Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪
♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪
♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
Cinta Abadi S3
Episode 14
Ma… Maaf.
Maaf.
Kau mau pergi ke mana?
Sudah kupastikan dari tatapan matamu.
Kau adalah orang yang tepat.
Pendekar, kemampuanmu sangat mahir tadi.
Kelima elemen dasarmu cukup kuat.
Punya jiwa keadilan dan nasib yang baik.
Begitu lihat, aku tahu kau punya keberuntungan yang luar biasa.
Kau sudah menipu banyak orang, 'kan?
Belakangan ini, selain peternak hewan yang aneh itu,…
…tak ada bisnis lain lagi.
Apa gadis dungu itu tahu aku menipunya,…
…lalu, menyuruh orang membalas dendam?
Salah paham, ini hanya salah paham.
Tuan Putri ke-2 sudah salah paham.
Tentu saja mungkin penjualnya salah ambil obat.
Tak peduli salah atau tidak, uangnya sudah dibayarkan.
Sudah dibayar, maka tak bisa diminta lagi.
Jadi, tak ada gunanya kau menangkapku.
Obat apa?
Untuk siapa?
Aku memang orang yang hidup berpindah-pindah.
Suka menyendiri.
Tak ingin punya hubungan dengan pejabat atau bangsawan.
Sengaja diam-diam tinggal di sini.
Namun, karena niat tulus Tuan Putri ke-2, jadi, obatnya…
Tentu saja, obat ini rahasia langit yang tak boleh dibeberkan.
Soal diberikan pada siapa, aku juga tak tahu.
Orang ini memang seperti kata penduduk desa.
Dia jelas-jelas penipu.
Qu Tan'er terus mencarinya.
Apa mungkin ada alasan lain?
Bagaimanapun, aku tak mau terlibat dalam urusan duniawi lagi.
Tentu saja, aku tetap harus ikut dalam hal yang mesti kucampuri.
Aku beruntung bisa bertemu orang sehebat Tetua.
Ke depannya, aku akan sering meminta bantuanmu.
Sudah seharusnya.
Ini hal yang wajar.
Bisnis ini semakin sulit dilakukan.
Apa aku perlu pergi bersembunyi dulu?
Bersembunyi apa?
Siapa yang bisa menolak uang?
Ucapanmu benar juga.
Peramal yang Tuan Putri ke-2 cari juga merupakan penipu biasa.
Katanya obat yang mahal itu juga diminum oleh Mo Liancheng.
Kau benar.
Tak mungkin orang itu.
Mungkin karena belakangan ini aku tambah dosis obatku…
…hingga jadi berpikir berlebihan.
Aku tulus berharap Maharani panjang umur.
Aku akan berbagi beban denganmu dalam hal lain.
Hanya kau yang bisa berbagi beban denganku.
Pangeran.
Tebaklah, siapa aku?
Kenapa kau memanggilku Pangeran?
Belum ingat juga?
Begini saja.
Geserlah.
Ajari aku bermain kecapi seperti dulu.
Bukankah aku bisa langsung memelukmu saja?
Bukan begitu, harus peluk sambil ajari…
Xiaotan, gawat!
Ada apa? Masuk.
Bukankah kau menyuruhku memberi Liu Baishui pelajaran?
Begitu tiba di tempatnya,…
…aku melihat Xiao Zhen membawa pasukan mencarinya.
Dia juga menerima uang dari Xiao Zhen.
Dasar pengkhianat.
Liu Baishui?
Dia orang yang waktu itu memberimu pil perontok bulu.
Sebenarnya aku ingin memintanya membuatkanmu obat pemulih ingatan.
Siapa yang tahu dia malah menukarnya jadi obat itu.
Dia… Siapa dia?
Dulu, ada seorang kenalan lama.
Wajahnya sama persis dengannya.
Dia teman seperjuangan kita.
Teman seperjuangan?
Jangan bahas lagi.
Sejak dia memberiku obat palsu,…
…aku sudah tahu dia pasti bukan Liu Qianshui.
Kusuruh Jing Xin beri dia pelajaran.
Liu Qianshui?
Di dunia yang dulu, dia datang dari Benua Xuanling.
Dia menemukanku saat sedang mencari pemilik Mutiara Zhenhun.
Lalu, dia juga memberiku seruling pengusir roh.
Benua Xuanling?
Apa? Mutiara apa?
Seruling pengusir roh?
Kawan, apa kau masih punya banyak pertanyaan lagi?
Aku lupa kalian sudah tak ingat.
Jing Xin.
Mana si Pengkhianat?
Sudah aku ikat.
Kau berani menipuku.
Jika berani bohong sekali saja, kusuruh Jing Xin sayat kau sekali.
Pengawalku ini sikapnya dingin, pedangnya tumpul.
Mungkin kau baru akan terbunuh setelah disayat ribuan kali.
Astaga.
Kau mau melakukan apa?
Ingin… Ingin memberiku hukuman mati?
Tuan Putri, sudah kukatakan berkali-kali.
Aku tak bilang padanya soal aku buatkan kalian obat hilang ingatan.
Kalau begitu, jelaskan padaku.
Jelas-jelas namamu Liu Baishui.
Kenapa kau menipuku dan bilang namamu 'Liu Qianshui'?*Qian, ribuan
Aku tak menipu Tuan Putri.
Sejak awal, kubilang namaku 'Liu Baishui'.*Bai, ratusan
Waktu itu, kau juga berbisik, "Kenapa berkurang 900?"
Kau yang menganggapku sebagai Liu Qianshui.
Apa kau sungguh bukan…
…Liu Qianshui yang mengecat rambut?
Sungguh bukan.
Apa kau punya kakak yang bernama Liu Qianshui?
Tidak.
Ayahmu?
Ayahnya ayahmu?
Kukatakan begini saja.
Namaku Liu Baishui, ayahku Liu Heishui.
Keluarga kami ada yang bernama "Hei" dan "Bai", tak ada "Qian".
Soal aku sendiri,…
…aku selama ini…
Selama ini belum menikah.
Selama bertahun-tahun, aku selalu…
…menjaga martabatku.
Selalu menjaga kesucianku.
Jing Xin, cepat panggil petugas kemari.
Suruh mereka bawa penipu ini!
- Jangan! Kau… - Baik!
Tunggu!
Tuan Putri, sebentar.
Jika dibawa ke petugas, maka pasti akan diserahkan pada Maharani.
Saat diinterogasi,…
…pasti akan diberi siksaan.
Benar!
Perkataan Tuan Agung lebih nyaman didengar.
Begitu dilihat, langsung tahu kau sangat murah hati.
Baik hati dan sangat tam…
Bagaimana jika…
…langsung dibunuh saja?
Ini bagus!
Baik!
Tuan Putri!
Kau… Ampuni aku.
Am… Ampuni aku.
Begini.
Beri aku kesempatan tebus dosa dengan jasa, bagaimana?
Kau sudah menerima uang orang itu.
Ingin berjasa apa lagi?
Belum tentu. Aku bisa banyak hal.
Contohnya, aku paham astronomi dan geografi. Benar, 'kan?
Aku bisa meramal, juga bisa mengusir roh jahat.
Coba membual lagi!
Tidak, meskipun semua itu bualan, tapi aku bisa meramal fenomena.
Kau tahu fenomena, 'kan?
Sudahlah, kau sungguh hebat membual dalam segala hal.
Aku tak membual soal fenomena. Ini sungguhan.
Menurutku, kau pasti akan membutuhkanku.
Meskipun sekarang belum berguna,…
…namun, setidaknya aku bisa memberimu saran.
Pokoknya, bagaimana, ya?
Ji… Jika kau biarkan aku hidup, kurasa pasti akan berguna.
Tuan Putri, ampunilah aku, ya?
Itu, orang yang baik…
Orang yang baik akan hidup selamat selamanya.
Jing Xin.
Terima kasih, Tuan Putri. Terima kasih.
Terima kasih, Pendekar.
Sudahlah, jangan berusaha memuji.
Cepat katakan, kau punya solusi apa?
Tuan Agung ini menderita hilang ingatan.
Baguslah hilang ingatan.
Bukan.
Maksudku penampilanmu bagus.
Tampan.
Sudah puas melihat belum?
Dia tampan, apa kaitannya denganmu?
Benar, meski tak terlalu berkaitan denganku,…
…namun, begitu memikirkan hilang ingatan, aku langsung pikir begini.
Dia seharusnya dengan…
Dia harus coba ingat kembali kejadian di masa lalu.
Kau kira aku tak tahu itu?
Kami sudah lama mencoba mengingat beberapa kejadian.
Namun, tak ada perkembangan sedikit pun.
Tak ada perkembangan.
Apa tak ada perkembangan itu maksudnya saat coba mengingat,…
…sangat sulit ingin mereka ulang kejadian yang sama persis.
Namun, secara garis besar, sudah mirip, 'kan?
Apa sudah persis?
Soal ini, memang masih kurang mirip.
Lihat, mungkin inilah alasannya.
Selain itu, hal apa lagi yang belum bisa diingat kembali?
Ada!
Ada kejadian pertumpahan darah.
Juga beberapa…
Masih ada beberapa kejadian yang sulit diceritakan.
Astaga.
Kejadian yang sulit diceritakan.
Pantas saja disebut tak ada 'perkembangan'. *bermesraan
Begini, mereka ingin menciptakan "perkembangan".
Sebagai orang luar, bukankah kita harus pergi?
Aku bukan orang luar.
Kau orang luar.
Matamu begitu besar, kenapa tak bisa melihatnya?
- Aku bukan orang luar! - Siapa bilang bukan?
Tuan Putri.
Ada hal apa lagi…
…yang lebih sulit diceritakan dibanding tindakanmu sebelumnya?
Hal seperti ini tak bisa dikatakan.
Kenapa?
Apa kau ingin mencoba yang lebih menantang?
Tuan Putri, kau menyuruhku gali lubang semalaman.
Sudah kugali semuanya.
Ingin mengubur siapa?
Tidak! Jangan, Tuan Putri!
Aku tak mau mati!
Kenapa kali ini kau penakut sekali?
Jing Xin.
Bawa Yu Hao jalan-jalan di sekitar.
Pergilah agak jauh.
Aku mau bicara serius dengan Tuan Agung.
Baik.
Ayo.
Tuan Agung, jika ada masalah, teriaklah untuk panggil aku!
Tenang saja…
Dia sudah pergi jauh.
Ini…
Jangan bicara.
Ikut aku melompat ke bawah.
Mungkin saja kau akan ingat semuanya.
Lompat ke bawah?
Kita harus pura-pura tak sengaja terjatuh.
Aku terjatuh di atas tubuhmu.
Kau menjadi alasku.
Kau sangat pintar cari keuntungan.
Bahkan memintaku menjadi alasmu.
Aku bukan memaksamu menjadi alasku.
Namun, situasi waktu itu memang seperti ini.
Jika kau mau ambil keuntungan darimu,…
…apa aku perlu membawamu dari jauh hanya untuk membuatmu jatuh di sini?
Cepat.
Kau akan paham setelah jatuh.
Omong kosong!
Bukan omong kosong, ini sungguhan.
Kenapa kau menarikku?
Harusnya aku yang menarikmu turun.
Menurutku, ini aneh.
Apa yang aneh?
Sebelumnya, kau bilang,…
…kemampuan bela diriku hebat, tak tertandingi.
Kau menipuku.
Waktu itu, situasinya seperti ini.
Kau mau menolongku.
Namun, karena panik, aku menarikmu turun juga.
Lubang ini sangat dalam.
Aku memikirkan cara keluar begitu lama, tetap tak terpikirkan.
Kau bilang kemampuan bela diriku hebat.
Mana mungkin aku suruh kau memikirkan cara?
Setelah itu, aku baru tahu,…
…sebenarnya, kau ingin lebih lama berdua saja denganku.
Kita berdua saling mencintai.
Jika mau berdua saja, kenapa harus di tempat seperti ini?
Kau menipuku lagi.
Tidak.
Kau yang waktu itu bukan benar-benar kau.
Kau juga sudah bilang, aku yang waktu itu bukan benar-benar aku.
Kalau begitu, jika aku melompat, apa yang bisa aku ingat?
Kacau sekali.
Aku tanya padamu.
Lalu, bagaimana cara kita naik?
Kau menggendongku dan terbang untuk naik.
Aku juga bisa terbang?
Jika aku bisa terbang,…
…kenapa pada awalnya, aku bisa ditarik ke bawah olehmu?
Mo Liancheng.
Aku curiga kau mau mengubah alur ceritaku!
Aku juga curiga kau salah ingat.
Hal ini jelas-jelas tak masuk akal.
Aku tak mau.
Aku benar-benar menggali lubang sendiri.
Cheng Cheng, kita coba saja.
Coba sekali saja, ya?
Bagaimana jika sungguh bisa ingat semuanya?
Bagaimana jika kau terluka?
Tak apa-apa, aku tak takut.
Aku yang takut.
Sekarang aku tak bisa bela diri.
Jika kita sungguh jatuh,…
…aku tak bisa melindungimu.
Sekarang, aku sudah tak berani dan heroik seperti dulu.
Kau sangat kecewa, 'kan?
Mana mungkin?
Kau mencemaskanku, takut aku terluka.
Mana mungkin aku kecewa padamu karena hal ini?
Sebenarnya, aku lebih kecewa pada diriku.
Karena aku bahkan tak punya cara untuk memulihkan ingatanmu.
Sebenarnya,…
…tak masalah jika ingatanku tak pulih.
Aku…
Aku tak keberatan.
Tan'er.
Tan'er.
Mencintaimu selamanya
Sebenarnya yang tak bisa kau lupakan…
…adalah aku atau ingatan itu?
Cheng Cheng, kenapa kau belum istirahat?
Apa kau tak nyenyak tidur sambil memeluk orang kesayanganmu?
Aku datang untuk melihatmu.
Sebentar lagi kembali.
Kenapa? Sedang tak senang?
Apa karena ingatanmu tak kembali?
Tak apa-apa, aku akan cari cara lagi.
Kita berusaha bersama, ya?
Oh ya.
Hari ini tanggal 17 bulan enam.
Ini hari pernikahan kita yang pertama.
Yang berarti hari ulang tahun pernikahan.
Ingin rayakan bagaimana? Katakan saja.
Pasti akan kuturuti.
Hari ulang tahun pernikahan?
Kalau begitu, saat aku menikah ke kediaman ini termasuk hari apa?
Kalau begini, hari ulang tahun pernikahan kita ada tiga kali.
Yang pertama tanggal 17 bulan enam.
Yang kedua tanggal 26 bulan sepuluh.
Di tambah kali ini, aku yang menikahimu.
Aku akan selalu ingat semua tanggal ini.
Karena ini tanggal yang sangat penting denganmu.
Aku sangat menyayangimu, cepat puji aku.
Namun, aku tak ingat dua tanggal sebelumnya.
Aku tak mau merayakannya.
Aku hanya ingat tanggal pernikahan kita berdua.
Baik.
Tak perlu rayakan jika kau tak mau.
Kita juga punya seorang putra yang lucu.
Namanya Xiao Yu'er.
Sangat lucu.
Kugambarkan untukmu, ayo.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Sebenarnya,…
…Yu'er sangat lucu.
Tak sejelek yang kugambar.
Aku sangat merindukan Yu'er.
Awalnya aku ingin gambar untuk kulihat sendiri juga.
Sayangnya tekadku sangat tinggi, tapi keahlian gambarku tak memadai.
Kalau begitu, ceritakan penampilannya padaku.
Biar aku yang coba.
Serius?
Gambarmu pasti lebih bagus dariku.
Wajah kecil Yu'er…
…berisi, ada rona merah.
Matanya sangat besar, sudut matanya mengarah ke atas.
Mirip denganmu.
Jika matanya besar, berarti mirip denganmu.
Benar-benar sangat mirip.
Kau hebat sekali.
Memang sangat lucu.
Anak ini begitu lucu.
Namun, aku tak ingat kenangan apa pun dengannya.
Dia tak ada di dalam ingatanku.
Mana bisa aku disebut sebagai ayahnya?
Juga mana bisa menjadi ayah yang baik?
Yu'er kita sangat lucu.
Namun, sebagai ayahnya, kau hanya bertemu dia beberapa hari sekali.
Setiap hari kau selalu sibuk bekerja.
Aku sungguh seperti janda yang membesarkan anak sendirian.
Sebenarnya, aku tak ingin dengar…
…hal yang tak pernah kulakukan.
Kenapa kau jadi tak senang lagi?
Beberapa hari ini, kau seperti terpaksa melakukan semuanya.
Aku tahu suasana hatimu buruk.
Jadi, aku selalu mengalah dan menghiburmu.
- Apa ini belum cukup? -Cukup.
Aku lelah, aku kembali dulu.
Ada hal apa hingga kau begitu senang?
Tuan Muda.
Tadi, kudengar ada yang bertengkar di kamar Tuan Putri.
Bertengkar?
Tuan Putri dan Adik ke-8?
Jika tidak, siapa lagi?
Kurangi bicaramu.
Pertengkaran di kediaman bukanlah hal yang baik.
Baik.
Tuan Putri mulai marah.
Bagaimanapun, itu salahku sebagai Tuan Agung pertama.
Orang lain tak menuruti keinginannya.
Maka aku yang harus bertanggung jawab.
Sepertinya hujan.
Hujan.
Mungkin Tuan Putri akan gelisah.
Aku akan melihatnya sekarang.
Aku ambil payung.
Aku pasti bisa membuatmu mengingatnya lagi.
Dulu, kita sudah melalui berbagai kehidupan.
Berkali-kali menyatakan cinta.
Punya banyak kenangan yang luar biasa.
Mana mungkin kubiarkan kau melupakannya?
♪Apakah terlalu berat untuk mencintaiku?♪
♪Hujan lebat berubah menjadi langit berwarna abu-abu♪
♪Menutupi rasa sakit yang tak terhindari♪
♪Akhirnya hati menjadi kosong♪
♪Terjebak dalam sifatku yang keras kepala♪
♪Membuat berbagai alasan yang tak masuk akal♪
♪Walaupun ada sangat banyak ejekan♪
♪Cinta menjadi begitu asing dan membuat sikapku menjadi dingin♪
♪Kebahagiaan hilang karena ada jarak di antara kita♪
Bahkan pohon ini…
♪Mimpi hanya membuatku melupakannya sesaat♪
…dipangkas sesuai dengan ingatanmu.
Tak berbeda sedikit pun.
♪Jujurlah, apakah kau mengerti aku menjadi dingin♪
♪Karena kau terus berdiam diri?♪
Namun, bukan untuk aku.
♪Mengapa kau masih belum paham♪
♪Tak memberiku♪
Sedangkan aku,…
♪Pelukan hangat?♪
…sama seperti bunga ceri yang gugur di tanah ini.
♪Jujurlah♪
Dipangkas seperti penampilan yang dulu.
Namun, tak pernah bisa melihat dirimu yang dulu.
♪Aku mulai tak memahami perasaan cinta ini♪
♪Aku lebih memilih tak memahami cinta ini♪
Tan'er.
Tan'er.
Kenapa kau kemari? Belum istirahat?
Di luar hujan.
Aku ingat sejak kecil, kau takut petir.
Aku agak cemas, jadi, datang melihat.
Aku tak apa-apa.
Kembalilah dan istirahat.
Tan'er.
Apa ada hal yang membuatmu sedih?
Jika kau tak mau bilang,…
…aku juga tak akan tanya.
Sejak kecil, kita memang begitu, 'kan?
Namun, pada akhirnya, kau selalu menceritakannya padaku.
Terima kasih sudah bersedia mendengarkanku.
Kenapa berterima kasih?
Aku sudah lama bilang padamu.
Semua yang kulakukan untukmu itu karena keinginanku sendiri.
Tak perlu berterima kasih.
Apa kau lupa?
Tak apa-apa jika lupa.
Yang penting kau masih sama.
Aku akan tetap mencintaimu.
"Yang penting kau masih sama?"
"Aku akan tetap mencintaimu."
Sekarang, aku sudah tak berani dan heroik seperti dulu.
Kau sangat kecewa, 'kan?
Sebenarnya, aku tak ingin dengar…
…hal yang tak pernah kulakukan.
Ini salahku, tak menyadarinya selama ini.
Tan'er.
Terima kasih untuk tadi.
Cheng Cheng.
Aku lelah.
Tak ingin mengingat lagi.
Tak perlu ingat lagi.
Jika kau tak mau, aku juga tak peduli.
♪Rasa cemas di malam hari♪
Kau bilang apa?
Aku bilang,…
♪Telah menjadi kebahagiaan di pagi hari♪
…maaf, aku yang salah.
♪Meskipun hanya sesaat, namun, cinta ini sulit musnah♪
Aku mencintaimu.
Yang lainnya tidaklah penting.
♪Mendengar suara hujan sendirian♪
Aku tak bisa ingat.
♪Mabuk di malam yang dingin♪
Apa tak penting juga?
Semua itu tak penting.
Kau adalah orang yang sudah kupilih.
♪Nyanyian seruling♪
Apa pun yang terjadi,…
♪Mengirimkan rasa rindu♪
…aku tetap ingin bersama denganmu selamanya.
♪Sungai, gunung dan matahari terbenam menghiasi bayanganmu♪
Bagaimana jika berbeda dengan aku yang ada di hatimu?
Meskipun terulang ribuan kali,…
♪Hutan yang tandus♪
…di hatiku,…
…kau adalah sandaranku selamanya.
♪Mengacaukan hatiku♪
Kau orang yang melindungiku selamanya.
♪Berpura-pura tenang meski mulai takut saat mencintai♪
Meskipun aku bukan diriku yang ada di hatimu,…
…aku juga tetap mencintaimu.
♪Aku sudah lama kehilangan pelindungku♪
Aku tak berani mengingat karena…
♪Membisikkan kata cinta di sisimu♪
…aku yang di ingatanmu sangat hebat.
Aku takut, jika aku tak sehebat itu,…
…kau akan merasa mencintaiku hanya hal yang biasa.
♪Sejak muda hingga tua♪
♪Hidup seperti orang biasa♪
Mencintaimu bukan hal yang biasa.
Selalu penuh kejutan dan luar biasa.
Selalu semakin mencintaimu.
♪Tak tega menginjak♪
Kau tak perlu ingat apa pun lagi.
Karena kita akan menciptakan…
…kenangan baru milik kita berdua.
♪Bagaimana lagi kita bisa bersantai di ujung jembatan?♪
♪Yang terukir di hatimu adalah waktu terindah♪
Anggap ciuman ini…
…sebagai kenangan baru kita yang pertama, bagaimana?
Satu saja tak cukup.
Mulai besok,…
…aku mau menambah lebih banyak kenangan baru untuk Cheng Cheng-ku.
♪Tak tega menginjak bunga yang layu♪
♪Pertemuan dan perpisahan kita telah terlupakan♪
♪Bagaimana lagi kita bisa bersantai di ujung jembatan?♪
♪Yang terukir di hatimu adalah waktu terindah♪
Cuaca hari ini sangat bagus.
Benar.
Ini juga salah satu kenangan baru kita.
Kita pergi ke sana.
Baik.
Indah sekali.
Pemandangan dan lokasinya bagus.
Sungguh investasi yang layak dibeli.
Oh ya.
Kita belum pernah berbisnis bersama.
Sebelumnya, kau selalu tak mau investasi properti bersamaku.
Kali ini, aku akan membuatmu membeli saham cinta.
Kita sama-sama bangun tempat ini menjadi tempat wisata.
Kita hasilkan uang bersama.
Kebetulan bisa menciptakan kenangan baru untuk kita.
Kau tahu butuh berapa banyak uang untuk membeli tempat ini?
Butuh berapa?
Aku Tuan Putri Dongyue.
Apa mungkin aku tak mampu membelinya?
Sebanyak itu?
Meskipun banyak, tapi kau pasti mampu membelinya dengan hartamu.
Kenangan ini terlalu mahal.
Aku sangat tak rela.
Kau menyesal?
Tak menyesal.
Asalkan bisa menciptakan kenangan baru untuk kita,…
…aku bersedia menghabiskan uang ini.
Sudahlah, tak perlu beli.
Hasrat bertahan hidupku berkata, jika aku tak menghabiskan uang ini,…
…kelak, kau pasti akan bilang aku pelit lagi.
Aku tak ingin kau memegang kelemahanku.
Sungguh tak perlu.
Karena aku sudah punya kenangan yang berharga bagi kita.
Benarkah?
Kau mahir berbicara.
Maka lebih seringlah mengatakannya padaku.
Contohnya,…
…di antara uang dan aku, kau bersikeras memilih aku.
Jika ini terjadi di masa lalu,…
…aku pasti tak bisa melihatmu membuat pilihan seperti ini.
Hanya anak kecil yang akan memilih.
Uang dan cinta, aku mau semuanya.
Kenapa kau tak bisa melihat dia sama sekali tak peduli padamu?
Jika tidak, mana mungkin dia bisa mengabaikan penderitaanmu.
Juga mana mungkin biarkan kau tanggung malu sendirian.
Tuan Muda, jangan latihan lagi.
Kau menyiksa dirimu begitu lama di sini…
…hanya agar dia lebih memperhatikanmu lagi.
Namun, dia?
Dia dan Tuan Muda ke-8 sudah seharian keluar berdua saja.
Tan'er suka melihatnya.
Tak perlu pedulikan aku.
Jangan latihan lagi.
Latihanmu sudah cukup bagus.
Belum cukup!
Tan'er suka yang lebih tegas.
Juga yang lebih luwes.
Asalkan latihanku cukup bagus, Tan'er pasti akan suka.
Dia sama sekali tak peduli!
Adik ke-8 memang sengaja melakukannya.
Kenapa? Kau kecewa?
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Tan'er, kau sudah datang.
Aku datang…
…karena ingin bilang…
Mendekatlah, tak terdengar jelas.
Jangan bicara lagi, ya?
Namun,…
Tan'er.
Siapa aku?
Kau Mo Yanchen.
Aku adalah Tuan Agung, aku suamimu.
Kau seharusnya menyayangiku.
Maaf, aku sungguh tak bisa.
Kenapa?
Aku tak pernah mengatakannya.
Namun, bukan berarti aku tak mau.
Tan'er.
Saat kecil, bukankah kau bilang…
…hanya ingin Kak Yanchen yang menjadi suamimu?
Sejak saat itu, aku bertekad hanya setia padamu.
Kenapa sekarang kau mengabaikanku?
Tan'er.
Sebenarnya, kesalahan apa yang telah kulakukan…
…hingga kau pun tak mau menyentuhku?
Yanchen.
Kita berpisah saja.
Yanchen, aku…
Kau tak bilang apa pun.
Aku tak mendengar apa pun.
Namun, ini adalah pilihan yang terbaik bagi kita bertiga.
Berpisah bukanlah cerai.
Aku jamin setelah kau pergi, kau bisa hidup dengan baik.
Cintaku sudah menjadi penyakit.
Jika meninggalkanmu, tak ada obat yang bisa mengobatiku.
Maaf.
Namun, jika kita terus seperti ini, aku takut akan semakin melukaimu.
Maaf?
♪Sikap rapuh berubah akibat penderitaan♪
Kenapa?
Meskipun kau mencintai Mo Liancheng,…
…kenapa kau tak bisa menerimaku juga?
♪Masa lalu yang terhenti membuatku lega♪
♪Lepaskan ambisimu♪
Maaf.
♪Bangkitlah tanpa perlu ragu♪
Aku kembali dulu.
♪Dahulu, luka ini begitu menyakitkan, kini kita telah melupakannya♪
♪Namun, mengapa terbangun dengan mata yang memerah?♪
♪Luka ini telah membangun keteguhan hati♪
♪Tak lagi mampu menembus rasa dingin di lubuk hatiku♪
♪Tak lebih dari kebimbangan duniawi♪
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.