All language subtitles for Partners for Justice ep 1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

"Nama, Lee Jung Yeon"

Dokter forensik adalah penyelidik dan pengurus pemakaman.

Kami penjagal sekaligus dokter bedah.

Pemerkosaan dan pembunuhan.

Dia ditemukan di sebuah bukit di Provinsi Gyeonggi.

Tim pencari sedang menyisir bukit selagi kita bicara.

Kurasa pelaku belum pergi jauh.

Pakaian dalam dan roknya dilepas.

Pembunuhnya

- orang mesum. - Kamu sedang menulis novel?

- Ini kecelakaan mobil. - Apa?

Ayolah, mana mungkin. Bagaimana bisa kecelakaan mobil?

Ada tabrakan.

Pendarahan subkutan di belakang paha dan patah tulang paha.

Titik luka 60 cm di atas tanah.

Kendaraannya jenis SUV. Tidak ada tanda pengereman mendadak.

Pengendara mungkin tertidur.

Permisi.

Nona!

Sial.

Pengendara menyamarkannya sebagai pemerkosaan.

Tidak ada pemerkosaan.

Hanya luka luar paha saja.

Apa? Mereka menyisir bukit itu?

Cari bengkel yang memperbaiki mobil dengan bumper dan lampu depan rusak!

Baiklah.

Dokter forensik

adalah penyihir yang harus bicara

dengan orang mati.

"Partners for Justice"

"Prinsip Locard, Setiap kontak meninggalkan jejak"

"Episode 1"

"Kantor Kejaksaan Wilayah Seoul Timur"

"Jaksa Eun Sol"

Kapan aku bisa selesai? Ini terlalu banyak.

Astaga.

Aku sudah selesai. Berhentilah pergi ke kamar mandi.

Kamu sudah selesai?

Aku pasti gugup menyambut rekan baru kita.

Pergerakan ususku rasanya tidak karuan.

Kamu tahu perutku sangat sensitif.

Kursimu mau kutukar dengan kloset?

Kamu bisa duduk di sana seharian.

- Bukan ide buruk. - Astaga.

Ini jaksa baru kita. Cantik, bukan?

Aku tidak pernah melihat wanita cantik memakai jubah jaksa.

Kamu memang tidak bisa menilai. Tidak lihat, ya?

Mataku bertambah tua. Itu alasannya.

Aku tidak percaya harus melatih jaksa baru di usia ini.

Aku sudah bisa mendengar kepadatan tulangku menurun.

Halo.

Hari ini kita ada wawancara magang?

Kamu kemari untuk wawancara? Bisa langsung ke lantai dua.

Apakah ini ruangan Jaksa Eun Sol?

Benar.

Anda Jaksa Eun?

Halo, aku Eun Sol.

Astaga, Anda terlalu cantik untuk menjadi jaksa.

- Aku memang tidak bisa menilai. - Astaga.

Kamu tadi menganggapnya magang? Dasar bodoh.

Kamu menyebutku bodoh?

Kamu belum berubah.

Kamukah itu, Hyun?

Senang bertemu denganmu, Sol.

Benar juga. Sekarang Jaksa Eun, ya?

Tunggu, apakah kamu Hyun culun

yang dahulu kukenal? Kamu berubah drastis.

- Apa? Berubah? - Waktu masih kuliah,

kamu hanya memakai kacamata culun dan kaus tangan panjang ke mana pun.

Tidak mungkin.

Dia pria paling keren di kantor kejaksaan.

Kalian saling mengenal?

Jaksa Eun dahulu sangat terkenal.

Dia ratu kecantikan. Aku hanya...

Mahasiswa pemalu yang kembali kuliah lagi?

- Pemalu? - Dia dahulu pemalu?

Omong-omong, apakah ini ruanganku?

Ya.

Kalau begitu,

- mari bersih-bersih. - Tunggu.

- Astaga. Ambil ini. - Hati-hati.

Perutku lemah. Permisi.

- Ususmu? - Kamu sudah ke toilet tadi.

Tapi aku sungguh...

- Kamu mungkin butuh bantuan... - Aku tidak bisa melakukan ini.

Apanya yang sulit?

Ambil sebagian.

Tidak, harus kuambil yang itu. Tinggalkan saja di sana.

- Ini kerja tim yang bagus. - Itu akan jatuh!

Astaga.

Sial. Ini gila.

- Astaga. - Ya ampun.

Astaga, kamu kuat sekali.

Bukankah ruangan kita terasa jauh lebih menyenangkan sekarang?

Astaga, punggungku sakit.

Aku akan memperkenalkan diriku secara formal.

Aku wakil penyelidik

dan PNS golongan enam.

Namaku Kang Dong Sik.

Sudah 15 tahun bekerja sebagai detektif pembunuhan.

Aku selalu mengira akan mati sebagai detektif pembunuhan,

tapi aku menemukan pengumuman soal loker khusus di kejaksaan.

Aku detektif yang cukup hebat. Maksudku, aku sangat berpengalaman.

- Ya, aku... - Lalu dia...

Bu Cheon Mi Ho, asisten Anda.

Dia yang mengerjakan semua dokumen dan pekerjaan sepele.

Anda bisa menyuruhnya melakukan itu.

Halo, aku Cheon Mi Ho, bukan "gumiho".

Siang hari aku orang ramah dan hangat,

tapi malam hari, hatiku berapi-api dan...

Astaga.

Aku sangat berguna.

Anda bisa memanfaatkanku sesuai kebutuhan Anda.

- Ada apa denganmu? - Tidak bisa biasa saja?

Tampaknya bekerja dengan kalian berdua

- akan sangat menyenangkan. - Benarkah?

- Kami memang lucu. - Benar sekali.

Tos. Baiklah.

"Badan Forensik Nasional"

Di mana dia? Kita semua sudah siap melakukan autopsi.

Dia selalu begini.

- Teleponnya tidak diangkat? - Tidak.

Coba lagi.

Apa ini?

- Sudah mengalami dekomposisi? - Ya.

"Dekomposisi merujuk pada mayat yang membusuk"

Taruh saja di sini. Jangan sampai rusak.

Kenapa?

Baik, Pak.

Tolong disiapkan.

- Ya. - Baik.

- Astaga. - Siapkan.

- Baik. - Mari kita kerjakan.

- Astaga, kenapa dia tidur di sini? - Mengejutkan saja.

"Badan Forensik Nasional"

"Permintaan Autopsi"

Kenapa ada banyak sekali?

"Dokter Forensik Baek Beom"

Ini hadiah selamat datang.

Astaga.

Agar matamu tetap awas

dan tidak pernah melewatkan detail terkecil sekali pun.

Ini keren sekali.

Terima kasih, Hyun. Maksudku, Jaksa Kang.

Awalnya akan sulit.

Jaksa Eun, kamu membutuhkan waktu

untuk menyesuaikan diri dengan Pak Kang dan Bu Cheon.

Jaksa Eun? Ini kali pertama aku dipanggil seperti itu.

Sekarang aku Jaksa Eun. Astaga, aku gugup sekali.

Timku sepertinya sangat hebat.

Pak Kang

cenderung sering sakit. Orang dengan kesehatan buruk.

Julukan Bu Cheon Si Rubah Seribu Ekor.

Tapi dia tidak selicik ucapan orang.

Dia sederhana dan jujur saat bekerja.

Lebih mirip beruang.

Pria yang tidak berbuat apa pun dan wanita beruang?

Seru sekali. Bukankah kami seperti tim bisbol alien?

Sebenarnya tadi aku tidak memuji.

Maksudku rekan timmu bukan yang terbaik di kantor ini.

Tidak apa-apa. Aku juga bukan yang terbaik.

Kamu yang terbaik saat pelatihan. Omong kosong.

Istri putra seorang anggota parlemen

- ditemukan tewas di rumah. - Ya, aku paham.

- Suaminya tersangka utama, - Ada yang cocok untuk itu.

- tapi dia menyangkal tuduhan itu. - Jangan cemas.

- Polisi menerima - Sampai jumpa.

laporan hari itu di pusat patroli

- tentang pertengkaran pasangan ini. - Hei, kamu sudah datang.

- Duduklah. - Tapi tidak ada

bukti spesifik yang ditemukan.

Mereka juga meyakini wanita itu bisa saja dibunuh.

Aku Jaksa Eun Sol, ditugaskan di Divisi Kriminal Delapan

di Kantor Kejaksaan Wilayah Seoul Timur.

Ya, senang bertemu denganmu. Duduklah.

Kudengar

- kamu ingin menjadi jaksa. - Ya.

Kenapa? Dengan nilaimu, kamu bisa saja menjadi hakim.

Kamu juga secara sukarela menjadi bagian dari divisi kriminal.

Aku sangat suka drama investigasi dan sering menonton drama Amerika.

Drama Amerika?

Aku suka energi mudamu.

Divisi Kriminal Delapan

terkenal dengan beban kerja tinggi.

Kamu paham?

Maksud Anda mulai sekarang aku akan sangat sibuk, bukan?

Ternyata kamu tanggap juga.

Aku sudah memikirkannya.

Kamu tahu kasus pertamamu, bukan?

Kamu akan mengingat kasus pertamamu seumur hidup.

Karena kamu suka menonton TV, ini akan pas sekali.

Apa?

Oh Man Sang.

Dia putra anggota Parlemen Oh Pil Joong

dan kakeknya mantan ketua MA, Oh Deuk Sang.

Dari sisi ibunya, ada Grup Seongjin.

Dia cucu konglomerat yang dimanjakan.

Bagaimana menurutmu? Cukup besar untuk kasus pertama.

Kamu tertarik?

Ya.

"Kejaksaan memanggil Tersangka A pada hari kejadian"

Pak, kasus apa ini?

Kenapa suaminya bisa menjadi tersangka utama?

Harap jawab.

- Ada komentar? - Tolong.

Katakan sesuatu.

- Jangan memaksa. - Katakan sesuatu.

- Bisa beri tahu kami sesuatu? - Harap komentarnya.

Hei. Berhenti.

Kamu tidak lihat ini area terlarang?

- Dari stasiun TV mana? - Aku...

Berikan nomormu dahulu.

- Apa... - Dasar bodoh.

Jangan sembarangan merayu orang.

- Jaksa Eun Sol baru saja bergabung. - Jaksa...

Jaksa?

Halo, aku Detektif Cha Soo Ho dari Kepolisian Gangdong.

Kukira semua polisi di bagian tindak kekerasan berbadan kekar.

Kamu cukup bergaya.

Jaksa Eun.

Ini tempat kejadian perkara. Anda tidak boleh bersikap begini.

- TKP. - Ya.

- Baiklah. - Mari.

Hei, tutup rahangmu yang terbuka lebar ini

dan kembali bekerja. Ayo.

Nama korban Kwon Hee Kyung. Pramuwisma menemukannya pagi ini.

Kepolisian setempat mendapat telepon

soal pertengkaran pasangan ini pagi tadi.

Pasangan ini bertengkar? Suaminya membunuhnya?

Katanya dia pergi pagi-pagi sekali dan menginap di hotel.

Suaminya tersangka utama.

Polisi sudah mendapat lima laporan soal perselisihan pasutri tahun ini.

Sedang apa kamu?

Kamu baik-baik saja?

- Tidak apa-apa. Dia... - Dia menyentuh mayat itu.

Kamu membaliknya.

Aku diberi tahu Tim Forensik sudah mengambil gambar.

Kamu tidak lihat?

- Bukankah ini pembusukan? - Apa?

Ini lebam mayat, bukan pembusukan.

Endapan darah usai kematian.

Terdapat di separuh wajahnya. Berarti wajahnya menghadap bawah.

Dokter Baek, dia dibunuh suaminya. Ini bukan pembunuhan berantai.

- Kenapa tidak boleh dibalik? - "Kenapa tidak boleh"?

Lantas apa gunanya garis polisi?

Singkirkan garis polisi dan biarkan semua reporter serta penonton masuk.

Suruh masuk saja semua! Kenapa tidak boleh?

Aku memang membaliknya.

Aku minta maaf.

Kamu bahkan menyentuhnya tanpa memakai sarung tangan.

Memang ini film horor?

Setidaknya pengacau terbunuh lebih dahulu di film-film.

Sarung sepatunya mana?

Haruskah serumit itu? Tidak usah berlebihan...

Kalau begitu, jangan mengganggu!

- Ini hari pertamanya dan... - Lantas kenapa?

Apakah aku salah memakai sepatu hak tinggi?

Santa Monica, Amerika Serikat, 1877. Satu keluarga dibantai.

Jejak sepatu hak tinggi tetangga sebelah rumah ditemukan,

tapi pembunuhnya pria. Dia sengaja memakai hak tinggi.

Tapi polisi baru menyadari 15 tahun kemudian

usai tetangga itu dieksekusi.

Kamu butuh contoh lain bagaimana hak tinggi merusak kasus?

Katakan apa saja yang kamu lakukan dan sentuh secara berurutan.

Ini.

Pasang pembatas.

Minta yang lain keluar kecuali Tim Forensik.

Baik.

Ini kekacauan, bukan TKP.

Keluar kalian semua!

Ayo.

Hei, Jaksa.

- Aku minta sidik jarimu. - Apa?

Sidik jarimu harus dikecualikan dari jasad ini.

Apa?

"Kepolisian Gangdong"

"Pemeriksaan Identitas"

Baek Beom benar-benar gila.

Dia menimbulkan keributan.

Maaf, Jaksa Eun. Aku minta maaf mewakili dia.

Tidak masalah.

Nama dokter forensik itu Baek Beom?

Ya. Sebaiknya kamu tidak berurusan dengan dia.

Tapi itu mustahil. Dia muncul tiap kali ada orang mati.

"Jika ingin diperlakukan baik oleh dia, harus mati dahulu."

- Begitu kata orang. - Dia ahli dalam bidangnya?

Dia yang terbaik, tapi temperamennya seperti anjing...

Dia kejam.

Dia bukan harimau.

Dia psikopat.

Apa?

Apa? Psikopat?

Aku suka itu. Psikopat.

Baek Beom memarahinya habis-habisan

karena membalikkan mayat.

Dia menyuruh kami keluar karena Jaksa Eun memakai hak tinggi.

Kalian tahu betapa tegangnya situasi hari ini?

Kukira Jaksa Eun akan mengalami lebam mayat juga.

Kamu seharusnya melampiaskan ini di hadapannya tadi.

- Kamu diam saja? - Bahkan Soo Ho mati kutu.

Dia mendapatkan perpeloncoan yang tepat.

Benar.

Aku menyebabkan masalah di TKP.

Maaf.

Kita semua begitu di hari pertama. Duduklah.

Karena ini pekan pertama Jaksa Eun,

kita akan berpesta setiap hari.

Bagaimana?

- Siapkan semuanya. - Baik, Pak.

- Itu dia. - Astaga.

Aku memasukkan cinta ke kaus kaki ini.

- Astaga. - Ini dia.

Ini cinta dan dedikasi kami.

Maaf, akan kutambahkan sesuatu untuk rasanya.

Ini tradisi Divisi Kriminal Delapan.

Banyak sekali.

"Minumlah"

Astaga, kalian masih melakukan ini?

Aku tidak bisa minum soju.

Permisi, bisa minta menu anggur?

- Anggur? - Siapa yang akan meminum ini?

Pak Kepala, ini ide Anda. Anda mau meminumnya?

Jaksa Eun.

Kamu lucu.

Itu lucu.

Aku akan meminumnya. Enam bulan lagi aku pensiun,

berarti aku yang paling payah. Bawa kemari.

- Ayo. - Tidak, Pak.

- Duduklah. - Kalau begitu,

karena ini dibuat oleh kalian semua, kalian bisa minum juga.

Ya, kami bisa berbagi. Berikan kepadaku.

Ayo berbagi. Sedikit, tapi semua dapat.

Dua gelas per orang cukup?

Ini dia.

Terima kasih.

Anggurku...

Pak, menurut Anda Jaksa Eun bisa menangani kasus itu?

Kenapa?

Jika sejak awal diberi kesulitan, dia tidak akan bisa menyesuaikan.

Serahkan kasus itu kepadaku.

Ini di luar kemampuannya.

Kenapa aku harus memberikanmu kasus ini?

Aku

yang memutuskan.

Biarkan saja.

Yang benar saja.

- Bersulang, Semuanya. - Tolong kerja samanya.

Selamat datang.

Kamu menuruti perintah ibu hanya selama 10 bulan.

Selagi ada di kandungan ibu.

Benarkah?

Tapi kamu selalu menendang ibu.

Kamu masih berbuat sesukamu. Ibu tidak bisa memasukkanmu lagi.

Aku sudah berat. Itu tidak akan berhasil.

Jangan bertindak terlalu jauh.

Menjadi jaksa itu membosankan dan akan sulit menikahkanmu.

Aku akan terus menjadi jaksa. Itu menyenangkan.

Kakakmu adalah hasil dari hubungan satu malam.

Kamu kesalahan terbesar dalam hidup ibu.

Jika meninggal dalam posisi ini,

seluruh wajahku akan lebam.

- Kamu makan malam dengan tim? - Anda memang yang terbaik.

Apakah orang-orang penting yang bekerja untuk pemerintah

membuatmu kesulitan?

- Aku sedih sekali. - Kenapa?

Korban kasus pertamaku

seorang istri yang dipukuli suaminya sampai mati.

Astaga, bedebah itu pantas digoreng sampai mati.

Memang dia tidak ada pekerjaan selain memukuli istri sampai mati?

Anda membuatku senang. Andai saja Anda hakimnya.

Kamu tahu? Lingkungan ini memang dipenuhi bedebah macam itu.

Hanya saja para ibu rumah tangga menutupi hal itu.

Bagi para pramuwisma, itu berita lama.

Kuberi tahu saja. Siapa yang berani mengatakan

para suami di unit 308 dan 701 di gedung sebelah menganiaya istri?

Sakit? Ini berat untukmu?

- Sakit sekali? - Singkirkan tangan itu dariku.

Bedebah, jangan sentuh aku.

Kamu sudah tahu. Kenapa membuatku kesal?

Kamu mengenal watakku.

Kubilang jangan membuatku marah!

Hei.

Hei!

Kamu!

Hei!

Keluar. Sial.

Sial!

Waktu autopsi pukul 8.30.

Forsep.

Astaga, ini terlalu kejam.

Aku tidak sanggup melihatnya. Itu keterlaluan.

Banyak memar.

"Banyak memar."

"Banyak memar"

Tangan kanan langsung kaku.

"Tangan kanan langsung kaku."

Banyak material ditemukan di bawah kuku jarinya.

"Banyak material ditemukan."

Halo, Jaksa Eun. Kamu datang.

- Pendarahan subkutan di foto 25. - "Pendarahan subkutan di foto 25."

2,7 cm kali 6 cm. Vertikal.

"2,7 cm kali 6 cm. Vertikal."

- Foto 25 sudah diambil, bukan? - Ya, sudah.

- Foto sebelum disayat? - Yang sebelum itu...

Aku lupa.

Sudah kubilang ambil gambar tiap lapisan. Ini sudah disayat!

Aku salah, Pak.

Hei, kita akan membelah tubuhnya dan membuka kepalanya.

Lakukan yang becus. Jika tidak, kita sama saja dengan psikopat.

Maaf, Pak.

Taruh kameranya.

Dia begitu lagi.

Keluar.

Keluar!

- Pindaian tubuhnya sudah ada? - Ya.

Ubahlah menjadi rekonstruksi tulang tiga dimensi.

"Hasil pindaian CT direkonstruksi menjadi kerangka kerja tiga dimensi"

- Lakukan dengan benar. - Baik, Pak.

Patah tulang iga keempat di bahu kiri.

"Patah tulang iga keempat di bahu kiri."

Pukulan datang dari belakang.

- Sudah ada daftar obatnya? - Ya, Pak.

"Kepolisian Gangdong"

"Bukti dan Catatan, Obat dari rumah"

"Warfarin, Obat metabolis"

"Plunazol, Obat antivirus turunan"

"Kutu air, kurap"

- Tunggu, sedang apa dia? - Jangan hiraukan dia.

Autopsinya cenderung lebih lama dan sedikit tidak biasa.

Berat jantungnya 326 gram.

"326 gram."

Dia pernah menjalani operasi katup prostetik.

"Operasi katup prostetik."

Pisau bedah.

- Tidak ada tanda makanan. - "Tidak ada tanda makanan."

Banyak kapsul obat.

"Banyak kapsul obat."

Pencedok.

Minta analisis mendetail pada Divisi Urusan Zat Beracun.

Baik, Pak.

Ada embrio.

- Tahap awal kehamilan. - Aku hamil.

Tinggallah denganku.

Beom, aku mencintaimu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.