Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ 480p & 720p Movies Download | Mkvking.com ]
Pergilah ke stasiun pertama.
Aku sudah sampai di persimpangan.
Ada apa ini?
Sial! Mobil di belakang hancur.
Sudah!
Bagaimana ini?
Selesai, Bos!
Buka pintu, dan turun!
Kalian dengar?
- Mau keluar, tidak? - Tidak bisa.
Keluar!
Keluar, atau kutembak!
Bos.
Mundurkan mobilnya!
Berikan berliannya jika masih mau hidup!
Kalian dengar?
- Berikan kepada mereka! - Berikan saja!
Terima kasih.
Hei, Fei.
- Kenapa terlambat? - Ya, aku agak terlambat.
Meja favoritmu sudah dipesankan.
Ikuti aku.
Silakan duduk.
Aku mau meja berbeda saja.
Baik, silakan ke sini.
Mau pesan apa, Pak?
Mau pesan apa?
- Yang biasanya. - Baik, akan kusiapkan.
Fei.
Jangan menghancurkan asbaknya dan melukai tanganmu.
Aku hanya melatih pergelangan tanganku.
Langsung ke intinya saja.
Aku sungguh tak punya waktu.
Yang benar saja. Jaga mulutmu.
Hormatilah dia.
Hei!
Kau gila? Ini caramu bicara pada Fei?
Maafkan anak-anak muda ini, Fei.
Katakan saja maumu.
Jika tak ada, aku permisi.
Fei!
Aku punya berlian senilai 50 juta.
Aku mau menjualnya. Bergabunglah.
Ini soal kasus tiga orang tewas dan empat cedera itu?
Itu kasus serius. Aku tak sanggup.
Aku tak mau.
Kau pasti sanggup.
Kau hanya tak berani.
Memangnya kau ini siapa?
- Kau tak berhak bicara! - Kau...
- Apa? - Hei!
Duduklah.
Fei, kami di sini mengincar uang, bukan pertengkaran.
Bagianku sepersepuluh dari totalnya.
Menurut peraturan dunia bawah, aku seharusnya dapat 30 persen.
Ini tawaran besar. Pikirkanlah.
Jika mau, telepon aku. Ayo.
Hanya satu, Pak?
Mandy bekerja di sini?
Mandy di sebelah sana.
- Ayo makan sepulang kerja. - Baik.
Berantakan sekali.
Kenapa kau pergi begitu saja?
Aku tahu ini salahku karena hilang terlalu lama.
Namun, aku sudah mencarimu...
Jangan memperlakukanku seperti ini.
Aku di depanmu sekarang.
Andy, ambillah pesanannya.
Aku sibuk sekali. Kau terima sendiri.
Sebenarnya, aku...
Tolong dengarkan aku.
Biar kubantu.
Biar kujelaskan.
Itu salah hakim karena memberikan hukuman berat.
Aku tak bersalah. Aku punya pengacara.
Biar aku saja.
- Siapa yang memesan ini? - Aku.
- Yang merah? - Dia.
- Aku tahu, ini D52. - Kemari.
Ini bagus sekali, Bung. Hati-hati.
Aku bercanda. Maaf.
Jangan pergi, dengarkan aku.
Sekali ini saja, percayalah.
Percayalah kepadaku.
Aku bisa merelakan segalanya...
tapi aku tak bisa tanpamu.
Aku bersumpah, semua perbuatanku itu
ada artinya.
Nanti kau pasti paham.
Nanti. Aku harus menunggu sampai 1997?
Tidak, sampai 1996 saja.
Sekali lagi saja.
Ini yang terakhir.
Kali terakhir.
- Dua orang? - Tidak, kami mencari orang.
Silakan.
Itu dia. Yang ada di bar.
- Tangkap dia. - Baik.
Bagaimana?
Kenapa polisi mengikutimu ke mana-mana?
Kau Kecoak, ya?
Jangan memanggilku begitu.
Namaku Cheung Lon!
Kau siapa?
Aku polisi. Ikut denganku.
Tak apa.
Kenapa aku harus ikut? Kau gay?
- Kau tak mau ikut? - Tidak!
Kau mau apa?
Hei!
Kau ditahan.
Mandy.
Ayo!
Tunggu aku.
Cepat!
Kenapa tak membalas teleponku?
Rencanaku gagal karenamu!
- Jangan berlagak! Kubilang... - Lepaskan!
Kau ini apa-apaan?
Berkat Inspektur Lee, kau kulepaskan.
Omong kosong!
Inspektur Ng itu bos barumu. Sebentar lagi aku dipindahtugaskan.
Yang benar saja. Kita pindah bersama saja.
Aku tak akan memercayai siapa pun selain dirimu.
Kau pikir, kau polisi? Kau sudah gila?
Kau hanya polisi yang menyamar!
Kau hanya pandai menjadi gangster!
Kau gila?
Kenapa berteriak?
Kau mau dia terbunuh?
Kecoak, jangan main-main.
Aku sudah bersusah payah agar kau bisa masuk.
Jangan menyia-nyiakan usahaku. Ya?
Pak, aku tak main-main.
Aku pasti akan mengundurkan diri jika tak bisa masuk kepolisian.
Lalu, kau mau keluar?
Lagi pula, kau hanya polisi yang menyamar selama ini.
Kau harus mengajukan pengunduran diri dalam tiga bulan.
Berkasku saja tak disimpan oleh markas besar.
Aku mengajukan kepada siapa?
Persetan dengan pengajuan!
Lon, aku mengerti situasimu.
Akan kubawa kau kembali nanti.
Sebelum itu, kau harus bekerja dengan Inspektur Ng lebih dahulu.
Kau mengerti?
Keinginanmu adalah perintah bagiku.
Inspektur Ng?
Belajarlah kemampuan komunikasi dari Inspektur Lee.
Jangan mengomong kosong.
Aku mengandalkanmu. Jangan menipuku.
Kau tak memercayaiku?
Tentu saja.
Baru-baru ini, ada berlian yang dicuri dalam jumlah besar.
Aku perlu informasinya.
Kali ini, jangan kabur. Terus beri kabar.
- Kau mencari Mandy? - Ya.
Dia sudah pulang.
- Nona. - Ada apa?
Bukan apa-apa.
Di mana berliannya?
Aku saja.
Bukankah ini berlian dari kasus itu?
Sulit menjualnya.
Jangan membuang waktuku. Kau mau atau tidak?
Ya, kenapa tidak?
Berikan tawarannya.
Baik.
Seperti biasa, sepertiga dari harga pasar.
Tunai, mengerti?
Bukan masalah.
Bagaimana?
Adil.
Sepakat.
Tony, kita sepakat. Bawa uangnya.
Kurang ajar!
Kami bawa barangnya, tapi kalian tak bawa apa-apa?
Hei, mau apa kau?
Jaga sikapmu.
Selama aku di sini, kau tak berhak bicara!
Siapa yang tahu jika dia menipu kami?
Kenapa tak mematuhi perintahku?
Sudah kubilang, kita langsung bertransaksi.
Tony, kata mereka, kita main-main.
Kau tak punya otak? Hanya orang bodoh yang menyepakati transaksi ini!
Apa? Kau tak percaya?
Kita lihat saja yang lebih kuat!
Kita di sini untuk berbisnis, bukan bertengkar.
Ambil saja barangnya, lalu berikan dia uangnya.
Aku mau barangnya lebih dahulu.
Baik.
Benar, seharusnya begini saja!
Berikan uangnya.
Ayo.
Katak!
Apa?
Jangan bergerak!
Atau akan kuledakkan kepalanya!
Tolong jangan!
Hei, tenanglah.
Tenanglah.
Hei, jangan menembak!
Jangan sampai aku terkena masalah.
Jangan menyakitinya. Akan kuberikan bagianku.
Kau tak mau dia kubunuh?
Kalau begitu, berikan berliannya!
Akan kukembalikan. Jangan menembak!
Jangan menembak!
- Berikan uangku! - Berikan kepadaku!
Berikan kepadaku!
Hei, jangan menembak!
Fei!
Mati kau!
Kurang ajar!
Akan kuburu kau ke seluruh Hong Kong!
Ayo!
PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN
Seven-up!
- Fei, silakan duduk. - Terima kasih.
Bagaimana?
Sudah siap. Kapalnya akan berangkat pukul 19.00 malam ini.
Bagus.
Ini 20.000 dolar. Aku naik dari mana?
Maaf, seharusnya 25.000 dolar.
Apa? Kau ini mau menolongku, tidak?
Aku sudah pernah menolongmu!
Ini sudah balas budiku.
Katamu, kau mau segera pergi, aku sudah mencarikanmu kapal.
Aku tak curang.
Baik, jangan menipuku.
Katakan, pukul berapa aku pergi?
Pukul 19.00 malam ini di Dermaga Yellowstone.
Semoga beruntung, kau bisa pergi sekarang.
Kau pernah lihat pria ini?
Tidak.
Inspektur Ng, tak ada di Saigon Main Street.
Ya, aku datang dari Saigon Front Street.
Berhenti!
Jangan lari!
Menyebar!
Di sana.
Di mana dia? Dia tak mungkin secepat itu.
Dasar bodoh. Tak mungkin dia menunggumu!
- Ayo! - Halo, Tuan-tuan.
- Kalian mencariku? - Panggil Inspektur Ng!
- Jangan bergerak. Angkat tangan! - Penjahat ditahan.
- Posisiku di Saigon Side Street. - Pak.
- Aku akan segera datang! - Hati-hati dengan senjata kalian.
Diam! Angkat tangan!
- Ke sana! Jangan bergerak! - Banyak sekali.
Bicaralah. Atau partnerku akan marah.
Kau mengancamku? Kenapa aku tak dipukuli saja?
Dasar banyak bicara! Kuberi kau pelajaran!
Inspektur Lee.
Kenapa kau sekasar itu pada Fei?
Lee, rupanya kau. Mereka bawahanmu?
Polisi macam apa mereka ini?
Pendatang baru.
Kalian mau mencari informasi dari Fei
dengan kekerasan?
Dahulu, ada polisi yang memperlakukannya serupa,
dan tulang rusuknya patah.
Jangan berlebihan. Aku lebih tenang sekarang.
Duduklah.
Fei, Bagaimana kau bisa dalam masalah?
Aku begitu tak beruntung
sehingga semuanya berjalan buruk.
Padahal jarang makan makanan laut di Saigon,
tapi saat ke sana, aku ditahan oleh bawahanmu.
Kebetulan sekali. Tak ada asap tanpa api.
Lee, aku tak terlibat dalam kasus ini.
Kau bisa menyelamatkanku?
Ya, tapi aku butuh kerja samamu.
Kami tak bisa membantu jika kau tak berkata apa-apa.
Sudahlah. Lupakan yang kubilang.
Bukan masalah. Aku tahu ini sulit.
Namun, tak masalah.
Kita punya sudut pandang berbeda.
Kita ini seperti minyak dan air.
Aku tak akan mengkhianati teman.
Sekalipun begitu, aku tak bisa bertahan.
Aku tak punya pilihan.
Aku tahu kau akan tetap bungkam.
Kalian, interogasi Fei. Bersikap sopanlah.
Sia-sia saja menakutinya.
Siap, Pak.
Bukankah begitu, Fei?
Kau mau pergi, Lee?
- Ya, bersenang-senanglah. - Ayo minum saat senggang.
Minum? Kapan pun jika kau bebas.
Baik. Sampai jumpa.
Silakan duduk.
Kita tahan dia. Bersikap akrablah kepadanya.
Aku ingin tahu siapa pelaku perampokan berliannya.
Aku baru saja keluar penjara.
Sekarang, kau mau memenjarakanku lagi? Kau gila?
Ini perintah.
Aku tak meminta pendapatmu!
Mengerti?
Kau tahu pekerjaanku itu polisi,
bukan tahanan.
Mengerti?
Kau...
Selalu saja memberiku tugas sulit. Kenapa tak kau sendiri saja?
Jika tak bisa, aku bisa melakukannya.
Ide bagus.
Biar kupikirkan.
Arloji, kalung, dompet.
Sudah semuanya?
Senior.
Ini Lai Chi Kwok.
Bagus, kasus mereka sama.
Keluarkan semua barang-barangmu.
Fei, kenapa kau di sini?
Kita pernah bertemu di restoran Kin.
Keponakanmu terus mengomong kosong di sana.
Selamat pagi.
Aku Cheung Lon, bukan Kecoak. Senang bertemu denganmu!
Aku tak mengenalmu.
Kau didakwa apa?
Diam!
Beruntung aku bisa satu penjara denganmu.
Menyingkir sebelum aku kehilangan kesabaran!
Kenapa kau begitu marah?
- Ayo! - Cepat!
Aku tahu caranya berjalan.
Jika mau, mendaki saja.
- Aku boleh terbang? - Cepat!
Sepuluh...
Aku sudah mengenalnya selama sepuluh tahun.
Namun, dia mengkhianatiku.
Jika aku bebas, akan kubunuh dia.
Bagaimana menurutmu? Bukankah begitu?
Tutup mulutmu!
Kau tak bisa menyuruhnya diam?
Hei, kau bisa diam?
Baik.
Tabrak mereka.
- Ada apa? - Jangan berhenti!
Jika berhenti, kita bisa mati!
Cepat!
- Mereka siapa? Mereka mengincarmu? - Mobil tahanan diserang!
Dari belakang!
Segera laporkan posisi kalian.
Kami di Wai Yip Street, Kwun Tong.
Kalian dengar, ganti?
Kendali Pusat, kalian dengar?
Tiarap!
- Kau tak apa? - Tanganku!
Aku tak terluka.
- Maju! - Baik!
Kau tak apa?
Awas!
Turun dari mobil!
Fei, kau tak terluka? Bagus.
Beruntung aku hanya mimisan.
- Fei. - Pergi!
Kau bahkan tak mimisan. Hebat!
Jangan mengusikku!
Polisi datang, kita aman.
Ayo cari jalan mendaki.
Mendaki? Kita harus kabur!
Kita akan dalam masalah jika kabur!
Akan lebih gawat jika kita di sini.
Aku mau di sini, tapi kita terborgol.
Potong saja tangannya!
Yang mana, tanganmu atau tanganku?
Diam!
Kita sudah berjalan cukup jauh.
Untuk apa sejauh ini?
Katakan maumu. Nasib kita serupa.
Sudah kubilang, aku tak mengenalmu.
Aku tak akan mau bersamamu.
Begitu borgol ini lepas, enyahlah dari hadapanku.
Sabarlah, Fei.
Aku juga terpaksa denganmu.
Ayo.
Ya.
Fei.
Kapalnya sudah berlayar.
Jangan mengomong kosong. Kapan kapal selanjutnya?
Pukul 00.00.
Namun, bayaranmu hanya cukup untuk depositnya.
Kalian harus membayar masing-masing 50.000 dolar.
Astaga, seperti memeras gelandangan saja.
Kau hanya menindas orang lemah.
Apa maksudmu, Anak Muda!
Kami semua bekerja mencari uang.
Aku bukan teman atau saudaramu!
Benar. Jadi, kembalikan uangku!
- Berhenti! - Hei!
Fei, jangan main-main.
Main-main?
Kau yakin bisa mengalahkan Fei, Anak Muda?
Hei.
Usir mereka!
Pergi, Bajingan!
Ada yang membuat keributan! Tolong!
Ada yang membuat keributan! Tolong!
Jangan berteriak!
Ada yang mengacau!
Hajar dia!
Lompat!
Fei, zamanmu telah berakhir!
Kau tak bisa mengalahkanku!
Kau dengar, Fei?
Dia hanya berbual. Ayo!
Hei.
Ada apa?
Dia menghilang. Kami tak mendapat petunjuk.
Menghilang?
Tak mungkin dia bersembunyi.
Suruh orang-orang kita untuk mengawasi firma rekanannya.
Dia pasti minta pertolongan.
- Baik. - Ayo.
Fei.
Tony menawarkan seratus ribu untuk nyawamu.
Namun, jangan cemas.
Selama kau di sini, tak ada yang tahu keberadaanmu.
Fei, aku iri kepadamu.
Temanmu sangat bisa diandalkan.
Bagus!
Tentu saja. Semua urusan kami
mengikuti cara hidup Guan Yu.
- Benar. - Kau mungkin dalam masalah,
tapi kami sebagai pengikut, harus membantumu bagaimanapun juga.
Tolong carikan baju untukku.
Bukan masalah.
Fei,
dalam keadaan begini...
Kurasa kau tak bisa pergi ke mana-mana.
Diam!
Urusan kita belum selesai.
Jika bukan karena aku,
tubuhmu mungkin sudah terpotong-potong.
Aku ketinggalan kapal karena kau!
Kenapa karena aku?
Aku hanya tak mau kau dimanfaatkan.
Biar kuseka mulutmu.
Kuhitung sampai tiga!
Jika kau masih di sini,
akan kupotong-potong tubuhmu!
Satu!
Kau tak bisa mengusirku.
Kau pikir, aku takut kepadamu?
Semua orang perlu dihargai!
Dua!
Baik.
Aku akan pergi.
Tiga!
Hei!
Stopkontak!
Ya, aku datang!
Mereka akan pergi. Cepat kemari.
Stopkontak, kau siap?
Aku datang!
Dengan Inspektur Ng. Siapa ini?
Ini Lon.
Kau ke mana saja?
Tak ada seorang pun yang menjagaku.
Fei dan aku nyaris mati.
Dengar. Peluru yang ditemukan di mobil tahanan itu
sama dengan peluru dari perkelahian geng itu.
Dengan begitu, Fei terbukti terlibat.
Baguslah.
Dia kini ada di garasi Kwun Tong.
Cepat tahan dia.
Jangan coba-coba memerintahku!
Aku tak akan menahannya sekarang.
Tetaplah mendampinginya dan cari tahu siapa rekannya.
Hei, apa maksudmu?
Aku baru saja diusir.
Lalu, kau mau aku kembali? Yang benar saja!
Itu urusanmu.
- Hubungi aku jika ada kabar. - Halo...
Halo?
Dasar kurang ajar. Penakut.
Bisa-bisanya kau memerintahku seperti anjing.
Sekarang, kau bahkan menyudahi!
Aku benci disudahi!
Jika tak menghormatiku, aku tak akan menurutimu!
Kau ini bijaksana sekali. Kau tak menyalahkanku, 'kan?
Tentu saja tidak.
Kau itu pahlawan, aku...
Dia di dalam.
- Hei! - Jangan bergerak!
Hung!
Pasti akan kubayar.
Jangan bergerak!
Ayo kita bicarakan lebih dahulu.
Bicara? Mau membicarakan apa? Kau membunuh bosku.
Aku tak melakukannya.
Guts yang menjebakku.
Sekarang, dia ingin membunuhku.
Aku tak peduli. Kau ini penghubung.
Kau yang bertanggung jawab.
Kecuali kau memberikan berliannya dan Guts kepadaku.
Bunuh saja aku.
Aku bisa menemukan semua itu dari mana?
Baik, kubunuh saja kau.
Bunuh dia.
Stopkontak!
Ini bukan urusanku!
Aku hanya saksi mata!
Suruh mereka berhenti!
Cepat!
- Fei! - Berhenti!
Mundur, kalian!
Menyingkir!
Menyingkir!
- Masuk! Cepat! - Dengarkan dia.
Mundur!
Lari!
Cepat! Tutup pintunya!
Ini berhasil?
Tidak! Lari!
Cepat!
Naik kereta saja agar cepat!
Sudah tutup!
Fei.
- Di mana Guru? - Sedang main barongsai.
Ada apa?
Cukup! Hentikan drumnya.
Kin.
Pegang.
Hei. Kin.
Rupanya Fei.
Ada apa?
Aku perlu bicara.
Kalian, berlatihlah di luar.
Baik, Guru.
Kenapa masalahmu bisa seberat ini?
Siapa dia?
Dia...
Kin, 'kan?
Aku Lon. Aku temannya Fei.
Kin, bantulah aku.
Berikan beberapa ribu untuk pergi dari sini.
Fei.
Keuangan grup ini
belakangan sedang terdesak.
Jika ada yang mengambil uang dari grup,
tak ada yang berani menghitung.
Jangan berkata begitu, Pak Kin!
Aku sudah bekerja untuk grup ini selama lebih dari sepuluh tahun.
Kini, aku hanya meminta sedikit upah.
Namun, kau menolakku?
Maaf, aku tak bisa membantumu.
Begitu saja?
Tak ada belas kasihan?
Bagaimana jika begini.
Ada yang menyuruhku menagih utang dari sebuah pabrik.
Kau bisa mendapatkan beberapa ribu dengan menolongku.
Jangan menganggapku tak mau membantumu.
Zaman sekarang, tak ada yang bicara soal kesetiaan.
Aku pilih telepon polisi agar Guts ditahan.
Kau sudah gila? Aku sudah dalam masalah besar!
Kau menyuruhku berkhianat?
- Sekali saja, tak ada salahnya. - Kau ini...
Ayo!
Berhenti, Bajingan!
- Berhenti! - Ada apa?
Jangan lari, Fei!
Ke sini!
- Ke arah sebaliknya! - Ya!
Ke sini!
Lompat!
- Tunggu dia. - Baik!
Ke sana!
- Senjatanya! - Lari!
Ke sini, Fei?
Bukan, ke sini!
Apa yang terjadi?
Aku mau dia hidup-hidup!
Minggir!
Kau gila?
Pintu belakang!
Kita akan mati?
Terkunci! Ayo!
Kali ini, aku harus ke mana?
Ke atap!
Mencoba memperdayaku?
Terkunci.
Dobrak!
Jangan bergerak!
Polisi menuju ke atas. Ayo lari!
Jangan lari!
Menyingkir!
Lari!
- Aku tak mau mati. - Lompat! Ayo!
- Akan kutangkap mereka! - Kakak.
Polisi akan datang. Jangan mengejar mereka.
- Ayo. - Pergi!
Ke dalam!
Kita terus diburu sejak semalam.
Jangan mengikutiku, Nak.
Kau bisa mati sia-sia.
Tak perlu bersusah payah melawan mereka.
Minta saja gengmu untuk melawan mereka.
Gengku? Mereka itu hanya orang-orang barbar.
Mereka tak akan membantuku dalam keadaan seperti ini.
Jangan mengharapkan bantuan mereka.
- Ayo. - Aku mau membicarakan sesuatu.
Jika kau tak keberatan, aku bisa bergabung dengan gengmu.
Setidaknya, ada seseorang yang membantumu.
Kau gila. Sekarang, ada banyak ketua geng
yang meminta pemerintah menghapuskan status kejahatan mereka.
Namun, kau mau menyertai geng kriminal.
Kau sudah gila? Ayo.
Dalam geng pun pasti ada yang pergi,
maka mereka pasti butuh generasi baru.
Geng kriminal zaman sekarang itu sulit.
Mereka tak lagi membicarakan soal persaudaraan.
Tak usah dipikirkan. Mereka akan datang.
Tuan-tuan, kalian tertarik bergabung dengan kepolisian?
Gajinya lumayan dan tunjangannya besar. Pikirkanlah.
Fei, jika kau tak mau menerimaku,
aku akan bergabung dengan kepolisian.
Bagus jika menjadi polisi.
Namun, Pak, dia harus mengabari saudaranya lebih dahulu.
Pulanglah, dan kabari kakakmu.
- Mereka kembali - Awasi mereka.
Persembunyian super.
Persembunyian super, katamu?
Benar.
Aku pernah bersembunyi di sini dengan wanita. Tak ada yang tahu.
Ayo lihat ke atas.
Hubungi Inspektur Ng.
Panda, sasaran muncul. Ganti.
Tempatnya bukan masalah?
Seperti Alun-alun Tiananmen.
Namun, lebih mewah.
Aku mau ke toilet. Ada bir di kulkas, ambil saja.
AKU MAU CINTA
AKU MENYESAL MENCINTAIMU
KESABARAN ITU ADA BATASNYA
KUBAWA IKAN MASNYA, MEREKA TAK LAGI MENYUKAIMU
Jangan melihat-lihat.
Semua ikan di sini diambil oleh pacarku.
Wanita itu ingatannya bagus.
Mereka ingat apa saja yang mereka beli.
Namun, tak pernah memikirkan yang membayar pakan ikannya.
Wanita memang begitu.
Mereka bisa sangat kejam
jika marah padamu.
Seperti istriku, dia...
Ada apa dengan istrimu?
- Bukan apa-apa. - Hei.
Ceritakanlah sedikit.
Kita ini teman.
Ceritakanlah.
Kubilang bukan apa-apa, dasar tukang gosip!
Biarkan aku belajar sesuatu dari kisahmu.
Ceritakanlah.
Kau sedang apa?
Ini bukan urusanmu.
Ini urusan pribadiku.
Tak pernah kulihat pria serewel kau.
Aku tidur di mana nanti?
Di salah satu dari dua kamar di sini.
Aku harus tidur.
Selamat malam. Fei, maaf.
Dasar berengsek.
Halo.
Halo, hei...
Aku mau bicara pada Mandy.
Dia sibuk. Siapa ini?
Aku Cheung, bisa bicara dengannya?
Sudah kubilang, dia sibuk.
Bisa telepon lagi nanti?
Kau siapa? Aku kekasihnya.
Aku suaminya. Pergi saja.
Suami?
Sepupu, siapa yang menelepon?
Salah sambung.
Mandy.
Sepupu.
Sudah kuputuskan, aku tak mau ke Kanada.
Kau...
Bukankah kita akan menikah?
Firasatku tak baik soal ini.
Jangan konyol. Semua orang melakukannya.
Kita palsukan pernikahan di Hong Kong,
lalu tinggal di Kanada selama tiga tahun.
Begitu kau mendapatkan kartu hijau, kita bisa bercerai.
Ini biasa dilakukan oleh saudara-saudara kita.
Mandy, aku bicara padamu.
Bu, jangan.
Bu, jangan pergi!
Kau sedang apa?
- Ayah. - Diam!
Istriku!
Sudah kuberikan kau kesempatan terakhir.
Namun, kau tak pernah berubah.
Kau tak lagi akan bertemu dengan kami.
Ayah.
Bu, aku tak mau pergi.
Kau sudah berbeda sekarang.
Kau tak lagi seperti Fei yang dahulu.
Aku butuh pria yang ambisius dan bertanggung jawab
yang bisa memberiku rasa aman.
Ada apa?
Mandy!
Ada apa denganmu?
Ada apa dengannya?
Jangan banyak bertanya. Bawa dia ke sana.
Dia pingsan?
Mandy!
Ada apa dengannya?
Jangan banyak bertanya. Sadarkan dia dahulu.
Menyulitkan saja.
Nona, aku mohon maaf.
Kau baik-baik saja?
Sudah bangun rupanya.
- Kau siapa? - Tenanglah.
Pergi, jangan mendekat!
- Tenanglah. - Pergi!
- Mandy! - Tenanglah.
- Fei teman kita. - Suruh dia menjauh dariku!
Nona, kukira kau itu...
- Enyah! - Baik, aku akan pergi.
Cepatlah pergi.
Kau bisa radang tenggorokan jika berteriak begitu lantang.
Kabari lebih dahulu jika mau datang agar tak ada kesalahpahaman.
Jangan cemas, aku ingin mengambil barang-barangku.
Aku tak lagi akan ke sini.
Ada apa lagi denganmu?
Kukembalikan!
Kau tak mau kujelaskan?
Baik, jelaskan.
Jika alasanmu masuk akal, aku akan segera kembali ke sini.
Tak bisa kuberi tahu sekarang.
Sia-sia saja bicara denganmu.
Jangan marah, nanti akan kubelikan es krim.
Cheung, asal kau tahu.
Aku sudah memutuskan pindah ke Kanada.
Kau belum menanyakan pendapatku.
Mandy.
Baik, akan kuberikan kesempatan terakhir.
Jika tak menceritakannya sekarang, aku akan pergi selamanya.
Kau tahu bahwa sudah benar-benar berubah?
Kau tak lagi seperti Cheung yang dahulu.
Aku butuh pria yang ambisius dan bertanggung jawab
yang bisa memberiku rasa aman.
Namun, lihat dirimu. Kau sudah kehilangan arah.
Tolong jangan pergi.
Jangan menyalahkanku.
Jangan menyalahkanku.
Kau membunuh semua harapanku.
Kau membuatku meninggalkanmu.
Mandy!
Istriku!
- Jangan pergi! - Jangan pergi!
Aku baru belajar bahasa Mandarin. Maaf.
Maaf.
Kau pikir, aku akan luluh kepadamu?
Yang benar saja, Fei.
Kau dingin sekali.
Kau juga jelek sekali.
Hei! Mereka sudah pergi pakai mobil!
Tunggu, Bill.
Ada apa?
Sial! Di mana pistolku?
Kau bercanda?
- Kenapa serius sekali? - Kembalikan!
Kembalikan!
- Ayolah! - Berhenti!
Kembalikan!
Akan kuhajar sampai mati jika tertangkap!
Fei, kita mau menagih uang?
Kau mau ikut?
Aku akan ikut.
Akan kucari taksi dahulu.
Ini taksinya.
Kau Fei?
Ya.
Aku Lon.
Ayo.
Fei, kau...
Kembalikan uang kami!
Kau tak bisa melihatnya?
Tenanglah!
Uang sedang dalam perjalanan dari bank.
Mohon bersabar.
Aku bertugas mengambil uangnya.
Bunuh saja siapa pun yang menghalangi kalian.
Dengar? Sepertinya kau dikhianati lagi.
Misi kita menagih utang atau merampok?
Apa bedanya?
Jika kau mau uang, jangan mengeluh.
Bukan seperti ini.
Caramu mendapatkan uang seharusnya juga dipikirkan, 'kan?
Ya, kita harus punya prinsip.
Kita bisa mencari uang dengan cara lain.
Karena jalan kita tak sama, aku tak akan mengikuti kalian. Ayo.
Sebentar.
- Ada apa? - Jangan bergerak.
Maju. Keluar.
BAYAR KAMI KEMBALI!
Jangan bergerak. Angkat tangan.
Hati-hati, Pak.
- Kau mau apa? - Tidak, hanya membungkus permen karet.
Tak ada yang pergi dari sini sampai semuanya selesai.
Kau tahu cara memakai pistol?
Tombol keamanannya masih terpasang.
Fei!
Fei, tolong aku.
Katamu, kau mau menjadi ketua, 'kan? Belajarlah berkelahi.
Maksudmu, tiga set kungfu?
Aku hanya punya satu.
Ayo.
Hei, tunggu aku.
Kenapa kau mengambil pistolnya?
Lebih baik aku membawa pistol.
Jangan cemas, uangnya sudah datang!
Lihat, uangnya datang.
Tenanglah.
BAYAR ATAU KAMI LAPORKAN
Silakan masuk.
Terima kasih.
Apa kabar?
Sudah lima tahun. Aku sudah bukan lagi wanita Taiwan yang dahulu.
Dia saudara kandungmu atau gangster?
Tenggorokanmu baru saja dioperasi. Jangan banyak bicara.
Ini temanku.
Silakan masuk.
Kemari.
Silakan duduk.
- Silakan. - Terima kasih.
Terima kasih.
Suamimu memperlakukanmu dengan baik?
Ya. Ada yang bisa kubantu?
Ada.
Apa itu?
Aku...
Meski sudah bercerai, kita masih bisa berteman.
Namun, suamiku akan segera pulang, aku tak mau dia...
Baik, aku mengerti.
Maaf, kami permisi. Ayo.
Fei, tunggu.
Kemari.
Aku tak serius.
Aku tahu.
Kau perlu uang?
Kau butuh berapa?
Seratus ribu.
Seratus ribu?
Tunggu.
Kehidupannya baik sekarang.
Dia menikah dengan dokter, dan punya kehidupan yang stabil.
Jika denganku, bisa lebih buruk.
- Lebih baik daripada denganku. - Ibu, aku pulang!
Kau...
Ya, aku...
Lihatlah anak kami.
Untung dia mirip ibunya.
Ayah selalu sesibuk itu?
Ya... Tidak!
Winnie.
Beri salam pada Paman.
Paman.
Anak pintar.
Aku hanya punya 50.000 di rekening bankku.
Jika tak cukup, aku punya arloji.
- Ambillah. - Tak apa. Aku bisa mencari jalan lain.
Terima kasih.
Sama-sama.
Paman harus pergi sekarang. Sampai jumpa.
Ayo.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Cepatlah.
Mereka istri dan anakmu!
Kenapa kau setakut itu?
Seumur hidupku,
aku tak pernah berbuat salah kepada orang lain.
Namun, aku selalu merasa
berutang banyak kepada mereka.
Itu bukan salahmu.
Kau gila! Ini salahku!
Siapa lagi yang bisa kusalahkan?
Maaf. Kau tak mendapat bagian.
Kita seharusnya pergi bersama.
Tak apa.
Aku bisa mencari uang sendiri.
Aku mau menemui teman. Sampai nanti di rumah.
Lon.
Tengah malam besok di Pelabuhan Distrik Barat.
Baik!
Kau menghilang seharian tanpa alasan.
Kau dan Lee sebenarnya ke mana saja?
Mencari jalan kabur.
Kurasa dia tak bersalah.
Kenapa tak memenjarakannya saja?
Tak bersalah? Lalu, kenapa Guts begitu menginginkannya?
Dia dijebak.
Kenapa kau menentangnya?
- Kenapa kau peduli kepadanya? - Peduli?
Memang aku berhak memedulikan orang?
Aku hanya tak mau membuang waktu.
Kau tak usah mencemaskan soal itu.
Patuhi saja perintahnya.
Kapan dan di mana?
Tengah malam besok di Pelabuhan Distrik Barat.
Baiklah. Bill, James.
Siap!
Panggil beberapa orang,
dan sebarkan beritanya. Jika Guts tahu, dia pasti muncul.
Siap, Pak!
Kau, tetap dampingi dia.
Jika seperti ini, kami akan mati.
Kau takut?
Jika takut, cari jalan untuk kabur.
Akan kuhajar kau kelak.
Kau sudah pulang rupanya. Cobalah masakanku.
Duduklah.
Makanannya enak.
Makanlah.
Jika tak makan, saat ada di kapal,
- kau tak akan dapat makanan. - Aku tak bernafsu.
Ada masalah dengan uang?
Tidak, temanku berjanji membantu.
Baguslah!
Kita akan pergi ke Thailand, lalu berusaha ke Amerika Selatan.
Setelah itu,
kita bisa membuka kelab malam dengan teman kita.
Lalu, kita bisa nikmati hidup.
Menjadi miliuner di Amerika Selatan.
Ayo! Bersulang!
Jika ikut, apa aku akan merepotkanmu?
Jangan bilang begitu.
Kau yang bilang mau ikut denganku.
Aku tak memaksamu bergabung.
Meski bukan gangster, kita masih bisa berteman.
Aku selalu merusak segalanya.
- Aku takut nanti... - Dasar bodoh!
Asalkan kau tak berniat menyakitiku.
Aku tahu ada sesuatu yang tak bisa kau tinggalkan.
Carilah cara untuk bicara kepadanya.
Dia pasti baik-baik saja.
Setelah makan, ayo kita datangi Mandy.
Bunyikan belnya.
Ada apa denganmu? Bunyikan belnya.
Dengar. Saat sudah di dalam,
apa pun katanya, akui saja itu salahmu dan minta maaf.
Akan kutunggu di sini. Bunyikan belnya.
Baik.
Aku tak bisa.
Apa yang kau lakukan?
Tak mungkin. Dia tak akan mengizinkanku masuk.
Aku sudah membentaknya. Jika aku datang,
dia tak akan mempersilakan masuk.
Kamarnya di lantai berapa?
Lantai dua. Yang itu.
Mandy.
Kau pengantin tercantik yang pernah kutemui.
Kenapa kita tak menikah sungguhan?
Bisakah kau serius untuk sekali ini saja?
Baik, akan kutopang kau kali ini.
- Kau baik sekali. - Jangan mengomong kosong. Ayo!
- Akan kuinjak kau. - Ayo.
Mandy, maukah kau menikahiku?
Aku sangat mencintaimu.
Jangan bercanda.
Mandy.
Aku serius. Menikahlah denganku.
Maukah kau menikah denganku?
Pernikahan kita dua hari lagi.
Sungguh?
Bagus!
Kau sedang apa?
Tunggu!
Tunggu, tunggu!
Kau perampok yang sungguh berani!
Kau sudah gila? Turun!
Aku bukan perampok!
- Tunggu apa lagi? Kau memang berani! - Aku bukan perampok!
- Jangan ke sini! Panggil keamanan! - Mandy!
- Turunlah! Cepat! - Aku bukan perampok!
Dia Cheung Lon!
Kemari, cepat!
Kau mencoba membunuhnya? Tunggu!
Kalian mau apa? Jangan takut, aku ada di sini.
Menyusahkan saja.
Kutanyakan sekarang, kau sungguh akan menikahinya?
Itu bukan urusanmu.
Kutanyakan sekali lagi. Kau akan menikahinya?
Mandy, jangan memedulikannya. Telepon polisi!
- Telepon polisi? Kuhajar kau. - Tenanglah!
Jangan mendekat!
Tak ada polisi. Ini urusan mereka berdua.
Kau berusaha menakuti kami?
Ikut denganku.
Aku tak akan ikut!
- Kita sudah selesai! - Diam! Dengarkan saja!
Sudah kuceritakan semua rahasiaku!
Ayo keluar!
- Tinggalkan dia! - Sedang apa kau?
Kau mau apa?
- Ada apa? - Kurang ajar, mau berkelahi?
Lon, kau tak apa?
Beraninya dia memukulku.
Kau memukulnya?
Ya! Lalu, kenapa?
Sepupu!
Kau tak apa?
Aku tak apa. Hanya sedikit pusing.
Enyah!
Enyah, kalian berdua!
Kau mengusirku? Bagaimana dengannya?
Aku juga dipukul!
Tolong pergilah.
Akan kutelepon polisi jika kau tak mau pergi!
- Baik, telepon saja! - Lon, tenanglah.
- Ayo pergi. - Telepon saja! Aku tak akan pergi!
Di mana teleponnya?
Kau sudah gila? Polisi mencarimu!
Ayo!
Tak kusangka kau akan seperti ini!
- Pergi! - Baik. Jangan ada polisi.
Buka baju.
PERUSAHAAN KEUANGAN
- Siapa? - Ricky.
Aku mendapat kabar Fei akan pergi dengan kapal.
Kapan?
Tengah malam di Pelabuhan Distrik Barat.
Fei. Jangan coba-coba mempermainkanku.
Kau tak akan bisa kabur.
Lalu, bagaimana?
Cari Seven-up!
Satu, dua tiga, empat.
Perempuan itu tak kenal ampun
Para anggota geng itu setia
Para anggota menangis
Karena kekasihnya punya kekasih lain
Cinta kita menghilang...
Sudahlah.
Ayo minum!
- Mereka tahu persahabatan itu selamanya? - Mereka tahu persahabatan itu selamanya?
Bersulang.
Untuk kita, pria paling sentimental di dunia.
Bersulang.
Bersulanglah untuk para wanita terjahat di dunia.
Kau sudah gila?
Hei.
Dengarkan aku.
Saat istriku pergi dengan putri kami,
aku tak menangis di depan orang lain.
Kau pasti menangis di tempat tidur.
Bukankah begitu?
Setelah malam ini,
kita akan mulai lagi dari awal di sana.
Kita punya uang, kita akan cari harta.
Fei.
Aku tak mau pergi.
Apa? Kau masih merindukannya?
Kau mau menghadiri pernikahannya?
Tidak, aku tak punya uang.
Pergilah lebih dahulu. Akan kucari jalan lain.
Hei, Kawan.
Aku tak akan meninggalkanmu di sini sendirian.
Tak usah.
Kau tak menganggapku sebagai saudara?
Ikut denganku!
Pegang.
Fei. Tak usah.
Tak apa.
Hari ini, aku dan Cheung Lon telah bersumpah menjadi saudara.
Kami akan melalui suka dan duka bersama.
Bakar dupanya. Membungkuklah.
Fei.
Tak usah bicara. Kita kini saudara.
Fei.
Tebak apa?
Apa itu?
Kau punya berliannya?
Kau kini tahu kenapa Guts begitu menginginkanku.
Tukarkan ini dengan uang.
Berbahaya jika menunjukkan berliannya.
Namun, kau sedang butuh uang.
Jangan berurusan dengan geng.
Sepotong saja, mudah dijual.
Kau bisa terkena masalah.
Jangan bilang begitu. Cepat pergi!
Aku harus mengurus sesuatu.
Sampai jumpa di pelabuhan tengah malam nanti.
Jangan terlambat.
Perhatian, kapalnya datang.
James, bagaimana keadaan di sana?
Tak ada apa-apa.
Dengar? Situasi kita tak menentu.
Tangkap dia saat kapalnya berlayar.
Kau, suruh dia turun dari kapal. Jangan menocba memperdaya kami.
Tak akan!
Perhatian, bersiaplah menahan Fei.
Fei, masuklah ke kapal.
Temanku dalam perjalanan, tunggulah.
Fei, kita tak bisa menunggu.
Jika kau tak naik, aku akan pergi.
Tak usah menunggu lagi. Tangkap dia!
Kenapa kau terlambat?
Sudah pukul berapa? Ayo ke kapal.
Kenapa masih berdiri di sini?
Maju!
Lon!
Kalian ditahan! Menyerahlah sekarang!
Jangan sampai ada yang kabur!
Lon, masuk!
Menunduk!
Cepat!
Cepat!
Aku datang! Aku sudah dekat.
Siapa?
Fei?
- Dokter, saudaraku. - Cukup, bawa dia masuk.
OTOLARYNGOLOGI MATA
Bawa dia ke dalam.
Hati-hati.
- Baringkan dia di kasur. - Baik.
Hati-hati.
- Dia tertembak? - Ya.
Lon, kau akan baik-baik saja.
Aku harus melakukan operasi. Bantulah aku.
Jangan memedulikanku. Larilah.
Tidak, ini semua salahku.
Jika kau kutinggalkan, aku bukan manusia.
Kau tak akan bisa kabur!
Ayo!
Berhenti, polisi!
Tidak!
Fei!
Lon, ada apa denganmu?
Aku harus pergi. Ada urusan penting.
Hei, tunggu sebentar! Ada apa? Aku ikut denganmu.
Tidak usah.
Lon!
Hei, jangan pergi!
Ayo.
Masuk, Lon!
Ayo!
Halo, Fei naik taksi di dekat klinik.
Aku sedang mengikutinya.
- Ikuti dia terus. Kami akan datang! - Baik!
JALAN TUNG TAU WAN
Jika Lon tahu kekasihnya akan menikah,
menurutmu, dia akan datang?
Entahlah. Dia pasti sangat sakit hati.
Awasi saja terus.
Inilah cerminan persatuan Kristus dan gereja.
Tuhan, bantulah pengantin ini mewujudkan keyakinan mereka.
Demi Tuhan kita, Yesus Kristus.
Anak suci dan Tuhan...
Hei, ada yang datang.
Tunggu apa lagi? Telepon Pak Ng sekarang!
Anak Anjing memanggil Panda.
Berkatilah untuk kehidupan yang kekal.
Silakan kembali ke tempat duduk.
Maaf, Bapa.
Tolong berikan mereka waktu.
Kau mau apa? Ini berlebihan.
- Biarkan mereka bicara. Giliranmu nanti. - Kalian...
Jika berniat menghadiri upacara, duduklah.
Jangan menikahinya.
Lalu, dengan siapa? Kau?
Kumohon.
Jangan membawakanku masalah.
Ini salahku. Dengarkan aku.
Kau mau bilang apa?
Kau selalu mengomong kosong.
Aku tak lagi mau mendengarnya.
Aku ingin mengatakannya, tapi kau enggan mendengarkan!
Tidak. Tolong tinggalkan aku!
Jangan mengacaukan pernikahan kami, atau akan kutelepon polisi.
Diam! Aku polisi!
Aku polisi yang menyamar.
Kepolisian! Kalian semua duduk!
Aku polisi yang menyamar, bukan gangster!
Aku ini pecandu dan kukhianati semua teman-temanku.
Kalian semua dengar itu?
Karena itulah, aku tak memberitahumu.
Lalu, kenapa memberitahuku sekarang?
Karena aku tak mau kehilanganmu!
Aku tak lagi mau menjadi polisi samaran!
Mandy.
Aku sangat menyukai Hong Kong.
Maaf.
Kau sudah memutuskan?
Fei, maafkan aku.
Jika menjadi kau, aku pasti melakukan yang sama.
Sebenarnya, aku...
Berbeda dengan posisiku.
Semua tak sepadan dengan hanya menampar wajahmu!
Tunggu aku.
Jangan lari!
Jangan lari, bedebah!
- Di atas! - Ke atas!
Cegat dia di jalan utama!
Lon!
Sudah kubilang, tunggu. Kenapa di sini?
Aku tak lagi bisa menunggu.
Aku akan pergi ke mana pun kau pergi.
Ayo.
Jangan sampai dia kabur!
Fei!
Kejar dia!
Di sini sangat berbahaya. Telepon polisi.
Jaga dirimu.
Cepat!
Mereka di mana? Cari!
Pak, bisa telepon polisi?
Awas!
- Lepaskan! - Cepat!
Tolong!
- Kepung tempat ini. - Siap!
Kalian telah dikepung polisi! Menyerahlah!
Bos, kita dikepung.
Bawa dia ke sini.
Dengar! Aku punya sandera.
- Mandy! - Lon!
Tenanglah, jangan bertindak bodoh.
Atau akan kubunuh dia!
Pak Ng?
Bersabarlah. Biarkan mereka bertarung sendiri.
Guts, jangan gegabah!
Dengar, Fei!
Jika kau tak mau dia kubunuh,
kembalikan berlianku!
Kau dengar? Kembalikan berlianku!
- Berikanlah. - Meski kuberikan, dia akan tetap mati.
- Hei! - Kau lihat lubang di sana?
Kesabaranku sudah habis!
Mendakilah dari lubang ini ke sana.
- Mendakilah ke sana. Cepat! - Jika tak kau berikan,
akan kutembak kepalanya!
Fei!
Kau dengar?
Lon!
Berliannya ada di sini.
Lepaskan wanita itu jika kau mau berliannya.
Lemparkan kepadaku!
Tidak, lepaskan wanita itu lebih dahulu.
Sial!
Lemparkan berliannya padaku!
Jika tidak, peluru kedua
akan kugunakan untuk membunuhnya!
Diam!
Jangan bergerak!
Lon!
Hei, berliannya di sini! Ambil!
Akan kulempar!
Lon!
Kau tak apa?
Ada jalan keluar di bawah lubang. Pergilah.
Fei.
Lon,
sayang sekali kau bukan gangster.
- Inspektur Lee! - Inspektur Lee!
- Di mana Lon? - Di dalam bersama geng itu.
Kenapa kita tak mengambil tindakan?
Ini bukan saat yang tepat.
Inspektur Lee, itu Lon.
Jangan menembak!
- Berhenti. - Berikan pistolnya. Jangan bergerak!
- Kau tak apa? - Aku masih hidup.
Di mana Fei?
Dia membawa kabur berliannya.
Kau pasti sudah membantunya!
Akan kutuntut kau karena menghambat keadilan.
Semua pernyataanmu
- akan digunakan sebagai kesaksian! - Diam!
- Kau memukulku? - Ya, lalu kenapa?
- Lon. - Kau...
- Sudahlah. - Kau lihat? Dia memukulku!
Aku tak melihat apa-apa.
Kalian lihat?
- Tidak, kami tak melihat apa-apa. - Aku juga tak melihatnya.
Masih adakah keadilan di sini?
Jangan cemas. Aku bertanggung jawab atas penilaian kinerjamu.
Tak apa. Selama kau masih di sini.
TAMAT
Terjemahan subtitle oleh M Gilang Toni P
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.