All language subtitles for Albatross.2011.1080p.WEB-DL.DD5.1.H264-FGT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Oh, kau sudah bangun.

Ibu mengantar Posy ikut audisi, jadi kau jaga di meja tamu pagi ini.

Bisakah aku tidak? Aku sedang belajar. Ayah tak ada?

Ayahmu menulis.

Kau bisa belajar di meja tamu.

Kau harus memberi kunci ke tamu, Beth.

Tak akan ada bedanya di atas sini.

Ayo. Geraikan rambutmu dan tampil baik.

Polisi! Lari!

Hei!

Kau bawa kopi?/ Ya, terima kasih.

Aku mengantar Posy ke audisi, jadi kau siapkan makan siang sendiri.

Ada beberapa ham kalkun di kulkas.

Yang mana?

Yang mana apanya?

Bukan, yang mana, kalkun atau ham?

Itu ham kalkun.

Memang itu namanya, kalkun ham.

Kenapa mereka menyebutnya ham kalkun ketika di situ hanya ada kalkun?

Itu berasal dari "babi terbang", begitulah, sama seperti buku larismu berikutnya.

Semua baik-baik saja? Apa tidur anda nyenyak?

Tidak.

Semua burung camar itu berkuak sejak matahari terbit.

Mereka memang berkeliaran di laut.

Tak seperti itu dalam buku ini.

Menurut bukunya ini tempat yang damai.

Kau beruntung aku tak masuk untuk bicara dengan ibu bapakmu.

Semoga beruntung jika kau berubah pikiran.

Apa ini sungguh rumahmu?

Ya.

Aku terlambat, bukan?

Kurasa kau melewatkan sarapan.

Kau di kamar berapa?

Di semua kamar, sayangnya.

Aku pelayan kamar baru.

Baiklah.

Aku Beth Fischer.

Oh, luar biasa.

Serena.

Senang bertemu denganmu, Serena.

Boleh kutahu nama belakangmu untuk penanda kunci?

Ya,

ejaannya, M-O-L-I-N-A.

Baik.

Jadi kau tak perlu mengerjakan...

kamar loteng di lantai paling atas, cukup kamar tamu saja.

Ini Edna, pelayang kamar lainnya.

Ia akan menemanimu berkeliling.

Bagaimana pengucapan nama belakangmu, agar aku tak salah ucap?

Molina.

Molina.

Ya.

"Serena Molina Si Pelayan."

Begitulah.

Edna ada di bawah.

Ya, lebih dalam lagi.

Kau tak perlu bersihkan di sini.

Kau yakin?

Dari sini terlihat kotor.

Menjijikkan, sebenarnya.

Sial.

Itu Ayahmu berarti?

Si Mesum yang kau sembunyikan di loteng?

Jadi kau sudah baca bukunya?

Belum.

Ini terlalu ringan untukku.

Baguskah?

Sangat cerdas.

Apa yang dia lakukan di sini?

Ia tinggal di sini.

Bukan, maksudku, ia Jerman, bukan?

Jadi apa yang dia lakukan di budaya vakum ini?

Kubayangkan ia menanyakan hal sama pada dirinya,

kini ia mengalami kebuntuan menulis.

Omong-omong namaku bukan Serena Molina.

Apa kau tak sadari aku bercanda?

Kurasa hanya kau yang tahu candaan itu.

Emelia... Conan Doyle.

Dan, ya, aku ada hubungan dengan penulis Sherlock Holmes.

Itu hebat.

Omong-omong...

Sebaiknya aku pergi. Pergi nongkrong.

Dah.

Ia ingin melakukannya, jadi kenapa tidak?

Karena ia akan...

Karena ia bakal harus keluar sekolah...

jika latihannya dilakukan di siang hari.

Ia enam tahun, Jonathan.

Apa yang akan ia lewatkan?

Apa yang ia lewatkan?

Oh, aku tak tahu.

Hanya hal-hal tak penting!

Membaca! Menulis!

Kebanyakan hal "bagus" itu ada padamu,

berdiam di sini mengotak-atik,

dan kami semua... jangan berpaling!

Kamilah yang sibuk,...

berusaha menghasilkan uang dari rumah terkutuk ini...

untuk memenuhi kebutuhan.

Ini kegiatan profesional yang ditawarkan padanya, dan dia ingin melakukannya.

Apa ia sungguh menginginkannya?

Ya, lihat dia!

Atau hanya kau yang mencoba menebus kegagalanmu sendiri?

Aku hanya bisa membungkuk untuk pengetahuan supermu tentang kegagalan.

Kau adalah "Grand Poobah" untuk hal tersebut.

Kau sungguh kekanak-kanakan.

Butuh bertahun-tahun menulis novel yang bagus.

Dan hanya kau yang butuh selama itu untuk menulis buku buruk.

Enyahlah, Bu!

Aku sedang merevisi!

Maaf, aku tak tahu kau di sini.

Aku akan mengatakan hal sama untuk area ini.

Kau sudah melihat "pertunjukkannya"?

Ini "kartu bebas penjara" ku.

Dan, apa itu topi seks-mu?

Aku tak punya banyak waktu.

Aku cuma mampir untuk memberimu ini.

Kau punya buku tentang peri di dekat tempat tidurmu.

Oh, ya.

Ya, itu milik adikku.

Tapi kau baik sekali. Terima kasih.

Kalau begitu, aku sebaiknya pergi.

Kau harus datang makan malam, malam ini, sebagai ucapan terima kasih.

Serius? Bersama keluargamu?

Ya.

Itu akan luar biasa.

Bagus, apa kau perlu mengabari Ibumu?

Maunya begitu, tapi ia sudah meninggal.

Oh. Maaf.

Tak apa.

Sungguh tak adil menyalahkanmu.

Ia bunuh diri.

Tapi terima kasih.

Dasar bangsat tak berguna.

Ayo, Posy, masuk ke mobil.

Kita harus benar-benar pergi jika kita ingin...

membuat Ayahmu kesal.

Ibu berkata kasar!

Mantap!

Dah.

Dah.

Kau punya KTP?

Ya, ini jelas aku.

Bukan begitu. Kau sudah 18 tahun?

Ya.

Bisa kau buktikan?

Itu.

Apa ini bukan buah dada wanita 18 tahun?

Total semuanya jadi 2,99 pounds.

Ibu tak percaya sekarang kita melakukan...

undangan persahabatan, Beth.

Ada apa?

Puterimu mengundang si pelayan untuk makan malam.

Yang mana?

Kurasa yang berumur 17 tahun.

Tolong jangan beritahu Ibu itu bukan Edna,

si pensiunan berjanggut.

Maaf.

Aku masuk dari pintu pribadi.

Aku tak tahu yang mana yang harus digunakan.

Oh, hei.

Halo, Ny. Fischer.

Terima kasih banyak telah mengundangku.

Ini untukmu.

Oh, terima kasih.

Apa kau sudah cukup umur minum anggur?

Ya...

di Denmark dan di bagian terlarang Eropa.

Oh, kau sudah bertemu Ayahku, Emelia?

Belum, kurasa kami belum berkenalan secara resmi.

Beth, bisakah kau kemari dan siapkan piring?

Hai, aku Jonathan Fischer.

Kuharap kau sudah cuci tangan sebelum kujabat, Tn. Fischer.

Emelia. Hai.

Senang berkenalan denganmu secara layak, Emelia.

Conan Doyle. Emelia Conan Doyle.

Ya, aku punya hubungan dengan penulis Sherlock Holmes.

Sir Arthur Conan Doyle?

Oh.

Aku sudah baca semua karyanya.

Aku ambilkan kau minum. Anggur?

Kau boleh menikmati anggur selama makan malam, bukan?

Putih, bukan?

Itu yang para gadis remaja suka, anggur putih?

Jadi ceritakan padaku tentang Rumah Tebing.

Aku ingin tahu semuanya.

Tak banyak untuk diceritakan.

Aku datang ke sini untuk kuliah di Cambridge.

Melihat aktris muda yang cantik di tur sandiwara...

dan mengajaknya ke rumah tebing,...

untuk berakhir pekan.

Menulis buku dalam pengabaian di umur 22,

karya emas,

dan sekarang itu tergantung di leherku,...

menantangku dengan kesuksesannya.

Ya, maksudku rumahnya,

bangunan yang sebenarnya.

Apa ini bergaya Victoria?

Bukan, Edwardian, sebenarnya.

Aku bercanda.

Aku senang mengetahui tentang buku itu.

Apa kau mendaftar ke universitas, Emelia?

Aku yakin Beth sudah katakan padamu dia mendaftar ke Oxford.

Aku tak akan kuliah.

Apa kau berada Universitas Kehidupan, Emelia?

Ya.

Ibu bilang itu perkataan para pelayan.

Sebenarnya, aku juga menulis novel.

Benarkah? Itu keren.

Ya, tapi, banyak yang aku kerjakan untuk hidup,...

seperti yang kalian bayangkan.

Maksudku, kau tak bisa begitu saja menyamai "Conan Doyle"...

dan muncul dengan bacaan bandara...

berjudul Dirty Bitch, bukan?

Itu persisnya yang harusnya kulakukan.

Bagiku, semua ini adalah Universitas Pendidikan.

Sungguh memalukan kau tak menyadari itu...

sebelum kau menulis Mental Interiors.

Kau mungkin masih jadi penerbit.

Kau seharusnya mengangkatnya ke permukaan, Tn. Fischer.

"Dengan sentimen buruk itulah seseorang bisa membuat novel bagus".

Itu Aldous Huxley, Ny. Fischer.

Ini milik siapa?

Bukan aku. Itu milik Emelia.

Mana Emelia?

Apa yang kau lakukan?

Isrtirahat.

Jangan sok pintar. Masuk.

Emelia!

Emelia!

"Fuck you" banyak-banyak.

Apa? Aku cuma bilang, "Thank you."

Seperti aku menyanyikannya.

"Terima kasih"

Hai.

Apa yang kau lakukan di sini?

Pastinya bukan melayani, jika itu yang kau pikirkan.

Halo, Pokey.

Namaku Posy!

Aku tahu.

Duduklah di areaku.

Aku akan geser seseorang.

Bagaimana perkembangan novelmu?

Oh, kau tahulah.

Posy, kau mau milkshake?

Ya.

Aku ingin memesan...

Wanita duluan.

Aku akan segera kembali untuk pesananmu.

Permisi?

Aku seorang vegetarian.

Itu bukan sesuatu untuk dibanggakan.

Terima kasih!

Aku butuh sendok.

Jadi apa yang bisa kuambilkan?

Sebenarnya, aku hanya kepikiran...

Jika kau tuliskan itu di kertas,...

itu disebut menulis.

Kau bisa dapatkan pelajaran itu dariku.

Sebenarnya, aku kepikiran aku mungkin bisa...

berbuat sesuatu untukmu.

Serius.

Aku bisa mengajarimu menulis kreatif...

jika kau kesulitan.

Hanya kau dan aku menulis?

Ya.

Kendengarannya menyenangkan.

Sampai jumpa esok.

Oh, Annie, kau membuatku takut.

Nenek, ini Emelia.

Bukan Annie.

Ibu sudah meninggal, ingat?

Jangan bangun terlalu larut hari ini, ya?

Besok sekolah.

Nenek, ini baru pukul 4:00, dan besok hari Minggu.

Dan aku bekerja,...

untuk menambah penghasilanku sedikit.

Ya, ya.

Tentu saja.

Jadi, aku bertanya,..

"Jadi siapa fantasi seksualmu?" Ya?

Dan alih-alih mengatakan, Pamela Anderson...

atau sesuatu lainnya, dia malah menyebutkan "seekor duyung."

Dan aku bilang, "duyung?

Itu manusia setengah ikan yang akan kau tiduri, bodoh.

Dia bilang, "Ya...

setidaknya ada sebagian perempuan di badannya, bukan?"

Kurasa nenekku sekarat.

Baiklah.

Ketika nenekku meninggal,...

adikku, Tommy,...

mulai bernyanyi, "Bakar, sayang, bakar,"

ketika nenekku dikremasi.

Luar biasa sekali, memanggil nenekku "sayang"

Sayang?

Sayang?

Aku sebenarnya belum pernah tampil secara profesional...

untuk beberapa tahun dari sekarang.

Aku pernah berada di iklan kopi populer.

Aku Joa Saunders.

Aku yang menikahi...

novelis Jonathan A. Fischer.

Jadi, aku menelpon karena aku mencari...

agensi baru.

Baik.

Ya.

Ya, baiklah, akan kulakukan.

Akan kuhubungi jika aku ada sesuatu.

Terima kasih.

Pagi, Ny. Fischer.

Kenapa telponnya ditutup?

Kau telat.

Dan aku ingin bicara denganmu.

Apa yang kau lakukan dengan barang tertinggal di kamar?

Kasurnya, kurapikan.

Karpetnya, aku...

Aku berjalan di atasnya.

Dan gordennya,...

saat ini aku cuma mengibaskannya.

Apa itu tak apa?

Maksudku barang-barang yang tertinggal tak sengaja oleh tamu.

Apa kau mencurinya?

Tidak.

Aku tak menemukan barang tertinggal.

Memangnya apa yang tertinggal?

Pria yang mengisi kamar tiga hari Selasa...

tak bisa menemukan giginya.

Apa kau menuduhku mencuri...

satu set gigi palsu pria tua?

Kau pikir apa yang akan kulakukan dengan itu?

Apa ini tak terlihat seperti punyaku?

Aku kau tinggal bersama kakek nenekmu.

Ya, dan mereka punya gigi sendiri.

Jika ada barang tertinggal,...

semua masuk ke kotak barang hilang.

Aku tahu.

Aku baca memo-nya.

Itu... sangat menarik...

Kau seharusnya yang jadi penulis di rumah ini.

Emelia,

kau sudah sedekat ini untuk kena pecat.

Masuk.

Hai.

Beri aku semenit.

Biar kuselesaikan dulu pekerjaanku di sini.

Duduklah.

Maaf soal itu.

Momen inspirasi bisa hilang dalam sekejap...

jika tidak kau curahkan.

Tapi, aku sudah menangkapnya.

Jadi, halo.

Apa kau hanya pura-pura?

Tidak.

Ya.

Jadi, mana pekerjaanmu?

Aku tak bawa apa pun.

Aku mengerti jika kau belum siap untuk menunjukkan padaku...

apa yang kau tulis selama ini.

Di mana pun kau sampai, aku telah melewatinya.

Aku tak yakin aku begitu.

Bisakah setidaknya katakan padaku tentang apa novelmu?

Kau punya sesuatu untuk diminum?

Tidak.

Bisakah kau ke bawah?

Pasti ada sesuatu di bawah.

Jadi kau belum cerita pada keluargamu tentang pelajaran kita.

Belum.

Aku punya kisah sebenarnya.

Ini tentang peri nakal.

Emelia, ayolah, ini bukan sekolah.

Bagus, karena aku dikeluarkan dari sekolah.

Aku benar-benar tidak akan membiarkan putrimu dekat denganku.

Dia sudah 17 tahun.

Untuk sudah cukup umur mengetahui pikiranmu.

Apakah ini pelajaran tentang subteks, Tn. Fischer?

Oke, mari kita mulai dengan teks dan subteks.

Kurasa itu penting.

Dan tolong jangan panggil aku Tn. Fischer.

Itu membuatku merasa tua.

Aku tak ingin memakannya!

Aku tak suka!

Kau bahkan tak mencobanya.

Ayolah, kau harus makan sesuatu.

Dia tak mau.

Kau tak perlu memakannya, Posy sayang.

Beth, jangan paksa dia makan.

Ibu dulu menyuruhku memakannya.

Kita belajar dari kesalahan.

Bagaimana perkembangan bukumu?

Halo?

Emelia!

Bolehkah aku keluar malam?

Ini malam hari sekolah.

Ya, tapi aku pergi belajar.

Secara teknis, ini malam hari sekolah.

Kau boleh pergi.

Pulanglah jam 10:00.

Baik.

Tegaslah sedikit, kau sungguh cuek.

Jangan mulai, Joa!

Kau meniduri setengah keluarga Basingstoke saat seumuran dia.

Keluarga Basingstoke yang beruntung!

Lihat itu.

Itu luar biasa.

Astaga, andai aku punya kamera.

Potertlah dengan ponselmu.

Kuharap aku punya ponsel.

Kita harus ambil yang kita bisa...

sebelum mereka sadari ini terdampar di sini.

Kaos pria besar.

Tak sebagus ini.

Sepatu wanita.

Oh, itu memuakkan!

Lihat ukurannya!

Kenapa semuanya besar?

Ini, kau harus miliki ini.

Kita tak boleh mengambilnya.

Ini mungkin milik seseorang.

Tidak, kau bisa mengklaimnya, dengan pemberitahuan yang diberikan...

jadi pemilik yang sah memiliki kesempatan untuk maju.

Kami mengambil semua barangmu, ya?

Kami punya kaos besar dan sepatu, oke?

Apa kalian tak masalah?

Apa itu?

Ini lintingan ganja.

Kau mau?

Tidak, terima kasih.

Dari mana kau dapat narkoba?

Kau sungguh-sungguh, Pollyanna?

Boleh kucoba?

Ya.

Ini cuma gulungan kecil.

Aku hanya ingin lihat wajahmu.

Kenapa kau tak lanjutkan ke kuliah?

Aku yakin kau ingin keluar dari sini seperti orang lain.

Ayahku berpikir kau sangat pintar.

Aku pernah mendaftar kuliah.

Saat itu aku di The Holy Family, tapi aku dikeluarkan.

Aku keluar sendiri, sebenarnya.

Karena Ibuku selalu bilang menjadi seorang "Conan Doyle"...

membuatmu istimewa, dan kini aku harus abaikan...

semua doktrin keagamaan itu...

dan melakukan segal sesuatu dengan layak.

Apa sungguh Ayahmu berkata demikian?

Apa lagi yang ia katakan?

Tak ada.

Kuharap kau tak keberatan aku bertanya, apa yang terjadi dengan Ibumu?

Ia melopat dari jalan layang di Shoreham...

karena Ayahku tak mencintainya.

Itu tak membunuhnya.

Ia sempat hidup dengan kursi roda...

selama beberapa tahun setelah itu.

Dan kemudian setelah Ayahku tak kembali dan menyelamatkan dia,...

Ibuku overdosis obat tidur.

Mengapa Ayahmu tak kembali?

Di mana dia?

Mati... lumpuh, bercerai.

Entahlah.

Astaga, Emelia, itu menyedihkan.

Jadi apakah itu isi bukumu?

Tidak.

Itu tentang kebinatangan.

Emelia?

Apakah kau ingin ikut ke Oxford denganku?

Untuk wawancaraku?

Kita bisa pergi selama 2 hari.

Menginap.

Aku yang bayarkan.

Lalu, berkumpul dengan sekumpulan kutu buku?

Persetan itu.

Lebih baik aku mengunyah lenganku...

dan ke klub sendirian sampai mati.

Maaf.

Aku mencari Beth.

Ya, bisa kulihat itu.

Terlihat... panjang dan... keras.

Apa? Cuma begitu saja?

Oh, itu bagus.

Kembali ke puber keduamu.

Aku telah selesai dengan jawabanku.

Benarkah?

Belum.

Berhentilah berbuat curang.

Bagaimana kau bisa menulis seperti itu?

Aku menemukan pelengkap ajaib...

yang seperti cakar di ujung lenganku,

dan mereka sangat ideal untuk mencengkeram instrumen tumpul...

seperti ini, sebuah pensil.

Maksudku, bukankah akan lebih mudah jika kau pakai laptop?

Aku tak akan bisa tanpa laptop.

Aku tak punya laptop.

Aku berasal dari keluarga tanpa orangtua.

Kami habiskan nyaris seluruh uang kami untuk batu nisan.

Maaf.

Mungkin kau bisa pakai komputer Posy.

Mungkin bisa.

Aku memaafkanmu.

Sepatumu besar sekali.

Di situ kau rupanya.

Ya, kau di sini.

Apa yang kau lakukan di sini?

Kupikir kau sudah selesai tugas.

Aku memikirkan kembali soal Oxford.

Dan aku bertanya apakah tawaran itu masih berlaku...

untukku ikut denganmu.

Kupikir kau bilang tak ingin ikut.

Tentu saja aku ingin ikut.

Kau tak harus ikut.

Aku tak keberatan. Aku tak marah.

Aku ingin ikut.

Yah, tawarannya masih ada. Aku akan senang kau ikut.

Mantap. Mau minum teh?

Ya, bagus sekali.

Apa itu?

Itu "doggie bag", Nenek.

Ini makanan Bonnie?

Bukan, Nenek...

"doggie bag", maksudnya makanan sisa.

Bonnie sudah mati, ingat?

Bonnie mati?

Bonnie mati!/ Ya, ya.

Kapan?

Kenapa tak ada yang memberitahuku?

Oh, Annie...

Kenapa kau tak beritahu aku?

Kenapa tak ada seseorang yang meberitahuku?

Apa yang kau lakukan?

Tak ada.

Yang biasanya, hal yang membosankan.

Aku kepikiran...

jika kau ingin keluar pergi makan malam.

Aku tak bisa, sayang.

Aku banyak kerjaan.

Oh, ayolah.

Ini Jumat malam.

Aku sedang mengerjakan sesuatu.

Sungguh, aku tak bisa berhenti sekarang.

Baiklah. Kelaparan saja kalau begitu.

Kau tak akan membutuhkan itu hari ini.

Kau akan pergi trip ke lapangan.

Bagaimana dengan istrimu?

Dia di London bersama Posy untuk audisi, jadi... ayo pergi.

Ikut aku.

Jadi kemana kita pergi?

Lihat saja nanti.

Kau diam saja.

Apa aku membuatmu bosan?

Tidak, malahan sebaliknya.

Hanya saja...

Ayahku tak pernah ada di dekatku untuk kuceritakan tentangnya...

Arthur.

Semua yang kumiliki hanya koleksi bukunya yang Ibuku berikan.

Itu pengalamanmu, Emelia.

Itu dirimu.

Dan pengalamanmulah yang akan membentukmu jadi penulis.

Saat aku menulis "The Cliff House", itu adalah diriku.

Itu merobek segala yang kupunya dari jiwaku.

Itu melahapku.

Dan meninggalkanku dalam kehampaan.

Tapi, masa bodoh, itu bagus.

Bahkan jika kau mengatakan begitupula dirimu.

Terima kasih.

Tadi adalah hari terbaik dalam hidupku.

Tak ada seorangpun di meja saat kami datang,...

jadi kami ambil kuncinya sendiri...

dan menemukan kamarnya tidak bersih.

Kamarnya tidak siap.

Ya, benar...

tapi aku tinggalkan suamiku untuk pergi ke dermaga hari ini,...

dan kau tahu bagaimana pria.

Tidak.

Di bukun, tertulis kamarnya bersih.

Lihat.

Di sini dan di sini...

dan di sini.

"Kamarnya hangat."

Disitu disebutkan.

Kau dari mana saja?

Menemui editor baru.

Aku Jonathan Fischer, penulis.

Hai...

Sebenarnya, kamarnya hangat...

dengan energi dan atmosfir.

Ya, benar, tentu saja.

Kamarnya lewat sini,...

jika kau ingin memberi tur pada istrimu.

Ya. Bagus sekali.

Ayo.

Ayo, Margaret. Bawa bukunya.

Jonathan,

kenapa kau tak menyadari gadis sialan itu...

tidak datang?

Oh... dia tidak datang?

Ibu bilang "sialan".

Bethany!

Ayah?

Ayah lihat Emelia?

Tidak, dia tak di sini?

Dan mengapa kau tanya Ayah?

Aku cuma bertanya apa Ayah melihatnya.

Dia tak datang bekerja pagi ini.

Itu saja.

Oh, syukurlah.

Kupikir akau akan ditahan.

Kenapa? Apa yang kau perbuat?

Aku sudah 17 tahun.

Kecuali ada aturan aneh yang tak kuketahui,...

dan berciuman adalah hal ilegal.

Omong-omong, aku bawa hal yang perlu dicemaskan hari ini...

dimulai dengan istrimu marah-marah akibat ulahmu.

Kenapa, apa yang terjadi?

Apa ia bilang?

Baik, santai saja.

Soal kemarin.

Seseorang harusnya memberiku alibi.

Kau tak ahli di bidang ini, ya?

Kau datang ke pesta Posy?

Itu pesta kostum, tapi...

Kau bisa datang sebagi tuan puteri.

Kau bisa datang sebagai, pencabul.

Atau pedopil.

Habiskan makananmu, Posy.

Emelia bilang beri kacang polongnya kesempatan.

Aku suka Emelia.

Ia hebat, bukan Yah?

Ya.

Ya, dia hebat.

Jadi dia bisa datang ke pesta Posy hari Sabtu.

Tidak./ Tentu saja dia boleh datang.

Apa yang kau katakan?

Itu sudah cukup buruk membolehkan Beth ke Oxford bersamanya.

Dia bukan salah satu anak kita.

Tentu saja ia boleh datang ke pesta Posy.

Aku sudah selesai.

Baik, ayo bereskan.

Bolehkah aku nonton Sex and the City?

Terima kasih, Ayah.

Di mana kau ingin aku letakkan ini?

Di sana, di mana saja.

Tak apa.

Hei!

Halo, Peter.

Kenapa kau pakai mantel besar?

Untuk menutupi ini.

Dan aku agak risih di bus mengenakan ini.

Astaga, kau tampak mengagumkan.

Bethany.

Lebih baik kubantu Ibuku sebelum moodnya turun. Tunggu di sini.

Hai.

Hai.

Kau tampak luar biasa.

Apa itu tingkah yang pantas untuk pria dengan jubah?

Aku tak tahan.

Ini bukan kostum seksi. Apa Piglet-nya sudah habis?

Aku akan keluar duluan.

Jangan datang sampai aku keluar dan jauh, oke?

Aku tak akan keluar sama sekali setelah pertunjukan itu.

Joa.

Apa yang kau lakukan di sana?

Aku menumpahkan saus pada baju eklastik-ku.

Mana Beth?

Pastinya tidak di lemari peralatan.

Itu pastinya.

Sial.

Berhenti di sana, anak muda.

Ada apa?

Aku baru saja menemukan, di bawah tempat tidur puterimu,

ini, di pesta ultah anak-anak.

Kau seminggu lagi akan ujian,

dan kau mulai minum alkohol?

Kau masih harus bekerja keras.

Tolong fokus, Beth.

Oh, siapa yang peduli?

Kau juga ingin dikeluarkan juga, ya?

Seperti gadis sinting yang kau ikuti itu?

Emelia hebat.

Ibu hanya terlalu...

bodoh untuk melihatnya.

Selagi kau tinggal di bawah atap kami...

dan kau baru 17 tahun,

Bethany, kau akan tinggal dengan aturan Ibu.

Beritahu dia, Jonathan.

Maksudku, itu bukan kejahatan besar, Joe.

Ini Beth yang kita bicarakan...

Ide pemberontakannya adalah telat pulang setelah pukul 10.

Tidakkah seharusnya kita senang dia punya sedikit percikan...

untuk pertama kali dalam hidupnya?

Faktanya, aku bangga dia menjadi seperti Emelia.

Setidaknya dia punya semangat akan dirinya.

Luar biasa.

Sangat luar biasa.

Penghargaan orang tua tahun ini.

On, syukurlah.

Tadinya kupikir aku akan pergi dengan Ibuku.

Tak usah khawatir.

Aku siap.

Ayo.

Menurutmu apa maksud dia dengan "staircase"?

Serius?

Tak bisa menemukan tangga?

Kurasa kau tak akan cocok di sini.

Jangan bilang begitu.

Ah, halo. Staircase 12.

Astaga.

Aku belum pernah melihat begitu banyak pria jelek dalam hidupku.

Lihat mereka.

Seperti mereka mengenakan otaknya di luar.

Jelas sekali, aku memilih "The Queen's College"...

karena daya tarik seumur hidup...

dengan penulis drama Jacobean Thomas Middleton.

Kurasa kau tahu kenapa semua perguruan tinggi terdiri dari segi empat?

Apa benar bahwa kutu buku hanya bertatap muka...

ketika mereka membuka gorden di pagi hari?

Dan apa yang kau baca?

Bukankah kita harus menjaga orang desa dari serangan...

orang kota?

Gadis pintar.

Aku suka perempuan yang mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Kuyakin dia begitu.

Dan begitu juga ketika ia bertanya padaku bagaimana aku tahu,

Kubilang, "Begini, Pak, sebagaimana yang selalu dikatakan Sherlock Holmes,

"Elementary", temanku Watson".

Agak lucu, karena namanya juga Watson.

Holmes tak pernah menyebut itu.

Kupikir kau akan temukan bahwa dia mengucapkan itu di bukunya,

tapi aku tidak mengharapkanmu bisa mencerna...

semua pemikiran Conan Doyle selagi kau...

membaca Chick-Lit di Asda.

Dan menurutku jika kau sungguh membaca buku Conan Doyle,

kau akan tahu bahwa kau salah.

Di tahun 1892, ia menggunakan kata,

"itu sangat dangkal, temanku Watson,"

dan di tahun berikutnya, ia hanya menyebutkan, "Elementary".

Ia tak pernah mengucapkannya bersamaan,...

dasar sok tahu.

Emelia, aku berusaha mendapat tempat di sini.

Ya, tapi ia menyebalkan.

Baik, maaf.

Ayo, kita keluar cari minum.

Mandi bersama menjijikkan sekali.

Aku yakin ada banyak rambut kemaluan di lubang lantainya.

Lihat dirimu, seksi.

Aku terlihat konyol.

Tidak.

Aku hanya tak ingin tampak memalukan.

Kau tak memalukan.

Aku bukan Ibumu.

Tak usah hiraukan aku apa yang kau pakai.

Pakai saja apa yang kau inginkan. Kau luar biasa.

Ke Oxford./ Oxford.

Tambah lagi?

Wawancara tak ada sampai Jumat.

Ya.

Kuberitahu kau.

Ayo minta mereka untuk memberi kita tambahan minum.

Baiklah. Ayo.

Aku dan saudariku ingin tahu apa kau mau membelikan kami...

beberapa gelas anggur.

Kami bersaudara.

Ya, dia sudah bilang.

Silakan pesan.

Emelia.

Bagaimana ini terjadi?

Masukkan jarimu ke tenggorokan.

Kau akan baik saja. Aku sering begitu.

Kalian tak bisa membaca?

Menyingkir dari rumput!

Apa yang kau lakukan?

Aku akan melakukannya untukmu.

Apa?

Wawancaranya.

Wawancaranya digeser hari ini tapi itu tak masalah.

Aku akan lakukan wawancara untukmu, menjadi dirimu.

Hari ini?

Bagaimana penampilanku?

Hari ini? Pukul berapa?

Ada pemberitahuannya di lantai.

Katanya pukul 2:00, tapi...

tak masalah.

Aku bisa bereskan ini untukmu.

Jangan konyol.

Ayo, berikan aku catatannya.

Ayo.

Ini tak apa. Jangan panik.

Dah.

Jadi bagaimana?

Aku tuntaskan semuanya.

Aku menawarkan diri sebelumnya. Bisa kau bayangkan?

Aku tahu. Itu saran yang konyol.

Kau tak tahu apa-apa soal obat-obatan.

Aku tak tahu, tapi aku pernah menggunakan obat-obatan.

Kenapa aku tidak kaget?

Tapi kau berhasil, Beth.

Maksudku, kau pergi begitu saja dan berhasil.

Omong-omong, kau terlihat bodoh.

Dari mana kau dapat buku itu?

Oh, aku meminjamnya dari salah satu kamar.

Kau tahu ini ada di setiap laci kamar?

Kau tak perlu merasa malu.

Aku tahu bagaimana rasanya.

Kakek buyutku adalah Sir Arthur Conan Doyle.

Entah kenapa kau terus membahas itu.

Kecuali kau adalah Arthur Conan Doyle,

itu hanya fakta tak bermakna, bukan?

Ayahku Jonathan A. Fischer.

Lantas kenapa?

Halo, sayang.

Ayo, peluk Ayah.

Emelia, kau datang untuk makan malam?

Tidak, terima kasih, Tn. Fischer.

Aku harus kembali pulang.

Tapi kita bertemu lagi hari Senin.

Baiklah, sampai jumpa.

Dah.

Ia makan semuanya.

Ia tidak terlalu parah.

Apa yang kau kerjakan, Emelia?

Aku makan malam, sama denganmu.

Jelas tak ada salahnya di sana.

Tidak, maksudku dengan hidupmu.

Apa yang akan kau lakukan dengan hidupmu?

Apa maksud Kakek? Aku menulis buku.

Aku seorang Conan Doyle.

Itu ada di darahku.

Dan aku sangat ahli dalah hal itu.

Emelia... kehidupan bukan dongeng.

Apa maksudnya?

Dengar, aku cuma bilang,

itu tidak ada di darahmu.

Jangan buang waktumu seperti Ibumu.

Jangan batasi dirimu karena fantasi semata.

Sudah terlambat membahas itu denganku sekarang...

hanya karena puterimu bunuh diri.

Kau dari mana saja?

Tidak.

Tidak?

Tidak apa?

Itu bukan jawaban pertanyaannya.

Tidak, aku sudah tak ada perasaan padamu.

Baiklah.

Selamat tinggal kalau begitu.

Sayang?

"Di masa-masa muda dan rapuhku,...

"...ayahku memberi saran yang telah kuputar balikkan...

dalam pikiranku sejak saat itu."

Ini baris awal yang ganjil,

memberitahu ketiadaan sosok Ayah.

Ini bagus.

Sangat bagus.

Jangan khawatir. Sedikit kelebihan penulisan.

Kadang kau sangat bingung dengan penggunaan kiasan.

Ada sesuatu di sana.

Kau terlihat tidak fokus.

Apa kau tak bisa menerima kritikan?

Jonathan...

Ayah?

Ayo.

Cepat.

Bisa tanda tangani ini?

Apa ini?

Izin orang tua untuk "Acara Dansa Leavers".

Apa Ayah harus tanda tangan sekarang?

Itu pakaian yang agak suram.

Jelas sekali ini mencerminkan kepribadianku.

Ia tak mampu lagi.

Ia meninggal.

Apa kau akan berdandan untuk acara dansa sekolah?

Memakai sesuatu yang spesial?

Beth?

Ada apa?

Tak ada.

Aku tahu yang salah.

Beth mengira Ayah lebih sayang Emelia daripada dia.

Ayah berharap Emelia adalah puteri Ayah.

Apa yang kupikirkan?

Hei.

Hei.

Hanya ingin tahu apa kau mau menemani minum teh?

Oh, aku tak bisa.

Sayangnya, aku harus kembali.

Ibuku.

Kau tak apa?

Nenekku meninggal.

Kapan?

Kenapa kau tak menghubungiku?

Aku turut berduka.

Permisi, apa kamarmu sudah dibersihkan?

Belum. Kamarmu?

Kudengar si wanita resepsionis bergumam soal pelayan...

yang tidak datang bekerja.

Bagaimana dengan yang cantik itu?

Andai kita 20 tahun lebih muda, ya?

Halo.

Apa kabarmu?

Cukup berat, tapi aku baik saja.

Kau tampak suram. Ada apa?

Aku terus mual tiap pagi selama minggu ini.

Kupikir itu hanya masuk angin.

Tapi apa mual karena hamil?

Tak mungkin, bukan?

Kami mengenakan kondom.

Jangan cemas. Kucarikan alat penguji.

Emelia?

Bisa kau ke atas?

Emelia, aku...

Ada sesuatu./ Jonathan...

Maaf. Aku hanya ingin...

Aku tak bisa menulis. Aku tak bisa lakukan.

Tentu kau bisa.

Aku cukup sering memikirkan kutipan oleh Tolstoy.

"Dalam seorang penulis, harus selalu terdapat dua orang,...

penulis dan kritikus."

Ketika aku menulis The Cliff House-

Astaga, jangan bahas The Cliff House.

Apa maksudmu demikian?

Kau belum menikmati hidup semenjak itu, bukan?

Maksudku, apalagi yang telah kau raih selama 20 tahun ini?

Aku sudah baca karyamu yang lain,

dan jelas itu bukan Tolstoy.

Kecuali lanjutannya, Bore and Cease.

Apa ini?

Tak ada.

Apa itu tadi?

Sebaiknya itu bukan yang aku pikirkan, anak muda.

"Apa ini? Apa itu?"

Apa pentingnya bagimu?

Semua penting bagiku.

Kau pikir kau hamil?

Aku tak hamil. Hasilnya negatif.

Jadi kenapa kau tak pergi saja!

Kepalamu tak pernah jauh dari bokongmu,

kau tak bisa melihat cahaya siang selama bertahun-tahun.

Apa kau bahkan tahu bahwa kau mempertanyakan The Great Gatsby?

Kau bodoh.

Kau bilang Truman Capote ia harus lebih jelas...

dengan metaforanya.

Apa yang kau bicarakan?

Setengah dari catatan tulisan yang kuberi padamu bahkan bukan milikku.

Aku cuma menyalinnya dari buku di kasurku.

Kenapa kau jadi keji dan kekanakan?

Karena aku hanya seorang anak kecil.

Aku bersahabat baik dengan puterimu,

siapa tahu kau tak menyadarinya.

Emelia, kau tak perlu melakukan ini.

Aku tak bisa lakukan ini terhadap Beth lagi.

Dan aku membencimu karena telah melakukannya.

Tak apa-apa.

Semua akan baik-baik saja.

Kau baik saja.

Terima kasih.

Ayolah.

Kemasi barangmu. Kita keluar.

Baiklah.

Ayo keluar.

Biar kurias wajahku yang bulat dan berkeringat ini.

Apa kau tahu jika Beth sudah berhubungan seks?

Kau tahu?

Dia sudah, jadi mungkin kau bisa memikirkan tentang itu lain kali...

sebelum kau merayakan dia karena mabuk-mabukan.

Lihat betapa kacaunya dia karena gadis bodoh itu.

Kau egois.

Kau mengunci diri di sini...

seakan kau memulihkan kanker...

daripada menghasilkan roman picisan sekali dalam dekade.

Kau kira dengan membeli rumah ini maka seluruh kontribusimu...

terhadap keluarga ini usai, bukan begitu?

Bahwa tugasmu usai, bukan?

Aku tidur dengan Emelia.

Kau pastinya bercanda.

Perlukah kita berangkat sekarang?

Kau sungguh Ayah bajingan.

Kau meniduri pelayan itu?

Jika kau anggap begitu, ya benar.

Aku ingin muntah.

Kita keluar sekarang?

Ayo keluar.

Jadi sementara aku membesarkan anak-anak dan menjalankan rumah ini...

dan bisnis ini jadi tanggung jawabku...

menyerap semua energi yang kupunya,...

kau di atas sini...

meniduri teman baik puteri kita!

Aku akan tinggalkan kau.

Meski pun, aku akan tetap menjalankan rumah ini,...

jadi secara teknis,...

kau yang pergi meninggalkanku.

Beth...

Aku ingin kau pergi saat pagi.

Kau bisa bereskan semua ini.

Kuingin semua kau bawa bersamamu.

Kukira kita berteman.

Memang, Beth.

Memang.

Bukan kau, dasar goblok!

Ibu, aku Emelia!

Ayahku benar.

Aku tak bisa mendapat apa pun dari tengkorak tebalku.

Beth? Beth?

Beth, aku perlu bicara padamu.

Beth, maafkan aku.

Aku tak bermaksud ini akan terjadi...

semuanya, aku hanya...

Aku ingin kita berteman kembali.

Kita tak bisa berteman, Emelia.

Kau pembohong.

Tidak.

Sekarang kau tahu segalanya.

Kau harus tahu kenapa aku harus berbohong.

Aku telah melakukan hal buruk.

Aku tak bicara soal itu.

Namamu mungkin bukan Serena Molina,

tapi jelas bukan Conan Doyle juga.

Apa?

Kau sungguh yakin namamu Conan Doyle?

Kakek, boleh aku tanya sesuatu?

Ya.

Apakah Ayahku adalah cucu Arthur Conan Doyle?

Namanya adalah Doyle.

Apakah Conan Doyle?

Apa ia keturunan si penulis?

Ibumu melakukan banyak hal untuk alasan bagus...

dan banyak hal untuk alasan buruk.

Nama Ayahmu adalah Doyle.

Tapi...

bukan Conan Doyle.

Aku dan nenekmu merasa itu akan menghancurkanmu...

jika kami beritahu setelah Ibumu meninggal.

Sepertinya, itu kekejaman lainnya.

Kami tahu betapa itu berartinya bagimu.

Ini artinya pondasi...

pembangun kehidupanku berdasarkan kebohongan.

Ambisiku menjadi seorang penulis berdasarkan kebohongan.

Aku perlu menulis ulang diriku.

Tapi kau mampu.

Kau penulis hebat,...

tanpa semua omong kosong itu.

Kau tak bisa mendorond semua orang menjauh, Emelia.

Ibumu sangat menginginkanmu.

Ia tak bisa menginginkanku sebanyak itu.

Ia melompat dari jembatan ke jalan raya.

Millie, Ibumu dulu sakit.

Pikirannya kacau.

Tapi ia sangat bangga betapa cerdasnya dirimu.

Karena dia, atau tanpa dia,...

apa masalahnya?

Itu cuma nama, Emelia.

Itu cuma permasalahan yang melingkari lehermu.

Tapi kau tak perlu melihatnya lagi.

Kau tetap spesial, kau tahu.

Butuh keistimewaan, terima kasih padanya.

Kau akan berhenti marah pada Ibumu suatu hari.

Dan pada dirimu.

Kau seorang penulis.

Tapi jika kau berubah pikiran...

dan ingin kuliah,...

uangnya ada, kau tahu.

Aku tak butuh apa pun selain memperbarui kantong teh-ku...

setiap beberapa kali.

Jangan marah.

Aku ingin semacam warisan.

Ayah!

Halo, sayang.

Apa Ayah pulang?

Tidak.

Ayah cuma ke sini mengantar calon mahasiswa Oxford pergi kuliah.

Hai.

Hai.

Terima kasih sudah izinkan Ayah mengantarmu.

Hai, halo.

Hai.

Apa kabarmu?

Baik.

Kudengar kau dapat pekerjaan.

Ya, aku mengajar menulis kreatif.

Ayo berangkat.

Ayo.

Bawalah sesuatu.

Ya.

Hai, bisakah ini diprint dan dijilid?

Ya, tak masalah.

Silakan duduk.

Albatross oleh: Emelia Doyle

Diterjemahkan Oleh: ervanderz | www.IDFL.me

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.