Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
♪ Aku berjalan melewati pegunungan, berjalan dengan anggun ♪
♪ Berapa lama waktu berlalu dalam kelinglungan, tak berbuat apa pun ♪
♪ Di balik senyumanmu ada kesepian ♪
♪ Tidak bisa melihat dengan jelas, tidak bisa menebak kejanggalannya ♪
♪ Takut terbawa oleh angin, masa muda menjadi layu ♪
♪ Mencari tahu penyebabnya, mengabaikan akibatnya ♪
♪ Menanyakan berasal dari mana dan hendak pergi ke mana ♪
♪ Tidak bisa menjelaskan dan menyingkirkannya, seperti aku namun bukan aku ♪
♪ Bertahun-tahun yang lalu, siapa aku ♪
♪ Siapa yang akan mengenali siluetku ♪
♪ Aku di matamu ♪
♪ Apakah aku orangnya? Sebenarnya hidup demi siapa ♪
Sang Gadis dan Pangeran
Episode 20
Dia bergerak, dia bergerak! Lidahnya bergerak!
Li... lidahnya bergerak.
Saya kenapa?
Kamu, kamu, kamu.
Tidak.
Kamu cepat bicara.
Kalau kamu begini, akan membuatku malu.
Jangan hanya makan saja. Bicara, ayo bicara.
Rushuang, kenapa kamu menangis?
Apakah saya salah berbicara?
Jika ini tidak enak,
saya akan membuatkan yang baru untukmu
Kamu jangan menangis, Rushuang.
Mungkin karena ada tujuan.
Alasan aku suka
berkelana di dunia luar dan membantu membela kebenaran
adalah karena aku tidak ingin setiap hari
tidak berbuat apa-apa.
Aku berharap aku dapat menjadi orang yang diperlukan.
Rushuang, kau harus percaya pada diri sendiri,
Kau pasti bisa.
Kalau kau tidak bisa,
maka di dunia ini
tidak ada lagi yang bisa melakukannya.
Jantungku berdetak cepat sekali.
Rushuang,
kita...
apakah kita keracunan?
Kenapa si bodoh ini belum mengungkapkan perasaannya?
Rushuang.
Ini adalah sup ginseng yang aku masak sendiri untukmu.
Ini.
Untuk menutrisi tubuh?
Kau belakangan ini terlalu lelah mengurus masalah Putri Yunchuan,
harus menutrisi tubuh.
Baik, kalau begitu aku cicipi.
Tadi kau bilang, sup ini kau masak sendiri?
Aku menghabiskan empat jam di dapur untuk memasaknya.
Apakah rasanya akan tidak enak?
Bagaimana mungkin?
Kalau begitu, aku cicipi dulu.
Sangat enak.
Kalau begitu aku cicipi.
Kakak Xie, kau mimisan.
Aku bantu kau mengelapnya.
Rushuang,
aku... apakah aku sakit?
Kau memasukkan berapa banyak ginseng di dalam sup ini?
Aku hanya memasukkan sebuah ginseng liar tua utuh ke dalamnya.
Sebuah ginseng liar tua utuh?
Apa kau tahu seberapa banyak nutrisi yang ada dalam ginseng itu?
Rushuang, kau jangan marah.
Aku juga tidak tahu bahwa tidak boleh memasukkan begitu banyak.
Aku terlalu bodoh, setiap kali selalu begini.
Selalu merusak saja, aku...
Aku juga tidak ingin seperti ini, Rushuang, aku...
♪ Sembunyikan semua kerinduan ♪
♪ Tidak peduli betapa banyak hujan dan badai ♪
Rushuang,
kau...
kau...
♪ Berharap seumur hidup ini bisa bersama denganmu ♪
Kau apa?
Apa kau tidak suka?
♪ Melewati berbagai rintangan ♪
Suka.
Suka siapa?
♪ Maafkan diriku yang terbawa perasaan ♪
Suka kau.
Suka siapa? Jawab dengan keras.
Aku, Xie Beiming,
menyukai Dong Rushuang.
Sebenarnya,
saat di Kabupaten Qingshui
aku sudah menyukaimu.
Aku tahu,
aku tidak sepintar Saudara Su,
juga tidak sekalem Saudara Pei,
namun aku memiliki hati yang mencintaimu.
Rushuang,
aku akan menjagamu dengan baik.
♪ Walaupun harus berkelana ♪
♪ Jiwa kita juga harus saling menjaga ♪
♪ Cinta ini mempunyai ribuan ikatan ♪
Aku akan menjagamu dengan baik.
Menjagamu
seumur hidup.
Bodoh,
kenapa baru mengatakannya sekarang?
♪ Perasaan yang dalam darimu ♪
♪ Setelah melalui semua hal ♪
♪ Kami tetap berjalan di saat ♪
♪ Matahari terbenam. ♪
Kenapa pintunya tidak bisa dibuka?
Ada apa ini?
Bagaimana ini?
Kelihatannya,
malam ini kita perlu menginap di sini.
Apa yang kau lakukan?
Untuk memisahkan kita berdua.
Dengan begini, kau dapat tidur dengan tenang, kan?
Di antara kita,
tidak perlu seperti ini.
Su,
kau...
Maksudku adalah
aku tahu kau tidak akan melakukan apa pun terhadapku.
Sudah, tidurlah.
Kau...
Sekarang kau masih merasa
aku tidak akan melakukan apa pun terhadapmu?
Kau... kau bukan orang seperti itu.
Bagaimana kalau sekarang?
Tidak mengganggumu lagi, tidurlah.
Pagi-pagi seperti ini
sudah membaca surat di sini.
Serajin itu kah?
Lei Zheng meracuni Putri Yunchuan,
membuat jebakan untuk menyalahkanmu,
jelas-jelas dia diinstruksikan oleh orang lain.
Ada orang yang ingin bertindak buruk terhadapmu,
aku pasti
tidak akan melepaskan petunjuk apa pun.
Sudah, sudah, turunkan aku.
Oh ya, coba lihat ini.
Ini adalah surat yang ditulis oleh Mantan Menteri Militer, Liang Feng
kepada Lei Zheng.
Di dalam surat disebutkan
agar dia menjamin kelancaran promosi pangkat Liang Cheng kali ini.
Dengan begini,
dia tidak akan pernah mengungkit masalah yang terjadi dulu,
juga mengatakan bahwa hal ini ada kaitannya dengan stabilitas pengadilan istana.
Stabilitas pengadilan istana?
Tahun itu, Liang Feng bertanggung jawab atas pasukan bantuan di Lembah Hong.
Tahun itu Lei Zheng bertanggung jawab memimpin penanganan kasus Bailiang.
Jangan-jangan...
Jangan-jangan...
Pergi cari Liang Feng.
Semuanya mendapat bagian.
Ke depannya, jaga Rushuang kami dengan baik.
Baik, baik, selamat Kakak Xie.
Terima kasih, Fei Yuan.
Mari.
- Terima kasih, Tuan Muda. - Ambil, punyamu.
Tuan Muda Xie murah hati sekali.
Terima kasih, Tuan Muda.
Tuan Muda Xie sangat tampan, juga sangat baik hati.
Kau sungguh beruntung.
Dia bersamaku adalah keberuntungannya.
Mari, mari, semuanya mendapat bagian.
Mari.
Selamat, Kakak Xie.
Terima kasih, Fei Yuan.
- Ayo kita pergi. - Ayo.
Pergi, pergi.
- Semuanya mendapat bagian. - Terima kasih, Tuan Muda.
Semuanya mendapat bagian.
Fei Yuan, berhenti, berhenti!
- Kau sudah mengambil begitu banyak. - Terima kasih, terima kasih.
- Tidak, tidak. - Rushuang, tidak apa-apa.
Hari ini kan bahagia.
Fei Yuan, kasih kau satu lagi.
Memang Kakak Xie yang paling baik.
Jangan sungkan.
Kenapa begitu ramai?
Kebetulan sekali datangnya.
Saudara Pei, ini angpau-mu, ambillah.
Saudara Su, kau juga ada.
Ini adalah...
Hari ini adalah hari
Kakak Xie dan Kakak Rushuang berpacaran.
Begitu, ya?
Selamat kepada kalian berdua.
Terima kasih.
Oh ya, Tuan Muda.
Kemarin kalian ke mana?
Kenapa semalaman tidak pulang?
Kemarin kita...
Kemarin kita ada di Kediaman Lei
memeriksa...
Lei... Kediaman Lei.
Fei Yuan, cepat berkemas.
Kita akan segera berangkat ke pinggiran ibu kota.
Baik.
Kasus Lei Zheng itu,
apakah Biro Mingjing masih menyelidikinya?
Menjawab pertanyaan Tuan, kasus ini sudah ditutup.
Bagaimana dengan Xiao Yanzhi?
Pergi keluar kota bersama Su Ci.
Keluar kota?
Benar.
Su Ci izin cuti dengan Liu Xuan,
katanya ingin istirahat beberapa hari.
Pangeran Qi juga menganggur,
jadi ikut pergi bersamanya.
Ini kau juga percaya?
Sudah berapa banyak hal yang dilakukan Xiao Yanzhi
dengan menggunakan kedok menganggur?
Tuan, maksudmu adalah...
Waspadai mereka,
lakukan tindakan palsu untuk menyembunyikan rencana kita.
Baik. Aku mengerti.
Su Ci itu,
wanita menyamar sebagai pria,
menyusup ke Biro Mingjing
dan berhasil menggaet Xiao Yanzhi.
Sungguh mencurigakan.
Kau selidiki dia dengan baik.
Baik.
Cuaca ini akhirnya cerah.
Pinggiran Ibu Kota
Nona,
ada beberapa tamu yang ingin menemui Anda.
Hormat kepada Pangeran.
Kakak Ipar tidak perlu sungkan.
Aku melewati tempat ini,
awalnya ingin memberi penghormatan kepada Kakak Zhang,
sekalian berbincang tentang masa lalu dengan Tuan Besar Liang.
Tak disangka...
Saudara Pei, Kakak Zhang yang kau maksud
jangan-jangan adalah Jenderal Zhang Yuhua?
Dia adalah istri dari Jenderal Zhang Yuhua,
sobat baikku.
Kakak Ipar,
mereka adalah teman baikku.
Maaf atas ketidaksopananku.
Jenderal Zhang sangat heroik,
aku sangat menghormati dan mengaguminya.
Nyonya Zhang, jangan terlalu bersedih.
Ayahmu meninggal karena apa?
Ayahku tergelincir di sudut meja,
lalu...
tidak pernah bangun lagi.
Nyonya Zhang,
bolehkah membawa kami pergi
untuk melihat tempat di mana ayahmu mengalami kecelakaan?
Ini...
Kakak Ipar,
dia adalah Su Ci dari Biro Mingjing.
Biasanya, jika terjadi kasus pembunuhan
dia terbiasa untuk menyeledikinya.
Berharap Kakak Ipar memberinya izin.
Baiklah.
Silakan.
Nyonya Zhang,
apakah Tuan Besar Liang terbentur meja tulis?
Bentuk cipratan noda darah ini...
Saudara Su, kau sedang melihat apa?
Kenapa bisa ada noda darah di sini?
Pangeran,
jika kalian sudah selesai melihatnya,
nanti pergilah ke halaman samping untuk beristirahat.
Aku harus pergi ke depan untuk mengurus orang-orang yang datang untuk berkabung.
Aku pergi dulu.
Tunggu sebentar.
Nyonya Zhang, kematian ayahmu
takutnya tidak sesederhana itu.
Kakak Su, apa maksud ucapanmu?
Tadi aku menemukan
di bagian samping pixiu ini juga ada noda darah.
Jika ayahmu sungguh meninggal karena
tergelincir lalu dahinya terbentur sudut meja,
kenapa di bagian samping pixiu ini
juga ada noda darah?
Apa katamu?
Ayahku, ini...
Nyonya Zhang,
bagaimana ayahmu tergelincir?
Kapan waktu kematiannya?
Kau tidak tahu?
Saat pelayanku datang memberitahuku,
ayahku sudah diangkat ke atas kasur.
Kalau begitu, siapa yang menemukan jasad ayahmu?
Pengurus rumahku yang menemukan ayahku.
Nona,
tuan muda sudah kembali.
Kalau begitu,
kau bantu aku layani tamu-tamu ini.
- Baik. - Maaf tidak bisa melayani dengan baik.
Pengurus Rumah,
kapan Tuan Besar Liang meninggal?
Kemarin saat hari sudah mau terang,
saat aku terbangun, aku melihat lampu di ruang baca masih menyala,
lalu datang untuk melihatnya.
Lalu, aku melihat tuan besar sudah tergeletak di lantai,
sudah meninggal.
Apakah kau melihat orang lain?
Semua orang di kediaman ini sudah tertidur?
Tuan Besar Liang baru saja mengalami kecelakaan kemarin.
Jarak dari tempat ini ke ibu kota
setidaknya membutuhkan perjalanan dua hari.
Tuan Muda Liang ini
kenapa bisa kembali begitu cepat?
Tuan muda dari awal sudah izin cuti dari pengadilan istana,
awalnya ingin kembali untuk merayakan hari ulang tahun tuan besar.
Tidak disangka, malah menjadi mengantar kepulangan tuan besar.
Saudara Pei,
bagaimana kalau kita juga pergi menemui Tuan Muda Liang ini?
Boleh juga.
Ayah,
kenapa kau pergi dengan begitu tiba-tiba?
Aku tidak berbakti,
aku terlambat pulang
bahkan tidak bisa melihat ayah untuk terakhir kalinya.
Ayah,
kakak pertama sudah kembali untuk menjenguk Anda.
Ayah.
Tangisan mereka sangat menyedihkan.
Menurutku sangat palsu.
Apa maksudmu?
Tuan Muda Liang,
jangan terlalu bersedih.
Kau adalah Su Ci dari Biro Mingjing?
Kenapa kau bisa ada di sini?
Apakah masalah ayahku ini
juga harus melapor ke Biro Mingjing?
Bukan begitu, Tuan Muda Liang,
kami hanya kebetulan lewat saja.
Hormat kepada Pangeran Qi.
Kebetulan bertepatan dengan kematian ayahku,
banyak hal yang harus dilakukan, tidak dapat melayani Pangeran dengan baik.
Mohon pengertian dari Pangeran.
Di situasi seperti ini,
Tuan Muda Liang tidak perlu terlalu sungkan.
Tuan Muda Liang,
apakah aku boleh memeriksa jasad ayahmu?
Peti matinya sudah ditutup,
tidak lama lagi akan dikuburkan.
Sungguh tidak baik untuk mengganggu ayahku lagi,
mohon pengertiannya.
Aku curiga kalau ayahmu dibunuh orang,
bukan meninggal karena kecelakaan.
Senjata pembunuh
adalah pixiu yang ada di ruang baca.
Tuan Su,
apa dasar dari perkataanmu ini?
Aku telah menyelidiki tempat kejadian,
banyak hal yang mencurigakan.
Ini hanyalah tugas dan tanggung jawabku,
mohon pengertian Tuan Muda Liang.
Tidak perlu merepotkan Tuan Su.
Ayahku sungguh tergelincir,
bagian kanan dahinya terbentur sudut meja tulis, kehilangan terlalu banyak darah.
Sebagai anaknya,
aku hanya ingin segera menguburkannya agar beliau bisa tenang.
Mohon pengertiannya.
Tuan Muda Liang, bisakah kau mengatakannya sekali lagi?
Bagaimana ayahmu bisa meninggal?
Tergelincir,
bagian kanan dahinya terbentur sudut meja tulis.
Ada apa?
Bagaimanapun juga,
aku masih ingin membuka peti mati untuk memeriksa jasadnya.
Pangeran,
Anda harus membantuku.
Berbakti adalah kebajikan utama.
Sebesar apa pun kekuasaan Biro Mingjing,
juga tidak boleh mengabaikan etika ini
dan menginjak Keluarga Liang kami seperti ini.
Tuan Su,
jika hari ini kau dapat membawa
surat resmi izin investigasi dari Biro Mingjing,
maka aku tidak akan berkata apa-apa.
Walaupun aku harus memikul dosa tidak berbakti,
aku juga akan melakukan yang terbaik untuk membantumu menyelidiki kasus.
Namun, hari ini kau hanya berkata tanpa bukti,
lalu ingin mengganggu ketenangan ayahku.
Kau bertindak seperti ini,
aku jelas tidak dapat menyetujuinya.
Pangeran,
Keluarga Liang semuanya sangat setia pada negara,
tidak dapat menerima dipermalukan seperti ini.
Jika kedamaian ayahku setelah meninggal saja
tidak dapat aku lindungi,
aku sia-sia menjadi anaknya.
Tuan Su mengandalkan dukungan Pangeran,
bersikeras ingin membuka peti mati,
lewati jasadku dulu baru membukanya.
Tuan Muda Liang berlebihan.
Selama ini Tuan Su selalu menegakkan hukum dengan adil,
tidak butuh dukungan siapa pun.
Kali ini, dia terlalu ingin menangani kasus.
Jika Tuan Muda Liang tidak ingin ayahnya terganggu,
maka lakukan sesuai kehendak Tuan Muda Liang saja.
Tuan Muda Liang, aku yang terlalu sembrono,
mohon pengertiannya.
Tuan Muda Liang,
aku menyukai satu benda di kediamanmu.
Apakah boleh memberikannya padaku?
Apa?
Pixiu.
Bagaimana?
Tuan Muda Liang tidak rela?
Mana ada.
Aku berikan padamu.
Pangeran! Tuan Su!
Pangeran,
Tuan Su,
ayahku tiba-tiba meninggal,
dalam waktu sesingkat ini, kakak pertama belum bisa menerimanya,
emosinya jadi kurang stabil,
mohon semuanya dapat mengerti dan memaafkannya.
Dapat dimengerti, Kakak Ipar tidak perlu mengantar lagi.
Pengawal,
bawa kuda yang kakak pertama tunggangi pulang ini
ke halaman belakang.
Baik, Nona.
Kakak Ipar, kami pamit dulu.
Ayo jalan.
Menurutku,
pembunuhnya ini kemungkinan besar adalah Liang Cheng.
Benar.
Kau lihat dia merengek seperti itu,
jelas-jelas takut Kakak Su membuka peti matinya untuk memeriksa jasad.
Menurutku,
siapa yang melarang kita membuka peti mati, kita pukul saja dia sampai pingsan.
Lihat siapa yang berani menghalangi kita.
Jika benar-benar melakukan sesuai yang kau katakan,
pasti akan ada orang yang bilang Biro Mingjing bertindak semena-mena,
tidak menghormati orang yang sudah meninggal.
Xie Beiming, kau sudah sebesar ini,
masih saja tidak pintar.
Rushuang mengikuti Su begitu lama
menjadi jauh lebih dewasa, ya?
Kata-kata ini, kedengarannya seperti sedang memujiku,
namun sebenarnya sedang memuji Kakak Su, kan?
Namun, aku juga menerimanya.
Sekarang harus bagaimana?
Apa hanya duduk diam seperti ini?
Hanya ada sebuah pixiu ini.
Bagaimana noda darahnya bisa tertempel di sini saja
kita tidak tahu,
bagaimana bisa membuktikan bahwa ini adalah senjata pembunuhannya?
Benar, Kakak Su.
Bagaimana kau bisa tahu darah yang ada di pixiu ini
tertempel saat menimpuk kepala Tuan Besar Liang,
bukan terciprat saat
dia membentur sudut meja?
Fei Yuan.
bantu aku siapkan beberapa usus kambing yang sudah diisi dengan air.
Baik.
Usus kambing?
Sekarang,
aku letakkan ini di sudut meja.
Saudara Pei, bantu aku menekannya.
Kalian lihat,
jika kepala Tuan Besar Liang membentur sudut meja secara langsung,
maka cipratan noda darahnya seharusnya berbentuk kipas.
Berikutnya,
aku akan menyimulasikan ketika pixiu membentur dahi bagian kanan,
cipratan noda darahnya akan ada di mana.
Saudara Pei, sini, bantu aku pegang ini.
Kemudian gunakan telapak tanganmu untuk menahannya,
letakkan di bagian kanan dahimu.
Kakak Su, bagaimana kalau aku yang menggantikan tuan muda saja?
Rushuang, kita cepat mundur.
Baik. Sekarang kau berdiri di samping meja.
Jika Liang Feng dipukul saat berdiri,
maka akan ada perubahan pada noda darahnya.
Tentu saja, jika posisi kedua orang itu berbeda,
maka noda darahnya juga akan berbeda.
Misalnya,
jika memukul dengan cara seperti ini,
maka tenaga yang aku keluarkan tidak sebanyak tadi,
noda darahnya juga akan ada perbedaan.
Saudara Pei, kau turun sedikit.
Jika aku memukul dari belakang,
sudutnya juga akan berbeda.
Hanya saja,
cipratan noda darah di kamar Tuan Besar Liang
sama sekali bukan seperti situasi pertama yang dijelaskan tadi.
Selain itu, posisi penempatan pixiu-nya
juga ada di luar jangkauan cipratan noda darah.
Aku kembali ke kamar untuk berganti pakaian dulu.
Saudara Pei.
Kakak Su,
kau tadi agak terlalu keras.
Benar, tuan muda pasti marah.
Saudara Su,
Bagaimanapun juga, dia adalah seorang pangeran.
Kau membuatnya menjadi seperti ini,
bukankah agak...
Cepat pergi hibur dia. Cepat pergi.
Saudara Pei, tadi aku terlalu menghayati.
- Aku... - Kembali.
Aku pergi saja.
Kembali.
Berbalik ke sini.
Kau menjadikanku sebagai propertimu lalu memukulku seenaknya.
Apakah kau tidak ingin menebus kesalahanmu?
Kau ingin bagaimana?
Bantu aku mengelap tubuhku.
Ini semua
adalah luka yang tertinggal saat perang?
Kau... kau...
Amarahku masih belum turun.
Bantu aku memakai baju.
Begini sudah boleh, kan?
Belum.
Jadi harus bagaimana?
Begini seharusnya sudah boleh, kan?
Membawa begitu banyak barang?
Fei Yuan, kenapa bahkan panci juga kau bawa?
Ini berat tidak?
Jangan disentuh.
Kenapa, tidak boleh?
Aku tidak bilang tidak boleh.
Ini... apaan ini semua?
- Begitu banyak barang. - Kau ingin melakukan apa?
Kalau kau tidak membantu, pergilah.
Jangan bertanya terus
dan sembarangan memegang barang.
Bocah kecil ini,
mencari kesalahanku, ya?
Aku...
Apa yang ingin kau lakukan?
Aku...
Kunyit?
Hari ini cuacanya sangat bagus,
cerah sekali.
Ada apa dengan dahimu?
Fei Yuan.
Bertanding senjata tersembunyi, dia kalah.
Fei Yuan,
bekas warna kunyit ini tidak mudah dibersihkan.
Bunga di dahimu itu harus dipakai selama beberapa hari ini.
Saudara Su.
Kunyit...
Jejak yang ada di kaki kuda Liang Cheng
kelihatan seperti kunyit.
Liang Cheng pasti ada kaitannya dengan kasus pembunuhan ini.
Namun, aku tidak dapat membuka peti mati untuk sementara waktu ini,
tidak dapat memverifikasinya.
Lebih baik pergi ke Kediaman Liang saat malam hari,
sekalian melihat-lihat apakah Liang Feng
meninggalkan
petunjuk yang berhubungan dengan kasus Bailiang.
Kediaman Liang
Sub by WeTV & Ripped by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Su, ini aku.
Kenapa kau ada di sini?
Tentu saja aku datang untuk memeriksa petunjuk yang ditinggalkan oleh Liang Feng,
sekalian memeriksa Liang Cheng.
Di sini ada sesuatu.
Kaligrafi Boyuan.
Kaligrafi Pertengahan Musim Gugur.
Kenapa Liang Feng mengoleksi
begitu banyak karya kaligrafi yang begitu terkenal?
Ini semua palsu.
Bagaimana kau bisa tahu?
Sebagian besar karya asli penulis kaligrafi terkenal ini
disimpan di dalam istana.
Kaisar seharusnya tidak akan memberikannya kepada Liang Feng.
Kalau begitu, ini sangat aneh.
Mengapa Liang Feng mengumpulkan begitu banyak karya palsu?
Daftar nama
Daftar nama apa ini?
Desa Jinxi
Desa Jinxi.
- Di Keluarga Liang, akulah pembuat peraturannya. - Ada orang.
Kau menjadikanku sebagai propertimu lalu memukulku seenaknya.
Apakah kau tidak ingin menebus kesalahanmu?
♪ Senja di musim semi bulan tiga ♪
Begini sudah boleh, kan?
Belum.
♪ Menatap orang yang telah kembali dari atas gedung ♪
Jadi harus bagaimana?
♪ Rasa cinta dari satu pihak, membangkitkan rasa cinta pihak lainnya ♪
♪ Hujan gerimis menambahkan air mata tanpa berkata-kata ♪
♪ Menatap dinginnya pemandangan di bawah sinar rembulan ♪
♪ Tiupan seruling dalam ketenangan, menelan dinginnya sinar bintang yang redup ♪
♪ Baju bepergian belum dilepas, tak kunjung pulang ♪
Begini sudah boleh, kan?
Belum.
♪ Jiwa dalam mimpi bepergian setiap malam ♪
Belum?
♪ Di bawah hujan berkabut, waktu terasa lambat ♪
♪ Cinta yang sangat mendalam, melalui ribuan rintangan ♪
♪ Melihat cakrawala yang luas, mendesah sedih dan tidur kesepian ♪
♪ Siang dan malam menantikannya kembali ♪
♪ Memiliki janji seumur hidup, kedua hati saling mengenali ♪
♪ Beberapa kali pertemuan dan perpisahan ♪
♪ Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu ♪
♪ Pasti tidak akan mengecewakanmu seumur hidup ♪
♪ Menatap dinginnya pemandangan di bawah sinar rembulan ♪
♪ Tiupan seruling dalam ketenangan, menelan dinginnya sinar bintang yang redup ♪
♪ Baju bepergian belum dilepas, tak kunjung pulang ♪
♪ Jiwa dalam mimpi bepergian setiap malam ♪
♪ Di bawah hujan berkabut, waktu terasa lambat ♪
♪ Cinta yang sangat mendalam, melalui ribuan rintangan ♪
♪ Melihat cakrawala yang luas, mendesah sedih dan tidur kesepian ♪
♪ Harus mencarinya ke mana ♪
♪ Memiliki janji seumur hidup, kedua hati saling mengenali ♪
♪ Beberapa kali pertemuan dan perpisahan ♪
♪ Saat bertemu lagi, pasti tidak akan mengecewakanmu ♪
♪ Seumur hidup ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.