Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Segmen dan alih bahasa dipersembahkan oleh Prisoners of Love Team @ Viki
[Para Legenda]
[Episode 5]
Lu Zhaoyao! Kau wanita jahat. Kau harus mati hari ini!
Di mana Ketua Sekte?
Di dalam Kuburan Pedang.
Pedang Wanjun.
Kuburan Pedang.
Ketua Sekte!
- Pedang Wanjun datang ke dunia. - Pedang sihir kuno ini memiliki kekuatan luar biasa.
Pedang itu tidak boleh jatuh ke tangan mereka. Bertarung untuk segera menang!
- Nona Pendeta Changyu! - Nona Pendeta Changyu!
Iblis Betina terluka parah karena racun dari tumpuan pedang. Hari ini dia tidak bisa keluar dari sini.
Dia harus meletakkan pedangnya hari ini dan membayar kejahatannya sejak beberapa tahun lalu.
Aku ceroboh! Aku jatuh dalam sergapan Sekte Suci!
Ketua Sekte,
lukamu parah.
Kenapa kau di sini?
Lukamu harus segera diobati.
Lukanya tidak masalah.
Pedang Wanjun akan muncul hari ini. Aku harus mendapatkannya!
Tapi luka-lukamu...
Monster kecil....Apa begitu dulu aku memanggilmu?
Ekspresinya saat ini....apakah...
Mo Qing,
apakah kau mencintaiku?
Sudah pasti.
Cermin Perak adalah barang pribadiku.
Aku lupa siapa yang memberikannya padaku. Tapi ini adalah barang berharga.
Hari ini,
jika kau membantuku keluar dari sini tanpa kekurangan suatu apapun,
aku berjanji untuk menaikkan derajatmu untuk memerintah semua yang ada di Jianghu.
Cermin Perak ini
untukmu, sebagai tanda.
Tidak.
Kau tidak perlu memberiku apapun.
Simpanlah.
Simpan saja untukmu sendiri.
Dia tipe romantis.
Mo Qing,
pancing para murid Sekte Suci itu menjauhiku, bisa kan?
Ketua Sekte,
aku rela mengorbankan segalanya untukmu
selama kau selamat.
Kau bisa merelakan segalanya untukku.
Bukankah itu hanya karena kau tidak punya apa-apa?
Beberapa saat lalu Pedang Baishui Jianxin mendeteksi ada sisa kekuatan magis. Sepertinya Lu Zhaoyao di dekat sini.
Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu.
Lelaki dari Sekte Wan Lu?
Pedang Wanjun akan datang ke dunia.
Pedang Wanjun.
Zhaoyao akan bisa mendapatkan keinginannya.
Suara pedang ini memanggilku.
Tidak boleh menyentuhnya!
Pedang ini milik Zhaoyao.
Lepaskan!
Lepaskan sekarang!
Lepaskan! Pedang Wanjun hanya boleh memiliki satu tuan!
Lepaskan!
Kenapa? Untuk alasan apa?
Kenapa aku tidak bisa melepaskannya?
Dasar kau monster kecil!
Kau memang putra Raja Siluman!
Bertahun-tahun mengalami kesulitan,
menjaga di gerbang, itu semua hanya untuk memanfaatkan aku!
Kau brengsek... Dasar penipu!
Aku adalah siluman betina yang terkenal.
Hari saat aku mati,
adalah saat artefak magis kuno, Pedang Wanjun, muncul ke dunia.
Aku memberikan segalanya dan menderita berbagai kesulitan
untuk mendapatkan Pedang Wanjun, untuk naik ke posisi tertinggi di Jianghu.
Tidak pernah kukira akhirnya
itu akan menjadi hadiah bagi orang lain.
Kalau dipikir seluruh usahaku selama hidup ini,
aku sungguh tidak bisa menerimanya.
[Lima tahun kemudian]
Ketua Bukit Utara, kita sudah menggali hingga dasar Kuburan Pedang.
Baiklah. Kalian semua boleh pulang.
Baik, tuan.
Ketua Sekte, kalau kau bisa melihat Sekte Wan Lu saat ini,
kau akan penuh amarah juga.
Sekte Wan Lu saat ini
sudah lama kehilangan arahnya.
Ayah...
Jangan mendekat!
Ketua Sekte!
Kuburan Pedang sudah digali.
Kita masih belum menemukan jasad Ketua Sekte yang dulu.
Kalau diingat bahwa Ketua Sekte yang dulu memiliki nama yang begitu terkemuka,
dan pada akhirnya, bahkan jasadnya tidak bisa ditemukan.
Ketua Sekte, kali ini kau akhirnya bisa tenang.
Jika Ketua Bukit Utara begitu penuh dengan kenangan akan Ketua Sekte yang dulu,
bagaimana kalau kau mengikutinya ke alam baka, untuk menjunjung kesetiaanmu?
Kau kira kau siapa?
Tanpa Ketua Sekte yang dulu,
apa kau bisa naik jabatan menjadi Kapten Pengawal Kegelapan?
Aku pasti sudah mengikuti Ketua Sekte yang dulu dan menapaki seluruh dunia.
Bahkan ke Alam Baka pun, aku akan pergi tanpa gentar.
Saat waktunya tiba,
aku pasti akan menyeretmu bersamaku.
- Kau ! - Cukup.
Ketua Bukit Utara, harap mundur.
Ketua Sekte, Ketua Bukit Utara melawanmu lagi dan lagi. Aku-
Tidak perlu mengikutiku.
Kau suka rasanya.
Aku tidak akan kembali. Aku ingin meninggalkan Paviliun Ribuan Debu.
Karena tidak ada yang percaya padaku, aku sendiri yang akan membalas dendam untuk ayahku.
Nona Zhiyan, masih banyak hal yang mencurigakan dari kematian ayahmu.
Ketua Paviliun pasti akan mencari kebenarannya atas nama keadilan.
Nona Zhiyan, dia adalah adik kandung ayahmu, kau harus percaya padanya.
Dia yang tidak percaya padaku!
Kakak Suyu, kita harus bagaimana sekarang?
Kalian tidak mempercayaiku jadi aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri. Aku harus pergi.
Aku tidak takut!
Labirin Sushan yang kau miliki ini...bagaimana....
Hei! Apa kalian masih di sini?
Hei! Apa kalian masih di sini?
Ketua Qin, berat bagiku melihat Saudara Qin Yu mengalami tragedi yang begitu buruk.
Aku bahkan lebih terkejut lagi karena Zhiyan salah mengira bahwa aku pembunuhnya.
Aku lega Ketua Qin datang sendiri kesini hari ini.
Aku ingin bekerjasama denganmu untuk mencari siapa pembunuh sebenarnya. Bukan hanya untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.
Terlebih lagi adalah untuk membalaskan dendam Saudara Qin Yu.
Karena Ketua Sekte Liu sudah bicara seperti itu, maka aku akan langsung saja.
Aku datang hari ini untuk mengetahui keberadaanmu di hari saat kejadian itu terjadi.
Hari itu aku ada di Gunung Phoenix, minum-minum dengan Diakon Chi Tianming.
Setelah beberapa cangkir, aku agak mabuk. Saat aku terbangun, aku sudah di rumah.
Kemudian, aku dengar Saudara Qin Yu telah diserang di Aula Xianyu
dan Zhiyuan telah melarikan diri dari keributan itu. Ketua Qin,
urusan yang paling mendesak saat ini adalah mencari Saudara Qin Yu.
Mati atau hidup, harus ada jawabannya. Apalagi, Aula Xianyu saat ini tidak ada yang mengurus.
Kita perlu segera mencari orang untuk mengurus urusan Aula.
Ketua Paviliun. Ketua Sekte Liu.
Nona Zhiyan tidak mau mendengarkan. Dia lari masuk ke Labirin Sushan.
Ketua Sekte Liu, di Paviliun ada beberapa hal yang perlu perhatianku,
jadi untuk hari ini, akut tidak akan mengganggumu lebih lama lagi.
Ketua Qin, silakan.
Yang Terhormat...
Apakah Qin Qianxian sudah pergi?
Ya.
Apa ekspresinya menunjukkan sesuatu yang tidak biasa?
Tidak ada yang tidak biasa. Kurasa Liu Wei tidak menimbulkan kecurigaan.
Tentu saja.
Aku akan masuk.
Mingxuan, Lu Zhaoyao sudah mati. Sayang sekali
dia mati dengan begitu mudah.
Apa sebetulnya tempat ini? Aku sudah berjalan seharian.
Jadi ini rupanya Dunia Bawah.
Dunia Bawah apa? Siapa kau?
Siapa kau?
A...aku tidak akan bicara. Kau beritahu aku dulu siapa dirimu.
Baiklah. Dengar yang baik.
Nama keluargaku Lu, nama depanku Qiong, panggilanku Zhaoyao [Nama Kuno Cina memiliki nama depan formal dan nama depan panggilan]
pendiri Sekte Wan Lu di Gunung Chenji...
Siluman Betina!
Benar. Aku Siluman Betina itu.
B-B-Bukankah kau sudah mati?
Benar.
Bukankah aku sudah mati?
- Ayo kita coba. - Coba ap=
Aw! Kenapa kau memukulku?
Kenapa-Kenapa wajahmu mirip denganku dalam cermin?
Dalam cermin, aku mirip denganmu? Jadi, di matamu, aku ini mirip denganmu?
T-T-Todak. Dalam cermin kau memiliki wajahku
tapi yang kulihat langsung adalah kau.
Aku juga ingin tahu kenapa berbeda.
Oh Dewa! Ini menyeramkan!
Tempat ini sebetulnya labirin yang dimantari.
Bagaimana aku bisa kembali kesini?
Ini ujungnya! Aku tidak bisa keluar.
Kemarilah.
Adik, apa yang kau takutkan?
Meninggalkan labirin sepele ini bukan masalah bagiku. Aku bisa membawamu keluar.
Tapi sebelumnya, jawab beberapa pertanyaanku. Bagaimana?
P-Pertanyaan apa?
Pertama, di mana ini?
Ini Paviliun Ribuan Debu di Gunung Su.
Paviliun Ribuan Debu...
Kedua, kau mau kemana?
Sekte Wan Lu.
Tubuhmu memancarkan tenaga dalam Sekte Suci, kau jelas berasal dari sini. Tapi kau bilang kau ingin ke Sekte Wan Lu. Kenapa?
S-Sekte Suci tidaklah suci. Aku ingin menjadi lebih kuat.
Lalu...membalas dendam.
Dendam? Untuk apa?
Liu Wei, dari Sekte Jian Xin, membunuh ayahmu.
Aku ingin membalas dendam ayahku dan membunuh Liu Wei.
Liu Wei...
Kebetulan sekali. Aku ingin kembali ke Sekte Wan Lu juga.
Aku bisa membawamu keluar dari Labirin Shusan dan membawamu ke Sekte Wan Lu. Bagaimana?
Kau-Kau kenapa baik sekali?
Karena aku dermawan.
Tapi katanya...
Apa kau bisa mempercayai rumor? Mereka bilang semua pengikut Sekte Wan Lu adalah pemuja iblis.
Sekarang kau juga ingin ke Sekte Wan Lu. Menurutmu kau ini adalah pemuja iblis?
Se...Se...Sepertinya kau benar.
Tambahan lagi, kau sungguh tidak seperti yang mereka katakan.
Apa aku lebih cantik atau lebih jelek?
Itu...Itu..
It-Itu kau lebih cantik. Lebih cantik.
Omong kosong.
Aku sebenarnya orang baik.
Jadi... Siluman Betina,
aku ingin tahu. Kenapa kau ada dalam Labirin Sushan?
- Aku tidak tahu. Labirin ini sangat dekat dengan Paviliun Ribuan Debu.
Apa pamanku tahu kau ada di sini?
Tidak tahu.
Kenapa aku selalu terluka?
Kita sudah berjalan lama sekali. Kenapa masih belum kelihatan ada bedanya dari tempat yang baru kita lalui?
Apa kita kembali ke awal lagi?
Matamu tidak bisa membedakannya. Tapi aku bisa.
Kita akhirnya keluar!
Labirin ini merepotkan; tentu saja kau tidak bisa keluar tanpa kemampuan seorang Ketua Sekte.
Tapi siapa aku?
Gadis kecil, kau harusnya bahagia kau sudah menemukan bahu yang begitu besar untuk dipanjat.
Nona Zhiyan, kau akhirnya keluar.
Nona Zhiyan, ikut aku pulang dulu.
Aku tidak mau kembali. Karena tidak ada satu pun yang mempercayaiku, aku sendiri yang akan membalaskan dendam ayahku.
Kenapa bisa ada dua Nona Zhiyan?
Jangan salahkan aku! Jangan salahkan aku! Aku harus pergi.
Jangan banyak omong. Ayo cepat pergi sementara belum ada yang mengejar kita, sebelum ada hal lain yang terjadi.
Ketua Sekte, belakangan ini di Jianghu, ada gerombolan pemberontak yang menyebut dirinya "Gunung Baru."
Mereka berkeliaran berkelahi dengan pengikut Wan Lu beberapa kali.
Kurasa kita harus menghancurkan mereka sesegera mungkin, untuk membela gengsi Sekte kita.
Ketua Sekte, kurasa mengalahkan musuh tanpa berkelahi adalah strategi yang terbaik.
Jika kita bisa membuat mereka menyerah dengan sukarela pada sekte kita, maka itu akan mempertahankan gengsi kita.
Konyol. Mengalahkan musuh tanpa berkelahi?
Kapten Lin, kau membuat kedengarannya mudah.
Apa kau akan mengirimkan sekelompok wanita untuk membujuk mereka untuk jadi bodoh?
Beberapa tahun belakangan, Ketua Bukit Utara telah bertempur di sana-sini. Kau sudah bekerja keras.
Maksudmu dalam adu otak
kemampuanmu sama saja dengan mengirim serombongan wanita tanpa keahlian?
Kapten Lin, kau pintar berdebat.
Kalau begitu silakan Kapten Lin yang pergi sendiri
dan bujuk mereka untuk menyerah.
Cukup!
Di mana Gunung Baru ini? Siapa Ketua Sektenya?
Ketua Sektenya adalah lelaki kasar yang memegang pedang lebar.
Para pengikutnya menyebut dia Tuying, "Elang Botak." Sektenya belokasi di Gunung Fengmo.
Dekat Gunung Fengmo.
Benar.
Kalau begitu kita tidak bisa membiarkannya.
- Sebagai bawahan, aku bersedia. - Lu Gang!
Hadir, tuan!
Dalam tiga hari, habisi sekte ini. Ampuni mereka yang melarikan diri. Hancurkan yang melawan.
Aku menerima perintah.
Ketua Sekte, aku tidak mengerti.
Beberapa tahun ini sikapmu tidak pernah mirip dengan cara-cara Ketua Sekte dulu yang ganas.
Kalau kita bisa membuat mereka menyerah pada kita kali ini,
meskipun makan waktu lebih lama, tidak perlu menghabisi mereka. Ketua Sekte, kenapa...
Di sekitar Gunung Fengmo, tidak boleh ada yang mengganggu kedamaiannya.
♫ Jika bukan kau sendiri yang membuat perisai mimpi ♫
♫ kau akan memiliki tanda dilahirkan sebagai siluman ♫
♫ Tebing penuh darah bagaikan pegunungan dan sungai ♫
♫ Melangkah masuk lautan api, untuk menjadi dewa ♫
♫ Angin berhembus; Nirwana datang dari kesombongan diri ♫
♫ Di jalan terpencil aku akan selalu di sana ♫
♫ untuk menghalau masa-masa sulit ♫
♫ Untuk menghancurkan ♫
♫ belenggu takdir ♫
♫ Untuk melawan alam, menghancurkan ♫
♫ pusaran hutang budi dan dendam ♫
♫ Kekacauan ini ♫
♫ belum selesai, ♫
♫ Kekacauan ini belum selesai, lalu kenapa? ♫
Segmen dan alih bahasa dipersembahkan oleh Prisoners of Love Team @ Viki
♫ Jika cinta adalah kilat yang menghancurkan kesulitan ♫
♫ Berjalan gontai menuju ujung dunia ♫
♫ Tanpa ada prasasti, siapa yang bisa mengerti? ♫
♫ Biarkan rasa mengukir hatimu ♫
♫ Tak bisa dihancurkan, ombak liar dalam genggaman ♫
♫ Di jalan terpencil aku akan selalu di sana ♫
♫ untuk menghalau masa-masa sulit ♫
♫ Untuk menghancurkan ♫
♫ belenggu takdir ♫
♫ Untuk melawan alam, menghancurkan ♫
♫ pusaran hutang budi dan dendam ♫
♫ Kekacauan ini ♫
♫ belum selesai, ♫
♫ Di jalan terpencil, ♫
♫ langit dan bumi berguncang ♫
♫ Meminum salju dingin, dengan megah ♫
♫ kembali padaku ♫
♫ Setelah perih dari onak duri, ♫
♫ bunga yang lembut akan mekar ♫
♫ Aku akan pergi bersamamu, untuk mati ♫
♫ dan melupakan, ♫
♫ selamanya bersama ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.