Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"
"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"
Jangan! Nona!
Lepaskan aku.
Kau sungguh ingin mati di tanganku?
Kau menolak kebaikan hatiku.
Nona bangsawan bodoh yang hidup mewah.
Kau menembakku saat aku lari.
Sekarang,
mempermalukan aku di muka umum.
Tahukah kalian orang pertama yang kutebas?
Nona Ae-sin.
Dengan hati-hati,
kupilih kata-kata paling menyakitkan
dan menebas hatinya dengan itu.
Menurut kalian, itu menyakitinya?
Katakan kepadaku.
Apakah hati Nona sakit?
Seharusnya Nona biarkan aku mati waktu itu.
Karena Nona menyelamatkanku,
aku menjadi berharap.
Harapan itu...
yang membuatku memotong rambut Nona.
Jadi, ini adalah salah Nona.
Kau pasti meremehkanku.
Andai aku bisa kembali ke masa itu,
aku akan tetap menyelamatkanmu.
Tetapi,
jika aku melihatmu lagi, aku akan membunuhmu.
Jangan coba-coba mencemaskanku.
Anggap saja aku
bangsawan bodoh yang menjalani hidup mewah.
Nona sudah membuat kegaduhan.
Tidak perlu menjadikannya lebih parah.
Aku menembak burung hitam
supaya tak bisa terbang lagi.
Sepertinya kau tak bisa menjatuhkan burung hitammu.
Banyak orang melihat Nona.
Kita harus lanjutkan secara pribadi.
Tunggu di sini.
"Episode 19"
Siapa sangka saputangan ini bisa dimanfaatkan?
Kurasa Nona ditakdirkan memilikinya.
Aku akan mengembalikannya kepadamu.
Ini milik Pria Amerika itu.
Nona memang ditakdirkan memilikinya.
Aku pernah diseret dengan dijambak.
Aku terpaksa mencabut dan memotongnya.
Selama hidup, Nona mungkin menyuruh orang lain
menyisir dan mengoleskan minyak pada rambut Nona.
Jika memotong rambut Nona anggap sebagai akhir dunia,
bagaimana bisa menyelamatkan Joseon?
- Dengar. - Itu sebabnya...
Nona seharusnya membawa saputangan daripada senjata.
Tiga pria sudah kehilangan arah karena Nona memutuskan memakai senjata.
Joseon akan berakhir di tangan Jepang.
Tindakan Nona tak akan bisa mengubahnya.
Kita semua tinggal di dunia yang berbeda
dan masing-masing menghargai hal berbeda.
Di duniaku, Joseon, keluargaku,
dan rambut yang diberikan orang tuaku, semuanya kusayangi.
Aku tak tahu caramu menjalani hidup,
tapi aku mencoba menjalani hidupku sebaik mungkin.
Jadi, aku mohon,
jangan memandangku rendah.
Tapi masalahnya, Eugene...
benda ini pernah menjadi milikmu.
Kau yakin?
Bukankah aneh jika ada di rumahnya?
Benar.
Begitu pula reaksimu sekarang.
Kolonel.
Wanita itu berkata tak kehilangan apa pun.
Walaupun sebaliknya,
dia bilang Tuan yang harus mendatanginya.
Tidak ada yang hilang?
Begitu rupanya.
Kau boleh pergi.
Ya, Tuan.
Lalu kenapa ini ada di sana?
Apakah dicuri?
Dia pasti membelinya tanpa tahu itu benda curian.
Terdapat beberapa laporan kamarku sering digeledah.
- Kau juga harus hati-hati. - Pencurinya tertangkap?
Aku gagal, tapi sepertinya sudah kau tangkap.
Salah satu anggotamu.
Maaf, ini tak bisa kukembalikan. Kau bilang ini dicuri.
Aku tak mengharapkannya.
Aku tak beri tahu Tuan karena Nona Ae-sin menyuruhku merahasiakannya.
Karena dokumen yang kuberikan pada Tuan,
dia membayar utang atas namanya.
Utang? Kepada siapa?
Gu Dong-mae.
Aku tak tahu alasannya,
tapi dia memotong rambut Nona di Jingogae.
Aku mendatangi Tuan
karena tak ada orang di Joseon yang berani melawannya.
Kenapa aku terus dibuat kesal?
Aku akan beri mereka pelajaran satu per satu.
Jangan khawatir.
Ya, Tuan.
"Bolu Pelangi"
Astaga, kue beras ala Barat kesukaan Min-seok.
Nona.
- Nona Ae-sin baik-baik saja? - Apa maksudmu?
Gu Dong-mae memotong rambutnya hari ini.
Semua orang di Hanseong sudah tahu. Nona belum tahu?
Apa?
Gayanya modern sekali.
Aku akan kembali.
Aku lihat dia cepat mengikuti tren modern.
Kakek!
Katanya tubuh kami diberikan oleh orang tua kami.
Tapi di siang hari,
rambutnya dipotong oleh ahli pedang Jepang.
Rumor memalukan sudah menyebar.
Pertama, dia mengakhiri pertunangan
dan tak lama setelah Kakek melewati insiden tragis,
- dia pergi lalu... - Lalu?
Kau sudah puas?
Maaf?
Apa bedanya kau dengan orang-orang yang suka bergosip di jalanan?
Sebagai keluarga, seharusnya kau lihat keadaan Ae-sin
daripada mendatangi kakek dahulu!
Kakek, maksudku adalah...
Pak Haengrang di situ?
Jika kau mendekati cucuku lagi,
aku akan perlihatkan bedanya
perlakuan terhadap jagal
dibandingkan bangsawan!
Ayo.
Silakan tambahkan jika kau mau.
Tapi aku dihajar cukup parah.
Kenapa kau lakukan?
Bukankah aku sudah bilang?
Yang penting selamat.
Aku tanya alasannya.
Lee Wan-ik mengumpulkan informasi tentang Nona Ae-sin.
Niatku mau melawanmu,
tapi anggaplah ini impas.
Saputangan itu kini ada padanya.
Seseorang akan menangis.
Rekan seperjuangan.
Pasangan.
Dan Dong-mae.
Yang mana dari mereka bertiga berakhir paling sedih?
Rambut Nona akan segera tumbuh.
Jangan sampai terlihat oleh kakek Nona.
Rambut akan tumbuh kembali
seiring waktu berlalu.
Nona bisa apa lagi?
Aku menyesal.
Aku sungguh menyesal.
Itu hanya
rambut.
Bahkan raja kita memotong rambutnya.
Nasibmu tidak berakhir
seperti ibu dan ayahmu.
Sudah cukup bagus.
Kau masih hidup
dan itulah yang terpenting.
Sial.
Aku yakin
wanita jalang itu menyebut nama seseorang.
Kepala Polisi berkata...
belum ada surat dari Jepang.
Benarkah?
Perlu aku tanyakan di kantor pos?
Tidak usah.
Dalam beberapa kasus, hasil akhir menjelaskan penyebabnya.
Kenapa lama sekali?
Jelas sudah lama dicegat.
Pasti ada nama...
yang bisa kukenali di dalamnya.
Tidak mungkin...
Siapa nama paman istrimu?
Namanya...
Sang-wan.
Sang-wan?
Sang-wan tidak mungkin...
Go Sang-wan?
Ternyata begitu.
Namanya ada dalam surat itu.
Kalau kau sepupu iparnya, kau pasti cucu Go Sa-hong.
Seperti itukah kaitannya?
Apakah orang tuanya...
orang-orang yang kubunuh?
Siapa yang Tuan maksud?
Kau akan segera tahu.
Ambilkan jasku. Aku mau minum kopi.
Benar. Sepupu iparmu...
Kau yakin dia mengakhiri pertunangannya?
Ke mana saja kau seharian ini?
Ayo, duduk.
Berhenti menatap dan duduk.
Hui-seong, kau juga.
Nikmatilah kopi Tuan dan pergi
sebelum aku bawakan menu baru.
Temani aku dengan mereka.
Suasana hatiku sedang buruk.
Yang di sebelah kanan itu...
adalah ayahku.
Suasana hatiku sedang buruk juga
dan yang di sebelah kiri itu ayahku.
Apa?
Aku dengar tentang peristiwa malang itu.
Pertunanganmu berakhir.
Tidak perlu bersedih.
Itu bukan aib bagi pria.
Aku yakin ada orang lain yang lebih baik untukmu.
Tentu saja.
Dia bisa memilih wanita mana pun.
Yang menjadi masalah, anakku ini penganggur.
Ini bisa menjadi aib yang besar.
Kudengar industri kereta api adalah masa depan kita.
Itu...
Semua bisnis jalur kereta dikelola oleh Jepang.
Sayang sekali.
Putraku hanya tahu berjalan lurus
seperti kereta api.
Kalau kau punya sumber keuangan,
aku bisa memperkenalkanmu.
Menjadi jutawan di negara berkembang
lebih baik daripada jadi miliarder di negara yang bangkrut.
Astaga, terdengar menarik!
Kau sudah gila?
Aku sudah peringatkan
tentang apa yang bisa kutaruh di makananmu.
Bukankah si berengsek Takashi Mori menginap di sini?
Masukkan apa pun di minumannya.
Makin cepat makin bagus.
Selain itu, jangan terlalu dekat dengan wanita itu.
Cucu perempuan Go Sa-hong.
Dia tak seperti orang yang bisa dijadikan teman biasa.
Kini aku tahu siapa dia.
Jangan bergaul dengannya lagi.
Akulah
yang membunuh orang tuanya.
"Hotel Glory"
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Aku kencan buta dengan Hui-seong.
Aku tak ingat dia semenawan itu.
Hari ini dia berbeda.
- Kita harus masuk. - Aku mau minta tolong.
Ini cukup rumit.
Bisa berikan kunci yang salah hari ini?
- Untuk kamar siapa? - Kamar Takashi Mori.
Aku akan beri Anda kunci utama hotel.
Lagi pula, hotelku sering digeledah.
Terima kasih.
"Daftar Mafia Joseon"
Go Sa-hong.
Hwang Eun-san.
Jang Seung-gu.
Lee Jeong-mun.
Aku tak melihatmu saat ke sini.
Apa jalan kita sama?
Aku kira jalan kita berbeda.
Tolong Kamar 304.
Anda baru pulang kerja?
Mau kusiapkan makan malam?
Tolong antar ke kamarku. Aku agak lelah.
Apa ada banyak jalan menuju hotel?
Sebagian melewati jalan utama,
tapi yang suka pintu belakang biasa lewat gang.
Minggir!
- Awas! - Minggir!
Takashi Mori?
Ya, Tuan. Dia kolonel Jepang dari anggota Keluarga Kazoku.
Kazoku? Kenapa dia datang ke sasana judoku?
Dia ingin terlibat dalam distrik bisnis di Jingogae.
Karena permasalahan Bank Dai-Ichi,
warga Joseon dan Jepang sering bertikai.
Tapi hanya warga Joseon yang ditangkap,
jadi, mereka tidak ke Jingogae lagi.
Ini sebabnya aku benci tentara.
Jangan berbahasa Korea di depannya, Bos.
Kudengar dia fasih berbahasa Korea.
Dari mana datangnya orang aneh itu?
Aku Gu Dong-mae, Ketua Perkumpulan Musin Cabang Hanseong.
Kabarnya Tuan menciptakan
kekacauan di Jingogae saat kutinggalkan sebentar.
Di sana memang sudah kacau.
Ternyata benar, kau fasih berbahasa Korea.
Kau berpikir begitu karena bahasa Jepang-mu kacau.
Pedagang di permukiman Jepang
menolak menerima uang Jepang. Terdengar masuk akal bagimu?
Warga Jepang biasanya membayar dengan uang kertas dari Bank Dai-Ichi.
Bagaimana bisa mereka terima jika tak bisa ditukarkan?
Kau putra seorang jagal keturunan jelata.
Kau mengkhianati negaramu
dan didukung Perkumpulan Musin hanya untuk jadi anjing pemburu Jepang.
Berani sekali kau menceramahiku.
Sepertinya aku cukup terkenal.
Aku dengar rumor tentang Tuan di perjalanan kemari.
Kabarnya kau tentara dari keluarga bangsawan.
Keduanya adalah hal yang aku benci.
Kaum bangsawan dan tentara.
Jadi, jangan menginjakkan kaki di wilayahku tanpa seizinku.
Cukup wajar orang-orang
kehilangan nyawa atau mendapat masalah saat tinggal di negeri asing.
Kau hanyalah ahli pedang keturunan jelata yang menyedihkan.
Kurasa kau belum cukup mengenalku.
Aku paling berkuasa dan berwenang dari semua warga Jepang di Joseon.
Dengan kata lain,
tak ada orang di Joseon bisa memerintahku.
Kedengarannya kau keliru.
Aku setia pada Perkumpulan Musin,
bukan pada Jepang.
Kau hanya seorang tentara, Tuan.
Berengsek!
Mengambil senjata itu berarti mengakui kekalahanmu, Tuan.
Lepaskan botmu sebelum keluar.
Anak buahku mengepel lantai setiap pagi.
Ayo.
Yang aku inginkan
hanya dua hal.
Kau berumur panjang.
Dan Ae-sin
tidak mati.
- Ayo, cepat. - Ya, Guru.
Kau juga harus cari persembunyian aman.
Jika aku pergi,
mereka akan segera tahu bahwa Eun-san melarikan diri.
Selain itu,
aku sedang menunggu seseorang.
Ada seorang pria tampan.
Entah dia punya kekasih lain.
Sudah lama aku tak bertemu dia.
Terima kasih.
Bisa sakit jika makan buru-buru.
Yang ini sangat cantik.
Rasanya tawar. Aku tidak suka.
Pergi saja.
Ada apa, Tuan?
Siapa kau? Kenapa membuntutiku?
Bocah Licik, ini bukan kali pertama, 'kan?
Kau mengikutiku kemari. Bersikap jantanlah dan jawab.
Kenapa kau membuntutiku kalau tak bernyali menjawabku?
Anda benar.
Tujuh tahun yang lalu,
Anda bunuh lima bangsawan mulia
dan 50 rakyat tak bersalah.
Atas nama 20 juta rekan senegaraku,
aku ingin membalas kematian mereka.
Mori, si bajingan itu, benar.
Dia bilang keturunan para anggota Pasukan Kebenaran tahun 1592
bergabung dalam organisasi tahun 1895.
Sekarang salah seorang anak mereka
sedang menatapku seperti ini.
Justru aku sangat senang.
Aku punya firasat kau bisa menolongku.
Lalu? Apa rencanamu?
Sudah pilih tanggal?
Mustahil kau rencanakan sendiri.
Berapa orang yang terlibat?
Katakan.
Diantarkan untuk Anda dari toko jahit.
Terima kasih.
Masuklah sebentar.
Kita sudah kencan buta.
Kurasa keluarga Anda ingin mencarikan wanita lain untuk Anda nikahi.
Mereka memang ingin aku menikah.
Aku putra satu-satunya,
jadi, aku paham.
Apa pendapat ayah Anda tentang aku?
Kau mau menikahiku kalau dia suka?
Untuk apa menikahi pria yang beli setelan demi wanita lain?
Wanita lain?
Wanita apa yang memakai setelan pria?
Ini hadiah untuk temanku.
Pasti cocok untuk teman Anda.
Kau tahu sesuatu?
Akulah yang membunuh orang tuanya.
Aku tahu terlalu banyak demi kebaikanku.
Biasakan dahulu dirimu dengan beratnya.
Hingga terasa seringan bulu.
Pada kenyataannya, menembak akurat tetap sulit.
Tetap harus berusaha.
Dor.
Apa kabar?
Rambutmu...
lebih pendek.
Benar.
Aku terlihat tampan?
Kau terlihat kuat dan berani.
Aku berharap mendengar yang lain.
Kata yang dimulai dengan "aku".
Aku rindu kepadamu.
Tapi kurasa bukan itu.
Bukan sama sekali.
Mendekati pun tidak.
Nona Ae-sin!
Sampai bertemu lagi.
Sedang kesulitan?
Pak.
Aku tidak makan malam demi menunggumu. Kenapa begini?
Aku di sini malam-malam...
Bagaimana Anda tahu?
Biasanya setelah latihan kita dan sebelum akhir jam malam.
Kau memilih hari hujan untuk menghindari orang.
Seperti hari ini.
Latihan malam meningkatkan akurasimu.
Kau bahkan menduplikasi kunci gudang senjata.
Aku yakin kau memalsukan dokumen untuk masuk akademi
karena menginginkan akses untuk senjata, bukan?
Kau kesal aku sudah tahu?
Tampak jelas.
Rencana cerobohmu bermasalah,
apalagi kau tak sadar aku di belakangmu.
Bagaimana bisa kau membunuh orang?
Aku bisa. Tolong jangan hentikan aku.
Teman-temanku menunggu.
Baik. Masuk dan ambil senapan. Ayo.
Aku harus melakukannya.
Tolong jangan ikut campur.
Tidak akan. Kebetulan kita searah.
Abaikan aku saja.
Lihat, itu dia.
Sekarang Anda boleh pergi.
- Ada apa? - Diam.
Bahu kirinya terkulai.
Kau lihat?
Entah bahunya terkilir atau patah.
Kurasa kalian
ketahuan.
Tidak mungkin.
Aku harus ke sana. Dia temanku.
Jangan datang! Jangan dekati aku!
Lee Wan-ik mengawasi!
Aku tak memberi tahu nama kalian!
Kalau datang, kalian mati! Jangan pedulikan aku dan lari!
Jangan!
Kendalikan dirimu.
Temanmu baru berkorban nyawa demi menyelamatkanmu.
Kau mau lari ke sana dan mati juga?
Pertama, kita pergi dari sini diam-diam.
Selamatkan temanmu yang lain.
Bergabung di akademi militer menjadikanmu tentara juga.
Berpikirlah selayaknya tentara.
Ikuti aku.
Hei!
Kami dengar tembakan. Apa yang terjadi?
Dan...
sedang apa instruktur kita di sini?
Maafkan aku.
Untuk apa?
Karena tembakan itu, kami kemari saat menuju tempat pertemuan.
Apa yang terjadi?
Omong-omong,
di mana Do-hun?
Tunggu, apa tembakan yang kami dengar tadi...
Bertindak hanya dengan hasrat
membuatmu kehilangan hal berharga.
Balaskan dendam usai meningkatkan kemampuan.
Aku tak akan mencegah.
Tentukan pilihan.
Apa kau mau kabur
atau bertahan hidup?
Ini tahun sialku atau apa?
Aku tak menyangka tertipu oleh kelicikan anak ini.
Memalukan.
Tidak ada pilihan lagi
selain memakai upaya terakhir.
Siapa kepala Kereta Api Korea sekarang?
Seorang pria bernama Park Gi-jong adalah presdir perusahaan itu.
Sebenarnya dia boneka Dubes Hayashi.
Dia menyerahkan petisi permohonan untuk membiarkan Jepang
membangun Rel Kereta Gyeongui.
Bawa dia menghadapku besok.
Beserta peta Hanseong.
Peta, Tuan?
Jika Jepang harus berperang dengan Rusia,
segudang perlengkapan pasti harus dikirim.
Kita harus memastikan rel itu dibangun dengan baik.
Aku tahu tempat sempurna.
Apa? Di mana, Tuan?
Tidak perlu pura-pura.
Kau pasti paham.
Aku mau hancurkan keluarga istrimu.
Kau mau apa? Waktunya kau putuskan memihak siapa.
Kenapa? Kau ketakutan?
Kau cuma mengkhianati iparmu.
Aku menjual negaraku. Bagaimana perasaanku?
Itu Lee Wan-ik.
Lee Wan-ik.
Astaga, Tuan!
Sebutkan namamu.
Berani masuk ke rumahku seperti ini?
Aku Menteri Luar Negeri Lee Wan-ik, Tuan.
Anda pasti menderita saat di penjara.
Kenapa menyulitkan diri sendiri di usia tua?
Aku sudah memikirkan cara
agar Anda bisa menyelamatkan Joseon.
Menteri Luar Negeri baru mengganti rute
rel kereta yang ingin kita bangun.
Kini relnya akan melalui kediaman Anda.
Karena itu, rumah ini dan area sekitarnya
menjadi milik pemerintah mulai saat ini.
Dasar tidak tahu diri.
Kau tak akan dapat apa-apa dengan mengancamku!
Astaga, apa yang terjadi?
Kita harus bagaimana?
- Ayah! - Kakek!
Dunia sudah berubah hingga sejauh ini.
Menakjubkan, bukan?
Ayah.
Hari ini masih kubiarkan seperti ini.
Saat aku kembali,
sebaiknya rumah ini sudah kosong.
Orang-orang dan barang-barang...
akan dihancurkan.
Pak Haengrang, kurung Ae-sin di gudang.
Ayo, Nona dengar beliau.
- Nona. - Nona.
Ayah.
Kalian mau apa? Lepaskan aku!
Tuan Go benar sekali.
Jangan hanya berdiri. Buka pintu gudang.
Baik.
Ayah.
Tuan.
Para petani sewa ada di sini.
Kurasa sudah waktunya
kita memutus ikatan.
Aku memilih bidang tanah yang tak akan dilalui rel kereta.
Masing-masing ambil satu.
Tanah itu kini milik kalian.
Yang sudah bekerja selama 30 tahun
dan bekerja selama 20 tahun
akan dibedakan.
- Tuan. - Tuan.
Tapi sekecil apa pun hasil tanah itu,
walau kalian diancam dengan senapan...
jangan pernah
menjual tanah itu pada Jepang.
Berikan kepada keturunan kalian.
Lindungi dan lestarikan Joseon.
Kalian mau berjanji?
- Ya, Tuan! - Ya, Tuan!
- Kami akan penuhi. - Kami akan penuhi.
- Tuan! - Tuan!
- Tuan! - Tuan!
Kenapa tidak?
Kenapa kau tidak mau pergi?
Kau kira kenapa aku hidup bersamamu
padahal kau tak bisa memberiku putra?
Semua demi harta kakekmu!
Aku tidak bisa pergi.
Aku tidak mau.
Kenapa tidak mau?
Kau mau merelakan semua tanah itu untuk petani sewa?
Klaim hakmu atas tanah itu atau curi dokumennya!
Bajingan!
Tuan Go, kenapa Anda kemari?
Apa kabar?
Dia berani melawan ucapanku,
jadi, aku memberinya pelajaran...
Tutup mulutmu!
Beraninya seorang pria memakai kekerasan
dan memukul wanita?
- Kakek. - Kau kira
aku tak tahu perbuatanmu?
Itu masalah kalian berdua,
jadi, aku kira sudah kau atasi.
Aku membiarkanmu, tapi aku kini muak.
Niatku datang untuk memintamu
memperlakukan dia dengan cinta.
Tapi setelah melihat perlakuanmu kepadanya,
aku tak berharap kau berubah.
Ayo.
Kakek.
Kakek.
Baik.
Terima kasih sudah mempersempit pilihanku.
Lama tidak bertemu.
Begini...
Mereka tahu aku memberi Anda informasi.
Jadi, mereka mengusirku.
Astaga.
Masalahnya, Tuan Go membagi kekayaannya
kepada para petani dan pelayan.
Aku kerja untuk mereka 20 tahun.
Menurutku itu tidak adil.
Jadi...
Anda membayarku mahal untuk ini.
Setelah tentara Jepang menggeledah rumah Tuan Go,
aku menemukan ini di lantai kamarnya.
Kau tahu ini apa?
Tentu.
Ini kuitansi sumbangan dana untuk perang.
Kertas ini bisa mengubah siapa pun jadi pengkhianat.
Kau cerdas.
Jika kau memberi tahu orang lain,
ini tak akan berharga.
Tidak sama sekali, Tuan.
Anda orang pertama yang kuberi tahu.
Bagus sekali.
Sepertinya dia mengusirmu dan ingin aku membungkammu.
Apa?
Siapa pun dia, segera usir.
Ada yang akan mencegah kebocoran lebih jauh.
Kabarnya...
kau mau melakukan apa pun demi uang.
Hanya itu yang bisa kuberikan.
Tolong lindungi...
Ae-sin.
Kau bilang tak ingin Joseon jatuh.
Aku merasakan hal yang sama.
Aku mohon.
Tolong bunuh...
kolonel Jepang itu.
Kenapa aku harus melindungi
sementara dia bisa membunuh?
Pria yang akan melindungi dengan cara apa pun...
dan pria yang tidak akan gagal di dalam upayanya.
Itulah perbedaan antara pria
yang memanjat tembok dan yang masuk lewat pintu.
Kenapa mengincar si tentara Jepang
dan bukan Lee Wan-ik?
Lee Wan-ik...
bisa mati di tangan orang Joseon.
Tapi kalau orang Joseon
membunuh si tentara Jepang,
maka akan memberikan Jepang
alasan untuk menyerang Joseon.
Itu sebabnya...
aku mengandalkanmu sebagai tentara Amerika.
Anda...
sangat kejam kepadaku.
Salahkan aku semaumu.
Aku bermaksud menjadi burung hitam
yang terbang di atasmu.
Pada akhirnya,
dia menjauhkan kita berdua dari Nona Ae-sin.
Dia menyuruhku melindunginya
dan kau jadi pembunuh.
Sungguh Pak Tua yang kejam.
Tidak penting mana dari ketiganya yang berakhir paling sedih.
Kami menjalani hidup masing-masing,
tapi kami ditakdirkan mencapai tempat yang sama.
Aku mencintaimu.
Jadi, Sayangku,
tetaplah hidup.
Pada akhirnya,
semua orang akan berakhir
tidak bahagia.
Ayah.
Ayah.
Ayah?
Ayah!
Aku ingin usungan jenazah yang sederhana,
tapi hidangkan banyak makanan di pemakaman.
Upacara akan berlangsung lima hari
dan terima semua tamu dan pengiring tanpa melihat asal-usul mereka.
Tak ada seorang pun yang tak membantuku sepanjang hidupku.
Tuan Go...
Tuan Go...
- Tuan. - Tuan.
- Tuan. - Tidak...
- Kenapa Anda meninggalkan kami? - Tuan.
- Tuan. - Tuan.
- Tuan. - Kumohon...
Kakek...
Jangan.
Kakek, tidak...
Wanita tak boleh ikut ke pemakaman.
Nona tak boleh ke sana.
Bukan begitu caranya.
Nona tak boleh keluar.
Jangan terlalu berharap.
Sampai besok,
pintu itu akan tetap tertutup.
Kenapa?
Karena kau akan bergegas keluar malam ini
dan membidikkan senjata.
Bahkan ayahmu tak seperti ini,
jadi, kau pasti...
mirip ibumu yang tak pernah kakek temui.
Ini foto kedua orang tuamu.
Simpanlah.
Ini benar-benar...
boleh kusimpan?
Sebagai balasannya,
maafkan ucapan kakek pada hari itu.
Kalau begitu, lebih baik aku mati.
Kalau begitu...
matilah.
Jangan mati.
Hiduplah.
Kau harus hidup, Ae-sin.
- Tuan. - Minggir.
"Sedang Berduka"
Yang Mulia Kaisar datang!
Sedang apa dia di sini?
Bukan hanya datang kemari,
dia mengenakan pakaian berkabung.
Sudah cukup konyol
seorang kaisar negara mendatangi pemakaman seorang pria tua.
Anda bahkan bersujud dua kali.
Apa komentar negara lain nanti?
Bukankah mereka akan menghina dan merendahkan Joseon?
Beraninya kau!
Orang gila berengsek...
Apa itu tadi? Dia sudah gila?
Mulai hari ini,
Lee Wan-ik dibebaskan dari jabatannya.
Itu titahku.
Anda bilang apa?
Silakan! Lakukan semau Anda!
Aku tak butuh jabatan di negara yang segera hancur!
Berengsek.
Aku yang akan menghabisimu.
Tunggu saja.
Silakan.
Aku sudah menanti lama.
Siapa yang akan membawa kabar Tentang angin dan hujan
Dari seluruh penjuru negeri?
Angin topan menyebabkan gelombang besar
Berapa banyak yang basah kuyup?
Kita datang ke dunia ini Dengan tangan kosong
Dan meninggalkan dunia Dengan tangan kosong
Kami manusia malang
Kasihanilah kami
- Dasar bajingan! - Dia mau apa?
- Astaga. - Astaga.
Rumahnya dihancurkan
dan keluarga itu tercerai-berai.
Nona Ae-sun dan Nyonya Cho pergi ke keluarga mereka di Namwon.
Nona Ae-sin...
"Tanaman Bunglon"
Dia menghilang hari itu
dan tak pernah terdengar lagi.
Tuan sering tidak makan belakangan ini.
Dia cemas dengan kejadian yang menimpa keluarga Nona Ae-sin.
Kenapa dia peduli dengan kejadian yang menimpa keluarga Nona?
Kau tak perlu tahu.
Kau hanya perlu menemaninya
dan merawatnya.
Baik.
Ini pasti adikmu yang bekerja di legasi Amerika.
Ya.
Tadi kalian membicarakan apa?
Kelihatannya serius.
Pria jahat itu, Lee Wan-ik,
menghancurkan keluarga Nona Ae-sin
dan menyebabkan kematian Tuan Go.
Tadi kami membicarakan itu.
Bahkan di usiamu ini,
kau menganggap Lee Wan-ik jahat?
Ya.
Semua orang mengutuk dia.
Teman-temanku yang lebih besar ingin hajar dia sampai mati.
Begitukah?
Kembalilah bekerja.
Senang bertemu kalian.
Terima kasih.
Ayo.
Sampai jumpa.
Ternyata kau mahir di bidangmu.
Tak kusangka kau akan menyingkirkan Go Sa-hong sekejam itu.
Berkat kau, warga Joseon jadi diam.
Kau bilang orang-orang itu menghalangimu.
Aku belajar darimu.
Kapal Kura-kura tidak melakukan kesalahan.
Yang bersalah adalah Yi Sun-sin.
Aku belajar hal lain lagi darimu.
Cucu perempuan Go Sa-hong hilang
dan tak ada yang dengar kabarnya.
Aku punya sesuatu miliknya,
tapi tak bisa kukembalikan.
Aku sudah memikirkan sebuah rencana.
Dia akan datang di peringatan hari ke-49,
yaitu besok.
Kalau kau utus anak buah yang andal kepadaku,
aku usahakan untuk menangkapnya.
Setelah kita menangkapnya,
kita akan dapat semuanya, termasuk Kepala Keamanan Istana.
Kedengarannya bagus.
Kalau itu bisa diselesaikan,
perlukah kutangani masalah yang lain?
- Siapa kau? - Kau tak perlu tahu.
Di mana lokasi pembakaran?
Bawa aku ke sana.
Tempatnya ada di seberang sungai.
Kenapa mengacungkan senjata?
Kau hanya perlu bayar tumpangan.
Kita harus naik perahu.
Ikut aku.
Jangan bodoh dan kayuh saja.
Kenapa berhenti?
Memeriksa arus.
Coba tebak.
Ini titik terdalam.
Lalu kenapa?
Sial.
Kenapa ditembak?
Seharusnya aku tanya ke mana dia membawanya.
Aku terlalu gegabah.
Angkat dan lihat apa dia sudah mati.
Ya, Pak. Periksa!
- Ya! - Ya!
Bagaimana dengan mayatnya?
Perlu dibakar?
Jangan.
Aku punya pertanyaan yang belum terjawab.
Perlukah...
aku tanya dengan cara berbeda?
Kau tetap di sini.
Aku mau ke kuil di Jemulpo.
Situasi sedang tidak baik.
Kami akan menemani, Bos.
Bukankah lebih buruk kalau kalian ikut?
Tetap di sini.
Bos.
- Bos. - Bos.
Lama tidak bertemu,
Sho Ishida.
Putraku.
Apa itu?
- Siapa itu? - Astaga.
Siapa itu?
Turunkan dia!
Jangan digantung seperti itu!
Mengerikan.
Sejarah Joseon yang tak berdaya...
terlihat jelas dari atas sini.
Eugene.
Tentara Jepang menggantung jasad wanita Joseon di Jalan Miller.
Aku melihatnya saat menuju kemari dan mengenal wajahnya.
Aku juga ingat namanya.
Jumo.
Aku penasaran siapa orang yang akan muncul pertama.
Eugene.
Ternyata kau.
Bisa kubantu?
Di mana Go Ae-sin?
Apa yang dia inginkan?
Dia cari seseorang yang tak seharusnya dia cari.
Saat aku beri aba-aba, lari.
Kau bilang apa kepada mereka? Jangan bergerak!
Orang yang tak seharusnya dia cari?
Siapa? Ae-sin?
Dia terus menyulitkan kita.
Ayo, pergi. Kita semua bisa mati!
Cepat!
- Paman! - Maju!
Nyonya!
Pergi dari sini!
Lari!
Lari!
Kau baik-baik saja?
Awas, Nyonya!
Tidak.
Tidak!
Bangun.
Ayo, bangun.
Hui-seong!
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.