All language subtitles for The Eternal Love S3 e11

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪

♪Tanpa sadar, cinta kita telah terbelit♪

♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪

♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

Cinta Abadi S3

Episode 11

Adik ke-8.

Kau sudah menikah ke kediaman Tuan Putri.

Kau harus patuhi tata krama pria, menjaga ucapan dan tindakan.

Beberapa hari ini, kulihat kau bertengkar dengan Tuan Putri.

Aku sangat khawatir.

Aku tahu.

Jika orang lain, situasinya pasti tak akan seperti ini.

Aku tahu kau punya keinginan dan berambisi besar.

Namun, menikah ke Kediaman Tuan Putri…

…merupakan impian bagi banyak orang.

Kakak Pertama.

Yang kuinginkan bukanlah terus bersembunyi di belakang wanita…

…demi menikmati kemewahan.

Juga bukan untuk mewujudkan keinginanku…

…atau rencana ayah dengan membebani orang lain.

Selama ini, aku juga tahu sedikit tentang rencana Ayah.

Meski tak berani menentang, aku juga tak bisa hentikan dia.

Namun, Adik ke-8, setelah kau kecelakaan.

Kenapa kau inisiatif menghadapi bahaya ini?

Kakak Pertama.

Aku dan kau menikah ke kediaman Tuan Putri ke-2.

Apa kau pernah membenciku?

Aku merasa terkejut.

Namun, tak pernah benci.

Di dunia ini, pria baik mana yang tak mau punya pasangan yang baik?

Dulu, banyak rumor buruk tentangmu.

Syukurlah Tuan Putri ke-2 tak keberatan.

Aku ikut senang untukmu.

Kakak Pertama tak benci.

Namun, aku merasa bersalah.

Aku tak mau tinggal di kediaman ini lagi.

Bisakah Kakak Pertama beri tahu aku, ada cara apa lagi selain kabur?

Apa?

Apa kau gila?

Jika begini, sisa hidupmu akan hancur.

Sudah lama kupikirkan. Kakak Pertama juga sudah tahu.

Tak perlu membujukku lagi.

Jika ada masalah, kutanggung sendiri.

Jika Kakak Pertama tak mau membantuku.

Maka akan aku atasi sendiri.

Namun, aku mana bisa melihatmu menerjang bahaya?

Aku pasti akan melakukannya.

Jika kau ingin cerai, Tuan Putri harus memberimu surat cerai.

- Namun, Adik ke-8,… - Tekadku sudah bulat.

Ini.

"Sifat Murni Pria"

Jika mau surat cerai.

Maka harus melanggar Tujuh Pantangan.

Meskipun kau bukan orang yang penurut.

Namun, Tujuh Pantangan ini tidak mudah untuk dilakukan.

Pasal pertama, tak boleh melawan senior wanita.

Kau menikahi keluarga kerajaan, apa kau mau melawan Maharani?

Soal pasal tak punya putri, kau dan Tan'er baru menikah sebentar.

Mana bisa menilai kau tak bisa lahirkan anak perempuan?

Selain pasal berselingkuh,…

…yang tersisa hanya cemburu, banyak bicara, mencuri dan tak berbakti.

Orang lain akan merasa aku tak punya etika.

Keluarga Mo pasti akan ikut terpengaruh.

Mungkin, .aku bisa coba pasal sakit menular.

Apa kau tahu, pasal mana pun itu, semuanya menentang moral.

Kau tak akan bisa menikah lagi.

Aku tahu.

Bahkan kau bisa dihukum mati.

Kakak tenang saja.

Aku pasti bisa jaga diri.

Bisakah dengar saranku lagi?

Mohon Kakak Pertama bekerja sama.

Adik ke-8.

Adik ke-8, dengarkan aku.

Apakah tadi, aku tulus ingin membujuk Liancheng?

Namun, Tan'er sudah sangat berubah.

Semua perubahan ini tak boleh terjadi lagi.

Kediaman Tuan Putri

Qu Xiaotan.

Yang bersikap dingin padamu bukanlah Cheng Cheng.

Kau bukan sedang mengemis pada orang yang dingin.

Cheng Cheng.

Baru-baru ini, ada buah persik berkualitas tinggi yang tiba.

Aku ingin memberimu…

Jangan teriak.

Ini aku.

Yu Hao, kau sudah mengagetkanku.

- Tuan Putri, ada masalah besar. - Mengagetkanku saja.

Aku baru ingin melapor padamu.

Semalam, Tuan Muda lemas.

Kemudian, mulai diare.

Aku buru-buru meminta tabib datang.

Tabib bilang penyakitnya bisa menular.

Mungkin Tuan Muda tak bisa tinggal lama di Serambi Salju.

Tuan Putri.

Kamar Tuan Agung ke-2 kebakaran.

Bukan.

Itu Dupa Cangzhu.

Kami yang bakar dan mengasapinya.

Kemarin dia masih baik-baik saja, kenapa hari ini jadi begini?

Benar, sepertinya penyakit ini sangat menakutkan.

Kemarin aku hanya ngobrol sebentar dengan Tuan Agung.

Mungkin sekarang aku juga sudah tertular.

Kalau begitu, aku harus lihat.

Tuan Putri, Anda jangan masuk.

Anda tak boleh masuk.

Demi keamanan, kalian berdua tak boleh masuk.

Tuan Putri.

Tuan Putri, demi keamanan, sebaiknya jangan masuk.

Dia datang.

- Cheng Cheng. - Tuan Putri.

- Cepat, pakai selimut. - Bagaimana keadaanmu, Cheng Cheng?

Cheng Cheng.

- Tuan Putri. - Cheng Cheng.

Tuan Agung ke-2 menderita penyakit mengerikan.

Mudah menular, harus diisolasi.

Separah itu?

Tuan Putri, jangan mendekat.

Cheng Cheng.

Cheng Cheng, bagaimana keadaanmu?

Cheng Cheng, maaf.

Ini salahku, aku yang terlalu terburu-buru.

Namun, kau tak boleh sakit di sini.

Kita masih harus pulang dengan sehat, Cheng Cheng.

Tuan Putri.

Tuan Putri, jangan mendekat.

Jika kau mendekat dan terjadi sesuatu padamu.

Maka aku harus dihukum mati atas dosaku.

Apa dosamu?

Jangan menyebut kata "mati" lagi.

Selama masih ada aku, jangan pernah katakan kata itu lagi.

Kita sudah janji tak akan berpisah.

Sudahlah.

Cepat istirahat, jangan bicara lagi.

Kalian keluar dulu.

Jika penyakit ini menular, cukup aku saja yang menjaganya di sini.

Jangan sampai kalian tertular.

Tak boleh, Tuan Putri.

Cepat keluar.

Tuan Putri.

Cheng Cheng.

- Maaf. - Cepat pergi.

♪Malam penuh lentera pada musim gugur tiba♪

♪Burung layang-layang pulang, kapankah kau akan pulang?♪

♪Haruskah kulupakan kebahagiaan yang telah memudar ini?♪

♪Rasa rindulah yang membuat kita semakin sakit hati♪

♪Angin berhembus, daun berjatuhan di sisi jendela♪

♪Jubah merah terpantul di cermin perunggu♪

♪Kota Jiangnan yang sepi ini masih penuh kebisingan♪

♪Serta rasa kecewa seorang wanita♪

♪Melukis burung yang terbang di tengah musim semi♪

♪Memainkan kecapi dengan sepenuh hati♪

♪Hanya angin yang mampu membawa pulang aromamu♪

♪Aku meyakinkan diri bahwa kau baik-baik saja♪

♪Seseorang memandang air musim gugur di malam petang♪

♪Jarum jahit dan benang mengirim rasa cinta selembut sutra♪

♪Di tengah cuaca dingin ini, aku ingin menyampaikan♪

♪Semuanya baik-baik saja di sini♪

Cheng Cheng, kau sudah bangun?

Apa kau baik-baik saja?

Aku panik sekali.

Bagaimana keadaanmu?

Tuan Putri, sumber penyakitku sangat aneh.

Tak tahu bisa sembuh atau tidak.

Tolong Tuan Putri biarkan aku tinggal di tempat lain.

Jangan asal bicara lagi.

Aku mana bisa meninggalkanmu di saat seperti ini?

Tuan Putri.

Penyakitku sudah sangat parah.

Jika tak tinggalkan kediaman.

Aku takut kau dan semua orang Kediaman Tuan Putri akan menderita.

Aku tak peduli pada hal itu.

Aku hanya ingin kau.

Aku pasti akan sehidup semati denganmu.

Aku…

Sudah, jangan katakan apa pun lagi.

Kita memang suami istri.

Jangan bicara seperti orang asing.

Sekarang, tugas terpentingmu adalah memulihkan kesehatanmu.

Aku panaskan obatmu dulu.

Kau sudah bangun, jadi, harus minum sedikit.

"Sifat Murni Pria"

Jika ingin cerai, harus melanggar Tujuh Pantangan

Xiaotan.

Ternyata dia pura-pura sakit!

Apa?

"Pura-pura sakit"?

Dia ingin aku menceraikannya.

Tuan Agung ke-2?

Jing Xin.

Menurutmu, kenapa dia sangat tak menyukaiku?

Apa aku begitu menyebalkan?

Tidak.

Mungkin ada alasan yang tak bisa Tuan Agung ke-2 katakan.

Aku begitu baik padanya.

Dia malah ingin cerai denganku.

Apa mungkin…

…ada orang ketiga?

"Orang ketiga"?

Maksudnya dia punya kekasih lain.

Tak mungkin.

Sebesar apa pun nyalinya, dia takkan berani.

Meskipun dia berani, orang lain juga takkan berani.

Di negara ini, siapa yang tak tahu dia adalah suami Tuan Putri ke-2?

Siapa yang berani menantangmu?

Benar juga.

Aku harus semangat.

Jing Xin.

Karena sekarang dia ingin bersandiwara.

Maka kita harus bekerja sama dengannya.

Baik.

Apa pun yang kau lakukan, Jing Xin akan mendukungmu.

Sekarang, kita pergi beri Yu Hao pelajaran.

Kau benar-benar teman baikku.

Ayo.

Ayo.

Sebaiknya Tuan Putri istirahat.

Di sini cukup ada Yu Hao saja.

Yu Hao sibuk, tak sempat menjagamu.

Aku berencana untuk menginap di tempatmu…

…sampai penyakitmu sembuh.

Kau…

Tuan Putri.

Sudah tertidur?

Meskipun tertular padamu.

Apa kau juga tak peduli?

Tak peduli.

Aku hanya tak ingin kau sampai masuk angin lagi.

Cepat pakai selimut!

Kau…

Sudah, sekarang aku juga sudah tertular.

Aku tak akan pergi.

Lihatlah, kau penuh keringat.

Masih harus pakai selimut tebal dan keluarkan keringat.

Kapan kau mengetahuinya?

Aku menipu Tuan Putri seperti ini.

Tak pantas menjadi Tuan Agung.

Mohon Tuan Putri ceraikan aku.

Apa kau tahu?

Aku sangat bersyukur kau tak asal minum obat demi menipuku.

Aku tahu kau hilang ingatan, jadi, kau tak percaya perkataanku.

Namun, aku ingat semuanya.

Sebelumnya, kau pergi ke dunia modern untuk mencariku.

Kali ini, aku yang akan mencari dan melindungimu, ya?

Kita berusaha bersama.

Segera kembali ke sisi Yu'er.

Bagaimana?

Kau tak mengerti pemikiranku.

Bagaimana bisa melindungiku?

Aku tak akan mungkin menceraikanmu.

Dulu, aku meninggalkan orangtuaku.

Sekarang meninggalkan Yu'er.

Kini, jika aku meninggalkanmu lagi.

Aku tak tahu bagaimana harus menjalani hari esok.

Meskipun kau membenciku.

Aku, Qu Xiaotan, hanya akan mencintai Mo Liancheng seumur hidup.

Aku akan menunggumu.

Menunggumu jatuh cinta lagi padaku.

Aku…

♪Lupa akan siapa yang memulai pertengkaran♪

Aku…

♪Siksaan yang tiada akhirnya ini♪

- Sebenarnya, aku sudah… - Sudahlah, aku tahu kau lelah.

Kau tak perlu katakan apa pun.

♪Apakah diriku yang begitu mencintaimu♪

Kau butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua kejadian sekarang.

♪Harus membiarkan harga diriku jatuh?♪

Kau tak perlu pedulikan aku.

♪Namun, cinta kita telah menjadi pedang bermata dua♪

Namun, jangan menjauhiku juga.

Lagi pula, aku akan terus mengganggumu.

♪Malah akan terluka saat berusaha saling memahami♪

♪Berusaha mengucapkan hal yang menyakitkan♪

Kau sudah menderita beberapa hari.

Sekarang, bersantai dan istirahatlah dengan baik.

♪Begitu terucap, malah semakin menyesal♪

Biarkan aku menemanimu lebih lama.

♪Juga semakin sedih♪

Setelah kau tidur, aku akan pergi.

♪Mengapa harus seperti ini?♪

♪Bisakah diriku merelakanmu?♪

♪Meski tak rela, cinta kita pun sudah menjadi benci♪

♪Untuk siapakah air mata ini jatuh?♪

♪Siapa yang menang dan kalah?♪

♪Siapa yang benar-benar peduli?♪

♪Lagi pula, kita sudah sama-sama terluka♪

♪Berusaha mengucapkan hal yang menyakitkan♪

Maaf, Tan'er.

Sekarang aku tak bisa mundur lagi.

Daripada membebanimu dan membuatmu dalam bahaya.

Pergi sekarang merupakan pilihan yang terbaik.

♪Juga semakin sedih♪

♪Siapa yang benar-benar peduli?♪

♪Lagi pula, kita sudah sama-sama terluka♪

Aku sungguh merasa Tuan Putri sangat tulus padamu.

Dia tak memikirkan keselamatannya, juga sibuk mengurusmu. Benar tidak?

Tak boleh seperti ini.

Jika Tan'er semakin begini, aku harus semakin cepat pergi.

Tidak.

Aku sungguh tak bohong.

Kau juga tahu betapa kasarnya Jing Xin.

Benar, 'kan?

Sekarang kelihatannya cara ini tak berguna.

Kurasa trikmu yang tersisa juga tak berguna.

Harus memperkuat tekad agar bisa menang dalam sekali serang.

Kita buat Tuan Putri tak punya pilihan lain lagi.

Kalau begitu, hanya tersisa cara itu.

Kusarankan kau lupakan saja kesempatan terakhir ini.

Tak bisa.

Tak boleh gagal, harus sukses.

Aku akan bersiap dulu.

Kau beri petunjuk pada Tuan Putri.

Bilang bahwa aku pergi ke Paviliun Yaju.

Itu tempat…

Tuan Muda, bagaimana jika kau pikirkan lagi?

Tekadku sudah bulat.

Nona, silakan.

Mari masuk.

Silakan duduk.

- Qing Zhu! - Qing Zhu!

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Tuan sangat tampan.

Kenapa dulu tak pernah melihatmu?

Semua hal di dunia ini ada harganya.

Bisakah Tuan memainkan satu lagu lagi?

Hari ini aku sewa seluruh tempat ini.

Pria tampan adalah hak kita semua. Harus bertanding secara adil.

Kau!

Benar, bertanding secara adil!

- Benar. - Bertanding secara adil!

- Bertanding secara adil! - Bertanding secara adil!

Cheng Cheng terlalu populer.

Aku sangat bangga.

Bertanding secara adil!

- Tuan Muda, jangan pergi! - Jangan pergi!

Tuan Muda, katakan namamu.

Paviliun Yaju butuh orang berbakat sepertimu.

Tuan Muda!

Tuan Muda, sebaiknya kita lupakan saja.

Kecuali kau juga merasa bahwa rencanaku sangat buruk?

Kau mau melakukan apa lagi?

Paviliun Yaju berlawanan dengan kebiasaanku.

Mulai besok, aku akan adakan pertemuan puisi di Serambi Salju…

…untuk menebar pesona.

Namun, Tuan Muda punya teman dari mana?

Di sini ada daftar nama wanita.

Kau beri tahu mereka satu per satu.

Mereka pasti akan datang.

Tuan Muda, kapan kau mengumpulkan daftar nama ini?

Pengurus Paviliun Yaju yang memberikannya padaku.

Katanya mereka pelanggan tetap Paviliun Yaju.

Kau beri tahu Tuan Putri ke-2.

Katakan saja mulai besok,…

…aku akan mengundang teman wanita ke Serambi Salju.

Tidak.

Akan mengundang banyak teman wanita untuk berkumpul.

Kuharap dia menepati janji, tak akan menghalangiku.

Lagi-lagi ingin aku yang menyampaikan pesan?

Aku akan pergi sekarang.

Apa? Selingkuhan akan datang?

Bahkan beramai-ramai?

Xiaotan.

Kudengar dari perkataan Yu Hao.

Kali ini, Tuan Agung ke-2 sudah bertekad sangat bulat…

…ingin melanggar…

…pasal berselingkuh.

Namun, kurasa dia mungkin hanya ingin mengujimu, bukan serius.

Kau juga tak akan setuju, 'kan?

Setuju! Kenapa aku harus tak setuju?

Justru aku paling takut jika selingkuhannya bersembunyi.

Kebetulan pada kesempatan ini.

Aku bisa habisi semua wanita yang menyukai Mo Liancheng di kota ini.

Namun, masalah ini bisa merusak reputasi Kediaman Tuan Putri.

Bagaimana jika orang istana tahu?

Bagaimana jika kita dihukum?

Aku paling memahami Mo Liancheng.

Dia sangat keras kepala.

Tak akan berhenti jika belum berhasil.

Aku bisa mengurus orang istana sana.

Bukankah hanya pertemuan puisi?

Jika diundang atas namaku, tak akan jadi masalah besar.

Namun, Xiaotan, aku takut…

Pejuang yang sesungguhnya berani maju dan memaafkan.

Tenang saja.

Selain itu, aku masih punya rencana B.

"B" apa?

Yaitu,…

Dia sungguh setuju?

Benar.

Adik ke-8.

Tadi Tan'er utus orang untuk melapor.

Besok orang di kediaman akan menjamu tamu wanitamu.

Apakah ini benar?

Jika sungguh benar, kusarankan jagalah sikapmu.

Aku juga sudah dengar masalah di Paviliun Yaju.

Kabar ini pasti sampai ke istana dan Kediaman Mo.

Soal surat cerai, sebaiknya kita pikirkan lagi.

Aku mengerti kekhawatiranmu.

Namun, aku tak bisa mundur lagi.

Masalahnya sudah jadi begini.

Kuharap Kakak Pertama membantuku untuk segera pergi.

Silakan kemari.

Aku tak pernah melihat pria setampan ini.

Tuan Muda, bagaimana jika kau pikirkan lagi?

Bantu rapikan bajuku.

Cuaca hari ini sangat sejuk.

Beruntung bisa mengundang kalian ke pertemuan puisi di Serambi Salju.

Aku ingin membagikan sebuah puisi baru.

Tumpukan bukit menghalangi cahaya.

Awan meneduhkan pipi cantik yang putih bagaikan salju.

Bila membicarakan kecantikan wanita.

Meskipun banyak yang bilang bahwa pria menyukai kecantikan.

Namun, wanita mana yang tak mau kulitnya indah dan menawan.

Benar, 'kan?

Salam kepada Tuan Putri ke-2.

Tak perlu begitu sungkan.

Duduklah.

Untuk berterima kasih kalian telah hadiri pertemuan puisi Tuan Agung.

Aku sengaja menyiapkan hadiah kecil untuk kalian.

Jing Xin.

Hanya hadiah kecil sebagai tanda terima kasih.

Jika membicarakan pipi cantik yang Tuan Agung katakan dalam puisi.

Wanita mana yang tak mau pipinya cantik bagaikan salju?

Karena itu, kita harus membicarakan bedak yang ada di tanganku ini.

Aromanya unik sekali.

Ini resep rahasia keluarga kerajaan.

Jika ditambah polesan perona pipi khusus Kediaman Tuan Putri.

Setelah berdandan, kau akan terlihat sangat manis.

Selain itu, aku jamin, riasanmu tak akan luntur dalam 24 jam.

Memang sangat menempel.

Lebih bagus dari yang baru kubeli di Toko Daichunlin.

Kita semua berjodoh.

Begini saja.

Nanti, kalian mendaftar saja dengan Jing Xin.

Aku jamin, akan ditagih sesuai harga bahan baku.

Selain itu, aku akan utus orang untuk antar ke kediaman kalian.

- Bagus sekali! - Bagus sekali!

Ayo kita segera mendaftar.

Kalian tak perlu buru-buru, tak perlu panik.

Semuanya akan dapat.

Pertemuan puisi dilanjutkan.

Lanjutkan.

Malas bangun demi menggambar alis.

Terlambat bangun untuk berdandan di pagi hari.

Berkaca dari depan dan belakang.

Wajah…

Dalam riasan tipis tidak ada riasan alis.

Menurutku, riasan alis memberi aura bahwa kita berpendidikan.

Namun, tingkat tertingginya, yaitu gambar alis yang terlihat alami.

Kalian boleh lihat.

Bukankah alisku ini terlihat seperti alis asli?

Jika ditambah dengan ekstrak tanaman knotweed.

Maka alismu pasti akan seperti menerima perawatan dari kerajaan.

Benarkah?

Alis Tuan Putri ke-2 benar-benar terlihat asli.

Pakai ini, harus pakai ini.

Karena aku sudah berbagi, maka hari ini akan kujelaskan semuanya.

Bagian yang terpenting tiba.

Berikutnya, aku akan merekomendasikan perona bibir.

Aku akan perlihatkan warnanya.

Lihatlah.

Lihatlah tekstur yang lembut ini.

- Apa ini? - Aroma yang unik ini.

Hasilnya seperti ada rona merah di tengah kulit putih.

Astaga.

Sungguh seperti penampilan wanita bangsawan yang sedang jatuh cinta.

Pasanganmu boleh berubah.

Namun, warna bibir tak boleh berubah.

Teman-Teman, tunggu apa lagi? Cepat berebut!

- Aku mau! - Aku juga mau!

- Sepuluh! - Aku mau sepuluh!

Aku mau 15!

Aku mau 30!

Sisakan satu untukku.

Yu…

Warna yang di bibir Tuan Muda ke-14.

Baiklah.

Berhasil.

Mo Liancheng melanggar Tujuh Pantangan.

Berusaha mendapatkan surat cerai.

Namun, Qu Tan'er tak peduli pada tindakannya.

Tujuh Pantangan?

Ini bukan hal yang bisa dilakukan oleh Tuan Muda ke-8 Keluarga Mo.

Dia menginginkan surat cerai, ini memang sulit dipahami.

Pergilah.

Selidiki Mo Liancheng ini.

Baik.

Kediaman Mo

Tindakan Mo Liancheng sangat ceroboh dan mencurigakan.

Dia mau minta surat cerai dan pergi dari Kediaman Tuan Putri ke-2.

Apa mungkin…

Tindakan Liancheng kali ini memang mempengaruhi kita.

Aku pasti akan selidiki hal ini.

Mohon utamakan situasi keseluruhan.

Jangan sampai masalah bertambah karena ini.

Tuan Besar Mo, ini masalah serius.

Jika tak ada rencana cadangan, bagaimana bisa lindungi pasukanku?

Selain itu, Maharani juga tak mungkin tidak tahu.

Jangan terburu-buru.

Xiao Zhen mengatasnamakan titah Maharani,…

…menaikkan pajak pertanian empat kabupaten di Ibu kota.

Kini rakyat kesulitan bertahan hidup.

Kita harus berjuang bersama, bukan saling menyalahkan.

Putraku hanyalah salah satu bidak dalam rencana ini.

Aku bisa mengurusnya.

Baik, aku percaya pada Tuan Besar Mo.

Aku pamit dulu, permisi.

Baik.

Berjualan saja takkan sulit bagi aku, sang Ratu Agen Properti.

Cheng Cheng sudah meremehkanku.

Namun, aku juga harus berterima kasih padanya.

Ternyata kau.

Mengagetkanku saja.

Kau datang tepat waktu.

Tuan Agung berjasa dalam berjualan.

Tenang saja.

Aku pasti akan bagikan keuntungan secara berkala.

Bagaimana?

Apa kau mau bersulang untuk merayakannya?

Tuan Putri berkedudukan terhormat.

Kenapa harus menjual bedak?

Apa kau tak takut ini akan menjadi kelemahanmu?

Aku mencari nafkah dengan kemampuanku sendiri.

Apa salahnya?

Sebaliknya kau.

Terus berusaha berselingkuh.

Apa tak takut akan jadi kelemahanmu?

Tuan Putri.

Liancheng ingin…

Apakah kau ingin memohon sesuatu padaku?

Jika mau memohon padaku, maka harus bersikap memohon.

Benar, 'kan?

Surat Cerai

Surat cerai?

Mohon Tuan Putri memberi izin.

Biarkan aku segera pergi dari kediaman.

Setuju.

Setuju?

Kenapa kau tidak…

Tidak.

Apa Tuan Putri…

…sudah setuju?

Aku sudah setuju.

Namun, dulu aku juga pernah meminta surat cerai darimu.

Kali ini, kita lakukan sesuai dengan syarat kita yang dulu.

Kalau begitu,…

…tak masalah juga.

Aku, Mo Liancheng, tak suka ingkar janji.

Takkan melakukan hal yang aku tak suka.

Ini terakhir kalinya…

…terserah pada Tuan Putri saja.

Baik.

Kita sepakat.

Ayo.

Apa maksudnya?

Tidur denganku.

Jika aku puas.

Maka akan kuberikan surat cerai ini.

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪

♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪

♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪

♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪

♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪

♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪

♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪

♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.