All language subtitles for Imitation episode 5

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle by iQIYI Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==

Follow My IG @Anang2196_sub_indo

[Episode 5]

["Nangrangbihwa"]

[Rand Hotel]

[Kita sudah tiba di hotel.]

["Nangrangbihwa"]

[Cinta ahli pedang yang mengubah sejarah]

Ketemu.

["Nangrangbihwa"]

Ini.

Akan kujemput kau pukul 6.30 pagi.

Aku masih merasa tak enak karena hanya aku yang dapat kamar mewah.

Perusahaan film yang membayarnya,

jadi, jangan merasa bersalah dan nikmatilah.

Kau pantas mendapatkannya.

Tentu, Pak. Tidurlah dengan nyenyak.

Baik. Tidur yang nyenyak.

Selamat malam.

Apa ini?

[Obat Kumur Fins, untuk napas segar Ryoc]

[Jadilah populer, "Nangrangbihwa"!]

Tidak!

- Cepat! - Masuk!

- Astaga. - Tunggu kami!

Sulit dipercaya.

Berhenti!

Apa yang terjadi?

Ada penggemar penguntit. Sampai jumpa.

[Lift naik.]

Astaga.

Direktur Ji-hak?

Ternyata benar kau.

Sekarang kau adalah CEO JH Entertainment.

Apa aku mengenalmu?

Kita pernah bertemu saat wawancara SHAX.

Aku Byun Jeong-hui dari "Fact Check".

Begitu rupanya.

Gadis-gadis itu pasti sedang sangat populer

[Fact Check, Byun Jeong-hui]

sampai "Fact Check" tertarik dengan mereka.

Tea Party memang sedang lumayan ramai dibicarakan,

tapi mereka belum sampai level itu.

Ayo minum kopi.

Aku ragu ada hal yang bisa kita bicarakan.

Gadis yang dipacari Eun-jo.

Kudengar kau yang terakhir melihatnya,

CEO Ji.

Apa itu sepadan dengan secangkir kopi?

Astaga, Dae-gwon. Yang benar saja.

Kenapa dia selalu melakukan ini?

Kenapa kau tak mengambil kuncinya? Kau manajerku.

Dia di kamar 1425, bukan?

Aku yakin mereka turun di lantai ini.

[Executive Suite]

Mungkinkah mereka di dalam?

- Ryoc! - Kau baik-baik saja?

- Ryoc! - Hentikan.

Pergi dari sana.

Kalian seharusnya jangan begini.

Tugas kami melindungi Ryoc.

Hentikan ini. Tolong jaga ketertiban, ya?

Melakukan ini sama saja

seperti penggemar penguntit itu.

Yang benar saja. Kau bandingkan kami dengan siapa?

Aku akan berjaga di sini,

jadi, kau turunlah dan lihat apa penguntitnya sudah pergi.

Kau, periksa tangga.

Jalan!

Jangan menatapku seperti itu.

Ryoc.

Di sana. Cepat!

Entah bagaimana mereka tahu, tapi para penguntit belum tertangkap,

jangan buka pintu untuk siapa pun.

- Tidak ada yang datang, bukan? - Tidak.

- Dae-gwon. - Ya?

Ada apa? Kenapa pula kau menyeringai?

- Dae-gwon! - Astaga.

- Kau tahu aku mencintaimu, bukan? - Apa?

Aku sangat mencintaimu.

- Astaga. - Kau tampak tertekan.

Kau jelas butuh istirahat.

- Kau habis minum-minum? - Tidak.

Ya, sudah. Baiklah.

Omong-omong...

Kenapa lampunya tiba-tiba menyala?

Dae-gwon!

- Apa lagi sekarang? - Aku lelah

dan butuh waktu sendiri untuk beristirahat.

Aku datang mengantar obat kumurmu.

Obat kumur? Kemarikan. Aku akan menaruhnya di rak.

Aku bisa bekerja dengan baik.

Aku bisa sendiri.

Lantas, kenapa tak membelinya sendiri?

- Ini. - Terima kasih.

Beristirahatlah yang cukup.

- Jangan buka pintu untuk siapa pun. - Baik.

Aku mengerti.

- Aku akan pergi. - Tentu. Selamat malam.

Menarik, bukan?

Entah kenapa dan bagaimana,

tapi pacarnya Eun-jo...

Itu tak pernah dikonfirmasi, tapi tetap saja...

Intinya, dia bunuh diri setelah bicara denganmu

dan Eun-jo menghilang.

Tidak lama setelahnya, kau meninggalkan industri hiburan.

Beberapa tahun berlalu,

kau pun tampil kembali dengan meluncurkan Tea Party.

Ternyata sebelumnya, Tea Party adalah

OMEGA-3, grup yang beranggotakan mendiang gadis itu.

Berhentilah bertele-tele.

- Kau mau tahu soal apa? - Soal Eun-jo.

Kau tahu, aku penggemar sejati SHAX sejak awal

dan anggota pendiri Fins.

Sebagai penggemar, aku penasaran dengan Eun-jo.

Dia sudah dilupakan.

Kurasa begitu. Tapi kau tahu situasinya.

Siapa pun yang pernah berada di industri ini

tak berhak dilupakan.

Mereka tak berhak dilupakan?

Jejak masa lalu ada di mana-mana.

Kalau begitu, gunakan jejak itu untuk menemukannya.

Aku harus bangun pagi besok, permisi.

Tapi...

Aku tahu kemungkinannya kecil dan ternyata benar.

Apa?

Kenapa kau tak duduk dan bersantai?

Tidak perlu.

- Maaf soal ini. - Kenapa kau di sini?

Karena ini.

["Nangrangbihwa"]

Para penggemar membuatkannya khusus untukmu.

Ada insiden jaket berlapis busa, jadi...

Duduklah di sana. Ini akan cukup lama.

["Nangrangbihwa"]

Aku tak akan berani.

Yang kau lakukan di panggung keren.

Aku ingin memberitahumu itu.

Kau tertidur selagi aku bicara.

Bukan apa-apa. Aku hanya... Kau tahu...

[Aku akan menjemputmu pukul 6.30 pagi]

[6.02 pagi]

- Sudah pukul 6.00! - Pelankan suaramu.

- Ada apa? - Sekarang pukul 6.30.

Sudah saatnya aku dijemput.

Pukul 6.30 pagi?

Sial.

Sialan.

Panggilan darurat saat fajar? Ini pasti buruk.

- Ada apa? - Tidak ada apa-apa.

Aku baru ditelepon. Kalian akan tetap di sini?

- Tugas kami melindunginya. - Tugas kami melindunginya.

Matahari akan terbit, jadi, tidurlah.

[Executive Suite]

Apa-apaan? Sungguh?

Kenapa Lee Ma-ha ada di sini?

Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.

Cukup.

Angkat kepalamu. Kau tak perlu minta maaf.

Akulah yang menarikmu ke dalam!

Kau sudah gila? Jangan bawa dia ke kamarmu!

Terutama saat ada orang-orang yang berjaga di luar!

- Diam. - Apa?

[Ma-ha]

[CEO Ji-hak]

[Executive Suite]

Ryoc, ada apa?

Dae-gwon, tetaplah sadar!

Ayo.

- Ryoc! - Ryoc!

[13F]

Dae-gwon!

[12F]

[13F]

Sial.

Aku tak percaya ini baru terjadi.

Turunkan aku sekarang. Aku bisa sendiri dari sini.

Aku pelari yang lebih cepat.

Aku cukup berat, bukan?

Ya.

Sial!

Maafkan aku.

Aku sedang mandi setelah berolahraga saat Anda menelepon.

Cepat. Kita sudah terlambat.

- Bersiaplah. - Baik.

Ryoc!

Dia mengalami sakit wasir akut, tapi kini sudah baik-baik saja.

Wasir?

- Apa itu? - Wasir.

Kau sudah gila?

Kau menderita wasir.

Apa? Wasir?

Kau bilang apa kepada orang-orang?

["Nangrangbihwa"]

Kini aku sangat marah.

Aku tak percaya kau memberiku wasir!

Jelaskan!

CEO Park akan memecatku jika dia tahu.

["Nangrangbihwa"]

Aku...

Kurasa aku bisa selamat dari kekacauan itu.

Aku akan cari kerja di tempat lain,

tapi Ryoc...

["Nangrangbihwa"]

Para penggemarmu melihatmu?

Aku sedang bicara denganmu!

Kembalikan bajuku. Di mana bajuku?

[Dasar bodoh]

Kau mengabaikanku?

Ini menyenangkan bagimu?

[Jadilah populer, "Nangrangbihwa"!]

Maaf. Maaf aku terlambat.

- Ma-ha, tak apa-apa. - Maafkan aku.

Maafkan aku.

Nona Lee...

Seseorang harus tepat waktu.

Kau membuat para aktor senior dan staf menunggu.

- Maafkan aku. - Bersikaplah yang sopan.

Menghadap ke sana.

Kau, sebelah sana.

["Nangrangbihwa"]

["Nangrangbihwa"]

[Cinta ahli pedang yang mengubah sejarah]

Aku hanya butuh lima menit

untuk memarkir van dan mengikutimu ke sini.

Kau tidur nyenyak sekali untuk seorang pengidap insomnia.

Bagaimana kau bisa tidur begitu nyenyak?

Hariku juga dimulai lebih awal.

Mungkin aku harus tidur siang.

Apa? Ada apa?

Kau mau tahu apa?

Kau, tatap mataku.

Kau yakin tak terjadi apa-apa?

Dae-gwon,

kau menanyakan itu 516.999 kali dalam perjalanan pulang.

Itu jumlah penggemar di Fins.

Selagi kita membahas Fins,

biar kuingatkan apa yang harus kita alami

demi memperbaiki situasi jaket.

Kejadian semalam seperti bom nuklir!

Dae-gwon, aku berjanji.

tak terjadi apa-apa. Kau tak memercayaiku?

Sinyal daruratmu hampir melelehkan tulangku.

Kau tahu hatiku lemah.

- Masih berdebar. - Terserah.

Ambil minuman dari koperku.

Kulihat stokmu mulai menipis.

Kau baik sekali.

Ingat saja ini.

Seandainya terjadi sesuatu,

kau harus berpura-pura tak terjadi apa-apa, ya?

Pepatah bilang, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

Kau pasti akan menanganinya dengan baik,

tapi dengan rupamu,

dia pasti langsung jatuh cinta kepadamu.

Jangan beri dia kesempatan sedikit pun.

Ya, baiklah. Kau boleh pergi.

Mandi dan beristirahatlah!

Terima kasih, Dae-gwon.

Pilih satu saja.

Jangan baik kepadaku jika kau terus bersikap gila.

Ambil minumannya.

Berengsek.

Aku ambil dua. Tidurlah sekarang!

[Aku pulang.]

Ma-ha. Kau pasti kelelahan.

Itu sangat dalam.

Dia sudah seperti ini sejak kami menonton filmmu.

- Kalian menontonnya? - Kau bahkan tak menunjukkan naskahnya.

Kau bahkan tak mengundang kami ke pratinjau.

Lee Ma-ha. Matamu benar-benar berbinar.

Hentikan, Ri-a.

Kau yakin belum pernah berkencan?

Itu sangat realistis.

Hei, itu semua akting.

Kalau begitu, kau genius, Ma-ha.

Saat kami syuting adegan itu, Ryoc dan yang lainnya

membuatnya nyaman bagiku, jadi, aktingku keluar secara alami.

Siapa yang membuat nyaman?

Si kasar Kwon Ryoc yang serba tak puas itu?

Dia tak sekasar itu.

SHAX mendapatkan gelar mereka karena suatu alasan.

Kudengar mereka sangat jahat dan kasar.

Terutama Kwon Ryoc.

Dia yang paling kasar di antara mereka semua.

Dia bahkan tak perlu bergerak untuk merepotkan manajernya.

Mereka bilang dia sangat dingin dan pemilih,

jadi, kupikir itu sebabnya dia tampak seperti itu,

- tapi dia memang kasar. - Benar.

Dia sangat kasar.

Serta rumor lain mengatakan...

Tidak, rumor hanyalah rumor.

Dia sangat memedulikanku dan membuat keadaan nyaman.

Dia mengurusku agar adegan kami bisa bagus.

Jadi, jangan menganggapnya seburuk itu.

- Apa? - Kau juga seperti ini sebelumnya.

- Kenapa kau terus memihaknya? - Tidak.

Kurasa Ri-a benar soal itu.

- Itu karena... - Pokoknya, hati-hati.

Aku hampir merobek layar saat kau mencium Ryoc di film.

Agar aku bisa menjauhkanmu darinya.

- Kenapa begitu? - Jika Fins melampiaskannya kepadamu

dan kau diserang oleh mereka.

Kau harus lihat reaksi mereka saat adegan ciuman itu.

Mereka berteriak begitu keras

sampai aku harus menanyai Yu-jin tentang dialognya berkali-kali.

Apa? Yu-jin juga ikut?

Apa katanya?

[Music Holic]

Lampunya mati, kupikir kau sudah pulang.

- Kau masih berlatih? - Ya, Tae-geun.

Kau harus istirahat saat tak bekerja.

Tentu.

Tae-geun.

Aku ingin mencoba berakting dalam drama atau film.

Kau?

- Ya. - Kukira kau tak tertarik.

Tiba-tiba aku ingin melakukannya.

Aku ingin mencoba segalanya dan tampil baik dalam semuanya.

Hei, dia kembali. Ini sudah sebulan.

Ada apa?

Kau tertawa sendiri. Itu menyeramkan.

Memang kenapa?

Ini aneh.

Aneh melihatmu tertawa.

- Apa terjadi hal baik? - Yang benar saja.

- Pergi dari sini. - Tidak ada yang terjadi?

Entahlah.

Bingkisannya.

Dia tak mungkin melihatnya, bukan?

[H Cafe]

[Selamat datang.]

[Kafe H]

[NOG Entertainment]

Tur mereka sudah selesai

dan hanya tersisa promosi di acara radio.

- Tidak terjadi apa-apa, bukan? - Apa?

Tidak terjadi apa-apa, Pak.

Suruh Ryoc memutuskan drama dan film mana

yang ingin segera dia bintangi.

Baik, Pak.

Jangan beri dia waktu untuk beristirahat.

Baik, Pak.

Ma-ha, kau berakting dengan baik di film itu. Hebat.

Terima kasih. Anda pasti kesulitan

karena harus mengantarku bolak-balik ke lokasi syuting.

Itu bukan apa-apa. Aku tidak keberatan melakukannya setiap hari.

Itu artinya kalian makin besar.

Benar, bukan?

Selain itu, kita ada jadwal pemotretan.

- Kau siap, Hyun-ji? - Aku?

Ini majalah mode bernama "V".

Eun-jin sendiri yang memanggilmu.

Aku bosmu,

tapi aku menghormati pendapatmu.

Aku tak akan memaksamu.

Bukan itu alasannya.

Aku hanya tak yakin bisa.

Kau dewi Tea Party. Apa masalahnya?

Dewi kita harus menunjukkan seperti apa gaya yang sebenarnya.

Seperti ini.

Astaga, kenapa kau berlebihan di pagi hari?

Aku bersemangat karena Pak Ji menyeduh kopi ini untuk kita.

Perasaan meresahkan apa yang kurasakan sejak kemarin?

Aku mau.

Aku akan mencobanya.

Baiklah.

Benar juga. Ha-seok ingin menemuimu, Ri-a.

Maksudku,

kau ingin aku membaca semua ini dalam pekan ini?

Kau harus cepat membacanya dan memutuskan.

Bukankah ini berlebihan?

Aku juga tak suka memaksamu.

Pak Park ingin kau segera memulai pekerjaan berikutnya.

Dae-gwon.

[♫ Aku suka ini, tapi jangan pingsan, ini petualangan ajaib ♫]

Jangan berpikir macam-macam.

- Apa? Apa maksudmu? - Apa pun itu!

- Nyalakan kembali! - Baca saja naskahnya.

♫ Aku adalah Pesta Tehmu ♫

Bisa tinggalkan kami?

["The Return of the King"]

Kau sungguh menciumnya saat adegan ciuman.

Kau pasti menyukainya.

Terima kasih sudah berkontribusi untuk jumlah penonton.

Aku belum menontonnya. Aku enggan menonton usai melihat foto-fotonya.

Itu sebabnya aku menolak tawaran lagu tema.

Kau pikir itu aku saat syuting adegan itu?

Kau tak memikirkanku saat syuting adegan dengan peniruku?

Hentikan.

Ini tak menyenangkan.

Kau terus menyebutnya peniru.

Bisakah kau berhenti memanggilnya begitu?

Dia sangat berbeda.

Ma-ha berbeda

darimu.

Haruskah aku

merasa senang dengan ucapanmu tadi?

Ya, masuklah.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Hai, Yu-jin.

- Hei, Hyun-ji. - Yu-jin!

Apa? Kalian saling kenal?

Baguslah.

Baik, kami akan melakukan pemotretan tunggalmu dahulu,

- dan kau berikutnya, Yu-jin. - Baiklah.

Baiklah.

Baiklah.

Aku suka gerakannya.

Baiklah.

Baiklah!

Hyun-ji, ganti pakaianmu. Yu-jin, bersiaplah!

Hyun-ji, kau tampak hebat.

Kau yakin ini pemotretan pertamamu?

Kau sangat hebat sebagai pemula.

Kau terlalu baik.

Aku suka gadis cantik, itu alasannya.

Ini juga kali pertama bagi Yu-jin, dan dia sangat hebat.

Dia baik dan sopan.

Kepribadiannya juga bagus.

Dia menjaga teman-temannya dengan baik.

Menurutku

dia tak sebaik itu.

Melihat bagaimana dia menyerang Kwon Ryoc.

Apa? Kwon Ryoc?

Apa terjadi sesuatu kepadanya?

Aku juga tak tahu.

Siapa yang membangunkan singa tidur?

Tapi kita lihat saja nanti

siapa singa sesungguhnya.

Kau kecewa aku meneleponmu untuk menyanyikan panduan?

Bukan begitu.

Aku bersedia membantu Anda dengan apa pun.

- Jangan berpikir itu lagu orang lain. - Apa?

Aku tak meminta sebarang orang menyanyikan panduan.

Kau menghidupkan lagu

yang belum dirilis ke dunia.

Agar bisa hidup lama

dengan suaramu.

Aku ingin kau menyanyikan laguku.

Aku tak sengaja mendengar pembicaraan pribadimu.

- Kapan kau datang? - Baru saja.

Bisa nyanyikan laguku juga?

Benarkah?

I-hyeon SHAX ingin bekerja denganmu?

Apa katamu?

"Jadi, kurasa SHAX juga membuat lagu wanita."

Kau yang terbaik, Ri-a.

Dia pasti terkejut.

Terkejut apanya.

Dia merayuku.

Beraninya dia menggodaku.

Pokoknya, jangan terlibat dengan SHAX.

- Itu mereka! - Tidak mungkin.

Itu mereka!

Kalian Tea Party, 'kan?

- Aku benar! - Mereka Tea Party.

Kita sama sekali tak memakai riasan.

Bisakah kalian berbalik?

- Wajah mereka sangat kecil. - Mereka sangat cantik.

Kalian keren sekali!

Aku belum pernah melihat selebritas di kota ini. Luar biasa.

Selebritas?

Kau Hyun-ji, 'kan? Dan kau Ma-ha.

Kau penyanyi yang hebat!

Kau juga tahu semua nama kami?

Terima kasih banyak.

Boleh kami berfoto dengan kalian?

- Foto? - Kurasa tak bisa...

- Ayo berfoto! - Mari kita berfoto!

Satu, dua, tiga!

Kami benar-benar menjadi penggemar setelah menonton penampilan kalian.

Satu, dua, tiga!

Astaga, aku tak percaya kita dibayar setelah tiga tahun.

Mataku berkaca-kaca.

Apa yang harus kubeli? Apa yang harus kupesan?

Haruskah kubeli mobil baru dengan 350 tenaga kuda?

Itu mungkin jika kau membelinya dengan cicilan 360 bulan.

Kenapa tidak? Aku bisa melakukannya.

- Ayo keluar. - Ke mana?

- Ini hari curang kita! - Begitukah?

Yu-jin, kau tak ikut?

- Hyeon-o di mana? - Dia sudah keluar.

Ayo.

Sampai jumpa.

- Ya. - Ya!

Mereka menyebut kita selebritas. Astaga.

Kita selebritas?

Ini luar biasa.

Setidaknya kita harus memakai lipstik.

Ayo kenakan itu dan kembali.

Ya, ayo ambil kosmetik.

Hei, Yu-jin.

[Apa rencana kalian malam ini?]

["Dancing You"]

Di jalanan yang gelap,

"jantungnya berdebar setelah melihatnya di kejauhan."

[Di persimpangan tiga arah]

Dia bisa mendengar detak jantungnya.

[Di dalam kafe dengan nyanyian langsung]

Dia tersenyum saat menari.

"Dia menyeka air matanya dan saat mereka hendak berciuman..."

[Di sudut istana]

Pelan-pelan.

Kau lupa? Kau bukan tandinganku.

Adang itu! Ambil bolanya lagi.

- Bolanya kembali lagi. - Itu milikku.

- Itu milikku. - Bukan.

- Tidak. - Bagus!

- Tapi kau mencetak gol bunuh diri. - Itu juga keterampilan.

- Bagus. - Aku menghalanginya.

Jae-u akan bilang...

Ryoc, aku mengatakan ini sebagai ketua timmu. Jangan lakukan itu.

Jangan lakukan apa pun dan...

Ya! Skornya 2 lawan 0. Atau 1 lawan 0?

- Satu lawan satu. - Aku hampir selesai. Mari kita lakukan.

- Satu... - Sekali lagi.

Hyuk akan bilang...

Fins! Hei, Fins!

Kalian tahu, Ryoc...

- Ya, aku sangat bahagia. - Ryoc.

Aku tak bisa berbagi dengannya.

Tidak akan pernah sama sekali.

Kenapa kau tampak bingung?

[I-hyeon?]

Apa? Apa yang kau inginkan dariku?

Kau saja yang urus.

Bagus! Skornya 2 lawan 1.

Satu angka lagi, Jae-u.

Aku bisa segera bicara santai denganmu.

Lihatlah dirimu yang tak tahu malu.

Baiklah. Aku akan memberitahumu sesuatu.

A terus meminta maaf kepada B dan melarikan diri.

Lalu B berpura-pura tak mengenali A.

Tapi A terus muncul lagi.

B terganggu oleh A, tapi dia malah memedulikan A.

Jadi, A adalah B dan B adalah A.

Apa ini soal matematika?

Do-jin, hanya kau harapanku.

Tolong fokus dan dengarkan aku lagi.

- Mengerti? - Baiklah.

Baiklah.

Ada teman dekatku.

Dia sahabatku. Yang sangat dekat.

Sahabatmu?

Tapi kau tak punya teman selain kami.

Kau ini...

Punya.

Aku juga punya teman.

Lalu kenapa?

Ada seorang gadis yang sudah lama dia kenal.

Dia seperti adik baginya.

Tapi dia bertemu dengannya lagi baru-baru ini.

Gadis itu terus muncul di depannya kapan pun dia mau.

Jadi, dia terganggu dengan hal itu.

Dia pasti menyukainya!

Tidak, bukan begitu.

Jika terus memikirkannya, artinya dia menyukainya.

Tidak, bukan begitu.

Dia hanya mencemaskannya.

Benar juga. Dia juga punya sesuatu untuk dikembalikan kepadanya.

- Lantas, hubungi dia. - Dia tak tahu nomor gadis itu.

Astaga.

Ada apa dengannya?

Suruh dia minta nomornya dahulu.

Tunggu, dia bisa memakai akun media sosialnya.

Medium sosio.

- Media sosial. - Media sosial.

Baik, terima kasih.

[Masukkan kata kuncimu: Lee Ma-ha]

Lee Ma-ha

[Hasil untuk Lee Ma-ha]

Kenapa ada banyak sekali akunnya?

Baiklah.

Tidak cocok.

Permisi. Ada pengisi daya untuk ponsel lama?

Tepat di depanmu.

Totalnya 5.500 won.

Tunggu, apa kau Kwon Ryoc?

- Terima kasih. - Astaga!

Bisakah kita berjalan perlahan? Kita mau ke mana?

- Nantikan saja. - Apa?

Ini dia.

Kenapa kita makan malam di tempat seperti ini?

Kita tak cocok di sana.

Ini peningkatan dadakan bagi status kita.

Bukan aku yang bayar.

Orang lain yang akan traktir!

Sebentar.

Aku tak tahu nomor ini.

[Pesan]

[Apakah ini ponsel Lee Ma-ha?]

Apa ini pesan sampah?

Benarkah?

Kudengar pembenci zaman sekarang

menghubungimu langsung ke nomormu.

Hati-hati.

Sudah kuhapus.

- Ayo! - Ayo ke sana.

[Apakah ini ponsel Lee Ma-ha?]

[Baepsae]

Bukankah ini nomor yang benar?

Aku sudah lama mengiriminya pesan ini. Kenapa dia tak merespons?

Ini baru dua menit.

- Astaga. - Lihat, lampu gantung.

- Cantik. - Halo.

Hei.

- Ada apa ini? - Yu-jin.

Ada acara apa? Ulang tahunmu?

Hari ini bukan ulang tahunmu.

Tapi anggap saja ini ulang tahunku.

Aku ingin merayakan bersama kalian.

Merayakan apa?

Tunggu, apa kau...

Aku dibayar untuk kali pertama.

- Benarkah? - Hei, Yu-jin.

Pembayaran pertama dalam tiga tahun?

- Selamat, sungguh. - Terima kasih.

Aku yang traktir malam ini.

Kalian bisa memesan semau kalian.

Tetap saja, kau tak bisa mentraktir makan malam di tempat semahal ini.

Aku akan menabung saat harus,

tapi aku berutang hal seperti ini kepadamu, bukan?

Hei, aku terharu.

Jika ini pembayaran pertamamu,

kenapa merayakan bersama kami, bukan dengan anggotamu?

Tunggu, di grupmu,

apa kau orang buangan?

Ri-a, jangan bicara begitu.

Kalau dipikir-pikir, apa prioritasku berubah?

Tapi aku mengenalmu lebih dahulu jika mempertimbangkan masa pelatihan kita.

Ya, aku sangat bangga kepadamu.

Serta Yu-jin anak yang baik, jadi, semua orang menyukainya.

Terima kasih.

Saat memasukkan makanan mahal, imbalannya adalah pujian.

Kau lihat betapa tirusnya pipiku?

- Mari kita pesan. - Maaf.

Mari kita lihat.

Bolehkah aku memesan semuanya sesuai urutan abjad?

Jangan sampai menyesali ini.

Ada apa?

Ini nomor tak dikenal yang tadi.

Dia terus meneleponku.

Apa ada yang menelepon iseng?

Terserah.

- Ayo pesan. - Ya, ayo kita pesan.

Astaga!

Menyebalkan sekali.

Benarkah aku salah sambung?

[Ini ponsel Lee Ma-ha?]

Benar, bagaimana pemotretan pertamamu?

Itu kali pertama Hyun-ji dan aku berada di lokasi pemotretan,

tapi kami merasa tenang, kurasa itu karena kami berteman.

Aku pasti juga merasa tenang.

Waktu cepat berlalu meski kami di lokasi syuting seharian.

Syukurlah.

Kerja bagus.

[Kau tak mau bingkisannya?]

[Kau tak mau bingkisannya?]

Aku harus ke toilet.

Sudah kuduga.

Bersabarlah, Ryoc.

Tetap tenang.

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Empat?

Tidak mungkin.

Ma-ha.

Maaf, Ryoc.

- Kukira itu pesan sampah. - Sampah?

Tapi

kau tahu nomorku dari mana?

Sama seperti sebelumnya.

[- Nomormu.] - Benar.

Ryoc, aku ingin

mengambil kembali bingkisan itu.

Di mana kau?

Kau di mana? Biar kubawakan.

Tidak, kau bisa mengirimkannya kepadaku.

Benar.

Jasa pengiriman.

Baiklah.

Omong-omong,

apa kau membuka

bingkisan itu?

Hei.

Kau pikir aku orang yang suka memeriksa

dan melihat barang orang lain?

Tidak, bukan begitu. Bukan itu maksudku.

Lupakan saja.

- Berikan alamatmu. - Apa?

Kau ingin bingkisannya diantarkan.

Ya, akan kukirimkan lewat pesan teks.

Baiklah.

[6-2 Jeonghyun-ro 82-gil...]

Bagaimana dia bisa tahu?

[6-2 Jeonghyun-ro 82-gil, Gwangdong-gu, Seoul]

[Baepsae]

Baepsae.

[Baepsae]

[Kwon Ryoc]

[Simpan nomor]

[Kapan kita akan bertemu?]

[NOG Entertainment]

Kau selalu bilang begitu.

Sebentar.

- Apa dia mengencani seseorang? - Astaga.

Dahulu itu tak terbayangkan.

Berkencanlah selagi bisa. Kau akan segera merindukan masa-masa itu.

- Cemburu? - Cemburu kenapa?

Jika ingin berkencan, seharusnya kau lakukan saat masih siswa latihan.

Aku berada di ruang latihan sepanjang waktu.

Benar, bukan? Kau seperti zombi. Astaga.

Jadi? Kau menyesalinya?

Tidak.

Jika kulakukan itu, SHAX tak akan ada di sini.

Benar sekali!

Itu yang ingin aku, Dae-gwon, katakan sebagai manajer SHAX.

Kau dan aku

tak pernah mengencani siapa pun, jadi, mari terus berlari.

Mari berkencan setelah kau pensiun.

Itu lagi? Jangan samakan kita.

Baiklah. Aku akan pensiun sebagai manajer saat kau pensiun.

Saat itu barulah kau bisa berkencan. Mengerti, Ryoc?

Lepaskan aku.

Pasti sulit membaca skenario dan naskah,

jadi, keluarkan keringatmu!

Tetaplah gigih, Dae-gwon. Gu Dae-gwon!

Ya, aku yang bayar.

[Benarkah?]

Tentu saja. Aku akan menemuimu di tempat yang sama.

[Baiklah.]

Sampai jumpa.

[Mencari Baepsae]

[Hasil untuk Baepsae]

[Mencari Lee Ma-ha]

[Hasil untuk Lee Ma-ha]

["Lee Ma-ha" dari Tea Party direkrut untuk 'Nangrangbihwa'!"]

[Baepsae]

[Apa yang kau rencanakan?]

Apa ini? Kenapa dia tak merespons?

[Kau bekerja hari ini?]

["Nangrangbihwa"]

[Bagaimana dengan besok? Apa jadwalmu?]

[Ada rencana?]

[Kwon Ryoc]

[Tidak ada promosi?]

Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini?

Kirimkan saja paketnya kepadaku.

[Kwon Ryoc]

Apa setidaknya aku harus merespons?

Mungkinkah dia... Tidak, bukan?

["Nangrangbihwa"]

Apa? Kukira kau kembali ke asramamu untuk beristirahat.

Kurasa aku bukan tipe orang yang bisa beristirahat.

Kedengarannya bagus.

Aku perlu bicara denganmu.

Baiklah. Ada apa?

Soal matematikanya belum selesai?

- Begini, B berhasil menghubungi A. - Lalu?

- Tapi A meninggalkan B tanpa kabar. - Apa?

Apa itu?

Astaga. Apa itu A dan B?

Itu...

- A adalah seorang gadis. - Seorang gadis?

Dan B adalah

- temannya Ryoc. - Apa?

Kau punya teman?

Itu...

Ryoc, kau menyukai seseorang, 'kan?

Apa kau gila? Aku? Menyukai seseorang?

Tenanglah.

Jadi, apa masalah "teman" ini?

Dia mengikuti saranku dan menemukan nomor gadis itu,

tapi gadis itu hanya membalas sekali.

Aku tak tahu harus apa...

Dia tak tahu harus apa.

Ini sulit.

Karena inilah reputasi sangat jauh dari kenyataan.

Di saat seperti ini, aku tahu kau payah dalam berkencan.

Kau bahkan tak paham perasaanmu. Hentikan soal A dan B.

- Sudah bicara dengannya di telepon? - Sudah.

Sudah?

- Dia bilang sudah. - Lalu apa masalahnya?

- Mulailah. - Bagaimana? Apa lagi sekarang?

- Tidak ada yang ingin kukatakan. - Apa maksudmu?

Tunjukkan perasaanmu.

- Perasaanku? - Ryoc.

Saat Do-jin bermain gim sepak bola,

dia hanya mendribel bola.

Kapan aku melakukan itu?

Aku penyerang sejati. Tembak.

Kapan kau akan menembak, alih-alih terus-terusan mendribel?

Kau harus menembak untuk mencetak angka.

Hei!

Ryoc akan tidur nyenyak malam ini.

Aku harus membawanya kembali ke asramanya.

Apa? Kunci mobilnya.

Di mana kunci mobilnya? Kuncinya.

Di mana kunci mobilnya? Sial.

[Anda telah tiba di tempat tujuan.]

[Anda telah tiba di tempat tujuan]

[- Navigasi sudah selesai.] - Apa?

Di mana tempat tinggalnya? Kenapa hanya sampai sini?

Hei.

Ma-ha!

[Epilog]

[NOG Entertainment, Ji-hak]

Aku tak mau menjadi bintang idola.

Tidak tertarik.

Ini kesempatanmu

melakukan sesuatu yang kau suka seumur hidup tanpa khawatir.

- Halo. - Halo.

Dia anggota baru.

Sapalah dia. Bersikap baiklah.

Halo.

Halo.

Apa ini?

Dia bahkan tak berpamitan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.