Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪
♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪
♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
Cinta Abadi S3
Episode 12
Untuk merayakan hari pernikahan kita,…
…mari bersulang.
Bersulang.
Aku juga sengaja menyiapkan hadiah untuk kalian.
Sudah kau pikirkan?
"Sudah kau pikirkan?"
Memikirkan apa?
Ini salah satu cara mengungkapkan cinta.
Kau…
…sudah memikirkannya?
Dia memaksaku menyerah dengan surat cerai sebagai ancamannya.
Tuan Agung sudah memikirkannya?
Sudah kau pikirkan?
Jangan mimpi!
Tuan Agung sudah memikirkannya?
Memikirkan apa?
Tidak ada.
Tidak.
Mi… Minum teh.
Minum teh, Tuan Muda.
Apa dia kira aku sama dengan pria yang lain?
Mengira aku akan menyerah jika reputasiku diancam.
Kakak ke-8.
Kenapa kau sangat tak fokus?
Belakangan ini, Tuan Agung sering hilang konsentrasi.
Cerewet.
Hal yang kemarin kau bilang mau kau lakukan…
…akhirnya belum kau lakukan, 'kan?
Yu Hao.
Kau asal bicara lagi.
Tidak.
Jadi, kau sudah meminta surat cerai?
Kulihat kau tak berkemas dan tak pergi dari kediaman.
Tuan Putri ke-2 tak setuju, 'kan?
Bukan begitu.
Jadi, sebenarnya bagaimana?
Kakak ke-8, cepat katakan.
Tuan Putri tanya, Tuan Agung ke-2 sudah memikirkannya belum?
Hari ini, sepertinya aku sering mendengar kalimat ini di kediaman.
Aku juga sangat penasaran.
Anda sebenarnya harus memikirkan apa?
Kau tak bekerja seharian, malah penasaran pada hal tak penting.
Adik ke-14.
Kenapa kau datang kemari setiap hari?
Aku bukan ingin mencari Jing Xin.
Aku…
Aku…
Aku kemari karena khawatir padamu.
Apa yang sebenarnya terjadi pada surat ceraimu?
Aku diberi sebuah ujian.
Akan diceraikan jika lulus.
Apakah sangat sulit?
Kakak ke-8 tak lulus?
Tentu saja bukan.
Sangat mudah, lewat dalam sekali uji.
Kakak ke-8 sebenarnya tak ingin diceraikan.
Makanya kau jadi bingung, 'kan?
Di dunia ini,…
…sebagai pria, kita mana mungkin mau hancurkan kebahagiaan sendiri.
Siapa bilang menikah pasti bahagia,…
…diceraikan artinya sial?
Semua orang tahu, diceraikan memang hal yang sial.
Apalagi, Tuan Putri sangat menyukaimu.
Aneh.
Tuan Putri ke-2 memberikan ujian yang mudah…
…sebagai tantangan untuk cerai.
Aku malah merasa Tuan Putri ke-2 tak begitu menyukai Kakak ke-8.
Dia terus mendesakku membuat keputusan.
Memang seperti buru-buru ingin mengusirku.
Kalau begitu, aku akan menyetujuinya.
Jing Xin.
Sampaikan pada Tuan Putri ke-2, bilang bahwa sudah kupikirkan.
Benarkah?
Dia sungguh setuju?
Tak disangka, padahal aku dan Mo Liancheng sudah menikah,…
…namun, sekarang aku terharu hingga hampir menangis.
Jing Xin, siapkan air untuk mandi.
Tambahkan kelopak bunga dan aroma dupa.
Aku juga ingin menyiapkan baju tidur yang menggoda.
Apakah gaya rambutku juga harus diganti?
Xiaotan, sebelum tidur bersama, bukankah pria yang harus dandan?
Mandi dan membakar dupa.
Kenapa kau begitu repot?
Benar.
Mo Liancheng jarang sekali bisa berinisiatif.
Jadi, sikapku harus lebih dingin.
Aku harus diam dan mengamati.
Menunggunya mandi dan datang sendiri.
Namun, setelah kalian selesai tidur bersama,…
…kau tak akan benar-benar menceraikannya, 'kan?
Kau cukup tunggu pertunjukan bagus saja.
Meski aku tak tahu Tuan Putri ke-2 memberimu tantangan apa,…
…namun, kulihat Adik ke-8 tak takut sama sekali.
Tak takut?
Jika itu kau, pasti sudah kalah telak.
Jika aku yang mengalami hal itu, mungkin aku juga akan begitu.
Dunia ini terlalu keras terhadap pria.
Jika sekarang kau ingin menyerah, aku tak akan mengejekmu.
Tak akan.
Sekarang Tuan Putri ke-2 terus memaksa.
Pasti karena ingin aku menyerah.
Namun, aku tak akan kalah.
Sebenarnya apa tantangannya hingga kau begitu cemas?
Butuh fisik dan mental, menang jika daya tahan kuat.
Berhubungan dengan kekuatan fisik?
Pantas saja kau terus latihan pedang sebelumnya.
Aku percaya padamu.
Ayo.
Tak boleh menguping.
Ini…
Sudah kubilang tak boleh menguping.
Sebenarnya tantangan apa?
Katakanlah padaku.
Tentu saja tak boleh kukatakan.
Kau hanya perlu tahu, hal ini bisa membuat seluruh pria gugup.
Itu saja sudah cukup.
Begitu berbahaya?
Begini saja kau sudah takut?
Dasar penakut.
Siapa bilang aku takut?
Jika kau menantangku seperti ini, aku pasti tak akan gugup.
Siapa bilang aku ingin menantangmu?
Kau selalu datang ke kediaman kami.
Sudah larut, masih belum pulang.
Nanti, kau akan dihukum lagi.
Cepat pulang.
Namun,…
Cepat pergi.
Cepat pergi.
Sungguh malam yang indah.
Kenapa belum datang?
Dasar Mo Liancheng sial.
Apa mungkin dia menyesal?
Jangan sampai aku menangkapmu.
Tuan Putri.
Tuan Putri.
Lilinnya baru padam.
Mana mungkin sudah tidur?
Apa mungkin…
…Tuan Putri ke-2 gugup?
Siapa ini yang begitu menyebalkan?
Kenapa memukulku?
Buka matamu dan tatap aku.
Jangan menghindar.
Astaga, nada bicaranya sangat tegas.
Dia tiba-tiba sadar setelah minum arak?
Apa mungkin…
…Tuan Putri ke-2 malu?
Kenapa Anda menyalahkan diri?
Jelas-jelas Tuan Muda ke-8 yang keras kepala.
Apa kaitannya dengan Anda?
Aku jelas tahu maksudnya.
Namun, tetap kubiarkan saja.
Bahkan berharap dia akan berhasil.
Aku harus hukum diriku.
Tuan Putri ke-2 dan Anda adalah kekasih sejak kecil.
Dua orang yang saling cinta bersikap egois.
Ini hal yang wajar.
Dulu,…
…aku juga menertawakan semua pria…
…yang jadi berpikiran sempit dan perhitungan karena cinta.
Namun, kini,…
…sepertinya aku juga telah menjadi seperti itu.
Bila tak pikir yang baik, niat buruk akan muncul
Apa semuanya telah berakhir?
Tak seharusnya aku minum sebanyak itu.
Terakhir kalinya tidur bersama dan berbagi bantal.
Namun, kau seperti tak tahu apa-apa.
Seperti ini bagus juga.
Ketidaktahuanmu malah membuatku semakin tenang untuk melepaskanmu.
Ternyata kau begitu tak rela pergi.
Pesonaku memang luar biasa.
Aku akan menjahilinya.
Belum puas, ya?
Aku sudah tepati janji.
Kini giliranmu.
Pakaikan bajuku.
Kita sudah bukan suami istri.
Kau tak berhak memerintahku.
Baik.
Terserah kau.
Mana surat cerai?
Aku tak puas.
Kau…
Tak puas?
Tuan Muda, waktunya makan.
Kakak ke-8.
Kakak ke-8, sudah ada banyak rumor di luar.
Namun, kau malah tak peduli.
Rumor apa?
Tentang…
…orang Kediaman Mo sudah tahu Tuan Putri ke-2 tak puas padamu.
Sudah sampai ke Kediaman Mo?
Dilihat dari reaksi Kakak ke-8, apakah ini bukan rumor?
Gawat kalau begini.
Tahun lalu, menantu Menteri Perang dikatai tak membuat puas.
Dalam tiga hari, dia tak dihormati lagi di kediaman.
Apalagi, bulan lalu selir pria Putri Agung,…
…begitu dikatai tak membuat puas, dia langsung di…
Jika tak sesuai keinginan, harusnya tak boleh memaksa.
Tuan Agung.
Serambi Depan memintaku mengantar suplemen ini.
Bawa keluar dan buang!
Mari, gelang! Gelang cantik!
Mari lihat!
Rabalah kain kami, bahannya bagus.
Lihatlah kain kami.
Tuan Putri.
Lihatlah, kain yang ini.
Nona.
- Terlalu cerah. - Mari lihat punya kami.
- Lihat yang ini. - Nona, lihatlah.
Terlalu polos.
Nona, lihatlah yang ini.
Ini kain termahal kami.
Semuanya barang baru, produksi Jiangnan.
Nona, jangan pergi dulu!
Nona sungguh bagaikan dewi dari langit.
Cantik bagaikan bunga, hingga bulan pun malu.
Tak ada yang menandingi.
Seleramu termasuk bagus.
- Apa kau tak tahu dia adalah… - Mi Xue.
Kali ini aku keluar secara pribadi.
Jangan membuat heboh.
Baik, Tuan Putri pertama!
Hamba tak tahu Tuan Putri pertama datang.
Tuan Putri pertama sama seperti dalam rumor.
Sangat anggun dan menawan.
Sangat cantik dan bersinar.
Silakan lihat sapu tangan, Tuan Putri pertama.
Kain bermotif!
Kantung wewangian
Mari lihat-lihat!
Selera Tuan Muda bagus sekali.
Jika pakai kantung wewangian ini,…
…suami istri akan harmonis dan mendapat keberuntungan.
Mari, lihatlah.
Baik, aku beli satu.
Semoga saat melihat ini, perasaan lama Tan'er bisa kembali.
Tuan Putri pertama?
Kantung wewangian
Mengembalikan perasaan lama?
Kau begitu merendahkan diri, apa sepadan?
Tuan Putri pertama, jaga ucapanmu.
Dia adalah adikmu, juga istriku.
Sikapnya pada Mo Liancheng sudah tersebar luas.
Apa kau juga ingin dikatai tak membuat puas?
Mohon jangan menyebarkan rumor.
Faktanya sudah ada di depan mata.
Aku hanya tulus ingin membujukmu.
Kau hanya ingin memfitnah Tan'er.
Aku juga tak perlu bicara banyak lagi.
Kenapa kau tak bisa melihat dia sama sekali tak peduli padamu?
Jika tidak, mana mungkin dia bisa mengabaikan penderitaanmu.
Juga mana mungkin biarkan kau menanggung malu sendirian.
Benar.
Aku memang sedang menderita.
Aku tak bisa melihatnya.
Namun, Tuan Putri,…
…kau juga sama saja.
Permisi.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Tidurlah bersamaku.
Sudah kau pikirkan?
Kau…
…sudah memikirkannya?
Jika tak mabuk, apakah akhirnya akan berbeda?
Tak disangka, kekuatan kata "tak puas" ini sangat hebat.
Aku harus menjadikan kata ini sebagai hukuman keluarga.
Jing Xin, aduk tinta.
Berjuang lagi
Xiaotan.
Apa tulisan ini untuk Tuan Agung lagi?
Biarkan dia membingkainya, gantung di atas kasur sebagai plakat.
Berjuang lagi, jangan menyerah.
Hari ini, Tuan Agung sudah cukup tertekan.
Jika seperti ini terus,…
Kau tak paham.
Dia memang suka bertengkar denganku.
Bagaimanapun, dia pria.
Pemikirannya sempit.
Jika dia tak bisa berpikir positif, maka kita akan rugi besar.
Dia sangat kuat.
Dia bukanlah pria biasa.
Pokoknya, kali ini aku tak akan mengantarkannya.
Aku tak puas.
Tidak.
Jika tak mabuk,…
…pasti tak akan jadi begini.
Tidak.
Apanya yang puas atau tidak?
Aku tak peduli, untuk apa peduli?
Mengembalikan perasaan lama?
Kau begitu merendahkan diri, apa sepadan?
Sikapnya pada Mo Liancheng sudah tersebar luas.
Apa kau juga ingin dikatai tak membuat puas?
Kakak pertama tak benci.
Namun, aku merasa bersalah.
Aku tak mau tinggal di kediaman ini lagi.
Jika Kakak pertama tak mau membantuku,…
…maka akan aku atasi sendiri.
Mohon Kakak pertama membantuku untuk segera pergi.
Dia begitu bersikeras meminta surat cerai.
Namun, dia juga pergi tidur bersama.
Apa mungkin dia minta surat cerai…
…karena takut Kediaman Mo dan dia akan membebani Tan'er nanti?
Jika emosi, lampiaskanlah semuanya padaku.
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
Jangan lampiaskan emosi pada tanaman.
Kau pria, harus menghadapinya dengan berani.
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
Semua orang tak tahu,…
…aku bersikeras pergi karena tak mau dia mengalami bahaya.
Malam ini, aku harus mendapatkan surat cerai.
Tuan Muda.
Tuan Muda, wajahmu…
Tak perlu melayaniku malam ini.
Kunci kamarku dari luar.
Buka lagi pada jam ini besok.
Lalu, bagaimana cara antar makanan?
Tak perlu antar apa pun.
Tuan Muda, kenapa kau seperti ini?
Aku terus melanggar "Sifat Murni Pria", harus dihukum.
Keluarlah.
Manusia…
…sungguh sangat aneh.
Jika maju, harus bersikap bijak.
Jika mundur,…
…akan masuk neraka.
Kau minum arak lagi?
"Tak puas" merupakan kata-kata yang paling ajaib di dunia ini.
Jika tak ada kau,…
…mungkin sakit kepalaku…
…bisa membunuhku kapan pun.
Penyakit harus dibasmi hingga ke akar.
Penyakit Maharani kali ini bertambah parah.
Sepertinya karena melanggar pantangan.
Penyakitku muncul karena dia.
Meskipun sakit, juga sepadan.
Apa dia sudah dapat surat cerai?
Belum.
Namun, ada rumor yang tersebar.
Katanya setelah tidur bersama, Tuan Muda ke-8 Mo…
…dikatai tak membuat puas.
Tak membuat puas?
Mungkin Tuan Putri ke-2 tahu dia dimanfaatkan Tuan Muda ke-8.
Karena itu, sengaja merusak reputasinya untuk menghukumnya.
Kelihatannya,…
…cara bertindak ini tak seperti Tan'er yang biasanya.
Maharani curiga ada hal aneh yang lain?
Suruh dia masuk istana.
Maharani.
Aku harus memastikannya.
Baik.
Kau tak ingin bilang apa pun?
Tidak ada, mau bilang apa?
Jadi, kau bukan tak puas.
Hanya sengaja mempermainkanku.
Aku pernah bilang, semua manusia setara.
Kenapa wanita boleh ceraikan suami, tapi pria tak boleh ceraikan istri?
Pria boleh menceraikan istri.
Kau!
Kalau begitu, izinkan aku ceraikan kau.
Menceraikanku?
Kau membangunkanku hanya untuk menceraikanku?
Aku terus memintanya. Semuanya kau anggap angin lalu?
Kau…
Tuan Putri.
Maharani minta Tuan Agung ke-2 menemuinya di istana.
Kudengar,…
…belakangan ini, Kediaman Tuan Putri ke-2 sangat ramai.
Hal mana yang dimaksud oleh Maharani?
Kau tak tahu?
Jika maksudnya aku langgar Tujuh Pantangan dan "Sifat Murni Pria",…
…silakan Maharani memberi hukuman.
Tuan Putri ke-2 adalah keturunan kekaisaran.
Tujuh Pantangan bukanlah candaan.
Semua tindakan di kediamannya adalah panutan bagi rakyat.
Tuan Agung harus menjaga sikap.
Aku lancang ingin bertanya.
Pernikahan dijalani oleh pria dan wanita.
Kenapa hanya wanita yang boleh membuat keputusan?
Sepertinya etika di Kediaman Tuan Putri ke-2…
…jauh lebih buruk dari yang kukira.
Jika semua pria tak boleh meminta cerai,…
…maka terpaksa harus melanggar Tujuh Pantangan.
Mohon Maharani jawab.
Mereka harus melakukan apa lagi?
Apa kau sungguh mengira semua pria sama denganmu,…
…berani bertindak lancang demi diceraikan?
Mohon Maharani jawab.
Jika semua wanita selalu mengabaikan keinginan pria,…
…tetap tak mau cerai meski suami melanggar Tujuh Pantangan,…
…apa yang akan terjadi pada negara?
Lancang!
Berlutut dan introspeksi diri di luar aula!
Maharani.
Cara bicaranya…
…sama persis dengan orang itu.
Namun, bukankah Maharani pernah bilang…
…di dunia ini, takkan ada orang yang seperti dia lagi?
Cara pikirnya bijaksana.
Terus terang dan tak mau dikekang.
Dia sudah bukan Tuan Muda ke-8 dari Keluarga Mo yang dulu lagi.
Tuan Agung memang berbeda dengan yang dulu.
Tak hanya berbeda,…
…tapi sudah berubah drastis.
Silakan Maharani berbicara.
Dia ingin pergi.
Aku tak bisa mengabaikannya begitu saja.
Teratai ini meninggalkan air.
Bisa hidup berapa lama?
Berapa lama pun, itu tetap pilihannya sendiri.
Pasti tak akan menyesal.
Katakan padaku.
Sedalam apa keinginanmu untuk pergi?
Kebebasan sesingkat apa pun…
…jauh lebih baik daripada hidup terkekang di dalam sangkar.
Sepertinya bagimu, Kediaman Tuan Putri ke-2…
…sama saja dengan sangkar.
Kalau begitu, aku akan mengeluarkan dekret baru.
Memberi seluruh pria hak untuk mengakhiri pernikahan.
Dilaksanakan di ibu kota dan diamati terlebih dahulu.
Maharani bijaksana.
Tekadmu sudah bulat.
Bagaimana jika kau ajukan sekarang dan menjadi orang yang pertama?
Tan'er, maaf.
Aku tak ada alasan untuk membebanimu lagi.
Tak akan ada lagi.
Tan'er, maaf.
Aku tak mampu melindungimu lagi.
Tak akan mampu lagi.
Tak akan mampu lagi.
Terima kasih atas simpati Maharani.
Aku punya tanggung jawab besar. Tak seharusnya bersikap lancang.
Apa maksudmu?
Maharani bijak dalam memimpin, dicintai seluruh rakyat.
Rakyat pasti akan hati-hati dalam mematuhi dekret.
Sebagai panutan rakyat, aku dan Tuan Putri ke-2…
…tak boleh bertindak sembarangan.
Kalau begitu,…
…kau tak ingin memanfaatkan dekret ini lagi?
Ada waktunya bunga mekar.
Pernikahan juga seperti itu.
Jika hanya mau bahagia, tak terima kesedihan,…
…maka takkan bisa tahan lama.
Aku dan Tuan Putri ke-2 seharusnya bersatu melalui rintangan bersama…
…agar tak mengecewakan rasa peduli Maharani.
Sebelumnya kau begitu bersikeras.
Apa kau sedang menipuku?
Aku tak berani.
Saat introspeksi diri di luar, aku baru sadar,…
…aku lancang berbicara terus terang, kukira akan dihukum.
Namun, Maharani murah hati.
Aku merasa malu dan telah menyesalinya.
Jika kelak kau bersikap lancang lagi,…
…aku tak akan bersikap lembut lagi.
Terima kasih atas kebaikan Maharani.
Jika petunjuk berakhir di sini,…
…ke depannya, pasti akan sulit menyelidiki keanehan ini.
Maharani, sebaiknya aku saja yang menyelidikinya.
Kukatakan padamu.
Dia berani mengkritik Maharani saat di istana.
Maharani.
Benarkah?
Pasti Cheng Cheng sudah kembali.
Cheng Cheng-ku memang hebat.
Sudah, aku mengerti.
Bekerjalah.
Cheng Cheng.
Mo Liancheng.
Kau lancang sekali.
Berani-beraninya kau mempermainkan Maharani.
Jing Xin si tukang gosip sudah bilang padaku.
Dia sudah mencari tahu semua kejadian di istana.
Kali ini, kau berubah tepat pada waktunya.
Kurasa tukang gosip di kediaman ini bukan hanya Jing Xin saja.
Sudah, ada banyak hal yang mau kukatakan padamu.
Ikut aku kembali ke kamar.
Janji padaku.
Tak peduli apa pun ulahku selama hilang ingatan,…
…kau tak boleh cerai denganku.
Tentu saja.
Kau juga belum membuatku puas.
Kau!
Kita harus lebih berhati-hati.
Jika tidak, pemicu hilang ingatan akan aktif lagi.
Bersentuhan pun tak boleh.
Bagaimana aku bisa puas?
Aku tak boleh menyentuhmu.
Namun, ia boleh menyentuhmu, 'kan?
Kembalikan.
Kembalikan padaku!
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.