Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Di musim panas sebelum kelulusanku, aku bernasib baik.
Hidupku bagai mimpi nyata seperti yang kuidamkan.
Aku mendapat pekerjaan tepat di tepi pantai.
Tugasku membersihkan meja.
Tapi tipnya bagus dan teman-temanku menemuiku setelah kerja.
Dan kami akan berkumpul bersama.
Itu sempurna.
Tapi yang terpenting, aku punya Ali.
Dia pindah kemari enam bulan lalu. Saat kulihat dia, aku langsung tahu.
Sebelumnya hanya hitam dan putih.
Tiba-tiba, muncul warna.
Sungguh gila bagaimana seseorang bisa mengubah hidupmu.
Ali?
Aku Tyler. Aku kemari merampokmu.
Ali?
Alison, kau di rumah?
- Hei! - Kau membuatku takut.
Maaf. Hai.
Ali memahamiku, begitu pun sebailknya.
Itulah masalahnya cinta.
Cinta mengubahmu.
Kita harus pergi.
Kita benar-benar melakukan ini?
Ya, tentu saja.
Membuatmu melakukan hal yang tak kau bayangkan sebelumnya.
Kita bepindah perlahan ke gerakan Warrior One.
- Apa kabar, Gil? - Biarkan kutebak. Kelas Spin?
- Yoga. - Kau hampir benar.
Ty. Dia berhasil menjinakkanmu.
Sobat, kau bekerja di truk jus.
Kalian mau apa? Satu smoothie jumbo, dua sedotan?
- Kau mau... - Dua.
Dua? Dua berry smoothies.
- Dua sedotan. Ada lagi? - Kue lavender.
- Siap. - Aku sayang kau, Gil. Terima kasih!
Terima kasih banyak, Gil!
- Gerakan yang bagus. - Terima kasih
Aku serius. Kau gadis tercepat di lapangan.
Kuharap ibu bisa melihatku bermain.
Bagaimana denganku? Aku senang bisa melihatmu bermain.
Aku juga.
Jika kau cetak gol di Piala Dunia, berterima kasihlah padaku...
...karena mengajarimu semua kemampuanmu.
Baik.
Ini.
Apa ini?
- Setengah sekarang, setengah setelah makan malam. - Baik.
Jangan makan semuanya. Aku melihatmu.
Apa yang kita punya?
Kubuatkan kau telur. Ayolah, itu kesukaanmu.
Kau mau keluar?
- Dengan Gil? - Ya.
Pacarmu juga ikut?
Kau tahu apa, mata-mata cilik?
Apa Ibu tahu?
Tidak.
Simpan rapat-rapat. Ini rahasia kita.
Baiklah, Ibu sudah tiba. Aku cinta kau. Jangan nakal.
- Kau sudah cuci piring? - Ya.
- Baiklah. - Selamat berpesta malam ini.
Tentu.
Dia tak bisa membuatku menunggu.
Kau bisa dengar memakai itu?
Kami sudah sepakat, bersama.
Aku tak bisa menunggu lagi.
- Kau bercanda? - Bung...
- Kau bercanda? - Baiklah.
Ali akan tiba sebentar lagi! Keluarkan dari mobil.
Tak sehat menahannya.
Ya ampun.
Ini tak membantu... Sial.
Sayang!
Jangan mengacaukan ini.
Minggir, Gil!
- Apa kabar, sayang? - Hai! Hai, boo.
- Kau terlihat cantik. - Terima kasih.
Ada apa? Apa yang kulewatkan?
Itu bau parfum baru?
Kalian terlambat.
Maaf, Gil tak bisa putuskan yang akan di pakainya.
Aku bisa putuskan. Dan kupilih celana dalam ibunya.
Mereka sudah seperti ini sejak kecil.
Aku sadar itu.
Hei.
- Melinda! - Hai!
- Hai! - Selamat Hari Buruh.
Terima kasih sudah menghubungi kami.
Nikmati kebebasanmu selagi bisa.
Kau terlihat cantik. Seperti biasanya.
Kalian berhentilah membawanya.
Aku ingin tunjukkan sesuatu pada kalian.
Aku bisa mendorongmu ke kolam renang.
Mereka semua sama saja.
Dia sangat menginginkanmu.
Agak menyedihkan, jujur saja.
Tenanglah, sobat.
Untuk malam tanpa batas.
Alison Hewett!
- Astaga! Sudah kuduga itu kau. - Apa yang kau lakukan di sini?
Lama tak berjumpa.
Kau terlihat begitu sadar.
- Kenapa kau begitu sadar? - Tyler, kenalkan Chase.
- Ada apa, sobat? - Dia temanku dari San Francisco.
- Senang bertemu denganmu. - Bergembiralah malam ini.
- Sampai jumpa... - Sampai jumpa. Kita pergi?
Dia temanmu?
Hanya kenalan dari San Francisco. Abaikan dia.
Bisa kau ambilkan Diet Coke?
Ya.
Mau mabuk malam ini, sobat?
Ini untuk Alison.
Astaga. Waktu sudah berubah, ya?
Kau tak mengenal Alison saat masih di San Francisco, 'kan?
Tak ada pesta tanpa Ali. Ali Hewett.
Dia bintangnya. Itu ciri khasnya.
Dia en fuego. Tuhan, dia sangat seksi.
Tapi kau tahu maksudku. Kau sudah mencicipinya, 'kan?
Terima kasih. Senang berkenalan.
Kenapa dia tak memperkenalkan kita lebih cepat.
Senang bertemu juga.
Brengsek.
Hei, kau mengantre?
Ya. Sepertinya begitu, bukan?
Sekarang, ya.
Apa kabar?
Aku di singkirkan malam ini, jadi...
Sungguh?
Aku baru saja dipermalukan di atas. Selamat datang ke klub.
- Aku Holly. - Tyler.
- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.
Maaf, siapa yang menyingkirkanmu? Aku tak bisa memahaminya.
Siapa yang ingin mempermalukanmu?
Kuharap sesederhana itu.
Benarkah?
Sampai jumpa, Tyler.
- Ya, tadi itu cukup bagus. - Kau tahu ke mana Tyler?
Tidak.
Di situ kau rupanya. Aku mencarimu ke mana-mana.
- Kau tak apa? Ada apa? - Chase terlihat seperti pengawal.
Apa yang dia katakan padamu?
Dia memuji-mujimu.
Kau tidur dengannya, Ali?
Kau tak mau tidur denganku, tapi melakukan itu dengannya?
- Hei, ayolah. - Chase!
Yo, Chase!
Kau ingin ceritakan hal lain tentang pacarku?
- Kita hanya berbagi, kan? - Tyler.
- Hentikan. - Benar?
- Bung, tenanglah. - Tenang?
- Tyler! - Hapus senyum itu dari wajahmu...
Ayo! Kita keluar.
Kau bertingkah gila. Pulanglah.
- Baik. Kau ingin aku pergi? - Ya.
Agar kau bisa bersama Chase?
Kau serius?
Apakah semuanya hanya seks bagimu?
Karena itu sangat mengecewakan.
Jadi sekarang aku mengecewakan?
Maaf, apakah adil padahal kau yang menyimpan rahasia?
Cukup sampai di sini. Ini sudah berakhir.
Gila, bukan? Ini bukan milikku.
Kau terlihat seperti baru saja menikmati malam yang indah.
Sepertinya aku baru saja dicampakkan.
Ayo. Kita pergi dari sini.
Apa yang terjadi antara kau dan Ali?
Dia putus denganku.
Berterima kasihlah padaku nanti.
Kau hanya akan memperburuknya.
Kemana kita pergi?
Entahlah.
Kau menelannya, aku juga.
Kau menemukanku.
Hei.
Duduklah.
Kita ada di mana?
Benar, 'kan? Ini gila. Tempat ini sangat besar.
Aku menjaganya selama musim panas dan masih tak menemukan jalan keluar.
Aku tak percaya ada yang tinggal di sini.
Begitu pun denganku.
Kau memotret semua ini?
Ya.
Holly, kau sungguh berbakat.
Terima kasih.
Aku...
Aku belajar sendiri.
Jadi...
Tadi malam itu nyata
Ya, sepertinya begitu.
- Ayo, kutunjukkan sesuatu. - Tuntun aku.
Sepertinya itu pelanggaran ringan.
Aku tak sepenuhnya penjaga rumah.
Aku baru saja masuk secara paksa.
Holly?
Holly?
♪ Time flies ♪
Holly?
Hei!
♪ Door's open ♪
♪ Away goes the past ♪
♪ It's okay ♪
♪ Brave faces ♪
♪ Staring at me ♪
Kolam ini konyol. Seukuran rumahku.
Bayangkan punya uang sebanyak ini.
Aku tak bisa. Aku suka kolam ini. Aku akan mengambilnya.
Ayahku suka sesuatu seperti ini.
Dia hanya perlu bekerja sebelum meninggal.
Dia tak pernah menikmati apapun.
Maafkan aku.
♪ Are you ready? ♪
Kau punya saudara laki-laki dan perempuan?
Tidak, aku punya ibu tiri. Dia menyenangkan.
Kami tak dekat.
Setahun lagi aku bersamanya, jadi...
- Dimana dia sekarang? - Aku tak tahu.
London? Paris?
Aku bahkan tak tahu sama sekali.
Dia bahkan tak mau memberitahuku lagi.
Ibuku juga hampir tak ada. Karena dia sibuk bekerja.
Ayahku jarang muncul. Hanya aku dan adik perempuanku.
Kau tahu, dia...
Dia masih muda. Hanya aku yang dia miliki.
Tidak mungkin!
- Tawamu, aku menyukainya. - Aku tahu. Itu mengerikan!
Tidak, itu sangat bagus. Sangat bagus.
- Pacarku bahkan tak pernah bertemu keluargaku. - Apa?
- Ya, aku tahu. - Kenapa?
Aku tak tahu. Dia takkan mengerti.
Dia seperti hidup di dunia yang berbeda.
Aku menyukai diriku saat bersamamu.
Terkadang kupikir mungkin aku menjadi diriku sendiri.
Aku suka itu.
Mungkin sebaiknya aku pindah ke LA, ya?
Mungkin sebaiknya aku pindah ke LA dan membuatmu melupakannya.
Mungkin kau harus lakukan itu.
Ya.
♪ Get away ♪
♪ Hey, hey, hey ♪
♪ You wanna get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
♪ There is no turning back You wanna get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
♪ There is no turning back Get away ♪
Kau tak menginap?
Hei, aku harus pergi.
Aku telah pergi seharian. Orang tuaku mungkin cemas.
Aku tak tahu apa yang terjadi padaku saat ini.
Tapi ini...
Ini benar-benar...
Spesial?
Ya.
Ya, spesial.
Terima kasih atas semuanya, Holly.
Gil : Kau di mana?
Kau di mana? Ibumu mencarimu.
Tiffany : Kapan kau pulang?
Alison : Jika kau mau bicara, kau tahu di mana aku.
Ayo kita bicara. Kuhubungi kau besok pagi.
Maafkan aku.
Hei.
Hei.
Dengar. Biar kumulai dengan mengatakan...
Aku mengerti mengapa kau bertingkah seperti itu di pesta.
Maaf, tapi bagiku... Pria itu, Chase...
- Cara dia membicarakanmu... - Ya, tapi itu masalah dia.
Ya?
Dengar, Tyler...
Jika kau berharap aku perawan suci, kau salah.
Aku orang yang sangat berbeda di San Francisco.
Aku bergaul dengan sekelompok bajingan.
Umumnya.
Aku sering mabuk. Mengacau.
Tidur di mana saja.
Kami pindah kemari karena orang tuaku ingin aku sadar...
...dan menjadi remaja normal dan jujur, begitu pula denganku.
Dan itulah yang kulakukan.
Kenapa kau tak ceritakan semua ini padaku?
Entahlah. Aku takut kau merasa aneh...
...atau orang-orang akan mencapku wanita murahan.
Ali, aku tak peduli apa yang semua orang pikirkan.
Ya, aku bohong.
Aku peduli apa yang kau pikirkan.
Kurasa kita bisa bersama.
Jadi itu artinya kita baikan?
Ya.
Sebelum kita saling curiga satu sama lain,...
...kau harus tahu kenapa aku ingin kita menunggu.
Ali...
- Kau tak perlu jelaskan dirimu... - Tidak, biar kuselesaikan.
Seks bukan yang terpenting bagiku.
Dan semuanya terasa berbeda denganmu, dan...
Entahlah. Kurasa aku tak pernah mencintai pria sepertimu sebelumnya.
Aku juga mencintaimu, Ali.
Tak ada lagi rahasia.
Tak ada lagi rahasia.
♪ Naked in the back seat ♪
Bagus.
- Lyds! - Hei!
- Halo sayang. - Videonya masih beredar.
- Pria yang jatuh di kelas yoga. - Itu lucu, ayolah!
- Yo. Apa kabar, Gil? - Gil!
- Ada apa? - Ada apa?
- Ada apa? - Selamat Hari Pertama.
Ada apa?
Sepertinya aku punya pacar yang terkenal.
Pacar terkenal itu bisa menciummu? Satu ciuman saja?
- Kurasa satu cukup. - Hanya satu?
- Satu. - Ya? Berikan yang terbaik.
Apa?
- Apa, sayang? - Kita harus ke kelas.
- Ayo. - Baiklah.
Ayo!
Selamat datang kembali, semuanya. Tahun baru, kelas baru, pemandangan baru.
Semuanya siap belajar? Bagus! Ayo belajar.
Murid baru bergabung bersama kita. Bagus.
Kita akan belajar tentang sel-sel di air liur kalian.
Jadi semua orang berpasangan.
Hei.
- Hei. - Ayo belajar
- Kau mau jadi rekanku? - Apa yang kau lakukan di sini?
Ternyata ibu tiriku tak liburan.
- Dia menetap selamanya. - Baguslah.
Ya. Aku ingin mengejutkanmu. Kejutan.
Itu berhasil.
Aku melihatmu baikan dengan pacarmu. Baguslah.
Ya.
Kau ceritakan tentang kita?
Tidak. Aku hargai jika kita tak menganggapnya...
- Mikroskop. - Sesuatu.
- Sesuatu? Tidak. - Geser Q-tip...
Aku bisa tutup mulut.
Baguslah.
- Hai, tampan! - Hei!
- Ada apa? - Hanya duduk. Ada apa?
Tak ada. Apa kabar?
Selamat siang, kawan. Kenalkan, Holly.
Kami bertemu di kelas biologi, dan dia murid baru.
Maaf, Alison. Kau akan terbiasa nanti.
Hai. Aku Alison. Lydia dan pacarku, Tyler.
Tyler dan aku pernah bertemu...
...di pelajaran pertama.
Aku melihatmu memotret dengan kamera itu. Kamera yang bagus.
Terima kasih. Ini kebanggaan dan kesenanganku.
Banyak orang berpikir memotret harus memakai iPhone.
Tapi sisanya tak setuju karena menghargai kualitas.
Itulah mengapa aku memilih Polaroids.
Luar biasa. Aku suka itu.
Kau ingin nongkrong akhir pekan ini?
Ini, berikan nomormu.
Sebenarnya aku punya tiket ke Roxy malam ini.
- Jika kalian mau. - Kami ikut. Ayo pergi.
- Kenapa tidak? Terdengar bagus. - Ya, pastinya.
Tyler?
Aku tak ikut. Tapi kalian bergembiralah.
Ya ampun.
- Benarkah? - Kalian bergembiralah.
- Benarkah? - Apa?
Aku berjanji keluar bersama adik perempuanku malam ini, jadi...
Terserah kau saja.
Hei, Ali. Kau ingin melihat foto baru ini?
Holly?
Holly?
Holly, kau di sini?
- Hei. - Hei.
Kau terlihat seksi.
Holly, dengar. Kita harus bicara. Aku membawamu kemari untuk bicara.
Ya, benar.
Holly, aku serius. Dengar.
Kita harus hentikan ini, paham?
Yang terjadi di musim panas, itu hebat. Tapi kita tak bisa lakukan ini.
Itu sebuah kesalahan.
Kau bilang itu spesial.
Kupikir aku putus dengan Ali. Aku takkan putus dengannya.
Jika kita bersama...
- Aku hanya... - Kau tak menginginkanku.
Mengertilah.
Kau membohongiku.
Kau memanfaatkanku.
Holly.
- Itu? Kau ini... - Tidak, tidak.
- Holly. - Bajingan.
- Holly, tolonglah. - Kau pikir semudah itu?
- Tidak. - Kau akan menyesal.
Terima kasih atas tiketnya. Itu keren.
Sungguh. Aku sangat senang melihat mereka bermain.
Kami baru saja membicarakannya.
- Sebelum mereka terkenal. - Di tempat kecil.
Kami seperti, "Kami menyukai mereka sebelum mereka keren."
Aku ingin mengirim pertemanan beberapa hari yang lalu.
Tapi aku tak menemukan profilmu. Kau meyembunyikannya?
Ya, aku menghapusnya tahun lalu. Bersih-bersih.
Itu aneh.
Teman-teman yang kusayangi, mereka tahu cara menghubungiku.
Aku setuju denganmu.
Holly, ini bagus sekali.
- Sayang, lihat ini. - Apa?
Semuanya sungguh bagus.
- Bagus, kan? - Ya, itu sangat bagus.
Siapa pria ini?
Ceritanya sangat panjang.
Pencahayaannya sangat bagus.
Rahasianya adalah bidikan yang pas. Menurutku akan terlihat keren.
Aku suka Tumblr. Aku banyak terinspirasi dari situ.
Kita cari Gil, ayo. Kita ke pantai.
Baik.
- Ada pasir di sekujur tubuhmu. - Aku tahu. Ini salahnya.
Kalian berdua serasi.
Kami punya ikatan.
Jika aku memikirkan Tyler, semenit kemudian dia mengirim pesan.
Itu sangat keren.
Aku tahu seperti apa rasanya.
Pria dari foto tadi?
Ayo, ceritakan pada kami. Ceritakan! Ceritakan!
Kami sebenarnya bertemu di sini.
Dan saat pertama kali melihatnya, aku langsung tahu kami terhubung.
Aku tergila-gila padanya.
Lalu kami ke sebuah klub, menari dan berputar.
Dan aku bersandar, di tengah deru musik dan...
- Apa yang dia lakukan? - Entahlah.
- Aku mau pergi. - Tidak!
- Kita mau dengar kelanjutannya. - Tak usah. Lagipula dia bajingan.
Holly, kau siap?
Ya.
- Terima kasih sudah mengantar, sayang. - Ya.
- Kau tak mau ikut? - Tidak. Kami punya rencana.
Kami punya acara ngerumpi.
- Sekarang, ngerumpi? - Ya.
Terima kasih sudah mengantar. Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Baik.
- Hati-hati. Sampai jumpa. - Sampai jumpa, sayang.
Sampai jumpa.
- Kirimi aku pesan. - Baik.
Ngerumpi.
- Ayo pergi! - Aku datang.
Aku menyukainya.
- Ini sangat manis. - Seperti memakai selimut.
Ya, sangat lembut.
Kau bisa meminjamnya kapan pun kau mau.
Terima kasih.
Aku akan meminjamnya nanti.
Ini bagus. Ini dari mana?
Hadiah Ibu untuk ulang tahunku yang ke-16.
Ya.
Foto yang sangat manis.
Itu kencan kedua kami.
Kami pergi ke pasar petani...
...dan banyak truk makanan berbaris.
Kami menerima sampel dari setiap dagangan.
Tyler sepertinya pria yang hebat.
Di saat-saat tertentu. Dia sama seperti kita.
Tapi umumnya dia cukup hebat.
Bagaimana dia di ranjang?
Kami belum sampai di sana, jadi...
Maaf, aku...
Tidak, tak masalah. Kami hanya ingin perlahan.
Itu bagus. Aku sangat menghormati itu.
Terima kasih.
Kau tahu bagaiman sikap pria setelah merasakan seks.
Bibirku kugigit.
Baiklah, sobat.
Terima kasih sudah mengantar.
Gil, tunggu. Bisakah kita bicara hal serius?
Bicaralah.
Aku tidur dengan Holly.
Kau ingat di malam aku pergi setelah pesta Melinda?
- Ya. - Aku tak pulang malam itu.
Ali putus denganku dan aku pergi.
Aku menemui Holly. Semua tak terkendali, dan...
Sobat.
Kupikir itu tak serius, tapi...
Itu bodoh.
- Bagaimana rasanya? - Tidak, Bung. Aku...
Kupikir Holly berusaha mengacaukanku.
Kenapa dia berteman dengan Alison? Dia pasti akan memberitahunya.
Karena dia menciumku untuk mengacaukanmu.
Dia berteman dengan Alison dan Lydia.
Dan membawa kami ke Roxy untuk mempermainkanmu.
Bukan itu yang terjadi. Dengarkan aku, kawan.
Entahlah.
Aku tak tahu itu apa, tapi ada yang salah.
Semua orang itu aneh, Bung. Kau hanya merasa bersalah.
Akan kuberitahu Ali tentang itu.
Kau baru saja baikan dengan Ali. Kau tak boleh memberitahunya.
Kenapa kau mau memberitahunya?
Aku mungkin akan melakukannya.
- Terima kasih sudah mengantarku. Aku harus pergi. - Ya.
- Pintumu menyebalkan. Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa.
Sayang, aku ingin bertemu. Boleh aku ke situ?
Tunggu, Holly masih di situ?
Halo. Kau tak apa?
- Tyler tak berhenti mengirimiku pesan. - Kupikir itu manis.
Dia hanya ingin jadi pacar yang baik.
Ini sudah larut, bukan?
- Hai, Bu, ini Holly. - Hai, Nyonya Hewett.
Terima kasih sudah menerimaku. Aku sangat menghargai itu.
Hai.
Ada apa?
Hanya memastikan kau tak butuh apa-apa.
Kami baik-baik saja.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Ibumu tampak kesal.
Tidak. Dia hanya khawatir. Dulu aku sering mengacau.
- Aku paham itu. - Terima kasih.
Kami baik-baik saja. Holly menginap. Lanjut besok.
Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau tahu rumahku?
Kau tak mau mengundangku masuk? Aku ingin menyapa adikmu.
Kau mencuri sweater Ali?
Tidak. Dia mengizinkanku meminjam barang miliknya.
Dia tahu.
Apa?
Kuceritakan semua padanya. Tak apa, Ty.
- Dia suka kita bersama. - Kenapa kau melakukannya?
- Holly, kenapa kau memberitahunya? - Ayolah.
Sayang, aku bercanda.
Jadi kau bohong? Holly, kau memberitahunya atau tidak?
Ayolah, Ty. Kau pikir aku akan melakukannya?
- Itu rahasia kecil kita. - Kau gila.
Aduh.
Apa lagi kebohonganmu?
Kau satu-satunya yang boleh berbohong?
Ini gila.
Ini tidak gila.
Beri sedikit waktu.
Terimakasih sudah datang, Bu Viola.
Jangan khawatir dulu.
Kami akan mengawasi perilakunya di sekolah ini.
Anda mengawasinya di rumah.
Ya?
Baik, terima kasih banyak.
Hei, Nyonya Viola.
Maaf. Aku Tyler. Aku teman anak tiri anda.
Benarkah?
Ya, aku tak ingin mengganggu anda.
Aku hanya ingin memperkenalkan diri dan menyambut anda di sini.
- Kau sangat baik. - Bagaimana kabarnya?
Beberapa hari terakhir ini dia terlihat kecewa.
Aku tahu sulit pindah ke lingkungan, tempat, dan sekolah baru.
Ini tak seperti Oakland, ya?
Oakland? Kami dari San Diego.
Ya, benar. Maaf.
Belakangan aku sering tugas keluar. Jadi dia sering sendiri.
Kami kehilangan ayahnya baru-baru ini.
Entah dia sudah memberitahumu. Itu tak mudah.
Ya, aku turut berduka.
Tapi dia gadis yang baik.
Aku percaya itu. Dia hanya...
- Apa istilah tepatnya? - Terobsesi?
Kesepian.
Aku harus pergi.
Aku minta tolong.
Jangan beritahu kalau kita bicara. Dia takkan menyukainya.
Dia sangat baik.
Kami mengobrol semalaman, dan dia sangat baik.
Tapi agak aneh. Aku bangun di hari Minggu, dan dia sudah pergi.
Dia tak pamit..
Itu maksudku. Aku curiga padanya.
- Kau terdengar seperti Ibuku. - Aku serius.
Aku mencarinya di internet Nihil. Dia seperti hantu.
- Kau menguntitnya? - Bukan menguntit.
- Semua orang mencari di Google - Baiklah, dengar.
Aku tahu dia sedikit aneh. Jadi anak baru itu sulit.
- Beri dia kesempatan. - Aku tak percaya dia.
Ada sesuatu yang terjadi. Akan kucari tahu apa itu.
Bersikap baiklah.
- Hei, aku bawa kesukaanmu. - Terima kasih.
Dan ini.
Terima kasih. Kenapa kau akhir pekan lalu?
Perutku mulas saat bangun di hari Minggu itu.
Sakit di rumah orang lain adalah hal terburuk...
Perut mulas yang terburuk. Sumpah, itu...
Ya, itu yang terburuk. Kau sudah baikan?
Aku merasa aneh beberapa hari terakhir ini.
Teh jahe bisa menolongku dari rasa mual.
Di tambah perasan lemon.
Rasanya enak.
Ya Tuhan. Astaga, dia tersedak?
Alerginya kambuh. Tolong cari bantuan.
Aku harus temukan EpiPen. Tolong panggil bantuan!
- Aku akan pergi - Baik.
Sepertinya Holly menaruh sesuatu di minuman Lydia.
Gil, kurasa dia berbahaya.
Astaga.
Hei, kita perlu bicara.
Astaga, aku sangat senang melihatmu.
Aku tak bisa tidur semalam.
Dokter Lydia bilang ada sesuatu di smoothie nya.
Dia batuk darah lagi tadi malam.
- Apa? - Ya, itu...
Itu mengerikan. Begitu banyak darah dan...
- Ya Tuhan. Sayang, kemarilah. - Entahlah.
Aku sangat beruntung memilikimu.
Corinne, ini kejutan. Kupikir kau di New York.
Kau harus tahu, aku mendukungmu.
Agak sulit mengingatnya saat Ayah meninggalkan segalanya untukmu.
Kau tahu milikku juga milikmu, 'kan?
Ya.
Cobalah sedikit berusaha.
Kau melewatkan sesi terapimu.
Hanya sekali.
Dua kali. Dr. Gregorius menghubungiku kemarin.
Kau harusnya menemuinya.
Dan konselor bimbinganmu juga mencarimu.
Kau tak lupa minum obat, 'kan?
Sudah kubilang, aku tak suka obat yang mereka berikan.
Ini membuatku mati rasa.
Terkadang itu bagus untukmu.
Aku suka merasakan cinta, Corinne.
- Aku tak pernah bilang... - Dan jika aku...
Tak bisa merasakan cinta...
Aku lebih memilih...
Mati.
Kau selalu lupa pisau makannya.
Bisakah kau mengambilkanku sirup?
Kau sangat spesial, Tyler.
Aku tak mengerti.
Hubunganku baik dengan Holly. Kami berdua cocok.
Aku belum bicara dengannya beberapa hari ini.
- Apa dia menghindariku? - Kita tak tahu masa lalunya.
Entahlah. Jangan terlalu memikirkannya.
- Baik. Mungkin ponselnya rusak. - Terserah. Siapa peduli?
Aku yakin dia baik-baik saja.
Hei, itu dia. Dia terlihat kesal.
Apa yang terjadi?
Holly hamil.
Apa...
Itu gila. Dia sudah tes empat kali.
Entahlah, sepertinya pria itu memang bajingan.
Dan dia membuatnya kacau.
Aku akan menemani Holly. Dia butuh seseorang saat ini.
Apakah dari pria itu?
Kuharap. Dia belum menghubungiku.
Kau serius? Dia harusnya hadir untukmu.
Aku tahu.
Apa yang akan kau lakukan jika ini bayi Tyler?
Maksudku, apa yang akan kau lakukan jika ini bayimu dengan Tyler?
Kau mau mempertahankannya?
Entahlah...
Itu pertanyaan berat.
Tapi kalian berdua sangat serasi.
Kalian akan jadi pasangan SMU...
...yang menikah setelah kuliah, punya anak, dan bahagia.
Orang tuanya pasti ingin kau jadi menantunya.
Sebenarnya, aku belum pernah bertemu mereka.
Sungguh?
- Kenapa tidak? - Mereka sibuk bekerja.
Hanya dia dan adiknya. Dia tertutup, jadi aku tak memaksa.
Itu sangat aneh.
- Kau tahu, itu sedikit aneh. - Ya, tapi tak apa.
Terserah kau saja.
Meleset dua kali!
Operan ke point guard. Dia di kelilingi penjagaan.
Dia melewati dua guard sebelum mengopernya.
Tipuan kiri dan dribble kanan di sepanjang garis.
Annabelle. Annabelle sahabat terbaikku...
- Sudah kelas berapa? - Kelas tiga.
Kelas ketiga? Kau pasti suka kelasnya.
- Tunggu sampai kau naik... - Tyler!
Hei, Ty.
- Aku suka cat kukumu. - Terima kasih.
Ini Midnight Fuchsia. Kubawakan sebotol nanti.
Midnight Fuchsia. Kau sangat cantik.
Terima kasih. Kuberitahu sebuah rahasia.
Aku selalu menginginkan adik perempuan.
Jadi mungkin, kita bisa berpesta sesama gadis.
Hei, kuantar kau keluar.
- Tidak, jangan dulu. - Ya, jangan dulu.
Maaf Tiff, dia harus pergi.
- Baik. - Tak apa. Aku segera kembali.
Beri aku pelukan.
Adikmu sangat manis.
Entah mengapa kau tak pernah mengenalkan kekasihmu padanya.
Kau bukan kekasihku.
Ya, kau benar. Aku tak penah jadi pacarmu.
Aku hanya pelacur yang kau tiduri lalu kau campakkan.
Jujur, Holly. Kau mau apa? Usiaku 17. Lihatlah rumahku!
Aku bisa menafkahimu dan anakmu? Aku ingin bersikap baik.
Tapi kita harus punya rencana karena ini tak berhasil.
Kau tak perlu menafkahiku, sayang. Kau masih tak mengerti?
Selama kita bersama, itu sempurna. Aku tahu kau sangat mencintaiku.
Dan kau tak menyadarinya karena si jalang itu!
Tidak, Holly.
Kau sebuah kesalahan
Aku tahu kau cinta...
Menjauhlah dariku.
Aku bersungguh-sungguh, Holly.
Bisakah aku,...
Holly?
Kami masih berkomunikasi. Aku ke rumahnya...
- Aku tak tahu siapa yang harus kuhubungi - Tak apa. Duduklah.
- Ada apa Holly? - Kita perlu bicara.
Aku belum sepenuhnya jujur padamu.
Baik.
Pria itu, kami berkomunikasi. Aku ke rumahnya.
Kami bertengkar, dan dia mendorongku ke tanah.
Astaga, Holly.
Ya Tuhan. Dan aku hanya...
- Kita harus beritahu seseorang. - Tidak. Ini sulit di jelaskan.
Aku hanya...
Aku hanya perlu tenang sebentar.
Baik. Tak apa.
Pria dari musim panas ini, aku...
Aku harus menceritakan yang sebenarnya.
Hei.
Hei.
Aku membawakanmu bunga. Kuharap kau tak alergi bunga.
Tidak. Syukurlah.
Bagaimana rumah sakitnya? Perawatnya seksi?
Busa mandinya bagus.
Ya.
Apa kabarmu?
Holly tahu tentang alergimu?
Ya.
Mungkin. Entahlah.
Pernahkah kau berpikir ini bukan kecelakaan?
Ali dan aku menerima smoothie yang sama tiap hari.
Saat Holly yang membawanya, alergi ku kumat?
Aku harus memberitahumu sesuatu tentang Holly.
Aku dan Holly, kami...
Astaga, Ty.
Sekarang semuanya mulai masuk akal.
- Kau harus beritahu... - Aku akan beritahu Ali.
Ini salahku. Aku akan memperbaikinya.
Berhati-hatilah.
Hai, kau menghubungi Ali. Tinggalkan pesan dan akan kubalas.
Ali, temui aku di pantai besok pagi. Penting
Ali, aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku tidur dengan Holly.
Aku tahu.
Dia menunjukkan fotomu padaku.
Ya. Fotomu sedang tidur.
Foto kalian berdua di rumah besar.
Foto-fotonya bersama keluargamu.
Kau membiarkanku berteman dengannya selama ini.
Kau tahu bagaimana perasaanku?
Tidak, Ali, bukan begitu. Kami sudah putus.
Dia bilang kau akan putus denganku.
Kau tahu itu tak benar.
Aku tak yakin itu, karena kau sudah berbohong, Tyler!
Kau pernah menatap mataku dan berkata "Tak ada lagi rahasia."
Tolong...
Jangan pernah menghubungiku lagi.
Jangan marah, sayang. Sekarang kita bisa bersama.
Takkan pernah.
Kita harus bicara,Tyler. Hubungi aku.
Aku serius. Balas pesanku.
Jangan mengabaikanku.
Jangan mengabaikanku.
Kau harusnya membalas pesanku tadi malam.
Saya ingin bertemu Tyler Hansen.
Tyler Hansen, ikut saya.
Dan bawa barangmu.
Ada apa?
Aku harus memintamu membersihkan lokermu...
...dan segera tinggalkan sekolah.
Apa aku dalam masalah?
Tyler, kau di skors tanpa batas waktu.
Seorang siswi menuduhmu melakukan penyerangan.
Laporan polisi telah diajukan.
Elizabeth Viola mengklaim kau telah menyerangnya.
Ini bukan lelucon.
- Siapa? - Elizabeth Holly Viola.
Ini tak terdengar sepertimu. Tapi aku harus menganggapnya serius.
Tak bisa di percaya.
"Elizabeth...
Kau sudah senang?
Aku tahu siapa kau, Elizabeth.
Bagus. Kau tahu rencanaku selanjutnya?
...Viola."
Selamat bergembira.
- Hati-hati. Kami menyayangimu. - Sampai jumpa.
Berhenti mengabaikan panggilanku.
Holly tak seperti dugaanmu. Kurasa dia berbahaya.
Halo.
Aku tahu kau tak ingin mendengar kabar dariku.
Holly, aku ragu bisa melakukannya. Entah harus mulai dari mana.
Aku tahu, aku bodoh membiarkan ini terjadi.
Kau baik-baik saja, sayang?
Tidak juga.
Aku tahu sakitnya kehilangan seseorang yang istimewa.
Ya.
Aku ingin kau tahu...
Aku disini untukmu.
Gil, dengar. Kau mungkin mengira aku paranoid.
Tapi aku butuh bantuanmu.
Aku menuju ke 323 Waverly sekarang juga.
Kupikir Holly berbuat sesuatu pada Alison. Hubungi aku setelah kau terima ini.
Holly, apa yang kau lakukan?
Kenapa kau melakukan ini?
Aku memanfaatkanmu. Itulah yang kalian lakukan, 'kan?
- Memanfaatkan orang lain untuk keinginanmu. - Dia berusaha memberitahuku.
Ya, benar. Kenapa kau tak mendengarkannya?
Kau percaya semua kataku.
Bahkan tentang bayi.
- Apa istilah kata untukmu? - Kupikir kita berteman.
Holly, kalau kau membiarkanku pergi, aku takkan beritahu siapa pun.
Kita anggap ini tak pernah terjadi. Belum terlambat.
Sudah terlambat saat aku bertemu dengannya.
Dia memiliki hatiku, dan aku memilikinya.
Tanyakan padanya. Jika itu memang cinta.
Cinta bukan manipulasi.
Bahkan jika kau harus merelakannya.
Kau yang harus merelakannya.
Aku tak perlu tahu dia mencintai siapa, Ali.
Karena aku tahu dia mencintaiku.
Tidak, dia tak mencintaimu.
Pacarmu tiba lebih awal dari yang kuduga.
Tyler.
Kau akan meliha sesuatu yang tak kau inginkan.
Tidak.
Tidak. Tolong, jangan lakukan ini.
Elizabeth?
Kau baik-baik saja?
Elizabeth, apa yang terjadi?
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Di belakangmu.
Kau menemukanku.
- Duduklah. - Holly, apa yang kau lakukan?
Kau harus duduk.
Di mana Alison?
Tidak.
Sekarang kau berkata, "Di mana aku?"
Di mana aku, Holly?
Lihat, 'kan? Tidak terlalu sulit.
Sangat gila, bukan?
Aku menjaga rumah ini selama musim panas.
Dan terkadang aku masih tak bisa menemukan jalan keluar.
Aku tak percaya ada yang tinggal di sini.
Begitu pun denganku.
Aku memikirkan akhir pekan itu berulang-ulang di kepalaku.
Dan sekarang kita bisa mengulangnya kembali.
Apa yang kau lakukan padanya?
Sebaiknya hanya kita berdua. Seperti akhir pekan itu.
Kau, aku, di ranjang bersama. Tak peduli yang lainnya.
Lihat foto-foto ini dan katakan ini tak ada artinya bagimu.
- Aku suka kau jual mahal. - Di mana Alison?
Alison!
Ali!
Ali?
Ali?
Holly, aku menurutimu. Tapi beritahu aku keinginanmu.
Aku ingin kita bersama. Kau, aku.
Selama kita bersama, aku tak peduli.
- Bagaimana menurutmu? - Di mana dia?
Dimana Alison? Holly, di mana dia?
Ali.
Ali, sayang. Tolong, sadarlah.
Ali, ini aku. Ali, sadarlah.
Syukurlah.
Ali, ini aku.
Maafkan aku, sayang. Ayo.
- Tunggu sebentar. - Baik.
Tak apa.
Ayo pergi.
Dia membunuhnya.
Tyler.
Aku punya sesuatu untukmu.
Ada pintu di kamar tidurnya.
Ayo.
Tak apa.
Kita akan pergi. Kita akan keluar dari sini.
Ayo, sedikit lagi.
Sayang, jatuhkan itu.
Jatuhkan.
Baik.
Sekarang apa?
Holly, dengarkan aku. Aku minta maaf.
Untuk semuanya.
Di malam saat kita bersama sangat menakjubkan.
Dan itu tak dapat di renggut dari kita.
Itu berhasil. Kau dan aku bersama.
- Kau benar. - Kita sempurna bersama.
Sekarang letakkan pistolnya, Holly.
Tolong.
Letakkan...
Pembohong.
Tolong, jangan lakukan sesuatu yang akan kau sesali.
Aku sebenarnya ingin membiarkanmu hidup.
Gila, bukan?
Karena sangat jelas Tyler lebih mencintaiku darimu.
Tapi kau terus menghalangi.
Ini salahku, Holly. Jangan menyalahkan Ali.
Aku yang membuatmu begini. Ini semua salahku.
Aku tak bisa terus berbohong.
Kau ingin aku mencintaimu, tapi aku cinta Alison, dan itu sebenarnya.
Hom-pim-pa. Yang mana lebih dulu?
- Tunggu, Holly. - Holly!
Ali, merunduk!
Sungguh gila bagaimana seseorang bisa mengubah hidupmu.
Ayo. Kita pergi dari sini.
Itulah masalahnya cinta.
Awalnya, semua terasa masuk akal.
Tapi semakin dalam, kau sadar kau tak tahu apa-apa.
Cinta mengajarimu...
Cinta mengubahmu...
Cinta membuatmu melakukan hal yang tak kau duga sebelumnya.
Cinta bisa munculkan kebaikan kita.
Atau keburukan kita.
Cinta bisa menghancurkanmu.
Aku beruntung bisa selamat.
Untuk kembali ke kenyataan.
Beberapa orang tak berhasil lolos.
Mereka tak bisa melepaskan fantasinya.
Holly? Holly, kau bisa mendengarku?
Kau akan baik-baik saja.
Ya?
Jangan tinggalkan aku.
Aku takkan ke mana-mana.
Aku bersamamu.
Kau berjanji?
Tapi aku belajar satu hal.
Aku sadar aku telah mencari fantasi.
Ya! Itu dia, Tiff.
Ayolah.
- Tapi selama ini... - Bergaya, sayang.
Yang kucari ada di hadapanku.
Ini tempat yang kudambakan.
♪ There is no lesson in magic ♪
♪ There were untimely dreams Where I knew ♪
♪ Woken in a fog, don't sweat it ♪
♪ And reckon none of it had come from you ♪
♪ There is no lesson in magic ♪
♪ There were untimely dreams Where I knew ♪
♪ Woken in a fog, don't sweat it ♪
♪ And reckon none of it had come from you ♪
♪ Pity's sake what we might lose ♪
♪ But in a week might our weakness elude ♪
♪ There was a stagger That shifted my hips ♪
♪ Oh, how swiftly it shook the dew from my lips ♪
♪ There was a danger that seeped from my skull ♪
♪ How it dripped on us all But it wasn't your fault ♪
♪ We are stranger than Earth With the seasons misled ♪
♪ Stronger than the moons ♪
♪ When our parts parted She bled and bled and bled ♪
♪ I wasn't thinkin' about you ♪
♪ Again, again, again, I wasn't thinkin' about you, I wasn't, I wasn't ♪
♪ Again, again, again, I wasn't thinkin' about you, I wasn't, I wasn't ♪
♪ Again, again, again I wasn't thinkin' about you ♪
♪ I wasn't thinkin' about you I wasn't thinkin' about you ♪
♪ Again, again, again I wasn't thinkin' about you ♪
♪ I wasn't thinkin' about you, I wasn't ♪
♪ And we break downstairs With our fevers in the air ♪
♪ I forgot to ask how I only left them there ♪
♪ How thick it sits And why our eyes glare ♪
♪ How thick it sits and why our eyes glare ♪
♪ Pity's sake what we might lose ♪
♪ But in a week might our weakness elude ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.