Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Indonesian Subtitle by Kapten Kooky
Hei. Sudah sampai.
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku sedang merekammu.
Apa?
Aku tadi di pesawat bersamamu.
Ya ampun.
Ini untukmu.
Halo.
Halo.
Ada orang di sini?
Diana.
Diana?
Mmm.
Hai.
Lucy.
Oh, Lucy.
Kami sedang menunggumu untuk menelepon.
Aku naik taksi.
Ayo masuk.
Ian, bangun! Ada Lucy!
Aku tak bisa lupa bagaimana kau tumbuh dewasa.
Kuharap begitu, setelah 4 tahun.
Apa Christopher di sini?
Seharusnya dia muncul kemarin...
di acara ulang tahunku,
tapi ia masih berkeliaran di sekitar Turki...
bersama temannya Niccolo.
Niccolo Donati.
Kau ingat dia?
Ya.
Lucy. Selamat Datang.
Selamat datang.
Selamat datang.
Hai. Apa kabar?
Aku bisa ingat persis semua ini,
hanya seminggu saja.
Lebah.
Jika kau tak ganggu mereka, mereka pun takkan ganggu dirimu.
Kau lihat? Kami renovasi gudang jerami tua itu.
Hanya butuh 20 tahun.
Ketika kami ke sini pertama kali, tak ada apa-apa...
Tak ada air, tak ada listrik.
Menguras setiap sen yang kami punya...
hanya untuk membeli tempat ini.
Kalau begitu, kenapa kalian pindah ke sini?
Pekerjaan.
Ada semacam tradisi seni yang hebat di bukit-bukit ini.
Di ruang sebelah,
kau bisa temui Alex Parrish, teman lama kita.
Dia juga kenal ibumu,
Penulis itu?
Sudah sangat sakit.
Menyedihkan bagi semua orang.
Semoga kau bisa bersabar,
karena... Aku agak kurang sedikit sabar.
Kau mau bantu?
Bagaimana caranya?
Biar aku yang memperhatikanmu.
Tidak sepanjang waktu, semoga saja.
Bahkan kau takkan menyadari.
Jadi harus dibiasakan. Berenanglah.
Kita makan saat matahari terbenam, tapi...
datanglah sebelumnya.
Apa ini sandalmu?
Sepertinya begitu.
Apa aku mengenalmu?
Aku Lucy.
Aku Guillaume.
Kau sungguh mempesona.
Sedang berkunjung ke sini?
Ian mengerjakan potretku.
Ini benar-benar hanya alasan...
...bagi Ayahku untuk mengirimku ke Italia...
sebagai hadiah.
Hey, di mana Tn. Bruno?
Aku punya mimpi untuk diceritakan padanya.
Hei, kau lupa sandalmu.
Oh! Terima kasih, Mademoiselle!
Aku mau berenang. Sampai jumpa.
Terima kasih.
Ya Tuhan. Kupikir kau tenggelam.
Aku bertanya-tanya apa aku harus...
menyelamatkanmu atau tidak.
Kau Miranda.
Kau pernah ke sini sebelumnya, bukan?
Empat tahun yang lalu.
Saudaramu yang di sini, bukan kau.
Sebenarnya, aku tidak benar-benar tinggal di sini,
tapi kami datang setiap tahun...
di hari ulang tahun ibu untuk menghiburnya.
Christopher begitu terganggu,
dia tak bisa temukan cara...
keluar dari Turki.
Bersama Niccolo.
Kau tahu Niccolo?
Dari terakhir kali bertemu.
Kau tidak merokok karena satu keajaiban, kan?
Tidak juga.
Richard merasa aneh ketika aku merokok.
Kapan mereka datang kembali?
Siapa?
Saudaramu itu.
Siapa tahu? Mereka bilang...
Richard!
Hi, sayang.
Oh, dan ini... kau tahu, Harmon...
Putri temannya Ibu.
Lucy.
Lucy.
Oh, Tuhan.
Kau putrinya Sarah Harmon.
Ibumu seorang penyair besar.
Aku Richard Reid.
Benar-benar tersanjung bisa bertemu denganmu.
Itu ibuku, bukan aku.
Ya, tapi dia membuatku ingin jadi seorang penyair.
Maksudku, sepertinya pasti hebat,
kau tahu, hanya dengan duduk sepanjang hari...
dan... mengekspresikan dirimu.
Richard, aku tak pernah tahu kau menulis puisi.
Jujur saja, sayang, memang tak pernah.
Aku tak punya bakat kreatif dalam diriku.
Tapi aku jadi pengacara di lingkungan entertainment...
sehingga bisa kenal orang-orang yang kreatif,
Seperti Miranda.
Aku perancang perhiasan.
Aku magang bersama bajingan ini di New York.
Tapi dia seorang jenius.
Apa ini milikmu?
Ya, tapi sudah usang.
Kau mau bergabung?
Bagaimana di sana, Lucy?
Tenang seperti di kuburan.
Apa?
Tidak, suaranya putus-putus...
Kau terdengar seperti sedang di dasar laut.
Coba dengarkan ini.
Noemi sayang,
Aku memiliki 2 pria dalam hidupku.
Yang satu memberiku kesenangan yang tak pernah kudapat.
Kemudian bertindak seolah aku tak ada.
Yang satu lagi memperlakukanku dengan penuh kasih sayang, namun...
...tanpa Seks.
Dia menunjukkan cintanya padaku
Dengan melolong di luar jendela rumahku.
Hidupku diterangi keduanya.
Apa yang harus kulakukan? Tanpa ada keputusan apa pun.
Mantap sekali, kan?
Siapa yang tadi telepon?
Miranda? Siapa yang tadi telepon?
Christopher.
Apa katanya?
Mereka tak bisa pulang.
Tak bisa?
Entahlah...
Seperti putus kontak atau sesuatu.
Aku tak bisa dengar.
Mereka anak-anak nakal.
Aku yakin mereka jadi sangat nakal.
Aku yakin mereka sudah sangat nakal sekarang.
Noemi menulis sebuah kolom tentang hati yang kesepian...
berjudul "Katakan pada Noemi."
Lumayan untuk dibaca. Oh, ini dia.
Aku punya foto Ibuku memakai gaun ini.
Dia bilang setelah menikah,
dia akan gemuk dan bahagia...
dan sudah tak bisa lagi gunakan gaun ini.
Tentu saja, tak pernah satu ons-pun.
Coba saja.
Kau bisa kenakan di pesta Donati.
Mereka selalu berikan yang bagus tiap musim panas.
Kau sama seperti Sarah 20 tahun yang lalu...
datang membantu kami memperbaiki tempat ini.
Ibuku membantu perbaiki tempat ini?
Ya, sambil banyak berbincang.
Gaunnya agak sedikit panjang.
Coba naik ke sini,
nanti kusematkan peniti.
Ibumu harus berani ambil risiko.
Aku mengagumi tekad dalam dirinya.
Aku tidak bisa seperti itu. Kupikir itu memang berani.
Aku tak bisa hidup dengan cara yang dia lakukan.
Aku bukan tipe seperti itu. Begitu juga lan.
Kau tahu...
Kupikir kami saling setia satu sama lain...
Selama 20 tahun.
Apa kau percaya?
Ya.
Kebanyakan orang tak bisa.
Ada rahasia tentang Ibuku.
Sangat jauh di dalam.
Bertahun-tahun aku harus sembunyi.
Aku membawa petunjuk.
Dan sekarang aku di sini.
Untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya.
Sangat aneh, ayah gadis itu.
Dia tak pernah peduli dengan pekerjaanku.
Dia tak suka potret yang kubuat tentang Sarah.
Kenapa dia tiba-tiba ingin Lucy datang ke sini?
Mungkin Lucy yang ingin datang.
Sekarang dia di sini, terdampar bersama kita para orang tua yang kolot.
Bicara pada diri sendiri.
Aku yakin dia lebih suka mengejar anak laki-laki...
di suatu tempat di sekitar di pantai.
Tampak agak serius bagiku.
Dikejar-kejar... usia 19 yang dipikirkan pasti hanya anak laki-laki.
Kau tahu, aku melihatnya...
sedang melihat gambar Christopher.
Christopher?
Kenapa tidak? Usianya sudah 19.
Kau belum mengantuk?
Tidak sama sekali.
Harus selesaikan gaun Daisy.
Aku harus padamkan semua lampu.
Akan kucoba untuk tidak membangunkanmu...
saat aku masuk.
Kemarilah...
Ciuman selamat malam?
Satu lagi?
Kau yakin kau pernah berusia 19.
Bukan begitu?
Aku yakin pernah.
Ya?
Maaf, tapi kau tak perlu lagi...
mengisap rokok eksotis yang bisa kucium baunya,
Mengerti?
Hai.
Ini bukan yang terbaik.
Tapi aku menyukainya.
Ini salah satu yang mereka ingat tentang diriku.
Aku tidak punya penyakit menular, kau tahu itu.
Aku selalu merokok dengan cara ini bersama yang lain.
Seorang dokter bahkan memberiku waktu tiga bulan.
Dokter lain bilang satu atau dua minggu, tergantung.
Menurut dokter ketiga...
aku pasti sudah mati saat ini.
Aku cenderung...
setuju pada dokter pertama yang menurutku paling bijak.
Mengerikan juga.
Kau bukan salah satu dari mereka...
kaum muda moralistik itu, kan?
Apa maksudmu?
Maksudku seks.
Apa kau menentang seks?
Tidak.
Tak lebih dari sekedar menulis syair, sepertinya aku ingat...
mungkin dengan pengecualian ganja yang enak.
Aku takkan pernah tahu.
Aku belum pernah lakukan hal itu.
Ganja?
Bukan, Sex.
Hmm?
Berarti kau tak pernah tidur dengan siapa pun?
Tak pernah.
Seorang gadis cantik sepertimu?
Begitu rupanya...
Kau ingat ibuku...
punya sepasang sandal hijau?
Sandal?
Sepertinya begitu. Dia pasti punya.
Dia selalu kenakan pakaian indah.
Maksudmu?
Dia penyair dengan busana terbaik.
Menulis puisi kecil...
syair di antara mode fashion dan...
Kenapa?
Kenapa kau tak pernah ingin tidur dengan siapa pun?
Ini bukan berarti aku...
..tak ingin tidur dengan siapa pun.
Hmm?
Katakan saja.
Ini tidak berarti aku ingin tahu untuk jangka waktu lama.
Ada satu pria yang benar-benar kusukai.
Aku bertemu dengannya di musim panas ketika usiaku masih 15.
Mm-hmm.
Dia orang pertama yang benar-benar pernah kucium...
dan... kami menulis surat satu sama lain untuk sementara waktu.
Ada satu surat tentang...
dia punya hewan...
yang berkeliaran di lubuk hatinya,
dan aku ingat semuanya.
Tapi beberapa saat kemudian, Tak ada surat lagi.
Kemudian ibumu meninggal, dan semuanya berhenti.
Hmm?
Ini bukan karena ibuku.
Kematiannya tak ada hubungannya dengan itu.
Lebih mudah untuk tinggal sendirian.
Lucy, Lucy, Lucy.
Kau tak bisa putuskan di usia sepertimu.
Aku belum memutuskan.
Kau butuh seseorang yang menggairahkan.
Aku sedang menunggu.
Lucy, Lucy, Lucy...
Apa bisa hentikan bicara seperti itu?
Kau takut.
Apa yang kau takutkan?
Ada sesuatu yang lain, bukan?
Aku bisa melihatnya. Kau tampaknya akan...
Mabuk.
Aku tidur dulu.
Jangan lupa ini.
Terima kasih.
Semoga bermimpi indah.
Ya ampun, lihat siapa yang sudah bangun ini.
Aku punya malam indah.
Kau bertemu Lucy.
Oh... dia tak tertahankan.
Aku tergila-gila padanya.
Apa maksud dari senyummu itu?
Senyum apa?
Ayolah. Katakan padaku.
Bagaimana?
Baiklah...
Kami hanya... bicara.
Apa yang dia katakan?
Aku punya perasaan...
mungkin tidak seperti yang dia rasakan.
Oh, ayolah.
Tidak, tidak, tidak. Kau tak pernah menyimpan rahasia.
Tentu saja bisa.
Benarkah?
Ada apa?
Tak ada apa-apa.
Noemi, apa yang akan kau katakan pada pembacamu...
tentang seorang pria yang menyimpan rahasia...
di depanmu?
Aku tidak menyimpan rahasia.
Ya, kau menyimpannya.
Aku tak punya rahasia.
Dia ingin menceritakannya.
Mau masukan di acara "Tell Noemi." ?
Kita akan usahakan...
untuk carikan Lucy beberapa teman,
agar dia takkan bosan bersama kita para orang tua ini.
Apa kita memang sudah tua?
Selamat pagi.
Hai.
Maaf. Waktuku jadi kacau.
Mau kopi?
Ya.
Silahkan ambil rotinya.
Kau mau susu?
Ya. Oh, hey! Tidak, semua baik-baik saja.
Jam berapa di sana sekarang?
Mau tambahkan gula?
Bagaimana kalau Filippo Castellini jadi pacarnya Lucy?
Baiklah, Miranda...
Ciumannya buruk.
Bagaimana kalau Harry Fenimore Jones?
Jangan. Terlalu menyesatkan untuk seorang gadis Amerika.
Tolong kemarikan gulanya, Noemi.
Ben Cartaclay. Cartaclay pasti menyukai Lucy.
Lupakan saja!
Jangan ganggu dia, dia baru saja tiba di sini.
Terima kasih. Aku merasa seperti iklan baris.
Kau dengar itu?
Ikut dan lihatlah apa yang sedang kami lakukan.
Paham? Ya. Nanti kukontak lagi. Sampai jumpa.
Apa itu?
Mereka sedang membangun jaringan televisi.
Untuk mencuci otak para pemilih Italia.
Kau takkan suka ini,
karena akan mengacaukan sudut pandangmu.
Tn. Bruno yang malang.
Mereka memaksa untuk menjual ladangnya.
Dasar burung pemakan bangkai! Penghisap darah!
Manusia sarap!
Daisy!
Piglet kecilku. Bagaimana kabar Camilla?
Kami nonton The Wizard of Oz
Lagi?
Hi, Daisy.
Apa kau ingat Lucy?
Usiamu empat tahun ketika dia terakhir ke sini.
Hai.
Hmm. Apa itu?
Ini yang disebut scarab. Sejenis kumbang.
Ini untuk keberuntungan.
Kemarilah.
Oke.
Dan terima kasih sudah...
begitu membantu.
Miranda, kau tak pernah berhenti.
Aku lagi! Bukan hanya aku!
Oh, dia sedang mencari sesuatu...
dengan lengan panjangnya yang hampir tak bisa dikendalikan...
dan... rasa ingin tahunya.
Sedikit rasa takut.
Entah bagaimana begitu mengingatkan pada diriku sendiri.
Kau tahu, aku pernah mencium seseorang di sini.
Apa dia mainkan lidah?
Ya.
Miranda suka mencium laki-laki.
Dia mencium Richard, dan sebelumnya...
mencium Matius dan Johnny...
dan Niccolo, juga David.
Dia pernah mencium Niccolo?
Ya, di acara kembang api.
Apa kau tahu seorang pria bernama Carlo Lisca?
Ya. Dia tinggal di dekat Caorle.
Kenapa bisa tahu dia?
Ibuku sering dapatkan surat darinya.
Dia seperti apa?
Dia koresponden perang yang sangat baik.
Tapi kupikir...
melihat begitu banyak kematian, darah, dan...
kengerian telah menjadikannya sedikit aneh.
Tapi nanti akan kutanyakan. Kau pasti bertemu dengannya.
Apa kau ingat Ibuku pernah jatuh cinta...
pada seorang pria di sini?
Maksudmu Carlo?
Entahlah.
Ada sesuatu...
...yang dituliskan Ibuku tentang seseorang.
Benarkah?
Apa yang dia tulis?
Lucy, sekarang sudah waktunya.
Pergilah.
Suamiku ke studio.
Kau tahu, dia tidak bekerja di malam hari...
selama bertahun-tahun.
Tapi ada seorang perawan di rumah.
Di sini dingin..
Ayahku tak pernah ke sini.
Tidak.
Aku tak pernah bertemu dengannya.
Postur tubuhnya kecil. Aku lima inci lebih tinggi.
Benarkah?
Mungkin jika kau bisa konsentrasi...
pada kaki kuda itu, misalnya.
Mungkin membantumu untuk tetap diam.
Oh, tapi kulihat bagaimana berbedanya dirimu...
dari ibumu.
Kau punya tatapan rasa bahagia di matamu.
Kau pernah makan daun zaitun?
Tidak. Daun zaitun tak bisa dimakan.
Menjijikkan.
Kenapa kau tanyakan hal itu?
Hanya bertanya.
Aku bisa rasakan nuansa malam di belakangku.
Itulah kenapa kita senang di sini.
Meskipun ada satu hal yang kulewatkan,
Para penggali kuburan. (The Grave Diggers)
Itu nama pub terbaik di Dublin.
Sepertinya sudah cukup untuk malam ini.
Kau sudah sangat bersabar.
Selamat malam.
Nikmat sekali bercinta denganmu, sayang.
Oh... Nikmat sekali bercinta denganmu, sayangku.
Nikmat sekali bercinta denganmu, sayang.
Oh... Nikmat sekali bercinta denganmu, sayangku.
Oh, cintaku.
Oh, mendesahlah sayangku.
Aku Ayahmu, bayiku sayang.
Nah begitu, sayang.
Oh, Ya! Kau menyukainya, sayang?
Ya!
Katakan kau menyukainya. Oh!
Oh Ya! Ya! Ya! Ya! Ya!
Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak!
Tidak!! Sst! Sst!
Mau ke mana dia?
Shh! Jangan membangunkannya.
Jangan pernah mengganggu orang yang berjalan dalam tidur.
Lihat, siapa di sana!
- Siapa? - Noemi.
- Maksudmu "Tell Noemi" ? - Ya.
Itu Marquis de Saab.
Kejutan menyenangkan!
Kau tahu ini anakku?
Noemi. Michele.
Aku belum tahu.
- Sebenarnya kita pernah berjumpa di Roma. - Benarkah?
Carlo!
Carlo Lisca, Monsieur Guillaume.
Ayo bermain! Ayolah!
Apa itu putrinya Sarah?
Ya. Lucy.
Aah!
Richard, sayang,
Kita akan berenang.
Baiklah. Tunggu sebentar, sayang.
Hey! Kembali ke sini!
Kembali ke sini, gadis!
Aku di sini.
Richard, kau ikut atau tidak?
Hentikan!
Kau Carlo?
Ya.
Ibuku sering menandai kalendernya...
..setiap kali terima surat darimu.
Aku sangat mengagumi Ibumu.
Kami sering bercanda bersama.
Dia wanita yang sangat halus,
Tapi dia suka bertindak vulgar.
Bukan itu yang kuingat.
Aku ingat Ibuku...
duduk terjaga sepanjang malam dalam gelap...
Merokok...
dan mendengarkan musik jazz.
Setiap orang punya suasana hati yang gelap.
Apa kau juga?
Hanya ketika jauh dari perang.
Dalam perang, Aku ringan seperti kue dadar.
Kau pernah membunuh ular berbisa?
Tentu saja. Aku dibesarkan di pedesaan.
Kau pernah bertemu Ayahku?
Ini bukan apa yang kau pikirkan.
Kami hanya semalam saja bersama.
Itu saja.
Hanya semalam?
Kami berteman.
Lucy?
Sampai jumpa.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Aku berharap bukan dia orangnya.
Bukan untukmu.
Bukan untuk Lucy-ku yang datang dari di langit.
Sebenarnya aku suka dia.
Benarkah?
Ada sesuatu yang familiar dari dirinya.
Ilusiku hancur.
Kemarilah.
Mari kita munculkan latar belakang...
Seperti "Rakitin yang Malang" karya Turgenev.
Oh, lihatlah.
Oh, Tuhan.
Apa?
Aku sudah tak tahan. Ini sangat tidak wajar.
Ayolah.
Mereka takkan menggigitmu.
Bisakah kau bayangkan Sarah saat perawan di usia 19?
Ya. Ke New York. Besok.
Kumohon jangan pergi.
Bagaimana dengan pacarmu Christopher?
Siapa bilang begitu?
Ibuku yang bilang pada Noemi.
Ya. Kapan?
Oh, Halo.
Christopher!
Crazy Daisy.
Piglet.
Piglet.
Hey.
Ini. Bendera Turki.
Aku ingat kau. Lucy.
Hai.
Maaf. Apa aku mengganggu kalian?
Ini terakhir kalinya kubawakan tasmu.
Halo.
Jangan bilang kau lupa Lucy.
Lucy Harmon.
Lucy?
Lucy.
Tentu saja, ini dirimu.
Osvaldo.
Ya. Aku ingat dia.
Datanglah saat makan malam.
- Aku harus bersama Ibuku. - Bawa saja sekalian.
Aku mau telepon Ibuku.
Baiklah.
Jadi aku akan segera melihatmu.
Kami pernah saling berkirim surat, tapi bertemu dengannya hanya seminggu saja.
Dia sungguh berbeda, dulu masih sangat belia.
Aku ingat. Dia selalu menulis di kartu pos model lama, benar?
Kau selalu mengintip suratku!
Waktunya makan malam.
Menurutmu dia masih marah padaku?
Sayang, aku tidak berpikir dia mengharapkanmu...
untuk terlalu banyak berpikir.
Ayolah.
Ah, Chiarella.
Buonasera.
Mengunjungimu seperti datang ke planet lain.
Kau telah menciptakan dunia ekslusif di sini.
Satu hari nanti pasti kami butuh passport.
Chiarella Donati, Monsieur Guillaume.
Buonasera.
Mana Lucy?
Jadi, Lucy harmon, berapa lama kau akan tinggal...
dan bagaimana menurutmu tentang Italia...
dan kapan kau akan datang ke rumah kami...
serta melihat bagaimana kehidupan nyata Italia...
yang akan mengubah hidupmu selamanya?
Bahkan kau tak kenal diriku.
Ini bukunya.
"Adolphe" karya Benjamin Constant.
Ini semua tentang cita-cita dan gairah.
- Ah cuma cerita khayalan. - Baca saja dulu.
Permisi.
Tak seorang pun yang mau mendengar di negeri ini.
Kita akan jadi negara monologis.
Apa itu keluhan atau mengkritik diri sendiri?
Keduanya.
Aku sudah putuskan untuk lewatkan salah satu musim panas...
sebelum kembali ke sekolah.
Sayangku...
Apa kau bicara sesuatu sebelum aku datang dalam kehidupanmu ?
Aku akhirnya tetap bersama orang yang sama...
sahabatku melakukannya bersama.
Dia orang lokal... deflowerer.
Ya ampun. Tolonglah. Ow! Sialan!
Ya Tuhan!
Benar-benar "barang" kacau.
Ya, itulah yang disebut dengan ganja.
Giliranmu.
Aku bertanya-tanya bagaimana kita bisa mengerti hal ini.
Dan ada gadis-gadis...
yang antri di sekitar blok...
untuk melihat orang ini.
Kami punya 10 menit bersamanya.
Tepat 10 menit. Tidak lebih, tidak kurang.
Ya Tuhan, Miranda.
Aku ingat orang itu.
Oh, dia menjijikkan.
Dia memang menyeramkan, harus kuakui.
Aku tak ingat diriku sama sekali.
Aku benar-benar mabuk.
Apa yang kulakukan di sini bersama mereka?
Bagaimana denganmu, Michael?
Ketika itu dalam mobil.
Salju turun.
Ketika itu usiaku 11...
mabuk bersama baby-sitter.
Lucy?
Bagaimana rasanya jatuh cinta?
Tak satu pun dari kalian membahas rasanya jatuh cinta.
"Tak ada yang namanya cinta."
"Yang ada hanyalah bukti tentang cinta."
Dan bagaimana denganmu, Osvaldo?
Aku tidak tahu mana yang lebih konyol...
percakapan ini atau tentang politik konyol...
yang terjadi di sana.
Bagaimana denganmu?
Oh, tidak, bukan aku.
Tidak apa?
Cinta.
Itu bukan kata yang kupakai.
Itu hal paling menyedihkan yang pernah kudengar.
Kupikir aku kehilangan banyak masalah dengan cara itu.
Sepertinya aku benar-benar merindukanmu.
Oh, Tuhan.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
Kau terlalu jauh dariku.
Aku sudah sangat sabar menunggu.
Aku terdiam seperti cawan.
Kuharap kau datang dan mau menggodaku.
Cepatlah datang dan bangunkan aku.
Ya?
Ya.
Hey, Lu.
Aku hanya ingin tahu apa mungkin...
aku boleh... merokok.
Kupikir kau benci rokok.
Ah, ya, baiklah, jangan bilang pada Miranda.
Ya Tuhan.
Sepertinya harus berhenti satu hari nanti.
Aku belum pernah ke sini.
Oh, jadi ini, seperti...
...pemandangan.
Aku paham.
Aku punya apartemen di New York.
Meskipun, harus kubilang,
kamar mandinya tidak benar-benar...
dalam satu ruangan.
Ah, sedang apa kita di sini?
Kau seorang penulis, ya?
Maaf.
Kau menulis tentang apa?
Fantasimu?
Maksudku, kau pasti punya fantasi, kan?
Semua orang pasti punya.
Kau tahu, ada latihan...
dimana aktor melakukan...
eksplorasi fantasi mereka...
dan untuk melepaskan hambatan dalam diri mereka.
Pernah coba?
Melepaskan kontrol?
Seperti apa?
Seperti, berlutut.
Benar. Berlutut.
Akan kutunjukkan.
Oke.
Kau duluan.
Oke.
Sekarang...
Merangkak.
Kau bercanda...
Jangan bicara.
Sekarang...
Menghadap cermin.
Perlahan...
Buka mulutmu.
Julurkan lidahmu.
Dan jilatlah.
Bagus.
Dan jilatlah.
Anak kucing yang hebat.
Jilat.
Sekarang, sentuhkan lidahmu ke lidahku...
sebagai sentuhan terakhir.
Lucy, aku hanya ingin tahu...
Oh, Richard.
Hai, sayang.
Ada apa ini?
Begini... Kami hanya...
Kau tahu.
Tunggu. Tunggu dulu.
Miranda!
Jujur saja,
Aku tidak tahu kenapa kau terganggu dengan kedatanganku.
Entah pantatmu sedang joging di satu tempat,
atau telingamu jadi budeg...
karena telepon sialan itu.
Kau juga berbau aftershave.
Apa yang kalian lakukan di sana?
Tak ada apa-apa.
Tak ada apa-apa? Demi Kristus!
Kau di sana mengendus seperti anjing!
Aku sedang menjelaskan...
teknik aktingnya Lee Strasberg.
Jangan begitu. Aku minta maaf.
Apa?
Niccolo?
Siapa yang anda cari, nona?
Tidak...
Ya. Di mana Niccolo?
Ada di taman.
Terima kasih.
Ciao, Lucy!
Ow, sialan!
Apa kau terluka?
Tidak.
Apa kau yakin?
Ya!
Permisi...
Permisi, apa ada yang punya telepon di sekitar sini?
Kuharap kau kerjakan hal pertama besok pagi. Ya benar.
Jadi...
mereka akan menjemputku...
besok pagi saat fajar.
Dan bagaimanapun, terima kasih.
Jangan!
Kau tak boleh pergi begitu saja...
Dan menunggu di kursi mobil.
Mau secangkir teh?
Apa kau anggota patroli jalan raya?
Bukan, angkatan bersenjata.
Kau harus coba madu buatan kami.
Ini dari ternak lebah kami sendiri.
Apa pangkatmu?
Letnan.
- Bahasa Inggrismu fasih, Letnan. - Terima kasih.
Silahkan coba biskuitnya.
Ya, terima kasih.
Jangan marah padaku.
Aku mohon maaf.
Maafkan aku.
Kami akan ke restoran pizza untuk makan malam,
jika kau ingin ikut.
Oh ya?
Sepertinya aku akan lewatkan hal itu.
Kau kenapa?
Hanya tergores sedikit.
Itu mengerikan.
Tidak, tunggu. Aku akan lakukan sesuatu.
Aku punya sesuatu yang bisa bersihkan luka itu.
Akan kubersihkan.
Ini, letakkan di lututku.
Ayolah.
Oh, lukanya harus dibersihkan.
Alkohol?
Kau tahu...
Kau tak perlu biarkan sesuatu terjadi pada dirimu.
Apa?
Kita.
Kami tidak menganggapmu berbahaya.
Pelan-pelan.
Hanya saja di atas bukit ini,
satu-satunya hal yang harus kita bicarakan tentang...
satu sama lain.
Tiuplah, kumohon.
Kau tidak tahu berapa banyak hal baik...
yang sudah kau berikan padaku.
Lebih ampuh dari semua obat.
Kau seperti tongkat berjalanku sendiri.
Kau mengerti bahasa Prancis?
Ya.
"Hal paling sembrono ketika sedang sekarat."
Kau harus izinkan aku untuk sedikit sembrono.
Apa yang membawamu kemari, Letnan?
Tolong dalam bahasa Inggris.
Aku ke sini untuk urusan kerja.
Namun sayangnya,
bukan sesuatu yang bisa dibahas di sini.
Oh, rahasia.
Misi rahasia, tapi kalah oleh ban kempes.
Hey! Lihatlah!
Ciao!
- Kenapa tidak ikut gabung saja? - Kau baru saja mulai.
Ini Gabriella.
Duduklah bersama kami.
Tidak, kami di sana saja.
Tak boleh terjadi dalam hidupku...
Letnan, coba bruschetta-nya.
Tidak, terima kasih. Bawang putih membuatku kentut.
Oh!
Jangan bicara begitu saat makan!
Ini dia...
Tak boleh macam-macam dengan cara seperti itu.
Apa aku mengucapkan kalimat yang salah?
Tidak. Dia seorang pedagang seni yang sangat terkenal.
Dia sang legendaris,
tapi terkadang dia punya episode kecil sendiri seperti itu.
Waktunya pulang.
Tn. Guillaume orangnya sangat teatrikal.
Kau sudah lelah.
Ayo kita pergi.
Dasar pelacur.
Para malaikat bicara lagi, Tn. G.?
Kupikir sekarang waktunya kita antar malaikat ini ke rumah untuk tidur.
Aku pernah menyayangi kalian semua.
...ketika kalian masih hidup. / Oh, Gui.
Mungkin bisa kubantu?
Sepertinya bisa kami atasi. Terima kasih.
Ah, mon ami, Aku mohon maaf.
Aku tak bawa mobil untukmu.
Tidak apa-apa. Aku lebih suka jalan kaki.
Maukah kau ikut bersamaku?
Kau benar-benar baik.
Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
Sampai jumpa, Ibu.
Sampai jumpa.
Aku belum habiskan Pizza-ku.
- Apa dia sering begitu? - Selalu begitu.
Ciao.
Lucy, ingin bermain?
Daisy, Lucy sedang bantu Ayah...
...menyelesaikan pekerjaan.
Miranda, mau bermain?
Tidak. Aku sedang tidak mood untuk bermain bersama Piglet.
Aku bosan. Tak ada yang mau bermain bersamaku.
Richard, mau bermain?
Richard! Ayolah...
Ow!
Ups!
Kutemukan kesedihan di dalamnya.
Sangat menyedihkan, Michelle.
Tidak, kau tidak mengerti. Ini benar-benar buku yang menyedihkan!
Terima ini!
Dan ini!
Dan ini!
Dan ini!
Dan ini!
Dan ini!
Lumayan juga.
Kau tak melihatnya?
Gadis yang tak punya rasa malu...
...takkan membuatku tertarik.
- Lihat, dia seperti plastik. - Memang.
Kau pasti menendangnya dari ranjangmu, benar?
Semua sudah siap! Ayo!
Oh, jika aku tidak siap sekarang,
Aku takkan pernah siap.
Sudah selesai.
Ciao!
Jadi kapan Gabriella pergi?
Pagi ini. Aku yang memintanya.
Kenapa?
Aku ingin menemuimu.
Lucy.
Jadi ini kebun zaitun?
Ya.
Kau tampak sangat cantik...
...ketika malam itu.
Aku tak bisa melepaskan pandanganku.
Seperti ini.
Aku ingin mencium bibirmu.
Setelah selama ini.
Aku ingin merasakan tubuhmu.
Tunggu dulu.
Kumohon.
Lucy...
Aku tergila-gila padamu.
Aku tergila-gila.
Jangan di sini.
Aku tak bisa.
Aku tak bisa! Jangan!
Hentikan, kumohon. Hentikan... Jangan!
Hentikan!
Kenapa?
Apa yang terjadi?
Ini ibuku...
sebelum dia meninggal.
Ini tentang diriku.
"Ke mana sandal hijaunya?
Aku tidak diciptakan untuk jadi seorang ibu.
Aku terlalu keras hati,
jadi aku memakai sandal hijau agar terpisah.
Kemudian satu malam, seorang pria berdiri di kebun zaitun.
Dia mengalahkan ular berbisa sampai hewan itu berdarah,
kemudian membawaku turun.
Semalam itulah semuanya sungguh terasa.
Dia memberiku selembar daun zaitun untuk dikunyah.
Dan melepaskan...
...tali gaunku."
Kemarilah.
"Aku terus...
Aku terus memakai sandal hijau,
tapi aku tak bisa turuni bukit itu.
Italia, ke mana kau membawaku di malam yang begitu hitam ini...
dan masih?
Dia punya aksen dan sebilah pisau,
dan di satu tempat, bahkan punya istri.
Dia mengambil wajahku dan merobek pinggulku...
kemudian ditanam di tempat yang sama sekali baru dan aneh...
dan dekat untuk mencintai.
Kupikir aku tak punya apa-apa lagi, tapi kemudian kau datang,
memberikan garis bentuk baru.
Maafkan aku.
Aku tak punya sarana ketika...
mendapatkan Lucy yang malang."
Kau...
Itu ayahku yang sebenarnya.
Tampaknya begitu.
Bukan dirimu, kan?
Bisa bayangkan bagaimana aku mengalahkan ular beracun?
Aku bahkan tak tahu ular itu seperti apa.
Sepertinya itu Carlo Lisca.
Benarkah?
Tapi aku tidak yakin.
Lupakan saja.
Aku sudah punya ayah yang kucintai.
Tidak, tidak, tidak.
Aku tak pernah begitu baik...
meminta hal-hal yang kubutuhkan.
Pernahkah kau jatuh cinta?
Sering sekali sepanjang masa.
Tidak pernah.
Hanya sekali.
Alex.
Alex, kau baik-baik saja?
Hmm. Maafkan aku.
Aku merasa sedikit galau hari ini.
Ini pakailah. Mau kuambilkan sesuatu?
Aku akan baik-baik saja. Tidak usah repot.
Aku hanya merasa sedikit...
...gusar.
Itu saja.
Jangan menyerah.
Kau pasti menemukannya.
Kau takkan mengecewakanku.
Lihat, bukankah kau terlihat cantik.
Boleh kulihat?
Jangan! Maksudku...
Aku tak pernah biarkan siapa pun melihatnya sampai selesai.
Apa terlihat mirip aku?
Tidak seharusnya begitu.
Tidak?
Tentu saja tidak.
Tak adakah yang pernah bilang...
bahwa seniman sejati...
hanya menggambarkan dirinya sendiri?
Terima kasih banyak.
Kau yakin takkan datang?
Pesta itu sama saja seperti 20 tahun terakhir.
Kenapa malam ini berbeda?
Kupikir hidup bersamamu akan jadi satu pesta yang lama.
Tidak terlalu lama sekali.
Bella.
Ini mengingatkanku pada tarian yang sering kulakukan...
ketika masih gadis.
Konyol, bukan? Merasa rindu kampung halaman...
di tempat ajaib seperti ini?
"Kecantikan membawa luka di hati."
Aku tidak percaya...
Kau selalu bawa benda itu.
Kau tahu,
sesuatu yang mengejutkan selalu terjadi...
setiap tahun di pesta ini.
Kau akan lihat.
Ayolah. Sedikit lagi.
Carlo.
Kenapa kau berikan aku buku yang bercerita tentang seorang anak muda...
...yang menghancurkan hidup seorang wanita yang lebih tua yang sungguh mencintainya?
Aku tak mementingkan cerita tentang laki-laki itu.
Aku lebih berpihak pada sang wanita.
- Pernyataan yang bagus sekali. - Tidakkah kau percaya padaku?
Itu Christopher!
Ya.
Menyalakan obor.
Oh!
Halo.
Hai, Christopher.
Apa ini yang kau inginkan dalam hidup?
Aku tidak menyadari...
dia...
Dia apa?
Ah...
Oh, Lucy.
Sayang, tolong pegang ini.
Aku yakin. Baiklah.
Boleh kuperbaiki?
Apa?
Tunggu. Lihat. Seperti pesawat ruang angkasa.
Kau lihat? Terlihat jauh lebih baik.
Kau terlihat cantik.
Terima kasih.
Carlo.
Mau menari?
Sekarang?
Sekarang.
Apa kau ingat...
...sedang ada di mana pada bulan Agustus 1975?
Sepertinya aku lupa...
tapi itu setelah jatuhnya Saigon.
Sulit melupakan jatuhnya Saigon.
Tapi setelah itu, kau kembali ke Italia?
Sepertinya tidak terpikirkan ingin kembali.
Ternyata kau pacar barunya.
Apa?
Akan kutunjukkan padamu apa yang bajingan ini suka.
Apa yang sedang kau lakukan, Marta?
Kau terlihat seperti kehilangan sesuatu.
Aku tak kehilangan apa-apa.
Kalau begitu, mungkin aku bisa bantu menemukannya.
Kau punya rokok?
Bagaimana kalau cerutu?
Oh, ya.
Apa harus seperti ini...
Ya, begitu saja.
Hey.
Kemarilah.
Ayo masuk.
Apa kau pernah merasakan...
sedang diawasi?
Tunggu. Aku ingin tanyakan sesuatu.
Ya?
Aku ingin ke Amerika,
aku ingin tanyakan hal itu.
Oke, mungkin nanti...
Selamat malam, Lucy.
Selamat malam. Kita bisa...
Kapan?
Besok?
Oke. Aku akan datang besok.
Kau yakin dia bisa mengemudi?
Tentu saja bisa.
Ayo.
Terima kasih untuk pestanya!
Peluk aku.
Jangan ada ciuman.
Ayo.
Sama sekali tak ada ciuman...
Karena aku, dalam hal ini, adalah seorang Inggris...
dan seorang pria sejati.
Remas pantatku.
Mmm.
Hey, sayang. Kemarilah.
Kau harus lihat ini.
Jangan ada ciuman.
Oh!
Lihatlah dia! Lihat dia!
Richard!
Apa? Aku suka kalau kau jadi gila.
Sebelah sini.
Tetap di tempat tidur!
Tetap di tempat tidur! Tetap di tempat tidur!
Aku tahu bagaimana kelihatannya.
Mereka baik, teman-teman yang baik.
Mereka hanya...
Mereka hanya harus hilangkan kebiasaan ini,
yang berarti, seperti biasa,
yang sepenuhnya sudah kutinggalkan.
Aku segera kembali.
Baiklah.
Masuk.
Hai.
Hai.
Kubawa seseorang ke sini.
Ya. Bisa kudengar.
Siapa kawan yang beruntung itu?
Seseorang dari pesta.
Orang Italia?
Sebenarnya orang Inggris.
Oh, orang Inggris.
Jadi... bagus.
Dan aku... bangga jadi dekat...
seperti di saat yang menguntungkan.
Kau sedang apa?
Oh, aku kehilangan sesuatu.
Kupikir itu mungkin...
salah satu hal yang lebih bagus yang sudah kutulis,
tapi, tentu saja,
kupikir aku tak bisa menemukannya.
Pergilah. Pergi ke sana.
Oke.
Selamat malam.
Selamat malam.
Pergilah.
Apa?
Bukan apa-apa.
Halo.
Di mana kita?
Tidak di mana pun.
Kau sedang apa?
Pergi tidur.
Tentu saja tidak.
Aku akan tidur di sana.
Oh...
kepalaku berputar.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Tidak.. Aku bersikeras.
Ah!
Ayo.
Entahlah.
Apa sebenarnya yang kau keluhkan?
Kau sudah dapatkan yang kau inginkan,
ketika kau menginginkannya.
Jadi aku seharusnya bersyukur?
Aku sudah bisa bayangkan musim panasmu mendatang di Nantucket...
bersama beberapa ahli waris WASP.
Maaf. Apa caraku sudah menyesatkanmu?
Apa pun yang terjadi...
"Apa yang kau lihat itu yang kau dapatkan", bukan?
Oh, ayolah.
Ini bukan dirimu. Aku tahu dirimu sebenarnya.
Katakan saja pada istrimu.
Beritahu istrimu seberapa baik kau mengenalku.
Baiklah.
Aku akan telepon Dr. Signorelli.
Oh, Tuhan, jangan.
Dia bau seperti daging busuk.
Alex, kau butuh pertolongan.
Apa Lucy sudah memilih seseorang yang baik?
Dia pasti pilih yang pertama mendapatkannya.
Menggelikan, bukan?
Apa?
Tentang caranya mengendus bau itu dan masih...
masih mengejar ekornya.
Itulah dirimu sebenarnya.
Terima kasih.
Terima kasih untuk apa?
Bukan apa-apa.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Ciao.
Ciao.
Ciao.
Merasa lebih baik?
Ya.
Bagus. Berikan rokoknya, lan.
Oh, ya ampun Alex.
Apa kau pernah beli rokok?
Aku beli rokok...
Terakhir kali ketika kau beli kemeja.
Alex.
Ini seperti di parade, ya kan, sayang?
Semuanya ini karena kesalahan dokter.
Kau tahu, aku cukup mampu berjalan.
Jika kau bisa lihat sendiri.
Aku tidak ingin melihatnya...
masuk rumah sakit.
Oh, semua baik-baik saja. Kau di sini saja.
Ucapkan selamat tinggal padanya.
Hai.
Ah, Lucy. Biar kulihat apa kau terlihat berbeda.
Aku tidak begitu berubah.
Oh, tidak perlu hiraukan ucapanku.
Aku sangat suka melihatmu.
Semua keindahan itu.
Bukankah kita beruntung?
Ah, ini memang gadisku.
Ambillah.
Aku akan bagi bersama para perawat.
Sampai jumpa.
Apa kau ingat di manakah kau berada...
pada bulan Agustus 1975?
Kami beli rumah ini pada musim semi tahun itu,
Jadi kupikir kami pasti sudah di sini, kenapa?
Itu saat ketika aku dalam kandungan.
Apa?
Oh, tidak apa-apa.
Kau terlihat seperti menyimpan sesuatu.
Ah, itu hanya... pikiranku.
Apa?
Kupikir itu ketika aku membuatkan potret ibumu.
Itulah yang kupikirkan.
Aku tak bisa yakin.
Diana pasti ingat. Tapi, tidak, tidak, tidak.
Dia ada di London ketika itu,
mengurus perceraian dan hak asuh anak-anaknya.
Jadi tak ada gunanya bertanya padanya.
Itu salah satu dari beberapa kali perpisahan kami.
Tidak. Aku takkan bertanya padanya.
Ini untukmu.
Jadi... sudah selesai?
Apa?
Oh. Hampir.
Boleh kulihat sekarang?
Aku akan tunjukkan padamu sekarang,
Itu harus jadi rahasia kita.
Ya.
Kau bisa menyimpan rahasia, bukan?
Ya.
Aku belajar dari masternya.
Bagaimana kau bisa jadi gadis sebaik ini?
Oh!
Sialan!
Kemarilah . Ikut aku.
Di mana lebah itu menyengatmu?
Ini.
Tanah liat ini baik untuk luka itu.
Kau baik-baik saja?
Aku tidak sampai sekarat.
Dan... di sini.
Lebih baik kau lakukan sendiri.
Ayo berjalanlah bersamaku.
Jadi kau ingin ke Amerika?
Aku sudah tak tahan di sini.
Tapi di sini indah.
Aku pernah sekali menulis surat padamu.
Tak pernah.
Aku tidak menandatanganinya,
sehingga mungkin kau kira itu dari Niccolo.
Tentang apa?
Entahlah.
Aku begitu menyukaimu.
Bagaimana selalu kupikirkan dirimu saat aku di hutan ini.
Kau yang menulis surat itu? Aku suka sekali surat itu.
Pasti bukan kau yang menulisnya.
Aku tidak percaya.
Itu surat favoritku.
Aku rasakan dari lubuk hatiku.
Yang tersayang Lucy, Aku sedang di atas bukit...
Tunggu.
Sendirian bersama anjingku dan selalu memikirkanmu.
Kau mau ke mana?
Ini pohonku.
Kau pasti merasa kehilangan ibumu.
Bahkan aku tak bisa membayangkan wajahnya.
Kenapa kau menangis?
Karena aku ingin menciummu.
Tapi aku tidak... Aku tidak mampu.
Aku tak bisa.
Aku ingin pergi.
Apa?
Di sini...
Apa yang kau katakan?
Aku ingin pulang.
Ini rumahmu.
Tidak benar.
Di sinilah Daisy lahir.
Aku tidak ingin mati di sini.
Aku ingin mati di tempat asalku.
Kau sedang gundah karena Alex.
Dan... pindah tempat takkan pernah mengubah semua itu.
Aku bosan merawat orang lain.
Aku ingin pulang.
Aku ingin pulang...
ketika... rambut berubah jadi abu-abu...
badan jadi lembab...
dan payudara mengendur.
Aku merasa... Aku tidak... seperti ini lagi.
Kami tak bisa kembali, Diana.
Aku antar Richard...
ke stasiun kereta menuju Pisa.
Benarkah?
Aku harus.
Oh, sayang, itu baik untukmu.
Oh, Ibu.
Apa menurut Ibu aku gila?
Tidak . Kita semua memang seperti itu.
Mana yang lain?
Pergi.
Bonsoir.
Bonsoir.
Bonsoir.
Bonsoir.
Ciao.
Menu makan malamnya apa?
Aku kelaparan.
Chips?
Di mana Lucy?
Bisa bantu aku...?
Jangan. Tinggallah bersamaku.
Aku ingin ikut bersamamu.
Sekarang?
Bukan, ke Amerika.
Kalau begitu ikutlah.
Ini juga pertama kalinya bagiku.
Indonesian Subtitle by Kapten Kooky
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.