah tempat ini dengan tenang.
Bersiaplah.
Satu.
Dua.
Tiga.
Waktu berlalu seperti hembusan angin
Kenangan dirimu akan tetap ada
Jika kau menoleh ke belakang, kenanganmu ada di suatu tempat
Di meja, di dalam tas, di dalam foto, di dalam hatiku
Waktu-waktu yang menyedihkan terbang ke angkasa
Kenanganmu yang takkan bisa terlihat lagi
Hatiku, begitu banyak yang tak bisa diketahui
Memudar sedikit demi sedikit
Rasanya seperti dunia ini telah pergi
Aku tak bisa bernafas setelah kau pergi
Aku tak bisa melepaskan rasa yang ada dalam diriku
Meski aku sudah mencoba untuk melupakanmu
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Siapa kau?
Ingin mencoba memerasku?
Kalian semua berencana ingin mencuri uangku, kan?
Lakukanlah sesuatu pada gelandangan tua ini!
Cepat singkirkan dia! Singkirkan dia!
Dasar anak durhaka! Dasar pencuri!
Menyingkirkan siapa?
Menyingkirkan siapa?
Siapa kau?
Siapa kau?
Memangnya kau siapa?
Sekarang kau bilang kalau aku punya Kakak?
Karena gelandangan itu tak berhasil,...
...lalu sekarang seorang Kakak?
Bukankah ini kau yang ada di sebelahnya?
Kenapa aku ada di sana?
Kalian semua mengarang hal itu.
Kalian semua bersekongkol.
Foto ini berasal dari rumahmu.
Dasar bajingan.
Kakakmu.
Dan ini dirimu.
Benar, kan?
Singkirkan foto itu.
Singkirkan.
Singkirkan foto itu, brengsek!
Dasar bajingan!
Kenapa kau selalu menggangguku!
Siapa kau sebenarnya?
Siapa kau, bajingan!
Aku tak merasakan detak jantung. / Benarkah?
Ini serangan jantung. Siapkan Defibrillator.
200 J.
Mengisi 200 J.
Isi!
Tetap tak ada tanda-tanda.
300 J.
Mengisi 300 J.
Isi!
Tetap tak ada tanda-tanda.
360 J.
Mengisi 360 J.
Mundur!
Isi!
Tetap tak ada tanda-tanda.
Beri satu kesempatan lagi.
Kita tak tahu kapan dia akan sadar kembali.
Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan dalam tahapan ini...
...adalah menjaga agar dia tetap bernafas.
Nona.
Maafkan aku, tapi sekarang kami sudah tutup.
Nona.
Galank87 AKA Battosai212 IDFL™ SubsCrew
Setelah Ibu tiada...,
...Ayah selalu mabuk dan menangis.
Memangnya cuma Ayah saja yang menderita?
Jika Ayah tetap seperti ini...,
...aku juga akan mabuk dan menangis sepanjang waktu.
Aku juga sangat menderita.
Rasanya begitu menyakitkan.
Kenapa kau lakukan ini?
Ayah, kenapa kau lakukan ini?
Ayo, makanlah.
Ini masakan China kesukaanmu.
Ini.
Ayo cepatlah makan.
Kau bisa mati duluan sebelum menemukan Ibumu.
Aku sudah sebarkan pengumuman di mana-mana, jadi tak usah cemas.
Itu butuh uang banyak, kan?
Uang apa?
Untuk menemukan Ibuku.
Apa yang kau bicarakan?
Jika tiket lotere ini cocok...,
...aku yakin bisa menemukan Ibuku.
Permisi!
Ini adalah segel jaminan atas tokomu, kan?
Dan ini bukti sertifikat aslimu.
Semuanya benar, kan?
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Aku bertanya padamu.
Apa?
"Apa"?
Dasar bocah keparat.
Pembayaran atas tempat ini masih tak mencukupi utang pokoknya.
Bahkan iblis pun takkan bisa membantu atas hutang judi.
Bayarlah hutang itu sebelum kau mati.
Kau tahu kenapa Kakakmu bunuh diri?
[Persetujuan Penyerahan Organ Man-chul]
Kupinjamkan uang pada bajingan itu karena dia memohon padaku.
Sekarang dia di neraka, apa menyelesaikan masalah?
Sepertinya adiknya yang akan melunasi hutang itu.
Jika dia mau mati seharusnya...
...dia menyerahkan organnya dulu sebelum mayatnya ditemukan Polisi.
Apa yang akan kau lakukan?
Jawablah aku, brengsek.
Tak seorangpun di keluarga ini yang menjawab pertanyaanku.
Hei!
Hei!
Apa maumu?
Kenapa kau terus datang, brengsek?
Kenapa kau terus datang?
Kenapa kau terus datang, brengsek?
Kenapa kau terus datang!
Dari luar, kau berlagak sedang merawat orang.
Nyatanya, kau menyusahkan orang...
...dan kau serakah pada uang.
Kau menjijikkan.
Aku tahu ini berat bagimu...,
...tapi tolong jadilah lebih kuat.
Jalankan tokomu kembali, dan rawatlah Ibumu.
Kau bisa mulai lagi dari awal.
Kau mengenali Ibumu hari ini, kan?
Aku benar 'kan?
Yang seharusnya pergi dari sini itu adalah kau.
Kenapa aku harus pergi?
Kenapa aku harus pergi?
Kau yang seharusnya pergi.
Kenapa aku harus pergi?
Kenapa aku harus pergi?
Hei, keparat!
Brengsek.
Hei, jadi kau tak punya uang?
Kau pikir semudah itu, keparat?
Kau memang keras kepala.
Kau mau kucincang?
Kupotong-potong tubuhmu, keparat.
Ibu!
Apa kau bilang?
Dasar bajingan.
Man-chul...
Man-chul...
Bangun.
Hei, bangun.
Bangun, bajingan.
Jika kau tak bayar saat akhir bulan ini...
...akan kurobek perutmu.
Aku tak main-main, keparat.
Sudah banyak para keparat yang kubuat cacat.
Persetan ini.
Hei, ayo pergi.
Kakak adik sama saja tak berguna.
Ambillah cuti besok.
Kalian tak bisa istirahat karena aku.
Baiklah.
Jaga dirimu.
Jaga dirimu. / Dah.
Bagaimana keadaanmu?
Parah.
Kau tak bisa lihat sendiri?
Akan kubalas kebaikanmu dengan apapun yang kau mau...
...jadi tolong keluarkanlah aku dari sini.
Kumohon.
Dia menyetrumku.
Dia memberiku obat aneh setiap hari.
Dan berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama.
Dia membuatku gila.
Kenapa?
Kau tak punya kuncinya?
Bersabarlah sedikit lagi.
Apa maksudmu?
Bersabar untuk apa?
Itu demi perawatan, jadi bersabarlah sedikit lagi.
Perawatan?
Perawatan apa?
Kenapa kau bisa mengatakan hal yang sama seperti bajingan itu?
Apa kau berpihak padanya?
Kau akan segera membaik.
Apanya?
Apanya yang akan membaik?
Bukalah pintunya.
Bukalah pintunya sekarang.
Kubilang aku tidak mau.
Tapi kenapa kau juga melakukan hal ini padaku?
Memangnya kalian ini siapa?
Kubilang aku tidak mau!
Memangnya kalian ini siapa?
Ayah! Ayah!
Perawatan kanker brengsek itu! Membuatku menderita!
Rasanya begitu menyakitkan!
Ayah, kumohon tetaplah kuat.
Ayah, ini akan segera membaik.
Apanya yang akan membaik, hah?
Apanya yang akan membaik?
Katakan, apanya yang akan membaik?
Hadiah Undian 15 juta dolar! Cobalah menangkan!
Kenapa kau lama sekali?
Cuma itu saja?
Pilihan acak?
Aku beli dua puluh kupon.
Tolong cepatlah.
Sabar, masih ada banyak waktu.
Sial, uangnya receh semua.
Ada di mana dia?
Ini sangat menjengkelkan.
Aku tak bisa menghubunginya. Ponselnya dimatikan.
Ada di mana dia?
Petugas Oh, kita harus bagaimana?
Aku sedang buru-buru.
Dari mana saja kau? Ponselmu tak bisa dihubungi.
Petugas Oh dan aku mencarimu ke mana-mana.
Dia ditemukan di jalanan kota.
Dia bisa saja mati di sana.
Man-su sudah datang. Anakmu, Man-su.
Bu, kurasa kau juga akan mati karena diriku.
Karena diriku, lagi.
Aku takut.
Saat aku berbaring sendiri seperti ini di malam hari...,
...kau memanggil namaku...,
...dan Man-chul memanggil namaku.
Aku takut.
Aku takut.
Aku takut.
Aku takut.
Kau merasa takut saat sedang sendiri, ya?
Kau merasa takut, kan?
Kalian semua iri padaku.
Karena aku terlihat sangat bahagia.
Aku benar 'kan?
Sekarang, ayo kita coba lagi.
Apa ini adalah cek?
Kau masih berpikir kalau ini adalah cek?
Ini adalah Kakakmu, kan?
Apa Ayah suka setelah keluar dari rumah sakit?
Ya.
Harusnya dari dulu kita melakukan ini seperti yang Ayah sarankan.
Tentu saja.
Jalan-jalan seperti ini, ngobrol denganmu, makan apapun yang kita mau.
Ini sangat menyenangkan.
Berapa lama dia diberi CPR?
Sekitar 30 sampai 40 menit. Dia takkan bisa selamat.
Bola matanya terbuka lebar.
Sudah cukup.
Baik, Pak.
Sudah cukup.
Tidak, tidak...
Ayah...
Bagaimana jika makan malam untuk merayakan kepala perawat baru?
Itu pasti menyenangkan.
Jadi apa makanan kesukaanmu?
Aku suka semuanya.
Ada apa denganmu?
Kau sudah bolos dan tak bisa dihubungi selama beberapa hari.
Apa yang kau lakukan kali ini benar?
Datanglah ke kantorku.
Apa karena aku sekretarismu kau boleh memerintahku semaumu?
Jangan membuat kesalahan lain. Menyingkirlah.
Berhenti! Berhenti!
Kau ini perawatnya Man-su, kan?
Tadi aku mencarimu, tapi kudengar kau sudah berhenti hari ini.
Apa yang kau tunggu?
Keluar dan sapalah dia.
Saat kau ada di rumah sakit...,
...perawat ini sudah merawatmu dengan baik.
Berterima kasihlah padanya.
Sekarang dia menggunakan perasaannya, tampaknya dia tak bisa mengenalimu.
Tapi, kau tetap harus berterima kasih padanya.
Dia adalah perawat yang sangat baik padamu.
Galank87 - Lebah Ganteng - ervanders - Ajie_Muser FleurAmoor - Mr.Luna - Ilma1015 - mupi
IDFL™ SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me
Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.