Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪ Aku berjalan melewati pegunungan, berjalan dengan anggun ♪
♪ Berapa lama waktu berlalu dalam kelinglungan, tak berbuat apa pun ♪
♪ Di balik senyumanmu ada kesepian ♪
♪ Tidak bisa melihat dengan jelas, tidak bisa menebak kejanggalannya ♪
♪ Takut terbawa oleh angin, masa muda menjadi layu ♪
♪ Mencari tahu penyebabnya, mengabaikan akibatnya ♪
♪ Menanyakan berasal dari mana dan hendak pergi ke mana ♪
♪ Tidak bisa menjelaskan dan menyingkirkannya, seperti aku namun bukan aku ♪
♪ Bertahun-tahun yang lalu, siapa aku ♪
♪ Siapa yang akan mengenali siluetku ♪
♪ Aku di matamu ♪
♪ Apakah aku orangnya? Sebenarnya hidup demi siapa ♪
Sang Gadis dan Pangeran
Episode 21
Baguslah kalau begitu.
Kau pergi bersiap-siap,
kuburkan ayahku secepatnya.
Tuan Muda,
ini tidak sesuai dengan peraturan.
Di Keluarga Liang, akulah pembuat peraturannya
Ada orang.
Orang tua tak berguna ini,
di mana dia menyembunyikan benda itu?
Tidak mungkin masih ada di tubuhnya, kan?
Menurutmu Liang Cheng ini
kenapa begitu buru-buru ingin menguburkan Liang Feng?
Sebelumnya dia mencegahku membuka peti mati.
Sekarang begitu buru-buru ingin menguburkan Liang Feng.
Mungkin dia yang membunuh Liang Feng.
Takut saat kau membuka peti mati melakukan autopsi menemukan buktinya.
Namun...
dia baru kembali setelah Liang Feng meninggal.
Lagi pula hari itu kita semua ada di situ.
Tadi aku melihat,
ada bekas kunyit
di atas kaki kuda Liang Feng.
Namun, sejak siang hari hujan terus turun.
Bagaimana bisa menempel di kudanya?
Ini adalah sebuah petunjuk.
Tidak peduli bagaimanapun,
kita masih harus memikirkan cara membuka peti mati dulu.
Tadi Liang Cheng
jelas sekali sedang mencari barang apa yang disembunyikan Liang Feng,
dan juga sangat menganggapnya penting.
Mungkin kita bisa memanfaatkan perhatiannya terhadap benda ini.
Apa maksudmu?
Aku mau membuat Liang Cheng
membukakan peti mati sendiri untuk kita.
Saudara Su.
Barang yang kau inginkan,
sudah aku bawakan.
Ini terbuat dari besi hitam?
Aku sudah mencobanya.
Selain menggunakan kunci,
memotongnya dengan pisau, menusuknya dengan pedang,
tetap saja tidak bisa membukanya.
Bagus sekali.
Terima kasih, Saudara Xie.
Jangan sungkan.
Namun, apakah ini bisa?
Selanjutnya tergantung kalian.
Pendekar Wanita Rushuang,
sudah saatnya kita tampil.
Cepat ambil.
Tidak bisa, tidak bisa.
Aku tidak bisa.
Apa yang tidak bisa?
Kau beri tahu Liang Cheng,
ini ditemukan dari barang peninggalan ayahnya.
Di dalam ini semuanya adalah harta karun.
Cepat ambil.
Aku tidak bisa membohongi Tuan Muda kami.
Bagaimana mungkin ini disebut membohongi?
Ini namanya membantu.
Asal kau membantu kami,
uang ini
semuanya milikmu.
Aku tidak bisa mengkhianati Keluarga Liang.
Kau... aku...
Lihat saja, lihat saja.
Sudah aku bilang cara ini tidak bisa, kan.
Berani bertaruh, berani mengaku kalah.
Ayo beraksi.
Pengurus Rumah.
Apa yang kau lakukan?
Kau beri aku makan apa?
Racun.
Jika kau tidak membantu kami,
besok darah akan mengalir dari tujuh lubang di wajahmu.
Kau... kau sedang menakuti siapa?
Memangnya kau pikir permen?
Asal saja
bisa membuat seorang gadis sepertimu mendapatkannya.
Sudah lihat?
Kau lihat ke situ.
Sudah lihat, kan?
Kau ingin selalu setia pada keluarga Liang,
aku bisa mengerti.
Besok kau sudah bisa
dengan bahagia bertemu Tuan Besar-mu.
Ayo pergi.
Nona, kau jangan pergi.
Aku setuju.
Baguslah kalau begitu.
Mari, ambillah.
Ma... mana obat penawarnya?
Setelah urusannya selesai akan kuberikan padamu.
Bagaimana kalau kau tidak memberikannya?
Kau sekarang selain memercayaiku,
apa masih ada pilihan lain?
Rushuang,
racun apa yang kau berikan padanya?
Racun apanya,
hanya permen saja.
Aku bagaimana mungkin rela menyia-nyiakan
sebutir racunku yang begitu mahalnya untuk seorang pengurus rumah?
Rushuang, kau benar-benar pintar.
Dengan begini,
selain bisa menghemat uang sogokan untuknya,
juga menghemat uang racun.
Rushuang,
kau benar-benar bisa menikmati hidup.
Aku masih harus memarahimu.
Hanya menyogok seorang pengurus rumah saja,
tidak perlu menggunakan begitu banyak uang.
Jika kau terus menerus memboroskan uang,
cepat atau lambat Vila Gunung Feiyun akan kehabisan uang.
Tidak apa-apa.
Bukannya ada kau istri Tuan Muda ini,
dengan begitu Vila Gunung Feiyun kita semakin lama akan semakin baik.
Uang kuberikan padamu.
Bertemu denganku, berarti kau mendapatkan harta karun.
Sore nanti kita jangan menunggu begitu saja,
kita pergi mencari Kakak Su.
Kita bersama-sama pergi mengunjungi Jenderal Zhang.
Baiklah.
Ayo pergi.
Rushuang.
Kalau begitu nanti, kita pergi membeli makanan dulu.
Aku khawatir kau merasa lapar di perjalanan.
Jenderal Zhang Yuhua.
Masa itu benar-benar pahlawan muda.
Dia bersama Pangeran Qi di Gunung Kun
menggunakan 3,000 pasukan berkuda malam hari menyerang 20,000 pasukan musuh,
memperoleh kemenangan besar.
Hanya saja, pada akhirnya mati di medan perang Lembah Hong.
Katanya saat dia meninggal,
mayat di bawah kakinya menumpuk menjadi gunung.
Berdiri dengan bengong, menutup matanya.
Benar-benar sayang sekali.
Jenderal, ada laporan dari depan.
Jembatan penyangga diterjang hancur air banjir,
pasukan bantuan tidak dapat menolong.
Beri tahu Jenderal Zhang, berkumpul dengan kita.
Jenderal,
pasukan Jenderal Zhang telah berperang habis-habisan,
seluruh pasukan sudah mati.
Apa?
Dia telah menjadi pahlawan.
Namun, kasihan Nona Liang menjadi janda,
sekarang ayahnya juga meninggal.
Saudara Pei,
ada apa denganmu?
Menganugerahkan Jenderal Zhongwu, makam Zhang Yuhua
Pangeran.
Kakak Ipar.
Pangeran,
terima kasih atas penjagaan baik Anda selama ini.
Jika mendiang suamiku di dalam tanah sana mengetahuinya,
pasti akan merasa terhibur.
Saat itu Jenderal Zhang
mengorbankan dirinya sendiri demi negara.
Kakak Ipar kau harus menjaga dirimu dengan baik.
Aku lebih memilih
dia jangan begitu mulia.
Kakak Ipar.
Mendiang suamiku meninggal dalam perang demi negara.
Sedangkan orang lain,
hidup dengan menginjak mayat dan tulangnya,
tetap bertahan hidup,
menikmati kehidupan yang mewah.
Sudahlah.
Pangeran,
Tuan Su,
terima kasih kalian datang mengunjungi mendiang suamiku.
Hari sudah malam,
kalian sebaiknya segera turun gunung.
Nona,
apakah kau menyentuh bunga?
Jika tahu dari awal, aku tidak akan meletakkan bunga di sana.
Pelayan ini mengoleskannya obat apa?
Sebuah jenis bubuk obat khusus.
Jika merasa gatal maka mengoleskannya,
biasanya juga bisa dijadikan kantung pewangi.
Kediaman Liang
Kalian kenapa bisa ada di sini,
cepat pergi!
Minggir!
Pengawal!
Kau sedang mencari kunci kotak itu, kan?
Pengawal, pengawal!
Tuan Muda.
Usir mereka keluar!
Aku lihat siapa yang berani!
Rushuang, mulailah.
Fei Yuan, bagus sekali.
Ayah,
aku tidak berbakti.
Tuan Muda Liang tidak perlu terlalu sedih.
Memeriksa jelas kasus ini juga merupakan pertanggungjawaban pada Tuan Besar Liang.
Apa kalian melihat sesuatu?
Di sini, ada tiga bekas pemukulan,
semua bentuknya tidak sama.
Di sini juga,
ada bekas luka berbentuk bulan sabit.
Memang benar ada luka memar.
Apa mungkin bekas yang ditinggalkan si pembunuh saat melakukan kejahatan?
Dilihat dari tingkat hilangnya memar ini,
harusnya ditinggalkan oleh si pembunuh.
Dilihat dari posisi bekas memar dan permukaan luka,
takutnya diakibatkan dari
sebuah benda di jari si pembunuh.
Liang Cheng.
Kau dicurigai membunuh ayah kandungmu Liang Feng.
Mohon ikut kami ke kantor bupati.
Su Ci.
Apa kau sudah gila?
Ini adalah ayahku,
bagaimana mungkin aku membunuhnya?
Oh ya?
Kalau begitu mohon tanya di hari apa
Tuan Muda Liang pulang ke Kediaman Liang?
Waktu aku pulang hari itu,
kalian semua juga ada.
Baik.
Baguslah jika Tuan Muda Liang mengingatnya.
Fei Yuan, pergilah. Bawa kudanya.
Baik.
Di atas kaki kuda ini tertempel kunyit.
Beberapa hari ini, petani rumput obat di dalam dan luar kota menjemur kunyit.
Terkena saat berkuda melewatinya,
memangnya ada apa dengan ini?
Namun, di hari kepulangan Tuan Muda Liang turun hujan lebat.
Petani rumput obat sudah membereskan rumput obat sejak awal.
Bagaimana kuda Tuan Muda Liang,
bisa ternodai oleh kunyit?
Sudah berlalu beberapa hari.
Kapan terkena noda,
siapa yang bisa mengatakannya dengan jelas?
Tapi beberapa hari ini hujan terus turun di pinggiran ibu kota.
Hanya di hari kematian Tuan Besar Liang cuacanya cerah.
Aku sudah bertanya pada penjaga kuda.
Kuda ini kakinya terluka,
sejak beberapa hari yang lalu selalu ada di dalam kediaman.
Memang benar aku pulang lebih awal satu hari,
mengurus beberapa urusan peternakan.
Tidak dapat pulang tepat waktu,
memangnya kenapa?
Kenapa kau harus berbohong?
Su Ci,
aku peringatkan kau.
Menuduh pejabat pengadilan istana,
sebaiknya kau memiliki bukti yang meyakinkan.
Luka yang membunuh korban berada di kening sebelah kanan.
Sekarang bisa dipastikan bahwa
si pembunuh bertangan kidal.
Tuan Muda Liang,
ternyata kau pandai menggunakan tangan kiri.
Di sebelah kanan luka korban,
ada sebuah bekas luka berbentuk bulan sabit.
Tuan Muda Liang,
kau pasti tidak asing lagi dengan cincin ini, kan?
Noda darah di atasnya ini.
Seharusnya karena si pembunuh
terlalu tergesa-gesa sehingga tidak membersihkannya.
Apa aku bisa melihat sebentar tangan kirimu?
Angkat tanganmu.
Cepat angkat tanganmu!
Angkat!
Cepat!
Hanya orang yang memakai cincin sepanjang tahun
baru bisa memiliki perbedaan warna kulit.
Tuan Muda Liang,
apa kau bisa menjelaskannya?
Cincinmu,
bagaimana caranya terkena noda darah?
Lalu, pada akhirnya sampai di tangan Tuan Besar Liang?
Aku tidak ingin membunuh orang.
Aku tidak ingin membunuh orang.
Aku tidak ingin membunuh ayahku.
Aku tidak sengaja.
Aku tidak sengaja.
Aku tidak sengaja.
Aku tidak sengaja.
Pengawal.
Aku sungguh tidak sengaja.
Bawa pergi!
Aku tidak...
Aku tidak sengaja.
Aku tidak sengaja.
Aku tidak ingin membunuh orang!
Aku tidak sengaja!
Kita pergi lihat lagi ke aula berkabung.
Nona.
Nona.
Obat penawar.
Obat penawar apa?
Bukan...
Bicara tidak boleh menggunakan tangan.
Kau bagaimana bisa tidak menepati janjimu.
Itu hanyalah permen,
tidak perlu obat penawar.
Aku tidak percaya.
Sungguh.
Aku tidak mungkin rela membuang-buang sebutir racunku.
Bukan?
Nona!
Nona!
Gawat!
Tuan Muda dia...
dia ditangkap.
Apa?
Pengurus Rumah, apa ini?
Ini adalah pakaian yang dipakai Tuan Besar saat dia meninggal.
Menurut adat,
harus dibakar saat dikubur.
Tetesan darah ini kenapa terlihat begitu merah?
Ini sepertinya sinabar.
Rushuang, kau lihat.
Di sini sepertinya ada sedikit bubuk obat.
Apa kau bisa mengenali apa ini?
Sepertinya bau rumput obat.
Ini Bai Zhi.
Sisanya tidak tercium bau apa lagi.
Ini.
Pengurus Rumah,
apa sebelum meninggal Tuan Besar kalian menderita penyakit?
Ada apa sebenarnya dengan kakak pertamaku,
kenapa kalian mau menangkapnya?
Tuan Su sudah memeriksa jelas.
Kakakmu,
yang membunuh Tuan Besar Liang.
Kakak Ipar,
mohon jangan bersedih.
Tidak mungkin. Tidak mungkin.
Kakak Pertama tidak akan mungkin melakukan hal seperti ini.
Tuan Su,
apa kalian salah memeriksanya?
Nyonya Zhang.
Maaf.
Nona.
Nona.
Nona.
Liang Cheng,
kejadian hari itu sebenarnya seperti apa?
Katakanlah sejujurnya dan mengaku bersalah.
Malam itu,
aku bertengkar dengan ayahku.
Dasar kau tidak berguna!
Aku pukul kau.
Aku pukul kau.
Tutup mulutmu.
Ayah.
Kau,
yakin hanya memukulnya sekali?
Aku yakin.
Aku benar-benar tidak sengaja.
Dia itu ayahku.
Liang Cheng,
kau lihat ini.
Untuk diterima langsung Lei Zheng
Ini, ini...
Ini, ini...
Apa maksud hal waktu itu yang disebut dalam surat ini?
Pangeran.
Ini adalah rahasia ayahku dengan Menteri Lei,
aku tidak mengetahuinya.
Apa kau pikir aku akan memercayaimu tidak mengetahui apa-apa?
Aku tidak bersalah, Pangeran.
Aku sungguh tidak tahu.
Liang Cheng,
kau bahkan bisa membunuh ayahmu.
Tentu saja bisa tidak mengaku mati-matian.
Aku yang terlalu meremehkanmu.
Aku sungguh tidak tahu.
Aku sungguh tidak tahu.
Berhubung kau tidak akan menyerah sebelum gagal sepenuhnya,
aku akan mengabulkan permintaanmu.
Setelah sampai di kota kekaisaran,
aku punya banyak waktu menginterogasimu.
Tuan.
Bagaimana dia bisa mencari sampai ke Kediaman Liang?
Liang Cheng juga ditangkap.
Dia ini ingin membuka kasus lama,
memeriksa kasus perang Lembah Hong.
Tuan.
Keluarga Liang dan Lei Zheng akhir-akhir ini dekat sekali.
Jangan-jangan Pangeran Qi
menemukan petunjuk dari kasus Lei Zheng?
Bukankah sudah menyuruhmu membersihkan semua jejaknya?
Kau sendiri yang pergi,
harus membersihkan sampai ke akarnya.
Jika Xiao Yanzhi menemukan petunjuk
tentang hal ini,
rencanaku,
semuanya akan gagal.
Apa kalian masih ingat waktu itu kita membuka peti untuk autopsi,
ada tiga bekas luka di kening Liang Feng?
Tentu ingat.
Saat kita menginterogasi Liang Cheng,
dia malah berkata
dia hanya memukul sekali.
Menurut kesaksian Liang Cheng,
Liang Feng terjatuh lalu terbentur sudut meja,
mengakibatkan luka pertama.
Jika dipukul sekali lagi oleh Liang Cheng,
juga hanya akan mempunyai dua bekas luka.
Kalau begitu kenapa masih ada yang bekas yang ketiga?
Namanya juga membunuh orang,
sulit dihindari merasa gugup.
Mungkin saja dia salah ingat.
Bagaimana jika
ada dua orang pembunuh?
Rushuang,
bubuk obat anti gatal biasanya dibuat menggunakan rumput obat apa?
Biasanya Bai Zhi, Fructus Xanthii, dan juga sinabar.
Jangan-jangan...
jangan-jangan benar dia?
Kita pergi tanyakan lagi,
mungkin saja ada hal yang disembunyikan.
Fei Yuan, kau cepat pergi ke kantor pemerintahan,
pinjam baju berdarah itu.
Baik.
Ayo pergi.
Kalian mau pergi ke mana?
Apa maksudnya?
Siapa sebenarnya?
Jangan tanya lagi, cepat ikuti.
Nona,
Pangeran dan yang lainnya datang.
Biarkan mereka masuk.
Baik.
Silakan, Pangeran.
Siapkan teh.
Baik.
Pangeran.
Nyonya Zhang.
Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan.
Tuan Su,
ada pertanyaan apa silakan saja.
Apa aku bisa melihat kantung pewangimu?
Ada aroma akar mawar kering, akar pohon gojiberi kering.
Bai Zhi,
Fructus Xanthii dan sinabar.
Ini adalah kantung obat untuk mengobati penyakit kulit.
Kantung pewangi ini baru dibuat.
Nyonya Zhang,
di mana kantung pewangi lamamu?
Di dalam kesaksian kau berkata,
saat malam meninggalnya Liang Feng,
kau baru menyadarinya di pagi hari.
Kalau begitu mengapa saat darah segar korban
masih belum membeku,
kau pergi ke lokasi kejadian?
Kau bilang aku pernah pergi ke lokasi kejadian?
Mana buktinya?
Fei Yuan.
Bubuk obat di atasnya,
berasal dari dalam kantung pewangimu, kan?
Bagian noda darah ini juga,
karena terkena jejak sinabar
maka menjadi semerah ini.
Jika aku benar pergi ke lokasi kejadian memangnya kenapa?
Terjadi hal memalukan seperti ini di rumahku.
Aku tidak menuduh kakakku sendiri,
itu juga merupakan hal yang normal.
Tetapi saat malam terjadinya kasus,
kau sudah pernah pergi ke kamar Liang Feng.
Saat melihatnya terjatuh di lantai,
dia sebenarnya masih hidup.
Kau mengambil patung pixiu dan memukulnya sekali lagi di sudut dahinya.
Sedangkan kakak pertamamu Liang Cheng,
dari awal sampai akhir tidak mengetahui
kalau kau juga pernah pergi ke lokasi kejadian.
Permukaan luka penyerangan kedua ini
jauh lebih besar dibanding yang pertama.
Kedua tanganmu itu mengambil patung pixiu,
dan memukul menggunakan dasarnya.
Ayahmu sendiri meninggal
dikarenakan dua kali pemukulan olehmu
dan kakak pertamamu, Liang Cheng.
Kakak Ipar,
kenapa kau berbuat seperti itu?
Kakak Zhang dan anak yang belum lahir itu,
juga tidak ingin melihatmu seperti ini.
Betul sekali.
Aku yang membunuhnya.
Aku adalah seorang pembunuh.
Kakak Ipar.
Sebenarnya kenapa kau berbuat seperti itu?
Ini adalah yang kudapatkan dari kuil untuk suamiku
saat dia pergi berperang.
Dia selalu membawanya di sisinya.
Kemudian Pangeran Qi
menyuruh orang mengantar benda peninggalan suamiku.
Benda ini ada di antaranya.
Sejak saat itu,
pagi dan malam,
aku selalu membawanya di sisiku.
Tetapi sampai pada beberapa hari sebelumnya,
di atas kertas jimat aku
menyadari surat darah suamiku.
Apa?
Dia meninggalkan surat darah?
Apa yang ditulis Kakak Zhang?
Aku selalu mengira,
suamiku meninggal karena perang negara, meninggal dengan terhormat.
Karena itu adalah keyakinannya.
Namun, saat melihat surat darah ini,
aku baru mengetahui,
dia dicelakai orang.
Aku telah berperang sekuat tenaga tiga hari lamanya,
tidak bisa menghancurkan kepungan.
Setelah mendesak berkali-kali,
tidak ada pergerakan dari pasukan bantuan.
Dicurigai ada kolusi dengan musuh.
Perang ini tidak memiliki harapan untuk kembali hidup-hidup.
Semoga istri dan anakku jaga diri dengan baik.
Saudara Pei,
siapa pengkhianat ini?
Apa mereka masih hidup?
Komandan pasukan bantuan waktu itu
adalah Liang Cheng.
Saat Kakak Pertama kembali,
selalu memberitahuku
dia dengan begitu tidak mudahnya
membunuh musuh di sepanjang jalan.
Namun, tidak dapat menolong suamiku.
Aku selalu memercayai
semua perkataannya.
Bagaimanapun juga tidak menyangka,
kakak pertama dan ayahku
semuanya adalah pembunuh.
Tuan Besar Liang juga ikut andil dalam hal ini?
Setelah melihat surat darah,
aku beberapa kali ingin menanyakannya.
Tetapi akal sehatku memberitahu,
jangan begitu gegabah.
Sampai pada beberapa hari yang lalu,
aku tidak sengaja mendengar pertengkaran
kakak pertama dan ayah.
Ayah.
Kali ini wakil menteri militer dipindahkan.
Kau tuliskan surat padanya,
suruh dia mengaturku melanjutkan posisinya.
Tidak bisa.
Waktu itu kau secara pribadi menulis surat untuk Lei Zheng,
kau terlalu berlebihan.
Aku hanya menyuruhnya membantu saja.
Waktu itu dia berkolusi dengan pasukan musuh.
Kita demi dia
bahkan tidak memedulikan nyawa adik ipar lagi.
Jangan katakan Zhang Yuhua hanyalah seorang menantu.
Sekalipun putri angkat itu,
demi kau,
juga bisa dikorbankan.
Hanya saja,
jika masalah kau menulis surat secara pribadi pada Lei Zheng
diketahui olehnya,
dia pasti tidak akan melepaskanmu begitu saja.
Siapa sebenarnya mereka?
Dari awal sampai akhir,
mereka tidak menyebutnya sama sekali
nama dan identitas orang itu.
Pangeran.
Mohon Anda harus...
harus membuat si pembunuh
membayar kembali dengan nyawanya.
Asalkan aku masih hidup,
pasti akan memberikan keadilan bagi Kakak Zhang.
Aku masih ada satu benda lagi
yang ingin kuperlihatkan pada kalian.
Kakak Ipar!
Kakak Ipar!
Pangeran.
Terima kasih atas penjagaanmu selama beberapa tahun ini.
Kau tidak boleh membiarkannya mati dengan tidak adil.
Kau tenang saja.
Aku sudah bisa bertemu dengannya lagi.
Pangeran.
Mana Liang Cheng?
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Menganugerahkan Jenderal Zhongwu, makam Zhang Yuhua, Istri Marga Zhang, Liang Wen
Aku yang memberi nama untuk anak Kakak Zhang.
Saat kabar kematian datang,
Nyonya Zhang karena terlalu sedih
tidak bisa mempertahankan anaknya.
Kalau tidak dia juga tidak akan berbuat seperti itu.
Jika waktu itu aku bisa menemani di sisi Kakak Zhang,
melindunginya dengan baik.
Dia juga tidak akan...
Saudara Pei,
apa kau akan menyalahkanku?
Menyalahkanku,
menangkap si pembunuh.
Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?
Bagaimanapun Liang Feng dan Liang Cheng, ayah dan anak berbuat seperti itu
adalah berkolusi dengan musuh mengkhianati negara.
Sedangkan, Nyonya Zhang berbuat seperti itu,
malah demi keadilan negara.
Apakah kau merasa,
Nyonya Zhang bunuh diri karena
kau menunjuknya sebagai pembunuh?
Apa bukan begitu?
Beban yang dia tanggung terlalu banyak.
Aku hanya menyesal,
aku tidak bisa menyadari lebih awal konspirasi di dalamnya.
Jika aku bisa lebih awal mengembalikan keadilan Kakak Zhang,
Nyonya Zhang juga tidak akan sampai ke tahap seperti ini.
Semua ini tidak ada hubungannya denganmu.
Kau hanya melakukan hal yang harus kau lakukan.
Sekarang,
bahkan aku sendiri mulai meragukan diriku sendiri.
Sebenarnya aku berbuat seperti itu, benar atau tidak?
Jika bukan karena aku bersikeras,
Nyonya Zhang tidak perlu mati.
Semua orang harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka sendiri.
Jika setiap orang
membunuh orang karena cinta dan kebencian mereka sendiri,
apa gunanya hukum negara?
Tanggung jawabmu adalah mencari kebenaran.
Kau tidak perlu meragukan hal ini.
Sekarang ibu kota menyiratkan perubahan yang besar.
Hal yang terlibat di dalam ini juga sangat luas.
Jika kau gegabah terjebak di dalamnya,
takutnya akan mendapat banyak bahaya.
Aku tidak takut.
Aku tahu, kau mengkhawatirkanku.
Tetapi selama ini kau yang selalu melindungiku.
Kali ini,
giliranku yang melakukan sesuatu untukmu.
Aku lihat di sana ada rumput obat yang kubutuhkan,
kau temani aku mengambilnya.
Baik.
Fei Yuan kau juga ikut pergi.
Aku? Tapi Tuan Muda...
Tuan Muda kalian sudah sebesar ini,
kau masih takut dia hilang?
Lagipula ada Kakak Su.
Benar tidak mau pergi?
Ada banyak rumput obat yang bisa dimasak.
Yang benar?
Ayo pergi.
♪ Hujan gerimis menambahkan air mata tanpa berkata-kata ♪
♪ Menatap dinginnya pemandangan di bawah sinar rembulan ♪
♪ Tiupan seruling dalam ketenangan, menelan dinginnya sinar bintang yang redup ♪
♪ Baju bepergian belum dilepas, tak kunjung pulang ♪
♪ Jiwa dalam mimpi bepergian setiap malam ♪
♪ Di bawah hujan berkabut, waktu terasa lambat ♪
♪ Cinta yang sangat mendalam, melalui ribuan rintangan ♪
♪ Melihat cakrawala yang luas, mendesah sedih dan tidur kesepian ♪
♪ Siang dan malam menantikannya kembali ♪
♪ Memiliki janji seumur hidup, kedua hati saling mengenali ♪
♪ Beberapa kali pertemuan dan perpisahan ♪
♪ Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu ♪
♪ Pasti tidak akan mengecewakanmu seumur hidup ♪
♪ Menatap dinginnya pemandangan di bawah sinar rembulan ♪
♪ Tiupan seruling dalam ketenangan, menelan dinginnya sinar bintang yang redup ♪
♪ Baju bepergian belum dilepas, tak kunjung pulang ♪
♪ Jiwa dalam mimpi bepergian setiap malam ♪
♪ Di bawah hujan berkabut, waktu terasa lambat ♪
♪ Cinta yang sangat mendalam, melalui ribuan rintangan ♪
♪ Melihat cakrawala yang luas, mendesah sedih dan tidur kesepian ♪
♪ Harus mencarinya ke mana ♪
♪ Memiliki janji seumur hidup, kedua hati saling mengenali ♪
♪ Beberapa kali pertemuan dan perpisahan ♪
♪ Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu ♪
♪ Seumur hidup ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.