Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
sukanal.com Situs Terbaik Hadirkan Kepuasan Untuk Anda!
= BANYAK EVENT TAK TERDUGA = BUKTIKAN SAJA SENDIRI!
Untuk Pemberani dan Berjiwa Pejuang Ke sukanal.com Aja!
Pengalaman hidup di dunia.
Pertemuan seperti apa yang bukan keajaiban hidup?
Yang tak mau ditemui
bahkan dalam jarak dekat pun,
tak akan bertemu.
Yang mau ditemui
walau lalui ribuan gunung dan sungai,
akan sampai di sisinya.
Passage of My Youth
Subtitle by RhainDesign Palu, 28 Juni 2021
Namaku Jiang He.
"Jiang" dari Meng Jiang.
"He" dari Sungai Kuning.
Aku punya cinta monyet yang selalu mengangguku sejak kecil.
Mungil.
Cepat bantu aku. Misiku belum selesai.
Ayah memaksaku meminumnya.
Menyebalkan.
Namanya
Gu Er-chun.
Baik otak maupun fisiknya sama-sama memancarkan aura kebodohan.
Tapi
entah apa salah lampauku,
aku sekelas dengannya sejak TK.
Orang ini
mencemariku dengan kebodohannya tiap hari.
Nikahi gadis cantik itu,
badan ramping dan ringan,
bobot 50 kg.
Jika urutan unsur kimia dibuat begini,
bisa hanya belajar sekali.
Kelak jangan bilang aku bodoh lagi.
Aku hanya belum bertemu
guru berbakat sepertiku.
Pergi.
Jiang Hai.
Untung saja,
di dunia ini
ada satu keberadaan yang berlawanan dari Gu Er-chun.
Dia adalah Jiang Hai.
Kuselalu ikuti jejaknya
sejak mulai bersekolah.
Seperti air sungai yang mengalir menuju lautan.
Di sekolah aneh ini,
ada peraturan aneh.
Yang dapat nilai terbaik
tinggi atau pendek,
boleh duduk di posisi emas.
Dan yang duduk di posisi emas kelas kami
selalu Jiang Hai.
Aku adalah penggemar Jiang Hai.
Siswa Jiang Hai
dari SMP kelas 2B
berhasil meraih juara pertama
di kompetisi mengarang,
kompetisi fisika,
kompetisi piano anak muda
tingkat nasional.
Untuk mengikuti jejaknya,
kuperankan Jiang Meng.
Aku tak akan menyerah walau temui jalan buntu.
Tingkat kerja keras yang mengejutkan.
Apa hebatnya menjadi juara satu?
Bukankah agar orang tua bangga
saat Pertemuan Orang Tua?
Jujur pada ayah.
Apa ada tujuan lain?
Mustahil.
Tentu saja ada.
Jiang He
dari SMP kelas 2B.
Dia juga sangat hebat.
Dia meraih peringkat pertama
di liga matematika SMP tingkat nasional.
Apa dia suka
jika aku beri dia coklat?
Dia paling suka coklatku.
Apa kalian ingat angka belakang pi?
Kalian tulis sebuah surat butuh waktu berapa lama?
Tiga jam?
Satu hari?
Satu minggu?
Dan berapa lama waktu yang kalian habiskan untuk menghafal sejarah?
Apa kalian tahu sejak tahun berapa hingga berapa Perang Dunia I?
Tahukan kalian kapan Hari Kemenangan atas Jepang?
Jika tak tahu?
Aku tak mengerti kalian suka apa dari Jiang Hai.
Tapi jika benar mengagumi seseorang,
ingin berada di sisinya...
Klub Penggemar Jiang Hai?
Kau saja yang urus.
Maka, harus memperbaiki diri,
kuat dan disiplin,
menjadi orang yang dekat dengannya.
Yang benar saja.
Berapa kau dibayar olehnya?
Kau suka menjadi pengikutnya.
Aku sukarela.
Lompat kelas tak beri tahu?
Kenapa harus beri tahu?
Kenapa kau mengikutiku?
Kiri: SMA, Kanan: SMP
Di hari itulah, Gu Er-chun
merasakan kesedihan yang luar biasa.
Dia mulai giat belajar
selalu membaca buku kapan pun aku melihatnya.
Dia berubah menjadi
Gu Xue-hao.
Dia juga lompat kelas.
Hai, Mungil.
Mungil.
Mungil.
Walau dia sudah berusaha keras,
tak disangka...
Jiang Hai, Jiang He.
Kalian boleh melapor ke kelas 3A.
Baik.
Ini saluran pendidikan
"Kelas 3 SMA Seru".
Tahun ini SMA Kelas 3A Sekolah Shu Ren
terdapat dua anak jenius.
Saat anak seumuran mereka menghadapi ujian masuk perguruan tinggi,
mereka telah memenuhi
15 dan 7 buah tawaran kuliah di Inggris.
Mari berkenalan.
Berkesempatan kuliah di Inggris bersama Jiang Hai
adalah kesempatan impian yang tak berani kumimpikan.
Apa bagusnya Inggris?
Aku juga tak tahu.
Mungkin karena sangat jauh.
Bukankah impian selalu ada di tempat jauh?
Hei.
Untuk apa kau bawa ini?
Mau berkelahi?
Apa pun yang kau perlukan ada di Inggris.
Beli saja di sana.
Pak Jiang.
Ayah ini...
Bukankah ayah hanya seorang dokter gigi?
Serasa punya ayah kaya
saat ayah berikan kartu ini padaku?
Gadis bodoh.
Ayahmu ini
sejak menyadari melahirkan seorang anak gadis yang jenius,
ayah sudah mulai menabung sejak 800 tahun lalu.
Tapi sejujurnya, Ayah.
Tabunglah sedikit uang.
Nanti saat ayah melamar orang lain,
wanita itu akan menghina ayah,
"Tua dan tak punya uang."
Bagaimana nanti?
Tatapan seperti apa itu?
Tinggal bersama ayah 10 tahun ini,
apa pernah merasa tertekan?
Hei.
Kalau begitu, ayah merasa tenang.
Astaga.
Saat anak orang lain pergi keluar negeri,
orang tua berlinang air mata.
Ayahmu ini
tak sabar ingin berpesta.
Ayahmu ini
jika selamanya tinggal di tempat kecil ini
juga tak apa-apa.
Tapi anak gadis ayah tak boleh.
Kau harus terbang tinggi.
Dunia ini begitu besar.
Kau harus pergi melihat dunia untuk ayah.
Ayah.
Terima kasih.
Astaga, Gadis bodohku.
Mungil.
Mungil.
Turunlah.
Hai, Mungil.
Cepat.
Ya ampun.
Keren sekali.
Ayahmu belikan lagi motor Harley.
Hebat.
Walau kau mau bintang di langit pun,
dia akan mengambilkan untukmu.
Untuk apa aku mau bintang di langit?
Tidak boleh. Harus kucoba sendiri.
Hei.
Turun.
- Turun. - Kenapa?
Apa kau setinggi motor ini?
Jika kau naik, orang kira tak ada yang mengendarainya.
Pakai helm.
- Berangkat. - Berangkat.
Gu Er-chun.
Berhenti!
Gu Xin-lie!
Boleh pelan sedikit?
Bukan. Boleh berhenti?
Gu Er-chun!
Berhenti!
Gu Er-chun!
Berhenti!
Sudah kubilang tadi
jangan mengebut.
Masih saja begitu.
Aku suruh berhenti juga tak dengar.
Mengagetkanku saja.
Kau kira tadi itu cepat?
Menurutmu?
Esok aku keluar negeri.
Kau hari ini mau antar nyawaku?
Namun aku tetap tak bisa mengejarmu.
Selamanya.
Jiang He.
Kenapa kau selalu begitu?
Kenapa kau tak menungguku?
Kau...
Naik kemari.
Ambil ini.
Untuk apa aku ambil diska lepas?
Imajinasi siswa unggulan memang tinggi.
Ini peluit.
Kelak jika kau meniupnya,
aku segera muncul di sisimu.
Siswa pemalas.
Kau memang cukup kekanak-kanakan.
Jika tiup ini di Inggris,
apa kau akan muncul juga?
Mungkin.
Kalau tak coba, bagaimana kau tahu?
Tapi Gu Er-chun,
penerbangan ini ada batas berat untuk bagasi.
Satu koper 20-30 kg.
Melebihi itu akan kena denda.
Kau sudah bawa begitu banyak barang
tak begitu berpengaruh bawa ini.
Baiklah
Aku terima keinginanmu.
Aku bersumpah. Akan kubawa ini ke mana pun aku pergi.
Masih ada lagi?
Sudah tak muat.
Ini nomor teleponku,
telepon rumah, surel,
dan juga nomor ayahku,
nomor telepon kantor dan alamat kantor ayahku.
Kecuali pergi dari Bumi,
kau bisa menemukanku.
Terima kasih.
Alamat rumah, ponsel Gu Er-chun
Ponsel Gu Yun, PT Teknologi Internet Xin Yue
Jiang Hai.
Kenapa kau memilih Inggris waktu itu?
London Eye.
Kapan kita lahir?
Tahun Milenium.
London adalah London Eye, Jembatan Milenium, dan
The Dome dibangun tahun itu.
Wakili pergantian era dunia.
Tiga bangunan ini juga dikenal keajaiban Matematika.
Mereka melambangkan
era baru.
Itu juga era kita.
Jadi,
aku ingin melihatnya.
Sangat keras kepala.
Terbang menuju Inggris
rata-rata waktu penerbangannya 11 jam.
Perjalanan sekitar 10.000 km.
Walau tinggalkan kampung halaman
namun karena ada Jiang Hai di sisiku
aku menjadi antusias.
Dia
adalah teman sekamar pertamaku di Inggris.
Boleh kubuang benda ini?
Langsung menurunkan estetika asrama kita
menjadi sangat rendah.
Namanya Zhao Yi-mei.
Yi-mei seorang gadis yang berani.
Dia gemar belanja,
jika ada jalan pasti dia kunjungi.
Permisi, boleh aku tinggal di kamar ini?
Di mana pun boleh.
Apa?
Menurut aturan kampus.
siswa baru wajib di asrama.
Aku bahkan tak bisa menyewa kamar termurah.
Tapi,
sekamar hanya bisa untuk dua orang.
Aku
bisa jadi Xiao Long-nu.
Ini teman sekamar keduaku.
He Xi-xi.
Untuk mengingat namanya,
aku memberinya nama panggilan.
Xi-xi si Pelit.
Bukan untuk mengejeknya,
namun dia
memang sangat pelit.
Akhirnya tiba hari pertama kuliah yang kunantikan.
Semester pertama ini, kuambil 15 kelas.
Jiang Hai mengambil jurusan ganda elektronik dan fisika.
Total 23 kelas.
Karena itu, jadwal kami berbeda jauh.
Hanya kelas aljabar dan C++ yang sekelas.
Hai.
Hai.
Ini kau yang buat?
Ya.
Aku tak dapat menemukan sudut baru untuk memujimu.
Omong-omong, Jumat malam ada pesta untuk mahasiswa baru. Kau datang?
Kau tahu aku tak suka acara seperti itu.
Kau ingin pergi?
Tidak juga.
Hanya ingin segera berbaur,
berteman dengan teman baru,
dan juga ada banyak makanan enak.
Maksudmu,
piza besar dan burger bertingkat?
Ada waktunya senang.
Ada waktunya kesepian.
Sederhana dan teratur.
Padat dan lelah.
Begitulah kehidupan di luar negeri.
Sebenarnya hingga sekarang,
kehidupan mahasiswa asing tak begitu sulit seperti kata orang.
Semuanya baik-baik saja
karena ada orang ini bersamaku.
Aku ingin naik itu.
Baiklah.
Tapi masuk kelas dulu.
Selamat pagi.
Ini cantik sekali.
Ini juga bagus. Dalamnya ada pohon.
Lihat ini.
Permisi, aku mau ini dua buah.
Ayo cepat.
Jiang Hai akan panik jika tak melihatku.
Jangan bicara.
Kau sekarang sudah setara artis terkenal.
Kau mengeluh lagi.
Kuoleskan semukamu.
Lihat baju dan sepatu ini.
Semuanya besar.
Kau?
Semuanya kecil.
Ayo kemari.
Ayo cepat.
Di London ada London Eye,
aku ingin melihatnya.
Jiang Hai.
Kau mau naik kapal atau berenang?
Kenapa kau tahu aku disini?
Kita teman sepuluh tahun,
mengikuti 18 lomba bersama.
Mana mungkin aku tak mengenalmu?
Sebenarnya aku sudah tahu kau pasti di sini
setelah lihat model permenmu.
Sekarang bagaimana?
Apanya bagaimana?
Dansa pertama dalam hidupku.
Ikuti aku.
Anugerah tertinggi Matematika adalah Medali Fields,
atau disebut Medali Waltz
yang diambil dari nama Matematikawan, John Fields.
Mungkin hanya kebetulan.
Tari Waltz
menurutku juga
sebuah tarian yang mencerminkan keindahan matematika.
Namun aku lebih suka nama lainnya.
Tarian bundar.
Tarian bundar?
Dansa pertamaku bersama Jiang Hai.
Ini pertanda baik.
Tampaknya menunjukkan jarak aku dan Jiang Hai.
Tak peduli kami pergi ke mana pun,
bertemu berapa banyak orang,
namun kelak
kami akan kembali ke tempat semula,
ke sisi masing-masing.
Di malam itu aku merasa
di bawah langit London,
aku dan Jiang Hai berdansa
tak ada
yang lebih membahagiakan dari saat ini.
Kau banyak sekali belanja?
Kau melayani jasa titip?
Astaga.
Ini semua adalah pialaku.
Membuatku kesal saja.
Teman kelas asal Zhejiang
baru saja pergi ke London.
Beberapa hari ini, dia selalu unggah foto.
Biar kupamerkan padanya.
Begini.
Terima kasih.
Piala baruku
Bukankah kau jurusan Biologi?
Kenapa tulis tesis keuangan?
Ayo lanjut kerja.
Jika uangku terkumpul, aku akan pergi ke London.
Jika uang kerja paruh waktuku terkumpul, aku akan makan di Tom's Kitchen di London
Bukankah kau sudah dapat beasiswa?
Kenapa masih kerja paruh waktu?
Aku ingin mencobanya.
Bukankah ada pepatah,
"Hidup mahasiswa asing harus ada kerja paruh waktu?"
Hei.
Di sana.
Ya?
Salurannya tersumbat.
Bersihkan dulu.
Baik.
Aduh.
Aku kasihan melihatmu,
tapi juga iri padamu.
Setiap kali kau muntah turun 1,8 kg.
Nanti juga kau akan terbiasa.
Namanya Tian Xia-tian.
Dia juga mahasiswa asing
dari Tianjin.
Dia kakak yang peduli di antara pekerja paruh waktu.
Masih sakit?
Ya.
Bagaimana kondisimu?
Sudah ke toilet tiga kali.
Harus minum obat diare.
Biar kubeli.
Sudah larut. Ayo pergi bersama-sama.
Baiklah.
Kau bayar, aku ambil obat.
Aku sayang kalian.
Cium.
Istirahatlah.
Ayo.
Gu Er-chun
Ada apa?
Gu Er-chun?
Hai, Jiang He!
Biar kuperlihatkan
langit kampung halaman kita
dan juga laut kampung halaman kita.
Mentarinya juga.
Dan juga pria tampan kampung halaman kita.
Masih ada lagi. Aduh.
Masih belum cukup dipanggil Gu Er-chun?
Kau...
Sudah dulu.
Aku tak tahan lagi.
Halo.
Tak apa?
Apa kau salah makan?
Sudah minum obat?
Aku tak apa-apa.
Hanya diare saja.
Kenapa kau begitu panik?
Aku jenguk, ya?
Kak,
walau kau berangkat sekarang,
naik kereta cepat tiga jam sampai Beijing.
Penerbangan Beijing ke London 11 jam.
Coba kau buka pintu.
Mungkin aku di depan pintu.
Kau...
Jangan-jangan...
Gu Er-chun.
Beraninya kau menipuku?
Apa kau...
ingin bertemu aku?
Tak ingin. Tentu saja tidak.
Aku sibuk kuliah
dan kerja paruh waktu.
Tak ada waktu untuk menyambutmu.
Halo?
Bukan apa-apa.
Aku hanya bercanda.
Kau istirahatlah.
Halo, Pak.
Apa ini pesananmu?
Ya, terima kasih.
Pacarmu sangat beruntung.
Kau datang dari Tiongkok
belikan makanan untuknya.
Baik sekali.
Awalnya adalah kejutan, namun sekarang...
Namun sekarang
aku tak membutuhkannya lagi.
Entah kenapa...
Tom's Kitchen
...di hari itu aku,
untuk sesaat
percaya
jika aku meniup peluit ini,
Gu Er-chun akan muncul.
Aku mungkin tertular kebodohannya.
Aku terus berpikir,
"Apa itu cinta?
Mengejar dan bertahan?
Atau menemani dan melindung?"
Pertanyaan ini membuat orang sedih.
Kudengar
kata mahasiswa asing,
pengunjung Tom's Kitchen amat banyak.
Aku kira ada makanan enak apa.
Ternyata,
tetap saja kentang.
Mengerikan sekali suku kentang ini.
Kita seperti tak bisa hidup tanpa kentang.
Begini...
Setidaknya mereka tak perlu berputar otak
ingin makan apa.
Aku dengar dari He Xi-xi
pemilik restoran ini sering menunggak gaji karyawan paruh waktu.
Jahat sekali.
Aku pengacara Komisi Urusan Internasional Inggris.
Kami mendapat keluhan
di sini mempekerjakan orang secara ilegal.
Astaga.
Ini hanya usaha kecil.
Tak perlu berlebihan.
Menurut UU Inggris,
mahasiswa asing tak boleh kerja melebihi sepuluh jam.
Waktu belajar kau sita,
hingga kehadiran
tak bisa mencapai 25%.
Sekolah dan Badan Perbatasan Inggris
berhak menuntutmu.
Bukan.
Kehadiran mereka bukan urusanku.
Mereka sendiri yang bersedia mencuci piring.
Kami sepakat secara pribadi.
Tapi kau memotong gaji mereka,
restoranmu tetap harus ditutup.
Hei.
Anak muda, kau mau menutup restoranku.
Apa hakmu?
Kau...
Ini nomor teleponku.
Suruh pengacaramu hubungi.
Baiklah.
Gaji kubayar sekarang.
Sekarang langsung kubayar, mengerti?
Kartu peminjaman perpustakaan.
Aku mulai mengasihani bos berengsek itu.
Aku traktir
makanan hari ini.
Asyik.
Reputasimu bagus sekali, Jiang Hai.
Sampai Xi-xi yang pelit mau mentraktirmu.
Astaga.
Hanya makanan staf.
Buatan Tian Xia-tian, gratis.
Bagaimana rasanya?
Enak?
Enak sekali.
Senangnya kumpul bersama orang senegara.
Enaknya dilindungi.
Terima kasih.
Jiang He,
kau dibantu Jiang Hai,
apa dia pacarmu?
Bukan.
Kami...
Kami hanya
teman biasa.
Libur musim panas pulang?
Kau tak rindu ayah ibumu?
Mereka yang kemari.
Baguslah.
Kita
bertemu lagi setelah liburan musim panas ini.
Tak ingat lagi makanan enak atau tidak.
Aku cuma ingat
senyuman Jiang He.
Libur musim panas pertama
aku rindu untuk pulang.
Siapa pun tak aku beri tahu.
Ayah beri tahu.
Jika tak ada aral melintang,
inilah ibu tirimu.
Apa giginya sehat?
Kenapa berbicara begitu?
Rekan di RS Stomatologi.
Yang terpenting gigi sehat.
Kenapa kau di sini?
Aku bersekolah di SMA ini.
Kapan kau bersekolah di SMA ini?
Jika kubilang,
demi hari yang kunantikan itu.
Apa kau percaya?
Kemari.
Ini saat kau di Tiongkok.
Tandai hari milikku.
Malam ini saja.
Kau hebat juga
ternyata juga suka mendengar lagu ini.
Jadi,
apa impianmu?
Impianku?
Itu...
Impianku adalah punya putri cantik.
dan bersikap baik padanya seumur hidupku.
Tak biarkan laki-laki lain mendekatinya.
Gila.
Kau sudah selesai?
Ayo kita berjalan-jalan.
Di hutan belantara
sangat terpencil.
Apanya yang lucu?
Saat kau meninggalkanku,
- setiap hari aku... - Hei.
Jangan berbicara lagi.
Kenapa hentikanku?
Kusiapkan sejak lama.
Aku mau pergi.
Hei, jangan pergi.
Di saat kau meninggalkanku,
kukumpulkan kabar tiap hari.
Kupamerkan saat kau pulang.
Di sini adalah
lokasi pemotretan ketiga terbaik.
Ayo swafoto.
Katakan "Istri".
Apa katamu tadi?
Pose lain.
Katakan "Bini".
Apa ini?
Ini laporan yang kukerjakan setiap hari.
Aku ingin saat kau pulang,
kita bisa mengunjungi bersama
tempat terbaik yang ada di sini.
Kau kira tadi aku mau lakukan apa?
Bukan apa-apa.
Melihatmu begitu canggung
sepertinya ada sesuatu.
Lebah.
Kenapa kau lari?
Kau kira aku akan menyatakan cinta padamu?
- Bukan. - Kau kira aku sebodoh itu.
Di tengah ladang sayur.
Mungil, tunggu aku.
Ada kata-kata
yang kutakuti akan diucapkan Gu Xin-lie.
Karena saat itu, aku tak bisa membalas perasaannya,
tak bisa menerima cintanya.
Karena sungai
selalu mengalir ke laut.
- Terima kasih tempat duduknya. - Sama-sama.
Omong-omong,
mau ikut bersamaku Kontes Modeling Matematika Amerika?
Boleh.
Tapi kontesnya dalam tiga hari.
Kita butuh tempat tinggal.
Kita bisa 24 jam bersama.
Kenapa kau duduk begitu jauh?
Aku...
Aku tak suka berduaan bersama pria
di tengah malam.
Kau kebanyakan berpikir.
Tiga hari tiga malam ini
tak perbedaan gender.
Aku tahu.
Sebuah Rocket 747 memiliki kecepatan
0,84 mach.
Namun berat tanpa muatan adalah
174.000 kg.
Ratio berat tolaknya 0,29.
Jika ingin tahu kemampuan spesifiknya,
harus mengukur ukuran sayap dan panjang mesin.
Apa benar begini?
Ya, benar.
Aku mandi dulu agar tak bengkak.
Baiklah.
Ada apa?
Kaca ini transparan.
Jiang He, apa kau stres?
Menurutmu, kita
berkesempatan juara satu?
Dua siswa nasional unggulan
ditambah lagi kau sehebat dewa.
Sebenarnya kau juga sangat hebat.
Ayo kita lanjutkan.
Kau sudah bangun.
Sudah mandi?
Ayo makan sarapan.
Di mana Jiang Hai?
Dia pergi joging.
Sebentar lagi pulang.
Dia terbiasa mandi dulu baru makan.
Ayo cepat gosok gigi.
Makanlah setelah cuci muka.
Tim pemenang selanjutnya
Grup B.
Silakan pemenangnya naik ke panggung,
Jiang He dan Jiang Hai.
Selamat.
Terima kasih.
Aku sejak kecil dipanggil genius.
Namun semakin dipuji, semakin seperti sebuah kutukan.
Kau menghadapi kesepian tiada akhir.
Namun,
pada tahun-tahun aku disebut "genius",
ada seseorang yang selalu menemaniku.
Dialah teman dekatku.
Kami bisa berkomunikasi
hanya melalui saling menatap.
Jika bukan karenanya,
aku akan menjadi orang yang membosankan,
yang terisolasi.
Aku mungkin akan kehilangan semangat.
Dialah temanku satu-satunya.
Terima kasih,
Jiang He.
Sebenarnya aku yang harus terima kasih.
Jika bukan karena dia,
aku mungkin hanya gadis biasa yang pandai dalam hal sepele
menghadapi ujian dan hidup
Aku sangat beruntung
bisa bertemu denganmu.
Mari makan!
Hei, jangan bergerak.
Ada etikanya jika makan hotpot.
Tak semua bisa dimasukkan.
Jangan sembarangan.
Sudah lama kumakan begini,
tapi aku tak mati.
Kau mati juga tak apa.
Di sini masih ada orang genius.
Mereka masih dinantikan kembali membangun negara.
Terima kasih.
Beri mangkoknya padaku.
Lobak.
Terima kasih.
Punyamu.
Kau bermaksud menyuapi kami?
Tak perlu malu.
Aku berjiwa melayani.
Menurutku,
Xia-tian yang terbaik dalam menjaga orang
di antara mahasiswa asing.
Kapan kita bisa makan lagi?
Kapan pun boleh.
Baik.
Cinta tumbuh karena sering bersama
atau cinta pada pandangan pertama?
Sungguh membingungkan.
Intinya, Jiang Hai
tak pernah tertawa sebahagia itu.
Tidak pernah sama sekali.
Karena hal sepele ini, kau
mengabaikannya selama beberapa hari.
Tian Xia-tian hebat sekali.
Jangankan laki-laki,
bahkan He Xi-xi pun
akah bertekuk lutut di hadapannya.
Biara Tintern
dibangun tahun 1131.
Salah satu situs peninggalan termegah di Inggris,
dan juga bangunan teragung di Wales
pada abad ke-16.
Raja Inggris, Henry VIII
mereformasi gereja
dan sebagian dihancurkan.
800 tahun berlalu,
bangunan yang masih kokoh
membuktikan keahlian teknik pembangunan waktu itu yang luar biasa.
Soal Tian Xia-tian,
bagaimana cara dia mendapat hati Jiang Hai
juga membutuhkan keahlian tingkat tinggi.
Aku dan Jiang Hai yang sudah lama mengenal
tak bisa menandingi gadis itu.
Aku
mengakui kalah.
Aku juga sama buruknya.
Aku bercerita kisahku, kenapa kau menangis?
Aku merindukannya.
Zhao Yi-mei, cukup.
Kita sudah di Inggris dua tahun.
Saat kau gila berbelanja dan pamer ke teman-teman,
aku harus terus bekerja paruh waktu.
Tapi aku tetap bersyukur.
Bersyukur aku masih bisa berdiri di sini.
Sedangkan nona besar sepertimu,
kau punya semua yang bahkan tak berani kuimpikan.
Beraninya kau menangis di sini.
Kau tahu?
Di dunia ini,
orang harus berusaha keras
agar bisa bertahan hidup.
Xi-xi.
Seumur hidupmu,
mungkin pria ini
satu-satunya kegagalanmu, bukan?
Kau tak pernah gagal sebelumnya?
Kau munafik.
Inilah kali pertama
kulihat He Xi-xi tangis.
Sejak saat itu,
tak pernah lagi kusebut kata tangguh.
Sebab suka duka orang
berbeda.
Setiap orang
mengalami suka dan duka yang berbeda.
Harus mengalami langsung
untuk tahu rasanya.
Cari dia jika merindukannya.
Jangan sampai kau menyesal.
sukanal.com Situs Terbaik Hadirkan Kepuasan Untuk Anda!
= BANYAK EVENT TAK TERDUGA = BUKTIKAN SAJA SENDIRI!
Untuk Pemberani dan Berjiwa Pejuang Ke sukanal.com Aja!
Kenapa di depan pintu?
Masuk dan duduklah.
Jiang Hai segera pulang.
Ayo masuk.
Sudah kubilang,
surat-surat ini harus segera dilihat.
Nanti kalau...
Jiang He.
- Kebetulan. - Cari aku?
Aku datang mencari dosenku.
Benar.
Minggu depan aku ada pertunjukan piano solo.
Jika ada waktu,
datanglah.
Tidak enak dilihat
jika tempatnya kosong.
Melihat senyumannya,
aku berkata,
"Jiang He,
baik hujan atau bersalju,
kau tetap harus pergi."
Pertunjukan Piano Solo Jiang Hai
Astaga.
Keren sekali Jiang Hai.
Lang Lang datang pun
belum tentu sepenuh ini.
Terima kasih.
Halo.
Kau harus hati-hati.
Kalian sudah setara.
Tetapi,
Walaupun dia sudah pakai gaun hitam
tetap tak bisa menutupi
kobaran api panas di sekujur tubuhnya.
Subtitle by RhainDesign Palu, 28 Juni 2021
Aku pernah bermimpi seperti ini.
Apa sekarang mimpimu menjadi kenyataan?
Kau mau bilang apa?
Aku tak boleh tertidur.
Kau lelah?
Kebanyakan orang memang seperti ini.
Terima kasih sudah datang.
Sekarang,
biar aku perkenalkan Nona Tian.
Dia akan memainkan lagu terakhir bersamaku malam ini.
Ini juga lagu kesukaanku,
oleh Chopin.
Silakan menikmati.
Semua ini seperti mimpi, bukan?
Benar, bukan?
Tak ada Tian Xia-tian.
Tak ada konser musik.
Aku hanya ingin bangun dari mimpiku
dan kembali ke lapangan SMA.
Jiang Hai yang berusia 16 tahun tersenyum padaku.
Hanya tersenyum padaku.
Mungil.
Mungil.
Saat terjatuh,
aku malah melihat Gu Er-chun.
Bagaimana mungkin?
Akhirnya,
aku menjadi sama bodoh dengannya.
Bukan Gu Xin-lie yang bisa melintasi waktu.
Tapi waktu berjalan cepat.
Dia diterima di Universitas London.
Sehingga beda waktu kami
dari tujuh jam
menjadi tak ada perbedaan.
Sedangkan aku
tak lagi ingin menjumpai Jiang Hai.
Demi menghindar, kupindah
dari Cambridge ke London.
Sementara mencari rumah,
tinggal di rumah Gu Xin-lie.
Kau sedang apa?
Aku tak ingin kau berpikir aku sepantasnya begini.
Baik.
Uang sewa sudah kuterima.
Selain itu,
kau harus cuci baju dan masak setiap hari.
Beres-beres.
Kuserahkan padamu.
Pria tampan dari desa
masak pangsit desa.
Dan juga ada
ayam goreng.
Makan satu tomatnya.
Makan agar tumbuh tinggi.
Hei, itu sudah kumakan.
Kau pasti tahu, bukan?
Tahu apa?
Aku suka Jiang Hai selama tujuh hingga delapan tahun.
Jadi...
Maaf.
London Eye.
Millennium Bridge.
The Dome.
Mereka memang indah seperti kabarnya.
Aku kira
setiap tempat akan terukir
jejakku bersama Jiang Hai.
Namun kenyataannya,
hanya ada aku.
Kali ini
Gu Er-chun diam-diam selalu berada di sisiku.
Bahkan saat aku tak berbicara
seperti penderita autis.
Ternyata
kehangatan itu
berasal dari orang di sisimu
yang tak pernah tinggalkanmu.
Hore.
Mungil.
Perahu desa.
Tambak desa.
Dibuat pria tampan dari desa.
Kemari.
Ayo.
Mungil, ke sini.
Ayo bangun. Dingin.
Salju di London memang ajaib.
Inilah kata pertama yang diucapkan
teman autisku dalam minggu ini.
Ayo berbaring lihat salju.
Apa kau tahu?
Pemandangan ini sudah kubayangkan sejak lama.
Tak bisa kupercaya
ini benar-benar terwujud.
Jiang He,
kau sudah pindah ke London dari Cambridge.
Sebenarnya,
di sini juga lumayan indah.
Menurutmu?
Ada apa, Mungil?
Mungil.
Ada apa?
Mungil?
Aku hanya coba apa masih berfungsi.
Kau masih menyimpannya?
Bukankah kau yang beri aku?
Apa ini?
Metode ini bagus.
Tak akan lecek.
Patut disebarkan.
Enak sekali.
Cobalah masakanku.
Memang ini hanya kentang,
namun jauh lebih enak dari kentang Tom's Kitchen.
Bagaimana kau bisa tahu?
Seperti kau dan Jiang Hai di Inggris.
Kupunya teman di London.
Mereka beri tahu aku.
Omong-omong,
aku, Zhao Yi-mei, dan He Xi-xi
janji saat panggilan video.
Musim panas ini kami akan pergi berkemah.
Hanya kalian bertiga?
Berbahaya sekali.
- Harus bawa satu pengawal. - Siapa?
Jangan-jangan kau.
Ini.
Kau mengganti nomor ponsel dan surelmu.
Apa tak terlalu kejam?
Sebenarnya, Jiang Hai...
Bukankah bintang itu cantik?
Aku seketika merasa
semua yang kita alami
baik sedih maupun putus asa,
di depan alam semesta ini menjadi begitu kecil.
Tak pantas diungkit.
Apa kita akan menyesal
saat tua nanti?
Tak melakukan hal benar di masa muda.
Hanya pikirkan pacaran.
Kita belajar bertumbuh lewat cinta.
Itulah yang disebut hal yang benar.
Aku rasa
cinta yang meninggalkan
kenangan terindah.
Seperti masa muda kita.
Semoga kita
tak sia-siakan masa muda!
Senangnya. Mengobrol apa?
Tak akan kuberi tahu.
Ini rahasia para gadis.
Xi-xi.
Gu Er-chun.
Kita pernah melihat kembang api di kampung halaman bersama.
Lihat salju di London.
Melihat keindahan langit saat berkemah.
Beberapa tahun ini, kita
melakukan banyak hal bersama.
Jika ada yang menemanimu melewati waktu,
kau tak akan takut waktu berlalu cepat.
Ada bintang jatuh.
Pertama lihat bintang jatuh.
Buat permohonan.
Semoga
jika sulit bawa barang,
ada yang menolong.
Selamanya kau tak diare.
Tak jatuh saat naik motor.
Selalu ada tempat bersandar
saat kau sedih.
Kenapa bertele-tele?
Bahasa adalah simbol yang ajaib.
Saat kau menginginkan sesuatu,
kau harus
berkomunikasi dengan alam semesta.
Bodoh sekali,
Gu Er-chun,
jika ingin terbitkan buku,
berjudul "Kamus Bahasa Er-chun",
biar aku saja yang menulisnya.
Sebab sampai kini
hanya aku yang bisa menulis semua tentangmu.
Saat kau perkenalkan aku,
kau harus menulis
rupa tampan
dan berhati kuat.
Rupa dan suara orang tetap ada walau sudah mati.
Apa katamu?
Rupa dan suara orang tetap ada walau sudah mati.
Akhirnya aku menangkap kesalahanmu.
Akan selalu dikenang.
Dan itu bukan tulisan batu nisan,
tapi kalimat sanjungan.
Kalau tak begitu, kelas bahasaku sudah dapat nilai sempurna.
Semoga
semua temanku
tak perlu mengalami
sakit
yang kualami sekarang.
Satu. Dua. Tiga.
Hanya lulus kuliah.
Kenapa mereka begitu senang?
Bagi mahasiswa pemalas,
bisa lulus saja harusnya bersyukur.
Cobalah mengerti mereka sedikit.
Kau jahat.
Bagaimanapun, mereka lulus dari Universitas London.
Kau tak penasaran kabar Jiang Hai?
Yang di Cambridge sudah berlalu.
Mencintai terlalu dalam
setelah berpisah
pada dasarnya tak bisa bertemu.
Ayo naik.
Naiklah.
Naiklah.
Ayo naik. Kau bisa celaka.
Ada apa dengannya?
Dia bilang ada manik yang jatuh.
Manik apa?
Entahlah.
Namun kini aku khawatir.
Dia tak mau naik.
Jangan begitu.
Ayo cepat naik.
Jangan cari lagi, paham?
Jiang He.
Ini aku.
Masih ingat manik kaca itu?
Kau yang berikan padaku.
Aku harus menemukannya.
Jangan menangis.
Manik ini sangat luar biasa.
Kau bisa buat permohonan padaku.
Benarkah?
Tentu saja.
Mungkin bagimu manik itu sangat penting.
Tapi aku sudah tak mengingatnya.
Gu Er-chun.
Kubelikan lagi yang baru, ya?
Kau jauh lebih penting dari manik itu.
Mungil.
Aku menyukaimu sejak dulu.
Terima kasih.
Setiap kali Gu Xin-lie bicara tentangmu.
Aku selalu berpikir orang seperti apa kau
bisa membuatnya memikirkanmu begitu lama.
Setelah dilihat, ternyata seperti Hobbit.
Aku tahu dia menyukaimu.
Namun melihat reaksimu tadi,
kau tak menerimanya.
Jadi kupikir,
aku masih ada kesempatan.
Benar.
Sejak hari itu,
aku dan Gu Er-chun kompak
tak akan mengungkit kejadian itu lagi.
Hari demi hari berlalu.
Ternyata,
Yang paling mudah dilakukan manusia
adalah pura-pura lupa ingatan.
Baru ingat.
Aku lupa beli es krim favoritmu.
Tunggu, kubeli sekarang.
Aku pergi beli dulu.
Segera kembali.
Gu Xin-lie...
Masuklah dulu.
Itu...
Silakan duduk. Jangan sungkan.
Kami pergi belanja ke supermarket hari ini,
jadi, sedikit telat.
Begini...
Silakan duduk.
Hari ini banyak barang diskon.
Ayo duduk.
Rumah ini sedikit berantakan.
Bagaimana jika aku duduk dan kita mengobrol?
Nanti saja kubereskan ini.
Mau minum apa?
Beri aku es krim saja.
Es krimnya sudah habis kumakan.
Tapi dia sedang membelinya, akan segera pulang.
Es krim kesukaanmu sudah datang.
Kalau begitu...
Aku akan pulang.
Bukan.
Aku hanya menyewa kamarnya.
Kau benar hanya menyewa kamarku?
Dia suka padamu.
Aku tak ingin dia salah paham.
Memangnya kenapa?
Aku pernah lihat adegan tadi.
Dia jongkok di depan.
Seperti aku tunggu Jiang Hai di depan asramanya.
Di antara kita bertiga,
aku Tian Xia-tian.
Namun aku tak ingin menjadi Tian Xia-tian.
Kau tak akan mengerti rasa sakit ini.
Aku tak mengerti. Kau yang tak mengerti.
Apa aku bendaรฏยผลธ
Bisa kau beri pada orang?
Aku tak minta apa-apa.
Jangan dorong aku pada orang lain.
Jiang He.
Apa kau punya perasaan?
Kau kenapa?
Aku kenapa?
Apa kau pernah peduli?
Jangan minum lagi.
Bukankah kau paling benci susu?
Mungil.
Cepat bantu aku.
Misiku belum selesai.
Ayah memaksaku meminumnya.
Menyebalkan.
Sejak kecil,
kau selalu menipuku.
Kau sama sekali tak benci susu.
Kau ingin aku meminumnya
agar aku tumbuh tinggi.
Maaf.
Kau pernah pergi ke Tom's Kitchen, bukan?
Kau datang ke Inggris untuk menemuiku.
Benar, bukan?
Asal kau memerlukanku,
aku akan selalu muncul.
Aku dulu sangat bodoh.
Selalu menunggu.
Menunggumu datang padaku.
Aku sadar aku salah.
Aku menghabiskan banyak waktu menunggumu.
Harusnya lengket bak gula.
Supaya kau tak lepas dariku.
Saat kau berikan manik kaca ini,
kau bilang akan mengabulkan permintaanku.
Bertahun-tahun aku membawanya.
Aku berpikir keras,
berpikir dengan hati-hati
permintaan apa yang akan kuminta.
Ada banyak kesempatan.
Namun, aku tak rela menggunakannya.
Sampai hari ini.
Jiang He,
aku ingin melihat senyumanmu.
Boleh?
Sangat jelek.
Baik.
Selamat tinggal.
Jiang He,
apa kau masih ingat ini?
Kau...
Kau tak mau ini lagi?
Aku selalu mencarimu,
namun tak kutemukan.
Ada yang harus kusampaikan.
Jiang He,
aku bertemu Tian Xia-tian
hanya untuk latihan piano.
Aku mau beri tarian bundar yang tersempurna untukmu.
Hari-hari yang kita lalui bersama
lebih berharga dari apa pun.
Kusadari orang yang selalu di hatiku adalah kau.
Kumohon padamu.
Jangan menyerah.
Ayo terus jalani bersama,
ya?
Gu Er-chun
Halo.
Aku tahu.
Sekarang aku ke sana.
Tadi aku bertemu temanku.
Aku segera ke sana.
Ini...
sudah tak kuperlukan.
Kau saja yang urus.
Seketika
aku baru mengerti
tidak ada kata "jika" di dunia.
Yang sudah terjadi
akan terjadi.
Itu sudah ditakdirkan.
Gu Er-chun.
Halo.
Aku sudah sampai.
Dua blok lagi sampai.
Kita terus mengobrol.
Jangan tutup teleponnya.
Astaga, Gu Xin-lie.
Kau memang gula.
Aku rasa aku tertipu.
Aku mau retur barang.
Bolehkah? Aku mau retur barang.
Tentu saja tak boleh.
Sudah di kapal perompak.
Selamanya tak bisa berlabuh.
Dan juga jangan lupa beri ulasan bagus.
Baik.
Sampai ketemu nanti.
Dah.
Gu Xin-lie.
Aku rindu padamu.
Mungil,
hitung di dalam hati sampai seratus.
Kita akan segera bertemu.
Baiklah.
Empat puluh dua.
Empat puluh tiga.
Empat puluh tujuh.
Empat puluh delapan.
Empat puluh sembilan. Lima puluh.
Sembilan puluh tiga.
Sembilan puluh empat.
Sembilan puluh lima.
Sembilan puluh enam.
Sembilan puluh tujuh.
Sembilan puluh sembilan.
Gu Er-chun.
Asal kau meniupnya,
aku segera muncul di sisimu.
Gu Xin-lie.
Gu Er-chun.
Gu Xin-lie.
Kau
mau menemuiku?
Tidak. Sama sekali tidak.
Gu Er-chun.
Kecuali pergi dari Bumi,
kau pasti bisa menemukanku.
Gu Xin-lie.
Gu Xin-lie.
Subtitle by RhainDesign Palu, 28 Juni 2021
Nomor ponsel, alamat rumah Gu Er-chun
Nomor ponsel Gu Yun, PT. Teknologi Internet Xin Yue
Jika kau berencana menerbitkan buku,
berjudul "Kamus Bahasa Er-chun",
biar aku saja yang menulisnya.
Sampai sekarang
hanya aku yang bisa menulis semua tentangmu.
Jika ada yang menemanimu melewati waktu,
kau tak akan takut waktu cepat berlalu.
Selama ini, kita telah melakukan banyak hal bersama.
Aku
punya pemahaman sendiri tentang hidup.
Tentang masa depan,
aku juga punya impian sendiri.
Pengalaman hidup dunia.
Pertemuan seperti apa yang bukan keajaiban hidup?
Ada orang
yang mengalami cinta luar biasa.
Walau tak bertemu lagi,
hidup tak akan ada penyesalan.
Sedangkan cinta kuat
antara aku dan Gu Xin-lie
akan terukir selamanya di masa muda kami.
Semoga permohonanmu terkabul, Er-chun
Dia cintaiku seumur hidup.
Kurindu dia seumur hidup.
Jiang He,
Aku ingin melihat senyumanmu.
sukanal.com Situs Terbaik Hadirkan Kepuasan Untuk Anda!
= BANYAK EVENT TAK TERDUGA = BUKTIKAN SAJA SENDIRI!
Untuk Pemberani dan Berjiwa Pejuang Ke sukanal.com Aja!
Dia pernah berkata,
"Bahasa adalah simbol ajaib."
Jadi, aku tahu
dia tak pernah meninggalkanku.
Di suatu dunia paralel,
si Mungil dan Gu Er-chun
tetap muda dan berdebar-debar.
Aku menyukaimu.
Aku ingin bersamamu.
Di mana pun kau berada,
kau akan selalu di hatiku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.