Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪
♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪
♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
Cinta Abadi S3
Episode 13
Kembalikan padaku!
Gawat.
Kau…
"Kenapa aku ada di sini?"
"Kenapa sudah tahu, tapi kau langgar?"
Aku sudah lelah menghafalnya.
Apa Maharani setuju aku ceraikan istri?
"Terima kasih atas simpati Maharani."
"Aku punya tanggung jawab besar. Tak seharusnya bersikap lancang."
Aku menolaknya?
Begitu ingatanku kembali, kenapa selalu menentang diri sendiri?
Kau begitu ingin cerai denganku?
Kenapa?
Aku…
Alasannya tak penting.
Kau yang memintaku menikahimu.
Kau juga yang memintaku melepaskanmu.
Namun, sekarang kau bahkan tak memberiku alasan.
Apa kau tak merasa ini sangat tak adil bagiku?
Tuan Putri.
Tuan Putri, ada banyak orang yang berkumpul di luar.
Bahkan keluar masuk pun sulit.
Kenapa mereka berkumpul?
Katanya berkaitan dengan kebijakan baru.
Kebijakan baru?
Bukankah Maharani belum setuju?
Kediaman Tuan Putri
- Tuan Agung datang! - Tuan Agung datang.
Sudah datang.
Mari, semuanya beri jalan.
Beri jalan.
Mari.
Kediaman Tuan Putri
Kami bersaudara…
- …berterima kasih atas kebaikanmu. - Tuan Muda.
Tak perlu sungkan.
Kenapa kakakmu datang kemari?
Tuan Muda, setelah kau kembali dari istana.
Maharani mengeluarkan kebijakan baru.
Dalam kebijakan baru, seluruh pria berhak mengakhiri pernikahan.
Ada kabar bahwa kebijakan ini muncul berkat permintaanmu.
Benar, Tuan Agung.
Selama ini, aku disiksa oleh istriku.
Namun, tak bisa kabur.
Kebijakan baru ini telah menyelamatkan nyawaku.
Jika tak ada Tuan Muda, kini kakakku pasti masih menderita.
Minggir!
Minggir!
Ikut aku pulang!
Jangan kasar di depan Tuan Putri dan Tuan Agung.
Tuan Putri, Tuan Agung.
Ini masalah keluarga kami.
Tidak perlu merepotkan kalian berdua.
Ayo!
Lepaskan.
Kau kira begini bisa menghentikannya?
Tuan Putri juga tahu, jika dia meninggalkanku.
Bukankah dia akan dijadikan lelucon seumur hidupnya?
Benar juga.
Apa dia harus menderita selamanya demi melindungi harga diri?
Aku ingin tanya Tuan Putri ke-2.
Jika Tuan Agung bersikeras ingin meninggalkanmu.
Kau akan mengizinkan atau tidak?
Jika itu keinginan Tuan Agung, aku tak akan melarangnya.
- Bagus! - Bagus!
Ucapan yang bagus!
- Benar. - Bagus!
- Bagus! - Ucapan yang bagus!
- Ucapan yang bagus! - Bagus!
Bagaimana?
Ada orang yang membelamu.
Bukankah rasanya sangat menyenangkan?
Perkataanku tadi, terutama kalimat yang terakhir.
Bukankah terdengar sangat hebat?
Selalu minta dipuji.
Namun, membantu orang yang lemah juga tak sesulit yang dibayangkan.
Tanpa kebijakan baru dari Maharani.
Mungkin hal ini tak akan semudah itu.
Selain itu, saat di Taman Istana tadi,…
…Maharani belum keluarkan kebijakan baru.
Sekarang tiba-tiba dikeluarkan.
Sepertinya, ada maksud lain di balik hal ini.
Apa bisa mati jika memujiku?
Kau malah membicarakan Maharani.
Di saat seperti ini, aku hampir lupa tujuan awalku meminta surat cerai.
Sikapku terus berubah, Maharani pasti sudah tahu alasannya.
Apakah dia sedang memanfaatkanku untuk melawan Keluarga Mo?
Terima kasih, Tuan Putri ke-2.
Tak akan aku ulangi lagi.
Dasar keras kepala.
Apa berterima kasih saja harus dengan cara bicara yang tak ikhlas?
Maharani.
Hamba sadar, bukan hanya Qu Tan'er yang berubah drastis.
Tiga bulan lalu, Mo Liancheng tiba-tiba sakit parah.
Setelah sembuh, dia menjadi semakin licik.
Aku sudah lama tahu kelicikannya.
Hanya saja sikapnya yang terus berubah hari ini…
…tidaklah bisa dijelaskan dengan kelicikan.
Tindakan Mo Liancheng kali ini memang di luar dugaan.
Hari ini, Kediaman Tuan Putri ke-2 sangat ramai, 'kan?
Maharani bijaksana.
Mencari tahu situasi dengan menerapkan kebijakan baru.
Juga sebar kabar di ibu kota bahwa Mo Liancheng yang mengajukannya.
Kini, Kediaman Tuan Putri ke-2 penuh dengan kumpulan rakyat…
…yang berbuat ulah karena tak suka kebijakan baru.
Namun, semuanya sudah berhasil ditenangkan oleh Mo Liancheng.
Sepertinya dia sungguh telah berubah.
Menurutku, Mo Liancheng sengaja bertindak begini…
…untuk menggoyahkan hatimu.
Setelah Mo Yuanlong tahu tentang dana rahasia.
Dia terus berusaha berbuat ulah.
Mo Liancheng juga menikahi Tuan Putri ke-2…
…agar bisa kerja sama dari luar dan dalam.
Namun, mereka tak menyangka bahwa…
…tokoh utama dalam pertunjukan ini bukanlah mereka.
Maharani bijaksana.
Sekarang ada banyak yang mencurigakan.
Bila mereka bukan saling memanfaatkan, tapi bekerja sama.
Jika ditambah dengan kekuasaan keluarga Mo.
Maka…
Bekerja sama?
Saat kesempatanku tiba, dia akan menjadi milikku!
Aku sudah salah.
Aku hanya mencemaskan kesehatanmu.
Apalagi, jika mereka berdua sungguh bekerja sama.
Kita tak boleh remehkan kekuatan mereka.
Maharani, mohon izinkan aku meneruskan penyelidikan.
Sudah waktunya kita tampil dalam pertunjukan ini.
Maksud Maharani…
Tuan Muda.
Tuan Muda.
Cepat berdiri.
Ada masalah apa?
Setelah kakakku tinggalkan kakak ipar.
Ayahku bersikeras mengirimnya ke kuil jadi biksu.
Tuan Muda!
Aku seorang pria yang tak punya sandaran.
Dongyue begitu luas.
Namun, aku tak punya tempat berlindung.
Bukankah artinya aku sudah mengecewakan harapan Tuan Muda?
Mari, cepat berdiri.
Cepat berdiri.
Terima kasih, Tuan Muda.
Sepertinya kebijakan baru saja tak bisa mengubah nasib pria.
Tuan Muda, hidupku terancam bila pulang.
Aku sudah tak punya rumah lagi.
Mohon Tuan Muda menolongku.
Anda harus menolongku.
Kebijakan baru muncul karena aku.
Aku pasti akan tanggung jawab.
Maharani meminta Tuan Agung ke-2 masuk istana sendirian.
Maharani bertindak begitu semalam.
Kini dia tiba-tiba memanggilku sendirian.
Sebenarnya apa tujuannya?
Namun, masalah akibat kebijakan baru harus diatasi.
Bunga ini…
…paling indah jika dimasukkan ke dalam vas.
Memang indah.
Namun, jiwanya telah hilang.
Jadi, menurutmu,…
…ia lebih suka terjemur dan terguyur hujan hingga akhirnya layu?
Aku bukan bunga.
Tak tahu apa yang dipikirkan bunga.
Aku tanya padamu.
Sebelumnya, kau meminta kebijakan dariku.
Itu demi seluruh pria di dunia…
…atau demi kau sendiri?
Kebijakan baru adalah keberuntungan bagi seluruh pria.
Aku meminta kebijakan baru demi semua orang dan demi diriku.
Namun, ada yang kurang dalam kebijakan baru ini.
Jika tak ditambah, takutnya akan menyebabkan kematian.
Apa yang kurang?
Meskipun seorang pria berhasil meninggalkan istrinya.
Dia akan tetap diasingkan oleh kerabat dan masyarakat.
Akan jatuh miskin dan kehilangan rumah.
Jika sungguh seperti itu, siapa yang berani mematuhi kebijakan baru?
Kalau begitu, buatkan kantung wewangian atas namaku.
Berikan pada pria yang menjalankan kebijakan baru…
…sebagai bentuk persetujuan dariku untuk mereka.
Bagaimana menurutmu?
Pemikiran Maharani sangat menyeluruh.
Aku kagum.
Kalau begitu, kau akan membuatnya bersamaku.
Liancheng patuhi.
Xiaotan.
Xiaotan.
Xiaotan.
Xiaotan, cepat bangun. Xiaotan.
Xiaotan, cepat bangun. Xiaotan.
Cheng Cheng, jangan takut. Aku akan melindungimu.
Xiaotan, cepat bangun.
Tuan Agung ke-2 sudah tak ada.
Kau bilang apa?
Aku bilang Tuan Agung ke-2 sudah tak ada.
Bukan.
Maksudku Tuan Agung ke-2 disuruh masuk ke istana.
Masuk ke istana?
Dia menemui Maharani?
Mo Liancheng.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Dulu, saat membuat gantungan cinta denganku,…
…kau sangat mahir.
Sekarang kau membuat kantung wewangian.
Kenapa keahlianmu menjadi seperti ini?
Gantungan cinta?
Pasti terjadi sebelum aku lupa ingatan.
Aku tak berbakat.
Memang kurang mahir dalam hal ini.
Mohon Maharani maklum.
Pegangkan untukku.
Baik.
Kau menghindariku?
Aku hanya takut mengganggu Maharani.
Kau ingat apa yang kau katakan padaku saat buat gantungan cinta…
…pada Festival Lentera?
Festival Lentera?
Itu terjadi sebelum aku sakit parah dan lupa ingatan.
Maharani masih ingat?
Kau bilang, "Jika ikatan gantungan cinta kuat."
"Pasti akan tahan lama."
Maharani peduli pada rakyat.
Ikatanmu dengan seluruh rakyat pasti akan bertahan lama.
Aku mengerti apa yang kau pikirkan.
Aku sudah membuat titah.
Hadiah dan hukumannya sudah jelas di sana.
Aku dukung pria yang jalankan kebijakan baru menikah lagi.
Namun, menurutku,…
…kau harus membuat contoh surat cerai dari sudut pandang pria.
Nanti, akan diumumkan secara luas bersama dengan titah
Alat tulis ada di sebelahmu.
Meskipun Maharani punya maksud lain.
Namun, sekarang aku hanya bisa menurutinya.
Jika aku bisa melindungi orang lain.
Maka juga bisa melindungi orang yang kusukai.
Maharani sungguh baik hati.
Seluruh pria di dunia akan mengingat kebaikanmu.
Surat cerai
"Seluruh pria di dunia"?
Terima kasih, Maharani.
Hal ini tak boleh ditunda.
Aku harus segera membagikan kantung wewangian ini.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Tuan Putri ke-2 marah karena tahu aku masuk istana?
Maharani sudah mulai curiga karena masalah semalam.
Selain itu, aku juga tahu Maharani punya maksud lain.
Lalu, kenapa kau masih mau pergi ke sana?
Jika tak terjang bahaya, maka takkan mendapatkan hasil.
Apa hasilnya?
Kehidupan mewah?
Menurutmu, aku orang pengincar kekayaan dan kekuasaan?
Pembacaan titah.
Patuhilah titah, Maharani memberi perintah.
Tuan Agung Mo Liancheng baik hati, pandai, berani dan bijak.
Tahu prinsip keadilan, berani menegakkan keadilan.
Diberi hadiah seribu Tael emas, sepuluh gulung kain,…
…20 peralatan giok, lima pasang peralatan perak,…
…serta tiga paket alat tulis.
Sekian.
Mo Liancheng, terima titah.
Terima kasih atas kebaikan Maharani.
Oh, benar, Maharani bilang,…
…kau buru-buru pergi setelah temani dia buat kantung wewangian.
Kau lupa membawa ini.
Kau yang menulis ini?
Benar.
"Benar"?
Namun, tak seperti yang kau pikirkan.
Kenapa kau buat kantung wewangian dengan Maharani?
Kenapa harus menulis surat cerai ini?
Aku bisa berpikir apa lagi?
♪Terjebak dalam sifatku yang keras kepala♪
Aku terus memberitahu diriku.
Kau sakit dan tak ingat apa pun.
Aku tak boleh menyalahkanmu.
♪Ada sangat banyak ejekan♪
Namun, saat melihat semua ini, aku mulai berpikir lagi.
Jika dia orangnya,…
♪Cinta menjadi begitu asing♪
…dia pasti tak akan melakukan ini.
♪Kebahagiaan hilang karena ada jarak♪
Kalau begitu,…
♪Di antara kita♪
…kenapa kau masih tak melepaskanku?
♪Mimpi hanya membuatku melupakannya sesaat♪
Akan kulepaskan!
♪Jujurlah, apakah kau mengerti aku merasa sakit♪
♪Karena kau mengabaikanku?♪
♪Aku mulai tak memahami perasaan cinta ini♪
♪Aku lebih memilih tak memahami cinta ini♪
Aku sudah mendengar semua kejadian di istana.
Dia bahkan ingin menceraikanku.
Jing Xin.
Tuliskan sesuatu untukku!
Aku yang tulis?
Cepat lakukan.
Tulis apa?
Tulis saja…
…surat…
…cerai!
Sudah.
Pir menulis surat *berlafal sama Kau tulis apa?
Aku ingin cerai dengannya.
Aku ingin menceraikan Mo Liancheng.
Aku…
Sudahlah, aku tulis sendiri saja.
Xiaotan.
Sebelumnya, Tuan Agung ke-2 terus melanggar Tujuh Pantangan.
Namun, kau tak rela ceraikan dia.
Kenapa kali ini…
Siapa yang tak rela?!
Setelah dia baca ini, dia baru akan paham rasanya penyesalan!
Namun, jika kulihat,…
…menurutku, Tuan Agung ke-2 hanya keras kepala saja.
Aku bisa melihat bahwa dia masih peduli padamu.
Peduli?
Jika peduli, apa dia akan diam-diam pergi menemui mantannya?
Membuat kantung wewangian, juga membicarakan kisah cinta yang lalu.
Saat ingatannya kembali.
Akan kubuat dia paham apa itu penyesalan yang mendalam!
Pergi, berikan padanya.
Katakan, setelah tanda tangan, surat akan langsung berlaku.
Surat cerai Qu Xiaotan ceraikan Mo Liancheng
Ini…
Ini…
Tuan Putri ke-2 suruh aku berikan pada Anda.
Anda simpan saja, tak perlu tanda tangan.
Surat cerai Qu Xiaotan ceraikan Mo Liancheng
Surat cerai.
Qu Xiaotan menceraikan Mo Liancheng.
Tuan Muda!
Kantung wewangian yang kau berikan sangat berguna.
Saat ayahku lihat kantung wewangian istana,…
…tulisan Maharani, serta contoh surat cerai,…
…dia tak menyuruh kakakku jadi biksu lagi.
Aku mewakili kakakku berterima kasih padamu.
Kantung wewangian dan contoh surat cerai itu…
…diminta untuk kakakmu?
Benar.
Kalau begitu, ini…
Ini…
Kupikir dulu baru tanda tangan.
Jing Xin pamit.
Xiaotan.
Sudah tanda tangan?
Kantung wewangian dan contoh surat cerai itu…
…diminta oleh Tuan Agung ke-2 untuk kakaknya Yu Hao.
Kakaknya hampir dipaksa menjadi biksu.
Makanya Tuan Agung ke-2 memohon pada Maharani.
"Tak terjang bahaya, maka tak dapat hasil."
Ternyata ini maksudnya.
Meskipun begitu, dia selalu berusaha membuatku menjauh.
Sebaiknya, aku penuhi saja keinginannya.
Xiaotan.
Sekarang kita sudah tahu kejadian di istana hanya salah paham.
Tuan Agung ke-2 memaksamu begini…
…pasti karena ada alasan yang sulit dia katakan.
Dia bahkan tak mau memberiku alasan.
Apa lagi yang sulit dia katakan?
Yang tak bisa diucapkan barulah disebut sulit dikatakan.
Namun, surat cerai sudah diberikan.
Semua sudah terlanjur.
Barang yang sudah diberikan mungkin masih bisa diminta kembali.
Jika kau melepaskannya karena salah paham.
Maka akan sulit bila mau dikejar kembali.
Kalau begitu, aku minta kembali dulu surat cerainya.
Setelah itu, kita lihat alasan apa yang sulit dia katakan.
Jelas-Jelas tak rela.
Masih saja tak mau mengaku.
Kau bilang apa?
Tak ada.
Cheng Cheng.
Kenapa?
Surat yang kuberikan padamu tadi…
Buru-Buru mau kutandatangani?
Bukan.
Jadi, apa?
Banyak tulisan yang salah di surat itu.
Mo Liancheng
Kembalikan padaku.
Aku akan berikan yang baru.
Tak perlu.
Aku…
Aku tak ingin menerima dua surat cerai darimu.
Apa kau tak bisa lihat aku sedang mengalah padamu?
Apa harus memaksaku hancurkan surat cerai?
Mo Liancheng
Begitu buru-buru membantuku berkemas?
Aku yang beli buku ini, tak boleh dibawa pergi.
Buku ini mahar, tak boleh dibawa pergi juga.
Buku ini milikku.
Aku bawa barang sendiri sebagai kenang-kenangan, boleh, 'kan?
Kau sudah tanda tangan?
Kenapa? Tak rela?
Aku sangat senang sampai hampir menangis!
Adik ke-8.
Sini, duduk.
Adik ke-8.
Kudengar, akhirnya kau berhasil.
Berhasil?
Benar.
Kau mendapat surat cerai dan hadiah dari Maharani.
Juga melindungi harga diri keluarga Mo.
Apa bukan sukses besar?
Memang sukses besar.
Oh, benar.
Ini barang berharga yang kusimpan bertahun-tahun.
Awalnya, kusiapkan karena takut kau menderita saat pergi dari rumah.
Namun, sepertinya,…
…hidupmu ke depannya akan jauh lebih bahagia dari sekarang.
Kakak Pertama, kenapa kau seperti ini?
Terimalah.
Meski masuk ke istana, kau juga harus punya harta pribadi.
Hati Maharani sulit ditebak, bawa saja untuk jaga-jaga.
Sepertinya masih ada perhiasan.
Kau bawa pergi juga.
Kenapa hatiku sangat tak tenang?
Rasanya semua niat baik Kakak Pertama…
…akan jadi sia-sia karena aku.
Kenapa aku tak pernah membayangkan masa depan yang dia katakan?
Apakah aku tak pernah berpikir untuk sungguh pergi?
Kenapa sikapmu berubah-ubah?
Kau yang inisiatif menciumku.
Sekarang, kau juga yang menjauhiku.
Kau sebenarnya ingin bagaimana?
Kau yang memintaku menikahimu.
Kau juga yang memintaku melepaskanmu.
Namun, sekarang kau bahkan tak memberiku alasan.
Apa kau tak merasa ini sangat tak adil bagiku?
Sekarang, ingin bilang apa pun, sepertinya takkan berguna.
Alangkah baiknya jika aku bisa melakukan sesuatu…
…agar dia paham aku menyesal dan ingin tetap tinggal.
Hingga akhir, aku tak seperti suami yang lain.
Melayaninya mandi, ganti baju, makan dan minum teh.
Mungkin ini akan menjadi penyesalanku selamanya.
Entah kapan dia akan berikan surat cerai yang dia tanda tangani.
Apa aku boleh menolak?
Benar juga.
Bukankah aku bisa menghindar dan tak mau menemuinya?
Aku harus menahan pintu dengan sesuatu.
Jadi, dia tak akan bisa masuk.
Tuan Putri.
Tuan Putri.
Minumlah teh pembantu tidur.
Teh pembantu tidur?
Dia ingin melakukan apa?
Jika pura-pura tidur lagi, tehnya akan dingin.
Kau sudah datang.
Apa di tangannya ada tersembunyi surat cerai?
Apa dia ingin aku meniup tehnya agar tak panas?
Dia sedang melayaniku minum teh?
Tuan Putri.
Apa kau minum arak?
Tidak.
Apa tehnya cukup hangat?
Cukup.
Dia tak terlihat seperti ingin menjahiliku.
Malah sepertinya merasa dirinya juga aneh.
Apa Tuan Putri kepanasan?
Bagaimana jika aku membantumu ganti baju?
Apa mungkin dia juga tak ingin cerai?
Bukankah kau sudah tanda tangan surat cerai?
Kapan akan kau berikan padaku?
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Apa kau begitu buru-buru?
Jika tak buru-buru.
Maka suamiku yang dingin akan segera menjadi manja.
Aku tak akan mengulanginya.
Tak akan berani membuatmu menjauh lagi.
Beberapa hari ini,…
…aku selalu khawatir kau akan terluka karena tindakanku.
Memaksamu melepaskanku memang salahku.
Hatiku tak pernah terasa begitu sakit.
Rasanya seperti…
…jiwaku hilang dalam sekejap.
Rasanya seperti sisa hidupku,…
…baik masih panjang maupun singkat,…
…sudah tak berarti lagi.
Jika tahu akan begini.
Kenapa dulu bersikap seperti itu?
Sebelumnya aku menjauhimu.
Karena saat itu,…
…aku punya kekhawatiran.
Tentang diriku.
Tentang ayahku.
Tentang Dongyue.
Rasanya seperti…
…kehilangan arah.
Seperti ada di situasi berbahaya.
Aku bisa menghadapi bahaya sendirian.
Namun, jika…
…kau ikut terlibat.
Mungkin seumur hidup ini,…
…aku tak akan bisa memaafkan diriku.
Kau terlalu meremehkanku.
Apa mungkin aku tak bisa melindungi suamiku sendiri?
Tuan Putri sangat hebat.
Aku…
…berterima kasih dengan kecupan.
Kalau begitu, jelaskan dulu.
Apa maksud sikapmu yang tak jelas ini?
Tak boleh menceraikanku.
Aku Tuan Putri, kau harus patuh padaku.
Katakan lagi.
Kau mau memberontak?
Katakan lagi.
- Masih mau katakan lagi? - Sudah.
Tak jadi cerai.
Kita memang tak jadi cerai.
Namun, bagaimana jika nanti…
…kau marah lagi padaku karena perjanjian kita?
Tuan Putri bebas menghukumku.
Perjanjiannya…
Perjanjiannya tak berlaku.
Kau menyukaiku karena tak mau meninggalkanku…
…atau tak mau meninggalkanku karena menyukaiku?
Aku menyukaimu.
Makanya tak bisa meninggalkanmu.
Aku tak bisa meninggalkanmu.
Makanya aku sadar ternyata aku sangat menyukaimu.
Menyukaimu hingga tak bisa tenang.
Suka hingga merasa takut.
Suka hingga…
…aku tak bisa jujur terhadap diriku sendiri.
Kukira jika kabur, maka aku takkan menyukaimu.
Namun, saat aku sungguh sudah kabur.
Aku malah berharap kau takkan melepaskanku.
Rona merah di wajahmu ini karena mabuk atau malu?
Aku tak mabuk.
Kalau malu,…
…ayo malu bersama-sama.
Sudahlah, jangan main-main.
Tentu saja aku menyukaimu.
Aku sangat menyukaimu.
Dalam setiap detik, aku takut kau melupakan ingatan yang dulu.
Jadi, tak mencintaiku lagi.
Sekarang sudah membaik.
Akhirnya, kau sudah kembali lagi ke sisiku.
Namun, aku tak punya ingatan yang dulu.
Apa kau akan keberatan?
Aku pasti bisa membuatmu mengingatnya lagi.
Dulu, kita sudah melalui begitu banyak hidup dan mati.
Berkali-kali menyatakan cinta.
Ada begitu banyak kenangan yang luar biasa.
Mana mungkin kubiarkan kau melupakannya?
Benar.
Aku tak punya ingatan yang dulu.
Semua ingatan itu kudengar dari ceritamu.
Jika dipikir lagi, sungguh disayangkan.
Jadi,…
Jadi, sebenarnya kau suka aku yang sekarang…
…atau aku yang dulu?
Kau hanya lupa ingatan.
Namun, kau masih orang yang sama.
Ini pun harus dibandingkan.
Aku cemburu.
Ini memang sifatmu.
Tak perlu cemburu.
Kau cukup ingat kembali semua ingatan yang dulu.
Jangan pergi lagi, ya?
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
Jika ada kau,…
…aku baru bisa tidur nyenyak.
♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪
Apa dulu selalu seperti ini?
♪Ingatkah dengan janji kehidupan sebelumnya?♪
♪Mengapa diam saja?♪
♪Benci karena tak mengenal satu sama lain♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.