Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Retail from iQIYI
Saat era kekacauan, Rasi Bintang Dubhe turun ke Bumi.
Mendarat ke tanah sebagai serigala serakah,
mendarat ke laut menjadi kura-kura legendaris.
Saat ketiga bintang bertemu,
Rasi Bintang Ursa Mayor mewakili kerusakan,
Rasi Bintang Sagitarius mewakili kesialan,
mendarat di Bumi.
Rasi Bintang Ursa Mayor dan Rasi Bintang Greed Wolfstar saling berlawanan.
Sekarang, Rasi Bintang Greed Wolfstar turun ke Gunung Raja Serigala,
dengan postur seperti serigala
untuk berinkarnasi.
Rencana besar dalam skala besar
Perang yang sengit mulai dari sini.
Bukankah lucu sekali aku seorang tunanetra duduk di sini untuk melihat opera?
Rencana besar dalam skala besar
Kita ini sedang mendengar opera.
Rencana besar dalam skala besar
Ada apa?
Tak apa-apa.
Memukul lalat.
Akan kuberi kau satu kesempatan lagi.
Jika kau bisa membunuhku,
kalian bisa pergi.
Jika kalian tak bisa membunuhku,
kelak kau ikut denganku.
Kubuat kau kaya.
Lepaskan mereka.
Nyawaku 'Qisha', *Sagitarius
kelak akan menjadi milikmu.
'Pojun'! *Ursa Mayor
Pojun!
Pojun!
Mimpi buruk lagi?
Pak Tua Buta itu berkata,
jika aku bertemu Qisha , itu tanda yang baik.
Jika aku bertemu 'Tanlang', itu tanda yang tak baik. *Greed Wolfstar
Barusan itu...
Kau akan baik-baik saja.
Ini hanya mimpi.
Aku terlahir dengan Rasi Bintang Ursa Mayor.
Hidup ini ditakdirkan tak cocok
dengan Rasi Bintang Greed Wolfstar.
Pasti ada pertarungan hidup dan mati.
The Werewolf
Yuexi, cepatlah.
Jangan tertinggal di belakang para pria itu.
Mana serigalanya?
Kenapa jadi manusia?
Jelas-jelas yang kulihat adalah serigala.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kalian dengar dia masih melolong?
Dia masih ada napas.
Ayo bawa pulang dan biarkan kakakku memeriksanya.
Baik.
Aku... Ini...
Tanlang?
Sepertinya kalian
sudah tahu asal usul monster ini.
Selama ratusan tahun,
Desa Pemburu kita
tak pernah melihat
monster seperti manusia dan serigala ini.
Master-Master,
bagaimana menanganinya?
Dia bukan orang dari ras kita,
tentu saja tak memiliki pikiran yang sama dengan kita.
Lebih baik dibunuh saja.
Lalu, bagaimana dengan kalian bertiga?
Dieksekusi dengan begitu terburu-buru,
takutnya tak pantas.
Kenapa tak pantas?
Monster ini
hampir membahayakan nyawa Liu Weng hari ini.
Menurut aturan suku
harus dieksekusi.
Kepala Suku.
Aku yang membawanya ke desa.
Ini mangsaku.
Kalian memutuskan hidup matinya seperti ini,
agak tak pantas, 'kan?
Dia adalah manusia,
bagaimana bisa dianggap sebagai mangsa?
Karena dia adalah manusia,
mengapa kau harus mengatakan bahwa dia bukan ras kita?
Mungkinkah
kita bukan manusia?
Bahkan jika dia adalah manusia,
menurut aturan suku,
siapa pun yang menyakiti nyawa anggota suku kita
akan dijatuhi hukuman berat.
Betul sekali.
Ketua Suku.
Menurut aturan suku,
bahkan orang yang seharusnya mati
juga ada cara untuk bertahan hidup, 'kan?
Iya.
Jika terpidana hukuman mati bisa memecahkan Formasi Empat Binatang keempat Master,
akan dilepaskan.
Tujuh hari.
Tujuh hari, bisa melatih anak liar untuk memecahkan Formasi Empat Binatang?
Terlalu naif.
Kalian percaya atau tidak?
Sekarang begitu melepas talinya,
yang pertama dia gigit adalah Yuexi.
Selain itu,
hanya mengandalkan dia
ingin melewati Formasi Empat Binatang?
Segala sesuatu memiliki jiwanya.
Ingin serigala mengerti maksudmu,
tak bisa hanya mengandalkan mulut,
harus memakai hati.
Jangan takut.
Aku tak akan menyakitimu.
Aku hanya ingin menyelamatkan hidupmu.
Jika terus begini, kau pasti akan mati.
Begini saja.
Aku ini
tak suka berutang pada orang lain.
Gigitlah aku sekali,
anggap saja membayar kesalahanku.
Maka mulai sekarang, hidup dan matimu
tak ada hubungannya denganku.
Kau tak menggigitku,
itu berarti kau memercayaiku.
Kita hanya punya waktu tujuh hari.
Pemuda ini pasti pergi mencari gerombolan serigalanya.
Dia sekarang penuh dengan bau manusia.
Takutnya serigala tak akan bisa menerimanya.
Gawat.
Berhenti!
Berhenti!
Jangan lari lagi!
Berhenti!
Karena kau melakukan ini, aku berutang nyawa padamu lagi.
Yelang dan Yuexi
di malam yang disinari sinar bulan ini,
karena tali pertolongan nyawa ini
membuat mereka semakin dekat.
Pada saat yang sama,
setelah Pojun mendapatkan kembali Qisha,
dia bertambah kuat bagai harimau yang memiliki sayap.
Membunuh siapa pun
yang menghadang jalannya.
Ke mana pun mereka pergi,
tak ada orang yang akan dibiarkan hidup.
Kau sudah tua.
Sudah saatnya pensiun.
Kenapa harus membakar tiga dupa?
Pak Tua Buta mengatakan
ini adalah aturannya.
Membakar tiga dupa untuk lawanmu,
agar perjalanan mereka lebih mudah.
Jangan takut.
Sini, biarkan aku saja.
Ayo.
Duduk.
Duduk.
Tak sakit,
aku akan lebih ringan.
Tak sakit.
Ayo.
Saatnya makan.
Masih ada hidangan lain.
Setelah aku membawamu turun gunung,
kau tak pernah makan dengan baik.
Ayo.
Makanlah sedikit.
Kukatakan padamu,
kakakku sangat pandai memasak.
Ini.
Serigala takut api.
Oh...
Ayo.
Makanlah.
Ayo kita berikan dia nama.
Aku tak ingin orang-orang di desa
memanggilnya anak haram atau monster.
Dia selalu melolong ke bulan pada malam bulan purnama,
panggil saja dia 'Yelang'. *Serigala malam
Yelang?
Yelang.
Bagus juga.
Lepaskan lonceng anginnya saja.
Aku sudah tak bisa melihat.
Dengan adanya ia,
aku bisa mendengar suara saat kau kembali.
Hatiku baru bisa tenang.
Lain kali, jika aku keluar
tak perlu menungguku lagi.
Karena aku pergi keluar untuk membuatmu aman.
Jika itu membuatmu tak bisa tidur,
hatiku akan tak tenang.
Baik.
Membiarkan seorang pembunuh di sisimu,
apakah pantas?
Pak Tua Buta mengatakan
ketika aku berusia tiga puluh tahun,
aku akan bertemu dengan seorang pria bernama Qisha.
Dia adalah jenderal keberuntunganku.
Bisa membantuku membangun karierku.
Demi melindungi Yelang,
Yuexi mulai melatihnya untuk memecahkan Formasi Empat Binatang.
Kisah ini harus diceritakan mulai dari nenek moyang Desa Pemburu.
Orang yang membunuh anggota suku harus mati.
Jika terpidana hukuman mati memecahkan Formasi Empat Binatang dari keempat Master,
akan dilepaskan.
Namun, selama ratusan tahun
tak ada yang pernah bisa melewati Formasi Empat Binatang.
Yuexi sangat khawatir.
Namun, dia bertekad
harus membiarkan Yelang hidup.
Seni bela diri keempat master memang didapat dari melihat gerakan binatang buas.
Kau jangan lupa,
dia adalah serigala.
Meskipun tak pandai bertarung,
namun, memiliki semua kelebihan dari binatang buas ini.
Hati-hati ada tangga.
Apa itu?
Nyonya, ini adalah ramalam bagus.
Guru, bantu aku jelaskan ramalan ini.
Hidup dan mati ditentukan oleh takdir
Apa yang ditulis Guru?
Nyonya, Guru menulis "Saat menghadapi bahaya akan menjadi keberuntungan".
Terima kasih Guru.
Aku akan membawamu untuk mengenal lingkungan desa ini.
Hati-hati.
Kau jangan khawatir.
Mereka hanya tak kenal denganmu.
Beberapa hari lagi, setelah tahu kau tak berbahaya, mereka takkan begini lagi.
Terlalu berlebihan.
Jika kau ingin tinggal di sini,
maka harus membuat orang terbiasa dengan keberadaanmu.
Tak apa-apa, jangan takut.
Ada aku di sini.
Sepertinya aku harus memikirkan cara
untuk mengubah citramu terlebih dahulu.
Yuexi.
Kau terlalu pilih kasih.
Yuexi.
Kau hebat juga.
Baru beberapa hari,
pemuda liar ini sudah terlihat seperti manusia.
Kau menjinakkannya dengan baik.
Bukan aku.
Itu dia sendiri
yang sangat berbakat.
Aku sekarang bukan lawannya lagi.
Sangat berbakat?
Hei!
Cepat, pungut untukku.
Jiang Yu.
Apa yang kau lakukan?
Aku hanya bercanda.
Jangan kejar aku.
Aku hanya bercanda. Apa perlu sampai seperti ini?
Aku sudah bersalah.
Aku benar-benar bersalah.
Kau jangan kemari.
Jangan kejar aku.
Yuexi, cepat urus dia.
Tak boleh.
Tak boleh.
Cepat hentikan dia.
Kau jangan lupa.
Di dalam dirinya adalah serigala.
Kapan kau pernah melihat serigala mengibaskan ekornya pada kita?
Kau memperlakukannya sebagai anjing,
aneh jika dia tak menggigitmu.
Yuexi.
Mengapa kau harus menyelamatkan serigala ini?
Apakah kau tahu apa yang dikatakan penduduk desa sekarang?
Katanya kau kesurupan.
Tak pernah ada satu orang pun yang bisa selamat dari Formasi itu.
Sekarang semua orang di desa sedang menunggu untuk menertawaimu.
Dari awal aku sudah merasa dia tak seharusnya mati.
Aku berutang nyawa padanya sekarang.
Jiang Yu.
Ini adalah apa yang terus kukatakan padamu.
Untuk bertanggung jawab dan memaafkan orang lain adalah kebijaksanaan.
Jika kau kehilangan ingatan
dan secara tiba-tiba dieksekusi,
menurutmu adil atau tidak?
Menurutmu,
bagaimana kita bisa membuat semua orang menerimanya?
Sebenarnya, aku bisa melihat
bahwa dia benar-benar ingin berbaur dengan kehidupan kita.
Kenapa sial sekali?
Bocah.
Tahu kenapa kami mencarimu?
Kak.
Berikan aku dua hari lagi.
Aku pasti akan membayarmu kembali dengan bunga.
Kak.
Aku punya uang.
Di mana uangnya?
Di rumah.
Di kampung halamanku.
Kak.
Benar-benar ada uang.
Ayahku adalah kepala suku di kaki Gunung Raja Serigala.
Keluarga kami memiliki emas peninggalan leluhur.
Harganya tak ternilai.
Aku akan segera kembali dan mencarinya.
Saat aku menemukannya,
pasti akan dengan bunga...
Tidak.
Tiga kali lipat.
Kubayar tiga kali lipat kepadamu.
Kau tunggu di sini dulu.
Aku akan naik dan melapor ke Kakak.
Kalian berdua pergi bersamanya.
Awasi sampai dia menemukan emas
untuk melunasi utang judi.
Jika tidak ada,
maka bunuh dia.
Baik.
Apakah enak didengar?
Kau lebih tampan saat tersenyum.
Ingat.
Besok harus berjuang sekuat tenaga melawan Formasi Empat Binatang.
Beberapa hari ini, kau telah melakukannya dengan baik.
Kau tak hanya harus hidup dengan baik,
namun, juga harus hidup dengan baik dengan semua orang,
menjadi manusia normal.
Dipersilakan keempat Master.
Siapa orang ini?
Apa kejahatan yang dilakukan
sampai harus memecahkan Formasi Empat Binatang di sini?
Yelang, hati-hati!
Maju!
Kepala Suku.
Dia sudah termasuk berhasil melewati Formasi Empat Binatang!
Masalah hari ini,
apa penjelasannya?
Bocah liar itu mengeluarkan taring dan cakarnya.
Kupikir dia seorang anak yang dibawa pergi oleh serigala.
Namun, sekarang sepertinya
semua ini tak sesederhana itu, 'kan?
Apa kau masih ingat ini?
"Burung aneh beterbangan di langit".
"Monster besar berkeliaran di tanah".
"Tujuh bintang saling berhubungan".
"Saat menghadapi bahaya akan menjadi keberuntungan".
Apa hubungannya ini dengan bocah liar itu?
Dua puluh tahun yang lalu, Bintang Biduk,
ketujuh bintang saling berhubungan.
Rasi Bintang Dubhe mendarat di Gunung Raja Serigala.
Aku menyimpulkan
bahwa putra ini lahir di Bumi.
Sangat disayangkan,
aku telat selangkah.
Dia sudah dibawa pergi oleh gerombolan serigala.
Ada tujuh tahi lalat di punggungnya.
Itu adalah tanda tujuh bintangnya.
Tanda tujuh bintang masih ada.
Saat dia terbawa emosi, akan menunjukkan jati dirinya
dan kehilangan akal sehatnya.
Saat tanda tujuh bintangnya menghilang,
dia akan menjadi orang yang sebenarnya.
Lalu, kapan tanda tujuh bintangnya akan hilang?
Mengenai waktu spesifiknya,
tak boleh dibocorkan jika belum tiba saatnya.
Tujuh bintang saling berhubungan
dan ketika bertemu bahaya akan menjadi keberuntungan masih bisa dimengerti.
Peribahasa 16 karakter yang ditinggalkan leluhur ini
tentang burung aneh beterbangan di langit
dan monster besar berkeliaran di tanah,
apa artinya?
Tak pernah ada jawabannya dalam buku.
Ayo.
Ayo.
Semuanya ada.
Siapa yang mau?
Siapa yang mau?
Aku membawa sedikit saat kembali kali ini.
Lain kali semuanya akan mendapatkannya.
Semua ada.
Ayah.
Karena sudah pergi,
untuk apa kembali lagi?
Menurut aturan suku,
mereka yang meninggalkan desa dianggap mengkhianati leluhur
dan tak diperbolehkan kembali ke desa selamanya.
Kalian kembalikan semua barang itu padanya.
Keluar dari sini!
Ayah.
Aku hanya merindukanmu dan Ibu.
Aku tahu aturan suku.
Kali ini, aku tak akan tinggal lama.
Biarkanlah aku melakukan baktiku.
Jika bukan karena ibumu...
Kau tak ada kerjaan?
Ini adalah bunga kecubung pendek.
Begitu serbuk sarinya ditaburkan ke belati,
maka orang itu pasti akan mati.
Sudah era apa?
Bisa lebih baik dari hal ini?
Mana uangnya?
Mana emasnya?
Kak.
Jangan buru-buru.
Aku...
Emas di tempat ayahku.
Aku...
Bukankah aku sedang memikirkan caranya?
Kau masih berpura-pura?
Kau pikir aku buta?
Ayahmu bahkan tak melihatmu sama sekali.
Ayahku memang seperti itu.
Dia...
Mulutnya sangat kejam,
namun, hatinya sangat baik.
Aku akan berbicara baik-baik dengannya.
Dia tak mungkin mengabaikan anak semata wayangnya.
Jika aku tak melihat emas dalam tiga hari,
jangan salahkan aku karena kejam.
Ayah.
Ini disebut pistol.
Kau tak pernah melihatnya, 'kan?
Ayah.
Sekarang
dunia sangat kacau.
Bahkan orang asing telah masuk ke kota.
Di tangan mereka
tak hanya ada ini,
masih ada pesawat dan tank.
Oh.
Itu adalah burung besi yang beterbangan di langit.
Monster besi yang berjalan di tanah.
Apa?
Burung besi yang beterbangan di langit?
Monster besi yang berjalan di tanah?
Iya.
Burung besi yang beterbangan di langit,
namanya pesawat.
Monster besi yang berjalan di tanah,
disebut tank.
Tak peduli berapa banyak orangmu,
dalam satu babak, dia akan mengalahkanmu.
Mereka
membakar, membunuh, menjarah, melakukan segalanya.
Sekarang,
kita bisa tinggal di gunung ini.
Namun, seandainya suatu hari orang asing itu datang ke tempat kita,
kita tak mungkin memegang busur panah untuk melawan pistol mereka, 'kan?
Bukankah ini seperti 'telur melawan batu'? *Tak tahu kemampuan diri
Ayah.
Bukankah kau mengatakan kita harus merencanakan masa depan?
Sebelum orang asing ini menyerang masuk,
kita beli barang-barang ini dulu,
bagaimana
menurut Anda?
Ayah.
Namun, orang-orang di luar
hanya mengenali uang.
Jika menginginkan barang-barang ini,
harus mengeluarkan uang untuk membelinya.
Kalau begitu, tak mau lagi.
Jangan, Ayah.
Bukankah aku pernah mendengar Anda mengatakan
bahwa kita memiliki
emas yang ditinggalkan
oleh leluhur kita.
Sialan!
Sudah kuduga,
kau pasti sedang memikirkan sesuatu yang tak baik dalam kepulanganmu kali ini.
Seperti yang diperkirakan.
Aku tahu kali ini kau tak kembali dengan niat baik.
Dengarkan baik-baik.
Segera keluar dari sini!
Keluar dari sini!
Burung aneh beterbangan di langit.
Monster besar berkeliaran di tanah.
Ayahku tak ada di sini saat ini.
Ayo kita cepat temukan.
Kudengar dari Feng'er,
bahwa sekarang dunia luar sudah berubah.
Peperangan di mana-mana.
Pesawat yang terbang di langit.
Tank yang berjalan di tanah.
Itu sangat besar
dan bukan tandingan manusia.
Burung aneh beterbangan di langit.
Monster besar berkeliaran di tanah.
Kehendak langit.
Ini adalah kehendak langit.
Kepala Suku.
Kalau begitu,
tak boleh ada kesalahan pada Yelang.
Yelang masih memiliki sifat serigalanya.
Sifat liarnya sulit dijinakkan.
Aku takut sedikit kesalahan akan menyebabkan konflik dengan penduduk desa.
Saat itu, mohon bantuan dari Kepala Suku.
Jangan khawatir.
Aku tahu apa yang harus dilakukan.
Hati-hati.
Terima kasih Bos.
Ayo.
Hati-hati.
Iya.
Aku dengar dari Xiao Yu
bahwa kau setiap kali selalu memberi orang buta ini banyak uang.
Dia selalu sakit hati setiap melihatnya.
Saat aku berumur enam tahun,
orang tuaku meninggal.
Pak Tua Buta dari Jiangnan yang mengadopsi
dan merawatku hingga dewasa,
mengajariku seni bela diri.
Dia seperti ayah dan guruku.
Bagaimana dengannya sekarang?
Dia sudah meninggal.
Dia tak memiliki anak selama hidupnya.
Aku pembawa peti matinya.
Namun, saat itu sangat miskin.
Ketika dia meninggal, aku menguburnya
tanpa peti mati.
Jadi, setiap kali aku melihatnya,
aku akan kepikiran Pak Tua Buta.
Berpikir untuk memberinya lebih banyak uang,
anggap itu untuk Pak Tua Buta.
Ayo.
Baik.
Hati-hati.
Anak durhaka!
Kau membawa orang luar mencari apa di rumah?
Kalian tak akan bisa menemukan emas semudah itu.
Ayah.
Berikan emasnya padaku.
Bagaimanapun, itu cepat atau lambat akan menjadi milikku.
Ingin emas yang ditinggalkan oleh leluhur,
kecuali kau sekarang membunuhku!
Cari mati!
Orang tua ini,
kenapa memainkan petasan di dalam rumah?
Supnya sudah datang.
Bunuh dia.
Jika tidak, aku akan membunuhmu.
Nak,
lakukan saja.
Tembak!
Ibu!
Dari mana pemuda liar itu berasal?
Pergi mati!
Berhentilah jika kau tidak ingin mati.
Apa yang sedang kau lakukan?
Orang tuaku sudah meninggal,
seseorang harus menjadi kambing hitam.
Jika tidak,
kita tak akan bisa keluar dari desa ini.
Ayah!
Ibu!
Aku baru saja sampai di rumah.
Kebetulan melihat monster itu mengigit orang tuaku sampai mati.
Jika bukan karena aku kembali tepat waktu,...
Tak boleh dibiarkan.
...takutnya jasad kedua orang tuaku,...
Harus balas dendam untuk Kepala Suku.
Harus bunuh dia!
...sudah tak tersisa.
Pukul dia sampati mati!
Tak boleh dibiarkan!
Harus balas dendam untuk Kepala Suku!
Pukul dia sampati mati!
Bagus!
Pukul dia sampati mati!
Jangan pukul lagi!
Jangan pukul lagi!
Jangan pukul lagi!
Yuexi.
Kak.
Harus hentikan dia.
Begitu membunuh orang,
dia tak akan bisa kembali lagi.
Semuanya,
kalian mengatakan Yelang membunuh Kepala Suku dan Nyonya,
hanya dengan kata-kata dari Xunfeng.
Masalahnya belum dipastikan,
kalian sudah menghukum Yelang.
Bukankah ini terlalu terburu-buru?
Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri,
apa masih bisa palsu?
Bunuh dia,
balaskan dendam orang tuaku.
Jika ada di antara kalian yang melangkah maju,
aku tak akan menghentikan Yelang.
Pada saat itu, jika Yelang menggigit dengan kejam,
jangan salahkan dia.
Bawa Monster ini dulu.
Setelah kita menemukan kebenarannya baru dibahas kembali.
Jangan khawatir.
Aku akan menegakkan keadilan untukmu.
Menurutku, pasti ada sesuatu yang aneh tentang hal ini.
Aku juga merasa aneh.
Ketika kami sampai di sana,
Kepala Suku dan Nyonya telah terbaring dalam genangan darah.
Saat itu, kaki Yelang sudah patah,
namun, tak ada jejak darah di mulutnya.
Pendengaran Yelang jauh melampaui orang biasa.
Mungkin dia mendengar sesuatu
dan bergegas ke rumah Kepala Suku.
Namun, dia malah dijebak.
Maksudmu?
Jika tebakanku tak salah,
di tubuh Kepala Suku dan Nyonya
pasti ada luka senjata api.
Master Ular.
Mohon bantuanmu untuk mencari kebenaran dari masalah ini.
Kembalikan nama baik Yelang.
Xunfeng.
Hentikan semua ini.
Masalah ini sama sekali tak masuk akal.
Penyebab kematian Kepala Suku dan Nyonya
dapat diketahui jawabannya
hanya dengan memeriksa jasad mereka.
Apa maksudmu?
Jangan berpura-pura bingung lagi.
Apa kebenaran dari masalah ini,
dari awal aku sudah memiliki jawabannya di hatiku.
Jika membiarkan tiga master lainnya tahu tentang hal ini,
kau tahu apa konsekuensinya, 'kan?
Terakhir kali, disalahkan pada manusia serigala itu.
Kali ini, mau salahkan pada siapa?
Si sarjana itu?
Daripada begitu,
lebih baik kita menyerang dulu.
Apa yang dilakukan Xunfeng?
Tak segera mengubur Kepala Suku dan Nyonya
agar mereka meninggal dengan tenang.
Untuk apa menyuruh kita ke sini?
Begitu sibuk ingin segera mengubur Kepala Suku dan Nyonya,
apakah kau ingin menjadi Kepala Suku?
Sialan!
Jangan bicara omong kosong!
Bahkan jika aku ingin menjadi Kepala Suku,
apa salahnya?
Ayo kita bertarung.
Kepala Suku baru saja meninggal.
Kalian malah di sini merebut posisi Kepala Suku.
Apa tak tahu malu?
Kenapa Master Ular masih belum datang?
Dia tak akan bisa datang lagi.
Aku tahu.
Sebenarnya, kau yang paling ingin menjadi Kepala Suku.
Sekarang ayahku terbunuh,
ketiga Master sudah meninggal,
tak ada yang akan merebutnya denganmu lagi.
Xunfeng.
Kubunuh kau!
Semalam,
serigala liar melarikan diri,
bersama dengan Sarjana membunuh Master Ular, Harimau dan Monyet.
Kau dan aku berjuang keras,
baru bisa menundukkannya.
Menurutmu,
benar, 'kan?
Benar.
Benar.
Itu dia!
Bawa dia!
Berdiri.
Ikuti kami.
Berdiri!
Apa yang kalian lakukan?
Ayo.
Lepaskan aku!
Kak!
Ayo.
Lepaskan aku!
Buka pintunya!
Biarkan aku keluar!
Buka pintunya!
Monster ini membunuh orang tuaku.
Sarjana berkolusi dengan Manusia Serigala membunuh ketiga Master.
Ini adalah perseteruan berdarah.
Harus dibalas!
Bunuh mereka hari ini,
demi membalas dendam orang tuaku dan ketiga Master.
Bunuh mereka!
Sedang mengkhawatirkan Yuexi?
Kau sudah melihatnya?
Sulit bagi serigala untuk menjadi manusia,
namun, terlalu mudah bagi orang untuk menjadi serigala.
Hal yang paling tak terduga di dunia ini
adalah hati manusia.
Sampah
selamanya akan menjadi sampah.
Bahkan seorang Yelang yang diikat begitu erat
bisa membuatmu takut seperti ini.
Serigala.
Itu suara gerombolan serigala.
Cepat lari!
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Aku akan pergi mencari jasad Kepala Suku dan Nyonya.
Kembalikan nama baik Yelang.
Sekarang kau cepat selamatkan Yuexi.
Beri tahu Yuexi,
bagaimanapun, harus menghentikan Yelang membunuh orang.
Begitu dia membunuh orang,
tanda tujuh bintang pada dirinya akan hilang selamanya.
Dia tak akan pernah menjadi manusia yang sebenarnya lagi.
Baik.
Cepat.
Berhenti.
Gerombolan serigala sudah memasuki desa.
Yelang sekarang telah berubah menjadi serigala raksasa.
Hanya Yuexi yang bisa menghentikannya.
Apakah kalian ingin melihat semua orang mati dimakan serigala?
Kau benar-benar berpikir Sarjana tak bisa membunuh orang?
Aku tak ingin melihatmu membunuh.
Aku juga tak ingin melihatmu menyimpan taringmu untukku.
Aku tahu,
jika begitu, kau yang akan mati.
Jadi, pergilah.
Tinggalkan sini.
Jangan pernah kembali lagi.
Ya?
Pergilah.
Tinggalkan sini.
Lupakan aku.
Pergilah.
Cepat pergi.
Cepat pergi.
Kau pikir bisa pergi semudah itu?
Bagaimana dengan
perseteruan berdarah orang tuaku
dan ketiga Master?
Kau omong kosong!
Xunfeng!
Kau sialan!
Beraninya kau mengatakan perseteruan berdarah
orang tuamu dan ketiga Master.
Aku sudah memeriksa luka pada Kepala Suku.
Itu bukanlah cedera pedang
juga gigitan Yelang,
namun, dari senjata api yang kau bawa kembali dari luar.
Kau omong kosong!
Sampai saat ini,
kau masih tak jelas?
Kau...
Xunfeng membunuh ketiga Master,
aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Selain itu,
dia menggunakan senjata api untuk memaksaku berbohong.
Mengambinghitamkan Sarjana.
Yelang.
Ini semua salahku.
Aku tak seharusnya memanahmu
dan membawamu turun gunung.
Hari-hari ketika kau bersama gerombolan serigala
barulah kebebasan sebenarnya.
Yuexi.
Gerombolan serigala tak merelakan Raja mereka.
Lebih baik kita kembalikan dia ke gerombolannya.
Setengah manusia, setengah serigala?
Iya.
Bos.
Aku sudah menembaknya.
Dia sudah mati?
Iya.
Bos.
Aku menembaknya di dada.
Dia pasti mati.
Hanya mengandalkanmu tak akan bisa membunuhnya.
Kau juga tak mungkin bisa membunuhnya.
Aku akan membunuhnya untukmu.
Namun, Pak Tua Buta mengatakan
kau akan mati di tangannya.
Jika aku tak ingin mati,
tak ada yang bisa membunuhku.
Kudengar Qisha mengatakan bahwa dia tinggal di desa terpencil.
Dadanya juga tertembak.
Bahkan jika dia beruntung dan tak mati,
selama kau tak pergi mencarinya,
dalam hidup ini kalian berdua tak akan bertemu.
Penyesalan ini
kuperjuangkan untuk Pak Tua Buta.
Dia pernah kalah dalam permainan catur dengan seorang Sarjana.
Aku pembawa peti matinya.
Permainan catur yang dia kalah,
akan kumenangkan kembali.
Tunggu aku kembali.
Kau tetap di sini.
Jika aku tak kembali,
bawa dia pergi.
Tak mau.
Pergi bantu dia.
Bukankah kusuruh kau tetap di rumah?
Kakak Ipar menyuruhku untuk mengikutimu.
Pak Tua.
Aku akan keluar untuk sementara waktu
Uang ini
cukup bagimu untuk sementara waktu.
Tuan.
Dengarkanlah sebuah lagu.
Tunggu aku kembali.
Terima kasih Bos.
Jika kali ini aku tak bisa kembali,
tolong jaga keluargaku agar aman.
Yuexi.
Ada tamu yang datang dari tempat jauh.
Sarjana mengatakan
ada tamu yang datang dari tempat jauh.
Menyuruhku di sini untuk menyambut kalian.
Karena kami adalah tamu,
maka aku juga tahu aturan.
Kuberi sebuah hadiahku.
Bos.
Aku setia
dan tak ada niat lain.
Bos.
Aku tahu kau tak akan membunuhku.
Seorang tamu datang dari tempat jauh.
Sarjana tak mengundangku untuk minum teh?
Sarjana mengatakan dia tak punya teh.
Namun, ada permainan catur yang belum diselesaikan 20 tahun lalu.
Kau tak seharusnya datang.
Pak Tua Buta pernah mengatakan
bahwa dia tak rugi saat kalah dari permainan catur denganmu.
Pak Tua Liu dari Jiangnan mengajarkanmu keterampilan yang hebat.
Kau seharusnya pergi ke medan perang untuk melayani negara.
Bahkan jika kau benar-benar mati di medan perang,
dan berkorban demi negara
juga merupakan kematian yang layak dalam sejarah.
Bukan bertarung antara hidup dan mati di sini.
Semua orang mengira aku adalah jenderal yang menjadi pusat dari semua bintang.
Hanya aku sendiri yang tahu bahwa aku hanya pion yang menyebrangi sungai.
Tak ada jalan kembali.
Aku tak pernah bepikir untuk menang dari Pak Tua Liu dari Jiangnan.
Yelang juga tak pernah berpikir untuk bersaing denganmu.
Untuk apa kau melakukan ini semua?
Selama bertahun-tahun,
aku tak pernah bertemu lawan.
Aku dan dia
memiliki pertempuran yang ditakdirkan.
Begitu pion ini dimainkan,
kau tak akan ada jalan keluar.
Nyonya.
Jangan sampai janin Anda terganggu.
Saat Pak Tua Buta meninggal,
dia menyuruhku membakar empat dupa.
Katanya tiga dupa untuk Dewa dan empat dupa untuk hantu.
Desa bukanlah tempat yang tepat untukmu.
Hidup bersama gerombolan serigala juga bukanlah akhir bagimu.
Kekacauan di luar barulah tempatmu.
Ini juga adalah takdirmu.
Aku tahu kau tak ingin membunuh orang.
Namun, terkadang membunuh orang adalah untuk menolong lebih banyak orang.
Yue.
Xi.
Pergilah.
Pergi ke tempat kau harusnya berada.
Beberapa tahun kemudian
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.