Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Waktu berlalu dengan begitu cepat♪
♪Menenun ornamen indah, mempersatukan dua hati♪
♪Sulit mengekspresikan kerinduan ini♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Aku bersedia menjadi batu biru di ujung cakrawala♪
♪Dengan ukiran namamu di tengahnya♪
♪Kembali menjadi kupu-kupu yang melepas kepompong♪
♪Hingga menjadi benang musim semi♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
♪Tak akan pernah terputus dan terjalin selamanya♪
Cinta Abadi S3
Episode 1
Cheng…
Tak perlu bersembunyi.
Apakah kedua pria tampan yang hari ini kunikahi…
…ada di dalam kamar?
Pria-Pria Tampan.
Maaf sudah lama menunggu.
Bukankah sangat menantang?
Apakah penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi?
Seluruh kejadian ini…
…harus mulai diceritakan dari sebulan yang lalu.
Menurut teori kuantum,…
…alam semesta terus mengalami pelebaran dari satu titik.
Setelah mencapai batasnya,…
…ia akan terpecah menjadi beberapa dunia paralel.
Entah pada hari apa atau detik keberapa,…
…akan terlahir sebuah dunia yang baru.
Juga Dongyue yang baru.
Namun, saat ini, Dongyue masih sama seperti yang dulu.
Mo Liancheng naik takhta menjadi Kaisar.
Qu Xiaotan menjadi Ibu Negara. Masih Dongyue yang di masa itu.
Kalian berdua cari ke sana.
Baik.
Pangeran!
- Yu'er! - Pangeran!
Mencium satu keluarga
Xiaotan, lihatlah.
Pangeran melempar tugasnya ke seluruh tempat.
Kita harus bagaimana?
Dasar Mo Liancheng busuk.
Sebagai pria, dia bisa hidup tenang.
Kenapa wanita harus mendidik anak dan mengajari tugasnya?
Dasar Mo Liancheng menyebalkan.
Masih bilang dia yang akan melahirkan di hidup selanjutnya.
Di hidup ini, aku sudah menyesal melahirkan anaknya!
Apa hebatnya menjadi Kaisar?
Aku juga masih punya bisnis properti!
Yu'er!
Yu'er!
Gambar ini sangat bagus.
Ada pembunuh!
Hamba terlambat menolong.
Mohon ampun, Kaisar.
Tak apa-apa.
Yu'er.
Jika kau memang tak ingin belajar, maka pergilah tidur siang.
Jika kau ribut terus seperti ini, Ibunda akan marah padamu.
Aku tak mau belajar, pokoknya tak mau!
Kenapa? Marah pada Yu'er lagi?
Bukankah Yu'er sangat patuh?
Cara mengajarmu bagus.
Sangat berbakat dalam mendidik anak.
Sudahlah, aku tak mau mengajar lagi.
Biarkan saja dia jadi anak dungu yang bahagia.
Yu'er adalah Pangeran Dongyue.
Dia Kaisar di masa depan.
Seorang pria yang bermartabat.
Mana boleh menjadi anak dungu?
Jika dia anak perempuan, maka bisa tanpa ragu me…
Apa maksudmu "Jika anak perempuan"?
Kenapa dengan wanita?
Mo Liancheng, kau diskriminasi gender!
Tan'er, jangan ribut lagi.
Kau sudah lelah, aku juga lelah.
Anak laki-laki harus bermartabat.
Anak perempuan cukup jadi anak dungu saja, benar, 'kan?
Kau yang bilang anak dungu.
Pria boleh kerja, mencari uang dan menjadi Kaisar.
Wanita harus mencuci, memasak dan mendidik anak di rumah.
Benar, 'kan?
Kapan kau pernah mencuci dan memasak?
Selama ini, pelayan yang melakukannya.
Jauhi aku! Aku sedang kesal.
Lihatlah aku.
Tanganku sudah merah, belum dicuci.
Sudahlah.
Setiap hari, aku harus rapat istana.
Saat pulang, masih harus hibur kau dan Yu'er.
Aku juga sangat lelah.
Hanya kau yang lelah, aku tak lelah?
Tadi, saat bersama Yu Hao di pinggir kota, kami bahkan…
Yu'er!
Yu'er!
Yu'er!
Bukankah Qu Jianglin sudah lama mati?
Aku melihat hantu?
Aku pasti sedang mimpi buruk.
Aku akan tidur lagi.
Tuan Putri, jangan takut. Ada aku di sini.
Jing Xin.
Kenapa Tuan Putri kaget?
Ada aku di sini, aku pasti akan melindungi keselamatan Tuan Putri.
Tuan Putri?
Benar.
Akhirnya Tuan Putri bangun. Kuucapkan selamat.
Kau baru pulih, mungkin jiwamu masih terguncang.
Jiwa terguncang?
Benar, aku memang sedang terguncang!
Jangan mendekat!
Menjauhlah dariku.
Cheng Cheng!
Mana Yu'er? Yu'er.
Cheng Cheng, Yu'er! Kalian di mana?
Mutiara Zhenhun berubah.
Apa mungkin urutan waktu telah kacau?
Namun, ini aneh.
Sebelum Qu Jianglin mati,…
…aku tak pernah diangkat menjadi Tuan Putri.
Tan'er.
Kau kenapa?
Kau adalah Tuan Putri ke-2 di Negara Dongyue.
Kelak, kau punya kesempatan untuk mewarisi takhta.
Jangan sampai kau menderita penyakit yang buruk.
Mewarisi takhta?
Aku?
Meneruskan posisi apa?
Ada apa ini?
Kenapa setelah tenggelam, otaknya malah jadi begini?
Tan'er, aku jujur saja padamu.
Sebenarnya, Maharani lebih menaruh harapan padamu.
Namun, jika kini kau seperti ini,…
…maka tugas penting ini akan jatuh ke tangan kakakmu, Mei'er.
Kau pikirkanlah baik-baik.
Mei'er?
Kak Mei'er?
Tenggelam?
Tidak.
Bukan seperti yang kau pikirkan.
Mei'er adalah saudaramu satu-satunya.
Ayah jamin, tenggelamnya kau kali ini tak berkaitan dengannya.
Apa mungkin Qu Mei'er adalah Qu Pan'er?
Dia ganti nama?
Namun, lihat dari sifat Qu Jianglin yang suka melindungi orang lain,…
…sudah pasti kali ini Tan'er tenggelam karena ulah kakaknya yang baru.
Selama ini, kau hidup?
Selama ini, kau memang pengawal?
Tan'er, pikirkanlah baik-baik.
Ibumu dan ibu Mei'er meninggal muda.
Akulah yang bersusah payah membesarkan kalian.
Jika kau tetap tak percaya pada Ayah,…
…ibu kandungmu yang di surga juga tak akan setuju…
Baik.
Kutanya padamu.
Aku Tuan Putri Qu Tan'er.
Kakakku adalah Qu Mei'er?
Benar.
Gawat.
Apa lagi-lagi aku…
Sebenarnya, aku ini punya keberuntungan apa?
Di dunia kali ini, sepertinya kedudukan pria dan wanita terbalik.
Jadi, mana Cheng Cheng?
Mana Yu'er?
Cheng Cheng?
Tan'er.
Tak bisa, Qu Jianglin tak bisa dipercaya.
Sebelum aku tahu kondisi Cheng Cheng sekarang,…
…aku tak boleh asal bicara.
Pura-pura jadi Qu Tan'er dulu.
Pikirkan lagi setelah dapat informasi.
Ayah.
Sepertinya otakku memang terluka karena tenggelam.
Namun,…
…aku tak menyalahkan Kak Mei'er.
Namun, belum tentu orang lain tak akan berpikir berlebihan.
Sebagai ayah, kurasa…
…Ayah juga punya banyak kesulitan, 'kan?
Benar.
Meski Ayah kakak sepupu Maharani, tapi aku tetaplah pria.
Apa?
Dia kakak sepupu Maharani?
Maharani adalah bibiku.
Aku dan kakak yang baru adalah Tuan Putri.
Kacau, semuanya kacau.
Ayah pasti sangat menderita, 'kan?
Ayah pria, juga tinggal di istana.
Hidupmu pasti sangat tak mudah.
Hidup semua pria memang tak mudah.
Hukum senioritas di Negara Dongyue,…
…yaitu pria harus bergantung pada wanita.
Bagaimanapun, wanita harus mengepalai keluarga,…
…pimpin negara dan damaikan dunia.
Pria harus mematuhi tata krama pria.
Mengikuti "Tiga Kepatuhan dan Empat Sifat Murni".
Maharani berkuasa, tapi tak punya keturunan.
Jadi, dia ingin pilih putri mahkota di antara kau dan Mei'er.
Meskipun Ayah ikut senang, tapi aku juga cemas dan sangat berhati-hati.
Takut ada masalah yang terjadi.
Tan'er, kau selalu lembut dan murah hati.
Ayah hanya berharap kau dan Mei'er bisa berhubungan baik.
Maka aku bisa tenang.
Jika aku tak tahu sifat aslimu, aku pasti sudah percaya.
Aku sudah mengerti.
Hanya saja, sekarang aku agak tak enak badan.
Ingin istirahat sebentar.
Ayah tak perlu cemas.
Bagaimana jika Ayah pulang dulu?
Baik.
Lihat aku, begitu melihatmu pulih, aku langsung sangat senang.
Kalau begitu, Tuan Putri ke-2, jaga dirimu.
Jing Xin, apa kau tahu orang yang bernama Mo Liancheng?
Tuan Muda ke-8 Keluarga Mo?
Benar, dia orangnya.
Sekarang dia di mana?
Hari ini, harusnya dia ikut pemilihan pria tampan di istana.
Sekarang harusnya sedang tunggu seleksi di istana.
Pemilihan pria tampan?
Apa tujuannya seperti yang kupikirkan?
Memang pemilihan untuk masuk ke harem Maharani.
Tuan Putri, kau mau pergi ke mana?
Merebut mempelai.
Mari.
Adik ke-8, kenapa kau gugup?
Dengan kemampuanmu, sulit jika kau ingin tak terpilih.
Apalagi, Maharani sudah lama me…
Kakak pertama.
Aku sudah terlalu banyak bicara.
Namun, sejak terjadi masalah padamu, kau jadi tertekan dan sangat diam.
Dulu, jelas-jelas kau sangat memahami Maharani.
Aku dengan tulus berharap kau akan menikahi orang yang kau cintai.
Hebat sekali bisa berharap menikahi orang yang dicintai.
Kau memang Tuan Muda ke-8 yang bereputasi baik.
Namun, kau belum menikah, sudah punya hubungan dengan siapa?
Tuan Muda Su, jaga ucapanmu. Kita ada di depan Istana Maharani.
Memang di depan Istana Maharani.
Namun, juga tempat yang sering didatangi Tuan Muda ke-8.
Entah kenapa harus diseleksi bersama dengan kita.
Aku kira Tuan Muda ke-8 sudah lama masuk ke harem.
Setahuku, penyeleksi hari ini, yaitu Nona Su,…
…merupakan kakak pertama Tuan Muda Su.
Kenapa? Dia tak mengaturkan seleksi untukmu?
Kau asal bicara! Berani fitnah kakak pertamaku berbuat nepotisme!
Adik ke-8.
Kau!
Dilihat dari sifatmu, sebaiknya kurangi bicaramu.
Jangan sampai merepotkan Nona Su.
Adik ke-8.
Kakak pertama, kau tenang saja.
Baik, aku antar kau sampai di sini saja.
Kutunggu kabar baikmu.
Salam, Tuan Putri.
Bangunlah.
Salam, Tuan Putri.
Bangunlah.
Salam, Tuan Putri.
Salam, Tuan Putri.
Bangunlah semuanya.
Menjadi Tuan Putri memang berbeda.
Menyenangkan sekali.
Jing Xin, mereka semua mengenalku?
Orang dalam istana tentu kenal.
Juga ada pelayan tingkat rendah di luar istana yang tak kenal.
Tuan Putri.
Jatuh.
Kantung wewangian ini cantik sekali.
Akan kupakaikan untukmu.
Pagi ini, kita buru-buru keluar.
Hampir saja menunda hal penting.
Ini kantung wewangian yang diberikan Maharani.
Semua bubuk wewangian di dalamnya sangat berharga.
Kupu-kupu paling suka aroma ini.
Bukankah kau pengawal?
Kenapa sangat tahu bubuk wewangian?
Ini tentang Tuan Putri,…
…tentu aku harus teliti saat bertugas dalam hal apa pun.
Aku paling paham hatimu sebagai gadis.
Cheng Cheng!
Cheng Cheng!
Tuan Putri, kau sedang memanggil siapa?
Memanggil suamiku, pasanganku.
Cheng Cheng-ku!
Cheng Cheng!
Tuan Putri, jangan asal panggil.
Mereka semua pria tampan yang akan diseleksi.
Sebelum terpilih, mereka semua masih milik Maharani.
Mana ada suamimu.
Selain itu, kau juga belum menikah.
Benar juga.
Ada banyak orang di istana, tak boleh terbeberkan.
Sebaiknya harus memperjelas situasi dulu.
Salam, Tuan Putri.
Tuan Putri, kau sedang apa?
Harus menyelinap dulu.
Menyelinap?
Tuan Putri ke-2.
Salam, Nona Su.
Hamba memberi salam pada Tuan Putri ke-2.
Tuan Putri ke-2 sedang ingin melakukan apa?
Aku hanya melihat-lihat.
Tak ingin masuk.
Mana boleh.
Maharani menunjuk Tuan Putri ke-2 dan hamba…
…untuk bersama-sama melakukan seleksi.
Jika tak masuk, bagaimana bisa memilih?
Melakukan seleksi bersama?
Aku juga hanya sedang menyamar untuk melakukan inspeksi dulu.
No… Nona Su.
Mohon bantuanmu dalam pemilihan ini.
Su Yuela tak berani.
Maharani berpesan, Tuan Putri ke-2 hanya perlu duduk saja.
Ternyata namanya Su Yuela.
Dia orang kepercayaan Maharani.
Selama beberapa bulan, aku menutup diri dengan hati-hati.
Berusaha beradaptasi dengan situasi…
…sehingga tak ada yang sadar aku hilang ingatan.
Namun, aku tetap merasa kesulitan beradaptasi dengan aturan di sini.
Kedudukan pria ada di bawah wanita.
Harus mematuhi "Sifat Murni Pria" dan tata krama pria.
Semua etika sangat ketat.
Aku tak bisa percaya diriku besar di lingkungan yang seperti ini.
Aku selalu ingin tahu kenapa bisa begini.
Kakak ke-8, kau sudah bangun.
Liancheng.
Cheng Cheng.
Cheng Cheng.
Cheng Cheng.
Cheng Cheng, aku bukan Maharani.
Kau salah paham.
Jadi, kau tak perlu masuk ke harem.
Pada pemilihan nanti, bertindaklah sesuai petunjuk dari mataku.
Aku akan cari kesempatan agar kau dieliminasi.
Mohon maaf, Tuan Putri.
Namun, Anda salah bicara.
Kau tahu aku Tuan Putri?
Aku akan anggap tak pernah dengar perkataan Tuan Putri tadi.
Mohon Tuan Putri jangan katakan hal yang bersifat memberontak lagi.
Kenapa kau tetap tak mengenaliku?
Di sini ramai, tak nyaman.
Tuan Muda Mo.
Penampilanmu kali ini sangat bagus.
Aku sangat menikmatinya.
Aku harus menyemangatimu lagi.
Kau harus lebih semangat lagi!
Kalian juga harus semangat.
Semangat, bersemangatlah!
Bersemangatlah!
Mana dia? Dia pergi ke mana?
Sudahlah.
Aku harus pikirkan cara untuk membuatnya dieliminasi.
Lalu, cari kesempatan untuk bertemu lagi.
Wajahmu kurang tampan, kau dieliminasi.
Airnya terlalu mendidih, kau dieliminasi.
Ada lumpur di sela kukumu, kau dieliminasi.
Teh tak disaring hingga bersih, kau dieliminasi.
Ketombemu masuk ke dalam gelas.
Kau dieliminasi.
Kau ini!
Ada apa dengannya?
Dia tak coba melakukan kesalahan.
Menuang teh hingga terlalu penuh, kau dieliminasi.
Dibanding aku, sepertinya pria menyebalkan ini…
…lebih tak ingin Mo Liancheng lolos.
Aku mengandalkanmu.
Lancang!
Mo Liancheng tak tahu etika, kau dieliminasi!
Awalnya kukira, yang diuji adalah teori teh.
Ternyata, yang diuji adalah etika.
Kau membuatku basah kuyup.
Bahkan berani menyindirku.
Kau menyinggung orang yang di atasmu.
Segera usir dia!
Ini…
Tuan Putri, kau kenapa?
Kita berdua tahu dia orang Maharani.
Kenapa harus membuat Maharani marah karena hal sepele ini?
Maksud Nona Su, apa pun yang terjadi, dia akan terpilih?
Aku murah hati.
Asalkan Mo Liancheng melayaniku mengganti baju,…
…maka aku akan mengampunimu.
Ambilkan baju yang bersih untukku.
Ini…
Aku tak berani menentang perintah Tuan Putri.
Apa yang terjadi?
Gedung Jingyixuan
Cheng Cheng, aku tak bisa melakukannya sendiri.
Kemari dan bantulah aku.
Pria dan wanita tak boleh terlalu dekat.
Mohon Tuan Putri jangan memanggilku seperti itu.
Kau sungguh tak mengenalku?
Tentu saja aku mengenal Tuan Putri ke-2.
Sungguh mengesalkan.
Dia tak seperti sedang pura-pura.
Juga tak seperti lupa.
Apa mungkin sama seperti yang lalu?
Dia hanyalah Mo Liancheng yang di dunia paralel ini?
Cheng Cheng pernah ditusuk dibunuh.
Sebaiknya kupastikan dulu.
Kulihat bajumu juga basah.
Bagaimana jika kau ganti juga?
Apakah Tuan Putri sedang menggodaku?
Apa maksudmu?
Untuk apa aku menggodamu?
Aku hanya sedang mengkhawatirkanmu.
Apa kau tak bisa melihatnya?
Cepat sekali.
Bukankah Tuan Putri ingin lihat?
Kenapa sekarang malah malu?
Jika Tuan Putri punya belas kasih padaku,…
…tak akan mengatakan hal ini pada orang lain,…
…maka aku akan membiarkan Tuan Putri melihatnya.
Tenang saja, tak akan kukatakan.
Ternyata memang bukan Cheng Cheng.
Tadi dia bilang "pura-pura".
Sekarang juga ingin memeriksa tubuhku.
Apa dia tahu sesuatu?
Maaf.
Aku sudah selesai.
Aku pergi dulu.
Tunggu, Tuan Putri.
Kau tenang saja.
Anggap saja kejadian hari ini tak pernah ada.
Jika aku tak mengatakannya, reputasimu tak akan rusak.
Tadi, saat memintaku ganti baju,…
…Tuan Putri tak terlihat seperti orang yang peduli pada reputasiku.
Aku menyuruhmu ganti baju.
Tak menyuruhmu lepas baju agar bisa kulihat!
Tuan Putri sedang mencari apa?
Apa perlu mencari lagi dengan teliti?
Tak perlu! Aku salah orang.
Sepertinya Tuan Putri memang sedang mencari sesuatu.
Mencari kesenangan.
Aku mencari kesenangan. Sudah cukup?
Kudoakan kau segera menjadi "ibu negara".
Aku sedang buru-buru cari orang, aku pergi dulu.
Aku pergi dulu.
Tuan Putri.
Tuan Putri sudah selesai ganti baju?
Kalau begitu, ayo segera pergi.
Para peserta sedang menunggu seleksi.
Namun, mana Tuan Muda Mo?
Seharusnya sedang ganti baju di dalam.
Aku permisi dulu.
Dia tak perlu ganti baju.
Sebelum seleksi, semuanya disuruh ganti baju dan diperiksa tubuhnya.
Ganti baju?
Periksa tubuh?
Para peserta?
Dilepas semuanya?
Ini aturan.
Karena takut mereka membawa senjata.
Tentu saja, juga untuk memeriksa apakah ada kekurangan di tubuhnya.
Harus diperiksa menyeluruh dari luar dan dalam.
Semuanya kalah dari Cheng Cheng.
Yang ini terlalu kurus.
Namun, ada beberapa orang yang lumayan tampan.
Alangkah baiknya jika aku bisa melihat otot perut mereka.
Maaf.
Mo Liancheng, apa yang kau lakukan?
Kau…
Tuan Putri sedang apa di sini?
Tentu saja aku sedang berjaga di luar.
Berjaga?
Apa Tuan Putri perlu berjaga secara langsung?
Kenapa? Apa aku merugikanmu?
Untuk apa kau pedulikan.
Jika ingin berjaga, lalu, kenapa kau harus mengintip?
Jauhi aku! Aku sedang kesal.
Kapan kau pernah mencuci dan memasak?
Selama ini, pelayan yang melakukannya.
Jauhi aku! Aku sedang kesal.
Kau kenapa?
Tan'er.
Tan'er.
Cheng Cheng?
Apa benar kau?
Ada apa denganmu?
Cheng Cheng, aku sangat merindukanmu.
Cheng Cheng.
Kenapa Cheng Cheng jadi tak mengenaliku lagi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tak bisa, karena dia memang Cheng Cheng,…
…aku tak boleh membiarkannya lolos seleksi.
Tuan Putri tak apa-apa, 'kan?
Tuan Muda Mo, pemeriksaan sudah selesai.
Jadi, bersiaplah untuk seleksi.
Jika Tuan Putri tak ada urusan, silakan lewat sini.
Sepertinya aku hanya perlu membantu Su Jingyuan saja.
Masuklah, cepat.
Maharani yang dirumorkan itu, entah cantik atau tidak.
Apa pun yang terjadi, jangan harap bisa menikahi Cheng Cheng.
Jayalah, Yang Mulia!
Berdirilah.
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Berpendirian tanpa merasa khawatir♪
♪Kota yang sepi bagaikan harapan yang rapuh♪
♪Bebas berkuda ke seluruh dunia♪
♪Begitu berbalik, ada yang sedih karena kepergianmu♪
♪Hujan bunga memenuhi empat musim♪
♪Sering mengingatkanku pada angin, salju, bunga dan bulan♪
♪Masih ingat betapa lamanya hatiku mengingat masa lalu♪
♪Siapa yang mampu melenyapkan rasa sakit hati ini?♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
♪Jika kau menemani hidupku♪
♪Mulai malam ini hingga waktu yang belum pasti♪
♪Selalu bersama tanpa terpisahkan selama tiga ribu tahun♪
♪Hanya terobsesi pada satu orang hingga lupa diri♪
♪Aku hanya berharap kau tak akan meninggalkanku♪
♪Berharap bisa menemukanmu secepat apa pun waktu berputar♪
♪Mengikuti jejakmu sepanjang hidup, mengukir kenangan tak terlupakan♪
♪Tak berpisah sepanjang masa♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.