All language subtitles for Home Sweet Home 2021 720p HC HDRip Chinese H264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KEPADA SITUS NONTON STREAMING, MOHON TIDAK MERUBAH KONTEN APAPUN DI DALAM SUBTITEL INI

SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA >> DEPOSITNYA CUMA 5.000

Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di recehoki.net

Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di r e c e h o k i . n e t

Daftar sekarang di r ec e hok i. n et Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624

Tolong!

Dimana aku?

Ini rumahku.

terjemahan brothermax

Tuan dan Nyonya Wang.

Duduklah.

Mari makan.

Ikan yang besar!

Tak ada yang istimewa. / Masakanmu enak seperti biasanya.

Nilai Chuqi sudah keluar.

Kamu peringkat satu di kelas seperti biasanya.

Kunqiao, bagaimana pekanmu?

Sama kayak biasanya.

Aku baru cek, hari ini tepat 3 tahun.

Kau masih belum berencana menyerahkan diri?

Aku...

berencana begitu.

Tuan dan Nyonya Wang,

terima kasih telah menganggapku seperti keluarga.

Ayah, biar aku saja.

Maaf, telah mengganggu selera makan kalian.

Berikan pada Kunqiao.

Terima kasih, Tn. Wang. / Aku minta cerai.

Aku minta cerai.

Kau ini bicara apa?

Ikan tuna ini rasanya amis kalau dingin.

Cepatlah dimakan. / Menurutku ini sudah amis.

Kenapa kau tak istirahat saja?

Kunqiao, apa kau memperhatikan,

tak ada TV di ruang tamu,

tak ada koran,

tak ada majalah?

Karena menurutku semua itu sampah,

tak membawa kebaikan pada anak-anakku.

Kau benar.

Tuan dan Nyonya Wang memang tahu soal pendidikan.

Sungguh.

Tentu juga anak-anak berbakat dan rajin.

Kau tahu?

Chutong sangat tertarik dalam menggambar,

dan gadis itu berbakat.

Namun dia perlu disemangati

untuk menguatkan minat dan ambisinya.

Kunqiao.

Aku tahu kau bisa menggambar.

Aku juga tahu putriku diam-diam menyelinap untuk menggambar denganmu.

Aku bisa saja menutup mata,

tapi kau harus tahu,

kau disini bukan sebagai guru seni

yang tinggal di rubanahku.

Kebebasan itu kemewahan besar,

aku berusaha semampuku

untuk memberimu

dan putriku

kebebasan, dalam batasan.

Misalnya, anak-anakku tumbuh di rumah ini,

mereka bisa belajar musik ataupun menggambar.

Itulah kebebasan mereka.

Tapi mereka tak boleh meninggalkan keluarga ini,

kelak nanti mereka tak bisa menentukan keinginan seenaknya.

Disinilah kebebasan mereka berakhir.

Kunqiao,

sudah larut malam.

Ayah,

ayah sudah banyak minum.

Kau tidurlah dulu.

Ayah mau baca-baca di ruang belajar.

Daftar sekarang di >>r e c e hok i. n et & menangkan ratusan juta rupiah!

Dimana aku?

Ini rumahku.

Kulihat kau pingsan di depan rumah sakit.

Apa kau tak ingat?

Terjadi kecelakaan mobil.

Banyak yang mati.

Jam berapa sekarang?

Jam berapa?

Jam berapa?

Kenapa kau tak ingat apa-apa?

Makanlah ini dulu.

Terima kasih.

Mengapa kau parkir di pinggir jalan itu?

Ada yang melihatmu bicara dengan putraku.

Apa yang kau perbuat terhadapnya?

Apa kau mengancamnya?

Apa yang kau katakan?

Aku tak ingat apa-apa.

Apa yang kau bicarakan...

Maafkan aku.

Siapa itu?

Akan kulihat.

Orangtuanya Si An,

salah satu siswa itu.

Sekarang sudah larut malam. Ada masalah apa?

Tapi sopir bus itu masih belum ditemukan?

Belum. / Semoga saja dia menyerahkan diri.

Tapi menurut pandangan hukum,

dia tak menanggung tanggung jawab apapun.

Bagaimana bisa begitu?

Kenapa juga dia parkir di pinggir jalan?

Pada pertemuan orangtua di sekolah ada buktinya

kalau dia tak suka anak-anak keluarga kaya.

Dia punya niatan jahat dan sengaja berkendara sembrono.

Aku sudah kumpulkan barang-barang Si An,

lihatlah.

Lihat siapa yang dia gambar disini.

Sudah cukup. Cepat atau lambat dia akan ditemukan.

Kami harus mempersiapkan

prosedur hukum untuk masalah ini.

Semoga dia selama hidupnya di penjara.

Sama saja melepas dia dengan gampang.

Menurutku kalau kita temukan dia,

dan kita para keluarga kerja sama,

kita bisa lenyapkan dia.

Kamu ini bicara apa? Apa kau mulai gila?

Hukuman mati tidaklah benar.

Tapi aku paham perasaan kalian.

Bagaimana mungkin kau mengerti?

Chuqi tidak mati. / Kau sudah keterlaluan.

Kita semua adalah korban,

kita mesti kerja sama. / Sejak kapan kita kerja sama?

Sejak pertemuan orangtua, tak ada "kerjasama".

Apa hari itu kita sepakat,

kalau sopir bus itu akan dilepas?

Pura-pura baik hati,

bicara soal keadilan.

Sekarang lihat,

anak kita Si An sudah tiada, selamanya,

dan sopir bus itu menghilang.

Tak ada yang mengerti apa yang terjadi antara si sopir dan Chuqi.

Jika kau tak bisa temukan dia, aku akan cari sendiri. Dia tak akan lolos!

Kami pulang dulu. Maaf.

Lepaskan!

Takutnya aku tak bisa membantumu.

Akan kubawa kau ke polisi.

Sekarang aku ingat.

Aku menyelamatkan seorang anak.

Aku gendong dia dan lari

lama-lama akhirnya sampai di klinik kecil.

Itu putraku.

Aku menyelamatkan putramu?

Bagaimana keadaan dia?

Dia cacat.

Dia menyuruhku untuk menepi.

Dia memberiku 100

untuk mengikat tali sepatunya.

Aku parkir busnya

dan turun untuk mengikat tali sepatunya.

Kemudian ada sebuah truk...

menabrak bus sekolah itu.

Kau bisa jelaskan itu pada mereka.

Aku akan telpon polisi. / Aku tak bisa pergi, mereka akan membunuhku!

Kumohon,

biarkan aku sembunyi.

Tenanglah dulu.

Pada akhirnya nanti, Chuqi mungkin juga bertanggung jawab.

Bagaimana kalau dia tinggal disini sementara,

kita cari solusinya nanti.

Bagaimana sketsamu hari ini?

Aku mempelajari lagu baru di kelas hari ini.

Akan kumainkan untukmu.

Makanan akan siap saat kita pulang,

tak ada waktu. / Dengarkan sedikit saja.

Ini.

Chuqi,

kemarilah.

Apa kau merasa baikan?

Kamu harus tetap rehabilitasi.

Mengerti?

Mau minum sebelum makan?

Kopi.

Lumayan.

Kamu berbakat.

Sudah tak ada gunanya.

Hanya kau yang beranggapan begitu.

Terserahlah, fokus saja sama menggambarmu.

Tak semua orang yang menggambar

punya imajinasi sepertimu.

Aku jelas tak punya.

Aku pergi dulu.

DEPOSITNYA CUMA 5.000 Daftar sekarang di >>r e c e h ok i.n et

Aku sudah lihat semuanya.

Apa yang kau lihat?

Kulihat kau diam-diam ke rubanah

untuk menemui si pembunuh itu.

Kau kau terus ke sana,

akan kulaporkan ke ayah.

Pembunuh itu harus di kurung di sana kelaparan sampai mati.

Kalau dia seorang pembunuh

lantas kamu apa? Katakan.

Bukankah ini yang kau inginkan?

Semua anak yang merundungmu sekarang sudah mati.

Pasti kau amat senang.

Omong kosong! Itu tak benar!

Kenapa kau berbuat begitu sama adikmu?

Kau tak apa-apa?

Nona Wang Chutong? Aku temannya ibumu.

Aku sudah lama tak melihat dia.

Dia tak mau angkat telponku

atau balas pesanku. Tapi,

dia sering menelponku saat tengah malam,

namun tak bicara sepatahpun.

Saat kutelpon balik, dia langsung menutup. Aku tak yakin kalau dia yang menelpon.

Aku sangat mengkhawatirkannya. / Apanya yang dikhawatirkan?

Wanita manapun yang punya hubungan gelap akan mendapatkan masalah,

terutama di keluarga seperti kami.

Katanya dia ingin meninggalkan keluargamu.

Kau ingin aku berbuat apa?

Membiarkan kalian bersama?

Ya.

Aku tak menyangka dia berniat minta cerai,

tapi masalahnya sudah berbeda sekarang.

Dia hamil.

Tak sengaja? / Dia selalu ingin punya anak lagi.

Bukan berarti dia tak menyukai kalian berdua,

hanya saja dia tak bahagia. / Ini bukan urusanku.

Aku mau pulang. / Ibumu selalu mengkhawatirkanmu.

Dia tak meninggalkanmu sendirian di rumah itu.

Dia ingin pergi bersamamu.

Sungguh. Ikutlah dengan kami.

Dia juga bilang, katanya ada yang tak beres di rumah itu.

Dia terus merasakan

kalau ada hantu di rumah itu.

Keluarga kami memang aneh.

Tapi,

siapa hantu yang masih tak jelas itu?

Adikku.

Kok kamu tahu aku ada disini?

Aku mengikutimu.

Mengapa?

Aku ingin melindungimu.

Terima kasih.

Ibu kalian kurang enak badan.

Kita makan ini saja.

Kalau begitu kubawa saja semangkok untuk ibu.

Ayah sudah bilang, ibu kalian kurang enak badan.

Makan saja.

Jangan lupa janjimu padaku.

Apa kau tak mengecewakan putrimu?

Kamu sedang apa?

Sudah larut malam kenapa belum tidur?

Tak bisa tidur

cuma makan es krim.

Ibu juga tak bisa tidur?

Cobalah ini.

Tak usah repot-repot.

Kalau ibu mau pergi, pergi saja.

Aku mau kembali ke kamar.

Kalau ibu pergi, tak usah kembali.

DEPOSITNYA CUMA 5.000 Daftar sekarang di >>r e c e h ok i.n et

Chuqi,

hari ini ibu mau ke sekolahmu.

Buat apa? / Tak ada, cuma ada urusan sedikit.

Tolong kemarilah untuk membicarakan Wang Chuqi.

Ya.

Kita semua tahu, Wang Chuqi dikeluarkan dari sekolah sebelumnya,

terlebih, dia mengulang kelas di sekolah ini.

Namun prestasi akademik hanya menilai satu kemampuan.

Chuqi tak sering bergaul dengan siswa lainnya,

dan dia hampir tak ada aktifitas ekstrakulikuler.

Bila ini berlanjut, dinamika antara dia dan siswa lainnya...

Saya mengerti.

Jadi, Chuqi tak boleh ketiduran di kelas.

Tak baca buku yang anda larang di kelas.

Kita usahakan saja untuk bisa menyesuaikan dengan siswa lain.

Tapi saya harap guru-guru bisa memaklumi dia,

terutama setelah yang dia alami.

Begitu ya?

Chutong,

apa itu ibumu? Dia cantik,

kayak bintang film. / Tunggu dulu.

Kau mainlah dulu.

Kau lihat apa?

Ada yang mengadukanmu?

Tak ada apa-apa?

Aku tak mendengarkan di kelas. / Yah,

kau sudah pernah melakukannya sekali.

Kurasa tidur itu lebih penting.

Main sebentar? / Ya.

Ayah, kelas terompetku besok di jadwal ulang pagi.

Apa aku boleh makan siang di luar?

Boleh.

Terima kasih, ayah.

Lagian ibu kurang enak badan,

ayah akan antarkan ibu ke rumah sakit besok pagi.

Besok tidak ada orang di rumah.

Atau, kita pergi main di luar saja.

Yu Kunqiao, apa kau memang berniat tinggal disini selamanya?

Apa kau tak bosan berada disini begitu lama?

Yu Kunqiao, ayo kita tinggalkan rumah ini bersama, bagaimana?

Katakanlah sesuatu.

Kenapa kau tak mau ngomong?

Bicaralah.

Kau tak tahu betapa beruntungnya dirimu punya keluarga seperti ini.

Kenapa kau di kamarku?

Keluar. / Ayah besok membawa ibu ke rumah sakit.

Kau tahu alasannya?

Keluar. / Ibu hamil.

Ayah tak menginginkan anak itu.

Itu urusan mereka.

Bukan urusanmu.

Kalau kau berani mengkhianati keluarga ini,

mengkhianatiku dan ayah,

coba saja.

Anak-anak duduklah!

Kembali duduk!

Akan kuberi kau 100 untuk mengikat tali sepatuku.

Kuminta kau mengikat tali sepatuku, kau dengar tidak?

Apa yang kau lakukan?

Jangan kira kau bisa berbuat seenaknya hanya kau dari keluarga kaya.

Aku mohon,

ikatlah tali sepatuku.

Kalau tidak mereka tak membolehkan aku turun.

Ayo ikat tali sepatunya!

Semuanya tetap di tempat duduk kalian!

Jangan bergerak!

Siapa di situ?

Siapa?

Chutong, kaukah itu?

Chutong?

Sudah larut malam, kenapa belum tidur juga?

Kau memberiku apa?

Ikat tali sepatuku.

Kau bilang apa?

Ada apa, Chutong?

Kau sedang apa?

Kakakku tidur sambil jalan.

Akan kuantar dia ke kamar.

Kembalikan ini pada kakakmu.

MENANGKAN JUTAAN RUPIAH Daftar sekarang di >>r e c e h ok i.n et

Semua sudah keluar rumah.

Ini buat makan siang.

Nanti bawa mangkoknya ke atas.

Chutong.

Chutong, aku taruh mangkoknya!

Chutong.

Pengecut.

Bukankah kau penasaran ada apa di ruang belajar?

Ayahmu mengunci karena ada alasannya.

Ikut aku ke atas.

Apa yang kau lakukan?

Aku ada gambar baru, lihatlah.

Jadi semua foto-foto di rumah ini difoto sama ayahmu?

Difoto sama temannya.

Tapi kudengar dia sudah meninggal.

Semua foto di rumah ini

dikerjakan olehnya.

Dia teman baiknya ayah selama kuliah di New York.

Ketika mereka masih muda, mereka ingin buka studio foto.

Kemudian, ayah disuruh balik untuk mengurus bisnis keluarga

dan membentuk keluarga.

Kudengar temannya tak pernah memaafkannya

lalu kemudian dia menghilang.

Ayah sudah berusaha mencarinya,

tapi sampai kematiannya, mereka tak pernah bertemu lagi.

Ayahmu belajar fotografi maka dia pasti bisa menghargai gambar.

Katanya dia tak tertarik,

tapi mungkin saja itu tak benar. / Kau masih belum paham.

Dia tak pernah menjadi fotografer,

dan dia tak membolehkanku menggambar.

Dia ingin paksakan yang lain agar sama dengan laki-laki.

Selain itu, dia tak pernah peduli padaku.

Benar,

tadi malam

kau tidur sambil jalan ke kamarku.

Apa kau ingat yang kau katakan?

Yang kau lakukan?

Tadi malam?

Mungkin kau bermimpi buruk?

Aku tak pernah mimpi buruk.

Akhirnya, Chuqi yang mengantarmu balik ke kamar.

Tanya saja dia kalau kau tak percaya.

Beneran, kau tak pernah mimpi buruk?

Sudah, aku akan kembali turun.

Chutong!

Chutong!

Chutong, ada orang lain di rumah ini?

Chutong! Siapa di situ?

Chutong!

Chutong!

Chutong, kau tak apa-apa?

Chutong, ada apa? Katakan mana yang sakit?

Kakiku.

Apa yang sebenarnya terjadi? / Kudengar ada orang masuk rumah ini,

ada langkah kaki menuruni tangga. Aku juga mendengar Chutong teriak.

Makanya aku lari ke atas,

tapi pintunya terkunci. / Tak ada orang saat kami pulang.

Dan pintu ini tidak dikunci.

Apa ada orang ke sini?

Tidak.

Apa dia berkata jujur?

Kalau dia berkata jujur, maka dia jujur.

Ayo kita bawa Chutong ke rumah sakit.

Ayo.

Kau mencari apa?

Tak ada.

Rasanya aneh saja.

Apa Kunqiao berbohong?

Kau tak menganggap kalau Chutong berbohong 'kan?

Mungkin saja keduanya bohong.

Daftar sekarang di >>rec e ho k i. n et & menangkan ratusan juta rupiah!

Kenapa nyonya kemari?

Terima kasih.

Kunqiao.

Kalau kau butuh sesuatu, lain kali akan kubawakan.

Tak masalah, aku sudah cukup.

Sini,

duduklah.

Menurutmu suamiku itu orang yang kayak apa?

Karir sukses,

keluarga indah.

Dia punya semuanya.

Saat suamiku masih muda,

dia ingin jadi fotografer saat di luar negri.

Lalu keluarganya memanggilnya untuk mengelola bisnis keluarga.

Dia menolak.

Kau tahu bagaimana keluarganya memanggil dia balik?

Mereka membekukan kartu kreditnya

dan menghapus kontrak sewanya. Mereka tak memberinya sepeserpun.

Akhirnya dia tunduk dan kembali.

Tanpa kekayaan keluarganya,

dia cuma mahasiswa miskin yang tak bisa membayar tagihan.

Akhirnya dia menyerah pada keluarganya.

Bukan hanya dirinya,

tapi juga istrinya.

Kurasa keluarga ini

berasal dari pengorbanannya.

Nyonya, sungguh aku tak menyakiti Chutong.

Chutong, Chuqi, kalian pulang.

Ayah, boleh tidak Kunqiao jangan makan di meja ini untuk seterusnya?

Dia mencelakai kakakku.

Makan saja makananmu, ini bukan urusanmu.

Kenapa kau membela dia?

Bukankah kakimu luka gara-gara dia? / Diam!

Ayah, aku melhat kakak masuk ke mobilnya orang asing tempo hari.

Kusuruh dia keluar. / Apa aku menyinggungmu?

Apa kau harus mengadu?

Kenapa kau mesti merahasiakannya dari ayah? / Kau pikir kau siapa?

Taruh pisaunya.

Kita ini satu keluarga.

Mari makan dengan sopan.

Berapa lama ayah akan terus pura-pura?

Dia tak akan menyerahkan diri.

"Contoh Sumpah Pernikahan Tradisional"

"Aku bahagia dan terhormat menjadi istrimu"

"Aku dalam hatimu, kamera nomor 1 tapi kuharap aku bisa menjadi nomor 2."

"Laporan Uji Tes Darah Ayah"

Kunqiao.

Yu Kunqiao.

Nyonya, ada apa?

Kemarilah sebentar.

Kurasa Chutong... dia

Chutong mungkin dirasuki hantu.

Nyonya,

kau ini bicara apa? / Aku juga tahu dirasuki siapa.

Nyonya, apa itu darah?

Kau luka dimana?

Hantu ini merasuki Chutong, kau juga tahu dia.

Percaya aku sekali ini saja.

Kuajak kau mencari dia. / Nyonya, ada apa ini sebenarnya?

Anak itu pernah menolongmu sebelumnya.

Nyonya, lepaskan aku. / Dia tak semestinya mati.

Kenapa kau ini?

Apa kau tak ingat?

Ada apa? Kau terluka?

Ada apa ini sebenarnya? / Aku tak tahu.

Apa semua baik-baik saja?

Dengarkan aku. Ada yang tak beres dengan rumah ini.

Aku sungguh melihat Lulu.

Omong kosong!

Karena semua baik-baik saja, ayo kembali tidur!

Jangan kira aku tak tahu apa yang kamu lakukan.

Chutong, bawa dia ke atas.

Kenapa kau masih disini?

Aku cuma khawatir. / Tak ada yang terluka.

Itu cuma darah bebek.

Kalian berdua tak usah bahas-bahas hantu lagi,

paham?

Lulu, jangan takut,

kemarilah.

Lulu, beritahu semua orang

apa yang sudah kau lihat?

Apa seperti yang dikatakan orang lain?

Apa dia jalannya cepat sekali, belak-belok, nyetir ugal-ugalan?

Tidak.

Dia bukan orang jahat.

Tapi teman-temanku suka merundungnya.

Semua sudah dengar dia.

Ketua kelas bisa membuktikannya.

Yu Kunqiao telah bekerja di sekolah ini bertahun-tahun,

dan dia anak yatim.

Sungguh, dia tak gampang menjalaninya.

Mari kita beri dia kesempatan lagi.

Yu Kunqiao,

kenapa kau tak minta maaf?

recehok i. n et

Apa?

Aku sudah pelajari lagu baru, kuingin memainkannya untukmu.

Aku lagi tidak mood,

tutup pintunya.

Kenapa kau masuk? Kembalilah ke kamarmu.

Boleh aku disini sebentar?

Mau menggambar sketsa denganku?

Kalian mau kemana?

Mau menggambar sketsa. / Aku ikut dengannya.

Chuqi, kembalilah ke kamarmu.

Ayah tak akan melarangku 'kan?

Kenapa ayah mesti larang?

Ajak saja Kunqiao.

Dia butuh keluar juga.

Tn. Wang. / Segeralah pulang.

Bantu ibu nyari sesuatu.

Ini lokasi bagus untuk sketsa.

Apa kita tak kejauhan?

Kita tak usah pulang saja.

Kau bilang apa?

Kita jalan terus saja sepanjang sungai ini.

Kita bisa bebas.

Dimana naruhnya, Bu?

Pokoknya di dalam.

Bantu ibu.

Agak masuk ke dalam lagi.

Rak di atas.

Apa yang ini, Bu?

Bu!

Sudah mau malam, ayo pulang.

Kalau kita terlambat, tuan akan marah.

Aku tak mau pulang. Kalau mau, pulang saja sendiri.

Dulu aku anggap mungkin kau cuma takut.

Tapi sekarang aku sadar kau ingin kabur saja.

Apa kau tak ingin hidup normal?

Ya, keluargamu kaya, kau punya banyak pilihan.

Apa yang bisa aku pilih? / Ada yang tak punya pilihan meskipun kaya.

Pikirkan anak-anak di bus itu.

Apa mereka punya pilihan?

Apa itu memang kecelakaan?

Apa yang kau rahasiakan?

Kau mengendarai bus sekolah itu tiap hari. Para siswa, nama, wajah mereka,

apa sungguh kau tak ingat?

Biar kubantu bawakan.

Apa kau tak merasa bertanggung jawab sama sekali atas kecelakaan itu?

Atau kau cuma seorang pengecut?

Kau sungguh tak yakin kami menganggapmu sebagai keluarga?

Apa kau tak merasa kalau keluarga ini sangat aneh?

Dia bukan ibumu.

Kau bilang apa?

Dia bukan ibumu.

Dia ibunya Lulu, si ketua kelas.

Jika kau tak ingin menggambar, aku akan kembali.

Yu Kunqiao!

Berhenti!

Sekarang kalau kau ingat, kenapa kau kembali?

Apa kau tak takut tinggal di rumah seperti itu?

Mestinya kau tak kembali.

Kau harus ke kantor polisi.

Kunqiao!

Yu Kunqiao! Kumohon jangan kembali!

Yu Kunqiao!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Siapa yang mengurungmu di dalam situ? / Ibu.

Kenapa dia mengurungmu di situ?

Aku tak tahu.

Kita sudah lama menikah.

Alangkah baiknya bila semua kamera ini disingkirkan?

Kenapa akhir-akhir ini kau tak mengajak Chuqi mengambil foto?

Dia selalu suka fotografi,

seperti kalian berdua.

Tak seperti kakaknya, yang suka menggambar seperti aku.

Kakak dan adik, berbeda ayah.

Jadi wajar bila minta mereka berbeda.

Tapi apa kau sama-sama menyayangi mereka?

Jangan bicara yang tidak-tidak.

Ada Chuqi disini.

Apa kau ingat yang kuucapkan di pernikahan kita?

Hal paling berharga bagimu adalah koleksi kameramu,

tapi kuberharap bisa menjadi hal berharga kedua.

Baru kemudian aku sadar,

aku tak bisa berada di tempat ketiga sekalipun,

karena kau punya Chuqi.

Kalian berdua punya seorang putra.

Cukup! Hentikan tingkahmu ini.

Chuqi, ini kameramu.

Semua kamera dan lensa di ruangan ini adalah milikmu.

Kau suka? / Aku tak tahu fotografi.

Tak apa bila kau tak mahir. Dia bisa mengajarimu.

Kau adalah fotografer ciliknya yang jenius.

Sini.

Biar kulihat matamu.

Ah, kau bukan Chuqi.

Mestinya Chuqi bermata kelabu.

Berikan kamera itu. / Chuqi sudah tiada,

kamera ini

juga sudah tiada!

Hentikan! / Semua ini sudah tiada!

Kakak dan adik, berbeda ayah...

...tapi kuharap bisa menjadi hal berharga kedua.

Ah, kau bukan Chuqi.

Mestinya Chuqi bermata kelabu.

Beri sopir itu 100, suruh dia mengikat tali sepatumu.

Kalau Chuqi menyuruhmu pergi, maka pergilah.

Kenapa ayah bakar gambar-gambarku? Dan barang-barang ibu?

Ayo makan.

Chutong,

lihat siapa yang kembali.

Kunqiao,

duduklah.

Beberapa hari ini kau mengalami hari yang berat,

kau mengalami masalah besar gara-gara aku.

Kuingin minta maaf padamu,

Xiaoxue... / Jangan panggil dia dengan nama ibuku.

Chutong, biarkan ayah bicara.

Biar ayah bicara sesuatu pada ibumu.

Xiaoxue, apa kau ingat?

Kita punya satu kesempatan

untuk membentuk keluarga yang indah.

Putrimu?

Sekarang ini tidur. Dia bersama saudariku.

Omong-omong,

terakhir kali kau memintaku mencari Roy.

Aku pergi ke sekolah seni dan menanyai semua orang.

Banyak orang sudah lama tak melihat dia sejak itu.

Sudahlah.

Lagian, studio foto kami sudah ditutup.

Roy pasti sudah muak denganku.

Kami tak akan bertemu lagi.

Untuk para orang asing itu,

sulit bagi mereka memahami keluarga Cina.

Sebenarnya sekarang aku memikirkan para wanita yang "cocok"

yang telah disiapkan keluargaku untukku.

Memikirkan soal menghabiskan hidupmu dengan orang tak dikenal,

itu yang kutakutkan.

Apa kau tahu syarat apa yang kunegosiasikan dengan ayahku?

Kubilang,

jangan paksa aku menikahi orang asing.

Kalau begitu kenapa tak aku saja yang menikah denganmu?

Tapi jangan senang dulu,

aku punya seorang putri yang butuh dirawat juga.

Sebenarnya, kita saling kenal

sebagai teman

hingga sampai hari ini.

Dan aku tahu,

di hatimu, kamera adalah nomor 1.

Tapi kuharap aku bisa menjadi nomor 2.

Apa kau bahagia hari ini?

Ya.

Xiaoxue,

terima kasih.

Silahkan ambil posisi, kita bersiap untuk berfoto bersama.

Tetap diam.

Mari kita punya anak lagi

kalau kau setuju,

akan kupesan tiket ke New York malam ini.

Semuanya, tolong menghadap ke kamera.

Lihat kemari ya.

Siap.

1

2

3, senyum!

Tn. Wang, sudah lama tak jumpa.

Kali ini sendirian?

Tidak.

Ini istriku, Sherry.

Senang bertemu anda. / Senang juga bertemu anda.

Baik, ayo kita lewat sini.

Ayo.

Kenapa?

Tak apa-apa.

Dia sudah bangun.

Dia bangun,

dia membuka mata.

Ibu,

adik matanya kelabu.

Xiaoxue,

aku tak menyangka berbuat ini begitu menyakiti perasaanmu,

menuntunmu untuk meninggalkanku selamanya,

juga keluarga ini.

Tapi aku tak pernah mengerti

mengapa kau tega mau meninggalkan Chuqi dan Chutong.

Ayah,

hentikan!

Namun aku berhutang terima kasih padamu

karena memberiku putra yang baik.

Pada saat itu,

Chuqi kuanggap sebagai satu-satuya harapanku.

Dia segalanya bagiku.

Tapi tak pernah membayangkan,

Xiaoxue,

apakah ini hukuman dari Tuhan?

membuatku kehilangan orang yang paling kucintai,

dan orang yang paling mencintaiku.

Maaf.

Jika bukan gara-gara aku,

Wang Chuqi mungkin masih hidup.

Maaf.

Maaf.

Mestinya aku tak menghentikan bus itu

untuk mengikat tali sepatunya.

Andai aku tak merokok

mungkin tak terjadi kecelakaan.

Dengan semua yang telah dikatakan,

mari kita habiskan makanan ini,

dan semuanya pergi ke jalan masing-masing.

Semua bisa memulai hidup baru.

Kau mengatakan apa?

Keluarga ini selamanya.

Kali ini aku akan berusaha lebih baik.

Aku juga akan baik terhadap anakmu.

Dengar,

bukan suatu kebetulan kita menjadi satu keluarga.

Kalian pegang janjiku,

selama aku hidup,

aku akan berusaha keras untuk menjaga

keluarga ini tetap utuh.

Chutong,

ayo makan.

Bila semua ini sudah berakhir,

mari kita hidup bersama, bagaimana?

Maaf menunggu.

Karena,

ini kasus lama 4 tahun lalu.

4 tahun?

3 tahun.

Petugas, boleh saya tanya?

Pengacaranya dan sekretaris ada di dalam,

dan kami masih belum ada petunjuk.

Maaf, kau tak boleh masuk sekarang.

Tn. Wang tak bisa diwawancarai sekarang.

Aku pengacara mewakili Tn. Wang.

Kau bisa bicara denganku.

Tn. Wang, aku tahu kau terluka parah.

Namun ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu.

Kau melanggar hukum.

Tak apa.

Masuklah.

Sudah kuduga hari ini pada akhirnya tiba.

Kami sudah mulai menyelidiki keluargamu.

Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.

Keluargamu agak tak biasa.

Tadi malam, kami meminta pernyataan semua orang.

Putrinya mantan istrimu, Wang Chutong,

ibunya si korban dari kecelakaan itu, Pan Chen Lu,

dan putra angkatmu, Chen Xiaoqi.

Yang ingin kutanyakan adalah,

mengapa kau membentuk keluarga yag tak jelas?

Dalam rumah tangga ini,

apa peran Yu Kunqiao?

Sebuah penemuan terjadi dalam penyelidikan

dalam kecelakaan bus Sekolah Internasional Shihe.

Setelah banyak bukti dikumpulkan polisi, sopir truk, Tn. Xu, diketahui bertanggug jawab atas kecelakaan ini.

Mengebut dan kelelahan adalah faktor kematiannya.

Tersangka, Tn. Yu, sopir bus Sekolah Internasional Shihe,

setelah penyidikan, telah diketahui tak bertanggung jawab secara langsung.

Dia dibebaskan dalam persidangan awal.

Mau ini?

Tn. Wang,

boleh kita bertukar nomor telpon?

Ini nomorku.

Tn. Wang, waktunya sudah habis.

Dia ini simpanannya kepala Panshi Eterprises,

sebaiknya jaga jarakmu dengannya.

Apa yang terjadi?

Dia bergantung pada tunjangan untuk bertahan hidup.

Sekarang karena anaknya sudah tiada,

dia tak mau menerima sepeserpun tunjangan.

Jadi dia buru-buru mencari orang baru.

Kami mengalami masalah yang sama,

jadi wajar bagi kami bila bersama.

Lantas, bagaimana kau menjelaskan tentang Chen Xiaoqi?

Tn. Wang, aku...

aku... / Kau ayahnya Chen Xiaoqi?

Ya. / Ada apa?

Tolong tunggulah di luar mobil.

Kita bicara di dalam.

Baik.

Jika kau mundur sekarang,

aku khawatir dengan orangtua lainnya

akan berpendapat ini bukan karena alasan keuangan,

tapi karena

Chen Xiaoqi,

yang ternyata, masih selamat.

Bagaimana kau bisa bilang begitu?

Tentu saja aku sama dengan orangtua lainnya.

Kuingin perjuangkan kasus ini sampai tuntas.

Meski Xiaoqi selamat

dia cacat seumur hidup.

Meski kami memiliki pabrik,

bisnis sudah lama tak berjalan baik.

Aku kuatir pada akhirnya nanti,

meskipun kami menjualnya untuk merawat kakinya,

uangnya tak akan cukup.

Mundur adalah keputusanmu,

Tapi sekolah memberimu ganti rugi.

Apa pendapat orang-orang nanti, kau harus punya ide.

Bagaimana mungkin bisa cukup?

Ibunya meninggal muda.

Setidaknya dia siswa yang baik

dan baru dites masuk Shihe.

Tapi aku tak menyangka ini bakal terjadi.

Aku sudah menikah lagi,

dan istriku baru punya bayi.

Sekarang semua uang terkuras pada tuntutan hukum ini dan biaya pengobatan.

Aku dan istriku mempertengkarkan ini tiap hari.

Juga, bahkan ada orang mengatakan

kalau Xiaoqi menyuruh keluar sopir bus itu,

dan dialah yang bersalah.

Hanya kau, Tn. Wang,

yang tak pernah mengungkit-ungkit ini.

Kau orang yang paling rasional.

Tn. Wang,

kau pasti mengerti.

Aku ingin membantu keluarga mereka,

makanya aku adopsi dia.

Meski aku bisa memahami keinginanmu untuk membantu,

tapi aku ingin tahu,

mengapa kau juga merubah nama dia

menjadi Wang Chuqi?

Jangan khawatir, Tn. Wang akan kusiapkan materi untuk naik banding lagi.

Kita tak akan menyerah.

Ada banyak wartawan di luar,

apa perlu kita hindari mereka? / Tak perlu.

Tn. Wang, bisa jawab beberapa pertanyaan, Tn. Wang?

Keputusan kedua telah keluar untuk sopir bus Sekolah Internasional Shihe.

Si sopir, Yu Kunqiao, ternyata tidak bersalah.

Beberapa orangtua mengancam, meski dia tidak bersalah,

mereka tak akan melepaskannya. Bisa tanya apakah ini benar?

Aku belum dengar masalah itu.

Aku hanya percaya pada hukum.

Tapi pengadilan telah memutuskan dua kali terhadap anda.

Maka kami teruskan naik banding.

Apa Tn. Wang yakin?

Untuk pengadilan yang ketiga, kesempatan membalikkan keadaan sangat tipis.

Meski kami kalah di persidangan ketiga,

bagi Yu Kunqiao,

dia tak bisa lolos dari hukuman moral.

Tapi sejauh ini, pendapat warganet memberikan simpati pada sopir bus.

Mereka bilang perundungan tiada henti oleh para siswa yang menyebabkan tragedi ini.

Bagaimana menurut anda?

Aku tak tahu soal ini.

Saya ajukan pertanyaan berbeda.

Kecelakaan bus sekolah ini, keluarga korban telah membawa tim pengacara terbaik

menentukan untuk menuntut sekolah dan si sopir.

Namun, setelah menyita banyak waktu dan sumber daya sosial,

si sopir masih tetap dibebaskan.

Apakah adil kalau mengatakan uang dan status tak bisa membeli segalanya?

Apakah kau keluarganya?

Hm.

Akhirnya, ada juga yang menjenguk dia.

Jangan khawatir,

ini tak mengancam nyawa. Dia mengalami cedera otak,

sehingga dia koma.

Tapi kondisinya stabil,

kemungkinan dia akan sadar kembali.

Tapi nanti, dia akan mengalami amnesia sementara.

Tapi dengan perawatan yang baik, perlahan dia pasti bisa pulih.

Oh ya, karena kau keluarganya,

jangan lupa mengurus berkas formulirnya.

Tn. Wang,

bisa kau jelaskan soal pola pikir orang-orang saat ini?

Pola pikir kita,

adalah pola pikir semua orangtua,

sama dengan orang yang merasa kehilangan darah dagingnya sendiri.

Kita semua percaya kalau hukum

akan melindungi yang benar dan menghukum yang jahat.

Namun tak selalu begitu kasusnya.

Kali ini,

ayah butuh bantuanmu.

Akan kubayar ongkos pengacara untuk naik banding keluarga Chen.

Akan kubayar lunas hutang pabrik Chen.

Tambahan uang dan persyaratan yang diminta Tn. Chen,

aku sepakat sepenuhnya.

Bila anak itu setuju,

batasi kunjungan seminimal mungkin di beberapa tahun pertama.

Aku hanya berharap

berkas adopsi sudah siap dalam 2 sampai 3 hari,

dengan begitu dia bisa mengadopsi nama keluargaku.

Pemesanan atas nama Tn. Wang.

Tunggu sebentar.

Ya.

Nanti aku hubungi.

Maaf kalau memanggilmu mendadak begini.

Pelayan.

Maaf, aku kurang enak badan.

Maaf, aku harus pergi.

Aku ingin tanya padamu. Mungkin aku melangkahi,

apa kau ingin lanjutkan

menjadi seorang ibu?

Ini kedua yang kami tawarkan untuk orangtuanya Si An.

Mereka aktor kecil-kecilan dari sandiwara lokal.

Tak ada daftar fim apapun.

Sudah kusiapkan perjanjian kontrak dengan mereka.

Sudah termasuk kesepakatan rahasia

dan penolakan akting seumur hidup.

Tn. Wang, tekanan darahnya dan penyerapan oksigen sudah dinormalkan.

Kata dokter, kemungkinan sebentar lagi dia akan sadar.

Bisa kami tahu kapan?

Belum jelas.

beri aku waktu lagi, aku pasti bisa memprediksinya.

Dimana aku?

Ini rumahku.

Siapa itu? / Orangtuanya Si An,

salah satu siswa itu.

...dan kita para keluarga bekerja sama,

kita bisa lenyapkan dia.

Aku telpon polisi. / Aku tak bisa pergi, mereka akan membunuhku.

Tolong biarkan aku sembunyi.

Mengapa melakukan ini?

Aku tak berniat menjebak dia selamanya.

Aku cuma ingin dia menghadapi kesalahannya.

Setelah Yu Kunqiao pulih kesadarannya

dan menyerahkan diri,

dia akan sadar. Pengadilan sudah mengetahui dia tidak bersalah.

Dia bebas.

Dan aku juga berjanji

nanti aku akan membubarkan keluarga ini.

Kamu mau nyari udara segar bersamaku?

Tn. Wang,

aku masih penasaran.

Meskipun pengakuan Yu Kunqiao bila kau tak pernah membatasi kebebasan pribadinya,

tapi kau,

pernah kepikiran

mengurung dia secara ilegal terlintas di benakmu?

Ini aku.

Baik.

Tn. Wang,

Yun Kunqiao telah memutuskan

tak mengajukan tuntutan terhadapmu.

Dia bilang dia berterima kasih karena kau memperlakukan dia seperti keluarga.

Tapi kau masih punya beberapa kewajiban hukum.

Kami akan memberitahumu soal tanggal pengadilan.

Tn. Yu,

Tn. Yu,

kau tak bertanggung jawab secara pidana.

Karena kau tak mengajukan tuntutan,

kau boleh pulang.

Aku masih butuh waktu.

Aku sudah selesaikan lagu yang waktu lalu itu.

Kuingin memainkannya untukmu.

Dik, aku terus kepikiran, apa itu sebuah rumah?

Rumah harusnya tempat bernaung yang bisa melindungi kita.

Sekarang karena kau sudah begitu banyak mengalami,

aku merasa bila kita juga bisa melindungi rumah kita.

Kesalahan generasi terakhir tak harus menjadi beban kita.

Jika itu tak masalah,

kuingin kita tetap menjadi keluarga.

Mari kita

memulai yang baru.

broth3rmax, 09 Juli 2021

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 09 Juli 2021

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.