Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
recehoki.net SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA
recehoki.net DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER
MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!
Dua puluh tahun yang lalu,
lima master hebat, Penjahat Timur, Racun Timur, Kaisar Selatan,
Pengemis Utara dan Pendekar Sakti dari daerah Tengah
bertarung selama tujuh hari tujuh malam di Gunung Hua demi Kitab Sembilan Yin.
Akhirnya Wang Chongyang mendapat julukan Pendekar Terhebat dan Kitab Sembilan Yin.
Tahun berikutnya, kabar meninggalnya Wang Chongyang menyebar dengan cepat.
Wang Chongyang
Ouyang Feng
Kitab Sembilan Yin
Film ini diadaptasi dari novel "The Legend of the Condor Heroes"
Dua puluh tahun kemudian
Subtitle by RhainDesign Palu, 21 Juni 2021
The Dragon Tamer
Guo Jing
Bos, beri aku secawan arak!
Baik, segera!
Saudara.
Kau sudah salah mengambil barang.
Serahkan harta jika sayang nyawa. Serahkan nyawa jika mencintai harta.
Quan Jinfa
Guru.
Wanita cantik akar masalah, jangan lengah.
Han Xiaoying
Ambillah.
Tiga Gunung dan Lima Gunung Suci, lakukan sesuai kemampuanmu.
Nan Xiren
Han Baoju
Jangan sentuh semua jenis moral dan kebiasaan buruk.
Segala hal di dunia tidak kekal, hati manusia sulit diprediksi.
Zhu Cong
Ke Zhen'e
Guru Besar
Jing'er.
Kenapa semua Guru berkumpul di sini?
Kudamu itu,
jika memperkirakan kekuatan kakinya, harusnya sudah lewat sini.
Jadi, kami mencoba kemampuanmu.
Jing'er.
Kau membawa banyak batangan emas,
pasti akan dicuri oleh seseorang seperti Guru ke-2.
Jika aku memang mau mencuri dari Jing'er,
mana mungkin membiarkanmu menyadarinya.
Jing'er.
Dunia silat sangat berbahaya.
Kau harus berhati-hati dalam melakukan apa pun.
Baru-baru ini, anak-anak kecil di sini sering menghilang.
Takutnya ini semua perbuatan kelompok jahat.
Kami mau pergi menyelidikinya.
Ouyang Ke
Tuan Muda, darah racun sudah diambil.
Cepat berikan pada Paman.
Baik.
Berbicara soal pertarungan antara para master di Gunung Hua.
Wang Chongyang memenangkan gelar pendekar terhebat di dunia silat.
Tapi, Ouyang Feng tak rela.
Dia datang ke makam Wang Chongyang dan mau mencuri Kitab Sembilan Yin.
Tak disangka, Wang Chongyang memalsukan kematiannya.
Dia melawannya hanya dengan menjentikkan satu jarinya,
membuat Ouyang Feng terluka parah.
Lalu, adik seperguruan Wang Chongyang, Zhou Botong,
mengambil Kitab Sembilan Yin, sejak itu dia hilang dari dunia silat
Puncak Gunung Hua
dan tak ada lagi kabar darinya.
Ibu, aku mau yang Wang Chongyang.
Ini terlalu mahal, ganti yang lain.
Eh, kau salah.
Wang Chongyang pendekar terhebat di dunia.
Jika kau membeli Wang Chongyang akan kuberi Tujuh Orang Aneh dari Selatan juga.
Guru Besar?
Kau tahu ini siapa?
Ouyang Feng si Racun Barat.
Tinggal di Gunung Lingshe, kemampuan racunnya tak tertandingi.
Adik, ikat kudaku.
Baik.
Berhenti!
Bukankah aku hanya mengambil dua rotimu?
Kembalikan padamu.
Kau sungguh goblok.
Letakkan.
Huang Rong
Letakkan!
Kenapa pakai kekerasan?
Aku yang akan membayar rotinya.
Siapa yang mau roti mereka?
Tak hanya isian yang sedikit, rotinya juga keras.
Terima kasih.
Jangan urus urusan orang lain.
Tuan, silakan.
Duduk di sini.
Ayo diminum tehnya.
Tuan.
Mau makan apa hari ini?
Kami punya semuanya di sini.
- Aku mau... - Eh, Nak.
Belikan aku secawan arak untuk minum.
Hong Qigong
Dari mana datangnya pengemis tua ini? Apa ada hakmu bicara di sini?
Cepat pergi!
Pelayan.
Kalau begitu, berikan aku secawan arak terbaikmu.
Baik, Tuan.
Berikan pada Pak Tua ini.
Kau tak dengar? Cepat bawa araknya.
Oh iya, sekalian berikan aku ayam panggang.
Araknya sudah datang.
Kedua Nona ini.
Menurut aturan dunia silat, pesanan disajikan sesuai urutan kedatangan.
Arak ini kupesan untuk Pak Tua itu.
Tuan.
Cuaca begitu kering, tentu saja kehausan.
Bagaimana kalau aku menemanimu minum?
Maaf, aku tak bisa menemanimu.
Tolong Nona mengembalikan arak ini pada pemiliknya.
Kenapa Tuan begitu berhati-hati?
Nona, jaga sikapmu.
Ayolah.
Tuan benar-benar
penuh energi dan semangat juang.
Ternyata dari Penginapan Gunung Baituo.
Tak heran punya perilaku begitu buruk.
Keduanya, tolong jangan pergi.
Nona-Nona, jangan pergi.
Maafkan aku.
Aku benar-benar minta maaf.
Terima kasih atas bantuanmu.
Ini hanya hal kecil.
Kau lagi?
Jika kau tak pergi, percaya atau tidak, akan kupatahkan kakimu!
Pelayan.
Saudara ini baru saja menyelamatkan hidupku.
Dia tamu terhormatku.
Potongkan dulu satu kati daging sapi dan setengah kati hati domba.
Aku mau mentraktir tamu terhormat ini.
Kakak baru pertama kali datang, pasti tak pernah coba makanan Dataran Tengah.
Bagaimana kalau aku yang pesan?
Baiklah.
Tuan ini,
hari ini selain roti, mau makan apa lagi?
Tak peduli apa yang kumakan, kau akan membayarnya, 'kan?
Tentu saja.
Apa cukup?
Cukup.
Ayo kita sambut dua tamu terhomat ke kamar khusus di atas.
Pergi dan siapkan satu bayi laki-laki lagi.
Baik.
Ditemukan di gunung belakang.
Seperti tulang bayi.
Membusuk dengan parah.
Tulangnya patah.
Aromanya sangat asam dan bau, pasti dari lambungnya.
Metode kejam pasti dilakukan oleh orang Penginapan Gunung Baituo.
Kak.
Kenapa kita tak segera bertindak
untuk mengeksekusi mereka?
Adik ke dua.
Kau tahu siapa yang bertanggung jawab atas Penginapan Gunung Baituo?
Kudengar Tuan Mudanya bernama Ouyang Ke.
Dia keponakan Ouyang Feng si Racun Barat dari Lima Master hebat.
Ouyang Feng.
Namaku Guo Jing, bolehkah kutahu namamu?
Margaku Huang, nama hanya satu karakter, Rong.
Adik Huang.
Tapi, barusan kulihat caramu memesan makanan,
kau tak seperti orang yang terlahir dengan kehidupan yang sulit.
Bagaimana bisa berakhir seperti ini?
Ceritanya panjang.
Adik, bilang saja, tak masalah.
Ayahku menyuruhku menikah, Tapi, kutolak.
Lalu, dia marah dan mengurungku.
Tentu saja aku akan kabur karena marah.
Tak disangka, sampai di Dataran Tengah, biaya perjalananku dicuri.
Bagaimana kalau begini saja?
Aku masih punya beberapa tael perak, kau pakai saja dulu.
Sungguh?
Adik, hari ini kau menyelamatkanku.
Jadi, kau teman pertamaku setelah memasuki Dataran Tengah.
Guruku bilang harus memberikan segalanya pada temanmu.
Terima kasih, Saudara Guo.
Kalau begitu, aku akan segera berangkat pulang ke kampungku.
Saudara Guo, jaga dirimu.
Sampai bertemu kembali.
Tunggu sebentar, Adik Huang.
Cuaca malam hari dingin.
Pakailah mantel kulit ini.
Aku juga punya kuda, sekalian kuberikan padamu.
Kau bisa menghemat tenagamu dalam perjalanan pulang.
Beraninya kalian membuat masalah di daerah kekuasaan Geng Pengemis!
Turunkan anak itu!
Kejar!
- Cepat kejar! - Jangan lari!
Sungguh kuda yang bagus.
Namanya Yi Liqi.
Meski sifatnya keras kepala, tapi, aku sudah memberitahunya.
Adik bisa dengan tenang bergaul dengannya.
Terima kasih Saudara Guo.
Saudara Guo, apakah kau begitu baik pada siapa pun?
Jangan lari!
Berhenti!
Jangan lari!
Turunkan anak itu!
Berhenti!
Ayo berpisah.
Berhenti!
Serahkan anak itu padaku.
Ayo kemari dan ambillah.
Kenapa kau begitu suka mengurus urusan orang lain?
Beraninya menculik bayi di siang bolong.
Bagaimana bisa ada orang yang tak tahu malu seperti itu?
Adik Huang.
Apa kau tahu Penginapan Gunung Baituo di mana?
Aku mau menyelamatkan anak itu.
Seni bela diri semua orang di Penginapan Gunung Baituo sangat tinggi.
Jika kau pergi sendiri, kau pasti bukan lawan mereka.
Sialan.
Tapi, kudengar Penginapan Gunung Baituo adakan pertemuan tiap tanggal 15.
Hari ini, tepat tanggal 15.
Mungkin kita bisa menyelinap masuk
saat mereka menjamu tamu.
Kita punya kesempatan menyelamatkan anak itu.
Kalau begitu kita pergi sekarang.
Kau dan aku berdandan seperti ini akan membuat orang curiga.
Ayo kita pulang untuk berdandan dulu.
Ayo bertemu nanti malam.
Adik Huang.
Maaf, aku salah mengenal.
Adik Huang.
Siapa Adik Huang-mu?
Minggir!
Kak.
Ayo temani aku minum. Ayo.
Kau...
Kak Guo, kau tak mengenaliku?
Adik Huang.
Adik Huang, kau menyamar dengan sangat realistis?
Sebenarnya, aku seorang gadis.
Kak Guo.
Aku sudah lama menyelidiki di sini.
Lihat, lantai pertama untuk para tamu.
Lantai dua jelas tak boleh ada yang masuk
dan dijaga orang di mana-mana.
Adik Huang.
Nona Huang.
Apakah kau punya petunjuk?
Aku akan mengalihkannya.
Ayo.
Ayo.
Tusuk matanya.
Ayo.
Tujuh Orang Aneh Jiangnan di sini untuk menghukum pelaku kejahatan.
Guru Besar.
Dari mana orang konyol ini, berani membuat onar di sini?
Membuatku tak senang saja.
Ahli racun amatir bergantung pada ahli racun senior untuk berbuat jahat di sini,
menculik anak-anak.
Lihat kelakuan rendahanmu ini.
Kalian berdua begitu mirip.
Kalian sungguh mempermalukan dunia silat.
Siapa yang berani berteriak di sini?
Guru, apa baik-baik saja?
Jing'er, kenapa kau di sini?
Ouyang Feng
Ternyata putri Penguasa Pulau Taohua, Ahli Obat Huang datang ke sini.
Sudah tak sopan padamu.
Putri dari Penjahat Huang?
Siapa itu Ahli Obat Huang dan Penjahat Huang?
Kenapa aku tak pernah mendengarnya?
Jurus jentikan unik dari Pulau Taohua,
memang sungguh unik.
Penguasa Huang tak mungkin dengan mudah mengajarkannya pada orang luar.
Kalau iya, apa maumu?
Mungkinkah kau masih akan menyeretku untuk menemui ayahku?
Ke'er.
Sepertinya putri Keluarga Huang
masih mengingat lamaran pernikahan kita.
Nona Huang, sudah lama mendengar namamu.
Namaku Ouyang Ke.
Mohon maafkan aku jika ada yang salah dengan perlakuanku.
Kalau begitu, aku masih ada urusan lain.
Tak bermain denganmu lagi.
Pegang.
Jangan berlama-lama di sini
agar orang yang tak bersalah tak ikut terlibat.
Ayo tangkap Gadis Iblis itu dulu.
Ayo.
Cepat kejar.
Ke'er.
kau tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Aku akan segera memerintahkan bawahan menyiapkan mahar
untuk pergi ke pulau melamar pernikahan.
Gadis Iblis, kau mau lari ke mana?
Kalian Enam Orang Aneh sungguh tak tahu sopan santun.
Jika bukan karena aku hari ini,
kalian sudah masuk ke perangkap Ouyang Feng.
Beraninya kalian membahas masalah masa lalu denganku?
Sudah mau mati, masih keras kepala, akan kutebas kau!
Guru! Berbelas kasihlah!
Jing'er.
Ahli Obat Huang dan Tujuh Orang Aneh dari Jiangnan punya dendam lama.
Dulu, Guru ke-5
mati di tangan muridnya.
Hari ini, kita harus menggantikan nyawanya dengan Gadis Iblis ini.
Balas dendam untuk guru ke-5mu.
Guru, aku tahu kalian dan Ahli Obat Huang punya dendam.
Tapi, jika bukan karena Nona Huang yang menyelamatkanku berkali-kali,
mungkin hari ini aku dan Guru sudah berada di dunia yang berbeda.
Jika benar-benar mau membunuh Nona Huang,
Jing'er bersedia mati untuk Nona Huang.
Jing'er.
Bisa-bisanya kau melawan gurumu
demi Gadis Iblis ini.
Tapi, bukankah Guru sering bilang
mengembara di dunia silat didasarkan pada "keadilan"?
Jing'er, kau...
Cukup!
Bocah dungu ini sudah terpesona oleh Gadis Iblis.
Setelah dia dirugikan,
pasti akan memahami niat kita.
Biarkan saja dia.
- Kakak pertama! - Kakak pertama!
Kakak pertama!
Kakak pertama!
Guru!
Jagalah dirimu.
Kak Guo.
Maafkan aku.
Tak apa-apa.
Kau menyelamatkanku, inilah yang harus kulakukan.
Hanya saja Guru telah membimbingku selama lebih dari sepuluh tahun
dan sangat sayang padaku.
Membuat mereka begitu khawatir,
aku merasa sangat bersalah.
Jangan pikirkan terlalu banyak, makanlah dulu.
Nona Huang, kau makan dulu.
Aku tak lapar.
Panggil saja aku Rong'er mulai sekarang.
Rong'er.
Kalau begitu,
aku akan memanggilmu Kakak Jing mulai sekarang,
bagaimana?
Goblok.
Ada apa?
Apa perlu aku menyuapimu?
Enak.
Ini ayam yang dipanggang Rong'er, kenapa kau memakannya?
Eh, bocah, rupanya kau.
Hari itu, kau baik padaku.
Apa kau belum makan?
Jika kau tak keberatan, ini untukmu.
Ayam panggang yang sesekali kupanggang
bisa dimakan Hong Qigong, leluhur dari Geng Pengemis.
Ini merupakan suatu kehormatan.
Senior adalah Hong Qigong, Pengemis Utara?
Gadis kecil ini tidak biasa.
Masih tahu namaku.
Namaku Huang Rong.
Ayahku Ahli Obat Huang, penguasa Pulau Taohua.
Jika kau menyukai hidangan Rong'er,
Rong'er akan memasaknya tiap hari.
Dijamin hidangannya tak akan pernah sama.
Bagus sekali.
Aku tak punya uang,
bagaimana aku membayarmu?
Senior.
Kakak Jing-ku, baru saja memasuki dunia silat, tak tahu apa-apa.
Jika kau tak keberatan,
bisakah mengajarinya beberapa jurus?
Rong'er.
Aduh.
Kau tak banyak mempelajari jurus ayahmu,
Tapi, niat licikmu mirip dengan Penjahat Huang itu.
Aku Hong Qigong, tak pernah menerima murid.
- Jangan pernah berharap! - Senior Hong.
Kak Jing!
Apa kau tahu?
Ayahku sering bilang,
hanya ada satu orang yang bisa mengalahkan seni bela dirinya sekarang.
Kau tahu siapa itu?
Siapa?
Kudengar Senior itu
punya satu jurus seni bela diri
yang begitu unik dan tak tertandingi di dunia ini.
Seni bela diri macam apa yang begitu kuat?
Sepertinya namanya naga atau tapak...
Naga apa? Tapak apa?
Apa nama naga dan tapak itu?
Delapan Belas Tapak Naga.
Benar, Delapan Belas Tapak Naga.
Aduh, ayahmu memang Penjahat Huang.
Akhirnya dia mengatakan yang sebenarnya.
Kupikir
setelah Wang Chongyang meninggal,
dia mengklaim diri sebagai pendekar terhebat di dunia silat.
Gadis tengil.
Bagaimanapun, aku sudah memakan ayammu.
Aku akan mengajarinya sebuah jurus tapak.
Eh, Qigong.
Bagaimana kalau begini saja?
Setiapkau mengajarinya satu tapak,
aku akan memasakkan lebih banyak hidangan enak untuk berterima kasih,
bagaimana?
Baik.
itu tergantung pada keterampilan memasakmu.
Bocah tengil.
Lihat baik-baik.
Mohon bimbingan Senior.
Delapan Belas Tapak Naga adalah puncak seni bela diri yang berasal dari luar.
Setiap tapak punya kekuatan suara naga dan auman harimau.
Kau sudah melihatnya?
Teknik jurus tapak ini tampaknya sederhana,
tapi, tak bisa dilawan oleh lawanmu.
Terlepas dari apakah jurus lawan
benar atau salah dan selalu berubah,
hanya perlu mengeluarkan jurus tapak ini,
dia pasti tak akan bisa melawannya.
Khusus untuk menaklukkan seni bela diri yang tak nyata itu.
Inti dari Delapan Belas Tapak Naga terletak pada kekuatan yang dikerahkan,
yang tiba-tiba menjadi kuat dan lemah serta banyak berubah.
Dilahirkan dari yang terkuat hingga yang lembut.
Dengan gabungkan dua kekuatan ini, dia bisa mengarahkan kekuatannya.
Kak Jing, makanlah.
Selama kau berlatih keras siang dan malam,
kau pasti akan memahami rahasianya.
Kak Jing.
Kak Jing.
Kau hebat sekali.
Bocah tengil.
Kau sudah mempelajari 15 tapak dari 18 tapak nagaku.
Seharusnya tak ada masalah untuk mengembara di dunia silat.
Terima kasih, Senior.
Qigong.
Bagaimana ini bisa?
Aku masih punya begitu banyak hidangan lezat yang belum kubuat untukmu.
Tak ada perjamuan yang tak pernah berakhir di dunia ini.
Aku menggembara di dunia silat,
tak pernah mengajari orang lebih dari tiga tapak.
Jika aku mengajar lebih banyak,
bukankah dia akan mempelajari semuanya?
Aku...
Lagi pula,
bahkan jika aku mau mengajarnya,
takutnya, dia juga tak punya waktu untuk belajar.
Qigong.
Apa maksud perkataanmu ini?
Aku mendapat kabar dari anggota Geng Pengemis-ku.
Ouyang Feng dan keponakannya berencana
ke Pulau Taohua untuk melamar.
Apa hubungannya denganku?
Kau gadis tengil.
Niat asli Racun Tua bukan untuk itu.
Kitab Sembilan Yin?
Gawat.
Aku mau kembali menghentikan mereka.
Rong'er.
Aku bersedia menemanimu kembali
dan menjelaskan pada ayahmu agar melihat jelas mereka.
Ayahku sangat aneh.
Orang luar yang masuk ke Pulau Taohua tanpa izin tak akan pernah kembali lagi.
Jika kau pergi begitu saja,
pasti akan mati.
Bukan orang luar. Jika itu orang dalam, bukankah masalahnya selesai?
Bukan orang luar?
Apa maksudnya?
Aduh, bocah tengil, pergi menculik mempelai.
Rong'er.
Racun Tua, dia sudah mengatur segala rencananya.
Aku akan membeberkan niat aslinya.
Rong'er.
Pulau Taohua ini juga tak berbahaya seperti yang kau bilang.
Kak Jing.
Kau tak boleh menganggapnya enteng.
Mulai dari sekarang,
kau tak boleh melihat hal lain selain diriku.
Ayah akan menggunakan keterampilan ilusi pada orang-orang yang memasuki pulau.
Kak Jing.
Kenapa kau mau menculik mempelai?
Apakah kau tak mau aku menikahi Ouyang Ke?
Itu...
Ouyang Ke pergi ke pulau untuk melamar
demi mendapatkan Kitab Sembilan Yin untuk pamannya.
Kalian berdua tak akan bahagia bersama.
Kalau begitu,
kenapa kau sangat peduli apakah Rong'er bahagia atau tidak?
Aku...
Jika
benar-benar berhasil menculik mempelai,
kau akan menikahi Rong'er?
Lagu macam apa ini? Kepalaku sakit sekali.
Gawat, ini lagu "Pasang Surut Air Laut yang Biru" milik Ayah.
Kak Jing, gunakan kekuatan dalammu untuk melawan.
Subtitle by RhainDesign Palu, 21 Juni 2021
Rong'er?
Kak Jing.
Kak Jing.
Guru ke-6.
Guru.
Guru ke-2.
Guru ke-4.
Guru Besar.
Guru Besar.
Kenapa bisa ada orang hidup di sini?
Bagaimana dia bisa masuk?
Bocah ini menarik.
Hahaha, sudah ditahan selama bertahun-tahun,
akhirnya ada yang datang menemaniku bermain.
Menurutmu, dia mata-mata yang dikirim oleh Penjahat Huang?
Tidak, Penjahat Huang sombong dan arogan,
tak akan melakukan hal seperti itu.
Ah, masuk akal.
Bocah, sebenarnya kau siapa?
Namaku Guo Jing, apa nama Senior?
Tak berani menerima panggilan hormat, tapi, orang di dunia silat memanggilku
Zhou Botong
Bayi Tua.
Kak Jing!
Kak Jing!
Kak Jing!
Lima belas tahun yang lalu,
Penjahat Huang ini
bersikeras memintaku menunjukkan kitab pada istrinya.
Aku merasa ini tak benar.
Siapa tahu
wanita itu punya kemampuan untuk menghapalnya.
Setelah melihatnya,
dia kembali ke rumah dan menulis setengah dari kitab itu.
Tapi, tebak apa yang terjadi?
Saat dia sedang menulisnya, dia malah meninggal karena emosi.
Langit sungguh adil.
Kau jangan buang waktumu lagi.
Penjahat Huang mau mengambil kitabku untuk disembahkan pada istrinya
baru dia membuat ruangan ilusi ini.
Tak begitu mudah untuk keluar.
Aku hanya khawatir akan Rong'er.
Ouyang Feng dan keponakannya datang ke pulau
untuk mendapatkan Kitab Sembilan Yin ayahnya.
Ouyang Feng?
Ouyang Feng.
Ini dia.
Racun Tua itu,
demi kitab,
dia bisa melakukan apa pun.
Menurutku,
bakar saja Kitab Sembilan Yin ini.
Begitu banyak Master saling membunuh karenanya.
Ia sangat berbahaya.
Pemuda ini,
mengatakan hal yang sama dengan Kakak Seperguruan.
Adik Seperguruan.
Tingkat tertinggi dari seni bela diri bukan dinilai dari siapa lebih hebat.
Tapi, punya niat untuk menyelamatkan orang dan membantu dunia.
Pemuda ini masih muda tapi, sudah menyadari hal ini.
Hebat.
Adik seperguruan.
Kuihat dia berjodoh denganku.
Bagaimana kalau kau memberinya kitab itu?
Nak, aku akan mengajarimu Metode Hati yang hebat.
Setelah mempelajarinya, kau akan bisa mematahkan ilusi ini.
Kau bisa segera kabur dari sini, apa kau mau?
Bagus sekali, terima kasih Senior.
Aku merobeknya.
Anak muda, hafal mati semua ini.
Hukum alam adalah untuk menebus kekurangan.
karena itu, yang imajiner harus lebih besar dari yang nyata dan sebaliknya.
Paman.
Katanya Penguasa Pulau Taohua punya keterampilan yang mendalam.
Dia juga punya Kitab Sembilan Yin.
Jika dia mempelajarinya dengan cermat,
bukankah dia akan menjadi pendekar terhebat di dunia?
Jika dia berperilaku seperti yang dikatakan orang-orang,
lalu, bagaimana dia layak menyandang gelar Penjahat Timur?
Ahli Obat Huang
Kau mendengar sesuatu?
Suara apa?
Aku telah berada di sini selama bertahun-tahun.
Baru kali ini aku dengar lagu "Pasang Surut Air Laut yang Biru" Penjahat Huang
berhenti ditiupkan di tengah lagu.
Mungkinkah
dia menyetujui seseorang datang ke pulau?
Ouyang Ke dan pamannya datang untuk melamar pernikahan.
Tak bisa Senior, aku harus keluar.
Tenang, seseorang datang untuk melamar, apa hubungannya...
Mungkinkah kau juga menyukai putri dari Penjahat Huang?
Sayang sekali.
Aku benar-benar tak bisa membantumu.
Apa kau sudah menghafal metodenya?
Coba latihan Qigong-mu.
Lihat apakah kau bisa mematahkan ilusi di sini.
Senior, pergilah bersamaku.
Lupakan saja ini.
Aku punya hal yang lebih penting untuk dilakukan.
Kalau begitu, terima kasih atas bimbingan Senior.
Selamat tinggal.
Saudara Obat.
Kita bertemu setelah 20 tahun berpisah di Gunung Hua.
Bagaimana kabarmu?
Menantu datang memberi salam pada Ayah Mertua.
Aku membawa hadiah pertemuan untuk putrimu.
Memakainya di tubuhmu, maka kau akan bebas dari semua racun.
Kau kelak tak perlu takut dengan ular dan serangga berbisa milik Paman.
Kalau begitu, terima kasih.
Rong'er, tak boleh kasar!
Ayah, kau pukul aku sampai mati saja.
Bahkan jika aku mati, juga tak mau menikahi Racun Kecil ini.
Putrimu hanya mau mencoba seni bela diri keponakanku.
Saudara Obat, kenapa menganggapnya serius?
Mohon Nona Rong terima niat baikku.
Turuti perintah ayahmu dan cepat menikah dengan keponakanku.
Rong'er tak boleh menikahinya!
Kak Jing.
Kau baik-baik saja, 'kan?
Bagaimana kau bisa keluar dari ilusi itu? Aku sangat khawatir.
Rong'er, aku tak telat, 'kan?
Bocah sialan, begitu tak tahu diri!
Beraninya kau datang mengusik di sini.
Lebih dari sepuluh tahun,
yang bisa lolos dari jurus ilusi Taohua-ku,
kau adalah yang pertama.
Siapa nama Pendekar Muda ini?
Margaku Guo, namaku Jing.
Maafkan aku karena sudah datang tanpa diundang hari ini.
Saudara Obat.
Orang ini bukan siapa-siapa dan tidaklah penting.
Kita masih harus berdiskusi hal penting.
Siapa bilang muridku bukan siapa-siapa?
Guru!
Qigong!
Hong Qigong, kau datang kemari, ada urusan apa?
- Guru. - Dasar bocah.
Tentu saja mewakili muridku datang melamar.
Racun Tua.
Apa kau di sini untuk meminum arak pernikahan muridku?
Saudara Obat sudah memberikan putrinya pada keponakanku.
Pemimpin Hong, tak baik merebut kekasih orang lain, 'kan?
Penjahat Huang, sungguh ada hal seperti itu?
Itu benar.
Jika ini masalahnya,
maka ada satu orang tak akan setuju.
Aku Pengemis Tua,
meski tak tahu hal-hal antara pria dan wanita ini,
Tapi,
muridku yang patuh dan putrimu saling mencintai.
Kedua orang itu saling mencintai,
bukankah itu lebih masuk akal daripada kau yang duluan datang?
Saudara Feng.
Yang dikatakan Hong Qigong juga cukup masuk akal.
Bagaimana kalau begini saja?
Aku akan mengajukan pertanyaan, biarkan mereka berdua saling duel?
Pemenangnya
akan menjadi menantuku,
bagaimana?
Seni bela diri Racun Barat dan Pengemis Utara telah mencapai puncaknya.
Manfaatkan kesempatan untuk memberi bimbingan pada generasi muda.
Kalian bertarung di arena Pa Kua.
Hanya memakai jurus, tak melibatkan kekuatan dalam.
Yang keluar dari arena kalah.
Silakan mulai.
Mohon bimbingan Senior.
Ayah.
Ouyang Feng tak mengikuti aturan dan diam-diam memakai kekuatan dalam.
Apa kau tak mengurusnya?
Bertarung dengan serius.
recehoki.net SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA
recehoki.net DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER
MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!
Kakak Jing-ku menang.
Kakak Jing-ku menang.
Pantas menjadi murid Hong Qigong.
Gerakanmu sangat tak biasa.
Terima kasih Penguasa Huang.
Apa?
Masih memanggilku Penguasa Huang?
Cepat berlutut dan bersujud.
Berlutut?
Untuk apa kau bersujud padaku?
Rong'er menyuruhku.
Aduh.
Babak ini,
keduanya seri.
Apa?
Hei!
Penjahat Huang, apa yang kau katakan?
Si Racun Kecil sudah jatuh seperti itu,
harusnya Jing'er yang menang.
Kenapa seri?
Meski Guo Jing terjatuh setelahnya,
tapi, sebelumnya kubilang yang keluar arena baru kalah.
Bukankah itu berarti keduanya seri?
Seni bela diri melukai kekuatan dalam,
ayo kita adu sastra.
Aku akan mengeluarkan pertanyaan lain.
Menang dan kalah ditentukan mereka berdua.
Papan nisan Feng
Sebelum meninggal, istriku meninggalkan buku tulisan tangan.
Kuberikan waktu setengah jam pada kalian.
Siapa yang bisa menghafal lebih banyak isinya,
dialah yang akan menang.
Mulai.
Hukum alam untuk menebus kekurangan.
karena itu, yang imajiner harus lebih besar daripada yang nyata dan sebaliknya.
Ini sangat bermakna, sangat unik.
Hukum alam untuk menebus kekurangan.
karena itu, yang imajiner harus lebih besar daripada yang nyata dan sebaliknya.
Ini sangat bermakna, sangat unik, sangat mendalam.
Gambar langit dan bumi dibagi menjadi Yin dan Yang.
Penyebab perubahan adalah tanda k ehidupan dan kematian.
Babak ini,
dimenangkan oleh Guo Jing.
Tak mungkin.
Ini tak mungkin.
Kenapa tak mungkin?
Kak Jing-ku memang lebih hebat darimu.
Ayah.
Kali ini, Kakak Jing sudah menang dari Racun Kecil, 'kan?
Paman.
Aku jelas mengingat
apa yang baru saja dihafal Guo Jing
jauh melampaui apa yang tertulis dalam gulungan itu.
Hei, Ouyang Ke.
Apa kau tak bisa terima kekalahan? Jangan asal memfitnah.
Jangan kasar.
Guo Jing.
Tahukah kau apa kitab yang baru saja kau hafal?
Itu kitab tak lengkap yang ditulis istriku sebelum dia meninggal,
Kitab Sembilan Yin.
Kitab tak lengkap?
Lalu, dari mana Kitab Sembilan Yin yang baru saja dihafal Guo Jing?
Racun Kecil ini! Kau masih tak jelas?
Penguasa Huang memilih menantu demi istri tercintanya.
Pasti ini bantuan dari adik ipar di langit.
Dia memilih muridku.
Omong kosong!
Kau Pengemis Tua pura-pura dungu, 'kah?
Apa yang kau katakan?
Ke'er, jangan membuat masalah.
Saudara Obat.
Bersedia menerima kekalahan adalah aturan di dunia silat.
Pendekar Guo berbakat dan cerdas.
Keponakanku menerima kekalahannya.
Kitab Sembilan Yin
Kitab Sembilan Yin
Menarik.
Penjahat Timur dan Zhou Botong
menghabiskan lebih dari 15 tahun dan gagal mendapatkan Kitab itu,
sekarang malah biarkan bocah kecil itu mendapatkannya dengan mudah.
Bayi Tua itu yang mengajarinya?
Tak disangka, dia hilang selama bertahun-tahun
karena terperangkap di Pulau Taohua ini.
Takdir mempermainkan orang.
Apakah Paman punya rencana?
Di dunia ini sekarang,
hanya anak itu yang memiliki seluruh kitab di benaknya.
Ditambah dengan bantuan Penjahat Huang dan Pengemis Tua itu,
bahkan jika aku menggunakan racun,
sulit untuk menyuruhnya mengatakan setengah dari kitab itu.
Langit membantuku.
Apa maksud Paman?
Baru mendapat informasi,
bahwa keenam guru dungu bocah itu akan mendarat di pulau.
Ke'er.
Kau telah mengikutiku untuk meramu racun selama bertahun-tahun.
Tahukah kau benda apa yang paling beracun
di dunia ini?
Kak Jing.
Sekarang ayahku telah menjodohkanku denganmu.
Kenapa kau masih terlihat tak bahagia?
Bisa menikahi Rong'er,
tentu saja aku senang.
Hanya saja para Guru selalu memperlakukanku seperti anak sendiri.
Jika mereka tahu,
pasti akan sangat sedih.
Menurutku,
saat itu para gurumu hanya keras kepala saja.
Sebenarnya mereka secara pribadi juga akan merestui kita.
Jika kau berpikir demikian sekarang,
maka kau sudah mengecewakan mereka.
Rong'er memang baik hati.
Kenapa kau masih menghela nafas?
Rong'er.
Dunia silat memang tempat yang penuh dendam dan berbahaya.
Sekarang aku telah mempelajari Kitab Sembilan Yin.
Pasti akan menyebabkan banyak masalah.
Takutnya akan melibatkanmu...
Goblok.
Jika sungguh ada yang menyuruhmu mengatakan Kitab Sembilan Yin,
kau hafalkan saja yang palsu.
Lagi pula, tak ada yang tahu itu benar atau tidak.
Selain itu,
jika kau benar-benar mempelajari Kitab Sembilan Yin,
maka kau akan menjadi pendekar terhebat di dunia.
Kelak, siapa yang akan berani mencari masalah denganmu?
Bukan begitu, Rong'er.
Memangnya kenapa aku menjadi pendekar terhebat?
Bagiku, itu tak sepenting dirimu.
Kau hanya mengatakan omong kosong seperti ini untuk menghiburku.
Bukan begitu Rong'er.
Jika aku berbohong, maka biarkan guntur...
Bukan itu maksudku, Rong'er.
Goblok.
Penjahat Huang, di mana kau bersembunyi?
Kau meninggalkanku sendirian di sini,
apa kau tahu bagaimana memperlakukan tamu?
Saudara Qi.
Biarkan adik menemanimu.
Saudara Qi, jarang bisa berkumpul,
aku akan bersulang untukmu.
Selamat pada Saudara Qi karena menerima murid yang baik.
Racun Tua.
Jarang bagimu untuk berbakti.
Keponakanmu itu bermain curang denganku hari ini.
Dia dan dirimu
sungguh mirip sekali.
Apa kalian berdua ayah dan anak?
Saudara Qi sedang bercanda.
Ini benar-benar kuat dan ganas.
Kau...
Kau...
Saudara Qi lama tak berjumpa, masih suka bercanda.
Racunmu bertahun-tahun,
masih belum ada kemajuan.
Sifat orang memang tak bisa diubah.
Huh.
Seperti yang kau katakan, sifat seseorang sulit diubah.
Sayangnya, Qigong memang layak dipuji, masih begitu lugas.
Kekuatan dalammu memang hebat.
Aku tahu racun di arakku tak punya efek padamu.
Tapi, jika ditambahkan racun salep ular besarku,
maka itu masalah lain.
Saat menemui Penjahat Huang, aku akan menanyakannya.
Entah apa mantra yang dilontarkan Gadis Iblis itu
sampai membuat Jing'er mengikutinya.
Aku sejak awal sudah mencurigai Gadis Iblis itu.
Pada akhirnya,
Jing'er juga dibawa ke tempat Penjahat Huang ini.
Penjahat Huang sangat berbahaya.
Takutnya Jing'er...
Suara apa itu?
"Pasang Surut Air Laut yang Biru" milik Penjahat Huang.
"Pasang Surut Air Laut yang Biru" ?
Penjahat Huang.
A-Heng.
Makam Feng, Istri Penguasa Pulau Taohua
Aku telah menahan Bayi Tua selama 15 tahun,
juga tak bisa mempersembahkan kitab itu darinya untukmu.
Tapi, Bayi Tua
malah memberikan kitab
pada bocah bernama Guo Jing itu.
Sekarang, aku telah mengizinkan
Rong'er menikah dengannya.
Apa yang harus kulakukan?
Guru.
Guru.
Guru.
Guru!
Guru ke-3.
Guru ke-3.
Guru ke-2.
Guru ke-2!
Guru ke-2!
Guru.
Guru.
Guru.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Jing'er.
Apa yang terjadi?
Ini...
Huang...
Penjahat Huang.
Tak mungkin.
Tak mungkin.
Suara seruling tadi sangat berbeda dengan yang dimainkan ayahku.
Pasti ada penipuan dalam hal ini.
Kak Jing.
Kau percaya padaku, 'kan?
Jing'er.
Apa lagi yang kau tunggu?
Pergi dan bunuh Penjahat Huang.
Balas dendam untuk guru-gurumu.
Kak Jing!
Kak Jing!
Kak Jing!
Kak Jing!
Penjahat Huang!
Penjahat Huang!
Ahli Obat Huang, aku akan membuatmu membayar dengan darahmu!
Guo Jing.
Aku mengingat kau ada janji menikah dengan Rong'er
ingin membiarkanmu pergi.
Tapi, kau begitu sombong.
Hari ini, aku akan menggunakan darahmu
untuk menyembah mendiang istriku.
Apa yang membuat kalian sebagai mertua dan menantu berkelahi?
Ouyang Feng!
Jika bukan karena kau
begitu sombong dan suka meremehkan orang,
aku pun takkan berhasil bertindak tanpa disadari Penjahat Timur dan Pengemis Utara.
Sekarang, di dunia ini hanya Guo Jing yang tahu Kitab Sembilan Yin.
Jika Saudara Obat tak keberatan,
aku akan membawa pergi menantumu dulu.
Setelah aku selesai berlatih Kitab Sembilan Yin,
mari berjumpa di Gunung Hua.
Kau!
Keponakan Guo.
Sekarang, kau bisa melawan Ahli Obat Huang, si Penjahat Timur dengan hasil seri.
Tampaknya Kitab Sembilan Yin benar-benar kuat.
Kalau untuk orang biasa,
aku bisa hanya menggunakan racunku.
Lalu, menggunakan penawarku untuk mendapatkan kitabnya.
Tapi, untuk orang sepertimu yang membosankan dan lugas,
aku juga hanya bisa melakukan ini.
Rong'er.
Hahaha.
Kau memang goblok.
Kau benar-benar berpikir Tujuh Orang Aneh dibunuh oleh Ahli Obat Huang, 'kah?
Hal yang disebut paling beracun di dunia
bukanlah membunuh orang.
Tapi, mengosongkan hari orang.
Sekarang di dunia ini,
kau dan Huang Rong saling mengandalkan.
Jika aku menggunakannya
sebagai obat penawar untuk digantikan dengan kitab,
Keponakan Guo,
kau takkan menolakku, 'kan?
Kak Jing.
Kau tak boleh memberikan Kitab Sembilan Yin padanya.
Biarkan saja dia membunuhku.
Hukum alam
adalah untuk
menebus kekurangan.
Hahaha.
Bagus.
Luar biasa.
Kalau begitu, akan kuberikan kau akhir yang baik.
Ouyang Feng!
Guo Jing sudah melafalkan Kitab Sembilan Yin untukmu.
Kenapa kau masih mau membunuhnya?
Gaya musik yang terlalu berbeda sulit diterima semua orang.
Hal-hal yang terlalu berharga tidak mudah untuk dipahami semua orang.
Orang ini telah mempelajari Kitab Sembilan Yin.
Bagaimana aku bisa membiarkan
ada dua orang yang menguasainya?
Guo Jing telah memberikan kitab suci padamu.
Kau masih belum melepaskannya.
Masih mau memaksanya ke jalan buntu?
Jika kau masih mau melukai reinkarnasi dari Kakak Wang Chongyang ini,
aku Zhou Botong tak setuju.
Orang gila tak tahu diri!
Beraninya kau datang untuk membuat masalah dengan kami!
Hm? Hei.
Dia bilang Zhou Botong tak tahu diri.
Dia mungkin tak tahu
apa yang telah kita lakukan dalam 20 tahun terakhir untuk menjaga kitab.
Iya.
Bagaimana kalau biarkan dia merasakan
Jurus Jari Yang yang pernah menghapus seni bela dirinya dulu?
Oh, baik.
Aku saja.
Aku saja.
Kalian berdua jangan bertengkar.
Kali ini, lakukan bersama.
Jurus Ganda Jari Yang.
Mana orangnya?
Haha, Racun Tua.
Begitu mudah ditipu?
Kitabnya masih di sini.
Sampai jumpa.
Tingkat tertinggi dari seni bela diri bukan dinilai dari siapa lebih hebat.
Tapi, memiliki niat untuk menyelamatkan orang dan membantu dunia.
Kak Jing.
Rong'er.
Sudah berapa lama aku tertidur?
Tujuh hari tujuh malam.
Kak Jing.
Ayo kita kembali ke gurun.
Mulai sekarang lupakan semuanya di sini.
Tak terlibat di Dataran Tengah.
Tak bertanya tentang dunia silat.
Bagaimana?
Aku mau pergi ke Gunung Hua
untuk bertarung dengan Ouyang Feng sekali lagi.
Bertarung secara adil untuk sekali lagi.
Demi Guru Besar
dan Qigong,
meski aku tak bisa mengalahkannya,
bahkan jika kalah,
aku juga akan melawannya lagi.
Jika kau mau kalah,
aku menyarankan kau untuk tak pergi.
Qigong.
Qigong.
Sepertinya sudah waktunya untuk mengajarimu tiga tapak terakhir.
Persaingan yang sengit yang membuat darah bertumpahan.
Semua telah diatur sebagaimana mestinya, pasang surut kehidupan tak menentu.
Orang sombong pasti akan membawa kemalangan
dan semua hal akan menuju ke sisi yang berlawanan.
Ini adalah tiga tapak terakhir dari 18 tapak Naga.
Inti dari "Orang sombong pasti akan membawa kemalangan"
adalah kata "kemalangan" ini.
Ini tekad dan kesabaran hati.
Jika kau bisa memahami arti mendalam dari kata "kemalangan",
baru bisa dikatakan telah mempelajari 18 Tapak Naga.
Kak Jing!
Kembali.
Jing'er.
Kitab Sembilan Yin dan 18 Tapak Naga-mu,
bagaikan Yin dan Yang selaras dan saling melengkapi.
Namun, jika ingin membuat keduanya terintegrasi,
ini bukan hal yang mudah.
Hanya saat keduanya menjadi satu,
baru bisa menjadi seni bela diri yang tak terkalahkan.
Kita akan segera sampai.
Sudah dekat, ayo.
Sudah sampai, lihatlah.
Ini jejak tangan yang ditinggalkan oleh Wang Chongyang
ketika terjadi pertarungan di Gunung Hua 20 tahun yang lalu.
Dia juga mengandalkan tapak ini
menjadi pendekar terhebat di dunia.
Ayah.
Bocah.
Seni bela dirimu telah berkembang pesat.
Penguasa Huang.
Tapi, kenapa kau masih begitu goblok?
Kau bocah tengil.
Kenapa masih memanggilnya Penguasa Huang?
Percaya atau tidak Guru akan memukulmu dengan 18 Tapak Naga?
Ayah Mertua.
Ini baru benar.
Puncak Gunung Hua
bukanlah tempat untuk membahas masalah keluarga kalian.
Ouyang Feng!
Dua puluh tahun.
Aku sudah menunggu selama 20 tahun.
Hari ini, yang berdiri di Puncak Gunung Hua
hanya aku seorang.
Ouyang Feng!
Kau masih berani datang ke sini?
Mari bahas dulu perbuatanmu di Pulau Taohua!
Saudara Huang.
Melawan pecundang ini, tak perlu kita turun tangan.
Jing'er, majulah dengan tenang.
Racun Tua! Biarkan muridku menghabisimu!
Kak Jing, kau harus berhati-hati.
Subtitle by RhainDesign Palu, 21 Juni 2021
Atas dasar apa?
Kau dan aku sama-sama mempelajari Kitab Sembilan Yin.
Kenapa aku tak bisa mengalahkanmu?
Jika ada yang menyuruhmu menyerahkan Kitab Sembilan Yin,
kau bacakan saja yang palsu.
Ouyang Feng!
Kau tahu kenapa kau tak bisa mengalahkan Kak Jing?
Karena Kak Jing asal membacakan kitab padamu.
Yang kau pelajari adalah yang palsu.
Kitab Palsu Sembilan Yin.
Tak mungkin.
Jika kitab itu palsu,
kenapa keterampilanku meningkat setelah aku mempelajarinya?
Tak mungkin.
Tak mungkin!
Qigong.
Gawat.
Aliran sarafnya berlawanan. Dia sudah kerasukan.
Tekan titik sarafnya!
Aku pendekar terhebat di dunia!
Pendekar terhebat di dunia!
Aku pendekar terhebat di dunia!
Aku, Guo Jing tak akan pernah
membiarkanmu menjadi pendekar terhebat di dunia.
Berbicara tentang pertarungan kedua di Gunung Hua,
Pendekar Guo, Guo Jing
mengintegrasikan Kitab Sembilan Yin dan 18 Tapak Naganya.
Dia mengalahkan Ouyang Feng yang sudah kerasukan
dengan ajaran "Orang sombong pasti akan membawa kemalangan"
dari jurus 18 Tapak Naga.
Membuatnya kembali ke Wilayah barat tak pernah muncul di Dataran Tengah lagi.
Juga karena itu, Pendekar Guo, Guo Jing
menjadi pendekar terhebat di dunia.
Sejak itu, dia dengan Pendekar Huang, Huang Rong
hidup bersama dan tak terpisahkan.
Lalu, mundur dari dunia silat.
- Bagus! - Bagus!
Guo Jing 12 koin.
Pendekar Sakti di daerah tengah sepuluh koin.
Beli Guo Jing akan kuhadiahkan Tujuh Orang Aneh dari Jiangnan.
Siapa yang mau?
Bos, aku mau Guo Jing.
Kau mau beli atau tidak? Jangan sentuh jika tak beli.
Apa kau mau ayah Huang Rong?
Sebagai pendekar, seharusnya memikirkan negara dan rakyat.
Guo Jing abdikan diri seumur hidupnya dan jadi pendekar yang disukai rakyat.
Huang Rong selalu berada di sisinya.
Mereka menghabiskan sisa hidup mereka dengan bebas dan bahagia.
Beberapa tahun kemudian, terjadi peperangan di Kota Xiangyang.
Pasangan Guo dan Huang berusaha keras mempertahankan kota.
Pada akhirnya, mereka gugur dan berkorban demi negara.
recehoki.net SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA
recehoki.net DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER
MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.