All language subtitles for The Eternal Love S3 e10

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪

♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪

♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

Cinta Abadi S3

Episode 10

Kau ngantuk tidak?

Tidak.

Jika tak ngantuk, ayo ikut aku.

Ayo.

Pegang.

Lawan aku!

Kau tak boleh terus mengalah.

Kau harus inisiatif menyerang.

Jika tidak, aku tak bisa berkembang.

Mana bisa jadi juara pertama?

Lagi.

Ternyata latihan pedang di sini.

Kediaman Tuan Putri

Kenapa?

Malam ini, kau ingin memberiku hiburan kecil sebelum tidur?

Belakangan ini, Tuan Putri giat berlatih siang dan malam.

Aku berniat baik dengan menyiapkan pedang baru untuk Tuan Putri.

Ayo pergi.

Pergi ke mana?

Tentu pergi latihan pedang di halaman.

Pedang ini akan kuterima.

Namun, aku tak ingin latihan pedang hari ini.

Jadi, kau ingin latihan apa?

Gerakan ini bisa melatih otot inti dan meningkatkan kestabilan.

Aku akan mulai.

Maaf.

Aku tak kuat lagi.

Ke-37.

Ke-38.

Ke-39.

Tak kusangka, trik ini sangat berguna.

Tak bisa lagi, aku sangat lelah.

Kenapa masih malu?

Bukankah kau paling pintar menggoda?

Tahanlah.

Besok sudah ujian.

Aku tak boleh membuatmu malu.

Tak bisa lagi, aku sangat ngantuk.

Bangun, jangan pura-pura.

Hari ini, latihan sampai di sini saja.

Hasil akhirnya cukup ikuti takdir saja.

Benar-benar tertidur?

Namun, wajahnya saat tertidur…

…cukup manis juga.

Kediaman Mo

Dua puluh ribu pasukan dari pinggir ibu kota telah terkumpul.

Selain itu, Klan Wei mau beri bantuan pasukan, senjata dan pangan…

…sebagai tanda ketulusan.

Akhirnya, Wei Qianmo juga tak tahan lagi.

Semuanya telah siap.

Begitu dapat pelat Maharani, kita bisa menang dalam sekali serang.

Bagus.

Kau keluar dulu.

Baik.

Kau sudah terlambat empat jam.

Menang dalam sekali serang?

Orang ini sungguh angkuh.

Kau sudah mendengarnya?

Jadi, apa pendapatmu?

Apa Ayah tak merasa aneh…

…saat Maharani memberikan pelatnya pada Tuan Putri ke-2?

Kini, Tuan Putri ke-2 sedang di puncak kejayaan.

Maharani pasti mau gunakan pelat Maharani untuk uji ambisinya.

Lalu, kenapa?

Maharani belum tentu akan mencurigaimu.

Namun, kini, aku dan Tuan Putri ke-2 berada di pihak yang sama.

Wajar jika Maharani waspada terhadapku.

Kalau begitu, kau harus segera bertindak.

Jika diulur terlalu lama, pertahanannya akan semakin kuat.

Jika terburu-buru, usaha kita akan mudah gagal.

Jika niatmu masih tulus, maka buktikanlah dengan tindakan.

Niatku untuk mengabdi pada negara tak pernah goyah.

Gawat, aku sangat gugup.

Xiaotan, jangan gugup.

Belakangan ini, kau giat berlatih siang dan malam.

Sekarang tubuhmu sudah jauh lebih kokoh.

Kau pasti bisa menghadapi hari ini dengan mudah.

Apa sungguh jadi kokoh?

Lenganku jadi berotot?

Gawat.

Aku tak ingin menjadi wanita cantik yang berotot.

Namun, meskipun begitu, kenapa aku masih…

…tak yakin bisa mengalahkan Jenderal Lu?

Jenderal Lu ini…

…memang sedikit…

Namun, jangan takut.

Semangat! Kau pasti bisa.

Tunggu kabar baikku.

Xiaotan.

Aku pergi dulu.

Semangat!

Kau mau apa?

Pada ujian akhir, Tuan Putri pasti akan gugup.

Aku akan menemanimu dan ikut Tuan Putri masuk ke istana.

Kau selalu bilang, aku yang tak bisa meninggalkanmu.

Namun, sebenarnya, hatimu yang tak bisa meninggalkanku, 'kan?

Kalau begitu, kau pergi ujian sendiri di istana.

Semoga kau beruntung.

Kau ingin pergi? Jangan harap!

Berikutnya, ujian pedang dimulai.

Meskipun Tuan Putri ke-2 menggunakan teknik yang biasa,…

…namun, juga termasuk gigih.

Masih bisa dibimbing.

Hari ini Maharani keluar istana karena ada urusan.

Namun, beliau menyuruhku mengawasi ujian…

…serta menilai hasil latihan Tuan Putri ke-2.

Tak disangka, dalam sepuluh hari,…

…kemampuan bela diri dan kekuatan fisik Tuan Putri ke-2 maju pesat.

Maharani pasti akan sangat senang jika tahu.

Terima kasih, Tuan Xiao dan Jenderal Lu.

Mana dia?

Mo Liancheng jarang mau menemaniku masuk istana.

Apa mungkin…

Kenapa kau kemari?

Aku tahu kau mau melakukan apa.

Kau tak boleh menyentuh pelat Maharani.

Hal ini tak berkaitan denganmu.

Aku harus membawamu pergi hari ini.

Tuan Putri ke-2 salah jalan, ya?

Tuan Muda ke-8 juga di sini.

Kalian punya rahasia apa…

…yang harus dibicarakan di kamar istana kerajaan?

Dasar tak berguna!

Kau benar-benar sudah merusak rencanaku!

Sebenarnya ada rencana apa…

…hingga kalian harus menerobos masuk ke kamar Maharani?

Hanya urusan sepele.

Tuan Xiao, jangan salah paham.

Sebenarnya, aku…

…ingin mencuri sebuah benda.

Bukankah sebelumnya aku minum suplemen pemberian Maharani?

Aku merasa tubuhku jadi sehat dan kuat,…

…pikiranku jadi segar dan selera makanku bertambah.

Aku jadi bisa berlatih bela diri dengan nyaman.

Kupikir, ini pasti berkat suplemen itu.

Jadi, yang ingin Tuan Putri curi adalah resep obatnya?

Benar.

Aku mengaku,…

…aku memang sangat berambisi.

Kelak, aku juga ingin sepenuhnya mengabdi untuk Dongyue.

Namun, jika tubuhku lemah, mungkin hal ini akan sulit terwujud.

Namun, suplemen itu khusus untuk Maharani.

Aku tahu aku sendiri tak pantas memintanya.

Jadi, aku malah berniat buruk…

…meminta Tuan Agung mencurinya.

Dia ingin menutupi kesalahanku.

Mengincar barang suci Maharani memang hanya masalah sepele.

Aku akan melapor dulu.

Kalian tunggu keputusan di luar ruang baca istana.

Kenapa kau perhitungan sekali?

Masalah sepele pun harus dilaporkan.

Mencuri resep obat?

Sudah waktunya membuat dia menderita agar mematuhi aturan.

Menurutku, mereka berdua sedang saling melindungi.

Mungkin Tuan Putri ke-2 tahu rencana Keluarga Mo.

Waktu itu, dia gadaikan pelat Maharani.

Lalu, menukarnya dengan yang palsu.

Sekarang menutupinya dengan berbohong ingin mencuri resep obat.

Kelihatannya memang mencurigakan.

Pelat Maharani

Simpan baik-baik.

Untuk sementara, Keluarga Mo tak akan bisa melakukan apa pun.

Kita amati dulu perubahannya.

Baik.

Maharani, aku bersedia dihukum menggantikan Tuan Putri!

Cheng Cheng.

Aku tak apa-apa.

Maharani, aku bersedia dihukum menggantikan Tuan Putri!

Maharani memberi dekret.

Tuan Agung tak tahu etika.

Tuan Putri ke-2 dihukum cambuk 10 kali dan merenung di kediaman.

Ini semua salahku.

♪Aku yang seperti angin♪

♪Dianggap tiada hingga akhir♪

♪Impian yang tak tergapai♪

♪Biarkanlah ia berhamburan♪

♪Sikap yang penuh kesombongan♪

♪Ternyata barulah♪

Kau tak perlu melakukan ini.

♪Sifat tersembunyimu♪

♪Biarkanlah aku lepas♪

Sekarang bisa dibilang,…

♪Dari kendalimu yang tak berujung♪

…aku beruntung karena ada bencana.

♪Biarkan aku terpuruk membiarkan kau pergi dalam diam♪

Hari ini kau menutupi kesalahanku.

Aku pasti akan balas berkali lipat.

Balas bagaimana?

Bagaimana jika tidur bersama?

Tuan Putri sudah lupa rasa sakit tadi?

Jangan lupa.

Hari ini…

…giliran Kakak pertama.

Hal ini mudah.

Sekarang aku akan umumkan jadwal giliran bermalam dibatalkan.

Apa aku macan betina?

Apa aku bisa menelanmu?

Ke depannya,…

…jangan melakukan hal yang berbahaya seperti ini lagi.

Aku tahu ada banyak hal yang tak adil di dunia ini.

Kau juga punya banyak kesulitan selama hidup seperti ini.

Namun, jika ingin memperjuangkan hak pria…

…dan mewujudkan keinginanmu,…

…masih ada cara lain selain dengan mencuri pelat Maharani.

Kedudukan kita berbeda.

Aku tak punya cara lain lagi.

Kau adalah suamiku.

Kesulitanmu merupakan kesulitan kita berdua.

Keinginanmu merupakan keinginan kita berdua.

Kita?

Hari ini aku membuatmu dicambuk.

Kau tak menyalahkanku?

Aku akan memanjakanmu tanpa alasan.

Dungu.

Karena kau adalah Cheng Cheng-ku.

Jadi, apa kau akan pertimbangkan perkataanku tadi?

Perkataan apa?

Tentu saja tentang tidur bersama.

Kau sudah terluka hingga begini.

Tetap tak bisa menghentikan niat burukmu?

Siapa suruh kau terus-terusan menebarkan pesonamu?

Sudah tak tahan secepat ini?

Hari ini aku akan tarik ulur denganmu.

Kutunggu kau datang sendiri.

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Sakit sekali.

Sakit di mana? Tersentuh yang mana?

Istirahatlah baik-baik.

Jika memang tak bisa tidur, temui aku di kamarku nanti malam.

Hari ini sikap Qu Tan'er memang setia kawan.

Apa karena merasa berterima kasih, akal sehatku jadi kacau olehnya?

Apa Mo Liancheng tersesat?

Kenapa masih belum datang?

Jing Xin.

Ada perintah apa?

Sudah malam, pulanglah dan istirahat dulu.

Sekarang belum tengah malam.

Apalagi, lukamu belum pulih.

Aku tak boleh lalai bertugas.

Kusuruh pulang, maka pulanglah.

Ini perintah.

Baik.

Ada yang berjaga di depan pintu.

Tentu saja Cheng Cheng tak berani masuk.

Sekarang sudah beres.

Dia menutupi kesalahanku, menggantikanku dihukum.

Dia yang terluka.

Namun, kenapa hatiku yang merasa sakit?

Apa aku harus pergi ke sana?

Dasar Mo Liancheng, kenapa masih belum datang?

Apa perkiraanku salah?

Trik ini tak berguna?

Cheng Cheng!

Cheng Cheng.

♪Malam penuh lentera pada musim gugur tiba♪

♪Burung layang-layang pulang, kapankah kau akan pulang?♪

♪Haruskah kulupakan kebahagiaan yang telah memudar ini?♪

♪Rasa rindulah yang membuat kita semakin sakit hati♪

Meskipun kau tak ingat aku,…

…namun, kau masih sayang padaku. Benar, 'kan?

♪Jubah merah terpantul di cermin perunggu♪

♪Kota Jiangnan yang sepi ini masih penuh kebisingan♪

♪Serta rasa kecewa seorang wanita♪

Jangan berpikir berlebihan.

Jika dia lupa, maka bantu dia mengingatnya kembali.

♪Melukis burung yang terbang♪

Ingatannya hanya sedang disembunyikan.

♪Memainkan kecapi♪

Bukan menghilang untuk selamanya.

♪Hanya angin yang mampu membawa pulang aromamu♪

♪Aku meyakinkan diri bahwa kau baik-baik saja♪

Cheng Cheng.

♪Seseorang memandang air musim gugur di malam petang♪

♪Jarum jahit dan benang mengirim rasa cinta selembut sutra♪

♪Di tengah cuaca dingin ini, aku ingin menyampaikan♪

♪Semuanya baik-baik saja di sini♪

Tuan Putri, belakangan ini, Anda sering muram.

Minumlah sup ini.

Yanchen sangat menyukainya.

Dia juga berhasil dalam ujian bela diri.

Kenapa Qu Tan'er bisa?

Tuan Putri, jangan marah.

Qu Tan'er tak sehebat itu.

Apa maksudmu?

Tadi Nona Su melapor.

Setelah ujian bela diri berakhir,…

…Qu Tan'er bawa Mo Liancheng pergi ke kamar Maharani…

…untuk mencuri resep obat.

Setelah tertangkap, dia dicambuk di depan umum.

Mencuri resep obat?

Qu Tan'er sungguh serakah.

Yanchen masih saja begitu menyukainya.

Sungguh dungu.

Tuan Muda Mo hanya memikirkan cintanya dulu.

Dia pasti akan bisa melihat sifat aslinya nanti.

Selama latihan bela diri, Qu Tan'er selalu sangat kompetitif.

Dia pasti tak akan melepaskan Yanchen begitu saja.

Tuan Putri.

Kelak, Tuan Muda Mo pasti akan mengerti perasaanmu.

Saat pertama kali ingatan Cheng Cheng kembali,…

…sepertinya aku mendorongnya, lalu, dia jadi tak senang.

Jauhi aku! Aku sedang kesal.

Yang kedua karena apa?

Berhenti! Cepat lepaskan!

Salah paham

Jangan melihat kami seperti itu.

Jangan kira aku tak tahu apa yang kau pikirkan!

Salah paham, marah

Saat di aula,…

…aku bilang "harus didasari ketulusan dan tekad yang bulat".

Kenapa kau tak tahu apa maksudku?

Salah paham, tak senang, cemburu

Tak senang

Salah paham, tak senang, cemburu

Apa mungkin…

…ingatan Cheng Cheng akan kembali saat marah?

Namun, sepertinya, dia masih sangat suka marah.

Kalau begini, jadi mudah.

Tidak ada hal yang tak bisa dilakukan oleh Qu Xiaotan.

Kali ini, Tuan Agung ke-2 mungkin akan menderita.

Mo Liancheng.

Kenapa pagi ini kau tak memberi salam padaku?

Hari ini aku tak enak badan.

Mohon Tuan Putri memaklumi.

Lain kali, harus ingat.

Mo Liancheng.

Lihatlah gaya jalanmu, tak berwibawa sedikit pun.

Belajarlah dari Mo Yanchen.

Tuan Putri, jangan salahkan aku.

Aku akan berusaha memperbaikinya.

Begini pun tak marah?

Tuan Muda.

Ini camilan Anda.

Apa yang kau lakukan?

Maaf, Tuan Agung.

Tuan Putri ke-2 memberi perintah, Anda tak boleh makan ini.

Di kamarku masih ada sisa.

Kenapa selalu aku yang lebih emosi?

Xiaotan, apa menurutmu cara kita ini berguna?

Sekarang kelihatannya tak berguna.

Kalau begitu, terpaksa gunakan cara terakhir.

Aku akan mencari selingkuhan.

Kita lihat dia bisa diam saja atau tidak.

Jing Xin, suruh Mo Yanchen menemuiku.

Sudah datang.

Yanchen.

Tuan Putri.

Tak perlu beri hormat, duduklah.

Baik.

Jing Xin.

Kau tak diperlukan lagi di sini, pergilah.

Baik.

Kenapa hari ini suasana hati Tuan Putri begitu baik…

…hingga mengajakku makan berdua?

Ini dendeng daging pemberian Xiyue.

Aku mengajakmu untuk mencicipinya.

Kita harus berbagi makanan enak.

Mari.

Aku sungguh sangat senang.

Bersulang untuk Tuan Putri dulu.

Baik, bersulang.

Ayo.

Makan.

Tak apa-apa, aku sendiri saja.

Aku sendiri saja.

Sungguh maaf, Yanchen.

Apa dia akan marah dan mencariku?

Tuan Muda.

Sekarang kau kenapa lagi?

Selera makan Tuan Agung pertama dan Tuan Putri sangat baik.

Mereka berdua mengobrol dengan bahagia.

Juga saling bersulang dengan penuh hormat.

Saling mengambilkan lauk masing-masing.

Seperti ini…

…bagus juga.

Tan'er.

Apa kau mau dengar lagu yang kumainkan untukmu?

Mau.

Tuan Putri, aku ingin melaporkan hal penting.

Hal penting?

Hal penting.

Ini…

Karena ini hal penting, maka aku tak akan mengganggu.

Aku permisi dulu.

Kita makan bersama lagi lain hari.

Jing Xin, bagaimana?

Kulihat Yu Hao mondar-mandir di luar berkali-kali.

Cheng Cheng sudah tahu, 'kan?

Apa dia memberi tanggapan?

Aku sudah lama menunggu di luar.

Namun, aku tak mendengar pergerakan apa pun dari dalam.

Tak ada pergerakan?

Kenapa dia tak peduli?

Kenapa tak cemburu dan tak marah?

Apa di matanya aku begitu tak penting?

Xiaotan.

Mungkin Tuan Agung sedang menahan diri.

Menahan diri?

Baik.

Jika dia tak datang, aku yang ke sana!

Ayo!

Yu Hao, kau dan Jing Xin keluar.

Tuan Putri ingin melanggar aturan lagi?

Sepertinya kau lupa lagi…

Aku tak lupa Tiga Aturan dan Tiga Larangan.

Namun, aku juga tak lupa kau adalah Cheng Cheng-ku.

Aku akan terus menemanimu.

Sekarang kau hanya lupa ingatan.

Aku tahu rencanamu.

Biarkan aku melakukannya bersamamu, ya?

Tuan Putri tak perlu begini.

Jika Tuan Putri ikut terlibat,…

…mungkin aku akan…

Mungkin Tuan Putri akan menjadi beban bagiku.

Kau memang keras kepala.

Perkataanmu begitu tega.

Bukankah kau tetap mengambil bukuku?

Tuan Putri, jangan terlalu percaya diri lagi.

Yu Hao…

…lupa membuangnya.

Aku bahkan sudah bicara begini.

Apa kau akan tetap setega ini?

Aku lelah.

Mau istirahat dulu.

♪Aku mendengar suara samudera yang sangat lembut♪

♪Semua ingatan yang samar mulai menjadi jelas♪

Tuan Putri.

♪Kenapa memberiku semua kesedihan?♪

Tuan Putri, perhatikan langkahmu.

Dasar Mo Liancheng, keras kepala sekali.

Sikapnya saat hilang ingatan sungguh menyebalkan!

♪Langit perlahan berubah menjadi gelap♪

♪Kenangan mulai menyerbu♪

Aku merindukan Cheng Cheng.

♪Untuk siapakah cahaya bulan yang lembut ini bersinar?♪

Tuan Putri, jangan sedih.

Mungkin ada yang sulit dikatakan oleh Tuan Agung.

♪Tak bisa tidur di malam hari♪

Benar, dia hanya tak ingat saja.

Bukan tak mencintaiku.

♪Karena siapa tubuh ini menjadi lemah?♪

♪Aku yang seperti angin♪

♪Dianggap tiada hingga akhir♪

♪Impian yang tak tergapai♪

♪Biarkanlah♪

Aku berada di posisi yang rumit.

Tak bisa maju ataupun mundur.

Tak boleh biarkan Ayah dan Keluarga Mo gegabah.

Apalagi biarkan Tan'er mengalami kesulitan karena rencanaku.

Baik aku yang kehilangan ingatan…

…ataupun Cheng Cheng yang punya kenangan indah denganmu,…

…sama-sama tak penting lagi.

Kau harusnya hidup bahagia dan tenang dengan Kakak pertama.

Lupakanlah aku, Tan'er.

Aku akan bertindak sendirian.

Jika gagal, aku bisa pergi dengan tenang.

Sejak pertama kali aku datang ke Dongyue,…

…takdir kami sudah sangat luar biasa.

Meski aku tak mengenalnya di pertemuan kedua,…

…dia tetap bisa menemukan dan melindungiku.

Juga melindungi Yu'er kami.

Benar, dia hanya hilang ingatan.

Aku tak boleh perhitungan dengan orang sakit.

Tuan Putri.

Kau mengatakan hal yang tak kupahami lagi.

Jing Xin.

Apa kau percaya padaku?

Apa aku percaya pada perkataanku?

Aku percaya.

Sejak kecil, aku menemani Tuan Putri tumbuh dewasa.

Tuan Putri baik padaku.

Apa pun yang kau katakan dan lakukan…

…aku bersedia mempercayaimu.

Apa pun yang terjadi, aku akan menemani Tuan Putri selamanya.

Sudah kukatakan berkali-kali.

Panggil aku Xiaotan.

Syukurlah ada kau yang menemaniku.

Jika tidak, aku pasti sudah tak kuat lagi.

Xiaotan.

Jangan sedih.

Jika kau sedih,…

…aku juga akan ikut sedih denganmu.

Aku janji padamu.

Di kehidupan mana pun,…

…aku akan selalu menemani dan melindungimu selamanya.

Benar.

Aku adalah ratu agen properti.

Mana bisa menyerah semudah itu.

Selain itu, bukankah masih ada kau yang menemaniku?

Semangat!

Semangat!

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪

♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪

♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪

♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪

♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪

♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪

♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪

♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.