All language subtitles for The Eternal Love S3 e06

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪

♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪

♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

Cinta Abadi S3

Episode 6

Impian menjadi kenyataan, ternyata begini rasanya.

Walaupun menyusahkan Adik ke-8.

Namun, bagi Tan'er dan aku, malam ini pasti tak bisa tidur.

Cheng Cheng.

Cheng Cheng.

Cheng Cheng.

Cheng Cheng, cepat keluar.

Kau bersembunyi di mana?

Cheng Cheng.

Berani-beraninya bersembunyi dariku?

Cheng Cheng.

Mo Liancheng, cepat keluar!

Mo Liancheng!

Mo Liancheng, cepat keluar!

Tuan Putri, apa yang terjadi?

Cepat pergi cari…

Cepat cari Tuan Agung!

A Gui, suruh beberapa orang cari.

Cari Tuan Agung.

- Cepat - Cari di sana.

- Cepat - Cari Tuan Agung.

- Tuan Agung! - Tuan Agung!

Mo Liancheng.

Mo Liancheng!

Cepat keluar!

Mo Liancheng, cepat keluar!

Mo Liancheng!

Tuan Putri.

Kenapa kau di sini?

Kakak Pertama.

Mo Liancheng!

Mo Liancheng!

Cepat keluar!

Walaupun Tuan Putri masuk sini.

Dia takkan kelewatan pada Kakak Pertama.

Namun, bagaimana agar Kakak Pertama tak mengusirku?

Jangan duduk!

Kakak Pertama.

Aku tak betah tinggal di kamar itu.

Kenapa?

Gugup saat malam pernikahan adalah hal wajar.

Apakah kau tak gugup?

Semua pria di dunia akan melalui tahap ini.

Walaupun gugup.

Namun, itu adalah kegugupan yang ditunggu-tunggu.

Namun, aku tak bisa merasa demikian.

Kau tenang saja.

Malam ini tak perlu khawatir.

Sedangkan aku…

…perlu berkonsentrasi dan bersiap untuk semuanya.

Bagaimana jika aku menemanimu menyiapkan diri?

Dengan begitu, hatiku akan terasa lebih tenang.

Adik ke-8, kau tak perlu begitu.

Kakak Pertama, kau tak perlu menolak.

Ini keinginanku sendiri.

Adik ke-8, Tan'er akan segera datang.

Jangan mengobrol lagi.

Segera kembali ke kamarmu.

Kakak Pertama, beri aku sedikit waktu tenangkan diri.

Telah lama menunggu.

Bagaimana jika kalian lanjutkan saja?

Tan'er, Adik ke-8 hanya datang menemaniku.

Dia akan segera pergi.

Dia akan segera pergi.

Pergilah!

Tidak!

Pergilah!

Tidak!

Pulanglah!

- Pulanglah! - Tak perlu!

Tak perlu.

Tak masalah, aku tak buru-buru.

Aku pergi dulu, kalian bersenang-senanglah.

Tan'er.

Kalau tidak, Hamba keluar dulu.

Tak mengganggu Pangeran dan Tuan bermain air lagi.

Silakan bersenang-senang.

Adik ke-8, kau baik-baik saja?

Aku akan menyuruh Yu Hao mengantarmu ke kamar beristirahat.

Kau… Aku…

Kau baik-baik saja?

Tidak!

Ada apa dengan kepalamu?

Kau jangan mendekat.

Dia… Dia ini…

Jangan menatap kami seperti itu.

Jangan pikir aku tak tahu pikiranmu.

Tan'er!

Adik ke-8!

Kau sedang apa?

Apakah karena melihatku berada di kamar Kakak pertamamu?

Lalu, kenapa kau bersembunyi di kamarnya?

Mo Liancheng, kau kelewatan.

Tolong bersikap normal.

Jika kau melakukannya lagi, aku akan pikirkan cara ekstrim.

Agar tak bisa memelihara otakmu.

Memelihara otak?

Memelihara otak?

Cheng Cheng, kaukah itu?

Masih tertawa?

Kau sama sekali tak menyesal.

Sebentar.

Kau juga telah menyadarinya?

Peraturan macam apa ini?

Begitu cium maka akan langsung berubah.

Kau begitu ingin menciumku?

Aku pikir dalam hatimu hanya ada putra kita.

Tak tahu apakah Mutiara Zhenhun menyakiti Yu'er tidak.

Bagaimana jika kita tak bisa kembali lagi?

Ingatan terakhir Yu'er tentang kita berdua…

…adalah orangtuanya yang sedang bertengkar.

Akankah dia berpikir kita tak saling cinta lagi?

Omong kosong.

Tenang saja.

Aku pasti akan membawamu kembali.

Hanya saja, keadaanku sekarang ini…

…juga belum pasti disebabkan oleh Mutiara Zhenhun.

Ingatanku tak selalu ada.

Juga tak bisa melindungimu.

Namun, untungnya, sebenarnya aku…

♪Kuingin terbang pergi dan kembali bagai angin♪

♪Kerinduan cinta ada di mana-mana♪

♪Hanya tersisa kain hijau ketika menggulung tirai manik♪

♪Memimpikan hujan berkabut sepanjang malam♪

♪Tak bersedih juga tak perlu memikirkannya♪

♪Siapa yang menemaniku di malam yang menyenangkan ini♪

Anggap saja…

…aku telah menciummu, ya?

Dalam situasi seperti ini,…

…aku tak tahu harus bagaimana membujukmu.

Tak boleh begitu.

Jika bertemu masalah, maka harus berusaha menyelesaikannya.

Untuk apa?

Tutup dengan sapu tangan.

Sepertinya tak ada masalah lagi.

Sapu tangan ini mirip penutup kepala.

Bukankah lebih tepat ditaruh di kepalamu?

Hari ini aku yang menikahimu.

Bukan kau yang menikahiku.

Suamiku?

Suami tercinta?

Sebaiknya kupanggil apa?

♪Hendak mengejar waktu, namun, terlambat♪

♪Mencari-cari dalam kebingungan sekali lagi♪

♪Ingatkah dengan janji kehidupan sebelumnya?♪

♪Mengapa diam saja?♪

♪Benci karena tak mengenal satu sama lain♪

♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪

♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪

♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪

♪Hingga menjadi benang musim semi♪

♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪

Maharani telah membiarkannya menjadi Tuan Agung.

Untuk apa bersedih seperti ini?

Menebak isi hati orang terhormat bukan sifatmu.

Memang benar.

Sekarang yang terpenting adalah Tuan Putri ke-2.

Bukan Tuan Muda ke-8 Keluarga Mo.

Sesuai keputusan Maharani,…

…membiarkannya menikah dengan Tuan Putri ke-2.

Lebih cocok dari membiarkannya masuk istana.

Dia bersedia menerima Mo Liancheng.

Ini memang sesuai dengan keinginanku.

Penyakit lama Maharani kambuh hari ini.

Apakah karena melihat pernikahannya semalam?

Mohon jangan terbawa suasana.

Orang yang bisa membuatku terbawa suasana tak di sini.

Bagaimana mau terbawa suasana?

Hanya saja keadaan seperti ini membuatku teringat padanya.

Di mana seruling pengusir roh?

Di sini.

Seruling pengusir roh ini…

…awalnya adalah senjata untuk membunuh.

Namun, sekarang malah menjadi penyelamat.

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Kediaman Tuan Putri

Aneh, kenapa semalam…

Adik ke-8.

Kakak Pertama.

Mari, khusus dipersiapkan untukmu.

Segera minum selagi panas.

Sup herbal?

Pertama kali tidur bersama.

Tentu harus menjaga staminamu.

Kakak Pertama, semalam aku berada di kamarmu, lalu…

Aku tak menyalahkanmu, kau tak perlu banyak bicara.

Kakak Pertama, aku tak…

Tak perlu dijelaskan, aku mengerti.

Namun, jangan seperti tadi malam lagi…

…menarik Tuan Putri dari kamarku dengan paksa.

Jika ini tersebar, bagaimana pandangan orang terhadapmu?

Menariknya dari kamarmu?

Dengan paksa?

Jing Xin.

Kau ini…

Tuan Muda ke-14, pisau ini tak punya mata.

Lebih baik hati-hati.

Kau… Sedang melihat apa?

"Makan semangka." *Bahasa gaul

Aku tanya kau sedang melihat apa?

Maksudnya bergosip, menonton keramaian.

Kosakata baru yang kupelajari dari Tuan Putri Ke-2.

Kalian lihat apa?

Apa yang kau lihat?

Tak tahu.

Apa yang kalian lihat?

Makan semangka.

Aku penasaran dengan keadaan Tuan Putri ke-2…

…dan kakak pertamaku di Serambi Es.

Tuan Putri tak di sana, mau gosip apa?

Dia ada di Serambi Salju.

Tuan Muda kami ke Serambi Es.

Tuan Putri pun mengikutinya.

Ini…

Tentu saja aku tahu itu.

Bukankah mereka masih ada di Serambi Es?

Mereka berdua telah kembali ke Serambi Salju.

Lalu, yang belum kalian ketahui adalah…

…Tuan Agung Pertama baru ke Serambi Salju.

Jadi, kalian sedang lihat apa?

Ini…

- Mo Liancheng. - Kelak harus lebih hati-hati.

Ini salahmu.

Sekarang pinggangku sakit sekali.

Tuan Putri, lebih baik menjaga kesehatan tubuh.

Ada seseorang yang memang harus menjaga kesehatanku.

Jangan hanya karena marah.

Lalu berbuat hal yang membuat pinggangku sakit.

Tadi malam, Cheng Cheng bertemu Mo Yanchen…

…baru berubah kembali.

Seingatku, dulu juga pernah terjadi.

Dia akan bereaksi aneh ketika bertemu kerabat sedarahnya.

Jangan-Jangan mekanisme perubahannya ada di Mo Yanchen?

Akan kucoba.

Minum sup?

Tubuh Tuan Agung ke-2 sangat sehat.

Akan sia-sia jika dia yang minum.

Dia tak memerlukannya.

Bagaimana jika kau saja yang minum?

Kenapa masih diam saja?

Cepat bawa ke sini.

Kau harus hati-hati.

Jangan tumpahkan ke tubuh Tuan Agung Pertama.

Biar aku saja. Mari.

Cheng Cheng?

Cheng Cheng apanya?

Raut wajahnya galak.

Lihat saja tahu dia tak berubah menjadi Cheng Cheng-ku.

Kenapa gagal lagi?

Kakak Pertama, ini salahku.

Telah menyia-nyiakan sup buatanmu.

Tak masalah, kelak masih ada kesempatan.

Karena tak jadi minum sup, mari kita segera berangkat.

Pergi ke mana?

Tan'er, kau lupa?

Hari ini kami akan pulang.

Benar.

Aku tertidur hingga lupa.

Bagaimana jika kau kembali susun barang dulu?

Baik, aku pamit.

Yun Ying.

Kenapa kau tadi sengaja membuat Kakak pertamaku terjatuh?

Menyebarkan rumor harus ada buktinya.

Sebarkan rumor mau bukti…

Lihatlah.

Kau mengaku menyebarkan rumor, 'kan?

Aku malas berhitungan denganmu.

Ketika pulang nanti, kurangi bicaramu.

Menghindari masalah.

Bukankah hanya pulang?

Aku sudah terbiasa.

Lebih baik kau yang berhati-hati.

Tunjukkan sedikit hormat padaku.

Jika tidak, hati-hati dengan adikmu.

Salam, Tuan Putri.

Silahkan duduk di atas.

Ada apa?

Ayah, semalam pinggang Tan'er cedera.

Cepat ambil bantal untuknya.

Baik, Tuan Besar.

Tak perlu.

Tak perlu repot.

Kenapa kau begitu ceroboh?

Membuat pinggangnya cedera setelah menikah.

Bukan Kakak Pertama, tapi aku.

Mulai sekarang kalian harus hati-hati.

Tuan Putri adalah orang terhormat.

Di hari pernikahan,…

…kenapa Tuan Putri tak berada di kamar utama Tuan Agung Pertama?

Fengyang, apa salahnya dengan itu?

Tadi malam, aku yang menarik paksa dia dari kamar Kakak Pertama.

Ini bukan salah Tuan Putri dan Kakak Pertama.

Bukankah Jenderal Mo sedikit terlalu ikut campur?

Mohon maklum. Fengyang lama di medan perang.

Sifatnya ceroboh dan terus terang.

Karena membicarakan hal ini, maka aku harus memperjelasnya.

Tadi malam aku tidur sendiri.

Tak pernah sekamar dengan kedua Tuan Agung.

Siapa?

Seharusnya dari awal aku tahu.

Di seluruh Kediaman Tuan Putri.

Hanya Tuan Putri yang akan begini.

Kau telah berubah lagi?

Tak kusangka.

Tak menyangka apa?

Tak kusangka aku akan mengalami kekerasan berumah tangga.

Terlebih di masyarakat wanita terhormat.

Tuan Putri ke-2 yang tak sopan lebih dulu.

Sungguh bukan aku yang menciummu duluan.

Meski katakan, kau juga tak percaya.

Apa yang kau lakukan?

Aku sekarang tak bisa jalan lagi.

Antarlah aku ke kamarmu.

Untuk apa kau ke kamarku?

Aku suruh Jing Xin membawamu pulang.

Bagaimana kau akan menjelaskan padanya?

Aku takkan membantumu berbohong.

Sakit sekali.

Tuan agungku tak boleh dikomentari sembarang orang.

Juga tak perlu diajar orang luar.

Tuan Mo, kita telah bertemu hari ini.

Maka, aku akan membawa kedua Tuan Agung kembali ke kediamanku.

Kami pamit.

Selamat tinggal, Tuan Putri.

Tan'er.

Ternyata aku bisa mendapatkan keduanya.

Dia bahkan bertengkar dengan Fengyang demiku.

Seharusnya aku lebih bermurah hati.

Tan'er masih mencintaiku.

Mari.

Demi Mo Liancheng, dia bertengkar dengan Fengyang.

Sandiwara apa ini?

Mungkinkah dia pura-pura tak cocok dengan Kediaman Mo?

Jika begitu, apakah itu untuk menutupi kolusi?

Maksud Maharani…

Aku belum memberi hadiah pernikahan Tan'er.

Bagaimana jika kita beri hadiah yang besar?

Sepasang karang merah.

Sepasang gelang perak.

Enam set perhiasan giok.

Dua pasang cincin.

Kain.

Apa ini? Dari siapa?

Tuan Putri, ini adalah hadiah pernikahanmu dari Maharani.

Maharani juga bilang…

…Anda baru menikah, tak perlu datang ke istana berterima kasih.

Sepertinya Maharani sangat menghargai Tan'er.

Maharani sangat dermawan.

Yu Hao, periksa semua hadiah ini.

Lalu, buat catatan dan laporkan padaku.

Biarkan aku merasa senang.

Baik.

Masih ada hadiah khusus.

Maharani berpesan, ini harus sampai di tangan Anda.

Barang berharga apa itu?

Tan'er begitu menyukainya?

Bukan apa-apa.

Gabungkan saja ini dan hadiah lainnya.

Namun, jangan dibuka.

Tak perlu dicatat juga.

Baik.

Baiklah.

Setelah bertengkar hebat hari ini, kalian juga lelah.

Cepat pulang dan istirahat.

Semuanya istirahat dengan baik.

Kenapa kau belum pergi?

Terima kasih banyak untuk hari ini.

Bukan semuanya demimu.

Kata-katanya terlalu kasar.

Aku tak tahan mendengarnya.

Maka, aku membalas perkataannya.

Tetap harus berterima kasih padamu.

Bukan hanya karena membelaku.

Namun, juga karena pemikiranmu yang membuatku sangat kagum.

Jika kau sungguh ingin berterima kasih padaku.

Kau boleh mengantarku kembali ke kamar.

Sebagai bentuk balas budi, bagaimana?

Sebaiknya aku tak mengganggu Tuan Putri.

Kau tak berani karena takut ketika berada di kamarku nanti.

Kau tak bisa mengendalikan diri…

…atau takut aku akan memaksamu?

Baiklah.

Aku justru penasaran.

Sebenarnya Tuan Putri mengira aku tak bisa kendalikan diri apanya…

…atau bisa memaksaku melakukan apa?

Silakan.

Sudah kuantar.

Ada rencana apa lagi? Cepat dicoba.

Hari masih cerah, apa yang kau takutkan?

Sajikan teh untukku.

Rupanya Tuan Putri tak punya trik baru.

Sudah sering ditumpahkan, masih saja tak belajar dari kesalahan.

Jika begitu kau cobalah.

Jika kau membasahinya, kebetulan kau bisa membantuku ganti baju.

Menyentuh tangan ketika menuang teh.

Mengganti baju kalau basah.

Selanjutnya, apakah Tuan Putri akan mendesakku ke tembok?

Walaupun kuno, tapi klasik.

Kenapa kalau mencoba beberapa kali?

Kau lupa? Kau tak cukup tinggi.

Lihatlah apakah aku cukup tinggi?

Tuan Putri, jangan sia-siakan tenagamu lagi.

Antara kita berdua, bukan masalah tinggi badan.

Pelat Maharani?

Tuan Putri sungguh begitu sukanya padaku?

Sia-sia menyukaimu.

Tak tahu berterima kasih.

Aku ingin pergi ke danau besok.

Apakah Tuan Putri mengizinkanku?

Boleh asalkan kau membawaku pergi.

Jika begitu, terpaksa juga harus membawa Kakak pertamaku.

Jika begitu, kita pergi terpisah.

Sampai jumpa di danau.

Baik.

Jing Xin, apakah waktunya sudah tiba?

Kenapa masih belum datang?

Jika tahu akan sepanik ini menunggu.

Untuk apa datang sepagi ini?

Aku tak mengerti.

Tinggal di kediaman yang sama.

Lantas, kenapa harus berangkat terpisah?

Kau tak mengerti ini.

Menunggu adalah hal yang menarik.

Terutama ketika kau tahu bahwa dia pasti akan datang.

Dia telah datang.

Jing Xin, nanti pelajari caraku menggodanya.

Setelah pulang, godalah Adik ke-14.

Jangan sembarangan.

Tan'er, kau telah lama menunggu?

Ternyata Adik ke-8 sengaja melakukannya.

Ada apa? Kau kecewa?

Biarkan aku kecewa seorang diri.

Untuk apa juga membuatnya merasa sedih?

Lagi pula, apa salahnya?

Bagaimana mungkin?

Aku memang mengajak kalian berdua.

Dia tak datang…

Dia tak datang mungkin ada karena sesuatu yang lebih penting dariku.

Namun, karena telah datang, kita harus bersenang-senang.

Lupakan hal yang tak menyenangkan.

Ya?

Asalkan kau bahagia.

Apa maksudmu?

Jangan menekan dirimu seperti ini.

Katakan yang ingin kau katakan.

Lakukan yang ingin kau lakukan.

Yang terpenting adalah kebahagiaan sendiri.

Ayo kita ke sana lihat-lihat.

Ayo.

Pelat Maharani bisa membantu Ayah mengirim pasukan perbatasan.

Menyelesaikan tugas bersama.

Tuan Putri ke-2, maafkan aku.

Udara di sini sangat bagus.

Tan'er.

Aku ingin tunjukkan tarian pedang untukmu.

Dulu kau sangat senang melihatku menari tarian pedang.

Melihatmu senang, aku juga merasa senang.

Jing Xin, berikan pedangmu pada Tuan Agung.

Dia cukup hebat.

Dia jauh lebih kuat darimu.

Aku…

♪Kenapa memberiku semua kesedihan?♪

♪Ditiup angin seorang diri♪

Yanchen, kau tak perlu merasa terikat.

Cobalah untuk lebih bebas.

Baik.

♪Tak bisa tidur di malam hari♪

♪Penglihatanku kabur saat fajar tiba♪

♪Karena siapa tubuh ini menjadi lemah?♪

♪Aku yang seperti angin♪

Apa yang kau lakukan?

Hari ini kau terlihat sangat khawatir.

Bukankah kau ingin melepaskan beban dan menjadi bebas?

Lampiaskanlah bersamaku.

♪Ternyata barulah sifat tersembunyimu♪

Tuan Agung.

Adik ke-8.

Kakak Pertama.

Kenapa kau di sini?

Bukankah ada hal penting lain?

Kakak Pertama, aku tak bermaksud mengganggu.

Hanya saja, ada hal yang…

…perlu kubicarakan berdua dengan Tuan Putri.

Bolehkah…

Tidak.

Tan'er, Adik ke-8 pasti telat karena ada sesuatu.

Karena ada yang perlu dibicarakan.

Aku akan menunggu di kereta.

Terima kasih banyak, Kakak Pertama.

Jing Xin, kau ikut dengan Kakak Pertama saja.

Baik.

Di mana Pelat Maharaninya?

Telah kugadai.

Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪

♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪

♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪

♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪

♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪

♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪

♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪

♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

♪Jika kau menemani hidupku♪

♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪

♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪

♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪

♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪

♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪

♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪

♪Tak berpisah sepanjang masa♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.