All language subtitles for Vlad.The.Impaler.2018.720p.BluRay.x264.AAC-[YTS.MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian Download
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano Download
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino Download
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam Download
mt Maltese
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian Download
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian Download
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian Download
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa By : Yoyong Masamba

Laut Hitam.

(Konstantinopel), Kesultanan Turki Ustmani.

Emirat Qaraman.

Di pertengahan abad ke-15,

Di masa Sultan Murad II berkuasa ...

MOLDAVIA WALLACHIA

Daerah EFLAK Orang Rumania menyebutnya WALLACHIA.

Yang dikuasai oleh Kesultanan Utsmani tanpa ada perlawanan peperangan.

Sebagai jaminan kesetiaan, Pangeran Wallachia.

Menyerahkan kedua putranya, Rado dan Vlad kepada Sultan Murad II.

Sultan Murat II, membawa Vlad ke Istana Edirne

bersama dengan putranya sendiri, Pangeran Mehmed.

Memastikan dia mendapat pendidikan yang sama bersama dengan putranya.

Dan disanalah,

Vlad bertemu dengan Pangeran Mehmed, yang kemudian dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih,

yang disebut sebagai "Sang Penakluk" sementara Vlad dikenal sebagai "Vlad the Impaler" (Sang Penyula).

Dalam pertempuran selama berabad-abad antara kebaikan dan kezaliman,

Selembar halaman telah dituliskan

dalam buku-buku sejarah kuno.

Ini adalah pertempuran antara

Keadilan...

dan Kezaliman.

Tanah...

Udara...

Air...

Api.

Alam semesta.

Yang terdiri atas empat pilar.

Disaat napas pertama, semua manusia menghirup udara yang sama,

dan tanah menutupi semuanya (kuburan) disaat napas terakhir.

Kau menanam dua biji di tanah yang subur,

dan kau menyiramnya dengan air jernih yang sama

sehingga akarnya menemukan kehidupan.

Keduanya bernafas dengan udara yang sama saat mereka tumbuh dewasa.

Tapi yang satunya ternyata menjadi bunga Oleander...

dan yang satunya lagi menjadi, bunga Mawar.

Mehmed!

Bunga Oleander dan mawar tumbuh subur di tanah ini.

Vlad!

Ketika Oleander mulai menyebarkan racunnya ...

Pemilik tanah tidak punya pilihan

Selain harus mencabut dan membuangnya.

Ketika ada seseorang menyalakan api dan membakar orang yang tidak bersalah,

Kami akan gunakan air untuk memadamkannya,

Dan angin cukup menerbangkan abunya.

Sebagaimana perintah Raja Yang Mulia,

Sultan Mehmed II, Putra Sultan, Ayah Sang Penakluk.

"Kau, Gubernur Provinsi Aflaq (Vlad Dracula III).

Aku diberitahukan kau lebih memilih menjadi

Ordo Naga dan menjadi pewarisnya

daripada menjadi saudara kami.

Kau tumbuh dalam kasih sayang kami,

tapi kau lupa kasih sayang tersebut.

Demi keadilan, kau duduk di atas takhta yang kami berikan padamu

Berharap kau menjadi penguasa yang adil ...

Justru kau bertindak sewenang-wenang, berlaku zalim atas rakyatmu sendiri.

Kami tidak pernah menghukum kemurtadanmu,

tapi kezalimanmu harus dihentikan.

Mulai saat ini, jika seseorang tak bersalah kau sakiti

atau setetes darah ditumpahkan, maka kau akan membayarnya...

Uhhppss..Tulisan Utsmani Turki...

Aku merindukannya.

Kau akan menerima balasan atas perbuatanmu..

Hukumanmu akan lebih kejam dari tindakan kezalimanmu.

Jika kau ingin bertobat dan memohon maaf, lakukanlah.

Kau bisa mendapat belas kasihan ...

yang tiada habisnya dari Sultan kami.

Dengarlah, Duta besar ...

Kau tahu sorban yang melingkar di kepalamu?

Itu mengingatkanku pada hal-hal mengerikan.

Mengingatkanku sesuatu yang menjijikkan dihari-hari yang aku alami di Istana Utsmani.

Tamannnya jelek, baunya kotor ...

Orang-orang aneh mengenakan sorban ...

Semua ini akibat perilaku si bocah manja idiot, Mehmed.

Ok?

Sekarang, saat kulihat sorbanmu ...

Mengingatkanku malam-malam yang gelap yang tak ada habisnya,

menghabiskan semua masa kecilku di istanamu.

Lepaskan sekarang sorbanmu.

Sorban ini akan menjadi kain kafanku.

Aku lebih baik mati...

Daripada harus melepasnya.

Baiklah, jika itu keputusanmu.

Sekarang, aku akan memberimu kesempatan.

Kau tak perlu melepaskan sorbanmu,

Yang tampak sangat kau sayanginya.

Kau pikir Putra Utsmani tak akan melakukan apa, untuk menekan pemberontakan kafir?

Jika kejahatan dalam dirimu tidak hilang maka DELILER akan menghancurkanmu.

Dan akan menghancurkan kekuasaan kezaliman kalian!

Kau tidak akan lolos darinya! Tidak akan pernah!

Burung itu telah dibebaskan.

Kau juga harus membebaskan hatimu dari kekhawatiran itu, Hakan (Sultan).

Baba Sultan ...

Vlad, bajingan itu,

yang menjadi Gubernur berkat belas kasihan kita.

sudah meneror rakyat kita .

Dan seolah-olah itu tidak cukup,

dia membantai duta besar yang menyampaikan peringatan terakhir.

Kita harus bertindak atas penghinaan ini.

Apapun yang kau rasakan ...

Apa pun yang kau pikirkan ...

akan ditulis dalam kitab-kitab sejarah, Baginda Sultan.

Apa yang terjadi dengan nasib Vlad

Akan menyebar ke seluruh

Tujuh iklim dan tiga benua,

Sebagai pelajaran bagi semua orang.

Misi ini kuberikan padamu.

Perintahkan DELILER Utsmani.

Ketika perintah dibuat ...

Perintahmu adalah kehormatan buat kami, Hakanem (Sultan).

Gokkurt..

Allahu Akbar.

Dia...

memberkati umat manusia sebuah kehidupan dari jiwanya sendiri.

Allahu Akbar.

Mereka di anugerahi dengan telinga,

Mata,

Dan hati.

Hingga,

Manusia yang hatinya dipenuhi dengan kesesatan,

menyimpang dari jalan yang benar.

Mereka dibakar,

mereka dihancurkan, mereka disiksa.

Dari orang-orang terpilih untuk membasmi ketidakadilan dan kezaliman.

- Kami bersumpah! - Kami bersumpah!

jika kami berada di medan perang, itu akan terukir di batu.

Apapun yang yang terjadi pada kami itu takdir kami!

Mereka orang-orang yang menjadi pedangnya Ali ...

dan menjadi keadilannya Umar.

Mereka mengubur rasa sakit dalam hati mereka sendiri.

Dan menjadikan kematiannya dari perisai mereka.

Mereka siap mati

sehingga orang lain bisa selamat.

Bumi tempat tidur mereka

dan langit selimut mereka.

Mereka berjalan sendirian

dan menerangi kegelapan dengan senjata mereka.

Mereka ...

adalah DELILER!

Ketika kami dengar panggilanmu ...

Kami datang padamu, Baba Sultan.

Pedang kami adalah milikmu.

Siapa Omar?

Dia kebijaksanaan kami.

Siapa Ali?

Dia pahlawan kami.

Apa itu medan perang?

Itulah tempat kami.

Apa arti medan perang bagimu?

Kecintaan kami.

Untuk siapa kita akan mati?

Untuk Hakanem (Sultan) kami.

Kapan perjalanan berakhir?

Saat Turki bersatu

Siapa sahabatmu?

DELILER!

Mereka memanggilmu apa?

DELILER!

Kezaliman yang terjadi sudah melewati batas ...

Kita sudah kehabisan kesabaran.

Menurutmu apa yang kita lakukan?

Waktu untuk dialog dan toleransi ...

sudah tidak ada lagi.

Kalian tahu, kenapa kita menyebut negara kita "Ibu Pertiwi", Gokkurt?

Karena seorang ibu tidak meninggalkan anak-anaknya sendirian.

Kau putra dari seorang ibu...

Dan kau dari Kesultanan.

Jangan biarkan dirimu frustasi atas kesendirian kalian dijalan ini.

Dan jangan biarkan anak-anak kita berpikir mereka sendirian.

Kau memiliki perintah ...

dan tugas ini kehormatanmu.

Pegang senjata kalian!

Berangkatlah secepatnya!

Hukumlah para penzhalim secepatnya!

Refleksi jiwaku ...

tergantung di lehermu.

Selama kepalaku ada di pundakku ...

Rahasia ini ...

Akan tersimpan dihatiku.

Rahasianya.

Tersimpan dihatimu.

Semoga tugasmu berjalan dengan baik.

Apa yang terjadi?

Dimana aku?

Tenanglah.

Tenanglah, Niku, aku mengobatimu.

Yang Mulia, Vlad III.

Yang Mulia.

Apa senjataku sudah siap, Alkemist?

Setelah wabahnya ditularkan ke tikus, lumut merah itu tidak begitu efektif.

Tapi jika lumut merah itu diberi lebih dulu, aku tidak bisa mengendalikan tikusnya.

Jangan berikan itu padaku.

Kapan senjataku siap?

Kapan?

Aku telah mencapai banyak kemajuan, Yang Mulia.

Yang Mulia...

Kau akan menaklukkan semua kota dengan senjata ini.

Benteng, rumah, istana ...

Itu akan tetap utuh..

Tapi semua kehidupan di dalamnya akan musnah.

Semuanya.

Manusia, binatang ...

bahkan serangga.

Kau butuh sesuatu?

Tikus, Yang Mulia.

- Semua mati selama percobaan. - Ada lagi?

Lumut merah.

Dia akan mengamuk ketika aku memberi mereka lumut merah.

- Berikan dia apa pun yang dia inginkan! - Ya tuan.

Sekarang!

Jika kau menyelesaikan rencana yang sudah kau buat,

Konstantinopel akan jatuh dalam semalam.

Dan Turki akan lari ketakutan diantara kedua kaki mereka..

Tujuanku bukan untuk menaklukan satu kota, Alkemis.

Aku ingin mengubah jalannya sejarah.

Jadi, selesaikan cepat senjatanya.

Aku tidak ingin kau berakhir seperti dia.

Pasti, yang mulia.

Deliler itu hanya sebuah dongeng.

Tidak, mereka ada. Kakekku melihatnya.

Dia memberitahuku bagaimana mereka bertarung.

Deliler itu tidak ada.

Ayahku bilang mereka adalah dongeng kuno, disuruh menakuti anak-anak.

Tidak! Diller itu nyata. Aku yakin itu!

- Teman-teman, ada prajurit datang! - Prajurit?

- Prajurit! Lari! - Ada Prajurit!

Semua berkumpul!

Dengarkan aku.

Siapa saja yang mendapatkan dan membawakan tikus akan kami bayarkan dengan emas.

Emas? Berapa banyak?

Jangan mendekatiku, kau penderita kusta yang menjijikkan!

Kami akan membayar sekantong emas bagi yang mengumpulkan satu kandang penuh tikus.

Ayo! Jangan hanya diam!

Ada berita dari Alkemis?

Ya.

Tunggu saja sampai senjatanya selesai, Elizabeth.

Mehmed dan para pengembala kambing-kambing Turki yang mengikutinya

Tak akan bisa punya kekuatan untuk melarikan diri kembali ke padang rumput Asia tempat mereka berasal.

Aku akan menghancurkan Mehmed, Elizabeth.

Aku akan menghapusnya dari sejarah, dan tidak seorang pun yang akan mengingat namanya!

Tidak seorang pun!

Tinggal menunggu senjaku siap.

Mereka semua akan mati karena penyakit. Wabah, penyakit, kelaparan!

Itu akan menyerang ke istana, kau akan melihatnya!

Aku akan menguburnya di kota yang sama yang memberinya gelar Al-Fatih!

Bapa Suci berdiri di sampingmu di jalan sucimu.

Kau tahu itu, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan dengan kekuatan Paus.

Paus tidak punya kekuatan apa-apa, Elizabeth.

Dia mungkin menipu orang-orang, tapi tidak denganku.

Mereka idiot, memandikan bayinya dengan air yang mereka sebut air suci.

Orang-orang bodoh. Mereka bahkan rela mengantri hanya untuk mendapatkan anggur dan roti.

Tapi aku, Elizabeth?

Dengan tangan ini,

Dengan tanganku sendiri....

Aku akan menghabisi pasukan Turki.

Kau komandan terhebat Wallachia yang pernah ada.

Tapi jangan lupa ...

dengan Paus di sisimu, Kekuasaanmu akan berkembang melampaui batas.

Kekuasaanku tidak ada batasannya ataupun otoritasku, Elizabeth.

Karena aku adalah Anak Tuhan.

Aku adalah murka Tuhan di Bumi, Elizabeth!

Kapan kau akan memberikan kami emas?

Ada lagi yang mau emas?

Tidak ada pengorbanan tanpa perintah

Tidak ada medan perang Tanpa singa

Tidak ada pengorbanan tanpa perintah

Tidak ada medan perang Tanpa singa

Usta, apa yang Kuman nyanyikan?

Lagu itu maknanya kau jangan merasa sombong di medan perang ...

dan kau jangan menangisi atau bersedih saat berada di medan perang.

Menurutnya ...

Tapi terkadang hati tidak mendengarkan.

Aku tidak bisa meraih,

Aku tidak bisa menyelamatkan,

Kukubur saudaraKu di tanah hitam dengan tanganku sendiri.

Bahkan lebih menyakitkan daripada kematian.

Aşgar...

Ayo makan sesuatu.

Perjalanan kita masih panjang.

Aşgar, ayolah, saudara.

Ayolah.

Ini Jalur terdekat ke Târgovişte.

Tapi jalan ini sangat berbahaya.

Bandit-bandit Vlad berada di sekitar sini,

jadi kita mungkin harus melawan mereka.

Kita harus memilih jalan teraman,

Menuju utara.

Sejak Bandit Vlad berada disekitaran desa ...

jalan kita seharusnya melewati mereka.

Teman-teman!

Perintah Sultan kita...

bukan hanya darah satu orang ...

tapi untuk semua yang orang yang tidak berdosa.

Kita akan berdoa ...

dan menggunakan senjata kita ...

hanya demi mereka.

Kita akan melewati jalan ini.

Kali ini, aku akan berhasil.

Kali ini, kalian semua sudah siap.

Prajurit kecilku.

Tuan Putri sedang menunggumu di luar.

Aku datang.

Tuan Putri...

Katakan padaku.

Bagaimana perkembangannya, Alkemis?

- Lumut merah sudah bekerja, Tuan Putri. - Oh?

Kita hampir siap.

"Siap."

Apa kita sudah siap atau belum?

Kita sudah siap, Tuan Putri.

Tak ada siapapun yang bisa melawan pemilik senjata ini.

Sekarang, kita bisa memberinya kabar baik.

Kakek!

Kakek!

Dari mana saja kau?

Kau membuatku khawatir, Nak.

Tikus! Tikus, itu kakek!

Shhh, tenanglah .

Tarik napas.

Apa yang kau lihat? Apa yang kau dengar?

Beberapa pasukan prajurit mendatangi ke tempat para gelandangan.

Meminta mereka untuk mengumpulkan tikus.

Dan mereka membunuh seorang lelaki tua hanya karena dia meminta beberapa kepingan emas.

Kemudian mereka menaruh tikus-tikus itu di kandang dan pergi.

Ada seorang pria seperti tukang sihir, di tempat mereka membawa tikus itu.

Dia berbicara dengan seorang Putri.

Lihat aku.

Tidak ada yang melihatmu, kan?

Tidak ada, Kakek, aku yakin.

Kau dengar apa yang mereka bicarakan?

Mereka berbicara tentang senjata.

Mereka bilang, tak ada yang bisa melawan senjata itu.

Gimana kabar kakakmu?, Havva?

Alhamdulilah, dia baik-baik saja.

Alhamdulillah.

Jika Pangeran Vlad,

tidak puas dengan hasil yang kau kerjakan ...

dia tidak akan membunuh kalian.

Kau tahu kenapa?

Karena aku yang akan membunuh kalian.

Emas, perak ... Kumpulkan semua yang berharga!

Jangan biarkan ada yang hidup!

Ayah?

- Selamat datang sayang. - Makanlah dulu.

Oh, aku tahu ini yogurt,

Apa ini.

Ini bagus untukmu.

Katakan dulu ini apa.

Rasanya tidak enak, tapi itu akan membantu batukmu.

Ayo, jangan terlalu keras kepala!

Mereka datang, lari!

Tunggu disini.

Tetaplah disitu.

- Ayah! - Aku bilang tetaplah di situ!

Pergi!

Jangan mendekat. Jangan mendekat!

COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU GROUP FACEBOOK

Suskun.

Coba periksa, apa ada orang yang masih hidup?

Jangan takut. Kami tidak menyakiti orang yang tidak bersalah.

Nona...

Nona, berhentilah menangis.

Orang-orang mati berusaha menyelamatkan dunia dari kezaliman.

Dan sekarang ayahmu mati dalam keadaan syahid.

Dia ahli surga sekarang.

Semoga Allah memberkati kita kesyahidan juga, Insya Allah.

Kumohon! Tolong, jangan mati! Kumohon!

Tolong aku?

- Tolong jangan mati. - Kumohon!

Siapa saja bantu aku?

Tolong bantu!

Kumohon, tolong aku!

Kumohon, tolong aku!

Ibu, Ibu! Tolong jangan mati! Kumohon!

Tolong bantu aku.

Bagus sekali, Nak.

Kalau kau tidak menangis seperti ini, kami tidak akan menemukanmu.

Tolong, selamatkan ibuku! Kumohon, tolong!

Jangan khawatir.

Sekarang aku akan meringankan semua rasa sakit ibumu.

Mulai sekarang...

Kau tahu kapan harus diam ...

dan kapan harus berbicara.

Sekarang, katakan padaku, Hunter.

Dalam keajaiban Tuhan kita Yesus kristus, berapa banyak ikan yang Tuhan kita berikan ...

Untuk memberi makan lima ribu orang?

Dua ikan, Vikaris.

Baiklah...

Dimana ikan yang satunya?

Di dalam perut anak-anak yatim, Vikaris.

Jadi...

Aku menerima ikan ini untuk menghormati anak yatim piatu.

Apa kau tidak punya siapa-siapa?

Aku tidak punya siapa-siapa lagi.

Keluargaku dibunuh ketika aku masih kecil..

di sebuah kota di mana bandit-bandit Vlad tinggal.

Ayahku yang menyelamatkanku dari kota itu....

Dia salah satu Turkmenistan yang dikirim Ustmani ke negeri Balkan..

Vlad merampas seluruh keluargaku satu per satu.

Lakum Diinukum wa Liya Diin.

Untukmu agamamu.

Dan untukkulah, agamaku.

Di tempat Kesultanan Ustmani, tidak ada yang terintimidasi karena agama mereka.

Jangan sembunyikan itu.

Hei!

Hey apa yang kau lakukan?

Tidak begitu caranya memberi susu kepada bayi!

Maafkan aku, Yang Mulia.

Semua bandit yang kita kirim ke selatan untuk menjarah semuanya tewas.

Hanya satu ini yang berhasil melarikan diri.

Apa yang dia lakukan?

Dia berhasil lolos.

Yang Mulia ...

Ya?

Yang Mulia...

Mereka muncul tiba-tiba entah dari mana.

Muncul tiba-tiba?

Dia punya sayap.

Sayap, katamu?

Mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit binatang.

- Mereka tampak seperti monster! - Monster?

Mereka membantai kami semua!

Semuanya?

Jadi kenapa kau ada disini?

Berapa banyak ...

jumlah mereka.

Ayo.

Minumlah.

Kau datang jauh-jauh dari sana, ayolah.

Berapa banyak dari kalian ada di sana?

Hah?

Berapa banyak mereka di sana?

Berapa banyak?

Costel ...

Temukan mereka.

Gunakan semua senjata yang Tuhan berikan padamu ...

untuk melawan tipu daya Iblis.

Karena pertempuran kita bukan melawan rakyat,

tetapi melawan pemerintah, kedaulatan,

kekuatan dunia yang kelam ini,

pasukan spiritual kejahatan di tempat-tempat surgawi.

"Kami banyak beribadah di malam hari, dan kami tidur di siang hari. "

Aku tidak tidur.

Aku tahu.

Dia membesarkanmu?

Aku belajar cara dan perjalanan darinya.

Mengapa mereka memanggilmu Adsýz? Apa itu nama panggilanmu?

Kau harus punya nama.

Nama bersatu dengan takdir manusia.

Ada pepatah, "Yang pemberani harus bisa membawa namanya."

Itu sebabnya dia harus membuktikan kemampuannya di medan perang dulu.

Aku akan memiliki nama saat perjalanan ini berakhir, Insya Allah.

Tapi aku tidak akan memilikinya sampai selesai.

Ada seorang gipsi Oba yang kukenal di sekitar sini.

Mari kita tinggalkan bayi itu bersama mereka.

Giddyup!

Sayang, kau terlihat sangat bersemangat!

Ini harimu! Ayolah!

Mereka terlihat sangat aneh.

Hei! ambil kudanya.

Bayinya lapar.

dan kami juga butuh istirahat.

Kami bisa menyediakan makanan dan tempat tidur.

Tapi Darimana asalmu dan kemana kau akan pergi?

Kami datang dari suatu tempat, dan pergi ke tempat lain.

Apa kau ibunya?

Bukan.

Kau ayahnya?

Kenapa kau mengangguk saja? Kau ditanya, kau ayahnya?

Kami menemukan...

Bayi itu di sebuah desa yang diserang oleh bandit.

Makan dan minumlah sebanyak yang kau mau.

Kalian beruntung, kami sedang mengadakan pesta pernikahan!

Kami akan mempersiapkan tempat beristirahat dulu.

Jadi silahkan nikmati pesta kalian.

Apa yang kalian lihat.

Apa kau belum pernah melihat tamu Allah?

Ayo, bersenang-senanglah!

Viorel ...

Viorel ...

Viorel ...

Viorel ...

Viorel ...

Dari dagingmu,

Dari darahmu ...

Ribuan pasukan akan bangkit.

Prajurit kecilku.

Makanlah.

Ayo, makan.

Makan dan jadilah lebih kuat untuk tujuan suci kita.

Kita tidak tahu bagaimana itu terjadi, bagaimana itu berakhir.

Mereka menangkap semua orang Yahudi di tempat kami tinggal.

Beberapa dari mereka dibunuh.

Beberapa dari mereka seperti kita berhasil melarikan diri.

Kami berterima kasih kepada orang-orang Turki.

Teman-teman kami telah menutup pintu rumah mereka untuk kami.

Tetapi orang-orang Ustmani yang kami tidak kenal menyambut kami dengan baik.

Bagaimanapun.

Apa ceritamu?

Kongar!

Kau mau membunuhku!

Dasar ular sialan.

Shalom alechem.

Aku membawakan sup. Kalian pasti lapar.

Ini adalah sup terbaik di sekitar sini.

Aku bahkan tidak ingat sudah berapa banyak aku makan sup ini sejak aku datang ke sini.

Terima kasih.

Adsýz.

Terima kasih, kau sudah memberikan makan kami.

Kalian mau kemana?

Kami akan melanjutkan perjalanan kami.

Kau tidak terlihat seperti orang lokal.

Dari mana asalmu?

Dia tamu Allah, sama sepertimu.

Dia berhasil melarikan diri dari kezaliman Vlad di Targovia.

Apa kau tidak punya siapa-siapa?

Ingat? Kau bertanya kepadaku saat itu.

Jadi aku penasaran dan bertanya padamu juga.

Mereka.

Adakah selain mereka?

Ibu? Ayahmu? Saudaramu?

Aku belum melihat orang tuaku sejak aku berumur enam tahun.

Jalan hidup kami tidak memungkin kami bisa memiliki keluarga, Alaca.

Allah...

Temanmu yang bisu itu sangat berat untuk menyerahkan bayinya.

Dia menyukainya karena ada sesuatu.

Yah, memang sulit untuk menyerahkan apa yang kita sukai.

- Selamat malam. - Kau juga, prajurit.

Biarkan dia tertidur.

Dia tidak bisa beristirahat sampai bayinya tertidur.

Suskun!

Alaca.

Kami akan pergi.

Jalan hidup kami bukan hanya untuk wanita dan anak-anak.

Mereka orang baik.

Orang yang bisa dipercaya.

Kau akan merasa nyaman dengan mereka.

Kau harus tinggal di sini.

Bandit yang membunuh ayahku bukanlah bandit biasa.

Mereka prajurit Vlad. Mereka akan memburumu.

Kematian adalah hal yang paling menyakitkan dalam kehidupan kita.

Jika mereka tidak mengejar kami, kami yang akan mengejar mereka.

Lebih mudah jika kami ada dibelakang musuh.

Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.

Aku mempercayakan bayi itu padamu. Dan aku berdoa pada Allah agar dalam Perlindungan-Nya.

Dia telah menjadi bagian dalam nasib dan kesedihanku.

Bayi itu adalah hadiahmu untukku.

Aku akan mengabdikan hidupku untuknya sampai nafas terakhir.

Oh, kau sudah mau pergi?

- Suskun. - Berikan padaku.

- Suskun! - Miriam.

Miriam, cepatlah!

Ambil bayinya, Miriam.

Suskun!

Berikan bayinya.

Ayolah.

Bawa masuk kedalam, Miriam.

Jagalah putra Suskun baik-baik.

Alaca.

Kau wanita pemberani.

Semoga Allah melindungimu.

Saat aku tak punya siapa-siapa,...

seorang dari Ustmani datang menyelamatkanku.

Anggap aku salah satu dari kalian. Semoga berhasil.

Dia satu-satunya anak yang bisa kami selamatkan dari desa Turkmenistan.

Bandit-bandit Vlad membantai seluruh keluarganya.

Ketika aku kembali bertemu Allah,

Aku akan menceritakan semua kezaliman yang mereka lakukan.

Kau tidak harus bertemu Allah ...

untuk memberitahunya tentang kezaliman mereka.

Dia sudah mendengarmu.

Dia Maha Mendengar ...

Dia akan mengirim singa untuk membalaskan dendam keluargamu.

Duta besar Paus ada di sini untuk menemuimu, Yang Mulia.

Wow, wow, wow, wow ...

Yang Mulia Paus sangat senang mendengarnya

Kau telah mengusir orang-orang kafir Turki dari negerimu.

Dia telah memerintahkanku untuk menyampaikan bahwa mereka menerimamu..

sebagai pelindung dari seluruh dunia Kristen.

Itu sebabnya mereka mengirimimu mahkota yang sangat istimewa.

Mahkota ini adalah simbol terbesar kepausan bahwa kedudukanmu sama pentingnya

dengan semua kardinal di mata Kepausan.

Huuh?

Suatu kehormatan besar.

Kau sekarang adalah wali pembela bagi siapa pun yang percaya kepada Yesus Kristus.

Katakan pada Pausmu ...

Aku bukanlah pelindung atau budak bagi siapa pun.

Setelah aku menghancurkan Mehmed,

jika Pausmu tidak ingin kehilangan tahtanya ...

dia harus mengakui bahwa aku adalah Anak Tuhan.

Akulah Anak Tuhan.

Katakan pada tuanmu aku telah memaafkan kesombongannya... untuk saat ini.

Mübariz.

Kau tidak pernah membuka matamu sejak bulan muncul,

Tapi aku tahu kau terjaga.

Anak Adam selalu mencintai matahari.

Tapi aku...

Aku menutup mata pada siang hari untuk menenangkan bulan.

Sehingga bulan tidak merasa sedih dan berpikir tidak ada yang melihat keindahannya.

Apakah matahari di tanahmu menyengat seterik ini juga, Mübariz?

Hei Kasdar?

Matahari lebih menyengat di tanahku ...

tapi dia tidak akan membiarkan membakarmu sampai kau tidak melukainya,

jadi dia tidak bisa meniup cahayanya.

Di mana aku berasal, angin,

air, tanah kita, benar-benar berbeda.

Ketika kau memandang langit, kau akan melihat birunya Kaspia.

Mereka malu pada kesetiaan mereka .

Kau tahu, Kasdar ...

Ketika itu sulit diraih ...

Kau akan mulai merasakan takut atas kerinduan.

Suskun...

Saudaraku tercinta, Suskun.

Kau masih terus memikirkan bayi itu?

Perpisahan itu sangat sulit.

Aku mengerti.

Tapi ini untuk kebaikannya.

Jalan kita sangat berbahaya. Aromanya bagaikan kematian.

Kita menjadikan kematian sebagai tujuan hidup kita.

Kau sudah melakukan semua yang kau bisa untuk jiwa yang tak bersalah itu.

Sisanya ada di tangan (Takdir) Allah.

Bersedih berlebihan..

tidak ada gunanya untukmu ... ataupun dia.

Hussst, Suskun!

Kau bernyanyi seperti burung bulbul lagi.

Kau selalu tertawa pada bukan tempatnya, Kongar?

Pantaskah seorang bijak hidup seperti badut?

Ok.

Kongar!

Kenapa kau begitu marah, Kaşgar?

Hei Kardas?

Cabut pedangmu dan serang dia.

Tapi ketahuilah jika kau melakukannya, seperti kau menyerang dirimu sendiri ...

bukan Kongar.

Oh kau!

tahu kenapa?

Sama seperti disaat kau menumpahkan dara lusinan orang dimedan perang ...

itu tidak berarti jika dibandingkan banyaknya kehidupan dibumi yang berhasil diselamatkan.

Seiring berjalannya waktu, Hatimu sudah membatu..

orang akan menyadari tujuan mulia kita.

Sebenarnya senyum menghiasi wajahnya

Tapi seolah menakut-nakuti dengan belati.

Kau tahu bagaimana selanjutnya..

Kau akan diam membisu seperti Suskun ...

atau kau terus-menerus berpura menertawakan dunia ini seperti Kongar.

Tertawalah, Kardas.

Tertawalah.

Hanya karena itu namanya bukan Asgar ...

Lalu kau anggap Kongar berbeda darimu.

Jangan lakukan itu, Kardas.

Serigala akan datang kepadamu ...

dan kabar akan dikirim melalui serigala.

Aku akan mengirimkan kabar kepadamu.

Serigala pergila kepada mereka, Serigala pergila kepada mereka.

Sampaikan kabar kepada mereka.

Bangun, Kuman.

Kami mengutusmu

agar kau selalu terjaga dan membangunkan yang lain, bukan untuk tidur.

Hei orang-orang tidur, bangunlah.

Semoga hati mereka membara, bagaikan besi dalam kobaran api.

Sebelum langit menjadi merah dan bumi berubah menjadi tanah lumpur,

Mereka semua harus bangkit dan berjuang.

Buka matamu, Kuman.

Bukalah Hatimu. Buka jiwamu.

Bentangkan sayapmu.

Bungkus luka mereka dengan sayapmu.

Atas nama kuda yang menghembuskan petir ...

dan serigala surgawi,

Kalian tidak sendiri.

Allah bersama kita.

Ambil senjata kalian!

Suskun, Kuman!

Aşgar!

Kongar!

Kongar! Kongar ...

Kongar! Kongar, kau baik-baik saja, Kardas?

Kongar, bertahanlah!

Mübariz? itu bandit si Vlad.

Kongar ...

Kongar, buka matamu, Kardas! Buka matamu.

Bukalah. Tertawalah lagi. Aku bersumpah aku tidak akan marah lagi, jika kau tertawa!

Kongar, tertawalah! Kongar!

Kongar!

Aşgar.

Kongar tidak bisa lagi mengikuti kalian.

Tinggalkan dia.

Tidak.

Kongar akan selalu bersama kami.

Dia akan pulih kembali.

Kita akan melanjutkan perjalanan bersama.

Jangan memperlambat tugas ini.

- Pergilah. - Aku bilang tidak.

Mungkin kita akan menemukan desa, seorang tabib.

Mungkin dia bisa mengobati Kongar. semoga dia akan membaik.

Kongar orang yang kuat. Dia akan bisa bertahan.

Aşgar ...

Kongar tidak menginginkanmu menangis untuknya.

Dia menginginkanmu bertempur di medan perang.

Itulah yang sepatutnya kau lakukan, Garda.

Huuuu ...

DELILER.

Huuuu .

Huuuu .

Kau berhutang banyak, Viktor. Ini minuman terakhirmu.

Mau ku bawakan anggur.

Tidak perlu!

Cukup air saja.

Tidak ada lagi yang mau maju?

Apa tidak ada orang lain yang berani melawanku di kedai ini?

Kalian semua terdiam, sama seperti mayat orang Turki, ditiang pancang.

Kalian makan seperti sekelompok yatim piatu yang kelaparan!

Oh, nak.

Learn to No Instant Way for A Result By : Yoyong Masamba

Mohon Maaf Jika Masih Ada Kesalahan Arti

COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU GROUP FACEBOOK

Gazhiler ...

- Kita harus menemukan air bersih. - Adsýz.

Siap, tuan.

Tunggu!

Apa yang kau lakukan di sini?

Saya juga akan pergi ke Târgovişte.

Jika aku memberitahu kalian, kalian pasti tidak mengijinkan aku ikut.

Jadi aku mengikuti kalian.

Baik, tapi usahamu sia-sia mengikuti kami.

Kau tidak bisa ikut dengan kami.

Mübariz!

Adsýz...

Adsýz..

Adsýz!

Aku ... yang menyuruhnya ke sini!

Mübariz ...

Aku yang menyuruhnya ke sini!

Ini salahku.

Mübariz!

- Aku yang menyuruhnya ke sini! - Mübariz!

Mereka jelas tidak membunuhnya, Kardas.

Mereka menangkapnya.

Kita akan mencarinya.

- Tapi aku yang menyuruhnya ke sini.. - Kita akan menemukannya, Kardas.

Kita akan menemukannya.

Kita akan mencarinya, Mübariz.

Jangan khawatir. Kita akan menemukannya.

Adsýz!

Kau bilang prajurit yang paling kuat adalah DELILER Turki.

Tapi ayahku bilang.

Pangeran kami, Vlad,

Dia menyatakan perang terhadap Turki.

Dia membakar desa-desa terdekat.

Jika para DELILER itu ada, mereka akan datang dan menyelamatkan desa-desa itu.

Ayahku bilang mereka semua akan melarikan diri.

Selamat datang.

Demi tugas. (Penyamaran sebagai pendeta)

Kami datang kesini.

Bukan hanya sekedar mengunjungimu, Karali.

Aku tahu, Kardas, aku tahu.

Sudah tiba waktunya.

Dia salah satu dari kita.

Dia cucu seorang nelayan.

Dia tidak punya siapa-siapa lagi.

Kita sebaiknya kita jangan bicara disini, Gokurt.

Mari kita pergi ke gudang perahu.

Aku mempercayakanmu kepada seorang pahlawan.

Eren akan membawamu ke gudang perahu.

Ayo pergi, DELILERS.

Ayo SINGAKU.

Ayolah.

Jaga rahasia ini dihatimu.

Aku akan menjaga rahasia ini dihatiku.

Pak, tolong kasihanilah. Aku mohon padamu.

Kumohon padamu.

Baik, baik, baik ...

Jadi ini pahlawannya, ya?

Siapa kau?

Hah?

Siapa Kau?

Siapa kau?

Baiklah. Jika kau tidak mau bicara?

Mari kita lihat apakah dongeng itu ada atau tidak?

Siapa kau

Tahan dia.

Tahan dia!

Mengesankan.

Aku hampir percaya pada dongeng itu.

Siapa kau.

- Yang Mulia. - Ya?

Kita punya situasi penting.

Buat dia bicara.

Ada pergerakan di selatan, tuan.

Baik, baik, baik. Namamu Adsýz, tapi mulai sekarang kau dijuluki Parmaksýz.

Si Tanpa Jari.

Ada jalan rahasia bawah tanah yang menuju ke istana Vlad.

Vlad juga menempatkan pasukannya di sana.

tapi kurasa tidak terlalu banyak.

Tapi...

Kita punya masalah yang lebih besar.

Masalah apa, Karali?

Vlad sedang mengerjakan senjata rahasia

di sebuah gua di luar istananya.

Senjata macam apa itu, Karali?

Mereka akan menyebarkan wabah menggunakan tikus.

Mereka membuat tikus jadi gila

dengan menggabungkan darah dan daging yang diambil dari korban yang terjangkit wabah..

semacam lumut merah.

Kemudian mereka akan melepaskan tikus-tikus itu ditengah masyarakat.

Sehingga, tikus-tikus itu menjadi pembunuh

Dia ingin membunuh semua orang dengan menggunakan wabah.

Kami tumbuh bersama bahu membahu dalam satuan DELILER,

sejak kami masih kecil.

Kami mengayunkan pedang kami di banyak medan perang.

Kami membunuh.

Kami membiarkan seseorang tetap hidup .

Tapi...

Adsýz, ada ditangan mereka.

Jadi kami akan segera...

menyerang kedalam sarang iblis itu.

Karali,

Bersediakah kau menghancurkan sarang tikus-tikus itu sendirian?

Evelallah (Dengan Pertolongan Allah).

Kalau begitu, tugas ini milikmu.

Kami akan menemukan jalan rahasia itu.

Semoga Allah ...

Melindungimu dan menjadi Penolongmu.

Beri kami ridhomu.

Kita datang dengan setetes air, ...

dan kita akan kembali menjadi tanah.

Aku ridho padamu.

Beri aku ridhomu juga.

Aku ridho padamu.

Semoga Allah Merahmati kita.

Semoga Hizir menjadi sahabat kita.

Anak pemberani ini yang membawa kami ke sini.

Kau membesarkannya seperti singa. Masya Allah.

Semoga dia punya keberanian seperti singa.

Kau kuat dan tangguh.

Apa kau ingin menjadi pegulat?

Tidak. Aku akan ingin bergabung dengan Kesatuan DELILER, sama seperti kalian.

Siapa namamu?

Eren.

Kami bangga kepadamu, Eren.

Sangat bangga.

Bapa,

Aku datang, Anakmu datang.

Mereka datang untuk menyalakan petir diatas kepala anakmu, Bapa.

Mereka akan datang membantai anakmu, Bapa.

Aku berharap Kau tidak akan meninggalkan aku sendirian seperti yang ayahku lakukan.

Seorang petani Wallachian bodoh, tercela yang menganggap dirinya sebagai ayahku.

Kau tidak akan meninggalkan aku sendirian seperti orang bodoh itu, penjahat kotor itu, Bapa.

Jangan tinggalkan aku sendiri seperti yang Pangeran (Vlad II) lakukan yang tidak punya harga diri itu.

yang meninggalkan anaknya yang masih kecil di istana musuhnya, Istana Ustmani, Bapa.

Aku anak-Mu

Sejak awal, aku adalah anak-Mu.

Semua orang memanggil-Mu Tuhan,

Semua orang takut pada-Mu,

Kau adalah Ayahku

Kau akan meletakkan dunia di bawah telapak kakiku.

Dan aku akan membaptis umat manusia dengan api dan kematian.

Tapi jika Kau akan meninggalkanku,

Aku tidak akan menerima kekalahan..

dengan mudah seperti Yesus situkang kayu itu, Bapa.

Dia menyerah kepada tentara Romawi.

Tapi aku tidak pernah menyerah pada siapa pun dan aku tidak akan pernah melakukannya.

Jika Kau membuat aku kalah melawan orang-orang Turki kafir, biadab itu ...

jika aku sampai mati dan tersesat dalam kegelapan,

Maka semoga nama-Mu juga terjebak dalam kegelapan abadi.

Piliha ada pada-Mu ...

Bapa.

Adsýz.

Adsýz...

Adsýz...

Usta...Usta...Usta..uh..uh..uhhh

Aku tidak bicara kepada mereka, Usta!

Ghaziler (teman-teman) ...

Inilah waktunya...

Sekarang.

sudah waktunya kita

untuk meraih kesyahidan.

Semoga jasad yang yang menjadi korban di medan perang.

Menjadi sahabat bagi senjata Zulfiqar kami. (Pedang Milik Hazrat Ali, ra)

Huuuuuuuu, DELILER.

Huuuuuu.

Huuuuu.

Huuuuuuuu, DELILER.!

Huuuuu!

Apa mereka di sini datang untuk membunuh anak Tuhan?

- Ini sumpah kami! - Ini sumpah kami!

Sebelum senjati kami jatuh berkeping-keping,

sebelum luka-luka terkoyak ditubuh kami,

Kami tidak akan berhenti!

- Ini sumpah kami! - Ini sumpah kami!

Ini sumpah kami!

Wahai para Kuffaaar! Wahai para Zhalimiiin.

Bumi adalah medan pertempuran kami!

Idiot.

- Ini sumpah kami! - Ini sumpah kami!

Kami tidak akan berhenti.

sebelum kami menghancurkan mahkota tentara salib

dan menghancurkan kepala mereka!

Ini sumpah kami!

Ini sumpah kami!

Kami akan terus meninggikan panji-panji kami,

Sebelum berkibar di tujuh negeri

dan tiga benua!

Kami tidak akan pergi ke peraduan

ataupun tidur dipenginapan.

- Ini sumpah kami! - Ini sumpah kami!

Tujuan kami adalah mengikuti Ali Usman.

Mahkota kepala kami adalah Muhammad Al Amin (Rasulullah Saw)!

- Ini sumpah kami! - Ini sumpah kami!

Jika kami berada di medan perang, biarkan itu terukir dibatu.

Apapun yang menjadi takdir kami, pasti akan menimpa kami!

Shhh....shhh

Tenang...tenang....tenang

Seeraaaaaang!

Akhiri omong kosong ini!

Cepat bunuh mereka!

Kau tahu, kenapa kita menganggap negara itu bagaikan Ibu Pertiwi, Gokkurt?

Karena seorang ibu tidak menelantarkan anak-anaknya sendiri.

Ayo! serang!

Mulai sekarang, pikirkan baik-baik

Kapan saat harus tetap diam ...

dan kapan harus berbicara.

Ibu, Ibu! Tolong jangan mati! Kumohon!

Bagus sekali, Nak.

Kalau kau tidak menangis seperti ini, kami tidak akan menemukanmu.

Tidak ada pengorbanan tanpa perintah.

Tidak ada medan perang Tanpa singa.

Tidak ada pengorbanan tanpa perintah.

Tidak ada medan perang Tanpa singa.

Tidak ada pengorbanan tanpa perintah.

Tidak ada medan perang Tanpa singa.

Usta...

Apa yang Kuman nyanyikan?

Huuuu ... DELILER.

Huuuuu!

Huuuuu!

Kekuatanmu belum cukup untuk menghancurkan kami.

Bahkan keturunanmu tidak akan pernah melihat kami hancur.

Kau serahkan aku kepada Turki ...

untuk kedua kalinya, Bapa.

Jadi ini adalah keputusan-Mu.

Kau tidak bisa membunuhku.

Kau tidak bisa.

Tuhanmu tidak memiliki anak!

Tapi Allah Tuhanku ...

memiliki seluruh pasukan!

Dengan Nama Allah!

Biarkan tubuh mereka berbaring di sana,

Buang kepala mereka di tempat lainnya!

Adsýz.

Pemberaniku.

Kau telah membuatku bangga.

Hamzah ...

Hamza Si Pemburu Singa.

Mulai sekarang, namamu bukan Adsýz.

Tapi Hamzah.

Penghulunya para syuhada dan kau sekarang ...

Seorang kawan bagi semua DELILER yang syahid.

Huuuuu ...

DELILER!

Huuuu.

Mereka yang tetap hidup meskipun sudah mati.

Mereka yang mati satu kali, kemudian terlahir kembali seribu kali.

Mereka adalah orang-orang yang menumpaskan kezhaliman dengan darah mereka sendiri

dan menghancurkan kegelapan dengan percikan senjata mereka.

Mereka orang yang menghancurkan takhta dan mahkota,

dan kemudian mereka kembali ke pegunungan.

Mereka mengguncang seluruh dunia ...

tapi dimakamkan kedalam kuburan tanpa nisan.

Huuuu, DELILER.

Merekalah yang rela menghadapi kematian demi menyelamtkan nyawa orang-orang yang tidak berdosa.

Mereka selalu terdepan.

Merekalah yang tidak pernah mundur kebelakang.

Julukan mereka adalah...

DELILER.

Biarkan itu terukir dibatu ...

jika kami berada di medan perang.

Apa yang menimpa kami ...

Itulah sudah ditakdirkan kepada kami.

Huuuuuuu, DELILER!

Huuuuuuuu!

Mungkin tidak ada seorang pun yang tahu siapa mereka.

Tapi selama sejarah anak Adam masih ada,

Maka Legenda para DELILER akan terus ada.

Huuuuuuu, DELILER!

Huuuuuuu, DELILER!

Huuuuuu!

Percobaanku berhasil.

Alih Bahasa By : Yoyong Masamba

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.