Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪Saya berjalan melewati pegunungan, berjalan dengan anggun.♪
♪Berapa lama waktu berlalu dalam kelinglungan, tak berbuat apa pun.♪
♪Di balik senyumanmu ada kesepian.♪
♪Tidak bisa melihat dengan jelas, tidak bisa menebak kejanggalannya.♪
♪Takut terbawa oleh angin, masa muda menjadi layu.♪
♪Mencari tahu penyebabnya, mengabaikan akibatnya.♪
♪Menanyakan berasal dari mana dan hendak pergi ke mana.♪
♪Tidak bisa menjelaskan dan menyingkirkannya, seperti saya namun bukan saya.♪
♪Bertahun-tahun yang lalu, siapa saya?♪
♪Siapa yang akan mengenali siluetku?♪
♪Saya di matamu.♪
♪Apakah saya orangnya? Sebenarnya hidup demi siapa?♪
Sang Gadis dan Pangeran
Episode 7
Tuan, sebelah sini.
Kamar ini,
adalah ruang baca dan kamar tidur.
Ayo saya antar Anda berkeliling.
Fei Yuan,
kamar tamu di sebelah mana?
Kamar tamu di...
Kamar tamu ada di halaman samping dan halaman belakang.
Sebelah sini.
Cepat bawa saya ke sana.
Ayo, Tuan.
Lihat.
Saya telah mengubah kamar tidur utama,
menjadi kamar tamu
sesuai pesan Anda.
Bagus.
Sebelah sini.
Tuan,
ini adalah buku cerita tentang Pangeran Qi yang Anda minta
untuk Tuan Su.
Tuan.
Mengapa Anda tidak memberitahunya secara langsung bahwa
Anda adalah Pangeran Qi?
Sekarang belum waktunya.
Baiklah.
Mari saya antar Anda untuk melihat-lihat kamar yang lain.
Baik.
Jalan.
Kediaman Pei Rumah ini sangat bagus.
Saya selalu mengira jika Saudara Pei memiliki
cara pandang putra bangsawan.
Sepertinya saya belum mengenalnya dengan baik.
Putra bangsawan memiliki cara pandang apa?
Ya cara pandang orang seperti Xie Beiming.
Dua hari ini saya diajak pergi melihat rumah-rumah,
semuanya sangat megah, dengan balok berukir yang dicat.
Rasanya di setiap sudut rumah,
semuanya di taburi emas.
Saya hanya seorang yang bertugas,
tidak sekaya itu.
Saya lihat Saudara Pei juga cukup kaya.
Apa maksudnya?
Tempat ini terletak di tengah kota dengan transportasi yang praktis.
Harga tanah dan sewanya
adalah salah satu yang terbaik di ibu kota.
Walaupun di dalam rumah ini tidak ditaburi emas dan giok,
tetapi pemandangannya segar dan cantik.
Perabotannya halus dan penuh ketelitian.
Tentu bukan tempat tinggal rakyat biasa.
Saya tadi juga melihat sekilas,
di mansion ini ada sekitar 20 orang pelayan.
Jika berdasarkan
penghitungan satu orang setiap bulan digaji satu tael perak.
Untuk uang gaji saja,
Saudara Pei setiap bulan harus membayar
lebih dari dua puluh tael perak.
Apalagi untuk beberapa pelayan yang lebih berpengalaman,
gaji setiap bulannya tentu akan lebih tinggi lagi.
Saudara Pei.
Saya rasa identitasmu tidak sesederhana yang kamu katakan.
Ini adalah taman leluhur saya,
tidak perlu membayar uang sewa.
Dan keluarga saya memiliki beberapa toko.
Pemasukan setiap bulannya tidak sedikit.
Saya hanya menggunakan tempat tinggal keluarga saja.
Jika mengandalkan gaji saya sendiri,
tentu saja tidak mampu menanggungnya.
Ayo kita melihat-lihat ke dalam.
Baik.
Ayo, sebelah sini.
Saudara Pei rumah ini biasa saja.
Jika saya yang memberikan uang,
agar kamu membangun tempat ini menjadi lebih mewah,
bagaimana?
Mewah?
Rumah yang kamu cari untukku,
satu demi satu memang semakin mewah.
Rushuang,
kamu baru saja sampai di ibu kota.
Saya hanya berharap kamu dapat tinggal dengan nyaman.
Satu demi satu rumah bertaburan emas dan giok,
mataku pun sudah hampir buta karena kesilauan.
Apanya yang nyaman?
Di sana apa itu?
Di sana masih ada taman bunga.
Saya antar kalian untuk melihat-lihat.
Baik.
Jalan.
Ayo jalan.
Sebelah sini.
Saudara Pei,
kamar saya dan Rushuang
apakah berdekatan?
Maaf.
Saya tidak menyiapkan kamar untukmu.
Tapi,
bukankah Fei Yuan bilang ada tiga kamar tamu?
Saya merasa rumah saya ini terlalu membosankan.
Tidak cocok untuk putra bangsawan
dengan standar putra bangsawan yang mewah.
Saudara Pei.
Sekarang setelah saya pikirkan baik-baik,
saya rasa
gaya saya dan gaya elegan ini
masih sangat cocok.
Tetapi kamar di sini terlalu kecil.
Saya takut tidak memuaskanmu.
Tidak kecil, tidak kecil.
Banyak orang lebih ramai,
benar tidak?
Di sana masih ada daun maple.
Benar.
Daun maple di sini sangat indah.
Ayo coba.
Pena ini.
Sebelumnya saat saya menangani kasus di istana
pernah melihat warna seperti ini.
Tapi Saudara Pei, dari mana kamu mendapatkannya?
Pangeran Qi memberikannya kepadaku.
Saya sendiri tidak menggunakannya,
makanya kuberikan kepadamu.
Ini terlalu berharga.
Silakan kamu ambil.
Saya hanya orang kasar.
Setiap hari menggunakan pedang dan senjata.
Tidak memerlukan semua ini.
Buku cerita Pangeran Qi?
Saudara Pei.
Kenapa kamu bisa memiliki begitu banyak buku cerita Pangeran Qi?
Saya sengaja menyiapkannya untukmu.
Menyiapkannya untukku?
Bukankah kamu suka membacanya?
Apakah sebahagia itu?
Saudara Pei.
Masuklah.
Adik Su.
Saudara Pei.
Terima kasih telah mengatur kami dengan baik.
Saya tidak seharusnya,
datang mengganggumu lagi.
Tetapi ada beberapa hal,
saya pikir lebih baik mengatakannya dengan jelas terlebih dahulu.
Kemari, duduk.
Kamu lihat ini terlebih dahulu.
Kontrak sewa
Kontrak sewa?
Duduklah.
Saya tinggal di sini,
sudah seharusnya membayar uang sewa.
Silakan kamu buka harga.
Bukan Adik Su, saya hanya berpikir...
Saya mengerti.
Justru karena itu,
saya tidak bisa menerima kebaikan ini
begitu saja.
Begitu tidak tahu diri bukanlah sikap pria sejati.
Jika saya tidak menerima uang sewa,
Adik Su pasti tidak bersedia untuk tinggal lama.
Baik.
Kalau begitu setiap bulan lima tael perak.
Lima tael?
Maka tidak akan cukup untuk membeli buku cerita.
Tetapi masuk akal.
Sepadan dengan harganya.
Baiklah kalau begitu.
Nanti akan ditambahkan ke dalam surat perjanjian.
Selain itu,
berdasarkan keadaan kita,
saya juga menyusun persyaratan tambahan.
Di sini.
Menyimpan rahasia bagi penyewa.
Jangan menggunakan ini sebagai ancaman.
Kontak fisik?
Dan hal-hal yang tidak sesuai peraturan.
Selama masa kontrak
harus benar-benar mematuhi etiket sesama jenis.
Jika melanggar peraturan,
penyewa berhak mengajukan ganti rugi.
Rincian ganti rugi adalah sebagai berikut.
Di sini.
Jika dengan jelas berniat melakukan pelanggaran verbal,
ataupun sentuhan fisik
ganti rugi satu tael.
jika mengulangi lagi, maka...
Tunggu-tunggu.
Kenapa saya merasa surat perjanjian ini
hanya mengekangku saja?
Sebagai balasannya.
Dalam keadaan masuk akal
dan keadaan yang tidak melanggar etika,
saya juga akan menyediakan pertolongan,
misalnya melakukan penyelidikan.
Kedengarannya seperti setelah saya mengalami masalah,
membantu saya untuk mengurus pemakaman.
Bukan.
Saya bukan bermaksud seperti itu.
Akan saya pikirkan.
Karena pemiliknya tidak setuju,
maka besok saya akan pindah.
Uang sewa malam ini
akan dihitung berdasarkan harga penginapan.
Terima kasih, Saudara Pei.
Adik Su, tunggu-tunggu.
Baiklah, saya tanda tangan.
Pemilik, Pei Zhao. Penyewa, Su Ci
Sudah berlaku, ini.
Saya pulang dulu.
Baik.
Aku pamit dulu.
Sebagai pemilik rumah, saya sungguh frustasi.
Kontrak sewa?
Tuan, Anda terlalu pelit.
Ini...
Semuanya adalah teman.
Anda masih menerima uang sewa dari mereka?
Adik Su sendiri yang bersikeras.
Tuan Su sungguh berprinsip.
Lima tael?
Tuan Anda benar-benar pemilik berhati kejam.
Ini...
Gaji bulanan Tuan Su hanya tujuh tael.
Anda sudah mengambil lima tael.
Ini...
Bagaimana Anda membiarkan Tuan Su hidup di sisa harinya?
Apa?
Gaji Adik Su setiap bulan hanya tujuh tael?
Waktu itu mendengar Tuan Su membahasnya saat mengobrol.
Jika begitu harus mencari cara,
menaikkan gaji Biro Mingjing.
Pei Zhao
Pei Zhao
Hukum dibagi menjadi enam bagian.
Hukum Perampokan, Hukum Pencurian,
Hukum Tahanan, Hukum Penangkapan, Hukum Keanekaragaman, Hukum Kriminal.
Konten dasar secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian.
Bagian pertama adalah...
Di saat yang paling indah,
pertahankan dia.
Pertahankan dia.
Apakah tidak ingin makan dengan pemilik rumah?
Biro Mingjing masih memiliki dokumen yang belum beres,
jadi tidak makan.
Saudara Pei, silakan.
Tidak boleh ada kontak fisik.
Kita sudah menulisnya dengan jelas di dalam surat perjanjian,
atau akan didenda satu tael perak.
Ini juga termasuk?
Tuan.
Kalian sedang membicarakan apa?
Pegawai Biro Mingjing ini
sedang memikirkan cara agar saya mengurangi biaya sewa.
Sudah seharusnya dikurangi.
Menggoda secara verbal ditambah satu tael.
Kita teman atau bukan?
Karena kita adalah teman,
kenapa sekarang tidak boleh?
Dulu boleh.
Dulu?
Dulu...
Adik Su.
Uangnya kamu juga tidak mau lagi?
Sungguh aneh, sungguh aneh.
Kediaman Fu Selamat-selamat.
-Silakan ke dalam. -Silakan.
-Selamat. -Selamat datang.
-Selamat. -Silakan.
Tuan, silakan sebelah sini.
-Silakan. -Ayo silakan.
Baginda.
Tuan Fu.
Baginda selamat datang, membuat rumah yang sederhana ini menjadi cemerlang.
Tuan Fu jangan sungkan.
Saya dan Ziyou sudah seperti saudara.
Hari bahagianya,
tentu saja harus ikut meramaikan.
Di mana mempelai pria?
Dia
sudah pergi menjemput mempelai wanita pagi-pagi sebelum langit terang.
Anak ini sangat tidak sabaran.
Menikah adalah peristiwa besar dalam hidup.
Tidak berani mengabaikan kesopanan.
Pangeran, silakan.
Oh ya, apakah Zizhuo juga ikut pergi menjemput mempelai wanita?
Anda lihat, saya sangat sibuk
tidak memerhatikan anak itu.
Seharusnya sudah pergi.
Pegawai Su.
Pegawai Shen.
Saya dengar bahwa Departemen Resmi baru saja mengirimkan dokumen.
Gaji kita akan naik.
Benarkah?
Kenapa bisa tiba-tiba naik?
Apanya yang tiba-tiba?
Kita setiap hari bekerja keras.
Dari awal sudah seharusnya naik.
Benar juga.
Bagus, bisa dengan tenang membeli buku cerita lagi.
Pangeran, silakan.
Tuan.
Kenapa pengantinnya belum tiba?
Menjemput pengantin mana mungkin semudah itu.
Semuanya akan mempersulit pengantin pria sebentar,
meminta lebih banyak uang kebahagiaan.
Tuan.
Tuan, gawat, telah terjadi masalah.
Su Ci.
Kasus Sebuah mayat ditemukan di bawah tembok kota.
Telah dipastikan adalah putri keluarga Du.
Apakah yang hari ini akan menikah dengan
Nona Du dari Komandan Fu?
Kasus ini melibatkan anggota istana.
Jing Zhaoyin telah memindahkan kasus tersebut ke Biro Mingjing.
Kamu yang menyelidiki.
Bawahan patuh.
Biro Mingjing Bukti dari seluruh kasus
dan juga peroses penyelidikan
sudah saya catat di dalam buku catatan ini.
Simpan baik-baik.
Kakak Su, kamu pergi menyelidiki kasus, kan?
Kenapa kamu ada di sini?
Saya juga tidak dapat masuk ke dalam Biro Mingjing,
hanya bisa menjaga dari sini.
Rushuang, saya benar-benar ada urusan.
Saya pergi dulu.
Saya tahu.
Saya datang untuk membantumu.
Semua alat autopsi sudah saya siapkan.
Nona keluarga Du ini sungguh mati dengan mengenaskan.
Cukup-cukup, jangan lihat lagi.
Di usia yang begitu muda,
tidak disangka akan meninggal seperti ini.
Sudah jangan ikut-ikut, cepat bangun.
Tuan Su.
Mungkinkah pengantin hantu datang membunuh lagi?
Hentikan itu, sangat menakutkan.
Nona Du
meninggal dengan sangat mengenaskan.
Benar, sungguh mengenaskan.
Sendi tidak berada di tempatnya.
Tulang belikat memiliki patah tulang yang jelas.
Penyebab kematian adalah leher yang patah.
Menunjukkan posisi kematian karena jatuh dari ketinggian.
Ini adalah Tuan Su Ci?
Benar, belum pernah dengar?
Detektif Su Ci.
Memang melompat sendiri.
Kakak Su, sekarang kita mau ke mana?
Rushuang, kamu sebaiknya jangan mengikutiku lagi.
Biarkan saya mengikutimu.
Saya berjanji untuk tidak membuat masalah.
Kamu bukan orang pemerintahan.
Jika berbuat demikian akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang.
Tapi,
saat menyelidiki kasus di Kabupaten Qingshui,
bukankah saya juga selalu mengikutimu.
Tetapi kasus ini melibatkan putri pejabat,
memang tidak nyaman.
Kamu lebih baik pulang.
Kalau begitu...
Kalau begitu...
Kalau begitu...
Kalau begitu saya tidak ikut.
Tidak ikut.
Hati-hati saat pulang.
Pemerintah mengumpulkan petunjuk saksi.
Semalam siapa yang melihat,
Nona di dalam gambar ini.
Tidak peduli petunjuk apa pun
boleh melapor kepada petugas.
Setelah diverifikasi, akan ada hadiah.
Dengar-dengar yang meninggal adalah Nona Du.
Seharusnya acara bahagia seperti ini malah berubah menjadi acara pemakaman.
Putri kesayangan Tuan Du,
seharusnya menikah dengan tuan muda pertama Keluarga Fu.
Kenapa bisa meninggal?
Kalian sedang apa?
Biro Mingjing ingin Anda ikut untuk menanyakan beberapa hal.
Bertanya apa?
Kemarin Anda bertemu dengan Nona Du?
Nona Du?
Apakah maksudmu kakak iparku?
Dia sudah meninggal.
Ada orang yang melihat kalian bersama kemarin malam,
maka ingin bertanya tentang keadaan kalian semalam.
Kamu bilang... kamu bilang siapa yang sudah meninggal?
Du Lan, Nona Du.
Kemarin malam meninggal di bawah tembok kota.
Xiao Lan.
Dari kecil, Nona
lebih dekat dengan tuan muda kedua keluarga Fu.
Saya pikir kemarin malam mereka sudah membuat janji untuk...
Untuk kawin lari.
Kamu teruskan.
Tapi, tapi kemarin malam setelah mereka bertemu,
Nona pulang
lalu berkata...
katanya sudah sadar.
Sadar?
Sadar apa?
Sadar untuk menikah.
Nona bilang tuan muda pertama keluarga Fu adalah orang yang baik.
Demi nama baik kedua keluarga,
dia akan menjalani hari dengan baik.
Kemarin malam ada hal lain yang terjadi?
Tidak ada.
Saya melayani Nona sampai tidur baru pergi.
Nona keluargamu keluar tengah malam,
tidak ada siapa pun yang melihat?
Bungkusan ini adalah milik Nona keluargamu?
Apakah saya boleh membukanya?
Kemarin malam dia keluar membawa ini?
Tidak bawa.
Nona Xiao Qing, coba kamu pikirkan baik-baik lagi.
Nona keluargamu selain bertemu dengan tuan muda kedua keluarga Fu,
ada hal aneh apa lagi?
Keanehan?
Benar.
Seperti
perilaku yang berbeda dari biasanya,
kamu boleh memberi tahu saya.
Nona...
Nona bisa tiba-tiba mendengar suara hujan.
Suara hujan?
Hari itu Nona melamun melihat keluar jendela,
tiba-tiba memanggil saya untuk menemaninya mendengar hujan.
Lalu berkata apa lagi...
Suara hujan sangat indah.
Tetapi saya melihat keluar jendela,
hari itu tidak hujan.
Dulu dia juga begitu?
Tidak pernah.
Cuaca cerah mendengar hujan.
Sangat aneh.
Tuan Su.
Fu Zizhuo sudah ditangkap.
Tuan Su.
Saat menangkapnya,
dia bahkan masih mabuk.
Saat ditanya dia tidak mengatakan sepatah kata pun.
Baik.
-Adik Su. -Kita sekarang pergi.
Baik.
Saudara Pei.
Saya sudah dengar,
jadi datang mencarimu,
ingin membantumu menyelidiki kasus bersama.
Kami di sini tidak membutuhkan bantuanmu.
Adik Su.
Kakak beradik keluarga Fu adalah temanku,
itu tugasku.
Saya harap kamu dapat mengerti.
Baiklah, kamu ikut kami pulang.
Tuan muda kedua keluarga Fu,
sudah dibawa pulang.
Apa?
Fu Zizhuo bukan penjahat,
kenapa dia harus dikurung?
Kalian berdua tidak tahu,
setelah Tuan Muda Fu tahu Nona Du meninggal,
langsung seperti orang gila,
tak satu pun bisa menahannya.
Susah payah membawanya kemari.
Setelah membawa pulang kemari,
dia seperti kehilangan nyawanya,
tidak berkata satu kata pun.
Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,
makanya baru mengurung dia.
Silakan, sebelah sini.
Dia terpukul,
emosinya tidak stabil.
Bagaimana kalau saya berbicara dulu dengannya?
Baiklah.
Zizhuo.
Baginda.
Mereka bilang Xiao Lan sudah meninggal.
Apakah benar?
Benar.
Bagaimana bisa?
Bagaimana dia bisa...
Zizhuo, kamu dengarkan saya,
Tuan Su dari Biro Mingjing yang menyelidiki kasus ini.
Dia menyelesaikan kasus dengan adil, pintar dan pintar bela diri,
pasti dapat menemukan kebenarannya.
Tidak akan membiarkan Nona Du mati dengan tidak jelas.
Kamu harus bekerjasama baik-baik dengannya,
memberi tahu segala hal yang kamu tahu.
Baik.
Tuan Su masih tidak tahu identitasku,
maka...
Tuan Su, silakan masuk.
Tuan Muda Fu, saya adalah Su Ci dari Biro Mingjing.
Mohon bantuan Tuan Su untuk mengungkap kebenarannya.
Ini adalah tugas saya.
Saya harap Tuan Muda Fu tidak menyembunyikan apa pun.
Demi Xiao Lan,
saya pasti berkata yang sejujurnya.
Ada yang bersaksi,
Anda dan Nona Du bertemu di pintu kota kemarin malam.
Apakah benar?
Benar.
Kenapa kalian bertemu?
Saya dan Xiao Lan sudah sepakat
akan kawin lari ke luar tembok kota.
Semenjak itu akan hidup bersama dengan menyembunyikan identitas.
Xiao Lan.
Saya khawatir kamu tidak akan datang.
Kereta kuda sudah di luar, ayo kita pergi.
Tidak bisa, Zizhuo.
Saya tidak bisa pergi.
Kamu juga tidak bisa.
Ada apa, Xiao Lan?
Hari ini saya datang
hanya ingin memberitahumu,
kita selesai sampai di sini saja.
Tetapi...
Tetapi kenapa?
Bukankah kita sudah berjanji akan pergi bersama?
Jika kita pergi,
maka tidak setia kepada kakak pertama
dan tidak berbakti kepada orang tua.
Bahkan jika kita tetap bersama di luar Tembok Besar,
kita juga tidak bisa merasa tenang.
Saya tidak ingin karena urusan pribadi kita,
membuat generasi tua di keluarga kita
menjadi bahan tertawaan di seluruh kota.
Kamu sudah memikirkannya dengan matang?
Hanya bisa menyalahkan jodoh kita di kehidupan ini terlalu pendek.
Saya mengantar Xiao Lan pulang ke rumahnya
lalu pergi membeli arak dan minum.
Lalu ke luar kota.
Jadi kemarin malam kamu ke luar kota?
Benar.
Saya mabuk.
Sampai pagi saya baru kembali ke kota
lalu mencari kedai arak dan melanjutkan minum.
Kenapa kamu harus ke luar kota?
Xiao Lan dan kakak pertama akan menikah,
saya tidak tahu bagaimana harus menghadapi mereka,
hanya ingin mencari tempat untuk sembunyi.
Apakah ada saksi?
Apa maksudmu bertanya seperti ini?
Zizhuo.
Sejauh ini,
kecurigaan padamu memang yang terbesar.
Kalian mencurigaiku?
Bagaimana mungkin saya bisa membunuh Xiao Lan?
Tuan Muda Kedua, kamu tenang dulu.
Dilihat dari situasi saat ini,
kamu memang punya motif.
Maka,
coba kamu pikirkan baik-baik.
Saat kamu ke luar dari kota,
apakah ada orang yang bisa menjadi saksi?
Saya keluar dari kota setelah mabuk.
Membawa arak dan melanjutkan minum
lalu saya tertidur.
Di tengah-tengah kamu tidak pernah kembali?
Tidak.
Bajumu ini,
apakah kamu kenakan dari semalam sampai sekarang?
Apakah boleh dilepaskan untuk saya lihat?
Mungkin dari baju kami bisa
menemukan bukti dia berada di luar kota.
Membuktikan dia tidak bersalah.
Saya adalah orang yang paling mengenal Zizhuo.
Bahkan jika tidak jadi kawin lari,
dia tidak akan membunuh orang.
Kita hanya perlu menemukan bukti,
baru dapat membuktikan Tuan Muda Fu tidak bersalah.
Dengan menemukan kebenaran,
tidak akan membuat Nona Du
mati dengan ketidakjelasan.
Karena Tuan Muda Fu berkata
dia keluar dari kota pada tengah malam.
Maka malam ini,
saya akan pergi untuk melakukan rekonstruksi kejadian.
Saya akan menemanimu pergi.
Kamu pergi ke tempat kejadian larut malam sendirian,
saya tidak tenang.
Lagi pula,
saya sebagai teman
juga perlu memberikan bantuan.
Baik.
Demi teman.
Ayo jalan.
Oh ya,
kamu pulang dulu menungguku,
saya masih harus pergi ke satu tempat.
Kediaman Fu?
Biasanya mengira
kamu paling bodoh dalam perasaan.
Ternyata,
di saat seperti ini kamu paling cermat.
Hati ke hati,
tiba-tiba kehilangan orang yang dicintai,
Tuan muda pertama keluarga Fu orang yang paling tidak bersalah
dan paling menderita.
Sudah seharusnya kamu pergi menghiburnya.
Ziyou.
Pangeran.
Kenapa tidak ada orang yang memberitahuku?
Cepat, silakan duduk.
Saya datang untuk melihatmu,
tidak membiarkan mereka memberitahu
agar tidak mengagetkan orang sekitar.
Terima kasih atas perhatian Pangeran.
Kamu juga duduklah.
Gambar ini,
saya bahkan tidak sempat untuk memperlihatkan kepadanya.
Ziyou.
Saya sudah bertemu Zizhuo.
Sebenarnya Zizhuo dia...
Saya sudah tahu.
Kamu tahu?
Yang memiliki perjanjian nikah adalah saya dan Xiao Lan,
tetapi sebenarnya dari kecil sampai besar,
Zizhuo dan dia yang lebih dekat.
Dua hari yang lalu,
saya tidak sengaja melihat surat milik Zizhuo.
Di dalam surat Zizhuo berkata
bersedia untuk menyerahkan segalanya,
membawa Xiao Lan meninggalkan ibu kota.
Kamu tahu mereka akan kawin lari?
Benar.
Kamu
tidak menghentikannya?
Satu adalah adikku.
Satu adalah orang yang saya sukai.
Jika Xiao Lan memilih untuk pergi dengan Zizhuo,
saya bersedia merestui mereka.
Tetapi jika Xiao Lan tetap tinggal,
saya akan baik terhadapnya seumur hidup,
membuatnya tahu bahwa pilihannya tidak salah.
Tapi siapa tahu...
Ziyou.
Apakah menurutmu Zizhuo bisa membunuh orang?
Saya tidak tahu.
Saya hanya ingin tahu kebenarannya.
Jika bunuh diri,
mengapa dia mau bunuh diri?
Jika dibunuh,
saya akan membuat pembunuhnya membayar dengan nyawanya.
Kediaman Fu Pangeran Qi, hati-hati di jalan.
Ternyata menyukai seseorang
bisa berkorban seperti ini
dan tidak mengharapkan balasan.
Kediaman Pei
Suka seharusnya tanpa pamrih
dan bukannya egois.
Adik Su.
Tidak peduli apa pun pilihanmu,
saya akan menemanimu dan menjagamu.
Adik Su.
Saudara Pei.
Saya sebenarnya ingin membaca buku sambil menunggumu,
tapi tidak tahu mengapa malah tertidur.
Tidak apa.
Jika kamu lelah,
boleh istirahat lagi.
Tidar perlu, saya sudah cukup tidur.
Sekarang jam berapa?
Baru lewat senja.
Sudah malam, ayo jalan.
Baik.
Zizhuo keluar dari kota lewat sini,
masalahnya dia kira-kira akan berjalan ke arah mana?
Ada banyak bengkel pewarnaan di bagian barat pinggiran kota,
orang yang lewat di ujung pakaian
dan di sepatunya akan meninggalkan noda pewarna.
Kamu lihat ini.
Saya tebak,
dia seharusnya pergi ke arah barat.
Sekarang, kita pergi ke mana?
Fu Zizhuo bilang setelah berjalan beberapa saat
dia berhenti untuk minum arak.
Lalu tertidur.
Kamu lihat,
Di atas ini ada jejak warna hijau,
seharusnya sari air dari rumput yang tertekan.
Dan juga lipatan di belakang punggungnya,
seharusnya air embun yang membasahi baju
lalu meninggalkan bekas setelah kering.
Maka dari itu,
kita seharusnya mencari lahan berumput.
Di samping seharusnya ada sebuah pohon besar.
Kamu lihat ini.
Ini...
Kotoran burung?
Dia seharusnya rebahan di sini,
ada kotoran burung di atas tubuhnya
lalu digosok menggunakan tangan.
Ayo kita ke sana melihat-lihat.
Kamu lihat ini.
Ini adalah botol arak Zizhuo?
Seharusnya benar.
Itu berarti
semalam Zizhuo benar berada di luar kota.
Tapi ini hanya rute tebakan kita.
Berikan bajunya kepadaku.
Maksudku barang bukti.
Coba saya lihat lagi,
apakah masih ada petunjuk lainnya.
Terima kasih.
Kenapa menghela nafas?
Saya hanya berpikir,
tidak semua cinta akan membuahkan hasil.
Adik Su.
Meninggalnya Nona Du,
pasti merupakan rasa sakit dan penyesalan seumur hidup bagi Zizhuo.
Walaupun
saya tidak bisa membantunya,
tapi saya berharap dapat menemukan kebenarannya.
Saya akan menemanimu.
Adik Su, terima kasih.
Ke depannya tinggal bersama.
Setiap hari bisa makan hidangan enak buatan Fei Yuan.
Lihat, ini dapur kita.
Kakak Pei, dapur di kediamanmu ada tempat tidur?
Fei Yuan, dapur sudah berpindah tempat?
Kenapa tidak ada yang memberitahuku?
Saya belum sempat.
♪Menatap orang yang telah kembali dari atas gedung.♪
Kamu yang bernama Yao, kan?
Tuan Muda, hamba bernama Xue.
♪Hujan gerimis menambahkan air mata tanpa berkata-kata.♪
Ke depannya kamu bernama Yao.
Baik.
Ayo, kita lihat-lihat halaman belakang.
Saudara Pei.
Orang-orang ini dan rumah ini saja kamu tidak kenal.
Sebenarnya ini rumahmu atau bukan?
Biasanya saya tidak terlalu memerhatikan mereka.
Di kediaman ini banyak pelayan,
salah ingat juga sudah wajar.
Tidak, tidak, hanya ada dua atau tiga orang gadis.
Lihat, sisanya semua laki-laki.
Sudahlah.
Cepat lihat kamar kalian masing-masing.
Lihat kamar.
♪Siang dan malam menantikannya kembali.♪
Kusuruh kamu ingat baik-baik, kamu tidak mau dengar.
Sekarang bagus, kan?
Ayo pergi.
♪Beberapa kali pertemuan dan perpisahan.♪
♪Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu.♪
♪Pasti tidak akan mengecewakanmu seumur hidup.♪
♪Menatap dinginnya pemandangan di bawah sinar rembulan.♪
♪Tiupan seruling dalam ketenangan, menelan dinginnya sinar bintang yang redup.♪
♪Baju bepergian belum dilepas, tak kunjung pulang.♪
♪Jiwa dalam mimpi bepergian setiap malam.♪
♪Di bawah hujan berkabut, waktu terasa lambat.♪
♪Cinta yang sangat mendalam, melalui ribuan rintangan.♪
♪Melihat cakrawala yang luas, mendesah sedih dan tidur kesepian.♪
♪Harus mencarinya ke mana?♪
♪Memiliki janji seumur hidup, kedua hati saling mengenali.♪
♪Beberapa kali pertemuan dan perpisahan.♪
♪Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu.♪
♪Seumur hidup.♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.