All language subtitles for The Stoning Of Soraya M.Bluray.720p-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Jangan bersikap seperti orang munafik, yang berpikir bahwa ia dapat menyembunyikan tipu dayanya

Seraya dengan lantang mengutip Quran. - Hafez, Penyair Iran abad ke-14.

~~ Penerjemah: Archangel Gabriel ~~ http://moviexinema.blogspot.com

Berdasarkan Kisah Nyata

Perajaman Soraya M

...semenjak lengsernya Raja yang terkutuk,

ada perubahan dan peningkatan di Iran ...

Berhenti di sini.

Kau bisa menolongku?

Radiatornya. Kepanasan.

Jalurnya terlalu berat untuk mobilnya.

Akan kulihat besok.

Dengar, aku harus ke perbatasan nanti sore.

Aku akan membayarmu lebih.

Bukan masalah uang. Hari ini aku tidak kerja.

Kenapa?

Aku lelah.

Kembalilah nanti. Akan kulihat apa yang bisa kulakukan.

Hanya sampai ke perbatasan.

Ya. Sampai ke perbatasan. Aku mengerti.

Akan kuperbaiki sebisaku.

Ada kedai kopi di sini?

Ya. Di atas sana.

Terima kasih.

Aku bisa bahasa Inggris.

Kau bisa bahasa Inggris?

Aku harus bicara cepat.

Ada hal di desa ini yang tidak kau ketahui.

Mereka tidak boleh lolos...

...dengan iblis ini.

Abaikan dia. Dia sudah tua dan gila.

Yang akan menjadi nenek moyangmu!

Wanita tak berguna. Bicara dengan orang asing sekarang?

Pergi! Pergi dari pandangan kami!

Pergi!

Tuan, sebagai perwalian dari desa ini...

...aku menyambutmu.

Aku dan Syeh Hassan, Mullah kami, senang bisa berbagi sarapan pagi.

Sebagai pihak yang berwenang, ini sudah kebiasaanku untuk menyambut pengunjung.

Terima kasih. Aku kemari hanya untuk memperbaiki mobil.

Dan aku ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Pekerjaan semacam apa?

Hanya pekerjaan tulis menulis.

Ah, kerja tulis menulis!

Kau seorang akuntan?

Wartawan.

Logatmu... Kau berasal dari mana?

Aku harus kembali ke Prancis. Di sanalah aku tinggal.

Ayatollah kami, Imam Khomeini yang diberkati...

...menghabiskan waktunya di Prancis.

Mereka baik padanya.

Tentunya kau harus makan. Mari!

Aku hargai itu. Tidak, terima kasih.

Kalau begitu teh saja?

Mungkin lain kali saja.

Apa ada yang melihatmu?

Ada apa?

Tidak ada apa-apa. Aku sayang kalian.

Sini. Lihat, dia tamu kita.

Aku mau membuatkannya minum, sementara kalian main.

Ayo, sayang.

Jangan kuatir. Aku di sini.

Maafkan mereka. Mereka sudah melaluinya begitu banyak.

Mereka anak-anakmu?

Mereka anak-anak dari keponakanku.

Soraya.

Aku Zahra.

Zahra.

Zahra...

...kau gila?

Mereka berpikir begitu.

Dan setelah ini...

...dan mengundang orang asing ke rumahmu...

Aku cenderung setuju.

Silahkan duduk.

Aku akan ambilkan teh untukmu...

...lalu kau putuskan siapa yang gila,

aku atau mereka.

Rokok?

Para Ayatollah melarang wanita untuk merokok.

Hari ini usiaku...

...seratus tahun lebih tua dari kemarin.

Tapi aku tahu yang benar dari yang salah.

Yang terjadi kemarin di sini...

...adalah salah.

Kemarin?

Iblis sendiri yang mengunjungi kota ini...

...dan Allah Maha Penyayang mengetahuinya.

Insya Allah, kau akan mengetahuinya juga.

Ambillah peralatanmu.

Di sini suara wanita tidak dipedulikan.

Aku ingin kau membawa suaraku bersamamu.

Kenapa aku harus mendengarkanmu?

Jika seperti yang kaukatakan...

...suara wanita tidak lagi dipedulikan dimanapun di negara ini.

Pertama, dengarkan ceritaku.

Kau akan tahu kenapa kau harus mendengarnya.

Ada seorang pria di kota ini...

...seperti anjing liar.

Mereka mulai berburu belum lama ini...

...bersama suami Soraya...

Ali.

Soraya akan setuju kalau dia tahu yang terbaik untuknya.

Ya, tapi wanita bisa menjadi keras kepala. Seharusnya kau tahu tentang istrimu.

Salam.

Kau harus meyakinkan dia.

Semoga Allah menghendaki.

Tidak! Yakinkan dia. Dia tidak punya pilihan!

Semoga Allah menghendaki.

Jangan "Insya Allah" padaku.

Kau tak bisa jadi Mullah lagi karenaku.

Aku punya bukti tentang latar belakangmu di penjara.

Kalian para pria yang melakukan kejahatan dibawah Syah sekarang dibebaskan...

...tapi kami takkan mentolerir kejahatan selanjutnya.

Kau mengancamku?

Tidak, hanya mengingatkan...

...siapa yang tahu kebenaran tentang dirimu.

Kita satu pikiran.

Kalau pikiran Soraya aku tidak yakin.

Kalau begitu buat dirinya yakin.

Yakinkan dia.

Lihat siapa yang datang.

Mullah "suci" kita.

Assalamualaikum, semuanya.

Soraya?

Bagaimana kabarmu hari ini?

Ali tidak ada di sini.

Soraya, aku mau bicara denganmu.

Anak-anak yang cantik.

Soraya, Ali mengeluh tentang dirimu.

Dia bilang kau tidak mau bicara padanya...

...bahwa kau mengabaikannya...

...bahwa kau sudah meninggalkannya.

Dia itu suamimu.

Dia punya hak, kau tahu itu.

Haknya.

Kau tak bisa menolaknya.

Ali, suamiku 20 tahun telah membuat putra-putra kami melawanku.

Dia bertemu wanita dan ingin menikahinya, tapi dia tidak bisa menghidupi 2 istri.

Dia akan memberimu rumah, perabotan, anak-anak...

...dan tanah kecil untuk bercocok tanam.

Namun, dia takkan membiayaimu lagi.

Rumah kecil ini dengan halaman berbatu tak bisa menopangku dan putri-putriku.

Ini tawaran yang murah hati.

Ada sesuatu yang lain.

Ini tidak ada hubungannya dengan Ali.

Aku yang akan menghidupimu dan putri-putrimu.

Dengan rasa hormat tentunya.

Aku akan terus mengunjungimu...

...untuk saling mengenal.

Pada waktunya...

kau tahu kata, "sigheh"... (pernikahan sementara)

...istri sementara...

...yang diizinkan penuh oleh Islam.

Keluar!

Apa-apaan ini? Ini pembicaraan pribadi.

Tinggalkan rumah ini...

...Syeh Hassan, atau Mullah atau siapapun dirimu...

...atau aku akan panggil seluruh desa!

Harusnya kau malu pada diri sendiri.

Kau membuat malu Buku Suci, dasar gila.

Zahra, kau salah paham!

Aku sangat menghormati Soraya.

Aku kemari punya tujuan.

Tujuanmu hanyalah nafsumu.

Pernikahan sementara... Pelacur suci?

Berani-beraninya kau!

Semoga murka Allah menghujanimu!

Semoga pengurus makam menanggungmu dan 3 generasi keturunanmu! Keluar!

Dasar kau penyihir.

Bisa-mu akan kembali meracunimu.

Dan kau juga.

Tunggu saja, kau akan lihat.

Kalian akan lihat.

Ada apa dengan pernikahanmu?

Apakah Ali masih berhubungan dengan para pelacur?

Siapa wanita itu?

Kau masih tidur dengan Ali?

Kau memberinya apa yang sudah menjadi kewajibanmu?

Kabarnya kau tidak menjalankan kewajibanmu.

Jawab.

Dia menerima kewajibanku.

Aku tak punya apa-apa untuk diberikan.

Cerai. Berikan itu padanya.

Dan menjadi istri sementara Hassan sehingga anak-anakku tidak kelaparan lagi?

Tidak. Aku tak bisa.

Wanita ini ada di kota. Siapa dia?

Mehri.

Namanya Mehri.

Umurnya 14 tahun...

...punya mata yang indah.

Ayahnya seorang dokter.

Dia punya uang. Dia mau dihukum gantung.

Ali berjanji untuk membantunya.

Dengan menukar anaknya?

Aku yakin kesepakatannya sedang dibuat.

MATI

Bagaimana kau tahu hal ini?

Dia membanggakan anak-anaknya sehingga mereka mengagumi ayahnya.

Hal ini sudah direncanakan mereka-- Ali dan mullah.

Kita harus hati-hati.

Kau membuatku malu.

Di dalam rumahku.

Pada seorang Imam!

Aku jadi bahan tertawaan!

Berani sekali kau!

Suruh dia diam.

Mullah Hassan kemari hari ini menawarkan...

...perceraian ibumu, dan dia menolaknya.

Wanita yang tidak bisa menaruh daging diatas meja.

Kau tidak memberiku uang.

Aku tak bisa membuat daging dari beras.

Mehri selalu punya daging diatas meja.

Dan punya banyak.

Dia tahu caranya menjadi istri.

Jangan bicara soal dia.

Kita bisa pindah ke kota, dekat tempat kerja ayah.

Kalian bisa menjadi penjaga pendukung revolusi.

Cukup.

Ayah, bolehkah kami ikut?

Tentu boleh. Di sini tidak ada apa-apa untuk kalian.

Tapi wanita ini tidak ingin melihat suami dan anak-anaknya bahagia.

Kenapa ibu tidak memperbolehkan kami pergi?

Hanya anak laki-laki saja?

Bagaimana dengan putri-putri kita?

Aku tak mau melihat anak-anakku kelaparan.

Kau punya kewajiban.

Sebagai suami dan ayah. Menurut Tuhan dan hukum, kau tak bisa meninggalkan kami.

Dan bagaimana denganku?

Istrimu!

Mullah-mu mengajakku.

Ya.

Seolah-olah aku ini pelacur.

Suami macam apa kau ini?

Di mana kehormatanmu? Martabatmu?

Jangan bicara seperti itu pada ayah!

Bersihkan.

Bersihkan!

Bangun!

Kau utang padaku 25 ikan untuk itu.

Inilah dunia seorang laki-laki.

Jangan pernah melupakannya, anak-anak.

Mau kemana kau?

Ayo kita pergi./ Mau kemana kau?!

Jangan menatapku seperti itu.

Jangan menatapku!

Mau kemana kau?

Mau pergi kemana kau?

Jika dia ingin cerai, dia yang akan membayarnya.

Tidak akan. Aku mengenalnya.

Aku akan bicara pada walikota Ebrahim.

Dia akan mendengarkanku.

Setelah suamiku meninggal...

...dia ingin menikahiku.

Waktu aku masih kecil, orangtuaku menyuruhku bekerja pada seorang pria...

...sehingga mereka tidak bisa memberiku makan.

Dia melakukan segalanya untukku...

...kecuali berhubungan.

Kau tahu maksudku.

Aku tak ingin kembali, begitu pula putri-putriku.

Kalau begitu lindungi mereka.

Jangan terprovokasi. Kau ada diatas hinaan.

Ingat itu.

Bolehkah kami tinggal bersamamu?

Jangan. Tinggal di sini hanya akan menghilangkan tuduhan dari kelalaiannya.

Mereka tidak tidur nyenyak di rumah.

Kau harus menolongku.

Istriku./ Apa yang terjadi?

Dia sakit.

Dokter sedang pergi ke kota, jadi aku kemari.

Ya, baiklah.

Aku ikut.

Jangan. Ingat yang kita bicarakan.

Mari kita pergi, Hashem.

Allah memberkatimu.

Allah memberkatimu, Zahra.

Dengan senang hati.

Minggir!

Beri kami tumpangan juga!

Kau percaya itu?

Tenanglah, tunggu di sini.

Zahra sedang melakukan sesuatu.

Ibumu sedang sakit.

Mohsen. Tunggu di sini, nak.

Dia sangat tegar.

Dia punya seorang anak setelah 30 tahun menikah.

Tak ada yang berpikir dia bisa punya anak, tapi dia bisa!

Oleh kehendak Allah, dia memiliki Mohsen.

Katakan padaku dia baik-baik saja.

Hashem...

Aku ingin menyiapkan jenazahnya untuk pemakaman.

Aku turut berduka.

Jangan!

Kau tahu adatnya.

Ketika meninggal, jenazah wanita tidak boleh dilihat oleh pria, bahkan suaminya.

Jenazahnya masih di sini. Barang rampasan ini tidak pantas.

Seharusnya kau malu.

Kenapa? Dia tak bisa memakainya lagi.

Kembalikan./ Aku yang pertama melihatnya.

Barang-barang ini milik Hashem. Mungkin dia membutuhkannya.

Mesin jahit?

Dia tidak tahu apa itu jarum.

Aku bilang kembalikan!

Istrinya meninggal. Dia masih hidup.

Pikirkan urusanmu sendiri.

Ya./ Kemarilah.

Zahra...

Hashem memberitahu kami betapa baiknya kau padanya dan istrinya semalam.

Kami berterima kasih.

Seharusnya dia dirawat di rumah sakit.

Seseorang bisa mengantarnya.

Mungkin kau, Ali, di dalam mobil kesayanganmu.

Kecuali ada penumpang yang lebih penting untuk kau antar.

Jangan sekarang, Zahra.

Semua itu tidak penting.

Ini saatnya berduka, dan kita harus prihatin dengan Hashem.

Dia bahkan belum dikubur.

Aku tidak bermaksud apa-apa.

Hashem tidak bisa melakukannya sendiri. Masak, membersihkan, dan Mohsen...

Anak seperti itu tanpa perhatian seorang ibu sangatlah rentan.

Bisakah kau bicara pada Soraya?

Kami pikir dia bisa membantunya...

...ketika dia menyelesaikan kewajibannya di rumah.

Sebagai masyarakat, kita saling mencari.

Apakah itu ini?

Kalian mencari-cari-- dan dia melakukan semua pekerjaannya.

Bicara sendiri padanya.

Mungkin dia lebih bisa menerima jika kau yang bicara.

Mungkin dia lebih bisa menerima jika kau menawarkan upahnya.

Tentu saja.

Tentu, akan ada biayanya.

Ada yang lebih baik dan bagus juga.

Tapi itu akan menjadi uangnya.

Miliknya sendiri.

Baik. Apa lagi?

Miliknya sendiri.

Bukan untuk makanan, minyak, wanitamu.

Kau punya mulut yang besar, wanita tua.

Lebih dari sekedar memukul, kurasa.

Cukup! Begini saja.

Soraya akan bekerja untuk Hashem.

Kau sudah keterlaluan.

Ini tidak seperti dulu.

Shah tidak lagi memerintah.

Bagaimana aku tahu.

Aku mengingatkanmu sebagai teman.

Perhalus ucapanmu.

Bekerja samalah dengan mereka.

Hormati mereka.

Berilah apa yang mereka inginkan.

Itu yang kau lakukan, kan, Ebrahim?

Tapi apa imbalannya?

Kau berpikir begitu?

Kau melarang mereka untuk mengambil barang-barangnya.

Allah memberkatimu.

Dia menganggapmu sebagai teman yang baik.

Taruh ini ditempat yang aman.

Mohsen, kau mau ke mana?

Biarkan Soraya pergi.

Maukah kau kembali untuk membuatkan makan malam?

Jangan kuatir. Aku pasti kembali.

Baiklah./ Oke.

Jangan bergerak.

Ini lucu.

Aku tak butuh rok baru.

Kau bisa membuat ini untuk orang yang mau membayarnya.

Kata Hashem dengan kain aku bisa membuat apa saja yang kumau .

Aku mempraktekkannya padamu.

Berputarlah.

Hashem memperlakukanmu dengan baik?

Dia menyedihkan, tapi dia baik.

Allah memberkatinya.

Sebenarnya...

Maukah kau menyimpan ini untukku?

Semua yang kudapat sejauh ini. Setiap Rial-nya.

Aku ingin menyimpannya di dalam kotak...

Si babi sudah lapar?

Ini baru permulaan.

Kesempatanmu untuk keluar.

Bagus.

Roknya cantik.

Aku seperti tuan putri!

Terima kasih banyak!

Ini cantik.

Baik, anak-anak. Cukup.

Ayah, kapan kita pindah ke kota?

Secepatnya.

Terima kasih, bos.

Terima kasih, bos.

Bagaimana dengan Ibu dan adik-adik?

Tidak usah khawatir.

Biar Ayah yang akan mengurus semuanya.

Pulanglah.

Kurasa ada sesuatu yang terjadi antara Soraya dan Hashem.

Soraya? Dia bukan orang seperti itu.

Bagaimana kau tahu?

Dia bekerja di rumah Hashem...

...Hashem seorang duda... Mereka sering...

Apa yang kau bicarakan?

Perzinahan dihukum dengan rajam.

Itukah yang kau inginkan?

Jika dia mati, aku tidak akan membayar tunjangan, kan?

Tapi sekarang dia mendapatkan uang. Pada waktunya, dia akan menceraikanmu.

Kenapa jadi begitu berlebihan?

Karena aku tak bisa menunggu!

Memangnya kau siapa, bisa jadi orang yang paling benar?

Aku tahu catatanmu.

Di dunia yang adil, bisa jadi kau yang dirajam.

Tapi kita harus meyakinkan Ebrahim.

Dia pasti ingin saksi.

Dia sudah kenal lama dengan Soraya.

Aku saksinya.

Kenapa kau tak bisa menjadi saksi?

Tidak bisa. Aku dan Walikota harus memimpin.

Kau butuh orang lain.

Kita akan mencarinya.

Pertama, kita mulai dengan menyebarkan kabar...

...di kota kumuh ini.

Selamat pagi, Zahra.

Aku dalam pelayananmu.

Apakah itu rok baru?

Seperti kain tenun yang kulihat di rumah Hashem.

Ya, benar.

Keponakanku yang membuatnya.

Kulihat kau memakai cincin Ny. Hashem.

Untuk apa dia membutuhkannya?

Kecuali dia punya wanita baru untuk diberikan.

Kau menyindir sesuatu tentang Soraya?

Apa maksudmu?

Jangan bertingkah merasa tak bersalah denganku.

Kau selalu menggosip selama hidupmu.

Zahra benar.

Kau tukang gosip.

Diamlah kalau kau tidak tahu yang kau bicarakan.

Mungkin aku tahu sesuatu.

Tak ada yang perlu diketahui.

Aku tahu Soraya menolak Ali.

Kenapa dia bermain dengan wanita lain?

Karena dia orang yang hina.

Ha! Dia seperti pria lainnya.

Memberinya makan dan dia senang.

Buat dia lapar dan dia akan mengambil apa yang dia butuhkan dan menyalahkanmu untuk itu.

Aku kenal baik dengan Soraya. Dia wanita yang baik.

Apa kau menikah dengan Soraya?

Kau tak bisa menyalahkan Ali demi istrinya yang berhati dingin.

Tak ada yang tahu apa yang telah dijalani antara suami dan istri.

Seharusnya kau mengetahuinya lebih baik, Leila.

Tidakkah bunganya cantik?

Ya, sayang. Sangat cantik.

Ibu, aku ini apa?

Biar Ibu tebak.

Sapi?

Bukan sapi.

Kalau gajah?

Ibu!

Cukup. Kita harus pulang dan makan malam.

Aku seekor kelinci!

Lihat...

Malaikat, Ibu!

Kau mengagetkanku.

Kau pulang lebih cepat.

Tidak ada pekerjaan.

Cuma beberapa mobil di sana.

Di mana Mohsen?

Sedang tidur siang.

Dia jatuh dan lututnya tergores.

Dia menangis hingga tertidur.

Tidak apa-apa.

Cuma luka kecil.

Aku sudah selesai di sini.

Makan malamnya ada di kompor.

Baunya enak.

Ya. Daging anak domba yang segar.

Maukah kau tinggal...

...dan makan bersamaku?

Tidak. Aku benar-benar harus pulang.

Baiklah.

Terkadang aku...

...tidak suka makan sendirian.

Sebentar lagi Mohsen bangun.

Sampai ketemu besok pagi.

Jika kau mengharapkanku, sebagai walikota, untuk mengesahkan sebuah pengadilan...

...aku ingin saksi jujur yang kuat.

Bukan teman-temanmu atau wanita gosip yang tidak suka Soraya.

Hukum Islam menyatakan bahwa siapapun saksinya bisa memberi pernyataan.

Kalau begitu berikan buktinya-- Bukan fitnah!

Jangan sekarang, Zahra. Aku sibuk.

Aku tahu kau membuat beberapa rencana tentang Soraya dan Ali.

Tidak ada rencana! Sekedar keluhan.

Aku peringatkan, aku takkan biarkan kejahatan apapun menimpa keponakanku.

Mulut moncong seharusnya untuk wanita, bukan anjing.

Tak ada istri dan ibu yang lebih baik daripada Soraya.

Kami semua bertanya-tanya, kenapa dia...

...menghabiskan banyak waktu di rumah Hashem.

Aku ingin tahu apa yang terjadi!

Ini bukan urusanmu.

Apa yang kau mengerti, wanita?

Dan aku pertimbangkan menikah denganmu.

Sungguh, Ebrahim.

Kau telah menjadi seorang pelayan.

Kau tidak lebih baik dari seorang budak, sigheh! Istri sementara! Istri untuk seekor monster!

Ada sebuah rencana. Aku tak tahu apa itu, tapi itu untuk menyerangmu.

Aku cuma istri yang menyusahkan.

Hampir tak ada tempat.

Mereka merencanakan sesuatu.

Kau harus berhenti. Kau tak boleh ke rumah Hashem.

Berhenti? Pekerjaan ini satu-satunya harapanku. Aku tak bisa.

Kau tak boleh tinggal.

Aku sudah bilang oleh pria yang sama ini untuk mengambil pekerjaan ini.

Dan sekarang pekerjaan itu milikku.

Aku akan pertahankan.

Ali mengeluh tentang dirimu.

Dia selalu mengeluh./ Apa yang kau katakan?

Tak ada. Jika aku melakukannya, dia memukulku.

Kau tidak mendengarkan. Mereka bisa menyakitimu.

Mullah itu bisa membuat seekor ular menelan ekornya sendiri.

Cukup!

Tak ada sengkongkol, cuma ada Bibi seorang dengan banyak mengkhayal.

Kau tak pernah belajar mendengarkan!

Sayang...

...pintunya.

Dengar, Hashem...

Kita punya urusan yang harus diurus hari ini.

Ali telah melihat Soraya keluar masuk rumahmu.

Dia curiga.

Dan tidak mempercayai istrinya.

Namun...

...seperti yang kau ketahui...

...aku berterimakasih...

...pada Ayatollah kita untuk melaksanakan semua standar kebaikan...

...sebagai tuntutan hukum Syariah.

Islam menuntut ini.

Tentu, hakim dari Teheran bisa dipanggil.

Namun, ini bisa jadi diluar bantuanku...

...dengan seorang pegawai yang tidak mengenalmu.

Baca di sini.

Aku tak bisa membaca.

Hashem...

Kita berteman sudah lama, bukan?

Ya, kita--

Langsung saja.

Antar pria. Katakan yang sebenarnya.

Apakah istriku tidur di rumahmu?

Tidak, Ali. Dia pulang setiap malam.

Itu bukan sebuah jawaban. Apa dia pernah berbaring?

Aku tidak tahu.

Jujur saja. Kau harus tahu, dia tidur atau tidak!

Aku orang yang sederhana. Aku tak tahu arah pertanyaan ini.

Duduk, Hashem./ Tidak, aku harus pergi.

Aku pergi. Selamat tinggal!

Mohsen, bisa ambilkan kunci pas?

Kunci nomor 10.

Di sebelah kotak perkakas.

Terima kasih.

Tak masalah.

Apa kabar, Mohsen?

Kau sehat, anakku? Anak pintar.

Hashem.

Kami butuh 2 saksi.

Kami sudah punya 1 saksi.

Kami bisa bicara dengan anak ini -- melihat apakah Soraya bohong tentang rumahnya.

Dia tidak tahu apa yang kau bicarakan.

Tentu dia tahu.

Iya kan, Mohsen?

Anak pintar...

Tinggalkan dia.

Tidak bisa.

Jika istriku tidak senonoh denganmu,

mungkin kau menikmatinya.

Orang seperti itu juga bisa dituntut...

...dan dihukum.

Dalam beberapa kasus, dirajam bersama wanitanya.

Apa yang akan terjadi dengan Mohsen...

...jika ayahnya tidak ada disekitarnya?

Rumah sakit jiwa?

Atau...

Aku bisa membawanya ke penjara dan mengurus sendiri.

Mohsen, katakan pada kami.

Apa yang Soraya lakukan di rumah?

Apakah dia menyentuhmu?

Cukup! Hentikan!

Hentikan!

Soraya berbaring di tempat tidurmu, benar?

Kenapa kau lakukan ini?

Itu tidak benar.

Allah sedang mengamati.

Hashem, katakan pada kami kalau Soraya tidur di ranjangmu.

Baiklah!

Aku tak tahu yang dia lakukan.

Mungkin waktu aku sedang tidak di rumah.

Mungkin?

Pernah sekali, aku pulang ke rumah dan dia sedang tidur siang.

Dia sedang sakit kepala.

Dia mengatakan sesuatu, bukan?

Sesuatu yang dia gunakan untuk mengatakannya padaku.

Sesuatu yang hanya seorang suami yang mendengar.

Lihat apa yang aku maksud?

Ya Allah.

Allah ampuni aku.

~~ Penerjemah: Archangel Gabriel ~~ http://moviexinema.blogspot.com

Istriku seorang pelacur!

Perempuan jalang!

Kau pelacur!

Kenapa?

Dia menjatuhkan martabatku!

Tolong aku.

Dia membuatku malu.

Di rumahku!

Tinggalkan dia.

Ini bukan urusanmu.

Dia istriku!

Ini tindakan memalukan./ Dia istriku.

Dia tak berhak mendapat perlindunganmu!

Pelacur ini selingkuh!

Kalian tidak malu berkumpul di sini?

Dia pernah bersama pria lain.

Siapa?/ Dia tidur dengan Hashem!

Dia tahu itu.

Semua itu benar.

Tenanglah!

Tenang.

Ayo kita ke rumahku.

Hanya kau, aku dan Soraya.

Bita, jemput Ebrahim!

Kita akan selesaikan ini layaknya manusia yang beradab.

Ayo kita pergi!

Dasar wanita tua! Kau bukan yang menjalankan pertunjukkan ini.

Ini antara aku dan istriku.

Itukah sebabnya kau memukulinya didepan umum?

Ke rumahku. Datanglah kalau ini begitu penting.

Lihat bagaimana dia mengkhianatiku?

Istriku tidak setia.

Kita tak bisa membiarkan kejahatan ini dibiarkan begitu saja!

Dia harus membayar untuk ini!

Kau tak apa-apa?

Ayo.

Aku tahu kau ditengah masalah ini lagi.

Tentang apa ini?

Dia mengkhianatiku.

Bersama Hashem.

Sudah kuduga. Sekarang aku tahu.

Aku memergoki mereka.

Soraya, apa benar? Apa kau mengkhianatinya?

Tidak.

Kenapa kau bohong?

Semua orang tahu.

Kau pergi ke rumah Hashem setiap hari untuk tidur bersamanya.

Dia bohong!

Aku sudah menikah. Aku tak pernah berpikir seperti itu.

Kau bilang dia mengkhianatimu.

Bagaimana tepatnya?

Mereka saling berdekatan, berbisikan.

Aku lihat mereka bersentuhan.

Di hari lainnya...

...lagi, mereka berbisik.

Dan mereka saling tersenyum.

Apa itu benar?

Aku memberitahu Hashem kalau aku mau mencuci di rumah...

...lalu kembali untuk memasaknya makan malam.

Kami saling senyum.

Hashem di sini. Sekarang kita akan dapatkan kebenarannya.

Bicaralah pada atasanmu, ini bukan kejahatan.

Bicaralah pada orang bahwa ini bukan kejahatan.

Tersenyum? Tersenyum bukanlah melawan hukum.

Saat kau dan Soraya berbisik...

...apa yang kau katakan?

Kami bukan berbisik!

Dia pergi untuk mencuci beberapa pakaian...

...lalu kembali lagi untuk menyelesaikan makan malam...

...lalu tidur sebentar.

Aku tak pernah bilang begitu.

Tak ada waktu untuk tiduran. Aku punya begitu banyak pekerjaan.

Perhatikan aku.

Aku ingin jawaban yang jujur!

Ya atau tidak! Kau mengerti?

Apakah Soraya...

Apakah dia ingin beristirahat di rumahmu?

Ya, benar.

Seperti sebelumnya. Dia selalu di rumahku.

Dia berbaring di tempat tidurku.

Dia bilang hanya seorang suami yang seharusnya mendengar.

Itu bohong!

Aku tak pernah tinggal dengan menambah satu menit.

Pintunya selalu terbuka. Aku bersumpah!

Kenapa kau lakukan ini?

Mengapa kau mengatakan seperti ini?

Aku menyayangi istrimu.

Aku menjaga anakmu.

Pria ini yang menyuruhku bekerja padamu.

Aku tak pernah melakukan kesalahan.

Seorang pria menuduh istrinya berzinah...

...bisa menimbulkan kegusaran di seluruh kota.

Kejahatan seperti ini tak bisa ditoleransi.

Kau harus yakin.

Dia mengatakan yang sebenarnya!

Aku mengatakan yang sebenarnya.

Ali sendiri-- Aku bilang padanya...

...dan Mullah Hassan...

...dan seluruh kota...

...bahkan membicarakannya.

Mereka tak tahu apa-apa. Mereka mengulangnya apa yang mereka dengar.

Itu tidak dibenarkan.

Aku melihat mereka berbisik. Mereka berpegangan tangan.

Tidak! Aku tersenyum. Aku tersenyum pada siapa saja.

Seperti orang desa yang bodoh.

Semua orang mengenalku. Aku dihormati.

Mereka bilang kau hamil.

Apa? Hamil?!

Tunggu saja 9 bulan dan kau akan tahu aku tidak hamil!

2 orang pria menuduhmu...

...melakukan hal yang tidak pantas...

...sebagai seorang istri dan ibu.

Kau bisa membuktikan kau tak bersalah?

Bukti?

Bagaimana caranya aku bisa membuktikan aku tidak bersalah?

Mereka menuduhku. Mereka yang harus membuktikannya.

Ketika seorang pria menuduh istrinya...

...seorang istri harus membuktikan ketidakbersalahannya.

Begitulah hukumnya.

Sebaliknya...

...jika seorang istri menuduh suaminya,

dia harus membuktikan kesalahan suaminya.

Kau mengerti?

Ya, itu jelas.

Semua wanita bersalah, dan semua pria tak bersalah.

Benar?

Tutup mulut besarmu.

Terima kekalahanmu.

Sialan.

Kita sudah saling kenal selama hidup kita.

Kau tak bisa bohong padaku.

Masalah ini.

Ini tentang gadis itu yang ingin dia nikahi.

Bukan. Ini tentang kejahatan.

Sebuah kejahatan yang serius.

Sebuah kejahatan terhadap seorang suami...

...seorang ayah... 2 anak laki-laki...

...terhadap seluruh desa.

Dan terhadap Islam sendiri!

Tentang itulah, wanita.

Sekarang biarkan aku yang bekerja.

Ada apa itu?

Ebrahim menyuruhku untuk bersamamu.

Mereka mengumpulkan orang-orang untuk rapat.

Siapa yang bersamanya?

Ali, tentunya. Dan teman-temannya...

...kedua anak laki-lakimu, Soraya...

...dan Morteza Ramazani.

Ayahku.

Dia akan ikut apapun yang mereka putuskan.

Semua laki-laki seperti itu.

Kapan mereka akan membela kita?

Dalam hidupku, hanya dendalah hukuman untuk kejahatan moral...

...atau melayani masyarakat.

Ini berbeda.

Sebaiknya kau istirahat.

Aku segera kembali.

Kenapa kau memakai kerudung warna hitam?

Maafkan aku. Aku tak bermaksud apa-apa.

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Dia dinyatakan bersalah.

Dinyatakan bersalah.

Dia bersalah.

Bersalah.

Zahra!

Zahra!

Ya!

Salam, Zahra...

Ini dari Mullah Hassan.

Dia minta tanda tanganmu.

Dia menginginkan tanda tanganku?

Ya.

Pergilah sekarang. Cepat!

Apa yang mereka putuskan?

Tak ada waktu./ Katakan padaku.

Kita harus pergi.

Ke mana?

Kita tak punya mobil, tak ada uang.

Mereka akan merajam-mu dalam sejam lagi.

Mengerti?

Cepat!

Saudara!

Berhenti!

Cepat. Jangan berhenti.

Berhenti! Kalian mau ke mana?

Tinggalkan kami. Kami mau pergi dari sini.

Kalian tak boleh pergi ke mana-mana?

Akhirnya dia berhasil.

Dia berhasil menyingkirkanku.

Ibu ingin kau selalu memakainya.

Jangan sampai hilang, sayang.

Kau mengerti?

Dan ini untukmu, Kataneh sayangku.

Ini milik Ibuku...

...dan sebelumnya milik ibunya.

Suatu hari nanti, kau harus memberikannya pada putri tertuamu.

Kemarilah.

Aku takut selanjutnya putri-putriku.

Lindungi mereka, Bibi.

Saat ini merekalah yang penting.

Jangan khawatir.

Ketika mereka sudah dewasa, ceritakan pada mereka tentang aku.

Sehingga mereka takkan malu pada ibunya.

Aku akan mengatakan pada mereka kebenarannya.

Aku akan mengatakannya pada semua orang.

Aku akan mengatakannya pada dunia.

Ya Allah, bantulah aku.

Jika yang kami lakukan adalah menurut kehendakMu...

...maka berilah aku kekuatan untuk melanjutkannya.

Bantulah aku melakukan hal yang benar.

Namun jika ini bertentangan dengan kehendakMu..

...maka berilah aku sebuah pertanda...

...sehingga aku bisa menghentikannya.

Apakah kau takut?

Bukan pada kematian.

Tapi sekarat...

...batu-batu itu...

...rasa sakitnya.

Ibu.

Kenapa Ibu harus mati?

Jangan melihatnya, anakku.

Tak ada hubungannya dengan ini.

Apakah Ibu melakukan sesuatu dengan Hashem?

Aku tak melakukan apa-apa.

Ayahmu ingin terbebas dari Ibu.

Bertingkah seperti seorang pria, bodoh.

Reza sayang...

Duduklah.

Menangislah sepuasnya.

Mereka datang.

Berdirilah.

Brengsek! Aku punya sesuatu untukmu.

Masih ada lagi. Ada yang mau lagi?

Tunjukkan rasa hormatmu, tolong-- Sedikitlah sopan-- demi nama Allah!

Soraya Manutchehri...

...setelah banyak pertimbangan, kami telah mencapai sebuah keputusan.

Ini sudah bulat.

Keputusannya adalah kematian.

Mati! Mati! Mati!

Keadilan menuntut...

...bahwa hari ini, di Kupayeh, kau akan dieksekusi.

Wanita ini...

...telah mencemarkan desa kita.

Dia harus menanggung dosanya.

Dengan setiap batu yang kalian lempar,

kehormatan kalian akan kembali.

Salam, semuanya!

Selamat sore, para hadirin.

Kami mendengar ada pasar malam di desa kalian...

...jadi kami datang untuk menghibur kalian setelah bekerja keras seharian.

Kemarilah, kemarilah semua! Termasuk anak-anak!

Tak bisakah kau lihat kami sedang sibuk?

Mundurlah dan jangan mengganggu.

Setelah doa-doa kalian.

Kami akan ada di dekat...

...jadi datanglah melihat pertunjukkan kami.

Bawa pidananya dan ikuti aku.

Waktunya telah tiba.

Lepaskan kerudungnya.

Aku takkan menangis.

Jangan kau menangis.

Berdoalah dengan segenap kekuatanmu.

Allah dan Surga menunggumu.

Berdoalah juga bagi kami.

Ayo.

Jika kau punya sesuatu untuk dikatakan...

...sekaranglah waktunya.

Ini kesempatan terakhirmu.

Bagaimana bisa kalian melakukan ini?

Sepertinya kalian tidak mengenalku.

Aku Soraya.

Yang pernah ada di rumah kalian.

Aku telah berbagi makanan dengan kalian. Kita adalah sahabat.

Bagaimana kalian bisa lakukan ini padaku?

Aku tetangga kalian...

...Ibumu...

...anakmu...

...istrimu...

Bagaimana kalian bisa lakukan ini pada siapapun?

Ini hukum Allah!

Allah Maha Besar!

Allah Maha Besar!

Tutup telinga kalian, anak-anak. Yang rapat. Seperti aku.

Cukup. Minggirlah.

Morteza, kau punya sesuatu untuk dikatakan?

Apa yang harus dikatakan?

Dia bukan lagi anakku.

Aku bukan lagi ayahnya.

Mari akhiri ini dan selesaikan!

Tidak! Jangan!

Menyingkirlah, wanita!

Lempari aku! Selamatkan dia, dia masih punya anak kecil.

Aku mau bertukar tempat dengannya.

Kumohon, Ebrahim. Lempari aku saja.

Pergilah, Zahra. Ini bukan tentang dirimu.

Tolonglah, aku memohon padamu. Aku akan melakukan apa saja.

Kau takkan lakukan apa-apa.

Beri aku batu lagi!

Allah bantulah aku...

...untuk membunuh wanita pelacur ini.

Ebrahim!

Ini sebuah pertanda! Batunya tidak pernah mengenainya...

...karena Allah tahu dia tak bersalah!

Lakukan sesuatu!

Tak apa-apa, orang tua. Biar aku saja.

Brengsek!

Dasar pembunuh!

Allah Maha Besar!

Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.

Ayo, anak-anak. Untuk Allah.

Allah Maha Besar!

Ya Allah...

Lempari dia!

Lempari dia!

Perempuan jalang ini masih hidup!

Semuanya ambil batu!

Semuanya sudah berakhir.

Semoga Allah Yang Mahakuasa mengampuni atas apa yang telah kau perbuat hari ini.

Di sini.

Mereka menolak untuk membiarkan kami menguburnya.

Kami membawa jenasahnya dan membiarkannya di tepi sungai.

Di kota, mereka merayakannya.

Itu terjadi kemarin.

Pagi ini, sebelum fajar...

...aku kembali ke sungai...

...dan mengubur apa yang telah anjing sisakan.

Jadi kau di sini.

Mobilmu sudah siap.

Terima kasih.

Ada apa?

Tak ada apa-apa. Dia mau mengambil mobilnya.

Kita tak bisa membiarkannya pergi begitu saja.

Dia tidak melakukan kejahatan!

Dia seorang wartawan, penulis.

Hal ini harus tetap di dalam batas desa kita.

Kita perlu tahu apa yang Zahra beritahu padanya.

Bersiaplah.

Ada apa?

Bukankah kau seharusnya menikah?

Pernikahannya dibatalkan. Ayahnya di hukum mati.

Aku sangat menginginkan dia.

Lalu untuk apa semuanya ini?

Sia-sia!

Kau memaksaku untuk berbohong.

Sia-sia kau merajamnya di lapangan!

Apa yang kau bicarakan?

Mereka mengancamku.

Mereka bilang kalau anakku akan jadi seorang yatim piatu.

Semua itu bohong.

Jangan ganggu aku.

Jangan menatapku seperti itu.

Kau bagian dari ini.

Itu tidak benar!

Kau membohongiku!

Bohong apanya? Kau walikotanya di sini.

Kau yang akan disidang!

Kita tak boleh membiarkan dia pergi.

Kuharap Zahra tidak mengganggu waktumu.

Sama sekali tidak.

Dia banyak bicara.

Agak mengkhayal. Benar kan, Ebrahim?

Ya.

Kadang sulit untuk mengatakan siapa yang bohong dan siapa yang berkata benar.

Akan kuserahkan itu pada kalian.

Kenapa buru-buru?

Apa yang ada di tasmu?

Permisi...

Aku harus bayar tagihanku.

Kau sudah bayar.

Aku tak bisa membiarkanmu pergi.

Apa maksudmu?

Kau merekamnya?

Itu barang-barangku!

Tak ada barang pribadi di sini.

Dan kami takkan membiarkan orang asing ikut campur.

Aku bukan orang asing.

Berani sekali kalian.

Aku akan mengajukan keluhan pada pemerintah terdekat.

Lakukan apa saja sesukamu.

Tangkap dia!

Sekarang pergilah./ Bagaimana denganmu?

Aku akan menjaga anak-anaknya. Jangan khawatir, mereka takkan melakukan apa-apa.

Jangan memompanya terlalu keras, kawan.

Minggir!

Apa yang kau takutkan?

Keadilan adalah melayani, bukan?

Tuhan yang kucintai Maha Besar.

Allah Maha Besar.

Bukankah desa kita...

...akan menjadi contoh bagi seluruh negara?

Sekarang seluruh dunia akan tahu.

Ya! Dunia akan tahu apa yang terjadi di sini!

Ya!

Dunia akan tahu!

~~ Penerjemah: Archangel Gabriel ~~ http://moviexinema.blogspot.com

Ketika wartawan Prancis- Iran, Freidoune Sahebjam, menerbitkan The Stoning Of Soraya M.

...yang telah menjadi buku terlaris internasional, memfokuskan perhatian pada praktek rajam di Iran...

...serta kurangnya hak wanita di sana.

Meskipun dibantah secara resmi, jumlah orang yang tak terhitung....

...yang sebagian besar adalah wanita, masih tetap dijalankan hukuman mati...

...dengan cara dirajam di beberapa negara di dunia.

Ini adalah foto satu-satunya Soraya Manutchehri yang asli.

Diambil ketika dia berumur 9 tahun.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.