Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
subtitle by rhaindesign Palu, 9 November 2020
Kau tidak apa-apa?
Cepatlah,
bertahanlah.
Di kota,
kita akan di tolong.
Ini...
apa?
Lendir.
Tidak tahu.
Ayo, cepat pergi.
Cepat.
The Dragon Hunting Well
Lao Zheng,
apa itu?
Lendir.
Aku juga tidak tahu.
Baru-baru ini muncul beberapa.
Pelan-pelan.
Dokter Sun,
hati-hati jatuh.
Jangan khawatir, tidak akan jatuh.
Dengan keahlianku sekarang,
Aku bisa langsung
ikut berperang.
Ayo.
Maju.
Dokter Sun,
kenapa aku bingung sendiri, ya?
Bukankah kau dokter?
Mengapa kau terus berpikir ikut ke medan perang?
Pernahkah kau mendengar kata
'Generasiku Wajib'
'membela negara',
'semua tanggung jawab ada di pundakmu'.
tidak peduli dirimu dokter atau tukang daging,
selama ada yang berani curi keuntungan pribadi,
aku orang pertama yang maju.
Dokter Sun.
Nanti...
...tiba di area karantina itu,
kau harus hati-hati.
Orang yang terkurung di sana itu dikutuk.
Apa yang dikutuk?
Hanya terinfeksi wabah saja.
Penyakit ini bisa diobati.
Mana ada takhayul begitu?
Lao Zheng,
apakah itu kelelawar?
Siang hari begini?
Ayo kita pergi.
Maju.
Maju.
Maju.
Maju.
Mohon Dewi Sumur memberkati.
Mohon Dewi Sumur memberkati.
Mohon belas kasih Dewi Sumur.
Apa yang mereka lakukan?
Peramal tua dari kota
Mengajak orang berdoa kepada Dewi Sumur.
Mengikuti jalan yang lurus,
bukan jalan terpencil dan mustahil.
Buka!
Berkati kami, Dewi Sumur.
Dewa bintang segala penjuru di kota.
Dewi Sumur?
Dialah
yang melindungi leluhur Kota Berkabut.
Lalu mengapa,
wabah Kota Berkabut masih merajalela?
Sepertinya kemampuan
Dewi Sumur hanya biasa saja.
Dokter Sun,
hati-hati terdengar oleh Dewi Sumur.
Mereka yang di area karantina
adalah bentuk hukumannya.
Aku tidak percaya takhayul,
Aku minta mereka minggir.
Dokter Sun, jangan!
Mohon Dewi Sumur!
Mohon Dewi Sumur!
Sudah dimakan.
Sudah dimakan semuanya!
Sudah dimakan semuanya!
Tangkap dia!
Sudah dimakan.
Siapa?
Sudah dimakan.
Semuanya jangan takut!
Semuanya jangan takut!
Orangnya
sudah terkendali.
Kami akan memperkuat pertahanan,
tidak akan biarkan orang yang dikarantina
lari keluar lagi.
Tenang saja.
Semuanya dimakan.
Sudah temukan Zhao Ming?
Belum.
Percepat.
Walikota,
namaku Sun Yicheng,
bantuan medis yang dikirim pemerintah.
Dokter Sun,
akhirnya kau datang.
Oh iya.
Dokter Zuo,
ke sini sebentar.
Walikota.
Kuperkenalkan padamu.
Dialah yang bertanggung jawab atas pencegahan epidemi di kota kami,
Dokter Zuo.
Apa kabar, Dokter Zuo?
Namaku Sun Yicheng.
Baik.
Selanjutnya.
Bagaimana cara meminumnya?
Tidak ada uang lagi.
Apa bedanya ini dengan air?
Terima kasih.
Walikota sudah datang?
Apa yang kau lihat?
Walikota,
Ini...
Apa yang membuatmu tertarik?
Kenapa Yousan di sini?
Katanya datang membantu,
padahal numpang makan dan minum.
Walikota,
jangan hiraukan dia.
Apa maksudnya jangan hiraukan dia?
dalam keadaan begini,
siapa pun,
masalah apa pun,
kita semua harus menganggapnya serius.
Penduduk sekalian.
Penduduk sekalian!
Dia dokter dari kota, Dokter Sun
Dia mengantar obat-obatan dan persediaan medis.
Semuanya
harus tetap semangat.
Harus tetap semangat!
Memiliki walikota sebaik dirimu,
itu berkah untuk semua.
Mengobati dan menolong orang,
penting!
Lihatlah, kau sudah mau datang,
harusnya membawa sesuatu.
seperti, makanan atau minuman.
Lihatlah buburku,
sudah menjadi air.
Penyakit belum sembuh, malah mati kelaparan.
Bagaimana menurut kalian?
Benar.
Dokter Sun,
ke sini sebentar.
Ayo, pergi.
Terima kasih, Walikota.
Pakai masker ini,
ikut aku ke dalam.
Semuanya dimakan!
Cepat.
Sudah dimakan.
Obat penenang.
Sudah makan.
Sudah makan.
Semuanya dimakan.
Semuanya dimakan.
Apa yang kau lakukan?
Semuanya dimakan.
Lupakan, aku saja.
Pegang dia.
Cepat.
Semuanya dimakan.
Semuanya dimakan.
Semuanya dimakan.
Sudah makan.
Sudah makan.
Semuanya dimakan.
Kau yakin dirimu dokter?
Tentu saja,
Hanya keterampilan medisku tidak sebaik dirimu.
Kau boleh tidak bertanggung jawab pada diri sendiri.
Tapi masalah hidup dan mati,
jangan main-main.
Pegang.
Apa ini yang menonjol?
Walikota,
kami menemukan ini
di pelukan Zhao Liang.
Ini...
Bagaimana bisa ada lengan?
Walikota, Ketua Li,
aku mau bertanya,
Zhao Liang ini,
apa yang sebenarnya terjadi?
Dia dan abangnya Zhao Ming
adalah pembawa jenazah lokal.
Kedua bersaudara itu terinfeksi wabah.
Mereka kabur dari area karantina tiga hari lalu.
Kami sudah menemukan Zhao Liang.
Namun, Zhao Ming...
Kalau begitu,
ini lengan Zhao Ming?
Bisa jadi.
Aku lihat, lengan ini
seperti digigit hewan.
Walikota,
di sekitar sini,
apakah ada hewan besar?
Itu harus
bertanya pada pemburu Zhang.
Dokter Zuo,
Bantu aku.
Baik.
Pemburu Zhang?
Pemburu Zhang?
Kakak.
Shan Shan.
Kakak.
Shan Shan!
Belum sembuh jangan dekati orang.
tidak masalah.
Shan Shan.
Pemburu Zhang,
aku perlu bantuanmu.
Mari, ikut aku sebentar.
Kakak,
aku selalu minum obat.
Batuknya sudah agak membaik.
Sungguh?
Sini, kakak lihat dulu.
Kakak, apa aku sudah sembuh?
Shan Shan sudah jauh lebih baik.
Harus rajin minum obatnya,
pasti akan sembuh.
Baik, Kakak.
Kau siapa?
Apa kau dokter juga?
Iya.
Bukan,
dia hanya pengantar barang.
Apa kabar, Paman Pengantar Barang?
Shan Shan,
kau pulang dulu.
Sampai jumpa, Kakak dan Paman.
Bagaimana?
Sudah tahu hewan apa itu?
Meski belum tahu hewan apa itu,
tapi aku bisa jamin keamanan di sini.
Sudah merepotkanmu.
Walikota tadi memberitahuku,
pasien baru saja menetap di area karantina,
suasana hati mereka belum stabil.
Untuk menghindari kepanikan,
mempengaruhi pengobatan mereka,
menurutku,
masalah ini,
kita rahasiakan dulu.
Dokter Zuo,
aku pamit dulu.
Di sini,
mohon bantuanmu.
Kau tenang saja.
Dokter Zuo,
persediaan medis sudah diantar,
aku juga harus kembali ke ibu kota.
tidak boleh.
Apa ini?
Mulai dari sekarang,
setiap satu jam,
Catat suhu tubuh sekali.
Kenapa?
Saat kau tidak memakai masker,
ada kontak dekat dengan pasien.
Bisa tertular wabah kapan saja.
Jadi,
Kau harus tinggal di sini dan diamati,
sampai selesai masa inkubasi.
Berapa lama masa inkubasi?
Kau dokter, apa kau tidak tahu itu?
Aku tahu.
Tentu saja tahu.
Dokter Zuo.
Sebenarnya, pasien-pasien ini
terkena wabah apa?
Belum jelas.
Wabah ini sangat jarang.
Selain gejala panas tinggi,
batuk berdarah,
dan kesulitan bernafas,
juga akan tumbuh bercak hitam di kulit.
Kalau begitu,
apakah ada yang sembuh?
Tidak ada.
Belum ditemukan obatnya.
Tapi untungnya,
penyebaran epidemi bisa dikendalikan.
Senapannya keren.
Hati-hati.
Terima kasih.
Jujur saja,
aku baru pertama kali memegang senapan.
Pang!
Pang!
cari sasaran.
Ada hal yang perlu kukatakan padamu.
Sudah 12 jam,
mana formulirnya?
Formulir?
Formulir apa?
Maksudmu formulir suhu tubuh?
Ada.
Sudah kuisi.
12 jam,
tidak ada yang terlewatkan.
Di mana ya?
Hilang.
Ini, 'kan?
Ya, ini.
tidak bisa menyuntik obat penenang,
tidak tahu masa waktu inkubasi,
bahkan formulir suhu tubuh sendiri
dibuang sembarangan.
Kau jangan egois,
kau juga harus memikirkan orang lain.
Dokter Sun Yicheng.
Aku harap kau jangan kontak dengan pasien,
agar kau bisa pergi secepatnya.
Dokter Zuo.
Bagaimana?
Obatnya masih perlu dimasak berapa lama?
Hampir selesai.
Baik.
Bawakan ke mereka jika sudah selesai.
Baik.
Ayo,
minum obat.
Dokter Zuo.
Sini.
Bagaimana?
apakah merasa lebih baik?
Masih sama seperti biasa.
tidak masalah.
Harus sabar.
Pasti akan sembuh.
Kak,
kau pergi saja.
Jika kau terinfeksi olehku,
kau hanya akan menunggu mati saja.
Adik,
sini,
Dokter Zuo juga sedang cari cara.
Kau harus percaya padanya.
Penyakitmu
pasti bisa disembuhkan.
Aku tahu apa yang kau pikirkan,
Di sini ada makanan dan minuman.
Kau mau mengusirku,
Agar makan semuanya sendirian?
Jangan Harap!
Cuacanya dingin sekali.
Lao Zhang,
tambah kayu.
Kenapa bukan kau?
Pergilah jika disuruh,
Jangan Membantah.
Apa mau aku Pukul?
Pukul apa?
Minum obat.
Pergi sana.
Aku benar-benar sial sekali,
tinggal bersama bajingan.
Apa yang di lakukan Lao Zhang?
Aku pergi lihat dulu.
Pergilah.
Di mana Lao Zhang?
Anak kecil,
kau lihat Lao Zhang?
Tidak lihat.
- Shan Shan, cepat. - Ayah.
Apa yang terjadi?
Kesana, Lihatlah!
Tidak ada apa-apa.
Tidak ada?
Ayah!
Menghindar!
Cepat pergi!
Pergi!
Cepat!
Pegang!
Sudah dimakan.
Sudah dimakan.
Adik!
Xiaoxiao, cepat lari!
Jangan ke sana!
Jangan diam saja!
Cepat!
Pintunya tertutup.
Cepat buka!
Xiaoxiao!
Buka pintunya!
Kuncinya di mana?
Kunci!
Cepat!
Cepat ambil kuncinya!
Cepat buka pintunya!
Tidak ada perintah walikota,
Tidak ada yang boleh keluar!
Sudah begini,
minggir!
Cepat.
Ayo, cepat!
Cepat jalan.
Cepat!
Cepat!
Cepat.
Cepat lari!
Cepat jalan.
Cepat jalan.
Jalan!
Cepat!
Cepat jalan!
Semuanya jangan ke sini!
Kakak!
Aku lawan kau!
Jangan ke sana!
Jangan ke sana!
Jangan ke sini!
Kembali!
Jangan ke sini!
Ayah!
Dokter Sun.
Dokter Zuo, tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
Semuanya bagaimana?
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Monster itu bisa muncul kapan saja.
Muncul kapan saja?
Iya, bagaimana ini?
ini seperti serigala di kandang domba?
Apakah kita harus tunggu mati?
Karena klinik dalam bahaya,
Sebaiknya kita kembali ke kota.
Benar.
Kita kembali ke kota saja.
Ayo, pergi.
tidak boleh!
tidak boleh pergi!
Kalian tidak boleh ke kota!
Ketua Li,
kenapa?
Kalian yang tidak sakit boleh kembali.
Pasien tidak boleh.
Jika mereka ke kota,
orang di kota akan bahaya.
Maksudmu,
orang di kota itu juga orang,
jadi, semua pasien ini bukan orang?
Iya.
Masih bertanya?
Bukankah ini sangat jelas.
Pasien
adalah domba yang dikurung.
Jangan banyak omong!
Kau katakanlah.
Semuanya bertanya padamu.
Dia tidak bisa mengatakan apa-apa.
Biar Aku bantu kau untuk katakan.
Alasan walikota memindahkan
semua orang ke sini dari kota,
Tidak pernah mau menyembuhkan kalian.
Apa maksudnya?
Orang tua itu
takut jika kalian di kota
akan menularkan ke orang lain.
Semua mau kembali sekarang,
tentu saja Ketua Li tidak setuju.
Ketua Li,
benarkah apa yang dia bilang?
Bicaralah, Ketua Li!
- tidak usah bertanya lagi. - Bicaralah kau!
Tidak usah bertanya lagi, Ketua Li pasti membisu.
Aku tembak kau!
Tembak saja.
Kalau berani, tembak sini!
Jika kau tidak tembak,
aku merendahkanmu.
Kau kira aku tidak berani?
Tenang sedikit.
Biarkan kami keluar.
Hentikan.
Kembalilah.
Semuanya jangan panik.
Meski penyakit ini sangat membahayakan kita,
tapi kita tetap ada harapan.
Mari kita bertanya pada Dokter Zuo,
apakah ada cara
bisa menghentikan penularan
dan bisa biarkan kita keluar?
Ada.
Wabah ini terutama menyebar melalui air liur.
Masker dapat secara efektif menahan penularan.
Biasanya kita yang memakai masker merawat pasien.
Sekarang jika dibalikkan,
menyuruh pasien yang memakai masker,
juga dapat memiliki efek yang sama.
Bagaimana jika tidak berhasil?
Tidak ada kata 'jika'.
Yousan,
kak Zhang
dan orang-orang yang membantu di karantina,
semuanya tidak tertular.
Kami adalah bukti nyata.
Benar!
Benar juga katanya!
Ketua Li,
monster itu
belum tentu hanya diam di sekitar sini.
Bagaimana jika dia pergi ke kota?
Aku rasa,
kita harus segera ke kota mengabari mereka
agar mereka bisa waspada.
Ayo.
- Kita ke kota kabari mereka. - Jangan katakan lagi.
- Harus kabari mereka ada monster. - Ambil maskernya.
Benar.
Ambil!
Semuanya pakai!
Sini.
Semuanya pakai.
Sini.
Pakai.
Semuanya pakai, ya.
Terima kasih.
Ini.
Terima kasih.
Ini.
Apa yang kau katakan?
Lebih keras sedikit.
Ini,
ambil.
Kubilang,
bergeraklah lebih cepat.
Sini,
pakai.
Terima kasih, Kakak.
Sini,
siapa yang belum dapat?
ini menjijikkan sekali.
Ini...
Sangat aneh,
dari mana munculnya?
Siapa yang tahu?
Halaman rumahku
dikelilingi oleh hal aneh ini.
Gawat!
Kalian lihat,
ini air sumur yang baru Aku ambil.
Sekarang berubah jadi hitam.
Menyeramkan.
Ini...
Semuanya tenang!
Semuanya tenang!
Kita dengar pendapat peramal tua.
Benar.
Benar.
Sepertinya kita tetap tidak mendapatkan
pengampunan dari Dewi Sumur.
Air sumur menjadi hitam.
Bagaimana ini?
Juga tumbuh
sesuatu yang buruk ini.
Terlebih lagi,
orang-orang yang dikutuk.
Dewi Sumur ini
kenapa masih belum tenang?
Benar.
Sumur Penyegel Naga adalah tempat tinggal Dewi Sumur.
kita harus dengan sepenuh hati berdoa.
Kalian pernah beribadah?
Dalam sebulan hampir tidak pernah.
Dewi Sumur tidak mengutuk kalian,
itu sudah untung!
Sepertinya Dewi Sumur sedang marah
untuk sementara waktu.
Aku harus melakukan beberapa kali
persembahan lagi.
Ini...
Maaf Sudah merepotkan.
Biayanya,
aku yang bayar.
Walikota!
Ada hal serius!
Orang-orang yang dikutuk Dewi Sumur
kembali lagi ke kota.
Jangan biarkan mereka masuk.
Jangan biarkan mereka masuk!
Berhenti!
Berhenti!
Kalian Jangan masuk!
Berhenti!
Mundur!
Aku yang ngomong ke Walikota.
Walikota.
Li Kuang,
apa yang kau lakukan?
Walikota,
kau tidak tahu.
Itu bukan hewan liar,
itu adalah monster.
Apa?
Banyak pasien yang dimakan olehnya.
Tidak mungkin.
Monster?
Monster?
Monster dari mana?
Omong kosong.
Minggir!
nanti Aku perhitungkan denganmu.
Monster dari mana?
Jangan percaya mereka.
Pembohong.
Dokter Zuo,
Dokter Sun,
apa yang kalian lakukan?
Walikota,
ada monster yang masuk.
Dokter Zuo,
para pasien kembali,
aku sangat menyambut.
Namun, mereka haruslah sembuh dulu.
Hanya berada di area karantina,
mereka baru bisa mendapat pengobatan terbaik.
Benar, 'kan?
Lihatlah tempat kita ini,
tidak ada peralatan medis apa pun.
Bagaimana mengobatinya?
Dokter,
kalian lebih baik
bawa pasien kembali ke area karantina saja.
Walikota, kau jangan khawatir,
kami sudah membawa alatnya.
Benar, Walikota.
Wabah tidak lagi menyebar.
Lagi pula para pasien memakai masker.
Mereka tidak akan menularkan pada kalian.
Pasien?
Siapa pasien?
Orang-orang ini,
mereka yang dikutuk oleh Dewi Sumur.
Siapa pun yang mendekati mereka akan jadi sial.
Menderita!
Apakah kalian tahu,
air sumur sekarang jika ditimba
sudah menjadi hitam semuanya?
Dinding ini juga,
lantai ini,
sangat basah dan berlendir.
Hal yang buruk ini,
ini adalah kutukan Dewi Sumur.
Benar.
Jangan bicara omong kosong.
Benar katanya!
Mereka terkena wabah,
asal itu penyakit,
pasti bisa diobati.
Ini adalah wabah?
Ini bisa diobati?
Mari, ke sini.
Semuanya, tanyakan pada dokter perempuan ini,
dia sudah datang setengah tahun,
siapa yang sudah sembuh?
Benar.
Benar, makanya.
Satu pun tidak ada yang sembuh.
Pembohong.
Orang tua,
anggap saja mereka dikutuk.
Tapi, area karantina sekarang muncul monster.
Walikota tercinta,
kau tidak bisa membiarkan pasien
menunggu mati, kan?
Omong kosong!
Monster apa?
Aku tahu apa itu!
Itu makhluk suci.
Makhluk suci milik Dewi Sumur yang datang
menghukum mereka yang tidak menghormatinya!
Benar!
Kalian brengsek!
Jangan melukai orang lagi.
Mengapa pasien harus mati?
Bagaimanapun yang terkutuk juga akan mati.
Yousan,
kau hanyalah pencuri,
Untuk apa pura-pura jadi baik?
Hei, Jiang,
percaya tidak,
akan aku robek mulutmu!
Sudah, sudah!
Semuanya, dengarkan aku.
Para pasien...
kembalilah ke area karantina.
Kami...
juga harus memperkuat pencegahan,
menghentikan...
hewan liar dan juga monster,
untuk menjamin keamanan semuanya.
Walikota,
aku tahu kau peduli keamanan semuanya.
Namun, area karantina
sungguh ada monster.
Aku jamin,
semuanya tidak akan tertular, bisakah?
Dengarkan nasihatku, boleh?
Kau biarkan makhluk suci itu
menghukum orang yang harus dihukum.
Maka, dunia akan damai.
Kau...
Ayah!
lihat benda apa itu!
Benda apa?
Monster datang lagi?
Apa itu?
Benda apa itu?
Apa itu monster?
Cepat lari!
Lindungi walikota!
Pergi!
Jangan panik.
Cepat pergi.
Jangan panik.
makhluk suci!
Sudah menunjukkan kehebatannya!
Cepat pergi!
Pergi!
Sun Yicheng!
Cepat pergi.
Pergi!
Ayah!
Shan Shan!
Ayah!
Ayah!
Shan Shan!
Cepat!
Ayah!
Shan Shan!
Tolong aku.
Di sini.
Ayo.
Masuk ke dalam rumah.
Baik.
Penjaga toko!
Penjaga toko!
Buka pintu!
Cepat buka pintunya!
Lari!
Walikota,
jangan bergerak!
Kalian semua jangan bergerak!
Monster di sini.
Dia merasakan kita melalui getaran.
Semua Diam!
Jangan bergerak!
Kalian berdua kembali!
Jangan ke sana!
Cepat!
Jangan bergerak.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Shan Shan!
Binatang, kemarilah!
di sini!
Ke sini!
Binatang!
Ke sini kau!
Ke sini!
Sini, binatang!
Dengarkan aku,
Bila Aku berhenti, maka berhentilah.
Berhenti!
Kakak!
Tempat Nonton Gratis https://kampungcinema.com
Buat apa pura-pura kuat?
Bilang saja jika khawatir padaku.
Pelan sedikit.
Shan Shan,
jangan takut ya.
Pintar.
Mari,
bagaimana?
Dokter Zuo.
tidak apa-apa, 'kan?
Dalam sekejap mata,
seluruh Kota Berkabut
hanya tersisa beberapa puluh orang.
Aku menyesal,
tidak mendengarkan kalian sebelumnya,
Agar membuat persiapan lebih awal.
Sekarang baru menyesal?
Ke mana saja dari tadi?
Pemburu Zhang.
Pemburu Zhang,
bergegaslah memikirkan cara
bagaimana menghadapi monster ini.
Semuanya sudah melihat,
monster itu bergerak di bawah tanah.
Dia mendeteksi melalui getaran tanah
untuk menentukan lokasi mangsanya,
lalu menyerang dengan cepat.
Benar.
Monster ini punya kulit yang tebal,
peluru sepertinya tidak mempan.
bagaimana cara mencegahnya?
Begini saja Walikota,
Aku lihat monster tidak ada sekarang,
Bagaimana jika
kita segera tinggalkan Kota Berkabut,
mencari bantuan di ibu kota.
Hanya itu pilihannya.
Cepat.
Ayo.
Cepat.
Jalan lebih cepat.
Kenapa mereka cepat sekali?
Ikuti.
Cepat, ikuti.
Cepat.
Cepat, ikuti.
Cepat.
Cepat, naik perahu.
Hentikan mereka.
Semuanya jangan bergerak.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat!
Mundur!
Mundur!
Apa yang kalian lakukan?
Letakkan senjatanya.
Letakkan senjatanya.
Letakkan senjatanya!
Letakkan!
Li Kuang,
apa yang kau lakukan?
Mereka orang yang dikutuk.
Jika membawa mereka,
kita tidak akan bisa hidup.
Sudah berapa kali Aku bilang,
mereka bukan dikutuk, itu hanya wabah penyakit.
Mereka memakai masker,
semuanya tidak akan ada masalah.
Apa yang dikatakan Dokter Zuo benar!
Walikota.
Walikota.
Jangan bergerak!
Nasihati mereka, Mereka mendengarmu.
Maaf, Dokter Zuo.
Orang yang dikutuk Dewi Sumur
tidak boleh naik perahu.
Apakah kau juga tidak percaya?
Aku memang tidak percaya.
Walikota!
Nampaknya, apa yang dibilang Yousan benar.
Orang tua ini
Tidak pernah berpikir untuk membantu pasien.
Kau hanya berniat
mengurung mereka yang dianggap terkutuk ini
di area karantina.
Kau tanyakan pada mereka semua yang ada di sini,
asal ada satu orang
maju dan berkata
mereka mau menerima pasien,
maka kalian semua boleh naik ke perahu.
Kalian juga jangan menyalahkanku.
Yang kulakukan ini,
semua demi Kota Berkabut.
Selama kita tetap hidup,
maka Kota Berkabut tetap ada.
Kota Berkabut
adalah kota berusia seabad.
tidak boleh hancur di tanganku.
Li Kuang,
siapa yang berani mendekat,
tembaklah.
Bersiap-siap berangkat.
Tunggu.
Aku tidak dikutuk.
Aku mau naik perahu.
Xiaoxiao,
mereka semua pasienmu.
Apa yang mau kau lakukan?
Kak,
maaf.
Aku hanya mau hidup.
Kau itu dokter.
Kak,
aku dokter,
tapi aku juga manusia biasa.
Orang yang tidak dikutuk,
kalian boleh naik perahu.
Ayah.
Ayah.
Dokter Zuo,
Dokter Sun.
Kami Tetap tinggal.
Yousan,
Kau?
Dasar kau ini,
pergi sana.
Tidak tahu di untung.
Jalankan perahunya!
Baik!
Naik ke perahu.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Gawat.
Monster datang.
Monster datang!
Cepat!
Lari!
Semuanya, cepat lari!
Cepat!
Cepat pergi, bubar!
Lari!
Perahunya hancur.
Walikota.
Walikota.
Walikota,
katakan padaku,
di Kota Berkabut,
di mana fondasinya yang keras?
Aku tahu.
Aku tahu.
Cepat.
Cepat.
Di sini.
Cepat.
Cepat, ikuti.
Cepat.
Cepat.
Ayo, lebih cepat.
Cepat, ikuti, cepat masuk.
Hati-hati.
Cepat masuk.
Hati-hati.
Gereja ini dibangun oleh orang asing.
Setelah dibiarkan,
dibeli oleh Bos Jiang,
dijadikan sebagai gudang restorannya.
Fondasi tanah di sini
yang paling keras.
Seharusnya tidak masalah.
Begini saja,
kita cepat
blokir pintu itu.
Baik.
Cepat, lakukan.
Ketua Li,
kau bawa beberapa orang
Periksalah apakah masih ada jalan masuk yang lain.
Baik.
Ayo.
Kerjasama.
Kenapa diam saja?
Cepat bantu.
Dokter Sun.
Lapar tidak?
Tidak.
Kak Zhang,
apa kau merasa aneh?
Monster yang di dermaga tadi,
bahkan tidak memakan orang.
Hewan dan orang berbeda.
Mereka berburu untuk bertahan hidup,
Tidak akan terlalu banyak berburu mangsa.
Jika tebakanku benar,
monster ini pasti sejenis hewan.
Monster ini bisa berada di tanah
dan bisa di dalam air.
Hewan apa itu?
Tamatlah kita kali ini.
Perahu juga sudah dirusak,
monster aneh itu masih ada.
Aku lihat,
seluruh pulau adalah kandang domba yang besar.
Kita juga tidak memahami kebiasaan monster,
kita tidak tahu perburuan selanjutnya
akan terjadi kapan.
Nampaknya,
kita harus segera menemukan
cara meninggalkan Kota Berkabut.
Dokter Zuo,
ini.
Sejak monster itu datang,
aku tidak pernah berhenti.
Tidak dicatat terlalu lengkap,
lihatlah, bisa di pakai?
Selamat,
sudah melewati masa inkubasi.
Bagus sekali.
Aku bisa lebih tenang.
Apa yang kau pikirkan?
Sun Yicheng,
jalan keluar telah diblokir oleh monster.
Kita terus berada di sini,
bukan cara yang bagus juga.
Kalau begitu,
saat sudah tidak ada pilihan,
suruh beberapa orang memancing monster itu.
Sisanya,
ambil kesempatan untuk lari.
siapa yang mau memancing monster?
Mungkin tidak akan kembali lagi jika pergi.
saat menghadap kematian,
memperlihatkan sisi pengecut
adalah naluri alami manusia.
Aku tidak menyalahkannya.
Yang kau maksud
Gao Xiaoxiao?
Bagaimana denganmu?
Kau seperti
mengatasi naluri manusia.
Di saat paling bahaya,
yang kau pikirkan
bukanlah dirimu,
melainkan pasienmu.
Karena aku adalah dokter.
Apa kau tahu apa yang lebih seram
daripada monster?
Yaitu, tidak terlihat harapan.
Dokter
adalah harapan pasien.
Meski jika orang di dunia
meninggalkan mereka,
aku harus tetap bersama mereka.
Apa kau tahu, mengapa aku ingin mengusirmu?
Kenapa?
Karena aku benci dokter yang tidak kompeten.
Mereka tidak menghormati kehidupan.
Kalau sekarang?
Sekarang,
kau merasa aku orang seperti apa?
Masih seorang dokter yang tidak kompeten.
Namun,
Baik.
Aku melihat dirimu seperti
tidak terlalu ingin menjadi dokter.
Benar.
Jika bukan karena orang tua,
aku pasti
tidak akan belajar kedokteran di luar negeri.
Jadi, apa yang ingin kau lakukan?
Sebenarnya impianku
adalah ke medan perang.
Di mana negara sedang bahaya,
maka aku akan ke sana,
menjadi pahlawan sesungguhnya.
Apakah kau berpikir aku naif dan lucu?
Kenapa?
Dirimu sekarang ini
melakukan yang terbaik untuk
lindungi orang-orang di sekitarmu,
itu juga pahlawan.
Pantas aku mencium aroma di lantai atas.
Coba kau lihat,
bos Jiang
sungguh orang licik.
Restoran Jiang Ji menjual anggur tidak berkualitas,
anggur bagus semua di sini.
Kak,
apa kau sungguh akan katakan soal itu?
Jika sungguh berbuat demikian,
Reputasi kita berdua
semuanya akan berakhir.
Kak.
Reputasi dibandingkan dengan begitu banyak nyawa,
tidak berharga sama sekali.
Yang ingin kau lakukan,
secara tidak sengaja sudah melakukannya.
Sedangkan yang ingin Aku lakukan,
tetap tidak terwujud meski sudah berusaha begitu lama.
Maksudmu wabah penyakit ini?
Sudah beberapa bulan
sejak aku datang ke Kota Berkabut,
aku malah tidak bisa menyembuhkan mereka.
Bahkan jika hanya satu orang.
Asal ada satu orang...
Asal ada satu orang yang bisa sembuh,
penduduk desa tidak akan seperti ini,
percaya pada hantu dan dewa.
Kita tidak akan seperti ini.
Aku percaya kau pasti bisa.
Dokter Zuo,
coba kau lihat.
Kakak.
Shan Shan,
coba Aku lihat.
Buka mulut.
Shan Shan.
Shan Shan.
Apa kau tahu kau sudah sembuh, Shan Shan?
Benarkah, Kakak?
Kak Zhang,
Dia sudah sembuh!
Sangat bagus.
Ayo, kita cepat kabari semuanya.
Ayah, aku sudah sembuh.
Penyakit ini bisa diobati.
Sini.
Ayo.
Semuanya, cepat ke sini.
Cepat ke sini.
Semuanya, cepat ke sini.
Ada hal penting yang mau Aku beri tahu.
Semuanya,
Dengarkan perkataanku.
Kau dengarkan dulu apa yang aku katakan,
penyakit Shan Shan,
dia sudah...
Semuanya jangan bergerak.
Semuanya jangan panik.
Fondasi tanahnya kokoh.
Kita
aman.
Ada Walikota,
tidak masalah, akan aman.
Aku tidak apa-apa.
Jangan bergerak.
Ini juga bukan cara yang bagus.
Kak,
bagaimana kalau
kita coba
bergerak sedikit?
Apa yang dilakukannya?
Dia sedang mencium.
Yousan,
cepat menghindar!
Cepat sembunyi!
Cepat lari.
Cepat.
Ke sini.
Cepat!
Ayo!
Ayo!
Sun Yicheng!
Dokter Zuo!
Jangan ke sini!
Shan Shan.
Jangan tembak.
Jika memancing monster ke sini,
kita yang akan sial.
Shan Shan!
Kak!
Kak, kau jangan ke sana!
Lepaskan.
Cepat!
Cepat pergi!
Kalian cepat pergi!
Pergi, cepat pergi!
Kak Zhang!
Ayah!
Ayah!
Cepat pergi!
Cepat!
Kesana.
Pergi!
Ayo, pergi!
Cepat.
Ayo.
Cepat pergi!
Ayah!
Cepat!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Walikota.
Ayah!
Cepat ke sini.
Segera.
Cepat, cepat ke sini.
Cepat.
Cepat lari!
Cepat!
Ayo!
Kak, cepat pergi!
Pergi!
Cepat!
Kenapa kalian berdiri di sana?
Cepat bantu kami.
Cepat.
Ayah.
Cepat!
Cepat.
- Ayo. - Kau pergi.
Ayo!
Kak!
Cepat!
Tarik!
Ke sini!
Tarik!
Adik!
Adik!
Adik, jangan lepaskan genggamanmu.
Lepaskan tanganmu.
- Kak, apa yang kau katakan benar. - Adik!
Reputasi dibandingkan nyawa manusia,
tidak berharga sama sekali.
Adik!
Adik!
Adik!
Adik!
Sudah naik.
Apa ada orang?
Masih ada orang?
Masih ada orang?
Di mana Xiaoxiao?
Di mana Xiaoxiao?
Ada yang melihat Xiaoxiao?
Walikota.
Shan Shan.
Ada melihat Xiaoxiao?
Tidak terlihat.
Xiaoxiao.
Jangan boleh biarkan dia masuk ke dalam gua.
Semuanya membantu!
Ayo, cepat.
Bagaimana?
Apinya begitu besar,
kita akan terbakar jika masih di sini.
Pikirkan cara untuk keluar!
Semuanya cepat ke sini!
Ayo, cepat pergi!
Ayo!
Kenapa berhenti?
Kita...
Kita mau ke mana?
Kita berjalan ke mana,
monster akan mengejar sampai ke sana juga.
Seluruh Kota Berkabut
tidak ada tempat
untuk kita tinggal.
Kita
pergi ke ibu kota.
Pergi ke ibu kota?
Perahu saja sudah tidak ada.
Kau juga lihat sendiri.
Ada gua yang lebat di dasar tebing di barat laut.
Cukup berjalan di sepanjang gua rahasia
untuk keluar,
sampai di sana baru bicarakan lagi.
Ada gua rahasia?
Aku berburu sepanjang hidupku di pegunungan,
tidak pernah menyadari ada gua rahasia.
Yousan,
omong kosong apa ini?
Aku yang mencuri vas giok dari penjaga toko Jiang.
Yousan,
sudah saat seperti ini,
jangan ngomong sembarangan.
Setengah tahun lalu,
aku menyelinap ke rumahnya,
mencuri vas giok.
Kemudian, saat pengawal mengejarku,
aku tersandung dan jatuh ke dasar tebing
dan menemukan gua rahasia.
Bukan hanya rumah penjaga toko Jiang,
aku telah mencuri banyak rumah di kota.
Perunggu keluarga Yang Lao San,
kaligrafi keluarga Wang Changshui,
dan juga kunci emasmu,
aku yang mencurinya.
Aku memindahkan semua barang ini dari gua rahasia.
Tapi, Yousan...
Benar,
aku pencuri.
Aku pencuri.
Aku pencuri.
Namun, hari ini,
aku
dan juga Adikku,
mau membawa kalian keluar.
Jika kalian percaya padaku,
ikut aku.
Tuntun jalannya.
Ayo.
Baik.
Pegang obornya.
Gua itu sangat dalam dan rumit.
Ikuti.
Ayo.
Dari mana asal tulang ini?
Sebelumnya tidak ada.
Yousan,
tempat ini,
kau temukan setengah tahun lalu?
Semuanya,
semuanya,
kita lebih baik
cepat pergi saja.
Tunggu.
Dokter Zuo,
kapan wabah di kota dimulai?
Setengah tahun lalu,
wabah mulai menyebar di Kota Berkabut.
Tiga bulan lalu,
banyak kematian mendadak.
Maksudmu...
Ini adalah tulang pasien.
Walikota.
Walikota,
Bukankah sudah kubilang tubuh pasien
harus dikubur dalam-dalam?
Bagaimana bisa di buang sembarangan seperti ini?
Ini hanya akan memperluas penyebaran wabah.
Apa kau tidak tahu?
Orang Tua,
apa yang sebenarnya kau lakukan?
Apa yang Aku lakukan?
Yang Aku lakukan semua ini
bukankah demi Kota Berkabut?
Orang-orang ini,
Orang-orang ini,
semuanya juga
semuanya dikutuk oleh Dewi Sumur.
Jadi, kau menyuruh Zhao Ming dan Zhao Liang
membuang mayatnya ke sini?
Benar.
Kenapa jika benar?
Aku yang menyuruh mereka
membuang ke sini.
Bukankah peramal tua pernah bilang,
mereka tidak boleh masuk ke tanah demi keamanan,
mereka akan menodai tanah ini.
Mereka akan membuat
Dewi semur
lebih marah lagi.
Jika begitu,
Kota Berkabut
akan ada bencana yang lebih besar.
Wabah telah merenggut nyawa mereka.
Mereka semasa hidup
sudah menderita karena penyakit,
malah tidak boleh masuk ke tanah setelah mati?
Aku akhirnya mengerti sekarang,
penyebab semua ini
karena percaya pada takhayul kuno.
Mereka hanya sakit saja,
namun pengobatan ditunda karena takhayul.
Dari awal sampai akhir,
semua karena ketidaktahuan kalian
yang menyebabkan tragedi ini.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Ini kutukan,
bukan penyakit,
bukan wabah!
Walikota,
jika orang-orang ini dikutuk Dewi Sumur,
kenapa Shan Shan bisa sembuh?
Kau lihat,
Shan Shan sudah sembuh.
Sudah sembuh?
Kenapa bisa begini?
Tidak tahu.
Kau katakanlah.
Ini...
Ini penyakit?
Ini penyakit?
Orang Tua!
Kembalikan saudaraku!
- Kau kembalikan saudaraku! - Yousan.
Tenang sedikit.
Jika aku tidak bunuh kau hari ini...
- maka namaku bukan Yousan. - Yousan.
Ini penyakit?
Dasar berengsek.
Ini penyakit?
Orang Tua...
Orang Tua, apa gunanya dirimu?
Tenang sedikit!
Siapa kau!?
Tenang.
Aku hanya punya seorang adik.
Orang Tua.
Monster!
Gawat.
Monster datang.
- Cepat pergi. - Ayah.
Cepat pergi.
Cepat, ayo.
Cepat, pergi.
Monster.
Walikota.
Walikota!
Ayo, Walikota!
Walikota!
Cepat, ayo!
Cepat pergi.
Ayo!
Ayo!
- Cepat pergi! - Ayah.
Ayo!
Cepat!
Cepat.
Cepat lari.
Cepat.
Ikuti.
Li Kuang.
Ayah.
Kalian cepat pergi.
- Kalian harus keluar dengan hidup. - Ayah!
- Lepaskan tanganmu! - Cepat pergi!
Cepat.
Sepertinya dia tidak bisa temukan kita.
Kenapa?
Mungkin karena tanaman aneh ini
dan lendir yang keluar ini.
Aroma ini
mempengaruhi indra penciumannya.
Jika kita di sini,
dia akan temukan kita cepat atau lambat.
Ingat yang Aku katakan?
saat tidak ada pilihan,
apa yang harus dilakukan?
Aku akan memancingnya.
Kalian cepat ke jalur keluar.
Kau tidak akan kembali lagi jika pergi.
Sudah Aku bilang,
kau peduli padaku.
Jangan khawatir,
jika aku tetap hidup,
pasti akan menemuimu.
- Dokter Sun... - Ayah.
Dokter Zuo,
terima kasih telah menyembuhkan Shan Shan.
Zhang Miao tidak punya apa-apa untuk membalas.
Ini peninggalan ibumu,
simpan baik-baik.
Ayah, jangan.
Tidak perlu berterima kasih padaku,
bukan demi kalian.
Binatang,
kakekmu di sini!
Jaga Shan Shan dengan baik.
- Ayah! - Cepat pergi!
Ayah!
Ayah!
Yousan,
ambil ini.
- Ayah! - Ayo!
- Ayah! - Ayo!
Cepat pergi.
Kakak.
Mereka akan baik-baik saja.
Ayo.
Yousan,
cepat!
Cepat pergi!
Ayo!
Ke sini.
Monster...
bisa mencium bau darah di tubuhku.
Kalian berdua cepat,
cepat pergi.
Apa yang kau katakan?
Pergi!
Pergi!
Diam.
Yousan,
sudah sampai di sini,
jika mati, kita mati bersama,
mau keluar, sama-sama keluar.
Adik,
aku datang.
Lindungi aku.
Ke sini!
Ke sini!
Dokter Sun!
Dokter Sun!
Aku di sini.
Shan Shan.
Shan Shan!
- Ayah! - Shan Shan.
Ayah!
Akhirnya kau kembali.
Sudah kubilang,
aku akan kembali mencarimu.
subtitle by rhaindesign https://kampungcinema.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.