All language subtitles for Bunshinsaba 3 2014 720p HDRip Ganool (kuning)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Satu Jam Sebelumnya

Tolong beritahu, siapa namamu?

Kudengar dari doktermu.

Bagaimana perasaanmu sekarang?

Kau terlihat sudah membaik.

Ya.

Tak merasakan sakit kepala lagi.

Kondisi jantungnya juga sudah membaik.

Dia bisa kembali ke kehidupan normal.

Bagus.

Mengenai kondisi jantungmu,

kegiatan yang berlebihan atau respon kecil atas sesuatu...

... bisa menyebabkan masalah serius.

Ya, aku tahu.

Kau masih ingat masa lalumu?

Dia masih belum bisa mengingat apa pun.

Hanya ingat satu hal saja. / Baiklah.

Profesor Xu Dongzhe itu kakekmu, kan?

Ya.

Dia juga teman dokter, kan?

Apa kau punya anak?

Aku belum menikah, aku tidak punya anak.

Kau ingin keluar dari rumah sakit?

Ya.

Melihat hasil kondisimu yang membaik,

kau boleh pergi.

Tapi,

kami perlu persetujuan dari keluargamu.

Kau tahu itu, kan?

Bukannya mereka sudah setuju?

Mereka belum menandatangani apa pun.

Tapi, mengingat kondisi jantungmu yang sudah membaik,

Profesor Xu akan membawamu ke RSJ,

yang tempatnya lebih nyaman daripada di sini.

Maksudmu,...

meskipun aku boleh pergi dari sini,

aku masih tak bisa menemui Xiao Ai?

Xiao Ai?

Siapa itu Xiao Ai?

Anak perempuanku.

Bukannya barusan kau bilang tak punya anak?

Aku melahirkan setelah 10 bulan mengandung. Aku takkan pernah lupa.

Kau yang telah berkonspirasi dengan kakek membohongiku,

menyebutku psikopat dan mengurungku.

Kau pembohong.

Xu Lina!

Ada apa? Kau tak apa-apa?

Di mana obatnya? / Di kamar.

Ambilkan obatnya!

Tolong aku! / Akan kupanggilkan suster.

Panggilkan suster.

Suster!

Cepat ke mari!

Suster!

Ada apa?

Cepat! Buka pintunya. / Ada apa?

Dobrak pintunya!

Namamu siapa?

Ayo jawab.

Namamu Jiang Xing.

Cantik sekali.

Dia seumuran dengan putriku Xiao Ai.

Nama putrimu Xiao Ai? / Ya.

Tapi sudah lama tak bertemu dengannya.

Di mana dia sekarang?

Di Shanghai...

... bersama kakeknya.

Aku sudah menunggu selama 5 tahun,

akhirnya aku akan bisa bertemu dengannya.

Akhirnya kami bisa bersama.

Direktur Rumah Sakit menelponku,

aku dalam perjalanan pulang.

Sebentar lagi sampai.

Bagaimana kondisi Xiao Ai?

Apa maksudmu?

Jantungku lemah. Aku khawatir jantungnya juga lemah.

Lina.

Kau tahu kalau kejiwaanmu sedang terganggu.

Aku sangat sehat, hanya saja tak bisa mengingat masa lalu.

Kau sungguh yakin ada seseorang yang bernama Xiao Ai?

Lalu ini siapa?

Kenapa Nenek memisahkan kami?

Lihat betapa miripnya dia denganku saat tersenyum. Dia putriku.

Kau tak punya anak perempuan.

Kau harus kembali ke RS.

Tidak.

Tidak, Nek. Jangan mengirimku kembali ke sana.

Nenek.

Kumohon, ijinkan aku bersama Xiao Ai.

Sekarang dia pasti sudah besar. Dia takkan bisa hidup tanpa ibunya.

Tolong ijinkan aku bersamanya.

Sudah Nenek bilang, kau tak punya anak.

Lebih baik aku mati,

jika tak bisa membawa Xiao Ai hari ini.

Ayo cepat!

Aku datang.

Xiao Ai!

Xiao Ai!

Seharusnya dari awal kita tidak menunjukkan foto itu.

Siapa yang menyangka bakal seperti itu?

Apa yang akan kita lakukan sekarang?

Kita menyeberang jembatan.

Kita katakan yang sebenarnya pada Lina.

Jangan.

Kondisi kesehatannya sedang buruk.

Kita tunggu saja.

Tapi kita tak bisa terus begini.

Apalagi yang bisa kita perbuat?

Yang kutahu anak harus membayar hutang ayahnya.

Sekarang aku sudah tua.

Bagaimana keadaannya?

Aku minta maaf.

Kedua orang tua itu sudah meninggal.

Bagaimana dengan...

Bagaimana dengan putriku,

apa dia masih hidup?

Kau siapa?

Aku Mamahmu.

Kau Mamahku?

Kau lihat.

Mamah memandangi fotomu setiap hari.

Setiap hari.

Kata Kakek...

... Mamahku akan pulang.

Mamah sudah pulang, kan?

Ya, Mamah sudah pulang, sayang.

Mamah takkan meninggalkanmu lagi.

Mamah.

Xiao Ai, kalau kau sudah sembuh,

kamu ingin apa?

Aku ingin bepergian dengan Mamah.

Bepergian? Kenapa?

Karena pernah lihat anak-anak yang lain bepergian dengan mamahnya.

Baiklah, Mamah janji.

Mamah mau ambil air untuk mencuci mukamu, jangan nakal.

Dia putriku, namanya Xiao Ai.

Dia harus tinggal bersama ibunya.

Kau tak bisa membawaku.

Putriku tak bisa hidup tanpaku. Paham?

Kau tak perlu khawatir.

Kau bebas sekarang.

Profesor Xu telah meninggal.

Tak seorang pun bisa mengirimmu kembali ke RS,

kecuali kau sendiri yang ingin kembali ke sana.

Ini barang-barang milik Profesor Xu.

Antara lain :

sertipikat kepemilikan rumah dan buku-buku tabungan.

Untuk kedepannya,

kau tak perlu lagi khawatir dengan biaya hidup.

Jangan lari.

Mamah.

Itukah rumahnya?

Iya.

Kita sudah sampai.

Xiao Ai. Inilah rumah kakekmu dulu.

Mamah, rumah ini besar sekali. Seperti istana.

Bisakah kita tinggal di sini?

Tentu, kita akan tinggal di sini.

Ayahku sudah meninggal.

Baru-baru ini aku sering memimpikannya.

Dia pasti punya sesuatu untuk disampaikan.

Kudengar kau bisa memanggil ruh.

Kumohon!

Kau ingin aku memanggil ruh ayahmu?

Iya.

Aku sudah lama berhenti.

Kenapa? Sebelumnya kau selalu melakukannya?

Saat aku melakukannya untuk kalian, dulu kalian memanggilku apa?

Penyihir.

Jadi aku takkan mau lagi.

Jangan ganggu aku lagi.

Kau yakin mau tidur sendirian?

Iya. Aku suka tidur sendirian.

Dari dulu aku selalu tidur sendiri.

Kapan itu?

Sejak di panti asuhan.

Kau tinggal di panti asuhan?

Iya.

Aku tak suka tinggal di sana.

Mamah paham.

Kakekmu pasti sangat sibuk dan tak punya waktu mengurusmu.

Mamah takkan melakukan itu.

Iya.

Mimpi indah.

Mamah.

Sembunyi di tempat yang bagus. Aku mulai menghitung.

Satu.

Dua.

Tiga.

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Siapa di sana?

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Enam.

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Enam.

Berapa umur anakmu?

5 tahun.

Sudah pernah sekolah TK sebelumnya?

Aku ingin membicarakannya kalau kesehatan putriku kurang baik.

Jantungnya sedikit lemah.

Kalau begitu, seharusnya masuk sekolah khusus.

Sekolah khusus?

Itu untuk yang bermasalah dengan kesehatannya.

Di sana fasilitasnya lengkap.

Para gurunya juga profesional,

yang ahli dalam mendidik anak yang keterbelakangan mental.

Kau tak perlu khawatir.

Hanya biayanya lebih mahal dari sekolah lain.

Bahkan itu lebih baik buat anakmu.

Sekolah kami berada di pedesaan,

fasilitasnya sedikit,

dan di sini muridnya terlalu banyak para guru sampai kewalahan.

Anakmu bermasalah dengan kesehatannya.

Bagaimana jika nanti ada kecelakaan? Siapa yang akan bertanggung jawab?

Omong-omong,

sebelumnya kami punya murid keterbelakangan mental.

Tapi mereka membahayakan bagi murid lainnya.

Apa maksudmu?

Aku bukan membicarakan anakmu.

Siapa yang kau sebut anak berketerbelakangan mental?

Anakku tidak cacat mental.

Dia normal seperti anak lainnya.

Sebagai kepala sekolah TK, bagaimana kau bisa mengajar tanpa paham soal menghargai?

Tunggu, kau!

Saat sedang berbicara dengan seseorang, tolong jangan sambil memakai kutek.

Beraninya kau!

Mamah,

apa besok aku masuk TK?

Mamah?

Beberapa hari lagi.

Kenapa?

Kenapa, Mah?

Karena ada guru baru bakal datang dari Beijing.

Dia sangat cantik.

Guru yang cantik? / Ya, sangat menawan.

Kau senang? / Ya.

Sungguh? Aku masuk kelas mana?

Karena anak Mamah sangat pintar.

Bagaimana kalau Kelas Kupu-kupu Kecil?

Kelas Kupu-kupu Kecil? / Kau senang?

Baiklah.

Aha, anakku.

Anak bodoh.

Kenapa kau keluar lagi?

Sudah Ibu bilang jangan berkeliaran dan menakuti orang.

Cantik sekali.

Maaf.

Anakku mengalami gegar otak.

Apa dia menakutimu?

Aku mencari isteriku.

Sudah ayo pulang dengan Ibu.

Ayo, kita pulang.

Ibu bilang jangan pergi keluar.

Berhenti melihat! Apa maksudmu punya anak? Jangan melantur.

Halo?

Pusat layanan guru?

Baik.

Aku mencari seorang guru.

Tak perlu punya keahlian khusus, tapi bisa merangkap jadi pengasuh...

... dan bisa mengajar materi pelajaran TK.

Ya, aku ingin guru perempuan.

Tolong kabari kalau sudah ada.

Xiao Ai.

Jangan nakal, ya? Sekarang waktunya makan.

Ada apa, Mamah?

Mamah bisa marah kalau kau menendang lagi.

Bukan aku.

Mamah.

Ada apa?

Aduh, sakit.

Ada apa?

Kakimu kenapa?

Aku menginjak ini.

Kenapa tak pakai sepatu?

Maaf, pintunya terbuka.

Jadi aku terpaksa masuk.

Apa kau mencari guru untuk anak-anak?

Kau datang sendiri?

Apa mereka menghubungimu?

Ya.

Pernah mengajar sebelumnya?

Pernah.

Berapa lama kau bisa mengajar?

Karena aku tak sering ke sekolah. Jadi aku punya banyak waktu.

Aku tidak mencari guru perjam, tapi yang bisa mengajar lama.

Maaf.

Karena aku murid jurusan seni, aku bisa bebas seharian.

Dan aku...

Kurasa aku bisa jadi guru yang baik.

Aku perlu guru yang dewasa.

Maaf, silakan pergi.

Baiklah.

Permisi.

Adakah toko peralatan di dekat sini?

Aku ingin membeli palu.

Kau harus ke luar kota.

Tempatnya jauh sekali.

Kau kenal aku?

Kau sepertinya kukenal.

Kau baik-baik saja?

Rumah itu...

... angker.

Di dalamnya, seseorang pernah meninggal.

Karena bunuh diri.

Kau bilang apa?

Oh, itu hanya...

... rumor.

Ada orang di dalam?

Maaf.

Aku hanya ingin meminjam palu.

Kau orang yang datang dengan gadis kecil tempo hari, kan?

Iya.

Daerah ini sangat terpencil.

Susah mencapai ke sini, bukan?

Tidak terlalu sulit.

Lukisan-lukisan di sini sangat unik.

Apa kau seniman?

Suamiku yang seniman.

Dulu, aku juga ingin jadi seniman.

Terima kasih. Akan kukembalikan setelah selesai.

Aku harus pergi.

Tunggu

Tidak jadi.

Tidak ada.

Xiao Ai,

kau bisa menemani Mamah tidur hari ini?

Kenapa?

Mamah takut tidur sendiri.

Baiklah.

Aku akan menemani Mamah tidur.

Bagaimana kalau menyanyikan lagu?

Kelinciku sayang,

tolong buka pintunya,

cepat buka pintunya,

aku ingin masuk.

Kau ingin aku memanggil ruh untukmu?

Aku...

Tidak, aku tak percaya dengan hal semacam itu.

Lalu kenapa mengikutiku setiap hari sepulang sekolah?

Ini aku?

Jelek sekali.

Kau belajar di mana?

Aku tak mempelajarinya.

Tak seorang pun mengajariku.

Mungkin aku tak berbakat.

Aku sangat menghormati gurumu, Tn. Xu.

Aku tak pernah membayar.

Aku belajar gratis.

Benarkah?

Ini ibumu?

Iya.

Aku anak yatim piatu.

Saat aku kecil,

orang tuaku meninggal dalam kecelakaan.

Suatu hari,

Xu Kuizhe muncul bagai malaikat,

memberiku uang,

memberiku makan,

dan mengajariku melukis.

Sungguh pria yang baik.

"Pria yang baik".

"Benar-benar pria yang baik".

Kau suka padaku?

Iya.

Seberapa besar?

Sangat besar.

Kau bersedia melakukan apa pun untukku?

Bersedia.

Apa pun resikonya.

Halo. Paketmu.

Terima kasih.

Apa ini?

Cobalah.

Halo?

Xiao Ai?

Mamah?

Ini untuk berkomunikasi. / Benar sekali.

Jika kau takut saat malam hari, panggil Mamah dengan ini.

Mamah akan langsung datang melindungimu.

Bagus, kan? / Bagus sekali.

Aku mau ke kamar mencobanya.

Menghubungi Xiao Ai.

Ke marilah, Xiao Ai!

Mamah. Bisa mendengarku?

Dapat ini dari mana?

Di halaman.

Sepeda siapa ini?

Punyaku.

Punyamu? Ini bukan punyamu.

Mamah belum pernah membelikanmu sepeda.

Ini sungguh sepedaku. Ada namanya tertera. Lihat.

Halo?

Kau ingat padaku?

Dari studio seni sebelah. / Tentu saja.

Aku harus mengembalikan palunya.

Kenapa kau berbuat itu?

Apa?

Aku tanya kenapa.

Aku sudah memperlakukanmu seperti adikku sendiri.

Apa maksudmu?

Lupakan.

Semua itu salah dia.

Kau tidak salah.

Aku tak mengerti maksud ucapanmu.

Lukisan itu.

Jangan dibuang.

Lukisan dari dinding.

Xiao Ai.

Anak dalam lukisan.

Namanya Xiao Ai.

Halo?

Jangan!

Tolong!

Kau sudah merasa baikan?

Xiao Ai.

Mamah baik-baik saja?

Mamah tak apa-apa.

Kau pingsan.

Mamah.

Dia yang mengantar Mamah pulang.

Kau menyelamatkanku?

Ini untukmu.

Terima kasih.

Apa kau melihat seorang pria?

Dia mengenakan jas hujan.

Dia tadi mengejarku. Kau tidak melihatnya?

Tidak.

Telah terjadi pembunuhan.

Aku barusan melihat pembunuhan.

Di sini kejadiannya?

Iya.

Tak ada bekas darah.

Tak ada mayat.

Tak ada apa pun.

Kau yakin melihatnya?

Mustahil.

Aku melihat dengan mataku!

Kejadiannya di sana.

Seorang pria mencekik perempuan dengan kawat besi.

Dia mati dengan mengenaskan, aku sungguh melihatnya.

Aku sembunyi di belakang sana.

Aku sembunyi di sana.

Aku hampir menjerit.

Lalu aku sembunyi di bawah ranjang.

Dan TV-nya menyala.

Tak seorang pun yang tinggal di sini selama beberapa tahun.

Beberapa tahun?

Meskipun ini kota kecil,

Kantor Polisi banyak kerjaan.

Kuperingatkan, jika kau membuat laporan palsu lagi,

kami bisa menahanmu.

Seorang anak kecil naik pesawat.

Kau tepuk 2 kali, aku tepuk 2 kali,

2 anak kecil melempar sapu tangan.

Kau tepuk 3 kali, aku tepuk 3 kali,

3 anak kecil membawa batu bata.

Kau tepuk 4 kali, aku tepuk 4 kali, / Xiao Ai.

Bagaimana?

Aku tak tahu apa yang terjadi.

Aku melihat dengan jelas.

Tapi mereka tampaknya menghilang.

Aku mau ada kelas.

Aku harus pergi.

Kakak Yuan Yuan,

bisakah bermain denganku lebih lama?

Lain kali.

Beristirahatlah.

Tunggu.

Namamu Yuan Yuan, kan?

Iya.

Aku belum berterima kasih padamu.

Tak masalah.

Putriku, Xiao Ai, biasanya takut dengan orang asing.

Dia susah bergaul dengan yang lain.

Dia hanya malu.

Mungkin karena dia tak punya teman.

Bukankah kau pernah bilang bisa jadi pengasuh bila ada waktu?

Apa masih bersedia?

Iya.

Maaf membuatmu menunggu.

Tak apa.

Lewat sini.

Sini.

Kau mau bercinta denganku?

Tak apa.

Katakan padaku.

Apa yang kaurasakan?

Hangat.

Kita pernah bicara kalau kau bersedia melakukan apa pun untukku.

Benar kan?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Aku jelas-jelas melihatnya.

Dia membunuh perempuan itu. Benar.

Dia membunuhnya.

Aku tidak bunuh diri.

Kelinciku sayang,

tolong buka pintunya,

cepat buka pintunya,

Aku ingin masuk.

Mamah.

Mamah, ada apa?

Apa yang kaukenakan?

Mamah yang membelikanku baju ini.

Omong kosong.

Kapan Mamah membelinya?

Ada hantu di dalam rumah ini.

Tetangga bilang...

... ada yang meninggal di sini.

Meninggal karena bunuh diri.

Aku tahu.

Seluruh penduduk kota tahu.

Mereka bilang di malam hari terdengar suara piano.

Juga terdengar suara anak berhitung.

Benar.

Sebenarnya, isu itu sudah tersebar.

Mereka menyebut...

... tempat ini sebagai...

... rumah yang dihantui.

Kalau begitu apa yang harus kulakukan?

Jika Xiao Ai dan aku pindah, kami tak punya tempat tinggal.

Kau harus membantu hantu ini menghilangkan dendamnya.

Menghilangkan apa?

Dendam arwah yang gentayangan.

Bagaimana caranya?

Kau harus memanggil dulu hantunya.

Dengan cara apa?

Memanggil...

... arwah.

Arwah penasaran.

Arwah penasaran.

Kau adalah wujud asal kehidupan.

Aku adalah reinkarnasimu.

Bagaimana kau bisa tahu mantranya? Kau pernah memanggil arwah?

Belum pernah.

Saat arwah penasaran datang,

Kau bisa bertanya.

Tanyakan alasannya gentayangan.

Baik.

Arwah penasaran.

Kau adalah wujud asal kehidupan.

Aku adalah reinkarnasimu.

Apakah arwahmu di sini?

Jika kau datang,

beritahu kami.

Gelap sekali!

Mamah.

Siapa kau?

Aku tak bisa melihat.

Mamah.

Siapa kau? / Kau siapa?

Aku...

Xiao Ai.

Apa?

Kau siapa?

Kebakaran!

Apinya membakarku!

Mamah, tolong aku!

Mamah, tolong aku!

Aku terbakar! Mamah, tolong aku!

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Aku memperlakukanmu dengan baik.

Tapi kau merampas segalanya dariku.

Bahkan hidupku.

Aku takkan memaafkanmu!

Kau siapa?

Yuan Yuan!

Kau tak apa-apa?

Apa yang terjadi?

Ada anak kecil...

... dan seorang perempuan.

Sangat menakutkan.

Aku harus segera pergi. Aku tak bisa tinggal di sini lagi.

Rumah itu sulit dijual. Seseorang pernah tewas terbakar di sana 5 tahun yang lalu.

Sekarang, kau bersembunyi dan aku akan mencarimu. Setuju?

Baiklah.

Satu,

dua,

tiga,

empat, lima,...

enam,

tujuh, delapan, sembilan,

sepuluh.

Xiao Ai.

Ke mana dia perginya?

Apa dia...

... di kamarnya?

Apa di sini?

Bukan.

Ada di mana Xiao Ai, ya?

Mungkin ada di...

... boneka beruang!

Aku berhenti. Ini tidak menyenangkan.

Kenapa?

Apa karena aku mudah menemukanmu jadi kau tak mau main lagi?

Kuberitahu sebuah tempat...

... yang tak seorang pun bisa menemukanmu, mau?

Tentu.

Ada sebuah tempat di rumah ini.

Jika kau sembunyi di sana,

tak ada yang akan menemukanmu.

Di mana itu?

Di loteng.

Xiao Ai,

jangan biarkan aku menemukanmu!

Xiao Ai?

Xiao Ai?

Xiao Ai?

Xiao Ai?

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Mamah ada di sana?

Ada apa, Xiao Ai?

Mamah di mana?

Mamah di kamar.

Kau belum tidur?

Belum, aku bosan.

Bagaimana kalau Mamah tidur denganmu?

Tidak mau.

Baiklah. Kau mau main apa?

Petak umpet.

Di tengah malam begini, bagaimana mainnya?

Ada apa? Kita pernah memainkannya, ingat?

Xiao Ai?

Petak umpet. Bukankah kita pernah memainkannya?

Ada apa?

Ada apa denganmu?

Satu,

dua,

tiga,

empat,

lima,

Mamah kenapa tidak menjawab?

Kau siapa?

Kau ini siapa?

Apa maumu?

Mamah, ada apa?

Mamah cepat sembunyi! Aku akan mulai menghitung.

Jangan ke mana-mana, paham?

Satu,

dua,

tiga,

Kau siapa?

Siapa kau sebenarnya?

Xiao Ai!

Mamah, tolong aku! Mamah!

Tolong aku! Mamah!

Ada apa denganmu?

Aku hamil.

Ini benihmu.

Ini pestisida.

Jika aku meminumnya,

dalam semenit,

dari jantung dan pertutku,

semuanya akan terbakar.

Kau ingin aku meminumnya? / Kau sudah gila.

Bagaimana kalau kita ke RS? Kita menggugurkannya.

Kau hanya perlu menandatangani suratnya.

Kenapa tak kita pertahankan saja janinnya?

Sudah berapa kali kubilang? Aku ingin menggugurkannya.

Yuan Yuan, tenanglah.

Aku mencintaimu.

Aku sangat menyayangimu.

Aku akan mengurus anakmu.

Oke?

Aku mencintaimu. Salahkah itu?

Aku mencintaimu sepenuh hati.

Ayo kita pertahankan janinnya.

Meski kita masih muda, kita akan bisa melaluinya.

Apa kau bodoh?

Ini bahkan bukan benihmu.

Ikut denganku ke RS sekarang.

Kau hanya perlu...

Jika ini bukan benihku lalu punya siapa?

Ini benih...

... gurumu yang terhormat.

Benih Tn. Xu Kuizhe.

Kau puas?

Beraninya kau bertanya apa aku puas?

Aku tidak puas! / Lalu kenapa...

Kenapa kau memaksaku mengakui hal yang menjijikan itu?

Kenapa tak bisa berpura-pura tidak tahu?

Meskipun kau tahu, kenapa tak diam saja? Dasar Idiot.

Apa yang kaulakukan?

Berikan padaku.

Takkan kubiarkan kau menyakiti anakku.

Tidak akan.

Tidak akan.

Yuan Yuan.

Ada apa denganmu?

Apa yang terjadi?

Aku membunuhnya.

Aku membunuhnya.

Dia tampak sudah mati.

Yuan Yuan.

Aku mencarimu. Kau dari mana saja?

Ayo pulang.

Kau siapa?

Aku keluarganya.

Ayo!

Jangan mendekat!

Siapa yang mengajarimu bicara begitu?

Aku hamil.

Kumohon!

Lepaskan aku.

Melepasmu?

Siapa yang memberimu kehidupan ini?

Siapa yang mengajarimu melukis?

Siapa yang mendandanimu seperti boneka?

Kuberitahu.

Ini takdirmu.

Kau akan terus hidup seperti ini.

Kau tak bisa meninggalkanku kecuali,

kau bunuh diri.

Tinggalkan aku! Lepaskan!

Kupastikan, sebelum membuangmu,

kau selamanya milikku.

Bagaimana?

Masih mau melawan?

Yuan Yuan?

Sekarang kau sudah lihat,

Aku gadis seperti ini.

Ini hidupku.

Apa yang terjadi?

Kau tak apa-apa?

Jangan mendekat!

Ini bukan urusanmu.

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Sudah kuberitahu.

Jangan berpikir untuk meninggalkanku!

Hanya ada satu cara untuk pergi.

Kau mati.

Yuan Yuan!

Tidak.

Kau bukan anakku.

Kau bukan anakku.

Kau bukan anakku.

Yuan Yuan!

Yuan Yuan!

Mamah?

Mamah?

Mamah, aku takut.

Mamah?

Benar.

Aku mamahmu.

Putriku, Xiao Ai.

Ayo main... petak umpet.

Tidak mau!

Aku tidak mau.

Iya.

Kau harus mau.

Aku tak punya anak.

Benar.

Aku tak punya anak.

Kau harus sembunyi!

Kau harus sembunyi, selamanya! / Tidak mau.

Lepaskan aku!

Lepaskan! Aku tak mau! Lepaskan aku!

Lepaskan! Aku tak mau.

Yuan Yuan.

Yuan Yuan.

Yuan Yuan.

Aku sepertinya mengenalmu.

Bagaimana kau bisa tahu manteranya?

Ini Yuan Yuan 10 tahun yang lalu.

Tolong aku, Mamah!

Aku tak mau ke atas. / Xiao Ai?

Lepaskan aku!

Lepaskan aku! / Xiao Ai!

Aku tak mau!

Lepaskan aku!

Lepaskan! Aku tak mau ikut dengan Mamah. / Xiao Ai?

Lepaskan!

Tolong aku, Mamah!

Mamah!

Buka pintunya!

Di mana Xiao Ai?

Aku menyembunyikannya di suatu tempat yang tak bisa kautemukan.

Apa maksudmu? Kau sudah gila.

Di mana putriku?

Di mana kau menyembunyikannya? Katakan!

Xiao Ai?

Xiao Ai?

Xiao Ai?

Xiao Ai.

Mamah!

Mamah!

Aku bukan Mamahmu!

Aku akhirnya mendapatkanmu!

Di mana kau menyembunyikan putriku?

Ini putrimu...

... setelah terbakar.

Dia bukan putriku.

Apa kau masih bingung, Yuan Yuan?

Kenapa kau masih tak mau mengenaliku?

Apa maksudmu?

Inilah putrimu.

Kau membuatnya menderita!

Kau membunuhnya!

Apa yang coba kaukatakan?

Kau ingin aku membakarmu seperti ini?

Terbakar menjadi abu, sampai kau bisa mengingatnya?

10 Tahun Yang Lalu

Yuan Yuan.

Yuan Yuan.

Yuan Yuan!

Maafkan aku.

Aku benar-benar minta maaf.

Kau pasti takkan pernah bisa memaafkan putraku.

Tapi anak ini tak berdosa.

Aku akan merawatmu dan anakmu sampai akhir hidupku.

Sayang,

tolong maafkan aku.

Ini surat adopsimu.

Dan surat adopsi anak ini juga. Aku telah mengganti namamu.

Lupakan masa lalu,

dan memulai lembaran baru.

Setuju?

Mulai sekarang,

kau bukan lagi Yuan Yuan.

Namamu Xu Lina.

Memulai dari awal.

5 Tahun Kemudian

Ayo mulai!

Cari tempat yang bagus, kalau tidak Mamah akan menemukanmu!

Satu,

dua,

tiga,

empat,

lima,

enam,

tujuh,

delapan,

sembilan,

sepuluh.

Mamah datang.

Xiao Ai.

Kau sudah siap?

Mamah akan mencarimu.

Xiao Ai.

Sudah temukan tempat yang bagus?

Kau ada di loteng?

Mamah datang.

Mamah, kebakaran!

Mamah, kebakaran!

Mamah, kebakaran!

Xiao Ai!

Mamah! / Xiao Ai!

Mamah, tolong!

Mamah!

Tubuhku terbakar!

Aduh sakit!

Mamah! Tolong aku!

Mamah!

Mamah!

Mamah! Tolong aku!

Xiao Ai, anakku sayang!

Mamah, ke marilah!

Mamah! Aku takut!

Mamah, tolong aku!

Mamah, tolong aku!

Xiao Ai!

Xiao Ai!

Maafkan Mamah!

Jangan pergi!

Kau siapa?

Mamah.

Putriku...

Dia mati terbakar.

Kakek dan nenek memintaku untuk tidak memberitahu Mamah.

Siapa namamu?

Namaku Wen Wen.

Eh, namaku Xiao Ai.

Bagus.

Xiao Ai,

mulai sekarang,

jangan beritahu orang lain kalau kau anak yatim,

atau nama aslimu Wen Wen.

Kalau tidak,

kakek akan mengirimmu kembali ke panti asuhan.

Baik, aku mengerti, kakek.

Xiao Ai.

Namaku adalah Xiao Ai.

Mulai sekarang, aku Xiao Ai.

Jika aku tak mau menjadi Xiao Ai,

aku akan dikirim kembali ke panti asuhan.

2 Minggu Kemudian

Siapa namamu?

Xu Yuan Yuan.

Kau sudah ingat semuanya sekarang?

Sudah.

Kau sadar masalah apa yang menimpamu?

Ini adalah rekaman terapimu.

17 September 2013

Siapa namamu?

Lina. Xu Lina.

Kenapa kau di sini? Apa kau mengalami ketidaknyamanan?

Kau butuh pengobatan?

Aku sehat-sehat saja.

Kau bersekongkol dengan kakekku, menyebutku gila dan mengurungku di sini.

Kaupikir ini lucu?

Keluarkan aku dari sini. Aku mau mencari putriku, Xiao Ai.

Kau bilang tak punya masalah apa pun.

Ya.

Kaulah yang bermasalah.

17 Oktober 2013

Siapa namamu?

Aku Xu Yuan Yuan.

Kenapa kau sangat membenci anakmu?

Dia seharusnya tidak terlahir ke dunia.

Dialah akar masalahnya.

Dia datang!

Monster!

Kebakaran!

Aku takut!

Mamah, kebakaran! Tolong aku!

Tolong aku!

Sekarang, kau sudah menerima kematian putrimu?

Tidak.

Putriku.

Dia masih hidup.

Mamah takut tidur sendirian.

Kau mau menemani Mamah tidur setiap malam?

Tentu.

Tidur dengan Mamah. Menyanyikan lagu untuk Mamah.

Tentu.

Ayo.

Kelinciku sayang,

tolong buka pintunya.

Cepat buka pintunya...

Diterjemahkan Oleh BlackSpiders

IDFL Subs Crew Member Kunjungi Kami di http://idfl.me

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.