Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Retail from iQIYI Rip/Edit by Kuda_Lumping
Ji An.
Kurasa kau tak boleh melakukan ini.
Asalkan aku menang melawanmu,
tak ada yang tak boleh kulakukan.
Nona.
Maaf.
Siapa kau?
Siapa
yang berani mengambil milikku?
The Mystic Nine Side Story: Flowers Bloom in February
- Ikuti mereka. - Baiklah.
Teman-teman, ayo.
Berhenti.
Kemarilah.
Berikutnya.
Jalan.
Berhenti.
Kemarilah.
Berikutnya.
Jalan.
Pergerakan naga memang ada jalurnya.
Puncak bintang mendarat di tubuh naga.
Ada makam di bawah.
Ji An.
Setelah tugas ini,
ajak mereka menggali pasir di bawah.
Tugas ini sangat penting.
Tak boleh ada yang mengacau.
Baiklah.
Tuan Shinto.
Kau yakin pusakanya akan lewat sini?
Cuaca di sini panas sekali.
Pak Yoshida, bersabarlah.
Kau bisa segera menyejukkan diri.
Tuan Shinto.
Mau turun dan mendinginkan diri sedikit?
Buka kotak es kalian, aku mau memeriksa isinya.
Apa?
Pak.
Kami tak bisa membuka kotak esnya.
Jika kami buka, semuanya akan meleleh.
Aku akan memeriksanya sekarang.
Jika tak ada masalah,
kau boleh lewat.
Aku akan mengganti kerugianmu dengan berlimpah.
Bagaimana?
Pak, kau akan menepati janjimu?
Tentu saja.
Silakan periksa.
Tunggu.
Aku hanya akan memeriksa kotakmu.
Apa yang kalian lakukan?
Mari diskusikan dengan tenang.
Baiklah, tak masalah.
Silakan periksa.
Teman-teman.
Hancurkan esnya.
Biarkan komandan
memeriksa dengan saksama.
Ji An, pergilah.
Cepat! Ayo!
Jangan buang-buang tenaga.
Sudah kubilang.
Ada beberapa hal
yang tak bisa kau lindungi meski mengorbankan nyawa.
Apa yang kau lakukan?
Aku ingin mengajakmu melihat hantu sungguhan.
Kau bosan hidup?
Ayolah.
Biar kuberi tahu.
Ada beberapa hal
yang akan dilindungi orang Tionghoa
meski harus mengorbankan nyawa.
Kau mau mati?
Cari dia di bawah.
- Baik. - Baik.
Ayo, cepat.
Hong.
Aku tak ingin
kalah darimu di kehidupan ini.
Pemenangnya
pastilah aku.
Namun,
kali ini,
kuharap
kau yang akan menang.
Kau harus menang.
- Cepat. - Ya.
Tuan Shinto.
Kami tak menemukannya.
Beri tahu kami.
Ayolah.
Beri tahu kami.
Ayolah.
Beri tahu kami.
Beri tahu kami.
Ayo, minum lagi.
Segelas lagi.
Akan kutuangkan untukmu.
Tuan Hong.
Aku akan mengisinya, ini.
Kau kuat minum miras.
Tuan Hong, minumlah.
Jangan pergi malam ini.
Tuan Hong.
Kau mau pulang sekarang?
Kau hanya minum-minum tiap kemari.
Apa asyiknya?
Kata siapa aku akan pergi?
Aku belum cukup minum.
Aku akan mengambil anggur lagi.
Apa yang sebenarnya terjadi
sampai kau datang langsung, Bibi Kesembilan Huo.
Pergilah.
Jika ini tak terlalu penting,
aku tak akan pernah mengganggumu.
Sudah kubilang.
Aku tak mau lagi
terlibat urusan Mistik Sembilan.
Hong Xing.
Antar tamu kita keluar.
Tuan Er.
Kau tak ingin bertanya
siapa
yang mengirim kembali ngengat pengantar pesan?
Siapa?
Ji An.
Ji An?
Sesuatu terjadi saat Ji An mengantarkan pusakanya.
Karena kalian berteman,
pergilah dan bantu dia.
Setelah menyelesaikan tugas ini,
dan mengambil kembali pusaka itu,
kuharap
karena istrimu, kau tak akan...
Jangan sebut istriku.
Melihat ngengat itu seperti melihat mayatnya.
Ngengat pengantar pesan keluarga Huo menetas dari darah manusia.
Jantungnya pecah saat ngengat keluar dari kepompong.
Karena ngengat pengantar pesan sudah kembali,
artinya Ji An sudah...
Tuan Er.
Meskipun bukan demi Ji An,
lakukan demi Mistik Sembilan.
Aku akan pergi.
Tapi ini demi Ji An,
bukan Mistik Sembilan.
Pulanglah.
Ada banyak orang Jepang.
Jangan bilang Ji An tertangkap.
Tidak.
Orang Jepang berkemah di sini.
Artinya mereka belum berhasil.
Lihat.
Gunung di sekelilingnya tampak membentuk pembuluh darah naga.
Pasti ada makam
di bawah bebatuan ini.
Ji An pasti bersembunyi di dalam makam.
Itu sebabnya orang Jepang tidak menemukannya.
Lalu orang Jepang menunggu mangsa mereka
dengan jebakan.
Apa maksudmu?
Iblis Jepang menyiapkan semua ini
karena menunggu kita?
Hong.
Bagaimana jika kita...
Malam ini,
kita periksa pangkalan mereka.
Pos penjagaannya lebih tinggi dari pohon.
Di bawah batu itu
pasti ada pintu masuk ke makam.
Bagaimana kita bisa masuk?
Bukankah itu mudah?
Pindahkan batunya, lalu masuk.
- Lakukanlah. - Aku tak mau.
Mari berpencar dan periksa
apa ada pintu masuk lain.
Hati-hati.
Tetap berkomunikasi dengan peluit kelelawar.
Untuk saat ini, kita belum menemukan pemimpin mereka
ataupun kabar pusaka itu.
Semua pintu masuk dan pintu keluar dijaga ketat.
Jika tebakanmu benar,
dia seharusnya masih di sini,
di bawah kita.
Berdasarkan perhitungan orang Tionghoa,
seharusnya ada istana bawah tanah atau makam di sini.
Orang itu seorang ahli.
Tak akan mudah menemukannya.
Santai saja. Jika dia tak keluar,
seseorang akan datang mencarinya.
Kita tunggu saja.
Ya.
Tuan Hong.
Aku agak lelah belakangan ini.
Aku akan libur sementara.
Maaf, Tuan Akiyama.
Silakan pergi.
Tuan Hong.
Ada pepatah Tiongkok kuno.
Bunyinya,
"Butuh 100 tahun agar orang ditakdirkan di perahu yang sama."
Sepertinya waktu kita
belum datang.
Santai saja.
Aku akan menunggu.
Akiyama.
Sepertinya waktu kita sudah tiba.
Hongdou, mundur.
Hong.
Pangkalan militer ini semuanya datar.
Tampaknya tak ada pintu masuk.
Sepertinya hanya ada satu.
Tapi keamanan pangkalan militer Jepang ini sangat ketat.
Akan terlalu sulit
menyelinap ke makam.
Kata siapa aku akan menyelinap?
Aku ingin mereka mengundangku masuk.
Putra kedua Keluarga Hong dari Changsha
datang untuk tampil di kota Shuixian.
Datang dan saksikan.
Saksikan penampilannya.
Putra kedua Keluarga Hong dari Changsha
datang untuk tampil di kota Shuixian.
Dia datang untuk tampil.
Datang dan saksikan.
Dia datang untuk tampil.
Datang dan saksikan.
Putra kedua Keluarga Hong dari Changsha
datang untuk tampil di kota Shuixian.
Datang dan saksikan.
Kau yakin?
Hong.
Hong.
Hong.
Ikan memakan umpan.
Tuan Hong.
Aku Kapten Hirotaka Yoshida.
Mayjen Akiyama
mengundang Tuan Er Yuehong ke markas pusat.
Pak Akiyama sedang di sini.
Kebetulan sekali.
Tapi aku akan segera tampil.
Aku tak bisa pergi.
Mayjen Akiyama bilang aku harus mengundangmu ke sana.
Kuharap kau bisa meluangkan waktu.
Mayjen Akiyama
sangat ramah, sulit bagiku untuk menolak.
Tuan Hong.
Aku pemimpin kedua setelah Mayjen Akiyama,
Shinto.
Selamat datang.
Silakan lewat sini.
Aku akan menghabisi
orang Jepang ini cepat atau lambat.
Tuan Hong.
Jangan hiraukan.
Ini para bandit yang kami tangkap.
Kami melakukannya untuk melindungi kedamaian dan ketertiban.
Jangan dipikirkan,
Tuan Hong.
Silakan masuk.
Tunggu aku di sini.
Tuan Hong.
Lama tak bertemu.
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Terima kasih atas perhatianmu.
Aku tak bisa tidur pada malam hari
karena aku tak bisa
menyaksikan penampilanmu.
Selama bertahun-tahun,
aku mencari kabarmu.
Aku ingin mewujudkan impianku.
Siapa yang menduga
kau akan datang
untuk tampil di kota sebelah?
Kurasa ini takdir.
Takdir bukan di tangan kita.
Ini kehendak Langit.
Dilihat dari popularitasmu,
aku tak menduga
kau akan tampil di kota sekecil ini, Tuan Hong.
Teman lama mengundangku.
Teman satu dekade lebih.
Jika aku tak datang,
tidaklah pantas.
Kalau begitu...
Kali ini,
apakah aku
bisa melihatmu tampil?
Sayang sekali.
Jadwal pertunjukanku penuh beberapa hari ini.
Tak apa-apa.
Aku bisa menunggu.
Aku akan kembali ke Changsha untuk tampil setelah tiga hari.
Tuan Hong.
Penolakanmu
membuatku
merasa kecewa.
Tuan Hong pasti punya alasan.
Sejujurnya, Tuan Akiyama,
aku tak berani tampil untukmu.
Ada banyak mata
mengawasiku di Tiongkok.
Kenapa aku tak memikirkan itu?
Maaf
jika aku menyinggungmu.
Kalau begitu...
Bolehkah aku mengundangmu
untuk tampil di pangkalan militer?
Dengan begini, orang-orang tak akan tahu.
Baiklah.
Tapi aku punya banyak persyaratan.
Katakan saja.
Aku tak tampil di area datar.
Kau penyanyi terkenal.
Kau harus punya panggung.
Aku akan menyuruh mereka membangunnya sekarang.
Apakah ada
persyaratan mengenai panggung.
Aku hanya mengikuti peraturan.
Ditentukan oleh leluhur kami.
Beri tahu aku.
Di tempat terpencil ini,
kami tak butuh pilar dan dekorasi,
tapi esensi tak boleh berubah.
Seperti mengangkat kepala naga ke arah pintu keluar,
dengan feniks mengarah ke pintu masuk,
lebar panggung harus sembilan langkah.
Tirai besar dan kecil harus digantung seperti sirip.
Tak menyentuh langit, bumi, gunung, atau sungai.
Tempat untuk manusia, dewa, hantu, dan iblis.
Sembilan bukaan besar dan kecil, atas bawah.
Harus tepat di tengah, baik dari samping, depan, dan semua arah.
Tuan Hong.
Kau punya banyak peraturan.
Orang Tionghoa
menghargai peraturan.
Kau mengikuti perintah leluhurmu.
Sungguh mengagumkan.
Hanya saja tentara kami
mungkin tak memahami peraturan ini dengan baik.
Apa kau bisa mengirim seseorang
mengawasi pembangunan panggung.
Baiklah.
Aku mengerti.
Dengan begini,
kita bisa turun ke makam
tepat di depan mata iblis Jepang.
Benar.
Seperti yang kau katakan,
pindahkan batunya,
lalu turun ke makam.
Sudah kubilang.
Hong.
Makam di bawah pasti besar.
Aku khawatir kami tak akan berhasil
jika kami turun ke sana.
Aku yang akan pergi.
Jika kau melakukannya,
siapa yang bernyanyi di panggung?
Di kota ini,
hanya ada satu orang
yang bisa menggantikanku.
Apa pasanganku sudah siap?
Ya.
Berikan tombaknya.
Kau?
Er Yuehong.
Tuan Bai.
Maafkan aku. Bagaimana tanganmu?
Keji sekali.
Er Yuehong.
Kau masih belum puas membuatku meninggalkan Changsha.
Kau bahkan datang ke kota kecil ini
untuk mempermalukanku.
- Tuan Bai. - Kau benar-benar perundung!
Saat kita bertanding saat itu,
aku sama sekali tak berniat buruk.
Aku baru tahu kemudian kau benar-benar meninggalkan Changsha.
Aku mencarimu, berharap bisa mengundangmu kembali dan minta maaf.
Aku bahkan memasang pengumuman
di satu halaman koran Changsha.
Tapi aku tak pernah menemukanmu.
Sekarang sudah, bukan?
Kau bukan datang mencariku,
kau datang untuk orang Jepang.
Kudengar kau meninggalkan
semua penontonmu
demi bernyanyi untuk iblis Jepang.
Awalnya kupikir kau pria yang setia.
Siapa yang menduga ternyata sangat hina.
Dasar anjing pengecut.
Tak takut leluhur kita akan mencarimu?
Semiskin apa pun aku, Bai Zhanmei,
berapa kali pun iblis Jepang mengundangku,
aku tak pernah mempermalukan leluhur kita.
Silakan pergi.
Rumahku kecil.
Tak pantas
untuk pengkhianat besar sepertimu.
Tuan Bai.
Tak peduli betapa bodohnya aku,
aku masih tahu kesetiaan,
adab, kesopanan, integritas, dan rasa malu.
Aku akan jujur.
Aku datang
demi kehormatan leluhur kita.
Mayjen.
Apa kau tak penasaran
kenapa Er Yuehong tiba-tiba muncul sekarang?
Dia tampil.
Mari kita saksikan dengan tenang.
3,3 meter dari tanah.
Leluhur kami tak mengizinkan kecurangan.
10.000 meter dari langit.
Kaisar Giok dan Ibu Ratu dari Barat akan datang.
Tuan Bai.
Kuserahkan kepadamu.
Jangan khawatir.
Aku tak akan mengacau
dalam penampilan ini.
Pak Shinto.
Bagaimana panggungnya?
Sudah siap.
Ada instruksi lain?
Kita tak boleh sembrono mengurusnya.
Jangan khawatir.
Terima kasih.
Ya.
Kepada temanku, Zhanmei.
Sebenarnya kau penyanyi terbaik di Teater Pir Ezhong.
Aku bukan apa-apa dibandingkan dirimu.
Aku ingin membangun dua area teater untukmu
dengan uangku sendiri.
Tertanda Er Yuehong.
Tuan Hong.
Kenapa kau masih ingat
perkataanku saat marah?
Selain itu,
jika ada yang menulis surat untuk mengakui kekalahan,
seharusnya aku.
Tuan Hong.
Aku mengagumi kesetiaan dan keberanianmu.
Jika aku bisa berhasil
melewati tugas ini,
apa kau mau
berkolaborasi?
Akan menjadi kehormatan
bagiku, Bai Zhanmei, untuk tampil bersamamu.
Tuan Hong.
Jika kau ingin memberiku kehormatan ini,
kau harus kembali.
Aku akan menunggumu.
Maaf.
Orang luar tak boleh ke belakang panggung.
Aku sungguh minta maaf.
Aku tak menyadari peraturan seperti itu.
Aku hanya ingin melihat apa Tuan Hong butuh sesuatu.
Terima kasih.
Tuan Hong, kami siap.
Ayo.
Mayjen.
Apakah Er Yuehong punya maksud tertentu menyanyikan
"Perang Melawan Gunung Emas"?
Itu pilihan bagus.
Aku suka
lagu itu artistik dan penuh aksi.
Mari kita saksikan.
Baiklah.
Ayo ikut aku turun.
Ayolah.
Bagus.
Berhenti.
Apa itu?
Kulit manusia.
Tengkorak dan dagingnya
sudah dimakan oleh makhluk di dalamnya.
Apa isinya?
Kenapa menggantung tangki air di dinding?
Formasi naga Taihui.
Apa?
Ini makam dari Dinasti Han.
Ini pasti makam mayor jenderal.
Formasi naga Taihui
adalah formasi pertahanan Dinasti Han.
Jika salah sentuh,
kau akan mengusik isinya.
Maka kau akan...
Kita akan menjadi kulit manusia sekarang.
Aku hanya menebak.
Mau mencoba?
Hong, berhentilah bermain-main.
Mari pikirkan cara melewatinya.
Tujuh rasi utara.
Dua puluh delapan rasi bintang.
Benar.
Ikuti aku.
Jangan sentuh tangki yang tak kusentuh.
Baiklah.
Bagus.
Makamnya
seharusnya di balik pintu batu ini.
Bagaimana cara kita masuk?
Mari langsung naik.
Tendang pintunya.
Bukankah kita akan masuk?
Pegunungan mengendalikan bangsawan.
Air mengendalikan kekayaan.
Air bisa membawa kekayaan.
Ikan menjaga Qi.
Enam bintang Wuqiu.
Satu bintang Tanlang.
Ji An sangat pandai dalam Feng Shui.
Kurasa area
yang Feng Shui-nya sangat baik ada di balik ini.
Mari kita lihat.
Jangan bergerak.
Kedua naga di podium
berwarna merah dan hitam.
Merah menandakan api.
Hitam melambangkan air.
Formasi naga Taihui tadi
adalah jebakan tersembunyi.
Lereng ini
juga tak biasa.
Ikuti aku.
Injak saja naga hitam.
Jangan sentuh naga merah.
Naiklah.
Baiklah.
Kau duluan.
Lihat itu.
Berlapis-lapis pintu surgawi.
Pilih satu jalan saja.
Pemilik makam ini
pandai menggunakan air.
Pintu ini membutuhkan kemampuan mengapung air
agar bisa dibuka.
Kalian berdua.
Duduklah di atas ikan batu.
Baiklah.
Turunlah.
Aku saja.
Biar aku saja.
Berhasil.
Menarik.
Jadi, pintu ini bisa dibuka
menggunakan air.
Duduk kembali.
Hong Doh Woo, Hong Shen.
Ikuti aku.
Periksa ruang ganti.
Baik.
Aku lelah.
Jangan bergerak.
Tak ada orang di ruang ganti.
Terus cari mereka di tempat lain.
Baik.
Bom fosfor.
Ji An!
Ji An.
Kau bahkan mati dalam makam.
Kau pasti menyembunyikan
benda itu di dekat sini.
Di mana Er Yuehong?
Siapa kau?
Iblis Jepang.
Ingatlah.
Namaku
Bai Zhan Mei.
Kau Tuan Bai yang terkenal.
Aku mengundangmu berkali-kali, tapi kau tak mau tampil.
Aku tak mengira kau datang sendiri hari ini.
Tuan Bai.
Sedang apa kau di sini?
Di mana Er Yuehong?
Tuan Bai.
Aku tak menyangka penyanyi terkenal sepertimu
hanya menjadi
pengganti Yuehong.
Sayang sekali.
Kau masih punya dua kesempatan.
Tuan Bai.
Jangan menghentikan penampilannya!
Tuan Bai.
Kau tak boleh berhenti.
Di mana Er Yuehong?
Pak, ada lubang di bawah panggung.
Tuan Hong.
Akan kuanggap penampilan ini
sebagai kolaborasi denganmu.
Sisi selatan adalah arah keberuntungan dalam Heksagram Li.
Dua, tujuh, sembilan.
Barat adalah arah keberuntungan dalam Heksagram Dui.
Empat, tujuh, sembilan.
Barat laut adalah arah umur panjang dalam Heksagram Qian.
Empat, sembilan, enam.
Timur laut adalah arah bintang Wenchang dalam Heksagram Gen.
Lima, sepuluh, delapan.
Ini diagram Luo He!
Setelah menghubungkan laher di tiap arah,
kuil terletak tepat di tengah.
Aku menemukannya.
Aku mendapatkannya.
Beristirahatlah dengan tenang.
Jangan injak naga merah.
Baik.
Turunlah.
Ingat, jangan injak naga merah.
Ayo.
Teman-teman.
Hong.
Lari!
Aku sudah menutup pintu masuknya.
Bagaimana kau bisa pergi?
Ji An.
Kau menjaga harta karun aman.
Kau menang kali ini.
Sekarang,
akan kuantarkan untukmu.
Jika aku tak bisa,
aku akan datang dan menemanimu.
- Dua orang duduk di atas ikan. - Baik.
Hong, mereka di dalam.
Tuan Shinto.
Ya.
Ini semua harta karun.
Harta karun!
Jangan tembak.
Er Yuehong.
Kami sudah membunuh anak buahmu
dalam perjalanan kemari.
Aku tak mau melakukannya lagi.
Jika kau menyerahkan barangnya,
aku akan melepaskanmu.
Anggap kita impas.
Kau akan melepaskanku?
Ya.
Aku pria yang menepati janjiku.
Kenapa kau tak bertanya apa aku ingin melepaskanmu?
Er Yuehong.
Kau hanya pelawak.
Kau pikir sedang di atas panggung,
tempatmu bisa mengendalikan semuanya?
Ya.
Ini bukan panggung.
Ini makam.
Makam dari Dinasti Han.
Kau mempelajari sejarah Tiongkok.
Pasti pernah mendengar pepatah ini.
Jika menyinggung keturunan Han,
kami akan membunuhnya meski dia jauh!
Terlebih lagi,
kalian datang sendiri ke makam.
Dasar kau...
Baiklah.
Yuehong.
Aku akan mengikuti tradisimu.
Pada zaman kuno,
bukankah orang-orang dikubur bersama orang mati?
Akan kubiarkan Pak Shinto
mengirim lebih banyak orang untuk menemanimu
sebagai tanda penghormatanku untukmu.
Kau bahkan tak membiarkan orangmu hidup.
Kami bermurah hati dengan memanggil kalian iblis.
Saat dua pihak bertarung, ada yang harus mati.
Aku hanya bisa menjamin
lebih banyak orang
yang mati di pihakmu dibanding kami.
Hong Dou!
Er Yuehong.
Er Yuehong.
Jika kau tak mau ada lagi yang mati,
berikan barangnya kepadaku.
Aku akan membebaskannya.
Hong.
Jangan hiraukan aku.
Bunuh mereka semua.
Aku khawatir kau tak akan bisa.
Er Yuehong.
Kenapa bertindak karena amarah?
Aku belum menemukan barangnya.
Santai saja.
Kau bisa mencarinya sekarang.
Aku akan menunggumu.
Barang itu ada di balik plakat itu.
Tunggu.
Banyak jebakan di sini.
Jangan bertindak gegabah.
Er Yuehong.
Prajuritku
bukan orang yang sopan.
Mereka mungkin menghancurkan makam seribu tahun ini.
Naiklah
dan ambilkan untukku.
Aku tak bisa sendiri.
Dia harus membantuku.
Tak masalah.
Nona.
Tolong bantu dia.
Hong.
Naiklah bersamaku.
Hong Shen, dengar.
Pintu keluar ada di belakang plakat.
Ji An menyembunyikan benda itu di balik plakat
untuk memberitahuku lokasi pintu keluar.
Kuantar kau lebih dahulu.
Tidak, Hong.
Kau pergi duluan.
Dengarkan aku.
Aku ingin mengubur
para iblis Jepang ini
bersama dengan Ji An,
Tuan Bai
dan yang lainnya.
Keluarlah dan tunggu aku.
Hong.
Tuan Hong.
Bawa barangnya turun.
Ada banyak waktu untuk bicara.
Hong.
Hong!
Apa yang terjadi?
Apa yang kau lakukan?
Kau menyentuh sesuatu yang tak seharusnya.
Tembak dia!
Shinto.
Kemari dan selamatkan aku!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.