Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪
♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪
♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
Cinta Abadi S3
Episode 15
Bagaimana?
Jika aku bilang,…
…aku tak tega menyuruhnya pergi.
Bahkan ingin bersandiwara seumur hidup.
Menipunya seumur hidup, membiarkannya hidup dalam mimpi.
Apa kau akan marah?
Kau sudah bilang padanya, kau mau berpisah?
Aku tahu dia sangat mencintai Qu Tan'er.
Aku juga tahu jika dia mengira Qu Tan'er yang meninggalkannya,…
…dia akan sangat menderita.
Aku tak tega.
Aku tahu.
Semua kebaikannya pada kau dan aku itu tulus.
Jika bisa menipu dia selamanya agar dia tak menderita.
Aku juga mau melakukannya.
Namun, apa pun yang kita pilih.
Itu semua tetap akan sangat menyakitinya.
Mungkin…
…sejak Qu Tan'er yang asli mati tenggelam.
Kakak Pertama sudah ditakdirkan akan terluka.
Namun, dia tak tahu kau bukan Qu Tan'er yang asli.
Kau tak perlu salahkan dirimu.
Namun, semua ini menjadi kacau karena kedatanganku.
Kita beri dia waktu.
Biarkan dia berpikir dengan tenang.
Kita juga berpikir lagi.
Pikirkan baik-baik.
Istirahatlah lebih awal.
Baik.
Cheng Cheng.
Beberapa hari ini, Yanchen…
Dia menganggap tak terjadi apa pun.
Aku juga tak tahu harus bagaimana lagi.
Yanchen.
Saat sarapan, kulihat kau sedikit berkeringat.
Kupikir, mungkin bajumu terlalu tebal.
Jadi, aku utus orang ambil baju yang lebih tipis dari gudang.
Yanchen.
Sudahlah.
Aku masih harus membuat pembukuan kediaman.
Kau sering dihukum potong gaji.
Aku tentu harus hitung dengan teliti.
- Yanchen. - Kakak…
Aku simpan bajunya dulu.
Dia memilih menipu dirinya sendiri.
Menganggap seolah-olah tak terjadi apa pun.
Tan'er.
Aku baru ingin antar camilan untukmu.
Ini kue kenari dengan jujube kesukaanmu sejak kecil.
Aku membuatnya sendiri.
Yanchen.
Ini adalah surat pisah.
Katakan saja jika kau merasa ada yang kurang.
Maaf.
Semua kalimat ditulis dengan memikirkan kebaikanku.
Asalkan aku bersedia pergi, kau rela memberikan apa pun.
Apa lagi yang kurang?
Yanchen.
Berpisah saja masih kurang.
Surat cerai.
Aku akan pergi jika kau berikan surat cerai.
Namun, jika kuberikan surat cerai, hidupmu akan semakin sulit.
Hanya dengan berpisah, kau baru bisa…
Jika mau meninggalkanku, maka jangan pura-pura baik kepadaku lagi.
Mengurangi ganti rugimu yang konyol itu.
Rasa sakit atas harapanku yang sia-sia juga akan berkurang.
Dalam situasi sekarang,…
…aku sungguh terpaksa.
Tenangkan dirimu, aku minta maaf.
Terpaksa?
Aku tak mau pergi.
Aku diceraikan olehmu.
Aku akan menunggumu.
Temui aku dengan membawa surat cerai.
Kau ingin bilang apa lagi?
Katakan saja.
Meski aku tak bisa menjelaskannya.
Namun, Qu Tan'er benar-benar mencintaimu.
Tuan Putri ke-2 yang sekarang bukan…
Di saat seperti ini,…
…kau masih mau mencampuri rasa cinta dan benciku?
Aku tahu kau tak akan percaya pada penjelasanku.
Namun, Qu Tan'er yang dulu benar-benar mencintaimu.
Tentu saja aku tahu.
Aku tentu tahu Qu Tan'er yang dulu sungguh mencintaiku.
Jika tak ada kau, dia akan mencintaiku selamanya!
Ulahmu di saat pemilihan pria tampan.
Dalam sekejap, membuatnya memanjat dinding untuk menemuimu.
Sebelumnya, kau ditertawakan oleh seluruh negeri.
Setelah itu, kau bisa membuatnya memperbaiki reputasimu.
Jangan bilang, saat itu kau tak ada pilihan dan terpaksa memilihnya.
Jika kau tak menyukainya sedikit pun.
Mana mungkin kau akan memilih orang yang sangat kucintai?
Saat itu,…
…aku memang tak menyukainya sedikit pun.
Aku yang terlambat tahu.
Aku masih saja berkali-kali…
…melindungimu dengan mengorbankan kebahagiaanku.
Aku tak bisa membantah.
Mungkin sejak saat itu,…
…di mataku…
…hanya ada dia.
Maaf.
Aku akan pergi dari sini.
Sesuai keinginanmu.
Kak…
♪Terbiasa mencari kehadiranmu di tengah keramaian♪
♪Mengenang kembali semua momen bahagia♪
♪Namun, sebenarnya aku tahu diriku yang kini dengan dulu♪
♪Sudah sangat berbeda jauh♪
♪Dua hati di tengah dunia yang sunyi♪
♪Orang yang sepi di tengah kota ramai♪
Mo Yanchen.
Mo Yanchen, tunggu sebentar.
♪Kita bertemu, berpelukan dan saling curiga♪
♪Sambil tersenyum dan menangis♪
Biarkan aku mengantarmu pulang, ya?
♪Rasa senang menjadi asing, rasa percayaku dimanfaatkan♪
Tuan Putri ke-2 di sini saja.
♪Hatiku lelah♪
Jaga dirimu.
♪Mencintai orang yang pergi karena sikap kerasku♪
♪Ketika luka sudah menumpuk♪
Mo Yanchen.
Jika kau bersikeras mengantarku pulang.
♪Aku baru sadar diriku tak kuat lagi♪
Aku akan memangkas rambutku di Kediaman Tuan Putri ke-2 ini.
♪Ada orang yang menghilang seiring waktu♪
Kau…
♪Ada pula hal yang akan memudar jika dibiarkan♪
♪Seberapa banyak kesedihan yang sulit dipahami♪
♪Sebesar itu pula rasa putus asaku♪
♪Ada orang yang pada akhirnya akan dilupakan♪
♪Ada pula mimpi yang akan hilang bersama waktu♪
♪Aku baru sadar diriku yang dulu terlalu naif♪
Kediaman Mo ♪Padahal kenyataan begitu kejam♪
Ada apa ini?
Aku juga tak tahu.
Cepat pergi!
Ayo pergi.
Tuan Besar menyuruhku sampaikan pesan.
Motto keluarga Mo adalah setia, berani dan berintegritas.
Tak menerima orang yang bersikap buruk pada istrinya.
Meskipun tak tega, tapi aturan keluarga lebih penting.
Tuan Muda Pertama boleh pilih kembali ke jalan yang benar,…
…memilih menjadi biksu atau hidup sebagai duda di kuil.
Sesuai "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan"
Tuan Muda.
Kakak Pertama, apa yang kau lakukan?
Cepat bangun, ikut aku masuk.
Ini perintah Ayah? Aku akan bicara dengannya.
Fengyang.
Lebih baik begini.
Tak perlu merasa cemas lagi.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Kakak Pertama.
Yun Ying.
Jaga Kakak Pertama.
Katakan padanya, aku tahu ini bukan salahnya.
Baik.
Kediaman Mo
Kenapa tak bisa menerimanya?
Bukankah Fengyang tuan rumah?
Bukankah selama ini, dia sangat menghormati Yanchen?
Katanya, Fengyang berusaha menghentikannya menjadi biksu.
Namun, Kakak Pertama takut akan merusak reputasi keluarga Mo.
Awalnya kukira,…
…menyuruhnya pergi adalah pilihan yang terbaik.
Namun, tak kusangka malah menjadi seperti ini.
Cheng Cheng.
Aku hanya berharap dia bisa hidup dengan selamat.
Siapa?
Ayah.
Tunggu sebentar.
Cepat pergi dari pintu belakang. Terus rekrut pasukan dan beli kuda.
Namun, jangan bertindak gegabah. Ikuti rencanaku.
Baik.
Masuklah.
Jangan bicara jika kau datang karena masalah Kakak pertamamu.
Jika Kakak Pertama tinggal, apa akan sangat mempengaruhi Ayah?
Kenapa kau begitu tega?
Aku malah ingin tanya padamu.
Kenapa membuat masalah ini sampai buntu?
Yanchen diceraikan.
Maharani pasti akan pikir hubunganmu dan Tuan Putri ke-2…
…tidak lagi sesederhana sebelum kalian menikah.
Sekarang, Maharani mencurigai Tuan Putri ke-2.
Maka pasti akan semakin curiga pada keluarga Mo.
Aku tentu harus mengurangi rasa curiganya.
Apakah hidup Kakak Pertama begitu tak penting bagi Ayah?
Apa Ayah yang membuatnya menjadi seperti ini?
Cheng'er.
Bukankah kau yang membuat Yanchen malang begini?
Masalahnya sudah jadi begini.
Kini Tuan Putri ke-2 sangat menyukaimu.
Kau harus segera melakukan tugasmu.
Mohon Ayah menerima Kakak Pertama pulang.
Cheng'er.
Kau tahu jelas Tuan Putri ke-2 dan Yanchen kekasih sejak kecil.
Namun, kau merebut cintanya.
Bukankah kau mau manfaatkan Tuan Putri ke-2 untuk rebut kekuasaan?
Bukankah dulu kau sendiri yang membuat rencana untukku?
Apa kau sudah lupa semuanya?
Benar, memang aku.
Namun, kini, sudah ada orang yang ingin kulindungi.
Juga ada alasan untuk tak melukai orang yang tak bersalah.
Orang yang ingin dilindungi?
Baik.
Cheng'er.
Pedang berharga ini menemani ibumu berperang bertahun-tahun.
Aku mengelapnya setiap hari.
Tak ingin ada sedikit pun debu di atasnya.
Orang yang sukses tak peduli pada hal sepele.
Punya banyak kelemahan akan membuatmu gagal.
Kalau begitu,…
…aku tak bisa bekerja sama dengan Ayah lagi.
Aku tak berbakti, aku pamit.
Cheng'er!
Maharani.
Mo Yanchen diceraikan, akhirnya Maharani sudah paham, 'kan?
Dulu kukira, mereka saling memanfaatkan.
Kini aku baru paham,…
…jika tak tulus saling cinta, kenapa harus menceraikan Mo Yanchen?
Qu Tan'er meninggalkan kekasih masa kecilnya.
Dia bahkan sudah malas bersandiwara lagi di depanku.
Maharani harus jaga kesehatan.
Apa pun yang mereka lakukan.
Pada akhirnya, semuanya akan sesuai dengan rencana Maharani.
Jadi, tak perlu dipikirkan lagi.
Meski bertemu, tak seharusnya saling kenal.
Sudahlah.
Sebelumnya, aku yang telah berpikir berlebihan.
Sekarang, Qu Mei'er pasti tak bisa hidup tenang.
Dia pasti tak akan membiarkan…
…Qu Tan'er mengurus masalah ini sebagai masalah keluarga.
Aku ingin lihat bagaimana mereka akan bertengkar.
Aku beruntung bisa mendapatkan bantuan dari Nona Chen dan Nona Su.
Jika nanti sudah berhasil, aku pasti akan ingat kesetiaan kalian.
Jayalah, Tuan Putri.
Tuan Putri, ini kesempatan yang sangat langka.
Besok, kami akan mendakwa Tuan Putri ke-2 di depan Maharani.
Hanya saja…
Hanya saja apa?
Maaf, aku harus terus terang.
Laporan kali ini tak bisa diubah lagi.
Tuan Putri Pertama tak boleh terpengaruh cinta di saat begini.
Harus putus hubungan dengan Mo Yanchen.
Itu barulah pilihan yang terbaik.
Benar.
Jika sekarang hubungan Tuan Putri dan Mo Yanchen masih tak jelas.
Maharani akan mengira dia melanggar "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan", 'kan?
Aku paham niat baik dari kalian.
Namun, hanya Mo Yanchen yang bisa menjadi suamiku.
Kelak juga akan begitu.
Tolong kalian ingat hal ini.
Baik.
Katakanlah, apa maksud laporan ini?
Lapor, Maharani.
Suami Tuan Putri ke-2, Mo Liancheng,…
…menindas yang lemah, melanggar "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan".
Sebagai kepala keluarga, Tuan Putri ke-2…
…bukan hanya tak melarangnya.
Namun, malah sibuk bermesraan dan tak mengurus politik.
Juga tanpa sebab menceraikan suami pertamanya, Mo Yanchen.
Ini melanggar aturan.
Apa hal ini benar?
Tak salah lagi, silakan Maharani selidiki.
Maharani, menurut aturan Dongyue sejak dinasti lalu.
Setelah diceraikan tanpa sebab oleh Tuan Putri ke-2,…
…Mo Yanchen harus hidup sebagai duda meski tak bersalah.
Sebagai Tuan Putri, Tuan Putri ke-2…
…adalah calon pemimpin dari keturunan kerajaan.
Keputusan ini harus dibatalkan.
Aku setuju.
Aku juga setuju.
Aku juga setuju.
Aku, Qu Tan'er, meminta hukuman dari Maharani.
Mohon Maharani mengembalikan reputasi Mo Yanchen.
Aku bersedia menerima hukuman.
Suruh dia masuk ke aula.
Salam kepada Maharani.
Jelaskanlah.
Sekarang, aku menceraikan Mo Yanchen tanpa sebab.
Dia terpaksa hidup menderita sebagai duda di kuil.
Aku tanya pada kalian, apakah ini semua salahku?
Tuan Putri ke-2 menceraikan suami tanpa sebab, melanggar aturan.
Memang benar ini salah Tuan Putri ke-2.
Perkataan Nona Chen benar.
Jika memang salahku, tapi korban ikut menderita bersamaku,…
…bukankah ini melanggar moral?
Mohon Maharani menilai.
Aku yang salah.
Maka hukum harus diubah.
Bersihkan reputasi Mo Yanchen.
Kemudian, Tan'er akan bersedia menerima hukuman.
Qu Tan'er, apa benar seperti yang kau katakan?
Jika Maharani membersihkan reputasi Mo Yanchen,…
…kau akan mengaku salah dan menerima hukuman?
Tentu saja.
Jadi, menurut Tuan Putri Pertama, apakah Mo Yanchen tak bersalah?
Tentu saja Mo Yanchen tak bersalah.
Semua orang di sini tahu jelas mengenai hal ini.
Kalau begitu, mohon Maharani memberi titah.
Agar pria yang diceraikan tanpa sebab seperti Mo Yanchen…
…bisa hidup dengan tenteram.
Setelah itu, aku akan menerima hukuman dari Maharani.
Aku takkan membantah.
Karena sudah ada kesimpulan.
Maka akan aku setujui.
Namun, Tuan Putri ke-2 harus bersiap menerima hukuman.
Terima kasih, Maharani.
Kediaman Tuan Putri
Tuan Putri ke-2 dilarang keluar.
Dia berpesan semua barang ini harus diberikan pada Tuan Muda Pertama.
Ya.
Tuan Muda ke-14.
Bagaimana jika kubantu kau membawanya?
Sebagai wanita, sudah sewajarnya aku membantumu.
Kalau begitu, kita masing-masing bawa setengah.
Ayo.
Tuan Muda ke-14.
Kemarin saat aku mengajarimu teknik pedang,…
…kau bilang aku lucu?
Jika kau tak suka, aku takkan bilang begitu lagi.
Kau jangan marah padaku.
Bukan, aku bukan marah padamu.
Aku juga seorang wanita.
Mana boleh disebut lucu?
Lucu itu sangat bagus.
Tuan Putri ke-2 bilang, jika mau lucu, harus pakai pengulangan kata.
Pengulangan kata?
Contohnya, makan-makan, tidur-tidur, takut-takut.
Sepertinya masuk akal juga.
Pengulangan kata.
Kalau begitu, Tuan Muda ke-14,…
…cepatlah pulang-pulang ke kediaman.
Hadiah-hadiah ini agak berat.
Kau harus hati-hati.
Lain kali saat kau kemari lagi,…
…kuajari kau teknik-teknik pedang lagi, bagaimana?
Baik, aku pergi dulu.
Kita sudah sepakat, kau akan ajari aku teknik-teknik pedang.
Namun, kau jangan marah-marah padaku karena aku bodoh-bodoh.
Jika tidak, aku akan kecewa-kecewa pada diriku.
Aku pergi dulu, Jing Xin Xin.
Jelas-jelas Tuan Muda ke-14 yang lebih lucu dariku.
Tuan-Tuan Muda ke-14.
Salah, Tuan Muda-Muda ke-14?
Tuan Muda ke…
Kenapa pengulangan kata ini sulit sekali?
Tuan Muda-Muda…
'Jing Xin Xin'! *Cinta Jing Xin
Apakah…
…Maharani curiga tindakan Tuan Putri ke-2 hari ini…
…berhubungan dengan Mo Yuanlong?
Sejak kapan dia peduli pada pembaharuan hukum?
Hari ini, jelas-jelas dia sudah punya persiapan.
Hanya saja, Qu Tan'er dan Mo Liancheng…
…sebenarnya dimanfaatkan oleh Mo Yuanlong…
…atau memang berniat bekerja sama dengannya?
Tuan Muda ke-8 keluarga Mo…
Bagaimana jika aku yang mencari tahu kebenarannya?
Mo Liancheng kurang bermoral.
Suasana di Kediaman Tuan Putri ke-2 tak sehat.
Suruh Su Yuela perbaiki situasi kediamannya.
Aku mengerti.
Semoga Nona Su tak mengecewakan Maharani.
Bisa segera menemukan bukti Mo Yuanlong menipu Tuan Putri ke-2.
Tuan Putri ke-2.
Tuan Putri ke-2, Qu Tan'er, dengarkan titah.
Patuhilah titah, Maharani memberi perintah.
Sering terjadi masalah di Kediaman Tuan Putri ke-2.
Tuan Agung ke-2, Mo Liancheng, menindas yang lemah.
Melanggar "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan".
Tuan Putri ke-2, Qu Tan'er, dibutakan oleh cinta.
Lalai dalam belajar.
Jadi, Su Yuela diperintahkan masuk ke kediaman…
…untuk mengawasi, memperbaiki,…
…membangun ulang moral serta "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan".
Sekian.
Tuan Putri ke-2, terimalah titah ini.
Aku menerima titah.
Nona Su.
Kau sangat berwibawa.
Orang yang paham pasti tahu kau mengumumkan titah.
Yang tak paham pasti akan kira kau mau menggeledah rumahku.
Nona Su.
Tuan Putri ke-2 terlalu terus terang, mohon dimaklumi.
Maaf lancang bertanya Nona Su.
Apa ada batas waktu bangun ulang "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan"?
Misalnya, kapan Nona Su mulai masuk kediaman dan kembali ke istana?
Menurut perintah Maharani,…
…mulai sekarang, aku tak perlu kembali ke istana lagi.
Sampai aku merasa seluruh orang di Kediaman Tuan Putri ke-2…
…telah bangun ulang "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan".
Kau mau tinggal di sini?
Dia ingin mencoba mengaturku?
Jing Xin.
Siapkan kamar terbaik untuk Nona Su.
Siapkan juga kamar untuk para petugas istana.
Baik.
Posisi Tuan Agung Pertama baru saja kosong.
Tuan Agung ke-2 sudah mau menjadi tuan rumah?
Nona Su tak seperti membangun "Tiga Prinsip dan Lima Kebajikan".
Lebih seperti ingin mencari masalah.
Aku hanya bertindak sesuai titah.
Tuan Putri ke-2 tak boleh meragukan titah.
Kurasa Su Yuela itu terlalu melebih-lebihkan tugasnya.
Jelas-jelas karena adiknya gagal dalam pemilihan pria tampan.
Jadi, dia ingin balas dendam.
Su Yuela mudah dihadapi.
Takutnya Maharani punya niat tersembunyi yang lain.
Namun, Kediaman Tuan Putri kita…
…baru-baru ini memang agak menghebohkan.
Ada kejadian memperjuangkan hak properti pria.
Juga dukung kebebasan dalam bercerai.
Kurasa Maharani ingin memperingatkan kita…
…agar kita jangan menyalahi kekuasaan kerajaan.
Ingin kita lebih menahan diri.
Masih ada cara lain jika dia ingin menghukummu.
Namun, mengutus orang untuk tinggal di sini.
Dia pasti ingin menyelidiki sesuatu.
Kurasa Maharani pasti ingin merebutmu kembali.
Dia mengutus Su Yuela kemari untuk melihat…
…apakah hubungan kita itu sungguhan atau hanya pura-pura.
Cium, peluk, gendong dengan tinggi.
Ini termasuk pura-pura atau sungguhan?
Kau pintar menerapkan hal yang kau pelajari.
Tujuan asli Maharani harus kita cari tahu dari Su Yuela.
Jadi, kita hadapi saja dengan cara yang pintar.
Saat kesempatan tiba, dia pasti akan menunjukkan tujuan aslinya.
Kalau begitu, mana ciumanmu?
Kalian, di siang hari begini,…
…melakukan hal yang begitu tak bermoral.
Di mana lagi martabat keluarga kerajaan?
Ini salah Tuan Agung ke-2 yang terlalu menggoda.
Membuatku tak bisa menahan diri.
Baik.
Sepertinya Tuan Agung ke-2 hanya tahu cara menggoda.
Tak tahu apa pun soal "Sifat Murni Pria".
Kalau begitu, pelajaran etika yang pertama…
…dimulai dari "Tiga Kepatuhan dan Empat Sifat Murni".
Pria harus patuh pada tiga aturan.
Tak ada yang terkecuali.
Sebelum menikah, patuh pada ibu, setelah menikah, patuh pada istri.
Bila istri meninggal, patuhi…
Tuan Agung ke-2 tahu apa itu "Empat Sifat Murni"?
"Empat Sifat Murni"…
…terbagi menjadi moral, perkataan, penampilan dan keahlian.
Pria harus mematuhi prinsip moral, bersikap hormat dan sopan,…
…serta mematuhi moral suami saat di rumah.
Harus bersikap lembut dan tenang, bersikap patuh dan rapi.
Tak melakukan hal yang memalukan, bertindak sesuai aturan.
Patung pasir? *pelawak dungu
Aneh sekali.
Kenapa bisa ada nyamuk di cuaca seperti ini?
Minggir!
Terima kasih, Tuan Putri.
Tak perlu.
Kalau begitu, aku akan teruskan?
Teruskan.
Pria harus mematuhi prinsip moral, bersikap hormat dan sopan,…
…serta mematuhi moral suami saat di rumah.
Harus bersikap lembut dan tenang, bersikap patuh dan rapi.
Bertindak sesuai aturan.
Berikutnya, kita belajar tentang cara bicara pria.
Yaitu, tak berbicara jahat, tidak bicara tak pantas, tidak memfitnah.
Dengan istri…
Patung pasir? *pelawak dungu
Apa ini?
Tuan Agung sedang memuji Nona Su.
Kau tak tahu soal ini.
Di dalam legenda, patung pasir adalah hewan mistis kuno.
Konon, seluruh tubuhnya penuh dengan bulu emas.
Tubuhnya tinggi dan kuat.
Bisa terbang sejauh ribuan mil tanpa merasa lelah.
Di dalam hati Tuan Agung,…
…Nona Su, kau adalah patung pasir yang hebat itu.
Ingat perintah Tuan Putri.
Tunggu.
Saat aduk tinta, tak boleh langsung pegang batu tinta dengan tanganmu.
Harus dibungkus dengan kertas.
Kau akan terlihat tak anggun jika tanganmu terkena tinta.
Kalau begitu, biar kulihat, tangan Tuan Agung terkena tinta atau tidak.
Jari Tuan Agung putih dan lentik.
Sangat bagus.
Biar kulihat lagi.
Apakah wajah tampan Tuan Agung terkena tinta atau tidak.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.