All language subtitles for Blue.Spring.From.A.Distance.E09.210712-NEXT-iQIYI.ID

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Soo-hyun.

Mau buat kebohonganku

menjadi kenyataan?

Mari hidup bersama.

Kau tidak mau?

Maafkan aku

karena tidak bisa menolak.

- Tapi aku berjanji... - Jangan pikirkan masa depan.

Nikmati saja saat ini.

Serta jangan mati.

Bukankah kita makan jjajangmyeon saat pindahan?

- Ya, itu milikmu di sana. - Benar.

Aku selalu menikmati berbagai hidangan.

Ini juga pesta penyambutanmu.

- Apa ini? - Nanjianwanzi.

Yang kupesan lezat.

Akhirnya aku bisa melihatnya langsung, bukan hanya di menu.

Kelihatannya seperti daging cincang, tapi harganya pasti cukup mahal.

Kau berencana menyambut semua hidangan?

"Halo, senang bertemu denganmu."

Apa istimewanya ini...

Bagaimana?

Apa?

Rasanya seperti daging.

Bagaimana dengan sisa makanan...

Hentikan ceramahmu dan makanlah.

Berapa harga semua ini?

Kita bisa jadi teman sekamar yang kompak.

Kau serius?

Itu yang kuinginkan.

Aku menantikan ini.

Mari bersulang untuk itu.

Bersulang.

[ Jun-ku ]

[ Kau pasti kesal karena aku tiba-tiba kabur. ]

[ Apa ada masalah? ]

[ Jun-ku ]

[ Ya, dengan Soo-hyun. ]

Soo-hyun?

Bisa pelankan suaramu?

[ Jun-ku ]

[ Jun, kita akan bicara besok. Selamat malam. ]

Gong Mi-ju, bangun dan makanlah tteokbokki.

Mi-ju?

Ada apa dengannya?

Ada juga corn dog, kesukaanmu.

Kurasa kita harus makan semuanya sendiri.

Corn dog yang dicelupkan ke saus tteokbokki akan sangat enak.

Konyol! Corn dog harus dicelupkan ke saus tomat.

Siapa sangka corn dog bisa membuatnya bangkit dari kasur?

Aku juga baru tahu.

Kau hebat.

Kau harus makan makanan favoritmu di hari yang buruk.

Ini enak.

Aku harus menjawab ini.

Silakan. Setidaknya salah satu dari kita harus bahagia.

Enak sekali sampai aku menangis.

Lakukan salah satunya. Jangan menangis saat memakan makanan favoritmu.

Apa negaramu dirampas?

Ya, itu yang kurasakan.

Kau tahu, dia segalanya bagiku.

Mi-ju.

[ Universitas Myungil ]

Kalian sudah tahun ketiga. Artinya, setengah kehidupan kuliah sudah selesai.

Jika masih suka bermain-main,

sudah saatnya kalian sadar.

Maka dari itu...

[ Tulis resume untuk sepuluh dari 30 perusahaan terbaik ]

Kenapa? Siapa yang mengeluh?

Kau masih merasa punya banyak waktu.

Kau!

Bangun.

Ya?

Berapa skor TOEIC-mu?

- Aku... - Berapa IPK-mu?

Aku baru kembali dari wajib militer.

Maksudmu kau belum menyesuaikan diri dengan masyarakat?

Kau dapat nilai bagus di tahun pertama dan keduamu?

Kupilih tugas ini untuk mengajari kalian

agar kalian tidak ada waktu untuk disia-siakan atau membuat alasan.

Pastikan itu mencerminkan status kalian saat ini.

Sekian.

- Kau pilih perusahaan apa saja? - Ini berlebihan.

Aku bahkan tidak tahu.

Jangan terlalu terintimidasi oleh perkataan Profesor Song.

Bukan begitu.

Aku selalu merasa sesak setelah kuliahnya.

Tidak akan ada yang ikut kelasnya jika bukan karena mata kuliah wajib

untuk kelulusan.

Tapi dia tidak salah.

Waktu kita tidak banyak.

Tapi aku masih tidak tahu apa yang ingin kulakukan dengan hidupku.

Menyedihkan, bukan?

Itu tidak terduga.

Kau selalu terlalu teliti.

Terima kasih, Soo-hyun.

Kau lebih penyayang daripada kelihatannya.

Aku hanya menyatakan fakta.

Bagaimana teman sekamarmu?

Jun bersemangat karena dia pikir kalian akan akur.

Akur?

Jun dan aku?

Apa terjadi sesuatu di antara kalian?

Soo-hyun, sarapan sudah siap!

Silakan. Makanlah.

Sarapan harus selalu meriah.

Tapi aku terlambat masuk kelas.

Baiklah. Mari makan.

Kenapa banyak sekali makanannya?

Bisa pelan-pelan?

Aku menambahkan jamur berkualitas bagus,

jadi, nikmati rasanya.

Menikmatinya?

Itu hanya potongan jamur hitam.

Itu jamur truffle yang harganya 300.000 won per 100 gram.

Hati-hati.

Apa? Apa ini sebenarnya?

300.000 won, katamu?

Apa kau sudah gila?

Kurasa ini agak berlebihan untuk sarapan.

Aku ingin memakannya dengan wine di malam hari,

tapi kau terlalu sibuk dengan pekerjaan paruh waktumu.

Bukan itu maksudku.

Bagaimana kau bisa makan jamur yang lebih mahal dari iga?

Jangan pernah membeli ini lagi.

Benar. Baiklah.

Begitu rupanya.

Bisakah kau membujuk Jun?

Suruh dia memakan truffle-nya sendiri.

Pencernaanku terganggu sejak mendengar harganya.

Baik.

Bagaimana bisa harga jamur sama dengan biaya makanku sebulan?

Jamur bisa dicari di hutan.

Teman-teman!

Ayo.

Aku berpikir untuk membeli kopi luwak.

Lupakan saja. Aku tidak mau.

Minumlah sendiri.

Profesor Yeo.

Ini untukku?

Tentu saja.

Teh ini tidak mudah didapatkan.

Ini mengingatkanku kepadamu.

Aku juga selalu mengagumi dan menghormatimu.

Di Korea, orang-orang diberi peringkat sesuai urutan kelahiran.

Jarang sekali orang-orang dengan budaya seperti Korea mengagumi dan menghormati

seseorang yang lebih muda dari mereka.

Kecuali ada alasannya.

Tidak perlu terlalu kaku hanya karena hadiah kecil.

Omong-omong, kudengar Grup Mijin menyelenggarakan

konferensi pertukaran ekonomi Asia Tenggara

dan menginvestasikan banyak uang di dalamnya.

Tentu saja kau akan memimpinnya.

Kau sudah memutuskan profesor yang akan berpartisipasi?

Jika maksudmu mereka yang akan menerima tunjangan, maka ya.

Begitukah?

Itu cukup menjengkelkan.

Setelah semua yang kulakukan untuk membantu Grup Mijin?

Bagaimana jika kita

lebih perhatian terhadap satu sama lain demi Yeo Jun?

Bukankah ini pakaian dalamku?

Kulihat dia menyuruhku melipat pakaianku sendiri.

Young-ran, sudah tidur?

Belum.

Aku menyatakan perasaanku kepada Soo-hyun.

Benar.

Apa kau tahu?

- Dia memberitahumu? - Tidak.

Aku hanya kebetulan tahu.

Lantas, kau pasti tahu dia langsung menolakku.

Kau menyesalinya?

Tidak juga. Lagi pula, aku akan memberitahunya cepat atau lambat.

Tapi...

rasanya lebih sakit daripada dugaanku.

Aku iri kepadamu.

Aku tidak berani mengakui perasaanku

karena takut kehilangan dia selamanya.

Ini dia.

Bagaimana menurutmu? Bukankah ini sangat cocok denganku?

Aku sering melihatmu memakai itu.

Apa?

Apa maksudmu? Ini masih baru.

Tapi aku pernah melihatnya.

Ikuti aku.

Ini dia.

Kenapa kamu punya banyak pakaian serupa?

Kerah V, leher bulat,

ukuran besar, pas badan,

seputih salju, dan putih dengan sedikit warna gading.

Warna, kain, dan gayanya berbeda.

Kau punya uang untuk dihamburkan, ya?

Semuanya tampak sama bagiku.

Apakah berponi lurus menjadikan semua orang Nam Soo-hyun?

Tidak, bukan?

Kau pasti berpikir kau sangat pintar.

Silakan pilih satu. Hadiah penyambutan!

Itu masa-masa yang indah.

Jangan bicara seolah-olah kau tidak punya masa depan.

Wujudkan ini juga.

- Itu tidak akan pernah terjadi. - Kau yakin?

Kau tidak menemui orang baik semudah itu.

Aku yakin akan ada seseorang untukmu.

Kau yakin?

Karena kau pria yang baik.

- Bicara yang tulus saja. - Baik.

Tampaknya ada yang serius.

Bisa luangkan waktu sebentar?

Kau yakin hanya sebentar?

- Tiga menit cukup. - Sampai nanti.

Aku penasaran siapa dia.

Siapa yang barusan keluar rumah dan hampir bergandengan denganmu?

Langsung ke intinya. Waktumu dua menit lagi.

Kau populer dan bisa memiliki siapa pun selain So-bin.

Aku sudah memikirkannya semalaman, tapi aku tidak mengerti.

Kenapa So-bin?

Karena dia So-bin. Haruskah kukatakan lagi?

Ya, harus!

Ini tidak akan bertahan untukmu. Kau pikir aku tidak tahu?

Waktu tiga menitmu habis. Sampai jumpa.

[ Vila Remaja ]

Jangan buat dia menangis.

Aku tidak pernah mengabaikan misi dan tugasku.

Aku mungkin tidak bisa diandalkan dalam hal lainnya,

tapi siang dan malam...

Tunggu. Bahkan di malam hari?

Baik, hanya di siang hari.

Tapi aku selalu memenuhi tugasku.

Terima kasih atas pengabdianmu.

Sekarang kau bisa istirahat.

[ Vila Remaja ]

Kulihat kau sangat tenang setelah dia menjadi milikmu.

Menyebalkan sekali!

[ Vila remaja ]

Itu sebabnya kita tidak boleh bertemu lagi!

Profesor,

apa ada masalah dengan materi penelitiannya?

Jika kau memberitahuku apa yang kurang, aku akan...

[ Universitas Myungil, Yeo Jun di Festival Musim Semi ]

Dia kakakku. Dia orang yang paling kubenci.

Kim So-bin.

Ya, Profesor?

Kau tahu insiden saat Yeo Jun diserang?

Ya.

Bisa beri tahu aku detail kejadiannya?

Baiklah.

Sebagai profesor jurusan ini, aku tidak bisa diam saja.

Jun terlibat pertengkaran saat berusaha melindungiku.

Dia bukan orang yang suka terlibat perkelahian.

- Maaf soal ini. - Kalian berdua pasti dekat.

Ya.

Apa pendapatmu tentang Yeo Jun?

- Jun... - Begini...

Bukannya aku tertarik kepadanya atau apa.

Sebenarnya...

Aku diberi tahu

bahwa kau kakaknya.

Kupikir kau harus tahu.

Jun yang bilang sendiri?

Profesor Yeo tampaknya mengkhawatirkanmu.

Dia sangat peduli kepadamu.

Mungkin tampak seperti itu di luar.

Bukan begitu.

Aku juga tampak baik-baik saja di luar, ingat?

Mungkin sudah mendarah daging,

tapi yang kau lihat bukan segalanya.

Kau tidak lupa perjalanan kita ke pantai, bukan?

Tentu saja tidak. Mau lakukan apa saja di sana?

Banyak, jadi, jangan sampai terlambat.

Kenapa aku terlambat?

Aku tidak sabar jalan-jalan denganmu.

- Aku sudah telat untuk mata kuliah umum. - Tapi aku ingin terus bersamamu.

Setidaknya kita bisa bertemu saat kelas.

Tapi aku merindukanmu bahkan saat kita bersama.

Sampai jumpa.

Bin-ku, sampai nanti.

Soo-kyung...

- Apa ada masalah? - Aku gagal masuk tim penelitian.

- Bisakah kau memercayainya? - Disertasimu.

- Jangan bilang diserahkan begitu saja. - Kau sudah gila?

Aku hanya mandek, itu saja.

Selain itu, menyalin satu kalimatnya akan memberiku masalah,

jadi, tentu saja aku menghapusnya.

Mungkinkah Nona Seol

memberi tahu Profesor Yeo?

Ayolah. Seolah-olah dia akan merespons rumor.

Mungkin aku payah menilai orang, tapi aku tahu sebanyak itu.

Seperti yang kau tahu, aku selalu terpilih

untuk tunjangan penelitian.

Ini tidak masuk akal. Pasti ada alasan lain.

Lupakan saja dan incar yang berikutnya.

Tidak akan semudah itu.

Aku datang untuk membahas ide yang sangat keren.

- Pergilah. - Mungkin lain kali.

So-bin, kau mau ke mana?

- Menemui Yeo Jun? - Ya.

- Aku juga bertemu dengannya. - Kenapa?

Untuk melarang dia membuatmu menangis.

- Chan-ki. - Jangan sebut namaku dengan mesra.

- Kau tak ada pacar belakangan ini? - Tidak ada.

Akhirnya kau menginjak masa dewasa.

Aku membencimu.

- Hei, So-bin! - Apa?

Astaga.

Kenapa kau sangat terkejut? Aku bukan orang mesum.

Chun-guk.

Ada... Ada apa ini?

Aku ingin mengatakan sesuatu

dan minta maaf atas apa yang terjadi.

Sebenarnya, bukan hanya aku yang menyesal.

Jung-ho dan Hye-ji juga ingin minta maaf.

Apa?

Ini.

Kapan Jung-ho dan Hye-ji kemari?

Kurasa sebentar lagi.

[ Gambloid ]

Silakan minum.

[ Bersenang-senang dengan Mahasiswa ]

[ Gambloid ]

[ Apa kau mengenalnya? ]

[ Bukankah ini agak berisiko? ]

[ Dia bahkan tidak terkurung di sana ]

[ Dia tidak cantik sama sekali ]

[ Tidak memberitahunya soal ini bisa jadi masalah ]

[ Katakan saja kepadanya dan bermain aman ]

Dia pasti sudah gila.

Si bodoh ini akan melakukannya.

Kenapa? Siapa melakukan apa?

Apa? Lupakan saja. Aku tidak tahu apa-apa.

Sungguh? Apa maksudmu tak tahu?

Tunggu. Bukankah ini Kim So-bin?

Ya.

Ada apa dengannya?

Itu...

Katakan. Ada apa dengannya?

[ Bersenang-senang dengan Mahasiswa ]

Di mana dia?

Aku tidak tahu dan aku tidak bersalah.

Apa?

Benar.

Kau hanya menyebutkannya, tentu saja kau tidak bersalah.

Tapi jika sesuatu terjadi kepadanya, kau akan dianggap kaki tangan.

- Kenapa? - Karena kau bersekongkol dengannya.

Kau akan diinterogasi polisi

yang bisa menuntunmu menjadi mantan narapidana di usia 20 tahun.

Tapi...

Aku sungguh tidak tahu di mana itu.

Jung-ho, di mana ini?

Mari kita lihat...

[ Bersenang-senang dengan Mahasiswa ]

Bukankah ini ruang klub Chun-guk?

Lihat lemarinya.

Bukankah itu slogan klubnya?

- Benar, bukan? - Ya, benar.

- Itu di ruang klub. - Sepertinya begitu.

- Ruang klub. - Apa itu ruang klubnya?

Chun-guk sudah keterlaluan.

[ Jangan menunda sampai besok yang bisa kau lakukan hari ini ]

- Sial. Berikan itu. - Apa-apaan kau?

- Berikan itu. - Tunggu.

- Apa-apaan kau? Berikan itu. - Lepaskan!

Seharusnya kau berpikir dua kali sebelum mendatangiku.

Ini salahmu.

Sikapmu aneh sekali.

Tidak, kau tidak boleh pergi. Kau sedang siaran langsung.

Semua ini bohong, bukan? Minggir!

- Aku bahkan tidak menyakitimu, sial! - Lepaskan aku!

So-bin? Kim So-bin!

So-bin!

Kim So-bin!

Lepaskan aku!

Tolong!

Tolong aku!

Lepaskan dia, Berengsek!

Bangun.

Sial!

Jun, maafkan aku.

Maafkan aku.

Kau baik-baik saja?

Jun.

- Chun-guk, hentikan. - Minggir!

Enyah dari hadapanku!

Kau...

[ Gambloid ]

Jun.

[ Gambloid ]

So-bin, kau baik-baik saja?

Ya, kau di sini sekarang, jadi, aku baik-baik saja.

Syukurlah.

Hei, kalian baik-baik saja?

- Young-ran. - Bagaimana kau bisa kemari?

Jun, kau baik-baik saja?

Bisakah kau memercayainya?

- Mari minum! - Mari minum!

Acara Chun-guk sudah tak bisa diakses.

Platform itu dihapus setelah dilaporkan.

Kau melihat Jun tadi?

Aku belum pernah melihatnya berlari secepat itu.

Dia sama cepatnya.

Dia kemari mencari Soo-hyun,

tapi langsung terbang seperti roket

begitu mendengar soal So-bin.

Kami sudah membayar tagihan kami,

jadi, kau tidak akan mengincar kami sampai mati, bukan?

Seolah-olah aku suka melakukannya.

Jung-ho, dia mungkin setahun lebih muda darimu.

Begitukah keadaannya?

Aku menghormati orang yang mengalahkanku.

Kalian membantuku menemukan temanku,

jadi, anggap ini traktiranku. Silakan.

Benar.

Omong-omong, apa hubunganmu dengan Nam Soo-hyun?

Apa itu membuatmu tertarik?

Jawabannya?

Kita lihat saja apa kata takdir.

"Sang Kekasih".

Takdir mempermainkanku.

Kulitku sensitif.

Maaf.

Omong-omong, bibirku juga terluka.

Benar, tentu.

Ini bukan lipstik.

Benar juga.

Kau merasa bersalah, ya?

Maafkan aku.

Kau terluka karena aku.

Kenapa pula aku mengikutinya ke sana?

Siapa pun akan bilang aku yang aneh.

Aku pasti bodoh sekali.

Kau masih di area kampus,

jadi, mana bisa menduga

mahasiswa yang kau kenal bertahun-tahun akan melakukan itu?

Kau tidak bodoh. Dia yang melakukan kejahatan.

Tadi pasti menakutkan.

Ya,

benar.

Maaf aku datang terlambat.

Aku hampir gila memikirkan sesuatu bisa saja menimpamu.

Kita harus bicara.

Tentu, mari bicara. Lagi pula, ada yang ingin kukatakan.

Apakah kebetulan So-bin bekerja untukmu?

Dia direkomendasikan.

Aku benci dia bekerja untukmu,

bahwa kau berada di jangkauannya

dan kau bisa membongkar jati diriku.

Kenapa kau sangat membencinya?

Apa dia pacarmu?

Kenapa kau ingin tahu?

Untuk mengundangnya makan malam?

Aku melihat video dari festival.

Kenapa kau tak melawan?

Kau terdengar seperti kakak yang khawatir.

Itu sama sekali tidak sakit.

Kau tahu aku bisa menerima pukulan.

Jangan sampai terjadi lagi.

Apa hakmu mengatakan itu?

Kau memukuliku habis-habisan!

Jangan bilang kau sudah lupa.

Kulihat kau sudah menghapusnya dari ingatanmu.

tapi aku mengingatnya setiap hari.

Jadi, jangan coba-coba melupakannya tanpa seizinku.

Jun...

[ Vila Remaja ]

[iQIYI Ver] KBS E09 'Blue Spring From A Distance' -♥ Ruo Xi ♥- Synced with Subcake Android

Kakak.

Tolong bantu aku.

Kau ingin aku

- membantumu? - Kakak, aku...

Aku salah.

- Kakak. - Tidak apa-apa.

Kau bukan keluargaku.

Kakak.

Kakak!

Kakak!

Kakak!

Dia tidak ada di rumah?

Tidak?

Kapan kalian setuju?

Kurasa aku tiba lebih awal.

Hei, Jun. Di mana kau?

[ So-bin. Maafkan aku. ]

Apa?

[ Kurasa aku tidak bisa datang. ]

Kau sakit? Kau tidak terdengar sehat.

Tidak, bukan begitu. Aku sungguh minta maaf.

Kau sudah di restoran?

Belum.

Nanti kutelepon lagi.

Baiklah.

So-bin.

Jun ada di rumah?

Dia di dalam. Silakan. Aku harus pergi.

Aku ingin mendengar ceritamu.

Tapi aku tidak ingin mengatakannya

siapa pun yang bertanya.

[ Vila Remaja ]

Apa yang terjadi? Di mana Yeo Jun?

Ada apa?

Kenapa kau menangis? Apa karena Yeo Jun?

Bukan.

Maafkan aku, Chan-ki. Tapi aku sedang tidak ingin bicara.

[ Vila Remaja ]

Chan-ki, kau sahabat So-bin, bukan?

Chan-ki,

bisakah kau menjaga So-bin untukku?

Jika ada yang merundung So-bin, tolong beri mereka pelajaran.

Bu.

Aku sudah bekerja dengan baik, bukan?

Aku harus merelakannya sekarang.

Permisi.

Apa kita pernah bertemu?

Aku tidak pernah melihat mata sepertimu.

Kedua matamu seperti punya cerita tersendiri.

Boleh minta nomor teleponmu?

Kau yakin kau bukan buronan?

Tentu saja bukan.

Aku mungkin bisa menjadi buronan dengan mencuri hatimu.

Dasar gila.

Itu terucap begitu saja.

Tidak apa-apa. Aku memang gila.

Kisah 15 tahunku sebelumnya

membuat hatiku hancur.

Kisahku tujuh tahun lalu sama buruknya.

Kau mau berbagi cerita?

[ Jun-ku ]

[ Vila Remaja ]

Hei. Kau baik-baik saja?

Kau tidak lapar?

Kau belum makan apa pun seharian.

Terima kasih.

Untuk apa?

Untuk semuanya.

Fakta bahwa kau ada di sini,

sangat menenangkan bagiku.

Bagaimana dengan So-bin?

Kau sudah bicara dengannya?

Dengan So-bin?

So-bin datang ke sini kemarin.

Benarkah?

Kau tak melihatnya? Aku mempersilakannya masuk.

Aku harus pergi.

So-bin.

So-bin, maafkan aku.

Tentang apa?

Semuanya.

Maaf aku tidak datang dan bahkan tidak memberimu penjelasan.

Seharusnya aku sadar dan minta maaf kepadamu kemarin. Maafkan aku.

Maaf juga aku membuatmu khawatir.

Setidaknya kau tahu.

Maafkan aku.

Itu tidak akan terjadi lagi.

Apa yang terjadi?

Aku tidak bisa tidur semalaman.

Aku bermimpi buruk.

- Mimpi buruk? - Itu sangat menyiksa

dan aku tidak ingin kau melihatku seperti itu.

Saat bermimpi buruk, kau hanya perlu bangun.

Mimpi itu tidak nyata.

Selain itu, aku ada di sampingmu.

Jangan lupakan itu.

[ Perjalanan Masa Muda bersama Profesor Park ]

Aku sudah lama memasang ini.

Semoga ada yang mendaftar hari ini.

Kau serius? Tidak ada satu pun yang mendaftar?

Itu gila. Maaf.

Kenapa membicarakan masa muda dengan anak-anak muda itu?

Maukah kau membahas murid kelas 12 padahal kau salah satunya?

Maukah kau membahas pengangguran padahal kau salah satunya?

Mereka masih muda. Untuk apa membahas masa muda dengan profesor mereka?

Aku hanya berpikir itu akan membantu.

Bicarakan saja denganku.

Benarkah?

Kalau begitu, ayo cari udara segar.

"Udara segar"? Apa maksudmu?

Di sini sangat menyenangkan.

Benar. Tapi kau bilang tak mau datang.

Di mana restoran enaknya?

Ayo jalan sedikit lagi. Siapa tahu kapan kita bisa kemari lagi?

Lagi pula, aku tidak punya teman untuk pergi ke tempat-tempat ini.

Kau bisa pergi sendiri.

Itu yang termudah.

Dahulu kau punya banyak teman.

Apa lagi sekarang? Apa maksudmu?

Dahulu aku iri kepadamu.

Aku ingin menjadi sepertimu.

Selain itu...

Aku ingin menjadi profesor sepertimu.

Tujuanku masih ingin menjadi Profesor Song Soo-kyung yang lama.

[ Perjalanan Masa Muda bersama Profesor Park ]

"Perjalanan Masa Muda". Perjalanan mendadak selalu yang terbaik.

Perjalanan?

Lagi pula, aku dan Jun berencana liburan bersama.

Baiklah.

Mi-ju.

- Gong Mi-ju! - Ya?

Young-ran ingin berlibur bersama kita.

Kurasa Soo-hyun juga akan ikut.

Soo-hyun?

Aku tidak boleh ikut.

Itu tindakan yang tepat.

"Perjalanan Masa Muda"?

Jadi, kau ingin aku mengurus Soo-hyun. Begitukah?

Baiklah.

Kau mau bepergian denganku?

Bepergian? Kenapa? Aku melihatmu di rumah setiap hari.

"Perjalanan Masa Muda" yang diatur Profesor Park.

Profesor Park?

Apa?

Kau baru saja menolak, mentah-mentah.

Sekarang kau bingung karena Profesor Park?

Kita sudah melalui banyak hal bersama. Kau lebih suka Profesor Park daripada aku?

Apa ini?

Siapa ini?

[ Aku pria yang punya cerita. ]

Pria dengan kisah sedih itu?

[ Aku menelepon karena kau bilang aku bisa meneleponmu saat bosan. ]

Jika kau bosan,

maukah kau bepergian denganku?

- Halo. - Halo.

- Ada Profesor Song juga. - Halo, Profesor Park.

Apa kau membayar mereka?

Kalian pasti merindukanku!

Aku senang kalian datang.

Selamat datang!

Kalian sudah makan?

Ya, sudah. Tapi bagaimana jika kita makan bersama?

Tidak, kami sudah makan.

Jangan mengkhawatirkan kami dan makanlah sesuatu.

- Ya, silakan. - Baiklah, kalau begitu.

Tunggu, Soo-hyun.

Tidak apa-apa, Profesor.

Ambil saja.

Jangan renggut kebahagiaanku. Tapi sebagai balasannya,

izinkan aku bergabung dengan kalian saat bermain di pantai.

Teman-teman! Jangan khawatir soal mencari tempat untuk tidur!

Kami hanya di sini untuk hari ini.

Keputusan bagus!

Benarkah? Kau yakin?

Kalian tak mau membahas masa muda denganku?

Apa kita tidak akan minum?

Jangan hiraukan dia. Bersenang-senanglah saja.

Mari kita membuat kenangan!

Tidak denganmu. Pergilah, Anak-anak!

Ada sesuatu yang kusiapkan untuk kalian.

Api unggun!

Apa? Aku akan mengurus semuanya. Kalian tidak perlu repot.

Profesor Park.

Kau ingin kami membicarakan orang tua sambil memegang lilin

dan akhirnya menangis?

Kuharap bukan itu yang kau pikirkan.

Kau membaca pikiranku.

Apa? Kalian tidak mau?

Aku tidak keberatan, Profesor.

Aku juga.

Tapi aku tidak mau melihat seseorang menangis.

Bagaimana jika kita berkumpul di sekitar api unggun dan melakukan permainan?

Permainan?

Tentu, ayo.

- Mari bermain dan bicarakan masa muda. - Astaga.

Cukup.

Apa?

- Batu, kertas, gunting! - Batu, kertas, gunting!

- Sekali lagi. Batu, kertas, gunting! - Batu, kertas, gunting!

Kau terluka?

Aku tidak ingat karena sudah agak mabuk,

tapi tanganku sulit diangkat usai menemui seseorang.

Apa bahuku dipukul?

Kau sungguh baik-baik saja?

Bukankah kau harus ke dokter?

Tidak, tidak separah itu.

Lipat satu jari jika IPK-mu lebih dari 4,0.

Lipat satu jari jika kau bukan pelajar.

Lipat satu jari jika pernah makan gukbap dengan Soo-hyun.

Profesor Park, kau mengerti peraturan permainan ini?

Lipat satu jari jika kalian pasangan.

Lipat satu jari jika punya poni lurus.

Poniku tidak lurus.

Terlihat berbeda setiap hari.

Tidak selalu lurus.

Ini giliranku, bukan? Lipat satu jari

jika kau suka salah satu wanita yang ada di sini sekarang.

- Terserah. - Apa?

Astaga, kita seharusnya menangkap Soo-hyun.

Mari lakukan ini lagi.

Tidak, hanya melipat satu jari jika kau suka seseorang di sini.

Aku tahu.

Profesor, karena kau yang mengatur perjalanan ini,

kita harus tetap pada rencana dan melakukan sesi menangis.

Baiklah.

Kalian bisa membicarakan apa pun.

Mari berbagi luka dan kekhawatiran kita di masa lalu.

Lampiaskan semua di depan api unggun ini dan lepaskan.

Jangan. Kalian akan menyesalinya besok.

Kalian juga bisa bertanya.

Jika itu bisa membantu,

aku dengan senang hati menceritakan masa laluku yang memalukan.

Orang bilang beberapa momen bisa mengubah hidup kita.

Pernahkah kau mengalami momen seperti itu?

Ada sesuatu yang kuyakini akan terus valid untuk waktu lama,

Dahulu kupikir mantan pacarku mencampakkanku karena aku miskin.

Pemikiran itu menyiksaku sepanjang masa mudaku.

Aku sangat tidak percaya diri.

Setiap ada yang melirikku,

kukira itu karena aku terlihat miskin.

Butuh bertahun-tahun bagiku untuk mengetahui kebenarannya.

Dia sakit keras saat itu.

Aku tidak tahu,

jadi, aku memakinya karena mencampakkanku dan menyebutnya materialistis.

Jangan biarkan ingatan atau pikiranmu memerangkapmu

dan membuatmu kehilangan orang yang kau sayangi.

Kau tidak pernah tahu kapan kebenaran yang sesungguhnya bisa terungkap sendiri.

Kak Jun-wan, tolong ambilkan itu.

Hadiahku dari lomba.

Baiklah.

Kakak tidak bisa meraihnya?

Tapi Kakak tinggi.

Sepertinya

kakak tidak bisa melakukannya.

Kakak akan minta tolong Ayah.

[ Yeo Jun-wan ]

- Kakak. - Yeo Jun.

Kenapa Kakak memanggilku seperti itu?

Panggil saja aku Jun.

Dengar baik-baik. Mulai sekarang, kau sendirian.

Kau tidak punya ibu atau ayah.

- Kenapa begitu? - Mereka bukan orang tuamu.

Kakak.

Tapi aku punya Kakak.

Kau tak punya siapa pun.

Kenapa Kakak bersikap seperti ini?

Kakak membuatku takut.

Jangan beri tahu siapa pun soal kejadian hari ini.

Lupakan semuanya.

Tidak...

Jangan pergi!

Kakak!

Maafkan kakak, Jun.

Maafkan kakak, Jun.

Jun, maafkan kakak.

Jun...

Kau baik-baik saja?

Soo-hyun.

Ya, ada apa?

Mungkin ingatanku

salah. Itu membuatku takut.

Kau takut mengetahui kebenarannya?

Tidak.

Aku ingin tahu.

Kalau begitu, cari tahu.

Jika memperbaiki keadaan sekarang,

kau bisa mulai dari awal.

[ Seoul ]

[ Kenapa aku harus mengalami ini karenamu? ]

[ Kenapa? ]

[ Beraninya kau! ]

[ Kau menangis? Kenapa kau menangis? ]

[ Beraninya kau menangis! ]

[ Seoul ]

Bukan kau?

Orang yang memukulku hari itu.

Bukan kau?

Katakan.

Itu Ayah.

Pelakunya Ayah, bukan kau?

Ya, itu Ayah.

Lalu kenapa kau melakukan itu?

Kenapa kau diam saja selama ini?

[ At a Distance, Spring is Green ]

[ Apa perbincangannya lancar? ]

Kau bertanya lebih dahulu? Aku terharu.

Bukankah ini daging iga unggul?

Berapa harganya?

[ Hati-hati memilih pasangan. ]

[ Kenapa datang kemari? ]

Kau menjadi cukup keras kepala.

Aku sudah berubah sedikit.

[ Setiap bulan, aku menunggu satu telepon dari Ibu. ]

[ Tidak bisakah Ibu lebih peduli? ]

[ Aku tidak menyesalinya. ]

[ Aku melakukan yang terbaik untuk kali pertama dalam hidupku. ]

[ Sekalipun bisa kembali ke masa lalu, aku akan jatuh cinta kepadamu lagi. ]

[ Apa Young-ran yang kau sukai? ]

Kembalilah ke rumah.

- Aku tidak mau. - Tidak mau?

Orang lain bisa mendengarmu. Kumohon...

Yang lain siapa?

[ Kau bilang apa kepada Jun-wan sampai dia tak menjawab? ]

- Itu pasti sulit bagimu. - Bukan aku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.