All language subtitles for Mr. Sunshine E21.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"

"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"

Kudengar kau akan pulang.

"Episode 21"

Kau ingin berpamitan?

Aku akan ikut denganmu.

Bawalah aku.

Ke Amerika.

Kumohon.

Kalau aku menolak?

Aku tahu kau tidak akan menolak.

Kau bermaksud memanfaatkanku,

tapi kau bahkan tak berusaha sedikit pun.

Daripada memohon, seharusnya kau mengakui cintamu.

Katakan kau mencintaiku,

jatuh cinta kepadaku,

dan ingin bersamaku.

Maka aku akan dibutakan oleh kebohonganmu

dan mempertaruhkan semuanya.

Apa tujuan akhirmu?

Kau mau pergi ke mana dengan memanfaatkanku?

Jepang.

Aku sangat membencimu.

Sayang sekali, Anda harus pergi.

Kudengar Anda akan masuk pasukan garnisun

saat kembali.

Sayang sekali?

Kebanyakan orang menyelamatiku atas promosi itu.

Aku seorang pengusaha.

Semoga Anda senang menginap di hotelku.

Nyonya.

Aku melihat sesuatu saat berada di kamar Kolonel.

Bayangan hitam melompati balkon.

Aku yakin itu bukan kucing.

Bawa barang Kolonel dahulu.

Jangan sampai dia ketinggalan kereta.

Bayangan hitam? Apa kau yakin?

Aku tak yakin,

tapi aku pikir bisa saja pencuri.

Aku juga kurang yakin,

tapi melihatnya lagi mungkin membantumu ingat.

Dan semoga kau ingat.

- Panggil kembali pasukan kita. - Tapi kereta Anda...

Diam!

Geledah setiap sudut hotel ini

dan tangkap pemberontak Joseon itu.

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Kau tetap bersama orang ini

dan periksa semua yang lewat.

Ya, Pak!

Kalian semua, ikut aku.

Nyonya.

Jangan lihat aku.

Awasi dan jangan lewatkan apa pun.

Hina memberi tahu ada bahaya.

Mungkin Kolonel Jepang itu, Takashi Mori.

Kau awasi.

Seperti biasa, jangan cemaskan aku.

Aku berniat mampir.

Karena kau menyuruhku.

Aku kira

kau akan masuk dari pintu.

Pintunya harus tetap tertutup.

Tentara Jepang mengejarku.

Jadi, kau di sini untuk sembunyi.

Kau lama membuka pintu. Kau tak penasaran dengan keributan ini?

Tak ada yang membuatku penasaran.

Entah kau atau keributan ini.

Ada apa?

Aku mau berpamitan.

Berpamitan secara langsung lebih sulit dari dugaanku.

Aku pulang ke Jepang hari ini.

Aku pikir kau mungkin tak ada saat aku kembali.

Aku dengar begitu.

Kau akan kembali dari Jepang sebagai komandan.

Apa itu artinya perbedaan antara kita makin besar?

Kau tak periksa di sana juga?

Lihat saja.

Kau beruntung bisa pulang saat ini.

Amerika menyelamatkanmu.

Jadi, hiduplah sebagai orang Amerika, Eugene.

Tetaplah jadi orang Amerika.

Sebagai tentara setia bagi Amerika.

Aku yang akan menentukan jalanku,

jadi, putuskanlah mau terus menggeledah atau tidak.

Aku ingin tahu ini kotak apa.

Aku penasaran.

Ada apa?

Ada pemberontak Joseon menyusup ke hotel,

jadi, kami menggeledah semua kamar.

Sedang apa kau? Kau melirik kekasihku?

Siapa namamu, Prajurit?

Kau dari divisi mana?

Aku bukan... Maaf mengganggu, Tuan.

Pergi.

Pergi!

Ganti bajumu.

Entah apa ini akan berhasil,

tapi aku sudah menantikan hari untuk digunakan.

Terima kasih.

Aneh, bukan?

Barang orang Amerika ditemukan di kamar wanita Joseon,

sementara bendera nasional Joseon ditemukan di kamar orang Amerika.

Jangan lupa daftar nama orang Korea di kamar Kolonel Jepang.

Berengsek!

Kau pelakunya, 'kan?

Kenapa kalau benar?

Kau orang Jepang

dan aku orang Amerika.

Kau bisa apa denganku?

Bisa tebak hal pertama yang akan kulakukan saat kembali?

Aku akan melacak wanita bangsawan itu.

Jadi,

begitu?

Jangan menatapku seperti itu, Eugene.

Kau percaya pada imperialisme juga.

Kau berperang dengan Spanyol

dan Amerika menguasai Filipina.

Jepang hanya ingin menang melawan Rusia

dan merebut Joseon sebagai hadiah.

Tak bisa dihindari lagi, negara superior

akan mengecewakan negara inferior.

Amerika akan mengecewakan Filipina,

Inggris mengecewakan India,

dan Jepang akan mengecewakan Joseon.

Warga negara inferior,

terutama wanita muda yang dahulu bangsawan

akan terluka lagi.

Jiwa dan raganya, sudah pasti.

Lihat baik-baik.

Dia ada atau tidak?

Diantarkan untuk Anda dari toko jahit.

Terima kasih.

Bukankah itu baju yang kau cari?

Tapi itu Tuan Muda Hui-seong.

Diakah orang yang kau lihat?

Jangan menilai dari penampilan.

Apa?

Keributan apa ini?

Aku melihat sesuatu.

- Bisakah Anda begini, Pak? - Begini?

Pria itu bergerak ke arah sini. Ke kiri.

Kiri, seperti ini?

- Apa aku yang kau lihat? - Sedang apa kau?

Ini bajingan yang kau lihat itu?

Dengar. Mungkin aku belum memperkenalkan diri,

tapi bukankah itu agak kasar?

Aku Kim Hui-seong.

Teruslah kerja dengan baik.

Kau yang di pintu!

Sekarang kesempatanmu untuk menembakku.

Mungkin ini kesempatan terakhirmu.

Entah apa akan jadi kesempatan terakhir,

tapi ini memang kesempatan.

Minggir!

Apa yang kau lakukan?

Kolonel, Anda baik-baik saja?

Sedang apa kalian di sini?

Tapi tembakan itu...

Pelayan itu pasti salah lihat.

Di bawah kosong.

Dia tak salah lihat. Kalian saja yang tak becus!

Suara tembakan tadi pengalihan.

Berhenti bicara dan enyahlah!

Kami akan bawa barang Anda.

Kau terus membuatku penasaran.

Aku sangat penasaran melihat

apa kau akan jadi orang Amerika atau orang Joseon

saat kita bertemu lagi.

Tebak saja.

Aku sudah memutuskan.

"Hotel Glory"

Tuan, seorang pejabat istana ingin menemui Tuan.

Kau menceritakan soal aku ke orang lain.

Aku hanya menyampaikan pesan

kepada orang yang perlu tahu.

Kabarnya kau memberi tahu tukang roti kau akan menunggu Nona.

Sudah kuduga.

Kalian semua terlibat.

Kapan kau pergi?

Saat aku ingin.

Berhentilah mendesakku.

Apa Nona Ae-sin akan ikut juga?

Aku sudah tahu

tujuannya adalah Jepang, bukan Amerika.

- Kau tak bisa ditipu. - Tapi kau tetap berusaha.

Kami tak punya pilihan lain. Tolong mengerti.

Kubilang Takashi Mori tak boleh dibunuh orang Joseon.

Kau ingat itu?

Tuan Go menyuruhku, warga Amerika, untuk melakukannya.

Itu kata-kata terakhirnya.

Kurasa sudah waktunya

kutepati janji kepada Pak Tua itu.

Jadi, pada akhirnya,

aku dan wanita itu akan berpisah.

Entah rencanaku gagal dan kematian memisahkan kami

atau berpisah karena harus pulang ke negara kami.

Pemikiran itu membuatku takut.

Aku takut berubah pikiran.

Joseon...

berutang budi kepadamu.

Kau sudah datang.

Cuacanya bagus dan cerah, bukan?

Agak mendung. Apa yang coba kau sembunyikan itu?

Apa maksudmu? Aku tak menyembunyikan apa pun.

Bukan apa-apa.

- Ada pelanggan. - Silakan masuk.

Aku pikir kau tak ingin tahu.

Entah itu untuk apa, tapi dia bilang sangat membutuhkannya.

Tapi seisi dokumen dipalsukan.

Semuanya palsu.

Walau palsu,

mereka saling bertemu lagi.

Tuan Lee Jeong-mun diculik oleh ahli pedang Jepang.

Kami tahu kau dalangnya.

Selama kau bilang dia ada di mana di Jepang,

wanita ini tak akan terluka.

Dia akan melewati Manchuria

dan Joseon untuk kembali ke Jepang.

Walau kami berpakaian sama, bukan berarti aku dalangnya.

Maksudmu, Perkumpulan Musin terlibat langsung?

Kami tak punya alasan untuk memercayaimu.

Sudah lama aku tak didukung bosku.

Aku pernah ditembak seseorang di wilayahku ini.

Walau aku tahu pelakunya,

aku tak melacak penembaknya. Dia pasti tahu.

Kalau begitu...

bagaimana kalau kau membantu kami?

Sayangnya, aku harus menolak.

Bahkan di negaraku, ada kode moral harus diikuti.

Kita akan mengobrol nanti.

Kalau kau sudah selesai bicara,

aku ingin bilang sesuatu.

Nona masih berutang kepadaku.

Sudah berbulan-bulan

Nona tak berkunjung.

"Toko Roti Prancis"

Tunggu di sini sebentar.

Jam malam akan dimulai.

Maaf, aku terlambat.

Aku menunggu jam malam.

Aku duga begitu.

Kabarnya kau punya jawaban atas permintaanku.

"Cinta"

Ini jawabanku.

Mari kita lakukan.

"Love".

Denganku.

Mari lakukan bersama.

Mari pergi bersama.

Ke Jepang.

Aku akan membawamu ke sana.

Jepang sedang berperang.

Masuk dengan kewarganegaraanmu saat ini tak akan mudah.

"Ameri Serikat Ae-Sin Choi"

"Ae-sin Choi."

- "Choi"? - Itu cara teraman

masuk ke Jepang.

Di Amerika,

istri memakai nama keluarga suami.

Jika kau injakkan kaki ke tanah Jepang, namamu akan jadi...

Ae-sin Choi.

Arti cincin ini adalah...

Artinya...

kau adalah istriku yang kucintai.

Di Barat,

pria biasanya akan berlutut,

mempersembahkan cincin,

dan meminta dengan sopan...

untuk menikahinya.

Kalau kau bertentangan denganku

dan meninggalkan aku

untuk selamatkan negerimu, Joseon,

aku tahu...

aku tak akan bisa mengubah pikiranmu.

Sejak aku melihatmu,

aku tahu kau wanita yang kejam.

Tapi aku tetap makin menyukaimu.

Kita bisa pura-pura, anggap aku sudah berlutut.

Tapi jangan minta maaf.

Inilah keputusanku.

Kita berangkat dua hari lagi.

Sampai jumpa di stasiun.

Awalnya kukira "love" itu mudah.

Ternyata berat.

Atas segalanya...

aku minta maaf.

Kita bisa berhenti jika berat.

Kita bisa berhenti kapan saja.

Jadi, jangan berhenti hari ini.

Bersiap menembak.

Bidik.

Tembak.

Hadap kanan.

Maju jalan.

Selanjutnya.

Bersiap menembak.

Bidik.

Tembak.

Di hari pertama, aku berkata kalian bisa beradaptasi

begitu terbiasa dengan senapan.

Ucapkan.

Bidik dengan tepat.

- Tahan napas. - Tahan napas.

- Tarik pelatuk. Dor. - Tarik pelatuk. Dor.

Bagus.

Kalian akan jadi penembak yang andal.

Karena itu

ini hari terakhir latihan.

Apa maksudnya, Pak?

Pepatah Arab mengatakan

sepasukan domba yang dipimpin seekor singa

akan mengalahkan sepasukan singa yang dipimpin seekor domba.

Joseon makin hari makin lemah.

Dan jika suatu negara bimbang,

yang jadi sasaran pertama

adalah pasukannya.

Jepang akan segera menguasai Dewan Marsekal

dan menutup Akademi Militer Kerajaan.

Kalian tak akan dianggap dan dikira sekawanan domba,

tapi kalian sudah jadi tentara hebat.

Jadilah seekor singa.

Keberanian menciptakan sejarah.

Majulah dengan berani

dan mundur saat diperlukan.

Seperti itulah

kalian akan dikenang.

Kerja bagus.

Sekian latihan terakhir kita.

Perhatian.

Hadap kiri.

Beri hormat kepada instruktur latihan.

Jangan menangis.

Kita akan bisa bertemu lagi.

Aku serius.

Tidak, Tuan salah.

Kita tak akan bisa bertemu.

Amerika itu negara yang jauh.

Amerika juga sangat kaya.

Tuan orang Amerika,

jadi, kita tak akan bisa bertemu lagi.

Karena situasi Joseon saat ini,

kehadiranmu di legasi saja

sudah membuat kami merasa aman.

Aku punya pemikiran, Tuan.

Kalau Jepang memenangkan perang ini,

Joseon akan takluk di hadapan Jepang.

Amerika menandatangani sebuah pakta dengan Joseon tahun 1882.

Mereka berjanji akan membantu

jika negara lain menyerbu Joseon.

Tapi kenapa Amerika tidak memihak Joseon?

Amerika dan Britania meminjamkan Jepang

total 410 juta dolar,

dan 40 persen dari uang itu dihabiskan dalam perang.

Kedua negara itu yang mendesak Jepang berperang.

Karena itu,

Amerika tak akan menolong Joseon.

Perang Rusia-Jepang

akan sangat menguntungkan Amerika.

Pastikan kau tetap di legasi apa pun yang terjadi.

Mengingat situasi saat ini, legasi adalah tempat teraman.

Do-mi harus tetap di sini juga.

Sudah kubilang jangan terlibat,

tapi Nona harus muncul seperti ini.

Aku bilang akan membunuhmu jika melihatmu lagi

dan lagi-lagi kita bertemu.

Kenapa Nona memberiku uang kalau memang mau membunuhku?

Uang itu cukup untuk menutupi tiga bulan ke depan.

Tiga bulan kemudian, bayarlah secara langsung.

Aku harus melihat Nona

untuk memastikan Nona hidup.

Kita tidak sepenuhnya akrab.

Kenapa mengusulkan bertemu di tempat terpencil?

Ini tempat sempurna untuk mabuk dan mati terjatuh.

Kalau mau membunuhku, silakan.

Kau mungkin tak punya peluang lagi setelah hari ini.

Aku akan kembali ke Amerika

besok.

Kabar gembira.

Kau terdengar cukup sedih.

Kalau sikapmu terus begitu, aku bisa mendorongmu.

Kebetulan sekali.

Seorang tentara Jepang baru kembali ke tanah airnya juga.

Karena itu, aku harus menepati janji saat pulang ke Amerika.

Apa? Kau kira aku akan kalah?

Entah aku atau dia yang mati, kau tak akan rugi.

Sebentar lagi sebuah festival akan diadakan di Tokyo.

Akan ada kembang api sepanjang festival itu.

Suara petasan di festival begitu keras.

Cukup untuk meredam tembakan.

Apa kau sedang menyemangatiku?

Aku selalu menyemangatimu.

- Sejak hari di kantor pos itu? - Bukan.

Maksudmu dari sebelum itu?

Perlu kudorong agar kau diam?

Jadi, bagaimana? Mati terjatuh?

Atau kematian tidak wajar?

Entahlah.

Terima kasih.

Berarti pencuri di hotel akan berkurang?

Aku pasti rindu

leluconmu

dan kopimu di sini juga.

Aku senang menginap di sini.

Kembalilah kapan pun.

Kapan pun Anda tiba-tiba rindu tempat ini,

kembalilah ke sini.

Joseon dan Hotel Glory akan selalu ada di sini.

Baik.

"Stasiun Hanseong"

Apa penampilanku aneh?

Apa yang harus kulakukan?

Aku meninggalkan Joseon lagi

dan momen ini akan menjadi kenangan terakhirku di negara ini.

Kalau kenangan terakhir seindah ini,

aku tak akan bisa melupakan Joseon.

Aku bertanya-tanya

bagaimana cincin ini bisa menunjukkan aku sudah menikah.

Aku terus berpikir

dan sadar bahwa suamiku

pasti memakai cincin yang sama.

Aku mencintaimu.

Aku selalu mencintaimu.

"Takdir Yang Menyedihkan"

Semua yang menghancurkanku

dipenuhi dengan warna merah.

Andai ayah tahu Lee Wan-ik akan tewas seperti itu,

ayah simpan saja ikan corvina kering itu.

Aku akan sering mentraktir ikan corvina kering.

Kau bahkan tak bisa menikahi tunanganmu.

Jangan bahas ikan corvina kering.

Kau diam saja

sampai kau berkata "ya" di upacara pernikahanmu.

Ibumu berusaha keras mencari wanita baik untukmu,

jadi, kau cukup bilang "ya".

- Paham? - Tidak.

Jangan buang waktu Ayah.

Aku tak akan menikah.

Dasar kepala batu!

Kau bilang apa?

Berani berkata begitu sebagai putra tunggal?

Kita butuh pewaris.

Keluarga kita butuh pewaris!

Dengan segala hormat,

aku ingin bilang ini salah Ayah, bukan salahku.

Ayah tak punya anak lagi. Kenapa menyalahkanku?

Kau bilang apa?

Ayah akan mengaku salah kalau marah sekarang.

Baiklah.

Satu generasi tak memberi banyak perbedaan.

Ayah akan membunuhmu hari ini. Kemarilah, Anak Nakal.

- Astaga. - Beraninya kau. Kemari.

- Astaga, Ayah. - Dasar... Lihat itu.

Hei, satu, dua...

Dasar nakal! Kemarilah. Kau harus diberi pelajaran. Astaga.

Jujur, Hanseong sangat sepi

setelah orang Amerika itu pergi.

Entah apa dia sampai dengan selamat.

Kita mungkin tak akan bertemu dia lagi.

Bagus untuk dia. Joseon sedang kacau saat ini.

Hei, ini tidak bisa kita buang?

Jangan.

Pasti berharga.

Ini dari anggota Pasukan Kebenaran tahun 1895.

Sepatu anak mereka dijual demi uang untuk kabur.

Kurasa mereka tak bisa kembali.

Barang peninggalan orang lain

bisa jadi kenang-kenangan.

Kau tak punya waktu untuk bersikap sentimental.

Kami akan singkirkan mejamu kalau tak bayar sewa sore nanti.

Aku ingin bayar hari ini,

- jadi, kudatangi orang tuaku... - Tapi nihil.

Aku ingin memberikanmu ini.

Kurasa dia juga akan mati karena obrolan kita tadi.

- Astaga. - Lain waktu...

Kurasa dia tak memedulikan itu.

"Pelabuhan Shimonoseki, Jepang"

Selanjutnya.

Silakan.

Baik, selanjutnya.

Silakan. Selanjutnya.

Selanjutnya.

Selanjutnya.

Silakan. Selanjutnya.

Silakan.

Selanjutnya.

Silakan. Selanjutnya.

"Amerika Serikat Ae-Sin Choi"

Kau benar-benar orang Amerika?

Namaku Ae-sin Choi. Aku istrinya.

Kau berbahasa Inggris.

Sekilas, aku tahu kalian berasal dari Joseon.

Bagaimana kau bisa punya paspor Amerika?

Berdandanlah dengan ornamen itu.

Kenapa kau jauh-jauh ke sini?

Aku Eugene Choi, Kapten Korps Marinir Amerika.

Kami hanya melewati Jepang dalam perjalanan pulang ke Amerika.

Kalau ada masalah,

kau bisa hubungi legasi Amerika di Jepang.

Dan bersikap baiklah kepada istriku

kecuali kau ingin pergelanganmu patah.

Aku sungguh minta maaf, Pak.

Silakan pergi.

Ayo.

Selanjutnya.

Mari berpisah di sini.

Terima kasih banyak

sudah membawaku ke sini.

Mungkin aku harus lewat sini.

Kalau begitu, aku pergi.

Apa kau benar-benar...

tidak ingin pergi ke Amerika bersamaku?

Kau sungguh...

ingin hanya aku yang selamat dan tak memedulikan yang lain?

Ya, aku ingin begitu.

Untuk apa memedulikan orang lain?

Lagi pula, Joseon tak bisa menang melawan Jepang.

Jangan pertaruhkan nyawa untuk kalah.

Ayo, ikut aku ke Amerika.

Aku tak bisa membiarkanmu pergi.

Di sini, pilihan kita pasti banyak.

Aku pasti akan menemukan cara.

Kau kira aku tak pernah memikirkan itu?

Walau tak pernah ke Amerika, aku menyusuri jalanannya

setiap hari dalam pikiranku

berdampingan

denganmu.

Aku belajar di sana

dan bahkan melihat zebra.

Setiap malam, kita tidur bersama.

Dan kita juga sering tertawa.

Di pikiranku, aku meninggalkan Joseon ratusan kali,

tapi setiap kali,

aku pun kembali.

Kita harus...

akhiri di sini.

Aku meninggalkan tanah airku,

tapi kau kembali

ke negaramu,

Amerika.

Berhati-hatilah...

di perjalanan.

Hei, kelihatannya tas itu lumayan berat.

Kau butuh bantuan?

Pasti banyak benda berharga dalam tas itu.

Mari kita berbagi.

Kalau ingin hidup, sebaiknya minggir.

Wanita ini pasti dari Joseon.

Wanita Joseon datang ke Jepang sendirian?

Berani sekali.

Hei, berikan kepadaku.

Terima kasih sudah menolongku,

tapi pergilah.

Kau sudah dewasa.

Senang bertemu, Ae-sin.

Siapa kau?

Aku teman ayahmu

dan sepupu ibumu.

Namaku Song Yeong.

Nona Ae-sin.

Selamat datang.

Nona pasti kelelahan dalam perjalanan kemari.

Barang Nona kutaruh di loteng.

Nona bisa tinggal di kamar itu.

Terima kasih.

Aku akan segera membuatkan makanan.

Tunggu saja.

Ini dari Yang Mulia.

Aku mencemaskanmu. Syukurlah kau sampai dengan selamat.

Apa senjatamu?

Senapan kokang Rusia berlaras panjang.

Senapan itu ada di loteng.

Itu model langka.

Andai semua rekan seperjuangan kita bersenjatakan itu.

Warkat ini harapan kita.

Eun-san memberitahuku keakuratan tembakanmu.

Aku akan menyuruh seseorang menyusup ke Perkumpulan Musin.

Kau hanya perlu siaga.

- Baik. - Kapal tujuan Shanghai

akan berangkat dua malam lagi.

Kita harus naik kapal itu bersama Tuan Lee Jeong-mun.

Kita bisa bahas detailnya besok.

Kau pasti lelah. Istirahatlah.

Baik.

Do-mi menangis kencang, ya?

"Legasi Amerika di Jepang"

Sedih sekali mendengarnya berkata dalam bahasa Inggris,

"Selamat tinggal, Tuan."

Eugene, kau sudah menikah?

Kau akan menyelamatiku kalau benar?

Belum ada ucapan.

Wanita bangsawan itu?

Selamat, Eugene.

Terima kasih.

Terkait Pakta Jepang-Korea,

berhasil ditanda tangani tanpa kesulitan

berkat ketiadaanmu di Joseon.

Itu, dengan sendirinya, menjadikanmu pengkhianat Joseon.

Walau kau memutuskan kembali,

tak ada yang akan menyambutmu.

Karena ini sudah terjadi,

bagaimana jika kau buang kesetiaanmu?

Bergabunglah dengan Jepang kalau ingin diampuni.

Uang, wanita, gelar.

Apa yang kau inginkan?

Apa pun itu,

kami akan memberikanmu lebih.

Karena aku tak paham bahasamu,

kau tak bisa memengaruhiku.

Aku menolak berbicara denganmu

karena aku tak ingin mengotori mulutku.

Hentikan dia!

Orang Joseon keras kepala.

"Desa Katolik, Gangneung"

Aku mencari ibuku.

Aku...

Lee Yang-hwa.

Akhirnya kau datang.

Seorang bangsawan datang mencarinya

beberapa tahun setelah dia meninggal.

Dia berkunjung setiap tahun sejak saat itu untuk mendoakannya.

JEONG MYEONG-SIN

Kau bahkan membuntutiku sekarang?

Aku baru mau mendahuluimu.

Kalau kau merasa tidak nyaman,

aku bisa jalan di depanmu.

Kau ingin digendong,

Lee Yang-hwa?

Aku...

anak yatim piatu sekarang.

Ibu...

Aku sudah lama jadi anak yatim piatu.

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Ibu.

Baiklah.

Menangislah sepuasmu hari ini

supaya bisa memulai dengan impian baru besok.

Lupakan kehidupan Lee Yang-hwa

dan berhenti hidup sebagai Hina Kudo.

Bawa alat rias di tasmu daripada senjata.

Di kamarmu, gantung lukisan indah daripada pedang anggarmu.

Temui pria yang baik

dan belilah gaun yang secantik dirimu.

Jangan menangis dan jangan menggigit.

Bermimpilah menjalani hidup normal.

Tapi kenapa kau...

bicara seolah-olah kau akan mati?

Karena aku bukan pria yang baik.

Aku penjahat.

Penjahat cenderung mati lebih dahulu.

Agar orang baik bisa hidup lebih lama.

Jangan mati sebelum aku.

Aku akan jadi lebih jahat darimu.

Jangan mati sebelum aku.

"Tokyo, Jepang"

"Kediaman Ketua Perkumpulan Musin"

Bersulang.

Ayah, apa jabatan komandan sangat tinggi?

Tentu. Ayahmu akan mendapat kehormatan

mengawal Tuan Ito ke Joseon.

Di Joseon,

ayahmu akan menjadi Raja Joseon.

Lalu bagaimana dengan Tuan Ito?

Tuan Ito akan menjadi dewa.

Lindungi putraku dengan segenap nyawamu.

Cepat, jalan.

Sayang.

Arah pukul satu kalian, di atap, ada pria bersenjata.

- Tangkap dia! - Ya, Pak.

Dasar bodoh.

Dasar bodoh.

Kalian kejam sekali.

Pria Joseon ini

pasti tak terbiasa dengan tempat ini.

Sudahlah.

Kalau kau bisa tidur dengannya,

aku akan memberimu sebatang emas.

Kalau Tuan izinkan, akan kutaklukkan dia dalam hitungan ketiga.

Lakukan!

- Ini pasti menyenangkan. - Lakukan!

Lihat gayamu.

Astaga.

Kulitku seperti sutra,

tapi tak ada yang menyentuhnya.

Kau bisa menggunakan tangannya.

Asyik.

Balikkan meja dalam hitungan ketiga.

Satu, dua,

tiga.

Ada apa ini?

Seberang atap! Tangkap dia!

- Sial. - Minggir!

Cepat!

Minggir!

- Minggir! - Di mana dia?

Minggir!

Anda baik-baik saja?

Lepaskan aku!

- Mana yang lain? - Kurasa mereka tertinggal...

Berengsek!

Bajingan.

Sudah kuduga pasti kau.

Seharusnya aku membunuhmu saat ada kesempatan.

Sudah kubilang

aku sudah memutuskan.

Pada akhirnya, kau menjadi orang Joseon...

Kau salah.

Aku hanya orang Amerika yang punya banyak sisa peluru.

- Kolonel! - Di sana!

"Stasiun Jemulpo"

"Hotel Glory"

Aku melarangmu menggantungnya di dinding

dan kau mengayun-ayunkannya di sini?

- Kau dari mana? - Kenapa bertanya?

Seandainya kau di rumah.

Bagaimana kabar teman wanitamu yang pendiam itu?

Kau menanyakan hal yang tak biasa.

Ketahuilah bahwa dia bernama Hotaru.

Bagaimana kalian bisa tinggal bersama?

Untuk siapa informasi ini?

Entahlah.

Kau mau beli?

Seingatku di Fukuoka.

Sebelum aku ke Joseon,

anggotaku berkhianat dan aku dalam pelarian.

Aku sembunyi di rumah seorang dukun.

Seorang gadis dikurung di sana.

Aku seketika tahu

hidupnya sangat menderita.

Tiga yen akan cukup.

Kau beruntung.

Dia perawan.

Semoga malammu menyenangkan.

Jangan khawatir.

Aku pergi besok.

Sebelum aku pergi,

aku akan memberikanmu hadiah.

Makanan buatanmu

lumayan enak.

Anggap saja itu bayaranku.

Apakah kau...

bisu?

Mau kubunuh dia untukmu?

YA

Apa malammu menyenangkan?

Aku cemas karena dia tak bisa...

Jangan lihat.

Sekarang, jual informasi itu kepadaku.

Kenapa kau bertanya soal dia?

Ada apa?

Aku ingin tahu sejauh apa dia akan berkorban untukmu.

Sebuah telegram dikirim ke Jepang.

Untuk bosmu.

Dari teman wanitamu yang pendiam.

Kita akan bertemu lagi, 'kan?

Kuharap begitu.

Aku janji akan mengunjungimu.

Baik.

Terima kasih sudah tumbuh dengan baik.

Aku merasa sudah menebus pengorbanan ibumu.

Ini sudah terlambat,

tapi terima kasih

sudah melindungiku.

Orang tuamu...

Sang-wan dan Hui-jin

akan saling kenal bahkan di kehidupan selanjutnya.

Mereka akan jatuh cinta lagi

dan bertahun-tahun kemudian di Joseon yang lebih baik,

mereka akan menjalani hidup

yang sebelumnya gagal.

Tentu saja.

Semoga

kau selamat sampai tujuan.

Kau juga.

Orang tuamu memberimu kehidupan.

Jangan...

mati terlalu cepat.

Baik.

"Studio Foto Tokyo"

- Kenapa kau di sini? - Aku berharap bertemu...

Hanya ini studio foto di sini.

Aku sangat terkejut.

Kukira kau sudah pergi.

Aku berangkat dua jam lagi.

Aku hampir melewatkannya.

Wajahmu ini seperti ketahuan berbuat tidak baik.

Aku tak tahu harus menaruhnya di mana.

Memang harus di situ.

Mau masuk?

Kau memesan sesuatu selain kamera?

Kau bertemu orang yang kau tunggu.

Untunglah.

Bisa kau potret kami?

Tentu, boleh aku tahu hubunganmu dengan nona ini?

Kami sudah menikah.

Silakan lewat sini.

Duduklah.

Kenapa kita tiba-tiba berfoto?

Senyum.

Bukan kepadaku.

Lihat ke depan.

Baiklah, kita mulai.

Satu, dua, tiga!

"Aku Melakukannya Untuk Menyelamatkanmu"

"Dia Harus Mati di Jepang"

"Baru Kau Bisa Hidup"

"Jangan Menjadi Musuh Bosmu Karena Dia"

"Kalau Dia Kembali, Aku Akan Membunuhnya"

"Aku Tidak Menyesal, Jadi, Aku Akan Bunuh Dia"

"Baru Kau Bisa Membunuhku"

Waktunya kau pergi.

Aku tak bisa menjagamu lagi.

Usir dia sebelum aku kembali.

Aku serius.

Kau mau ke mana, Bos?

Ke Jepang.

Bos.

"Pelabuhan Shimonoseki, Jepang"

Pemberitahuan terakhir untuk kapal menuju New York!

Siapkan tiket kalian untuk naik!

Pemberitahuan terakhir untuk kapal menuju New York!

Pemberitahuan terakhir!

Itu kapal menuju New York.

Bukankah ukurannya terlalu besar untuk dianggap tidak ada?

Kita akan terpisah dua setengah jengkal,

tapi bisakah kau datang sekali saja?

Menyeberangi laut yang kau lihat di cakrawala?

Untuk menemuiku?

Di hari Joseon damai kembali...

aku berjanji akan pergi.

Sebaiknya aku pergi lebih dahulu.

Sampai jumpa.

"Pelabuhan Shimonoseki"

Itu dia. Tangkap dia!

- Awas! - Minggir!

Minggir!

- Dia di sana! - Minggir!

Minggir!

- Berhenti! - Tangkap dia!

Minggir!

Tangkap dia!

"Pelabuhan Shimonoseki"

Tangkap dia.

Kenapa kau masih di sini?

Bagaimana kapalnya?

Sudah pergi.

Kau tidak naik?

Aku lihat para ahli pedang itu.

Saat aku kembali sadar,

aku sudah berlari.

Mendekati api.

Berkat kau, aku melihat kembang api.

Kau memang nekat.

Tidak diragukan lagi.

Ada satu peluru lagi.

Pergilah sebelum terlambat.

Ini urusanku, jadi, aku yang hadapi.

Mari hadapi bersama.

Pakai peluru terakhir dengan bijak.

Ayo.

Tangkap mereka!

Kejar mereka!

"Legasi Amerika Di Jepang"

Jangan tembak!

Tangkap mereka!

Jangan bergerak.

Aku Kapten Eugene Choi dari Korps Marinir Amerika

dan ini istriku.

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Tidak apa-apa kau membenciku.

Karena kau bertemu aku,

kau mengambil jalan memutar yang jauh.

Seperti aku pernah menyelamatkanmu,

kali ini, aku selamatkan Nona Ae-sin.

Moncong senapannya selalu membidik ke arah yang tepat.

Bagaimana mungkin kita khianati mereka

setelah kebaikan Jepang kepada kita?

Pemerintah Jepang akan membalas.

Aku, Jang Seung-gu, akan menjadi pengkhianat.

Perlukah aku ikut memenangkan kemerdekaan Joseon?

Aku akan berpiknik lagi ke Joseon.

Aku akan jadi orang asing sungguhan.

Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.